Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Aku tak mengira tangannya akan bergerak sendiri
setelah terpisahkan dari badannya.
Namun, kapan itu terjadi?
Itu terjadi saat aku menyerang menggunakan bom peledak!
Ketika dia di balik asap, dia menaruh tangan kanannya di tanah.
Sudah kuduga anggota Akatsuki.
Mereka semua memiliki kemampuan yang tak masuk akal.
Kau bilang kami sudah berakhir, tapi kekuatanku belum diketahui olehmu.
Maka dari itu kau menjaga jarak sambil melanjutkan langkah selanjutnya.
Kau cerdas, tidak seperti partnerku.
Sialan! Badanku!
Kakuzu, lakukan sesuatu!
Sialan!
Choji! Sekarang!
Nikudan Hari Sensha!
Kakuzu!
Kekuatan sebesar ini...
Sepertinya Naruto belum beristirahat sedikit pun.
Apa boleh buat.
Dia harus menyelesaikan jurus barunya.
Lalu, kita harus segera pergi menyusul Guru Kakashi dan yang lainnya.
Batas waktunya 24 Jam, ya?
Akan sulit, tapi kita harus percaya kepada Naruto.
Lagi pula, tak ada yang lain yang bisa dengan lancar
bekerja sama dengan Guru Kakashi dan lainnya selain tim kita.
(Kemampuan Kakuzu)
Bagus. Sebentar lagi pasti beres.
Dengan begini, aku pasti bisa mengejar Sasuke.
Tentu saja kau bisa.
Tetapi berhati-hatilah terhadap perubahan cakra api milik Sasuke.
Hah?!
Sepertinya harus kujelaskan.
Tentang komparasi kekuatan antara lima perubahan cakra padamu.
Komparasi kekuatan itu apa?
Mudahnya, lima perubahan
pada cakra ada api, air, tanah, petir, dan angin.
Semua terkoneksi dan memiliki komparasi kekuatan.
Jadi, apa maksudnya?
Lebih mudah jika dijelaskan lewat diagram.
Ada lima perubahan cakra utama.
Pertama digambarkan seperti ini.
- Semua ada dalam lingkaran masing-masing. - Ya.
Untuk contohnya, mari kita ambil yang pertama, api.
Akan kugambarkan komparasi kekuatan dan kelemahannya.
Perubahan cakra api, kuat terhadap angin yang ada di sebelahnya.
Namun, lemah terhadap air yang ada di sisi lainnya.
Lima perubahan cakra,
memiliki kekuatan serta kelemahan terhadap yang lainnya.
Ya. Jadi?
Dia tak mengerti.
Mudahnya...
Naruto.
Jurus elemen anginmu lebih lemah
daripada jurus elemen api milik Sasuke secara relasinya.
Hah?!
Hanya elemen air yang bisa mengalahkan elemen api.
Kenapa elemen angin tak bisa menang dari elemen api?
Mungkin akan lebih cepat mengerti jika kau bayangkan.
Kayu jadi terbakar lebih panas ketika ditiup oleh angin, 'kan?
Tetapi kalau disiram air maka apinya akan padam.
Jadi, jika kau menyerang salah satu elemen api milik Sasuke,
dengan elemen angin yang memiliki kekuatan sama,
itu akan berbalik menyerangmu dengan api yang lebih besar.
Namun, lihatlah kembali elemen angin.
Angin lemah terhadap api, tapi kuat terhadap petir.
Dengan kata lain, jurus barumu itu
akan lebih kuat dibanding Chidori milik Sasuke.
Naruto...
Untung saja kau tak memiliki perubahan cakra tanah.
Jadi, aku cukup diuntungkan melawan Sasuke, ya.
Ya. Yang bisa menang melawan petir hanyalah angin.
Tidak, bukan itu maksudku.
Maksudku, hanya angin yang dapat membantu api
dengan cara membesarkan tenaganya lebih jauh.
Ya, betul.
Naruto!
Kau luar biasa.
Ya!
Latihannya tampak berjalan lancar, ya.
Ya, begitulah.
Berarti sebentar lagi kau akan selesai, 'kan?
Ya.
Tidak, tunggu dulu.
Bisakah kau memberiku sedikit waktu lagi?
Masih ada sesuatu yang ingin kucoba.
Apa yang terjadi?
Sudah kuduga, perkataan Senior Raido tepat.
Kemungkinan itu adalah sebuah jurus untuk mengeraskan tubuhnya.
Itulah kekuatannya...
Analisis yang bagus.
Betul sekali. Tak ada serangan fisik yang akan berpengaruh kepadaku.
Aku sudah memproyeksikan kekuatannya, tapi tak kusangka sampai sebegininya.
Sampai kita tak bisa menggunakan serangan langsung, harus bagaimana ini?
Shikamaru.
Takutlah kalian! Dasar keparat!
Baiklah! Ini saatnya kita untuk menyerang balik!
