Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SUB by VIU Diselaraskan oleh @gongju_nunim untuk NEXT ver
"Tokoh, tempat, dan peristiwa yang berkaitan dalam serial ini"
"Bukanlah fakta sejarah, tapi fiksi"
"Episode 4"
Ada apa?
Bukan apa-apa.
Yang Mulia.
Aku terkejut Anda tidak ada selagi aku pergi.
Aku keluar mencari udara segar karena merasa sesak.
Kenapa tidak menyuruh seseorang mengawal Anda?
Aku akan tuangkan teh hangat untuk Anda.
Yang Mulia.
Malam ini aku tidak membutuhkannya.
Aku sudah mendapatkan kehangatan yang cukup dari luar.
Ke mana Anda pergi
selagi aku pergi?
Aku pergi ke toilet.
Toilet?
Memanggil pelayan kapan pun aku harus buang air itu merepotkan.
Aku pasti akan meminta mereka melayaniku di lain waktu.
"Ambilkan aku pispot." "Ambilkan aku toilet raja."
Aku akan memintanya bahkan untuk buang gas.
Kamu sudah terbiasa dengan kehidupan di istana?
Kurang lebih begitu.
Bagaimanapun, ketidaktahuan membuat kita berani.
Jangan sampai lengah.
Sebagian orang bisa menyadari
Raja telah berubah dan bersikap berbeda.
Kamu mengutus agar Tuan Yoo diasingkan
dan menyelamatkan anjing pemburu itu semaumu.
Raja tidak pernah melakukan hal semacam itu.
Kamu yang lebih dahulu lengah, bukan aku.
Apa maksudmu?
Seseorang mengincar nyawaku selama perburuan hari ini.
Kenapa baru sekarang kamu mengatakan ini?
Kapan kamu akan memberitahuku
bahwa nyawaku bisa terancam?
Aku mempertaruhkan nyawaku saat kembali,
tapi tidak pernah bilang mau mati sia-sia.
Jika kamu menipuku lagi, aku tidak akan tinggal diam.
Baiklah.
Kapan pun membutuhkanmu sebagai umpan,
aku pasti akan mengingatkanmu.
"Hari ini kamu akan mati." Bagaimana?
Itu keinginanmu?
Itu jauh lebih baik daripada ditipu.
Ini salahku.
Aku teralihkan, mengejar Tuan Jinpyeong.
Aku akan memberi tahu Raja dan dihukum atas kelalaianku.
Itu bukan prioritasmu saat ini.
Kamu harus mencari tahu dahulu siapa penembak panah
yang mengincar Raja.
Selagi mengejar Tuan Jinpyeong,
aku diserang oleh panah dan kehilangan dia.
Aku yakin Tuan Jinpyeong dalang di balik siasat ini.
Kita tidak boleh memberitahukan asumsi kita kepada Raja.
Kita membutuhkan bukti.
Aku akan memeriksa tempat pembuatan anak panah ini dahulu.
Berhati-hatilah. Jangan sampai tepergok.
Baik, Tuan.
Kasim Cho.
Aku ingin minta tolong.
Silakan.
Bisakah kamu mengajariku cara membaca huruf Mandarin?
Apa? Huruf Mandarin?
Di acara perburuan,
aku berhasil lolos dengan keterampilanku,
tapi tidak akan sama di tempat ini.
Aku butuh senjata untuk melindungi diriku.
Sekeras apa pun aku memikirkannya,
solusinya hanya mempelajari cara membaca dan menulis.
Tapi aku tidak berpengalaman dalam mengajari orang lain.
Mungkin sebaiknya meminta bantuan Ketua Sekretaris Kerajaan.
Kamu tahu yang akan dia katakan.
"Omong kosong."
Sudah jelas.
Aku tidak berniat membaca semua ini.
Ajari aku satu per satu secara perlahan.
Untungnya, ingatanku tajam.
Saat masih kecil, aku mempelajari huruf Korea dari penjahit.
Aku mempelajari semuanya dengan cepat.
Baiklah.
Terima kasih.
Apa ini?
Ini buku yang baru-baru ini dibaca oleh Raja.
