Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
- Hai, aku Alex. - Hai. Aku Rosie.
ROSIE - PENARI BANYAK YANG BISA DILIHAT DARINYA.
(SANGAT BANYAK.)
Kau sudah hampir siap?
- Hei. Ganteng sekali. - Terima kasih.
SALVA - RAJA UKULELE ERIC - MAESTRO BASS UKULELE
Untung kalian datang. Bantu aku kenakan kostum ini.
Tahu ini dipakai di mana?
Ya, di tubuhnya.
- Ayo, Rosie. - Terima kasih.
- Aku harus pakai apa? - Ini.
Ini untukmu.
Sukses, ya!
KORSET & BAJU BADUT
Sekarang, anak-anak dari segala usia,
mari maju dan sambutlah Alex Borstein!
Lihat aku.
Lihat aku.
Lihat aku.
Lihat betapa aku kurusan.
Lihat aku. Tolong jangan lihat aku.
Tolong, aku butuh privasi.
Aku tak mau bahas penurunan berat badanku.
Tolong, lihat aku. Lihat! Hentikan! Aku!
Kenapa para selebritas ini? Mereka kurusan,
tapi marah kalau kita tanya.
Apa maksudnya? Begini, ya?
Jika selama setahun,
kau mendokumentasikan kesehatan, penurunan berat badan di Internet,
coba tebak? Kau cerita setiap kau kencing,
setiap kau minum air, setiap kau bergerak?
Kau sendiri yang mengajakku ikutan.
Aku teman perjalananmu, paham?
Media sosial itu dialog dan kau yang memulai obrolan.
Atau begini saja, kalau kau ke suatu tempat, ke hutan,
dan diam-diam menurunkan berat badan,
silakan.
Tapi coba tebak? Tak ada yang begitu. Apalagi selebritas.
Tak ada yang turun berat badan diam-diam.
Kalau masyarakat ini buta,
ada yang peduli turun sembilan kilogram? Tidak ada.
Pohon tumbang di hutan, siapa yang peduli?
Kau tak pernah berkaca.
Tak pernah melihat diri sendiri. Tak seperti yang orang lain lakukan.
Memang, ada foto, ada cermin.
Tapi itu simulasi.
Itu bayangan, bukan kau.
Skala sembilan dari 10, kalau kau kurusan,
kau melakukan itu untuk orang-orang di sekitarmu.
Itu intinya. Dianggap lebih kecil.
Itu tentang persepsi. Persepsi adalah segalanya.
Ini aneh. Baik. Bunga, terima kasih.
- Terima kasih. - Sama-sama.
- Siapa namamu? - Ariana.
Ariana, terima kasih.
Jujur, aku agak terharu. Aku tak pernah mendapat bunga.
Aku serasa Tonya Harding versi gempal.
Baik sekali. Terima kasih.
Sebenarnya, kau memberiku pekerjaan, tapi terima kasih.
Begitu dipotong, ini mulai layu,
dan sekarang ini menjadi urusanku, Ariana.
Harus kuapakan ini? Serius.
Ini. Sekarang ini urusanmu.
Sambutlah juru bahasa isyarat kita yang cantik, Candice.
Kau tidak usah.
Tak bisa tepuk tangan. Dia kerja.
Terima kasih. Itu manis.
Sampai mana aku? Ya, persepsi.
Ini contoh yang sangat bagus.
Yang tadi itu...
Apa sekarang aku dianggap tak tahu terima kasih,
gara-gara tadi? Begitu?
Itu hanya persepsi atau aku memang begitu?
Dalam hal ini, keduanya.
Namun, kalian paham maksudku.
Empat puluh tahun aku hidup pakai kostum badut.
Dua puluh tahunnya kuhabiskan dengan orang yang sama.
Hanya saja ternyata, aku tak mengenali orang itu.
Persepsiku kejauhan.
Ternyata aku salah. Badut dikelabui oleh badut.
Jadi, sekarang aku janda.
Itu rasanya seperti bangun dari koma 20 tahun.
Dunia baru, pemandangan baru,
dan aku harus belajar beradaptasi dengan dunia baru ini.
Untuk itu, aku harus mencari tahu siapa aku dulu dan sekarang.
Bisakah aku bergerak di dunia baru ini dengan kostum badut?
Bertemu orang dengan kostum badut?
Karena ini sangat sulit.
Atau aku harus mencari tahu cara agar bokong gemukku muat di korset?
Kadang maksudnya korset sungguhan, seperti ini.
Menekan erat perutmu
sampai rahimmu turun dan payudara mencuat dari kantong matamu,
seperti Panic Pete. Ingat Panic Pete?
Bagi yang tak ingat Panic Pete,
akan kuingatkan.
Orang ini.
Menikah, bercerai.
Peniruanku dari setiap aktris di drama periode.
"Rajaku, tuanku, cintaku."
Bisikan itu bukan pilihan. Dia sekarat.
Dia tak bisa napas.
Kadang, korsetnya tak begitu harfiah. Ya?
Kadang kami hanya gigit lidah
dan memendamnya, benar? Sebagai wanita.
"Kau cantik. Jangan dirusak dengan idemu."
Anehnya, di masyarakat ini, agar dilihat,
wanita harus membuat dirinya sekecil mungkin.
Itu kemunduran, bukan? Tak logis. Tapi kuberi tahu.
Setelah bercerai, aku melakukan apa pun agar dilihat.
Apa pun.
Aku harus mencari tahu apa aku bisa belajar bernapas dengan korset.
Atau mencari cara membuat kostum badut menjadi seksi?
Itu tak mudah.
Persepsi.
Aku mulai berpikir soal cara mengontrol persepsiku.
Cara orang zaman dulu melakukannya.
Mereka menemukan cara mereka ingin dianggap
dan membuatnya bertahan melewati waktu.
Lihat Hamilton. Kita tahu banyak tentang Hamilton.
Orang ini lahir di luar nikah, anak haram, 'kan?
Itu kata mereka saat itu, bukan aku.
Dia yatim piatu.
Dia bekerja keras demi mendapatkan pendidikan,
dan dia berhasil.
Dia berhasil tanpa bantuan orang lain,
menjadi salah satu perancang utama UUD kita,
Bapak Pendiri, ya?
Dia juga menikah. Dia menikah dengan wanita kaya.
Jadi, dia berhasil tanpa bantuan orang
atau pakai uang istrinya agar sukses?
Kita tahu tentang Hamilton karena musiknya, tentunya.
Ada fan Hamilton di sini?
Tidak, aku setuju, itu karya yang indah dan brilian.
Tapi aku tahu itu bukan karya Lin-Manuel Miranda. Ya?
Aku tahu ini karena itu karyaku.
Lihat? Selalu begitu reaksinya. Itu karyaku.
Aku mengerjakannya di teater umum dan Lin-Manuel Miranda melihat ruang kerjaku.
Lalu, tiba-tiba, Lin-Manuel Miranda punya Hamilton sendiri.
Tak percaya? Baik.
Akan kutampilkan Hamilton-ku kepada kalian.
Lalu katakan, siapa yang paling bagus.
Namaku adalah Linda Hamilton
Namaku adalah Linda Hamilton
Aku menikah dengan James Cameron
Sampai tahun 1998, 1998
Sebelum itu, aku mulai dengan peran di Children of the Corn
Stephen King, penulisnya Karierku kemudian lahir
Tampil di Terminator 1984
Aku memerankan Sarah Connor selama beberapa tahun
Setelah Terminator dan bersama Schwarzenegger
Aku pindah ke acara TV Tampil di Beauty and the Beast
Namaku Linda Hamilton Jangan main-main dengan Linda Hamilton
Kenapa Hamilton itu?
Serius, apa yang terjadi kepadanya?
Aku tahu. Dia melakukan hal yang sangat bodoh.
Dia menua.
Tak boleh begitu di Hollywood.
Tidak, mendekati usia 50,
orang dari Akademi Televisi muncul membawa bantal dan...
Tidurlah, Linda. Tidur.
Makanya aku tidur sambil melek.
Aku juga mengoleskan sedikit darah domba pada kosen pintu.
Itu trik Jedi Yahudi kuno.
Jadi, ya. Sejauh ini, bagus!
- Dia masih bekerja. - Apa?
