Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TRUE TO LOVE
TRUE TO LOVE
KARAKTER, ACARA, LOKASI, DAN KEJADIAN DI DRAMA INI HANYA FIKSI.
Dia pikir tidak ada orang di luar?
WOO BAR KOPI DAN ANGGUR
Jadi, kau berkeliaran seperti wanita dengan masa lalu menyedihkan?
Ya.
Bahkan melodi dan lirik yang terdengar klise
sangat bisa kumengerti dan membuatku menangis.
Aku menyadari cintaku hanya klise.
Aku tahu itu, tapi...
Aku tidak tahu kenapa aku berlebihan seperti ini.
Ini sangat berat hingga aku marah dan frustrasi.
Aku pikir aku mengerti maksudmu.
Kukira kami berbeda dari pasangan suami istri lain,
tapi setelah menikah, aku sadar kami tidak berbeda.
Saat menyadari itu, aku merasa...
Sedih, kurasa?
Aku tahu ini hanya hidup, tapi kenapa aku sangat sedih?
Ada apa? Apa kau bertengkar dengan Jin-woo?
Lebih baik jika kami bertengkar lalu berdamai dengan bergairah.
Kami tak bertengkar karena kami jenuh.
Hari ini sama seperti kemarin. Besok tak berbeda dengan hari ini.
Itu hangat.
Punya hubungan hangat adalah hal yang luar biasa.
Sungguh?
Aku menyadari sesuatu saat berkeliaran di luar.
Aku merasa orang-orang terus menghinaku sebelumnya.
Tapi orang-orang terlalu sibuk untuk peduli kepada orang sepertiku.
Dunia terus bergerak dan melupakan Deborah.
Apa kau kecewa?
Aku menemukan kenyamanan dalam itu.
Seiring waktu, akankah orang melupakan apa yang terjadi dan semua baik-baik saja?
Semoga saja.
Dingin.
Ini juga akan berlalu.
Sungguh?
Ya.
Apa ini sungguh akan berlalu?
Tentu saja.
EP 05 PILEK TIDAK DAPAT DISEMBUHKAN
DEBORAH BERKATA!
Mari kita lihat.
Setiap kisah cinta pasti memiliki akhir.
Momen saat kekasih menyumpahkan cinta mereka untuk selamanya.
Lamaran.
Yang kita butuhkan untuk akhir bahagia sempurna
adalah lamaran.
Sepertinya dunia butuh waktu lebih lama
untuk melanjutkan dan melupakan Deborah.
Lihat edisi bulan ini?
Ya. Itu dikirim dengan baik kepadaku, jadi, aku harus melihatnya.
Dia bersusah payah mengirimkan eksemplar gratisnya.
Entahlah...
Apa ini hukuman dari pemimpin redaksi?
"Kau tahu dosa-dosamu sendiri."
Dia dendam kepada Deborah. Itu fakta.
Dia pendendam. Lihat yang dia lakukan kepadaku.
Tapi ini,
lebih mungkin asistennya mengirimkannya tanpa berpikir.
Hei.
Berapa eksemplar La Bella yang terjual per bulan?
Majalah terlaris nomor satu Korea.
Sirkulasi La Bella sekitar 100.000.
Kenapa kau tiba-tiba ingin tahu?
Sekitar 100.000 eksemplar...
Dengan harga 12.000 won, 100.000 eksemplar...
Itu 1,2 miliar won.
Aku tidak punya 1,2 miliar won.
Apa maksudmu?
Hei, kau tidak mungkin serius...
B. MAJALAH
Aku ingin membeli ini.
Paris Hilton ditangkap karena mencuri DVD-nya dari kios koran,
tapi videonya sudah tersebar luas di Internet.
Tunggu.
Itu bukan karena dia ahli waris yang bodoh.
Sekarang aku bisa memahaminya.
CARI BUKU
Aku tahu yang dia pikirkan...
LA BELLA STOK HABIS
...hanya satu hal.
"Aku tidak bisa membiarkannya tersebar lebih luas."
STOK BARANG INI SEDANG HABIS
Kabar baik yang tak terduga.
La Bella edisi September terjual habis hanya dalam dua hari.
