Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kau pikir akan menggabungkan film ini,
dan semua akan sesuai keinginanmu.
Tapi tidak,
karena aku akan berada di pundakmu sepanjang waktu.
Serta, sayangnya kau harus berurusan denganku.
Aku sudah tidak sabar.
- Nyalakan! Ayo! - Baiklah.
Tiada subjek yang membuatku lebih bahagia
yang bisa dibicarakan selain David Foster.
Ada banyak bagian dirinya yang kuharap dunia tahu
karena jika mereka tahu yang kuketahui,
mereka akan lebih bisa membayangkan dirinya.
Mulai!
David adalah salah satu produser dan penulis lagu terhebat sepanjang masa.
Kau mungkin pernah dengar Barbra Streisand.
Mungkin Michael Jackson.
David Foster adalah orang pertama yang yakin padaku.
Kepercayaan diriku saat aku tidak memilikinya, tapi sebenarnya,
kau dapat vokal yang tak pernah kau impikan.
Kurasa aku akan menjawabnya.
Hei, apa kabar, Steve? Kau sedang apa?
Dia komedian, penghibur.
Musikus dan penulis lagu yang sangat berbakat.
Saat berjalan di ruangan, dia adalah Tuan Dunia Pertunjukan.
Dia membuatnya tampak mudah, dan itu sangat sulit.
Dalam bisnis musik bersejarah, ada dia dan Quincy Jones.
Itu yang terjadi saat kau berurusan dengan Tuhan.
Kau harus tahu apa kapasitas seniman itu.
Kau harus terus menggali sampai mendapatkannya.
Aku sangat lucu dan mudah diajak bekerja di studio.
Dia tidak.
Saat menulis untuk seseorang, dia berbicara bahasa mereka.
Berapa banyak orang di balik lagu hit seperti dia?
Entahlah, daftarnya cukup pendek.
David Foster, hidup, legenda, dan misteri.
Aku salah satu orang beruntung
yang memiliki hubungan intim dan mendalam dengannya.
Kurasa aku seperti orang di hidupnya yang akan mengetuk pintu itu.
Mungkin ini kali pertama aku mendarat di New York,
dan belum berkata pada diriku sendiri, "Sial. Ini New York, aku tak mau di sini."
New York berkembang sepuluh kali lebih cepat dari Los Angeles,
dan aku tidak suka itu.
Ini berkaitan dengan klaustrofobia, dan gedung tinggi.
New York menghancurkanku, dan aku tidak suka energinya,
dan aku tidak suka semua beban itu saat aku berjalan-jalan.
Dan aku jauh dari zona nyamanku soal Broadway yang tak dikenal.
Kurasa kau lebih beruntung terbunuh karena petir
daripada punya pertunjukan hit di Broadway.
12 NOMINASI TONY AWARD TERMASUK MUSIKAL TERBAIK
Kau punya ruang di piano untuk Tony Award?
- Maksudku, aku lihat di sana tadi. - Tentu saja.
Tidak ada yang lebih menginginkan EGOT daripada aku.
Emmy, Grammy, Oscar, Tony.
Lalu aku punya Golden Globe,
dan aku punya Emmy, Grammy. Jadi, aku agak ringan.
Broadway memiliki kecenderungan untuk pembuktian.
Jadi, ada nuansa David harus membayar utangnya.
Tapi aku juga akan tambahkan, David, kami sudah sangat siap.
Kami sangat siap untukmu.
Beri kami hadiah itu, lalu ceritakan kisahmu.
New York adalah makhluk tersendiri, seperti LA adalah makhluk tersendiri.
Dia sudah menyeberang, dia pop, radio. Ikut serta dalam film, juga televisi.
Kurasa perbedaan Broadway adalah kau
bekerja dengan banyak orang
bukannya masuk ke studio dan menciptakan sesuatu sendiri.
Ada sutradara, koreografer.
Banyak orang terlibat dan mungkin itu baru baginya.
Gagasan David ke Broadway adalah…
kenapa kau lama sekali, David?
Ayolah.
Sudah waktunya.
Ada lebih banyak landas pacu di belakangku daripada di depanku.
3915 Ascot Drive adalah tempatku tumbuh besar.
Pinggiran kota Victoria, British Columbia.
Aroma rumput dipotong,
semua orang berlarian di jalanan, semua orang keluar rumah di musim panas.
Hanya ada kenangan indah.
Aku punya enam saudari.
Sayangnya, satu orang meninggal. Jadi, kini hanya punya lima saudari.
Kami semua sangat dekat.
Hanya ada rasa hormat dan apresiasi.
Dia menyayangi saudari-saudarinya, kami menyayanginya.
Ayahku pekerja kantoran, ibuku ibu rumah tangga.
Kami tidak punya uang, tapi kami tidak miskin.
Masa kecilku seperti masa kecil yang hampir sempurna.
Ibuku akan membuatkan roti bakar untuk para saudariku saat pagi
sebelum mereka bersekolah,
dan dia akan memasakkanku bakon dan telur.
Jika kau salah satu saudariku, apa kau tidak akan marah?
Semua orang yang diwawancarai dan mengenal David, mengenal ibu kami,
karena dia membawanya ke mana pun dan dia suka bersamanya.
Ternyata saat ibuku membersihkan piano,
saat itu usiaku tiga, empat, lima tahun, atau berapa pun itu,
lalu aku berteriak, "Itu nada E!"
Dia bilang, "Apa maksudmu?" Aku bilang, "Ibu baru menekan nada E."
Lalu kupikir, "Ada yang salah dengan anak ini."
Jadi, aku menelepon ayahnya di kantor dan memberitahunya.
Dia menjadi sangat bersemangat hingga pulang kerja.
Dan ayahnya benar-benar senang.
Dia sangat bersemangat.
Lalu dia pulang dan berkata, "Anak itu punya tala mutlak."
Mungkin itu indikasi bahwa kau harus bermusik.
Pada tahun 1963, aku berusia 13 atau 14 tahun,
ada program untuk belajar musik di Universitas Washington,
dan aku mengikutinya dua tahun berturut-turut.
Dan aku memainkan setiap instrumen.
Klarinet, flute, bariton, trompet, trombon, bassoon.
Itu nantinya membantuku menulis untuk orkestra
karena aku memahami cara kerja setiap instrumen.
Tapi hal ajaib terjadi.
Di radio transistor kecilku, aku mendengar lagu ini.
The Beatles.
Usiaku 13 tahun dan aku tidak percaya suara yang aku dengar.
Itu benar-benar mengubah hidupku.
Dan aku berkata, "Itu yang ingin kulakukan. Itu!"
David sekali saat remaja bermain di band Ronnie Hawkins.
Dia memecat David karena tahu David menyukai kehidupan musik rok.
Dia bilang, "David, kau genius, dan aku pria musik rok tiga akor.
Jika aku memecatmu, kau mungkin akan menemukan kegeniusanmu."
Ibu dan ayahku, saat usiaku 16 tahun, mereka mengambil tabungan mereka.
Tabungan.
Sebesar 1.700 dolar.
Serta membelikan piano dan penguat suara untukku.
Tapi mengambil semua tabunganmu demi anakmu cukup gila.
Kukira aku akan berhasil dalam bisnis musik.
Kami dirikan band ini dan pindah ke Inggris.
Ada ilusi bahwa kami akan cocok menjadi bintang.
Musisi dunia saat itu adalah Pink Floyd,
The Doors, dan Deep Purple.
Kami seperti band berpenampilan rapi dengan tarian buruk.
Kami tidak tahu apa yang kami lakukan.
Akhirnya, melalui agen, kami mendapatkan pekerjaan
menjadi band pendukung Chuck Berry.
Aku dilatih dengan musik klasik,
dan aku tidak tahu banyak tentang musik rok.
Jadi, aku tidak memainkan musiknya dengan baik.
Chuck itu berengsek, tak ada cara lain menjelaskannya.
Dia akan keluar dengan gitarnya,
salah nada, dan bertingkah aneh,
dan dia tidak peduli apa yang terjadi di belakangnya.
Aku tidak memainkan lagunya dengan benar,
tidak selaras, dan berakhir dengan bencana.
Sebagian besar anggota band berhenti.
Mereka kecewa dan ingin pulang.
Aku berkata, "Aku tak akan pulang. Aku tetap di sini. Aku datang untuk sukses."
Aku tinggal sekitar satu tahun
dan itu jelas
masa paling sepi dalam hidupku.
Aku mengikuti audisi untuk semuanya.
London begitu kejam bagiku, sebuah tragedi hidup.
Setelah setahun melakukan itu,
aku menyerah dan orang tuaku mengirim 60 dolar dan itu tiket pulang.
Pada usia 13 tahun, aku menghasilkan lebih banyak uang dari ayahku,
dan aku berada di ranah musik ini.
Aku tahu ada dunia di luar sana dan aku tahu aku bisa terlibat.
Suatu malam, aku pulang pukul 05.30.
Ayahku sudah bangun.
Dia menyuruhku duduk dan berkata, "Jadi, bisnis musik ini,
kau sungguh menyukainya, ya?"
Kubilang, "Ya, benar."
Katanya, "Menurutmu kau punya kesempatan untuk sukses di bisnis musik?"
Kubilang, "Ya."
Lalu dia hanya bilang, "Baiklah, selamat malam."
Dan hanya satu kali itu
aku berbicara antarpria dengannya,
lalu dia meninggal beberapa bulan kemudian.
Aku bangun untuk ke sekolah dan mobilnya sudah tak ada,
lalu ibuku bilang dia terkena serangan jantung.
Dia dirawat di rumah sakit selama 11 hari
sebelum terkena serangan jantung lagi dan wafat.
Aku hanya mengunjunginya sekali.
Seharusnya aku ke sana setiap hari. Kesalahan besar.
Bayangkan jika aku bisa menembus pembatas itu,
dan berbicara antarpria dengannya selama sepuluh hari, itu pasti luar biasa.
Kurasa kematian Ayah benar-benar memengaruhi David.
Usianya baru 18 tahun dan ayah kami baru berusia 54 tahun.
Dan pada saat bersamaan, dia mengalami dilema
karena dia memulai karier musiknya sendiri.
Saat ayahku meninggal,
ada tiga gadis tersisa di rumah dan aku.
Di rumah agak kacau.
Ibuku, berusia 47 tahun, tiga gadis muda.
Dia tidak tahu cara mengatasinya.
Seharusnya aku ikut campur dan mengurusnya.
Kau tahu, menertibkan rumah, tapi tidak kulakukan.
Aku malah membuat keputusan egois agar tidak berurusan dengan kekacauan.
Aku memilih karierku daripada membantu ibuku dan ketiga saudariku.
Saat usiaku 25 tahun,
aku menghasilkan cukup uang untuk mengirimi
dan membelikannya mobil, membayar rumahnya, dan semacamnya.
Aku dan calon istriku, B.J., pindah ke Los Angeles.
Itu tahun 1972.
Saat itulah kami membentuk Skylark.
Aku pernah tinggal di London,
aku tinggal di Toronto saat itu, aku pernah tinggal di Vancouver,
aku pernah tinggal di Edmonton dan Victoria.
Tidak ada terasa pas.
Begitu aku tiba di Los Angeles, rasanya tepat.
Aku sangat ingin menjadi musisi studio.
Di sinilah aku tahu seharusnya aku berada.
Teman kami, Barry De Vorzon, menemukan kami,
dan dia membawa kami ke sini khusus untuk mendapatkan kontrak rekaman
dan merekam album, lalu itulah yang kami lakukan.