Linda Hamilton. Dia ada di acara alien.
Siapa yang suruh kau bicara?
Rick Moranis ini ingin mengatakan sesuatu.
Aku membaca wawancaranya baru-baru ini soal dia ingin hidup membujang.
Luar biasa, Stephen Colbert ikutan.
Maaf.
Aku lihat itu. Membujang 15 tahun.
Sekarang malah mengobrol!
Selanjutnya, kalian ingin memilih.
Aku minta maaf, walaupun itu menarik.
Aku membaca artikel itu.
Dia memutuskan untuk membujang selama 15 tahun.
Itu perkara besar. Itu sulit.
Bukan seperti pria ini yang 15 tahun tak bercinta. Itu pilihan!
Bangun setiap hari dan menolak penis.
Pria tampan seperti ini menghampiri dan berkata, "Penis?"
"Tidak, terima kasih. Aku sudah berhenti."
Wanita di ujung lain bar mendengar, berkata, "Benarkah? Kalkun dingin?"
"Tidak. Itu akan lebih susah dikunyah."
"Aku pakai tambalan."
"Apa?"
"Tambalan. Tambalan penis.
"Kupas satu setiap hari.
"Hasrat itu pun hilang.
"Penempatan dan bentuk wajahmu menunjukkan kau menolak penis."
"Wow." "Ya, wow."
Aku mulai gila di sini. Hai.
Ada penis di wajahku.
Aku tak perlu begini. Aku di TV. Apa yang kulakukan?
Tahu bagian terbaiknya? Orang tuaku di sini.
Hai. Di sana.
Hai, Ayah. Hai.
Ya. Kalian bangga? Ada penis di wajahku.
Penis di wajah putri kalian.
Inikah yang kalian lihat saat mereka bilang, "Perempuan!"?
Pria malang ini tumbuh sebagai Yahudi Ortodoks di Atlanta, Georgia.
Kalian tak tahu bahwa ini mungkin.
Maaf.
Beliau memperingatkanku. Ayahku.
Seumur hidupku, beliau bilang, "Mulutmu kotor.
"Kau tak akan temukan pria yang mencintai, menikahi, dan merawatmu. Tak akan pernah."
Aku menunjukkan kepada Ayah.
Aku menemukan pria yang menikahiku.
Maksudku, dia juga menceraikanku dan kini aku harus membayarnya, jadi...
Itu sudah terjadi, tapi aku belajar.
Mulut kotor ini, Ayah, satu-satunya yang akan merawatku di dunia ini.
Ini penghasil uangku.
Ini penghasil uangku.
Ini penghasil uangku, Ayah. Ini.
Itu penghasil uangku!
Itu salah. Aku...
Aku minta maaf lagi. Boleh aku mulai lagi? Baik.
Ini, bagaimana?
Gunakan malam ini.
Baik, payah, ulangi lagi.
"Hadirin sekalian, Alex Borstein."
Terima kasih.
Terima kasih sudah hadir.
Senang bisa hadir di sini. Aku hampir gagal malam ini.
Aku hampir ingin pergi tadi
dan melakukan aborsi.
Selagi masih bisa.
Ya.
Masih legal di sini di New York, tahu?
Kemungkinannya nol aku bisa hamil,
tapi akan kulakukan setiap hari selagi bisa.
Lakukan selagi bisa, Nona.
Seperti saat asuransi kesehatanmu mau habis,
kau beli kacamata, membersihkan gigi.
Pergi!
Tak ada yang namanya terlalu kosong.
Kosong...
Rahimku terdengar seperti itu.
Luar biasa. Kita perlu berbenah, serius.
Tak ada lagi protes. Kita harus fokus.
Kita butuh lobi, pendanaan.
Lakukan untuk tubuh kita yang dilakukan NRA untuk senjata.
Ya.
Tak ada lagi main-main.
Kita butuh slogan seperti mereka.
"Kau bisa miliki rahimku jika kau ambil dari vaginaku yang basah dan panas."
Itu kurang pas.
Kedengarannya seperti undangan, ya?
Bagaimana mengatakan, "Vagina basah dan panas?"
Panas,
basah,
vagina.
Vagina basah dan panas. Hadirin!
Vagina basah dan panas.
Kau bisa membuat vagina sebesar atau sekecil maumu.
Orang yang bersamamu akan mengoreksinya.
Baik, kembali ke rencana serius.
Ini ide yang sangat bagus, AVN. Semua orang bisa menjadi anggota.
Kau menyumbang, kau jadi anggota berkartu.
Kita bisa adakan konvensi.
Kita bisa ke konvensi. Tempat seperti Hawaii. Tempat indah!
Apa yang mereka lakukan? Membawa koleksi senjata ke sana?
Kita bisa membawa vagina.
Kita bawa koleksi kita dan tunjukkan.
Kutunjukkan vaginaku! Kau tunjukkan punyamu!
Tapi ini ide yang bagus, 'kan?
Kita bisa adakan kursus keselamatan vagina. Jeda dulu melawaknya.
Ini benar. Catat, ya? Jangan memasukkan udara ke vagina.
Itu benar. Jangan balikkan vakum dan menaruhnya di sana.
Itu masuk ke aliran darah dan bisa membunuhmu.
Ya, baik. Kembali ke komedi.
Adakan kursus cuci vagina seperti mereka cuci senapan.
Cara agar vagina tetap bersih.
Ya? Baik, catatan tambahan lainnya.
Jangan disemprot, ya?
Vagina adalah organ yang bisa membersihkan sendiri. Paham?
Jika mencium sesuatu, katakan.
Paham?
Ke dokter. Jangan ditangani sendiri.
Ini tak bisa dipercaya.
Kebanyakan pria di MA memutuskan kita harus punya anak?
Kau tahu betapa sulitnya punya anak?
Pikirnya karena bisa melahirkan, wanita juga bisa membesarkan.
Tak semua wanita bisa menjadi ibu.
Aku tahu!
Aku punya dua anak. Itu hal tersulit dan aku menginginkan mereka!
Bisa kau bayangkan? Ini konyol.
Bayi-bayi ini lahir. Mereka tak berguna.
Tak bisa jalan atau bicara. Cuma duduk dan disuapi.
Mereka membosankan.
Membosankan dan kepalanya sangat besar.
Saat lahir, kepalanya sangat besar.
Jika melahirkan normal,
kau tak bisa kencing normal seumur hidup.
Setiap tertawa, kau akan kencing sedikit.
Makanya bangku malam ini dari plastik.
Sama-sama, Nona.
Kadang kepala mereka sangat besar, sampai merobek kulit
antara vagina dan bokong, membelahmu seperti roti pita.
Seperti roti pita.
Saat bercinta, rasanya seperti menyajikan falafel.
Ini, falafel.
Ini, falafel.
Ini.
Maaf, kau tak apa?
Tapi itu tak adil. Para pria tak tahu rasanya.
Tak tahu. Mereka ingin kita melahirkan bayi.
Kau tahu? Kuberi tahu.
Jika aku llama, silakan, buat aku punya bayi.
Pernah lihat llama melahirkan?
Omong-omong, aku...
Meluncur keluar dari bokong mereka, ke tanah,
jatuh ke bawah dan terbuka seperti pisau Swiss Army.
Lalu, dia mulai berjalan seperti bayi supermodel
di panggung.
Seperti mengeluarkan Kate Moss dari bokong dan dia siap bekerja!
Tapi aku bukan llama.
Kita bukan llama. Kita manusia, yang punya hak asasi.
Hakku setelah bercerai jadi berkurang dari saat menikah.
Itu gila!
Hak asasi. Sesimpel itu.
Sesimpel itu. Harus tetap simpel, 'kan?
Bicara soal tetap simpel.
Ini terjadi di tempat kerja.
Ini kisah nyata, sayangnya.
Aku sedang kedatangan... Kau tahu, tamu.
Pas lagi waktunya.
Bukan? Apa bahasa halusnya?
Vaginaku berdarah.
- Sopan sekali. - Sopan sekali.
Aku pengidap hemofilia. Entah apa kau tahu itu.
Jadi, di rumahku, kami sebut itu Pekan Hiu.
Ya, itu hal penting.
Itu seperti adegan Carrie di rumahku.