Dia membaca semua buku ini?
Dia membaca sepanjang hari. Terkadang, hingga larut.
Seorang raja harus selalu belajar.
Aku memintamu mengajariku membaca dan menulis, tapi bukan begini.
Kita tidak ada waktu untuk memulai dari dasar.
Aku akan menerjemahkan buku ini dalam bahasa Korea.
Anda bisa mulai mempelajari
arti setiap huruf Mandarin.
Bagaimana?
Tidak bisa begini. Ini terlalu...
Mari kita mulai dengan "Puisi Klasik."
Kasim Cho.
Aku memintamu mengajariku satu per satu secara perlahan.
"Hujan lebat turun di Kuil Kijang yang indah."
"Hujan lebat turun di Kuil Kijang yang indah."
"Lalat yang berisik hinggap di pohon hazel."
"Orang licik bicara tanpa henti."
"Mereka memecah belah orang-orang."
"Kamu tidak mau beristirahat di bawah pohon dedalu?"
Yang Mulia, aku akan menyeduh teh untuk Anda.
"Jangan akrab
dengan orang yang berbahaya."
Apa yang dia lakukan?
Dia ingin mempelajari cara membaca dan menulis.
Kalau begitu, aku akan menyuruhnya berhenti.
Tidak, biarkan saja.
Raja tidak akan kembali ke istana untuk sementara waktu?
Tugasmu
bukanlah memperkirakan waktu Raja akan kembali,
tapi mengawasi dia.
Baiklah.
"Kamu tidak mau beristirahat di bawah pohon dedalu?"
"Saat aku melewati jalan itu,
dedalu tumbuh subur."
"Karena aku berniat kembali,
salju..."
Ya.
"Hanya ada salju dan hujan es."
"Kemajuanku lamban dan aku haus
serta lapar."
"Hatiku sakit dan hancur,
tapi tidak ada yang tahu."
Kakak.
Astaga, aku kehabisan napas.
Ha Seon. Gantikan aku.
Aku kelelahan.
Astaga.
Ayolah, Gab Soo.
Kamu sudah lelah?
Sepertinya kamu menua dan tidak berguna.
Apa katamu? Kamu sudah selesai? Berani sekali.
Apa aku salah?
Dal Rae, apa kakak salah?
Kakak kejam karena mengatakan itu.
Alasan Gab Soo yang malang menua dengan cepat
karena dia harus menafkahi kita.
Gab Soo yang malang. Kamu bahkan belum menikah.
Apa katamu?
Aku akan menghajar kalian.
Kembali kemari!
Gab Soo.
Yang Mulia.
Yang Mulia, ada apa?
Kasim Cho.
Bisakah kamu membantuku?
Aku hendak makan bubur kacang merah
saat kastanya terpental dari api dan mengenai mataku.
Macan berlari seperti ini.
Dal Rae, lihatlah wajahku.
Macan berlari dengan mata memar
saat terpeleset kotoran anjing dan terjatuh.
Aku terus berguling sampai tiba di sungai. Dal Rae.
Bisakah kamu melihatku?
Kumohon, Dal Rae.
Kondisimu harus membaik sebelum Ha Seon kembali.
Ini sangat menyesakkan.
Tidak apa-apa.
Dia takut pada orang asing.
Kami berutang banyak padamu.
Semoga kami tidak menginap terlalu lama.
Sekalipun hanya untuk sehari, kuharap kalian bisa santai.
Terima kasih.
Ini burung pegar.
Kupikir ini
kuil yang melayani Buddha.
Benar. Kalian Buddha yang harus kulayani.
Apa?
Omong kosong apa itu?
Permisi.
Adakah pelacur bernama Woon Shim di sini?
Ya. Jika ini kunjungan pertamamu, kamu tidak bisa menemui dia.
Aku tidak perlu bertemu lama dengannya.
Aku hanya perlu menyerahkan ini kepadanya.
Ketua Sekretaris Kerajaan. Anda baru pulang kerja?
Sudah bertahun-tahun kita berpisah
tanpa menentukan waktu untuk berjumpa lagi.
