Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
NEIL DEGRASSE TYSON: Ya, ini adalah rumah.
Inilah Bumi.
Kesulitan menemukan benua yang kamu kenal?
Masa lalunya adalah sebuah planet lain.
Sebenarnya, lebih banyak.
Aku berdiri di atas hamparan waktu yang telah berlalu
sejak kejadian Big Bang. Untuk mudah membayangkannya,
kita telah memadatkan semuanya menjadi satu tahun tunggal.
Disini adalah pagi hari pada tanggal 23 Desember
pada Kalender Kosmis kita,
atau sekitar 350 juta tahun yang lalu,
ketika Bumi kita baru berumur empat miliar tahun.
Bumi tampak sangat berbeda.
Kamu bahkan tak mengenal tempatnya.
Bintang-bintang tak akan memberimu petunjuk.
Bahkan rasi bintang pun sangat berbeda pada waktu itu.
Dinosaurus pun baru akan muncul
sekitar 100 juta tahun kemudian di masa depan.
Tak ada burung, tak ada bunga.
Dan udaranya pun berbeda.
Atmosfirnya memiliki lebih banyak oksigen dibanding masa-masa lainnya
dalam sejarah Bumi, baik sebelumnya maupun setelah itu.
Ini memungkinkan serangga untuk tumbuh lebih besar daripada yang ada sekarang.
Bagaimana mungkin?
Serangga tak memiliki paru-paru.
Kehidupan mengambil oksigen melalui celah
yang ada di luar badannya
dan diangkut melalui jaringan tabung (trakea).
Jika serangganya terlalu besar,
bidang terluar dari tabung tersebut akan menyerap semua oksigen
sebelum oksigen itu sendiri sampai ke dalam tubuh serangga.
Tapi selama periode Karbon,
atmosfir memiliki nyaris dua kali lebih banyak oksigen dibanding sekarang.
Serangga pun bisa tumbuh lebih besar
dan tetap mendapat cukup oksigen dalam tubuhnya.
Itulah mengapa capung disini sebesar elang
dan si kaki seribu ini berukuran sebesar buaya.
Jadi kenapa ada begitu banyak oksigen saat itu?
Ia dihasilkan oleh jenis baru kehidupan.
Cosmos Eps 9 - The Lost Worlds of Planet Earth Diterjemahkan oleh: @zakwannur
DEGRASSE TYSON: Kehidupan jenis apa yang telah merubah
atmosfer Bumi secara drastis?
Tumbuhan yang tumbuh begitu tinggi--
pepohonan.
Dalam persaingannya untuk mendapat sinar matahari,
pohon mengembangkan cara untuk melawan gravitasi.
Sebelum adanya pohon, tanaman tertinggi
hanyalah setinggi pinggang.
Kemudian, sesuatu yang menakjubkan terjadi.
Molekul tumbuhan berevolusi hingga begitu kuat namun fleksibel,
sebuah bahan yang mampu menahan beban yang besar,
sekaligus tertekuk ketika tertiup angin tanpa patah.
Lignin (zat kayu) lah yang memungkinkannya.
Sekarang kehidupan pun bisa membangun keatas.
Dan ini membuka wilayah baru,
sebuah matriks tiga dimensi
bagi kelompok yang berada di daratan.
Bumi menjadi Planet Pepohonan.
Namun lignin punya sisi negatif:
lignin sulit untuk ditelan.
Ketika kru perombak alam, jamur dan bakteri,
mencoba untuk memakan apapun yang mengandung lignin,
mereka pun terkena gangguan pencernaan.
Dan rayap belum berevolusi
hingga 100 juta tahun kemudian.
Apa yang harus dilakukan dengan semua pohon mati ini?
Jamur dan bakteri membutuhkan waktu jutaan tahun
untuk mengembangkan cara biokimia untuk mengkonsumsinya.
Sementara itu, pohon-pohon terus bermunculan,
mati, tumbang
dan terkubur oleh lumpur yang terbentuk selama ribuan tahun.
Hingga akhirnya, ada ratusan miliar pohon
yang terkubur di Bumi,
Hutan yang tertimbun di seluruh penjuru Bumi.
Apa bahaya yang mungkin datang dari sana?
(ombak di kejauhan)
Tebing di Nova Scotia ini adalah jenis lain dari kalender.
Tebing ini menceritakan kisah dunia lainnya
yang pernah berkembang disini.
Dan ini adalah topeng kematian
dari pohon berumur 300 juta tahun itu.
Topeng yang terbentuk dari mineral yang menggantikan pohon
sel per sel-- dengan kata lain, sebuah fosil.
Pohon menyerahkan molekul organiknya
pada lingkungan dahulu kala,
karbon dan airnya. Hanya bentuknya yang bertahan.
Ketika pohon ini masih hidup, ia menyerap karbon dioksida dan air
serta menggunakan sinar matahari
untuk mengubahnya menjadi bahan organik yang kaya akan energi.
