All language subtitles for Our.Blooming.Youth.S01E15.KOREAN.WEBRip.x264-ION10 (3)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

PARK HYUNG-SIK

JEON SO-NEE

PYO YE-JIN

YUN JONG-SEOK

LEE TAE-SEON

MASA MUDA KITA YANG MEREKAH

DRAMA INI ADALAH KISAH FIKTIF

SEMUA KARAKTER, ORGANISASI, LOKASI, INSIDEN, DAN AGAMA

DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF

ADEGAN YANG MELIBATKAN HEWAN DIBUAT DENGAN PROPERTI DAN EFEK VISUAL

EPISODE 15

Astaga, petugas!

Kenapa kau...

Minggirlah!

Beri tahu Menteri Tenaga Kerja, dan kau beri tahu Kantor Hakim Ibu Kota.

Siap.

Boleh kulihat?

Apa yang membuat putra bungsu Tuan Kim ke tempat seperti ini?

Protokolnya adalah pemerintah yang melakukan autopsi.

Koroner dan petugas yang siaga

baru akan menerima perintahnya tengah malam dan ke sini.

Kondisi mayat berubah tiap menitnya.

- Biarkan kuperiksa sebelum... - Mundur!

Kami akan mengikuti protokol,

jadi jangan maju lagi.

Dia roboh begitu saja.

Saat kubuka pintu...

Kalau dia tewas di dalam tandu,

dia tak mungkin diserang.

Dia muntah darah setelah memakan tteok.

Kalau mengalami gangguan pencernaan,

dia tak akan muntah darah.

Dia pasti diracuni.

Kalau dia diracuni, pasti ada alasannya.

Kurasa dia tak punya musuh...

Ada apa?

Bagaimana kalau gadis yang mencintaiku membunuhnya karena cemburu?

Aku cukup yakin bukan itu.

Namun, kalau bukan itu, lalu kenapa?

Seseorang tak akan meracuninya

karena membenci ayahnya.

Namun,

Kasim Go,

aku melihatmu mengambil gelang

dari pergelangan tangannya. Kau juga, Cendekiawan Park.

Bagaimana kau bisa diam saja setelah melihatnya mengambil sesuatu

dari wanita yang meninggal?

Kau juga tahu sesuatu.

Kenapa kau menghentikanku?

Gelang itu

milik Min Jae-yi, si pembunuh Gaeseong.

DICARI-MIN JAE-YI

Kau pasti tahu rumor tentang Min Jae-yi, Master Kim.

Itu gelang pemberian pria yang disebut kekasih Min Jae-yi kepada Min Jae-yi.

Dia dan Jae-yi

masing-masing punya gelang yang sama.

Jadi, maksudmu kejadian hari ini ada hubungannya

dengan Min Jae-yi?

Bagaimana bisa Min Jae-yi ada hubungannya dengan itu?

Dia hanya kebetulan memiliki gelang Min Jae-yi.

Lalu kenapa kau mengambil ini?

Kau pasti mengambil ini karena berpikir

ada hubungannya dengan Min Jae-yi.

Kantor Hakim Ibu Kota akan tentukan penyebab kematiannya.

Kita akan tahu pada saat itu

apakah Min Jae-yi ada hubungannya.

Benar.

Tak mungkin seseorang tewas karena gelang ini.

Gelang ini bukanlah dikutuk.

Namun,

bukan itu yang penting saat ini.

Bagaimana kau tahu

ini milik Nona Jae-yi? Kau juga, Cendekiawan Park.

Kau menghentikanku karena tahu

ini milik Nona Jae-yi, bukan?

Kenapa kalian diam saja? Kalian bertiga mengenali gelang ini

dan itu sangat aneh, bukan?

Yang Mulia pernah memperlihatkan

- gelang kekasih Jae-yi, dan itu sama. - Ya.

Jadi, aku bisa langsung mengenalinya.

- Aku mendengarnya dari Kasim Go. - Begitu rupanya.

- Aku mendengarnya dari Yang Mulia. - Begitu rupanya.

Kenapa menurut Myeong-jin

Yang Mulia berada sangat dekat?

Mungkin dia ke Manyeondang

dengan menyamar.

Itu terpikirkan begitu saja olehku.

Kalau begitu,

salah satu dari kalian pasti Yang Mulia...

Itu hanyalah trik.

Kau bukan seorang kasim.

Yang Mulia!

Aku, Kim Myeong-jin dari Manyeondang ingin menyapamu secara formal.

Yang Mulia.

- Yang Mulia. - Oh!

Maafkan ketidaksopananku hingga saat ini.

- Dia bukan Putra Mahkota. Lepaskanlah. - Ya, benar. Yang Mulia!

Kau salah. Lepaskanlah.

- Jangan memegangi tangannya! - Mustahil...

- Kau salah! - Kau salah!

- Dia bukan Putra Mahkota! - Tak mungkin. Yang Mulia!

- Dasar kau... - Yang Mulia!

Astaga, Yang Mulia!

Maafkanlah aku, Yang Mulia!

