All language subtitles for Naruto_ Shippuden-ep-E127-id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

(Kisah Ninja Pemberani - Gulungan Ninja Jiraiya - Bagian 1)

Di sini ada dua buah lonceng...

Jika di sini hanya ada dua buah lonceng...

Artinya satu orang akan kalah...

Kau sangat cerdas, Orochimaru.

Nah! Jika aku dapat loncengnya, kau harus pergi keluar denganku.

Jika kau kalah, jangan ganggu aku lagi.

Baiklah! Aku akan melakukannya!

Sangat terbuka sekali...

Sekarang!

Jiraiya, aku menang taruhannya! Kau akan pergi ke tiang kayu.

Diamlah kau, Tsunade! Dasar kau dada rata!

Apa kau bilang?! Kau kepala telur!

Kalian berdua, sudah cukup...

Tsunade dan Orochimaru boleh pergi.

Oke!

Kau tak ada harapan...

Bagaimana bisa seorang ninja jatuh terus ke dalam jebakan yang sangat jelas?!

Ini tak bisa membantu...

Barangkali yang kurang darimu adalah tujuan...

Ha?!

Ayo lihat sekarang...

Ya! Kita akan mencoba ini!

A-Apa?!

Jangan terlalu bersemangat. Lihat sajalah!

Jurus Ninja, Kuchiyose!

Mengagumkan!

Jurus pemanggilan...

Kau membuat kontrak darah dengan seekor binatang,

dan memanggil mereka kapan saja menggunakan jurus pemanggilan.

Aku ingin membuat kontrak dengan yang itu juga!

Kau tak bisa melakukan itu.

Ha?

Dengan cara yang sama bahwa setiap orang ditakdirkan untuk nasib yang berbeda,

begitu juga binatangnya untuk siapa dia terkait hubungan.

Lalu yang mana binatangku?

Sebelum kau bisa membuat kontrak,

kau perlu lebih mahir dalam membentuk cakra dan menyegel.

Apa? Jangan latihan lagi!

Pasti nanti kau akan menemukan jawabannya di dalam latihanmu!

Jiraiya telah menemukan sebuah tujuan, dan mulai hari itu

dia mulai mengikuti latihannya dengan serius. Akan tetapi...

Membentuk lebih banyak cakra...

Belajar menyegel...

Aku harus menguasai Kuchiyose...

Sial!

Kapan aku bisa membuat kontraknya?

Kenapa aku menerima latihan sekeras ini?

Jika aku harus punya pacar,

aku akan memilih Orochimaru daripada kepala telur sepertimu.

Jawabannya mudah!

Aku hanya harus menjadi ninja yang hebat

dan terus bersemangat mengejar Tsunade!

Aku tak boleh buang-buang waktu!

Ah...

Jadi dia menemukan tujuannya untuk menjadi seorang ninja.

Dan tak hanya itu Tsunade,

Aku akan mendapatkan seluruh wanita cantik untuk diriku.

Ayo lihat... Pusatkan cakra dan

segelnya adalah babi hutan, anjing, burung, monyet, domba...

Tunggu! Aku belum memberitahumu apa yang akan terjadi selanjutnya

jika kau menggunakan Kuchiyose tanpa membuat kontrak terlebih dahulu, kau akan...

Ayo!

Di mana aku...?

Jangan bergerak!

Aku, Tuan Jiraiya yang hebat, akan mengambil alih pertarungan ini!

Kurasa itulah yang dilakukan!

Anak manusia.

Hah?! Ko-Kodok bicara!

Ada apa denganmu?

Aku tak menyangka, ada seorang anak manusia yang datang ke Gunung Myoboku...

Apa maksudmu?!

Tuan Fukasaku!

Aku membawa seorang anak manusia.

Oh... jadi kau datang.

Kau bicara seakan-akan kau telah menantikanku.

Ya, aku tahu kau akan datang. Tetua yang Agung telah meramalkannya.

