Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Edmar!
Edmar!
Anak kura....
Edmar!
Edmar!
Bangun, sekarang!
Air sudah habis, dan kau tak pergi mengambilnya!
Hei! Ngomonglah!
Sebentar.
Cepatlah!
Ambilkan air! Aku harus ke pasar!
Bu, kenapa cepat sekali!
Dasar anak aneh!
Ambilkan air untuk Ibu! Aku cuma butuh 2 ember.
- Sekarang! Cepat! - Baiklah!
Kau memang keras kepala!
Edmar!
Apa yang kau lakukan? Kusuruh kau cepat, kan?
Bagaimana, Edmar?
Untuk apa itu?
Karet.
Aku tahu, kau mau apakan itu?
- Mau kugunakan ikat... - Kau mau ikat apa?
Selang.
Untuk apa ikat selang?
Airnya gak mengalir, mungkin selangnya bocor.
Kenapa kau tak bilang kalau airnya tak mengalir?
Ibu gak nanya sih?
Dasar anak menyebalkan!
Mau Ibu ikat tali ini di lehermu?
Menjengkelkan sekali!
Cepat ambil air.
Ya.
Isi drum dan embernya, lalu pasang selangnya.
- Dengar tidak? - Ya.
Kau hanya asal bicara!
Sudah Ibu bilang berkali-kali,
jika airnya habis, kau harus ambil, ingat?
Kau harus isi drum dan embernya, ingat?
Bu, tadi malam hujan.
Kau memag sok tahu!
Pergi!
Baiklah!
MENANGKAN HADIAH DAN BONUS MENARIK LAINNYA. DIMANA AJA BISA TARUHAN ONLINE DI LXWHITELABEL.COM
Kita akan diusir dari tempat ini?
Kayaknya.
Karena Ofelia tak bayar uang sewanya ke Ibu Gonzalo.
Apa?
Ya.
Sewa kita dari tahun lalu tidak dikirim.
Hutang kita sama Ibu Gonzalo sudah 3 juta lebih.
Hei, baru 2,8 juta.
Jika kita tidak selesaikan ini, keluarga kita akan kelaparan.
Astaga!
Dia menghilang! Kita ditipu.
Katanya Ofelia Goja bukan nama aslinya.
Kita begitu bodoh!
Dari dulu aku bilang aku tidak percaya wanita itu.
Lihat bagaimana keadaan kita? Kita sudah ditipu sama dia.
Sekarang gimana? Habislah kita.
Ayo kita gugat.
Sementara dia hilang dan kita mau ajukan tuntutan.
Aku akan bicara dengan Atty Glenda.
Harusnya kau sudah tanda tangani. Kami akan tandatangani juga.
Tanda tangani sekarang dan yang lainnya akan tandatangani juga.
Untuk sementara, aku yang bertanggung jawab.
Tandatangan sekarang!
Kutandatanganinya juga. Kau juga.
Kita butuh dukungan semua orang.
Aku tandatangani di sini?
Giliranmu.
Jangan terlambat di Barangay, oke?
Aku akan kembali. Langgananku sudah datang.
Hei, maaf sudah menunggu.
Sudah setahun berlalu kau masih pakai sepeda roda tiga.
Apa ada yang rusak?
Edmar.
Kau harus mulai bekerja.
Kau harus rawat dirimu sendiri!
Oke?
Kau cakep, jangan sia-siakan.
Kau tidak muda lagi.
Kau harus cari uang untuk mandiri.
Menabung agar kau bisa kuliah.
Saat ini hidup serba susah,
kau harus selesaikan kuliahmu.
Kursus 2 tahun sudah cukup menemukan pekerjaan bagus.
Itulah yang paling kusesali.
Ketika...
Tidak ku-utamakan sekolah Ibu.
Cuma fokus berpacaran...
karena rasanya nikmat.
Aku suka seseorang.
Tapi akhirnya, tak berarti apa-apa.
Makanya kau harus cari pekerjaan.