Atau pintu terbuka di The Shining.
Kami membelah laut tiap bulan di rumah.
Pria yang itu berpikir, "Sungguh? Kau masih haid? Benarkah?"
Ya, masih. Aku orang Hongaria. Kami tangguh dan panjang umur.
Sungguh. Pernah makan goulash?
Itu akan membuat siapa pun berdarah di antara kaki mereka.
Ya, 'kan, Bu? Lihat "nesi" di sana itu.
Lihat itu.
Tujuh puluh delapan tahun.
Lihat itu.
Ya, kau mau menidurinya, 'kan?
Kau mau? Ya!
Kujelaskan arti "nesi" nanti. Itu jenis ikan. Baik.
Jadi, aku haid. Aku tak siap, aku tak pakai apa-apa.
Aku lari ke belakang panggung, tanya pelangganku.
Kataku, "Kau punya sesuatu?" "Ya, aku punya pembalut kriya," katanya.
Dia orang Australia, jadi terdengar seperti pisang.
"Ya, itu perusahaan milik wanita dan dibuat dengan tangan."
Aku langsung, "Apa maksudnya?" Maksudnya, direnda atau dirajut?
Sudah minta, tak bisa pilih-pilih.
Kuambil, kupakai, dan kembali ke panggung.
Kami mulai melakukan adegan itu.
Entahlah, 30 detik kemudian...
Aku merasakan sesuatu. Apakah itu angin sepoi-sepoi?
Itu angin sepoi-sepoi, lalu berubah seperti badai salju.
Lalu badai itu terasa seperti api unggun dan aku berlari ke ruang ganti.
Kubilang kalau aku diare. Kupikir itu tak terlalu memalukan.
Kuambil itu,
kuambil bungkusnya dari tong sampah untuk kuselidiki.
Itu dibuat dengan lavender, lidah buaya, dan min.
Min.
Di vaginamu.
Ini perusahaan milik wanita. Jalang, kau bukan membuat kue.
Ini bukan koktail hipster. Ini pembalut. Yang simpel saja.
Aku seperti memakai York Peppermint Pattie sebagai tampon.
Saat vaginaku menggigit York Peppermint Pattie,
rasanya seperti Bengay adalah pria dan dia bercinta denganku.
Yang simpel saja.
Sebenarnya, itu nasihat nenekku kepadaku.
Yang simpel saja.
Beliau orang terfavoritku di dunia
dan aku sangat merindukannya setiap hari.
Beliau yang pertama mengajariku merokok.
Benar. Sungguh.
Selama enam bulan pertama merokok,
kukira itu basah dan dilapisi lipstik merah.
Aku merindukannya. Sungguh.
Aku senang dia tak melihatku bercerai.
Karena dia tak akan terlalu bersimpati. Tidak.
Pasti akan seperti ini.
"Apa masalahnya?"
"Apa masalahnya?" Kau bercerai.
"Dia mengkhianatimu. Kau sia-siakan 20 tahun.
"Nenek selamat dari Nazi.
"Kenapa kau lemah sekali? Kenapa kau bodoh sekali?
"Kenapa kau gemuk sekali? Makanlah permen.
"Kenapa makan banyak permen? Nenek menyayangimu."
Disayang beliau itu membingungkan.
Tapi juga mencakup semuanya.
Aku merindukannya. Beliau hadir di pesta pernikahan. Itu cukup seru.
Pernikahan itu seru. Ada yang sudah menikah malam ini?
Ya. Sangat lelah, tapi masih sombong dan merasa benar sendiri.
Ya, aku di sini.
Ada yang akan menikah? Ada yang bertunangan?
Kita punya dua tim malam ini.
Astaga. Aku akan mulai dari sini.
- Kapan harinya? - Enam minggu lagi.
- Apa? - Enam minggu.
Enam minggu! Astaga, bukankah itu judul film?
Astaga, di beberapa negara bagian, tak bisa aborsi setelah enam minggu.
Aku membuatnya sedih.
Seru sekali. Enam minggu. Di mana?
Bagian utara.
Bagian utara. Dia tak mau bilang agar kita tak datang.
- Siapa yang bayar? - Dua seniman.
Kalian berdua yang bayar? Itu bagus.
Kalau gagal, tak merasa bersalah kepada orang tua.
Maaf.
Ini sangat indah. Kalau kalian?
- Kami belum tahu. - Mereka belum tahu kapan menikah.
Itu baru komitmen.
Ya, itu sangat menarik. Lihat? Enam minggu.
Tidak, tapi jujur, untuk kalian,
kudoakan yang terbaik, dasar bodoh.
Tidak, aku bercanda. Aku bukan tak semangat.
Hanya karena aku gagal. Kudoakan kalian yang terbaik.
Karena itu indah. Pernikahan itu bak sirkus.
Semua orang harus ke sirkus minimal sekali.
Benar?
Itu seperti permainan karnaval di tengah jalan.
Permainan kesempatan.
Kau tahu bolanya lebih besar dari keranjangnya.
Anak panahnya tumpul, balonnya keras,
tapi kau masih mau keluar uang dan mencoba.
Kenapa? Karena itulah definisi harapan dan kemanusiaan.
Itu yang menjadikan kita manusia. Mencoba.
Mungkin aku akan berhasil, kalian juga.
Jadi, aku ingin mendoakan si bodoh ini dan tunangannya
yang terbaik.
Itu benar-benar...
Itu bagian terbaik bertunangan, yaitu menjadi tunangan.
Waktu yang terbatas itu. Biasanya.
Saat kau bisa menjadi tunangan. Itu istimewa dan indah.
Tapi aneh. Itu satu-satunya momen orang Amerika jadi orang Prancis, benar?
Cuma saat itu.
Tak peduli dari mana asalmu atau bahasamu.
"Ya! Aku dan wanitaku bersiap untuk menikah.
"Kami akan melakukannya di peternakan, dan cincinnya
"diikat di leher babi-babi.
"Ini akan luar biasa. Lalu ayahku akan menjadi wali.
"Kakakku akan menjadi wali, ayahku adalah kakakku.
"Lalu...
"Aku tak sabar kalian bertemu Janette, tunanganku."
Aneh, 'kan? Sebuah kesalahan dalam metrik.
Menurutmu di Prancis kebalikannya?
Ya, perkenalkan Janette,
yang akan segera menjadi jalangku.
Kurang entah apa.
Kenapa begitu? Kenapa jadi Prancis saat kita tunangan?
Sepertinya aku tahu. Itu kembali ke persepsi. Benar?
Saat bertunangan, kau merasa cantik, romantis,
dicintai, lembut, semua jadi Prancis.
Kau ingin dunia menganggapmu seperti itu.
Momen lainnya saat jadi Prancis adalah saat kau menyelesaikan
dongeng buku cerita kecil itu.
Saat kau bercerai.
Menarik, 'kan? Tunangan, cerai.
Aku pernah dua-duanya.
Cincinnya masih kupakai. Menarik, 'kan?
Ada banyak alasan.
Maksudku, pertama, aku yang bayar.
Jadi, itu milikku.
Ya.
Terima kasih.
Ini tak salah apa-apa kepadaku, 'kan?
Ini tak menyakitiku, mengkhianatiku. Ini selalu indah.
Itu pelajaran bagus, Nona. Kehilangan pria, simpan perhiasannya.
Mari bahas yang perlu kita catat. Jangan memasukkan udara ke vagina.
Paham? Jangan disemprot, simpan perhiasannya. Bagus sekali.
Tak pernah sekali pun aku berpikir akan bercerai.
Yang kulakukan adalah memutuskan untuk membawa anakku pindah ke Barcelona.
Hebat, 'kan?
Sungguh, dan di sanalah aku bertemu dua idiot menawan di belakangku.
Ini Eric Mills. Eric, kau juga bercerai?
Ya, tapi aku "e"-nya satu.
Kenapa? Kenapa pria "e"-nya satu dan kami dua?
Kurasa aku tahu.
Karena biasanya kami dapat hak asuh anak,
dan kami perlu menjual "e" ekstra itu untuk makanan atau baju.
Entah kalau... Aku hanya mengarang.
Kau tahu aku mengarang ini semua.
Tapi tiket kalian gratis.
Jadi, siapa peduli, ya, 'kan?
