Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PARK HYUNG-SIK
JEON SO-NEE
PYO YE-JIN
YUN JONG-SEOK
LEE TAE-SEON
MASA MUDA KITA YANG MEREKAH
DRAMA INI ADALAH KISAH FIKTIF
SEMUA KARAKTER, ORGANISASI, LOKASI, INSIDEN, DAN AGAMA
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF
ADEGAN YANG MELIBATKAN HEWAN DIBUAT DENGAN PROPERTI DAN EFEK VISUAL
Apakah kau baik-baik saja dan tenteram?
Ada longsor di sini belum lama ini karena hujan lebat.
Pelayanku menemukan
batu peringatan yang terbawa turun yang bukan milik keluargaku.
Batu peringatan?
Bukankah itu nisan?
Bagaimana nisan keluarga lain bisa ke pemakaman keluarga Min?
TAKDIR NEGARA
PERINTAH TAK BOLEH DILANGGAR TANAH RAJA
Tempat batu peringatannya terkubur tidak biasa.
Menurut ahli geomansi, tanah itu diperuntukkan bagi raja.
Jadi, sudah dijanjikan diberikan kepada Baginda.
Seseorang membangun tempat berdoa keluarga di tanah keramat seperti itu?
Kalau seseorang membangun tempat berdoa di tanah raja,
mereka berusaha menaikkan anak mereka ke takhta.
Siapa yang akan melakukan hal macam itu?
Namun, yang mengejutkan, pemilik batu peringatan itu
adalah Song Su-cheon yang meninggal pada 25 Juni, Tahun Naga.
Apakah kau ingat nama itu?
Itu nama lengkap Song
yang digantung di Sungnyemun sepuluh tahun yang lalu.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Yang Mulia, apakah kau tahu
yang terjadi di Gaeseong terkait dengan para pencuri Byeokcheon?
Seperti tertulis pada batu peringatannya,
putra Song Su-cheon, Song Hyeon,
yang lahir pada 9 Maret, Tahun Ular, masih tetap hidup.
Apa… Ini mustahil.
Ada apa, Yang Mulia?
9 Maret, Tahun Ular…
Putra Song Su-cheon…
Kau tahu itu tanggal lahir siapa?
Kalau ini benar,
apa yang akan kita lakukan?
Dahulu sekali, seorang anak laki-laki bernama "Hyeon" lahir.
Ayahnya seorang pandai besi
dan ibunya seorang gisaeng, wanita penghibur.
Apa ini?
Sudah kubilang jadikan ini tajam.
Untuk siapa belati kecil itu?
Itu bukan urusanmu. Tajamkan saja.
- Kalau kau akan bunuh diri, jangan. - Itu bukan urusanmu.
Kau harus tetap hidup.
Sekeras apa pun bekerja, aku tak bisa terbebas dari utangku.
- Jadi, apa gunanya hidup? - Berapa utangmu?
Kudengar keluargamu sudah menabung selama beberapa generasi.
Namun, apakah kau sungguh mau memakai milik leluhur
untuk membuat seorang gisaeng jatuh hati padamu?
Tidak.
Akan kubayar utangmu, jadi tetaplah hidup dan pergi.
Aku hanya mau melihat orang secantikmu
meninggalkan tempat ini.
Aku sungguh-sungguh.
Aku…
tak sepadan dengan uangmu.
Ayahku menjualku senilai lima karung barli saat aku berusia enam tahun.
Jangan melakukan hal yang bodoh
karena kecantikanku.
Aku tahu kau berhati baik.
Aku hanya tak mau melihat dunia di mana orang-orang baik mati.
Aku mau membantu orang baik hidup.
Astaga! Ya, ampun!
Tangkap ayamnya.
Apa yang terjadi?
Astaga.
Sudah lama tidak ada acara bahagia. Kalian harus adakan pesta besar.
Ayam ini kabur dari rumah Park.
Jagalah dan kembalikan kepadanya dengan utuh.
Pastikan dia tak terluka!
Astaga, pengantin macam apa yang tak tulus?
Apakah kau mau menikah tanpa berdandan?
Ini hari paling bahagia dalam hidupmu.
Berdandanlah, diperlakukan dengan baik, dan hidup bahagia.
Astaga, kau sungguh cantik.
- Selamat atas pernikahan kalian. - Astaga.
Mirip seperti kastanya dari jauh.
Ya, ampun.
Pernikahan tak bisa tanpa minuman keras.
Kulihat kau memasukkan air ke situ di sumur.
- Jangan bilang-bilang. - Apa yang kalian lakukan?
Mempelai prianya menunggu tak sabar!
Kapan mereka akan punya malam pertama jika begini?
Ini.
Sekarang kedua mempelai akan saling memberi hormat.
Saat ibu anak itu mengetahui dirinya mengandung,
dia dan ayah anak itu
terpikirkan nama "Hyeon".
Agar anak itu bisa baik hati.