Pohon melepas oksigen sebagai produk limbah.
Itulah yang masih dilakukan pohon dan tumbuhan sampai saat ini.
Ketika tanaman mati, mereka membusuk,
dan ini membalikkan transaksi.
Bahan organiknya bergabung dengan oksigen
dan terurai,
mengembalikan karbon dioksida ke udara.
Ini menyeimbangkan perubahan kimiawi di atmosfer Bumi.
Tapi jika pohon terkubur sebelum mereka membusuk,
terjadi dua hal... mereka mengambil karbon
dan menyimpan tenaga surya bersamanya
dan meninggalkan oksigen dibaliknya
agar terbentuk lebih banyak di atmosfir.
Itulah yang terjadi sekitar 300 juta tahun yang lalu.
Jumlah oksigen berlebihan.
Begitulah sehingga serangga menjadi besar.
Dan apa yang terjadi pada karbon yang terkubur itu?
Ia tergeletak selama ribuan tahun hingga nantinya berhubungan dengan kehidupan Bumi
dalam serangannya yang paling merusak sepanjang masa.
Ada suatu tempat di planet ini dimana kamu bisa berjalan melintasi waktu
dan membaca sejarah yang tertulis di bebatuan.
Pantai di Nova Scotia ini adalah salah satunya.
Setiap lapisan adalah halaman.
Masing-masing menceritakan kisah tentang banjir,
silih berganti, selama jutaan tahun.
Lapis endapan banjir itu perlahan-lahan terkubur
dan berubah menjadi batu karena panas dan tekanan.
Kekuatan yang sama yang membentuk pegunungan
kemudian memiringkan dan mengangkatnya,
bersama-sama dengan fosil hutan yang terkubur.
Lapisan terbaru selalu
mengendap di atas lapisan yang lama.
Semua halamannya ada dalam urutan yang benar,
menjadi saksi tentang apa yang terjadi disini
selama jutaan tahun.
Di belakang sana,
terletak masa lalu yang lebih jauh.
Dan dalam setiap langkahku,
aku berpindah mendekat sekitar 1000 tahun ke masa depan
dan menjauh dari dunia yang ada 300 juta tahun yang lalu.
50 juta tahun kemudian, terbentang yang yang disana.
Ini adalah awal dari kiamat dunia Perm,
peristiwa pembantaian yang tak tertandingi.
Periode Perm adalah lorong paling kelam
dalam monumen untuk cabang-cabang rusak dari Pohon Kehidupan--
Balai Kepunahan.
Kematian belum pernah sedekat ini
bagi yang berkuasa di dunia ini
dalam 250 juta tahun setelahnya.
Letusan itu, pada suatu tempat yang kini dikenal sebagai Siberia,
terus terjadi selama ratusan ribu tahun.
Laharnya membanjiri dan mengubur lebih dari satu juta km persegi.
Peristiwa ini mengerdilkan letusan gunung berapi manapun
yang tercatat sejarah.
(Balai Kepunahan)
Sejumlah besar karbon dioksida keluar
dari retakan vulkanik.
Gas rumah kaca ini menghangatkan iklim.
Dan ini adalah masa ketika hutan yang telah lama terkubur
dari periode Karbon kembali memasuki cerita.
Turut campur tangan selama 50 juta tahun,
pohon-pohon itu telah berubah menjadi timbunan batu bara
dan kebetulan,
salah satu timbunan batu bara paling banyak
telah terkubur di Siberia.
Panasnya lahar memanggang batu bara itu,
membuat metana dan gas kaya belerang keluar dari permukaan.
Mereka sarat dengan racun dan partikel abu radioaktif--
Asap batu bara.
Masakan penyihir ini mencemari atmosfir
dan secara drastis membuat iklim Bumi tidak stabil.
Kabut asam sulfat menghalangi sinar matahari
dan membuat planet menjadi gelap.
Suhu global anjlok dibawah titik beku.
Selama masa tenang dalam letusan tersebut,
kabut asam jatuh ke permukaan.
Namun karbon dioksida tetap ada
dan bertambah di atmosfir menyebabkan pemanasan global.
Tahun-tahun yang dingin
bergantian dengan ribuan tahun yang panas
menghajar populasi tumbuhan dan hewan yang semakin sedikit.
Mereka tidak punya kesempatan
untuk beradaptasi dengan perubahan iklim yang drastis.
Karena pemanasan global
terus berlanjut, permukaan dan bagian dasar air
perlahan-lahan bercampur, meningkatkan suhu
dasar laut yang sebelumnya dingin.
Es yang kaya akan metana
yang telah beku dalam endapan mulai mencair.
Gas metana yang baru saja terbebas mulai menuju ke permukaan
dan masuk atmosfir.
Metana memerangkap panas dengan jauh lebih efisien
dibandingkan karbon dioksida, jadi iklimnya
menjadi lebih panas.
