Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
A
AL
ALI
ALIH
ALIH B
ALIH BA
ALIH BAH
ALIH BAHA
ALIH BAHAS
ALIH BAHASA
ALIH BAHASA:
ALIH BAHASA: S
ALIH BAHASA: SA
ALIH BAHASA: SAP
ALIH BAHASA: SAPU
ALIH BAHASA: SAPUT
ALIH BAHASA: SAPUTR
ALIH BAHASA: SAPUTRA
ALIH BAHASA: SAPUTRA N
ALIH BAHASA: SAPUTRA NA
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAI
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAIN
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAING
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGG
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGO
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOL
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLA
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN p
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN pu
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN pui
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puis
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisi
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisis
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisa
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisap
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisapu
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaput
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputr
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputra
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputran
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputrana
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranai
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranain
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranaing
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranaingg
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggo
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggol
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggola
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.b
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.bl
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blo
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blog
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogs
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogsp
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspo
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.c
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.co
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.com
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.com
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.com
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.com
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.com
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.com
Ibuku mulai bekerja di usia 17 tahun sebagai sekretaris di garasi.
Di usia 26 tahun dia bekerja di Jamsostek berapa tahun lamanya.
Nona Dessal!/Ya?
Apa ini file Bouthry?/Ya, Pak.
Dia "Menutup Santa Catalina",...
...istilah yang digunakan untuk gadis lajang berusia 25 tahun waktu itu.
Dia tinggal di Rue de L'Indre bersama adik dan ibunya.
Dia pria menyebalkan.
Orang tuaku bertemu di Chateauroux,...
...di kantin tempat Ibu bekerja.
Ada apa?/Tidak.
Ayah mengundangnya ke kafe.
Tetapi malam itu Ibu mengajaknya ke pesta dansa muda-mudi Chateauroux.
Kau tidak menari?/ Nanti saja.
Apa Philippe-mu belum datang?
Dia bukan "Philippe-ku".
Dia tak suka tempat seperti ini.
Pria yang tak suka menari selalu membosankan.
Dia suka, tapi tak di sini.
Saat itu sudah larut malam saat Ibu melihatnya datang.
Philippe, kukira kau.../Ayo.
Dia mengajaknya menari.
SEBUAH KISAH CINTA MUSTAHIL
Halo.
Philippe, ini Nicole./ Aku pernah melihatmu.
Ya. Apa kabar, Nicole?/ Luar biasa.
Boleh kuambilkan kalian minuman?/Terima kasih.
Sepertinya dia mengubah niatnya soal menari.
Ayah seorang penerjemah di pangkalan militer AS.
Itu pekerjaan pertamanya setelah sekolah bertahun-tahun.
Dia tak berencana tinggal.
Katakan sesuatu dalam bahasa Norwegia.
Apa artinya?
"Kau cantik malam ini."
Mencoba merayuku?
Tidak, aku serius.
Bagaimana mengatakannya dalam bahasa Spanyol?
Dia datang lewat barisan panjang orang Paris.
Kakeknya seorang dokter, dia suka bepergian dan suka tiram.
Dalam bahasa Cina?
Dalam bahasa jepang!
Luar biasa!
Terima kasih.
Sama-sama, Nn. Steiner./ Rachel saja./Rachel.
Aku suka namamu.
Dirimu sangat cocok dengan namamu?
Mengapa?
Rachel digunakan untuk mengatakan domba dan kebaikan.
Dan Steiner berarti tukang batu.
Campuran kelembutan dan kekerasan.
Lebih tepatnya, ketegasan.
Terlihat bagus.
Aku sama sekali tak tahu artinya.
Punya nama baptis?
Madeleine en Pauline.
Itu bukan nama Ibrani.
Tidak, Ayahku memilih Rachel dan Ibuku memilih nama lain.
Apa Ibumu seorang Yahudi?
Tidak, dia Katolik dan dibaptis sepertiku.
Campuran yang unik.
Apa kau religius?/Ya.
Kau?/Tidak.
Aku sibuk mengikuti pendidikan sampai usia 12 tahun, kemudian...
...Nietzsche mengubah semuanya.
Kau tak tahu Nietzsche?/ Tidak.
Aku bisa menyajikannya untukmu jika kau mau.
Aku juga akan memberimu buku "Bicara Zarathustra." Kau harus baca.
Tidak, "Antara Kebaikan dan Kejahatan."
Aku tak bisa memilih. Akan kuberi kau keduanya.
Baiklah.
Sampai jumpa besok.
Dah.
Mereka bertemu hampir setiap hari.
Mereka semakin intim, membahas segalanya.
Bertanya dan menjawab semua ide yang muncul.
Ini...
Ibu menganggapnya kekasih dan seorang ahli,...
...dengan hasrat yang sama dengan penulis favoritnya.
Masih ada yang lain.
Kau janji akan membacanya?/ Aku berjanji./Beritahu aku nanti.
Ayah menyewa mobil setiap akhir pekan.
Buku ini akan mengubah pandanganmu tentang dunia dan kehidupan.
Apa kau wanitaku?
Ya./Kenapa?
Karena aku milikmu, itu saja?
Aku suka caramu memperlakukanku./Katakan lagi.
Aku suka caramu memperlakukanku.
Kulitmu seperti sutra.
Lembut tapi kuat. Aku serius.
Kau ibarat Isolde. Berikan ramuan cintamu.
Jangan tertawa, Rachel, aku serius.
Kau wanita yang sangat cantik.
Kau memiliki tubuh yang sangat indah.
Beruntung kau menemukan pria tampan.
Kau akan kutaklukkan, pria tampan.
Kau sangat baik.
Pernah punya kekasih sebelumnya?
Hanya satu.
Aku pernah bertunangan.
Dia menghormati kepolosanku.
Sangat hormat.
Lantas aku tidak menghormatimu?/ Tidak, kau juga.
Aku bertunangan dengan Charlie dua tahun lalu.
Ya, terima kasih pada Charlie.
Terima kasih karena tak menikahimu.
Kita takkan pernah bertemu.
Kau pasti sangat terlambat.
Jangan mengatakan "sangat".
Maksudku, "sudah terlambat".
Katakan saja "hampir terlambat".
Kau dengar? "Hampir terlambat."
Itu dapat membahayakan dirimu.
Sempurna. Aku akan tambahkan beberapa pin.
Kau harus jadi orang berikutnya di altar.
Philippe mencintaimu.
Aku melihat cara dia memandangmu.
Sangat elegan.
Spesial.
Philippe tampan, bukan?
Cara berpakaiannya buruk, tapi bicaranya sopan.
Bibiku, Gaby, baru berusia 18 tahun, dia bertunangan dengan pembuat lemari.
Mereka akan menikah.
Gaby mengundang Ayah, tapi Ibu belum diberitahu.
Tentang lagu, tarian, conga...
...Ibu lebih suka pergi sendiri.
Ayah bicara banyak tentang Paris dan kecintaannya pada kota itu.
Aku tak bisa bayangkan hidupnya ada di tempat lain.
Hai, Gaby. Apa kabar?
Halo, Philippe. Apa kabar?
Baik./Sudah semua.
Sampai jumpa./Dah.
Bersamanya, Ibu membicarakan segala yang belum dia bicarakan pada siapa pun.
Aku jarang bertemu Ayahku.
Hanya sekali atau dua kali dalam setahun, itu juga untuk satu hari.
Ayahku pergi saat usiaku 4 tahun dan kembali saat usiaku 17 tahun.
Dia orang asing.
Total orang asing.
Aku tak bisa mengembalikan tahun-tahun yang hilang.
Apa dia mungkin punya istri lain?
Tidak. Kukira tidak.
Dia kembali ke Alexandria tahun 1935 karena urusan bisnis.
Kukira aku dan Ibu takkan bertemu lagi dengannya.
Karena perang, dia seorang Yahudi, lebih aman di sana.
Begitulah.
Dia tak melihatku tumbuh dewasa.
Bisnis. Apa Ayahmu kaya?
Dia memiliki rekening bank di Israel, Italia dan Swiss,...