"Hyeon" yang berarti pikiran baik.
Itulah namamu.
Kenapa Ibu menceritakanku kisah itu?
Apakah Ibu mengenal anak itu?
Bila waktunya tiba,
ibu akan memberitahumu kisah lengkap
mengenai anak itu dan orang tuanya.
Untuk saat ini, ketahuilah saja itu.
Kalau ini benar,
bisa berarti pertumpahan darah lagi bagi istana.
Apakah kau sungguh berpikir anak Song
adalah dia?
Itulah waktu Pangeran Myeong-ahn lahir.
Yang Mulia,
kau harus tetap tenang.
Ini surat terakhir yang ditinggalkan oleh Min Ho-seung,
jadi tidak mungkin palsu.
Pikirkan keluargamu
dan lepaskan rasa sayang yang tak perlu.
KUKIRIMKAN INI SECARA RAHASIA, JADI TOLONG SELIDIKILAH
KUKUBUR BATUNYA DI BAWAH TUNGKU
Maksudmu Master Min mengubur
batu peringatannya di bawah tungku?
Kalau batu peringatan itu disingkap,
semua orang akan tahu siapa anak Song.
Itu kenapa keluarga Master Min dibunuh.
Sebelum meninggal,
Sim Yeong mencari-cari sesuatu di rumah itu.
Pasti batu peringatannya.
Pergilah ke Gaeseong
dan temukan batu peringatan itu.
- Ya, Yang Mulia. - Ya, Yang Mulia.
Sekembalinya kalian,
keadaan akan kacau di istana.
Kalau kau membawa batunya sebagai bukti,
- biar ayahmu yang menyimpannya. - Ya, Yang Mulia.
Kasim Go Sun-dol dari Istana Timur adalah putri Master Min, Min Jae-yi.
Kenapa Ratu memperlihatkanku ini
bila menurutnya itu hanya lelucon para dayang?
Kotak ini sungguh dibuka?
Apa isinya?
Yang Mulia!
Yang Mulia, kau tiba.
Bagaimana ini bisa terbuka?
- Di mana isinya? - Apakah ada sesuatu di dalamnya?
Kasim Go datang ke istana mencarimu.
Kotaknya terbuka sejak itu.
- Sun-dol mencariku? - Ya, Yang Mulia.
Dia sepertinya tergesa-gesa.
Dia melihat kotaknya, lalu berlari keluar, berteriak Putri Mahkota dalam bahaya.
Dia ke kediaman Putri Mahkota?
Yang Mulia.
Baginda, maaf memberitahukanmu ini,
tetapi Putri Mahkota dibunuh.
Dibunuh? Dia tewas?
Apa yang kalian lakukan?
Yang Mulia.
Lepaskan dia.
Tidakkah kalian tahu dia kasim Istana Timur?
Berani-beraninya kalian memperlakukannya seperti itu?
Katakan apa yang terjadi.
Yang Mulia, kami menjalankan perintah Baginda
untuk menangkap dan menahannya.
Menangkapnya? Kenapa?
Yang Mulia, Putri Mahkota telah dibunuh.
Dia juga sudah mengakui
kalau dia membunuhnya.
Mustahil.
Mengaku?
Katakan yang sebenarnya kepadaku.
Apakah kau membunuh Putri Mahkota?
Katakan yang sebenarnya! Kenapa kau membuat pengakuan palsu?
Itu benar, Yang Mulia.
Aku
membunuh Putri Mahkota.
Bagi yang punya telinga, dengarkan!
Aku bukan Go Sun-dol!
Hentikan!
Aku si pembunuh Gaeseong,
Min Jae-yi.
Aku membunuh seluruh keluargaku dan menyamar sebagai kasim
untuk membunuh Putra Mahkota
dan membunuh Putri Mahkota dengan belatiku.
Akulah pelakunya.
Perlihatkan belatinya kepada mereka.
Mereka akan tahu kalau belati
yang membunuh Putri Mahkota milikku.
Perlihatkan senjata pembunuhannya, belati itu.
Ini belatinya.
Benar.
Ada beberapa dayang yang melihat semuanya.
Mereka melihatnya berlari ke kediaman Putri mahkota
dan membunuhnya dengan belati ini.
Maaf, tetapi Baginda memerintahkan kami untuk menangkapnya.
Tak ada yang bisa kau lakukan.
Panggilkan Dayang Choi.
Karena dia mengurus Putri Mahkota,
minta dia bawakan kepadaku siapa pun yang bilang menyaksikan semua.
Ya, Yang Mulia.
Satu-satunya calon raja adalah Pangeran Ui-hyeon
yang kulayani sejak kecil.
Aku sedih tak bisa melihat Lee Hwan, yang membunuhnya, digulingkan.
Astaga.
Surat bunuh dirinya sudah ditukar?
Ya, kulakukan seperti perintahmu.
