Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sakit, 'kan?
Hei...
Penghakiman telah dijatuhkan.
Apa maksudmu?
Bagaimana?
Kini kau bisa pahami rasa sakit orang lain meski sedikit, 'kan?
Bahkan lenganku...
Apa ada sesuatu dengan jurusnya?
Tidak...
Kau telah terkena kutukanku.
Upacara akan dimulai.
Baiklah...
Mari merasakan sakit bersamaku untuk yang terakhir kalinya!
(Penghakiman)
Kau telah terkena kutukanku.
Upacara akan dimulai.
Baiklah...
Mari merasakan sakit bersamaku untuk yang terakhir kalinya!
Kenapa Kapten Asuma terbakar?
Bukankah lawannya yang terkena jurus elemen api?
Lawannya memang terkena juga.
Namun, entah kenapa,
Kapten Asuma juga terbakar oleh jurus itu.
Jangan-jangan itu...
Dengan begini, kita bisa dapatkan 35 juta ryo.
Persiapan sudah selesai.
Ini akan sangat menyakitkan, jadi, bersiaplah!
Rasakan!
Sakit, 'kan?!
Itu belum mengenai titik vitalnya!
Namun, rasa sakit itu pasti luar biasa.
Rasa sakit orang lain saat sekarat menembus ke dalam tubuhku sendiri!
Kulewati rasa sakit, kulampaui, dan kuubah jadi kesenangan!
Kapten Asuma...
Memegang kaki kirinya.
Memang ada yang aneh.
Kaki kiri lawan juga sama-sama terluka.
Kenapa?
Kau telah terkena kutukanku.
Aku paham.
Jadi begitu.
Tubuhnya dan tubuhku terhubung dengan kutukan.
Dengan kata lain, luka yang terjadi pada tubuh kami saling berkaitan.
Terlebih lagi, dia abadi.
Berikutnya kau mau merasakan sakit di sebelah mana?
Di sini? Atau di sini?
Bagaimana dengan kedua kaki secara bersamaan?!
Atau...
Mau diakhiri sekarang?
Hah?
Shikamaru! Jangan gunakan pengikat bayangan!
Hentikan gerakannya dengan pencekik bayangan! Cepat!
Sudah kulakukan!
Semoga sempat.
Semoga saja sempat!
Mati!
Tak akan kubiarkan!
Kau berhasil, Shikamaru!
Aku tak akan berhenti.
Izumo, sudah berapa menit sejak kau meminta bantuan?
Sekitar sepuluh menit.
Setidaknya 20 menit lagi sebelum bala bantuan tiba.
Begitu, ya.
Sialan! Kita harus bagaimana?
Jika kita membunuhnya, Kapten Asuma juga akan mati!
Biasanya, orang harus bunuh lawannya untuk patahkan jenis jurus yang tahan lama.
Namun, itu mustahil.
Setiap jurus pasti punya aturan
yang terkait dengannya, serta risiko dan jebakan.
Pertama, aku harus tenang dan menganalisis lawan.
Aku terselamatkan berkat Shikamaru.
Aku harus manfaatkan ini untuk memikirkan cara mematahkan jurus lawan.
Jurus pencekik bayangan miliknya tak akan bertahan lama.
Ada waktu sedikit untuk berpikir.
Aku akan bantu jika ini selesai lama.
Kita tak bisa membiarkan uang itu hilang.
Kubilang jangan ikut campur, Kakuzu!
Aku sendiri sudah cukup untuk menghabisinya!
Sejujurnya, di situasi seperti ini...
kita beruntung rekannya tak ikut bantu sejak tadi.
Meskipun begitu, kita mesti bagaimana?
Yah, tinggal menunggu waktu lagi.
Dia...
Benar. Pikirkan lagi.
Tentunya, aku bertarung dengan lawan yang kemampuannya sangat jauh daripada aku.
Organisasi Akatsuki terdiri dari sepuluh anggota.
Namun, Orochimaru mengundurkan diri.
Sasori dari Pasir Merah sudah tewas.
Dari yang tersisa, kita tahu identitas tiga lainnya.
Kisame Hoshigaki, yang pernah bertarung melawan Guru Guy.
Dia mungkin pengguna elemen air.
Kakaknya Sasuke, Itachi Uchiha dengan Sharingan-nya.
Jurus Visual-nya membuat Guru Kakashi masuk rumah sakit selama seminggu.
Deidara pernah bertarung melawan Naruto.
Dia menggunakan tanah liat untuk meledakkan sesuatu.
Dia meledakkan dirinya sendiri?
Entah apakah itu benar atau tidak.
Sisanya lima anggota Akatsuki lainnya.
Orang mana pun selain dalam berkas ini,
harus kuanggap lawan yang tangguh.
Ninjutsu mereka berada pada level yang bukan main.
Meski kelima anggotanya belum diketahui,
mereka pasti punya jurus yang di luar kemampuan kita.
Astaga.
Orang-orang yang merepotkan.
Berarti, percuma kalau memikirkan strategi duluan.
Bahkan, prasangka apa pun bisa memperburuk keadaan.
Jadi, harus bagaimana ini?
Tak perlu dikatakan bahwa kita harus berlatih untuk jadi kuat,
tapi bagaimana cara menghadapi musuh yang mustahil bisa mengalahkannya?
Sifat dan luasnya kekuatan musuh...
Ninjutsu, Taijutsu, dan Genjutsu miliknya.
Harus bisa memastikan tipe yang seperti apa.
Entah akan ada serangan kombinasi atau tidak yang dilakukan mereka.
Kemungkinannya, bagaimana mereka kerja sama tim?