...tapi tanpa uang di sakunya.
Astaga, Rachel.
Punya akun di tiga negara?
Aku tak peduli soal itu./ Maksudku...
...dia akan meninggalkan sesuatu untukmu.
Aku sudah bilang dia tak punya uang.
Kau bilang tak tahu.
Seperti umumnya orang Yahudi, dia pasti berpura-pura tak punya.
Aku belum pernah melihatmu mengenakan celana panjang.
Kau tidak suka?/ Sebaliknya.
Kenakan lebih sering, celana cocok untukmu.
Banyak wanita tak suka pakai celana.
Aku tak pernah bisa memakainya saat bekerja.
Benarkah? Mengapa?
Kami tak diperbolehkan memakai celana saat bekerja.
Kau bercanda?/Tidak.
Jika ada karyawati yang memakai celana,...
...bos akan menyuruhnya pulang untuk berganti.
Aku bilang pada bos bahwa itu normal.
Kau sungguh mengatakannya?/ Ya. Ini penting bagiku.
Kurasa dia terlalu banyak mau.
Dia pernah memintaku menjadi kekasihnya. Aku menolaknya, itu membuatnya gila,...
...lalu dia memindahkanku ke departemen lain.
Sesuatu sedang terjadi pada kita.
Kurasa begitu.
Philippe?/Ya.
Apa kau mencintaiku?
Aku mencintaimu, Rachel.
Ada tiga jenis cinta.
Cinta pernikahan, yang diinginkan semua orang. Yang kedua,...
...cinta gairah dan terakhir...
...kusebut cinta "pertemuan tak terhindarkan."
Kau tahu kita yang mana?/ Gairah./Tidak.
Tidak. Pertemuan tak terhindarkan.
Apa bedanya?
Gairah ada dalam tatanan sosial.
Pertemuan tak terhindarkan ada di luar tatanan sosial.
Itu tak cocok dengan kehidupan berlogika.
Dia memasuki hidup Ibu.
Aku tak pernah melihatnya begitu.
Mereka bertemu seusai jam kerja setiap hari.
Mereka pergi ke kamar yang disewa di Rue Grande.
Rachel, aku ingin memberitahumu sesuatu.
Sesuatu yang belum pernah kuberitahu pada siapa pun.
Kau bisa menyimpan rahasia?/ Tentu, kau bisa beritahu aku apa saja.
Aku pernah di penjara.
Apa yang kau lakukan?
Aku harusnya diposisikan di Aljazair,...
...tapi orang berpangkat tinggi mengintervensiku.
Mereka mengirimku ke Jerman.
Suatu malam aku kembali ke barak.
Aku bersama seorang gadis dan kami berkendara.
Aku melaju cepat dan...
...kami menabrak pejalan kaki.
Dia terlempar ke kap depan, dan aku tetap melaju.
Dia mati.
Berapa lama kau di penjara?
18 bulan.
Tak seorang pun membantuku.
Untungnya, Ayah menulis surat padaku setiap hari.
Dia tak ikut menghakimiku.
Jangan beritahu siapa pun, kau bisa berjanji?
Apa kau tahu mereka menyebutku apa di tempat kerja?
"Nona Steiner si pintu tertutup."
Quesera sera...
Selama ada Holcim
Bangun apa pun juga
Pasti sempurna.
Mueheheee...
Tahan napasmu.
Hampir./Ya, hampir.
Kau akan jalani seluruh hidupmu di Châteauroux?
Aku belum mengenalmu.
Apa kau akan menikah?
Entahlah. Kau?/ Aku? Tidak. Tentu saja tidak.
Aku ingin lakukan semua yang kuinginkan.
Kau tidak ingin menikah?/ Tentu saja tidak.
Apa kau tak ingin punya kekasih?
Ya, hanya sebatas itu.
Dengan orang sepertimu, aku tak bisa lakukan apa yang kuinginkan.
Mengapa berkata seperti itu?
Kau penuntut, Rachel.
Kau ingin selalu dimengerti.
Termasuk secara seksual.
Jika kau datang ke Paris, kita akan sering bersama.
Dan pekerjaanku?/ Kau bisa bekerja di Paris.
Aku akan minta dimutasi.
Akan kubantu kau mencari tempat tinggal.
Jika kau ingin menikah karena itu penting bagi seorang wanita,...
...aku takkan keberatan.
Maksudmu dengan pria lain?/ Tidak mungkin denganku.
Kau takkan cemburu?/ Tidak.
Rachel, ini menyenangkan, ayo.
Lihat.
Lihat wajahku!
Musim semi itu, atasan Ayah...
...membatalkan kontraknya sebagai penerjemah pada 30 April.
Dia membeli tiket kereta api untuk tanggal 2 Mei, pukul 2:30 siang.
Lihat!
Luar biasa.
Aku belum pernah melihat ini.
Sebelum 2 Mei, dia minta agar dibebastugaskan pada tanggal 1 Mei,...
...agar bisa bersama dengannya sebelum dia pergi.
Setiap berhubungan, Ayah selalu ejakulasi luar sesuai kesepakatan mereka.
Hari itu,...
...Ayah bertanya apa dia bisa melakukannya di dalam.
Ibu setuju.
Pikirkanlah untuk datang ke Paris./ Ya, aku akan memberitahumu.
Kemarin adalah hari terbaikku.
Rachel, aku senang menerima suratmu.
Aku suka mencium parfummu...
...meski pun aku merindukannya langsung dari kulitmu.
Aku ingin tanganmu yang panjang dan lembut...
...menyelinap padaku seharian. Itu membuatku bahagia.
Terima kasih untuk fotonya. Kita bertemu dengan cara baik.
Dari hatiku yang penuh cinta, Philippe.
Dia membalasnya.
Dia segera menulis surat untuknya.
Dia menulisnya selama beberapa minggu.
Dia ingin bertemu.
Dia hamil.
Dan dia menerima balasan dengan cepat.
"Aku tak bisa datang ke Chateauroux musim panas ini."
"Aku butuh liburan. Aku akan ke Italia."
Dia mengirim dua surat padanya.
Dari Milan dan Roma, membahas tentang indahnya kota itu,...
...tapi tak pernah dari negaranya sendiri.
Ayah menulis banyak tentang musim panas itu.
Dia meminta Ibu menemuinya.
Halo, Philippe.
Kau cantik.
Indah sekali.
Tunggu sampai kau melihat Villefranche-sur-Mer.
Ada sebuah kapel...
Sial!
Terima kasih.
Cantik./ Ini perhiasan fantasi,...
...tapi niatlah yang terpenting.
Dan niat kita baik.
Dah.
Di sini?/ Ya, tampaknya bagus.
Sudah?/Belum.
Kau suka?
Ya.
Kau sedang hamil, tapi itu takkan mengubah apa pun.
Kita berdua sepakat membesarkan bayi ini.
Bukan begitu?
Kau ingat?
Tentu saja.
Aku selalu bilang takkan menikahimu.
Aku selalu jujur padamu.
Benar bukan?
Kecuali jika kau kaya...
...aku mungkin bisa mempertimbangkannya.
Aku lahir pada 3 Februari 1959 di Chateauroux.
Di akte kelahiranku tertulis: "Chantal Steiner,..."
"...lahir tanpa Ayah."
Kau punya anak gadis yang cantik.
Chantal.
Dia menulis surat pada Ayah memintanya datang melihatku.
Dia menjawab melalui telegram:
"Maafkan aku, dalam kondisi ini aku tak mungkin datang."
Ayah datang lima bulan kemudian.
Lihat, Ayahmu datang.
Lihat.
Dia sangat kuat.
Terpelihara dengan baik./ Dia cantik, 'kan?
Selalu ceria.
Aku belum pernah melihat bayi yang begitu ceria.
Benar, kau cantik, Chantal sayang.
Mau menggendongnya?
Biar kucoba.
Tidak, aku tak bisa.
Ibumu terlihat kurang sehat. Masih soal pernapasannya?/Ya.
Ya, dia mudah lelah./ Beritahu Ayahmu keadaannya.
Aku ingin kau kemari untuk Chantal.