Dan di dalam album itu ada lagu "Wildflower".
Lagu itu mulai diputar,
lalu menyebar ke seluruh negeri
dan menjadi sangat populer.
Itu adalah rasa pertama.
Ini benar-benar membangkitkan seleraku. Aku ingin lebih.
Aku mulai bermain piano geladi bersih.
Akhirnya aku dapat pekerjaan, bermain di The Rocky Horror Show.
Setiap malam, kau melihat ke arah penonton,
dan kau akan melihat semua bintang film ini.
Mereka datang untuk menonton Tim Curry di The Rocky Horror Show.
Aku anggota band, kemudian menjadi penata musik.
Melalui musisi band itu, aku bisa bertemu musisi lain
yang sungguh berjuang di dunia musik.
Lalu aku bertemu pemain drum bernama Jim Keltner.
Dia pemain drum yang paling dekat dengan The Beatles.
Para musisi akan datang dan bermain musik.
Piano menghadap ke dinding. Jadi, aku tidak bisa lihat musisi lainnya.
Aku hanya akan mengikuti,
hanya mengikuti musik di Minggu malam pukul 03.00,
John Lennon akan masuk, dan Joe Cocker.
Lalu drum akan keluar
dan akhirnya aku hanya bermain piano solo,
dan aku terus bermain.
Lalu, bas akan masuk lagi, drum akan masuk lagi.
Kukira mereka membiarkanku bermain,
tapi mereka sebenarnya memakai narkoba.
Orang-orang lain di band itu berkata,
"Bagaimana anak ini bisa bergadang dan bermain musik, bukan narkoba?"
Aku tidak tahu, aku hanya ingin bermain musik.
Aku pertama bertemu David di sesi rekaman pada tahun '70- an.
Aku hampir bukan musisi studio, salah satu dari dua atau tiga pemain piano.
Aku ingat berjalan di studio.
Dia punya berlian panjang membungkus lengannya.
Dia punya tangan paling indah. Dia wanita yang sangat elegan dan cantik.
Aku hanya ingat dia melayang di studio.
Kami hanya bermain, dan di tengah itu dia berkata, "Berhenti!
Ini tidak benar! Ini tidak cocok untukku. Berhenti."
Aku menyanyikan sebuah lagu, tapi tidak ada pembukaan yang tepat.
Ada yang salah soal itu.
Dia bilang, "Mari istirahat makan siang."
Aku, seorang oportunis,
berada di pojok dengan piano elektrikku, jauh di pojok,
berharap mikrofon menyala
karena dia makan siang di ruang kendali.
Lalu aku mendengar seseorang bermain piano.
Secara harfiah, seperti di film,
dia berjalan melewati pintu,
dan dia bilang, "Marty," kepada manajernya, "Dengarkan ini!"
Lalu aku berkata, "Apa kau yang memainkan itu di piano?
Aku suka itu."
Berhasil.
Mari lakukan seperti cara pria ini memainkannya.
Kita akan melakukannya seperti itu.
Kebetulan itu David Foster.
Jika kau dengarkan rekaman itu saat ini, itu kami.
Jadi, sepuluh tahun kemudian, "Barbra sedang membuat album Broadway.
Ada lagu berjudul 'Somewhere' dan dia ingin kau memproduserinya."
Aku bilang, "Bung, aku setuju."
Barbra bilang kepadaku,
"David, aku ingin rekaman ini terdengar seolah tidak diciptakan di planet ini.
Tapi aku tidak ingin kau gunakan orkestra. Aku hanya ingin kau memakai synthesizer."
David dan aku sudah melalui banyak hal bersama.
Kami memiliki pemikiran yang sama.
Kini, kami lebih banyak sepakat daripada tidak.
Jadi, butuh waktu satu bulan.
Kami sudah menyelesaikan mixing.
Dengan rendah hati kukatakan, aku melakukannya dengan baik.
Jadi, aku meneleponnya, kubilang, "Sudah selesai."
Dia bilang, "Aku ingin dengar malam ini."
Kubilang, "Baik, aku akan keluar dan memainkannya untukmu."
Pergi ke rumah Malibu-nya. Dia sedang mengadakan pesta.
Aku mengetuk pintu,
dan pintunya terbuka.
Itu adalah Elizabeth Taylor dan Clint Eastwood.
Elizabeth bilang padaku, "Halo, ada yang bisa kubantu?"
Aku bilang, "Kau Elizabeth Taylor." Dia bilang, "Ya, itu benar."
Entah apa yang kukatakan,
tapi itu pesta Hollywood.
Ke mana pun kau menoleh,
ada Dustin Hoffman, lalu yang ini dan itu.
Lalu Barbra turun, dia bilang,
"Kau datang untuk memainkan hasil mixing-nya. Ini bagus."
Lalu dia bersandar seperti ini, dalam gaun malamnya…
Dan dia berkata, "Aku menyukainya."
Dan dia menyukainya.
Kita semua punya nada yang sama selama 700 tahun.
Melalui harmoni dan ritme,
pilihannya ada di tanganmu yang mewakili dirimu.
Kau harus menjadi pengasuh anak, psikiater,
kau harus menjadi ibu, pengasuh, segalanya.
Kau harus ke studio untuk mendapatkan pengalaman.
Kau harus menemukan lagunya.
Itulah kekuatannya, lagu-lagunya.
Dia bertanggung jawab atas populernya
beberapa laguku yang bahkan tak dia tulis.
Pada "That's What Friends are For", dia datang ke studio untuk bermain kibor,
dan menciptakan…
Ini hanya sedikit datar.
Kau turunkan saat "star". Jadi, jika kau menahannya, kita berhasil.
David punya cara untuk mendapatkan keinginannya dari seorang seniman.
Kedengarannya bagus.
Dan itu sangat pintar.
Dia menggunakan semacam pendekatan dengan motivasi.
Dia menyanjung penyanyinya, lalu dia bilang, kita lakukan lagi.
Cara David mendorong para seniman dan sangat menyiksa mereka.
Kau berhasil pada rekaman ketiga!
Tahu berapa banyak rekaman yang dilakukan Sinatra dengan "My Way"?
Satu.
David sangat perfeksionis.
Aku juga.
Jika kau tak mau menjalin hubungan
dan menerima lagi, dan sekali lagi, dan lagi,
dan kau bisa.
Dan kau bilang kepada dirimu sendiri,
"Kau pikir setelah 29 kali rekaman, aku sudah memberikannya kepadamu?"
Tapi tahukah kau?
Saat kali ke-30 yang kau bernyanyi,
dia berkata, "Ini dia!"
Aku memproduseri Dreamgirls asli pada tahun 1981.
Kurasa begitu.
Jennifer Holliday orangnya.
Dia datang ke studio,
dia berjalan dengan mantel bulu dan anjing di kedua tangan,
lalu berjalan ke mikrofon, dan aku berkata,
"Baik, Jennifer, mari kita dengar seperti apa suaramu."
Dia menyanyi sepenuh hati, seperti dalam pertunjukan.
Tapi kami sedang kebingungan di ruang kendali.
Kami belum siap.
Kami hanya ingin melihatnya bernyanyi untuk melihat levelnya.
Jadi, pada akhirnya, aku berkata, "Hebat, Jennifer. Itu luar biasa.
Kami siap, kami punya levelnya, mari kita lakukan."
Dia memakai mantelnya, memegang dua anjingnya dan dia berkata,
"Aku hanya menyanyikan lagu itu sekali," lalu pergi.
Menurutku, momen besar berikutnya dalam hidupku adalah Earth, Wind & Fire.
Aku sudah menjadi musisi studio selama tiga tahun.
Jadi, aku pernah memainkan lagu The 5th Dimension
dan di Dolly Parton.
Sebagai pemain piano, aku memperhatikan dengan sangat hati-hati,
para produser di sisi lain kaca,
karena aku ingin pekerjaan itu.
Aku menginginkan pekerjaan produser.
Aku berhasil bertemu dengan Berry Gordy,
pendiri Motown Records.
Sekarang aku panik.
Lalu aku berjalan dari sofanya ke piano di kantornya,
dan dalam sepuluh langkah itu, aku berpura-pura,
aku duduk di piano, dan inilah yang muncul.
Saat itulah aku bertemu Earth, Wind & Fire dan aku memainkannya untuk Maurice White,
dan dia bilang, "Aku ingin merekam ini."
Aku bilang, "Kapan?" Dia bilang, "Malam ini."
Melewati pembuatan tiga album dengan mereka,
dan itu membawaku ke tahun '80-an.
Ada aura pasti yang disukai David,
yang sangat megah, yang diproduksi dengan baik,
yang memberimu kekayaan sebesar itu.
Dia benar-benar mengubah wajah musik.
Pianis terbaik yang pernah bermain denganku,
dan aku pernah bermain dengan Herbie.
Cara dia menekan kunci tidak seperti orang lain.
Saat besar, itu besar.
Saat Quincy Jones memproduseri "We are the World" pada tahun 1985,
untuk bantuan kelaparan di Afrika,
dia meneleponku dan berkata, "Hei, David,
lakukan hal yang sama di Kanada dengan semua bintang Kanada."
Jadi, aku menelepon Bryan Adams,
dan bersama-sama kami menulis "Tears are Not Enough".
Kami bertemu sekelompok seniman Kanada super
untuk sesi epik sehari.
Joni Mitchell, Neil Young, Gordon Lightfoot, Loverboy, Bryan sendiri.
Lagu ini menjadi hit nomor satu
dan menghasilkan jutaan dolar untuk alasan yang luar biasa.
Ayo, Neil, berikan padaku, Sayang.
Agak datar pada "innocence", tapi yang lain sangat bagus.
Kita rekaman sekali lagi. Sekali lagi.
Itu suaraku, Bung.
Kurasa aku tak akan suka David Foster muda,
karena aku sombong dan gegabah, mungkin sedikit tahu semuanya.
Aku berpikir, khususnya, saat aku memproduseri grup ini, Chicago.
Keluarkan itu dari rekaman karena kalian selalu terlambat saat syuting,
saat mengikuti mereka.
Kau tidak mengikuti mereka. Jadi, aku keluarkan.
Robert.
- Jimmy. - Lee.
Tunggu sebentar, aku hanya perlu menanyakan ini.
Kami diwawancarai tentang Chicago atau tentang David Foster?
Bagaimana jika kita biarkan dia melakukan wawancara?
Ya. Lakukanlah.
- Terima kasih. - Kami bersamamu.
Kami berada di titik loncatan dalam karier kami.
Kami datang dari Columbia Records,
dan mereka mengatakan
bahwa orang-orang ini sudah tidak berharga lagi bagimu.
Dan kami sangat sukses.
Irving Azoff datang dan bertanya apakah kami keberatan
jika David Foster menjadi produser kami.
Saat itu, kami siap bekerja dengan siapa pun
untuk mencoba melakukan sesuatu lagi.
David Foster datang tepat saat Chicago membutuhkan sesuatu seperti dia.
Ada kekacauan dalam grup.
Tidak ada yang bicara saat itu.
Mereka kehilangan arah,
dan aku penggemar berat Chicago
sebelum aku sempat bekerja sama dengan mereka.
Aku tahu setiap hal kecil.
Kali pertama kita bertemu dengannya,
kami punya banyak lagu yang ingin kami putar untuknya,
yang kami pikir akan ada di album kami berikutnya yang akan dia rekam.
