All language subtitles for Naruto_ Shippuden-ep-E75-id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Tidak, ini bukan mereka.

Baiklah, ayo.

Ada penyusup!

Jangan begitu, Pak Tua.

Seharusnya kalian menerima informasi, terkait larangan berkeliaran di sekitar.

Kami berpikir mungkin bisa membantu.

Kami tak boleh kalah dengan anak muda.

Bikin kaget saja.

Ya.

(Doa Biksu Tua)

Saat ini, kita gunakan jaring,

beradius 150 km,

yang dibuat dua puluh tim untuk mengurung mereka.

Semut pun pasti akan ketahuan.

Permisi.

Kami mendapat laporan dari Tim Tiga.

Di perbatasan area C dan E tidak terlihat ada Akatsuki.

Tidak ada?!

Lapor!

Area F dan G aman!

Akatsuki belum ditemukan!

Kalau begitu...

Kenapa tidak ketemu?!

Bagaimana dengan Tim Asuma yang ke Kuil Api?

Belum ada laporan.

Chiriku...

Apa ini?

Orang-orang dari Desa Konoha, ya?

Benar.

Kami mendapat panggilan dari biksu di sini.

Aku kepala biksu di Kuil Api.

Aku sedang keluar dari kuil,

tapi saat mendengar ada keanehan di sini,

aku langsung bergegas kembali.

Hanya saja, ini mengerikan.

Kami sampai meminta kuil tetangga untuk bantu bereskan jenazah.

Mengerikan.

Yang mana Chiriku?

Sebenarnya, kami belum menemukan jasad Chiriku.

Maaf, Kapten Asuma.

Sebenarnya aku tak mau membahas ini.

Namun, kepala Chiriku dihargai 30 juta ryo di pasar gelap.

Dihargai?

Jika Akatsuki tahu soal harga tersebut...

Ya.

Tempat pengepul, ya?

Berarti, musuh membawa mayatnya, ya?

Izumo, di mana tempat pengepulnya?

Lokasi terdekat ada sekitar lima tempat.

Tim lain bisa pergi ke empat terdekat lainnya.

Baiklah, kita juga berangkat.

Tunggu dulu, Tuan Asuma Sarutobi.

Tolong biarkan kami mendoakan kalian yang akan berjuang.

Kami mohon.

Baiklah.

Chiriku...

Chiriku...

Berarti aku satu-satunya 12 Shinobi Pelindung, ya?

Aku ingin mengobrol semalaman denganmu lagi.

Ada yang ingin kubicarakan

dan aku ingin kau mendengarnya.

Berhati-hatilah.

Terima kasih.

Setidaknya, akan kucoba rebut jasad Chiriku.

Tolong jangan paksakan diri.

Kau juga sebagai mantan 12 Shinobi Pelindung, kepalamu memiliki harga.

Tolong berhati-hatilah.

Ya, jangan khawatir.

Harga kepalaku ini 5 juta ryo lebih mahal dari Chiriku.

Yang harus dikhawatirkan Asuma,

adalah kebiasaan merokoknya.

Ada apa dengan latihannya?

Padahal sudah kubuatkan pil makanan.

Tak ada siapa-siapa, ya?

Sai?

Kau juga mau melihat Naruto?

Tidak, aku hanya jalan-jalan melemaskan kakiku yang cedera.

Oh, saat seperti ini...

Sebenarnya, begitulah.

Bagus, kau memang harus jujur.

Apa latihan Naruto dihentikan?

Mungkin sedang ke suatu tempat untuk cari suasana.

Jika terus-terusan berlatih,

tubuh dan pikirannya pasti sangat lelah.

Ramen... Ichiraku ramen...

Ya, bertahanlah sebentar lagi.

Oh, iya, Sai. Kau juga sebaiknya makan ini.

Apa ini? Kenapa kotor sekali?

Jahat banget! Ini pil makanan istimewa buatanku.

Pokoknya sangat spesial.

Spesial?

Yah, dibilang pil makanan, lebih tepatnya obat.

Isinya nutrisi, bahan bergizi lainnya, dan obat mempercepat pencernaan.

Semuanya aku satukan menjadi bola.

Mujarab.

