Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Dia memakan Tanah Liat Peledak, yang artinya...
Aku simpan yang terbaik untuk yang terakhir! Aku akan membunuhmu!
Tobi, menjauhlah!
Wah, gawat! Itu adalah C4 Karura!
Cepat!
Ini seharusnya menjadi kartu as-ku untuk membunuh Itachi, tapi...
Apakah ini bom juga? Jika demikian...
Ini besar sekali! Jika ini meledak...
Apa kau baru saja kabur?
Kau pikir bisa melarikan diri dari C4 Karura-ku?
Itu gagal meledak?
Tidak. Bukan begitu.
Apa?!
Aku menang!
Seni adalah sebuah ledakan!
Katsu!
Musnahlah!
Sial!
Ini tidak mungkin terjadi!
(Seni)
Sekarang ini adalah karya terbesarku!
Sampai!
C4 Karura. Sangat kecil sekali, ledakan berukuran nano.
Ledakan yang diciptakan dari pecahan Deidara raksasa,
bahan peledaknya terlalu kecil untuk dilihat mata manusia
yang disebarkan ke dalam atmosfer.
Setiap makhluk hidup yang menghirupnya
akan terperangkap ledakan-ledakan secara internal di segala bagian tubuh.
Dan ledakan-ledakan kecil ini akan menghancurkan tubuh itu
dalam tingkatan sel.
Sebuah jurus yang menakutkan.
Aku harus berterima kasih pada Itachi.
Aku menang! Aku menang!
Seniku hebat.
Sepertinya kau telah kehabisan cakramu.
Reaksimu lambat.
Mata itu...
Bahan peledaknya terlalu kecil untuk dilihat oleh mata.
Namun, Sharingan-ku dapat membedakan suatu cakra dengan warnanya.
Bom mini terbentuk dengan cakramu.
Mereka terlihat jelas bagiku seperti asap awan.
Aku juga bisa bilang bahwa kau melayang-melayang.
Hanya di luar jangkauan ledakan bom mininya.
Jadi selama aku bisa melihat bahan peledaknya, melarikan diri mudah.
Tapi aku melihatmu mati karena C4-ku.
Itu adalah Genjutsu-ku.
Jadi begitu, setelah semuanya...
Aku menghindari titik vitalmu.
Sekarang beri tahu aku di mana Itachi.
Itulah sebabnya aku bilang... "Aku harus berterima kasih pada Itachi."
Tanah liat bayangan?
Aku mengantisipasi Genjutsu-mu. Kau percis seperti Itachi!
Aku tak pernah jatuh untuk tipuan yang kedua kali!
Ya. Semenjak hari aku bertarung dengan Itachi.
Jangan meremehkanku... atau seniku!
Ninjutsu-ku bukanlah apa-apa melainkan penghargaan, seni memperhalus!
Rasakan seniku!
Katsu!
Kau omong besar padahal hanya itukah seluruh yang kau punya?
Berakhir!
Kau seharusnya melihat baik-baik ke dirimu.
Hah?
A-Apa?!
Itu hampir saja.
Sedikit lagi dan kau akan meledakkan dirimu sendiri.
Aku bilang padamu dia adalah tipe yang mati muda.
Apakah Genjutsu?! Kapan?!
Dari awal.
Pada saat kau melihat ke arah mata Sharingan Itachi,
kau sudah berada di bawah Genjutsu-nya.
Indah.
Ini adalah seni!
Sial! Aku menjadi kagum dengan kemampuan orang lain?
Itu seni? Tidak mungkin...
Aku menolak mengakuinya!
Aku melatih mata kiriku untuk membalas Sharingan.
Memang aku akan menyia-nyiakan latihan untuk membalas Genjutsu!
Kali ini, benar-benar akan berakhir! Rasakan C4-ku!
Sepertinya kaulah yang kehabisan cakra!
Kau bahkan tidak memiliki sisa kekuatan untuk menghindar! Hah?!
Tepat seperti yang kupikir.
Bahan peledak C4 bagian dalam sama-sama tidak terlihat.
Lukaku sakit.
Di atas itu, aku menghabiskan cakraku pada serangan terakhir itu.
Sungguh menyedihkan!
Sekarang apa yang akan kau lakukan?
Dia gunakan apa yang tersisa dari Raikiri, ya.
Raikiri-mu tidak akan menjangkau diriku pada jarak ini!
Ini berakhir.
Katsu!
Aku menang. Aku pemenangnya!
Seniku menang!
Kenapa?!
Apa yang terjadi?
Ini bukanlah Genjutsu. Berarti, dia...
Bagaimana? Bagaimana caranya dia menggagalkan C4-ku?
Kau...
Jangan bilang kau memikirkan itu?
Ya. Cukup beberapa detik.
Ketika menghadapi Sharingan, itu dasar untuk sembunyikan dan bentuk segelmu.
Tidak masalah seberapa cepat dirimu, mata ini akan membacanya.
Setiap jurus yang kau gunakan telah disegel dengan elemen tanah.
Chidori-ku adalah elemen petir. Paham sekarang?
Jadi kau tahu, akhirnya...
Kalau begitu Raikiri yang kau gunakan adalah...
Elemen tanah kalah dengan elemen petir.
Bahan peledakmu tidak akan meledak terhadap elemen petirku.
