All language subtitles for Wish (Hope) (2013) WEB-DL 720p Pahe.in

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

IDFL๏ฟฝ Subs Crew http://idfl.me

HOPE (HARAPAN)

Penerjemah: Sue Valentino

TOKO HOPE

Kapan pertemuannya?

Apa?

Kau sudah siap?

Baiklah.

Tunggu sebentar.

Kau tak pernah datang ke pertemuan PTA sejak tahun lalu.

Jika kau terlambat, tidak enak dengan mereka.

Aku hampir siap.

Aku bahkan belum sarapan.

Nanti saja, keluarlah sekarang!

Baik, baik.

Aku sudah siap!

Aku berangkat sekarang!

Aku mau berangkat.

Bertemu dimana?

Daging anjing?

Aku tak bisa makan itu.

KESELAMATAN DIUTAMAKAN

Ding, dong, dang, dong!

Waktunya istirahat makan siang!

Menu hari ini sup ayam!

Aku, manajer pabrik, akan makan terakhir seperti biasa.

Tolong ambilnya seporsi saja...

...agar yang belakangan dapat bagian.

Hei! Kau!

Jangan makan dua porsi seperti terakhir kali!

Atau aku akan membunuhmu!

Dong-hoon?

Ayo makan bareng.

Baik!

Bersulang!

Libur musim panas segera tiba.

Apa yang kita berikan pada guru wali kelas?

Bagaimana kalau gaun?

Ide bagus./ Setuju.

Bagaimana pendapatmu, Mi-hee?

Huh?

Bagaimana kalau pot bunga?

Sudahlah!

Belakangan ini, kami memberi amplop uang.

Berapa banyak?

Kau yang putuskan, Wakil Ketua.

Tentu saja./ Ya.

Ayo.

Aku akan SMS kalian jumlah yang akan kita berikan.

Baiklah./ Ya.

Aku kenyang./ Apa kita patungan hari ini?

Berapa yang harus kami bayar?

Kami makan banyak./ Ya.

Ada apa? Ibunya So-Won yang mau bayar?

Aku?/ Benar.

Bagaimana kalau kita yang membayarnya kali ini?

Aku bahkan tidak makan!

Dia terlalu sibuk di toko dan jarang datang.

Dia selalu bilang ingin mentraktir kalian.

Kita beri ibunya So-Won kesempatan?

Tentu saja.

Terima kasih, Ny. IM./ Terima kasih.

Kau punya berapa?

$20.

Bisa kartu kredit?

$198? Tidak masuk akal!

Mereka yang makan semua daging anjingnya!

Itu agar mereka baik dengan kita.

Atau anakmu tidak akan diperhatikan.

SEMANGKA, $20

Kenapa mahal sekali?

Kenapa ini sangat mahal?

Beritahu suamimu agar menaikkan gaji ayah So-Won.

Dia cuma manajer, bukan bos.

Kau tak memberitahu dia?

Kenapa kau tak memberitahunya?

Sepertinya itu anak laki-laki.

Dia tidak tertarik lagi denganku.

Lalu, bagaimana kau bisa hamil?

Sejujurnya, kami melakukannya hanya sekali dalam 3 tahun.

3 tahun?

Suamiku selalu terobesi denganku.

Dia tak pernah puas.

Bagaimana aku bisa membesarkan dua anak, satu saja sudah sulit?

Bayinya akan tumbuh sendiri.

Benar tak ada yang tersisa?

Ya.

Tidak setia kawan!

IM Dong-hoon? Enak?

Yup!

Aku cuma makan satu, sungguh.

Tulang-tulang itu tak mungkin dari satu porsi!

Nikmat?

Enak.

KAu tidak diberi makan di rumah?

Ya. Cuma nasi.

Aku sangat kurus, tapi istriku semakin gendut.

Kau beruntung.

Aku tak bisa makan di sini dan di rumah.

Aku cuma makan nasi di rumah dan di sini juga.

Dan ketiga putraku mengatakan aku bau...

...dan tak mau mendekat denganku.

Mau?

Tidak usah!/ Baiklah.

Berikan padaku. Kau punya tiga kartu yang sama.

Tapi ini kartu langka.

Punyamu biasa.

Mau?

Kita barter dengan ini.

Satu ini untuk lima itu.

Young-seek! Dasar pelit!

Tidak usah! Pelit!/ Ayo.

Apa?

Apa?

Tunggu aku!

Sial!

Aku mati lagi!

Hei!

HAN Young-seek!

Apa?

Itu bukan punyamu! Jangan pukul!

Aku sudah membayarnya! Bukan urusanmu!

Badan kecil berani melawan!

Kecil?

Baik. Wajahmu jauh lebih besar. :P

Mau mati kau!

Ibu! Aku pulang!

Hai, So-Won (HOPE).

Masalahnya itu Young-seek.

Kenapa kau menggerutu?

Coba ini.

Aku tidak mengerti.

Apa?

Ini soal matematika.

Aku bisa mengerjakan sebagian besar soalnya.

Tapi aku tidak mengerti dengan soal ini.

Kenapa soal matematika kelas dua begitu sulit?

Baca lagi.

Tanya ayah saja?

Ayah?

Ayah mungkin lebih tidak mengerti dari pada ibu.

Ayo makan!

"Young-su punya 9 pinsil...

...dan Jin-hee punya 3 pinsil."

"Bagaimana mereka bisa punya jumlah pinsil yang sama?"

"Tulislah jawabanmu."

Jadi? Kau tulis apa?

Tidak ada.

Why?

Cukup 9 ditambah 3...

...lalu dibagi 2.

Tidak semudah itu!

Anggap Young-su adalah Young-seek.

Dan Jin-hee itu aku.

Young-seek?

Tak mungkin Young-seek mau memberi pensilnya.

Agar kami punya jumlah yang sama...

...dia harus membeiku 3 pensil.

Itu tidak mungkin...

Dia tak pernah memberiku apa pun!

Bukan itu jawabannya!

Dong-hoon, katakan sesuatu.

