Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.SubtitleDB.org sekarang
Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.SubtitleDB.org sekarang
Translate By Zambronk_lah IDFLโข Subs Crew
Delhi bagian utara sedang berawan ...
Narayan telah sering diwawancarai
Tapi dia tak pernah melihat dirinya di tv.
Kau pernah melihat wawancaramu di tv?
Tidak./ Kenapa?
Karena aku buta.
Tn Hanuman sejajarkan dengan gunung Dan tanganmu dibagian samping.
Pertanyaan selanjutnya. Apa yang kau butuhkan untuk membunuh nyamuk?
1. Baygon Semprot 2. Lotion anti nyamuk
3. Obat nyamuk bakar 4. Raket nyamuk.
Nyamuk./ Ya, benar!
Pria ini juara pertama kali pada acara kami!
Dimana pemeran Ibunya? Sutradara memanggilmu.
Acara apa untuk hari ini?/ Kami syuting video klip musik.
Kenapa kau berdiri di sini? Cepatlah./ Kau tak ingin berpakaian dulu?
Ini seragamku! Aku senior program eksekutifmu.
Dan kau cuma kameramen.
Dimana Topi?/ Ini topinya.
Beruntung sekali menemukan tempat seperti itu.
Kau mau bicara sesuatu?/ Bicara apa?
Bagaimana caranya bernyanyi!/ Lihatlah mertuamu di sini!
kau ...?/ Ya. Dia bukan dari bagian rekaman.
Dia cuma asisten lighting!
Diam, tua bangka!
Kau ini, akan kuhajar...
Gadis itu berkata, "Aku mencintaimu" dan kau malah ikut campur!
Dasar Buaya tua .../ Diam! Dan katakan ...
Kau akan menikahi putriku atau tidak? Aku harus mengatur tanggalnya!
Sama sepertimu aku masih bingung menentukan pasangan hidupku!
Apa aku menikahi putrimu?/ Kau akan menikahinya kan?
Kau dan putrimu selalu menyusahkanku! Bagaimana aku akan menikahinya?
Maukah kau menikahi Maggi?/ Tidak!
Kalau begitu, akan kusentuh titik lemahmu!
Coba saja .../ Akan kucoba!
Silakan .../ Tuan ...
Tanya padanya kenapa kita bertengkar./ Kenapa?/Kau tak usah ikut campur ...
Dasar keparat!/ Apa?
Dasar keparat!/ Beraninya kau! Dasar brengsek!
Sekarang mau menikahi Maggi atau tidak?/ Enyahlah, telur botak!
Kau menyentuh titik lemahku? Aku takkan menikahi putrimu!
Topi, telepon untukmu.
Kau sebut klien kita Keparat?
Ada yang menggelitik pinggangku ... Aku jadi memanggil semua orang keparat.
Dasar keparat!
Diam, kau anjing!/ Anjing?!
Bukan anjing, pak ... Keparat, hentikan!
Topi, kau akan menikahi putriku, kan?
Enyahlah!
Aku kehilangan pekerjaanku! Beritahu M.D. tentang kelemahanku. M.D = Managing Director
Masuk .. jadi apa masalahmu?/ Setiap kali aku dikelitiki ...
Dasar keparat!/ Kau bilang apa?
Berhenti! Jangan tinggalkan aku!
Lihatlah diriku, sayang
Jatuh cintalah padaku
Berikan cintamu padaku Berikan aku mawar ... "
Jangan takut
Jangan menolakku
Tulis perasaanmu pada secarik kertas
Lihatlah diriku, sayang
Jatuh cintalah padaku
Kita berjemur di atas pasir yang panas dan nikmati bersama-sama
Saat berbaring mari kita bercinta
Ayo kita kabur bersama
Bawalah aku di bahumu"
Hari Jumat antar aku ke kuil
Hari Sabtu kita pergi ke diskotik
Hari Minggu ajak aku nonton Film Titanic
Lihatlah diriku, sayang
Jatuh cintalah padaku
Kita dilahirkan untuk saling memiliki
Kita dilahirkan untuk bersama
Jadi apa urusannya dengan kalian?
Kenapa kau acuhkan cintaku?
Apa hatimu sudah semakin tua?
Kau mesin, bukan manusia lagi
Dalam dirimu tak ada apapun
Kau seperti tanaman
Mengapa kau bisa dilahirkan
Dalam cinta dan kasih sayang ...
Aku bahkan memelihara jambang
Kau pingsan ... dan kami telah dihajar
Haruskah kuiberikan hatiku, hidupku akan hancur
Haruskah aku menjadi pemenang ... Akan kutemukan beribu wanita
Lihatlah diriku, sayang
Kita takkan jatuh cinta
Jatuh cintalah padaku
Masuklah, nak.
Kau buat kartun apa hari ini, Papa?/ Lihat ini.
Kau ingin menyuruhku menjadi politisi?
Aku berharap bisa melihat anakku sebagai Kepala Menteri.
Kepala Menteri? kau pasti bermimpi.
Tidak. Kutunjukkan horoskopmu pada peramal hari ini. Dia kagum.
Ia bilang melihat horoskop sepertimu 8 tahun lalu.
Hanya Lal Bahadur Shastri yang punya horoskop bagus.
Jadi, kau akan jadi pemimpin, kan?
Aku akan senang jika kau mengatakan aku akan menjadi Sutradara ...
atau mendapat medali Olimpiade. Tapi kau melibatkanku dalam politik!
Tahu apa itu politik? Sampah!
Cepat ... mau mulai. Lihat!/ Apaan, Ma?
Nama Shiva akan muncul sekarang.
Juru kamera: Shivaji Rao ... Cepat hubungi mempelai wanita!
Sial! Tak bisakah menampilkan namamu selama lima menit?
Nama anakmu muncul sebentar dan kau ribut sekali.
Kupikir kau melihat ular.
Kau tak tahu apa-apa. Diam saja.
Kau belum membayar saat kalah kemarin.
Pasti akan kubayar. Atau aku bukan anakmu.
Apa yang kau lakukan ...? Apaan? Kenapa memakaikan henna?
Ya, aku memakaikan henna./ Tapi aku bukan anak kecil lagi, Ma.
Oh, tentu, kau sudah dewasa.
Tak peduli seberapa besar dirimu, kau tetaplah anakku, mengerti?
Lihatlah foto itu dan pilihlah seorang gadis.
Yang ini mirip dengan Tulsi, kan? Dan yang ini mirip Henna!
Aku menunjukkan fotomu padanya. Dia bilang kau mirip Shaktiman!
Papa! Apa aku mirip Shaktiman?/ Aku percaya istriku, bukan tv!
Apa kau tak menyukainya, Nak?
Dia cantik, tapi ada sesuatu yang mengganjal./Apa itu?
Sesuatu seperti kupu-kupu dalam perutmu ...
yang menuju jantung dan berkata,
"Ini dia! Pilihan terakhir!"/ Kau merasakan itu ketika ...
Melihatnya di acara "Hum Paanch"?/ Hum Paanch ...?
Acara bodoh itu membuatmu bicara seperti orang bodoh.
Jangan ikut campur! Kau selalu mengganggu seperti jeda iklan!
Katakan gadis seperti apa yang kau mau akan kucarikan.
Dengan rambut seperti awan ...
Matanya seperti mata ikan ...
Bibir merah ...
Hidung seperti burung beo ...
leher ramping seperti leher ayam ...
dan tangan lembut bagai bunga teratai ...
Pastinya menyenangkan./ Gadis seperti ini?
Tak usah mencarikannya mempelai wanita! kau memang tak berguna!
Semua gadis seperti ini, pasti penipu!/ Sama sepertimu sebelum menikah!
Dan bagaimana denganmu?/ Aku ...
Dia benar-benar seperti kartun!
Kau mengambil tempatku? Beruntung sekali.
Sekarang kita ada di Phulgaon.
Seperti yang kau lihat, itu tempat yang indah ...
dan kami akan meliput kunjungan Menteri Balram Chavan disini.
Tetaplah bersama Q-tv, Saluran pilihan anda bersama dengan Urmila.
Hidup Pak Menteri!
Hidup Pak Menteri!
Jangan membungkuk. Bunga ini untuk dr Ambedkar Bust.
Sekretaris macam apa kau? kau seharusnya bilang padaku!
Dasar brengsek! Tak tau diuntung!
Aku mengatur semua kegiatannya.
Apa Menteri membagikan pakaian?/ Dia mungkin merebut yang kau pakai!
Pergi.
Hidup Babasaheb Ambedkar.
Pak Menteri ... Aku ingin salaman! Aku Pawar!
Mereka tak mengijinkanku menemuimu! Aku sudah menunggumu!
Aku yang mengatur dekorasinya! Aku sudah menunggumu, Pak.
Biarkan dia pergi. Lepaskan.
Panjang umur, Pak Menteri!
Kemarilah.
Berkati aku, Pak! Aku hanya ingin bersalaman denganmu.
Kita berangkat./ Aku menunggumu sepanjang hari, Pak!
Aku ingin bersalaman, Pak ... Kumohon, Pak!
Terima kasih banyak, Pak!
Topi pegang kameranya.
Kau mendapat pasokan air di desa, kan?
Air mengalir di mana-mana, sejak kau menjadi Kepala Menteri.
Kapan penerangan jalan dipasang?/ Lampu? sudah setahun, Pak!
Dia berbohong!/ Siapa yang berbicara?
Aku!
Kapan Penerangan jalan dipasang?/ Kemarin lusa.
Karena kau akan datang. Bahkan belum terhubung listrik.
Pria ini berbohong./ Hati-hati jika bicara, nak!
Kau bicara ngawur didepan Pak Menteri!
Tenang ... jangan berdebat.
Apa yang kalian lakukan? Dirut PLN ...
dan banyak pejabat lain berasal dari daerah kalian.
Jadi apa yang kalian lakukan?
Ini bukan karna Dirut PLN. Ini karena kontraktornya.
Aku tak ingin dengar apa pun. Orang-orang sudah memilihku.
Dan aku menjanjikan penerangan jalan, Lalu kenapa tidak dilaksanakan?
Dada, orang-orang ini hanya memberikan suara.
Kontraktor lokal memberi kita uang.
Dia mengirim 4 juta saat pemilihan.
Dia akan menggunakan listrik untuk pabrik gulanya.
Dia memegang 5000 suara minoritas./ Baiklah.
Aku ingin segera ada listrik di sini!
Putuskan setelah 2 hari.
Jangan menghalangiku./ Keparat!
Siapa itu? Siapa bilang "keparat?"/ Siapa yang bicara tak sopan? Siapa?
Panjang umur, Pak Menteri!
Ini untukmu karna sudah berani bicara.
Dia Hampir lolos hari ini!/ Kenapa kau bicara ngawur?
Apa kau gila bicara begitu?/ Kita bahkan akan kehilangan listrik ...
di rumah kita sendiri!
Kau pasti akan dihajar suatu hari nanti.
Dosa apa yang telah kulakukan? Apa jujur itu dosa?
Baggu? Apa kita sudah punya listrik?/ Belum.
Aku hanya berkata yang sebenarnya! tapi semua orang memarahiku.
Pak menteri sudah pergi dan kau masih melihat seorang gadis!
Pindahkan kameranya.
Kenapa kita pergi ke Phulgaon?/ Bertemu sekuntum bunga.
Pasti sangat menyenangkan!/ Hanya jika bertemu dengannya.
Jadi, mengapa kau mengajakku?/ Untuk menghajarmu!
Dasar keparat!
Angin timur bertiup
Melewati jalur yang berliku ini
Di jalur indah ini mari kita bersenang-senang
Mari kita tidur dan bangun bersama-sama
Dari tidurku aku terbangun ...
Kutinggalkan segala-galanya untuk pergi denganmu
Aku belum pernah merasakannya Ini belum pernah terjadi sebelumnya
Kau cintaku Aku cintamu
Adakah yang percaya atau tidak
Siapa itu? Siapa yang tepuk tangan?/ Aku! orang-orangan sawah!
Sejak kapan kau mulai bicara?/ Aku hanya bicara pada yang kusukai.
Berbicara dari situ saja./ Siapa kau?
Namaku Shivaji Rao, binti Bhim Rao.
Aku sarjana Visual komunikasi.
Aku juru kamera Q-TV.
Umur: 1 hari. Aku lahir kemarin saat mataku menatap dirimu.
Aku suka gadis tanpa rasa takut untuk bicara pada Kepala Menteri.
Yang tidak kusukai adalah traktor yang mengganggu kita.
Desa favoritku sekarang adalah Phulgaon.
Di kameraku, aku mempunyai gambarmu.
Kau telah mencuri hatiku.
Aku telah menyadari kau adalah gadis tercantik di dunia.
Aku ingin tahu namamu./Aku takkan memberitahu orang-orangan sawah.
Jadi tolong katakan padaku.
Hei, dengar ...
Apa kau mengambil gambarku?/ Ya. Kenapa?
Tidak, cuma bertanya!
Tunggu ... tunggu dulu!
