All language subtitles for Scream VI 2023 1080p AMZN WEB-DL

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Tunggu.

Hasta El Fuego. Mohon tunggu sebentar.

Oke.

Lewat sini.

Ini dia. Pelayan akan segera menemuimu.

Hei, Jason.

Hai.

Hai. Mau pesan?

Ya.

Terima kasih.

Hai!

Hai

Ini memalukan...

Aku tersesat.

Bisa kutelepon?

Oke.

- Mau tambah? - Ya, tentu.

Hai, Reggie.

Laura, hai.

- Halo. - Senang bertemu lewat telepon

dalam situasi yang sangat memalukan ini.

Tak masalah.

Ini gara-gara pilih tempat trendi tanpa tanda di depannya.

- Ya, kenapa begitu di sini? - Entah.

Aku baru beberapa bulan di kota ini.

Aku juga!

Ini restoran yang sangat keren.

- Itu di Hudson? - Ya.

- Aku di Hudson? - Entahlah.

Aku bukan di Hudson. Sial.

Aku sekarang berjalan menuju Hudson.

- Baik. - Aku sungguh minta maaf.

Ini bukan kesan pertama yang ingin kubuat

dengan profesor kampus.

Dosen asisten kepala,

dan itu cuma kajian Film, jadi...

kau aman.

Kajian film? Itu......keren.

Menurutmu begitu, tapi cobalah mengajar kelas film jagal abad ke-20

pada sekelompok anak usia 19 tahun.

Film jagal, ya?

Apa film horor kesukaanmu?

Bukan yang itu.

Jadi kenapa film horor?

Menurutku itu menarik.

Kau benar-benar bisa pertimbangkan budaya saat itu

dengan melihat kiasan waktu.

Seperti, Film Masked Killer,

The Final Girl, The Different Rules,

Don't Split Up, Don't have sex.

- Don't Answer The Phone. - Tepat sekali.

Itu semua klise.

Tapi dari klise itu muncul peluang

untuk seni tak berkualitas.

Menggunakan bakat untuk memberdayakan seseorang, bisa dibilang begitu.

Astaga.

Aku lebih lebih suka film komedi romantis.

Kurasa aku sudah di Hudson.

Baiklah.

Warna apa bagian luar restoran?

Kurasa merah.

Aku tak melihat ada yang berwarna merah.

Aku bisa saja salah. Biar aku...

Biar kulihat.

Baiklah. Terima kasih.

Baiklah...

Ya, ini jelas merah.

Ya, aku tak melihat ada yang berwarna merah di sini.

Yakin kau ada di Hudson?

Sial, masih satu blok lagi.

Sepertinya ada gang yang bisa kulewati.

Ada gang dekat resoran?

Ya! Ada gang.

Sempurna. Aku lewat gang.

Aku tak melihatmu.

Tunggu. Sungguh? Kau yakin?

Biar aku...

Ada tempat sampah di tengah gang.

Aku melihatnya, tapi aku tak melihatmu.

Aku juga tak melihatmu.

Ini menyeramkan, bukan?

Sedikit.

Film jagal abad ke-20?

Ya. Kau yakin berjalan menuju Hudson?

Aku yakin.

Tunggu, sepertinya aku melihatmu! Bisa melambai?

Kau melihatku?

Orang yang kulihat tak melambai.

Mereka cuma menatapku.

Kau yakin?

Ini aneh.

Sekarang dia ke arahku.

Kau tak apa?

Sial. Dia mengikutiku.

Aku tak lihat siapa pun.

Astaga! Dia mengejarku!

Kau di mana?

- Dia bawa pisau! - Apa?

Itu bukan bagian terburuknya.

Bagian terburuknya...

... kau mengajar kelas film jagal

dan kau masih berjalan ke gang gelap.

Sendirian.

Itu tak lucu.

Tidak.

Memang tidak.

Sekarang aku melihat warna merah.

Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM

Ayo Kunjungi Sekarang Juga! LXWHITELABEL.COM

Hei, nona, kau terlihat hebat!

Kau tak memakai kostum? Yang benar saja.

- Tidak, aku tak mau pakai itu. - Hai. Tara!

Jason.

Kau dan Greg akan datang ke pesta OKB?

Jika proyek bahasa Spanyolnya beres, kami akan datang.

Kakakmu datang?

Tidak, Sam tak mau menghadiri pesta persaudaraan.

Untuk semua ada yang pertama kali.

Tapi tidak malam ini.

- Tak bisa membujuknya? - Bukan urusanku, itu urusanmu.

- Simpankan aku minuman! - Baik. Sampai jumpa.

Sayang, aku pulang!

Greg?

Greg?

- Subtitle by RhainDesign -

Maafkan aku.

Aku...

Aku bernafsu, dan aku harus latihan.

Tolong jangan marah. Kau marah?

Aku tak marah, Jason.

Bung.

Kita berjanji tak saling mengunakan suara itu.

Kita berjanji banyak hal.

Ini Greg, kan?

Siapa lagi?

Kau di mana? Aku mau cerita soal itu.

Ngomong-ngomong,

kita harus ke pesta persaudaraan itu. Tara pergi.

- Seperti apa rasanya? - Jangan lewat telepon, bung.

Serius, matikan modulator suaranya.

Aku cuma mengetes suaranya.

Kau harus berlatih, aku juga latihan.

Terserah.

Bilang saja bagaimana rasanya.

Mungkin aku akan keluar.

Aku tahu kau tak di sini.

Aku bercanda.

Tak apa.

Itu bahkan lebih baik

daripada yang kita bayangkan.

Saat pisau itu menikamnya,

dia seperti bukan manusia lagi.

Cuma binatang.

Dan setiap kali di tikam,

dia semakin bukan manusia.

Kemudian,

dia cuma daging.

Tapi dia bukan cuma daging, Jason.

Dia orang. Profesor film kita.

Ya, baiklah,

Persetan.

Dia memberiku C-minus di lembar giallo-ku.

Itu alasanmu membunuhnya? Karena nilai C-minus?

Siapa selanjutnya, wakil kepala sekolahmu?

Kau tahu siapa berikutnya.

Kenapa kau seperti ini?

Ayolah, Jason.

Sudah berapa lama kita saling kenal?

Bilang saja.

Delapan tahun.

Kita bertemu di SMP. Di Atlanta.

Aku cuma mau kau beri tahu kenapa kau melakukan ini.

Pendapat pribadimu.

Kita sedang menyelesaikan film Richie.

Benar sekali, dengan membunuh Sam dan Tara.

Kenapa kau macam-macam denganku?

Kenapa tak bilang kau di mana?

Kenapa tanya itu terus? Sudah kubilang.

Aku di sini.

- Ayo bermain. - Sial.

Tahu permainan, makin panas, makin dingin?

Ayo, cari aku.

Kemudian kita pergi membunuh Carpenter bersaudara.

Kau pakai kamera?

Ya. Kamera.

Saat ini, kau sangat dingin.

Baiklah, orang sombong, ayo bermain.

Dingin.

Panas.

Makin panas.

Makin panas.

Baiklah, ini bodoh.

Kututup telepon sekarang.

Tapi kau semakin panas.

Makin dingin.

Makin panas.

Makin panas.

Kau terbakar!

Sial!

Kau merasa seperti binatang, Jason?

Hentikan!

Seperti daging?

Tapi kita harus selesaikan filmnya.

Siapa yang peduli dengan film?

Jadi bagaimana obat-obatan baru itu mengobatimu?

Menurutku.

Masih belum melihat hasilnya.

Tapi, yang kukhawatirkan adalah Tara.

Yang kukhawatirkan sebenarnya kau.

Sudah enam bulan kau kemari.

dan yang kita bahas

bagaimana adikmu tak mengatasi

apa pun yang terjadi pada kalian berdua

tahun lalu.

Sekarang, kau membahas hubungan kekerasan,

masalah dengan ayahmu,

tapi tiap kali kudesak untuk spesifik, kau menutup diri.

Aku punya masalah kepercayaan.

Baik.

Jika mau aku membantumu,

Kau berikan rinciannya.

Baik.

Ayahku Billy Loomis.

Dia pembunuh berantai terkenal.

Mereka buat filmnya.

Ya. Tentu saja.

Tahun lalu aku baru tahu

kalau pacarku juga pembunuh berantai.

Mengencaniku karena dia mengidolakan ayahku.

Dia dan pacarnya psikopat

membunuh banyak orang.

Saat tersiar kabar kalau aku putri Billy,

rumor itu mulai menyebar di internet

kalau aku mengatur semuanya dan membesar-besarkannya.

Richie pacarku.

Tapi itu tak benar.

- Tentu saja tidak. - Oke.

Dia hampir membunuh adikku

dan aku,

sebelum aku mencegahnya.

Bagaimana...

Bagaimana kau mencegahnya?