Karenaโฆ
penghasilan Ibu bekerja di pasar sudah kurang,
tak bisa lagi memenuhi kebutuhan kita.
Kita harus bayar listrik, air, dan makanan.
Harga terus melonjak, dan ibu tak sanggup.
Juga...
ada masalah di pasar.
Hei!
Hei!
Ya, Bu?
Kau dengar tadi omongan Ibu?
Kau dengar yang Ibu bilang?
Tadi Ibu bilang apa?
Maaf, aku tidak mendengarnya.
Tolol! Pikiranmu melayang lagi!
Makanya jangan sering onani!
Menyebalkan!
Aneh-aneh saja.
Entah kenapa kau jadi bodoh.
Kau sudah besar, jadi carilah pekerjaan!
Di mana aku bisa menemukannya?
Di mana?
- Kau memang lucu! - Sakit, Bu!
Jangan main2 lagi, membuatku kesal saja!
Astaga, Demetrio!
Kau memang anak lucu! Makanlah!
Karisma!
Karisma!
Aku mau pipis.
Ambilkan itu?
Aku mau ke pasar.
Jadi, kau mau ke pasar?
Nanti kita mau makan apa?
Oke, beli sup daging sapi.
Makanan penutup, alpahor santan.
Juga, belilah minyak gosok dan baby oil.
Apa lagi?
Terakhir, kesukaanku, Alfonso!
Katanya mau berhenti minum?
Jika Om mati, semua yang kumiliki akan kau ambil?
Kebanyakan.
Itu karena kau.
Uangku banyak dan aku tak tahu menghabiskan semuanya.
Aku sudah lakukan banyak hal dalam hidupku.
Aku sudah jalan-jalan ke berbagai negara.
Tentu saja,
impianku sudah tercapai.
Kau tahu apa impian utama Om? Tidak lain adalah kau!
Kemarilah!
Om tidak mau yang lainnya.
Kau sudah disini.
Om tak mau sembuh?
Kenapa?
Gak percaya anu Om masih bisa ngaceng?
Anu Om panjangnya 11 inci, ingat?
Kita masuk kesana.
Dulu, Om terbaring di ranjang, dan sekarang Om sudah bisa berdiri.
Kau tak bakal tahu, Om bisa berjalan lagi dan ngeseks denganmu.
Kau berharga bagi Om. Tanganmu, bisa menyembuhkan Om.
Bibirmu, tubuhmu.
Tentu saja.
Katakan aku mau bilang apa lagi.
Tanyakan bagaimana keadaannya.
- Apa? - Tanyakan bagaimana itu.
Ayolah.
Periksa penisku.
Masih ngaceng.
Yakin?
Tadi malam, masih ngaceng.
Periksalah.
Gadis nakal!
Kau memang gadis nakal.
Gadis nakalku!
Jangan lama-lama.
Jangan lupa uangnya.
Makanya aku kumpulkan kalian karena aku ada kabar baik dan buruk,
dan akan kuberitahukan kabar baiknya dulu.
Kita sudah bisa ajukan tuntutan Estafa terhadap Ofelia Gojar.
Nama asli Ofelia adalah Luzviminda Gawaran.
Kami sudah ke NBI untuk menyelidikinya...
dan aku janji dia akan dihukum.
Kami akan seret ke pengadilan agar dia dipenjarakan.
Terima kasih, kami sangat berterima kasih padamu, Pengacara!
Boleh kami tahu kabar buruknya?
Baikโฆ
Jika kita tak selesaikan pembayarannya ke Ibu Gonzalo 1 bulan lagi,
kita masih bisa diusir di pasar itu.
Kami sudah bayar, Pengacara.
Kami sudah bayar!
Dan kami masih bisa diusir? Penghasilan kami rendah!
- Ya! - Kami sudah bayar iuran bulanan kami!
Tapi kita ditipu, kan?
Ofelia tak tahu malu. Semoga dia membusuk di penjara!
Ya!
Dia orangnya begitu. Dia penipu bersertifikat.
Aku tahu asal kalian dari mana.