Aku akan menebus dosaku tak bisa melindungi
Putri Mahkota dengan nyawaku.
Melihat dia meninggalkan pesan bunuh diri,
bukankah sudah pasti
Kasim Go membunuh Putri Mahkota?
Apa katamu? Apakah aku salah dengar?
Dia mengakui semuanya.
Istana dalam kekacauan, Kepala Bagian Han.
Apakah dia membunuh So-eun?
Di mana dia?
Dia di penjara.
- Aku akan ke sana. - Kau tak bisa ke sana.
Kau bisa membahayakan dirimu.
Dia menyusup ke istana dan menyamar sebagai kasim untuk membunuh Yang Mulia
dan membunuh Putri Mahkota.
Hubungan apa pun yang kau miliki dengannya harus dihentikan.
Sungguh keji. Kau tadinya berpakaian kasim dan sekarang memakai pakaian wanita.
Kau memandang dirimu terlalu tinggi. Dasar berengsek.
Tak mungkin Jae-yi membunuh Putri Mahkota.
Kasim Go datang ke istana mencarimu.
Kotaknya terbuka sejak itu.
Dia melihat kotaknya, lalu berlari keluar, berteriak Putri Mahkota dalam bahaya.
Aku si pembunuh Gaeseong, Min Jae-yi.
Dia pasti tahu itu perangkap.
Dan kalau dia pernah ke sini sebelumnya, dia mungkin tahu kalau aku Min Jae-yi.
Dia tahu tak bisa menyembunyikannya lagi dan membebaskanku dari masalah
sebelum musuh-musuhku bisa manfaatkan dia sebagai kelemahanku untuk menjatuhkanku.
Aku menyamar sebagai kasim untuk membunuh Putra Mahkota
dan membunuh Putri Mahkota dengan belatiku.
Itu kenapa dia mengaku
dia menyusup ke istana selagi dilihat semua orang.
Untuk melindungiku.
Yang Mulia.
Kau harus melepaskanku.
Kau harus mengabaikanku.
Lepaskanlah aku
dan pikirkan masa depanmu.
Min Jae-yi.
Aku akan mencari cara
untuk menyelamatkanmu.
Tak mungkin Nona Jae-yi.
Kami sering bertemu untuk melaksanakan perintah Yang Mulia.
Dia tak akan melakukan kejahatan…
Ya.
Dia bukan seorang pembunuh.
Apakah Ayah sudah tahu tentang Nona Jae-yi?
Baginda.
Turunkanlah Yang Mulia.
Dia merupakan dasar bangsa ini dan panutan bagi rakyat,
tetapi dia membiarkan wanita
yang melanggar prinsip moral
masuk ke istana tempat tinggalmu dan menyebabkan kekacauan.
Kau tak boleh membiarkan ini.
Baginda, wanita itu sudah mengakui
memasuki istana untuk membunuh Yang Mulia.
Dia mungkin jatuh cinta dengan Yang Mulia, karenanya membuat pengakuan palsu.
Jatuh cinta?
Wanita yang melanggar prinsip moral
berani jatuh cinta dengan Putra Mahkota?
Bukan hanya dia, Baginda.
Semua orang di istana tahu
Yang Mulia sangat menyukai Kasim Go di antara semua kasim.
Baginda, ini adalah jebakan.
Yang Mulia hanya bersikap baik dan murah hati kepada pelayannya,
tetapi dia memelintir tindakan Yang Mulia.
Ya, Baginda, itu tidaklah mungkin.
Benar, tentu saja.
Calon raja dibutakan oleh cinta terhadap seorang wanita
dan melanggar hukum suci istana. Wanita itu juga punya tunangan…
Tuan Cho!
Bagaimana kau bisa menodai martabat keluarga kerajaan dengan spekulasi?
Jadi, interogasilah Min Jae-yi
dan cari tahu yang sebenarnya, Baginda. Jangan biarkan penjahat tetap di istana.
Biarkan dia diadili di Kantor Inspektur Kerajaan.
Interogasilah dia dengan ketat,
agar tak ada kebohongan lagi terlontar dari mulutnya, Baginda.
Sebagai tambahan, ungkap semua kejahatan yang dilakukannya,
dan biarkan dunia tahu hukum negara ini.
Baginda, kumohon kepadamu!
Baginda, tidak hanya itu.
Aku percaya Tuan Han
harus diberhentikan karena melanggar hukum
dan mencurangi proses pemilihan Putri Mahkota.
Baginda, kumohon kepadamu.
Baginda, kumohon kepadamu!
Bawa dia masuk!
Baginda, dia pelayan
dari keluarga Putri Mahkota.
Beri tahukanlah.
Kumohon jangan membunuhku.
Aku hanya menguburkan jenazah istri tuanku sekitar sebulan lalu dengan diam-diam.
Tuanku bilang
tak ada yang boleh mengetahuinya.
Baginda.