Kutikam 22 kali dan menggorok lehernya.

Kemudian kutembak kepalanya.

Tapi bukan itu alasanku kemari.

Kenapa kau kemari?

Karena...

aku merasa benar.

Kita sudah selesai di sini.

Apa? Kau bilang berikan rincian.

Aku tak biasa menangani hal semacam ini.

Tolong, Dr. Stone. Kuminta bantuanmu.

Secara hukum, aku harusnya laporkan ini ke pihak berwenang.

Lapor? Lapor apa?

Aku tak berbuat apa-apa.

Tidak secara eksplisit.

Kau tahu?

Lupakan.

Kau sama seperti yang lain.

Hei, kau sudah menghubungi Tara. Kenapa tak kirim SMS?

Seharusnya kau angkat teleponku.

Aku keluar cepat dari terapi, jadi mungkin kita memasak makan malam.

Jika mau. Sampai jumpa.

Hai!

Tara?

Ya.

Quinn?

- Sial. - Yang benar saja!

Kami terlalu berisik?

Sama sekali tidak. Kau lihat Tara?

Jangan marah.

- Kenapa marah? - Karena kau pemarah.

Itu Paul?

Siapa Paul?

Hidup, setahuku,

adalah variasi.

Oke.

- Ini punyamu. - Terima kasih.

Di mana Tara?

Pergi ke pesta Omega Kappa Beta.

Aku sudah melarangnya!

Sekarang kau marah.

Dia bawa Tasernya?

Aku kurang tahu Tara bawa senjata

di pesta persaudaraan ini.

- Sayang, kau akan kembali? - "Sayang"?

Entahlah.

Pria menggemaskan buka baju lagi?

- Siapa Pria menggemaskan? - Selalu kau... sayang.

Sudah lama kalian sudah saling bertatapan.

Kenapa tak ngobrol saja?

Karena di situlah

interaksi romantis yang bisa kulakukan.

- Aku akan pergi cari Tara. - Oke.

- Aku segera kembali. - Daah.

Brengsek.

Apa kabar?

Di mana bisa tambah bir lagi?

Siapa yang mau minum? Ayo berpesta!

Hai teman-teman. Astaga, Lou, apa kabar?

Itu tak mengganggumu?

Ada di pesta rumah setelah kau hampir dibunuh

secara brutal di pesta rumah?

Tidak, kuanggap seperti disambar petir.

Kemungkinan terjadi dua kali

pada orang yang sama sangat jarang.

Berarti aku harus dekat denganmu.

- Sial, maaf. - Hati-Hati.

Hai.

Apa kabar, T?

Hai.

Kau bohong.

Sudah habis.

Ada beberapa miras di dapur.

Frankie.

Tara.

Tunjukkan jalannya.

Kau anggota Omega Beta Zeta?

Tidak, belum. Tapi mungkin segera bergabung.

Mahasiswi baru. Bagus!

Dari mana?

Michigan.

Baiklah.

Kau tahu?

Ada sebotol Fireball di kamarku.

Persetan. Ayo.

Aku tak suka itu.

Hai! Kau sudah mau pulang?

Tidak...

Sebenarnya aku masih mau di sini,

tapi kalian tak perlu menungguku.

Jangan khawatir. Aku akan menjaganya.

Aku Frankie.

Aku sangat tak tertarik

mengetahui apa pun tentangmu.

Tidak, Anika, aku tak seburuk itu.

Tapi kuhargai perhatianmu.

Tunjukkan wajahmu.

Lebih dekat.

Baiklah.

Bersulang, untuk duo dinamis

Menara Hortense, lantai tiga, kamar 315.

Ya!

Saatnya mulai beraksi.

Memperkenalkanmu pada beberapa gadis!

Bagaimana dengan dia?

Dia cantik.

- Ajak dia pergi. - Aku tak bisa.

Ajak dia pergi.

Diam!

Harus percaya diri. Lihat dirimu!

Kau seksi!

Hampir sempurna.

- Sungguh? - Ya. Kau Ethan Landry.

Hei, permisi!

- Chad. - Apa kabar?

Temanku, dia seksi, kan?

- Apa maksudnya itu? - Itu bagus.

- Apa? - Tak buruk.

Masih bisa di perbaiki!

Hei, pria besar, kau dibutuhkan.

Sampai jumpa.

Kau gadis yang terlibat dalam "Stab"

di California tahun lalu?

Tidak. Itu orang lain.

Hei!

Tara sebaiknya di sini.

Maaf, aku tak dengar.

Ya, kau dengar.

Tidak, Chad.

- Tak apa. Aku yang mau. - Dengar, Chad?

- Tak apa. - Dia mau.

Ayo.

- Lepaskan tanganmu. - Lepaskan aku!

Teman-teman!

Siapa kau, Risky Business?

- Hentikan! - Teman-teman!

Maaf mengganggu.

Aku akan menyerangmu dengan sangat cepat.

Jangan pernah menyentuh adikku.

Dasar jalang!

- Sam. - Persetan kau!

Kau bercanda?

Kau menguntitku sekarang?

Astaga, gadis psikopat itu!

Itu dia?

Tara. Bisa berhenti?

Aku tak percaya kau lakukan itu! Kau membuatku malu.

Orang itu brengsek.

Dia akan mempermaikanmu.

- Lantas? - Lantas?

Jika aku mau berhubungan dengan bajingan itu,

itu keputusanku!

- Ini keputusanku. - Baik.

Ini bukan tentangmu!

Kau meninggalkanku selama lima tahun,

kemudian kau tak bisa melepasku selama lima menit.

Karena kau tak menghadapi apa yang terjadi pada kita.

Kau pernah menemui konselor?

- Aku tak mau. - Kenapa?

Karena aku tak tertarik hidup di masa lalu sepertimu.

- Apa maksudnya? - Hai, teman-teman, ayolah.

Artinya aku tak mau peristiwa yang terjadi pada kita selama tiga hari

menentukan sisa hidupku.

Jadi kau akan pura-pura itu tak pernah terjadi.

Ngapain kau di sini, Sam? Di New York.

Kau punya dua pekerjaan untuk membayar sewa,

tapi apa rencanamu?

Aku tahu rencanaku.

Aku akan terus kuliah,

dapatkan gelar dan jalani hidupku.

Hidupku.

Aku tahu.

Kau mengikutiku ke sini,

dan selalu mengawasiku.

Aku cuma mencoba menjagamu.

Aku...

Aku tahu.

Aku tahu kau menjagaku.

Kau tak bisa lakukan itu selama sisa hidupku.

Kau harus melepasku.

Hai!

Pembunuh!

Apa masalahmu, jalang?

Ada masalah denganku?

Jauhi dia.

- Dia tahu perbuatannya. - Aku tak berbuat apa-apa!

Tentu, jalang.

Pergilah!

Aku sangat muak dengan ini.

Tenanglah.

Aku punya tisu jika mau.

Aku punya tiga tisu.

Hai.

Maaf kuberi tahu Sam ke mana kau pergi.

Tak apa.

Dia terlalu melindungiku.

Seperti biasa.

Aku tahu bagaimana rasanya saperti itu.

Setelah kami...

kehilangan saudaraku,

ayahku selalu menjagaku.

Bahkan saat dia dipindahkan ke NYPD saat aku kuliah, jadi...

Seperti penguntit?

Aku akan pergi, biar kalian... mengobrol.

Terima kasih.

Kau bisa kembali ke asramamu.

Perkelahian sudah selesai untuk hari ini.

Sayang sekali.

Aku sungguh menantikan bertinju selagi aku bisa.

- Ya? - Ya.

Itu bagus.

Terima kasih

sudah mencegahku ke atas.

Ya, entahlah.

Kurasa aku lebih mabuk dari yang kusadari.

Para penyintas harus tetap bersatu.

Kau bisa dapat yang baik dari pada Frankie si tukang perkosa.

Tara, kau...

Kau sungguh istimewa.

Aku tak mabuk lagi.

Asal kau tahu.

Baik.

Aku lupa ponselku.

- Aku mengganggu? - Kau bilang apa?

- Aku mengganggu. - Tidak.

Aku mengganggu, bukan? Secara tak langsung.

Tolong berhenti bilang mengganggu.

- Apa cari apa? - Ponselku.

- Jangan masuk seperti itu lagi. - Tidak lagi.

- Tak sopan. - Aku akan pergi.

Istirahatlah.

Tolong jangan bunuh kakakmu.

Dia sangat menyanyangimu.

- Selamat malam! - Daah.

- Quinn... - Maafkan aku.

Sialan.

Hati-hati.

Ada yang melihat kita.

Kata-katamu selalu romantis.

- Danny. - Apa?

Apa salah jika seleraku wanita yang malu terlihat bersamaku?

Yang benar saja. Bukan itu.

Aku cuma belum siap...

Adik dan teman-temanmu tahu

kau menikmati hubungan fisik dengan orang lain.