Aku menulis surat lagi dan berharap mendengar kabar orang lain.
Selamat datang, Tuan.
Kenapa kamu terus menulis surat
padahal tidak pernah dibalas?
Karena kita tidak pernah tahu yang akan terjadi kelak.
Harapan tanpa akhir sama seperti penyakit.
Sudah saatnya menyerah.
Kamu telah melemah.
Apa yang terjadi pada pria murah hati
yang sangat disukai oleh Tuan Gil?
Akrab membuat kita terluka
dan berpisah membuat kita sedih. Itulah kehidupan.
Sudah saatnya juga kamu menyerah, Woon Shim.
Ratu ingin bertemu dengan Anda.
Aku memakai keterampilan payahku untuk Anda dan Raja.
Indah sekali.
Pasti menyenangkan jika punya keterampilan.
Lagi pula, Anda penjahit istana selama sepuluh tahun.
Anda pasti bisa menjahit dengan lihai.
Aku bisa bekerja sebagai penjahit selama 20 tahun
dan tetap tidak bisa membuat sulaman seindah ini.
Selir Kerajaan, bisakah kamu memberiku kiat kapan-kapan?
Kapan pun Anda mau, Yang Mulia.
Minumlah sebelum tehnya dingin.
Ada apa?
Panggil tabib kerajaan.
Baik, Yang Mulia.
Seon Hwa Dang pingsan setelah minum teh bersama Ratu?
Apa Ratu baik-baik saja?
Ya.
Ratu dan selir lain baik-baik saja.
Hanya Seon Hwa Dong yang sakit.
Dia seperti habis menelan baja.
Apa yang terjadi?
Yang Mulia Raja datang.
Ratu.
Yang Mulia.
Kenapa berdiri di sini?
Penasihat Negara Bagian Kiri ada di dalam dan aku menunggu.
Penasihat Negara Bagian Kiri?
Yang Mulia.
Yang Mulia, selamat datang.
Silakan masuk, Yang Mulia.
Jangan memaksakan diri untuk duduk.
Aku merasa terhormat, Yang Mulia.
Apa masalahnya?
Aku harus memeriksa dengan saksama,
tapi sepertinya dia keracunan tumbuhan beracun.
Tumbuhan beracun?
Yang Mulia, selama berhari-hari,
aku demam dan sakit perut.
Aku menahan sakit tanpa tahu penyebabnya,
tapi sekarang aku tahu pasti.
Apa ucapannya benar?
Dia memang mengalami gejala ini.
Selain itu, kondisinya memburuk
setelah meminum teh bersama Ratu.
Belum dipastikan apakah teh itu beracun.
Aku akan meminta minumannya tadi dibawa kemari.
Lakukan pemeriksaan dengan saksama.
Perbedaan apa yang akan terjadi dengan memeriksa teh itu?
Tidak perlu melakukan ini.
Apa maksudmu?
Dayang Cho,
tunjukkan kepada Raja.
Apa...
Apa ini?
Ini bukti bahwa
seseorang berusaha mengutukku.
Ada saksi
yang melihat seseorang menaruh ini di ruanganku.
Beritahukan semua yang kamu lihat kepada Raja.
Pada hari itu ada gerhana bulan.
Aku dalam perjalanan pulang
saat melihat seseorang mengubur benda itu.
Siapa dia?
Dayang Park.
Periksa lagi sebelum menjawab.
Kamu yakin melihat Dayang Park malam itu?
Ya, Yang Mulia.
Aku melihat wajahnya.
Yang Mulia, aku telah dituduh.
Percayalah bahwa aku tidak bersalah.
Yang Mulia,
kumohon.
Ungkaplah orang yang mengutus untuk memberiku kutukan maut
dan hukum siapa pun dia sepenuhnya.
Abaikan saja.
Tapi Ratu bisa saja dituduh.
Mana bisa aku tidak bertindak?
Bagaimana jika itu benar?
Bagaimana jika Seon Hwa Dang benar-benar korban?
Istana Dalam adalah tempat para wanita Raja,
keluarga mereka, dan partai,
terus saling melawan guna mendapatkan kekuasaan.