Dengan begitu, bukan hanya menyembuhkan lukamu,

ini bisa juga mencerahkan muka pucatmu itu.

Banyak yang bilang obat rasanya pahit,

jadi, pil ini mungkin agak sedikit aneh.

Namun, kalau sudah tahu ada manfaatnya,

hal kecil begitu tak akan masalah.

Sai?

(Terima kasih pil makanannya, dari Sai.)

Kepalaku...

Bau dan rasanya sudah membuatku merasa tak enak sebelum obatnya bekerja.

Tonkotsu...

Nah, sudah sampai.

Halo.

Selamat datang!

Oh, halo.

Paman, minta Tonkotsu pakai irisan daging babi.

Ukuran dobel.

Ini, silakan menunya.

Aku mau Tonkotsu ekstra besar dengan irisan daging babi.

Hei, lihat menunya.

Naruto, maaf.

Hari ini kami ada perubahan besar di menunya.

Kami menerima tsukemen!

Eh? Oh?

Ya sudah, aku minta Tonkotsu pakai irisan daging babi

ditambah acar jahe.

Sudah dibilang, di sini tidak ada ramen lagi.

Eh?

(Ichiraku Tsukemen)

Maksudnya ini jadi spesialis tsukemen?

Ayame, putriku pergi ikut pelatihan membuat mi.

Terus pas pulang, "Ayah! Sekarang zamannya Tsukemen!"

Kita harus menaikkan popularitas Ichiraku!"

Begitulah dia memberiku nasihat mantap ini.

Seiring waktu, rasa dan keinginan pelanggan berubah.

Untuk mengikuti alur tersebut, kini Ichiraku berubah!

Apa yang kalian lakukan?

Aku ke sini ingin makan Tonkotsu daging babi.

Ya, kenapa tak dicoba dulu?

Tsukemen juga mirip dengan ramen, 'kan?

Berbeda.

Tsukemen pakai mi soba,

dan dimakan setelah dicelupkan ke saus.

Ya, sama saja, 'kan?

Konsepnya berbeda.

Oh, iya!

Ramen itu beda dengan Tsukemen! Aku ingin makan ramen!

Tak bisa, kami hanya menyediakan tsukemen.

Jika supnya diubah sedikit,

nanti bisa jadi ramen, 'kan?

Memangnya kau bisa puas dengan ramen palsu begitu?!

Apa rasa sukamu pada Tonkotsu ramen sampai sebegitunya?

Eh? Bukan begitu maksudnya...

Perutku lapar sekali...

Ya sudah, buatkan saja aku tsukemen.

Baik! Tsukemen tiga porsi!

Oh! Tsukemen tiga porsi!

Ini dia!

Datang juga!

Tunggu dulu!

Eh?

Minya kurang matang.

Rebus satu menit lagi.

Benarkah?

Jangan lupa cek suhu airnya juga.

- Siap! - Eh? Mau dibuat ulang?

Ini dia! Ichiraku Tsukemen!

Akhirnya!

Apa? Mana supnya?

Rasanya agak kuat.

Tsukemen di Desa Yugao, rasanya lebih lembut.

Kita buat ulang supnya!

Siap!

Eh?

Kuncinya itu rasa!

Kami harus membuat rasa yang sempurna untuk pelanggan.

Mantap, Ayame! Kau harus perlihatkan hasil pelatihanmu!

Ramen...

Ini dia! Ichiraku Orisinal Tsukemen!

Kali ini sempurna.

Akhirnya!

Paman, bisa minta acar dan irisan daging babi?

Sama ikannya juga.

Oh, boleh.

Apa yang kau lakukan, Naruto?!

Kalau begini jadi ramen!

Itu Tsukemen! Tidak bisa dimakan begitu...

Ayame, kau melupakan hal penting dalam warung makan.

Daripada pusing harus sempurna,

yang penting pelanggan puas, 'kan?

Makanya aku berjuang keras membuat tsukemen.

Menggunakan bahan dan persiapan terbaik adalah hal wajib warung makan.

Itulah cara bertanggung jawab agar pelanggan bisa menikmatinya.

Namun, aku ingin makan ramen!

Diam saja dan makan tsukemen!

Nanti kau pasti tak akan minta ramen lagi!

- Terima kasih. - Dasar pilih-pilih!

