Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Aku akan jadi Hokage yang lebih hebat daripada Ayah!
Aku janji!
Jadi, kalau Ayah bertemu ibu di sana, tolong katakan...
...bahwa dia tak perlu khawatirkan aku!
Katakan padanya, aku akan lakukan yang terbaik!
(Lembah Terakhir)
Sisanya kami serahkan pada kalian, Kakashi, Sakura,
Sasuke dan Naruto.
Hokage Ketiga!
Kakak, urusanmu dengan Madara akhirnya selesai juga.
Seperti yang dikatakan Saru,
mari kita serahkan sisanya pada generasi baru.
Naruto Uzumaki.
Sasuke Uchiha.
Mungkin kalian berdua akan temukan penyelesaian yang berbeda dari kami.
Tidak, kalian pasti menemukannya.
Sekarang kita sudah bebas!
Aku akan kembali ke Suirendo!
Aku akan sembunyi di dalam hutan.
Akhirnya kita bisa kembali ke rumah.
Ini seperti mimpi saja.
Hachibi, bagaimana denganmu?
Aku?
Kalau aku sih...
Mungkin aku akan kembali pada Bee.
Lagu rap-nya yang bodoh itu mungkin sudah mengakar padaku.
Lalu, bagaimana denganmu?
Apa yang akan kaulakukan?
Ka-Kalau aku sih...
Sebagian kecil dari chakra kalian
sudah berada di dalam tubuh Naruto.
Dengan kata lain, Naruto adalah tempat perkumpulan kalian.
Kalau ada yang ingin kalian bicarakan,
kalian bisa saling bicara melalui chakra yang ada di dalam tubuh Naruto.
Kurama.
Kuharap kau bersedia tinggal di dalam tubuh Naruto sebagai pengawas tempat perkumpulan.
Itu bukanlah hal yang menyulitkan bagimu, 'kan?
Ya, kalau kau sudah berkata seperti itu, aku tak punya pilihan lain.
Apa?
Apanya yang lucu?
Seperti biasa, kau memang tak bisa jujur akan perasaanmu ya, Kurama.
Dengan ini, Perang Besar Ninja akhirnya berakhir.
Ya, sisanya tinggal...
Naruto dan Sasuke, aku pernah tanya pada kalian.
Setelah bertarung melawan ibuku, Kaguya,
apa jawaban yang kalian berikan padaku tak berubah?
Jawabanku masih sama.
Sebelumnya aku minta maaf padamu,
tapi aku rasakan sesuatu yang kuat setelah kalahkan Kaguya.
Aku merasa bangga punya ibu bernama Kushina Uzumaki.
Kaguya sangat berbeda dari musuh yang pernah kuhadapi sebelumnya.
Sepertinya, dia tak punya hati.
Dahulu kala, ibuku, Kaguya, adalah dewi yang sangat dicintai manusia.
Aku tak tahu kenapa dia bisa berubah jadi sesuatu yang disebut iblis.
Mungkin, ada sesuatu yang terpacu saat ibuku makan buah chakra.
Pokoknya, kau sangat berbeda dengan ibuku.
Aku yakin kalau kau takkan berubah sepertinya,
meski chakra seluruh Bijuu berada di dalam tubuhmu.
Sekarang, yang tersisa hanyalah
lepaskan efek Tsukuyomi Ananta.
Tapi, bagaimana caranya?
Apa kau butuhkan kekuatan kami?
Tak perlu.
Naruto sudah punya chakra dari seluruh Bijuu.
Lalu, Sasuke sudah punya Rinnegan.
Kalau mereka berdua buat tanda secara bersamaan,
jurusnya akan terlepas.
Apa?
Ternyata lebih mudah dari yang kukira.
Aku sudah cari cara patahkan Tsukuyomi Ananta milik ibuku.
Aku yakin sekali.
Sekarang, sisanya kuserahkan padamu, Sasuke.
Benar sekali.
Tapi sebelumnya, aku akan bunuh kelima Kage yang berada dalam Tsukuyomi Ananta terlebih dulu.
Kau bilang apa tadi, Sasuke?
Kenapa dengan kelima Kage?
Dan juga, kalian para Bijuu...
Aku akan kendalikan kalian.
Dan nantinya, kalian semua akan kusingkirkan.
Apa kau bilang?
Kurama!
Dia buat para Bijuu berada dalam pengaruh Genjutsu
hanya dengan sekali tatap saja.
Naruto, sudah kuduga akan berakhir seperti ini.
Aku tak punya pilihan selain serahkan sisanya padamu.
Aku sudah tak bisa berada di sini lebih lama lagi.
Aku akan segera menghilang.
Ya, dan maaf aku harus katakan hal ini, Kakek Rikudou.