Aku mengerti.

Rahasiamu aman denganku.

Hal kecil. Bukan masalah besar.

Aku sadar kau dilindungi minumam Cherry Coke.

Aku yakin itu minuman Diet Cherry Coke.

Kau tak suka?

Aku suka! Tentu saja.

Itu pilihan aromatik yang sangat sensual.

Ada konspirasi lain?

Menjadi terkenal bukanlah segalanya.

Tara marah padaku. Lagi.

Katanya dia mau aku membiarkannya.

Ya, keluarga bisa jadi sulit.

Sam!

Naik kemari sekarang!

Aku di depan gedung apartemen...

- Ada apa? - ..di mana mayat yang dimutilasi

- dua siswa... - Pria menggemaskan. Bagus.

...ditemukan.

Nama mereka baru saja dirilis polisi.

Jason Carvey dan Greg Bruckner.

Astaga, itu si bodoh dari kelas Studi Film kita!

- Mereka terobsesi dengan Argento. - Juga ditemukan di TKP

berbagai kostum Ghostface,

karakter yang dipopulerkan oleh film waralaba "Stab".

Kemasi tas. Kita pergi sepuluh menit lagi.

Sam! Tunggu!

- Kita keluar kota. - Apa?

Terima kasih, orang misterius, kami ambil alih dari sini.

Selamat tidur. Hati-hati di jalan.

Pergilah.

Sam!

Sam, apa...

- Tunggu. - Ayo.

Tunggu, kita bicarakan sebentar.

Mungkin tak ada hubungannya dengan kita.

- Kau serius? - Ini kota besar!

Ini Halloween. Semua orang memakai topeng!

- Kau tak tahu. - Tara, ini bukan kebetulan.

- Kau mengenalnya! - Nyaris tidak.

Chad, Mindy, dukung aku.

- Itu memang agak... - Dekat dengan rumah.

Dengar?

Quinn, ayahmu polisi, kan?

Bisa telepon dan cari tahu yang terjadi?

Sebelum kau buat keputusan sepihak

untuk meninggalkan kuliahku dan kabur dari daerah ini!

- Kutelepon sekarang. - Terima kasih.

Siapa itu?

Kenapa semua orang panik saat ponselnya berdering?

Kau harus menyimak, Bung.

Sam?

Ayahku mau bicara.

- Tn. Bailey, hai. - Hei, Sam.

Sebenarnya aku baru saja mau meneleponmu.

Kata adikku aku bereaksi berlebihan.

Sayangnya, tidak.

Apa maksudmu? Apa yang terjadi?

Aku butuh kau datang ke kantor.

Sam, pelan-pelan.

Tara, tidak. Kembali, kunci pintunya.

Serius?

Sekarang kau tak mau tetap bersama?

Baik.

Apa-apaan?

Aku tak pernah hapus nomornya.

- Ini dari nomornya. - Jangan terima itu.

Biar saja berdering.

Sam.

- Siapa ini? - Halo, Samantha.

Kau merindukanku?

Aku mau kau pikir panjang

kalau kau benar-benar mau melakukan ini.

Karena dua orang terakhir yang main-main dengan kami

berakhir mati.

Kau seharusnya berterima kasih, Sam.

Jason dan Greg mau membunuh kau dan adikmu.

Kuhabisi mereka sebelum mereka punya kesempatan.

Lantas? Kau melindungi kami sekarang?

Tidak juga.

Aku akan tunjukkan pada dunia siapa kau sebenarnya.

Pembohong dan pembunuh.

Aku akan menghukummu, Sam.

Kau harusnya jangan percaya semua yang kau baca di Internet, brengsek.

Jangan konyol. Kau akan membayar untuk perbuatanmu.

Aku tak akan berhenti sampai aku membantaimu.

Kau dan siapapun yang menghalangi kita.

Kau dan Tara sebaiknya waspada.

Kau yang sebaiknya waspada.

Tidak!

Lari!

Ayo!

Tolong! Kesana!

Tolong kami!

- Kami diserang. - Hubungi 911!

Ada antrian di sini, nona.

Aku memberitahumu, Pak.

Ada masalah, kawan?

Hai!

- Lewat belakang! - Terima kasih!

- Sial, terkunci. - Kunci! Kami butuh kuncimu!

Awas!

Tunggu.

Tunggu! Tidak!

Lari! Cepat! Lari!

- Ayo. - Berputar kembali.

Ini ditemukan di samping mayat di TKP apartemen.

DNA menunjukkan itu milik seseorang bernama Richie Kirsch.

Terdengar akrab?

Kami mengenalnya.

Tapi yang menyerang kami pakai topeng yang berbeda.

Agak lebih lusuh. Seperti lebih tua.

Aku mau tanya...

Ada alibi untuk tadi malam?

Aku di pesta dengan temanku.

Aku di tempat terapi.

Bisa kuberi informasinya. Kau bisa menelepon untuk memeriksa jika mau.

Kemudian aku bertemu Tara di pesta itu,

di mana aku menghajar seseorang.

Tidak terkait.

Itu sebelum atau sesudah kejadian?

Pembunuh!

Apa masalahmu, jalang?

- Kau ada masalah denganku? - Sebelumnya.

Intinya, kami bersama orang-orang semalaman.

Jadi, ayah teman sekamar kami

kebetulan menangani kasus kami.

Itu kebetulan yang gila, bukan?

- Ya. - Detektif yang tangani kasus ini,

menawarkannya padaku karena melibatkan Quinn.

Bisa kukembalikan jika kau merasa tak nyaman.

Terserah kau.

Tak apa.

Jika orang yang menyerangmu mencuri SIM-mu

dan menyematkannya di samping mayat,

itu mungkin seseorang yang dekat denganmu.

Sudah berapa lama mengenal teman-temanmu?

Kami pindah ke sini bersama Mindy dan Chad

selama semester musim panas, sekitar enam bulan lalu.

Jadi, Quinn, Ethan, Anika... semuanya sejak saat itu.

ku bisa menjamin Quinn, jadi sisa satu yang perlu kita khawatirkan.

Ada seseorang yang mungkin mau menargetkan kalian?

Sudah mati.

Astaga.

Ada FBI, mengklaim yurisdiksi.

Di mana mereka?

Bisa kubantu?

Agen Khusus Kirby Reed, FBI.

Aku dari kantor lapangan Atlanta.

Kau tersesat?

Kedua korbanmu adalah penduduk kotaku

sebelum mereka ke sini kuliah.

Aku menyelidiki aktivitas online mereka

beberapa bulan terakhir.

Kenapa?

Aku tertarik pada serangan Ghostface.

- Kirby? - Hei, Sam.

Apa?

Tara.

Kau FBI?

- Kalian saling kenal? - Ya.

Kami sama-sama bersekolah di SMA Woodsboro.

Dia senior saat aku masih siswi baru.

Kami punya pengalaman yang sama.

Aku tak mau bicara pangkat di sini.

Aku cuma mau membantu.

Kutunjukkan berkasku, dan sebagainya.

Terima kasih.

Dia meninggalkan topeng ini di toko.

Jejak DNA punya dua orang,

Charlie Walker, Jill Roberts, keduanya sudah mati.

Pembunuh Ghostface tahun 2011.

Charlie Walker memberiku ini.

Seperti kubilang, aku tertarik kasus ini.

Ini topeng yang dia pakai saat menyerangmu?

Tidak.

Dia sengaja meninggalkannya.

Berarti siapa pun pelakunya

murid dari para pembunuh sebelumnya.

Mungkin dia percaya

Sam yang terbaru dalam antrean panjang.

Ya, semoga berhasil. Kami mau keluar kota.

Maaf, mustahil.

Kalian terlibat dalam pembunuhan ganda,

jadi dilarang meninggalkan kota. Maaf.

- Serius? - Dia benar.

- Tapi jika kita kerja sama... - Ayo pergi.

Mereka datang.

Samantha, kau punya alibi untuk pembunuhan semalam?

Tara, kau merasa aman dekat dengan kakakmu?

Tara!

Gale Weathers, Saluran 4.

Kalian mengira jadi alasan

kenapa pembunuh Ghostface datang ke Big Apple?

Pukulan bagus, sayang, tapi aku biasa hadapi itu.

Menjauhlah dari kami.

Kalian masih marah?

Kau bilang tak akan menulis buku soal kejadian itu.

Tapi kau menulisnya.

Ayolah.

Akan ada orang lain yang akan menulisnya!

Itu pekerjaanku.

Kudengar kau tak bisa jual hak filmnya.

Ini semua soal mini seri kejahatan nyata akhir-akhir ini.

Setelah semua yang kita lalui bersama.

Apa yang akan dipikirkan Dewey?

- Itu kejam. - Bukumu juga.

Kau menyebutku "tak stabil" dan "pembunuh alami".

