Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Breton
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Samoan
Scots Gaelic
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Tiga minggu tidak ketemu, sudah habis berapa slot?
Dada sudah macam kebakaran hutan.
Tiga minggu nggak ketemu, makin anjing aja lo, bray.
Saya selamatkan kau dari berbagai macam penyakit.
Kau tidak lihat tuh gambar-gambar di bungkus rokok itu?
Satu-satunya penyakit yang ditimbulin gara-gara ngerokok lo tahu gak apa?
- Apa? - Penyakit hati.
Munafik tuh namanya.
Tiba-tiba jadi ustad, "munafik"?
Kan tadi lo bilang, kan?
Merokok bahaya. Banyak sumber penyakit.
Buktinya apa?
Pemerintah masih kasih izin tuh. Izin produksinya, izin jualannya.
Apa bedanya?
Jadi, maksud kau itu negaranya yang munafik...
...pejabat-pejabatnya yang munafik, ya?
Terlalu serakah dengan uang rakyat, uang korporat, gitu?
Lagu lama, Jonny.
Kan kau sendiri yang bilang rakyatnya itu yang terlalu senang merasa ditindas tersiksa.
Apa istilahnya itu?
Sosis, sodom... Sodom pakai sosis apa sih?
- Sodomasokis. - Nah, ya itu.
Yuk.
Lo pikir gue beli rokok pakai tahi?
Ayo kita kerja!
Dah lama saya liburan.
Dorong lagi saya. Bang, Bang! Tolong, Bang!
Tiga minggu bukannya servis mobil, malah isap rokok terus.
Cepat! Lepas itu rem tangan!
Gue ada berita buat lo.
Ini hari terakhir gue kerja.
Pensiun gue.
Gue mau berhenti dari kerjaan-kerjaan kayak gini.
Pensiun?
Kau habis menang judi? Sudah banyak uang?
Gak semua harus tentang uang lah, Bung.
Sekarang kalau kau pensiun, kau mau cari uang bagaimana?
Ya apalah, bisnis lah.
Buka usaha tapi halal.
Bisnis. Bisnis apa, Jonny?
Jangan bilang kau mau ngurus itu ternak lele.
Kenapa emangnya?
Sudahlah. Saya tahu tabungan kau berapa. Tidak usah macam-macam.
Kasihan nanti Mercy.
Kasihan kenapa?
Ya kasihan kalau nanti kuliahnya berantakan...
...abangnya kehabisan uang, tidak bisa bayar uang kuliah.
Kenapa lo bawa-bawa adek gue?
Tidak apa-apa. Namanya juga rindu...
Gua kasih tahu sama elu ya. Lo jangan pernah macem-macem sama adek gua.
Lo coba deketin dia, gua bolongin kepala lo duluan.
Ngerti lo?
Jangan sampe dia tahu kerjaan kita apa.
- Target kita sekarang siapa hari ini? - Itu dia...
Jaman sudah era digital...
...tapi dapat target kita masih pakai map kelurahan.
Warisan orde baru.
Target kita ini namanya Jonathan...
...penipu di mana-mana.
Dia ini lebih najis daripada saya.
Catatan kriminalnya biadab dan bangsat. Memang pantas untuk mati.
Tidak dosa kita bunuh dia.
Hari ini kita jadi petugas sensus.
Pagi.
Kita dari Badan Sensus Nasional.
Ada berapa orang di dalam?
Untuk program kesehatan nasional, Pak.
Jadi, sekarang ini sedang terjadi penyebaran flu babi di beberapa negara Asia...
...dan Indonesia menjadi salah satunya.
- Flu babi? - Ya...
...jenis penyakit yang asal muasalnya berawal dari babi...
...kemudian menyebar pada orang-orang yang suka makan babi...
...terutama orang-orang berbadan besar.
Kamu hina saya seperti babi?
Santailah, Pak. Tidak usah ngegas gitu.
Kelamaan.
Aman, Jon.
Tinggi juga ini rumah.
Abis pesta rupanya.
Bangunin.
Selamat pagi, Sayang.
Kayaknya kita salah orang.
Pak Lukman ya tadi namanya?
Kalau boleh tahu, berapa beratnya sekarang, Pak?
Saya 165 kg, tahun lalu saya 17...
Jonny.
Jawab seperlunya saja, Gajah Way Kambas.
- Ini lo bukan? - Gak kelihatan, Pak.
Terlalu dekat, Jonny.
Ini lo bukan?
Bukan saya tuh.
Mana ada maling mengaku sih.
Udah mana koruptor begini kok.
Lo koruptor?
Saya pengusaha.
Saya punya 12 hotel...
...24 pabrik...
...lima TV swasta.
Berarti lo ikut nyebar-nyebar berita fitnah, hoaks...
...untuk kepentingan kampanye politik dong?
Itu udah bukan lahan basah lagi.
Lahan becek.
- Siapa yang suruh kalian bunuh saya? - Udahlah...
Jonny...
Ada foto waktu muda gak lo?
Itu.
Dia punya keluarga ternyata, ada anak-istri.
Ke mana sekarang anak-istrinya?
Kami sudah pisah.
Udah punya selingkuhan ya?
Tukang ngentot.
Ada di lantai tiga, di kamar saya.
Lukman di mana?
Ada di bawah, lagi ngobrol.
Mbak, kalau boleh tahu, namanya siapa?
Anita.
Mas.
Bisa tolong lepasin saya?
Kuncinya di mana?
Di dalam gelas itu.
Mbak tinggal di sini juga?
- Ya. - Berarti Mbak tahu dong...
...nama asllnya Pak Lukman?
Itu nama aslinya.
Bukan Jonathan?
Bukan.
Ada foto-fotonya Pak Lukman yang lain gak?
Coba dicek di lemari situ.
Mbak umurnya berapa sih?
34.
Istri barunya dong?
Calon istrinya.
Emang kenapa, Mas?
Kok kayaknya dari tadi tanyain saya terus?
Gak apa-apa. Saya orangnya emang suka ngobrol aja.
Mas, maafin saya.
Maafin saya.
Maafin saya juga, saya cuma ngejalanin tugas.
Jonathan Setiawan.
Alias Anita.
Atas kesalahan Anda telah menipu banyak orang...
...perusak rumah tangga orang lain...
...otak dari berbagai penculikan dan pembunuhan...
...serta aksi tipu-tipu lainnya...
Anda pantas untuk lenyap dari muka bumi.
Tolong. Tolong saya.