Dengarkan ibumu.

Jangan bertengkar dengan ibumu.

Mie pedas membuatku sakit maag.

Jangan makanlah!/ Aku tak bilang tidak mau.

Sudahlah. Nonton baseball sana!

Aku akan membesarkan So-Won sendirian.

Really?

Dengarkan baik-baik ibumu.

Bodoh!

Ayo ke kamar.

Kokomong, si sosis.

Kokomong yang suka bermain.

Sang penemu jenius, Kokomong.

Idola anak-anak, Kokomong!

Young-seek? Kau menunggu So-won?

Tidak. Aku tidak menunggunya.

Lalu, kenapa kau di sini?

Aku menunggu mereka.

Ayo./ Ayo!

Tapi, So-won segera keluar.

Ayah tahu cara mengikat rambut?

Tentu saja.

Kemarilah.

Duduk.

GWANG-SIK.

Aku mau berangkat.

Putra keduamu sakit?

Flu? Oh, tidak.

Aku akan tiba dalam 20 menit.

Tanda-tangan untuk barang, lalu membuka pabrik?

Baik.

Aduh! Sudahlah!

Kenapa?

Ayah akan mengikatnya dengan cantik.

Tidak usah!

Aku selalu hanya memakai jepit rambut!

Ibu selalu sibuk!

Kau lebih cantik memakai jepit rambut.

So-won sudah berangkat sekolah, kan?

Dia masih di rumah.

Dia sudah terlambat!./ Aku berangkat.

Anak lain sudah berangkat!

Aku harus pergi memeriksa barang masuk.

Di mana payung?

Cari di bawah meja.

Baik./ So-Won!

Kau nanti terlambat!

Apa itu?

AKAN SEGERA KEMBALI

Aku basah kuyup! Lari!

Hei! Lewat sini!

Aku kedinginan.

So-won!

Ya?

Jangan cemberut.

Ibu akan mengikat rambutmu dengan cantik besok.

Ibu selalu bilang begitu!

Sudah merasa dewasa?

Membantah ibu?

Mau ibu antar ke sekolah?

Tidak usah! Aku bisa lari dan tiba dalam 3 menit.

Jangan lewat gang berlumpur tapi lewat jalan besar.

Aku juga mau lewat dari sana.

Lewat jalan besar!

VIENNA PIANO

Jika kita terlambat, mampus kita! Lari!

Lebat sekali! Aku kedinginan!

Tunggu aku! Pelan-pelanlah!

Hei! Cepatlah!

Tunggu!

Mau ke sekolah?

Payungnya cantik.

Boleh berbagi denganku?

Tapi...

Aku sudah terlambat...

Barangnya sudah datang. Akan kuhitung semuanya.

Jangan khawatir. Hati-hati.

Kenapa tagihan gas tinggi sekali?

Ya?/ Kau dimana?

Di rumah.

Bagaimana ini...

Apa? Terjadi sesuatu?

Ada polisi di depan sekolah.

Sekolah?

Aku mampir mau memberi Young-seek payung.

Tapi, kau tahu lokasi konstruksi dekat sekolah?

Anak perempuan di temukan hampir tewas.

Halo? Kau dengar aku?

Halo?

Ini Inspektur SEO.

Apa kau ayahnya IM So-won?

Ya, benar.

Dia terluka parah. Kami membawanya ke RS Changwon.

Rumah sakit?

Putriku harusnya ada di sekolah.

Dia tidak sadarkan diri.

Tolong segera datang kesini.

Halo? Halo?

UGD

Bagaimana kondisinya?

Wajahnya luka parah dan mengeluarkan banyak darah.

Dan hampir tidak sadarkan diri.

Lalu, siapa yang melaporkannya?

Kami mendapat telepon dari 911./ Benarkah?

Korban langsung yang menghubungi kami.

Apa kau ibunya So-won?

Tenanglah, bu.

Hasil CT scan menunjukkan banyak luka sayat dan...

...luka sobek di anus usus besar.

Dia harus di operasi...

Kami mungkin harus memotong bagian...

...usus besar dan kecil.

Apa yang terjadi?

Hasil forensik akan segera keluar.

Kami akan menemukan pelaku.

Jangan khawatir, pak.

Polisi LEE?

Tetap disini dan terus laporkan kondisinya.

Apa itu terjadi di depan sekolah?

Bagaimana kau bisa tahu?

Dia lewat jalan mana?

Apa jalan besar?

Apa maksudmu?

Aku menyuruhnya lewat sana...

Kubiarkan dia jalan sendiri saat hujan.

Hentikahlah!

Apa ibunya Young-seok tahu kalau itu So-won?

Dia meneleponku dan mengatakan ada anak perempuan sekarat di depan sekolah.

Hentikan!/ Tidak bisa!

Jika dia memberitahu orang lain kalau itu So-won..

Aku akan merobek mulutnya!

Sudahlah!

So-won...

Wali IM So-won?

Apa opersinya berjalan lancar?

Seseorang harus masuk sekarang.

Hannya boleh satu orang.

Tunggu di sini. Aku segera kembali.

Dengarkan baik-baik.

Kami harus mengangkat usus besar dan anusnya.

Jika tidak...

...dia bisa mati.

Pak?

Dia bisa selamat jika kami mamasang anus buatan.

Anus buatan?

Pemasangan stoma usus untuk menempatkan usus kecil di luar.

Dia akan hidup seperti itu seumur hidup.

Kumohon selamatkan dia...

Bagaimana?

Dia selamat?

Ayah datang?

Ya...

Mana ibu?

Kami bergantian. Ibumu diluar.

Kami akan selalu di sini, jangan khawatir.

Baik...

Kata dokter kau akan baik-baik saja.

Ya.

Bagaimana dengan pekerjaan ayah?

Pekerjaan?

Sudah selesai.

Kukira ibu dan ayah akan sibuk..

Tapi orang jahat harus ditangkap...

Dan aku sangat kesakitan...

Jadi, aku menelepon 911...