Satu langkah yang salah akan menghasilkan pertumpahan darah
dan insiden yang menantang takhta.
Itulah sebabnya, daripada memihak satu orang,
Raja selalu sebatas mengamati.
Aku tidak mengerti.
Kamu ingat dua cara untuk bertahan di istana ini?
Ya.
Injak semua orang dan hancurkan mereka selamanya
- atau abaikan mereka selamanya. - Benar.
Hal yang bisa dan harus kamu lakukan adalah tidak acuh.
Hanya itu pilihanmu.
Tapi, Tuan...
- Tangkap Dayang Park. - Baik.
Kalian salah orang. Bukan aku pelakunya!
Lepaskan aku!
Kumohon...
Dayang Kim, kamu mengenalku.
Kamu harus percaya kepadaku.
Aku tidak pernah melakukan hal semacam itu kepada Seon Hwa Dang.
Jangan berhenti sampai dia menyebutkan siapa pengutusnya.
Baik.
Kumohon, jangan.
Jangan...
Yang Mulia.
Dayang Park belum menyebutkan siapa pun meski terus disiksa.
Yang Mulia...
Aku harus bicara dengan Raja.
Ratu akan terancam
jika Dayang Park tidak bicara?
Apa maksudmu?
Sebagai pelayan istana, kami terikat selamanya pada majikan.
Kami bertugas menuruti perintah majikan tanpa syarat.
Jika Dayang Park tidak mau menyebutkan siapa pun,
semua orang akan berpikir
dia bungkam atas perintah Ratu.
Yang Mulia, kumohon.
Ungkaplah siapa yang mengutus untuk memberiku kutukan maut
dan hukum siapa pun pelakunya secara menyeluruh.
Yang Mulia, ada apa?
Aku tidak bisa.
Aku harus kembali.
Namun, Anda jauh-jauh kemari...
Yang Mulia!
Jika kamu melemparnya di sana,
siluman tidak akan mengabulkan keinginanmu.
Yang Mulia.
Jika bukan begitu,
kamu hanya membuangnya?
Yang Mulia, ada perlu apa kemari?
Aku mengikutimu setelah melihatmu pergi dari ruanganku
tanpa menemuiku.
Kamu pasti ingin mengatakan sesuatu.
Kenapa tidak melakukannya?
Seperti yang Anda lihat,
aku hendak memohon agar Anda percaya aku tidak bersalah.
Tapi bayangan menemui Anda
membuatku takut.
Aku takut Anda akan meragukan ucapanku.
Aku percaya kamu tidak bersalah.
Sejak awal aku tidak pernah meragukanmu.
Itu membuatku semakin takut.
Akankah Anda mengaku
percaya kepadaku, tapi memilih tidak memihakku?
Soal itu...
Ratu.
Itu saja sudah cukup.
Untuk saat ini sudah cukup
aku mendengar Anda bekata bahwa Anda percaya kepadaku.
Berilah aku waktu.
Aku akan mencari cara untuk menyelamatkanmu dari ini.
Aku kembali terkagum melihatmu mengatasi masalahmu.
Tidak ada yang bisa mengalahkan uang di dunia ini.
Tiga kali sehari.
Overdosis bisa mematikan.
Sembunyikan ini di ruangan Dayang Park.
Jangan lupa. Dosisnya tiga kali sehari.
Meracuni Seon Hwa Dang sangatlah penting.
Dia tamak, tapi naif.
Andai kita memberitahukan kebenarannya kepadanya,
kebohongannya tidak akan bertahan lama.
Kupikir
kamu mempertimbangkan dia sebagai ratu yang baru.
Aku punya banyak keponakan yang cantik dan patuh.
Ada tugas lagi untukmu.
Singkirkan Dayang Park.
Itu tidak penting. Kenapa harus melakukannya?
Ratu yang meracuni selir
dan membunuh pelayan setianya.
Itu akan menjadi pembenaran yang sempurna untuk petisi.
Kirimkan ini ke biro pemerintah di setiap provinsi.
Baik, Tuan.