Makanya kami akan buat surat gugatannya secepatnya.
Kita akan ajukan petisi terhadap Luzviminda Gawaran.
Sampai kapan kami harus menunggu, Pengacara?
Ini.
Semua orang di pasar sudah tandatangani.
Baca baik-baik.
Edmar!
Kemarilah.
Pijat kepala, bahu, dan leher Ibu?
Baik, ibu.
Terserah urut saja dimana.
- Dan olesi sedikit minyak. - Ya, Bu.
Ibu.
Berapa usiamu?
44 tahun, kenapa?
Jika ayah masih hidup, berapa umurnya?
Ayahmu 15 tahun lebih tua dariku.
- 15 tahun? - Ya!
Kenapa Ibu jatuh cinta sama orang yang lebih tua dari Ibu?
Diam dan fokus saja pijatanmu.
Membuat kepalaku sakit saja.
Kau tahu,
jika menyangkut perempuan.
Ketika pasangannya lebih muda, atau seumuran.
Mereka akan sakit kepala.
Karena mereka belum dewasa dan masih kekanak-kanakan.
Mereka cuma jadi masalah.
Tapi jika pria lebih tua,
mereka tahu bagaimana membahagiakanmu.
Karena mereka akan menjagamu,
dan memahamimu.
Karena...
pemikiran mereka luas.
Mereka sangat berpengalaman.
Ayahmu sangat mencintai Ibu.
Kami tak pernah bertengkar.
Dia memahamiku dan sangat sabar menghadapiku.
Makanya kami bahagia.
Berapa umurku saat ayah meninggal?
Hampir 2 tahun.
Kau masih tak tahu apa-apa.
Bagaimana dia mati?
Serangan jantung.
Kenapa dia terkena serangan jantung?
Itu terjadi saat kami bercinta.
Berhentilah banyak tanya?
Membuat kepalaku sakit saja.
Ibu?
Apa lagi?
Ibu tahu arti karisma?
Sudah kubilang jangan nanya lagi.
Aku tidak konsen apa yang kutonton.
Bukankah Ibu naksir sama seseorang karena pesonanya, kan?
Menjengkelkan! Kau cerewet sekali!
Kenapa tak hentikan saja memijat Ibu? Sudahlah! Pergi saja ke kamarmu.
- Aku akan berhenti nanya. - Kau kenapa?
Ibu juga jarang menyuruhmu.
Ya.
Disini, di pundak.
Oke.
Bisakah Ibu bersantai sesekali?
Kau selalu saja nanya.
Hei!
Aku tidak mengintip.
Aku cuma cari kambingku, dan tergelincir, maaf.
Hei!
Bajingan!
Kenapa?
Kau akan biarkan begitu saja?
Perbaiki itu!
Aku tahu kau mengintipku.
Apa?
Tidaklah!
Cuma cari kambingku.
Terus kenapa anumu ngaceng?
Memang sudah begitu.
Apa karena terangsang?
Tunjukkan padaku.
- Apa? - Keluarkan.
Apa?
Anumu.
Keluarkan, atau aku akan keluar?
Makanlah ibu, makanannya enak.
Ada sesuatu yang kuperhatikan.
Kau sudah berubah.
Kau tambah cakep.
Karena, kau sering mandi.
Dulu, kau cuma mandi seminggu sekali.
Kenapa berubah?
Kan Ibu suruh aku merawat diri.
Kau tahu?
Mengingatkan Ibu sama ayahmu.
Bagaimana bisa?
Karena, dia juga orangnya modis.
Dia modis, bersih, selalu wangi.
Bahkan sepatunya bersih dan mengkilap sekali.
Dan dia selalu merayu Ibu.
Tunggu.
Kau pacaran dengan seseorang?
Hei! / Tidak, aku tidak rayu siapa pun, makanlah.
Ibu nasehati.
Jangan hancurkan diri-mu cuma karena perempuan.
Masih banyak gadis di luar sana,
kau masih bisa nyari karena kau masih muda.
Ibu bilang aku bukan anak kecil lagi.