Pencetakan kedua telah diputuskan.
Untuk merayakannya, aku mentraktir makan malam.
Kabar baik lainnya.
Aku akan memberi kartu kreditku dan tidak ikut.
Jadi, kalian bisa bebas menikmati.
Setidaknya kau harus makan malam dengan kami.
- Nikmatilah. - Terima kasih!
Astaga.
Siapa yang membeli majalah fisik di zaman ini? Bagaimana itu terjual habis?
Jika itu habis, berarti habis. Kenapa pencetakan kedua?
Aku tahu.
Sampul edisi ini adalah BLACKPINK.
BLACKPINK. Kau sebaiknya menyerah.
Bagaimana kabar Deborah?
Apa?
Dia diselingkuhi, 'kan?
Pria berengsek.
Aku tidak begitu tahu...
Kenapa kau terus menanyakan itu kepadaku?
Haruskah kuulangi? Persahabatan wanita...
Aku tahu soal persahabatan wanita.
Terkadang kau iri,
tapi menangis bersama saat dia menderita.
Hibur dia.
Katakan kepadanya itu jauh lebih baik daripada perceraian.
Pakai ceritaku, jika perlu.
Tak ada yang bisa lebih menghibur dari itu.
Su-jin.
Astaga.
Terkadang kau sangat keren.
Jangan lupa "Bu". Aku pemimpin redaksi.
Sampai kapan? Kenapa aku harus melakukan itu?
Karena itu membuatku lebih mudah mengomelimu.
Itu tidak masuk akal.
Kau tiba-tiba kenapa?
Itu terjual habis. Akan ada pencetakan kedua.
Setelah artikel itu keluar, sentimen publik bergeser.
"Dia dicampakkan sebelum menikah.
"Itu sebabnya dia melakukannya. Aku bisa mengerti."
"Itu bisa dimengerti. Dalam situasi itu, bahkan aku akan..."
Kau bilang Deborah sudah berakhir. Sekarang apa?
Kau sungguh plin-plan.
Hei, jangan sebut aku itu.
Manusia adalah makhluk yang plin-plan.
Kita ingin menjatuhkan seseorang yang naik.
Saat seseorang jauh dalam lumpur, kita membantu mereka bangkit.
Jika kau pikirkan,
orang lebih suka wanita gemuk menjadi cantik
daripada wanita yang selalu langsing dan cantik.
Orang suka kontestan yang bilang, "Baik, semua sesuai rencana,"
bahkan di lubang berapi, dan bangkit dengan luar biasa.
Kenapa? Karena ada kejutan dramatis.
Aku mengerti, sebuah kejutan.
Tapi bagaimana dengan kejutan ini
di mana kau terlalu takut, lalu menikamnya dari belakang?
Lalu jika kau ingin mengontraknya lagi sekarang,
dia akan anggap kita apa?
"Mereka sangat paham bisnis."
Dengan kata lain, "orang rendahan".
Itulah sebutannya.
Apa hanya aku yang sampah dan menjijikkan?
Apa kau tidak mau kaya? Kau ini komunis atau apa?
Pikirkan saja.
Politisi?
Mereka suka diberitakan dengan cara apa pun kecuali saat mati.
Kepopuleran? Integritas? Mereka tak peduli.
Profil dan persetujuan publik berjalan beriringan.
Katamu Deborah penipu, sekarang dia politikus?
Kau yang memanggilnya penipu. Aku tidak pernah mengatakan dia penipu.
Kau memanggilnya licik dan kau bilang Deborah sudah berakhir.
- Itu lebih kasar... - Astaga, orang-orang ini.
Ayo lupakan itu dan fokus pada konten.
- Hanya konten. - Permisi.
Apa kau tahu konten seperti apa...
Ada yang bisa kubantu?
Aku...
Bisakah kau serahkan ini kepada wakil presdir?
Ini dari siapa? Boleh aku tahu namamu?
Aku...
Pelatih kencan, Deborah, yang dibuang seperti sampah.
Dia jatuh di depan dunia, memperlihatkan celana dalamnya.
Dia punya kisah kegagalan yang epik.