Hanya itu yang kumau.
Aku tak tertarik dengan uang.
Baiklah.
Akan kupikirkan, aku akan memberitahumu./Setuju.
Ayah hanya singgah satu hari.
Setelah beberapa minggu tanpa berita,...
...Ibu menulis surat lagi.
Suratnya dikembalikan, ditandai sebagai "Alamat Tak Dikenali".
Dengan kereta Ibu ke Paris dan pergi ke kantor pusat Michelin.
Silakan duduk.
Itu satu-satunya jalan yang Ibu tahu.
Silakan duduk, Nona.
Terima kasih telah menerimaku.
Ada yang bisa kubantu?
Namaku Rachel Steiner.
Aku dan putramu, Philippe, punya seorang gadis.
Chantal kecil./ Ya, aku tahu.
Dia mengatakan padaku bahwa dia tak merasa bertanggung jawab.
Tapi dia datang menemuinya.
Itu untukmu.
Aku kemari karena tak punya alamat untuk mengirim surat padanya.
Aku mengerti.
Tapi aku tak bisa berikan alamat tanpa persetujuannya.
Aku tak ingin mengganggunya, aku hanya ingin mengirimkan surat.
Kalau begitu,...
...bisakah kau mengirimkan surat ini padanya?
Akan kukirimkan.
Anggap saja beres.
Anakku memang takkan selamanya muda,...
...tapi seperti yang kau tahu, Nona, aku sendiri tak bisa mengubah keputusannya.
Aku mengerti situasi ini sulit bagimu.
Aku baik-baik saja, anakku baik-baik saja.
Aku hanya berharap anakku mengenal Ayahnya.
Beberapa minggu kemudian Ibu menerima surat singkat.
Kaki kecilmu...
Ayah tinggal di Strasbourg dan memberikan alamatnya.
Lihat!/Aku mau, Paman!
Aku mau, Paman.
Aku mau, Paman./ Kau juga?
Kemari, Chantal.
Ini dia! Terbang!
Hati-hati licin.
Ibu melihat satu di sana.
Meskipun tahun-tahun sudah berlalu,...
...Ibu selalu berharap aku akan menerimanya.
"Lahir tanpa Ayah" di akte kelahiranku.
Lepas.
Senyum. Ayo, senyum.
Senyumlah, gadis-gadis. Ajarkan juga ikan itu tersenyum.
Ibu masih berharap Ayah datang menemuiku.
Dia menulis surat terus- menerus untuk satu alasan itu.
Surat-suratnya hanya berisi: "Temui dia lagi."
Hai, Rachel./ Halo, Philippe.
Chantal, kemari, bertemu seseorang.
Kemari, sayang.
Dia Ayahmu.
Kemari, sayang.
Ini Ayahmu.
Ya, ini Ayah.
Halo, Chantal sayang.
Halo.
Saat aku berusia 4 tahun, kami berlibur di hotel di Gerardmer di Vosges.
Ayah tinggal selama sehari.
Kami menyewa perahu kayuh. Aku sangat senang.
Aku memanggilnya Ayah.
Seorang fotografer jalanan mengambil foto kami.
Agar memori itu tak hilang dari ingatanku,...
...Ibu menggandakannya.
Kita harus sering bertemu./ Akan kucoba. Pekerjaanku banyak.
Dan aku juga butuh waktu untuk diriku sendiri.
Sampai jumpa, Chantal./ Sampai jumpa.
Ibu menerima surat kecil dari Ayah.
Ibunya bunuh diri.
Terjun dari lantai empat.
Seusai makan siang, dia menolak diajak jalan-jalan.
Mereka sedang melintasi halaman saat tubuhnya jatuh di depan mereka.
Ibu menulis surat bela sungkawanya.
Ibu tak pernah menyesali apa pun, meski aku tahu hasrat terbesarnya.
Dan sekarang dia tetap baik-baik saja.
Ibu menang./Sial!
Sayangku, begitulah hidup. Lihat kartu Ibu.
Kau tidak lapar lagi, 'kan?/ Tidak.
"Delphine dan Marinette mengeluarkan sapi-sapi itu dari gudang..."
"...membawa mereka merumput di padang rumput."
"Jangan khawatir..."/Sayang.
Biarkan nenekmu istirahat, dia kelelahan.
Tapi kami baru mulai./ Ibu mohon.
Ayo.
Aku tak menyangka.
Semua akan baik-baik saja.
Jika kita bersama semua akan baik-baik saja.
Kedua Nenekku meninggal pada tahun yang sama.
Surat-menyuratnya dimulai lagi.
Menjelang akhir tahun, Ibu mengirim satu surat.
"Aku ingin kalian berdua bertemu. Aku benar-benar ingin."
Ibu sangat memikirkan kalimat itu.
"Aku ingin kalian berdua bertemu. Aku benar-benar ingin."
Dia menulisnya karena suatu alasan.
"Aku ingin kalian berdua bertemu."
"Aku benar-benar ingin."
Mempertemukan kami berdua.
Waktu pun berlalu.
Semuanya berubah.
Ibu kehilangan Nenek, dan aku tumbuh dewasa.
Ibu menerima balasan.
Dia mengumumkan kedatangannya.
Apa bertemu dengannya tidak menyakitimu?/Tidak.
Tidak, aku bisa mengatasinya. Ini demi Chantal.
Agar dia mengenali Ayahnya.
Hello./Halo.
Chantal, ini Ayahmu./ Halo.
Kenapa kau menjual tempat ini?
Bangunannya sudah tua. Butuh banyak perbaikan.
Aku butuh kamar mandi sendiri karena Chantal mulai dewasa.
Aku sudah pesan di Cité St Jean. Menurutku di sana lebih baik.
Seperti apa rumahnya?
Kompleks perumahan baru, di pinggir kota, dekat pedesaan.
Kita tak punya taman di sana.
Tidak, sayang. Kita tak selalu bisa memiliki apa yang kita mau.
Ibumu benar, dengarkan dia.
Rachel, ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu.
Apa?
Aku akan menikah.
Dia sedang hamil, jadi kami harus cepat.
Kau tahu sudut pandangku tentang pernikahan.
Ayahnya sangat persuasif.
Dia masih sangat muda.
Jerman, di Hamburg.
Ayahnya seorang dokter. Mereka sangat kaya.
Keluarga berada dan menyenangkan.
Mereka suka musik.
Orang Jerman dengan derajat bagus.
Ayahnya sangat keras.
Tapi di dalam...
...dia sangat menyenangkan.
Aku akan menikahi wanita Jerman./Mengapa?
Karena orang Jerman seperti orang Jepang.
Mereka suka merawat pria mereka.
Karena banyak pria tewas selama perang...
...wanita Jerman kini suka memanjakan pria.
Itu menyenangkan.
Suatu hari kau akan menyadari bagaimana perasaanmu untukku.
Itu akan jadi hari yang menyedihkan.
Malam ini kau tidur di kamar Ibu.
Besok pagi kau harus pergi.
Aku tak ingin melihatmu lagi./ Aku masih sama.
Aku tidak berubah meski akan beristri.
Dengannya ibarat masa depan.
Denganmu...
...berbeda.
Spesial.
Kau juga merasakan itu, 'kan?
Rachel.
Itu takkan mengubah apa pun.
Ayolah.
Pergi.
Pergi!
Sampai jumpa, Chantal./ Sampai jumpa, Ayah.
Sampai jumpa, Rachel.
Jaga diri kalian.
Ibu.
Ibu baik-baik saja?
Kenapa Ibu menangis?
Rachel, ada apa?
Pria bedebes./ Apa yang terjadi?
Gaby, kau tahu.../ Masuklah.
Kenapa hidupku sesulit ini?
Dia akan menikah.
Brigitte!
Sepupumu ada di sini. Ajak dia bermain di luar.
Chantal.
Kami akan merawat Ibumu.
Lihat, ini seperti pasir.
Halus dan lembut.
Kita bisa menjualnya.
Kita bisa jadi toke pasir.
Kita akan menjualnya. Banyak uang dan kaya!
Ya, kita akan sangat kaya.