Dia masuk, mendengarkan semua lagu
dan berkata, "Semuanya biasa saja."
Aku bisa menyusunnya, tentu bisa.
Aku harus memberi tahu Chicago
bahwa lagu-lagu yang mereka tulis untuk Chicago 16 sangat buruk,
dan mereka harus mengulanginya lagi.
Tapi agak berlebihan untuk berkonsentrasi
di keempat lagu sekaligus.
Dia masih sangat muda, dia mengacaukan dunia kami.
Beri aku waktu sebentar untuk mendengarkan
karena maaf, tadi aku bertelepon.
Dia mengintimidasi,
dan saat datang ke studio, kami semua terintimidasi.
Aku terintimidasi.
Tiba-tiba lagu kami tidak cukup bagus?
Kau tahu, kau berpikir, "Astaga, apa kemampuanku hilang?"
Saat aku masuk ke ruangan dan mereka mainkan lagu mereka,
aku berpikir, "Ini tidak seperti yang kuingat.
Ini sangat buruk. Apa yang terjadi kepada kalian?"
Dia mengomentari itu lewat pengeras suara setelah rekaman,
"Kau tahu, itu tidak pas, bagian bas itu salah."
Jadi, aku menaruh basku, masuk ke bilik rekaman
dan bilang, "Jangan pernah bicara seperti itu padaku lagi."
Ganti ke enam untuk baris itu, ya? Kumohon?
Setiap produser yang bekerja sama dengan kami hingga saat itu,
mereka mengizinkan kami menjadi Chicago.
David membuat rekaman lagu
yang berisi kesannya tentang Chicago.
Kami butuh seseorang untuk memimpin, dan dia melakukannya.
Beberapa orang menyukainya, dan beberapa orang tidak.
David mengendalikan setiap aspek. Kami juga tidak terbiasa dengan itu.
Dia ingin ikut menulis dan bermain.
Kami paham bahwa kami harus memercayai orang ini.
Kami membutuhkan ini.
Dan dia cepat. Dia cepat.
Lagu itu membutuhkan bridge. Baiklah, selesai.
Aku akan duduk di sana dan berkata, "Astaga, Bung."
Aku ke sana dengan kekuatan penuh dan sangat bersemangat.
Itu adalah kediktatoran
Lakukan ini, lakukan itu.
Aku akan menjadi pemain bas. Aku pianis.
Aku akan ikut menulis semua lagunya.
Ini yang akan kita lakukan, kau akan merekam lagu ini.
Dan tentu saja, kami sukses besar.
Masa-masa di Chicago,
aku hanya orang bayaran yang datang untuk memperbaiki masalah.
Aku melihat sisi jelek,
teknik produksi sangat agresif dari David.
Aku mencoba membayangkan seperti apa lagu Chicago yang hebat.
Sayangnya bagi mereka, tidak melibatkan banyak horn.
Tak ada yang bisa kulakukan.
Di video, aku akan bermain kibor, Lee akan bermain gitar,
dan apa yang terjadi di sini,
karena tak ada horn untuk dimainkan?
Tiba-tiba kau menjadi memainkan bagian synthesizer
di video, dan di atas panggung.
Aku sempat kesal.
Kau memasukkan egomu ke tas, menguburnya di halaman,
dan kau membuat rekaman lagu.
Aku tidak siap untuk itu.
Reaksiku tidak dewasa. Aku pemain kibor,
apa maksudmu aku tidak bisa memainkan kibor di lagu-lagu ini?
Kami pikir kami lebih tahu.
Masalah lain muncul,
yaitu hubungan antara Peter dan David.
Aku langsung merasa terhubung dengan Peter Cetera.
Kami membentuk ikatan menulis lagu dan kekerabatan yang bagus,
dan Peter dan aku menjadi penulis lagu grup.
Aku akan mendengarkannya, dan dia akan mendengarkanku.
Kurasa itu unik baginya.
Dia mengizinkanku bicara melalui tangannya.
Dia akan bermain, dan menurutnya itu bagus.
Kami akhirnya menulis banyak lagu fantastis.
Ada serangkaian lagu hit nomor satu.
Orang bilang, "Kau mengubahnya menjadi grup balada."
Hanya saja orang-orang memilih balada untuk menjadi hit.
Dan kebetulan aku menyanyikannya,
dan tentu saja, saat membuat video, pria yang menyanyi,
semua hal itu terlibat.
Aku menyadari hal baik terjadi
saat Warners mengajak kami makan malam dengan semua eksekutif papan atas mereka,
mengambil yang pertama dari banyak cakram emas dari lagu-lagu di album itu.
Tapi di dalam pikiranku, aku berpikir,
"Ya, tapi ini bukan Chicago."
Sembilan kali, tapi kita berhasil.
Kini kita harus memutuskan apa kita mau.
Aku bisa mengerti, saat melihat kembali, bagaimana marah grupnya karena hal itu.
Sementara itu, mereka dari 50.000 album menjadi tujuh juta album.
Kami tahu lagu-lagunya bagus. Kami punya telinga.
David akan mengembalikan kami ke tangga lagu, dan itulah tujuannya.
Semua tindakannya benar.
Aku tak mau pergi.
Itu menegangkan.
David dan aku mengambil alih penulisan lagu pada saat itu.
Itu titik yang sangat rendah bagi semua orang.
Kami ingin bersenang-senang. Kami ingin menjadi band.
Kami selalu menjadi band,
dan kami tak ada gunanya bagi seseorang yang tidak ingin menjadi pemain tim.
PENYANYI UTAMA MENINGGALKAN CHICAGO
Dia mulai mendengarkan pemain drum lain, jika kau mau,
dan David adalah hal yang tampak sepele, tapi berdampak besar,
serta meyakinkan dia, "Ya, aku penyanyi solo."
Jadi…
PEMAIN BAS CHICAGO KELUAR
Ada serangkaian lagu nomor satu
yang berlanjut ke karier soloku dengan "Glory of Love".
Lagu itu ada dalam film The Karate Kid. Kami mendapat nominasi Academy Award.
Jika Peter tak ingin berkarier sendiri
dan masih menjadi anggota band, itu akan menyenangkan.
Tapi tidak terjadi seperti itu.
BALADA CHICAGO NOMOR SATU DI DUNIA
Perjalanan karier kami menyenangkan.
Ya, aku datang dalam keadaan panas. Ya, aku datang dengan angkuh,
Ya, aku datang dengan sombong.
Aku sangat mengerti alasan mereka tidak suka apa yang terjadi,
dan aku mengerti.
Tapi mereka masih kesal soal itu.
Mereka masih mengerjakan musik latar album-album itu sekarang.
Natalie Cole, suaranya seperti sutra.
Manusia yang indah.
Akulah yang beruntung bisa menyandingkannya
dengan ayahnya untuk "Unforgettable".
Memberiku kesempatan sekali seumur hidup.
Bisa siapa saja. Dia memilihku.
Album The Unforgettable dikerjakan karena kecintaan pada musik.
Aku tak pernah semurni itu.
Itu album yang dibuat dari hati.
Kami menerapkan sedikit matematika dan sedikit sihir.
Kami mengeluarkan kembali suaranya dari penyimpanan, dan merekam lagu baru.
Natalie bernyanyi, Nat bernyanyi.
Saat mendengar itu, dia langsung runtuh.
Dia bilang, "Terdengar seperti nyanyian ayahku tepat di bahuku."
Sebenarnya aku bersama Toni Braxton semalam,
dan mengenang masa-masa kami bersama.
Kurasa kami membuat salah satu lagu terhebat,
"Un-break My Heart".
Ditulis oleh Diane Warren, diproduseri olehku.
Perubahan kunci itu,
tidak ada yang lebih baik dari itu dalam musik pop.
Seluruh aransemen, dan seluruh vokalnya.
Itu murni kesempurnaan.
Setiap kali David menyentuh sesuatu, itu menjadi tingkatan yang berbeda.
Hidupku akan jauh lebih sederhana,
dan hidup anak-anakku akan jauh lebih sederhana dan mudah,
jika aku tidak menikah berkali-kali.
Tak ada yang lebih takut pada rekornya daripada dirinya sendiri.
Wanita selalu menjadi kelemahannya.
Ada sangat banyak wanita.
Ini lucu, karena dia diberikan anak perempuan dan saudari,
lalu dia juga sangat dekat dengan ibunya,
dan dia selalu dekat dengan semua wanita di keluarganya.
Tiga kakak perempuan untuk memanjakannya, tiga adik perempuan untuk meneladaninya.
Kurasa dia tidak berencana menikah lima kali dalam hidupnya.
Jadi, jelas, ya, para wanita.
Jika aku duduk di depan psikolog, atau psikiater,
dia akan memanggilku pelari.
Saat keadaan menjadi sulit, atau buruk, aku melarikan diri.
Memiliki keluarga campuran sangat menantang.
Tidak pernah ada foto Kakek Maury.
- Kenapa? - Karena dia selalu memegang kamera.
Usiaku tiga tahun saat mereka berpisah,
dan dia langsung tinggal dengan orang yang membuatnya meninggalkan ibu kami.
Tinggal di rumah bersama dia dan anak-anaknya.
Kau akan merasakan bekas luka pada tiap anakku yang kau ajak bicara.
Kebanyakan dari mereka akan menceritakan bahwa aku bercerai dengan ibu mereka
saat mereka berusia lima atau enam tahun.
Aku bekerja sepanjang waktu, secara harfiah sepanjang waktu.
Tidur di studio selama dua atau tiga hari.
Jadi, kau akan melihat banyak bekas luka.
Ayahku dan aku mencari strategi keluar
seperti orang lain membuat rencana makan malam.
Saat konflik muncul,
naluri pertama ayahku adalah menghindar dan mengelak.
Ayahku tinggal di LA.
Kami sangat miskin. Maksudku, kami miskin.
Ayahku mengirim tunjangan anak, tapi hanya itu yang kami punya.
Lalu, aku pergi saat musim panas untuk menemui ayahku,
dan dia tinggal di Malibu, di tempat seperti istana.
Aku bilang tunggu.
Lebih tepatnya, "Ada benda baru yang berkilau dan baru di sana."
Di benakku, rumput tetangga selalu lebih hijau.
Banyak pemikiran seperti itu.
Ini tidak berhasil. Jadi, yang itu terlihat jauh lebih baik bagiku.
Dia hidup seperti raja.
Rumah-rumah di Malibu yang tidak kutinggali,
hingga lingkungan tempat tinggalku di Toronto,
sampai kondisi keluargaku yang sangat tidak biasa.
Aku punya sepuluh saudara dan aku anak tunggal.
Tunggu. Itu benar-benar kacau.
Kau bisa membayangkan dengan anak-anak dari tiga wanita berbeda,
dan betapa sulitnya bagi semua yang terlibat.
Saat aku berlari, itu reaksi refleks otomatis.
Aku pergi saja. Aku melupakannya.
Dan selalu ada konsekuensinya.
Kesalahan terbesar yang pernah kubuat adalah meninggalkan Rebecca.
Bayangkan pergi dan kami punya tiga anak berusia lima tahun, empat tahun,
dan Jordan berusia tujuh bulan.
Tindakan yang bodoh.
Aku hanya akan meminta maaf.
Maaf karena aku sungguh mengacaukannya.
Aku ingat punya sesi menangis,
hanya merasa, "Astaga, ayahku tak mencintaiku."
Dan itu perasaan yang buruk.