Han Jung-eon dan keluarganya memanipulasi proses pemilihan
dan menempatkan gadis yang tak memenuhi syarat
untuk menjadi Putri Mahkota.
Putri Mahkota harus dari keluarga Han.
Aku tak bisa membiarkan keluarga Cho terus menjadi besanku.
Ini peruntungan Putra Mahkota.
Palsukanlah peruntungan putri Jung-seop untuk menyesuaikan Hwan jika perlu.
Apakah ini benar, Tuan Han?
Baginda, ini pasti perbuatan mereka
yang berusaha memfitnah Tuan Han dan keluarganya.
Itu benar, Baginda.
Tuan Han.
Itu adalah keputusanku untuk mencegah keluarga Cho
memperbesar kekuasaan mereka demi keturunanku.
Keturunan?
Itu tak masuk akal.
Han Jung-eon tidak menghormatimu
demi kepentingan dirinya.
Biarkan si penjahat, Han Jung-eon, membayar atas dosa-dosanya.
Buatlah Han Jung-eon membayar atas dosa-dosanya!
Baginda, turunkanlah Putra Mahkota yang menyebabkan kekacauan
bagi istana dan hukum.
Turunkanlah Putra Mahkota!
Buatlah Han Jung-eon membayar atas dosa-dosanya!
Turunkanlah Putra Mahkota!
Yang Mulia, kau sudah mengetahui isi jikgeumdo-nya?
Apakah itu yang penting saat ini? Interogasi akan segera dilakukan
dan mereka akan menyiksamu sesuai dosa-dosa yang kau akui.
Kau akan harus menghadapi rasa sakit akibat kulitmu berdarah dan tulang patah.
Kenapa kau mengakui sesuatu yang tak kau lakukan?
Kau sungguh tak tahu?
Ada sesuatu yang harus kau lakukan.
Seseorang yang tak bersalah telah mati lagi.
Menurutmu kenapa Putri Mahkota dibunuh?
Hwan-yi-no-saeng, deuk-yi-woo-sa.
"Kau akan menjadi tua dan mati sendirian
tanpa istri atau anak."
Itu untuk menggenapi surat hantunya.
"Orang-orang akan berusaha menggulingkanmu
dan semua orang berpaling darimu, meninggalkanmu sendiri."
Mereka tak akan berhenti sampai kutukannya digenapi.
Kau harus menghentikan mereka, Yang Mulia.
Kalau kau mati…
Kalau kau tak bersamaku…
Apa gunanya semua itu?
Kau harus membuktikan aku tak bersalah.
Hanya kau yang bisa membersihkan namaku
agar keluargaku bisa tenang.
Kau juga harus menaiki takhta…
dan menjadi raja yang bijak
seperti yang diyakini ayahku.
Kau harus tegar, Yang Mulia.
Jangan melihat apa yang sudah terjadi
dan terus maju.
Yang kuinginkan darimu…
hanyalah itu.
Maafkan aku
karena pergi sendirian
- dengan memberimu beban. - Pergi? Memangnya kau mau ke mana?
Jangan berkata seperti itu.
Aku tak takut mati.
Aku akan pergi ke tempat
ayah, ibu, dan kakakku berada.
Ada satu hal yang membuatku sedih.
Aku tak pernah bisa
memberitahukan perasaanku kepada pria yang kusukai.
Kau mau tahu
siapa dia, bukan?
Aku akan memberitahumu.
Orang yang kusukai…
Orang yang
aku cintai…
adalah kau.
Bagaimana…
Kenapa kau memberitahuku sekarang?
Aku berani untuk jatuh cinta meski itu terlarang.
Aku seharusnya merahasiakan perasaanku.
Namun…
aku mau memberitahumu
untuk terakhir kalinya.
Aku mau memberitahumu
aku sangat bahagia
bertemu dan jatuh cinta denganmu.
Maafkan aku.
Aku meminta maaf karena sudah kurang ajar dan tak sopan.
Maafkanlah aku,
Yang Mulia.
Kalau Nona Jae-yi membersihkan namanya,
akankah dia kembali ke sini?
Entahlah. Apakah menurutmu dia akan mau datang?
Kau akan apa?
Kau tak bisa kembali ke sini.
Kenapa begitu?
Kau sudah berjanji kepadaku
akan selalu bersamaku.
Myeong-jin akan menjadikan Joseon lebih baik lagi.
Aku akan bergabung denganmu.
Aku akan menjadi murid magangmu selamanya.
Bagus!
Bagaimana itu bisa dibilang janji?
- Itu janji. - Itu cuma…
Kalau kubilang janji, maka itu janji.
- Astaga. - Di mana dapurnya?
Kita harus temukan batunya.
Bukan ke sana. Ke arah sana.
Benar. Tentu saja bukan.
Ayo.
Berhenti. Yang Mulia memerintahkanku.
Apa?
Berhenti mencampuri pekerjaanku.
Astaga.
Tunggu.
Sudah.