Itu di luar konteks. Itu cuma kutipan.

Kau tak berpikir tulisanmu ada hubungannya

dengan yang menimpa kami?

Ayo.

Aku bicara dengan Sidney.

- Dia tak datang ke sini, kan? - Tidak.

Dia kirim salam,

tapi dia bawa Mark dan anak-anak ke tempat yang aman.

Dia pantas menerima akhir yang bahagia.

Soal itu, kita sepakat.

Aku juga mau menangkap pelakunya!

Mungkin.

Atau mungkin kau cuma takut

tanpa Ghostface dalam hidupmu,

kau akan memudar.

Bodoh! Kalian dalam bahaya!

Kalian tak sadar? Mereka mengejar kalian!

Mereka mengejar kita semua! istri kita,

anak-anak kita, semuanya!

Mereka sudah ada di sini! Kalian selanjutnya!

Kalian selanjutnya!

Kalian selanjutnya!

Siapa?

Kau sehari lebih cepat untuk minta permen.

Kutu buku, dengarkan!

Meski semua ini menakutkan,

aku senang bisa menebus diriku

karena salah menebak pembunuh terakhir.

- Ya. - Tak apa.

Menurutku, ada yang mau buat sekuel jadi rekuel.

Apa itu requel?

Kau cantik, sayang. Simpan pertanyaanmu itu.

Stab 1 terjadi di Woodsboro.

Stab 2 terjadi di kampus.

Pembunuhnya mau meniru film-film itu?

Itu salah satu kemungkinan.

Pahlawan kuliah: Ya.

Karakter baru mencurigakan untuk melengkapi daftar tersangka

- dan/atau jumlah korban: Ya, ya dan ya. - Aku tak suka ini.

Tapi tak mungkin cuma Stab 2.

Kenapa?

Masuk akal jika ini cuma sekuel.

Tapi ini bukan sekuel,

karena tak ada lagi yang membuat sekuel.

Ini waralaba!

Ada aturan tertentu untuk waralaba yang berkelanjutan.

- Sudah kuduga. - Peraturan Pertama:

Semuanya lebih besar dari yang sebelumnya.

Anggaran lebih besar, pemain lebih besar, mayat lebih besar.

Pengejaran yang lebih lama, tembak-menembak, pemenggalan.

Kau harus lampaui sebelumnya untuk buat orang kembali.

- Pemenggalan? - Pemenggalan.

Peraturan Kedua: Apa yang terjadi sebelumnya, harapkan sebaliknya.

Waralaba cuma bertahan dengan menumbangkan ekspektasi.

Jika pembunuh terakhir adalah kutu buku film

dengan akun Letterboxd, bukan akun pribadi,

Pasti sebaliknya terjadi di sini.

Dan peraturan ketiga: Tak ada yang aman.

Karakter warisan: Sekarang bisa mati.

Biasanya muncul lagi untuk dibunuh

cuma sekadar untuk nostalgia.

Ini buruk untuk Gale dan Kirby.

Itu bukan bagian terburuknya!

Ini bagian di mana dia bilang bagian terburuknya.

Bagian terburuknya

waralaba cuma film berkelanjutan yang di rancang menambah kekayaan intelektual.

Yang berarti karakter utama

bisa dihabisi sepenuhnya sekarang.

Laurie Strode, Nancy Thompson, Ellen Ripley,

Sally Hardesty, Jigsaw, Tony Stark, James Bond...

Bahkan Luke Skywalker...

semuanya mati agar waralaba mereka dapat terus hidup.

Artinya, bukan cuma grup teman.

Kita semua bisa mati kapan saja,

terutama Sam dan Tara.

- Tunggu, siapa saja? - Ya.

- Aku di grup teman? - Ya.

Aku salah satu targetnya?

Aku akan mati perjaka?

Tak perlu dibahas.

Tapi itu membawa kita pada tersangka kita saat ini.

Ethan.

Pria pemalu dan norak tak ada yang curiga

karena dia sangat pemalu dan norak.

Kenapa aku masuk dalam daftar tersangka?

Karena kebetulan aku teman sekamar Chad?

Memilih teman sekamar bisa diatur.

Kau bisa atur untuk mendekati kami.

Quinn.

Teman sekamar yang jalang.

Film horor klasik.

Seks positif, tapi... terima kasih?

Bagaimana kau bisa tinggal bersama Sam dan Tara?

Kujawab iklan mereka secara online.

Baiklah.

Kau membuat dirimu mencurigakan.

Itu iklan tanpa nama, Mindy.

Kau tahu kami menyelidikinya. Ditambah ayahnya polisi.

Itu membuatnya lebih mungkin jadi tersangka,

karena punya ayah polisi adalah penyamaran yang bagus.

Kau tak ingat bagaimana cara kerja film-film, Tara?

Dia selalu seperti itu?

Terakhir, Anika.

Jangan percaya kekasihmu.

Jadi, kita punya aturan dan punya tersangka.

Tunggu. Bagaimana kalian?

Kurasa cukup aman mengesampingkan kami berempat

karena sudah mengalami tahun lalu di Woodsboro.

- Setuju. - Tak setuju.

Bagaimana jika trauma membuat satu atau lebih dari kalian jadi gila?

Atau ketenaran yang kalian dapat dari pembunuhan itu buat ketagihan.

Jujur โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹saja,

beberapa teori soal Sam di internet...

Jangan coba-coba.

Dia benar.

Faktanya...

jika kami tersangka, kalian juga tersangka.

Ingat alibi Samantha Carpenter, sang terapis?

Dia mati ditikam. Lewat hidung.

Lewat hidung. Sadis, kan?

Sadis sekali.

Dia melaporkan Sam mengancam

dan akhirnya dia mati.

Tebak catatan pasien mana yang dicuri?

Jadi Sam membunuh alibinya dan mencuri catatannya sendiri?

Mungkin.

Topeng lain ditemukan di TKP.

DNA cocok dengan Roman Bridger.

Ghostface yang menyutradarai Stab 3.

Dia meninggalkan petunjuk untuk waralaba kehidupan nyata.

Seperti menjatuhkan topeng pembunuh secara mundur.

Hampir seperti dia menghitung mundur sesuatu.

Apa yang terjadi saat dia berhasil?

Sejauh ini ada sembilan pembunuh Ghostface.

Sembilan. Kurasa di film...

Lupakan filmnya. Filmnya tak penting lagi.

Lihat. Tahun lalu Amber Freeman dan Richie Kirsch,

yang topengnya di temukan di TKP pertama

bersama dengan mayat dua siswa film

yang membunuh profesor mereka pada malam yang sama.

Lalu Jill Roberts dan Charlie Walker...

topeng mereka ada di toko.

Roman Bridger satu-satunya Ghostface tunggal.

Ambisinya patut dipuji.

Topengnya ditemukan di tempat psikiater.

Tinggal Mickey Altieri, Nancy Loomis, Stu Macher...

...dan Billy Loomis. Nomor satu.

Ayah dari tersangka utama kita.

Siapa pun pelakunya membawa kita kembali ke Sam.

Aku akan kabari nanti.

Suruh putrimu tetap waspada.

Kedekatan dengan keluarga Carpenter berarti dekat dengan Ghostface.

Hei, Jack. Bisa hubungi kantor lapangan Atlanta?

Cari informasi tentang Agen Reed.

Sebaiknya kau keluar kota.

Mengingat apa yang terjadi padamu terakhir kali.

Aku tak akan menyalahkan jika... kau mau pergi.

Kau sangat perhatian, tapi...

aku tak akan pergi ke mana pun.

Kalian tak bermesaraan?

- Itu sangat tak pantas. - Terserah.

Selesaikan!

Ini dia.

- Sam? - Ya?

Kita tak harus di sini.

Sayang sekali. Aku bersikeras. Lebih ramai lebih aman.

Ini akan sangat menyenangkan.

Tidur bareng bersama Empat Inti!

- "Empat Inti"? - Ya.

- Kau beri julukan pada kita? - Ya.

Kita sudah lalui banyak hal bersama,

itu julukan yang cukup keren.

- Itu bisa diperdebatkan. - Sangat bisa.

Kau tak bisa begitu saja memberi julukan.

Tentu saja bisa, baru saja kulakukan.

- Empat Inti, tos atas! - Tidak.

- Tos bawah. - Jauhkan dariku.

- Kumohon. Demi Tuhan. - Jangan lakukan itu.

Aku mau dihargai dan didukung

oleh rekan-rekan Empat Inti.

Teman-teman. Apa-apaan?

Kami mendengar dari sumber di dalam divisi pembunuhan

bahwa tersangka utamanya tak lain adalah Samantha Carpenter,

salah satu yang selamat dari pembunuhan Woodsboro tahun 2022,

terlihat di sini menyerang seorang wanita di jalan semalam.

Apa masalahmu?