Ada situasi yang dia ciptakan
di mana dia tidak tinggal bersama anak-anaknya sendiri.
Dia tinggal dengan anak orang lain.
Ada banyak ketegangan di sana.
Kau tumbuh sedikit lebih cepat daripada biasanya
jika kau tidak memiliki hubungan dengan orang tua.
Aku percaya bahwa aku adalah korban dari ambisinya.
Dari ingatan paling awalku, aku berada di studio bersamanya.
Selagi aku lihat bagian belakang kepalanya selama bertahun-tahun di studio,
aku tidak pernah merasa dia tidak ada di sana.
Aku selalu sangat menghormatinya dan apa yang dia lakukan.
Aku tidak pernah merasa marah, aku hanya menerimanya.
Jika ingin bertemu ayahku, aku harus melakukannya di studio.
Aku mencintai ayahku. Aku menyayangi ayahku.
Saat dia menyinari cahayanya kepadamu, itu luar biasa.
Tidak selalu mudah. Itu tidak mudah saat masih kecil.
Entahlah, jika aku harus memilih
menjadi sangat dekat dengan orang tuaku saat kecil, atau sebagai orang dewasa,
aku akan memilih orang dewasa.
Dia seperti papan suara, dan…
hampir seperti teman dalam berbagai cara.
Aku ingin menekankan bahwa pada saat ini kelima putriku ada di sini,
jauh-jauh dari Florida, Zurich, Edmonton, Nashville, dan LA.
Terima kasih, Anak-anak.
Aku punya lima putri yang luar biasa,
semuanya berkemauan keras dan sukses.
Kurasa aku melakukan sesuatu dengan benar.
Dia tidak pernah tak mengangkat telepon saat kau menelepon.
Kapan pun dia di studio, tidak peduli pukul berapa, hari apa…
Atau jika dia bekerja dengan Madonna atau semacamnya,
- dia akan, "Tunggu, Madonna." - Tidak pernah ada masa
mereka kembali ke telepon dan bilang dia tidak bisa menjawab.
Kurasa terkadang dia berpikir dia bukan ayah yang baik,
dan itu menyakiti perasaanku, karena dia ayah yang baik.
Pesanku kepada mereka adalah aku sudah melakukan yang terbaik,
seharusnya aku bisa jauh lebih baik.
Aku berusaha lakukan yang terbaik sekarang.
Berusahalah dan lanjutkan.
Akan sulit bagiku untuk duduk dengan anak-anakku
dan berkata, "Aku sangat mencintaimu.
Sungguh. Dan aku sangat memedulikanmu."
Mungkin itu tidak akan pernah keluar dari mulutku kepada anak-anakku.
Tidak sulit bagiku mengatakan "Aku mencintaimu".
Itu agak tidak tulus,
di akhir percakapan dengan anak-anakmu, "Cinta kau, aku juga."
Ada perbedaan besar antara "cinta kau" dan "aku mencintaimu".
- Apa yang kau katakan? - Cinta kau.
Aku tahu dia mencintaiku dengan satu-satunya cara yang dia bisa.
Kali pertama laguku menjadi nomor satu,
dia bilang, "Kau tahu, Amy, hanya ada satu hal yang lebih sulit
daripada mendapatkan lagu hit nomor satu."
Dan aku berkata, "Apa?" Dia bilang, "Dapat dua.
Saat kau dapat dua, hubungi aku."
Kuharap Erin tak keberatan.
Dia meneleponku suatu hari, belum lama ini.
Dia histeris dan sangat marah soal ayahnya.
Dan itu berkaitan dengan percakapan mereka
tentang acara pribadi besar yang terjadi dalam hidupnya.
Benar-benar tidak menghargai perasaannya.
Dia sangat kesal, tapi tidak bisa bilang,
"Kau tahu? Itu buruk sekali, aku merasa tidak enak, aku kesal sekali."
Dia tidak bisa mengatakan hal itu.
Kubilang, "Kau tak mau berpekan-pekan
tak berbicara dengannya, kau harus perbaiki malam ini."
Dan dia menatapku dengan begitu menantang dan hanya berkata,
"Kau tahu? Mungkin sebaiknya dia pergi dan melakukan itu."
Dan aku berkata, "Ini putrimu sendiri.
Kau tak sungguh-sungguh."
Aku membuatnya berbicara dengan Erin malam itu,
dan mereka sedang mengupayakannya.
Mereka punya hal selama bertahun-tahun untuk dibereskan.
Aku tahu betapa dia menyayangi anak-anaknya.
Aku berusaha membuatnya lebih menyadari
semua tindakannya.
Entah itu berhubungan dengan anak-anaknya,
karena dia tahu itu tindakan yang tepat,
tapi juga karena dia benar-benar peduli.
Dan sungguh tertarik untuk mengenal
siapa Sara dan Erin, serta Jordan, dan Amy,
juga Allison untuk hal itu.
Allison adalah putri yang kumiliki saat 19 atau 20 tahun dengan seorang pacar.
Kami menyerahkan bayi itu untuk adopsi.
Aku tahu suatu hari dia akan mencariku
dan dia melakukannya.
Usianya mungkin 30 tahun saat dia menemukanku di internet.
Dia sangat pintar,
tapi rasanya berbeda daripada membesarkan seseorang.
Dan menurutku, sejujurnya, dia mungkin menginginkan lebih banyak dariku.
Tapi aku tak bisa, terlalu banyak yang harus kuurus.
Aku bertemu Kevin Costner di Vancouver.
Dia bilang, aku akan membintangi film The Bodyguard.
Apa kau tertarik menggarap musiknya?
Quincy memberitahuku,
kau akan melakukan proyek terpenting dalam hidupmu.
Dia benar sekali.
Kau mulai dengan The Bodyguard sendiri, filmnya.
Saat kali pertama aku melihat kesibukan saat persiapan Natal,
kupikir itu lemah.
Kukira Warner Bros terlalu bergantung
untuk menjadikan ini cerita mencekam,
dan hanya ada sedikit, kalau pun ada,
yang menunjukkan ketenaran Whitney.
Baiklah, aku bangun.
Itu film pertama Whitney.
Dia merasa seperti seorang aktris.
Kedekatan antara Kevin Costner dan Whitney harus terasa.
Kau tidak terlihat seperti pengawal.
Apa yang kau harapkan?
Biasanya, kepala perusahaan rekaman mana pun mau lebih banyak musik di film.
Tapi kecuali kau membangun ketenaran Whitney,
naskah tidak menyediakan itu.
Jadi, aku menulis surat kepada sang sutradara dan Kevin,
dengan mengatakan,
"Jika kalian tidak mendapat lebih banyak musik,
jika kalian tak mendapat lebih banyak penampilan dari Whitney,
kalian tidak punya film bagus."
Kevin Costner benar-benar mengingat surat ini.
Bekerja sama dengan David Foster, dia mendapat peran yang sangat penting.
Jumlah lagu jauh bertambah.
David dan istrinya saat itu, Linda Thompson, menulis "I Have Nothing".
Tapi hal yang besar adalah,
lagu seperti apa yang bisa menangkap esensi filmnya,
kecocokan para pemeran utama, memengaruhi emosi,
membuatnya lebih dari sekadar mencekam?
Awalnya mereka akan menyanyikan "What Becomes of the Broken-Hearted".
Apa jadinya… Itu sangat menarik.
Tapi setelah itu, tidak banyak yang menarik.
Aku membuat demo untuk itu.
Whitney tidak menyukai demonya, aku tidak suka demonya.
Whitney bilang, "Sungguh, David? Tidak, aku tidak mau."
Lalu, untungnya, lagu itu masuk tangga lagu dengan Paul Young.
Jadi, aku menuju Kevin Costner dan bilang, "Kita tidak bisa menyanyikan lagu ini,"
berpura-pura kecewa.
Jadi, dia bilang, "Baik, izinkan aku membuat lagu lain."
Terima kasih.
David, aku mengirim seseorang ke toko rekaman.
Kubilang, "Berikan salinan 'I Will Always Love You' oleh Dolly Parton."
Mereka kembali dan berkata,
"Mereka tak punya versi Dolly Parton, tapi ada versi Linda Ronstadt."
Aku kenal Dolly Parton. Jadi, aku meneleponnya dan aku bersemangat.
Aku bilang, "Kau tahu, Dolly?
Kami akan menyanyikan lagumu, 'I Will Always Love You.'"
Dan dia bilang, "Itu bagus!"
Dia bilang, "Aku bisa mendengar Whitney bernyanyi."
Dan kuharap kau senang dan bahagia
Aku bilang, "Lirik apa itu? Itu bukan bagian lagunya.
Dalam versi Linda Ronstadt hanya dua bait."
Dia bilang, "Apa maksudmu?
Bait ketiga adalah bait yang paling penting,
lagu itu menyimpulkan keseluruhan lagu,
dan seluruh perasaan yang coba kukejar."
Aku langsung tahu cara membuat lagu ini bagus untuk Whitney Houston.
Aku membayangkan jika Whitney menampilkannya secara langsung,
itu akan mendapatkan tepuk tangan berdiri, dan membuat orang-orang berdiri.
Adegan 86. Pengambilan gambar satu. Kamera merekam. Tandai.
Kevin yang bilang, "Dengar, aku ingin lagu dimulai dengan akapela."
Aku tidak ingin bagian pertamanya akapela,
dan Kevin berkata, "Tidak, aku ingin itu. Tidak ada musik untuk bagian pertama."
Aku berkata, "Ayolah, Kevin. Maksudku, mungkin untuk filmmu,
tapi saat kembali di studio, aku akan tambahkan musik."
Setelah percobaan adegan pertama, David mengirimkannya kepadaku,
dan itu membuatku merinding.
Dia suka mixing kasarku. Kubilang, jangan gunakan itu.
Dalam kasus ini, kami tidak sepakat.
Aku tahu Whitney. Aku tahu apa yang dia inginkan.
Tentu, tak ada yang lebih mengenal Whitney daripada Clive.
Dia mengulangi lebih banyak hal ofensif dalam percakapan ini,
daripada yang pernah kudengar.
Dan dia bilang, "David," dengan sangat tenang,
"Kurasa kita harus tutup telepon sebelum mengatakan sesuatu yang akan kita sesali."
Semua orang Warner meneleponku.
Aku harus membuat keputusan,
dan aku memilih versi pertama itu.
Siapa yang mengira radio akan memainkan ini?
Aku berdiri di ruang pertemuan di samping ibunya,
dan Whitney naik ke panggung dengan gaun indahnya, dan dia bernyanyi,
Jika aku…
Lalu ibunya berpaling kepadaku dan berkata,
"Kau tahu kau menyaksikan hal hebat saat ini."
Lalu instrumen gesek dimainkan.
David yang menciptakan aransemen itu.
Kami bertiga menyukainya.
Aku benar-benar merinding.
Aku sangat senang.
Tunggu.
The Bodyguard, album lagu tema, Whitney Houston.
Album nomor satu tahun ini milik I Will Always Love You.
Lagu tahun ini, ini dia.
- Ini dia. - Ini dia, kau tahu.
Ini sangat istimewa. Benar.
Dalam hitungan jam, dia meneleponku untuk meminta maaf.
Dia bilang, "Semua orang menelepon,
bahwa itu lagu terhebat yang pernah mereka dengar seumur hidup mereka."
Hadirin, Whitney Houston.
Itu hanya menunjukkan ikatan antara David dan aku.
Selamat datang kembali di acara Whitney Houston.