Duduklah di sini
dan perhatikan aku menjalankan perintah Yang Mulia.
Kau harus lebih dalam.
Master Min merahasiakannya, jadi pasti disembunyikan jauh di dalam.
Lebih dalam.
Bayangkan kau masuk ke lubang itu.
Pasti ada di dalam.
Oh.
Aku yakin mendapatkannya.
"Keluarga Lee akan dihancurkan
dan seseorang dari keluarga Song akan muncul
serta memulai dinasti baru.
Song Su-cheon, 25 Juni, Tahun Naga."
Dan ini. "Lahir pada 9 Maret, Tahun Ular,
Song Hyeon."
Ikut aku.
Pulanglah.
Aku akan segera menghubungimu.
Tae-gang.
Kalau kembaranmu selama ini ke istana menyamar sebagaimu,
dia pasti tahu di mana tempat tinggalmu.
Kalau kembaranmu mendatangimu…
Kalau dia memberitahumu sesuatu,
bisakah kau memberitahuku?
Ya, Yang Mulia, aku akan lakukan itu.
- Tae-gang. - Kalau saja aku bisa bilang
aku senang kau masih hidup.
Apakah semua itu benar?
Kau sungguh memanah Yang Mulia,
membunuh keluarga Master Min,
dan menyebarkan kertas merah yang dikutuk?
Kau sungguh melakukan semua itu…
dengan menyamar sebagai diriku?
Untuk bisa pulang, aku mematuhi perintah.
Kau membunuh orang-orang tak bersalah.
Dan orang-orang Byeokcheon bersalah?
Kau tak tahu
bagaimana orang Byeokcheon mati pada hari itu.
Mengakulah kepada Yang Mulia.
Kalau kau memberi tahu Yang Mulia yang terjadi di Byeokcheon,
- dia akan… - Aku tak percaya orang-orang berseragam.
Ikutlah ke Gaeseong bersamaku.
Orang-orang Byeokcheon yang selamat tinggal di sana.
Aku akan ke Desa Naewang, tempat terpencil yang dikelilingi gunung.
Saat bulan purnama,
datanglah ke pohon suci Gunung Songak.
Aku akan menunggumu.
- Tae-san. - Kau tak harus langsung datang.
Ingatlah saja aku akan selalu menunggumu di sana.
Ingatlah itu.
Baginda, Kantor Sensor, Kantor Inspektur Jenderal,
dan Kantor Pengajar Kerajaan menuliskan petisi kepadamu.
Kalau kau tak menerimanya, mereka bilang akan berunjuk rasa.
Baginda, Sekretaris Kerajaan Kiri dan Kanan datang.
Masuklah.
Baginda, ini adalah petisi dari para cendekiawan Konghucu.
Baginda, ini dari Akademi Konghucu Nasional.
Desa Naewang.
Jadi, mereka berkumpul di Gaeseong.
Saat kau mendatangiku untuk memberitahukan itu,
tidakkah kau mengkhawatirkan kembaranmu?
Karena kau memberiku perintah,
aku hanya mengikutinya.
Kejahatan yang dilakukan kembaranmu
memang sangat berat.
Dia membunuh orang-orang tak bersalah
dan memfitnahnya ke orang lain.
Dia mengutuk keluarga kerajaan dan merancang pemberontakan.
Tidakkah menurutmu dia harus membayar
atas segala dosanya itu?
Apa pun hukuman yang dihadapi Tae-san,
aku yakin itu akan adil.
Aku percaya sepenuhnya kau akan membuat keputusan yang tepat.
Kalau begitu, kau akan percaya padaku dan melakukan yang kubilang?
Ya, Yang Mulia.
Berapa prajurit yang setia kepadamu?
Kau akan meninggalkan Nona Jae-yi sendiri?
Kau tahu dia tak bersalah.
Apakah kau akan diam saja?
Banyak orang ingin menggulingkanku.
Aku hampir tak bisa pertahankan posisiku, karenanya aku tak berkuasa atas itu.
Yang Mulia.
Apakah kau tak menyukai…
Nona Jae-yi?
Dan tak tahukah kau kalau Nona Jae-yi…
menyukaimu?
Baginda.
Perasaanmu pasti kacau balau
sebagai seorang ayah, bukan seorang raja.
Dan tentunya sangat sulit bagiku
untuk memintamu memberhentikan Putra Mahkota.
Namun, sekarang bukan saatnya untuk perasaan pribadi.
Akan ada lebih banyak petisi.
Aku, Cho Won-bo, Penasihat Negara Kanan, memohon kepadamu
untuk memperkuat bangsa
dengan mengetatkan disiplin bangsa ini
dan memastikan calon raja
tak memiliki cacat.
Baginda.
Kumohon…
berhentikanlah Putra Mahkota.
Berhentikan Yang Mulia,
dan tunjuklah calon raja yang baru
untuk menguatkan negeri, Baginda.