Kamu sudah menemukan sumber anak panah itu?
Aku mendatangi pandai besi di ibu kota dan kota di dekat sini,
tapi tidak ada yang membuat anak panah seperti itu.
Aku juga memeriksa anak panah pejabat istana dan Tuan Jinpyeong.
tapi tidak ada yang sama.
Kurasa ini tidak akan mudah.
Sekarang kita harus bagaimana?
Sudah ada tiga percobaan pembunuhan Raja.
Selama ini Dewa membantu Raja,
tapi kita tidak bisa mengandalkan keberuntungan soal keselamatannya.
Awasi setiap tindakan Tuan Jinpyeong dan pejabat istana.
Segera melapor kepadaku jika kamu menemukan hal mencurigakan.
Baik, Tuan.
Akan ada pertumpahan darah.
Hal itu mungkin tersebar ke seluruh Istana Dalam.
Beri tahu aku jika ada hal yang harus kuketahui.
- Tuan Jinpyeong. - Ya, Yang Mulia.
Aku akan mengurus masalah internal.
Lakukan saja tugasmu.
Jangan hanya bicara tanpa membawa hasil
seperti acara perburuan tempo hari.
Aku akan mengingatnya.
Apa perintah Anda, Yang Mulia?
Lanjutkan.
Orang lain mungkin melihatmu.
Makanlah.
Terima kasih.
Pujilah aku di hadapan Ibu Suri.
Aku akan bungkam
soal perbuatanku kepada Ratu.
Mintalah dia agar tidak cemas...
Kenapa...
Terima kasih atas kerja kerasmu.
Beristirahatlah dengan tenang dengan rahmat Ibu Suri.
Kenapa kamu tega melakukan ini?
Kenapa...
Kenapa kamu tega...
Yang Mulia, sudah saatnya tidur.
Tidak bisa begini.
Anda mau pergi ke mana?
Dayang Park meninggal tadi malam?
Ya, Yang Mulia.
Aku takut mengatakan ini kepada Anda.
Bagaimana kejadiannya?
Jika dia disiksa sampai mati,
aku tidak akan memaafkanmu.
Raja dan Yang Mulia ada di istana ini.
Aku tidak mungkin berani melakukan hal semacam itu.
Aku tidak yakin, tapi sepertinya seseorang meracuni dia
agar bungkam selamanya.
Yang Mulia.
Seseorang membunuhnya untuk menjebak Ratu.
Itu pendapatmu.
Orang lain berpikir Ratu mengutus agar dia dibunuh
untuk mencegah dia mengatakan kebenarannya.
Yang Mulia, Opsir Jang ingin menemui Anda.
Biarkan dia masuk.
Yang Mulia, kami menemukan penyebab kematian Dayang Park.
- Dia diracuni? - Ya.
Dengan racun yang juga membunuh dayang yang menyantap kudapan Anda.
Kamu yakin?
Aku sudah memeriksanya tiga kali agar yakin.
Aku sangat yakin.
Apa Ibu Suri mendalangi ini semua?
Dalangnya mungkin bukan orang yang membunuh Dayang Park.
Ibu Suri juga punya rahasia.
Kini dia punya cara agar tidak menanggung kesalahan.
Sepertinya orang itu mendapat bantuan untuk berkuasa.
Kamu tidak membunuh Dayang Park?
Apakah Ratu pelakunya?
Bukan, Tuan.
Saat aku menyampaikan kabar itu, sepertinya dia tidak tahu.
Benarkah?
Situasinya semakin menarik.
Jadi,
sudah saatnya kalian bertindak.
- Baik, Tuan. - Baik, Tuan.
Yang Mulia. Kematian mendadak Dayang Park
menandakan bahwa Ratu telah mengaku.
Dahulu para ratu
yang cemburu dan menyiksa selir kerajaan
telah dilengserkan.
Ambillah keputusan yang tepat untuk menjaga kehormatan istana.
Yang Mulia. Biro Sensor mempertimbangkan untuk mengajukan
petisi kepada Anda agar Ratu dilengserkan.