Kurasa aku harus tetap di sini.
Itu menjadi proyek paling penting dalam hidupku.
Album itu terjual 45 juta kopi.
Produser Bodyguard, David Foster. Clive, aku mencintaimu dan berterima kasih lagi.
Itu membuatku sangat terharu selama 20 tahun terakhir ini.
Sebagian besar hidupku berjalan sangat cepat,
tapi ada hal-hal yang terjadi kepadamu, yang tidak terduga,
yang mengalahkanmu dan membuatmu sepenuhnya berhenti.
Aku berada di studio di Hollywood bersama Michael Bolton.
Dia terus mendorong, dia bilang, "Ayo tinggal lebih lama."
Aku sangat ingin pergi saat tengah malam, tapi aku bekerja sampai pukul 02.00.
Aku tinggal di Malibu, mengemudi pulang. Ini malam musim panas yang indah.
Aku akan naik ke puncak bukit ini. Sekarang pukul 02.30.
Dan ada benda ini di tengah jalan.
Mengangkat tangan seperti ini.
Butuh sedetik untuk memahami bahwa itu seseorang di tengah jalan.
Butuh beberapa detik lagi untuk berpikir aku harus mengerem,
dan pada detik ketiga…
Setelah itu, hanya ada keheningan.
Aku menghubungi 911.
911, apa keadaan daruratmu?
"Aku baru saja membunuh seseorang, kurasa aku…
Aku baru membunuh seseorang. Kau harus segera kemari."
Aku mengemudi dalam batas PCA.
Aku baru menabrak seseorang, kurasa aku membunuhnya.
Baiklah. Aku akan membantumu, Pak. Mengerti?
- Di mana kau? - Di dekat Sycamore.
- Kalian harus datang. Kumohon. - Tetaplah bersamaku, ya?
Aku akan tetap meneleponmu, ya?
Baik, tapi kalian harus cepat kemari.
Tolong cepat!
Aku berlari di jalanan, tubuh ini dalam posisi janin,
dan ada darah di mana-mana.
Dari telinga, hidung, dan mulut.
Maksudku, aku baru saja menghancurkan tubuhnya.
Tiba-tiba aku melihat tangannya bergerak sedikit
dan kupikir, "Astaga, dia masih hidup."
Ambulans dalam perjalanan.
Helikopter mendarat. Tiba-tiba terjadi kegaduhan.
Mereka mengeluarkan kantong mayat karena mereka pikir pria itu sudah mati.
Sekarang pukul 05.00. Dia pasti punya KTP.
Lalu mereka bilang, "Kau tahu orang yang kau tabrak, bukan?"
Itu Ben Vereen.
- Ben Vereen. - Master teater musikal.
Pemenang Tony Award di Broadway untuk "Pippin".
Orang yang membintangi di Jesus Christ Superstar, Hair,
dan Jelly's Last Jam, juga Grind,
dan sangat cemerlang di film Bob Fosse, All That Jazz.
Ben Vereen.
Tiap 60 detik, aku akan melihat dampaknya. Seperti itu. Setiap menit.
Badanku cukup hancur.
Aku dibawa ke rumah sakit. Mereka bilang aku bisa dibilang sekarat.
Aku melakukan trakeostomi. Sisi kanan mengalami strok.
Paha kananku patah. Limpaku diambil. Keadaanku benar-benar kacau.
Kupikir, "Aku akan dipenjara. Aku membunuh seseorang. Aku akan dipenjara."
Tepat tiga bulan, dia meneleponku.
Dia tidak memperkenalkan diri. "Halo?"
Astaga, itu pasti salah satu lagu terbaikmu.
Itu Ben.
Aku tahu dia akan hidup.
Saat dia terbang ke UCLA, mereka memindai seluruh tubuhnya
dan mereka melihat hematoma subdural.
Dan dia mengalami pendarahan di otak,
karena itu dia bertingkah gila, berdiri di tengah jalan.
Dokter bilang dia bisa mati pukul 07.00 karena aneurisme itu.
Jadi, momen terburuk dalam hidupku
akhirnya menjadi sesuatu yang anehnya menyelamatkan nyawanya.
Tujuanku saat aku ke studio dengan seorang penyanyi adalah,
aku percaya dalam kepalaku
bahwa aku akan mendapatkan vokal yang lebih baik dari penyanyi ini
daripada sebelumnya atau yang akan datang.
Aku mendapat kabar bahwa penyanyi muda ini ada di Kanada.
Dia sudah terkenal di Quebec.
Jadi, aku tidak menerima pujian bahwa aku telah "menemukannya".
Aku terbang ke Montreal, berkendara 161 km saat hujan.
Aku tampil di tenda. Cuacanya buruk sekali,
tapi aku tak percaya bahwa David Foster akan datang
dan mendengarku bernyanyi malam itu.
Aku akan bertemu salah satu produser terhebat sepanjang masa.
Malam ini?
Dia datang dan menonton acara itu, lalu kami bertemu setelahnya.
Saat aku mendengarnya bernyanyi,
seperti saat menonton film, dan semuanya menjadi…
Itu dia. Dan nyanyiannya.
Itu hal fenomenal dan aku berkata, "Astaga!
Jutaan orang akan menyukai wanita ini."
Dan itu terjadi.
Kau sungguh luar biasa.
Dia bilang dia tertarik memproduseri
beberapa lagu untuk album berbahasa Inggris pertamaku.
Aku bilang kepada diriku, "Tidak mungkin, Jose.
Aku akan percaya hal ini saat itu terjadi."
- Astaga, nyanyianmu bagus. - Benarkah?
Aku tidak percaya David berkata akan memproduseri penyanyi tidak dikenal.
Album bahasa Inggris pertama. Aku tidak percaya.
Itu sulit.
Aku sangat pemalu.
Aku ingin membuat David terkesan.
Untuk menunjukkan bahwa kesempatan yang dia berikan kepadaku,
bahwa aku tak akan menyia-nyiakannya.
Bahwa aku tidak akan mengecewakannya.
Jadi, aku membuat nada mustahil untuk dinyanyikan Céline.
Sangat keras, tinggi, panjang, dan konyol.
Kisah buruknya adalah dia melakukannya sekali,
dan itu cukup sempurna.
Lalu aku membuatnya melakukannya tujuh kali lagi.
Namanya David Foster, dan dia sangat benar,
dan itu sebabnya dia salah satu yang terhebat.
Itu benar, itu bagus.
Seingatku, yang kukatakan padanya sambil bercanda,
"Jika kau tidak bisa menyanyikan nadanya selama aku membutuhkannya,
Whitney Houston ada di Studio C,
aku akan memintanya masuk dan menyanyikan nadanya untukmu."
Sebagai lelucon.
Itu salah satu hari dia benar-benar membenciku.
Aku tahu itu.
Saat mulai bekerja dengannya, kau tak pernah duduk.
David tahu persis apa yang dia cari.
Dia tahu apa yang dia inginkan, dan dia akan mendorongmu.
Dia mengeluarkan yang terbaik darimu.
Kita hanya perlu mengikuti dan memercayainya.
Kau percaya atau pergi.
Banyak laguku diproduseri atau ditulis oleh teman baikku.
Hadirin sekalian, David Foster.
Aku ingin mengambil kesempatan ini malam ini
untuk berterima kasih atas semua yang kau lakukan untukku.
Demi hidupku, karierku, kau yang pertama membantuku.
Kau ada untukku,
dan bagiku, keberadaanmu di panggung malam ini
lebih dari sekadar kebahagiaan.
David berkelas. Dia menggubah lagu berkelas.
Kau bisa memiliki lagu besar
yang akan memberimu kehidupan selama sisa hidupmu.
Kau bisa memiliki karier.
David menginginkan lagu yang hidup selamanya.
Untuk seorang pria yang mengatakan dua tahun lalu
bahwa aku tak akan merekam lagu lagi, itu benar,
dan selain milik Michael Bublé,
aku memegang perkataanku,
itu satu-satunya rekaman lagu yang kubuat dalam dua tahun.
Dia tidak tahu soal liburan.
David, ini Paskah.
Dia bilang, "Apa? Aku tak peduli, kita bekerja hari ini."
Bagi pria yang tak ingin merekam lagu lagi,
sepertinya aku masih cukup sibuk.
- Ini gila. - Kau sangat sibuk.
Aku yakin musik penuh tempat yang tersedia.
Tempat Michael Bublé terbuka lebar.
Semua orang yang membuat musik seperti itu sudah wafat.
Aku diberi tahu putri Perdana Menteri akan menikah,
dan mereka berteman dengan David Foster,
dan David yang hebat akan hadir di pernikahan itu.
Brian Mulroney, mantan Perdana Menteri Kanada,
mengadakan pernikahan untuk putrinya.
Dia bilang, "Kau harus mendengar pria yang akan bernyanyi di pernikahan kami.
Dia menakjubkan."
Saat kami tiba di pernikahan, aku bilang kepada David,
"David, dengarkan pria yang akan bernyanyi sekarang."
Aku bilang, "Bagus."
Dan dia bilang, "Ayo ke depan, dia akan bernyanyi."
Foster berkata kepadaku, "Perdana Menteri, dengar, ini pekerjaanku.
Aku muak dengan ini."
Pria ini berjalan keluar, pria tampan, bukan?
Dan dia melakukan…
Semua orang mendekatinya.
Seperti dalam film, semuanya hilang.
Semua suara pernikahan, piring, suara denting, percakapannya,
dan yang kulihat hanya Michael Bublé.
Aku melihat ke sana,
aku bisa melihat Brian Mulroney yang terhormat,
dan ada David di lengannya, mengatakan, "Lihat anak ini, David."
Aku bilang, "Tidak, aku akan memberimu bantuan terbesar dalam hidupmu."
Dia terdengar seperti perpaduan Frank Sinatra dan Bobby Darin.
Suaranya lembut dan rendah.
Dia bisa melakukan tempo cepat.
- Dia cukup… - Ya, sungguh.
Dia cukup hebat.
Aku langsung tahu, pria ini istimewa.
Aku bilang kepadanya malam itu,
"Aku akan membawamu ke Los Angeles, ini 5.000 dolar untuk melunasi tagihan,
kau akan pindah ke wisma tamuku,
dan kau tak akan pergi sebelum kita merekam lagu."
David mendatangiku, dia bilang, "Hei, Mike, kau punya jalur sendiri.
Kau mau ke LA? Mungkin kita bisa mengerjakan sesuatu?"
Aku ingat pulang malam itu, menelepon kakekku,
melompat-lompat di lorong,
karena aku sudah bertemu, jujur, salah satu yang terhebat,
dan dia menyukaiku.
Hari ini sangat menyenangkan, karena kami akan merekam instrumen gesek,
yang sebenarnya tak ada hubungannya dengan Michael dan kami harus bekerja.
Kali pertama kami bekerja bersama,
aku hanya anak kecil yang tidak percaya dia ada di sana.
Aku penggemar berat.
Dalam hal musik, itu sangat besar bagiku.
Setiap hari aku pulang dengan demo kasar,
mereka jauh lebih baik daripada yang pernah kudengar.
Tidak ada bisnis di sini.
Bisnis tidak masuk ke dalam hubungan ini.
Ini semua masalah pribadi.
Aku memojokkan dia, dan aku berkata, "Dengar.
Kurasa kita melakukan sesuatu yang istimewa di sini.
Bawa aku ke Warner Bros., biarkan aku menunjukkannya.
Jika mereka tidak mengontrakku, aku tidak akan mengganggumu lagi."