Mari kita bersama melewati jalur yang berliku ini
Aku ingin bersenang-senang dalam pelukanmu, sayang
Mari kita tidur dan bangun bersama-sama
Kau tak boleh naik! Ini lampu merah bukan halte bis.
Turun!
Bis bukan milikmu! Kenapa tak berhenti dihalte?
Terserah diriku. Kau mau turun atau kuhajar dirimu?
Aku ada ujian jam 2. Jika ketinggalan bus aku takkan bisa ujian.
Kau tak berhenti dan sekarang berlagak pintar?
Kau tak mau turun?/ Aku takkan turun!
Keparat ... turun!
Dia berdarah!
Apa yang kaulakukan? hajar dia! tangkap dia!
Berhenti! Mahasiswa akan mengeroyokku!
Mahasiswa telah menyerang teman kita.
Bus ini takkan jalan! Semuanya turun!
Apa yang terjadi di sini?/ Seorang mahasiswa dihajar sopir ...
Merekapun marah.
Minggir!
Ada apa ini? Kalian tak lihat kemacetan?
Cepat pindahkan semua bis./ Kau tak tahu siapa aku?
Sopir dari partai yang berkuasa. mengerti?/ Topi, cepat ambil kamera!
Tangkap dulu para mahasiswa, bis akan bergerak.
Sopir ini menyerang mahasiswa. Sebelum minta maaf, kita takkan pergi.
Parkir bis ditempat lain. Kita bicara jika lalu lintas lancar.
Bis takkan jalan!/ Dengarkan aku!
Sopir bis menyebabkan kemacetan di perempatan.
Mereka berdalih mahasiswa menyerang mereka.
Mahasiswa berdalih sebaliknya. Tak ada yang mau mengalah.
Disini sudah ramai sekali.
Mintalah Komisaris cepat kemari, Atau semua bisa lebih buruk.
Partai berkuasa ini pergi ... ikuti dia!
Pak Kepala?, Sakharam Shelke dihajar mahasiswa saat bertugas.
Darah mengalir bagai air dari keran!
Ini urusan serikat sekarang. Bicara ke seluruh unit serikat.
Hentikan semua transportasi seluruh daerah!
Apa Taksinya mau jalan?/ Tentu, tapi lewat kepalamu!
Apa bis ini akan kerumah sakit Jaslok?/ Dasar Keparat!
Ini akan keneraka!/ Berapa lama untuk kesana?
Ini sedang macet. Pulang dan tidurlah!
Dasar keparat!/ Siapa yang kau sebut Keparat?
Mengapa harus para sopir melakukan hal seperti ini.
Putriku 32 tahun. Dia seharusnya menikah hari ini.
Mempelai pria menunggu dan dia disini
Waktu yang baik hampir lewat.
Jika kita tak sampai tepat waktu waktu baik akan lewat.
Dengan kedua tangan aku memohon.
Kumohon jangan merusak kehidupan putriku.
Kumohon pindahkan bisnya./ Pergilah, jangan menggangguku!
Cobaan apa ini, aku akan terlambat lagi.
Sudah waktunya untuk wawancara.
Aku harus bunuh diri jika tidak mendapatkan pekerjaan ini.
Pak! kumohon padamu! Pindahkan bisnya dari sini.
Suami terkena serangan jantung. Setidaknya biarkan ambulans lewat.
Atau dia akan mati!/ Aku tak bisa apa-apa, Bu.
Bisku bisa dipindah, jika bis didepannya jalan!
Tuhan! Apa yang harus kulakukan?
Lewat sini, Pak .../ Bagaimana situasinya?
Aku tak bisa apa-apa, Pak. Ini Sopir melawan mahasiswa.
Pertarungan ini antara mahasiswa dan sopir bus ini.
Siapa sopir bus ini?/ Aku, Pak!
Pindahkan bisnya./ Bisnya takkan jalan!
Kau bisa mengendarai bis, kan? Cepat pindahkan bisnya.
Biar kulihat bagaimana caramu menyetir.
Ini bukan bercanda! Bis ini harus melewati mayatku! Ayo.
Jalankan ... dia akan menyingkir./ Silahkan! Mari kita lihat.
Cobalah! Teman-temanku takkan diam Jika kau melindas tubuhku!
Dengan tubuhku, seluruh Maharashtra akan terbakar habis.
Jalankan bisnya! cepat!
Dari kasta mana dia ini?
Seorang Polisi Muslim menjalankan bus milik sopir Hindu.
Kami takkan tinggal diam! Kami akan menggorok leher mereka.
Mereka tak tahu kekuatan kita! Hentikan semua! Kita mogok kerja!
Hentikan semua kehidupan di Maharashtra!/ Hentikan semuanya ...
Hubungkan aku ke Kepala Menteri sekarang.
Komisaris ingin bicara denganmu.
Bicaralah./ Situasi makin memburuk, Pak!
Dengan ijinmu, bisa kupatahkan kaki mereka dan menahan mereka.
Hey! Jangan gegabah.
Salah satu sopir itu milik partaiku.
Yang lainnya dari masyarakat yang membantu memilihku.
Dan mahasiswa juga membantu kita selama pemilihan.
Jika kau sentuh siapa pun dari mereka, kita akan kehilangan dukungan.
Kita masih takut jika mereka menarik dukungannya ...
dan pihak minoritas tetap mengancam pemerintah dengan kasta.
Jika mereka tak dihentikan akan mengubah negara menjadi kuburan.
Kita bisa gunakan gas air mata untuk membubarkan massa ...
Membubarkan mereka, kan? Mereka takkan bubar tapi ...
pemerintahanku yang bubar.
Kursi yang aku duduki ini ...
tidak seluruhnya milikku. Ada partai mendukungku
Masyarakat juga berhak dan juga orang-orang ...
yang punya uang di partai ini. Keempat dukungan pekerja kita.
Tanpa salah satu dari mereka, kursi kekuasaan ini akan runtuh.
Jika itu terjadi, akan kuhajar dirimu dengan kursi rusak! mengerti?
Kau tak perlu memecahkan masalah ini.
Kita harus mengeluarkan masalah ini dari politik.
Biarkan mereka saling baku hantam.
Setelah selesai, mereka akan lelah dan lupa segalanya.
Keparat!
Ini dia Ratumu./ Dan Raja telah tiba!
Hancurkan segalanya.
Mau kau bawa kemana TVnya?/ Untuk istriku dan majikanku.
Kenapa adik iparmu tak kau beri?/ Aku tak punya tiga tangan, Pak!
Pergi!
Kenapa kau merekamnya? Cepat pergi!
Jangan merekam! Akan kuhajar dirimu Jika kau ambil gambarku!
Mereka merusak toko dan membakar kendaraan, Pak.
Fasilitas umum semuanya hancur!
Jika aku menerima perintah menembak, Sudah kulakukan sejak tadi.
Biarkan bis-bis dibakar. Biarkan toko-toko dijarah.
Aku akan mengumpulkan komite dan mengirim mereka ke sana.
Kau tangani dulu.
Dasar mentri brengsek! tak bisa mengambil keputusan apapun.
Ujian harus berlangsung. Aku sudah setahun menunggu.
Maaf, Bu. Dia sudah tak ada.
Dia telah meninggalkanku sendiri!
Dia kehilangan banyak darah./ Dia mungkin akan mati.
Adakah rumah sakit terdekat?/ Jaraknya 1 Km.
Tapi bagaimana kita membawanya? lalu lintas macet.
Tolong bawa kamera./ Sini.
Bagaimana keadaanmu, Kumar?/ Baik.
Jika terlambat sedikit saja kau bisa mati.
Terima kasihlah pada pria ini yang membawamu ke sini tepat waktu.
Siapa namamu?
Dengar! Champakali!/ Apa?
Namamu champakali, kan?/ Bukan!
Anarkali, ya?/ Yuck!
Lalu Kathakali, ya?/ Apa itu sebuah nama?
Jadi siapa namamu?/ Mengapa harus kuberitahu?
Bagaimana aku memanggilmu jika tak tahu namamu?
Kau tak perlu memanggilku./ Kadal!
Akan kupanggil dirimu Kadal jika kau tak memberitahu namamu. Kadal!
Pergilah, kelelawar!/ Apa? kelelawar?
Ya. Jika aku kadal, kau kelelawar!
Dia berbohong!/ Siapa yang berbicara?
Hey Itu aku!
Pria ini berbohong.
Ini untukmu karna sudah berani bicara.
Baggu? Apa kita sudah punya listrik?/ Belum.
Aku hanya berkata yang sebenarnya! tapi semua orang memarahiku.
Bagus kan?/ Bagus apanya, aku sedang menangis.
Apa terlihat bagus saat aku menangis?/ Ya.
Kau melihat rekaman gratis. Setidaknya beritahu namamu.
Di Filmmu ada namaku. Cari saja sendiri.
"Manjari, mengapa kau bicara ngawur?
Ditengah-tengah kerusuhan, semua orang lupa ...
Mahasiswa yang berlumuran darah. Dengan kondisi begitu ...
jika tidak ditangani langsung secara medis ...
ia akan mati. Dalam keadaan itu, juru kamera kami ...
ShivaJirao, menggendongnya langsung ke rumah sakit.
Inilah percakapan mahasiswa itu.
Terima kasihlah pada pria ini yang membawamu ke sini tepat waktu.
Penghargaan diberikan untuk menyelamatkan mahasiswa ini ...
pada juru kamera kita ShivaJirao.
Kelelawar!/ Dimana?
Rekaman kerusuhan yang kau dapat, semua saluran tv menginginkannya.
Telepon tak henti-hentinya berdering ...
Kau bukan lagi juru kamera. Kau wartawan berita senior.
Kau jangan berteriak, oke ...?/ Baiklah, asal jangan menggelitikku.
Dasar keparat!/ Diam.
"Aku ShivaJirao, bin Bhimrao "
"Aku juru kamera QTV"
Kelelawar!
Lihat apa, teman!/ Diam dan ganti salurannya.
Adegan mandi ini sepenuhnya milikku. Hanya aku yang boleh melihatnya.
Silakan. Aku akan pergi. Ini semua milikmu.
Kau tak tahu malu, kurang ajar, brengsek!
Kau merekamku saat sedang mandi! Berikan padaku kameranya.
Apa yang kau lakukan ...? Tunggu dulu ...
Tunjukkan semua padaku sekarang!
Kuputar dari awal dulu./ Kau Pikir aku gadis murahan?
Lihat ini.
Minggir!
Ini aku?/ Siapa lagi?
Mengapa kau mengambil gambar itu?/ Kau kemarin marah ...
Saat kuambil gambarmu sedang menangis. Untuk mendapat gambar cantik maka ...
Aku sudah mengambilnya sejak pulul 5 pagi.
Aku mengambil gambar lagi, tapi sesuatu menusuk kakiku.
Kau mendengarku berteriak dan semua jadi kacau.
Apa itu?/ Duri.
Bukan duri, gigitan!
Gigitan ular./ Ular ...?
Aku akan mati! aku digigit ular!
Di desamu, saat ular menggigit seseorang ...
mereka tak menghisap racunnya?/ Kau mulai lagi ...
Bisa-bisanya kau tak sadar telah digigit ular?
Untunglah ular itu tak berbisa.
Bagaimana jika berbisa?/ Untuk melihatmu bahagia ...
Aku akan lakukan apapun./ Apapun?
Tidak./ Aku tahu itu.
Jika kau tanya, aku akan bilang aku bisa lakukan apa pun untukmu.
Jika kau tanya apa aku bisa menyerahkan hidupku, "Maaf ..."
"Bukan kehidupan. Karena aku ingin hidup denganmu sepanjang hidupku"
Manjari, kau bicara tanpa rasa takut pada Menteri.
Katakan padaku bagaimana perasaanmu padaku.
Jangan tanyakan padaku.
Dirimu harusnya mengerti.
Mengapa mataku penuh air mata dan mengapa gelangku berbunyi
Air matamu ceritakan perasaanmu.
Beri aku senyuman ... senyumlah.
Senyumlah atau aku akan merekam wajah menangismu.
Senyumlah.
Senyum yang benar.
Kau lebih baik menangis. Kalau gitu senyumlah.
Hantu!
Bergayalah. Jangan bergerak.
Kadang kau manis
Kadang kau pahit
Tapi aku mencintaimu apa adanya
Kadang kau berbohong
Kadang kau jujur
Tapi aku mencintaimu apa adanya
Kadangkala aku merasa ingin menyentuh dirimu
Untuk memastikan kau nyata atau khayalan
Apapun diriku ini Aku tetap milikmu
Percayalah kepadaku oh cintaku
Kau adalah badai cinta
Kau bayangan dalam mataku
Aku pergi ke manapun kau pergi
Kepadamu kuserahkan hidupku
Kadang kau terlihat baik
Kadang juga terlihat galak
Diriku harus memanggilmu apa
Berilah aku petunjuk, sayang, dan aku akan mengikutimu
Kecantikanku hanyalah untukmu
Berikan semua padaku
Hancurkan semua mendekatlah padaku
Mari kita hidup bersama dalam hati masing-masing
Kadang kau manis
Kadang kau Pahit
Kadang kau berbohong
Kadang kau jujur
Tapi aku mencintaimu apa adanya
Kamera sudah menyala. Senyumlah, jangan malu.