Kau sudah dengar. Tokoh utama dari kisah kegagalan epik.
Katakan itu dari Penulis Deborah.
Kau tahu apa maksudku?
Rocky terlalu kuno.
Penulis Deborah baru saja di sini.
Dia mendengar semuanya.
Dia ingin aku menyerahkan ini kepadamu, Su-hyeok.
Kenapa kau...
Kenapa aku harus membereskannya lagi?
Kau menyelamatkannya seperti dalam The Bodyguard.
Mempertimbangkan ucapanku,
akan lebih baik jika kau yang mengatakannya.
Kau ingin aku mencarinya dan apa?
Tanyakan kabarnya, katakan sesuatu yang menghibur,
lalu minta maaf kepadanya.
Jika lancar, lanjutkan ke diskusi kontrak.
Aku akan minta maaf. Itu saja. Itu tujuan utamanya.
Aku tak akan mengunjunginya di rumah sakit.
Kepada seseorang yang patah hati, apa yang harus kukatakan?
Orang yang pernah mengalaminya akan tahu.
Kau tahu itu lebih baik. Kenapa tanya aku?
Justru karena itu aku bertanya. Kau duda.
Astaga, kau mulai lagi.
Menghibur tidak rumit. Hanya...
Katakan saja, "Kau lebih baik dariku."
"Bahkan pria sepertiku tak melewatkan makan."
- Itu saja. - Apa artinya itu?
Terkadang kemalangan orang lain bisa menjadi hiburan terbaik.
"Bukan hanya aku yang gagal."
"Benar, aku lebih baik darimu."
"Bahkan pria sepertimu makan teratur."
Sesuatu seperti itu.
"Bahkan pria seperti itu makan teratur."
Masuk akal.
Kau masih bisa duduk dan makan?
Ini enak.
PENULIS DEBORAH
Aku perlu bicara. Aku di dekat rumahmu.
Aku akan menunggu sampai kau datang.
- Aku hampir tidak mengenalimu. - Apa?
Ini disengaja, agar sulit dikenali.
Aku hanya bercanda.
Tentang yang terjadi di kantor kami, aku mohon maaf.
Tak perlu minta maaf.
Semua orang melakukannya.
Aku sudah banyak dicaci belakangan ini, jadi, itu tak menyakitkan.
Lalu aku ingin memberitahumu ini.
Mari kita batalkan saja kontrak kita.
Jika kontrak lisan tetap kontrak, aku tak punya alasan.
Tapi...
Aku rasa aku tidak bisa menulis buku tentang cinta lagi.
Baik. Ini memalukan, tapi aku mengerti.
Tetap saja, aku berutang maaf. Ucapanku tidak sopan dan kasar.
Aku minta maaf.
Semoga kau tak masukkan ke hati.
Kau mau minum sesuatu?
- Kau yang traktir? - Tentu saja.
Aku pesan yang sama.
Teh tempat ini terkenal.
- Silakan ke sini. - Ya.
- Pesan minuman apa? - Yang ini. Terima kasih.
Ini.
Apa dia melihat ke arah sini?
- Kenapa kau menangis? - Apa dia melihat ke arah sini?
Bo-ra.
Ini bukan yang kau pikirkan.
Ya, dia melihat ke arah sini.
- Senyumlah. - Kenapa?
Senyum saja, tolong.
Ayo kita berjalan bersama sebentar.
Tentu.
Senyumlah.
Baik.
Aku tak minta berpegangan tangan.
Dia masih melihat kita.
Senyumlah dengan alami.
Aku ingat.
Saat perundung memalak uang darimu,
mereka merangkul bahumu dan bilang, "Hei, senyumlah. Bersikap alami.
"Kita berteman, mengerti?" Kau tahu itu, 'kan?
AYAM GORENG AYAH
Kenapa dia pergi ke restoran ayam?
Aku pesan satu ayam goreng.
Ayam mawar zaitun spesial.
Tolong yang itu.
Baik.
Ayam goreng biasa yang terbaik. Sepertinya kau tidak tahu itu.
Karena itu spesial.
Karena tak ada yang mencintaiku, aku akan mulai mencintai diriku sendiri.