Dan metana juga merusak
lapisan ozon di stratosfer.
Tabir surya alami yang melindungi kehidupan
dari sinar ultraviolet telah digerogoti.
Sistem sirkulasi air dari lautan dunia telah dimatikan.
Air yang tergenang ini menjadi kekurangan oksigen,
membunuh hampir semua ikan yang ada di laut.
Namun satu jenis kehidupan tumbuh subur dalam lingkungan yang kejam ini...
bakteri yang memproduksi gas hidrogen sulfida yang mematikan
sebagai produk limbah.
Itu merupakan pukulan terakhir.
Gas beracun membunuh hampir semua tumbuhan
dan hewan yang tersisa di daratan.
Ini adalah "The Great Dying" (Kepunahan di era Permian)
Kehidupan terdekat di Bumi yang sampai pada kepunahan.
Sembilan per sepuluh dari semua spesies; binasa.
Butuh waktu yang lama bagi kehidupan untuk bangkit kembali.
Selama beberapa juta tahun, Bumi bisa disebut sebagai
Planet Kematian.
Kita adalah keturunan salah satu dari beberapa spesies
yang mencicit.
(mencicit)
Kamu adalah manusia dan hidup saat ini
karena mereka berhasil bertahan, membawa
DNA mereka melewati salah satu periode yang paling berbahaya
dalam sejarah kehidupan.
DEGRASSE TYSON: Gunung ini seluruhnya dibentuk oleh kehidupan.
Kehidupan yang tumbuh subur dalam masa kejayaan
periode Perm, sebelum semua pintu neraka terbuka.
Ini adalah bagian dari 400 mil
rantaian Gunung Guadalupe yang membentang antara
Texas dan New Mexico.
Ini adalah karang fosil terbesar di dunia.
Semua ini dulunya adalah pedalaman laut yang luas.
Karang tumbuh subur selama jutaan tahun,
dan merupakan rumah bagi porifera, alga hijau
dan hewan-hewan yang sangat kecil.
Ketika makhluk-makhluk tersebut mati,
mereka tenggelam ke bawah dan terkubur di lumpur.
Selama jutaan tahun,
jasad mereka diubah menjadi minyak dan gas.
Pada akhirnya, cekungan ini
tertimbun lumpur dan karangnya mati.
Kota hantu di dalam laut ini kemudian terkubur
satu mil (1,6 km) di bawah permukaan.
Kemudian, kekuatan tektonik mengangkat rangka karang
tinggi di atas permukaan laut, di mana ia terkikis dan terpahat
selama ribuan tahun oleh angin dan hujan.
Bayangkan saja seperti apa tempat ini terlihat
275 juta tahun yang lalu,
ketika ia masih hidup, dataran tropis di dalam laut,
dihiasi dengan pulau-pulau
dan penuh dengan kehidupan.
Hingga sekitar 220 juta tahun yang lalu,
New England dan Afrika Utara adalah tetangga dekat.
Tak ada yang namanya Samudra Atlantik.
Yang biru di tengah-tengah itu-- itu adalah danau.
Mereka adalah pertanda awal bahwa benua besar
sedang terbagi dua dan
kehidupan di Bumi akan menghadapi goncangan besar lainnya.
Satu juta tahun berikutnya, danau itu menjadi teluk panjang,
yang akan menjadi Samudra Atlantik.
Perubahan besar di permukaan ini
hanyalah tanda ada drama yang berlangsung jauh di bawah,
di kedalaman Bumi.
Pada saat kita berada disini, jejak tanda
dari pergolakan Bumi telah terkubur
di dasar laut dalam.
Kita benar-benar terpisah dari kisah besar
kerasnya masa lalu Bumi--
spesies yang amnesia mencoba untuk mencari tahu
siapa diri kita ini dan apa yang terjadi
sebelum kita terbangun.
Pada tahun 1570, Abraham Ortelius membuat atlas modern pertama
mencerminkan penemuan
dari 80 tahun sebelumnya--
Masa Kejayaan dari Penjelajahan.
Sebelum tintanya mengering,
Ortelius melangkah dari mahakaryanya
dan menjadi yang pertama menyadari betapa mencoloknya
kecocokan bentuk-bentuk benua seperti potongan puzzle
di kedua sisi Samudra Atlantik.
Ia kemudian menuliskan bahwa Amerika terobek menjauh
dari Eropa dan Afrika akibat gempa dan banjir.
Namun pengamatan Ortelius
tak lebih hanya berupa dugaan
sampai berabad-abad setelahnya...
hingga pada awal abad ke-20
astronom dan ahli meteorologi asal Jerman
mengumpulkan bukti
untuk membangun kasus ilmiahnya.
Alfred Wegener menjalani wajib militer selama Perang Dunia I,
tapi terluka pada saat perang itu.
Saat ia memulihkan diri di rumah sakit lapangan,
ia mengumpulkan karya ilmiah
sebagai petunjuk ke masa lalu Bumi.