- Kau ada masalah denganku? - Hentikan!

Jauhi dia. Dia tahu perbuatannya.

Setelah tragedi Woodsboro tahun lalu,

rumor bermunculan di internet

Carpenter sebenarnya bertanggung jawab atas pembunuhan itu,

menyalahkan kejahatan pada pacarnya, Richie Kirsch

dan Amber Free...

Aku tahu kau tak suka caraku menghadapi ini

dan aku menyulitkanmu.

Tapi menurutku

kami tak bisa memahami perasaanmu.

Aku prihatin kau mengalaminya sendirian.

Bukan salahmu.

Aku seharusnya tak peduli yang dipikirkan orang.

Sungguh menyebalkan dibenci seperti ini.

Hei. Ingatlah,

tak ada satu orang pun di ruangan ini yang membencimu.

Kita semua telah melalui beberapa hal buruk,

dan kita menghadapinya secara berbeda.

Tapi kita pindah ke sini bersama

karena satu alasan yang sangat spesifik.

Kita adalah tim.

Kita adalah Empat Inti.

- Terima kasih. - Aku benci diriku.

- Kau mengatakannya. - Itu yang kusuka.

Ini Empat Inti.

- Katakan. - Aku tak mau mengatakannya.

Kita adalah tim, tapi...

Kedengarannya bagus.

Aku tidur dengan pria menggemaskan di seberang koridor.

Sudah kuduga!

- Sudah kuduga. - Kau berhasil.

Sudah kuduga sejak kau punya cupang.

Penjualan topeng Ghostface Halloween

di tiga negara bagian melonjak tinggi dalam 24 jam terakhir

Aku sudah beli topeng.

- Bagaimana denganmu, Jay? - Kau tahu itu.

Ini akan jadi salah satu Halloween yang menyeramkan.

Aku tahu dia teman sekamarku, tapi kau polisi.

Hai.

Aku tahu.

Hai!

Brengsek.

Apa kabar, bajingan?

Aku melihatmu, bajingan.

Sam! Samantha!

Kurasa kita perlu tos atau semacamnya.

Tos Empat Inti?

Jangan menyebutnya begitu, tapi kita akan tos.

Ayo.

Sam! Samantha!

Sam, apa-apaan?

Dia sungguh ketakutan dan paranoid.

- Sayang, mau bergabung? - Tunggu.

Tidak. Jangan pakai sabun wajahku.

Itu buat wanita.

Angkat teleponmu, sayang.

Itu dia?

- Tara. Jangan sekarang. - Hei, apa niatmu?

Ya, itu benar.

Tak apa. Nanti kutelepon balik.

- Pria malang. - Oke.

Quinn dan pacarnya bercinta lagi.

Dia juga?

Hentikan!

Tara, tunggu!

Lari.

Sial!

Teman-teman, ayo!

Sialan.

Mindy!

Mundur!

Hai!

Tunggu, Chad!

- Mereka masih di atas. - Sial!

Brengsek.

- Sam! - Bawa kuncinya?

Tidak, ketinggalan di dalam!

Mindy, pintu kamar mandi. Cepat!

Astaga! Orang itu sudah mati.

Celaka.

Sial.

Hei!

Hei!

Sial.

Jangan cemas, aku menolongmu.

- Serius? - Ada ide lebih baik?

Sial. Tidak.

Kalian harus kemari satu per satu.

- Kalian duluan. Mindy! - Apa? Tidak.

Seseorang perlu menahan pintu.

Anika selanjutnya. Pergilah!

Sam, ayo. Lihat aku, Sayang.

Lihat aku.

Sial.

- Astaga. - Kupegang, Sayang.

Sayang, ayo!

Ini tak bisa menahanku.

Baik.

Ini tak akan bergeser. Ini akan menahanmu, aku janji.

Danny.

Kupegang tangganya. Kau tak akan jatuh. Ayo.

- Dia kehilangan banyak darah! - Ucapkan yang lebih positif!

Lihat aku, Sam. Ayo, Sayang.

Ayo. Aku akan memegangmu.

Ayo, aku akan memegangmu.

Baik.

- Ayo! - Ayo!

- Ayo, Mindy! - Ayo, kita harus bergerak!

Anika, ayo!

Anika! Cepat! Ayo!

- Kau duluan. - Aku tak bisa.

Kau harus pergi.

Mindy, tidak! Aku menyusulmu, aku janji.

Mindy, ayo. Kau harus kemari!

Cepat!

- Kami pegang tangganya. - Bagus. Mindy.

- Pelan dan pasti. - Kami menolongmu.

Astaga.

Sayang, jangan berhenti. Kemari sekarang juga!

Anika menyusul di belakangmu.

- Anika, ayo! - Cepat!

- Kau pasti bisa! - Ayo, Anika!

Astaga! Aku tak mampu.

Jangan lihat ke bawah. Lihat aku!

Kau pasti bisa! Kau baik-baik saja.

Apa?

Anika, kau harus cepat sekarang!

Tidak. Astaga! Kumohon tidak!

Anika, kau harus bergerak!

Tidak!

Kau harus sampai!

Sayang, aku tak mau mati!

Tidak, Anika.

Anika, ulurkan tanganmu. Aku memegangmu.

Tidak!

Jadi, kau menepikan seseorang untuk wawancara?

Seberapa jauh hasilnya?

Baru dapat dua orang.

Baik.

Hei. Kau tak apa?

Itu bukan salahmu, Sam.

Itu salahku.

Ada yang mengambil pisau kami. Jadi kami tak bisa melawan.

Entah siapa yang bisa kupercaya.

Jangan percaya siapapun. Tidak temanmu. Tidak aku.

Tak satupun.

Aku punya beberapa pertanyaan lagi untukmu.

Lewat sini, Danny.

Chad.

- Dari mana kau? - Apa? Kapan?

- Semalam! - Apa?

Aku ada kelas Ekonomi. Kau tahu ini.

Omong kosong! Kau menghilang dan adikku hampir terbunuh!

Aku berada di ruang belajar bersama seratus orang lainnya.

Kau bisa tanya siapa saja.

Brensek.

Astaga.

- Siapa? - Anika dan Quinn.

Mindy, aku turut prihatin.

Mundur.

Kau di daftar teratasku.

Aku ada kelas Ekonomi!

Silahkan, Pak.

Aku segera kembali.

Aku turut prihatin soal Quinn.

Terima kasih.

Kedua anakku sudah tiada.

Seluruh keluargaku, tiada.

Mereka mencabutku dari kasus ini.

Tapi aku tak akan berhenti sampai menemukan pelakunya.

Kau lukai keluargaku...

...kau mati.

Sepakat.

Hei, kau tak apa? Aku datang secepatnya.

- Gale, sumpah! - Percayalah! Aku mau membantu.

Baik. Usaha bagus.

Sungguh.

Baik. Jangan direkam.

Baik. Terima kasih.

Maaf sudah memukulmu.

Kau bohong.

Memang.

Kau polisi, kan?

Kuselidiki dua korban pertamamu dan kutemukan sesuatu.

Aku tahu dari mana topeng itu berasal.

Tunjukkan padaku.

Nona-nona.

Kirby?

Gale.

- Dia FBI. - Dia masih anak-anak.

Sejak kapan anak-anak boleh masuk FBI?

- Usiaku 30. - Kau mirip sperma.

Aku punya pistol, Gale.

Baik, kau mau menyelidiki ini juga.

Jason dan Greg dulu bocah kaya di Atlanta.

Mereka memakai nama palsu untuk menyewa tempat ini.

Bagaimana kau menemukannya?

Ini di sebut, "investigasi jurnalisme".

Bagaimana kau tak menemukannya? Kau tak melacak mereka?

Aku memeriksa catatan keuangan mereka puluhan kali.

Ini tak tercatat. Tak masuk akal.

Jangan khawatir.

Aku handal dalam pekerjaan. Kelak kau juga begitu.

Tempat apa ini? Kenapa seketat ini?

Ini bioskop.

Bukan cuma bioskop.

Ini kuil.

Semua waralaba ada.

Chad?

Ini punya Paman Randy.

Mereka punya segalanya.

- Itu... - Pisau yang menikamku.

Kalian semua sudah lalui banyak hal.

Siapa yang lakukan semua ini?

Dewey.

Hei, bagaimana mereka dapatkan semua barang ini?

Bukannya ini bukti?

Polisi suka uang. Dan barang bukti gampang hilang.

Kecuali perusahaan terkini.

Kenapa aku di sini? Alibiku sudah diperiksa.

Agar aku bisa mengawasimu, teman sekamar.

Pembunuhnya pasti menemukan tempat ini sebelum dia membunuh Jason dan Greg.

Lalu dia melepas topeng dari manekin.

Sembilan buah, dari Stu dan Billy hingga Amber dan Richie.

Astaga! Sekeren apa tempat ini?