Jangan menyela, aku masih menasihatimu.
Dengar.
Jangan hancurkan dirimu cuma karena perempuan.
"Hati-hati menentukan hidupmu."
Apa tak ada nasehat lain?
Kau memang lucu, kemarilah. Ibu akan memijatmu.
Makanlah, Bu.
Kau lucu sekali!
- Aku beli 1kg. - Satu kilogram, Bu?
Terima kasih!
Selamat pagi semua anggota koperasi.
Aku Pengacara Glenda Uy,
aku cuma ingatkan kalau kita akan rapat jam 12 siang.
Ini mengenai surat gugatan terhadap Luzviminda Gawaran.
Bagaimana jika ibumu kembali?
Tidak, dia belum kembali, masih rapat.
Apa cuma aku?
Tentu saja tidak,
aku punya pacar di rumah, jalanan, dan kau, di pasar sini.
Ini tidak adil, kau jarang ke sini.
Jika kau tak suka aturannya, carilah yang lain.
Tidak, tidak apa, aku suka bercinta denganmu.
Jadi bagaimana.
Kau menikmatinya?
Tenanglah.
Sulit sekali bergerak di tempat begini.
Setidaknya kita punya tempat bercinta, kau banyak ngeluh.
Ada orang? Aku mau beli?
Ada orang?
Bentar!
Hei, Karisma.
Boleh minta sebotol brendi?
Om-mu masih minum?
Ya, dia tak mau berhenti. Katanya itu membuatnya senang.
Dasar si tua keras kepala. Jadi, bagaimana keadaannya?
Dia sudah bisa berjalan sedikit-dikit, tapi aku masih bantu.
Aku kagum akan kesabaranmu.
Suruh dia berhenti minum, jadi kau tidak susah-susah lagi.
Kenapa kau di sini? Mana ibumu?
Dia lagi rapat.
Ya, aku tadi melihatnya.
Katanya para penjual di sini mau di usir.
Apa?
Karena koperasi berutang sama pemilik pasar ini.
3 juta!
Apa? 3 juta?
Bos Koperasinya sudah kumpulkan uang sewa mereka tiap bulan.
Sayangnya, dia tidak berikan ke pemiliknya.
Dia ambil semua uang itu, dan sekarang lari.
Ibu sangat khawatir.
Jika mereka tak mampu bayar utang 3 juta itu.
Mereka akan diusir selamanya.
3 juta?
Kemana lagi mereka pindah?
Cuma ini pasar di sini.
3 juta?
Kau ada uang sebanyak itu? Baiknya kau pinjamkan ke mereka?
Aku pergi dulu.
Oke.
Kenapa anu-mu?
Isap lagi.
Ayo, hisap.
Lagi.
Kembaliannya, terima kasih!
MENANGKAN HADIAH DAN BONUS MENARIK LAINNYA. DIMANA AJA BISA TARUHAN ONLINE DI LXWHITELABEL.COM
Karisma!
Kau sedang apa di sini?
Aku mau masuk.
Dia masih tidur.
Kayaknya dia sudah bangun.
Tidak, dia belum bangun.
Jangan disini.
Ada toilet di sini,
kenapa kau mandi di luar?
Air di sini kotor.
Aku tak mau pakai airnya.
Ayo main cepat.
Karisma!
Karisma!
Ada apa?
Aku baru saja dari kamar mandi.
Karena perutku sakit.
Kenapa? Kau makan apa?
Oke, buatkan kopi.
Kenapa lagi?
Kumasak air dulu.
Sebentar lagi kubuatkan.
Kalau begitu cepatlah.
Sementara kau membuatnya, kemarilah.
Aku merindukanmu?
Kau cantik sekali.
Tunggu.
Aku mau cuci piring dulu.
Hei!
Duduk di situ.
Apa itu?
Tidak apa.
Berhenti dulu! Aku tak bisa bernapas.
Aku tak bisa bernapas.
Edmar?
Edmar?
Ibu tidak ada.
Apa?
Aku melihatnya di pasar.