Bertahun-tahun sebelumnya,
Wegener secara tak terduga menemukan karya ilmiah yang menarik
di perpustakaan universitasnya.
Membuat Wegener bingung
karena fosil dari spesies yang sama dari pakis yang telah punah
dilaporkan ditemukan di kedua tepi Atlantik.
Yang lebih mengherankan adalah penemuan fosil
dari dinosaurus yang sama di kedua benua.
Pada awal abad ke-20,
ahli geologi menjelaskan bagaimana kehidupan melintasi lautan
dengan membayangkan jembatan daratan yang sebelumnya ada diantara benua itu.
Diperkirakan jembatan daratan tersebut secara perlahan-lahan terputus
dan hilang dibalik ombak dahulu kala.
Namun ada satu bukti yang meyakinkan Wegener
bahwa pandangan ilmiah kebanyakan orang pastilah salah...
Bumi itu sendiri.
Mengapa jejeran pegunungan bisa menyeberangi samudra
dan berlanjut di bagian benua lain?
Dan mengapa kamu menemukan pola unik yang sama
dalam lapisan bebatuan di Brazil dan Afrika Selatan?
Dan satu hal lagi...
atas dasar apa tumbuhan tropis pernah tumbuh subur
di Kutub Utara?
Wegener menyimpulkan hanya ada
satu penyelesaian logis bagi teka-teki ini...
Pernah ada satu benua besar di Bumi.
Ia menamakannya Pangea.
Jadi Wegener menjadi pahlawan di dunia ilmiah, bukan?
Tidak juga.
Kebanyakan ahli geologi menganggap hipotesis Wegener adalah konyol
tentang pergeseran benua.
Mereka lebih suka jembatan darat alami imajiner mereka
untuk menjelaskan bukti-bukti yang dari Wegener.
Bagaimana mungkin, mereka bertanya, sebuah benua bisa menembus
batuan padat dari dasar laut?
Wegener tak memiliki jawaban yang meyakinkan.
Ia menjadi bahan tertawaan di bidangnya;
kasta terendah saat konferensi ilmiah.
(anjing menggonggong)
Meskipun demikian, Wegener terus memperjuangkan gagasannya,
melakukan ekspedisi penelitian yang berani untuk mengumpulkan bukti.
Saat itu, ia menyadari bahwa rekannya
terjebak di dataran es tanpa makanan.
Dalam perjalanannya kembali dari misi,
ia menghilang dalam badai salju.
Satu atau dua hari setelah ulang tahunnya yang ke-50,
ia menghilang,
tak pernah mengetahui, bahwa suatu saat,
ia akan terbukti benar dan dilihat sebagai
salah satu ahli geologi hebat di dalam sejarah.
Ilmuwan juga manusia.
Kita juga punya kelemahan dan prasangka.
Sains adalah suatu mekanisme
yang dirancang untuk menyisihkan kelemahan itu.
Permasalahannya adalah, kita tak selalu setia
pada nilai-nilai pokok dari sains.
Sedikit orang yang mengetahui ini dengan baik, kecuali Marie Tharp.
Saat itu tahun 1952, dan Marie dengan sabar menahan segala penghinaan
dari rekan-rekannya dari departemen geologi.
Gelarnya di geologi dan matematika
dianggap remeh oleh mereka.
Bruce Heezen, seorang sarjana dari Iowa,
baru saja kembali dari ekspedisi panjangnya
untuk memetakan dasar lautan menggunakan sonar.
(Heezen menggerutu)
Akankah kamu melakukan sesuatu dengan ini?
Bruce, lihatlah.
Ini-- ini semua menyatu.
Ada retakan lembah besar ini
di dasar lautan Atlantik.
Ya ampun, Marie, ayolah.
Ini hanyalah omong kosong belaka.
Apa kamu merasa belum cukup bermasalah dengan semua orang disini?
Ini terdengar mirip teori pergeseran benua.
Kau mau bernasib seperti Wegener?
DEGRASSE TYSON: Tapi Marie tak mudah terpengaruh.
Bertahun-tahun kemudian, ketika Marie dan Bruce menempatkan peta
pusat gempa dasar laut di meja cahaya
di atas peta lantai dasar laut,
gempanya tepat berada
di retakan lembah.
Ini adalah bukti yang menguatkan
teori Wegener tentang pergerakan benua.
Heezen kini tahu
bahwa Marie telah benar selama ini.
Bersama-sama, mereka membuat peta Bumi yang sebenarnya untuk pertama kali,
termasuk dasar laut.
Kita setidaknya telah siap untuk membaca
otobiografi Bumi.
DEGRASSE TYSON: Mari kita bawa Kapal Imajinasi...
ke bagian dunia yang menjadi batas
bagi kebanyakan orang di antara kita.
Dua pertiga bagian Bumi
terbentang 1000 kaki dibawah permukaan air.