Seorang anak manusia akan terjerumus ke dalam Gunung Myoboku,

dan aku akan memberikan anak itu kekuatan dari katak dan sebuah ramalan.

Itulah mimpi yang aku sendiri lihat...

Itulah ramalan dariku.

Jadi manusia itu, aku... Kalau begitu, apa ramalanku?!

Baiklah... Aku tak tahu.

Tak tahu?

Kau harus tinggal di sini dan berlatih,

dan menunggu ramalan dari Tetua yang Agung.

Ta-Tahan dulu!

Aku meyakinkan pikiranku untuk menjadi kuat

agar aku jadi terkenal di antara para wanita.

Tak ada gunanya menjadi terkenal di antara kodok-kodok!

Berhentilah mengeluh! Ini adalah takdirmu.

Takdirku?!

Ya. Kau berhasil datang ke Gunung Myoboku.

Ini adalah bukti bahwa kau adalah memang orang yang terpilih.

Orang yang terpilih, eh?

Berlatih di sini dan menjadi kuat... Cukup menarik.

Mulai hari ini dan seterusnya, Jiraiya membagi waktunya di antara...

Gunung Myoboku, negeri para katak, dan Desa Konoha...

Dia menghabiskan masa mudanya di kedua Petapa dan latihan Ninjutsu.

Akan tetapi...

Itu tidaklah semudah yang dipikirkan Jiraiya.

Aku dengan pasti bertambah kuat sejak datang ke sini.

Namun...

Tsunade masih saja dingin seperti biasa.

Tak hanya itu...

Jika ini adalah takdirku untuk menjadi orang terpilih,

haruskah tujuanku hanya sekadar untuk mengesankan seorang gadis?

Apakah hanya itu alasannya kenapa aku berusaha untuk menjadi kuat?

Jiraiya! Jiraiya!

Ya?

Jiraiya, Tetua yang Agung telah memanggilmu.

Tetua yang Agung...?

Cepatlah. Dia telah melihat ramalanmu!

Benarkah, Bunta?!

Sesuai panggilan.

Ah, bagus. Aku senang kau telah datang!

Hah?

Siapa kau?

Tetua yang Agung, dia Jiraiya! Ini adalah Jiraiya!

Oh, itu benar! Benar! Ya ampun, kau sudah besar sekarang...

Kaulah orangnya yang memanggil dia, ya bagus Kakek Tua Pikun!

Kakek Tua Pikun?!

Bu, betapa beraninya kau memanggil Tetua yang Agung seorang Kakek Tua Pikun!

Sudahlah sudah, jangan bertengkar. Pasangan seharusnya sejalan...

Omong-omong...

Siapa kau, sekali lagi?

Jiraiya.

Tetua yang Agung punya sebuah mimpi tentangmu.

Seperti yang kau ketahui, ini adalah sebuah ramalan.

Jadi dengarkan baik-baik.

Baik!

Sekarang aku akan menceritakanmu. Di dalam mimpiku

kau adalah orang yang genit, dan kau akan berhasil menjadi seorang ninja yang baik.

Dan pada waktunya, kau akan memiliki muridmu sendiri...

Orang yang genit...?

Tidak bisa dipercaya dia mengingat fakta terperinci itu...

Murid itu akan menjadi seorang ninja yang akan membawa perubahan besar

pada dunia ninja.

Itulah yang aku lihat dalam mimpiku.

Perubahan besar?

Entah kestabilan yang besar atau kehancuran yang besar.

Orang yang belum pernah dikenal di dunia ini sebelumnya.

Salah satu dari mereka berdua.

Salah satu dari mereka berdua? Apa maksudnya itu?

Kau akan menuntun revolusi itu.

Harinya akan datang saat kau akan dipaksa untuk membuat pilihan yang sulit.

Pilihan?

Pilihanmu akan memutuskan ke arah mana perubahannya pergi.

Apa yang harus kulakukan...? Keputusan apa yang harus kubuat?

Di dalam mimpiku, kau menjelajah dunia, dan menulis buku-buku.

Buku? Untuk apa?