Aku akan kumpulkan lebih banyak.
Yang banyak!/ Banyak!
Itu kenyataan pahit baru dalam hubungan mereka.
Ayah membuka luka baru untuknya.
Dan Ibu punya perasaan baru juga untuk Ayah.
Ibu memilih pergi.
Kita akan bahagia tinggal di sini, sayang.
Setidaknya kita tidak tinggal di luar negeri.
Kita akan punya banyak tetangga./Ya.
Kau lupa lingkaran kecil "O".
Itu bukan "O", tetapi nol. Itu berbeda.
Sudah?
Sebuah RSJ baru dibuka di Gireugne, dekat Châteauroux.
Lembaga Revolusioner memutus hubungan dengan RSJ lokal.
Bangunannya tanpa jendela, tidak ada pakaian pasien khusus,...
...dan melarang keras menggunakan kata "gila".
Posisi sekretaris sedang kosong, Ibu kemudian melamar posisi itu.
Ruang psikiater, Dr. Baqueni.
Dia diterima./ Ruang psikolog.
Lalu ruang pertemuan. Pidato sangat penting di sini.
Hai!
Suzanne, asisten kita.
Karyaku membuat mereka tertarik. Aku bertemu psikiater, psikolog,...
...piscoanalistas.
Aku berbincang dengan mereka. Aku belajar banyak hal.
Masa kanak-kanak yang menyenangkan.
Bagus sekali.
Matahari itu indah, sangat besar.
Apa itu kau?
Tidak, ini gadis lain.
Yang ini?/Itu Ayahnya.
Ayah gadis itu atau Ayah gadis lain?
Ayah gadis itu.
Ibu senang semua berjalan dengan baik.
Kau menggambar keluarga lagi?/Ya.
Dia menunjukkan gambarmu pada Ibu.
Kau menggambar gadis bersama ayahnya, itu bagus.
Ya, aku menggambar keluarga.
Ya, tapi selain gadis kecil dan Ayahnya,...
...kau juga harus menggambar Ibunya.
Gambarlah sebuah keluarga yang lengkap.
Gambar Ayahnya. Seperti Ayahmu, dia ada.
Aku lupa, tapi aku ingat baju itu.
Kau suka baju itu.
Kau tak mau memberinya pada sepupumu meski sudah tak muat untukmu.
Lihat yang ini.
Di sini juga ada.
Ini dia.
Ayahmu juga ada di sini. Ini ketika kami berlibur di Nice.
Di mana aku?
Kau masih di perut Ibu.
Apa foto Ibu juga ada saat liburan itu?/Ya.
Lihat, ini Ibu.
Ibu terlihat hamil.
Tidak, kau masih berusia tiga bulan, belum muncul.
Aku bisa melihatnya.
Itu adalah liburan yang indah.
Kami makan makanan laut. Ayah membelikan Ibu bros kuda laut.
Yang bermata hijau?/ Ya, yang itu.
Apa Ibu juga memberi Ayah hadiah?/Ya.
Kami saling mencintai.
Kami sangat menginginkanmu. Terutama Ayahmu.
Lantas mengapa Ayah tak tinggal dengan kita?
Tidak semua anak tinggal bersama Ayahnya.
Chantal!
Sayangku.
Kau cantik, biar Ibu bawakan./ Sampai jumpa!
Bagaimana di sana?
Venesia sangat indah.
Biayanya mahal, tapi sepadan./ Tidak!
Kau hanya perlu pikirkan sekolahmu.
Jika nanti aku kembali ke sana, apa Ibu akan ikut?/Kita lihat saja.
Ibu tak mengerti bahasa Italia./ Semua pedagang berbahasa Prancis.
Itu kota yang fantastis.
Ibu akan menyukainya, Ibu harus melihatnya.
Di sana ada istana terapung.
Apa ada yang seperti Chateauroux?
Aku akan tinggalkan kota ini./ Mungkin selamanya kau akan di sini.
Aku akan pergi, Bu. Lihat saja.
Aku akan bawa Ibu juga. Kita akan melihat New York bersama.
Kita akan keliling dunia./ Baiklah.
Aku janji.
Cantik./Kau suka?/Ya.
Ada lagi.
Tunggu.
Pakailah./Sangat lembut.
Bagus.
Cocok untukmu.
Kombinasi yang bagus.
Biru lebih cocok./ Biar Ibu lihat.
Klinik Gireugne, ada yang bisa saya bantu?
Rachel?
Aku harus memberitahumu sesuatu.
Ada apa, Nicole?
Ayah gadismu menelepon kantor Jamsostek. Dia mencarimu.
Aku bilang padanya kau tinggal di Gireugne.
Dia bilang akan meneleponmu.
Dia akan segera menelepon, aku hanya ingin beritahu itu.
Halo?
Halo, Rachel. Ini Philippe.
Apa kabar?
Baik, bagaimana denganmu?
Kabarmu baik? Bukankah RSJ sulit?
Tidak, sebaliknya, sangat baik.
Sudah lama... Aku tak ingat...
Mereka tak memeriksaku, Philippe. Aku sudah bekerja di sini.
Ya./Ya.
Aku tak menyadarinya./Ya, aku sudah bekerja di sini selama lima tahun.
Sebagai Sekretaris, aku menyukainya.
Aku tak mendengar suara Ayah selama tujuh tahun.
Meski pagi itu Ibu membentaknya: "Pergi!"...
...kemarahannya seketika mereda saat itu juga.
Aku tak habis pikir.
Banyak perubahan.
Kami pindah rumah.
Aku lulus tes mengemudi pada percobaan pertama.
Luar biasa, kau hebat./ Terima kasih.
Kau terdengar bahagia.
Ya, bisa dikatakan begitu. Aku sangat bahagia.
Aku sering memikirkanmu.
Siapa yang mau lagi?/ Aku, Bibi, sangat lezat.
Aku juga mau./ Sabarlah.
Jangan berebut.
Kau juga mau?/ Tentu saja.
Ini ambil satu.
Kalian rakus.
Kuharap aku bisa pergi ke Paris.
Kau punya banyak waktu untuk itu.
Aku ingin membawa Ibu. Kami terbiasa libur bersama.
Ini bukan liburan, hanya akhir pekan.
Dia pergi menemui Ayahmu.
Benarkah? Mengapa tak mengajakku?
Tanya sendiri pada Ibumu.
Ini masalah orang dewasa.
Kau makan semuanya? Bisa beri aku sedikit?
Tidak mau.
Ayolah.
Jangan marah.
Sayang?
Hadiah dari Ayahmu.
Apa ini?/Ibu tak tahu.
Tunggu.
Ayo lihat.
Lihat, ini Brasil.
Ayahmu memberitahu Ibu: "Tunjukkan padanya Brasil."
Ada apa dengan Brasil?/ Entah. Mungkin karena luasnya.
Rusia lebih besar.
Ibu tidak tahu, Chantal. Kenapa kau tak menulis surat saja padanya?
Chantal sayang,...
Ayah senang menerima surat indahmu.
Catatan sekolahmu sangat bagus.
Yang paling bagusnya kau sangat peduli.
Sekolah adalah salah satu kegembiraan hidup yang hebat,...
...dan Ayah terkesan kau memahaminya.
Jika bersedia, Ayah ingin suratmu yang lain.
Ceritakan yang kau lakukan di kelas dan permainan apa yang kau mainkan.
Ayah juga akan bercerita, jadi kita akan cari kecocokan saat nanti bertemu.
Kenapa Brasil? Karena di sana ada masa depan yang cerah.
Sepertimu, penerima globe.
Ayah.
T
R
A
N
S
L
A
S
I
O
L
E
H
:
S
A
P
U
T
R
A
N
A
I
N
G
G
O
L
A
N
Masuk.
Hai!
Apa perjalanan kalian menyenangkan?/Ya.
Senang melihatmu./ Aku juga.
Chantal, sayang.
Sudah lama.
Aku ingin tunjukkan Strasbourg, tapi sebaiknya kita makan siang dulu.
Sauerkraut yang enak di kafe resto stasiun,...
...atau di resto terbaik di Italia.