Bagi yang menonton di rumah, kalian juga tak bayar.
Jangan bilang kalian bayar Amazon Prime untuk ini, kalian sudah langganan.
Karena kalian memesan tengah malam. Aku tahu apa yang terjadi.
Tapi aku bertemu dua orang ini. Aku bertemu Tn. Salva Rey, yang...
Terima kasih.
Menerimaku sebagai janda.
Di Barcelona, disebutnya "divorciada".
Indah sekali. Dalam bahasa Inggris, artinya buah rusak.
Sepertinya aku tahu.
Aku pindah ke Barcelona karena ingin mengubah hidup,
ingin membuang buah rusak itu
dan menumbuhkan hal baru yang segar dan indah
atau setidaknya sesuatu yang bisa dianggap baru dan indah.
Itu menakutkan. Menggembirakan, tapi menakutkan.
Hal yang paling membuatku takut adalah intim
dengan orang baru setelah menikah 20 tahun.
Aku tak tahu banyak yang berubah dan Eric membantuku.
Dia mengenalkanku...
Bukan itu, dasar aneh.
Mengenalkanku film dokumenter bagus yang kupelajari.
Film dokumenter seks ini di YouPorn.
Itu luar biasa. Dokumenter bagus. Banyak yang kutonton.
- Ya, tak sebanyak Eric. - Mungkin tidak.
Tak ada yang menonton sebanyak Eric.
Jangan gunakan lampu hitam di apartemen Eric.
Itu seperti rumah Winnie the Pooh, tapi bukan madu.
Semuanya lengket.
- Kau kacau sekali. - Memang.
Itu mungkin benar atau tidak, tapi kupelajari.
Itu adalah garis hidupku.
Hal pertama yang kusadari
adalah wanitanya berambut lebat, sedangkan aku tidak,
dan tak berambut di tempat aku berambut.
Kusadari itu karena prianya berpegangan ke rambut tebal ini
saat mereka melakukan itu.
Saat dari belakang.
Kurasa mereka sering dari belakang
agar tak melihat wajah mempelai sampai pernikahan.
Kalian begitukah?
Sangat manis dan menghormati.
Jadi, itu langkah pertama. Aku punya rambut ikal ini. Ya.
Ya, itu bagus, lalu aku punya yang disebut Latisse.
Pernah dengar? Untuk bulu mata agar panjang dan indah.
Jadi, bisa kukibas seperti tokoh kartun.
Eric bilang itu buang-buang uang
karena orang akan mengiramu kejang
dan menaruh sendok di lidahmu.
Kuperhatikan wanitanya tak punya...
Tak berambut di tempat lain.
Itu seperti pohon palem.
Seperti sekelompok elang botak.
Itu... Itu bagiku, sangat...
Itu selangkangan balita.
Itu selangkangan balita.
Lihat selangkangan botak,
aku selalu teringat orang yang butuh tidur siang.
Bagi kalian yang suka,
aku tak bilang kalian pedofil, tapi mungkin saja.
Jadi, aku siap.
Rambut rapi, bulu mata,
sudah dicukur, sudah dipoles.
Aku sudah siap.
Atau, setidaknya, sudah siap dianggap siap.
Ternyata aku tidak siap.
Keluar dari koma itu seperti bangun
dengan ponsel di tangan dan bisa memesan makanan dan seks
ke pintu depanmu. Tinder adalah UberSex.
Semua itu, adalah distraksi untuk ego.
Kau tahu? Solitaire dengan foto penis.
Aku tak siap. Terlalu banyak perubahan.
Terlalu banyak perubahan.
Masih tak tahu apa yang kutunggu
Dan waktuku kian berlalu Jutaan jalan buntu
Setiap kali kukira akan berhasil
Sepertinya rasanya tak begitu manis
Jadi, aku berbalik untuk menghadapi diriku
Tapi tak pernah kulihat sedikit pun
Bagaimana orang lain melihat si penipu
Aku terlalu cepat menjalani ujian itu
Perubahan
Berbalik dan menghadapi yang tak biasa
Perubahan
Tak ingin menjadi orang yang lebih kaya
Perubahan
Berbalik dan menghadapi yang tak biasa
Perubahan
Pasti ada pria yang berbeda
Waktu mungkin mengubahku
Tapi aku tak bisa menapaki waktu
Rayu aku, buat mudah untukku
Rangkul aku
Menarilah denganku sampai aku merasa lega
Menyenangkan dalam gelap
Tapi dalam indahnya cinta
Muncul pertengkaran lainnya
Dan cinta adalah pembunuh
Tapi jika dia meneleponmu malam ini
Semuanya baik-baik saja
Ya, kau tahu
Dan cinta adalah kutukan
Cinta adalah buku terbuka untuk bait
Puisi burukmu
Dan ini datang dariku
Aku bisa berubah, aku bisa berubah
Aku bisa berubah
Jika itu membantumu jatuh cinta
Jatuh cinta
Ya, aku bisa berubah, aku bisa berubah
Aku bisa berubah
Jika itu membantumu jatuh cinta
Jatuh cinta
- Yang kau minta kepadaku - Aku
- Berbahaya - Aku akan menjadi raja
- Berharap dan berharap dan berharap - Dan kau
- Aku akan menjadi ratu - Kau akan menjadi ratu
Dan tidak ada
Berharap dan berharap
- Akan mengusirnya - Perasaan ini sirna
Kita bisa menjadi pahlawan
Hanya untuk satu hari
Kita bisa menjadi pahlawan
Hanya untuk satu hari
- Kita bisa menjadi pahlawan - Jangan pernah berubah
- Hanya untuk satu hari - Jangan pernah berubah
- Kita bisa menjadi pahlawan - Jangan pernah berubah
- Hanya untuk satu hari - Jangan pernah berubah
- Kita bisa menjadi pahlawan - Tapi aku bisa berubah
Bisa berubah
Hanya untuk satu hari?
Pahlawan, pahlawan super.
Kita terobsesi dengan pahlawan super.
Ada film baru setiap minggu dan banyak sekali, bukan?
Kita terobsesi. Tahu mengapa? Kita mencari penyelamat.
Dari diri kita sendiri.
Kita ingin terus saling menghancurkan, planet ini,
dan tidak bertanggung jawab.
Ya. Tahukah kau 90 persen orang berdandan sebagai pahlawan super setiap Halloween?
Sembilan puluh persen.
Aku mengarang angka itu, tapi itu sangat besar.
Itu angka yang sangat besar.
Aku suka Halloween. Kulakukan tiap tahun dengan anakku.
Kami punya tema.
Kami menjadi pahlawan super, itu seru.
Banyak karakter yang bisa dipilih.
Setidaknya untuk pria. Untuk pemuda, ada banyak.
Kalian bisa jadi siapa saja. Ada Green Lantern. Sangat kuat.
Ada Flash. Speed, bisa melintasi waktu.
Ada Iron Man, yang sebenarnya
Jeff Bezos memakai baju zirah.
Orang kaya dengan mainan. Dia bisa terbang.
Dia bisa menembakkan roket dari bokong.
Ditenagai oleh... Apa namanya?
Bola sperma? Entahlah.
Banyak pilihan. Apa yang harus dipilih putriku?
Wonder Woman.
Apa yang dia pakai?
Celana dalam, kemban, dan sepatu bot.
Kaus pun tidak.
Dia naik pesawat tak terlihat, terbang dekat dengan matahari,
jadi dia mungkin dipenuhi melanoma.
Dia bisa kena kanker payudara, kita mungkin telat mengetahuinya.
Dia bekerja untuk Justice League of America.
Perusahaan Amerika bobrok yang menawarkan asuransi kesehatan Amerika bobrok.
Tidak mencakup mammogram.
Ya.
Tak lama lagi, tak mencakup kontrasepsi.
Tidak adil. Harus mulai pakai Lasso of Truth
sebagai IUD. Hanya saja...
Itu akan menyulitkanmu, Para Pria.
Tak ada yang ingin vagina jujur.
Kekuatan supernya agak menyebalkan,
senjatanya adalah seutas tali yang memaksa pria untuk jujur?
Lihat sisi lainnya. Itu artinya kita mempersenjatai kejujuran.
Dia lempar ke pria jahat, "Katakan di mana bomnya?"