Aku juga tak tahu.

Mungkin itu akan menjadi perjalananmu dalam mengelilingi dunia

untuk melihat segala hal yang ada di sana.

Tetua yang Agung, pernahkah ramalanmu tidak menjadi kenyataan?

Tidak, tak pernah.

Jiraiya, apa kau akan pergi?

Ya!

Saat ini

aku tak mungkin bisa menuntun seseorang yang akan menjadi sebuah revolusi...

Membiarkan seseorang diri membuat pilihan tepat.

Kurasa aku perlu waktu lagi untuk melihat berbagai hal lagi,

dan bertemu orang-orang yang berbeda.

Jadi begitu...

Persis seperti di dalam mimpi Tetua yang Agung,

Aku akan bepergian ke seluruh dunia, dan mungkin, aku juga menulis buku.

Sepertinya itu adalah takdirku.

Selama Jiraiya bepergian dan mencari takdirnya

di balik mimpi Tetua yang Agung,

keadaan dunia semakin bertambah kacau.

Kedamaian yang telah berlaku di antara Kelima Negara Besar kini menjadi rapuh.

Penyerangan di antara negara-negara meningkat seperti perselisihan internal,

dan orang-orang mulai menderita.

Anak muda... Kenapa kau mengembara?

Aku sedang mencari takdirku.

Oh...?

Seseorang melihatku di dalam mimpi...

Dan persis seperti di dalam mimpi itu, aku akan mengembara dari negeri ke negeri.

Oh, ada apa?

Ini, ambil satu. Ini permen susu.

Boneka?

Oh, anak ini memberitahuku... Takdir bukanlah sesuatu yang untuk kau cari!

Takdir adalah sesuatu yang kau pertahankan ketika dia hadir dengan sendirinya.

Zaman perang telah datang.

Keahlian otomatis tidak berguna di dalam masa perdamaian,

namun beberapa daimyo mungkin akan membayar harga tinggi atas pelayananku.

Jadi dia seorang ninja juga...

Dia telah memilih untuk menunggangi gelombang kepada zaman kehancuran.

Namun itu hanya akan...

Ayo bersenang-senang lagi.

Ayolah.

Apa yang kau tulis?

Aku hanya mencoret-coret... bahwa menunggangi gelombang pada masa kacau

tidak akan berhasil di dalam mengubah revolusi yang diperlukan untuk perdamaian.

Hei, hei! Jika kau akan mengubah sesuatu, ubahlah aku!

Aku kira kau benar. Itu terdengar lebih menyenangkan.

Ini adalah penipuan!

Memangnya aku au membayar sesuatu seperti ini?!

Tahanlah di sana!

Aku akan mengambil alih pertarungan ini!

Sialan!

Bagaimana bisa nasib menjadi begitu kejam?!

Aku kerja keras dalam mengolah lahan dengan sedikit pengetahuan yang aku punya.

Seluruhnya demi kepentingan klan ku, dan juga...

Jadi orang ini tidak puas dengan arah tujuan di dunia ini...

Minumlah...

Aku telah mencari takdirku juga, tapi itu sangat sulit diperoleh.

Percuma saja mencari demi sesuatu seperti itu.

Orang-orangku tak punya peluang

untuk melawan ninja desa dari negara-negara besar...

Pria ini... Apa dia hanya bisa... mengeluh?

Kau salah...

Ha?

Aku mengajari anak-anak di desa

mengenai bagaimana caranya menyerang balik saat menghadapi takdir yang kejam.

Jadi pendidikan bisa mengakhiri perang, ya?

Hentikan percakapan manis ini!

Apa?!

Apakah dia ninja juga?

Tidak, itu tidak bisa...

Meskipun begitu, barangkali aku bisa mengajari mereka keahlian

yang memungkinkan mereka membuat pilihan yang lebih baik.

Izinkan aku bertanya padamu... Apakah pilihannya hanya itu?

Hidup atau mati... Itulah pilihannya.

Satu-satunya hal yang bisa aku ajari kepada mereka adalah bagaimana caranya untuk bertahan.