Bagus.

Kenapa kau begitu pintar?

Dia mengenakan celana warna krem.

...dan rompi dengan banyak kantong...

Siapa?

Orang jahatnya.

Dia harus ditangkap...

Kita bicarakan hal itu nanti saja. Ya?

Terjadi di depan sekolah.

Aku sangat mengantuk. Bagaimana jika aku lupa?

Tidak apa.

Kata polisi mereka hampir menangkapnya.

Benarkah?/ Ya!

Saat kau istirahat...

Ayah dan polisi akan menangkapnya.

Jadi, tidurlah.

Baik, ayah.

Tenggorokanku terasa kering.

Dan aku merasa ingin buang air besar.

Ya, pak.

Ya, pak.

Sidik jari pelaku ditemukan di TKP.

Apa mereka sudah menemukannya? Apa dia sudah ditangkap?

Kami menemukan kecocokan sidik jari dengan mantan narapidana.

...dan menemukan keberadannya.

Kenapa kau tidak menangkapnya!

Polisi LEE!

Kenapa kau membawa dia kesini?

Silahkan duduk, pak.

Siapa pelakunya?

Dia tinggal dimana?

Aku dilarang memberikan anda informasi.

Kau mendapat sidik jariknya!

Kau tahu siapa pelakunya!

Tapi kami tak bisa menangkapnya hanya dengan sidik jari.

Dia ada di daftar ini? Yang mana?

Tak ada cukup bukti.

Aku tak bisa menangkapnya tanpa surat perintah.

Kenapa kau tak bisa mendapat surat perintah!

Pak?

Sidik jari bisa dari siapa saja yang lewat.

Kami butuh bukti yang lebih pasti untuk mendapat surat penangkapan.

Butuh bukti apa lagi!

Seperti rekaman CCTV atau DNA.

Tak ada CCTV di TKP dan belum ada bukti DNA.

Jika korban bersaksi...

dan mengidentifikasi pelaku...

...kami tak butuh surat perintah.

Memberi kesaksian?

Lalu, kau bisa menangkapnya?

Dia tak bisa memberi kesaksian dalam kondisi seperti itu.

Ini cuma memberi kesaksian.

Terserah katamu! Dia itu putrimu!

Kau mau dia mengingat kembali kejadian yang mengerikan itu?

Kau sebut dirimu seorang ayah?

Apa kau tak punya perasaan?

Perasaan?

Baik. Anggap aku tak punya perasaan.

Bu?

Sunflower Center membantu anak-anak korban kekerasan seksual.

Mereka membantu anak-anak menghadapi trauma.

Kenapa ini bisa menimpa putri kami?

Jika saja polisi bisa mengawasi penjahat lebih baik...

...ini tidak akan terjadi!

Duduklah.

Kita harus menangkap pelakunya!

Kumohon tenanglah.

Bagaimana kami bisa tenang!

Pulanglah dan bawa...

...mainan dan buku hariannya.

Apa?

Itu yang diminta terapis.

Akan kucoba membujuk istri anda.

KOKOMONG

Haruskah dilakukan sekarang?

Kami harus menangkap pelaku.

Baru tiga hari.

Secara psikologis dia belum stabil.

Kau yakin?

Kapan pun akan tetap sama saja.

Ini tidak mudah baginya.

Aku tidak mau melakukannya tanpa persetujuan orang tua.

So-won...

...meminta agar menangkap pelakunya.

Kau yakin?

Ya...

Sayang?

Kau bisa bicara?

Tidak mau bicara?

Baiklah, kau cukup mengangguk saja.

Bisakah kau melihatku?

Kokomong, si sosis...

Kokomong yang suka bermain.

Aku cantik, kan?

Seperti yang terlihat...

IM So-won bisa memberi pernyataan...

...dan benar-benar sadar.

Sayang?

Hari itu sedang hujan lebat, kan?

Kau bertemu orang jahat di jalan...

...saat menuju sekolah dan hampir terjadi hal yang berbahaya?

Orang jahat itu...

Apa kau bisa memberitahuku?

So-won?

Apa pria ini?

Kenapa menurutmu dia orangnya?

Wajahnya...

Mata...

Mulut...

Benarkah?

Sekiranya untuk jaga-jaga...

Bisakah kau menunjuk dari foto lain juga?

So-won?

Bisakah kau menunjukkan orangnya?

So-won? Bisa kita coba lagi?

Anak pintar.

Seiring waktu, perilakunya akan berubah.

Dia bisa tiba-tiba berteriak...

...atau tidak bicara sama sekali.

Apa maksudmu?

Dia perlu perawatan secara fisik dan emosinal.

Mungkin akan sulit hanya dengan bantuan keluarga.

Keluarga mungkin juga butuh perawatan.

SUNFLOWER CENTER

Hubungi aku.

Apa yang kau lakukan?

Jangan menakuti kami dengan...

...hal-hal yang tak mungkin terjadi!

Kau kenapa?

Jika kau sudah selesai, kuminta kau pergi.

Siapa itu?

Aku datang mau mengambil piring.

Kutaruh diluar.

Aku tidak melihatnya. Dimana?

Tentu saja ada di luar!

Jangan bergerak!

Haruskah kita melakukan ini?

Jangan di ruangan dengan 6 pasien.

Kita tak punya pilihan.

Ya, Polisi LEE.

Ya.

Terima kasih.

Aku harus ke kantor polisi.

Mereka sudah menangkapnya?

Aku akan kembali.

Pak!

Pak!

Pak!

Pak! Kau tidak boleh masuk!

Ijinkan aku masuk!

Pak!

Kenapa dia kemari?

Ijinkan aku masuk!

Tidak bisa, pak!/ Ijinkan aku masuk!

Tunggu!

Biar kulihat wajahnya!/ Pak!

Apa kau ayah korban?

Pak! Boleh wawancara?

Pak!

Polisi menangkap pria karena penculikan dan..

...dan pemerkosaan anak berusia 8 tahun.

Anak itu ditemukan penuh luka...