Italia bagus./ Sempurna.
Cumi-cumi Romawi Sangat enak.
Ini focaccia. Cobalah.
Sepertinya enak.
Boleh pakai jari?/ Silakan.
Ayah sering kemari?
Ya, hanya tempat ini yang menyediakan makanan Romawi.
Karena Roma adalah kota favoritku.
Kau pernah ke Roma?/ Puluhan kali.
Sesering itu?/ Tak terlalu jauh.
10 jam dari Paris.
Terbang lebih cepat, tapi kurang seru.
Kereta juga akan membuaimu dan tertidur mulai Prancis.
Lalu terbangun di Italia.
Kau akan melewatkan keseruannya.
Roma adalah kota seribu menara lonceng.
Aku tidak tahu itu.
Akan ada lebih banyak yang kau tak tahu./Apa saja?
Apa yang kau suka dari Venesia?/Segalanya.
Gondola, salurannya. The Plaza de San Marcos.
Ayah tak terkejut kau suka Venesia. Ayah suka Italia.
Ayah ke sana dua kali setahun.
Ayah luar biasa.
Aku tak tahu bahwa Ayah sangat fantastis.
Itu alasan Ibu tak memilih yang lain.
Aku tak pernah bicara dengan orang sepintar dan segila Ayah.
"Gila?"
Ibu tak tahu bahasa Roma, tapi Ibu tidak bodoh.
Aku mirip dengannya, bukan?/Ya.
Kami punya warna rambut yang sama,...
...dan tangan yang sama.
Lihat, kami punya Ibu jari yang sama.
Bentuknya sama. Persis sama.
Kami punya selera yang sama, meskipun belum pernah bersama.
Apa dia Rasul?/ Yang di atas sudah sangat tua.
Tahap usia keempat setelah kanak-kanak, remaja dan dewasa.
Berbunyi setiap seperempat jam.
Dan itu lonceng kematian.
Luar biasa. Dia sangat cerdas.
Aku ingin memberitahumu, kami akan pindah ke Reims tahun depan.
Itu bagus.
Aku memikirkan...
...jika kau sudah akrab dengannya, aku ingin menulisnya atas namamu.
Itu akan baik, sebagai awal baru baginya.
Anda gigih, Rachel.
Aku akan memikirkannya.
Itu dimulai ketika dia memasuki kamarku.
Aku menikmati hari ini.
Aku juga./ Hati-hati berkendara.
Sampai jumpa, Chantal. Nikmati sisa liburanmu.
Bisa membimbingku? Ambil ini.
Ibu./Ya?
Ada surat untukmu.
Apa isinya?/Tunggu.
Ibu diterima.
Urutan pertama!
Urutan pertama, Bu! Apa Ibu melihatnya?
Tidak, Ibu belum lihat.
Belum, sayang./ Dari 538 kandidat.
Dia menulis surat pada Ayah.
Keberangkatan kami sudah dikonfirmasi.
Apa dia mau mengakuiku agar bisa mendaftar dengan nama baru?
Dia menolaknya.
Maaf, Rachel.
Aku tak bisa mengakui Chantal. Itu ide buruk./Apa?
Tapi kau sudah menemui pengacaramu. Hampir selesai.
Chantal bukan bagian dari keluargaku.
Aku takkan bisa menghadapi mertuaku.
Aku senang bersama kalian dan aku akan lakukan apa saja.
Tapi tidak yang satu ini.
Philippe, kau sudah setuju. Kau sudah menuliskannya.
Apa maksudmu?/ Kubilang akan memikirkannya.
Apa-apaan ini?
Apa menurutmu adil jika dalam aktanya tertulis "Lahir tanpa Ayah"?
Kau Ayahnya!
Kau bisa saja mengakuinya, hanya itu!
Tidak.
Apa?/Kau ingin masuk ke dalam keluargaku.
Ini tentang Chantal, bukan aku! Aku tak ingin apa-apa darimu!
Hanya demi Chantal!/ Tidak!/Diam!/Jangan berteriak!
Chantal hanya butuh Ayahnya mengakuinya sebagai putri. Hanya itu.
Mustahil mengubah namanya setelah berusia 14 tahun.
Itu hanya akan membingungkannya.
Kami akan tinggalkan kota.
Kami takkan beritahu orang-orang tentang kisah kami!
Kepalaku sakit. Jangan berteriak.
Aku tidak berteriak.
Chantal mengagumimu.
Kau dan dia memiliki banyak kesamaan. Dia akan senang memiliki namamu.
Apa yang akan kau katakan saat nanti bertemu dengannya?
Apa? Bahwa kau berubah pikiran?
Chantal ingin mengenalku, bukan memiliki namaku!
Aku akan menyurati dia untuk menjelaskannya./Tidak!
Tidak, beritahu dia sekarang!
Katakan langsung padanya!/ Jangan egois.
Mudah untukmu tapi tidak untukku!
Hal sesederhana itu saja tak bisa kau pikirkan!
Mereka berdebat sepanjang malam.
Keesokan harinya, mereka ke sekretariat pendaftaran.
"Lahir tanpa Ayah" menghilang dari akte lahirku.
Sejak saat itu, namaku Chantal Arnold.
Bagaimana menurutmu?/ Yang mana?/Ini.
Lumayan. Kau membuat "A" besar, tapi garis di bawahnya harus kecil.
Penghasilanmu akan lebih sedikit daripada saat di Gireogne.
Kau takkan bisa beli apa pun./ Jangan lancang.
Aku tahu nama yang dia inginkan./Apa?
Dia ingin menjadi Brigitte Bonnefoy./Benarkah?
Astaga, Emilie, cukup.
Dia sedang jatuh cinta.
Hentikan. Tidak lucu.
Itu agak...
Bonnefoy... Brigitte Bonnefoy.
Baiklah.
Hati-hati berkendara.
Kami akan kembali./Kapan?/ Aku tak tahu, mungkin saat Paskah.
Kami pindah ke Reims selama libur Natal.
Ibu ditugaskan ke apartemen di sebelah perumahan sosial.
Kesan pertama tidak begitu buruk.
Kita taruh bunga di balkon.
Kita bisa percantik tempat ini.
Bukan begitu, sayang?
Akhir Februari, Ayah datang menemui kami di Reims.
Dia menjemputku dari sekolah.
Ibu, Ayah ada di sini.
Halo, Philippe.
Selamat sore, Rachel. Kau terlambat.
Sekarang aku Kepala Departemen.
Ada wanita lain saat ujian.
Dia sangat marah karena tak mendapat pekerjaanku.
Dia menyulitkan. Aku lelah.
Aku yakin kau bisa.
Ibu.
Mau ciuman kecil?
Kau akan punya banyak teman.
Aku sudah baca semua suratmu.
Aku ingin bertemu Ayah saat itu.
Mau kubantu, Bu?/ Tidak, terima kasih.
Aku mau tidur./Baik.
Selamat malam, sayang./ Malam.
Selamat malam.
Aku akan kirimikan 150 franc setiap bulan.
Anggap sebagai bagianku.
Bagian apa?
Semacam tunjangan. Untuk Chantal.
Apa itu cukup?/ 150 franc itu banyak./Bagus.
Akan kukirimkan setiap bulannya.
Aku juga ingin memberitahumu,...
...kau pernah meminta hadiah untuk Chantal saat di Châteauroux.
Dengan kecerdasan dan kepekaan yang dimilikinya,...
...aku senang kau meminta itu.
Benarkah? Terima kasih.
Aku suka Chantal. Dia penuh rasa ingin tahu.
Ya, selalu sangat ingin tahu.
Aku ingin merawatnya lebih dari sebelumnya.
Aku ingin mengajaknya berakhir pekan melihat pameran...
...atau mengunjungi Paris.
Apa kau keberatan?/ Tentu saja tidak.
Itu luar biasa. Aku menyukainya.
Bisa beri aku waktu menanyakannya?/Tentu saja.
Ada apa, sayang?
Ada apa?
Ada apa? Apa yang terjadi?
Apa?
Tidak ada.
Bukan apa-apa.