Ada apa, Manjari? Kenapa kau lari?
Bisa ceritakan apa yang terjadi?/ Bisa beritahu siapa kau?
Aku ayahnya./ Ayah mertua!
Bukan ayah mertua. Ayah./ Putri macam apa yang kau punya!
Dia luar biasa! Mari kita bersalaman!
Aku bukan Kongres!
Kalu! Balu! Harya! Kalian cepat kemari!
Keparat ini mengganggu Manjari. Apa yang akan kita lakukan padanya?
Bisa kupatahkan tulangnya dan buang di danau.
Kau memakai celana pendek dan mengganggu gadis kita?
Lihat saja aku akan menjadi kakak iparmu Kulluram.
Bukan Kulluram tapi Kalluram./ Terserah, santai saja.
Sekali lagi kau gunakan bahasa inggris kuhajar kau.
Dasar keparat!/ Apa ...? Diam!
Maaf, kelemahanku ... tapi aku tak salah, kan?
Mengapa marah ...
Tamu adalah raja, mengerti? Jadi parkirlah dirimu di sana. Cepat.
Dengar, ayah mertua .../ Aku bukan mertuamu.
Aku jatuh cinta pada putrimu. Aku ingin menikahinya.
Apa kurangnya aku? Aku bekerja. Aku bisa menyanyi dan menari.
Tanya Topi, Jika tak percaya./ Oh ya ... dia benar!
Aku sedang berjalan sendiri ... menikmati makanan sendiri
Aku gadis yang romantis
Kau Cemburu ... jadi apa yang bisa kulakukan?
Aku juga bisa sedikit Karate.
Bruce Lee ini sekarang akan menghancurkan kelapa ini.
Tidak./ Oh ya, sekarang tepuk tangan!
Kau mendorongku kedalam sumur, Topi?/ Tarik orang tua itu kedalam.
Kau pasti akan kuurus nanti!
Lihatlah kelapanya akan hancur berkeping-keping.
Acara selanjutnya! Dia akan menarik truk dengan giginya.
Apa?/ Tidak sekarang, dia sedang puasa.
Anak-anak, bagaimana menurut kalian calon kaka ipar?
Dan juga bagaimana menurutmu, nenek?
Kau sudah berhasil!
Siapa kau?/ Kau pernah nonton tv?
Aku hanya melihat acara kesukaanku.
Aku orang yang menyelamatkan mahasiswa dalam kerusuhan baru-baru ini.
Aku melihatnya di tv!/ Dia melihatnya.
Kau kerja apa?/ Sebelumya aku juru kamera ...
Sekarang wartawan senior./ Apa termasuk PNS?
Tidak, swasta./ Aku ingin PNS.
Maaf, kau tak bisa jadi PNS. Kau sudah tua.
Jangan bercanda. Aku ingin menantuku bekerja sebagai PNS.
Kenapa dengan pekerjaanku? aku mendapatkan gaji 15.000 ...
dengan fasilitas penuh. Sama seperti PNS juga.
Aku cuma ingin menantu PNS.
Stasiun tv pendapatannya menurun setiap hari.
Bahkan gajinya hanya seribu rupee ...
Aku ingin menantu yang bekerja di pemerintahan.
Dengan begitu putriku bahagia sejahtera.
Carilah pekerjaan seperti itu. Kita akan bahas ini nanti.
Kau kemana saja? Aku terus Mencarimu sepanjang minggu.
Kami pergi melihat kadal./ Kadal?
Dia bercanda, Pak./ Kau tak terlihat pagi ini.
Aku pergi kebursa kerja untuk pernikahanku, Pak.
Bursa kerja untuk pernikahanmu?/ Ya, Pak.
Aku tak mengerti/ Untuk pekerjaan suami, Pak
Bisa kita bicara bisnis?/ Tentu.
Kau harus mewawancarai orang yang sangat penting.
Siapa?
Aku belom pernah melakukan wawancara./ Apa masalahnya?
Ini kesempatanmu. Jangan biarkan kesempatan ini hilang darimu.
Ini adalah acara eksklusif untukmu, Shivaji.
Dan tamu pertamamu adalah kepala Menteri.
Mengapa tanganmu gemetar?/ Wawancara pertamaku, Pak.
Itu juga, dengan Kepala Menteri. Bagaimana aku tak gugup, Pak?
Kepala Mentri bukanlah setan. Dia manusia seperti kita.
Bicaralah santai dengannya. Seperti kau bicara padaku.
Tunjukkan isi dalam tasmu.
Salam! Hari ini ...
Tamu hari ini ...
Tamu kita hari ini ...
Tamu kita tak perlu diperkenalkan.
Salam, Pak./ Salam.
Kau akan mewawancaraiku?/ Ya, Pak!
Siapa namamu?/ ShivaJirao.
Salam! Tamu kita hari ini tak perlu diperkenalkan.
Seluruh dunia mengenalnya, seperti halnya kalian semua.
Saat pemilu, masyarakat memberikan suara dengan harapan ...
Bahwa Kepala Menteri akan membantu masalahnya.
Tapi pada akhirnya selalu kecewa.
Sama seperti yang terjadi dalam pemerintahanmu. Kenapa, Pak?
Sepertinya kau tak pernah keluar studiomu.
Sekarang tiap keluarga di Maharashtra punya tv ...
dan setiap desa ada parabola. Ada bilik telepon
di setiap tempat, dan juga Internet.
Tiap orang punya mobil untuk diri sendiri. Setiap orang memakai sepatu bagus ...
jam tangan, pergi ke taman hiburan dan pergi ke MC Donald.
Sepertinya standar kehidupan telah meningkat.
Aku dapat menyimpulkan bahwa dalam 15 tahun terakhir ...
belum ada satupun orang yang mati kelaparan.
Petani tidak mendapat dua kali makan, apalagi burger Mc Donald.
Tak ada buruh naik mobil. Dia bekerja di terik matahari.
Yang kaya semakin kaya. Dan miskin makin sengsara.
Kota kita kebetulan kota kumuh terbesar didunia, pak.
Orang masih kesulitan mendapatkan bis dan kereta yang penuh.
Mereka harus antri untuk mendapat tiket.
Anak-anak mengemis di lampu merah.
Orang selalu ingin bukti nyata. Kau tahu?
Sejak aku menjadi Kepala Mentri ...
tingkat pendapatan negara bagian naik menjadi 64,8 persen
Kerala dan Mizoram naik 90 persen.
Maharashtra No 1 di industri dan bisnis.
Bahkan kejahatannya juga no 1./ Hanya ada 35,8 persen ...
orang, di bawah garis kemiskinan./ Di Punjab, 11.7 persen.
Dan pendapatan rata-rata orang di desa-desa ...
masih sangat sedikit, 3 rupee per hari.
Bawa buktinya dulu ... sebelum kau bicara padaku.
Ini Laporan Forum ekonomi dunia ...
Dan ini laporan Bank Dunia.
Bank Dunia mengklaim bahwa pinjaman yang diberikan pada pemerintahanmu ...
tidak sampai ke masyarakat. Para Menterimu memakan semuanya.
Jadi mereka menolak pinjaman selanjutnya.
Kau tak tahu, Nak. Bank Dunia menetapkan kondisi ...
akan mengembargo seluruh negara bagian.
Kondisi apa, Pak? Bisakah kau jelaskan maksudnya?
Aku tak perlu memberitahumu. Aku akan beritahu masyarakat.
Masyarakat sedang menonton dan mendengarkanmu.
Jadi katakan mengapa Bank Dunia membatalkan pinjamannya.
Hal ini sulit dijelaskan. Ini bagai dokumen 1000-halaman.
Ada 18 bagian semuanya. Kau bisa lihat di sekretariat.
Bayarlah 15 Rupees dan bacakan pada masyarakat.
Pertanyaan berikutnya?/ Sebelum kau masuk politik ...
Apa latar belakang keluargamu?/ Kami dari keluarga yang sangat miskin.
Kami adalah petani./ Berapa gajimu sekarang?
Apa?/ Gajimu.
Setelah pemotongan, sekitar 18.000 per bulan.
Berarti tiap tahunnya, kau mendapatkan 216.000 ...
Sehingga kau tak mungkin punya 2 atau 2,5 juta sampai hari ini.
Tapi kau memiliki properti senilai 5 miliar.
Darimana itu, Pak?
Ya ampun! Dia membuatnya tak berkutik!
Omong kosong! Jika ingin tahu tentang propertiku ...
Ajukan kasus di pengadilan. Akan kuberitahu apa yang kumiliki.
Ada 1,4 juta kasus yang terdengar dari 15 tahun terakhir.
Kasus Harshad Mehta belum selesai.
Mereka yang terlibat dalam ledakan bom telah bebas.
Dalam kasus perkosaan, saat akan diputusan ...
wanita itu telah meninggal karna sudah 5 tahun.
Dan kau memintaku mengajukan kasus?
Ingat ini, Pak?/ Aku pernah melihatnya.
Itu selebaran kampanyemu.
Ya, aku ingat. Aku menyebarkanya sendiri.
Kami akan membentuk tatanan sosial tanpa kejahatan ...
Kami akan menegakkan hukum di masyarakat.
Wanita bisa bepergian tanpa rasa takut.
Tiap keluarga mendapat listrik, air dan juga ...
Pendidikan akan diberikan. Inflasi akan hilang ...
dan kebahagiaan akan datang, Bukannya "akan datang" ...
Mereka menulis "akan hilang" dan aku menggantinya sendiri.
Apa semuanya terwujud?/ Kenapa, tidak terwujud?
Kau bicara menegakkan hukum dan ketertiban.
Tapi kau adalah orang yang melanggar hukum.
Kau adalah orang yang mendukung adanya kasta.
Apa kau mencoba memprovokasiku dengan mengatakan semua itu?
Tidak sama sekali. Aku hanya ingin semua orang tahu kebenarannya.
Lihatlah.
Hentikan semua transportasi seluruh daerah!
Teman-temanku takkan diam Jika kau melindas tubuhku!
Dengan tubuhku, seluruh Maharashtra akan terbakar.
Seorang sopir bis membuat kota berhenti berjalan.
Ketika ditanya, dia bilang ikut partai yang berkuasa.
Sopir lainnya mengancam dengan kekerasan.
Komisaris Polisi tak bisa apa-apa ...
Karena kau melarangnya bertindak. Untuk melindungi pinjaman Bank ...
Kau biarkan kota Maharashtra terbakar.
Properti senilai 2.5 Milyar menjadi abu ...
Karena kau diam saja. Kendaraan dibakar ...
Beberapa orang terluka dan dibunuh, semua karena dirimu.
Kau tak mengizinkan siapa pun mengambil tindakan.
Karena kau tidak ingin kehilangan kursimu. Bukankah itu benar?
Dia terjebak!
Kau membuat tuduhan tanpa bukti untuk mencari sensasi wawancara ini.
Aku punya bukti.
Salah satu sopir itu dari partaiku.
Yang lainnya dari masyarakat yang membantu memilihku.
Dan mahasiswa juga membantu kita selama pemilihan.
Jika kau sentuh siapa pun dari mereka, kita akan kehilangan dukungan.
Biarkan mereka saling baku hantam.
Setelah selesai, mereka akan lelah dan lupa segalanya.
Biarkan bis-bis dibakar. Biarkan toko-toko dijarah.
Aku akan mengumpulkan komite ...
Katakan, Pak? kau hargai kursimu lebih dari masyarakat, kan?
Bicaralah, Pak!
Apa yang terjadi?/ Dia tak bisa berkutik!
Bicaralah! apa lidahmu dimakan kucing?
Matikan kamera!
Aku akan menghajarmu.
Menteri bodoh!
Katakan padanya untuk mematikannya.
Hentikan! Matika kameranya!
Dasar kau bajingan ...
Apa kalian tak mendengar? Hentikan semua in!
Hentikan sekarang atau kubakar semuanya jadi abu!
Arahkan kamera keruang kontrol. Biar kuurus dirinya.
Dia kemari dengan kamera!/ Hentikan!
Turunkan sandalmu. Ini bukan majelis negara
Mengapa mereka tak mematikannya?/ Ini siaran langsung, bodoh!
Seperti pertandingan Cricket! Seluruh masyarakat sedang menonton.
Apa mereka melihatku, juga?/ Ya. Dan sendal kotormu juga.
Orang seperti ini bisa jadi anggota DPR!
Selamat datang, Pak. Lewat sini. Silahkan tunjukkan sandalmu.
Dari mana sandalmu? Kolhapur atau Lucknow?
Dada, cukup wawancaranya. Ayo pergi.
Wawancaranya selesai, kan? Jai Hind!
Ini siaran langsung dan masyarakat melihat.
Orang-orang masih belum mendapat jawaban. Silahkan duduk!
Dubbing-an yang sempurna.
Orang yang suaranya mirip denganku bicara tak jelas ...
untuk menghasut masyarakat melawanku.