Katanya dia mau menghias kukunya.
Tidak ada uang,
malah mau hias kukunya?
Pikiranmu terlalu negatif.
Ini membuatnya senang.
Kau terlihat seperti pemain sekarang.
Kau juga pandai beromen?
Tunggulah dia di sini.
Tinggallah sebentar.
Kenapa kau marah-marah?
Duduklah, kita ngobrol dulu.
Karena ibumu belum datang.
Benar?
Tidak cemberut lagi.
Apa yang bisa kulakukan agar kau senang?
Terserah. Apa yang kau mau?
Yang dibawahmu?
Bagaimana kalau itu yang kumau.
Ini?
Ayo.
Isap.
Kau mau itu?
Tuhan! Apa aku membuatmu menunggu?
Telpon dulu sebelum ke rumahku.
Aku baru saja tiba. Dan mau meneleponmu.
Sebentar. Aku mau ke kamar mandi.
Tunggu! Edmar ada di dalam.
Edmar! Cepat! Ibu mau pipis!
Kemarilah.
Kenapa kau lama sekali? Ibu udah kebelet!
Ya Tuhan, aku ke kamar mandi dulu.
Silakan. Aku tunggu di sini.
Oke.
Cantik!
Kau memang gadis nakal om!
Gadis nakal!
Tetaplah disini.
Karisma.
Kenapa kau datang lagi?
Dia sudah tidur. Bisa aku masuk?
Jangan ribut.
Tarianmu bagus sekali.
Aku melihatmu tadi.
Kau dari mana saja?
Tidak kemana-mana.
Maksudmu tidak ke mana-mana? Aku nanya kau kemana saja?
Ke atas bukit.
Aku tadi periksa selang airnya.
Jangan bohong, Edmar!
Pengacara, bisa kerjakan ini...
wasiat terakhir yang aku buat.
Kubuat ini sebelum aku terkena stroke.
Lihatlah.
Baik.
Jadi, berdasarkan yang tertulis di sini...
kau mau berikan semua warisan dan tabunganmu.
Itu senilai 20 juta.
Ya.
Dan semuanya akan diwarisi oleh putri angkatmu,
Maria Karisma Oliveria.
- Benar begitu? - Ya, semuanya.
Ya.
- Apa dia disini? - Siapa? Karisma?
Karisma! Kemari!
Kemarilah!
Kuperkenalkan putriku, Karisma.
Dia Pengacara Jimmy.
Jimmy Acosta.
Dia akan buat wasiat terakhirku dan wasiat yang akan kuberikan padamu.
Jadiโฆ
Berapa usiamu?
22 tahun.
22 tahun.
Sudah...
Bersuami? Punya Anak?
- Pacar? - Tidak. Dia tidak punya.
Aku belum izinkan karena dia masih sekolah.
Dia akan selesaikan kuliahnya.
- Kuliah? - Ya.
Dia ambil jurusan apa?
Keperawatan.
Keperawatan.
Ya, tapi dia berhenti kuliah karena aku sakit.
Makanya aku menyuruhnya merawatku saja dulu.
Tapi tahun ajaran mendatang, dia akan lanjutkan kuliahnya.
Sebentar. Mau minum apa, Jaksa?
Kopi? Jus?
Jus.
Baiklah. Buatkan jus.
Bagaimana bisa dia jadi putri angkatmu?
Keluarga Karisma sangat dekat denganku.
Ayahnya...
bekerja untukku sebagai juru gambar.
- Aku seorang arsitek. - Jadi begitu.
Aku pebisnis, karena aku seorang kontraktor.
Jadi.
Alasan aku dan keluarganya begitu dekat...
karena pernikahan teman biasa.
Lalu,
aku sering berkunjung ke rumah mereka.
Dia mulai memanggilku paman.
Ya, sampai...
aku menarik perhatiannya, karena perhatian yang kuberikan padanya.
Saat dia berusia 12 tahunโฆ
12 tahun?
Ya, saat dia berusia 12 tahun,
dia mengalami tragedi besar dalam hidupnya.