Jika Anda menunda terlalu lama,
para cendekiawan dan bangsawan juga akan mulai mengajukan petisi.
Cepat atau lambat, itu bisa mengancam otoritas Anda.
Yang Mulia, terimalah permohonan kami.
- Terimalah permohonan kami. - Terimalah permohonan kami.
- Terimalah permohonan kami. - Terimalah permohonan kami.
- Terimalah permohonan kami. - Terimalah permohonan kami.
- Terimalah permohonan kami. - Terimalah permohonan kami.
- Terimalah permohonan kami. - Terimalah permohonan kami.
Beri aku waktu.
Aku akan mencari cara untuk menyelamatkanmu dari ini.
Paman, katakan sekali lagi.
Paman bilang apa?
Dalam rapat yang akan diadakan lusa,
para menteri akan meminta agar Ratu dilengserkan.
Aku harus segera memesan baju baru.
Tidak, aku pasti tampak pucat. Haruskah aku minum obat dahulu?
Dayang Cho.
Dayang Cho, di mana kamu?
Apa dia begitu senang?
Kamu sudah menyiapkan petisi yang ayah minta?
Petisinya sudah siap.
Ketua Sekretaris Raja akan mencegah mereka menemui Raja.
Kita harus bagaimana?
Tidak masalah.
Lupakan Ketua Sekretaris Kerajaan.
Ayah akan menyerahkan petisi itu langsung kepada Raja.
Kali ini kita harus mendapatkan persetujuannya.
Minta para cendekiawan bersiap untuk berlutut sebagai protes.
Baik, Ayah.
Ae Yeong, jangan menangis.
Aku begitu bodoh.
Yang Mulia, aku akan pergi ke ruangan Raja
dan menanyakan keadaannya saat ini kepada pelayannya.
Jangan pergi.
Yang Mulia.
Kunjungi keluarga Dayang Park begitu fajar tiba.
Untuk apa?
Dia meninggal sebagai penjahat,
tapi dia melayaniku dengan baik selama bertahun-tahun.
Ibunya sudah tua.
Pergilah begitu fajar tiba dan sampaikan belasungkawaku.
Anda begitu baik hati.
Berani sekali seseorang menjebak Anda.
Pasti ini rumahnya.
Siapa kamu?
Ini rumah Dayang Park?
Aku dari istana.
Ibu Suri yang mengutusmu?
Kali ini dia mengutus orang lain.
Apa?
Ya, semua orang sibuk.
Tunggu sebentar. Aku akan mengambilnya.
Baiklah.
Ibunya Dayang Park mengira Ibu Suri yang mengutusmu
dan memberimu surat dan gulungan ini?
Ya.
Karena merasa janggal, aku memberikan uang dari Anda
dan membawa ini kemari.
Siapa yang melakukan ini?
Lihatlah sendiri.
Baiklah.
Ini surat.
"Ibu Suri, sesuai perintah Anda,
aku melakukan sihir di ruangan Ratu."
Gulungan berisi kutukan dari dukun sakti itu
dikubur di bawah bangunan.
Kamu harus membayar lebih untuk itu.
Target sihir Dayang Park adalah kamu,
bukan Seon Hwa Dang?
Ya.
Kita mungkin bisa memakai ini untuk membersihkan namamu.
Yang Mulia, ada saksi dalam insiden Seon Hwa Dang.
Ini tidak akan cukup untuk membersihkan namaku.
Ini tidak bisa menyelamatkan aku,
tapi bisa berguna bagi Anda.
Jangan cemaskan janji Anda kepadaku
dan pakailah ini demi kepentingan Anda.
Tidak, kita harus membuktikan bahwa kamu tidak bersalah dahulu.
Aku akan melakukannya. Tunggulah aku sebentar lagi.
Ketua Sekretaris Kerajaan Lee!
Di mana Ketua Sekretaris Kerajaan Lee?
Yang Mulia.
Ada perlu apa kemari?
Ada urusan mendesak?
Ini.
Lihat ini.
Bagaimana menurutmu?
Ini bagus.
Ini sudah cukup untuk menyingkirkan Ibu Suri.
Raja akan senang.