Sebuah perbatasan besar yang belum terjamah.
Semua orang tau pegunungan Alpen dan Rocky,
namun sebagian dari pegunungan yang paling menakjubkan di dunia
tersembunyi dari pandangan kita.
Dibawah 1000 meter, kita memasuki dunia
yang tak disinari matahari.
Tersembunyi di kegelapan, dunia keajaiban.
Ini adalah pegunungan dunia terpanjang dibawah permukaan laut,
Mid-Atlantic Ridge. Bukit ditengah Atlantik (MAR)
Membungkus bola dunia kita bagaikan jahitan di bola bisbol.
Masa lalu Bumi tampak seperti planet lain,
namun kebanyakan dari kita tak mengetahui ini.
Kita tak melihat gunung di bawah air.
Ini adalah dunia yang pertama kali dibayangkan oleh Marie Tharp.
Puncak tertinggi dari perbukitan
muncul sekitar empat kilometer
dari dasar lautan.
Disana juga tergeletak pegunungan dan jurang.
Kita memasuki Palung Mariana,
jurang terdalam yang ada di Bumi,
lebih dari 10 kilometer dalamnya.
Ia terbentuk ketika kekuatan tektonik mendorong dasar laut
di bawah lempeng benua.
Lebih banyak orang yang telah berjalan di Bulan
dibanding yang pernah berjalan di bawah sini.
Tekanan disini sebesar 8 ton per inci persegi.
Berada di kedalaman laut seperti ini
terasa seperti tubuh ditimpa 50 pesawat boeing.
Namun tetap saja, kehidupan ada disini.
Fakta bahwa matahari tak dapat menembus laut dalam
bukan berarti tak ada cahaya disini.
Banyak spesies dari laut dalam bisa menyala dalam gelap,
melalui proses yang disebut bioluminens.
Sejarah panjang kita sebagai mamalia darat,
penghuni dunia yang disinari matahari, tak menyiapkan kita
akan begitu menakjubkannya beragam kehidupan yang telah dibentuk
oleh evolusi di laut dalam.
Karena tak ada cahaya matahari di bawah sini,
jadi tak ada fotosintesis.
Itu berarti tak ada tumbuhan yang bisa dimakan,
dan juga, bahkan disini, di dunia yang terus menerus malam,
ada rantai makanan yang tumbuh subur.
Ini dimulai dengan proses yang disebut kemosintesis.
Makhluk mikroskopis ini telah belajar untuk memakan
apa yang menyembur keluar dari celah itu...
senyawa berbahaya yang disebut hidrogen sulfida.
Asap tebal hitam itu menyediakan energi kimia
yang memungkinkan adanya kehidupan disini.
Krustasea kecil memakan bakteri,
dan hewan yang lebih besar memakan krustasea itu.
Suatu hari, di masa depan Bumi,
gunung ini bisa saja
berada di atas permukaan laut.
Kekuatan tektonik terus menerus mengubah bentuk planet kita.
Masa depan Bumi akan tampak seperti planet lain.
Gunung berapi yang seperti inilah
yang menciptakan pulau Hawaii jutaan tahun yang lalu.
Kita hidup diatas kerak dari kuali yang mendidih.
Di tengah-tengah planet kita, ada inti besi.
Ia terletak didalam cangkang besi cair yang panas.
Bagian yang membungkusnya disebut mantel.
Ia keras namun panas dan kental.
Seperti panci yang sedang memasak sup di atas kompor, mantel ini
sedang bergejolak.
Apa yang membuatnya terus bergerak?
Dua hal... panas yang tersisa dari pembentukan Bumi,
dan peluruhan unsur-unsur radioaktif di dalam inti Bumi.
Dan lapisan terluar ini-- kerak Bumi,
dimana kamu dan aku serta semua orang yang kita kenal--
hanya setebal kulit apel jika dibanding apelnya.
Mantel ini
menggeser bagian padat diatasnya bersama dengan kerak.
Kerak menahannya karena telah dingin dan keras.
Seiring waktu, ia mencapai puncaknya.
Ketika itu terjadi, Bumi pun bergoncang.
Gempa itu bukan karena orang-orang berbuat salah
dan kemudian dihukum karena kesalahannya.
Peristiwa ini disebabkan oleh kekuatan acak
yang diatur oleh hukum alam.
Perasaan kita tentang Bumi yang stabil, adalah ilusi
akibat dari pendeknya usia hidup kita.
Jika kita bisa menyaksikan planet kita dengan skala planet ini sendiri,
dimana perubahan besar butuh waktu selama jutaan tahun untuk terjadi,
kita akan melihatnya sebagai organisme yang dinamis.
(kertak retakan)
Ini adalah dunia pada akhir periode Trias
sekitar 200 juta tahun yang lalu.
Si kecil itu?
Ia adalah salah satu nenek moyang kita.
Dia tinggal di Newark, New Jersey.