DICARI-MIN JAE-YI

Kartu untuk menggulingkan Putra Mahkota...

datang begitu saja ke tanganku.

Berani-beraninya dia membiarkan wanita masuk ke Istana Timur

dengan menyamar?

Murid magang di Manyeondang itu bukanlah pria.

Dia seorang wanita.

Pelayanmu, Jang Ga-ram.

Kalau bukan,

tak mungkin dia bisa mengenali gelang itu.

Saat keluarga tuan seorang pelayan melanggar prinsip-prinsip moral,

pelayannya harus menjadi budak pemerintah.

Jadi, bagaimana kau bisa tak menaati hukum

dan membiarkannya tetap di dekatmu?

- Kau harus menyuruhnya kembali... - Aku tak bisa.

Dia tak punya tempat tujuan lain.

Kalau dia meninggalkan Gaeseong denganmu,

pasti ada perintah pemburuan.

Dia mempertaruhkan nyawanya untuk melindungiku.

Kalau bukan karena dia,

aku sudah dipenjara sekarang.

Aku tak akan mendapat kesempatan untuk bertemu denganmu

atau membersihkan namaku.

Aku

harus memberinya tempat untuk kembali.

Sebuah rumah di mana dia tak perlu khawatir ditangkap.

Aku harus mengembalikan hidupnya

di mana dia hanya perlu mengkhawatirkan hal-hal kecil.

Dia sahabatku, Yang Mulia.

Aku bisa melalui semuanya karena dia.

Orang hanya bisa bertahan kalau ada yang dilindunginya.

Kalau dia tertangkap dalam perburuan,

kau dan Manyeondang akan dalam bahaya.

Tidakkah kau paham?

Itu kenapa aku harus membersihkan namaku.

Tidak bisakah kau...

melindunginya juga?

Ada apa dengan gelangnya?

Apakah menurutmu gelangmu terkait dengan kematian wanita itu?

Entahlah.

Apakah kau sakit?

Kita harus kembali ke Manyeondang.

Aku harus melihat gelang itu sekali lagi.

Ada yang rasanya janggal.

Dia sudah bilang dia bukan Putra Mahkota.

Bagaimana bisa Kasim Go adalah Yang Mulia?

Seorang wanita.

Kasim Go adalah seorang wanita.

Apa maksudmu?

Seorang wanita?

Aku memegang tangannya

dan itu adalah tangan wanita.

Bagaimana bisa tahu jenis kelamin hanya dengan merasakan tangan?

Tebaklah,

Myeong-jin adalah ahli struktur tulang...

dan itu adalah seorang wanita.

Aku mungkin tak melihat tulangnya, tetapi aku bisa tahu.

Bagaimana dengan tanganku?

Apa?

Kau juga memiliki tangan wanita.

Bagaimana seorang pria bisa memiliki tangan wanita?

Pria bisa memiliki tangan lembut seperti wanita.

Jadi, bagaimana kau bisa bilang tahu struktur tulangnya?

Lihat saja nanti!

Alat visualisasi tulang akan dibuat di masa depan.

Aku lebih percaya akan ada alat yang makan kotoran manusia.

Astaga...

Murid magangku yang pintar.

Bagaimana kalau begini?

Saat Myeong-jin buang air besar,

air keluar

dan mengguyur

kotoran Myeong-jin!

Guru, berhenti bicara omong kosong!

Yang benar saja?

Namun, kalau itu benar-benar bisa terjadi,

maka akan sangat bersih.

Kalau benda seperti itu diciptakan,

aku akan menjual air dan menjadi kaya.

Yang benar saja? Air ada di mana-mana.

Kenapa orang mau membayarnya?

Benar, ada banyak air di Joseon.

Orang tak mungkin mau membayar.

Joseon negara yang luar biasa.

Myeong-jin akan menjadikan Joseon lebih baik lagi.

Aku akan bergabung denganmu.

Aku akan menjadi murid magangmu selamanya.

Bagus!

Ada apa?

Bagaimana ini bisa terjadi?

Ini...

Astaga.

Ini tempat ipar Oh Man-sik tinggal.

Astaga.

Di mana pemiliknya?

Kami baru pindah beberapa hari lalu. Apakah ada masalah?

Di mana wanita penghuni di sini?

Maksudmu janda dengan dua putrinya, bukan?

Mereka kembali ke kampung halaman.

Kurasa ke Gaeseong.

Mereka mengirim barang

ke kampung halaman dan itu banyak sekali.

- Apakah mereka pernah bilang di mana itu? - Gaeseong.

Bagaimana bisa Gaeseong lagi?

Sedang apa kau di sana?

Kau pulang terlambat.

Apakah itu mugwort kering?

Apakah kau memercayai legenda urban kalau bau mugwort mengusir hantu?

Aku hanya suka baunya menyebar dibawa angin malam.

Itu membuatku merasa tenang.

Apakah berada di tempat asing membuatmu merasa tak nyaman

atau kau hanya mengkhawatirkan putra mahkota?

Jangan khawatir, semua akan berjalan baik.

Ayahku pasti membawamu ke sini karena dia punya cara.