- Lebih lembut dari ramen. - Egois sekali menyuruh pelanggannya!

- Yah, masih bisa dimakan. - Kalau isinya tsukemen,

berarti cuma ada tsukemen!

Sepertinya aku sudah berumur.

- Bahuku pegal sekali, - Kalau memang spesialis,

- gara-gara melakukan hal yang tak biasa. - Kenapa bisa lama sekali?!

- Mungkin sebaiknya aku cari anak muda, - Kaunya saja tidak sabaran!

- untuk dipekerjakan di sini. - Sudah dikasih makanan enak juga!

Kalau lagi lapar, apa pun jadi enak.

Terima kasih tsukemen-ramennya!

Ah, kenyang.

Bisa-bisa habis mengeluh makan semua tsukemennya.

Meski cara makannya salah...

Namun, kalau habis tiga porsi, aku diam saja, deh.

Baiklah! Kita kembali berlatih!

Tidak, sebelum itu.

Hah?

Naruto... Aku akan menunjukkan sesuatu yang keren.

Sesuatu yang keren?

Setelah makan, ada beberapa hal yang ingin aku jelaskan.

Eh? Penjelasan rumit lagi?

Tenang saja. Aku pandai bicara. Kau pasti akan paham.

Ini tagihannya.

Yamato, tolong dibayar.

Eh? Biasanya Senior yang traktir, 'kan?

Bagiku tidak ada senior atau junior.

Yah, junior yang paling kuhormati,

hanya kau seorang.

Namun, memang seharusnya aku yang...

- Terima kasih! - Oh, ambil saja kembaliannya.

Kau memang pandai bicara.

Aku muak dengan setiap apa yang kau ucapkan.

Perjalanan jauh bakal runyam,

kalau bareng orang yang membosankan.

Kita ini tak sedang bersenang-senang.

Aku sudah bosan tak menemukan Jinchuriki di mana pun.

Aku sampai ikut melakukan pekerjaan seperti ini.

Seharusnya kau bersimpati padaku.

Diam dan jalan saja. Kita sudah terlambat.

Hah? Terlambat?

Itu gara-gara kita ke tempat pengepul dulu!

Dasar!

Perjalanan membosankan makin panjang saja.

Kau sangat menjengkelkan.

Menjengkelkan? Ini juga salah satu misi penting.

Ya. Kau bertanggung jawab atas keuangan organisasi, 'kan?

Uang sedikit begitu...

...cuma cukup untuk pesta setelah penangkapan Bijuu.

Oh!

Hei, maaf.

Mayat itu berat, 'kan? Aku bisa bantu bawakan.

Mau apa kau dengan hadiah berhargaku ini?

Aku cuma berbaik hati.

Pasti mau dibuang, 'kan?

Bicara apa kau ini?

Aku bisa melihat tujuan licikmu.

Kau ingin menyingkirkan mayat ini, 'kan?

Oh, ketahuan, ya?

Yang begitu sebaiknya dibuang saja dan langsung cari Jinchuriki.

Kena juga.

Kurang ajar.

Hei, hei, hei!

Sudah selesai?

Aku tak punya waktu untuk bermain denganmu.

Selain itu, setelah misi ini selesai,

aku akan mengirimkanmu ke alam lain agar tidak bosan di dunia ini.

Bicara begitu lagi?

Ah, semoga saja lawan kita berikutnya bisa membuat pertarungan jadi sedikit asyik.

Guru Kakashi, apa yang ingin kau perlihatkan?

Inilah sesuatu menarik yang ingin kuperlihatkan padamu.

Ini...

Rasengan?

Guru Kakashi juga bisa menggunakan Rasengan?

Rasengan merupakan jurus yang belum diselesaikan?

Menambahkan perubahan dengan Cakra Alam,

adalah hal yang tidak bisa dilakukan Hokage Keempat.

Intinya, aku tak bisa membantumu.

Kau harus mencari tahu sendiri.

Tidak mungkin.

Yah, kau tahu kenapa aku memberi tahu ini, Naruto?

- Hm? - Karena aku percaya,

kaulah satu-satunya shinobi yang bisa melampaui Hokage Keempat.

Selanjutnya, "Langkah Berikutnya."

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.