Dimanapun kamu berjalan di Bumi...
dunia yang hilang telah terkubur jauh dibawah kakimu.
50 atau 100 juta tahun yang lalu,
bahkan tempat yang terlihat seperti tempat biasa
pernah mengalami perubahan yang luar biasa.
Tebing Palisade ini adalah monumen
peninggalan dari kejadian terbelahnya benua besar Pangea.
Letusan gunung berapi yang terus menerus terjadi
yang membentuk tebing ini, juga menyebabkan kepunahan massal berikutnya--
kiamat yang mengakhiri dunia Trias.
Namun bencana besar
yang membuat suatu spesies punah
adalah peluang emas bagi spesies lainnya.
Kepunahan periode Trias memberikan kesempatan
bagi suatu kelompok yang telah ada pada zaman itu
kesempatan untuk mengambil alih panggung.
Dinosaurus menguasainya dengan baik,
selama 170 juta tahun.
Saat itu, India adalah sebuah pulau.
Ia bergerak ke utara dengan kecepatan beberapa inci pertahun
dengan perlahan menuju tempat pertemuannya dengan Asia.
Kemudian, sekali lagi,
batuan cair di bawah permukaan Bumi
menyembur keluar dan membanjiri area yang luas di barat India.
Pukulan maut
sungguh terjadi dengan tak terduga.
(gemuruh, mendesing)
Beberapa hewan
yang berukuran kira-kira 100 pon
selamat dari bencana alam di akhir periode Kapur.
Debu menyebabkan malam panjang yang dingin pada permukaan Bumi selama berbulan-bulan.
Dinosaurus pun membeku dan mati kelaparan.
Namun ada makhluk kecil
yang berlindung di dalam Bumi.
Dan ketika mereka keluar...
mereka menyadari bahwa monster yang selalu memburu
dan meneror mereka telah mati.
Bumi pun berubah menjadi Planet Mamalia.
Dan Bumi terus berubah tanpa henti.
Tempat ini dulunya adalah gurun yang tak ada tumbuhan.
Luasnya sekitar satu juta mil persegi dan terdiri dari pasir dan garam,
jauh lebih ganas dari lingkungan manapun yang ada di Bumi saat ini.
Suhu di siang hari cukup panas untuk memanggang roti.
Dan tempat ini berada sekitar 1,6 km di bawah permukaan laut
sehingga tekanan atmosfernya
50% lebih tinggi dari tekanan yang kita rasa saat ini.
Sulit bagi kita untuk membayangkan
lingkungan yang lebih tak bersahabat di planet ini.
Dulu ini adalah cekungan Mediterania
sekitar lima setengah juta tahun yang lalu,
sebelum akhirnya menjadi lautan.
Bumi tidak pernah berhenti bergerak.
Bendungan alami di ujung barat
dari cekungan yang dalam ini
runtuh, mungkin disebabkan oleh gempa bumi.
Dan air bah pun dimulai.
Air deras masuk ke cekungan dengan debit air 40.000 kali lebih banyak
daripada Air Terjun Niagara, mengubah padang pasir yang luas
menjadi Laut Mediterania...
dalam waktu kurang dari setahun.
Pada masa itu belum ada manusia
yang menyaksikan banjir maha dahsyat ini,
ataupun untuk mengagumi keindahan yang tercipta karenanya.
Sementara itu, di belahan dunia lain,
perairan yang luas memisahkan Amerika Utara dan Selatan...
memungkinkan arus laut mengalir
dari Atlantik menuju Samudra Pasifik.
Kekuatan tektonik secara bertahap menjadikan
dua benua ini menyatu, menutup jalur air itu
dan membentuk Tanah Genting Panama.
Ini mengatur ulang pola arus laut di seluruh dunia,
yang pada akhirnya, mempengaruhi iklim global.
Di Afrika, kanopi hutan hijau yang subur
berubah menjadi bentang alam yang gersang.
Beberapa spesies
yang tadinya begitu ahli untuk hidup di pepohonan
menjadi punah.
Namun yang pintar, yang mampu menemukan cara
untuk bertahan tanpa peduli apa yang telah diberikan kehidupan pada mereka,
akan bertahan dan berevolusi.
Nenek moyang kita dulu pernah bersembunyi jauh di dalam tanah
untuk menghindari predator yang mengintai mereka di permukaan.
Tapi ketika dinosaurus musnah,
mereka berkeliaran di siang hari,
dan selama ribuan tahun, membentuk kehidupan baru
di ranting pohon.
Mereka mengembangkan jempol dan jari kaki yang bisa menyentuh sisi lain jarinya
untuk bisa berayun antara cabang-cabang pohon,
melintasi luasnya puncak pohon,
dimana semua kebutuhan mereka terpenuhi.
Mereka juga dapat berjalan sambil berdiri, namun hanya untuk jarak yang pendek.
Dengan begitu banyaknya pohon, mereka tak perlu berjalan jauh-jauh.