Apa?
Apa maksudmu menyingkirkan Ibu Suri?
Kubawa ini kepadamu untuk bertanya apakah ini bisa menyelamatkan Ratu.
Keselamatan Raja adalah hal utama.
Entah kapan Ibu Suri akan menyerang lagi.
Dia harus disingkirkan lebih dahulu.
Bagaimana dengan Ratu?
Kamu tidak peduli yang akan terjadi kepadanya?
Aku sudah menjelaskan peraturan di sini.
Maksudmu "Untuk mendapatkan satu, kita harus kehilangan satu"?
Dalam kasus tertentu, puluhan atau ribuan orang
harus dikorbankan demi menyelamatkan satu orang.
Sial. Apa gunanya jubah atau kekuasaan ini
jika semua pikiran orang dipenuhi kekejian?
Tidak ada sedikit pun kemanusiaan di sini!
Kenapa aku mendengarkan kamu
padahal itu keputusan Raja?
Tapi...
Aku akan mengajak Raja kembali. Bersiaplah untuk pergi.
Kita harus membuktikan bahwa kamu tidak bersalah lebih dahulu.
Aku akan melakukannya. Tunggulah aku sebentar lagi.
"Ibu Suri, sesuai perintah Anda,
aku melakukan sihir di ruangan Ratu."
"Ibu"
"Suri"
Yang Mulia, ada perlu apa selarut ini?
Yang Mulia, Raja datang!
Yang Mulia, sikapmu cukup tidak sopan.
Apa ini?
Dayang Park pasti melalui
banyak kesulitan dalam membuat itu.
Itulah alasan dia menulis surat ini kepada Anda
dan meminta uang tambahan sebagai imbalan.
"Ibu Suri, sesuai perintah Anda..."
Lakukan perintahku.
Panggilkan orang yang membunuh Dayang Park.
Jika Anda menurut, aku akan memaklumi insiden ini.
Jika Anda tidak mau menurut, aku akan memberi tahu istana
dan menyuruh Penasihat Negara Bagian Kiri melengserkan Anda.
Yang Mulia,
kamu bersusah payah untuk menyelamatkan Ratu.
Silakan beri tahu istana.
Tidak ada yang perlu kurahasiakan.
Sekalipun ditemukan lebih banyak bukti di ruangan Dayang Jang?
Waktu Anda dua jam. Setelah itu, semua akan di luar kendaliku.
Sial!
Yang Mulia, Anda akhirnya datang?
Yang Mulia?
Yang Mulia, apa yang terjadi?
Yul
terus berbisik di telingaku.
Yang Mulia...
Kenapa Anda seperti ini?
Kumohon, jangan lakukan ini.
Apa yang harus kulakukan?
Apa yang harus kulakukan?
Aku ingat saat pertama memasuki istana ini.
Anda berusia 16 tahun.
Seorang gadis lajang yang manis memasuki gerbang.
Aku seakan-akan sendiri, padahal tidak.
Kamu selalu menemaniku.
Aku diberkati dengan putraku, Pangeran Gyeongin,
tapi kebahagiaan itu tidak bertahan lama.
Aku kehilangan ayahku
dan putraku yang berharga.
Andai bukan karena kamu, aku tidak mampu menahan penderitaan itu.
Mengingatnya saja membuatku merinding.
Selama ini aku hidup dengan berkat dari Anda, Yang Mulia.
Aku juga merasa terhormat
bisa mati demi Anda.
Saat akhirnya menghancurkan Raja dan membalaskan dendamku,
aku pasti akan memakamkanmu dengan layak.
Yang Mulia,
hingga Anda berhasil membalaskan dendam Anda,
semoga Anda selalu sehat.
Yang Mulia, aku kemari untuk mengakui kesalahanku
dalam perintah Ibu Suri.
Bicaralah.
Tepatilah janji Anda kepadanya lebih dahulu.
Penasihat Negara Bagian Kiri Shin.
Ayah, apa maksudnya?
Ayah membakar sarang kelinci
dan akan menangkap rubah juga.
Ketua Sekretaris Kerajaan Lee bilang akan datang bersama Raja
sebelum pertemuan istana.
