Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Saat menghadapi musuh kuat,
hadapi dengan jumlah.
Itulah strategi dasar yang kau ajarkan pada kami.
Melawan kakek tua saja berlebihan.
Ternyata kau sangat tak terduga.
Berdasarkan perintah Nyonya Tsunade,
kau ditahan dan akan dibawa ke Konoha.
Apa ini?
Orang Amegakure?
(Serangan Sinyal Hitam)
(Cara Berteman dengan Orang Asing)
Jika tiba-tiba perasaan teman sedang tidak enak,
pemicunya mungkin kebiasaan makannya.
Seperti warna mi soba atau udonnya.
Aku sama sekali tak paham.
Aku juga sama.
Iya, 'kan? Seharusnya ada semacam catatan kecil,
untuk menjelaskan pikiran manusia dengan sederhana.
Sakura bilang yang begitu sebaiknya belajar dari pengalaman.
Eh? Tidak.
Aku tak mau bertarung dengannya... Bukan, maksudnya tak mau rusuh.
Ya, pokoknya kami asal berteman saja.
Namun, kau dan Sora,
aku pikir bisa saling mengerti dengan hal begitu.
Aku tak bisa seperti itu.
Jadi, harus banyak membaca.
Aku tak paham.
Sora itu...
Kupikir dia sudah terbiasa dengan kehidupan desa.
Apa yang terjadi dengannya?
Tuan Danzo...
Mana Asuma dan Yamato?
Mereka dipanggil.
Jelaskan, Danzo!
Saat situasi dengan Amegakure sedang kacau,
kenapa kau malah bertemu dengan shinobi musuh?
Apa kau dengar?
Tunggu sebentar.
Aku pernah melihat orang ini.
Saat aku di Anbu, dia menghilang saat menjalankan misi.
Jika tak salah namanya Tatsuji!
Jadi, dia mata-mata Tuan Danzo yang dikirim ke Amegakure?
Jadi, kau ingin menangani semuanya seorang diri?
Aku tak tahu apa yang kau cari di Amegakure,
tapi aku akan meminta informasinya darimu.
Apa serangan tadi juga melibatkan Amegakure?
Informasi seperti itu saja kau tak tahu?
Putri Tsunade, aku tak masalah kau mau menggurui,
tapi kelengahanmu akan membawa kehancuran desa.
Jadi, tak mau bicara, ya?
Baiklah, kalau begitu...
Sebaiknya hentikan.
Kau pikir dia akan bicara?
Ada banyak cara untuk melakukannya.
Kau memanggilku, Hokage Kelima?
Tolong lakukan, Ibiki.
Serahkan padaku. Akan kubuat dia bicara dalam 10 menit.
Tsunade... Kenapa kau terburu-buru?
Seorang Hokage seharusnya bertindak lebih bermartabat.
Kau sampai menyeret Ibiki kemari.
Atas nama strategi pun ini tak bisa diterima.
Wah, wah, sepertinya kau kesulitan, ya?
Danzo, Tatsuji bukan hanya mata-matamu.
Di saat bersamaan, dia juga memberikan kami informasi.
Dia sama-sama orang Konoha, bisa dibilang agen ganda.
Berdasarkan laporan,
Amegakure tak terlibat dalam penyerangan di perbatasan.
Menurut Tatsuji, beberapa hari lalu,
mereka sedang dalam misi mengawasi...
...empat orang berkelompok yang menyalahgunakan makam di Kuil Api.
Selain itu...
Seperti yang kalian ketahui,
keempat orang tersebut ke Kuil Api,
untuk mencoba mendekati anak bernama Sora.
Tsunade, seharusnya kau tahu insiden yang melibatkannya di Kuil Api, 'kan?
Ya.
Namun, aku tak tahu alasannya.
Tak salah lagi kalau anak itu memiliki kekuatan istimewa.
Mungkin itu ada hubungannya dengan pencurian mayat 12 Shinobi Pelindung.
Tak kusangka kau mengundang orang berbahaya seperti itu ke desa.
Jika kau seorang pemimpin yang ingin melindungi desa,
kau harus segera membuat keputusan sekarang juga!
Namun, kita juga tak bisa mengembalikannya ke Kuil Api begitu saja.
Apa harus kita penjarakan?
Tidak, sumber bencana yang mengancam desa,
harus segera dimusnahkan!
"Musnahkan", ya?
Inilah kekuatanmu yang sesungguhnya.
Kenapa kekuatanku ini sangat dibenci?
Kali ini... Kali ini...
Paman Asuma...
Tsunade, sebagai Hokage, kau yang memutuskan.
Pikirkan baik-baik demi kepentingan Konoha.
- Aku tidak mau. - Lepaskan!