Tapi kemudian suhu menjadi dingin,
dan pepohonan mulai menipis,
padang rumput yang luas bermunculan, dan nenek moyang kita
terpaksa untuk menyeberangi padang rumput itu untuk mencari makanan.
Kamu membutuhkan keterampilan yang benar-benar berbeda
agar berhasil hidup di savanna.
Di masa lalu,
kamu bisa duduk di atas pohon
dan menyaksikan 'kucing besar' dari jarak yang aman.
Sekarang kamu berada di tempat yang sama bahayanya.
(menggeram)
Spesies yang bertahan hidup adalah yang mengembangkan kemampuan
untuk berjalan jarak jauh dengan kaki belakang mereka
dan berlari jika dibutuhkan.
(menggeram)
Ini merubah
cara mereka memandang dunia
Tangan dan lengan tak lagi harus dipakai untuk berjalan.
Mereka bebas untuk mengumpulkan makanan dan mengambil tongkat serta tulang.
Benda tersebut bisa digunakan sebagai senjata dan perkakas.
Bayangkan..
Sebuah perubahan muka bumi pada sebagian kecil daratan
di belahan bumi lain telah merubah arus laut.
Afrika pun menjadi lebih dingin dan kering.
Kebanyakan pohon tak mampu bertahan pada iklim yang baru.
Primata yang tinggal di pohon
harus mencari rumah lain, dan sebelum kau mengetahuinya,
mereka telah menggunakan perkakas untuk merubah cara hidup di planet ini.
Bumi telah membentuk jalan takdir manusia,
begitu pun dengan gaya tarik tak terlihat dari dunia-dunia yang jauh.
DEGRASSE TYSON: Planet-planet telah mempengaruhi
hidup kita, tapi bukan seperti yang kamu bayangkan.
Tarikan gravitasi dari Venus--
kecil namun dekat--
dan dari Yupiter-- yang besar tapi jauh--
telah merubah poros Bumi kesana kemari...
dan juga sedikit mengubah bentuk dari orbit Bumi.
Hal ini secara berkala mengubah
jumlah cahaya matahari
yang menyinari Kutub Utara.
Kadang-kadang ini membuat musim panas disana lebih dingin,
dan gletser bergerak ke selatan
dari tahun ke tahun,
menabrak dan menggores,
dan menghancurkan apapun yang ada di jalurnya.
Ini lah yang kita sebut Zaman Es.
Di lain waktu, perubahan poros Bumi dan orbitnya
membuat musim panas di Arktik menjadi lebih hangat.
Dan gletser yang mencair mulai bergerak mundur.
Bayangkan betapa pintarnya nenek moyang kita selama itu
agar bisa selamat dalam perubahan iklim yang radikal ini.
Dalam setiap periode es,
lapisan es berkembang menutupi lautan;
permukaan laut dunia berkurang lebih dari 400 kaki (122 m),
membuka bidang tanah yang luas
di setiap tepian benua.
15 hingga 25.000 tahun yang lalu,
ada masa ketika gletser surut,
memunculkan jembatan darat untuk sementara.
Jalur untuk memasuki bagian lain dari bumi pun terbuka.
Sekelompok pengembara melintasi jembatan darat ini
menuju Amerika dan bagian selatan.
Sekitar 10.000 tahun yang lalu, perubahan drastis
dari iklim dan permukaan laut pun mulai berhenti.
Era iklim baru dan yang lebih lembut pun dimulai
Itulah iklim yang kita kenal sekarang.
Ketika lapisan es raksasa mencair,
permukaan laut naik ke ketinggiannya saat ini
dan sungai-sungai membawa lumpur dari dataran tinggi
untuk membentuk dataran delta besar dimana mereka bertemu dengan laut.
Pada dataran yang subur itu, kita mempelajari cara hidup baru...
bagaimana cara menumbuhkan sesuatu, untuk memberi makan kita dan yang lainnya.
Bagi kebanyakan dari kita, ini bukan berarti akhir
dari jutaan tahun pengembaraan itu.
Bagaimana cara planet-planet saling mempengaruhi satu sama lain,
cara kulit Bumi bergerak,
cara pergerakan itu mempengaruhi iklim
serta evolusi kehidupan dan kecerdasan--
mereka semua menyatu untuk memberi kita cara
untuk mengubah lumpur di delta tersebut
menjadi peradaban yang pertama.
Tak ada satupun periode diantara zaman es,
yang nyaman seperti masa jeda itu.
Dan kabar baiknya, iklim yang nyaman ini akan terus berlangsung
hingga 50.000 tahun nanti.
Benar-benar masa istirahat bagi kita.
Hanya satu masalahnya.
Kita sepertinya tak bisa berhenti membakar
semua pohon yang terkubur pada Zaman Karbon,
dalam bentuk batu bara;
dan jasad planton purba,
dalam bentuk minyak dan gas.
Jika kita bisa menghentikannya, kita akan selamat, dan bijak terhadap lingkungan.