Orang tuanya...
mengalami kecelakaan mobil.
Ibunya sudah meninggal saat tiba di rumah sakit.
Kondisi ayahnya sangat memprihatinkan, dia syok.
Dia masih hidup, tapi cuma sebentar.
Saat dia meninggal, dia memintaku merawat Karisma.
Jadiโฆ
Jadi begituโฆ
Sanak keluarga masih ada?
Tidak ada.
Pernikahanku tak berjalan dengan baik.
Karena bisnisku,
aku sering ke luar kota dan meninggalkan istriku.
Sedihnya, dia menemukan orang lain.
Jadi, maksudmu,
dari usia 12 s/d 22 tahun,
dia sudah tinggal bersamamu 10 tahun lamanya.
Benar. Jadi bagaimana?
Kita harus buat dulu surat pernyataan,
agar dokumen pendukungnya lebih kuat.
Oke, baguslah. Agar bisa disetujui oleh pengadilan.
Ya.
Apa bisa...
Pengacara, bisakah...
Kau bisa kerjakan hari ini?
Tentu saja. Mudah kok.
Nama aslimu?
- Vicencio De Leon. - Vicencio De Leon...
Paras!
Demetrio?
Siapa itu?
Apa?
Kenakan bajumu.
Sial, kita belum selesaikan!
Kau kenapa, Edmar? Kau selalu tinggalkan aku sendiri.
Sialan!
Kapan kita bisa bertemu lagi?
Kenapa kau kemari?
- Baiklah aku pergi. - Jangan.
Kukira kau sibuk.
Tidak apa.
Ayo kita kesana.
Kau sama siapa di rumah?
Cuma ibuku.
Dia ada di kiosnya di pasar.
Dia akan pulang terlambat.
Duduklah.
Terus siapa gadis yang bersamamu?
Gadis?
Tidak ada.
Aku dengar.
Kubilang, tidak ada.
- Apa dia tidur? - Ya.
Tapi...
Aku tak bisa lama-lama.
Hubungan apa antara kalian berdua?
Apa dia suamimu?
Kau sudah menikah dengannya?
Tidak.
Dia mengadopsiku.
Apa?
Aku masih kecil saat dia mengadopsiku.
Ibu dan ayahku sudah meninggal.
Dia teman ayahku.
Dia dekat dengan kami.
Aku memanggilnya paman.
Makanya dia mengadopsiku.
Kau tidak punya kerabat?
Ada.
Tapi semuanya tinggal di provinsi.
Aku tidak mengenal mereka.
Mereka juga tidak mengenalku.
Siapa namanya lagi?
Vicencio.
Dia baik padaku.
Aku sangat dekat dengannya.
Aku masih anak2 saat itu. Belum ada niat jahat sama sekali.
Kami tinggal di Manila.
Tapi dia melecehkanmu.
Awalnya,
dia cuma menyentuh rambutku,
belakang leherku,
lalu, kakiku.
Dia bilang...
Dia sangat mencintaiku,
dan dia tak bakalan meninggalkanku.
Kau percaya itu?
Memang benar dia tidak meninggalkanku.
Tapi dia sudah melecehkanmu.
Awalnya, aku takut.
Tapi itu sudah biasa bagiku.
Lagi pula, kami tidak ada hubungan darah.
Berapa usiamu saat dia mengambil keperawananmu?
Kami terus pindah dari rumah ke rumah.
Jika ada yang curiga, kami tinggalkan kota itu. Karena aku masih kecil.
Jika aku mengadopsimu. Aku akan juga begitu.
Karena kau sangat suka melakukannya.
Sudah setahun lebih sejak kami tinggal di sini.
Dia sudah beli rumah dan tanahnya.
Kami berencana tinggal di kota terpencil.
Dia terkena stroke di sini.
Apa rencanamu?
Tidak ada. Aku cuma mau main denganmu tanpa dia tahu.
Bagaimana jika kita ketahuan?
Makanya, jangan pernah datang ke rumahku.