Tidak.

Ya.

Ayolah, Sam. Kau antusias dengan pembunuhan kami lagi. Bersama.

Billy dan Sam. Tim Loomis.

Bersiaplah menyayat lebih banyak bajingan.

Sedang apa kau?

Aku tak tahu.

Jadi, seseorang membunuh orang-orang ini dan mengambil alih?

Seseorang yang percaya jika Sam mendalangi Woodsboro.

Jika ini film Stab biasa, ini sarang si pembunuh.

Artinya ini bukan film Stab biasa.

TV pembunuh Stu Macher.

Jika kau percaya dia sudah mati.

Kudengar kau penggemar horor.

Kabarnya.

"Nightmare on Elm Street", terbaik?

Yang orisinil.

"Friday the 13th". terbaik?

- Bagian II. - Bagian Terakhir.

Aku naksir Corey Feldman.

Baik. Kuhormati.

- "Psycho II", diremehkan. - Diremehkan.

"Candyman". Original atau requel?

Keduanya.

Baik.

Penggemar saling mengenali.

Kau tak apa?

Sam, kapan aku bisa jadi orang normal lagi?

Aku tak tahu.

Aku tak mau terlibat ini.

Aku tak mau terlibat warisan bodoh ini karena...

Karena aku.

Maaf.

Hentikan, Sam.

Tara.

Biar aku saja.

Itu tampak tegang.

Sejak aku kembali ke kehidupannya, aku...

...membuatnya kacau.

Hei.

Di mana ibumu?

Dia menjauhkanku saat kuberitahu Tara soal Billy.

Lalu Tara menjauhinya karena dia tidak mau bicara denganku.

Sekarang kami tak punya ibu.

Maaf mengatakan ini, tapi persetan dengannya.

Orang tuaku juga payah.

Tapi kau masih bisa punya keluarga sendiri.

Meski cuma dengan satu orang.

Dan jika kau kehilangan orang itu?

Kau terus berjalan.

Mungkin kau menemukan penyendiri lain, dan saling menjaga.

Bagaimana kau melewati semua yang menimpamu?

Aku hampir mati setelah ditikam.

Teknisnya, aku memang mati.

Selama empat menit.

Saat aku sembuh...

...aku marah.

Aku tak mau menghabiskan sisa hidupku takut pada monster.

Aku mau para monster yang takut kepadaku.

Aku suka itu.

Maaf menyela.

Aku ada ide cara mengalahkan bajingan ini.

Ya. Kami ikut.

Maaf, Gale. Pers tak diizinkan.

Urusan polisi. Aku juga handal dalam pekerjaan.

Kau tinggal dengan yang lain.

Itu tak akan terjadi.

Tak ada gunanya kita berdua mempertaruhkan nyawa.

Tidak. Aku bantuanmu.

Jadi kami melacak telepon yang tidak pernah berhasil seperti di film.

"Buat dia bicara, Sam. Dua menit lagi, hampir ketemu."

Lalu dia menutup telepon sebelum kami menguncinya.

Aku bisa lacak panggilan kurang dari 15 detik.

Mereka di luar sana sebagai umpan.

Karena si pembunuh biasanya menelepon dari tempat dekat.

Kau pikir mereka aman karena siang bolong di tempat umum?

Aku di sini. Juga Bailey.

Persis seperti ini Paman Randy kami mati.

Siang bolong. Di tempat umum.

Ditarik ke dalam van. Terus ditikam. Randy mati.

Hei, Sam? Tetap tenang di luar sana.

Kami baik-baik saja.

Kau akan mati.

Tidak, kau yang akan mati, Samantha!

Tersedak darahmu sendiri sementara kuretas adikmu.

Kecuali kami terlebih dahulu menemukanmu.

Untuk seorang dalang, kau tak terlalu pintar.

Menungguku menelepon.

Berharap aku dekat agar polisi bisa menangkapku?

Tapi aku tidak dekat. Aku selangkah lebih maju.

Sampai jumpa, Samantha.

- Ketemu? - Ya. Hasil Geolocation muncul.

Dia di Upper West Side.

Dia ada di dalam gedung apartemen, di tengah kota.

- Di Barat 96? - Bagaimana kau tahu itu?

Gale.

"Tak ada pers."

Jalang! Terakhir melihatmu, kau di kelab paduan suara.

Maaf aku tak percaya kau menjaga mereka.

- Ini, Sayang. - Terima kasih.

Temanku Danny bekerja di Upper West Side.

Dia bisa lebih cepat sampai.

Ya, atau dia menghabisinya.

Mungkin dia pembunuhnya?

Sial. Kita harus ke sana sekarang.

Jaraknya 50 blok. Kita tak tahu itu benar.

- Sam, tunggu! - Kita tak punya waktu.

Kau harus percaya padaku. Kita harus ambil keputusan tepat.

- Dia sudah... - Sam!

Masuk.

Dia sedang apa?

Hei, keluar dari mobilku!

Apa yang kau lakukan? Itu kendaraan dinas! Hei!

Kita pakai sirene?

Kau pikir kita curi mobil polisi dan tak memakai sirene?

- Kau punya SIM? - Ya.

Sedang apa kau?

Itu mobil polisi! Jangan curi mobil polisi!

Itu pasti makanan kita.

Halo?

Bukan makanan. Ini untukmu.

Siapa?

Boleh tanya siapa yang menelepon?

Dia bilang si pembunuh.

- Halo? - Halo, Gale.

Aneh kita tak pernah bicara lewat telepon.

Sudah lama tertunda.

Aku setuju.

Panggil polisi.

Kurasa setelah bertahun-tahun kau ingin wawancara.

Kau benar.

Jadi, apa motifmu kali ini?

Kau marah pada film atau cuma mencoba tetap relevan?

Aku bisa menanyakan hal yang sama padamu.

Kau tak tahu karakter warisan bisa dibuang sekarang?

Tak ada yang peduli dengan pahlawan abad lalu.

- Lantas kenapa repot mengurusku? - Sebut saja nostalgia.

Atau mungkin kau pantas dihukum

atas semua uang yang kau hasilkan dari kesengsaraan orang lain.

Mungkin saatnya seseorang menghasilkan uang dengan melaporkan kematianmu.

Kau tahu kau orang kesepuluh yang mencoba ini, bukan?

Dan peringatan: bajingan bertopeng selalu gagal.

Tapi mereka pasti meninggalkan bekas sebelum pergi, bukan?

Richie dan Amber berhasil membantai Dewey.

Mengukirnya seperti angsa Natal.

Bagaimana rasanya kehilangan satu-satunya pria yang mencintaimu?

Sialan kau!

Bagaimana rasanya tahu kau tak ada untuknya saat mati?

Tak menghiburnya saat dia mati menjerit dengan usus keluar.

Kau yang akan mati menjerit.

Mungkin. Tapi kau tak akan ada melihatnya.

Kau tak bisa menghentikan apa yang terjadi pada Dewey.

Seperti kau tak akan bisa menghentikan ini.

Astaga!

Bagaimana itu untuk nostalgia, keparat?

Kau meleset.

Tentu.

Kau menang.

Aku di lift menuju lantai dasar.

Tentu.

Mungkin kau mengenaiku.

Mungkin aku terluka.

Atau mungkin aku pakai rompi antipeluru.

Karena itu aku akan menembak kepalamu!

Kau bisa jadi pembunuh hebat, Gale.

Sidney dak akan pernah masuk akal, dan Dewey adalah favorit penggemar.

Tapi kau jadi melemah di bawah tekanan

dan berubah jadi Ghostface akan menjadi kejutan yang hebat.

Teruslah bicara, bangsat.

Tentu. Kau mau aku bicara apa?

Kau tak pernah menjadi pemeran utama wanita, bukan?

Selalu Sidney manis malang, meraih semua perhatian.

Itu menjadikanmu apa?

Otak dan daya tarik seks.

Aku prihatin soal pacarmu.

Berotot tak banyak membantu.

Jelas tidak.

Bisa tahan dulu?

Sialan kau!

Hei, jelek!

Gale!

Gawat. Gale?

Gale.

Maaf.

Maaf.

Harusnya aku tahu dia akan mengejarmu.

Maafkan aku.

Dia tak berhasil.

Beritahu Sidney

dia tak pernah berhasil mendapatkanku.

Gale?

- Gale. - Gale.

Gale? Tolong.

Minggir!

- Minggir! - Minggir. Kau harus minggir!

Tidak!

- Baik. Mundurkan mereka. - Sam, tolong!

- Mereka harus minggir. - Permisi. Tolong mundur.

Laporkan. Segera.

- Memeriksa. - Ayo, Gale.

Ada denyut nadi lemah. Ambil tandu.

- Kita harus pindahkan sekarang. - Ya.

Tandu! Ayo.

Hei.

Aku buru-buru ke sini.

Sungguh?