"Di garasi parkir di bawah Gedung Capitol."
"Terima kasih. Kau baru saja menyelamatkan ribuan nyawa."
"Kalau boleh jujur,
"bot itu tak ada gunanya. Tubuhmu jadi tampak kecil."
"Membuatmu mirip Oompa Loompa." "Aku tidak tanya."
"Baik, kebenaran lainnya. Superman selingkuh."
"Hentikan!"
Dia hanya menyakiti diri dengan kekuatan super itu.
Itu namanya "gerak tubuh".
Kupikir ada sesuatu di tanganku.
Tak adil dia tak punya kekuatan atau senjata lain.
Kami ingin keadilan, kesetaraan. Benar, Nona-nona?
Tidak. Kau tak ingin kesetaraan, kau ingin keadilan.
Kesetaraan adalah setiap orang diperlakukan sama.
Keadilan adalah mendapat akses sumber daya yang dibutuhkan
untuk mencapai kesuksesan.
Itu cara kita mencapai kesetaraan. Tak ada kesetaraan tanpa keadilan.
Menurutku tidak... Terima kasih.
Selama ada kesenjangan gender, entah apakah itu mungkin.
Aku berpikir,
bagaimana dengan nonbiner yang sedang kupelajari ini?
Dunia nonbiner.
Itu mungkin jawabannya.
Jika semua orang itu segalanya, maka tak ada yang bukan apa-apa.
Jika semua itu segalanya, tak ada yang lebih rendah.
Mungkin ini jalannya.
Aku banyak belajar ini dengan anakku
saat mereka sekolah daring di rumah.
Contohnya,
kelas Zoom putriku harus memasukkan kata ganti yang disukai.
Dia tidak mengerti, dia masih muda.
Kujelaskan, "Jika kau merasa seperti wanita,
"ingin dianggap wanita, pakai 'she/hers'.
"Ingin dianggap pria, 'he/his'.
"Jika ragu, pakai 'they/them.'"
Lalu dia terdiam.
Dia berpikir, lalu...
dia menulis "they/them".
Aku kaget sekali.
"Sayang, kenapa menulis 'they/them'?
"Apa alasannya?"
Dia bilang, "Kupikir, saat kita pulang,
"jika ada hari piza, aku dapat dua potong."
Itu putriku. Putriku sayang.
Satu menit lagi. Aku tak ingin seperti berkhotbah,
tapi aku harus bicara soal kata ganti.
Orang-orang marah, kesal,
pria menjadi wanita
atau transgender, menggunakan istilah "wanita", dan mereka kesal.
Siapa yang peduli? Apa pedulimu?
Itu bukan urusanmu.
Kau bertingkah seolah jumlah "she/hers" itu terbatas.
"Tidak!"
Itu kata, ada banyak,
dan ini bukan pilihan.
Ini yang harus mereka lakukan, diri mereka.
Aku tahu itu bukan pilihan karena orang mana
yang mau gajinya naik dari 70 sen jadi satu dolar?
Yang pria katakan, "Aku tak mau hakku.
"Silakan. Serang tubuhku." Tak ada yang memilih itu.
Memilih dilecehkan, direndahkan.
Apa yang harus dilalui para wanita ini
untuk dilihat sebagai wanita menjadikan mereka wanita.
Paham?
Bicara soal wanita...
Aku sudah siap.
Sebenarnya, belum. Tapi temanku bilang, "Kau siap, Kawan.
"Keluarlah dan bertemu orang, pakai korset itu."
Kudapati diriku melajang
Semua orang menyuruhku berkencan
Aku tak bisa main Bumble
Aku tak mau buat Tinder
Dan Match-dot-com
Aku hanya akan menjadi kisah bagi pria
"Hei, Kawan, aku baru saja meniduri
"Lois Griffin"
Aku tak akan menjadi kisah bagi pria
Jadi, karena dunia maya bukan pilihan,
aku dipaksa bertemu orang dengan cara kuno.
Di pesta Hollywood.
Aku ke pesta, berdandan rapi, bersama temanku.
Dia seorang gay.
Kami bicara dan mengobrol.
Dia sangat lucu. Dia bilang tak pernah bersama wanita.
Tak pernah melakukan oral pada wanita,
tapi dia dengar itu seperti menjilat semangkuk uang koin.
Aku mengakak. Aku baru dengar. Aku tak berhenti tertawa.
Saat aku tertawa, berjalanlah pria necis lain pakai tuksedo.
Aku berasumsi dia juga gay karena dia tampan,
lalu dia bicara denganku. Biasanya, itu tandanya.
Katanya, "Apa yang lucu? Kau menertawakan apa?"
Kataku, "Kau tak akan paham. Kami bahas soal makan vagina."
Katanya, "Aku makan vagina."
Aku tak yakin. Aku mendengarkannya saja.
Kami mengobrol, dan tahukah kau?
Dia keren. Dia terasa akrab.
Seperti makanan rumah.
Tiba-tiba, di penghujung malam,
dia meminta nomor teleponku.
Ya! Aku melakukannya!
Aku senang sekali.
Kami pergi beberapa kali.
Pertama, minum. Lalu, makan. Lalu, kencan sungguhan.
Dia mengajakku ke Magic Castle.
Kau tahu itu?
Itu klub pribadi di Los Angeles. Kau harus menjadi anggota.
Untuk menjadi anggota, kau harus menjadi pesulap.
Kau pikir itu... Aku basah.
Itu membuatku terangsang. Aku...
Dulu aku fan Ricky Jay.
Kataku, "Ini Kismet. Ini orangnya. Aku akan bercinta lagi setelah bercerai."
Jadi, kami ke Magic Castle, dan kami melihat sulap kecepatan tangan.
Lalu makan makanan biasa dan minum anggur merah murah.
Itu aneh. Ruangan penuh pesulap tak bisa menyulap makanan yang lebih baik?
Tapi aku cuek.
Setelah itu, dia mengajakku ke rumahnya, dan kubilang, "Ya!"
Kami di dapur, kami mulai bermesraan dan... Sihir.
Musik mulai diputar.
Aku baru tahu itu disebut "Alexa".
Rasanya seperti sihir.
Dia menggandeng tanganku,
membawaku menaiki tangga, perlahan, menuju kamar tidurnya.
Dia membuka pintu dan berkata,
"Di sinilah keajaiban terjadi."
Maksud dia sihir.
Sihir sebenarnya, dan benar.
Pakaianku lepas. Astaga. Kami bermesraan.
Itu panas, penuh gairah, gila.
Aku tak menyangka. Lalu aku berlutut.
Aku berlutut, menungging.
Dia berlutut.
Dia berbelok ke kanan seperti bersiap memukul bola dan...
Satu, dua, tiga.
Tepakan penis
Serangan tepakan penis, Hadirin
Itu adalah tepakan penis Tepakan...
Bahasa isyarat tepakan penis?
Tepakan penis
Serangan tepakan penis, Hadirin
Aku sangat malu. Aku tak bisa...
Aku sangat bingung.
Masuk ke mobil, menelepon temanku,
gay yang bersamaku saat bertemu dengannya.
Kubilang, "Kau tak akan percaya. Aku ditepak dengan penis."
Katanya, "Say, kau dapat tato jamur pertamamu."
Ini sedang tren.
Ini sedang tren. Tato jamur.
Saat pria... Biar kujelaskan.
Saat pria menepakmu cukup keras di wajah dengan penisnya
sampai meninggalkan bekas merah berbentuk jamur,
itu disebut tato jamur.
Tato jamur. Tagar tato jamur.
Itu pertama kalinya aku terjun ke dalam keintiman pascacerai.
Aku belajar banyak malam itu. Jangan bercinta dengan pesulap.
Kadang, ada kelinci dari topi. Kadang, memukulmu dengan tato jamur.
Trik kecepatan tangan
dengan penis kecil di tangan.
Satu, dua, tiga.
Tepakan penis
Serangan tepakan penis, Hadirin
Itu tepakan penis, tato jamur
Jauh berbeda dari tambalan penis, itu obat.
Tn. Eric Mills menepak bass itu.
Menepak bass
Seperti pesulap menepak wajahku
Dengan tongkat sihirnya
Tepak aku sekali
Tepak aku dua kali Tepak aku tiga kali
Semangat. Kalian siap?