...dan luka sobek pada usus.

Dia selamat setelah di operasi dan sedang di rawat di RS.

Oh tidak...

Hal ini tidak boleh diketahui publik...

Kasihan So-won!

Tenanglah! Anak-anak bisa dengar!

Young-seek, masuklah!

CHOI menculik anak perempuan...

...pada pagi hari tanggal 19...

...menyeretnya ke lokasi konstruksi lalu memperkosa korban.

Kesaksian korban...

...menjadi petunjuk dalam penangkapan pelaku.

Halo?

Kudengar pelakunya sudah ditangkap. Kau dimana?

RS masuk TV sekarang!

Apa So-won baik-baik saja?

CHOI menculik anak perempuan...

...di depan sekolah...

...membawanya ke tempat terdekat lalu melecehkannya.

CHOI tinggal kurang dari 1 km dari rumah korban.

Pelaku baru bebas dari penjara atas tuduhan yang sama.

Kau dengar soal kasus pemerkosaan anak?

Korban baru berusia 8 tahun.

Kudengar dia di RS ini.

Kau sudah tidak waras!

Dia bersaksi untuk mendapatkan ini?

Kita pindahkan dia!

Tunggu! Jangan lewat sana.

So-won? Kau baik-baik saja?

Pak!

Banyak orang ingin membantumu, So-won.

Apa kau ayahnya?/ Bagaimana dia bisa bersaksi?

Tidak! Berhenti!

Kita sampai.

Ayah?

Apa aku melakukan kesalahan?

Tidak.

Apa kau baik-baik saja?/ Kemarilah!

So-won, tidak apa.

Tolong! Tolong!

So-won, tidak apa.

Tidak apa.

Ayah akan membersihkannya.

Tolong! Cepat! So-won...

Bu! Bu...

Hubungi UGD!

Hentikan! Pergilah!

So-won! So-won!

Jangan bergerak!

Ayah akan membersihkannya!/ Hentikan!

Jangan bergerak!/ Hentikan! Pergilah!

Tidak...

Tidak...

So-won... Tidak...

Tidak...

Istrimu pingsan!

Nafasnya tidak stabil!

Alat pernafasan!

Dia mengalami pendarahan./ Saline!

Detak jantungnya terlau cepat!

Aku ingin memberitahumu.

Setelah apa yang menimpa So-won, aku lupa diri.

Kau marah?

Kenapa?

Kenapa kau tak memberitahuku selama 5 bulan?

Apa kau...

...tidak ingin melahirkannya?

Kata dokter bayinya baik-baik saja.

Jangan menangis.

RS CHANG-WON

Ini pasti berat bagimu, sayang.

Tapi ibu sakit.

Dia tak bisa sering datang.

Kau bilang ingin adik, kan?

Ada adik kecil di perut ibumu.

Tahu artinya?

Kau tidak kepanasan?

Kau tidak suka ayah?

Tidak tahu?

So-won? Kau malu?

Ini ayah. Jangan malu.

Ayah akan keluar...

Jadi kau bisa menenangkan diri.

Jangan tutupi wajahmu.

Terapis memintaku memberikan ini.

Wanita dari Sunflower Center.

Apa yang kau lakukan?

Aku...

Tidak ada.

$2,870.

Pengadilan pukul 11:00 hari rabu

Dong-hoon? Tunggu. Di sini terlalu berisik.

Kenapa kau tak menghubungiku lebih cepat?

Halo?

Kau masih di sana?

Soal pesangonku...

Apa maksudmu?

Kau sedang cuti. Pesangon apa?

Aku tidak masuk kerja selama 2 minggu...

Tak tahu kapan akan berakhir.

Ada persidangan juga.

Jujurlah.

Jika itu masalah uang...

Aku punya uang simpanan yang tidak diketahui istriku.

Kau bisa mengunakannya.

Kau sudah membantuku tahun lalu...

...saat ibu mertuaku meninggal.

Bodoh! Jangan bilang begitu!

Apa aku harus memohon agar kau meminjam uang padaku?

Jika kau butuh uang, tanya saja!

Butuh uang atau tidak?

Aku membutuhkannya.

Baiklah.

Akan kupinjamkan untukmu.

Aku harus kembali bekerja.

Aku juga ikut.

Au sehat.

Kau belum sehat.

Kau hampir keguguran.

Keguguran?

Tapi, aku harus melihat keparat itu!

Kau pikir aku bisa istirahat?

Kalau begitu, aku tidak pergi.

Kau mengancamku?

Kau yang mengancam.

Mengancamku dengan bayi di kandungan?

Apa?

Anakku sakit.

Dan istriku yang sedang hamil mengira bisa keluyuran.

Aku mati saja!

Kau datang?

Kau belum makan apa-apa, kan?

Katamu...

...ketika aku menelepon pagi itu...

...bahwa aku tahu semuanya dan sengaja meneleponmu?

Jika aku memberitahu orang lain...

...kau akan merobek mulutku?

Gosip memang cepat menyebar.

Aku tak bilang akan merobek mulutmu.

Kubilang aku bisa merobek mulutmu.

Bersikap sok tegar...

...kau bahkan tak bisa menangis, kan?

Kau bersikap lebih sok tegar.

Kau...

Kau kira ini pertama kalinya aku kemari hari ini?

Aku datang lebih dari 10 kali.

Aku cuma melihat dari kejauhan lalu pergi.

Kenapa!

Kau harusnya datang menemuiku.

Aku sangat menunggu kedatanganmu.

Kau bilang akan merobek mulutku!

Aku tak bilang begitu!

Makanlah.

Berhentilah menangis!

Apa ini baju kotor?

Berhentilah menangis dan makanlah!

TERDAKWA

Sekitar jam 8:30 pagi tanggal 19 Juli, terdakwa...

...menyeret korban 8 tahun...

...ke lokasi konstruksi terdekat...

...menyerang wajah dan perut korban...

...mencekiknya...

...lalu melecehkannya...

...di bagian alat kelamin korban. Apa itu benar?