Saya bisa bayar kamu tiga kali lipat.
Gak gitu cara mainnya.
Kok cewek?
- Apa ini? - Itu pil KBnya Anita.
Bukan.
Itu obat untuk produksi estrogen.
Biasa dipake orang yang sudah menopause atau transgender.
Gak mungkin Gak mungkin, Anita!
Gak mungkin!
Hei, Gajah Way Kambas. Kau tertipu luaran rupanya.
- Kayak biasa. - Oke, Jon.
Bajingan!
Kalian tidak tahu siapa saya?
Konglomerat kaya raya.
Padahal utang lo di mana-mana.
Antek-antek para koruptor...
...jongos-jongos Oligarki.
Bangsat lo!
Jonny!
Utang nyawa lo sama gua.
Asyik ah.
Terima kasih.
Halo, Dek.
Abang udah pergi saja sih?
Baru juga ngobrol bentar doang tadi malam.
Ya, Abang ada kerjaan.
Bang, selamat ulang tahun ya.
Hari ini?
Oh, ya.
Thank you, Dek.
Coba aja kalau papa-mama masih ada.
Mereka pasti bangga banget sama Abang.
Ya makanya, lu buruan kelarin kuliah lo tuh.
Merci punya hadia loh buat abang?
Hadiah apaan sih? Nggak usah handphoe gue masih bagus
Siapa juga yang mau ngasih HP?
Apaan sih?
Pake kejutan-kejutan segala.
Makanya Abang datang ya. Nanti Mercy bagi lokasi...
...Abang langsung datang. Awas kalau gak datang.
Ya udah. Oke.
Makasih Abangku yang ganteng dan baik hati. Aku sayang Abang.
Frank!
Jonny.
Asyik.
Ngopi dulu, Jonny.
Yuk.
Itu jaket sama tumbler punya lo?
Tidak boleh saya menikmati harta rampasan perang?
Kira-kira Lukman pernah pake jaket ini gak ya ke lima stasiun TV-nya dia?
Ini biasanya juga jaket mahal ada tag nama di dalamnya. COba lo cek.
Aman.
Ada namanya, tapi Benny Wijanarko, bukan Lukman.
Anaknya dong.
Masih hidup ya dia? Gak sempat kita bunuh tadi kan?
Kalau anaknya lihat lo pake jaketnya dia gimana tuh kira-kira?
Ini apa bacaannya di tumbler-nya?
- "Monday." - Oh, itu tumbler serial tuh, ada tujuh.
"Sunday, Monday, Tuesday, Wednesday...
...Thursday, Friday, Saturday!"
Ada tujuh.
Kalau hilang kan ntar pas polisi investigasi tumbler-nya ada di lo...
...kira-kira gimana tuh?
Berhenti! Berhenti! Cepat!
Halo, Sarah.
Hei, Sar.
Baju baru, Frank?
Ya soalnya tadi adanya cuma ini doang.
Ini juga gara-gara mantan pacar kau ini.
Mantan? Kapan pernah jadiannya?
Tuh? Gak pernah.
Gimana bisa jadian kalau orangnya gak pernah ada?
Ya itulah, Jonny, makanya kau jangan suka menghilang macam Naruto.
- Wiro Sableng saja. - Udah buruan.
- Maunya apa? - Mau ketemu bapak lah.
Ya harus pesan dulu dong. Baru gua bisa kasih kode buat ke atas.
Ya sudah, sarapannya ada apa?
Ini udah mau jam 11.
Gak bisa order sarapan. Udah lewat waktunya.
Ya sudah, nasi goreng saja kalau begitu. Kau apa, Jon?
Tidak ada pecel lele di sini dan tidak akan pernah ada.
Lo tahu kenapa di sini gak ada pecel lele?
Kan gua udah bilang sama lo, suplai pecel lele di Jakarta itu makin menipis.
- Karena... - Ya, terserah kau lah.
- Nasi goreng dua. - Gak ada.
Sarah, dia punya hak juga dong buat pesan.
Gak ada karena belum ada.
Itu menu makan siang, sekarang belum jam waktunya.
- Oke, sekarang apa menunya? - Udah deh pesan air aja. Cepet.
Kalau gak mau pesan, mendingan pergi.
Kami mau pesan, tapi apa yang bisa dipesan?
Ya brunch lah. Gak tahu brunch itu apa?
Brunch itu adalah waktu antara sarapan dan makan siang.
Anak SD juga tahu.
Saya tahu brunch itu apa. Menunya mana?!
Ya lihat dong itu di meja.
Kan ada barcode.
Barcode dipindai, keluar tautan...
...tautannya dipencet, keluar tuh menu.
Mana saya tahu kalau sekarang udah pakai barcode?
Perasaan lu gak bodoh deh dulu.
Bodoh itu nular loh.
Apa lo ketularan sama orang yang sering jalan sama lo?
Uh... Sakit, Jonny.
Dia bilang kau bodoh itu. Padahal kau sering baca loh.
Kau tahu oligarki, sadomasokis, domba-domba...
Udahlah, gua pesen mi goreng aja.
Jonny, bahasa kita bertiga ini kan sama.
Bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Saya bukan penerjemah.
Bicara sendiri saja.
Kalau gua yang pesan, gak bakal dicatat sama dia.
Oke, mi goreng dua. Minumnya itu...
Nih. Abis itu langsung naik ke atas.
Sarah, kita belum pesan minum. Nanti seret di sini. Sarah!
- Itu nasi goreng setelah sarapan, kan? - Ya.
- Ya, 'kan? - Sarah.
Bisa ngomong sebentar gak?
Terus makan siang ada apa lagi sih yang baru?
- Hei... - Apaan sih pegang-pegang?
Sar, ini udah lebih dari lima tahun loh.
Mau sampai kapan kita kayak gini terus?
Emang sampai segitunya kamu gak bisa maafin aku?
Emangnya lo pernah bener-bener minta maaf sama gue?
Oke deh...
Oke, untuk kesekian kalinya aku minta maaf lagi sama kamu.
Segampang itu ya minta maaf terus udah?
Terus kita balik lagi ke semula...
...semuanya baik-baik aja gitu?
Enak banget ya.
Ngomong-ngomong, ini permintaan maaf buat yang mana ya?
- Ya semuanya lah. - Terus bisa dirangkum semuanya gitu? Ya?
- Ya Tuhan. - Nah, itu baru bener tuh.
Tanya gih sama Tuhan. Ngadu sama Dia.