Apa ini? Ini kentang tumbuk, ya.
Serta ayam. Kenapa semua makanan?
Sial.
Baiklah, James Brown-stein.
Setidaknya kau tahu itu James Brown.
Aku takut aku terlihat seperti Rerun di What's Happening!!
"Hei, Raj." Ada yang ingat? Tidak?
Agak mengesankan aku masih bisa begitu.
Tahu kenapa? Dua kali sesar.
Ini masih rapat. Sangat rapat.
Sebenarnya itu benar. Usia vaginaku 20 tahun.
Sebelum menikah, pacarku sedikit,
aku memenuhi syarat untuk vaksin HPV.
Hebat, 'kan? Dia masih bayi. Dia bahkan tak bisa minum.
Aku belum pernah dengar soal HPV.
Sejak menikah sampai cerai, aku belum tahu.
Itu sangat banyak.
Tahukah kau empat dari lima orang mengidap HPV?
Empat dari lima. Sebanyak dokter gigi yang menyarankan Trident.
Banyak sekali.
Itu gila dan berbahaya.
Bisa menyebabkan kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker serviks.
Strain melakukan ini.
Itu membunuh generasi. Tak ada yang membahas itu.
Aneh. Tak ada tes untuk pria.
Pria tak dites sebelum bercinta untuk tahu dia perjaka atau tidak.
Tahu kenapa tak ada tes?
Mereka tahu jika mereka keluarkan uang untuk riset,
pria tak akan dites juga.
Ya, 'kan? Kenapa coba?
Sudah lama aku memikirkan soal pria tak dites.
Para pria ini duduk di MA, mengatur tubuh kami.
Siapa yang membesarkan mereka? Kita.
Kita. Para ibu llama. Lorenzo Lamas.
Didik lebih baik. Apa yang kita lakukan?
Didik mereka agar menjadi pria yang kita ingin anak kita kencani
atau nikahi. Ya?
Tapi bagaimana caranya?
Jujur, aku tak tahu cara membesarkan anak lelaki.
Aku tahu dengan putriku aku akan besarkan dia
untuk menjadi dirinya sendiri sesuai yang dia mau,
untuk menemukan suaranya, berteriak keras, dan makan sampai kenyang.
Ya! Ya.
Entahlah. Dengan anak lelaki, kurasa, cukup menyingkir saja.
Mungkin itu akan berhasil. Atau bahasa Spanyolnya "quiz s".
Tn. Salva Rey...
Dia memesona, memesona
Sayang, saat dia bergerak, bergerak
Aku menggila karena dia bagai bunga Tapi menyengat bagai lebah
Seperti semua wanita
Maaf. Salva Rey.
Dia memesona, memesona
Dia bergerak, bergerak
Dia memesona, memesona, memesona
Dia memesona, memesona, memesona
Kau suka kukuku? Itu caraku bernyanyi selaras.
Aku belajar itu dari Adele dan Christina Aguilera.
Tak bisa tanpa kuku.
Ini. Ini alasan wanita lama di kamar mandi.
Pernah coba cebok dengan ini?
Sulit, Kawan. Makanya kita pakai banyak tisu toilet.
Kita bungkus seperti mumi. Sampai satu gulung.
Lalu sampai ada John Merrick di bokongmu. "Aku bukan hewan."
Gerak tubuh lagi. Kau pikir tisu toilet ada.
Aku seperti Marcel Marceau di sini.
Dengarkan aku, Marcel Marceau, mungkin.
Aku seperti Madonna. Orang Eropa.
Tapi aku rindu beberapa hal.
Satu yang paling kurindukan di Barcelona itu sarung dudukan toilet.
Aku suka sekali itu.
Apalagi saat musim panas, seolah bokong kita memakannya.
Enam jam kemudian di kamar mandi, "Ada lagi."
"Apa itu?"
"Apakah itu petasan jepret? Bukan, itu tisu toilet."
Aku rindu itu. Aku juga rindu handuk kertas di kamar mandi.
Banyak dari mereka yang tak punya.
Ekologis. Hanya pengering.
Aku tak mau pakai. Tahu kenapa? Karena aku tahu cara kerjanya.
Dengan meniupkan udara ke tangan.
Sangat keras, sangat kasar entah kenapa.
Tapi dari mana udaranya? Dari toilet yang kau masuki.
Kau cuci tangan dengan sabun,
lalu kau keringkan dengan udara berisi partikel tinja.
Itu benar.
Aku juga tak mau pakai layar sentuh di McDonald's
karena pernah baca artikel.
Ya, tak ada hal baik setelah, "Aku pernah baca artikel."
Tak pernah baik.
Mereka menguji layar. Sejumlah layar di Inggris.
Seratus persen dinyatakan positif bakteri tinja.
Kau bisa lebih baik, McDonald's!
Baik, kita kira ada di makanan, tapi di layar?
Kentang goreng tinja, burger tinja, baik! Tapi layar?
Sulit dipercaya.
Aku salah satu orang terakhir yang makan McDonald's. Lupakan.
Aku satu dari sedikit orang yang masih mengaku makan McDonald's,
Aku suka McDonald's. Aku suka semua tentangnya.
Aku suka lagunya, stannya.
Suka lengkungannya, Happy Meals. Karakter kecil.
Ingat mereka? Hamburglar dan Grimace.
Hamburglar, dia pencuri. Dia memakai kaos bergaris
dan topeng bandit. Dia akan mengambil burgermu
dan berkata, "Makan burgermu, Alex! Cepat!"
Itu yang kudengar.
Lalu ada Grimace.
Apa-apaan itu Grimace?
Apa dia? Apakah dia seperti... Entahlah.
Aku berani menebak kalau kau lihat di mikroskop
bakteri tinja, kau akan melihat Grimace.
Aku cukup yakin Grimace itu bakteri tinja.
Kau tak paham yang kubicarakan, ya?
- Tidak. - Kau biasa makan McDonald's?
- Ya, tapi tak ada Grimace. - Kasihan.
Makanya dia sangat ramping dan sehat.
Tapi kau pernah makan. Kau lahir di Barcelona?
- Ya. - Jadi, kau orang Spanyol?
- Ya, Catalunya. - Catalunya. Ini penonton Amerika.
Mereka bahkan tak tahu di mana Idaho di peta.
- Katakan bahasa Spanyol untuk malam ini. - Untuk malam ini.
- Dia separuh Spanyol. Kau separuh Jerman? - Ya.
Seperti Nazi, tapi berima?
- Kalau kau bilang begitu. - Ya.
Oke.
Bahasa yang indah.
Mereka memasukkan setiap konsonan ke dalam setiap kata.
Lalu ada dahak. Itu pelumas alam.
Ini membuatku terangsang. Apa kau juga?
Ya.
- Apa? Aku tak tahu arti klatschen. - Klatschen.
- Tepuk. Ayo. - Lakukan yang dikatakan Nazi.
Satu, dua, tiga...
Semuanya!
Cinta akan kembali memisahkan kita
Cinta Cinta akan kembali memisahkan kita
Kenapa kamar ini sangat dingin Saat kau membelakangiku
Apakah waktuku salah Rasa hormat kita mulai sirna
Tapi percikan ini masih ada Yang masih kita jaga
Cinta Cinta akan kembali memisahkan kita
Cinta Cinta akan kembali memisahkan kita
Ini bagian favoritku. Coba tebak kenapa.
Ini sebabnya wanita sangat suka pria
yang memainkan alat musik petik.
Ya.
Ya. Mainkan aku seperti senar ukulele!
Tunjukkan, tunjukkan, tunjukkan Caramu melakukan trik itu
- Yang membuatku tertawa - Katanya
- Yang membuatku tersenyum - Katanya
Aku akan merangkulmu Tunjukkan caramu melakukannya
Maka aku akan berjanji
Aku berjanji akan lari bersamamu
Aku akan lari bersamamu
Berputar di tepian
Mencium wajah dan kepalaku
Memimpikan berbagai cara
Dia harus membuatku bersinar
Kenapa kau sangat jauh?
Dia berkata kenapa kau tak pernah tahu Bahwa aku mencintaimu
Jatuh cinta padamu
Hanya pada dirimu yang lembut
Dirimu yang tersesat dan kesepian
Seperti surga
Jelas, Salva bukanlah Nazi.