Empat hari kemudian, dia meneleponku dan berkata, aku kutip,
"Mari kita lihat apa yang bedebah 25 tahun tahu soal bisnis rekaman."
Pimpinan Warner Bros., Tom Whalley,
melihatku dan dia berkata,
"Halo, Michael, kenapa kami harus mengontrakmu? Ada Sinatra di Reprise."
Lalu kubilang, "Dengan segala hormat, Pak Whalley,
Sinatra sudah wafat."
Kubilang, "Beri aku kesempatan. Aku akan bekerja keras untukmu.
Aku suka musik ini,
dan tak ada alasan musik ini tak boleh dibiarkan hidup."
Siapa aku? Aku berusia 25 tahun.
David mempertaruhkan masa depannya.
Beberapa hari setelah itu, aku mendapat telepon.
David Foster bilang, "Hei, Mike." Aku bilang, "Hai, David."
Dia bilang, "Aku ingin menyambutmu ke keluarga Warner Bros.
Kau akan baik-baik saja."
Penghargaan jatuh kepada Michael Bublé.
Juno menemui Michael Bublé.
Ini Michael Bublé. Michael, ayo naik.
Michael Bublé.
Sambutlah, Michael Bublé.
MICHAEL BUBLE SATU MALAM SAJA
Intinya, dia harta nasional untuk Kanada.
Dia tahu yang dia inginkan, dia tahu siapa dirinya,
dan menurutku kami kombinasi yang hebat.
Aku tidak melihat ada ujungnya.
Menghabiskan 17 hingga 18 tahun terakhir bersamanya sungguh luar biasa.
Kami telah menjadi…
Maksudku, saudara.
Ada ikatan emosional dan kesetiaan yang mendalam
karena aku mencintainya.
- David Foster! - Baiklah.
Ini jalan impian yang hancur.
Aku bilang kepada semua orang, membuat musik, untuk kita, adalah TK
dibandingkan dengan tantangan yang harus kau atasi di Broadway.
Pada hari Senin, Rabu, dan Jumat,
aku bangun dan merasa akulah hal terhebat.
Pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu,
kurasa aku payah dan belum mencapai apa pun,
dan sebaiknya aku mengusahakannya, lalu aku palsu, serta penipu.
Dan di hari Minggu, aku tidak memikirkannya sama sekali.
Itulah kebenarannya.
Ide pertama adalah pembukaan.
Mungkin dimulai dengan adegan. Lalu kedua anak itu…
Tidak memiliki kendali penuh sangat sulit bagiku.
Puncak kesuksesanku datang
saat aku sepenuhnya memimpin dan dibiarkan sendiri.
Tentu saja, aku pergi ke Broadway dengan sikap yang sama, seperti,
tinggalkan aku sendiri, biar kulakukan ini.
Tapi Broadway adalah proses kolaborasi yang sangat berbeda.
Ini petualangan.
Kau memulai dari awal,
dan mulai menaruh dasar, lalu dimulai dari sana.
Tulis lagu, lalu buang. Tulis lagu lain, lalu buang.
Tulis 30 lagu, semuanya dibuang. Mulai lagi. Naskah baru.
Tahu yang tak pernah dilakukan David? Dia tak pernah tempatkan dirinya di kotak.
Jika mendengar penyanyi Broadway, dia akan melakukannya.
Boleh dibilang,
orang akan melihat sisi baru David Foster.
Tulis 10 lagu lagi, naskah baru ketiga, naskah baru keempat, kisah baru di sini.
Sekarang dia pergi ke Hollywood.
Dan itu gila.
Aku selalu ingin bilang, berapa musim panas yang tersisa?
Pada usia 68 tahun, jika aku sangat beruntung,
waktuku mungkin tinggal 15 musim panas, dan itu tidak banyak.
Itu jumlah yang sangat terbatas.
Tapi aku tak akan pergi hingga dapat sesuatu di Broadway.
Kami hanya menulis untuk gadis kecil yang pergi ke hutan besar ini.
Jadi, aku bilang, "Mari kita tulis doa."
Kami ingin Céline menjadi suara ibu di film itu,
dan dia setuju.
Jadi, judulnya "A Mother's Prayer". Itu lagu yang indah,
dan pengawas musik di film berkata,
"Kau harus mengubahnya menjadi lagu yang lebih besar."
Kubilang, "David, kita harus menemukan sesuatu agar lagu itu terdengar."
Entah bagaimana kami bisa terhubung dengan Bocelli.
Tapi aku ingat berada di New York bersama David,
dan Bocelli bernyanyi, dan kupikir, "Astaga."
Belum ada refrein. Belum ada.
Andrea dan aku telah merekam lagu selama lebih dari 20 tahun terakhir.
Andrea Bocelli!
Andrea Bocelli adalah salah satu suara paling menakjubkan sepanjang masa.
Seniman yang luar biasa.
Suatu kehormatan besar bagiku, mereka pertimbangkan aku untuk menyanyikan
salah satu lagu terindah.
Jadi, aku menulis bagian B, lalu bait panjangnya.
Suara Céline selesai direkam,
lalu kubawa Bocelli ke New York,
memadukannya dengan vokal Céline,
dan kurasa kami melakukan sihir.
Ini bukan lagu hit, ini sebuah momen.
Ini lagu yang akan hidup selamanya, dan itu yang dilakukan David.
Itu keahliannya.
Aku tidak membayangkan itu akan menjadi seperti itu
dengan aransemen David dan penampilan hebat Céline.
Tidak diragukan lagi, itu lagu yang bagus,
tapi setiap lagu bagus juga membutuhkan bahan-bahannya.
Itu membutuhkan penggubah dan penyanyi yang hebat.
Agar lagu ini menjadi mahakarya, semua faktor itu harus ada.
Dari film yang mempermalukan Warner Bros.
dan menghabiskan banyak uang,
lahir lagu yang memiliki kehidupan sendiri dan terdengar hari ini.
Ia menemukan jalan menuju budaya populer kita.
Saat itu Grammy,
dan Bocelli tidak bisa melakukan geladi bersih.
Jadi, aku harus mencari seseorang untuk melakukan bagiannya
di "The Prayer" dengan Céline, untuk geladi bersih.
Jadi, aku menelepon temanku, Seth Riggs, yang merupakan pelatih vokal yang hebat.
Tengah, tengah, dada, dada. Tengah, tengah. Suara kepala.
Kubilang, "Seth, kenal seseorang
yang kebetulan terdengar seperti Andrea Bocelli?"
Katanya, "Ya, ada lima atau sepuluh pria yang terdengar seperti dia."
Dia mengirimiku kaset.
Tiga orang pertama, mereka menyedihkan, sangat buruk.
Lalu yang keempat,
dan itulah Josh Groban berusia 17 tahun.
Dengar, yang terjadi
adalah ada banyak orang baik.
Kurasa yang harus kau lakukan adalah tidak bersikap baik.
Baik. Ya.
Aku penggemar fanatik Sondheim, Aku penggemar fanatik Andrew Lloyd Weber.
Aku menyanyikan dengan lantang
lagu "Les Misérables" di kamarku dan menutup pintu.
Aku telepon Seth dan berkata, "Aku harus dapat nomor teleponnya."
Panggilan pertama yang kuterima dari David,
"Apa yang kau lakukan pada tanggal ini pukul 15.00?"
Aku bilang, "Masuk sekolah."
Aku ingin kau pulang sedikit lebih awal,
karena aku ingin kau berada di Shrine Auditorium."
Aku sudah menulis lagu, judulnya "The Prayer".
Itu dinominasikan untuk Grammy.
Andrea ketinggalan pesawat, dia di Jerman, dia tak bisa naik pesawat,
dan kuingin kau datang dan menyanyikannya dengan Céline sampai dia tiba.
Dan dia berkata, "Aku tidak bisa."
Di sinilah aku bersikap naif.
Aku bilang, "Kenapa tidak?" Dia bilang, "Suaraku bariton.
Aku tak bisa mencapai nada tinggi itu."
Saat dia bilang ingin aku menyanyikan "The Prayer",
aku mendengarnya. Aku punya CD-nya, dan aku berkata aku tidak bisa.
Ini… Seketat apa celana yang harus kupakai
untuk menyelesaikan lagu ini untukmu?
"Kau tak hanya bisa, tapi akan melakukannya, sebab aku tak punya pilihan.
Karena hanya ada kau, dan kita hampir terlambat."
"Terima kasih, tapi aku harus menyelesaikan PR.
Terima kasih banyak. Aku cinta padamu. Terima kasih banyak."
Dan aku menutup teleponnya. Lalu aku ceritakan kepada orang tuaku,
"Siapa dia?" "Itu David Foster."
"Astaga! Dia meneleponmu?" "Ya, dia meneleponku.
Hal gila, kau tak akan percaya.
Dia memintaku menyanyikan 'The Prayer'. Kalian pernah dengar 'The Prayer', bukan?
Ini sangat tinggi.
Jadi, aku tak mau mempermalukan diriku. Tidak mungkin.
Aku hanya, benar, bukan?"
Dan orang tuaku hanya menatapku kosong, lalu berkedip,
dan mereka berkata, "Ya, tapi kau menolaknya?"
Ya. Aku menolaknya.
Syukurlah dia menelepon kembali.
"Kurasa kau tak mendengarku dengan jelas. Aku tidak memintamu, tapi menyuruhmu.
Pergilah ke Shrine Auditorium pukul 15.00.
Kau pasti bisa!"
Dia muncul keesokan paginya, sangat gugup.
Orang tuanya yang mengantarnya.
Aku di sana bersama ayahku,
berjalan di sekitar panggung, melihat-lihat.
Ada Aerosmith, ada Madonna.
Aku berjalan-jalan, Céline masuk.
"Ini Josh, dia akan bernyanyi denganmu."
Aku akan bilang, "Halo." Dan dia berkata,
"Baiklah. Baik. Ya. Baik. Bagus."
Dan dia seperti memahaminya, dia langsung tahu.
"Astaga! David.
David memberi anak ini kesempatan. Baik."
Kau bisa melihatnya di YouTube. Ayahnya, Jack, merekam videonya.
Dan pujian untuk Céline, dia membimbingnya dengan baik.
Dia langsung mengerti, tanpa ragu sedikit pun,
ini istimewa bagi anak itu.
Jadi, kini dia profesional.
Dia bukan gadis 19 tahun yang kulihat di Quebec.
Dan dia sangat gugup.
Kupegang benda ini di tanganku…
Lalu dia memegang tanganku,
kami bergerak ke depan, dan dia hanya memegang tangan itu.
Semua orang menyukainya.
Rosie O'Donnell yang memandu.
Dia duduk di sana, menonton, dan berkata,
"Hei, Bocah Opera, kemarilah!"
Maksudku, dia masih SMA.
Dia berjalan, dia bilang, "Aku suka suaramu,
Aku ingin kau tampil di acaraku."
Duduklah.
Pada dasarnya, David menemukan momen ini untukku menjadi diriku sendiri.
Beralih ke ratusan jam di studio bersama.
Tarian itu, pernikahan itu,
adalah salah satu yang dimiliki oleh semua kolaborasi produser hebat.
Aku mencari Josh Groban baru, dan mengatakan itu langsung kepadanya.
Aku ingin mencari Josh Groban yang berusia 17 tahun lagi,
mereka tidak ada.
Aku coba meyakinkan Warner Bros.
karena mereka tidak yakin dengan, dalam tanda kutip, bocah opera.