Kurasa tak perlu menjawab pertanyaan tersebut.
Aku sendiri yang merekamnya dengan kamera, Pak!
Berapa kau dibayar partai oposisi untuk melakukan pekerjaan ini?
Berapa yang kau bayar jika kau sebagai partai oposisi?
Kau bertanya pertanyaan konyol di tv satelit ...
dan berharap aku menjawabnya? Kenapa?
Sudah tugasmu untuk menjawabnya. 800 juta orang telah memilihmu.
Kau tahu siapa Kepala Mentri?
Kau pernah ke kantor Kepala Mentri?
Apa kau tahu rasanya berada disana?
Kau harus melihat berapa kali telepon masuk setiap hari.
Orang yang menangis, yang bertanya, berterima kasih, dan meminta berkatku.
Ada yang menghujatku, ada yang melecehkanku!
Kau tahu hal-hal yang harus kuhadapi?
Cuma orang yang menduduki kursi Menteri akan tahu.
Saat kerusuhan atau keadaan darurat ...
Aku tak bisa gegabah dan mengambil keputusan langsung.
Aku mencari akar permasalahan dan menyelesaikannya.
Aku tak mengajukan pertanyaan konyol. Itulah yang kulakukan hari itu.
Kau tak melakukan apa pun, Pak. Apa yang bisa diselesaikan ...
Kau bahkan mempersulitnya demi keuntunganmu.
Dan kau sekarang menyangkalnya?
Jika bermain api kau akan terbakar.
Kau tak mengerti!
Kau akan tahu saat bermain api.
Hanya sehari, cukup sehari menjadi Kepala Mentri.
Kau akan tahu sakitnya seperti apa.
Itu bukan jawaban pertanyaanku, Pak.
Yang kau katakan sangatlah bagus.
Tapi itu bukan caranya./ Begini caranya.
Ada ketentuan dalam Konstitusi.
Kita hanya perlu melewati peraturan kecil. Itu saja.
24 jam tak ada bedanya./ Pak, kau bercanda.
Kaulah yang Bercanda. Duduklah dikursiku selama sehari ...
dan kau akan tahu seperti apa rasanya.
Mahkota berduri ada dikepalaku!
Kau akan sadar banyak mendapat tekanan dari berbagai pihak.
Kau duduk di sini lalu aku akan bertanya.
Dalam program ini. Bagaimana? kau mau?
Kenapa Pak Menteri?/ Permainan satu hari.
Dengan kursi Menteri. Sejak ia berkunjung ke Bihar ...
dia terus bicara ngelantur.
Tidak, Pak. Itu tugasmu. Bukan tugasku.
Cukup? kau kehabisan tenaga?
Kalian wartawan seperti anjing, menggonggong didepan mobil.
Saat mobil telah berhenti, kau lari secepat mungkin.
Bagaimana? Kau mau menjadi Kepala Mentri selama sehari?
Ini siaran televisi langsung, nak. Semua orang melihat. Jawablah.
Terima saja! Katakanlah ya!
Haruskah kita akhiri wawancaranya?
Baik, Pak. Jika memungkinkan aku bersedia.
Akan kutempati kursimu selama sehari.
Pak Mentri terjebak! Dia akan mengadakan rapat partai!
Untung, juga. Aku akan bekerja dengan Kepala Menteri selama sehari.
Baiklah!
Jai Hind.
Ayo.
Kau telah berhasil.
Tenang ... Diam.
Pak Chavan mulai tidak waras.
Dia undang orang itu jadi Kepala Menteri dalam sehari.
Sekarang beritahu kita apa ada peraturan bodoh seperti ini?
Ada. Saat tak bisa hadir dalam rapat penting ...
Bisa diwakili dengan orang lain.
Ada preseden sebagai gantinya./ Bagaimana contohnya?
Seseorang di Bihar dijadikan Kepala Menteri dalam semalam.
Dan inilah yang terjadi saat Kepala Mentri Andhra Pradesh ...
Keluar negeri untuk operasi. Ketika pemimpin di Delhi meninggal ...
anaknya menjadi Perdana Menteri./ Tapi apa dia memiliki hak?
Baik dia mati atau sakit. Dia hanya bicara ngelantur di tv.
Jangan banyak bahasa inggrris. Katakan saja apa itu mungkin?
Mungkin, Pak. kau bisa gunakan hak kekuasaanmu ...
dan melakukannya melalui peraturan yang berlaku.
Kau tak dapat membodohi Kepala Mentri!
Untuk itu, kita tidak bisa minum racun, benar kan?
Dia benar! semua ini omong kosong.
Kau tak tahu tentang politik. Orang itu menunjukkan pada masyarakat ...
Bahwa Komisaris tidak bertindak apapun karna diriku.
Seandainya kuakui secara terbuka bahwa dia cuma mengikuti perintahku ...
Aku tak hanya akan dipukuli ...
Saat aku mencari dukungan lagi, tak ada yang mendukungku.
Jadi aku harus hati-hati padanya./ Tak masalah, Pak ...
Tapi bagaimana jika dia memberi masalah serius pada kita?
Dia tak bisa apa-apa! Sampai dia merasakan akhir tugasnya ...
Sebagai Kepala Mentri. Ini baik bagi Imejku dimata Publik.
"Balraj Chavan tinggalkan posisinya demi menentang tuduhan"
Orang-orang akan tahu betapa mudah membuat tuduhan ...
Dan betapa sulitnya mengurus negara.
Kau tahu yang terbaik. Semoga kau benar.
Pak Gubernur, ini surat pengunduran diriku.
Dan ini surat ditandatangani oleh 188 anggota parlemen ...
Untuk membuat Pak ShivaJirao jadi Kepala Menteri dalam sehari.
Aku, ShivaJirao, bersumpah ...
Bahwa akan melaksanakan tugasku sebagai Kepala Menteri Maharashtra ...
Aku akan lakukan yang terbaik.
Dengan menjadi Kepala Mentri untuk sehari ...
ShivaJirao menciptakan sejarah dalam politik India.
Acara ini diliput media dari berbagai belahan dunia.
Jadi mari kita bertemu Kepala Menteri kita yang baru.
Bahkan petugas datang naik mobil Toyota.
Dan Mentri naik bajay? Sepertinya negara ini punya masa depan.
Dari seorang reporter tv menjadi Kepala Menteri?
Aku akan bicara besok. Ijinkan aku bekerja hari ini.
Kau harus buktikan hari ini.
Segera hubungi semua kepala bagian administrasi.
Ini petugas dari bagian .../ Maaf, tak ada waktu untuk perkenalan!
Kita punya segalanya, namun kita termasuk negara miskin.
Ada tiga alasan.
1. Karna tak melaksanakan tugas dengan jujur.
2. Karna tak membiarkan yang lain bekerja dengan jujur.
3. Karena menyalahgunakan posisi dan kekuasaan.
Semua orang terlibat transaksi gelap dan seringnya menjilat ...
Melakukan suap sebagai jalan keluar ...
Dengan kekayaan mereka yang juga uang haram.
Dari OB sampai petugas, Kalian semua sudah korupsi.
Ada ribuan pengaduan terhadap petugas tersebut ...
Tapi tak ada tindakan apapun. Semua menjadi file yang berdebu.
Aku ingin kalian ke surga dan bumi untuk menggali semua file.
Pakailah telepon, taksi, atau helikopter untuk mencarinya.
Dalam satu jam, aku ingin semua file.
Jika ada yang sakit ... Aku sendiri akan membuka file untuknya!
Untuk apa semua file-file itu?
Kita akan pecat semuanya.
Kau pemimpin yang hebat!
Kau datang ke daerah kumuh untuk membagikan makanan dan pakaian?
Aku tak ingin kita punya daerah kumuh di negara ini.
Pemerintah membangun rumah untukmu, kan?
Ya, Pak./ kenapa tinggal disini?
Kemana lagi kita pergi? Untuk 2000 KK, mereka memberikan 20 bangunan.
Berapa dari kita bisa hidup di sana?/ Siapa Direktur pembangunanya?
Dia ada disini ... Kemari. Jangan sembunyikan.
Berapa jumlah bangunan yang dibuat?/ 1680, Pak.
Mereka bilang hanya 20. Kemana sisanya?
Kau pasti memberikannya pada para Mentri, benar kan?
Semua rumah yang dibangun untuk masyarakat ...
Sebagian diambil politisi. Adapun sisanya ...
75% diambil oleh pekerja pembuat rumah.
Pria ini pasti punya 25 rumah, kan?
Jika ada yang tersisa, orang-orang ini pasti dapat.
Dan mereka juga pintar. Mereka sewakan rumah mereka ...
dan pindah ketempat kumuh baru./ Pak, Tukaram juga punya rumah ...
Disewakan pada seseorang 2000 Rupees pertahun.
Kenapa kau diam saja jika tahu hal ini?
Kau tahu bagaimana menteri .../ Lupakan tentang menteri.
Mengapa tak kau lakukan tugasmu?
Mesin tiknya sudah datang?
Siapa namamu?/ Tuan ...
Cukup beritahu namamu kami akan urus sisanya.
Tulis surat pemecatannya./ Apa yang kau lakukan, Pak?
Aku akan mati! jangan lakukan itu, Pak! Maafkan aku!
Hentikan, pak ...
Katakan sesuatu, Pak .../ Tentu. Ketik dengan cepat.
Aku akan hancur, Pak
Dimana kau diberi rumah?/ Di Shastri Nagar, Pak
Mari ikut aku.
Ambil truk dan bawa semua orang pergi ke Shastri Nagar ...
ke rumah mereka./ Baik, Pak!
Hei Gendut! selamat tinggal pada pekerjaanmu!
Disini, Pak!
Ada apa ini?/ Dimana pemilik rumahnya?
Aku!/ Siapa namamu?
Aku Tukaram. Dan kau ...?/ Kau Tukaram, aku Bill CIinton!
Dialah Kepala Menteri yang bertugas dalam sehari.
Kenapa tak bilang? Mari, Pak ...
Kita takkan masuk Kau yang keluar.
Mengapa aku harus keluar?/ Rumah ini diberikan untuk Tukaram.
Dan kau tinggal di sini secara ilegal./ Aku membayar sewa!
Mengapa aku harus pergi?/ Jika kau tak pergi ...
Kau akan dipenjara./ Penjara?
Selama delapan tahun./ Delapan tahun?! sebentar ...
Kemasi barang-barangmu, Rajinder Kaur! kita kembali ke Bhatinda.
Periksa semua rumah. Aku tak ingin ada orang luar.
Kubawa mereka semua, Pak!/ Usir semua penghuni ilegal.
Orang-orang ini akan tinggal di sini sekarang.
Begitu kita pergi, jika kau sewakan rumahmu lagi ...
dan tinggal di daerah kumuh, Kepala Menteri akan memenjarakanmu.
Siapa yang suka tinggal di tempat kumuh? Kami menganggur, kau lihat.
Kami menyewakan rumah untuk makan sehari-hari.
Kami akan berterima kasih jika kau bisa memberi kita pekerjaan, Pak!
Aku cuma menjadi Kepala Menteri sehari.
Jika kalian ingin aku membantumu, kalian harus mengubah
Barang yang kalian beli, dari jarum ke motorcar dan masih banyak lagi ...
Pastikan kalian membayar pajak saat kalian membelinya.
Pajak Penjualan adalah hak pemerintah. Pada pembelian emas dari 1000 rupee ...
4 % dari pajak penjualan yaitu sekitar 40 rupee
Jika kalian tidak meminta bukti pembelian barang ...
Dia mengambil keuntungan dari itu dan seluruh transaksi ...
Menjadi uang yang tak sampai pada pemerintah.
Jadi, kau harus membayar pajak penjualan.
Jika tidak, lama kelamaan kau harus membayarnya juga.
Jangan diterima jika penjual tak memberi nota yang benar.
Ini notanya. 440 Rupees./ Aku ingin nota yang benar.
Aku juga!
Jika ada yang menolak memberikan nota, Silahkan lapor pada polisi.
Para pemilik toko yang tak memberi nota dan membayar pajak penjualan ...
Ijin penjualannya akan dicabut.
Berapa jumlah pajak penjualan kita?/ 4 juta, Pak.
Berapa kita membayarnya?/ 400.000.
Tak heran dia bertanya. Bayar hari ini, atau dia akan mencabut ijin kita.
Apa yang dia lakukan?/ Dia tolol!
Seolah-olah bangsa akan maju dengan memulihkan pajak penjualan.
Berapa pendapatan dari pajak penjualan dalam sehari?
Untuk kita atau bendahara?
Bendahara!/ Aku tidak tahu.
Jadi apa yang kau tahu sebagai menteri?
Apa ini?/ Tangkap dia!
Apa ini?/ Magnet.
Dia menggunakan itu pada pelanggan./ Berapa jumlah beratnya?
Sekitar 200 gram./ 200 gram dalam dua kilo gula.
Berapa kali kau pakai dalam sehari? Bicaralah, atau kau akan ditangkap.
Apa ini?/ Piala Dunia.
Saat ini dipakai, kau mendapat 2,5 Iiters bukannya 5.