- Kau sebenarnya separuh Yahudi. - Seperempat.
"Seperempat." Dia mengoreksiku. Itu tak masalah.
Cuma tetesan kecil,
kau sama dengan Kikey McKikestien dan aku.
Mereka tak peduli.
Aku ke Barcelona, kota dengan dua juta penduduk.
Hanya 6.000 yang Yahudi.
Kau melihat 2,5 persennya di panggung ini.
Aku seperti alat pelacak... Ketemu!
Mereka menyelamatkanku. Membantuku melewati masa sulit.
Kami mulai membuat musik bersama dan saling menghibur.
Kami seperti pagar betis. Pagar betis Yahudi.
- Sekelompok burung gagak disebut... - Pembunuh.
Gagak pembunuh.
Dua atau lebih ubur-ubur disebut segerombol ubur-ubur.
Keren, 'kan?
Dua atau lebih Yahudi disebut kamp konsentrasi.
Terlalu cepat?
- Ada yang lebih baik? - Firma hukum?
Firma hukum.
Baik, kita pakai firma hukum.
Tapi tak menarik untuk nama trio.
Kami pertama mulai melakukan Dua Setengah Yahudi.
Tapi dia bilang, "Seperempat!"
Lalu aku memainkan ukulele kecil, jadi kami Los Tres Jewkuleles.
Tapi favoritku The Threeskins.
- Tapi artinya kurang. Apa artinya? - Buruk dalam bahasa Spanyol.
Ya, tak bagus. Sebenarnya, Eric punya nama terbagus.
- Ya, aku suka Jewmanji. - Jewmanji.
Bagus, tapi sudah dipakai film itu, ya?
Sayang sekali. Tak ada Yahudi di situ.
Pasti hebat jika Jumanji mengaudisi orang tuaku, Judy dan Irv?
Pasangan Yahudi. Taruh saja mereka ke permainan di gurun.
"Di mana kita, Irving?" "Ini Jumanji."
"Kenapa selalu gurun?" "Ya, panas sekali."
"Benarkah? Aku merinding."
"Ada yang berembus di leherku. Ada manajer yang bisa kuajak bicara?"
"Aku lapar sekali." "Aku punya biskuit matzo di tasku."
"Kita bisa sembelit berhari-hari."
"Bagaimana kita keluar dari sini, Irving?" "Kita harus menang, Judy."
"Bagaimana caranya?" "Kurasa ganggu banyak orang sampai kita menang."
Jewmanji, selalu sama
Mengganggu orang sampai menang
Jewmanji
Jew, Jew, Jewmanji
Jewmanji, selalu sama
Mengganggu orang sampai menang
Jewmanji
Jew, Jew, Jewmanji
Kau pakai kartu difabel Demi tempat duduk di lorong
Terjebak di tengah Itu untuk orang bukan Yahudi
Jewmanji
Jew, Jew, Jewmanji
Berjalan di DMV pada jam tersibuk
Langsung ke depan Kau melewatkan antrean
Karena kau spesial, ya
Yahudi spesial
Kubilang Jewmanji, selalu sama
Mengganggu orang sampai menang
Jewmanji
Yahudi spesial
Jewmanji, selalu sama
Mengganggu orang sampai menang
Jewmanji, Jew, Jew
Jewmanji
Masuk ke restoran Lalu duduk
Memesan sedikit makanan untuk makan
Jewmanji
Jew, Jew, Jewmanji
Buka menu Berkata, ada menu apa?
Semua sudah tertulis Sangat jelas
Tapi kau masih bertanya Pertanyaan tak penting
Kau berkata, "Permisi, Pak" "Sebentar, saya akan ke meja Anda"
"Permisi, Pak" "Sebentar, saya akan ke meja Anda"
"Tapi saya cuma mau tanya"
"Baik, apa?"
"Bagaimana ayamnya?"
"Ini ayam"
"Ya, tapi apakah kau suka?"
"Ini ayam"
"Ya, tapi cara membuatnya? Digoreng, difilet?"
"Apa ada tulangnya? Atau ditumis?"
"Ini ayam, Nona!
"Ini hanya ayam"
"Aku tahu, tapi apa asin? Apa ada hidangan sampingnya?"
"Lihat, semuanya ada di menu Pakai matamu!"
"Ini hanya ayam! Ini hanya"
"Ini ayam bakar"
"Upahku UMR Aku makan sisa orang"
"Aku tak tahu bagaimana rasanya"
"Ini ayam"
"Hanya ayam"
Dia dikerjai Yahudi Selalu sama
- Mengganggu orang sampai menang - Yahudi
Jewmanji
Yahudi spesial, ya
Jewmanji, selalu sama
Mengganggu orang sampai menang
Jewmanji
Yahudi spesial, ya
Terlalu spesial untuk menunya, ya
Terlalu spesial untuk antrean panjang, ya
Terlalu menyebalkan...
"Begini saja"
"Makan siangku sudah ayam Bagaimana pastanya?"
Sebagai anak dan cucu korban selamat Holokaus,
aku tahu tak baik membuat lelucon soal Holokaus.
Kecuali itu benar-benar lucu.
Maka itu wajib. Ini seperti Perintah Kesebelas.
Satu yang paling aku suka soal menjadi Yahudi
kami bisa menertawakan hampir semua hal, dan kadang itu harus, ya?
Terutama Hitler.
Dia harus diolok-olok sampai kiamat karena dia pengecut.
Sudah mati pun, dia pengecut.
Kita tahu bagaimana matinya, 'kan? Bunuh diri.
Dia bunuh diri di bunkernya, 'kan?
Rencananya minum sianida, satu pil untuknya, satu untuk Eva.
Dia takut. Dia tak tahu apakah itu akan sakit.
Jadi, dia tes dulu ke anjingnya, anjing gembala Jerman.
Dia beri pil sianida ke Blondi, anjing gembala Jerman-nya.
Mengerikan, ya?
Maksudku, dia juga membunuh, kau tahu, enam juta manusia.
Jadi, fokus ke itu saja.
Dia memberi anjing itu pil, anjing itu menggeliat kesakitan.
Maksudku, menggeliat! Perut melilit, ada kotoran, ada urine.
Hitler panik, "Tidak! Ini menakutkan. Tidak, aku tidak bisa melakukan ini!"
Ganti rencana, dia memutuskan menembak kepalanya.
Pistol. Menembak kepala Eva, menembak kepalanya.
Entah dia bilang apa, mereka baru sehari menikah.
"Selamat hari jadi!"
Kau tahu siapa korban sebenarnya di sini?
Liesl.
Liesl itu pelayan Hitler
dan dia diberi tugas bersih-bersih, setelah bunuh diri itu.
Dia ingin semua dibersihkan, mayat diangkat, dibakar.
Dia ingin terlihat seolah dia kabur. Seperti sihir, 'kan? Dia lolos.
Sekarang, dia siap untuk sianida.
Dia tahu caranya,
tapi tak ada yang memberitahunya rencana berubah.
Dia tak tahu Hitler membawa pistol ke pesta sianida ini.
Bisa bayangkan?
Kasihan Liesl.
Ya, itu terjadi.
Kau siap, Candace?
Saat aku siap untuk urine dan kotoran
Tak ada yang bilang
Soal darah dan muntahan
Mereka bilang, "Liesl, turunlah ke bunker"
"Kita akan bermain permainan papan Di bawah sana sambil berjongkok, ya"
"Kita akan menunggu orang Rusia Gegar otak akibat pengeboman"
Saat tembakan menghujani seperti komet
Tapi tak ada yang bilang apa-apa
Soal darah dan muntah
Sepertinya Eva dan Adolf
Bunuh diri dan mati
Sekarang aku harus membersihkan Muntah dan darah mereka
Dari dinding
Inilah akhir dari Reich Ketiga, ya
Akhir hidup F hrer-ku
Aku tahu aku harus berusaha membebaskannya
Tapi tak ada yang bilang apa-apa
- Darah dan muntah - Tak ada yang bilang
Tak ada yang bilang, tak ada
Ya, tak ada yang bilang apa-apa
Semuanya.
Soal darah dan muntah
Kau baru saja menyanyikan lagu teraneh.