Itu tak cukup bagus.

Aku harus memilih revolusinya, siapa yang akan membawa perdamaian pada dunia.

Untuk membawa kehancuran di atas dunia ini.

Atau untuk membawa perdamaian yang belum pernah kita ketahui sebelumnya...

Itu tergantung pada komitmen dari masing-masing dan setiap orang!

Mungkinkah orang ini...?

Katakan, kau!

Kau mungkin saja orang yang telah aku cari!

Oh...?

Apa yang akan kau lakukan untuk membawa perdamaian kepada dunia ini?

Dunia telah menuju ke arah zaman perang dan perselisihan...

Tidak ada yang dapat menghentikannya.

Kau baru saja bilang itu tergantung pada komitmen masing-masing orang, 'kan?

Bagaimana caranya kita mengubah takdir orang-orang ini?

Kita hanya bisa berdoa keras. Hanya itu yang bisa dilakukan manusia.

Pria ini bukanlah orangnya... juga.

Apa itu?!

Ini hanyalah desa biasa! Kenapa bisa ada seorang ninja...?!

Jurus shuriken ini...

Kau berasal dari Klan Fuma, 'kan?!

Kenapa kau menyerang orang-orang yang hidup di dalam kedamaian?!

Kau juga seorang ninja.

Aku mengembara dalam mencari orang yang akan menjadi muridku.

Kenapa membuang-buang waktu untuk hal yang sangat membosankan?!

Keseimbangan kekuatan di antara negeri-negeri telah menjadi goyah

dan kita berada dalam ambang sebuah perang besar sekarang.

Desa tersebut juga hancur karena sebuah petunjuk bahwa ninja telah menyusupinya.

Hanya karena sebuah petunjuk?!

Ini hancur, atau dihancurkan.

Kita hidup di dalam sebuah dunia tempat kau akan mati jika kau ragu-ragu!

Bom Asap!

Kau cukup bagus.

Jika kau seorang ninja juga, aku tak boleh membiarkanmu hidup.

Menyerahlah... Ini adalah nasib kita sebagai ninja.

Bolehkah aku berkata sesuatu?

Aku tidak perlu mendengarnya...

Matilah kau!

Menyerahlah.

Menyerahlah!

Meskipun kau mengalahkanku,

pembunuh yang lain akan menyerang desa itu.

Selama kita dikutuk untuk hidup di dalam dunia ninja ini,

takkan ada yang namanya perdamaian.

Ramalan Tetua yang Agung mengatakan bahwa aku ditakdirkan

untuk menuntun revolusi yang akan membawa perdamaian pada dunia ini.

Akan tetapi, aku bahkan belum menemukan murid ini.

Pada saat ini, pertempuran mau tak mau menjadi pertarungan.

Jiraiya juga terpaksa untuk menunda perjalanannya

dan kembali ke Desa Konoha.

Bagaimanapun... kita berada pada peperangan.

Orochimaru...

Untuk menghapus kesedihan ini dari dunia ninja...

Aku harus menemukan revolusi...

Aku harus memilih orang yang akan membawa perdamaian.

Gejolak perang akhirnya menarik Jiraiya dan kawan seperjuangannya.

Ini akan dikenal sebagai Perang Ninja Besar Ketiga.

Tidak lama sesudah itu, mereka bertiga dikenal

sebagai "Legenda Sannin".

Wah, tidak mudah menemukan ide untuk menulis buku.

Pahlawan utama buku ini telah melihat terlalu banyak dunia ninja,

di mana pertempuran membawa pertempuran lebih lanjut.

Ini adalah dunia yang penuh dengan kebencian.

Aku ingin dia entah bagaimana menghapus kebencian

dan menciptakan dunia yang damai, namun...

Sangat sulit untuk membangun cerita hingga klimaks!!

Apa yang harus kulakukan?!

Selanjutnya, "Kisah Ninja Pemberani - Gulungan Ninja Jiraiya - Bagian 2."

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.