Kenapa kau seperti ini?
Aneh melihat kalian tidur bersama.
Itu yang membuatmu jadi seperti ini?
Aku tahu...
Normal bagi Ibu dan Ayah tidur bersama.
Tapi aku tak terbiasa.
Ibu juga tak terbiasa.
Tapi selain sebagai Ibu, aku juga seorang perempuan.
Kau mengerti maksud Ibu?
Ya.
Aku mengerti.
Akhir pekanmu menyenangkan, sayang?
Aku ingin mengingat semua yang Ayah katakan.
Aku bisa belajar banyak dengan tinggal bersamanya.
Ibu senang semua berjalan baik.
Dia semakin sering menemuiku. Dia menjemputku dari sekolah.
Dia juga membawaku pada Minggu malam atau Senin pagi.
Ibu ditinggal sendiri sepanjang minggu.
Saat di rumah, aku langsung ke kamar sampai makan malam.
Kami semakin jarang bicara.
Justru lebih sering berdebat.
Memang apa masalahnya?
Tapi itu benar.
Ini bukan keluarga.
Kita keluarga meski hanya dua orang. Lalu apa kita ini?
Ini bukan keluarga.
Kau tak bisa memaksaku bahwa ini keluarga.
Aku berpikir sebaliknya.
Kau benar!/ Mengapa jadi masalah?
Aku berhak mengatakannya.
Kita hanya seorang Ibu dan putrinya. Hanya itu.
Dua orang saja bukanlah keluarga!
Sudah jelas, dan jangan mulai menangis!
Apa yang terjadi?/ Apa maksudmu?
Ny. Steiner, darah rendah muncul karena ada sebabnya. Pakai baju Anda.
Bagaimana nafsu makan Anda?
Normal. Aku jarang lapar.
Bagaimana tidur Anda?
Aku sering kelelahan tapi sulit tidur.
Sulit tidur,...
...apa itu sepanjang malam?
Tidak teratur.
Aku terbangun di jam tak tentu.
Apa Anda mengidap insomnia?
Terkadang, tidak sering. Dua atau tiga kali seminggu.
Ny. Steiner, sesuai pemeriksaanku sebagai dokter,...
...Anda menunjukkan gejala depresi.
Tidak, dokter, aku bukan orang seperti itu.
Tidak perlu malu. Itu bisa terjadi pada siapa saja.
Apa saat ini waktu Anda sedang sulit? Di tempat kerja atau di rumah?
Ya...
Lumayan sulit.
Sesulit apa tepatnya?
Berbagai hal.
Itu dimulai sejak kami pindah.
Kami kehilangan koneksi, hanya koneksi keluarga, tapi itu penting.
Aku tak punya siapa-siapa...
...untuk dikunjungi atau ditelepon.
Terkadang aku butuh teman bicara./Tentu.
Aku membesarkan putriku sendirian.
Memang menyenangkan, tapi...
...tak selalu mudah.
Bagian mana yang tidak mudah?
Dia hampir tak mengenal Ayahnya sejak kecil.
Baru-baru ini, mereka kembali berhubungan.
Mereka selalu bersama di akhir pekan.
Itu bagus, tentu saja.
Tapi rumit.
Seberapa rumit?
Ayahnya pintar dan memberi pengaruh banyak padanya.
Meski secara pribadi...
...dia tak pernah berkontribusi atas hidup putriku.
Beberapa hari kemudian, lewat koran lokal,...
...ada iklan kecil menarik perhatian Ibu.
"Pengoleksi barang antik membentuk sekelompok pertemanan."
Ini tempatmu?/ Taman rahasiaku.
Ibu menghadiri beberapa kali pertemuan.
Sebuah kelompok dengan tujuh atau delapan orang.
Seorang wanita Flemish lajang dan dua anak perempuan,...
...seorang karyawan asuransi yang tertarik pada budaya yang penuh teori,...
...seorang insinyur kimia pembuat deterjen.
Franck berasal dari Mauritius, usianya 30 tahunan.
Cantik, bukan?
Akan kuambil gambarmu.
Tempatnya sempurna./ Tidak, aku malu./Ayo.
Berdiri di sana.
Baiklah.
Lihat padaku.
Terima kasih.
Sudah lama menggeluti fotografi?/Tiga tahun.
Ini hobi, aku menikmatinya.
Aku mengembangkannya.
Aku punya studio sendiri. Aku bisa tunjukkan padamu.
Boleh, terima kasih.
Awalnya aku tak kenal siapa pun di sini.
Lewat pertemuan Régis, Aku mulai mengenal Reims.
Saat ini juga waktu sulit bagi kami. Tapi sekarang sudah lebih baik.
Halo, sayang. Sekolahmu lancar?
Silakan ambil.
Terima kasih.
Selamat datang di Reims!
Tanpa busa.
Kue ini terlihat enak.
Kau masih SMA?/ Tahun pertama.
Mari angkat gelas untuk Rachel...
...yang akhirnya menjamu kita di rumahnya.
Untuk Rachel.
Dan untuk Chantal.
Menyenangkan, bukan?
Franck pria baik.
Franck?/Tipe mestizo. Ibu suka pria semacam itu.
Tapi dia bersama Amandine, yang memakai gaun.
Ibu tak bermaksud apa-apa.
Tidak sopan menyindir orang tua.
Tapi jika dia tertarik, mengapa tidak.
Ayah mengundangku selama seminggu di Strasbourg.
Anak-anaknya, yang tak mengenalku, ada di Maroko bersama Ibu mereka.
Apartemennya kosong.
Ibu menjemputku dari stasiun.
Chantal!
Ada apa?
Apa yang terjadi?
Apa terjadi sesuatu?
Ini sulit.
Apanya yang sulit?
Dia sulit.
Ceritakan.
Dia memarahiku karena tak menyimpan susu setelah sarapan.
Dia bicara seperti membenciku.
"Kau tak tahu bahwa susu bisa menjadi asam?"
"Apa kau tak tahu itu? Apa kau idiot?"
Dia mengatakan hal-hal buruk.
Dia berteriak sangat keras.
Apa Ibu bisa bayangkan itu?/ Ya, Ibu bisa.
Dan sesuatu yang lain terjadi./Apa?
Setelah makan siang, kami akan pergi berkendara.
Aku senang bersamanya.
Aku mengharapkannya setiap hari.
Aku keluar kamar mengikutinya, kututup pintu,...
Dia melihat kuncinya tertinggal di dalam.
Dia mulai menuduhku tak menutup pintu yang lain.
Aku tak sopan dan kasar. Itu bukan rumahku, itu rumahnya.
Itu bukan salahmu. Kau tahu kalau di sana tak ada kunci, 'kan?/Ya.
Tapi dia bilang itu salahku.
Dia bilang, saat ada di rumah orang lain,...
...jangan keluar sebelum pemiliknya keluar.
Aku tahu, ini masalah kesopanan. Aku sudah minta maaf,...
...tapi dia berkata: "Berhentilah menangis seperti anak kecil!"
Itu karena aku menangis.
Bagaimana akhirnya?
Dia memanggil tukang kunci. Harganya mahal.
Dia bilang itu salahku dan kemudian membanting pintu.
Jangan pernah ke sana lagi./ Tidak. Tidak akan.
Tidak lagi.
Hai!
Hai, Bu./ Hai, Rachel.
Terima kasih telah mengantarku.
Kalian bertemu di kota?/ Benar.
Aku akan ke kamar.
Terima kasih telah mengantarnya. Mau kopi?
Boleh.
Kami tak melihatmu belakangan ini./Benar.
Kami melihat pameran fotografi indah.
Pemandangan alam dunia. Luar biasa./Benarkah?/Ya.
Akan kuberitahu letaknya, agar kau bisa bergabung.
Silakan.
Terima kasih.
Dengar, Chantal tidak di rumah Florence semalam. Dia di rumahku.
Bagaimana bisa?/ Dia menghabiskan malam di rumahku.
Kami sudah berkencan sejak beberapa hari lalu.
Aku mengantarkannya pulang sembari ingin memberitahumu.
Kini aku sudah tahu.