Aku tidak ingat.

Aku bekerja semalaman lalu pulang saat subuh.

Aku minum alkohol lalu tidur.

Lalu, bisa kau menjelaskan...

..noda darah di pakaianmu?

Noda darah?

Ada noda darah?

Kuserahkan hasil forensik yang menyatakan...

...bahwa darah adalah milik korban.

Serta video saat korban mengidentifikasi pelaku.

KESAKSIAN KORBAN

HASIL DNA

Sepatu dan rompi yang disebut jaksa...

...apa itu benar milikmu?

Ya, tapi aku kehilangan itu beberapa hari yang lalu.

Kapan kau kehilangan barang itu?

Sekitar 3 hari lalu...

Aku meninggalkannya di lokasi konstruksi tapi barang itu hilang.

Kapan kau menemukannya?

Tergelatak di luar rumahku di hari penangkapan.

Keberatan!

Terdakwa hanya mengklaim kehilangan lalu menemukannya lagi.

Tak ada bukti untuk itu.

Apa ada bukti untuk membuktikannya?

Kami sedang mencarinya, Yang Mulia.

Kami akan menanyakan para buruh konstruksi...

...dan menemukan bukti.

Kalau begitu, tunjukkan ketika kau menemukan buktinya.

Persidangan berikutnya tanggal 25 September, jam 3.

Sidang ditunda.

Bajingan!

Kau sebut dirimu manusia!

Setelah perbuatanmu padanya! Bajingan!

Kau tidak ingat?

Keparat!

Ingat gerakan kalian?

Ya!

Aku juga.

Tapi, aku tidak bisa.

Jangan khawatir.

Jika lupa, aku akan masuk.

Siap?

Tidak apa jika melakukan kesalahan. Buatlah gerakan ceria.

Satu per satu.

Halo, semuanya!

Aku Kokomong!

Mari menciptakan sesuatu yang hebat hari ini!

Halo? Aku si cantik Aromi!

Kenapa aku begitu cantik?

Tada!

Aku Kero!

Mau lihat tarian baruku?

Semua teman di sini. Apa yang akan terjadi hari ini?

Ayo kita ke Taman Kulkas!

Ayo berguling bersama!

Ayo berkumpul bersama! Kokomong memanggil!

Waktunya bersenang-senang!

Ini akan menyenangkan!/ Ini akan menyenangkan!

Ayo berguling bersama! Hore!

Ayo berkumpul bersama! Hore! Hore!

Pegan tangan Kokomong dan berlari seperti angin!

Kokomong! Kokomong!

Aku suka Kokomong!

Hari ini dan besok.

Ayo bermain bersama setiap hari!

Ayo berguling bersama! Hore!

Ayo berkumpul bersama! Hore! Hore!

Pegang tangan Kokomong dan berlari seperti angin!

Hei!

Bagaimana persidangannya?

Belum ada hasil di hari pertama.

Kapan persidangan berikutnya?/ Sebulan lagi.

Sedang apa kau?

Kau tidak lihat?

Kukira kau tidak suka terapis itu.

Siapa peduli? Jika dia bisa membantu anakku...

Ibunya Young-seok!

Kau datang?/ Ya.

Jika kau sudah selesai minum, bergantianlah dengan si telur.

Sue Valentino @IDFL.me

Baik.

Minta air.

Kau datang?/ Ya.

Kau juga?

Ah, ya...

Aku menghabiskan waktu dengan para kakak ini.

Kakak?

Ya! Kakak!

Wanita mudah akrab dan bertengkar.

O, begitu...

Peranku cukup pentin. Aku harus kembali.

Tentu saja./ Dah.

Aromi!

Kokomong!

Makan yang banyak.

Menggambar dan pujian...

...takkan membuka hatinya

Anak-anak menghilangkan stres dengan tertawa...

...dan bermain hingga keringatan.

$19 per kostum selama 2 jam.

Kalian meminjam 4 kostum.

Jadi, totalnya $152.

Satu pekerja biayanya $10 per jam.

Jadi, selama 2 jam $80.

Tapi, karena mereka membantu, Total $172.

Cukup bayar kami $150.

Kenapa mahal sekali?

Ini juga untuk tujuan yang baik.

$150./ Benar...

Terima kartu kredit?

Kartu kredit?/ Ya.

Tentu.

Ini.

Berapa biaya meminjam ini selama satu hari?

$70 per hari.

Selama satu minggu $350.

Begini.../ Ya?

...bisakah kau memberi diskon?

Atau menerima cicilan?

Cicilan?/ Ya.

Tunggu sebentar!

Ini agak tua.

Kami jarang memakainya.

Jadi?

Gunakan saja dan mengembalikannya nanti.

Sungguh?/ Ya.

Yang tegar, pak.

Terima kasih!/ Tentu!

Terima kasih!

Putriku...

...mengalami hal yang sama seperti So-won.

Saat dia berusia 16 tahun, dia bunuh diri.

Di tahun yang sama...

...aku mencoba bunuh diri dengan mengenderai mobilku ke sungai.

Seperti yang kau lihat...

Aku kehilangan kakiku.

Dan aku masih hidup seperti ini.

Pelaku yang melakukan itu pada putriku...

... masih bebas berkeliaran.

Apa kau bisa tidur?

Kau terlihat kurang sehat.

Aku tak bisa tidur.

5 bulan?

6 bulan?

Akan lahir bulan November.

Temanku pulang

Taman Kulkas?

Kau juga pulanglah.

Temanmu menunggu.

So-won mau makan sekarang...

Temanmu menunggu

Sekarang.

Aku akan mengajukan pertanyaan,

Dan kau yang menjawab, paham, So-won?

Bagus!

Tempel satu karena kau sudah menjawab.

Mau aku yang menempelnya lebih dulu?

Kau jarang bicara belakangan ini?

So-won?

Kau bisa bicara hari ini?

Kau mau menempelnya?

Ini langit malam.

Ketika langit malam dipenuhi kupu-kupu...

