Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Berarti tak ada perkembangan yang mengesankan tentang Akatsuki, ya?
Benar.
Namun, tak diragukan akan terjadi perkembangan situasi yang serius.
Itu pemandangan yang mengerikan.
Desa itu diserang dalam satu malam
dan kebanyakan warga desa telah mati.
Desa Ame...
Lalu pasti, bagaikan tenunan di sisi,
beberapa desa juga diserang setelahnya.
Itu desa dari Negara Api.
Asuma, jangan langsung mengambil keputusan.
Aku tahu itu.
Mereka repot-repot meninggalkan tanda Desa Ame...
Namun, aku benci dengan cara seperti itu!
Apa ada yang ingin memulai perang?
Mungkin, tapi kadang perkiraan itu tepat sasaran.
Apa ada informasi terbaru tentang Desa Ame?
Tak ada untuk sekarang.
Yang harus kita khawatirkan...
Negara Api?
Benar, Daimyo...
Mungkin seseorang akan menghasut Daimyo, ya?
Seperti 12 Shinobi Pelindung sebelumnya.
Amunisi yang mengganggu dalam situasi ini
mungkin dipasok pada Danzo, pimpinan fraksi militer lama.
Soalnya dia itu pelanggan licik.
Perintahkan segelintir Anbu dan Jounin desa
untuk mencari informasi sekitar area perbatasan.
Namun, karena kita tak tahu situasi sekarang,
perintahkan bekerja dengan rahasia.
Pastikan mereka tahu bahwa desa kita tak melakukan pergerakan apa pun.
Aku akan mengirim surat kepada Daimyo.
Baik.
Tim Asuma akan bergerak kalau ada perkembangan baru.
Siaga sampai saat itu!
Dimengerti. Permisi.
Permisi.
12 Shinobi Pelindung...
Jika tak salah, Asuma juga dulu...
Benar, saat dia masih bocah sekitar umur 20 tahun.
Dia bersilat lidah berucap seperti...
"Aku akan melakukan kewajibanku kepada Negara Api"...
di depan Hokage Ketiga dan meninggalkan desa.
Yah, dari pandanganku itu cuma pertengkaran ayah dan anak.
Ah...
Itu terjadi sepuluh tahun lalu.
Salah satu dari 12 Shinobi Pelindung melakukan kudeta yang gagal
untuk menjadikan Negara Api negara militer adikuasa.
12 Shinobi Pelindung terpecah menjadi dua,
Asuma dan rekannya mengalahkan grup itu.
Halo, Guru Asuma!
Oh, Naruto, apa ada kemajuan dengan latihanmu?
Ya, aku tak ada waktu untuk berlatih.
Begitu. Apa yang kau lakukan di sini?
Kapten Yamato menunggu di sini sampai memanggil kami.
Hei! Kenapa kau menatapnya seperti itu?
Ya, aku...
Maaf, mata anak ini sedikit kasar.
Hei, kau juga minta maaf!!
Kenapa harus aku juga?
Jadi, itu yang terjadi?
Meskipun mereka kehilangan nyawa,
Kitane, Nauma, Tou, dan Seito menghentikan kudeta itu.
Mayat mereka telah dicuri.
Apa katamu?
Aku minta maaf, di sana ada empat pencuri...
dan mereka grup yang cukup hebat menggunakan elemen tanah.
Apa gunanya mereka menggunakan mayat itu?
Pasti akan berbahaya.
Jika informasi jurus yang terkubur bersama mereka tersebar ke negara lain...
Selain itu, Sai terluka dalam misi dan tak ada pilihan...
Selain meninggalkannya di sini biarpun cuma sebentar.
Lalu untuk pengganti Sai,
aku ingin memasukkan biksu muda yang juga diperintahkan melakukan misi ini.
Namun...
Ada apa?
Ya...
(Rekan Tim)
Ternyata begitu.
Jadi, pencuri makam itu menunggu kalian semua?
Sebelumnya,
kupikir Chiriku-lah yang kemungkinan diincar.
Jadi, kita bisa mengeliminasinya.
Dalam masalah ini,
ada sedikit kemungkinan bahwa seperti Akatsuki,
mereka mengincar Naruto sebagai Jinchuriki.
Namun, itu cuma kebetulan kalau kita menuju ke Kuil Api.
Yang tersisa cuma anak bernama Sora itu, ya?
Benar, karenanya, kupikir tindakan terbaik adalah
membawanya ke desa untuk membantu kita.
Tentu saja ini setelah berkonsultasi dengan Kuil Api.
Pokoknya, aku mohon kepadamu, Sora!