Sebaliknya, kita malah sedang membuang karbon dioksida ke atmosfir
pada laju yang belum pernah dialami Bumi sebelumnya
sejak bencana dahsyat yang menimpa masa lalu,
bencana yang menyebabkan kepunahan massal.
Tampaknya kita tak mampu menghentikan candu kita terhadap jenis bahan bakar
yang akan kembali membawa iklim yang terakhir kali dirasakan oleh dinosaurus;
iklim yang akan menenggelamkan kota-kota pesisir kita dan menyebabkan malapetaka
pada lingkungan dan merusak kemampuan kita untuk memberi makan diri kita sendiri.
Sementara itu, Matahari
memberikan energi yang sempurna bagi kita;
melebihi apa yang kita butuhkan.
Mengapa kita tak bisa membangkitkan kecerdasan dan keberanian
dari generasi yang ada sebelum kita?
Dinosaurus tak pernah tau asteroid itu datang.
Apa lagi dalih kita?
Ada sebuah lorong
dalam Balai Kepunahan yang saat ini
kosong dan tak bernama.
Kisah kehidupan Bumi masih sedang ditulis.
Ada kemungkinan bahwa sejarah kita akan berakhir disana.
DEGRASSE TYSON: Selamat!
Kamu masih hidup.
Ada benang tak terputus yang terentang
lebih dari 3 miliar tahun
yang menghubungkan kita dengan kehidupan pertama
yang pernah ada di Bumi ini.
Bayangkan betapa tangguhnya, cerdas dan beruntungnya
semua nenek moyang kita yang tak terhitung
untuk bertahan hidup begitu lama
untuk mewariskan pesan kehidupan bagi generasi-
ke generasi berikutnya...
hingga pada generasi berikutnya,
ratusan juta kali...
sebelum akhirnya sampai kepada kita.
Ada begitu banyak sungai yang harus diseberangi,
begitu banyak bahaya mengancam di sepanjang jalan.
Predator, kelaparan, penyakit,
salah perhitungan, musim dingin yang panjang,
kekeringan, banjir dan kekerasan.
Belum lagi bencana yang sesekali
meletus dari dalam planet kita
dan bola kejutan dari langit yang tak terduga.
Tak peduli darimana kita berasal
atau siapa orang tua kita,
kita adalah keturunan dari spesies yang selamat
dari bencana dahsyat yang tak terbayangkan.
Setiap dari kita adalah pelari estafet dalam perlombaan yang panjang dan berbahaya
yang pernah ada,
dan pada saat ini, kita memegang tongkat estafet di tangan kita.
Masa lalu adalah sebuah planet lain.
Begitu juga dengan masa depan.
Sekitar 250 juta tahun dari sekarang,
banyak ahli geologi berpikir bahwa daratan di Bumi
akan kembali bersatu.
Semua keindahan ini akan lenyap
dan Bumi yang kita kenal saat ini
akan berada di antara dunia-dunia yang hilang.
Mesin besar di dalam lempengan tektonik
tak peduli pada kehidupan kita,
layaknya perubahan kecil yang terjadi pada orbit Bumi dan kemiringannya
dan tabrakan yang sesekali terjadi
dengan benda-benda kecil yang ada di dalam orbit.
Proses ini tak memperdulikan apa yang telah terjadi
selama miliaran tahun di permukaan planet kita.
Mereka tak peduli.
Kita semua adalah makhluk kecil
yang tinggal di kulit terluar pada salah satu planet kecil
untuk berputar beberapa kali mengelilingi bintang terdekat.
Benda-benda yang berumur panjang di Bumi
hanya bertahan sekitar 1/1.000.000 usia planet kita.
Jadi, tentu saja,
makhluk individu tak melihat keseluruhan pola itu.
Yaitu pola dari perubahan benua...
iklim...
evolusi.
Bahkan pemahaman kita yang sangat sedikit tentang asal muasal kita
adalah suatu prestasi besar dari wawasan dan keberanian manusia.
Siapa diri kita dan mengapa kita ada disini hanya dapat dilihat sekilas
dengan cara menyatukan seluruh potongan-potongan dari gambaran lengkap,
yang melalui ribuan kali...
jutaan spesies...
dan berbagai dunia.
Dalam sudut pandang ini, tidaklah mengejutkan
bahwa kita adalah misteri bagi diri kita sendiri,
dan terlepas ini merupakan keinginan kita yang sebenarnya,
kita sama sekali tidak menguasai rumah kecil kita sendiri.
Lorong baru ini tak memiliki nama di pintu masuknya
untuk menetukan zamannya, dan kita belum tahu
spesies gagal mana yang akan dikenang di dindingnya.
Apa yang terjadi disini, dengan berbagai cara, besar maupun kecil,
kita sendiri yang menuliskannya.
Sekarang.
=== Diterjemahkan oleh: Zakwan Oebit
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.