Tanya, "Tuhan, ini bisa gak ya aku minta maaf...
...dirangkum semuanya? Terus abis itu, minta maafin duluan ya, Tuhan."
Oke, gini, gini. Oke ya.
Oke, kali ini aku bener-bener minta maaf sama kamu.
Aku minta maaf karena ninggalin kamu dulu lima tahun yang lalu.
Aku pengecut, iya.
Aku takut, iya, aku akuin.
Situasinya saat itu tuh beda banget, Sar. Sulit banget buat aku.
Aku tuh baru masuk di bisnis ini.
Sekarang kamu mau hukum aku pake cara apa pun, terserah kamu.
Aku terima.
Tapi tolong maafin aku.
Terus mau lo apa, Jon?
Aku mau kamu percaya lagi sama aku. Kayak dulu. Udah gitu aja dulu.
Kepercayaan itu harus diraih, gak bisa dikasih gitu aja. Ngerti lo?
Sarah...
Siang, Bos.
Mas Jonny dan Mas Franky.
Halo, Mas Damar. Terima kasih.
Ke mana aja kalian ini?
Berapa minggu kalian gak bisa dihubungin?
Kawan kita satu ini lah, Bos. Sibuk cari wangsit dia.
Bercanda.
Saya sambil brunch ya.
Ya, Bos.
Ada itu nasi gorengnya.
- Kerjaan kalian selanjutnya... - Saya mau berhenti, Pak.
Coba diulangi apa.
Ya...
Kita mau...
Maaf.
Maksudnya, saya.
Saya mau pensiun dini.
Kamu juga mau pensiun, Franky?
Sebenarnya sih, Bos, saya tidak kebayang aja sih...
...kalau misalkan harus kerja sendiri tanpa Jonny.
Soalnya selama ini tidak ada saya, adanya kita.
Johnny dan Fran...
Sudah tidak nomor satu ya kami.
Ya jelas. Mereka itu tidak ilang-ilangan seperti kalian.
Gini aja.
Kalian kerjakan tiga kerjaan terakhir dari saya.
Kalian selesaikan tiga kerjaan terakhir ini hari ini dengan sempurna...
...kalian boleh pensiun.
Oke?
Oke, Bos.
Oke, Jon?
Okelah.
Ya sudah.
Kalian pergi.
Kerjaan selesai, kalian ke sini...
...saya siapkan bayaran yang tadi pagi dan semua yang belum.
Sudah, kalian boleh pergi.
Kita permisi, Bos.
Benar-benar Sarah ini.
Dia tidak kasih kita minum.
Franky dan Jonny.
"Duet dinamis."
"Raja dari orang-orang tak termaafkan."
"Sang pencari dan sang penghancur."
Akhirnya turun juga ke peringkat kedua.
Udah lihat siapa yang sekarang di peringkat pertama?
Namanya Manuel kalau gak salah.
Target kita lebih ke kualitas loh, bukan ke kuantitas.
Udah akuin aja kalau kalian gak kayak dulu.
Udah kayak anak milenial sekarang.
Banyak galaunya.
Sekarang bukan waktunya kalian.
Sekarang waktunya gua.
Waktunya gua.
Waktunya Manuel.
Denger ya, bro. Yang pertama...
Udah, bener. Bener.
Dia bener.
Kan kita udah mau pensiun kan hari ini.
Hari ini terakhi gue kerja bareng sama dia. Jadi, selamat ya.
Gitu dong. Baru jantan.
Akuin kalau kalian udah tua.
Waktunya kalian berdua keluar dari permainan.
Udahlah.
Semoga dana pensiunnya sudah terkumpul.
Jadul banget bercandanya.
Kok bisa-bisanya kena tipu hanya gara-gara itu?
Kok bisa biarkan dia bicara seperti itu ke kita tadi?
Ya mau gimana?
Yang saya mau sebelum kita pensiun, kita pecahkan dulu kepalanya.
Buat apa? Gak dibayar juga.
Kau kenapa sih? Mulai berubah.
Frank.
Satu-satunya yang gak berubah dalam diri seseorang itu...
...adalah perubahan itu sendiri.
Tiap orang pasti berubah, lo juga.
Dari A ke B, B ke C, C ke D, gitu aja seterusnya.
Kecuali kalau kita udah mati.
Mati di dalam sama di luar.
Terserah kau lah ya.
Nafsu makan saya hilang.
Dan sampai sekarang, es tehnya tidak datang-datang.
Eh mau ke mana?
Belum kelar kita makan.
Mbak.
Ini saosnya.
Siapa?
Ada kawan.
Gak ada kawan yang gak gua kenal.
Tidak semua kawan wanita saya kau kenal.
Oh, cewek? Bilanglah kalau cewek.
Gak usah pake "kawan" segala.
Tidak semua hal dalam hidup saya harus kau tahu.
Jonny, sahabatku...
Tapi masalahnya...
...semua hal dalam hidup lo gue tahu.
Tuh, telepon lagi tuh.
Angkat, angkat.
Angkat woi!
Ya, ya, santai dong.
- Halo. - Kok ditolak mulu?
Aku lagi sibuk, Sayang.
Ngomong apa sih kamu? Gak jelas loh.
Ngomong tuh yang tegas. Laki-laki kok begitu sih ngomongnya.
Aku lagi sibuk.
"Sayang"-nya mana?
Sayang.
Kenapa "sayang"-nya ke gua?
Boleh ya? Nanti aku telepon lagi ya.
Kenapa sih?
Lagi sama abang ya?
Ya begitulah kira-kira.
Justru itu yang mau aku omongin.
Aku capek loh sembunyi-sembunyi kayak gini.
Ya, ya. Nanti kita omongin lagi ya.
Kamu gak serius ya sama aku?
Serius.
Kamu mau aku mati apa gimana sih?
Pokoknya aku capek ya sembunyi-sembunyi kayak gini.
Terserah kamu mau kasih tahu Abang atau gak...
...tapi aku mau kasih tahu dia hari ini.
Jangan! Jangan hari ini.
Nanti. Santai ya, rileks.
Semua akan indah pada waktunya.
Terserah deh. Aku pokoknya mau kasih tahu abang...
...hari ini pas ngasih kejutan buat dia.
Mau barengan atau gak, bebas. Oke? Dah.
Sayang...
Feeling gua bukan sekedar kawan.
Ya... masih penjajakan sih.
Boleh juga. Baru penjajakan udah sayang-sayangan.
