Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Nishikata! Selamat pagi!
Takagi-san! Selamat pagi.
Ada jadwal piket hari ini, jadi aku pergi lebih dahulu.
Baik.
Apa kau akan terlambat lagi hari ini?
Lagi? Masih ada banyak waktu.
Sampai jumpa di sekolah!
Sampai jumpa.
Aku selalu dikerjai oleh Takagi-san.
Namun, hari ini aku akan membalasnya!
Hal inilah yang selalu kupikirkan setiap hari.
Rekaman dari tahun kedua SMP.
Atau, kenanganku.
Kau sebaiknya berhati-hati,
Takagi-san!
Baik, pelajaran ketiga.
Hari ini kita akan membahas future tense.
Ada dua jenis future tense.
Ekspresi menggunakan will dan kata-kata yang memakai be going to.
Kita akan bahas satu per satu.
Mulai dari ekspresi yang menggunakan will.
Mari kita mulai dengan ulasan.
Hei, Nishikata.
Apa?
Apa yang kau lakukan?
Bukan apa-apa. Kenapa?
Tidak ada apa-apa.
Mari kita bahas future tense yang menggunakan will.
Wah!
Bagus! Ini sempurna!
Akan kugunakan ini untuk membalas Takagi-san!
Seperti dalam Bahasa Jepang,
"Tonton", "lari", "makan" yang menyatakan tindakan adalah kata kerja.
Contohnya...
Ada apa?
Kotak pensilku tak mau terbuka.
Apa kotak pensilku penyok?
Kita tambahkan...
Bisa kau bukakan untukku?
Ya, tentu.
Wah!
Jangan berisik, Nishikata!
Maaf!
Nishikata, reaksimu lucu sekali!
Sial, dia mengerjaiku.
Dengan trik yang sudah kurencanakan!
Takagi-san yang minta bantuanku sudah terasa aneh.
Seharusnya aku tahu!
Hei!
Apa? Kau akan mengerjaiku lagi?
Tidak.
Pinjam penghapus, aku lupa bawa.
Kau lebih pelupa dari yang kukira, Takagi-san.
Mungkin benar.
Aku punya satu lagi. Kau pakai saja untuk hari ini jika mau.
Benarkah? Terima kasih!
Omong-omong, kau ingat yang mereka katakan saat kita masih SD,
tulis nama orang yang kau sukai di penghapus dan gunakan sampai habis,
orang itu akan balas menyukaimu?
Ya, aku ingat itu.
Jika dipikir lagi, itu sangat kekanak-kanakan!
Kekanak-kanakan?
Ya, mustahil itu benar.
Bukan begitu?
Kurasa tidak, tetapi...
Kau tak pernah coba?
Tidak. Lagi pula, tak ada orang yang kusukai.
Bagaimana jika kau bingung saat mengerjakan tugas?
Bukankah kau mulai menuliskan nama orang yang kau sukai?
Tidak, bukan aku.
Apa? Benarkah?
Apa? Itu tak menjelaskan apa pun!
Baiklah.
Kurasa kau benar.
Itu sangat kekanak-kanakan.
Mustahil. Apa ada tulisan di sana?
Apa? Kenapa?
Jika ada tulisan, itu karena ulah orang lain!
Kembalikan saja!
Bukankah kau bilang aku bisa menggunakannya seharian?
Ini.
Tidak ada tulisan!
Aku tak bilang ada tulisan.
Saat menggunakan "be going to", gunakan kata kerja dalam bentuk dasarnya...
Tolong ingat ini.
Ternyata kau punya penghapus sendiri!
Sudah kubilang jangan berisik!
Maaf!
Kau membuatku tertawa geli. Hentikan!
Itu kalimatku!
Jadi, pertanyaannya adalah...
Maaf, boleh aku ke toilet?
Silakan.
Jadi, untuk membuat kalimat,
"Apa kau akan mengunjungi temanmu besok?"
Sial, tunggu saja.
Itu dia!
Akan kutulis nama seseorang di penghapusnya
dan mengerjai dia saat kembali dari toilet!
Namun, nama siapa yang kutulis?
Apa?
Aku tak boleh melihatnya.
Mungkin mengintip sedikit.
RO
"Ro"? Jadi, itu bukan namaku.
Itu bukan nama siapa pun di kelas ini juga.
Apa? Lalu, siapa dia?
Masa bodoh! Aku akan melihatnya!
ROUKAMIRO
"Roukamiro"?
Apa?
Lihat ke lorong?
Ah!
Nishikata, kau benar-benar yang terbaik.
Inilah sebabnya aku tak bisa berhenti mengerjaimu.
Sial.
Tunggu saja. Aku akan membalasmu suatu hari nanti.
Aku ragu.
Kau melewatkan peluang besar.
Melewatkan? Apa maksudmu?
Bukan apa-apa.
Perhatikan baik-baik rekanmu selagi kalian menggambar.