Bukankah itu kelemahanmu?
Kau...!
Jadi begitu. Raikiri sebelumnya untuk menjalankan melalui dirinya sendiri.
Dan kau memicu C4 yang ada di seluruh tubuhmu.
Ya. Berkat itu, tubuhku menjadi compang-camping.
Meskipun nama yang tepat untuk jurusku adalah Chidori...
Dia tahu kelemahan seniku dalam waktu singkat,
dan sangat akurat.
Kapan kau menyadarinya?
Setelah ledakan itu, sejak ranjau tanah.
Meskipun, aku sudah menganalisisnya sejak dari awal.
Sejak aku membalas serangan pertamamu dengan Chidori Senbon.
Di antara bom-bom yang kau ciptakan, beberapa meledak dan beberapa tidak.
Saat itulah aku merumuskan teorinya.
Teori?
Saat itu, satu-satunya yang meledak adalah yang kau lemparkan
saat kau mencoba menghindari seranganku.
Semua bahan peledak yang kubalas dengan Chidori Senbon-ku tidak meledak.
Namun, itu mustahil bahwa kau dengan sengaja tidak memicunya
karena mereka jatuh di dekat temanmu.
Dengan kata lain, kau tidak yakin apakah mereka tidak meledak
karena Chidori-mu atau karena aku yang tak membuat mereka meledak.
Jadi begitu. Jadi itulah mengapa kau menguji dengan dua alternatif pada ranjau tanah?
Tepat sekali.
Kunci elemen dari pengatur serangan C2 adalah
menggunakan ranjau tanah untuk memperlambatmu
dan menghabisimu dengan serangan misil pendeteksi.
Ranjau tanah telah ditanam di sekitarmu!
Satu langkah saja kau akan memicunya!
Jika mereka terpicu sendiri, kau tidak akan terbawa.
Makanya aku mengujinya apakah jurus elemen petirku
dapat menggagalkan bom-bom elemen tanahmu.
Itu benar. Saat itu aku menancapkan pedangku ke dalam tanah...
Aku tidak mengecek lokasi dari ranjau tanah.
Aku membidiknya dengan pedangku menandainya dengan Chidori
untuk membuktikan teoriku.
Tapi... bagaimana? Bagaimana caranya kau bisa mendeteksi posisi dari ranjau daratnya?
"Mata ini membedakan cakra dari warnanya."
Tidakkah aku memberitahumu itu tadi?
Kau bisa melihat posisi ranjau daratnya...?!
Dia tak menyodok ke dalam tanah untuk menetes tempat mereka
dan di mana dia bisa melangkah?
Dia telah memeriksanya apakah dia bisa memperdaya Tanah liat Peledak-nya...
Tapi apa yang akan kau lakukan jika ranjau tanahnya meledak?!
Itu adalah salah satunya. Namun, aku punya rencana cadangan yang lainnya.
Meskipun aku tidak memiliki kesempatan untuk menunjukkan itu.
Orang ini... Dia bahkan punya jurus yang lain...
Di mana Itachi?
Kau mungkin mencoba untuk terlihat hebat, tapi kau nyaris juga.
Sepertinya cakra yang kau punya turun drastis.
Aku menang. Aku masih punya tanah liat peledak...
Dalam kondisi ini, tidak seharusnya kau menjadi sedikit panik.
Kali ini, seniku pasti akan membunuhmu!
Itulah yang membuatku kesal tentangmu! Kalian dua bersaudara!
Jangan berlagak begitu tenang!
Mata itu! Mata terlalu percaya diri itu menjengkelkan!
Seolah-olah memungkiri seniku! Ini tak bisa dimaafkan!
Mata yang menunjukkan sungguh tidak menghormati seniku.
Mata yang mengabaikan seniku... tak bisa dimaafkan!
Aku tidak peduli dengan hal seperti itu.
Lupakanlah. Beri tahu aku di mana Itachi!
Jadi kau sudah menarik kembali Sharingan-mu...
Kau benar-benar menganggapku remeh!
Ini adalah seni terakhirku...
Sekarang aku akan meledakkan diri.
Dia...!
Dengan kematian, aku akan menjadi seni.
Ledakan yang belum pernah terlihat sebelumnya ini akan meninggalkan
bekas ledakan yang belum pernah terlihat sebelumnya di bumi ini.
Seniku akan menang, rasa takjub yang belum pernah dilihat sebelumnya!
Tobi, maaf.
Di tengah-tengah rasa takjubku, kau tentu akan mati!
Ledakannya akan menjangkau radius sepuluh kilometer...
Kau tidak akan mampu melarikan diri!
Sekarang, gemetaran karena ketakutan!
Berada dalam kekaguman! Keputusasaan!
Berteriaklah!
Seniku adalah...
Katsu!
Ledakan!
Naruto, ada tanda-tanda bahwa Sasuke baru saja di sini.
- Apa?! - Ini samar-samar, tapi masih ada baunya.
Bisa dibilang tadi ada pertempuran di sini.
Maka ayo kejar Sasuke secepatnya!
Kita tidak bisa.
Kenapa tidak?
Baunya berhenti di sini.
Dalam kasus seperti ini,
entah Sasuke telah menghapus tanpa ada jejak di dalam ledakannya, atau...
Selanjutnya, "Kehilangan."
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.