Kau lakukan karena kusuruh.
Persis seperti itulah Hitler berkuasa.
Hati-hati.
Tidak benar. Kita tahu bagaimana dia berkuasa.
Aku baru tahu malam ini.
Dia tidak peduli anggapan orang tentangnya.
Tidak peduli.
Semua monster dari halaman buku sejarah ini,
Mussolini, Franco, tidak peduli.
Mungkin itu yang aku butuhkan, berpikir seperti diktator. Masa bodoh.
Semua monster itu pria. Mungkin itu permainan pria.
Tak ada wanita.
Ya, tapi, ingat Ratu Isabel? Spanyol, tahun 1400-an?
"Aku Salva, aku berpendidikan."
Aku juga tahu tentangnya.
Yang bertanggung jawab
atas pengusiran Yahudi dan Muslim dari Spanyol.
- Tapi kau tahu soal pakaian dalamnya? - Tidak.
Baik.
Jadi, dia mengepung kota Granada dengan pasukannya
dan dia membuat janji.
Dia bilang tak akan ganti pakaian dalam sampai kota itu direbut.
Tapi itu setahun sebelum Granada jatuh.
Dia tak ganti celana dalam setahun.
Ya, ini versi keras tak peduli persepsi orang
atau pengartian lainnya.
Bagaimana dengan Ratu Madagaskar?
- "Aku Eric. Aku juga bisa bicara." - Ya.
- 1800-an. - 1800-an. Dia Ratu Gila.
Dia tangguh. Dia membunuh 2,5 juta rakyatnya.
Memenggal orang, merebus orang Kristen hidup-hidup.
Kau tahu betapa sulitnya merebus orang Kristen?
Sweter Natal wol kecil mereka, tidak menyusut. Lama sekali.
Saat kau menunggu berondong di microwave?
Seperti itu. Bedanya, ini orang Kristen!
Bahkan tak ada tombol untuk itu.
Dia sangat tangguh.
Memenggal, merebus orang hidup-hidup,
orang-orang ini keji.
Beruntung, kita beradab sekarang.
Coba tebak?
Dua ratus tahun lagi, mereka akan bilang,
"Kau tahu anak 16 tahun bisa punya AR-15
"dan membantai anak-anak satu sekolah
"sementara polisi berdiri dan menonton?"
Dua ratus tahun lagi, mereka bilang,
"Kau tahu kau bisa membunuh kulit hitam di jalan
"dengan sedikit atau tanpa konsekuensi?"
Kita pikir kita sudah maju, padahal tidak.
Dunia sedang dalam bahaya.
Ada perang berkecamuk saat kita di sini.
Pengungsi melarikan diri dari Ukraina, Suriah, Afghanistan.
Aku di sini menceritakan lelucon vagina, bernyanyi,
dan jujur, aku agak malu, dan aku minta maaf...
Hentikan.
Maaf.
Entahlah.
Mungkin ini saatnya memakai kostum badut.
Mungkin itu gunanya.
Mungkin itulah gunanya aku.
Mungkin ini sebenarnya kekuatan superku.
Mungkin ini.
Untuk menemukan cahaya di sudut tergelap. Tertawa di hadapan kekejaman.
Mungkin hanya musik karunia yang kita miliki di dunia.
Satu-satunya bahasa umum yang bisa kita gunakan.
Musik adalah karunia.
Anugerah luar biasa.
Aku bukan bernyanyi Amazing Grace.
Itu gila.
Baiklah.
Kita lakukan satu lagi.
Entah apa kau tahu ini, tapi mayoritas lagu Natal favoritmu
sebenarnya, ditulis oleh orang Yahudi.
Irving Berlin. Itu benar.
Ini benar. Kau tahu kenapa?
Royalti.
Ya. Ini lagu Natal kami.
Potong pohon dan letakkan di ruang dudukmu
Potong pohon dan letakkan di ruang dudukmu
Tambahkan hadiah untuk semua, dan tak lama
Kau akan merayakan Natal di bawah bulan
Sinterklas turun dari cerobong asap
Angkat kaus kakimu Jangan ingin terlambat
Menggantung lampu hari besar Berkelap-kelip di atas rumahmu
Tak ada yang ribut, bahkan tikus
Tapi jika kau dengarkan
Dengan saksama, kau akan mendengar
Kepingan salju berjatuhan dengan lembut Lalu begitu jelas
Pohon perlahan mati Pohon perlahan mati
Kau membunuh pohon untuk Natal Oh, astaga
Pohon perlahan mati Dengar, Anak-anak, pohon itu menangis
Ya, kau membunuh pohon lagi Natal ini
Hari besar!
Waktu untuk keluarga, cinta, dan makanan Tionghoa untuk kita.
Potong pohon dan letakkan di ruang dudukmu
Potong pohon dan letakkan di ruang dudukmu
Dengan kursi baris depan untuk makan
Itulah yang diinginkan Yesus Jadi, mari kita makan
Bicara soal makan Ayah ceroboh saat mabuk
Dia mengumpat ibunya Lalu menunjukkan kemaluannya
Di sebelah pohon di jendela Untuk dilihat tetangga
Memalukan pohon Dan semua orang Yahudi tanpa pohon
Yahudi
Amin
Dan jika kau
Mendengar dengan saksama Kau akan mendengar
Api menyala terang
Lalu sangat jelas
Pohonmu perlahan mati Pohonmu perlahan mati
Kau membunuh pohon untuk Natal Oh, astaga
Pohonmu perlahan mati Dengar, Anak-anak, pohon itu menangis
Ya, kau membunuh pohon lagi Natal ini
Pohonmu perlahan mati Saat aku menggoreng latkes
Kita terlalu banyak membeli Dan semua orang berusaha
Membunuh pohon lain di Natal ini
Membunuh aku yang lain di Natal ini
Membunuh pohon lain di Natal ini
Ayah ingin bersama selingkuhan
Yang hanya memberinya sekali setahun
Dan Ibu ingin mesin waktu Untuk membawanya ke waktu dia
Memimpikan kehidupan
Ini waktu Natal
Waktu Natal
Waktu Natal
Fa-la-la-la-la
La-latio
Terima kasih.
Terima kasih kepada semua orang di Teater Wolford.
Orang-orang menawan yang sudah hadir malam ini dan tertawa.
Terima kasih.
Aku senang sekali dengan pertunjukan ini.
Harus, hanya melewatkan beberapa isyarat.
- Yang benar saja! - Diam! Kalian hebat.
Serius, terima kasih.
Bukan hanya untuk ini, tapi segalanya. Membantuku di masa sulit.
- Kami sayang kau, D. - Aku sayang kalian.
- Saya akan mencatat pesanan Anda. - Sebentar, aku mau tanya.
Bagaimana ayamnya?
Ini seperti sepotong ayam panggang.
- Ya, tapi apa kau suka? - Ini enak. Ini hanya ayam.
- Apa digoreng? Aku tak bisa. - Tidak, dipanggang.
- Apa ada anggur merah? - Semuanya ada di menu.
Sebentar. Bisa ganti kentang goreng dengan sayuran?
Tak bisa diganti. Itu ada di menu.
- Kau tahu yang aku suka? - Tidak.
Nasi putih dengan kaldu ayam. Aku belum BAB sejak kita tiba.
Aku tahu. Kamar mandi kita sama.
- Sebentar... - Satu lagi.
Ada saus krim lobak?
Tidak ada.
- Kau taruh itu di ayam? - Kadang. Apa ini kering?
- Entahlah. - Begini saja.
Aku pesan roti lapis kapal selam saja.
Kau tahu, orang Catalunya menciptakan kapal selam modern.
Aduh, mulai lagi.
Narc s Monturiol menciptakan
kapal selam bermesin bebas udara yang pertama tahun 1858...
- Tolong bon! - Salva, kenapa kau tahu itu?
Kenapa kau tak tahu itu?
Aneh. Kau tak tahu Grimace, tapi tahu soal kapal selam itu.
Lihat, ada lipstik di gelas ini!
- Serius? - Ya.
Menjijikkan.
- Tempat ini. - Akan kutulis ulasan.
Terjemahan subtitle oleh: Denisa
Supervisor Kreasi Dameria Damayanti
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.