Kalau sudah cocok, tidak apa-apa, 'kan?
Udah lo sikat?
Udah digenjot?
Hei, Bos! Hei! Berhenti!
Saya bukan orang yang seperti itu ya.
Alah, bacot lu. Gua tahu siapa lu.
Oke, maaf, saya ralat.
Saya bukan Franky yang seperti dulu itu.
Saya sudah berubah.
Karena satu-satunya yang tidak berubah itu adalah perubahan itu sendiri.
Tai kucing lo.
Lo kenapa sih, Jon?
Bangsat nih Sarah.
Sarah?
Kalau mau isi bensin, sudah lewat itu, Jonny!
Jonny!
Aduh! Mau ke mana sih kau?
Gila kau, Jonny.
Saya itu bunuh-bunuh orang, lalu mati gara-gara kecelakaan.
Kamu taruh apa di makanan aku?
Gak ada yang gak sepantasnya gue taruh di situ.
Apa yang gue rasain jauh lebih sakit.
Lu mau minta maaf?
- Makan tuh maaf. - Tapi gak gitu...
Halo? Sar?
Dadah, Sayang.
Makanya, kalau makan makanan pedas itu, jangan terlalu keterlaluan.
Sakit banget asli perut gua.
Dikerjain gua sama Sarah.
Ayok.
Jonny.
Saya mau bicara sesuatu.
- Apa? - 30 tahun kita hidup ini...
Anjing!
Kok rasanya gak enak banget perut gua nih.
Saya mau bicara soal ini. Tiga target kita yang harus dibunuh hari ini.
Kayaknya kita harus anjing-anjingin mereka. Kita pukul mereka sampai mati.
Gasnya pelan-pelan aja.
Jonny! Pelan-pelan aja!
Aduh! Tuhan!
Udah berak, masih aja kau, Jonny!
Jonny, segitu masih sayangnya dia sama kau.
Sayang apanya, Bro?
Dia mau bunuh gue itu.
Itu namanya benci untuk mencinta.
Tapi jujur deh.
Kau masih sayang kan sama Sarah?
Ya gimana jawabnya? Emang susah sih untuk...
Ngelupain rasa-rasa itu tuh susah.
Sarah itu perempuan yang...
Yang tangguh banget.
Dan gilanya...
...gua baru tahu itu belakangan.
Enak kan rasanya jatuh cinta?
Enak. Kalau dia balas cinta gua, ya enak.
Tapi, Frank...
Ada hal yang bikin gua tambah sayang sama dia.
Tambah respek sama dia.
Anak siapa itu, Jon?
Anaknya Sarah.
Bukannya dia bilang dia keguguran ya?
Dia gak keguguran, Frank.
Dia lahirin anaknya.
Tapi dia sembunyiin dari gua.
Jadi, tiga minggu kau menghilang ini, kau ada di sini?
Sebenarnya lebih dari tiga minggu.
Jauh dari sebelum itu.
Banyak hal yang lo gak tahu, Frank.
Mungkin terlalu banyak.
Ya, ada sedikit hal juga yang kau tidak tahu dari saya sih.
- Apa? - Jadi...
Sebenarnya itu...
Saya tuh...
Anjing!
Lagi ya?
Aduh. Gua harus ke toilet nih.
Aduh...
Sakitnya gila banget.
Jonny!
Aduh, Tuhan!
Maaf, darurat.
- Siapa? - Aku.
Kata Bu Guru aku disuruh kasih ini.
Nama kamu siapa?
Farel.
Makasih, Farel.
Oke. Tapi Om bau.
Dadah.
- Nih, Bu, kalau mau. - Oh ya, terima kasih, Mas.
Sini, Sayang.
Adek, kita Tok-tok. Mau?
Satu, dua, tiga!
Jonny?
Maaf ya, Bu. Teman saya itu.
Makasih ya, Adek.
Jonny!
Jonny...
Kenapa lu?
Keluar gua.
Betul kan?
Pasti banyak yang keluar itu.
Memang bau itu tidak pernah tipu bentuk.
Ayo buruan.
Jangan taruh di dalam dong! Buang saja!
Jangan dibuang, sayang.
Namanya Susilo. Dia pemain gim professional.
Masalahnya dia itu setiap kali main, selalu mengganggu.
Serius lo? Kita bunuh orang gara-gara main gim doang?
Ditulisnya begitu sih.
Kayaknya si Bos udah lupa sama prinsip gua.
Masa bunuh orang gara-gara main gim sih?
Kau ingat tidak, dulu kita pernah bunuh orang gara-gara salah potong rambut?
Kebuka.
Belakang, belakang. Aman.
Bisa, bisa.
Bisa, bisa.
Kamu sekarang.
Awas, awas.
Mana bapak kau Susilo? Mana Susilo?
Saya Susilo, Om.
Yakin nama kamu Susilo?
Kamu masih kecil loh.
Masa namanya udah Susilo?
Ini mah anak kecil.
Masa mau kita habisin?
Itungannya dewasa sih.
Kemarin dia baru ulang tahun ke-16 tuh.
Pokoknya gua gak mau bunuh anak kecil.
Kau pensiun atau tidak?
Halo, teman-teman, ya.
Maaf nih gua ada tamu gak diundang...
Saya bunuh yang kedua, kau saja yang bunuh ini. Cepat.
Lo aja yang bunuh.
Jangan tertipu luarannya, Jonny.
Kita pernah hampir tertipu.
Gara-gara dia nih banyak anak kecil di luar sana hidupnya susah.
Susilo!
Atas kesalahan kamu...
...sudah menghina sanak keluarga pemain atas nama EmpalBewok6969...
Toilet di mana, toilet?
Toilet di mana? Toilet!
Di sana, Om. Gak apa-apa, masuk aja.
Lama banget lu.
Jonny.
Jonny.
Saya tunggu kau ya. Cepat.
Duduk.
Lo tinggal dengan siapa di sini?
Gak ada siapa-siapa, Om.
Saya sendiri.
Halo! Halo!
Kau tidak punya orang tua?
Papa, mama, kakak-adik?
Sebatang kara, Om.
Sebatang kara, tapi kaya raya ya.
Saya keluarga lengkap, tapi miskin semua.
Miskin.
Tapi saya suka gaya hidup kau nih.
Rapi, teratur, bersih.
Bagus.
Tapi rumah ini panas ya.
Sirkulasi udaranya nih.
Kau macam-macam dengan saya, Bangsat?