Jangan lancang kalau berada di depan Nyonya Tsunade.
Jika tidak, kau akan melihat hal mengerikan.
Benar sekali.
Sok pintar tak mempan kepada Nenek Tsunade!
Hah? Yang begitu tak akan membuatku takut.
Aku tak tahu dia itu nenek atau apa.
Namun, aku akan hormat kepadanya.
Naruto, Sakura, bawa Sora masuk!
Baik!
- Cepat masuk - Ah!
Sampai nanti, Guru Asuma.
Hei?
Cepat!
Permisi.
Nyonya Tsunade!
Cepat minta maaf!
Kesabaranku itu ada batasnya!
Siapa yang kau panggil wanita tua?!
Aku memanggilmu Ningrat Terhormat!
Ningrat Terhormat?
Benar!
Yah, bukankah kau bisa berkata hal baik?
Kau lolos!
Selamat datang di Desa Konoha.
Hei, sakit...
Kau sudah besar, ya, Sora.
Karena aku harus menulis laporan, aku duluan.
Aku akan membawa Sai ke rumah sakit.
Baik!
Eh? Tunggu sebentar. Aku juga ada latihan.
Latihan apanya? Guru Kakashi masih belum kembali, 'kan?
Kau ajak Sora berkeliling Konoha.
Soalnya Sora rekan Tim Kakashi.
Yang benar saja? Kenapa aku harus bersama orang berbahaya ini?
Aku juga tak ingin bersama keparat sepertimu.
Ya, ya.
Lakukan saja apa yang kalian mau.
Aku tak akan ikut campur lagi. Ayo, Sai!
Baik.
Baiklah, Naruto, aku serahkan Sora kepadamu.
Kalian curang sekali!
Jadi, mereka sama saja, ya?
Hah?
Aku cuma beban, 'kan?
Itu tak benar.
Sakura dan Kapten Yamato tak menganggapmu beban.
Jika dianggap beban,
kau tak akan dibawa ke desa ini, 'kan?
Aku tahu.
Lalu kenapa?
Lupakan saja balas dendammu.
Ini dan itu hal yang berbeda!
Aku tahu, tapi...
Ayahku itu bagai pahlawan bagiku.
Dia lelaki berani dengan kekuatan batin yang kuat.
Aku hanya memiliki kenangan bersamanya sampai umur lima tahun.
Orang di Kuil Api tak pernah mengatakan apa pun kepadaku.
Meski begitu, kudengar ayahku dibunuh
sambil mereka menghinanya.
"Dia pantas mati!" "Membunuhnya adalah keputusan tepat!"
Ayahku tak mungkin melakukan sesuatu yang licik!
Itu pasti cuma salah paham.
Aku akan membuktikannya.
Setelahnya, akan kuhabisi pembunuh ayahku.
Kau...
Karena itu, jangan mengikutiku.
Itu menyebalkan!
Menyebalkan?
Begitu sikapmu kepada orang yang khawatir?
Hah? Itu namanya cuma ikut campur!
Aku akan merasakan musuh sendiri.
Desa ini bisa kuambil alih dalam 10 menit!
Lakukan saja sesukamu!
Aku tak ingin berurusan denganmu lagi!
Apa yang akan dia ambil alih?
Dasar, ke mana dia pergi?
Kau mau berantem, hah?
Aku tak akan segan meski kau anjing, keparat.
Dia tanding tatap dengan Akamaru?
Gawat, kalau Kiba muncul...
Oh, Naruto.
Kau sudah kembali, ya?
Oh, Akamaru! Kau di sana rupanya.
Dia siapa? Aku tak pernah melihatnya.
Oh, dia itu...
Hei, apa yang kau mau dari Akamaru?
Kau yang punya, ya?
Kalau begitu, pasang tali padanya
dan latih agar tak tiba-tiba menggonggong.
Akamaru bukan peliharaan!
Dia menggonggong padamu karena kau mencurigakan!
Kau dari mana?
Aku dari Kuil Api.
Aku kemari untuk mengambil alih desa ini.
Hah?
Ya. Maaf, Kiba.
Dia itu seperti anggota tim kami.
Naruto! Dia bersamamu, ya?
Yang benar saja! Aku tak berteman dengan orang semacam dia!
Diam kau, Sora!
Bertengkar itu tak baik.
Lebih baik akrab saja.
Diam, Gendut!
Barusan kau bilang...
"Gendut"?
Ya, terus kenapa?
Ini gawat.
Sial.
Baiklah! Mari battle royale!
Hei, kau ini bodoh?
Kau satu-satunya musuh di sini!
Ayo, Choji!
Memangnya si gendut itu bisa apa?