Kau cuma diperbolehkan di kamar mandi.
Cuma kamar mandi? Itu saja?
Bahkan, roda tiganya.
Aku bisa kemana saja.
Bajingan!
Jika kau mau pergi, tak masalah.
Kau bebas.
Om tahu asalmu dari mana.
Kuberi kau uang.
Selesaikan sekolahmu.
Semua yang kau butuhkanโฆ
Kondominium di Manila,
Om mau kau tinggal di sana.
Tak usah pedulikan Om.
Om tahu, tak lama lagi aku mati.
Ada satu hal yang harus kau ketahui,
apa pun kesalahanku,
mohon maafkan Om.
Aku tak mau Om mati.
Aku tak mau meninggalkan Om.
Om tak salah apa-apa.
Tidak ada.
Aku mencintai Om.
Cinta sekali.
Aku cuma tidak tahu bagaimana mengutarakannya.
Aku mencintai Om.
Kau sering mengasah parangmu.
Aku mau menggorok leher seseorang.
Leher siapa?
Gorok aku.
Jika mau, kau bisa memotong vaginaku.
Kau mau?
Ayo gorok!
Kenapa?
Gorok.
Jangan sia-siakan amarahmu.
Kayu itu tidak akan balas melawan.
Aku akan memotongmu!
Kau lagi tak bergairah?
Keluar! Pergi!
Hentikan! Jangan mendorongku!
Gila! Bodoh! Tolol!
Aku akan membunuhmu!
Edmar!
Edmar, dasar monster!
Vicencio!
Monster! Dasar monster!
Vicencio!
Dasar monster!
Tolong...
Karisma!
Tetaplah disini.
Kau melihatnya saat membunuh pamanmu?
Ya. Dia mau membunuh pamanku.
Makanya aku menembaknya.
Kau kenal dia?
Nona, kau baik-baik saja?
Edmarโฆ
Edmarโฆ
Apa yang sudah kau lakukan?
Kenapa kau berbuat begitu?
Kenapa?
Kau akan dipenjara!
Kau akan ditangkap!
DITERJEMAHKAN | YOYONG MASAMBA
Pengacara.
3 juta peso?
3 juta peso!
Pengacara, kau pikir ini lucu?
Itu sumbangan dari klienku atas kerjasamamu.
Karena berniat baik.
Jadi, kalian bisa melunasi hutangmu sama pemilik pasar.
Tanda tangani di sini, Pengacara.
Artinya, orang itu mengenal kita.
Pengacara, apa bioleh tahu siapa klienmu?
Maaf, mereka tidak mau ungkap identitas mereka.
Bagaimana kita bisa berterima kasih padanya, Pengacara?
Maafkan aku, tapi ini rahasia.
Aku tidak bisa.
Oke, cuma ini.
Aku gemetar!
Tiga juta!
Akhirnya! Kita bisa melunasinya!
Ini adalah hadiah dari surga! Mukjizat!
Semoga Tuhan memberkati dia!
Berkah yang melimpah, Loleng.
Aku sudah bisa bayar uang sekolah anakku!
Melimpah! Berkah yang melimpah dari surga!
Terimakasih, Tuhan!
Terima kasih banyak!
Terima kasih banyak.
Terima kasih, Pengacara.
Mereka sudah menerimanya.
Terima kasih, Pengacara.
Katakan saja yang kau mau dan akan kuberikan.
Selama aku bisa.
Tak usah berterima kasih padaku.
Pamanmu Vicencio mempercayakanku untuk merawatmu.
Kami sepakat aku yang akan merawatmu.
Kecuali, kau mau memecatku.
Aku tidak akan memecatmu.
- Untuk apa aku harus begitu? - Baiklah.
Kalau begitu, kuantar kau ke kondominium-mu di Manila.
Kau bisa memulai hidup baru di sana.
Baiklah. Katakan saja, oke?
MENANGKAN HADIAH DAN BONUS MENARIK LAINNYA. DIMANA AJA BISA TARUHAN ONLINE DI LXWHITELABEL.COM
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.