Aku bilang, "Kalian merilis album ini sekarang,
orang-orang pasti ingin mendengar lebih banyak musik dari Josh Groban,
anak berusia 18 tahun ini."
Akan terjual 50.000 di pekan pertama jika dirilis saat waktunya tepat.
Mereka melakukannya, dan memang terjual 50.000 pada pekan pertama.
Dan seorang bintang telah lahir.
- Selamat malam, Semuanya! - Terima kasih, hadirin semua dan David!
Penanda A dan C.
Mungkin lebih banyak orang mengenalku dari TV realitas
dan karena sering menikah, daripada musikku.
Mari kita analisis, karena aku menikahi Linda,
yang menikah dengan Bruce Jenner, yang kemudian menikahi Kris Kardashian,
dan memiliki anak-anak Jenner, lalu anak-anak Kardashian.
Lalu aku menikah dengan Yolanda Hadid,
yang memiliki Gigi dan Bella.
Lalu aku menikah dengan Rebecca dan B.J.,
dan kami memiliki putri sendiri.
Jadi, ini sangat rumit.
MENGIKUTI KELUARGA FOSTER
Ini masalahnya tentang aku dan TV realitas.
Syuting pertamaku adalah The Princes of Malibu.
Mereka anak-anak tiriku, Brody dan Brandon Jenner,
dan mereka anak-anak yang tak mau pergi.
Brandon dan Brody, anak-anak tiriku, juga Spencer Pratt,
mulai mengikuti kami dengan kamera,
ke mana pun kami pergi, kapan pun aku berada di studio.
Dan aku berkata, "Apa yang kau lakukan?" "Kami membuat acara realitas."
Aku bilang, "Jika kalian bisa menayangkan acara itu di televisi jaringan,
aku akan membuat tato."
Lalu mereka menjualnya kepada Fox.
Aku harus buat tato ini.
Brandon! Ini harus berakhir.
Spencer!
Brody dan Spencer.
Brody! Apa yang kau lakukan? Apa ini?
Kau harus menghentikan ini. Ini sudah keterlaluan.
Saat kau menaruh kamera di rumahmu, kau pikir aku akan datang dari sini.
Kau bahkan tidak tahu siapa dirimu, bukan?
Kau tak tahu cara mereka melihatmu atau memutarbalikkannya.
Penampilan di The Princes of Malibu adalah hal konyol.
Itu bodoh.
Tapi kupikir karierku sangat terhubung dengan kualitas dan kesuksesan,
bahwa aku kebal pada apa pun yang menyakitiku.
Berikan itu. Jangan sentuh…
Apa Stevie Wonder takkan bekerja denganku
karena dia melihatku di The Princes of Malibu?
Tidak. Jadi, semua baik-baik saja, meskipun itu acara yang payah.
Omong-omong, kami sudah lebih maju. Itu sebelum keluarga Kardashian,
kami sudah melampaui tren.
Pada akhirnya,
ayahku memiliki kepribadian seorang bintang.
Dia lucu, tampan,
dia nyaman di depan banyak orang, dia kuasai semua tempat yang dimasukinya.
Musim baru The Real Housewives of Beverly Hills
tayang, dan pada…
Kami memohon agar dia tidak tampil di acara The Real Housewives.
Dia ingin Yolanda memiliki pekerjaan.
The Real Housewives of Beverly Hills. Itu cerita yang berbeda.
Istriku saat itu, Yolanda, ingin ikut serta dalam acara itu.
Aku tidak ingin menjadi pria yang menolak.
Dia harus sedikit terlibat, agar dia bisa mendapatkan tempat ini.
Kurasa dia merasa seperti,
dia hanya akan menjadi bagian yang sangat kecil.
Dia melakukannya setelah The Princes of Malibu.
Jadi, itu bukan kali pertamanya.
Maksudku, dia tahu apa yang akan terjadi saat ikut serta pada acara TV realitas.
Kita beralih ke patah hati Hollywood terbaru.
David Foster dan istri bintang realitasnya, Yolanda,
mengakhiri pernikahan.
Yolanda, yang telah melawan penyakit Lyme selama tiga tahun terakhir…
Bagaimana bisa aku meninggalkan wanita sakit?
Faktanya, bukan itu alasanku pergi.
Itu untuk alasan lain, yang tidak akan pernah kubeberkan,
tapi itu tidak ada hubungannya dengan sakitnya.
Hei.
Aku akan dapat, dan tetap dapat,
"Aku mengenalmu.
Kau tampil di The Real Housewives of Beverly Hills."
Dan yang ingin kukatakan, "Hei, aku dapat 16 Grammy. Paham?"
Aku sudah menjual setengah miliar album. Persetan dengan acara itu.
Ada yang masuk ke ruangan.
Aku bisa menjamin satu hal,
Katharine McPhee dan David Foster takkan pernah mengikuti acara realitas.
Itu sudah pasti.
Katharine McPhee dan David Foster saling jatuh cinta,
dan mereka tak peduli siapa yang tahu.
Pasangan itu telah merayakan…
Aku tak pandai berbohong soal hubungan mereka
jika aku tidak menyukainya.
Sebenarnya, aku sangat menyukai mereka bersama.
Perbedaan usia 34 tahun mereka telah menjadi topik perbincangan,
tapi keduanya jauh lebih fokus pada masa depan mereka.
Katharine McPhee tidak membutuhkan David Foster.
Sangat berbakat dan sukses,
punya uang sendiri.
Tidak butuh dia. Itu murni karena dia mencintainya.
Mereka pasangan yang sangat serasi.
Meskipun tampak aneh, mendukung ayahmu
bersama seseorang yang lebih muda darimu, karena dia dua tahun lebih muda dariku.
Mereka bisa marah kepadaku karena ini.
Apa yang kau lakukan? Dia seusia kami, yang benar saja.
Tidak ada drama dengannya dan anak-anakku.
Itu tak penting lagi bagi kami. Kami hanya ingin ayah bahagia.
Mereka tinggal denganku kini,
dan aku bisa dengar mereka dari seberang apartemen,
seperti cekikikan pada pukul 23.30 selagi mereka di tempat tidur.
Kami punya pilihan untuk hidup yang luar biasa bersama,
dan kau tidak hanya jentikkan jari-jarimu dan berkata,
"Kami akan hidup bahagia selamanya."
Generasiku lebih terbuka untuk berkomunikasi dan memahami
alasan kau melakukan hal-hal yang kau lakukan.
Kau tetap pada hal-hal yang tak lancar dan kau mencari cara agar lancar.
Kurasa itu tantangan baginya.
Terkadang menyebalkan,
seperti saat harus duduk sepanjang sore dan membicarakan perasaanmu,
sesuatu yang kulakukan lebih baik di piano.
Yang kami usahakan bersama adalah empati.
Melakukan percakapan panjang yang tak mau dia lakukan.
Aku selalu bilang, "Aku tak pernah mau menggali terlalu dalam
karena takut dengan apa yang bisa kutemukan."
Itu sebabnya aku tak pernah menjalani terapi
karena aku tak mau tahu ada apa di sana.
Sejak aku mengenalnya, aku mendengar dia bicara…
Aku menyebutnya "slogan David".
Seperti, "Ya, aku tak pergi ke terapi
karena takut akan apa yang bisa kuketahui."
Aku bilang, "Kau bahkan tak… Kau hanya mengatakan itu."
Itu seperti slogan. Ini seperti topik makan malam. Benar, bukan?
Dia hanya tak mau membicarakannya.
Sulit baginya untuk diam dan merasakan.
Dia tidak mau.
Ada momen saat kau merasa,
"Astaga, apa pria ini punya perasaan? Apa dia punya empati?"
Dia sangat pandai menyamarkan perasaannya.
Dia selalu ingin semuanya baik-baik saja.
Dan jika tidak…
dia pergi.
Sepertinya kepalaku terbentur saat kubilang aku pelari.
Kau lelah berlari?
Aku tidak lelah berlari. Tidak.
Tidak. Tapi aku sangat bahagia.
Aku benar-benar beruntung sekarang karena Kat sangat berevolusi,
bahwa kami akan terus menggali saat ada masalah,
dan aku tidak akan lari.
Pada dasarnya, aku berkata,
"Jika kita tak mengurus hal-hal ini, ini tak akan berhasil."
Aku membutuhkanmu untuk setidaknya mencoba memahami perasaanku.
Dan dia berkata, "Mungkin sebaiknya kau pergi saja."
Dan aku bilang, "Tidak. Aku tahu ini yang kau lakukan.
Jadi, jangan seperti itu padaku."
Aku akan bilang bahwa siapa pun yang sebut aku berengsek atas perbuatanku,
kurasa mereka benar.
Kurasa aku sering berengsek.
Tapi aku juga bukan orang berhati dingin.
Pria yang semua teman dan keluarganya tahu dan cintai
adalah pria yang sangat murah hati.
Menyenangkan kami bisa melakukan perjalanan luar biasa ini
dengan teman-teman kaya dan semacamnya.
Tapi aku bilang kepadanya, "Mereka tak mengenalmu."
Dan dia tidak suka itu.
Kurasa kami berdua harus rapuh.
Kami berdua harus meminta apa yang kami inginkan.
Dia berjiwa tua. Kau lihat piano di belakang kita.
Beberapa momen terbaik kami bersama adalah saat dia hanya duduk di belakangku,
dan aku bermain, dan dia bernyanyi.
Dia luar biasa dengan 1.000 cara.
Dia cantik, pintar, dan fokus.
Dia juga lebih baik dari umurnya. Dia serbabisa.
Kau memutuskan menikahi wanita muda,
aku ingin sungguh bahagia bersamamu dan aku ingin tahu…
Aku sangat ingin mengenal dirinya.
Itu tidak konvensional,
tapi itu hal terbaik yang pernah terjadi kepadaku.
Ini akan menjadi hubungan terdalam yang pernah kami miliki,
saat kau tidak lari dari hal-hal yang tidak berjalan lancar.
Aku tahu kami membuat keputusan yang tepat sejak kami menjalani pernikahan.
Aku tahu dia yang sebenarnya.
Aku sudah cukup lama mendekonstruksinya.
Kita lihat saja, aku akan terus mengusahakannya.
Pasangan aneh, tapi kami saling mencintai dan semua berjalan lancar bagi kami.
Jadi, kami akan terbang tanggal 25 ke Lanai,
tapi entah kami akan terbang ke Maui atau ke Honolulu.
Dia langsung bergerak. Dia sudah membahas hal berikutnya.
Wawancara, tur, rapat dengan orang.
Dia bisa berada di Asia pada suatu saat.
Dia penghibur nomor satu di Asia Tenggara.
Namaku David Foster. Senang bertemu kalian.
Kau menyebutkan nama David Foster, mereka menggila.
Semua orang menyanyikan musiknya.
Ya! Itulah maksudku!
Asia's Got Talent, kau harus berada di Singapura pada tanggal 4.
- Bulan? Desember. - Desember.
- Ya, dan kapan itu selesai? - Lalu kembali pada tanggal 15 ke LA.
Aku mulai ke Asia pada akhir tahun '80-an, dan aku mulai mengikuti ini.
Bagi seorang egomania, siapa yang tak mau melakukannya?
- Ini dia, David. - Dia masuk.
Sang pencetak lagu hit, David Foster.
Selamat malam, Semuanya, selamat datang kembali di Mandalay Bay!