Bagaimana dengan Amandine?/ Kami berakhir. Aku tak bisa dengannya lagi.
Benarkah? Ternyata aku salah tentangmu.
Ibu juga pernah punya pacar saat berusia 16 tahun.
Namanya Charlie, sudah Ibu ceritakan.
Ibu bisa mengerti./ Mengerti apa?
Mengerti bahwa...
...kau sedang jatuh cinta, punya kekasih.
Franck bukan pacarku, Bu, dia teman.
Tidak seperti Charlie-mu.
Beberapa bulan kemudian,...
...Franck menelepon Ibu di kantor dan mengajaknya bertemu.
Ada apa?
Chantal tak tahu kita bertemu. Ini inisiatifku sendiri.
Dia tak tahu soal ini. Aku ingin bicara denganmu./Ya.
Ada apa?
Dia seharusnya tak pernah bertemu Ayahnya.
Kenapa?
Karena...
...dia telah dilecehkan selama ini.
Dia menyodomi putrimu.
Maaf sudah lancang, tapi kurasa tak ada jalan lain.
Rachel, kau mengerti yang kukatakan?
Apa Ibu mengganggu?/ Tidak.
Ada apa, Bu?
Tidak ada.
Ibu tak mengatakan apa-apa.
Malam itu, Ibu terserang infeksi saluran tuba.
Suhu badannya naik menjadi 41 derajat.
Ibu.
Ibu?
Dia dirawat di RS selama 10 hari.
Aku tak pergi ke Strasbourg.
Aku memutuskan semua hubungan dengan Ayah.
Chantal, Ayah selalu penuhi semua keinginanmu.
Ayah akan hormati segala keputusanmu.
Jika kau mengatakannya pada Ibumu,...
...itu akan jadi pisau yang tertancap di jantung Ayah selamanya.
Dan takkan mudah sembuh.
Kekecewaan Ayah sama besarnya dengan sukacita bertemu denganmu.
Mengenalmu membuat Ayah bahagia.
Tapi sekarang Ayah merasa bersalah terhadapmu.
Mungkin suatu hari nanti kau akan menyadari bahwa kau menyakiti Ayah.
Ayah doakan semua cita-citamu tercapai.
Ayah.
Berkumpullah.
Hembus lilinnya.
Ya! Bravo!/Bravo!
Ada apa sayang?
Chantal, ada apa?/ Ada apa, sayang?
Hidupmu akan tetap indah.
Hidumu tetap indah.
Kehidupan masih menunggumu di depan sana.
Hidupmu masih panjang. Sini.
Sudah.
Sampanye untuk ulang tahun ke-16-mu.
Ambil. Selamat Ulang Tahun.
Ibu...
...aku mencintaimu.
Dua bulan telah berlalu,...
...aku selalu mencoba menulis surat ini untukmu.
Tapi sulit bagiku.
Aku selalu menangis.
Aku tak tahu bagaimana jadinya.
Mungkin aku takkan menuliskannya lagi.
Kuharap Ibu masih mencintaiku.
Tentu saja...
...kau masih Ibuku.
Chantal.
Toma./Kau mau, Alain?/Ya.
Dari mana belinya? Sepertinya enak.
Tempat yang diusulkan Cédric.
Toko itu punya kue yang luar biasa.
Aku tak pernah bisa menolak hidangan lezat.
Kalian senang tinggal di sini?
Tempat ini tampaknya membawa perubahan baik./Kami beruntung.
Kami temukan tempat penitipan anak./Ya, bagus.
Jangan kencing padaku.
Berikan.
Syukur kita bawa bolu. Dia menyukainya.
Sangat menggemaskan.
Kau baik saja? Kau terlihat pucat.
Ya.
Akhir-akhir ini aku kurang tidur.
Ibu./Ya?
Ayah ada di RS.
Baiklah.
Ibu tak ingin tahu dari mana aku tahu?
Ibu tak suka membicarakan tentang dia.
Tapi aku ingin membicarakan tentang dia.
Istrinya menelepon memberitahuku.
Dia kenapa?
Alzheimer.
Katanya sudah kronis.
Ayahnya mengidap penyakit yang sama.
Benarkah?/Ya.
Dia tak suka menyaksikan Ayahnya kehilangan akal sehat.
Arnold pernah sangat pintar, tapi kini tak ada yang tersisa.
Apa Ibu tak takut itu akan menimpaku?
Aku merasakan sesuatu.
Tidak, Ibu tak peduli. Maaf.
Ibu harus bagaimana? Kelakuan Ayahmu dulu,...
...membuat hati Ibu beku.
Kau haus, sayang?
Kucing kecilku.
Jangan khawatir, minumlah.
Memang tidak enak, tapi ini bagus.
Kucing itu sakit.
Bawa saja ke dokter hewan./ Tidak.
Dia penuh kuman./ Tidak, dia bersih.
Ayo ke kamar.
Rachel, kau tak berencana memeliharanya, 'kan?
Memangnya kenapa?
Baik.
Dari Chantal.
Ayahnya meninggal.
Mengapa tak memberiku teleponnya?/ Dia menolaknya.
Apa Chantal baik saja?/ Dia baik-baik saja.
Aku harus meneleponnya./ Tidak, teleponlah nanti.
Tidak, dia akan bilang aku tak pernah ada untuknya.
Dia membutuhkanku./Rachel. Dia tak ingin bicara denganmu.
Jika kau meneleponnya, kau akan terus menangis.
Nanti saja.
Oke?
Oke.
10 tahun lalu,...
...saat aku di Museum Rodin bersama suamiku, tiba-tiba...
...kami bertemu Chantal bersama Ayahnya.
Kemudian...
...mereka memasuki ruangan.
Hai, Rachel.
Bertahun-tahun tak melihatnya, tapi...
...selain ubannya, dia masih tampak sama.
Kami saling menyapa secara normal.
Seolah tak terjadi apa-apa.
Ayah Chantal sepertinya tak nyaman.
Chantal bahkan membuat lelucon.
Kemudian kami berpisah. Itu berlangsung sekitar dua menit.
Sampai jumpa.
Mungkin dia menemui Ayahnya untuk memperbaiki hubungannya,...
...tapi entahlah./ Tanyakan padanya.
Tidak.
Aku tak kuasa menanyakan hal semacam itu padanya.
Aku akan marah. Bahkan dia akan lebih mengerikan.
Aku tak bisa.
Kau takut pada amarah putrimu?
Ya.
Berhenti, Camille.
Aku akan tinggalkan Cédric. (Suaminya)
Mengapa?
Aku butuh sesuatu yang lain.
Aku suka Cédric, tapi tak bisa lanjut.
Apa maksudmu tak bisa lanjut?
Aku tak mencintainya. Aku mungkin butuh dia,...
...tapi aku tak mencintainya. Tak pernah kurasakan.
Mungkin cukup dengan menyukainya tanpa harus mencintainya.
Kau tak bahagia dengannya?/ Aku bahagia, tapi tak cinta.
Aku tak bisa menahannya.
Aku tak suka situasi ini.
Aku butuh perubahan.
Apa ini tak bisa diubah?/ Tidak, kurasa tidak.
Jika kau yakin...
Kenapa Ibu tak pernah menerima apa yang kukatakan?
Ibu selalu menganggap remeh segala hal.
Aku harusnya tak memberitahumu, Ibu selalu menentangku.
Bukan itu. Cédric selalu ada untukmu.
Apa akan ada orang lain yang mengerti kau sebaik dia?
Itu yang Ibu khawatirkan.
Tak bisakah kau memikirkannya?/Cukup!
Ibu selalu saja mematahkan semangatku.
Usiaku 33 tahun, tak bisakah aku mengatur hidup sendiri?
Setidaknya biarkan kucoba.
Dia sahabatku.
Tahun-tahun berikutnya kami semakin jauh.
Yang di belakang?/ Bukan, itu Charlotte.
Beban berat seperti membebani kepalaku.
Mereka semua mirip. Kau cantik.
Aku berhenti memanggilnya Ibu.
Yang di belakang?
Maaf, aku tak bisa.