Bukan saya.
Teman Om pasti ngerokok ya di kamar mandi?
Jonny!
Biar saya matiin.
Jangan main-mainin saya. Saya tembak kau dari sini.
Oke, pembuat program.
Jonny, Jonny.
Ada saja.
Om berdua pembunuh bayaran?
Menurut kau?
Kakak saya...
...mati dibunuh pembunuh bayaran tujuh tahun lalu.
- Oh ya? - Ditembak kepalanya...
...terus badannya di depan masjid pas mau solat subuh.
Nama masjidnya Al Ikhlas?
Kok Om tahu?
- Jonny! Cepet! - Gua gak bisa nyiramnya!
Kagak ada tuasnya di sini!
- Yang ada tulisan "nagasu". - Yang ada tulisan "nagasu"!
Nagasu... nagasu...
"Nagasu" yang mana, Anjing?!
Ya tulisan "nagasu"! Na-ga-su! Buta huruf?
Ini Jepang semua tulisannya! Lo pikir gue orang Jepang?!
Maaf. Tombol ketiga dari kanan.
Pencet tombol ketiga dari kanan!
Ini lagu Jepang nih, bukan nyiram!
Tai lo semua!
Buruan! Bau!
Pencet tombol ketiga dari kanan!
Kok lu kuyup?
Gue berak, lo mandi?
Sempat-sempatnya lo, Njing.
Kau hisap rokok kan di dalam?
Maaf, maaf.
Kakaknya dia saya yang bunuh.
Tujuh tahun lalu, sebelum kau gabung.
Maaf ya, Susilo.
Kakak kau itu teroris.
Gak, gak mungkin.
Kakak gue Rudy Hermanto orang hebat.
Dia bukan teroris.
Kayaknya gue familier. Namanya siapa?
Mati lo, Bangsat!
Udah bunuh kakak gua!
Dia orang yang gak bersalah.
Dia orang genius, penerus bangsa.
Jon, sikat, Jon.
Masih hidup lo, Bangsat?!
Sini keluar kalau berani, dasar bajingan!
Susilo.
Dengerin gua dulu.
Lo bukan pembunuh.
Jadi, jangan kotorin tangan lo sama darah kita yang gak ada artinya.
Gua bisa jadi pembunuh.
Gampang dan enak banget balas dendam buat kakak gua.
Mau sampai kapan, Sus? Gak akan ada habisnya loh.
Sus...
Sus... Susilo...
Lo enaknya dipanggil apa sih? Nama lo Bamba? Kenapa sih?
Gini deh.
Kalau lo mau cara singkat ya, lo mau lampiasin dendam lo...
Lo bunuh tuh.
Pembunuh kakak lo.
Frank!
Lo bunuh sekarang.
Lo berani ditembak karena emang udah ngitung peluru di pistol gue udah abis, 'kan?
Oke.
- Pake pistol gue. - Jon.
Jon!
Tapi sekali pun ini orang mati...
...kakak lo gak bakal hidup lagi.
Dan tiap hari lo akan jadi buronan polisi.
Dan sepanjang hidup lo, lo bakal diburu terus sama pembunuh bayaran kayak kita berdua.
Percaya sama gua.
Lo tuh orang baik.
Jangan biarin diri lo jadi pembunuh kayak gini.
Anjing...
Terus gua harus gimana?
Gini...
Kita bikin lo seolah-olah udah mati kita bunuh.
Sementara waktu, lo nyingkir dari sini, lo cari tempat yang aman...
...tempat yang sepi, oke?
Dan jauh dari peradaban.
Hei.
Boleh pinjam handuk?
Ada handuk?
Minum ini, kamu jadi kuat.
Terima kasih.
Minum ini, kamu jadi kuat.
Lo yakin ini asli?
Yang lain boleh mereka buat KW, tapi kalau soal obat...
...pasti asli.
Apaan bau ketek kayak gini?
Sudah yakin.
Jadi, bagaimana tadi?
Tolong cerita kau dan Sarah dan anak kau dan Sarah itu. Siapa namanya?
- Farel. - Ya itu.
Terus rencana kau apa?
Aku belum tahu, Frank.
Rasanya aneh banget tiba-tiba punya anak.
Jadi, kau itu mau pensiun biar bisa jadi bapak beneran buat dia?
Kalau Sarahnya setuju sih, gua...
Gua senang banget ya.
Gua ngerasa ada yang hidup lagi dalam diri gua.
Gua jadi punya tujuan hidup. Gak kosong kayak kemarin-kemarin.
Itu namanya cinta.
Saya tahu persis perasaan itu.
Terserahlah ya apa namanya.
Pak Franky?
Lu orang udah ditunggu Baba Tiong di dalam.
Siap.
- Saya totok aura dulu ya. - Ayo buruan.
Isi energi.
Jangan lama-lama, target kita masih banyak nih.
Paling 15 menit. Kalau mau ikut, ayo.
Ayo.
Silakan.
Nungging lu orang.
Kaki lu orang ke sini nih.
Lu orang jangan tidur.
Rileks.
Rileks, jangan tidur tapi ya.
Pak Franky.
Tarik napas lu orang.
Jonny, sahabatku.
Segar sekali saya.
Stamina langsung maksimal ke titik puncak.
Kalau begini nih, paling enak kita joget dulu, Jonny sayang.
Kau bagaimana obatnya? Aman, 'kan?
Aman gua.
Aman banget malah.
Laper gua sekarang.
Pengen makan orang.
Makan temen kalau ada.
Sudah macam lele saja jadi kanibal begitu.
Kenapa sih?
Mau ikut joget? Ayo sini.
Gampang cuma begini saja.
Jonny, sebegitu tidak sukanya kau dengan joget?
Trauma dengan joget, begitu?
Jonny, pelan-pelan! Jonny!
Target kita ini seorang ketua yayasan.
Alasan dia mau dibunuh karena pencucian uang.
Mbak, Mbak Janicenya ada?
Di atas, Mas.
- Makasih ya. - Sama-sama.
Dan dia juga pembelot.
Dikasih uang, disuruhnya apa, yang dilakukannya apa.
Pembohong juga dia?
Pantaslah dia mati.
Gua paling demen banget nih habisin orang kayak dia.
Pembohong kayak dia.
Ya itu.
Yang penting sekarang kita jadi wartawan dulu.
Ya.
- Permisi. - Masuk, masuk!
Maksud Anda itu apa?
Itu saja kok.