Jika pesan jjamppong, aku akan pesan yang spesial.
Lalu soju yang seharga 30.000 won.
Aku akan memesan yang mahal dan spesial.
Itu pemikiran positif.
Kalian ingin memesan alkohol?
Alkohol termahal di sini...
Kita tidak cukup dekat untuk itu.
Pesan minuman ringan saja.
Dua minuman ringan, tolong.
Benar.
Sekarang aku tahu kau merepotkan saat mabuk.
Ide bagus.
Ini traktiranku.
Karena aku berutang budi kepadamu.
Anggap saja kita impas.
Baik.
- Nikmatilah. - Terima kasih.
Enak sekali.
Ayam Goreng Ayah adalah yang terbaik.
Itu sebabnya kau ke sini?
Balas dendam kepada Ayam Goreng Ibu?
Jadi, begitu.
Kenapa kau selalu ada untuk melihat momen-momen itu?
Entahlah.
Dia potong rambut.
Aku baru melihat kemeja itu.
Itu berarti dia pergi ke salon
dan bilang, "Tolong, gaya rambut aktor, Jung Hae-in."
Lalu mencoba kemeja itu di depan cermin...
selagi aku seperti ini.
Kuakui aku kalah.
Aku hanya pecundang.
Aku tak berhak terus mengoceh tentang hubungan.
Sangat menggelikan, ya?
Jadi, tak bisa menulis soal cinta?
Ya.
Tepatnya, aku tak punya apa-apa untuk dikatakan soal hubungan.
Kau terus mengatakan itu.
Tak ada menang atau kalah dalam hubungan.
Kenapa tidak?
Kenangan juga hanya untuk pemenang.
Saat dia memikirkanku,
dia akan berpikir, "Dia wanita yang pernah kucintai."
Itu saja.
Tapi aku akan sangat kacau.
Kau sudah melihatnya.
Kau kalah, lalu kenapa?
"Aku kalah, tapi pertarungan bagus."
Pikirkanlah seperti itu.
Mustahil.
Jika kalah, apa itu pertarungan bagus?
Itu hanya bagus jika kau menang.
Ada lagu ini juga.
Kau tak akan bernyanyi di sini, 'kan?
Apa ini sungguh Sprite?
Aku akan diam.
Jadi, saat menyangkut hubungan romantis,
pemenang mengambil semuanya.
Pecundang hanya diam dan sedih.
Karena itu memang nasib seorang pecundang.
Sprite terasa pahit hari ini.
Omong-omong, kenapa kau sangat membenciku?
Aku tak membencimu.
Apa alasanku?
Seperti tiang telepon, tanda di gedung, atau penyeberangan.
Apanya yang bisa dibenci?
Kau tak membenciku, tapi membicarakanku di belakang?
Aku harap para pembenci di Internet juga begitu.
Sekarang kau merasa kasihan kepadaku?
Itu sebabnya kau membantuku tadi, 'kan?
Aku tidak kasihan kepadamu.
Aku pernah mengurus rusa yang mati di jalan.
Aku pernah melaporkan pemabuk yang tertidur di terminal bus.
Kadang-kadang aku memang berbuat baik.
Rusa...
Tersenyumlah.
Terkadang kemalangan orang lain bisa menjadi hiburan terbaik.
"Bukan hanya aku yang gagal."
Sebenarnya, aku juga dicampakkan.
Cincin yang kubeli.
Aku tak sempat memberikannya karena telanjur dicampakkan.
Terus bicara.
Apa ini? Mendengar itu anehnya membuatku merasa sedikit lebih baik.
Tiba-tiba dia ingin putus, dan bilang
bahwa aku pengecut, jahat,
dan berengsek yang egois. Kurasa dia bilang itu.
Itu keterlaluan.
- Lalu? - Lalu?
Tempo hari, aku pergi ke depan rumahnya.
Dia keluar dengan seorang pria.
Jika mereka keluar, tidak masuk...
Lalu bagaimana? Apa kau baik-baik saja?
Apa kau merasa lebih baik seiring berjalannya waktu?
Aku rasa tidak.
Seperti yang kau lihat,
itu menjadi lebih baik hingga aku bisa membicarakannya.