Kau bilang "gendut" lagi, 'kan?
Aku tidak gendut, tapi tembam!
Hentikan!
Bagus, terus pegangi dia, Choji!
Kalian curang!
Ini satu lawan semuanya, ya?
Apa boleh buat, dia cari gara-gara.
Biarpun begitu...
Ah, apa boleh buat!
Hei! Sudah cukup!
Naruto! Apa kau memihak dia?
Tidak!
Namun, aku tak bisa duduk manis begitu!
Eh? Kenapa kau membela orang luar?
Aku tak ada pilihan.
Dia rekan Tim Kakashi...
Rekan?
Makanya tenanglah dan...
bicarakan ini.
Hei! Kenapa malah menghajarku?
Kau yang dari tadi menendangku!
Apa?
Apa mereka ini bodoh?
Sakit, berengsek!
Kau tak perlu membuatku ikut-ikutan juga.
Itu sangat tak cocok denganmu, 'kan?
Cukup mereka saja yang bertengkar.
Kita masih punya satu orang lagi di desa ini, 'kan?
Kenapa aku tak di undang pada
"pertemuan pukulan di bawah langit senja demi pertemanan"?
Mereka bisa terus bertengkar karena mereka kuat.
Ya, sepertinya sudah saatnya.
Hah?
Jujin Bunshin!
Konoha...
Baika no Jutsu!
Kage Bunshin...
Futon!
- Uzumaki Rendan! / Juha Shou! Daisenpu! / Nikudan Sensha! / Gatsuga!
Ini?
Aku tak gendut!
Wah!
Hei!
Kalau begitu, ayo pesta yakiniku setelah "pertemuan pukulan" ini.
Yakiniku!
Kedengarannya bagus! Makan malam dengan banyak orang!
Berakhir begitu, ya?
Kau juga ikut, 'kan?
Tidak, aku tidak perlu...
Apa Chiriku sehat-sehat saja?
Omong-omong,
kudengar kau kenal dengan Chiriku, Guru Asuma!
Benar.
Ayahku bernama Kazuma dan...
Gerakanmu tak buruk juga.
Chiriku pasti melatihmu dengan baik.
Tidak, Tuan Chiriku adalah orang besar di Kuil Api.
Ini gerakanku sendiri.
Begitu. Jadi, kau mempelajarinya sendiri.
Benar. Coba tunjukkan itu kepadanya, Guru Asuma.
Itu?
Luar biasa...
Triknya stabilkan dan tajamkan.
Benar!
Setelah mengetahui triknya, kau akan bisa melempar
kunai dan shuriken melewati batang pohon.
Sampai nanti.
Berusahalah.
Tunggu sebentar!
Jika kau tahu ayahku, tolong ceritakan padaku tentangnya.
Dia anggota 12 Shinobi Pelindung dan namanya adalah Kazuma.
Eh?
Kenapa dia dibunuh?
Ayahku tak melakukan kesalahan.
Itu yang kupercaya.
Kau tahu, 'kan?
Kazuma...
Kazuma mati dengan berpegang pada kepercayaannya.
Bagaimanapun, hal itu berakhir
dia mati dengan kehormatan yang ia yakini.
Aku pergi sekarang.
Hei...
Apa kau berniat latihan sekarang?
Sial...
Aku tak akan kalah darimu!
Satu, dua, tiga, empat...
Sepertinya sekitar tiga puluh...
Ya, sekitar itu...
Kali ini akan sedikit berbeda.
Kita akan menghancurkan desa dari Klan Kohaku
bersamaan dengan shinobi hebat di Negara Api.
Kemudian...
Kita akan membunuh mereka semua.
Ya.
Aku tahu, yang kita lakukan hanya pengalihan.
Kali ini...
Akhirnya...
Katakan kalau ada shinobi dengan elemen angin, ya.
Itu akan jadi milikku.
Hei! Semua orang di Klan Kohaku!
Kalian semua akan mati!
Namun, jiwa kalian akan menjadi pelindung Negara Api selamanya!
Aku berjanji akan hal itu!
Terima kasih!
Terima kasih!
Lakukan.
Sora dan Naruto, ya?
Sepertinya mustahil membuat formasi bagi mereka.
Artinya Tim Kakashi akan melakukan pelatihan sendiri sementara...
Kalau begitu, aku akan lakukan latihan sebelumnya, 'kan?
Bukan, kalau tak ada Senior Kakashi...
Eh? Jadi, aku harus bagaimana?
Benar juga.
Bagaimana kalau minta dilatih dengan Asuma?
Eh? Aku?
Selanjutnya, "Dua Pemimpin."
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.