So-won akan bisa bicara lagi.

Dan tidur nyenyak lagi.

Dan juga bisa menjawab soal matematika.

Itu luar biasa, kan?

So-won?

Kalau begitu, bisakah kau menulis?

Ya

So-won? Tanggal berapa hari ini?

24 Agustus

Benar!

Jadi, kau sedang liburan musim panas.

Berapa hari lagi hingga masuk sekolah?

3 hari?

Kau paling ingin melakukan apa saat sekolah dimulai?

Bisakah aku ke sekolah?

Tentu saja!

Bohong.

Kenapa menurutmu itu bohong?

Kenapa menurutmu kau tidak bisa ke sekolah?

Aku malu.

Malu apa?

Kejadian itu

Kejadian hari itu?

Aku takkan memberitahu temanku.

Menurutmu mereka tahu atau tidak?

Kurasa mereka tahu.

Berikan satu.

Untukmu semua?

Jangan berubah pikiran!

Ayo.

Sampai nanti.

Apa yang akan kau bilang ke mereka?

Kupikir...

Akan kukatakan aku ke tempat keponakan dengan orangtuaku.

Atau pergi liburan.

Jika aku tidak menjelaskannya dengan baik, bisa tersebar rumor buruk.

Peraturan Kelas.

Apa yang paling kau tidak suka saat sakit?

Tidak sekolah...

Dan orangtuaku tak bisa bekerja.

Menghabiskan banyak uang...

Cara Mengobrol Dengan Putrimu

Orang itu memintaku berbagi payung dengannya.

Aku ingin pergi saja.

Tapi, dia basah kuyup dan aku harus berbagi.

Jadi, aku berbagi payung dengannya.

Kata orang ini salahku dan aku melakukan hal yang salah.

Ya ampun!

Kerja bagus!

Aku I'm beat!

Berikan padaku.

Kau paling ingin melakukan apa saat keluar dari RS?

Ke sekolah bertemu teman-teman.

Dan melihat adik bayi lahir.

Tapi aku tak bisa ke sekolah...

...dan aku khawatir PR ku tidak selesai.

Saat adik bayi lahir, aku ingin menggendongnya...

Tapi dengan adanya ini...

Aku khawatir akan mengotori adik bayi.

Dan bagaimana jika orangtuaku...

...hanya menyayangi adik bayi?

Jam Tidur. Datang lagi

Itu Kokomong!

Kau pernah kepikiran seperti ini?

Berharap semua kembali seperti dulu saat terbangun...

Kemarin, aku kepikiran begitu.

Aku merasa semua akan kembali normal, ketika aku terbangun.

Jadi, aku minum obat.

Dan berdoa sebelum tidur.

Tapi saat aku terbangun, tak ada yang berubah.

Lalu, bagaimana perasaanmu?

Nenek ketika frustasi sering mengucapkan...

"Aku ingin mati!"

Kurasa aku mengerti sekarang maksud nenek.

"Aku ingin mati"... Menurutmu apa artinya?

Kenapa aku dilahirkan?

Lihatlah, So-won! Cantik, kan?

Tiuplah!

Selamat, So-won!/ Terima kasih.

Kita sudah lama tidak pulang, Ibu gugup.

Kau gugup?

Tak bisakah kita tinggal di sini?

Kenapa?

Khawatir karena mau pulang?

Sudah siap?

Sudah dibayar?

Gwang-sik meminjamkan mobilnya. Ayo.

So-won?

Mau ikut turun dengan ayah?

Kutunggu di bawah.

Ada apa?

Apa kau mabuk darat?

Kita hampir sampai./ Baik.

Tidak apa, So-won.

Kita sampai.

Bawa dia masuk! Cepat!

So-won, ayo masuk.

Bagus.

Tidak apa, So-won.

Tidak apa, So-won.

Cepat masuklah!

Ayo. Kita di rumah.

Tidak apa. Kita di rumah.

Young-seek? Mau bertemu So-won?

Apa So-won sudah pulang?

Tentu.

Mau bertemu dia?

Tidak, aku cuma lewat dan penasaran...

Kudengar kau tak mau bermain dengannya...

...karena dia bilang kepalamu sangat besar.

Ahhh yang benar saja!

Kata siapa?

Kata ibu So-won.

Aku bisa gila...

Kenapa?

Ada apa?

Aku ingin berjalan ke sekolah dengan dia hari itu.

Jika kami pergi bersama...

...itu takkan terjadi.

Kenapa kau, bocah.

Tidak apa. Jangan menangis.

Tidak apa.

Mau permen?

Ayo masuk!

Memberi hormat Guru.

Jangan berlari di lorong sekolah.

Buku laporan dikumpulkan besok.

Bawa formulir persetujuan untuk kegiatan ekstra kurikuler.

Aku bisa mengantarnya.

Bayinya sudah mau lahir. Aku yang akan mengatarnya.

Pakai ini.

Bagus.

Tidak terlalu jauh.

Ibu, aku mau pergi dengan So-won.

Kau mendengarnya?

Kau mendengarnya?

Baiklah.

Kami sudah siap.

Anak pintar.

Kami sudah siap!

Ibu? Suara gemerciknya terlalu keras.

Kau khawatir karena itu?

Jika kantong kolustominya jatuh atau bocor...

...tolong hubungi aku.

Tentu saja.

Dan bisakah dia menghindari...

...kontak langsung dengan guru laki-laki?

Maaf sudah merepotkan.

Para guru akan berhati-hati.

Jangan khawatir.

Apa menurutmu para murid akan mengolok-oloknya?

Dengan kau melakukan semua ini, mereka akan baik padanya juga.

Aku akan datang dengan...

...berpakaian lebih rapi lain kali.

Aku minta maaf.

Permisi.

Aku pamit dulu.

Bagaimana jika orang jahat itu datang lagi?

Aku takut. Semoga dia dihukum.

Bukankah hari ini kau libur?

Oh, tidak...

So-won tidak sekolah?

Bukankah sudah kukatakan?

Kami akan bertemu terapis hari ini.