Mereka juara saat menjadi pencuri, Pak.
Ini semua menghasilkan sampai 1500 Rupee sehari.
Jadi dalam sebulan mendapat ...
Ia mendapat banyak uang daripada gaji Kepala Menteri.
Kau tak punya uang?
Mereka yang berkeliling kota, memungut kain, kertas plastik dll ...
Mereka buruh dan bekerja keras demi mendapat uang.
Kita apakan dia?/ Kita hajar bersama-sama!
Kusarankan, kita serahkan saja pada masyarakat.
Tiap orang mendapat 100 gram dari dia.
Tidak, kita cabut ijin berjualannya. Siapa nama kau?
Beri nama asli atau kau akan dihajar masyarakat.
Siapa namamu?/ Satyavan.
Penipu, eh?
Kepala Mentri mengambil keputusan langsung dan cepat.
Waktu keluhan masyarakat, Pukul 12 siang sampai 13:00.
Hubungi nomor ...
Aku ingin bicara dengan Kepala Menteri./ Silahkan.
Aku menelepon dari rumah sakit umum di Kolhapur.
Anakku sakit flu parah. Aku telah membawanya kemari.
Dokter yang memeriksanya seharusnya datang pukul 10.
Tapi dia belum muncul. Tubuh anakku panas!
Kumohon lakukan sesuatu, Pak!
Apa ada orang disekitar situ? Berikan teleponnya.
Aku petugas jaga, Vithal./ Kapan dokter akan tiba?
Seharusnya ia sudah datang./ Apa dia selalu terlambat?
Dia punya klinik sendiri, Pak.
Jika tugasnya disana selesai, dia akan datang ke sini
Siapa nama dokternya? I.K. Gadgil
Kau akan segera menerima faks.
Berikan pada dokternya dan bilang dia telah dipecat.
Dia tak perlu ke rumah sakit lagi. Biarkan dia mengurus kliniknya.
Kau siapa, Pak?
Suruh dokter lain datang untuk mengurus anak itu.
Aku Sakubai dari Nagpur, Pak. Kami mengumpulkan setiap sen ...
dan membeli skuter untuk suamiku jadi ia bisa pergi bekerja.
Skuternya telah dicuri. Sudah sebulan ...
kita lapor polisi. Tapi tak ada tanggapan apapun.
Saat kita berbicara pada inspektur, ia menggunakan bahasa kasar.
Kumohon bantu aku, Pak./ Keluhan ini atas namamu?
Nama suamiku, Pak. Atmaram!
Pak, aku Atmaram./ Silahkan!
Aku telah melapor bahwa skuterku dicuri sebulan yang lalu ...
Jadi kenapa ...?/ Apa ada beritanya?
Orang kehilangan mobil dan van tak pernah ada jejaknya.
Jadi apa bagusnya skutermu?/ Siapa namamu?
Uday Mohite.
Mau apa dengan namaku? Melaporkanku?
Kau akan mengeluh kepada D.S.P. ?
Itu sia-sia. Tak peduli pada siapa kau mengeluh ...
Skutermu sudah hilang dan dijual. Carilah sendiri!
Apa mesin faksmu menyala?/ Kenapa, apa urusanmu?
Kau telah mendapat surat pemecatan.
Periksa jika sesuai atau akan kukirimkan lagi.
Kau siapa, Pak?
Dari Thane. Ada Panggilan darurat, Pak./ Ada apa?
Seseorang ingin bicara padamu./ Dari siapa?
Kadal! apa-apaan ini?
Hebat, kelelawar! kau berhasil. Terus semangat ya!
Kau menonton tv?/ Ya.
Kemeja Apa yang kau dikenakan? kau akan keren dengan kemeja biru.
Kemeja biru ...? Baiklah. Sudah dulu.
Kemeja biru untuk Kepala Menteri.
Apa ini Kepala Mentri?/ Ya?
Aku menelepon dari "A.M. colleague Women's", Pak.
Banyak Pria menggoda sudah kelewat batas, Pak!
Preman dari daerah sini selalu melecehkan gadis di sini.
Ini masalah sehari-hari, Pak./ Apa ada kantor polisi terdekat?
Meskipun sudah melapor Polisi takut untuk mengambil tindakan.
Tunggulah disana. Kami datang.
Hubungi inspektur didaerah itu. Segera!
Jika saja kau cepat ambil tindakan./ Mundur ... cepat!
Siapa yang menghubungiku ...?/ Aku.
Kenapa dengan gadis itu?/ Preman menyeretnya ...
dia terluka di kepala dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Pak Bansal, Tindak lanjuti hal ini.
Apa yang kau lakukan saat begitu banyak keluhan?
Ini kecelakaan kecil, pak .../ Dia berbohong!
Tenang. Aku bicara dengannya./ Kau bicaralah.
Ada sejumlah preman di daerah kumuh di dekatnya.
Pemimpin mereka adalah Ranga, seorang pembunuh politikus.
Dia punya dukungan dari sejumlah pemimpin politik.
Jadi tak ada yang mengusik mereka. Mereka berjalan seperti anjing gila.
Mereka sering melecehkan, menarik tangan setiap gadis ...
Menepuk punggung kami ... bahkan meremas payudara kita.
Apa kau tak malu? Untuk apa kau digaji?
Kita tidak bisa masuk kedaerah itu.
Inspektur pernah pergi ke sana untuk menangkapnya.
Dan mereka menggantungnya di alun-alun./ Apa kau tak punya pistol?
Polisi macam apa kau?
Aku tak mendapat Izin Komisaris.
Menteri meminta diamkan saja, Pak!
Kalian semua adalah pencuri!
Tulis semua nama dalam daftar. Jangan ampuni siapapun.
Dimana Ranga tinggal?/ Di bukit.
Ranga, aku pernah melihat daerah itu.
Itu daerah kita. Mereka menayangkannya di tv.
Lihatlah dia! Bukankah dia Kepala Menteri dalam sehari?
Ini memang dia.
Kamar siapa yang dia datangi?/ Kamarmu.
Datang untuk mewawancaraiku, kan?
Pakailah makeup dulu.
Kau akan mengambil gambarku?
Ini seperti Matrix 2.
Berlutut.
Wanita seperti saudaraku./ Yang keras!
Berapa jumlah pajak penjualan, Bansal?
Tidak ada yang bisa mendapat 2.5 miliyar dalam sehari.
Anggarkan seluruh uang bagi kesejateraan masyarakat miskin.
Semakin mereka mampu, semakin mereka berhasil.
Apa daftarku siap, Pak Bansal?/ Ya, Pak. Tumpukan yang besar.
Pak Cela, Pak Taluk, mereka memberitahu setiap orang yang menjadi jutawan
Semua ini yang tidak melaksanakan tugas dengan jujur.
Orang-orang ini seperti pengganggu.
Dan mereka orang-orang yang menyalahgunakan kekuasaan.
Jumlah mereka semua sekitar 45.518 orang.
Pecat mereka semua.
Ini akan sampai tengah malam jika kau menanda tangani semua pemecatan ini.
Jangan berikan satu-persatu. Sebar lewat internet.
Seperti hasil ujian yang ditampilkan di papan pengumuman.
Akan kuperintahkan kolektor untuk memecat mereka.
Tapi disini ada Kolektor juga./ Kau tanda tangani surat pemecatan mereka.
Jika namamu ada didaftar ini, akan kutanda tangani juga.
Lidahku sangat kotor, Pak. Tapi tanganku bersih.
Bagaimana mereka mendapat keberanian melakukan hal kotor semacam ini?
Dari para Menteri, Pak. Mereka berbagi rampasan juga.
Menteri yang mana?/ Bukan yang mana ...
Makanan, keuangan, pajak dll ... seluruhnya 12 departemen.
Apa yang kita lakukan dengan mereka?/ Penjarakan mereka semua!
Lakukanlah.
Turunkan ShivaJirao ...
Minggir.
Itu pasti terjadi.
Polisi telah tiba.
Aku memiliki bukti korupsi dari 12 menterimu.
Maafkan aku tak ada pilihan lain kecuali menangkap mereka.
Kuhajar sekali dan kau akan berputar seperti gasing!
Suruh mereka masuk.
Jika menyentuh siapa pun, Aku akan mematahkan tanganmu!
Tidak mudah melakukan itu. Seluruh masyarakat melihat.
Kumohon untuk kerja samanya.
Kenapa kalian kemari?
Dobrak pintunya.
Aku ingin buang air.
Apa yang sudah kau lakukan, Pak Chavan?/ Pergilah.
Aku tak mendapat apapun dalam sehari, tak juga melayani orang.
Aku tak hanya melakukan tugas Kepala Mentri ...
Seandainya kau lakukan dalam lima tahun terakhir ...
Negara kita pasti akan berkembang pesat.
Terima kasih banyak.
Tugasmu sebagai Kepala Menteri telah usai. Kau boleh pergi sekarang.
Aku punya waktu 5 menit untuk pergi. Tugas terakhir yang harus kulakukan
Kau berada di akar korupsi menterimu.
Kau berperan penting dalam korupsi mereka.
Oleh karena itu, aku menangkapmu juga.
Lintah ini tak ada dalam daftar kita!
Janganlah seperti anak kecil. Kau tak mengerti hukum.
Kepala Mentri bukan pemabuk yang dapat kau tangkap sesukamu.
Kau perlu ijin Gubernur untuk melakukan itu.
Perlu perintah Mahkamah Agung. Ada banyak formalitas lain.
Maaf tapi aku sekarang Kepala Mentri.
Kau orang biasa.
Tangkap dia.
Kesenanganmu baru saja dimulai.
Ada yang ingin kau katakan, Pak?
Apa tuduhan itu benar?
Saat dia dibebaskan, dia akan menghabisiku.
Para pengacara sudah datang.
Pengacara!
Tak berguna! Kapan kalian membebaskanku? Besok mereka akan memenjarakanku!
Lakukan sesuatu!/Jangan khawatir pak. Semua telah diatur. Cukup tanda tangani.
Kita akan menemui hakim untuk memberikan jaminan.
Aku ingin pengadilan untuk menangguhkan semua perintahnya.
Aku akan membuat permohonan membatalkan perintah.
Boleh kita pergi?/ Enyahlah!
Hey Bansal berhenti.../ Sial!
Apa yang kau sembunyikan? Tidak, Pak. Aku Hanya berdiri di samping.
Kemarilah./ Pak, aku tak tahan melihatmu seperti ini.
Aku Hanya berdiri di pojok dan menangis./ Sandiwara tidak berpengaruh padaku.
Kau mengajarinya melakukan semua ini, kan?/ Aku bersumpah demi kursimu!
Kau menjadikannya Kepala Mentri./ Aku hanya melakukan tugas ...
Bersama Kepala Mentri. Aku hanya bersandiwara.
Dia tak berpendidikan, ia tak tahu apa-apa.
Tapi ia bisa belajar. Parahnya lagi, ia memahaminya hanya dalam sehari.
Jangan main-main denganku dalam masalah ini. Besok pagi ...
Aku menjadi Kepala Mentri lagi./ Tidak! Maafkan aku! Aku punya anak.
Aku bisa saja melempar asam kewajahnya.
Lupakan saja. Aku akan membiarkannya./ Tidak, Pak. Dia berani berteriak padamu.
Kita harus lakukan sesuatu! Haruskah kupatahkan tulangnya?
Kau akan mematahkan tangan pria yang melukaimu. Dia menamparmu
Dan kau biarkan dia pergi?/ Tapi takkan kumaafkan dirinya.
Keparat itu mencemarkan namaku setelah 30 tahun berpolitik.
Yang telah dilakukannya dalam sehari, ia harus merayakannya ...
bermandikan susu, madu, dalam darah.
Gila! menghancurkan 45.500 orang hanya dalam sehari.
Seorang Pengawas yang tak terlihat! Apa Shivaji Rao melakukannya untukmu?
Boleh aku minta soda?/ Soda! silahkan menikmatinya!
Ini.
Jika ia jadi perdana menteri, ia akan merubah segalanya dalam waktu singkat.
Kepala Mentri sehari, Shivaji Rao!
Kenapa, Pak?/ Aku jatuh dalam lumpur.
Kenapa pakai soda?/ Tak ada air.
Tak ada air di tokomu? Dia membersihkan seluruh Maharashtra dalam satu hari.
Dia harus dibersihkan dalam semenit.
Shivaji Rao ada di sini!/ Singaku!
Singa pemberani! Mainkan musiknya!
Turunkan dia. Juhkan anakku dari mata jahat.
Ayo, berfoto dulu.
Ayolah, menikah denganku./ Apa ...?
Untuk sehari saja!
Dia terlalu sibuk. Aku bebas. Jadi bagaimana menurutmu?
Kepala Mentri!/ Dia Shivaji Rao.
Salam, Bapak Menteri./ Aku bukan menteri.
Tenang.
Nak terimalah ini./ Terima ...?
Bajumu./ Untuk apa?
Untuk padi ini./ Aku tak mengerti.