Ayah, berhentikanlah aku!
Ayah.
Berhentikanlah aku.
Aku tahu Kasim Go Sun-dol
adalah wanita.
Kubiarkan dia tetap di dekatku karena dia memohon
kubantu bersihkan namanya.
Namun…
bagaimana aku bisa tak tahu itu dosa besar yang merusak kebiasaan?
Aku tak memenuhi syarat menjadi raja di masa depan.
Ayah, kumohon jangan maafkan aku
dan berhentikan aku.
Ayah, berhentikanlah aku.
Aku seorang pendosa.
Ayah, berhentikanlah aku!
Aku seorang pendosa!
Dia melepaskan posisinya sebagai calon raja
demi seorang gadis rendahan.
Apakah Putra Mahkota menyukai dia atau semacamnya?
Ayah, berhentikanlah aku.
Ayah, berhentikanlah aku.
Ayah, berhentikanlah aku.
Aku akan menerima sentimen masyarakat dan membuat keputusan untuk perbaikan.
Dengan ini, aku memberhentikan Putra Mahkota Lee Hwan.
Beraninya kalian menghentikanku?
Minggir, aku mau bertemu kakakku.
Kakak Hwan!
Kumohon jangan tinggalkan istana.
Kau tak bisa melakukan ini, Kakak Hwan.
Kakak Hwan.
Yang Mulia!
Yang Mulia!
Yang Mulia!
Putra Mahkota Lee Hwan bersekongkol dengan Min Jae-yi si pembunuh,
menyamarkannya sebagai seorang kasim dan membiarkannya tinggal di Istana Timur.
Yang Mulia!
Ini melanggar prinsip moral dan merupakan dosa yang tak bisa diampuni.
Putra Mahkota yang diberhentikan harus segera meninggalkan istana
dan tinggal di Ganghwado.
Penasihat Negara Kiri, Han Jung-eon, berbohong
mengenai ibu Nona Han So-eun yang sudah meninggal
dan mengikutkannya pemilihan Putri Mahkota.
Sebagai hukuman, seluruh keluarganya harus dimusnahkan.
Namun, dia mengakui kesalahannya
dan melakukannya atas kesetiaan terhadap negara.
Dengan mempertimbangkan itu, dia akan diberhentikan dari jabatannya
dan dikurung di dalam rumahnya dengan prajurit mengelilingi tempat itu.
Min Jae-yi mengaku membunuh orang tuanya, kakaknya,
dan Putri Mahkota.
Karena ada bukti yang jelas, dia akan dihukum mati.
Apa yang akan terjadi kepada Kepala Bagian Han?
Tertulis di sini. Tak akan ada akibat bagi keluarganya.
Tak ada akibat? Apa artinya itu?
Artinya, anaknya tak akan dihukum atas kejahatan ayahnya.
Hanya ayahnya yang akan dihukum.
Begitu rupanya.
Jadi, mereka akan diperlakukan terpisah.
Dosa ayahnya hanya milik ayahnya.
Kenapa mereka harus pakai istilah?
Benar.
Yang Mulia.
Sekarang semua orang akan berpaling darimu.
Kau juga akan sendirian
dan menjadi gila, berkelana di seluruh negeri
serta mati kesepian.
Tak ada yang bisa kau lakukan,
jadi jangan lakukan apa-apa.
Kutukannya hanya akan hilang
dengan kematianmu.
Astaga, kita sudah sangat dekat.
Kenapa Kepala Bagian Han lolos?
Kenapa itu sangat mengusikku?
Dia tak bisa membahayakan kita.
Benar. Kepala Bagian Han tunangan Min Jae-yi.
Karena Putra Mahkota menghancurkan seluruh keluarganya,
dia tak akan lagi setia kepadanya.
Itu tidak penting.
Aku akan membunuh Putra Mahkota bahkan sebelum dia sampai ke Ganghwado.
Kudengar kau akan mengawal Yang Mulia ke Ganghwado.
Ya, Ratu.
Berikanlah ini kepadanya begitu dia sampai sana.
Apa ini?
Dia menempuh jarak yang jauh.
Aku tak mau dia kehausan.
Kusiapkan teh ini
agar dia bisa meninggalkan tempat ini,
melupakan semua rasa sakit,
dan hidup damai.
Penasihat Negara Kanan mencarimu.
Aku turut prihatin mengenai keluargamu.
Namun, sebagai orang yang dibayari negara,
tak ada orang yang lebih baik selain ayahmu.
Karenanya, aku berusaha membuatnya menjadi Penasihat Negara Kiri lagi.
Kau tak akan menjadi kepala bagian untuk selamanya, bukan?
Apakah ada yang kau inginkan dariku?
Kau akan mengawal Yang Mulia, bukan?
Sebelum dia sampai ke Ganghwado,
aku mau kau membunuhnya.
Pemberhentian ayahku diperintahkan oleh Baginda.