Oh, iya...

Bersabarlah.

Katanya So-won sudah jauh lebih baik.

Tidak apa...

Bagaimana dengan ayahnya So-won?

Dia pergi sebelum So-won bangun.

Aku kasihan padanya.

Mengkhawatirkannya...

Kau semakin lebih baik.

Dari semua anak di dunia ini...

Kenapa hal ini menimpa putirku?

Kuharap hal yang sama menimpa semua anak di dunia ini.

Dengan begitu, So-won tak akan tersendiri dan tidak terlalu menderita.

Dan?

Tapi, setelah memikirannya... aku merasa bersalah pada si bayi.

Ini terjadi karena aku sangat jahat.

Aku merasa begitu.

Tiap kali aku membersihkan kantung kolostominya...

Kumulai bertanya kapan ini akan berakhir.

Apa neneknya tinggal denganmu?

Ya.

Ibuku tinggal dengan kami sampai beliau meninggal tahun lalu.

Dia sering mengucapkan, "Aku ingin mati"?

Bagaimana kau bisa tahu?

Dia mengatakannya karena rematiknya.

Ketika kutanya So-won maksud ucapan itu...

...dia sempat berpikir...

...dan mengatakan, "Kenapa aku dilharikan?"

Hai, Young-seek.

So-won tidak bisa jalan cepat, jadi kau jalan satu langkah di belakanngnya, ya?

Baik./ Bagus.

Aku bisa pergi sendiri...

Aku akan berjalan di belakangmu.

Jangan mendekatiku.

Baiklah. Pergilah duluan.

Sampai jumpa.

Terima kasih, Young-seek.

Kau mau kemana? Kau tidak makan siang?

Aku akan kembali!

Kau mau kemana?

Ke suatu tempat!

So-won?

Apa isi tas itu?

Kenapa kau ingin tahu?

Mau permen?

Ya!/ Aku juga!

Aku harus pulang. Dah!

sampai besok!/ Sampai besok!

So-won!

Kokomong yang di sana...

Apa dia teman barumu?

Dia wanita atau pria?

Entah.

Kokomong cumalah Kokomong.

So-won?

Aku cuma ingin bilang, jangan sakit.

Maaf soal yang dulu.

Kita masih berteman, kan?

Ya.

Sampai besok.

Kokomong!

Kau...

Apa kau...

Ayahku?

Kau ayah, kan?

Jawab aku!

Apa itu karena aku terus menghindari ayah?

Ayah tidak kepanasan?

Ayo pulang.

Aku pulang.

Hai. So-won!

Astaga!

Apa ini?

Ini ayah.

Kau kenapa! Sedang apa kau?

Tn. IM Dong-hoon?

Pos!

Surat Panggilan Untuk So-won

Kenapa So-won harus memberi kesaksian?

Pembelanya mengajukan catatan...

....psikologis So-won sebagai bukti.

Hakim mengatakan video kesaksiannya..

...tidak bisa dipercaya.

Itu sama saja dengan membunuhnya.

Tapi... jika dia tidak bersaksi sekarang, masalah bisa semakin parah.

Keparat itu mengklaim...

...dia lemah secara fisik dan mental.

Apa?

Dia menulis petisi...

...dia tak bisa mengingat ketika sedang mabuk.

Jika itu diterima...

...dia akan dihukum maksimal 15 tahun atau bebas hanya dalam 8-9 tahun.

Pikirkanlah lagi, pak.

Jika So-won bersaksi di hadapan hakim...

...dia akan terpojok.

CORRECTIONAL CENTER

Kau mengirim...

...tiga petisi ?

Ya.

Aku tidak mengingatnya.

Aku juga stres.

Setelah kau melakukannya...

...bagaimana bisa kau tidak mengingatnya?

Tiap kali aku minum. Aku tak bisa mengingat.

Mereka memaksaku mengingat, jadi kepalaku sakit.

Kepalamu sakit?

Jika aku memang melakukannya, aku pantas mati.

Melakukan hal itu pada anak kecil bukanlah manusia, tapi babi.

Apa datang ingin berdamai?

Damai?

Aku ingin damai.

Tapi, aku tak punya apa-apa.

Jika aku segera bebas, mungkin aku bisa mencari uang.

Kau paham maksudku?

Kau ada di sana!

Kau ingat!

Kau tahu putriku!

Kau pikir aku akan membiarkanmu bebas, bajingan?

Jangan memakiku.

Tak heran dia begitu tak tahu malu...

Kurasa dia itu mirip ayahnya.

Berpikirlah dengan bijak.

Menurutmu berapa lama aku akan di sini?

Suatu hari nanti aku akan bebas.

Kau mau apa!

Kau mau apa!

Keluar! Bajingan!

Kemari kau!

Istriku mengatakan...

...dia berharap hal yang sama menimpa semua anak-anak.

Kupikir dia sangat jahat.

Tapi sekarang, aku kepikiran begitu.

Aku tahu perasaanmu.

Tidak. Kau tidak mengalaminya.

Dong-hoon?

Bisakah kau berpikiran secara berbeda?

Itu adalah kecelakaan?

Seperti dia sedang berjalan...

...dan tertabrak mobil.

Kecelakaan.

Apa?

Kecelakaan?

Berpikirkanlah seperti itu jadi keluargamu bisa melanjutkan hidup.

Hentikan mobilnya.

Dong-hoon?

Berhenti!

Jika itu anakmu, kau bisa menggangap itu kecelakaan?

Aku jalan kaki saja...

Apa aku...

...punya asuransi?

Asuransi apa?

Asuransi jiwa?

Sesuatu seperti itu...

Aku tak punya minat dan tak punya uang.

Aku akan bekerja keras seperti anjing selamanya!

10 tahun lagi, berapa usia So-won?

Kenapa?

Keparat itu bisa keluar dalam 8-9 tahun.

Itu tidak masuk akal!

So-won belum sampai 20 tahun.

Jika persidangannya ada yang tak beres...

