Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Nenek Chiyo.
Apa yang terjadi?
Seharusnya gadis itu sudah tak bisa bergerak lagi.
Apa si nenek mengendalikan gerakannya?
Tidak, dalam kondisi tersebut seharusnya tak bisa melakukannya.
Gadis ini bergerak atas kehendaknya sendiri.
Bagaimana bisa?
Harusnya dia sudah kena racun.
Sakura, kau...
Aku menggunakan penawar racun.
Sejak kapan kau memilikinya?
Saat membuat penawar untuk Kankuro di Sunagakure.
Tak disangka di Sunagakure ada banyak jenis tanaman obat seperti ini.
Meski begitu, agak sulit menanamnya di lokasi seperti ini.
Apalagi, kami hanya punya sedikit...
Tidak, ini saja sudah cukup.
Aku bisa membuat tiga penawar.
Aku membuat tiga penawar.
Salah satunya untuk Kankuro.
Sekarang seharusnya sudah tak apa-apa.
Tinggal istirahat total hingga sembuh.
Aku tahu musuh akan menggunakan racun,
jadi, aku bawa dua untuk diriku sendiri.
Jadi begitu.
Iya, aku sudah menggunakan satu.
Namun, penawarnya hanya bertahan selama tiga menit.
Mau seberapa banyak aku terkena racun,
penawar ini akan mengubahnya menjadi protein yang tak berbahaya.
Jadi begitu.
Aku tak boleh membiarkan Sasori mengetahui penawar ini.
Aku menunggunya menggunakan serangan pemungkas,
dan memanfaatkan kelengahannya.
Makanya hanya kugunakan di saat genting.
Sekarang tinggal satu.
Aku akan memberikan satunya untuk Nenek Chiyo.
Iya.
Kau tak apa-apa?
Jangan-jangan racunnya ternetralisir?
Jika kau ingin hidup dengan penderitaan, aku tak akan menghabisimu.
Hanya saja, racun tersebut akan membunuhmu dalam tiga hari.
Apa dia menganalisis racun dari sebelumnya?
Tidak, itu tidak mungkin.
Kalaupun bisa menganalisis racunnya,
seharusnya tak mudah membuat penawarnya.
Penawar racunnya sangat sulit dibuat,
sampai tak boleh salah sedikit pun.
Aku saja yang membuat racunnya,
butuh rasio untuk membuat penawarnya.
Aku akan menyembuhkanmu.
Dengan begini, racunnya tak akan bekerja selama tiga menit ke depan.
Semuanya bergantung pada tiga menit tersebut.
Ya.
Nenek, ya?
Tidak, akulah yang paling tahu level medis di Sunagakure.
Nenek sekalipun,
tak akan bisa membuat penawar racunnya.
Jadi, anak ini juga ninja medis, ya?
Anak ini kalau tak salah dari Konoha.
Tsunade sang Hokage saat ini adalah ninja medis terkemuka.
Jangan-jangan... dia yang membuat penawarnya?
(Tiga Menit Antara Hidup dan Mati)
Sakura, tangan kiriku sudah tak apa-apa.
Baik.
Rasakan ini!
Kekuatan, kemampuan menghindar, dan penyembuhan luka.
Semua itu membutuhkan cakra yang besar.
Mungkin dia sudah mencapai batasnya.
Wah, wah.
Kalau begini,
aku tak akan bisa menunjukkan mukaku pada Master Sasori.
Akan kugunakan sisa tanah liat peledakku,
untuk menunjukkan kalau aku seniman sejati.
Namun...
Si Ninja Peniru itu memang mengganggu.
Memang agak memakan waktu, tapi bagaimana dengan ini?!
Apa itu?
Lebih kecil dari tipe burung sebelumnya.
Apa agar aku tak menyerangnya dengan shuriken?
Jumlahnya banyak.
Dilihat dari ukuran kaki belakangnya...
Sepertinya jenis yang bisa melompat tinggi.
Kalau begitu, ini akan menjadi pertarungan kecepatan!
Naruto! Tunggu dulu!
Kau lama, Guru Kakashi! Aku duluan!
Jangan paksakan dirimu sendirian!
Ya, aku tahu!
Sepertinya ini agak menyusahkan.
Pertama-tama,
Setidaknya,
aku bisa hentikan pendarahan dari luka besar.
Jika tak kuselesaikan dalam tiga menit,
tak akan ada waktu lagi!
Efek penawarnya hanya tiga menit.
Tak ada waktu lagi.
Apa bisa dimulai sekarang, Nenek Chiyo?
Baiklah.
Ayo kita selesaikan!
Baiklah.
Ini bukan waktunya untuk terus memandanginya.
Jika aku membiarkan Naruto sendirian, dia bisa hilang kendali kapan saja.
Jadi benda ini akan terus mengejarku,
meski aku menjauh darinya.