Dia mengaku telah pensiun,
dan beberapa bulan kemudian akan berkata, "Aku harus bekerja, harus."
Aku selalu berencana meninggalkan bisnis musik
sebelum ia meninggalkanku.
Aku tahu tempatku.
Lihat di mana kita.
Sebagian besar waktu selama 45 tahun ini aku di ruangan seperti ini, kapal selam.
Tanpa jendela, tanpa cahaya. Tanpa vitamin D.
Kapal selam. Di situlah aku menghabiskan hidupku. Aku tak mau melakukan itu lagi.
Aku selalu bilang tentang diriku,
aku tahu tempatku.
Aku tak pantas satu ruangan bersama Lady Gaga.
Omong kosong! Aku mendengarkan "Shallow".
Ini yang akan dilakukan David Foster dengan "Shallow".
Tentu kau bisa di ruangan itu.
Ya, aku setuju.
Jika aku mendengar lagu itu, Bradley Cooper dan Gaga,
"A Star is Born", aku akan menggarapnya.
Lima puluh persen aku tak ingin berada di sana.
Lima puluh persen tidak ada yang bisa kukatakan dan tambahkan.
Jika bisa menambahkan 50 persen lagi, kurasa aku bosan dengan diriku sendiri.
Aku sangat bosan dengan diriku dan yang bisa kulakukan di sini.
Aku tidak suka ini. Aku suka berada di luar sana.
Bermain langsung menyenangkan bagiku dan akan kuberi tahu alasannya.
Aku membuat musik,
lalu seniman itu punya kemewahan untuk bepergian
dan menikmati apa yang kami ciptakan bersama
serta melihat wajah orang-orang saat menyanyikannya.
Aku belum pernah segembira itu.
Jadi, saat aku keluar dan bermain secara langsung,
aku bisa melihat wajah mereka dengan musik yang kubuat.
Meskipun aku tidak menyanyikannya, aku masih menciptakannya.
Aku berusaha menjadi hebat setiap hari,
dan aku mempelajarinya dari Quincy Jones
dari bertahun-tahun lalu, saat aku memberinya album,
"Dengarkan, tapi jangan dengarkan lagu kelima karena nadanya tak pas,
dan jangan dengarkan lagu kedua karena lagunya tidak terlalu bagus,
dan lewatkan saja lagu ketujuh. Tapi ada yang bilang, lagu keempat sangat bagus.
Dia bilang, "Berikan itu!" Dan dia…
Apa yang tertulis di sana?
"Diproduseri oleh David Fos…" "Ya, diproduseri oleh David Foster."
Dia bilang, "Kau beri aku sesuatu dengan namamu di situ
dan kau membuat alasan untuk itu?"
Sejak hari itu, aku tidak pernah tidak berusaha menjadi hebat setiap hari,
karena "baik" adalah musuh dari "hebat".
Cinta, kepercayaan, dan rasa hormat.
Musikmu tak pernah bisa lebih atau kurang daripada dirimu sebagai manusia.
Itu intinya.
Jadi, kau berusaha menjadi manusia yang baik lebih dahulu,
bahkan sebelum menjadi musisi hebat.
Sukses, lagu populer.
Ketenaran, uang, kekuasaan.
Semuanya tampak seperti hal-hal yang mendorongnya.
Lalu aku mengenalnya lebih baik, dan aku melihat orang yang sangat berbeda.
Aku selalu berpikir, ini pria dengan ego besar.
Tapi dia membantu sangat banyak orang.
Aku ditelepon ibuku, 30 tahun lalu,
dan dia bilang, "Ada seorang gadis muda di UCLA.
Kunjungi dia."
Badannya dipenuhi kabel, usianya lima tahun.
Dia membutuhkan transplantasi hati.
Aku hanya bertanya padanya,
"Apa yang paling disukainya di dunia ini?"
Berpikir dia akan bilang ingin pergi ke Disneyland,
atau dia ingin bertemu siapa pun bintangnya saat itu.
Dan yang dia katakan adalah, "Aku ingin bertemu adikku."
Seharga tiket pesawat, menerbangkan adiknya.
Dan momen saat kedua saudari itu bertemu,
itu terukir di otakku,
dan saat itulah aku berkata, "Inilah yang harus kulakukan."
Kami membantu keluarga anak-anak yang membutuhkan transplantasi organ,
dan kami akan mengurus semua biayanya,
dan kami satu cahaya terang di hari terburuk pada hidup satu keluarga.
Bahkan keluarga yang mampu tidak bisa membayar biaya
untuk mempertahankan kehidupan dua keluarga
selama beberapa pekan, bulan, bahkan terkadang beberapa tahun.
Dan kami membayar semua itu.
Itu kerja keras.
Aku di sini malam ini untuk memberi penghormatan
dan merayakan tamu kehormatan hari ini dari Yayasan David Foster.
Malam ini, kita sudah mengumpulkan…
10,2 juta dolar!
Pasti ada hati di balik pria ini.
Dia merasa sangat ingin membuat perbedaan,
menyatukan dan mempertahankan keluarga anak-anak
yang berjuang untuk hidup mereka.
Semua orang memanggilnya untuk mendukung kegiatan amalnya.
Bukan hanya kegiatan amal David, tapi juga milik semua orang.
Hal pertama yang keluar dari mulutnya adalah, "Ya."
Dia tidak takut mengikutsertakan teman-teman selebritasnya.
Dia akan melakukan kegiatan amal semua orang, dan dia melakukannya.
Kau tahu, temanku baru-baru ini bilang,
dia bilang, "Kau membuat keputusan real estat yang sangat buruk
berdasarkan fakta bahwa kau belum pernah naik lift selama 30 tahun lebih."
Bagi pria yang suka berkuasa, itu pasti menyebalkan.
Dan orang-orang berpikir itu seperti lelucon.
Bagaimana kau menekan tombolnya untuk membuatnya ke sini?
Aku bertemu orang-orang dan mereka bilang, "Ya, aku juga tak suka lift."
Ya, tapi kau menaikinya.
Astaga.
Itu mengendalikan hidupku.
Ini sesuatu yang aku kucoba hadapi,
dan tak pernah benar, dan mungkin tidak akan pernah.
Astaga.
Aku menghitung sekali, sudah berapa anak tangga yang kulewati.
- Sepuluh detik. - Tidak. Aku tidak bisa.
Ternyata, aku sudah melewati lebih dari tiga juta anak tangga.
Sepuluh lantai, Bung. Apa itu akan makin mudah?
Aku mencemaskan kesehatanku belakangan ini,
dan reaksiku adalah aku tak peduli.
Reaksiku adalah "sial".
Belakangan ini, aku punya tumor di paru-paruku.
Syukurlah itu jinak, tapi aku harus menjalani tiga operasi.
Aku juga punya katup aorta bikuspid, yang berarti harus ditukar.
Itu operasi besar selama lima jam.
Kurasa semua orang takut mati, bukan?
Hanya itu yang tidak bisa dihindari.
Dan itulah yang paling tidak dipersiapkan semua orang.
Tidak mau pergi. Sederhana saja. Persis seperti itu.
Ayah selalu bilang, "Jika kondisiku vegetatif, jangan pernah mencabutnya."
"Jangan pernah. Berjanjilah kau tak akan pernah mencabutnya.
Biarkan aku berbaring di sana, seperti…"
- Dia orang… - Dia pasti ingin dibekukan.
Dia orang yang pasti minta dibekukan.
Agar dia bisa kembali. Dia suka hidup.
- Hai, Sayang. - Hai.
Jadi, selamat datang di acara realitasku.
Apa kau baru saja membicarakan kita punya hubungan FaceTime?
Aku tidak membicarakan itu,
meski kita punya hubungan FaceTime.
Aku akan lebih baik, aku janji.
Aku akan meneleponmu dari hotel? Baiklah.
- Baiklah. - Aku mencintaimu.
Dah. Aku mencintaimu.
Aku jelas tak mau mati di studio,
karena itu akan terlalu ironis.
Aku tak mau bekerja di hari kematianku.
Aku ingin berada di kapal, berjemur di bawah sinar matahari,
punya segelas kecil anggur enak di sampingku.
Tidur dan tidak bangun.
Aku belum pernah bertemu siapa pun yang lebih fokus…
pada pemikiran tentang umur panjang.
Dia lebih terobsesi dari siapa pun untuk tinggal di dunia.
Dia tidak bisa duduk diam.
Dia tidak mampu keluar dari bidang ini.
Dan kurasa dia sedang mencari sesuatu yang sempurna…
yang akhirnya akan membuatnya berhenti merasakan kebutuhan untuk selalu bergerak.
Dia sungguh bisa merasakan bagaimana hal-hal harus dipresentasikan,
agar memiliki dampak nyata pada orang-orang.
Dia tidak malu menjadi besar, mencolok, dan berani.
Dia menjalani hidup dengan sepenuhnya.
Warisannya akan terus berjalan
meski dia mungkin tidak setuju karena dia masih hebat.
Dan dia belum belajar mengatakan "tidak". Mungkin itu kabar baik.
Mungkin bukan untuknya, tapi untuk kita semua.
Dia pantas mendapatkan kehormatan itu, warisan ini.
Aku merasa sangat istimewa sebagai seniman yang berkesempatan bekerja dengannya.
Lagu-lagu besar itu takkan pernah hilang. Tidak akan pernah.
David bilang, aku penyanyi terbaik di dunia.
Aku bisa mengatakan hal yang sama tentangnya.
Dia produser terbaik di dunia.
Jika kau melihat jumlah orang yang telah sukses bersamanya,
kurasa itu warisan yang cukup.
Stabilitas seniman yang bekerja,
membuat rekaman, dan sukses besar bersamanya,
dan aku cukup beruntung menjadi bagian kecilnya.
Dia kompleks, berbeda, dan manusia yang luar biasa.
Ada banyak bagian dirinya yang tidak akan pernah kuketahui,
dan ada banyak bagian dari dirinya yang kuharap seluruh dunia tahu.
David Foster adalah salah satu produser terhebat sepanjang masa,
tak diragukan lagi.
David telah menerima 47 nominasi Grammy.
Kau harus berhati-hati dengan seseorang yang sangat sukses,
untuk mengasosiasikannya dan membentuk stereotip dengan hal tertentu,
untuk mengatakan "Itu yang bisa dia lakukan."
Menurutku, sangat aneh kami bersama.
Tapi aku bertahan dengannya karena, seperti yang sering dia ingatkan,
dia sangat brilian.
Kau tahu? Dia memang brilian.
Aku hanya bisa bilang, "David, YOLO KOKO."
Kau hanya hidup sekali. Jadi, teruskan saja, Bung.
Teruslah berjuang dengan ini, belajar berbagai hal dan tumbuh.
Jika Mozart mengatakan
bahwa dia tidak pernah berpikir dia menyelesaikan pekerjaan sempurna,
lalu bagaimana peluang kita?
Aku didorong oleh kebutuhan untuk sukses.
Aku akan mendorong diriku, coba menciptakan musikal Broadway populer,
dan itu belum tentu terwujud, tapi itu bukan karena kurang berusaha.
11 NOMINASI TONY AWARDS UNTUK MUSIKAL TERBAIK!
DAVID FOSTER SAAT INI SEDANG MENGGARAP TIGA MUSIKAL BROADWAY
Dengar, kau datang ke hidupku, kau menggali begitu dalam, aku tak suka.
Kurasa sudah waktunya untuk melakukan ini.
Terjemahan subtitle oleh Cheryl Rosa
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.