Kita perlu mengumpulkan informasi banyak
dan membuat keputusan sepersekian detik.
Jika menghadapi orang Akatsuki,
tak ada waktu untuk mengumpulkan informasi seperti itu, 'kan?
Akatsuki, katamu?
Asuma...
Apa kau sudah mengambil tindakan terhadap Organisasi Akatsuki?
Tidak, rasanya percuma jika aku membuat kesimpulan.
Itu hanya menurutmu.
Jika kau bisa dapatkan info musuh sedikit saja,
kita bisa susun strategi untuk menang.
Itu juga kalau bisa dapatkan informasi.
Itu sulit karena kita akan melawan Akatsuki untuk kali pertama.
Aku mungkin akan dikalahkan dengan mudah.
Yah, kau memang benar.
Meski mengesalkan, tapi mereka memang tak tertandingi.
Itu kalau kau berhadapan satu lawan satu.
Kaulah yang terbaik dalam menganalisis musuh di Konoha.
Jika kau bisa susun strategi untuk satu lawan satu,
maka tergantung rekan-rekanmu.
Tanggung jawab tim itu penting,
tapi jika tak mengandalkan rekan,
tanggung jawab itu jadi tak serasa penting.
Adakalanya kau tak bisa sendiri,
tapi kita bisa menang jika bertarung bersama rekan-rekan kita.
Percuma saja, itu mustahil.
Kalau begitu, cari akal.
Sebelum rekanmu dihabisi.
Asuma telah memberiku banyak informasi.
Berpikir! Harus berpikir!
Keterangan, kepribadian, pola bicara... pakaian yang mereka kenakan...
Pahami gerakan mereka sampai sekarang.
Pentingnya setiap tindakan.
Kemudian hubungan antara tindakan.
Kembangkan hipotesis kemampuan mereka yang dapat ditarik dari semua faktor ini.
Ini semua tentang pengamatan dan analisis.
Penghakiman dewa telah dijatuhkan!
Dewa... Penghakiman...
Kau telah terkena kutukanku.
Upacara akan dimulai.
Kutukan... Upacara...
Persiapan sudah selesai.
Persiapan?
Sepertinya Shikamaru punya ide.
Apa kau menyadari sesuatu, Shikamaru?
Ya!
Dia hebat bisa menganalisis sembari mempertahankan jurus itu.
Shikamaru bisa menganalisis untuk melihat 10 langkah ke depan dan prediksi 200 langkah lagi.
Terlebih lagi, dia bisa cepat menyimpulkan dalam analisisnya itu.
Bersiaplah, Kapten Asuma...
Jurus pengikat bayangan itu...
Apa itu memaksa orang yang diikat untuk mencerminkan gerakan kastornya?
Dia bisa menahan jurusku.
Mau apa kau?
Aku akan menggambar pola aneh untuk menambahkan pola gambar lawan.
Itu untuk menghentikan jurus kutukannya.
Apa maksudnya itu?!
Senjatanya...
Sabit besar dengan tiga bilah itu.
Dilihat dari bentuknya, itu dirancang untuk bisa menjangkau posisi lawan dengan mudah.
Semua senjatanya dirancang untuk menyebabkan luka dari jarak jauh.
Dengan kata lain, taktiknya itu hanya melukai lawannya
lalu mengulur waktu untuk menggunakan jurus yang mematikan.
Maksudmu kutukannya?
Namun, apa kaitan antara luka musuh dan kutukan?
Darah.
Agar terhubung dengan targetnya,
perlu cari cara untuk memasukkan darah lawan ke tubuhnya.
Jadi, saat dia menjilat darah...
Dia bisa lukai lawannya dengan sedikit darah pada sabit itu.
Lalu bisa mengutuknya juga.
Jadi begitu.
Setelah menjilat darah, tubuhnya berubah warna.
Itu syarat untuk memohon kutukan. Namun, bukan hanya itu.
Untuk sepenuhnya memohon kutukan, satu syarat lagi harus dipenuhi.
Satu lagi?
Bocah ini tahu banyak juga.
Beberapa saat yang lalu,
dia membiarkan jurus elemen api Asuma mengenainya.
Dia tak terpengaruh, tapi kembali ke pola aneh yang digambar di tanah, 'kan?
Begitu dia berdiri di dalam pola itu,
dia berkata bahwa upacara akan dimulai.
Dengan melolong bahwa persiapannya sudah selesai...
Kita bisa menebak seni kutukannya
hanya selesai begitu dia masuk ke dalam pola itu.
Dasar bocah tengik!
Kau terlalu banyak bicara.
Dia bisa mengetahui semua itu?
Bocah kurang ajar!
Keparat! Nanti akan kurobek dirimu dan kukirim ke neraka jahanam!
Tak ada kata "nanti"!
Berhasil.
Bagus! Kutukan itu punah!
Baiklah!
Apa?
Keparat...
Aku tak bisa bergerak.
Aku sudah tak sanggup. Tak bisa menahannya lagi.
Upaya yang bagus, Shikamaru.
Kakuzu! Bantu aku!
Hai! Cepat bantu!
Sudah kubilang untuk jaga sikapmu.
Bagus! Sekarang lawan kita tinggal satu.
Namun, mungkin dia lebih kuat dan cepat daripada si abadi.
Dia juga mungkin masih punya kekuatan rahasia.
Shikamaru!
Shikamaru kelelahan.
Selain itu, kapten terluka.
Bagaimana ini, Izumo?
Kita hanya untung jumlah daripada mereka
guna lumpuhkan salah satu dari mereka.
Namun, mungkin kita harus mulai cari kesempatan untuk mundur.
Selanjutnya, "Teriakan Tak Tersampaikan."
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.