- Saya duluan ya. - Oh ya. Hati-hati ya, Sayang.
Silakan duduk.
Anda tidak memiliki satu pun karyawan wanita.
Sedangkan Anda tahu tidak berapa perbandingan wanita dan pria di negara ini?
Halo?
Kok dimatiin sih?
Aduh, gimana sih ini?
Mas...
...bisa dandanin amplifier gak?
Aduh.
Besok mau demo, amplifier malah rusak.
Stres saya.
Halo.
Saya Janice.
Mas-mas ini siapa dan dari mana ya?
Saya Karni.
Saya Ilyas.
Kami dari majalah Suara Indonesia.
Wartawan ya?
Kalau boleh tahu, Mbaknya besok mau demo di mana ya?
Demo rutin aja, Mas.
Di Departemen Tenaga Kerja.
Soal apa?
Ya... soal yang cuma di negara kita ini masih jadi persoalan.
Iya, masalah apa?
Kesetaraan gender dong.
Dalam lapangan pekerjaan.
Tenaga kerja formal wanita di Indonesia...
...yang gajinya di atas UMR itu baru 30 persen.
Nah, benar itu. Itu.
Galonnya, Ibu.
Oh ya. Masuk, Pak.
Karena kita ini setara, Mas.
Laki-laki dan wanita.
Wanita itu bisa melakukan semua hal yang laki-laki lakukan.
- Galonnya di sini ya, Bu? - Ya, taruh situ.
Sekalian dipasangin, Pak.
Saya ini tukang antar galon, bukan tukang pasang galon.
Ya sekalian lah, Pak.
Bisa melakukan semua yang laki-laki lakukan...
...kecuali angkat galon.
Begitu ya, Mbak?
Mas-mas ini ke sini ada perlu apa ya?
Kita cuma mau ngobrol-ngobrol aja kok, Mbak.
Boleh.
Ngobrol tentang apa?
Tentang...
Bu, sudah ya galonnya.
Oh ya, makasih ya, Pak.
Ya.
Tentang apa?
Tentang uang-uang klien kami yang udah Mbak terima.
Ke mana uangnya?
Soal itu.
Begini, begini.
Sebenarnya, uang-uang yang dikasih ke saya sudah saya tolak semua.
Tapi?
Tapi ya itu, tiba-tiba asisten saya datang...
...terus mengatakan kalau uang operasional kita sudah habis.
Belum ada lagi uang yang masuk. Semua sumbangan itu cuma janji-janji.
Ya sudah, saya pakai dong.
Tapi Mbak tahu kan...
...uang yang dikasih itu untuk Mbak tidak demo dan protes-protes lagi?
Oh ya tahu.
Tapi coba Mas-mas pikir...
...mereka itu kan seharusnya juga tahu ya.
Kalau ini adalah yayasan...
...yang dananya didapat dari sumbangan-sumbangan orang itu juga.
Jadi. kan kita bisa menganggap uang yang masuk ini...
...sebagai sumbangan, sebagai bentuk ungkapan mereka mendukung pergerakan kita.
Susah nih.
Mau minum apa?
Saya bikinin minum dulu ya, tunggu sebentar.
Dasar tukang galon gila.
Saya buktiin kalau saya bisa ngangkat galon.
Saya akan buktikan...
...kalau wanita itu bisa memasukkan galon ke dispenser.
Astaga. Mengangkat galon...
...ke atas, ke atas!
Ke atas...
Dia sebenarnya gak jahat, Bro.
Dia cuma...
...ngeselin aja mukanya.
Saya akan buktikan...
...kalau wanita itu bisa memasukkan galon ke dispenser.
Kalau gua lihat, dia orangnya jujur.
Bukan pembohong.
Bohong, pembohong... dari tadi kau bicara itu saja.
Ada apa sih?
Pokoknya gua gak mau bunuh itu orang.
Dia itu orang berprinsip, Frank.
Gak bisa dibeli.
Dan dia berani ngambil keputusannya sendiri.
Pilihan dia sendiri.
Lo sebenarnya siapa sih?
Mana Jonny yang dulu?
- Gak ada, Frank. - Sudah mati?
Ya kayaknya nih.
Kesetrum.
Awas, listrik. Listrik.
Baru juga saya mau bilang kalau saya bisa betulin amplifier.
Kau tidak tinggalkan sidik jari di sana kan, Jon?
Kenapa sih?
Gua udah bilang berkali-kali sama lo...
...jangan pernah lo macem-macem sama adek gue.
Saya tidak macam-macam, Jon. Sumpah.
Kalau bukan macem-macem, apa namanya?
Ada urusan apa lo sama adek gua?
Sumpah, Jon. Saya tidak macam-macam.
Cuma satu macam saja.
Jon...
Masih bisa melucu lo?
Sini.
- Santai, Jon. - Lo bilang sendiri sama gue kan...
...jangan sampai keluarga kita yang tahu soal kerjaan kita.
Karena apa? Karena taruhannya nyawa.
Teman macam apa lo?
Teman anjing lo!
Udah, santai, Jon.
- Jon. - Lo...
Lo mau makan darah teman lo sendiri?
- Jon. - Ya.
Gue dikasih tanggung jawab orang tua gue buat jaga adek gue.
Itu adek gue satu-satunya.
Lo macem-macem sama gue.
Halo, Abang? Udah aku bagi lokasinya ya.
Abang buruan ke sini.
Oke, oke.
Udah lo apain aja adek gua?
- Saya tidak ngapa-ngapain, Jon. - Bohong lo!
Ya, saya bohong, Jon.
Bukan itu jawaban yang mau gua denger.
- Hai, Abang. - Hai, Dek.
Franky ke mana?
Kamu dengerin Abang ya.
Maafin Abang.
Dia udah gak ada.
Abang bunuh Franky, Bang?
Dia bukan jodoh kamu, Dek.
Gak pantes kamu sama dia.
- Kamu bisa dapatin yang jauh lebih... - Lepasin!
Dengerin Abang.
- Dengerin Abang. Dengerin Abang! - Abang tuh gak berhak...
Selama ini Abang yang tanggung jawab sama hidup kamu.
Abang yang jagain kamu, kamu nurut sama Abang.
Asal Abang tahu ya...
...aku tuh sayang sama Franky.
Aku cinta sama dia.
Abang tuh gak berhak bunuh Franky.
Franky cerita kerjaan kita apa?
Dia udah cerita semuanya, Bang.
Makanya, dia bantu aku buat ini.