Dari sepuluh penyakit terparah yang tak ada obatnya,
kau tahu urutan pertamanya?
Pilek biasa.
Meskipun terkadang kita mengalaminya, kita sembuh sebelum menyadarinya.
Ini seperti pilek biasa.
Semuanya akan baik-baik saja seolah-olah tidak ada yang terjadi.
- Bersulang. - Bersulang.
- Terima kasih untuk ayamnya. - Tentu.
Sampai jumpa.
Aku akan mengantarmu.
Rumahku di dekat sini.
Baiklah.
Ingin pelukan?
Kenapa?
Karena kau sangat gemetar.
Biar kuingatkan. Kadang-kadang aku memang berbuat baik.
Astaga.
Apa kau asal memberikan pelukan gratis?
Tidak, terima kasih.
Apa kau sedang sakit?
Cuacanya bagus, kenapa kau gemetar?
Mungkin penyakit yang tak ada obatnya.
Itu bukan masalah.
Berdasarkan ucapanmu,
aku akan segera sembuh.
Aku merasa terhormat seorang pelatih kencan mendengarkanku.
Aku belum pernah dicampakkan, meskipun aku seorang pelatih kencan.
Kau pikir aku sering dicampakkan?
Kalau begitu, kau punya pengalaman untuk diceritakan tentang berpacaran.
Kau bisa menulis tentang setelah putus cinta.
Lupakan dia atau memenangkannya kembali,
atau cari pria yang lebih baik,
atau temukan akhir yang berbeda.
Jadi, begitu rupanya.
Kau berempati, menghiburku, lalu bicara soal pekerjaan.
Jadi, ada udang di balik batu.
Bisnis itu sulit, ya?
Apa maksudmu?
Kau sudah melihatku seperti ini, masih mau kita menulis buku tentang cinta?
Apa lagi yang mau orang dengar dariku soal cinta?
Mereka akan puas melihat celana dalamku.
Itu bukan umpatan.
Aku bertekad tidak akan mengumpat lagi.
Lalu sekali lagi, biar kuperjelas.
Aku tak mau membodohi diri sendiri lagi.
Keuanganku cukup stabil. Jadi, aku tidak perlu
memanfaatkan masa lalu, cerita, atau air mataku.
- Aku tak bisa bekerja denganmu. - Kau menyebut dirimu penulis.
Sebagai penulis, tidakkah kau tahu
tak bertanggung jawab membuat akhir tiba-tiba dan menyedihkan?
Kau tahu kenapa itu buruk?
Orang berharap masalah akan terpecahkan dan luka akan sembuh.
Lalu sebagai orang yang lebih baik, berharap hidup terus berjalan.
Kau mengambil harapan itu.
Terserah.
Jangan harap aku seprofesional itu. Aku sendiri punya banyak masalah.
Sulit untuk peduli tentang hal lain.
Kita sudah sampai.
Mari jangan bertemu lagi.
Mulai sekarang, meskipun kau melihatku menangis, jatuh,
atau tertabrak mobil, lewati aku.
Aku sudah cukup malu.
Baik. Akan kulakukan.
Aku terus tidak sengaja menjadi saksi. Lebih dari ini akan berbahaya.
Tapi jika kau tertabrak mobil, setidaknya aku bisa memanggil ambulans.
Pintu terbuka.
Anton Chekhov pernah bilang,
"Jika ada senapan di bab satu, di bab tiga, itu pasti ditembakkan."
"Pelatih kencan, Deborah,
yang percaya diri tentang cinta, gagal dalam hubungannya?"
Maka harus ada bagian selanjutnya.
Dia makan ayam spesial. Itu saja?
Sungguh?
Kau sok pintar sampai akhir.
Antonio siapa? Apa yang kau katakan?
Sampai jumpa.
Aku di mana?
Aku tak peduli.
Aku pikir aku sudah melakukan cukup,
bahwa aku sudah menerimanya,
dan bahwa aku tak akan menangis lagi.
Tapi saat aku bertemu dengannya,
aku menyadari aku masih di tengah putus cinta.
Ini hanya pilek biasa.