Aku tak bisa terus berpura-pura seperti ini.
Kita tak berpura-pura./ Ya, dan itu melelahkanku.
Kita sudah tak saling bicara,...
...dan aku sudah tak tahan.
Jadi kumohon, aku ingin kau pergi.
Ibu.
Kau ingin makan malam dengan Nenekmu? Maaf, Ibu tak bisa.
Ibu tak bisa.
Tidak masalah, Ibu mengerti.
Sampai jumpa besok./ Ya, Nek.
Jangan nakal.
Sampai jumpa besok.
Nenek akan tinggal di mana?/ Entah. Mungkin di hotel.
Di mana pun itu, terserah dia.
Ibu berhenti meneleponku.
Dia takut pada reaksiku.
Untuk berbagi kabar tanpa ingin menggangguku, dia mengirimkan SMS.
Bulan-bulan berlalu dan kami tetap tak bicara.
Kau baik-baik saja?
Ini aku, Rachel./ Rachel.
Sayang.
Senang melihatmu.
Kau akan pergi lama?
Tidak, hanya ke perpustakaan, paling lama satu jam.
Chantal? Kau baik-baik saja?
Selamat malam, Bu. Semua baik-baik saja.
Aku hanya ingin menyapa.
Ibu senang kau menelepon, sayang. Ibu mengkhawatirkan Camille.
Dia baik-baik saja. Kenapa sekhawatir itu?
Ibu tak tahu. Ini memang konyol.
Dia di rumah Ayahnya.
Aku senang mendengar suaramu.
Ibu juga senang kau menelepon.
Bagaimana kabar Alain?
Ibu mendapat hasil tesnya kemarin.
Dokternya hebat.
Pengobatannya berjalan dengan baik.
Semua berjalan baik.
Tapi dia mulai melupakan banyak hal.
Seperti memilih antara penyakit atau amarah.
Kau tetap bersamanya?/ Ibu harus apa?
Ibu harus tetap bersamanya.
Apa ada yang pernah mengunjungimu?
Gaby pernah datang.
Setelah Alain sakit, Ibu akui Ibu merasa sedikit kesepian.
Kita kesepian.
Jauh di lubuk hati, kita semua kesepian, Bu.
Tapi terkadang kita membohongi diri.
Tapi di sana ada Alain bersamamu.
Dia masih di sana.
Ya, itu benar.
Aku belum pernah melihatnya seperti itu.
Bagus kalau kau memberitahuku, itu membuatku merasa lebih baik.
Yang terjadi selanjutnya adalah kejutan.
Perasaan lama yang pernah hilang, muncul kembali.
Ibu datang ke Paris.
Saat itu musim panas.
Aku belum berjumpa Ibu dalam lima tahun.
Ini Ibu dan Charlie.
Ibu masih menyimpannya.
Ibu selalu bilang bahwa Ibu tak suka Charlie.
Tapi ini...
...aku melihat seorang pria muda tampan...
...dengan senyum indahnya.
Dia tampan.
Menurutmu Ibu jelek?/ Aku serius.
Charlie tampan.
Dia sangat baik.
Apa Ibu ingin tahu pendapatku setelah melihat gambar Charlie?
Apa?
Ibu lebih memilih bertemu dengan orang jahat.
Bertemu Ayahku.
Aku berharap Charlie-lah yang jadi Ayahku.
Boleh aku bertanya sesuatu?
Tentu saja.
Kenapa Ibu tak menyadarinya?
Ya, Ibu buta.
Percayalah, Ibu menyesalinya.
Ibu sangat menyesalinya./ Coba ingat, apa alasannnya?
Dia tak percaya lagi pada kita./ Maksud Ibu?
Setiap kau ada di rumah, kau selalu kesal pada Ibu.
Ibu pikir itu salahku karena dia tak sayang lagi pada kita.
Ibu dibutakan oleh hal itu.
Ibu pikir kau muak dengan Ibu.
Ibu pikir kau tak ingin melihatku karena kau tak mencintaiku lagi.
Ibu sungguh berpikir begitu?/Ya.
Apa Ibu tahu?
Kurasa ini hanya masalah logika. Logika sederhana.
Ini bukan masalah pribadimu atau pribadinya.
Ibu tak pernah dianggap.
Kita jelas tak pernah dianggap.
Sosial, terencana, disengaja, terorganisir.
Termasuk padaku.
Ibu tak paham maksudmu.
Ibu ada di dua dunia berbeda.
Dunia Ibu sendiri dan dunia orang asing.
Ibu kesepian, miskin dan seorang Yahudi.
Tapi Ibu cantik, beda dari gadis lain. Hanya itu yang dia lihat.
Tujuannya hanya untuk membuat Ibu kalah.
Itu hanya soal penaklukan sosial.
Ibu dikalahkan secara sosial.
Tapi Ibu justru menuntut soal statusku "Lahir tanpa Ayah."
Ibu tak suka, Ibu rasa itu tak adil.
Jika dia memberikan namanya, Ibu akan menjadi sama dengan dia.
Ibu bersikeras dia mau menjadi Ayahku secara resmi.
Tapi itulah faktanya.
Statusku akan berubah, aku akan jadi putrinya.
Kau memang putrinya./ Maka?
Itu akan bertentangan dengan logikanya.
Aku bisa apa?
Dia memegang prinsip bahwa tidak salah jika seorang Ayah meniduri putrinya.
Dia tak mempedulikan itu. Bukan dia orangnya.
Seolah-olah dia bukan Ayahku dan aku bukan putrinya.
Aku orang lain.
Sama denganmu, kita ada dalam kelas sosial berbeda.
Menurutmu begitu?/ Ya, begitu. Aku yakin.
Mungkin.
Kalau begitu, dia telah melakukan hal mengerikan.
Yang dia lakukan padaku adalah mencoba membuatku membencimu.
Agar bisa membenci seseorang, kau harus permalukan mereka.
Apa yang bisa membuat Ibu malu?
Bagaimana pendapat Ibu jika ada di posisi...
...Ibu dari seorang gadis yang Ayahnya tega melakukan kekejian seperti itu?
Apa alasan Ibu mencintainya?
Ibu mencintainya.
Terkadang tak butuh alasan untuk mencintai.
Begitulah adanya.
Dia mengubah hidup Ibu dan Ibu tak bisa hidup tanpa dia.
Dan saat dia memutuskan pergi, Ibu harus tetap melanjutkan hidup.
Kita bertahan karena alasan tertentu.
Dan hidup kita belum berakhir.
Kau cantik, Bu. Sungguh.
Berlebihan.
Aku berkata jujur.
Beberapa hari kemudian,...
...Ibu mengirimkan email yang isinya pendapat Ibu tentangku.
Mengajakku bangkit.
Meninggalkan perasaan benci di masa lalu,...
...agar membuang dan melupakannya.
Di dunia ini, segalanya akan segera lenyap dan sirna.
Jika tetap ingin jatuh dalam reruntuhan dan keterpurukan,...
...atau tetap membawa jejak kelam dari masa lalu dalam hidup,...
...itu akan sangat disayangkan.
A
AL
ALI
ALIH
ALIH B
ALIH BA
ALIH BAH
ALIH BAHA
ALIH BAHAS
ALIH BAHASA
ALIH BAHASA:
ALIH BAHASA: S
ALIH BAHASA: SA
ALIH BAHASA: SAP
ALIH BAHASA: SAPU
ALIH BAHASA: SAPUT
ALIH BAHASA: SAPUTR
ALIH BAHASA: SAPUTRA
ALIH BAHASA: SAPUTRA N
ALIH BAHASA: SAPUTRA NA
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAI
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAIN
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAING
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGG
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGO
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOL
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLA
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN p
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN pu
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN pui
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puis
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisi
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisis
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisa
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisap
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisapu
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaput
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputr
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputra
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputran
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputrana
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranai
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranain
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranaing
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranaingg
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggo
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggol
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggola
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.b
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.bl
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blo
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blog
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogs
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogsp
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspo
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.c
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.co
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.com
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.com
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.com
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.com
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.com
ALIH BAHASA: SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.com
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.