Dia pake semua tabungannya...
...buat bikin apa yang Abang udah impiin.
Aku tahu kok Abang mau berhenti dari kerjaan Abang.
Dia ada di bagasi.
Sayang, bangun.
Franky!
Sayang...
Kamu gak apa-apa?
Kamu yang gak apa-apa?
Kamu kok bau tahi?
Gara-gara celana Abang kau ini.
Aku pingsan bukan karena dipukul, tapi karena bau tahinya abang iparku ini.
Mana dia?
Lo yang buat ini semua?
Ya, Abang.
Boleh saya panggil kau abang?
Gak.
Lo sakitin dia...
...gua bunuh beneran lo.
Saya cinta sama dia.
Jon...
Abang...
Kenapa leher kau merah-merah begitu?
Tahu nih, gatel banget. Panas.
Ada ulat bulu mungkin.
Tahu nih.
Udah, udah. Bawa ke rumah sakit aja deh.
- Gak usahlah... - Jangan digaruk.
Gak apa-apa, Dek.
Gak, Bang. Ayo ke RS Medika aja yang deket ya.
- Aduh, mahal. Gak usah lah. - Bentar.
Kita ke RS Cempaka saja.
- Itu jauh banget, Sayang. - Tidak apa-apa, Sayang. Ayo masuk.
Jadi, Pak Jonny terkena serangan alergi.
Saya tuh gak punya riwayat alergi loh, Dok.
Kita sudah melakukan serangkaian tes, Pak.
Hasilnya menunjukkan kalau Bapak ini terkena alergi yang diakibatkan oleh...
- ...bulu babi. - Bulu babi?
Kapan saya nginjeknya? Saya juga gak pernah ke laut.
Ini bukan karena diinjak, Pak.
Tapi karena konsumsi.
Apalagi saya makan, saya gak suka makanan-makanan laut kayak begitu tuh.
Minum ini, kamu jadi kuat.
Anjing...
- Franky! - Ya?
Sini lo.
Hadir.
- Eh sini lo. - Gimana, Dok?
Itu minuman yang lo kasih ke gua...
...yang lo bilang obat diare dari si Baba Kiong, Baba Keong siapa tuh?
- Tiong. - Bodo lah. Apaan tuh isinya?
Tidak tahu, herbal-herbal begitu kan.
- Tadi ada bulu babinya gak? - Tidak mungkinlah. Haram dong.
Dari wajahnya saja ketahuan itu halal.
Bulu babi ini binatang laut, Pak. Bukan yang darat ya.
Jadi, memang banyak dipakai kalau untuk obat-obatan.
- Mau bunuh gua kan lo? - Tidak mungkin lah, Abang, saya cuma...
Tahi lo! Gak ada lo panggil-panggil gua Abang.
Kalau gitu saya pamit dulu ya, Pak. Bu.
Obatnya udah bisa diambil di apotek ya.
- Terima kasih. - Cepat sembuh loh, Pak.
Ya, Dok.
- Gak usah garuk-garuk, ada suster. - Ya udah.
Bang, Mercy ambil obatnya dulu ya?
- Sayang, jagain Abang ya? - Ya, Sayang.
Jangan cari gara-gara lo.
- Dah, Sayang. Hati-hati. - Ya udah deh.
Dah.
- Hati-hati, Sayang. - Ya.
Abang Jon... Maaf, Jonny.
Kau tahu tidak kenapa saya pilih rumah sakit ini?
Kenapa?
Target ketiga kita ada di sini.
- Maksud lo? - Target kita ini namanya Bruno Pahlevi.
Dia akan cek kesehatan di sini.
Dan ketika dia dinyatakan fit, dia akan dipindahkan...
...ke ruang eksekusi di gedung belakang, untuk dihukum mati.
Catatan kriminalnya dia ini biadab...
...mulai dari pencurian, perampasan...
...pemerasan, pembunuhan sampe pemerkosaan.
Bisa tidak sih kalau saya bicara, kau jangan garuk-garuk begitu.
Gatal.
Tahan sajaa.
Terus ghimana?
Dan ada satu hal lagi...
...kita harus mengambil barang satu barang dari Bruno ini untuk dikasih ke Bos Damar.
Waktu kita cuma 90 menit between his general check up...
...sampai sebelum dia dibawa ke ruang dieksekusi.
Mau ambil pirig, Kan?
Kamaf banget sih tutjuan dari tadi.
Lo udah mepet waktunya.
Sepuluh menit lagi saya dieksekusi.
Maaf.
Kmai memang suka yang mepet.
Hei...
Mana barang bos gua?
Kau kasih itu ke si Damar.
Sekarang saatnya bunuh saya.
Atas semua kejahatan lo.
...pemerkosaan, pembunuhan, penipuan.
Lo pantes buat mati.
Ayo tembak, Jinny.
Polisi di luar.
Mereka ini polisi kecil. Kita bunuh mereka.
Bukan itu masalahnya, Bro.
Tapi kenapa harus rusuh?
Karena kita memang perusuh.
Ada yang gak bener nih.
Siapa yang pesan kerjaan ini?
Lo ada datannya?
Saya...
...saya minta jawab ini ke Damar.
Siapa lo sebenarnya?
Kenapa lo niat banget kita bunuh duluan sebelum dieksekusi mati?
Ini adalah sebuah pernyataan.
Bukan untuk kalian...
...dan bukan untuk kalian mengerti juga.
Ini adalah sebuah pernyataan bahwa kita tidak bisa dikendalikan.
Atau dikontrol oleh siapa pun.
Kalian mau percaya atau tidak...
...kalian sudah ada di dalam sistem ini.
Kita memang perusuh.
Orang ini cocok sekali dengan kau.
Kalau gitu, akan gua ancurin itu sistem.
Kita gak akan bunuh dia.
Kita akan membuat sebuah pernyataan.
- Pernyataan apa? - Bahwa kali ini...
...sistem lo gagal.
Terserah kau lah.
Bunuh gua sekarang.
- Anjing lo. Frank... - Bunuh gue sekarang!
Frank...
Tahan!
Jangan bergerak.
Angkat.
- Ayo, Dek. - Udah beres?
Sudah. Tapi belum.
Bodo amat lah, saya pusing.
Udah selesai semuanya.
Pakaian gua kau buang terus.
Eksekusi Bruno Pahlevi berjalan lancar...
...setelah sebelumnya sempat terjadi keributan...
Udah selesai semuanya.
Sekarang kita bisa hidup tenang.