Bagaimana kau bisa mengembalikan posisinya?
Posisi calon raja sekarang kosong.
Menurutmu siapa akan menempati posisi itu?
Pangeran Myeong-ahn.
Kalau kau mengikuti perintahku,
aku akan menepati ucapanku.
Aku akan
mengikuti perintahmu.
Namun, aku butuh pernyataan tertulis untuk hal sepenting ini.
Aku mau pernyataan tertulis kalau kau dan aku di pihak yang sama
serta diberi segelmu.
Baginda, Kepala Sekretaris Kerajaan datang.
Baginda.
Aku mendapat kabar kalau Yang Mulia baru saja meninggalkan istana.
Ayah sungguh akan mengusir Kakak Hwan seperti ini?
Ayah tak boleh melakukan ini.
Bung-ja-bae-do, woo-ja-hyang-geom.
Sahabatmu akan menikammu dari belakang.
Man-eok-dang-eon, yin-yeo-ji-woo.
Dan banyak orang akan tewas karena kebodohanmu.
Lindungi Yang Mulia!
Pergilah dari sini!
Kau sudah lupa?
Dia menyuruhku membunuh Putra Mahkota, Lee Hwan.
Kau sudah lupa?
Dia menyuruhku membunuh Putra Mahkota, Lee Hwan.
Ampuni kekurangajaranku.
Kau harus pergi dari sini.
Kau harus melindungi dia, Yang Mulia.
Dan kau harus mencari cara mempertahankan posisimu, Yang Mulia.
Kau tak membenciku?
Meski dia datang kepadaku,
aku tak mengirimnya kepadamu.
Aku sempat membencimu.
Kalau kau memberitahuku lebih cepat,
kau akan merasa jauh lebih baik.
Kau tak akan harus menanggung bebannya sendiri.
Kau sungguh berpikir begitu?
Apakah kau sudah lupa?
Tak pernah sedetik pun aku bukan temanmu.
Aku akan menyelamatkan Nona Jae-yi untukmu
dan pertaruhkan nyawa agar kau mempertahankan posisimu.
Lepaskan aku! Kubilang lepaskan aku!
Lepaskan aku!
Turunkan aku! Lepaskan aku!
Aku tak tahu siapa kau! Kau mau ke mana?
Lepaskan! Lepaskan aku! Siapa kau?
Ini aku, Tae-gang.
Ini perintah Yang Mulia. Dia menyuruhku menjemputmu.
Yang Mulia mengirimmu untuk menjemputku?
Ya.
Kau sungguh berpikir dia akan membiarkanmu mati begitu saja?
Aku datang menyelamatkanmu.
Astaga, dasar temperamental.
Kau seharusnya memberitahuku lebih cepat.
Seseorang menyerangku dengan pedang.
Bagaimana aku bisa diam saja? Aku akan…
"Aku tak akan pernah menahan diri!"
Aku tahu ketidakmampuanmu mengatur diri sendiri.
Kau memang Tae-gang yang asli.
Astaga, kau berantakan sekali.
Tak pernah kulihat wanita seburuk ini…
dengan pakaian wanita. Aku serius.
Bagaimana dengan Yang Mulia?
Sudah kuberhentikan Putra Mahkota seperti kemauan mereka.
Kenapa ada petisi lagi?
Baginda, karena posisi putra mahkota kosong,
aku merasa tidak enak.
Kalau begitu, apakah ini petisi menjadikan Pangeran Myeong-ahn
putra mahkota?
Ayah, aku mau bertemu secara rahasia
di perpustakaanku besok dengan Penasihat Negara Kiri.
Baginda, berhentikanlah Putra Mahkota
dan lepaskan aku.
Bagaimana aku bisa melepasmu dan memberhentikan Hwan?
Itu untuk mengecoh mereka.
Malam ini, aku akan berlutut
dan memohon untuk diberhentikan.
Dan seperti keinginan mereka,
kau harus memberhentikanku dari jabatanku.
Sebelum menyingkap dosa keluarga Cho,
kita harus menyelamatkan orang-orang Byeokcheon.
Kau harus bilang kepada mereka kau bersedia mendengarkan
agar dendam mereka padam.
Aku akan ke Desa Naewang, jauh dari mata mereka yang mengawasi.
Kita harus kembalikan hidup mereka agar bisa hidup
di Joseon sebagai orang tak bersalah.
Putra Mahkota dan Kepala Bagian Han menghilang?
Bagaimana dengan Jae-yi?
Di mana dia? Dia sudah dibawa ke tempat hukuman mati?
Kirim orang ke Kantor Inspektur Kerajaan untuk mencari lokasinya.
Apakah dia juga menghilang?
Terima kasih sudah datang.
Kau tak apa-apa, Yang Mulia?
Kita akan ke mana sekarang?
Kita akan ke Desa Naewang.
Apa yang kau lakukan?
Kurasa kau tak butuh uang untuk obat putrimu.