Aku takut.

Aku tak ingin terluka lagi.

Aku juga.

Aku juga tak mau kau terluka lagi.

Aku tahu.

Jadi sekarang apa?

Mungkin dia menang kali ini.

Dia mau menghukumku.

Aku.

Jadi mungkin kubiarkan saja.

Aku akan menyerahkan diriku.

Jika ini yang harus kulakukan

untuk mengamankan kalian,

ini sangat setimpal.

Tidak, jangan lakukan itu, Sam.

Kau kembali ke Woodsboro untuk melindungiku.

Setiap hari, kau membuat keputusan melindungiku.

Tak satu pun dari kami akan hidup jika bukan karenamu.

Biar kami yang melindungimu kali ini.

- Tidak. - Ya.

Kita tim, ingat?

Sebenarnya...

...kita keluarga.

Ayo! Inti Empat! Ayo.

- Inti Empat. - Ayo.

- Inti apa? - Ini istilah kami.

Dia akan terus mengejar kita.

Tak ada tempat aman yang bisa kita tinggali?

Tidak, dia akan terus menemukan kita.

Hebat.

Tapi kita bisa memanfaatkannya.

Aku dihukum karena tak hentikan kasus dan kau mau aku melakukan apa?

Kami mau memancingnya ke lokasi yang aman dan menjebaknya di dalam.

Lalu apa?

Kami mengeksekusinya.

Kau mau bantu kami?

Mari bunuh bajingan itu.

Aku terjebak di sini, tapi Gale memberi kunci bioskop.

Ada kamera pengintai dan keamanan ketat.

Tapi kita bisa manfaatkan itu untuk melawannya.

Biar kuminta Kirby untuk menemui kalian di sana.

Aku akan bergabung secepat mungkin.

Mengerti.

Dan ingat. Bepergian di tempat umum.

Semakin banyak orang, semakin sedikit peluangnya

menyerang kalian sebelum sampai di sana.

Ini rencana bagus?

Tak perlu ikut jika tak mau.

Kita ke sana dan pembunuh menangkap kita satu per satu? Tidak, terima kasih.

Mari kita ke bioskop. Ayo, di dalam sini.

Ya, karena di bioskop film pembunuh berantai jauh kurang menyeramkan.

Sial.

Tunggu, hei! Chad!

Hei! Sial! Chad!

Tara!

- Tunggu, di mana Mindy? - Chad! Sam! Hei, Sam!

Mindy!

Ayo. Sial.

Sial!

Sialan.

Jauhi aku, Ghostface.

Kereta lokal berikutnya ke South Ferry tiba dalam...

Pergi.

...lima menit.

- Di mana Mindy? - Dia ketinggalan kereta.

Aku akan menunggunya, tapi si tampan menyeretku.

- Aku berusaha kita tetap bersama. - Dengan memisahkan kita?

Tak apa.

Tak apa. Dia bersama Ethan.

Dia akan menemui kita di sana.

Ini kereta api lokal South Ferry.

Sial.

Perhentian berikutnya adalah Jalan 79.

Berapa banyak pemberhentian?

Sepuluh.

Ini Jalan 79.

Ini kereta api lokal South Ferry.

Perhentian berikutnya adalah Jalan 72.

Ini kereta api lokal South Ferry.

Perhentian berikutnya adalah Jalan 79.

Maaf!

Masih belum ada kabar dari Mindy.

Ini Jalan 72.

Teman-teman?

Sobat!

Hati-hati.

Perhentian berikutnya Jalan 6, Pusat Lincoln.

Hei.

Sialan kau.

Ini kereta api lokal South Ferry.

Perhentian berikutnya Jalan 66, Pusat Lincoln.

Ini jalan 66, Pusat Lincoln.

Saat keluar, harap hati-hati dengan peron dan kereta.

Sial.

Mindy! Sial!

Sial, Mindy!

Sial, itu banyak yang darah.

Tolong!

Sial. Kau harus pergi dari sini.

Sial.

Ayo! Sial.

Sial. Hubungi 911!

- Kau baik-baik saja? - Ya, aku tak apa.

Kau akan baik-baik saja.

Sialan. Aku salah lagi.

Apa-apaan?

Tolong!

Kami butuh bantuan medis.

Kami di stasiun Jalan 66.

Persetan waralaba ini.

Hei.

Aku bicara dengan Bailey. Aku sudah mengatur semua.

- Di mana Mindy dan Ethan? - Mereka lima menit di belakang.

Mari kita masuk.

- Kau tidak. - Apa?

Jangan percaya siapapun, ingat?

Kami tidak mengenalmu.

Tidak terlalu.

Kau kenal aku.

Kau bukan dari Woodsboro.

Maaf.

Tidak apa. Aku mengerti.

Jaga diri.

Baik?

Kau juga.

Keputusan bagus.

Kubersihkan seluruh tempat sebelum kalian tiba.

Jadi, ini satu-satunya jalan masuk atau keluar.

Dia masuk lewat pintu pertama,

kedua pintu terkunci otomatis, menjebaknya di dalam.

Kita mengubahnya jadi kotak pembunuh.

Senjata?

Satu pistol. Dan aku memegangnya.

Cuma aku yang punya lencana di sini dan begitu jadinya.

Kita aman di sini.

Aku akan hubungi Mindy. Lihat apa mereka sudah dekat.

Ayo.

Hei, kau menghubungiku. Silahkan tinggalkan pesan.

Kau tahu kau tak aman di sini.

Setiap kali seseorang berkata, "kita aman di sini," artinya tidak.

Jangan sekarang.

Tapi kau lebih pintar dari ini, Sam.

Ambil senjata dan bersihkan tempat ini sendiri.

Kau tahu aku benar.

Pilihan hebat.

Kesukaanku.

Kirby?

Kirby!

Halo?

Keluarkan semua orang dari sana, Sam. Kau tak aman.

Kudengar dari kantor lapangan di Atlanta.

Katanya Agen Reed berada di bawah situasi tak terkendali

sejak pembunuhan Woodsboro tahun lalu.

Apa maksudmu?

Mereka memecat Kirby dua bulan lalu karena mentalnya tak stabil.

- Apa? - Dia bukan lagi FBI.

Sial.

Tidak, bocah jalang.

Tutup teleponku, aku akan mengorekmu seperti ikan. Paham?

Apa maumu?

Melihat isi perutmu.

Sial.

Kapan terakhir kali ada yang menggunakan tempat ini?

Ini sangat tua.

Maaf, ambil saja.

Ambil.

Tidak, maksudku, jika kau mau, ambil saja.

- Kau pikir aku mau ini? - Semacam itu.

Ini usianya seratus tahun.

Mungkin itu kesukaanmu.

Aku sebenarnya...

Mungkin memalukan berapa lama aku mau melakukan itu.

Ya, kau harusnya melakukannya lebih cepat.

Aku tahu.

Tapi kau juga bisa melakukannya lebih sering.

Tara!

Tara, ayo!

Ayo, pergi!

- Itu Kirby. Dia pembunuhnya. - Sial!

- Terkunci. Ayo. - Kita terjebak?

Dia jadikan boiskop ini sebagai kotak pembunuhan. Untuk kita.

Hei, bagaimana itu? Ada pintu keluar.

Mungkin itu mengarah ke atap?

Cuma ada satu cara mengetahuinya. Ayo.

Bailey dalam perjalanan, tapi...

Sial!

Pemenggal!

Tara! Ayo.

Senyum ke kamera, bajingan!

Lewat sini! Ayo!

Dia pasti berlari keluar dari pintu depan.

Sialan kau!

Tara, ayo!

Tidak!

Chad!

Lari.

Pergi.

Lewat sini. Di atas sini. Ayo.

Semua orang tersangka.

Kau tak takut, kan?

Sam!

Jauh lebih menakutkan bilamana tidak ada motif.

Siap?

Aku ingin kau siap. Siap?

Lihat aku.

Aku siap.

Ayo, bajingan!

Tidak apa-apa!

- Jangan mendekat! - Kami tahu itu kau, Kirby.

Salah satu dari mereka merobohkanku.

Kirby, hentikan!

Menjauh dari mereka!

Sedang apa kau?

Kau membunuh Quinn? Kau membunuh putriku?

Astaga!

Apapun yang dia bilang, jangan dengar dia.

Dia mungkin pembunuhnya.

Di belakangmu!

Kerja bagus.

Kalian berdua.

- Kau? - Ya, tentu saja aku.

Jujur, aku mengharapkan lebih dari kalian setelah ulah kalian pada kami.

Apa maksudmu, "kami"?

Mindy benar.

Sangat mudah mengecoh teman sekamar.

Cara menemuimu adalah kamar berisi pria angkuh merendahkan

secara harfiah bernama Chad.

Bangsat, rasanya sedap membunuhnya!

Ini milik nenekmu, Sam.

Nancy Loomis?