Kurang ajar!
Lepaskan! Sialan!
Diamlah!
Sora!
Dia bersembunyi di balik langit-langit.
Sial!
Yang benar saja! Apanya yang dimusnahkan?!
Apa sebegitu mengganggunya kekuatanku ini?
Kalian juga sama saja seperti orang-orang di Kuil Api!
Kau adalah benih kehancuran.
Danzo!
Sialan! Kalian sama saja!
Apanya yang rekan? Tim Kakashi!
Sora...
Apa kau mau menghukumku
karena semua ini memang salahku?!
Diam, Sora!
Asuma! Ada yang ingin kutanyakan padamu.
Apa kau...
Apa yang membunuh ayahku...
Mantan 12 Shinobi Pelindung dan seorang pengkhianat,
dialah Asuma Sarutobi.
Apa kau yang membunuh ayahku?
Memang aku.
Yang menghabisi ayahmu...
Tidak, yang membunuhnya...
Adalah aku.
Asuma!
Kazuma!
Jadi begitu.
Apa ini?
Kurang ajar! Kurang ajar! Kurang ajar!
Hentikan!
Apa?
Tangan kanannya...
Sora...
Kekuatanmu itu...
Kurang ajar kau membunuh ayahku!
Kurang ajar!
Kau baik-bak saja, Sora?
Naruto?
Kenapa kau datang kemari?!
Bukankah kau juga pernah bilang?
Aku datang menolongmu.
Tak ada yang minta tolong padamu.
Namun, aku sudah telanjur di sini.
"Aku sudah telanjur di sini".
Kenapa kau menyerang Sora?
Yayasan, ya?
Sora!
Naruto?
Aku tak apa-apa.
Kau mengkhianati rekan dan ayahku!
Akan kubalaskan dendam ayahku!
Sora!
Tunggu!
Bodoh!
Naruto!
Jangan biarkan dia keluar!
Semua gerbang sudah ditutup.
Baiklah, kita lakukan ritual pengikat!
Mengerikan.
Selama ini tak ada yang bisa menghancurkan dinding besi itu!
Apa?
Mimpi itu lagi.
Masalahnya karena ada dua pemimpin.
Daimyo Negara Api dan Hokage Konoha.
Jika ada penguasa, pasti akan selalu ada perselisihan.
Lalu telat mengambil keputusan,
maka akan merembet ke negeri lain.
Gagasan Kazuma sangat simpel.
Dia hanya ingin menyatukan negeri api.
Ya, Kazuma mencoba mengatur kedua pemimpin,
tapi malah jadi bumerang sendiri.
Lalu pada akhirnya,
orang-orang di sini teguh dengan penguasanya.
Asuma memilih Hokage, yaitu rajanya sendiri.
Dia tak mengerti kenapa desa ini bisa bersinar.
Semua bisa bersinar karena raja negara api!
Semua demi negeri api. Itulah tujuan Kazuma.
Bukankah karena itu kau diberikan kekuatan oleh Kazuma?
Tujuanku adalah membalas kematian ayah.
Bukan masalah. Namun, lihatlah lebih dalam lagi.
Balas dendam yang diinginkan Kazuma.
Ayo kita bersama-sama laksanakan tujuan Kazuma, Sora.
Dengan begitu, akan kubuat kau bisa mengalahkan Asuma.
Pemimpin satunya...
...Hokage!
Sora!
Sora!
Astaga, bikin repot saja.
Sial, baunya saja cuma sampai sini.
Aku selalu terkesan dengan cepatnya pemulihanmu.
Semua orang mencarinya.
Mungkin dia sudah di luar desa.
Tidak, aku merasa dia masih ada di desa.
Ya.
Ya sudah, hari ini istirahat dulu.
Ya!
Dasar Sora.
Cakra ini?
Perasaan Cakra ini...
Kemarahan?
Tak salah lagi!
Sora!
Nenek Tsunade!
Kau tak apa-apa?
Ya.
Sora!
Cakra apa ini?
Hentikan!
Jangan mengganggu!
Kau! Kenapa kau menyerang?!
Minggir, Naruto!
Nyonya Tsunade!
- Tunggu! - Sora! Naruto!
Tunggu, Sora!
Apa? Listrik desa padam?
Apa semua orang sedang keluar, ya?
Mana mungkin! Ini pemadaman!
Ah, sial.
Ah! Aku tak suka gelap.
Tenang saja, sebentar lagi juga menyala.
Namun, sepertinya akan lama.
Benar juga.
Bagaimana menurutmu, Konohamaru?
Perasaanku tidak enak.
Eh?
Ada yang tidak beres.
Semoga saja tak terjadi apa-apa.
Selanjutnya, "Penutupan Kegelapan."
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.