Tapi, kami takkan bernasib sama seperti kedua anakmu.
Aku bukanlah Ashura.
Dan Sasuke juga bukanlah Indra.
Sasuke, jadi inikah yang selama ini kau inginkan?
Apa kau masih ingin balas dendam?
Sasuke!
Kuakui, dulu aku memang inginkan kehancuran,
dan balas dendam adalah satu-satunya tujuan hidupku.
Tapi, kali ini berbeda.
Aku ingin menghancurkan, dan membangun kembali.
Desa yang tak lagi diselimuti kegelapan.
Aku akan ubah dunia Shinobi.
Yang kumaksudkan adalah...
...sebuah revolusi!
Revolusi, katamu?
Sasuke, apa yang kau inginkan?
Setelah perang ini selesai, apa yang akan kaulakukan?
Aku ingin kau jawab pertanyaan itu dengan jujur.
Para Kage terdahulu yang ciptakan situasi seperti ini.
Jadi, aku akan jadi Hokage dan ubah desa ini.
Hokage seperti apa yang kau maksud?
Kalau memang kau ingin mengetahuinya, akan kukatakan padamu.
Chibaku Tensei!
Naruto, tolong kami!
Aku pasti akan selamatkan kalian semua!
Bertahanlah sedikit lagi!
Karena perang ini,
aku mulai bisa kendalikan kemampuan Rinnegan milikku.
Dan sekarang, semua yang halangi aku sudah kusingkirkan.
Kecuali kau,
Naruto.
Sepertinya, rencananya tak berjalan lancar.
Saat kuserahkan kekuatan hanya ke satu pihak,
akibatnya adalah yang terjadi pada Indra pada Ashura.
Kali ini, bahkan setelah kuberikan kekuatan kepada kedua belah pihak, hasilnya sama saja.
Tidak, pertikaian antarsaudara ini akan berakhir saat ini juga!
Lepaskan para Bijuu.
Mereka baru saja bebas.
Aku sudah berteman baik dengan mereka, jadi aku yakin.
Mereka takkan berbuat jahat lagi.
Naruto, sepertinya kau masih belum mengerti juga.
Sekarang kau adalah Jinchuriki dari semua Bijuu.
Itu berarti aku juga akan singkirkan
chakra Bijuu yang ada di dalam dirimu.
Tak mungkin.
Dengan kata lain, kau akan mati, Naruto.
Dan itu sudah pasti.
Kalau yang dikatakan petapa itu benar, kita tak perlu gunakan
kekuatan Bijuu yang ada dalam tubuhmu untuk lepaskan Tsukuyomi Ananta.
Akan kumanfaatkan Bijuu yang sudah kutangkap.
Akan kubiarkan mereka hidup selama aku menggunakannya.
Kau tahu aku takkan biarkanmu melakukannya, 'kan?
Sepertinya aku memang harus menghabisimu dulu, Naruto.
Ayo kita pindah ke tempat lain.
Kau pasti tahu di mana tempatnya, 'kan?
Tunggu, Sasuke!
Guru!
Efek samping dari Sharingan-nya masih terasa.
Aku...
Aku tahu kalau aku tak bisa lakukan apa-apa!
Meskipun aku mencintaimu.
Meskipun aku begitu peduli padamu, Sasuke.
Aku tak bisa berada di sampingmu ataupun mencegahmu masuk ke dalam jalan itu.
Yang bisa kulakukan hanyalah memohon dan menangis seperti ini lagi.
Aku sangat menyedihkan, bukan?
Sakura.
Terima kasih.
Tapi... Tapi, Sasuke...
Meskipun hanya sedikit... Hanya sedikit saja kau pikirkanku di dalam hatimu...
Kumohon, jangan pergi lagi!
Kalau kita bersama lagi, aku yakin kita bisa seperti dulu.
Kau...
...benar-benar berisik!
Sakura!
Padahal kau tak perlu berikan Genjutsu pada Sakura!
Kalau tak kulakukan,
dia akan kejar kita dan mengganggu.
Sakura... Sakura selama ini sangat ingin selamatkanmu.
Apa kau sebegitu menyukai kisah percintaan?
Aku tak punya alasan untuk mencintainya ataupun dicintai olehnya.
Alasan itu dibutuhkan hanya untuk benci seseorang!
Selain itu, yang barusan dilakukan Sakura bukanlah untuk memilikimu!
Dia hanya ingin selamatkanmu!
Padahal dia hampir mati di tanganmu sendiri,
tapi sampai saat ini, dia masih pikirkanmu dan teteskan air mata untukmu
karena dia menderita akibat mencintaimu!
Ibu.
Sebenarnya perasaan ayah kepada kakak dan aku itu bagaimana?
Kenapa tiba-tiba kau tanya itu?