Kalau begitu...
Semua ini harus mengikutiku!
Bagus!
Satu tumbang.
Apa itu? Guru Kakashi?
Akhirnya tinggal kita berdua.
Jangan pasang wajah menakutkan begitu.
Padahal sudah kuberi kesempatan mempertemukan rekanmu.
Benar juga. Kau tak akan bisa tenang, ya.
Apalagi sebagai sesama Jinchuriki.
Kembalikan Gaara!
Tunggu!
Guru Kakashi!
Walah, kukira kau sudah mati.
Maaf kalau bukan aku yang kau ledakkan.
Lain kali, coba bedakan antara yang asli dan klona bayangan.
Ya, itu pun kalau ada kesempatan lain.
Tunggu!
Kau juga sama!
Tenang saja, kita pasti akan merebut Gaara kembali.
Jadi tenang dulu.
Aku pasti akan dimarahi Master Sasori karena kurang persiapan.
Namun, memikirkan setiap hal kecil kemungkinan,
bukanlah gaya bertarungku.
Apa pun situasinya,
harus bisa beradaptasi,
itulah yang membuat seniman cocok dalam pertarungan.
Bagaimana ini?
Dengar, Naruto.
Kau tak cocok melawannya.
Bukan cuma itu, kau yang bertarung jarak dekat,
sangat jelek melawannya yang bertipe jarak jauh.
Hanya ada dua cara mengalahkan musuh dengan tipe seperti ini.
Pertama, buat musuh masuk jangkauan jarak bertarungmu,
atau mengalahkannya dengan serangan jarak jauh.
Namun, bagaimana caranya?
Apa pun metodenya,
kau butuh rekan spesialis jarak jauh.
Atau orang dengan Ninjutsu jarak jauh.
Jika tak punya keduanya, mustahil mengalahkan musuh.
Ya, kalau kau secerdas Shikamaru,
hasilnya akan berbeda.
Jangan bertele-tele.
Kalau begitu, Guru Kakashi sendiri?
Oh! Aku, ya?
Jounin secerdas Shikamaru,
dengan teknik Ninjutsu jarak jauh.
Maka, itu sudah lengkap!
Makanya aku bilang tenang dulu!
Makanya ayo langsung serang!
Pastinya tak akan mudah.
Dia tak akan menunjukkan celah meski kita terus mengejarnya.
Baik, dalam jangkauan.
Misi selesai.
Dia orang yang menyusup ke Sunagakure dan mengalahkan Gaara sendirian.
Apalagi, dia adalah anggota Akatsuki.
Sekarang bukan waktuku untuk bersantai.
Lalu, kita harus apa?
Yang jelas, kita harus membuatnya lengah.
Kita harus melakukannya.
Jika kau mengerti apa yang kubicarakan,
sini dengarkan aku.
Akan kujelaskan rencananya.
Ayo, Sakura!
Baik!
Akan kuakui. Memang bocah yang mengesankan.
Sampai bisa menghancurkan Kazekage Ketiga.
Sudah tak ada gunanya menggunakan boneka manusia lagi.
Aku tak pernah gunakan ini sejak bergabung dengan Akatsuki.
Entah sejak kapan...
Itu...
Sejak pergi meninggalkanku, dia sama sekali tak menua.
Masih sama seperti dulu.
Jadi, ini alasannya!
Benar-benar sudah lama sekali!
Sejak menggunakan diriku sendiri!
Dia mengubah tubuhnya,
menjadi boneka manusia.
Paham?
Ya, aku tahu!
Ayo mulai!
Apa?
Jika seluruh tubuhnya adalah boneka,
berarti semua senjata di tubuhnya,
sudah dilumuri dengan racun.
Ada apa?
Sudah lebih dari satu menit sejak kugunakan penawarnya.
Bukankah kalian akan mengakhiri ini?
Jika tak maju...
Efek penawarnya tinggal kurang dari dua menit.
Selama itu,
aku harus mendekatinya,
dan menghajarnya sekali serang!
Aku yang akan maju duluan!
Percuma bersembunyi.
Ayo, apa yang akan kalian lakukan?
Menafsir nilai harta karun!
Kali ini kita akan dengarkan pendapat Nenek Chiyo!
Karya boneka pertama dari Monzaemon, sang pengendali boneka pertama.
Jika itu asli, pasti ada nilai sejarahnya.
Bukan "jika" lagi.
Kalau begitu, berapa tafsirannya?
Tentu tak ternilai!
- Begitu, ya? Kira-kira berapa nilainya? - Sungguh karya yang luar biasa.
Para juri tampak sudah membuat keputusan! Silakan buka harga!
Satu, sepuluh, seratus, seribu, seratus ribu...
Selanjutnya, "Pertarungan Boneka 10 vs. 100."
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.