Aku sendiri yang akan berurusan dengannya.

Kau mau membunuhnya?

Kenapa tidak! Aku bisa membunuhnya!

Karena Pembela keberatan...

...dengan video kesaksian korban.

Kupanggil IM So-won untuk bersaksi.

So-won?

Kau tahu kenapa kau di sini?

Kenapa kau datang?

Untuk menghukum orang jahat.

Kau ingat saat pengambilan video...

...dengan polisi di RS?

Ya.

Kau pasti sangat sakit saat itu.

Ya.

Tapi, kau masih ingat?

Ya.

Kau melihat foto dan...

...menunjukkan pelakunya.

Bisakah kau melakukannya lagi?

Angkat tanganmu saat fotonya muncul.

Ya.

So-won?

Pria ini?

Tak ada lagi pertanyaan.

So-won?

Hari itu...

...bisakah kau memberitahu bau seperti apa pelakunya?

Apa dia bau rokok?

Bagaimana kalau bau alkohol?

Ya.

Seberapa bau?

Apa sangat bau?

Tidak ada pertanyaan lagi.

Terdakwa tidak bisa membuktikan...

...kehilangan sepatu dan rompinya.

Darah korban menempel di sepatu...

...dan rompi milik terdakwa.

Sidik jari terdakwa juga ditemukan di TKP.

Aku tak pernah kesana...

Semua bukti mengarah padamu.

Meski menyakitkan untuk mengingat kembali...

...korban datang dan mengidentifikasi pelaku.

So-won?

Kau tidak apa?

Kutanya untuk terakhir kali.

Kau sungguh tidak ingat?

Apa aku benar-benar kesana?

Apa kau menerima semua tuduhan?

Apa aku melakukannya?

Jika aku melakukannya, aku pantas mati.

Aku siap menerima hukuman.

Tapi aku tak ingat apa-apa.

Aku menyerahkan bukti...

...bahwa terdakwa kecanduan alkohol.

Terdakwa? Silahkan pernyataan terakhirmu.

Aku sungguh tidak ingat apa-apa.

Aku tidak bersalah.

Kau sudah selesai?

Tidak, pak hakim!

Yang Mulia!

Aku tidak melakukannya. Aku terlalu mabuk.

Aku tidak ingat apa-apa.

Tidak mungkin. Aku tidak melakukannya!

Aku tidak bersalah.

Ini tidak adil!

Kasus penyerangan seksual 2012-211. Aku sudah mengambil vonis.

Terdakwa CHOI Jong-sool...

...menyerang secara brutal anak 9 tahun.

Lalu, mencekik dan memperkosanya.

Penyerangan sampai penyiksaan.

Akibatnya...

...korban terluka...

...dengan cacat parmanen.

Terdakwa bertanggung jawab atas korban dan keluarganya seumur hidup.

Dan memiliki catatan kekerasan di masa lalu...

...terdakwa harus dihukum berat.

Namun...

...terdakwa dalam keadaan mabuk...

...dan kondisinya telah diakui.

Berdasarkan UU Kasus Khusus...

...tentang kekerasan seksual, Pasal 9...

Pasal 7...

dan Pasal 14...

Dia dihukum 12 tahun.

Hanya 12 tahun!

Informasi tentang terdakwa...

...akan dipublikasikan dalam 5 tahun.

Dan permintaan kompensasi untuk korban telah ditolak.

Tunggu!

Kenapa memberi dia keringanan hanya karena dia mabuk?

Kalau begitu, mengemudi sambil mabuk tidak perlu dihukum!

Mengemudi sambil mabuk dihukum...

Tapi kau memberi keringanan bagi orang yang hampir membunuh anak kecil!

Kau sebut ini pengadilan!

Seorang anak hampir mati.

Dan dia anak kami.

Aku ibunya di sini dan ayahnya disini.

Dan yang bertanggung jawab di sini.

Ada bukti juga.

Tapi hanya 12 tahun?

Harap tenang!

Tahu berapa usianya setelah 12 tahun!

Belum sampai 20 tahun!

Ayah!

Ayah, ayo pulang.

Ayo pulang, kumohon.

Ayo pulang.

Ayo pulang.

Ayo pulang.

Berdirilah.

Itu dia.

Ya ampun!

Besar sekali!

Ayah?/ Hmm?

Wajahnya besar juga.

Pria harus berkepala besar!

Tapi tak sebesar kepalamu.

Sepertinya akan besar juga.

Siapa namanya?

Aku memberi nama So-won. Mi-hee yang memberi namanya.

Siapa namanya?

So-mang (Happy).

IM So-mang?

Ya. IM So-mang.

So-mang? Lihat kemari!

Dia melihat kita.

Dia pintar, kan?

Orang kesepian adalah orang paling baik

Orang yang bersedih senyumnya paling cerah

Karena mereka tidak mau orang lain merasakan sakit yang sama

- Anonim -

Aku merasa harus pulang...

...dan pulang setelah bel istirahat kedua.

Temanku mungkin mengira itu aneh.

Apa yang harus kukatakan di hari senini?

Aku khawatir.

Kuharap aku tidak sakit.

Lempat ke posisi ketiga!

Tangkap dia!

Ayah bekerja semalaman? Ayah tidak tidur?

Setelah ini ayah akan tidur.

Berteriak di tayangan ulang!

Mereka membuatku lelah,

Aku membuat pesawat hari ini.

Aku membuatnya untuk adikku. Tampak bagus.

Aku ahli membuat dan memperbaiki sesuatu seperti ayah.

Jika si bodoh itu tidak melakukan kesalahan, permainan berakhir!

Ayo Lotte!

Menyerahlah pada Lotte.

Apa! Mereka menang!

Tapi mereka kalah 7 - 8.

Jangan beritahu ayah!

Apa kau harus memberitahu ayah sekarang!

Aku tak bisa tidur sekarang!

Kau terlahir ke dunia merupakan anugrah.

Penerjemah: Sue Valentino

IDFL๏ฟฝ Subs Crew http://idfl.me

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.