Menghilangkan perantara antara para petani dan pemerintah ...
adalah bantuan yang sangat besar. Sekarang kita bisa menjual langsung ...
Kepada pemerintah. Keuntungannya, kami mendapat 5000 dalam satu ton.
Setiap tahun, kami memberikan padi pertama pada dewa.
Sekarang engkaulah Dewa kami.
Ya, Nak!
Tidak, itu terlalu berlebihan. Kumohon jangan bicara seperti ini.
Kami memberikan dari hati. Terimalah./ Tolong terimalah.
Apa yang akan kulakukan dengan padi ini? Kumohon berilah pada Dewa.
Ambillah, kumohon.
Karena cinta, rasa hormat yang kau berikan padaku, aku menerima ini.
Kulakukan perjalanan jauh demi Manjari-ku, dan kau menjauh dariku?
Ada apa? Bicaralah.
Dengan hadiah padi mereka menganggapmu Dewa. Tapi apa yang harus kuberikan?
Hidup adalah yang paling berharga, tapi hidupku bukan apa-apa ...
Aku ingin menghabiskan hidupku denganmu. Dan bagi seorang wanita ...
ada sesuatu yang lebih berharga daripada kehidupan. Kehormatannya.
Kuberikan padamu semua milikku./ Manjari, apa kau sudah gila?
Tak ada lagi yang bisa kuberikan padamu.
Aku tak ingin apa-apa. Kepercayaanmu padaku ...
lebih dari cukup bagiku.
Mari kita hadapi pasang surut hidup bersama-sama
Ijinkan kuberbaring dibahu orang yang kucinta
Ijinkan aku tidur dan terjaga dalam pelukanmu
Diriku sudah tak tahan lagi
Apapun yang orang katakan Aku tetap mencintaimu
Sekaranglah saatnya
Atau takkan pernah
Marilah kita bercinta
Biarkan cinta meracuniku
Bagaikan kalajengking
Ijinkan aku membawamu pergi kedalam mimpiku
Ijinkan dirimu kusembunyikan dari muka bumi ini
Aku ikut denganmu
Aku bagaikan kakimu
Saat aku menutup mata bawalah aku dalam pelukanmu
Sekaranglah saatnya
Atau takkan pernah
Marilah kita bercinta
Biarkan cinta meracuniku
Bagaikan kalajengking
Mari kita hadapi pasang surut hidup bersama-sama
Ijinkan kuberbaring dibahu orang yang kucinta
Ijinkan aku tidur dan terjaga dalam pelukanmu
Saat hati sedang terbakar siapakah yang bisa tidur
Kenangan tentang dirimu menyerang tidurku
Bulan dan bintang-bintang
Berjalan bersama kita
Seumur hidup mereka menyaksikan cinta kita
Sekaranglah saatnya
Atau takkan pernah
Marilah kita bercinta
Biarkan cinta meracuniku
Bagaikan kalajengking
Mari kita hadapi pasang surut hidup bersama-sama
Ijinkan kuberbaring dibahu orang yang kucinta
Ijinkanku berlindung dipelukan orang yang kucinta
Setelah Shivaji Rao membeberkan kasus korupsi ...
Yang dilakukan kabinet Chavan Balraj,
Menyebabkan banyak koalisi yang mundur.
Pemerintahan Chavan jatuh. Pemilu baru telah diumumkan.
Lihat! tikus menjatuhkan gajah.
Siapa yang akan kau calonkan jadi Kepala Menteri mendatang?
Terakhir aku memilih banyak yang korupsi, Saat aku memilih Chavan ...
Dia ternyata lebih korupsi. Dan si-bajingan Mishra ...
menggunakan kesempatan untuk menggulingkan pemerintahan.
Mereka semua tak ada yang benar. Kami jadi bingung akan memilih siapa ...
AKu takkan memilih./ Kita harus punya wajah baru.
Berikan Mentri satu hari itu, pekerjaan yang permanen.
Shivaji Rao adalah orang yang tepat.
Hanya satu orang yang tepat untuk dipilih sekarang yaitu Shivaji Rao.
Satu-satunya pria yang tepat Shivaji Rao. Sisanya semua hanya seperti kita.
Untuk apa?/ Namamu banyak diperbincangkan.
Kau harus menghentikan keributan.
Aku tak tertarik dalam politik./ Aku bersamamu. Jangan takut!
Kau takkan dapat kesempatan baik lagi.
Aku pria normal yang mencari hidup normal. Tidur 8 jam sehari.
Makanan memasakan mama, dan melihat kartun Papa.
Dan bebas melakukan apa pun. Minggu nonton film ...
"Pav Bhaji" di pantai dan aku mencintai desaku.
Aku punya segalanya, kecuali pekerjaan pemerintah.
Aku ikut ujian cpns./ Pemerintah menginginkanmu ...
Dan kau malah ikut cpns?
Kata-kata Shivaji Rao, pria yang mengguncang India dalam sehari?
Papa merasa ada yang kurang dengan masakan mama, lalu mama memintanya memasak.
Suatu hari Papa masuk dapur dan memasak. Secara kebetulan masakanya enak.
Bukan berarti dia bisa masak setiap hari. Memasak bukanlah pekerjaannya.
Dia penggambar kartun yang baik, dan aku reporter yang baik.
Apa kau akan menghabiskan sisa hidupmu mengajukan pertanyaan dengan mic?
Tugasku menyampaikan berita untuk masyarakat./Apa itu cukup?
Kau tak ingin melayani negaramu sendiri?/ Aku ingin, tapi bukan sebagai politisi.
Sebagai bagian dari eksekutif./ Persetan dengan eksekutif.
Setelah koruptor itu, masyarakat sedang menunggu Shivaji Rao ...
untuk menunjukkan pada mereka kenyataan setelah ia menjadi Kepala Menteri.
Mereka menunggu dengan menahan napas dan Shivaji Rao mengatakan ia ingin tidur.
Dia ingin senang-senang. Mengapa kau berhenti?
Kau masih bisa menjadi Kepala Menteri.
Hancurkan semua.
Mereka datang. Ingin menonton film? seperti film "Bandit Queen"
Ingin jadi Kepala Menteri selanjutnya?
Silahkan menjadi Kepala Menteri.
Hentikan.
Kau pikir siapa dirimu?
Ingin mewawancaraiku?
Ambil gambar disini.
Silahkan jika kau ingin! Ingin mengambil gambar?
Ini, ambil gambarnya ...
Bagus. Mendekat ke tempat terang.
Dasar keparat!/ Apa kau bilang?
Apa dirumahmu ada air?/ Ya, ada.
Mengapa air kita mati?
Listriknya mati./ Tapi yang lain nyala!
Entahlah.
Teleponnya juga mati.
Aku ingin membuat pengaduan./ Berapa departemen yang kau adukan?
Siapa kau?/ Aku dari pemda.
Ada apa ini?/ Kau menyalahi aturan ...
dalam membangun rumah ini. Bangunanmu lebih sekitar 8 inci disini.
Kantor komisaris memberi surat perintah pembongkaran.
Bangunan ini sudah berdiri 30 tahun. Mengapa tiba-tiba dipermasalahkan?
Bahkan tak ada peringatan./ Kau telah diperingatkan.
Tapi tak memperhatikan./ Kapan kau mengirimnya?
Mengapa aku tak tahu?/ Bulldozer lakukan ...
Kau mengganggu kita.
Apa yang kau lakukan?
Hentikan!/ Jangan lakukan.
Jangan halangi aku.
Hentikan.
Lepaskan.
Jangan halangi aku.
Ada apa ini ...?
Apa yang terjadi?/ Mengapa kau diperban?
Ada masalah di QTV. Cedera ringan. Sebentar juga akan sembuh.
Shiva, mengapa ini terjadi pada kita? Mereka menghentikan air
Kemudian mereka mencabut listrik dan juga telepon.
Sekarang mereka menghancurkan rumah kami, Shiva!
Jangan menangis./Lakukan sesuatu untuk menghentikan hal ini.
Bawa mama kedalam.
Ayo.
Cukup. Mereka menghancurkan rumahku! Aku takkan tinggal diam!
Balraj Chavan dalang semua ini. Pergi carikan aku pengacara.
Berhenti.
Kau ingin melawanya di pengadilan? Baiklah, lanjutkan.
1,4 juta kasus yang tertunda. Ingat yang kau katakan di tv?
Kasusmu juga akan tertunda.
Sejak tahun 1947, banyak politisi diadili di pengadilan.
Tapi adakah yang dihukum? Sementara kasus sedang diperiksa ...
dia bebas bersenang-senang, sampai ia mati karena usia tua.
File ditutup dan dibiarkan untuk tempat kecoa bertelur.
Kau ingin aku diam saja, Pak Bansal? Aku dari media.
AKan kuadakan konfrensi pers. Ini akan merusak wajah Balraj Chavan.
Lupa dengan yang ia lakukan pada QTV?/ Pak, Apa aku berbuat salah?
Di negeri ini, berbuat baik adalah perbuatan buruk.
Aku hanya mewawancarainya, dan aku melakukan pekerjaanku.
sebagai Kepala Mentri sehari secara tak sengaja. Sebagai Mentri ...
Kulakukan apa yang harus dilakukan. Tapi itu sudah berakhir.
Aku kembali menjadi orang biasa. Mengapa mereka masih mengejarku?
Siapa bilang kau orang biasa? Saat kau mengambil kursimu ...
sebagai politisi, kau sudah masuk dunia politik.
Jika diam saja kau akan hancur dan dibiarkan membusuk.
Kau berharap Balraj Chavan melepasmu begitu saja?
Kalau ia menang pemilu, polisi akan menangkapmu.
Kalau ia kalah, preman menghajarmu. Ia takkan pernah melepaskanmu.
Bagaimana mengakhirinya?/ Kau pindah atau masuk dunia politik.
Aku takkan masuk dunia politik./ Jika tak mau hentikan keluhanmu.
Inilah mengapa pria seperti Balraj Chavan selalu menang.
Saat bertarung, kau sembunyikan ekormu di antara kedua kakimu.
Kau bagaikan kutukan di negeri ini. Kau tunjukkan mimpi pada mereka ...
Lalu kau katakan pada mereka itu tidak pernah bisa.
Ayo.
Shivaji Rao bangun.
Tidak! Jangan mengambil fotoku! Aku akan kehilangan pekerjaanku.
Ijinkan kujaga pekerjaanku sampai ia jadi Mentri.
Kau kembali?/ Tak bisa kuubah. Aku bawahanmu.
Apa keputusanmu?
Ingin buang air, mengerti? Minggir, pria ini ingin buang air.
Jaga sikap kalian. Jangan menghalangi. Mundur semuanya.
Apa kau tak lihat dia mau kemana? Aku tahu. Aku pemimpin oposisi ...
Kumar Vishal. Aku tahu kau ingin memakai toilet pertama kali.
Aku sudah di sini sejak pukul 5 pagi. Bergabunglah dengan partai kami.
40 legislator akan ikut partai. Tak perduli kau atau aku menjadi ...
Kepala Mentri, kita akan putuskan pada rapat umum nanti.
Dengar ...
Aku punya sedikit uang untukmu ada dalam mobilku.
Jumlahnya sekitar 100./ Seratus apa?
Seratus Juta./ Dia sedang terburu-buru.
Dengarkan aku./ Ditoilet masih berbicara politik.
Ini adalah nasib kami! kau bertanggung jawab ...
untuk apa yang kau telan? Dia akan menghitung apa yang ia telan. Duduk.
Salam, Pak Shivaji./ Bukan Ji, tapi Ja!
Kami dari "Partai Amanat Bangsa". Bergabunglah dengan Partai kami.
Kau akan menjadi Mentri berikutnya. Pemimpin kami berjanji.
Untuk memberikan 500 juta. Katakan saja kau mau bergabung dengan partai kami.
500 juta? Kantor Pajak?/ Pak, Topi ...
Ya?/ 2 juta untukmu.
Sebagai komisi untuk membujuknya./ Dasar Keparat! Pencuri!
Aku Hemant Mishra dari partai aliansi.
Tidak bisa masuk melalui pintu. Jadi aku lewat tangga saja.
Tak masalah politik kita juga naik turun./ Tidak masalah jika kau tak ingin ...
Masuk dunia politik. Yang harus kau katakan hanyalah aku seperti saudaramu.
Aku akan memerintah atas namamu. Pedang yang kau pegang dalam sehari.
Kupegang setiap hari selama setahun.
Dari partai mana itu?/ Shiva, anakku ...
Ayo.
Partai petani.
Nak, di tv diberitakan bahwa kau dipukuli hingga terluka.
Manjari menangis saat mendengarnya. Aku tak tahan melihatnya menangis.
Jadi aku mengajaknya kemari./ Bagaimana keadaanmu?
Lebih baik.
Bisa kita bicara empat mata?
Semua orang membicarakanmu. Aku khawatir mereka akan ...
menyeretmu dalam dunia politik. Kau jangan masuk. Itu rawa yang kotor.
Jika masuk kedalam kau akan terhisap.
Aku tak egois. Aku memberitahumu sebagai ayah.