Kenapa dia lama sekali?
Penasihat Negara Bagian Kiri Shin ingin menemui Anda, Yang Mulia.
Yang Mulia.
Biarkan dia masuk.
Yang Mulia.
Ibu Suri telah terbukti lalai
dalam bertugas sebagai ibu.
Kesalahannya sungguh keji
hingga bakti Anda sebagai anak tidak akan menerimanya.
Aku tidak bisa mengabaikan ini sebagai pelayan setia Anda.
Karena itu aku kemari
untuk menuntut pelengseran Ibu Suri.
Mohon pertimbangkan.
Jika Anda mencemaskan istana dan penolakan cendekiawan,
aku akan maju
dan membantu Anda memperkuat keadilan.
Ini kesempatan Anda untuk mengakhiri dendam lama Anda.
Jangan melewatkannya.
Kamu tidak hanya menyuruhku lengserkan Ratu yang tidak bersalah,
tapi juga Ibu Suri?
Ini keinginanmu?
Menjadikanku putra yang paling memalukan dalam sejarah?
Yang Mulia.
Aku tidak berniat melakukan itu.
Selama pemberontakan terakhir, aku mendampingi Anda tanpa senjata
dan lututku diserang yang hingga kini belum sembuh.
Anda tahu insiden semacam itu.
Bagaimana Anda bisa tidak memahami saran setiaku?
Aku yakin Ketua Sekretaris Kerajaan Lee berusaha memisahkan kita.
Cukup!
Dayang Jang dinyatakan bersalah,
tapi itu tidak berkaitan dengan Ibu Suri.
Selain itu, pengakuan Dayang Jang
membuktikan bahwa Ratu tidak bersalah.
Aku juga tidak akan lagi menuduhnya.
Itu sudah ditetapkan. Pergilah!
Untuk sementara Pelengseran Ratu tidak akan menjadi masalah.
Aku tidak paham alasan Raja memutuskan tidak menuduh Ibu Suri.
Dia pasti tidak ingin dianggap sebagai raja yang tidak bermoral.
Bukankah begitu, Penasihat Negara Bagian Kiri Shin?
"Ibu Suri, sesuai perintah Anda."
"Aku melakukan sihir di ruangan Ratu."
Yang Mulia, apa harapan Anda?
Aku ingin melihatmu tersenyum ceria.
Itulah harapanku.
Jangan tersenyum seperti itu.
Jangan tersenyum.
Kasim Cho.
Lihatlah ini.
"Terima kasih, Kasim Cho"
Sekarang bukan saatnya untuk ini.
Ketua Sekretaris Kerajaan akan kembali bersama raja asli.
Ini tidak lucu? Aku berharap bisa membuatmu tertawa.
Yang Mulia.
Jika sukses, aku akan hidup. Jika gagal, aku akan mati.
Apa pun yang terjadi, aku akan mati.
Jangan terlalu cemas.
Lepas jubah itu dan kenakanlah baju biasa.
Tetap di belakang kecuali kamu ingin mati.
Tuan.
Kenapa kita naik ke atas bukit?
Apa Raja ada di sini?
Kubilang aku akan memberitahumu sebelumnya.
Hari ini
kamu akan mati.
Tidak, tunggu. Tuan.
Tuan.
Ha Seon sang badut telah mati.
Sekarang kamu
adalah raja negeri ini.
SUB by VIU Diselaraskan oleh @gongju_nunim untuk NEXT ver
"The Crowned Clown"
Kita melewati jalan memutar panjang, tapi waktunya telah tiba.
Aku tidak bisa lagi merahasiakan alasan berdebarnya jantungku.
Aku ingin menciptakan dunia impian Tuan Gil dan anggota kami.
Andai saja sejak awal mereka menerima beras.
Ada seorang pria yang pandai dalam perhitungan mental.
Mau bekerja denganku?
Kupikir tugas Raja sangat mudah.
Mundurlah sebagai Penasihat Negara Bagian Kiri.
Dia berharap Anda menikmati perjalanan Anda ke akhirat.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.