Termasuk pembunuhan, pencurian, perampokan, pemerkosaan dan narkoba.
Mau ngapain?
Mau cek tempat duduk belakang, biasanya kurang kuat, Dek, itu.
Terus, terus.
Terus, terus.
Gak apa-apa miring, Abangku.
Ini punya kita semua d sini.
Tunggu bentar ya, Dek. Abang gak lama kok.
Oke, Bang.
Baru dua langkah, Abang udah rindu.
Itu namanya cinta.
Des...
Sarah mana?
Udah pulang duluan.
Jam segini udah pulang?
Ya, tadi dia sif pagi.
Nelepon dulu sebentar.
Jangan lama-lama.
Halo.
Mercy ya?
Adiknya Jonny?
Ya?
Bisa langsung ke atas, ketemu Bos.
Tunggu Jonny bentar ya?
Katanya dia mau ketemu lo dulu.
Oke.
Jaman akan segera berubah, Mas Franky.
Kamu sudah siap?
Sebenarnya tidak siap, Bos.
Makanya, kami mau pensiun.
Gimana tadi?
Tiga-tiganya sudah kalian bunuh?
Tiga-tiganya semua sudah mati, Boss.
Pertanyaannya bukan itu, Mas Franky.
Mereka kalian yang bunuh?
Sebenarnya secara teknis sih...
...Malaikat Izrail yang cabut nyawa mereka.
Franky.
Sudah berapa lama sih sebenarnya kamu kerja sama saya?
Delapan... Tujuh-delapan tahun mungkin.
Kamu udah lama ya.
Ya, sudah lama, Bos.
Tapi kenapa akhirnya seperti ini, Mas Franky?
Kamu khianati saya.
Franky bohong sama saya.
Saya tidak mengerti maksud, Boss.
Bohong yang apa ini?
Jadi, sebenarnya begini, Bos.
Biasanya kalau ada yang seperti ini...
...gak ada ampun.
Kamu mestinya sudah saya sembelih.
Tapi?
Tapi karena saya suka sama kamu, Franky...
...jadi kamu tak kasih kesempatan untuk tetap hidup.
Yaitu saya harus...
Bunuh Jonny.
Ya...
Harus begitu.
Salah satu kalian harus mati.
Atau harus tiga-tiganya yang mati.
- Eh, bangsat... - Lo buruan ke lokasi yang gua kirim.
Kalau gak, adik lo mati.
Paham?
Halo?
Anjing...
Jon, Manuel.
Ini yang gua takutin dar awal.
Lo bawa adek gua ke kehidupan kita ini.
Kalau terjadi apa-apa sama Mercy, gak bakal gua maafin lo.
Tidak hanya Mercy, Jon.
Dia bikin sayembara, kejar Sarah dan Farel juga.
Bukan Sarah atau Mercy yang dicari.
Tapi mereka semua mau gua mati.
Cuma ada satu cara buat hentiin ini semua, Frank.
Kita yang mati...
...atau mereka kita habisin duluan.
Kita ke tempat Sarah sekarang.
Lo tahu permainan Manuel.
Sarah di lantai tiga, Blok G.
Kawan yang lama udah mulai berdatangan, Jon.
Dan kita sepertinya ditonton sama dalangnya nih.
Mundur, atau gua bolongin kepala teman lo nih.
Anjing!
Keluar lo.
Franky!
- Siapa? - Jonny.
- Jon. - Masuk, masuk.
Kamu aman di sini?
Sayang.
Hai, Farel.
Ya, Om. Om mau beol lagi ya?
- Beol? Beol apaan? - Gak.
Aku mau ajak kamu main...
...petak umpet.
Tapi pakai ini dulu ya, oke?
Masuk ke sini.
Sini, Sayang.
Sementara kalian harus cari tempat yang aman sekarang.
Aku janji akan selesain semuanya malam ini.
Jon. Hati-hati.
- Halo? - Kalau lu mau adik lo hidup...
...lu bunuh Franky, si sohib lo itu.
Terus lo datang ke titik lokasi kedua, bawa mayat Franky ke dalam.
Gua pantau lo dari sini.
Kalau gak, ya...
...adik lu mati.
Bersulang.
Sampai juga akhirnya jiwa kita di sini.
Saya sayang kau, Jon.
Tapi saya lebih sayang Mercy.
Lo pikir Mercy bakal maafin?
Saya harus berjuang sampai akhir.
Kebahagiaan itu diraih, bukan datang sendiri.
Kalau saya mati sekarang...
...bagaimana saya bisa bahagia?
Oke.
Lakuin apa yang harus lo lakuin.
Bukan itu jawaban yang saya mau dengar.
Saya rasa pertunjukannya selesai.
Sekarang saatnya acara utama malam ini.
Tapi anak didik gua habis.
Kan ada saya, Bos.
Gak perlulah kecoak-kecoak gak bermutu itu.
Omong kosong semua.
Pelan-pelan.
Santai aja.
Jonny beneran?
Beneran loh.
Lawan.
Franky!
Franky.
Ah, bangsat!
Jonny!
Kalau Mas Franky pengen pensiun...
...cuma begini caranya.
Ya, Boss.
Mau pensiun...
...memang cuma begini caranya.
Kamu gak apa-apa, Sayang?
Hei.
Tunggu, tunggu.
- Kamu gak apa-apa, Dek? - Harusnya aku yang nanya Abang.
Maafin Abang, Dek.
Abang!
Abang... Abang!
- Jonny. - Abang!
Abang jangan ninggalin Mercy...
Abang.
- Abang, jangan tinggalin Mercy. - Tolong!
Kalau lo macem-macem sama adek gue...
...gua bolongin kepala lo.
Jonny!
Abang, bangun!
Abang, jangan tinggalin Mercy!
Bangun, bangun!
Abang, jangan, Bang.
Sekarang kamu mau hukum aku pake cara apa pun terserah kamu.
Aku terima.
Tapi tolong maafin aku.
Aku mau kamu percaya lagi sama aku. Kayak dulu. Udah gitu aja dulu.
Saya kira uangnya selama ini buat senang-senang saja gitu.
Tapi ternyata...
Ternyata selama ini dia ngebayarin uang sekolahnya Farel.
Ngebayarin uang sewa rumah kita.
Nanti kita akan proses cara meninggal seperti apa yang pantas untuk dia.
Terima kasih, ditunggu.
Nih. Target selanjutnya.
Mana pistol Abang?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.