Ini hanya pilek biasa.
Kau pikir kau bisa menebusnya seperti ini?
Astaga!
Kau pulang larut.
- Aku tertidur. - Kau tertidur?
- Ada makan malam kantor. - Ya.
Yu-jeong.
Kenapa?
Dingin!
Hei! Yang Jin-woo!
Jin-woo.
Apa aku makin gemuk?
Aku tidak tahu. Apa begitu?
Apa aku terlihat gemuk?
Tidak, tidak sama sekali.
Kau justru harus menambah berat badan.
Aku tak mau menambah berat badan.
Apa payudaraku mengecil?
Bukankah begitu?
Aku tidak tahu. Apakah begitu?
Kau tidak peduli.
Aku tahu jawabannya.
Kau tidak gemuk dan payudaramu tidak mengecil.
Salah.
"Kau selalu terlihat cantik bagiku setiap saat."
Kau mau ke mana, Sayang?
Mengeringkan rambut.
Sayang.
Lakukan itu nanti. Ayo sini.
- Ada apa, tiba-tiba? - Ke sini, cepat.
Astaga.
Cepat ke sini!
Ayo cepat!
Hentikan! Cepat ke sini.
Bung, masuklah.
Masuklah.
"Bung"?
Astaga.
Tidur saja.
Kenapa?
Ayo bersih-bersih.
PRESDIR HAN SANG-JIN
ANNE OF GREEN GABLES
Sudah lama aku tak melihat ini.
Selamat pagi, Sang-jin.
Selamat pagi juga, U-ri.
Ya.
Kau datang lebih pagi lagi.
Sudah kubilang. Itu tak perlu.
Aku bisa baca buku jika datang lebih pagi.
Aku suka itu.
Baiklah.
Aku punya sesuatu untukmu. Sebentar.
Halo, Su-hyeok.
Hai.
Dia kenapa?
Jadi, dia bilang "tidak".
"Tidak" macam apa itu?
Apa maksudmu?
Maksudku,
itu "tidak" seperti, "Aku tak bisa memaafkan kalian."
"Aku hanya akan merasa puas
"jika aku membatalkan kontrak sekali"?
Atau, "Aku sedang hiatus dari semua aktivitasku
"untuk refleksi diri setelah kontroversi,
"tapi jika kalian terus berusaha,
"aku bersedia berpura-pura menyerah." "Tidak" yang seperti itu.
Mengelola bisnis memang sulit.
Tapi sekali lagi,
aku ragu kau bisa membedakannya.
Biarkan aku menganalisisnya. Ceritakan kata demi kata.
Apa yang dia katakan?
"Sekali lagi, biar kuperjelas."
Aku tak mau membodohi diri sendiri lagi.
Keuanganku stabil.
Aku tak perlu memanfaatkan masa lalu, cerita, atau air mata.
"Jadi, aku tak bisa bekerja denganmu."
Itu "tidak" tanpa ruang untuk interpretasi lain.
Baik, ini akhirnya kalau begitu.
Kau menolaknya dengan keras sejak awal.
Kau pasti senang keinginanmu terkabul.
Tidak.
Itu baru mulai menarik.
Akan hujan ringan hari ini. Bawa payungmu.
Suhunya tak stabil hari ini. Berpakaian hangat. Jangan sampai sakit.
Apa dia peramal cuaca?
Satu pesan lagi dan kau akan kublokir.
Tetap saja,
aku masih punya satu kesempatan.
Pengalaman kerjamu cukup.
Kau tinggal di dekat sini.
Kalau begitu, apa aku diterima?
Bisakah kau mulai besok?
Tentu saja.
- Aku akan meneleponmu. - Terima kasih.
Terima kasih.
Silakan kemari.
Maaf sudah menunggu lama.
Tidak, aku yang datang lebih awal.
RESUME
BANTUAN PARKIR, CUCI PIRING
Tidak ada pengalaman di kafe.
Tidak.
Omong-omong, alasan lamaranmu...
TERTARIK OLEH TAKDIR TAK TERTAHANKAN.
Ya.
Aku melamar karena ditarik oleh takdir.
"Kafe Woo Bar."