Sebelum melakukan hal seperti itu, luangkanlah dirimu untuk Manjari.
Nak, aku menyukainya./Shiva, lakukan yang kukatakan. Nikahi dia.
Kita jauhi saja dunia politik yang kacau ini.
Topi, jangan halangi./Aku yang mengontrol dan bertanggung jawab.
Kau telah menjadi orang besar! Kau tahu berapa jumlah orang yang ingin melihatmu?
Para Pemuda siap mati untukmu sejak kau dipukuli.
Dengarlahi "Shivaji-Shivaji-Shivaji" ditiap saluran. Seluruh dunia ...
terpaku pada televisi menunggu jawabanmu ya atau tidak. Bagaimana pendapatmu?
Maaf. Aku tak bisa berkata apapun. Aku orang sederhana. Aku dipukuli
Rumahku dihancurkan, Aku orang yang bermasalah.
Kumohon pada kalian, Tinggalkan aku sendiri.
Mari ikut aku.
Mereka datang tak dibayar,tak mengharapkan ayam atau apapun.
Mereka kemari tak dijemput. Mereka kemari keinginan sendiri.
Karena mereka percaya. Kau orang baik, pemimpin baik.
Dia akan memberi kita masa depan yang lebih baik.
Tanya siapa pun pasti akan menjawab ia ingin jadi seorang dokter, PNS.
Tapi tak ada orang yang ingin jadi pemimpin. Tanyakanlah ...
Semua orang menjauhi politik, karena kotor. Tapi tak ada yang bersedia ...
membersihkannya. Mereka menyerahkan negara di tangan ...
Singa tua, yang bahkan tak punya waktu untuk hidup.
Di negara ini, tiap orang bercita-cita mendapat gaji 20.000 rupee ...
Dan menikahi gadis cantik. Saat pensiun kau berharap punya simpanan ...
untuk membeli 1/2 hektar tanah di pinggiran kota.
Untuk membangun rumah 700 m2. Dicat kuning, dan taman ...
untuk berbaring di bawah sinar matahari, saat kau membaca koran kau ...
berkata pada istrimu, "sayang, politik sudah merusak negara ini "
Kau tak berhak menyalahkan politisi.
Seandainya Mahatma Gandhi hanya diam bersama istri dan anak-anaknya ...
Kau pasti sedang membersihkan kotoran di rumah orang-orang Inggris.
Jika Thomas Edison tidak meninggalkan rumah apa kita akan punya listrik?
Seandainya Graham Bell berpikir sepertimu, apa kita akan menggunakan telepon?
Sebelum mati, bahkan ulat sutera memakai ludahnya untuk membuat sutra ...
Yang akan selalu diingat, Oleh kita manusia.
Lihat dia. Betapa menderitanya dia? Kau siapa baginya?
Sejak pukul 5 pagi ia menunggumu. Hei, kenapa kau di sini?
Apa ini pertunjukkan?
Negaraku menjadi lumpuh, sepertiku. Buatlah berjalan.
Berita hangat. Shivaji Rao yang baru mendirikan "Partai rakyat sejahtera" ...
telah memenangkan poling dengan rekor pemilihan.
Dia kandidat calon pemenang.
Bukan Hanya mayoritas. Dirinya memenangkan semua kursi.
"Selamat" kadal
Kuharap kita akan lakukan bersama apa yang kulakukan saat bertugas sehari.
Aku telah menunjuk dua menteri untuk masing-masing departemen.
Satu, yang berpengalaman. Satu lagi yang muda bersemangat
Hukum kita punya segalanya tapi tidak diimplementasikan.
Kita punya undang-undang korupsi. Tak peduli bagaimana kita berusaha ...
Upaya pemerintahan menjadi upaya sia-sia. Kita harus mencari jalan keluarnya. Kenapa?
Kita harus menghukum yang bersalah, kita harus adil. Sudah kupikirkan caranya.
Kotak pengaduan./ Fasilitas itu sudah pernah ada.
Jika itu tidak berguna, itu karena tidak terjangkau ...
Oleh masyarakat biasa. Kita akan buat Departemen pengaduan terpisah.
Ini berjalan langsung di bawah pengawasanku.
Kotak pengaduan akan ditempatkan di setiap desa, di setiap perempatan.
Air, listrik, lubang di jalan ...
Pegawai menerima suap, termasuk aku, jika aku berbuat salah
Jangan takut untuk mengadukan. Tindakan akan diambil dalam 24 jam.
Tak peduli seberapa besar masalah, akan diselesaikan dalam seminggu.
Dihari kulihat kotak pengaduan kosong, Aku akan tahu pemerintahanku berjalan baik.
Dihari kulihat kotak pengaduan kosong, Aku akan tahu pemerintahanku berjalan baik.
Pemain baru ini menghancurkan semua pihak hanya dalam satu hentakan.
Selama dia di kursi, kita tidak bisa berbuat apa-apa.
Aku berpikir untuk kembali berbisnis cabe di Kolhapur.
Bahkan sekarang menjual cabe sangat sulit. Dia akan memantau ...
Di tiap pasar harga yang kau buat. Tentang pajak ini, itu ...
Dia juga masih menyelidiki 800 kasus, dari file lama.
Dia takkan berhenti sampai melihatku membusuk di penjara.
Kita harus lakukan sesuatu, untuk menyelesaikan ini.
Pandu, kau urus dia.
Terimalah ini./ Apa itu?
Entahlah, Shivaji mengirimnya.
Untuk gadis desa! handpone?
Ini bagaimana?/ Tekan "Oke".
Bicaralah!
Begini.
Bagaimana kabarmu Manjari?/ Kau masih mengingatku?
Mengapa kau bisa bicara seperti itu? Dari semua bunga yang aku terima ...
Aku menangis saat melihat kiriman darimu. Aku merana karna rindu padamu.
Tidak ada yang bisa menghentikanku. Tapi karna tanggung jawab, aku tak bisa pergi.
Aku menelepon Patil berkali-kali. Dan Ayahmu mengangkatnya.
Dia bilang kau tidak di rumah dan dia menutup telepon.
Itu sebabnya aku memberimu ponsel. Saat kau ingin bicara, hubungi aku.
Kau tak ingin menemuiku lagi?/ Aku datang hari Minggu.
Hari Minggu masih 5 hari dan 6 malam! Bagaimana jika terjadi sesuatu ...?
Ayah mencari menantu PNS untukku. Tak perduli apa kerjanya ...
tukang pos atau pegawai kelurahan, Pegawai PLN atau dokter hewan.
Aku sangat takut./ Jangan khawatir. Aku akan ...
Pak, orang IT sudah menunggumu.
Manjali, aku akan menghubungimu lagi.
Aku ingin bicara dengannya./ Siapa dia? Ada 36 orang di sini ...
Termasuk aku. Kau siapa Nona?/ Aku Manjali.
Manjali. Seharusnya bilang dari tadi. TUnggu sebentar.
Telepon untukmu./ Dari siapa?
Kadal./ Bilang akan kuhubungi nanti.
Dia sibuk. Dia akan menghubungimu nanti.
Topi, aku Manjari./ Aku Topi, tolong bicara yang jelas!
Bodoh, berikan telepon padanya. Dia sedang bicara dengan orang IT Jepang.
Akan kuberitahu saat ia tak sibuk./Semua orang bicara begitu, tak ada yang mengerti.
Ia juga tidak menelepon. Jika ia tak ingin bicara denganku, mengapa memberi ponsel?
Kepala Mentri memang seperti itu. Waktu mereka bukan milik mereka.
Sayang bawa diriku
Sayang kumohon padamu
Bawalah diriku kelangit
Aku sibuk bermain pedang
Bagaimana bisa bermain dengan cintamu
Lihatlah diriku ini
Bagaimana kekasihmu menyelamatkanmu
Sayang bawa diriku
Sayang kumohon padamu
Bawalah diriku kelangit
Pegawai Pemerintah?
Kau adalah raja tanpa nama
Apa gunanya dirimu Kepala Mentri
Kutukan dari bibirmu nafsu di matamu
Kenapa kau tersipu-sipu
Kau tidak berperasaan mengapa sangat egois
Aku selalu berdoa
Sekarang terserah padamu, sayang
Sayang bawa diriku
Sayang kumohon padamu
Bawalah diriku kelangit
Datanglah ke dalam hatiku
Aku sangatlah setia
Aku tidaklah kejam
Siang dan malam aku memikirkanmu
Aku sangat gelisah dan tak bisa tidur
Bahkan aku tak bisa menggeliat
Hasrat cinta dan gairah dimataku
Aku datang kepadamu
Aku datang kepadamu Mari kita bersenang-senang
Sayang bawa diriku
Sayang kumohon padamu
Bawalah diriku kelangit
Manjari, suara apa itu?/ Suara apa?
Telingaku tidak tuli. Coba kulihat.
Ini dari mana? ku bilang ini dari mana?
Pria itu./ Siapa ...?
Dia.
Dia menolakmu demi berpolitik! Dan kau masih bicara padanya?
Kau bawa apa?/ Sayuran, apa lagi?
Buka.
Tentu, aku tidak membawa bom.
Baiklah, 1000 Rupee./ 1000 Rupee untuk apa?
Kau baru pertamakali membawa barang ke Mumbai?
Kau harus membayar pajak untuk masuk./ Tapi tidak ada pajak untuk sayuran.
Jangan membantah. Ini pajak pribadi. Setiap orang membayarnya.
Jika aku tak membayar?/ Barangmu tak bisa masuk.
Tapi kau masuk penjara. Tunjukkan ijinmu.
Ya. Tangkap dia.
Maafkan aku! Aku salah! Kumohon maafkan aku.
Yang kau lakukan pengkhianatan. Tiap sen yang kau dapat dari suap ...
dari pedagang akan berkembang 5 kali lipat. Dampaknya adalah terjadinya inflasi.
Konsumen akan hancur. Tangkap dia.
Tembak saja dia./ Tidak, bawa dia pergi.
Cepat alihkan lalu lintas.
Aku kedesa itu untuk urusan pribadi. Mengapa begitu banyak mobil?
Satu mobil sudah cukup./ Maaf, Pak! rombongan mengikutimu.
Banyak biaya yang dikeluarkan untuk keamananku?
Aku takkan mengulangi kesalahan Mentri terdahulu.
Pak, tak ada yang ingin membunuh Mentri-Mentrimu, tapi dirimu.
Tugas kami untuk melindungimu secara penuh.
Kau milik umum. Kami lebih khawatir keselamatanmu daripada privasimu.
Kau naiklah mobil no 3 pak!
Jika begini aku takkan kemana-mana.
Hi Manjari, apa kabar? baik ...
Aturanya adalah jarak satu meter, memakai takaran setengah kerikil
banding dua aspal, dan diratakan menggunakan silinder lima kali.
Hujan terus mengikis jalan ini. Pastikan ini bertahan lima tahun.
Atau akan kubakar dirimu hidup-hidup. Mengerti? aturan Shivaji Rao, ingat itu.
Ya Pak, Publik!
Itulah yang terjadi pada kita. Orang miskin akan menguliti kita.
Didalam pembuatan jalan, jangan ada kecurangan, Aturan Shivaji
Baguskah gelang itu?/ Barang bagus dari Ferozabad.
Semoga gelangnya bersinar, emas dan perak menghujani pemerintahan Shivaji.
Tidak, tidak. Berikan itu./ Ini?
Ya.
Waduh./ Kenapa?
Aku lupa bawa uang. Boleh kubayar lain waktu?
Aku bahkan tak mengenalmu.
Sekarang, apa kau mengenalku?
Kepala Mentri!
Diam!
Aku ada urusan pribadi. Jangan bicara pada siapapun.
Dia di Phulgaon. Dalam penyamaran
Awasi dia. Aku akan ke sana.
Ambil ini./ Terima kasih.
Ya ampun! Kesempatan langka! Tapi tak ada yang mau memfoto.
Boleh kuminta tanda tanganmu?/ Dimana?
Di sini.
Berjalan tanpa hambatan melewati tanpa batas
Keluar jalan dengan berani bagai penyair pengembara.
Datang hari Minggu! tapi Lupa? kau selalu berjanji pada orang lain.
Tapi Manjari tak berarti apa-apa bagimu?
Kenapa, dasar kelelawar.
Ada orang dirumah?/ Tidak ada!
Siapa yang bicara? Hantu?
Kau mau kemana? Siapa kau?
Apa-apaan ini?/ Aku ada urusan, jadi jangan mengganggu.
Kau ada urusan apa?/ Pertama, akan kukecup bibirmu.
Lalu akan kupeluk dirimu.
Akan kucubit pinggangm, lalu sedikit memperkosamu.
Baiklah, lakukan.
Memalukan! kau membuatku shock!/ Kelelawar! Dengan tutup kepala ...
dan kumis, kau pikir aku takkan mengenalimu? lepas sekarang.
Aku bertemu gadisku.
Mengapa berdandan seperti itu?/ Manjari, aku sekarang cuma Shivaji.
Tak ada file dan pertemuan, tak ada Bansal, polisi, dan juga Topi.