Kakuzu, cepat lepaskan jurus ini dariku.
Ya.
Mustahil.
Kau mengendap-ngendap ke belakangku tanpa aku menyadarinya.
Sayang sekali.
Takutlah kalian! Dasar keparat!
Baiklah! Ini saatnya kita untuk menyerang balik!
Kakuzu, cepat lepaskan jurus ini dariku.
Ya.
Mustahil.
Kau mengendap-ngendap ke belakangku tanpa aku menyadarinya.
Sayang sekali.
Hebat.
Hah?! Apa-apaan itu?!
Bukankah serangan fisik tak mempan padamu?!
Betul! Bagaimana caranya Guru Kakashi bisa melakukan hal tersebut?
Aku melihat semuanya.
Aku melihat jurus yang kau gunakan untuk mengeraskan tubuhmu.
Melihat dari caramu membuat segel jurusmu,
aku bisa menebak kau memiliki perubahan cakra tanah.
Dalam waktu sesingkat itu kau melihat segel yang kubuat.
Menggunakan petir dalam level setinggi ini.
Jadi begitu. Kau adalah Kakashi si Sharingan.
Tanah lemah terhadap petir.
Kita tak cocok. Berakhir sudah.
Guru Kakashi luar biasa. Dengan begini,
hanya tinggal satu orang lagi!
Dengan instan, memang hebat Guru Kakashi.
Ya, kita harus menghentikan yang masih bisa dibunuh terlebih dahulu.
Nanti akan merepotkan.
Kau baik-baik saja? Shikamaru?
Ini akan jadi gawat.
Guru Kakashi!
Bayangannya sudah mencapai batas, ya?
Dia mengenai jantungmu dalam satu serangan?
Bisa-bisanya kau tumbang langsung seperti itu!
Aduh.
Kau selanjutnya.
Berakhir.
Padahal sudah keren-keren bilang "berakhir" seperti itu.
Apa yang terjadi?
Aku yakin seharusnya tak meleset dari titik vitalnya.
Baik, mari kita selesaikan sekarang.
Begitulah niatku.
Bayanganku sudah di ambang batas.
Hei, Shikamaru. Apa yang terjadi?
Kenapa dia tak mati, padahal dia terkena Raikiri secara telak?
Entahlah.
Namun, yang jelas mereka sudah tak bisa membuatku terkejut lagi.
Akhirnya bisa bergerak juga.
Apa itu?
Baiklah... Mari kita lakukan, Kakuzu.
Ya.
Apa itu?
Cakranya terasa mengerikan.
Tuan Jashin! Tolong lihat aku!
Aku akan serius! Sungguh serius!
Akan kucabik-cabik mereka semua!
Hati-hati, Choji!
Ya.
Apa?
Kakuzu! Hei! Hei! Hei!
Bisa-bisanya satu ekor langsung mati
setelah kita menyerang mereka lewat omongan.
Tidak keren!
Karena salah satu topeng yang keluar dari badannya itu langsung mati,
mungkinkah itu yang terkena Raikiri-ku tadi?
Sepertinya dia masih memiliki trik lain.
Hidan, kau mundur saja, biar aku yang membereskan ini.
Sebentar! Hei!
Dari tadi kita diserang melulu, membuatku kesal.
Bagaimana kalau kita lakukan seperti biasanya?
Futon, Atsugai!
Choji! Awas!
Guru Kakashi!
Guru Kakashi!
Tak mungkin. Dia bahkan menyerang partner-nya sendiri.
Benar juga! Dia menggunakan kekekalan partnernya!
Choji! Dia datang!
Gawat. Jika mereka terkena serangan itu sekaligus...
Choji, Shikamaru! Lari!
Raiton, Gian!
Tak akan sempat!
Bahaya!
Guru Kakashi!
Kau tak apa-apa?
Ya, begitulah.
Mereka kuat.
Terutama orang itu.
Namun, mustahil bisa memakai jurus tingkat tinggi dengan satu cakra.
Kecuali tipe cakranya cocok dengan si pengguna.
Dia menggunakan tanah, angin, dan, petir.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Aku terkejut.
Kau orang pertama yang tak terbunuh setelah serangan tadi.
Kakashi Hatake.
Kau membaca serangannya dengan menggunakan Sharingan, ya.
Namun, bagaimana dengan serangan berikutnya?
Apa?!
Katon, Zukokku!
Rencana terbaik kita adalah dengan menyerang mereka secara terpisah.
Kalau begitu, kita harus menjegal Hidan.
Baiklah, akan kugunakan Shintenshin no Jutsu.
Jangan, itu terlalu berisiko.
Kalau begitu, biar aku saja.
Itu juga jangan.
Kalau sampai dia mendapatkan darah saat mendekatinya, habislah kita.
Namun...
Akan kutangkap dan kutahan dia, dengan kekuatanku sendiri!
Selanjutnya, "Rahasia yang Mengerikan."
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.