"Mapo-gu."
LOKASI PERUSAHAAN
Kau habis jika mengikutiku.
Baiklah. Omong-omong...
- Yang Jin-ho? - Ya.
Aku Yang Jin-woo. Kau dari klan Yang mana?
Aku Namwon Yang.
Aku juga. Nama panggilan masa kecilmu?
Loyang, kayang,
- Yankee. - Yankee.
- Benar! - Aku tahu.
Aku tidak melihat alamatmu.
Aku akan cari tempat terdekat. Aku baru selesai wamil.
Divisi mana?
Aku di Divisi Infanteri Ketiga.
- Tengkorak? - Ya.
Aku juga dari unit itu.
Slogan Tengkorak Putih, siap!
Mulai!
Hidup atau mati, kita Tengkorak!
Hidup jika mencoba mati! Cinta untuk darah dan dagingmu!
Tengkorak, Tengkorak! Ayo!
Tidak heran.
Saat aku melihatmu, aku tahu aku menemukan teman.
Seperti kakak yang lama hilang.
Seperti takdir.
Itu benar. Nama kita dan semuanya.
- Yang Jin-ho, Yang Jin-woo. - Ya.
Aku tidak pernah terlambat.
Aku sehat, jadi, tak akan absen mendadak.
Aku akan bekerja sangat keras.
Baik! Kau diterima!
Terima kasih!
Tengkorak Putih!
Tengkorak Putih!
Apa kau tahu anggur?
- Tolong ajari aku. - Itu mudah.
Ini seperti flu biasa.
Semuanya akan baik-baik saja seolah-olah tidak ada yang terjadi.
Dia tak tahu saat itu
bahwa harapan palsu itu mengarah kepada keputusasaan yang lebih dalam.
Sudah hampir waktunya pulang.
Benar, para karyawanku bekerja keras hari ini.
Mereka harus pulang.
Mereka harus pulang.
Tidak ada bos yang sepertiku.
Semuanya, bersiaplah untuk pulang.
- Kami pulang. - Sampai besok.
Sampai besok.
Cepat sekali.
Hei, saat aku seumuran mereka...
Aku penasaran kenapa tak bisa begitu.
Tunggu, kau akan pulang?
Kita harus minum.
Aku rasa kau tak tahu.
Aku tak mau minum denganmu sementara ini.
Kenapa?
Apa kau masih dendam kepadaku karena waktu itu?
Kenapa kau tidak bisa melupakannya?
Kau tak bisa melupakan kesedihan atau mantanmu.
Ini sebabnya aku tak mau minum denganmu.
Lalu ke mana kau akan pergi?
Apa kau akan melakukan sesuatu yang aneh seperti menguntit?
Seperti merindukan Yu-ri dan pergi ke depan rumahnya,
atau mencari kesendirian di sepanjang Sungai Han.
Kau pikir ini film?
Aku pikir itu hal yang benar dan aku merelakannya seperti pria sejati.
Aku harap dia akan bahagia dalam hubungan barunya.
Tapi saat aku melihatnya dengan kekasih baru,
sampai saat itu,
aku belum menyadari kami putus.
Benda kecil, berkilau, dan mahal ini...
Harus kuapakan ini?
Pagi ini, seorang wanita berusia 30-an terjun dari Jembatan Manam
dan akhirnya ditemukan tewas.
Lalu lintas di sekitarnya terhenti selama dua jam,
menyebabkan macet parah.
Menurut polisi, keluarga almarhum menyatakan
almarhum sering mabuk
dan mengaku depresi setelah putus cinta dan kehilangan pekerjaan.
Polisi yakin dia mencoba bunuh diri saat mabuk
dan sedang menyelidiki penyebab pasti kematiannya.
Berita selanjutnya.
Seperti aku tidak tahu saat itu,
orang melihat apa yang ingin mereka lihat dan percaya yang ingin mereka percayai.
Apa yang akan kau lakukan jika aku ingin putus?
- Jika kita putus... - Itu konyol.
Itu tidak akan terjadi, meski langit runtuh atau Bumi terbelah.
Ini bukan apa yang kau pikirkan.
Ini hanya kesalahan. Hanya sekali ini.