Kemarin, ayah bilang padaku, "Itu baru anakku".
Biasanya dia hanya bilang begitu kepada kakak, jadi aku sangat senang.
Benarkah?
Bagus, dong.
Tapi, belakangan ini hubungan ayah dan kakak kurang baik,
jadi kupikir mungkin aku hanya sebagai penggantinya kakak saja.
Kakakmu ya kakakmu, kau ya kau.
Ayahmu selalu pikirkan kalian berdua.
Kalau begitu, kenapa hanya kakak yang selalu dia bicarakan?
Kau salah paham.
Hanya saja ayahmu, sebagai perwakilan klan,
dia punya kewajiban untuk lindungi klan Uchiha.
Lalu, apa hubungannya?
Itachi hanya lebih tua darimu dan dia seniormu.
Dan dia banyak diberikan tugas yang berhubungan dengan klan, 'kan?
Karena ayahmu awasi tugas itu,
jadi mungkin itu yang buat ayahmu jauh lebih memerhatikan kakakmu.
Tapi, ini hanya antara kita, ya.
Saat ayah hanya bersama Ibu, dia banyak bicarakan tentangmu, lo.
Hanya saja ayahmu,
selalu serius dan kurang pandai tunjukkan perasaannya.
Ini bekalmu, Sasuke.
Saat kau pulang nanti, Ibu akan temanimu belajar lempar shuriken.
Bukan belajar, tapi latihan.
Aku berangkat!
Hati-hati di jalan.
Bagiku, itu hanyalah bagian dari masa lalu.
Sasuke!
Aku sudah janji.
Sejak dulu, pada Sakura.
Aku pasti akan bawa Sasuke kembali!
Itu janjiku seumur hidup!
Guru!
Kau sudah tahu jalan ninjaku, 'kan?
Aku pergi dulu!
Ya, kami andalkanmu!
Cinta adalah sesuatu yang rumit.
Aku punya dua orang putra.
Aku mencintai mereka,
mereka pun mencintai dan menghormatiku.
Tapi, aku memercayakan segalanya pada si adik.
Dan itu jadi pemicu,
si kakak untuk mulai membenciku dan adiknya.
Cinta berubah jadi kebencian.
Sasuke yang kita lihat saat ini adalah
orang yang sudah kehilangan cintanya di masa lalu.
Sama seperti Madara.
Apa maksud Anda, Sasuke dan Madara punya takdir yang sama?
Bukan seperti itu.
Aku juga ingin ciptakan masa depan yang lebih baik dengan caraku sendiri.
Aku wariskan kekuatanku pada mereka,
karena aku sudah belajar dari kesalahanku di masa lalu.
Masa lalu bukanlah
pengingat bahwa masa depan tak bisa diubah.
Tapi, masa lalu ada demi masa depan.
Lalu, apa yang buat Anda pilih Naruto?
Naruto Uzumaki.
Anak itu berhasil selamatkan dan berteman dengan Kurama,
yang merupakan perwujudan dari kebencian.
Jadi, kuyakin Naruto bisa menanganinya.
Kali ini, aku berharap kebencian bisa berubah jadi cinta.
Atau lebih tepatnya, aku berharap cinta itu bisa dikembalikan.
Karena tak seperti ibuku, Naruto dan Sasuke,
tahu apa itu cinta.
Ternyata di tempat ini, ya?
Jadi teringat masa lalu ya, Sasuke?
Dulu, kita bertarung di tempat ini.
Dan seperti sebelumnya, kaulah yang akan kalah!
Aku takkan kalah lagi seperti dulu!
Dan aku takkan biarkanmu berbuat seenaknya!
Takkan kubiarkan kau jadi Hokage!
Kau bahkan tak tahu apa artinya jadi seorang Hokage!
Sudah kubilang, akan kubuat sebuah revolusi!
Hokage versiku tak sama seperti yang kau bayangkan!
Biar kuberi tahu apa yang kakakmu pernah katakan padaku!
Bukan yang jadi Hokage
yang dapat pengakuan dari semuanya.
Tapi, yang dapat pengakuan dari semuanya yang jadi Hokage.
Aku tak belajar dari perkataan Itachi, tapi dari caranya jalani hidup.
Jawaban kita berbeda.
Sebelum kita bertarung, biar kujelaskan padamu!
Aku akan memberitahumu arti Hokage bagiku!
Kau tak mengerti jalan hidup yang dipilih oleh Itachi!
Itachi sudah jadi masa lalu bagiku.
Akan kuhapus semua masa laluku di tempat ini
dengan kalahkanmu.
Dan kau akan jadi orang terakhir
yang kuhapus dari ingatan kakakku.
Selanjutnya di Naruto Shippuden,
"Pertarungan Terakhir."
Takkan kubiarkan!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.