Menurun di keluargamu, bukan?

- Bicara tentang keluarga... - Tunggu.

Namaku bukan Ethan Landry. Benar, Ayah?

"Ayah"?

Tunggu. Jika itu kalian berdua, sisanya berarti...

Mindy?

Hei, teman sekamar.

Kau tidak mengiranya, 'kan?

- Ya, karena kau sudah mati! - Sepertinya tidak.

Itu cara bagus keluar dari daftar tersangka.

Tikam Gale Weathers, tikam Mindy di kereta. Semacam itu.

Ya, dan kupastikan aku yang pertama ada di TKP

agar bisa gantikan tubuhnya dengan mayat baru.

Sedikit darah palsu, prostetik.

Kau akan kagum seorang ayah bisa apa saat berduka.

Aku punya topeng Stu Macher.

Dia favoritku.

Bagus. Itu nomor tiga.

Itu dua.

Yang menyisakan...

...milik ayahmu.

Ini yang kami hitung mundur, Sam.

Aku ingin kau memakainya.

Sialan kau!

Jauhi dia!

- Ayo. - Apa ini?

Kalian melakukan ini sebagai keluarga?

Jelas, jalang!

Kau harusnya paling tahu.

Mereka masih belum paham.

Aku tak tahu apa yang kalian yakini.

Tapi bukan aku pelaku pembunuhan di Woodsboro itu. Itu bukan aku!

Kami tahu. Jelas bukan.

Kau pikir ini karena teori konspirasi omong kosong?

Ayolah. Siapa yang memulai rumor tentangmu?

Kau tahu betapa mudahnya

mengubah Sam dari pahlawan Woodsboro menjadi penjahat?

Betapa mudahnya meyakinkan dunia

percaya yang terburuk dari orang bukan yang terbaik?

Tidak cukup membunuh seseorang akhir-akhir ini.

Kau harus membunuh karakter mereka terlebih dahulu.

Jadi saat Ayah menemukan tubuhmu yang dimutilasi secara mengerikan...

....berpose dengan Sam mengenakan topeng ayahnya,

...dia akan mengatakan orang bodoh membaca di Internet kau si Ghostface

dan turun tangan sendiri.

Tepat! Karena itu ini alibi yang sempurna.

Dan semua kebohongan terbaik didasarkan pada kebenaran.

Dan kau pembunuh.

- Seperti ayahmu. - Bukan!

Ya, bajingan! Kau membunuh kakak kami!

Apa maksudmu?

Katamu saudaramu meninggal dalam kecelakaan mobil.

Tidak, bodoh.

Dia meninggal di Woodsboro

di tangan saudari jalangmu.

Kau keluarga Richie.

Ya.

Dia akhirnya mulai mengerti.

Sekarang! Baru kutahu saat kulihat foto itu

tentang apa yang sebenarnya kau lakukan padanya dan aku bertekad.

Aku bertekad kau harus mati! Kau harus dihukum!

Bersama dengan siapapun yang menghalangi jalan kami.

Itu dia.

Itu pembunuhnya.

Mendidik anak yang bagus.

Diam!

Sial. Kau baik-baik saja?

Aku Ayah sempurna? Tidak.

Aku mungkin terlalu memanjakan kecintaan Richie pada film-film ini?

Ya, mungkin.

Bagiku, mereka cuma agak kelam.

Tapi...

Richie sangat menyukai itu.

Dia menyukai itu!

Dia bahkan membuatnya sendiri.

Kau tahu?

Jadi menurutmu aku tidak memajang liburan spesial.

Aku sudah mencoba. Aku sungguh mencoba.

Yang aku bisa berinteraksi dengannya.

Ada ikatan sangat istimewa antara seorang ayah dan putra sulungnya.

Karena itu kubantu dia membangun koleksi ini.

Ini semua miliknya?

Ya, dia seorang kolektor yang sangat bersemangat.

Dan dia menginspirasi orang lain.

Kami harus membunuh dua mahasiswa film amatiran itu

karena kami harus membunuhmu dulu, Sam.

Kubangun bioskop atas nama mereka, Detektif Bailey menemukannya.

Tapi itu tidak perlu. Karena, astaga!

Gale Weathers jurnalis hebat.

Aku membangun penghormatan untuk anakku.

Karena itu di sinilah kau harus mati, Sam,

dikelilingi semua hal yang paling dia cintai.

Apa selanjutnya?

Setelah selesai dengan kami, kalian menghilang begitu saja?

Tidak! Kami harus bergegas ke rumah sakit

memastikan Mindy dan Gale tak selamat. Karena semua akan orang mati, Sam!

Semua yang terlibat kematian putraku menderita dan mati.

- Ya, benar! - Ya!

Sekarang kenakan topengnya.

Dia sangat menyedihkan.

- Itu tak benar. - Ya, putramu.

Dia anak cengeng yang memaksa pacarnya melakukan pembunuhan.

Dia anak muda kuat dan jantan!

Dia bocah bajingan pincang menangis sebelum aku menggorok lehernya.

Diam!

Sam, ayo!

Kau kenali ini?

Sialan kau!

Maaf, tapi aku butuh ini.

Habisi mereka.

Kau mau apa, jalang?

Sial!

Sam!

Aku akan meminta bantuan.

Hati-hati.

Ayo.

Kejar dia!

- Aku tak bisa memegangmu. - Tak apa.

Aku tak bisa memegang.

Tidak!

Tidak!

Aku selalu mau menancapkan sesuatu di tubuhmu, Tara.

- Sialan kau! - Sialan kau!

Kalian sangat celaka sekarang!

Sam.

Sam?

- Lepaskan aku. - Tidak!

Ya, lepaskan dia, Sam, ayo.

Sial!

- Percayalah kepadaku. - Sial!

Kau harus melepaskanku.

Kena kau!

Sekarang kau mati perjaka.

Sepertinya kau kehilangan satu saudara lagi.

Selalu tembak di kepala.

Sial.

Kau melihat pacarmu?

Aku tak punya pacar sekarang.

Kau mau?

Aku tak mengenalmu dan aku langsung tak menyukaimu.

Halo, Detektif Bailey.

Aku punya satu pertanyaan.

Ya?

Apa itu?

Apa film horor favoritmu?

"Film horor favorit."

Aku bertanya karena kau berada di film itu sekarang.

Kau berada di filmku.

Kau memasang wajah aslimu?

Hak lahirmu.

Puitis jika kau akan mati di dalam film itu.

Ini maumu, bukan?

Sekarang kau tahu sebenarnya? Pembunuh mengalir di darahmu!

Berhenti main-main dan tunjukkan dirimu!

Hati-hati meminta.

Baik, aku polisi.

Bagaimana akhir ini, Sam?

Siapa yang akan mereka percayai?

Mungkin orang yang masih hidup.

Tidak!

Ayahku pembunuh.

Tak peduli pendapatmu, aku lebih baik dari itu.

Terima kasih.

Terima kasih.

Tapi kau macam-macam dengan keluarga kami, jadi...

- Bagus. - Terima kasih.

Kau tak apa?

Tidak.

- Subtitle by RhainDesign -

Terima kasih merelakanku.

Aku tahu kau bisa jaga diri.

Aku ingin berada dalam hidupmu, asal kau mau.

Aku ingin itu.

Aku berjanji akan ikut banyak terapi setelah ini.

Aku serius.

Kita akan melewati ini.

Bersama.

Aku pernah nonton itu di film horor.

Sam. Hei.

Dua di sana. Ayo.

- Kau baik-baik saja? - Ya.

Kupikir kau perlu bala bantuan.

Dan kupanggil Gunung Sinai, dan Mindy dan Gale akan selamat.

Mindy dalam perjalanan kemari. Mereka tidak bisa menghentikannya.

Lumayan, Bocah tampan.

Terima kasih.

Jika kau butuh aku, teleponlah.

Kita semua bagian keluarga kacau yang sama sekarang.

Dan warisan tak selalu harus buruk.

Baik.

Hei.

Chad.

Hei, ada satu lagi di sini!

Hati-hati, mau lewat.

Astaga. Chad!

Bagaimana kau masih hidup?

Inti Empat.

Maaf. Kau mungkin butuh itu.

Astaga! Kalian baik-baik saja?

Aku tahu pembunuhnya! Ethan dan Bailey.

- Dan Quinn. - Dan Quinn? Sial!

Aku melewatkan monolog lagi?

Kau tak apa?

Kau tak terlihat baik-baik saja.

Astaga, kita semua selamat. Ini kejutan dalam kejutan.

Mereka memberiku banyak obat.

Kalian harus minum obat ini.

Aku tak bisa merasakan apapun di bawah bahuku.

Sam.

Ikut?

Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM

Ayo Kunjungi Sekarang Juga! LXWHITELABEL.COM

Tidak setiap film butuh adegan pasca-kredit.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.