Aku di depan rumahmu. Aku akan terus menunggumu.
Maaf.
Mungkin
dia menyesal sekarang seperti aku.
Aku menikmati makan malamnya.
Lobsternya sangat lezat...
Menteganya...
Sungguh tidak bisa dipercaya.
Benar.
Hanya pemenang yang bisa menikmati kenangan.
Kemarin, apa dia...
Apa kau ingat cara dia menatapku?
Bu Yeon?
Siapa yang kau telepon?
Apa dia terlihat menyesal?
Kau bilang dia terus menatapku kemarin.
Apa kau mabuk?
Tolong katakan begitu.
Katakan dia tampak menyesal putus denganku.
Aku butuh keberanian sekarang.
Tidak.
Dia tampak lega, bukan menyesal.
Jadi, berhentilah minum.
Hentikan yang kau lakukan dan tidur yang nyenyak.
Tidak, berhenti berbohong.
Kau pembohong.
Kau berbohong.
Kau bilang aku akan baik-baik saja.
Tapi aku sama sekali tidak baik-baik saja.
Aku merasa seperti akan mati! Kau tahu?
Jika aku tidak minum kopi dengan Yu-jeong saat itu,
kita tak akan bertemu, 'kan?
Meski kita tidak bertemu saat itu,
kita tetap akan bertemu suatu hari.
Aku yakin.
Jika aku menikah, maukah kau datang ke pernikahanku?
Tentu saja.
Mempelai pria harus datang.
Kata siapa aku akan menikahimu? Bisa saja orang lain.
Astaga!
Ju-wan.
Sepertinya kau bekerja lembur.
Kau pulang larut.
Apa kau mabuk?
Sedikit.
Hanya sedikit.
Maaf.
Kau tahu...
Bagaimana jika aku...
bilang kepadamu bahwa aku tak keberatan
dengan apa yang kulihat tempo hari,
jika aku melupakan semua yang kulihat dan tidak peduli,
apa yang akan terjadi? Apa akan berbeda?
Apa maksudmu?
Kau benar. Kau benar tentang semuanya.
Aku merusak segalanya.
Kau dan Da-mi, itu hanya kesalahan, aku...
Aku tidak percaya ucapanmu dan tak bisa mengendalikan emosiku.
Itu sebabnya kita seperti ini.
Jadi, bisakah kita...
Bo-ra.
Aku tidak bilang kita harus menikah.
Tidak bisakah kita kembali saja...
Bagaimana aku harus hidup?
Ini juga sulit bagiku.
Jika sulit bagi kita berdua, kenapa kita harus putus?
Kau bilang itu hanya kesalahpahaman dengan Da-mi.
Jadi, kita bisa mengusahakannya.
Tolong hentikan.
Bisakah kau berhenti menjadikanku orang jahatnya? Kau...
Seberapa rendah kau akan bertindak?
Bagaimana aku menghentikanmu?
Aku membencimu.
Aku sangat membencimu.
Aku muak dan lelah denganmu.
Maaf.
Ju-wan.
Ingin pelukan?
Jika kau tak keberatan dengan pelukan gratis.
TRUE TO LOVE
Kau bilang akan lebih mencintai dirimu.
Kenapa begitu sedih seperti tak ada hari esok?
Aku terlihat bodoh sebelumnya. Aku ingin bekerja dengan baik.
Kau sudah bekerja dengan baik.
Sungguh.
Kau memercayai seorang pria?
- Percayai real estat. - Aku akan jadi tunawisma kapan saja.
Su-hyeok, apa kau sibuk sekarang?
- Hei, apa ini? - Apa?
Seseorang menirumu.
Kau bersikap tak biasa. Sangat membumi.
Ini karena Deborah.
Kau bisa menduga ada sesuatu yang salah.
Tahu berapa banyak yang salah denganmu?
Kau jatuh, mengumpat, menangis, mabuk, berantakan.
Kukira itu hal ternormal yang kau lakukan.
- Kau bilang itu salahku? - Bukan itu maksudku...
Kita tidak perlu bertemu lagi.
Terjemahan subtitle oleh Sudirman Lius
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.