Nishikata, jangan banyak bergerak. Lihat aku.
Baiklah! Ganti giliran jika kalian sudah selesai.
Ini.
Terima kasih.
Kita saling bertatapan cukup lama.
Karena untuk menggambar, kita...
Aku hanya mengerjakan tugas.
Apa kegiatanmu setelah tiba di rumah?
Banyak hal terjadi hari ini, aku mungkin akan lari.
"Banyak"?
Apa maksudmu "banyak"?
Banyak adalah banyak.
Benar, seperti selalu dikerjai dan dikalahkan olehku?
Tidak, bukan itu!
Benarkah?
Jadi, kau mau lari untuk menghibur diri. Bukan begitu?
Bisakah kau berlari cukup jauh?
Siapa yang tahu?
Tempo hari, aku lari ke pesisir Tada.
Benarkah?
Tentu saja.
Itu cukup jauh, 'kan?
Apa kau yakin?
Aku tak bohong!
Benarkah?
Itu cukup menakjubkan, jika benar.
Semangat! Sampai jumpa besok!
Sial.
Dia tak memercayaiku sama sekali!
Baiklah.
Aku akan lari sekarang dan kirim foto sebagai bukti!
Hampir tiba!
Aku berhasil!
Aku merasa luar biasa!
Yang terpenting, aku harus kirim foto pada Takagi-san.
Baiklah.
Dengar, Takagi-san!
Lihatlah kekuatan kakiku!
Kirim.
MATAHARI TERBENAM YANG INDAH, TERIMA KASIH
Apa? "Matahari terbenam"?
Bukan itu! Aku mau dia tahu betapa hebatnya aku bisa lari ke sini!
Kau bukan mau menunjukkan matahari terbenam padaku?
Benar, bukan matahari terbenam...
Ha?
Apa?
Takagi-san? Sedang apa kau di sini?
Apa?
Obrolan kita tadi membuatku ingin melihat matahari terbenam.
Apa kau mau minum?
Terima kasih.
Aku benar-benar senang.
Kau lari jauh-jauh ke sini untuk mengirim foto matahari terbenam padaku.
Bukan begitu...
Bukan begitu?
Itu hanya...
Aku...
Aku lari jauh-jauh ke sini...
Nishikata!
Apa?
Merah sekali, 'kan?
Merah? Apa aku tersipu?
Matahari terbenam merah yang indah!
Cantik sekali!
Apa?
Oh, matahari terbenam!
Ya, benar.
Ternyata matahari.
Mataharinya tak semerah pipimu.
Apa?
Aku senang mengikutimu ke sini, Nishikata.
Aku bahkan bisa melihat matahari terbenam bersamamu.
Apa?
Itu menakjubkan.
Kau benar-benar lari sampai ke sini.
Kau menakjubkan, Nishikata.
Itu bukan hal besar.
Bukan?
Jadi, kau tak mengirimkan foto agar aku berpikir kau menakjubkan?
Tentu tidak!
Jadi, kenapa kau melakukannya?
Untuk menunjukkan matahari terbenam yang cantik?
Bukan itu juga.
Maksudku, ya! Itu dia.
Aku hanya mau berbagi matahari terbenam yang indah.
Kukira mungkin kau mau melihatnya.
Matahari terbenam.
Begitu rupanya.
Jadi, kau melihat matahari terbenam yang indah dan mau berbagi denganku.
Ya, benar begitu.
Itu seperti...
Seperti kita adalah sepasang kekasih.
Apa? Benarkah?
Astaga! Pipimu memerah lagi!
Tidak!
Itu karena matahari terbenam!
Boleh kuminta sedikit?
Ini.
Apa kau tak mau minum?
Aku tak haus.
Apa kau akan jalan kaki pulang?
Atau mau lari lagi?
Pertanyaan bagus.
Kurasa aku akan jalan kaki.
Benarkah?
Mau naik sepeda bersama?
Tidak usah. Itu sepedamu.
Apa kau tak bisa mengayuh jika ada dua orang?
Tidak! Aku bisa, tetapi itu berbahaya dan...
Aku akan jalan kaki saja.
Aku tahu! Apa kau malu karena dilihat orang-orang?
Tidak.
Orang terakhir yang memboncengiku sangat kuat dan keren.
Apa?
Baiklah, aku pergi.
Hei, tunggu!
Aku akan mengayuh.
Benarkah? Kau bisa mengayuh?
Tentu saja.
Aku siap.
Baik, kita berangkat.
Terima kasih!
Apa kau baik-baik saja?
Tentu saja!
Itu ayahku!
Apa?
Orang terakhir yang memboncengiku adalah ayahku.
Benarkah?
Apa kau lega?
Apa?
Apa?
Hentikan!
Makan malam siap!
Aku datang!
NISHI
Terjemahan subtitle oleh Teddy Firmansyah
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.