Aku ingin bersamamu sepanjang hari.
Benarkah? Apa yang bisa kulakukan untukmu?/ Pertama, aku lapar, aku ingin makan.
Kenapa?/Aku membuat roti dan juga bubur.
Kau tak datang, aku marah dan kuberikan pada kambing.
Cuma roti yang tersisa./ Itu sudah cukup.
Tapi tak ada apa-apa lagi./ Bersamamu, apa lagi yang kubutuhkan?
Sepotong roti
Sepotong roti dan dirimu sudah menyenangkan
Air dingin dan dirimu sudah memabukkan
Untukmu aku akan melakukan apapun
Aku tak ingin berpisah denganmu
Astaga
Kau bicara apa, Membuat hatiku deg-degan
Astaga kau bicara apa, Membuat hatiku deg-degan
Mari kita menangkap kupu-kupu Mari kita memanjat pohon
Bagaimana jika aku terjatuh
Jika kau terluka Aku pasti sangat sedih
Cerita itu
Hanya kisah cinta lama
Katakan sesuatu yang baru
Cinta membuat orang menderita dan aku menderita penyakit baru
Hati kita menari ta-thai-ta-thai-ta-thai
Astaga
Kau bicara apa, Membuat hatiku deg-degan
Sepotong roti dan dirimu sudah menyenangkan
Air dingin dan dirimu sudah memabukkan
Manjari cintaku
Ayo kita pergi berenang
Ayo mencuri mangga dulu
Jika kau tertangkap kau akan dipukuli
Saat jatuh cinta itu bukan masalah
Segala telah berubah
Sekarang kau punya cara sendiri
Mantra apa yang kau berikan padaku
Panah asmara serasa manis mengenai hatiku
Membuatnya dak-dig-dug sepanjang jalan Delhi ke Mumbai
Sepotong roti dan diriku sudah menyenangkan
Air dingin dan diriku sudah memabukkan
Dua hari seminggu menyenangkan, bukan?/ Kau Kepala Mentri,
Kau dapat libur kapanpun. Siapa yang akan melarang?
Tidak, ada masyarakat. Aku melayani mereka.
Kau yang begitu manis. Terima kasih pada ayahmu ...
Ayahmu sekarang sudah memikirkan pernikahanmu. "Ayo kita cepat menikah".
Maaf, Aku lancang. Tapi sudah tugasku untuk melindungimu.
Dia bersama kami.
Kau harus pergi.
Tak pernah terpikirkan mereka melakukanya sejauh ini.
Hidup dibayangi akan kematian mungkin itu pilihanmu. Tapi bukan pilihan kita.
Jika masih ingin menikah dengannya ...
Katakan untuk meninggalkan semua ini dan datanglah sebagai orang biasa.
Karena aku tak bisa jika harus melihatmu menjadi janda.
Kau sedang apa?/ Kenapa?
Akulah yang seharusnya memijatmu, bukan sebaliknya.
Nak, aku hanya ingin memastikan bahwa kau masih hidup.
Kumohon lepaskan kakiku! Bukankah kulakukan saat kau masih kecil?
Demi orang lain, kau lakukan semuanya, kau hidup dalam ketegangan.
Tidurlah sebentar, nak.
Tidurlah.
Aku ingin memakaikan henna.
Boleh, kan?/ Ya.
Bertahun-tahun aku tidur di pangkuanmu. Bisakah kuhabiskan sisa hidupku ...
di pangkuanmu? Tak ada Mentri, tak ada sekuriti, tak ada ketegangan.
Bukankah menyenangkan jika kita bisa mengulang kehidupan seperti video?
Ada apa, Ma? kenapa kau menangis?/ Kau semakin menjauh dari kami.
Ada banyak hal yang ingin kubicarakan, tapi kau tak punya waktu.
Katakanlah Ma! Kau ingin mengatakan apa?
Bicaralah, Ma./ Bicara apa?
Aku ingin melihatmu menikah. Apa kata ayah Manjari?
Tidak Ma, dia ...
Papa, tolong matikan ponselnya.
Ini dari Pak Bansal. Pasti penting./ Baiklah, sini.
Disini tak ada sinyal, aku keluar dulu, sebentar.
Ya, sinyalnya bagus, bicaralah.
Laporan intelijen! Ada bom di rumahmu.
Aku ingin memakaikan henna. Boleh, kan?
Henna ditangan bahkan belum kering ...
Arloji milik Ayah.
Bukankah menyenangkan jika kita bisa mengulang kehidupan seperti video?
Kau mengambil tempatku? Beruntung sekali.
Aku, ShivaJirao, bersumpah ...
Tanpa rasa takut, tekanan dari pihak manapun ...
Aku akan melindungi masyarakat ...
Lepaskan.
Salah apa orang tuaku padamu? Mengapa kau membunuh mereka?
Bisakah kau bawa mereka kembali? Katakan, apa kau bisa ...?
Setelah berbulan-bulan, aku baru bisa bicara dengan orang tuaku ...
Papa memijat kakiku ... Mama melukis tanganku dengan Henna.
Aku keluar untuk menjawab telepon ...
Dan ...
Tubuh mereka hancur berkeping-keping ...
Aku sudah tak punya siapa-siap lagi!
Semua karna keparat ini ...
Kau pikir bertugas sebagai Kepala Mentri mudah?
Untuk semua yang kau perbuat, menjadi pahlawan rakyat ...
Mungkin ada seorang teroris, fundamentalis, atau politikus ...
Tidak suka dengan perbuatanmu. Dan dia membunuh orang tuamu.
Hentikan sandiwaramu! Ini semua perbuatanmu dan aku sudah tau.
Kulepaskan dirimu karna aku tak berdaya.
Tetapi hukum takkan mengampunimu.
Mengacak-acak rambutku. Ambilkan aku sisir.
Sebelum ini masuk keranah hukum ...
Kita harus gulingkan pemerintahannya.
Buat kerusuhan, bakar seluruh kota. Pasang bom dan harus ada yang mati.
Buat hukum dan ketertiban kacau.
Jangan khawatir. Semua siap. Kami berangkat 5 menit lagi.
Astaga.
Yang terhormat Pak Kepala Mentri. Empat hari yang lalu ...
Sejumlah orang berkumpul didekat rumahku.
Mereka bicara tentang bom dan juga kerusuhan.
Kami takut. Kami memohon padamu untuk segera menindak lanjuti ...
Sebelum mereka berbuat kejahatan. Semoga kau sehat selalu.
"Dari warga negara yang baik"
Dari mana surat ini berasal?/ Tak ada waktu membicarakannya.
Segera tangkap Pandurang.
Kuperintahkan menangkap Pandurang. Mengapa kau memanggilku kemari?
Pak, ketika ia tahu kita akan menangkapnya ...
ia langsung kerumah sakit dan berpura-pura sakit.
Lihat dia, berbaring seperti semangka.
Pak Pandurang, aku ingin menanyakan hal penting.
Kumohon kerjasamanya ...
Akting yang hebat.
Klienku menderita tekanan darah tinggi ...
gula darah tinggi, dadanya nyeri. Dia tak dapat bicara.
Akan kutanya dokter jika itu benar./ Aku tak bohong. laporan medis seperti itu.
Tindakan apa yang diberikan padanya?
Karena diabetes akut, kakinya bengkak dan berubah warna.
Para dokter membiusnya dan mengamputasi kakinya.
Kakiku! Dimana kakiku?
Dijemur di teras.
Lihat ini! Diabetes akut./ Apa yang akan mereka lakukan sekarang?
Mereka akan mengamputasi kaki lainnya.
Kumohon kalian pergi./ Kau yang pergi ...
Aku tak apa-apa! Aku sangat sehat.
Begitulah semua orang berpikir sebelum ia meninggal. Lihatlah ...
Tekanan darah tinggi, nyeri dada, diabetes ...
gagal ginjal, usus buntu./ Kau tak mengerti!
Laporan itu palsu! Aku sangat sehat, aku bersumpah!
Sekarang katakan dimana bomnya?/ Balsem cap lang atau apa?
Mencoba melawak? Menutupi kebenaran
Kau takkan pulang hidup./ Aku mengatakan yang sebenarnya.
Aku tahu apa-apa./ Dengan laporan medis palsu ...
Kau masuk perangkapmu sendiri. Disini tertulis gula darahmu tinggi.
Tidak ada yang bisa menghentikan kita untuk mengamputasi kaki atau tanganmu.
Pandu, pilih satu jari./ Untuk apa ...?
Satu untuk kakimu./ Dan ini ...?
Ini untuk tanganmu./ Dan ini ...?
Untuk anu-mu./ Tidak! Jangan dipotong, kumohon!
Aku akan bicara jujur ...
Kami menaruhnya di 4 tempat. Stasiun kereta,
Terminal bus, Bank Sentral,
Dan yang terakhir di taksi biru.
Ambillah perabotanmu kembali.
Kakiku kembali! Alhamdulilah.
Boleh aku tidur?/ Dalam penjagaan.
Sebarkan regu penjinak bom. Perintahkan polisi mengumpulkan semua ...
Taksi biru, jangan sampai ada yang terlewat.
Sudah ketemu?/ Belum Pak.
Pergilah, Pak. Biar kita mengurusnya./ Tidak, itu tanggung jawabku juga.
Sebentar.
Periksa itu.
Semua menyingkir! Cepat!
Jaga dia.
Bukan kau, Pak./ Mundur.
Semuanya mundur.
Orang-orang mengatakan kau merencanakan untuk ...
menggulingkan pemerintahan Shivaji Rao.
Dia pasang sendiri, lalu ia jinakkan sendiri. Dan dia menuduhku.
Apa ada bom yang meledak? Detik-detik terakhir, dia menjinakkannya.
Koalisi antara 3 partai kami sama dengan setengah kekuatannya.
Dia gunakan tipu muslihat baru untuk merusak koalisi partai kami.
Bagaimana dengan ledakan di rumahnya?/ Itu tidak membunuhnya, kan?
Dia korbankan orang tuanya demi mendapat simpati publik.
Dia orang seperti itu.
Bagaimana reaksimu sekarang, Pak?
Akan ada penyelidikan./ Orang tuamu. Apa kau ...
Kenapa kau memanggilku kemari?/ Bukan karena ...
telah menjadi Menteri. Atau bersaing memperebutkan ...
kursimu. Jutaan orang mendukungku.
Mereka membuatku menang, berharap kulakukan sesuatu pada mereka.
Sekarang saat aku mau berbuat baik, kau datang menghalangiku.
Benarkah? kau tahu aku berdiam diri dirumah.
Dengan uang, otak, dan kekerasan kau akan ...
Menggulingkan partai yang berkuasa, Bahkan kau habiskan ratusan juta.
Supaya kau bisa ada disini dan aku duduk dirumah.
Pemogokan, kerusuhan, ledakan bom. Apa aku bekerja ...
Atau pergi mencari bom?/ Teman, kau telah mengejarku ...
Sejak dari awal. Jika kau pikir aku melakukan semua itu ...
Kau punya polisi, hukum disisimu. Ajukan kasus ...
Selidiki, buat tim penyidik. Jika itu terbukti, gantunglah aku.
Aku tak menghentikanmu, kan?
Aku tahu betul bajingan sepertimu akan mempermainkan hukum.
Tapi kau takkan kulepaskan.
Kau langsung mengaku kalah?/ Siapa yang menang, siapa yang kalah ...
Kau akan segera tahu./ Nak, selama 30 tahun ...
Aku sudah berpolitik. Aku tahu mana yang baik dan yang benar.
Jika aku di sini denganmu, seluruh dunia tahu ...
Bahwa diruangan ini aku hanya bersamamu.
Kau takkan berhasil hanya dengan membunuhku.
Jika kau telah berpengalaman selama 30 tahun ...
Aku baru setahun mulai melawanmu.
Setahun cukup bagiku.
Sekarang aku akan menembak. Tapi bukan dirimu. Tapi diriku.
Kau menipuku keparat!
Yang kau katakan sangatlah bagus.
Tapi bagaimana caranya?/ Begini caranya.
Jadilah Kepala Menteri selama sehari.
Itu wawancara yang bagus.
Pada akhirnya, mereka membuatku keluar dari politisi.
Tidak, Pak!
Ia berpolitik untuk bisnis kotor.
Kau berpolitik untuk tujuan baik.
Itu juga, hanya sekali./ Tapi aku ..
Kau tak berkata apapun, Aku tak dengar apapun.
Lihat! Dia menembak pria yang baik tanpa ampun!
Apa aktingku bagus?
Beri jalan ...
Aku egois demi kebahagiaan putriku.
Tapi kau kehilangan orang tuamu demi orang lain?
Sekarang kau sendirian.
Tapi kau pria hebat. Sangat hebat.
Semoga bahagia selamanya, Nak ...
Translate By Zambronk_lah IDFLโข Subs Crew
Dukung kami dan jadilah anggota VIP supaya semua iklan tidak ditampilkan di www.SubtitleDB.org
Dukung kami dan jadilah anggota VIP supaya semua iklan tidak ditampilkan di www.SubtitleDB.org
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.