Apakah kau mau mati bersama putrimu?
- Begitukah? - Tuan, Menteri…
Won-bo!
Won-bo, kita dalam masalah.
Du-guk-byeong-min… Surat itu…
Hong Jae-yong.
Sudah kuduga pernah melihatnya, tetapi aku tak bisa mengingatnya.
Aku Hong Jae-yong.
Aku pimpinannya, jadi bunuh saja aku!
- Yang lain tidak bersalah. - Pukul mereka!
Yang menulis surat itu.
Hong Jae-yong.
Aku melihatnya di pasar.
Bawa dia kepadaku sekarang juga!
Ya, Tuan!
Dia mirip satu siung bawang putih.
Seseorang pasti mengenalinya di pasar
karena aku pernah bertemu dengannya.
Pergilah!
Kaukah itu, Man-deok?
Kau tahu yang tinggal di sini?
Ya, tetapi sudah beberapa hari aku tak melihat mereka.
Dia, istrinya, dan anak-anaknya menghilang begitu saja.
Kau tahu namanya?
Kenapa kau menanyaiku…
Jawab saja pertanyaanku.
Apakah dia dekat dengan seseorang?
Ada…
MANYEONDANG
- Satu. - Satu.
- Dua. - Dua.
- Tiga. - Tiga.
Ini Desa Naewang?
Kita akan tinggal di sini sekarang?
Orang Byeokcheon tinggal di sini
secara rahasia dengan nama "Desa Naewang".
Artinya "datang dan pergi".
Desa Naewang hanya sementara.
Kita akan pulang.
- Delapan. - Delapan.
Para penjaga penginapan itu dari Byeokcheon?
Orang-orang Byeokcheon selama ini
mengirimkan barang-barang ke Gaeseong.
Setelah mendengar itu,
aku ingat mereka juga mengirimkan barang ke kampung halaman mereka.
Aku mampir ke penginapannya saat akan menemui ayahku,
tetapi mereka sudah pergi dengan Dal-rae dan Meo-ru.
Sepertinya mereka juga ke Desa Naewang.
Yang membunuh Putri Mahkota pasti kembaran…
Tae-san tak pernah kembali ke istana setelah itu.
- Pelakunya Dayang Choi dari Istana Timur. - Dayang Choi? Bagaimana dia…
Dia juga dari Byeokcheon?
Dia lama bekerja untuk kakakku.
Dia seharusnya diusir,
tetapi kumohon ke ayahku membiarkannya tetap tinggal.
Kalau begitu, dia pasti memercayai rumor
kalau kau memberi Pangeran Ui-hyeon persik
untuk membunuhnya.
Mereka pasti melihat kebencian Dayang Choi terhadapku
dan menyarankan untuk bekerja sama.
Jadi, yang memberikan surat hantu itu…
Surat hantu? Apa itu?
Aku menerimanya tiga tahun lalu.
Astaga, bagaimana ini mungkin?
Hong Jae-yong dari Byeokcheon beserta istrinya
dekat dengan pemilik Manyeondang,
karenanya aku masuk dan menemukan itu.
Jadi, orang-orang Byeokcheon di balik semuanya?
Sepertinya Putra Mahkota dan pemilik Manyeondang mengejar mereka.
Aku juga menemukan ini di sana.
Surat berbentuk kincir kita…
Kalau para cendekiawan tampan dan Guru Kim membaca itu,
mereka akan ke sini menemui kita, bukan?
Diam.
Ayah dan Ibu bilang tempat ini rahasia.
Kami akan pergi ke Desa Naewang.
Di Gunung Songak, orang Byeokcheon tinggal secara rahasia.
Kami akan merindukan kalian.
Kunjungilah kami di Desa Naewang.
Putra Mahkota dan Jae-yi pasti pergi ke Desa Naewang.
Won-bo.
Kalau Putra Mahkota mengetahui yang sebenarnya…
Kau ingat yang dikatakan Park Han-su?
Dia bilang istri Song masih hidup.
Dia meninggalkan rumahmu
dan masuk ke tandu.
Apakah kau sungguh tak tahu siapa dia?
Apa yang kau maksud?
Bagaimana istri Song bisa meninggalkan rumah Won-bo
dan masuk ke tandu?
YEON-HEE
Bedebah itu…
Berani-beraninya kau…
Aku akan membunuh…
MASA MUDA KITA YANG MEREKAH
Pangeran Myeong-ahn harus menjadi Putra Mahkota
dan dia harus merebut takhta.
Berhenti!
Orang Byeokcheon harus punya pangeran baru untuk bisa pulang.
Bagaimana dendam sepuluh tahun bisa dipadamkan?
Kau harus memperlihatkan perasaanmu dengan tindakan.
Kau tahu bagaimana perasaanku.
Aku Putra Mahkota Joseon.
Kau sungguh berpikir semua akan sesuai keinginanmu?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.