Pria seperti apakah Yang Mulia?

Kudengar dia temanmu.

Yang Mulia memiliki bakat administratif alami.

Dia pintar, berhati-hati,

dan tak gentar meski apa pun yang dihadapinya.

Dia juga adil.

Dia juga murah hati dan baik bila menyangkut orang.

Jadi, dia pasti memperlakukanmu baik.

Kujamin itu.

Kudengar wanita menjadi gelisah

sebelum pernikahan.

- Kurasa kau juga begitu. - Apakah berbeda dengan pria?

Seperti apa bagimu?

Maafkan aku.

Kudengar tunanganmu tewas.

Meski seluruh dunia bilang dia sudah tewas,

aku merasa dia masih hidup.

Orang-orang bilang

tunanganku mengkhianatiku

dan membunuh keluarganya karena cintanya terhadap orang lain.

Namun, aku tak percaya rumor Gaeseong itu.

Kau tak pernah bicara dengannya

dan itu hanya pernikahan yang dijodohkan,

bagaimana kau bisa percaya padanya seperti itu?

Kalau kau akan menikah dengan seseorang,

apakah kau akan percaya dunia

atau tunanganmu?

Kurasa aku mau percaya.

Karena semua orang menyalahkannya,

aku setidaknya mau percaya.

Apakah kau masih menunggu dia?

Apakah kau masih menunggu dia?

Dia sudah tewas.

Dia melakukan kejahatan keji

dan membuatku malu.

Bagaimana bisa kutunggu dia?

Ada yang pernah menanyakan hal yang sama kepadaku.

Saat itu, kubilang tidak.

Aku merasa bodoh menunggu.

Kau benar, aku memang menunggu dia.

Aku masih

menunggu dia.

Namun, kalau dia masih hidup...

Kalau dia tak mencarimu sekalipun masih hidup,

mungkin dia tak mencintaimu lagi...

Maafkan aku, Seong-on.

Seharusnya tak kukatakan. Aku tak tahu detailnya.

Kau mungkin benar.

Kalau masih hidup, dia seharusnya menemuiku,

dan kalau dia tak datang meski masih hidup...

Dia mungkin tak mau kembali...

seperti katamu.

Aku senang ada orang tempat aku bisa bicarakan hal macam ini.

Jangan sungkan datang kepadaku kalau mau membahas apa saja.

Aku sangat mahir menyimpan rahasia, jadi kau bisa percaya padaku.

Ya, Seong-on.

Dia diracuni.

Racunnya di dalam sini.

Sim Yeong-lah

yang memberi gelang kepada Nona Jae-yi.

Jadi, pasti dia yang racuni keluarga Nona Jae-yi.

Dia mungkin membalik gelang ini

saat Min Jae-yi mencedok supnya

dan itulah bagaimana supnya diracuni.

Orang yang menaruh racun di gelang itu ingin membunuh seluruh keluarga Jae-yi,

tetapi dia mungkin tak mengira

kalau Min Jae-yi tak memakan supnya.

Jadi, Sim Yeong berencana membunuh nonaku...

Maksudku, dia berencana membunuh Nona Jae-yi?

Namun, kenapa dia membunuh putri Menteri Tenaga Kerja?

Itu mungkin hanya kebetulan.

Seseorang di Gaeseong mungkin menjual ini

dan entah bagaimana bisa sampai ke Hanyang.

Putri Menteri Tenaga Kerja hanya kebetulan membelinya.

Pada hari dia tewas...

Aku lapar.

- Bisa belikan tteok? - Ya, Nona.

Aku suka ini.

Apa ini?

Terbuka.

Sungguh menarik. Aku kian menyukainya.

Nona.

- Nona! - Nona!

- Kau tak apa-apa? - Nona!

Nona!

Nona! Seseorang, tolong!

Namun,

bagaimana bisa...

Kenapa Sim Yeong...

Tidakkah sebaiknya bawa ke Kantor Inspektur Kerajaan

dan bersihkan nama Nona Min Jae-yi dahulu?

Ya, kau harus menyerahkan ini dan tangkap orang itu.

Itu tidak bisa dilakukan.

Semua orang percaya kalau gelang ini

adalah lambang cinta mereka.

Mereka akan bilang

keduanya terlibat.

Sim Yeong...

sudah tewas.

Dia bunuh diri dan meninggalkan pesan menyatakan cintanya kepada Min Jae-yi.

Jadi, rumor tentang dia dan Nona Jae-yi adalah pasangan itu benar?

- Tidak! - Tidak!

Bagaimana kalian berdua bisa tahu?

Maksudku, menurutku tidak begitu.

Aku juga.

Min Jae-yi belum muncul sejak jatuh dari tebing,

jadi kita tak tahu yang sebenarnya.

Namun, saat kubaca pesan bunuh diri Sim Yeong,

aku bisa tahu

dia sungguh meyakini

kalau dia dan Jae-yi adalah pasangan.

Bagaimana dia

bisa meyakini kalau kesalahpahaman itu benar?

Kepalanya tidak terhantam apa-apa atau lainnya.

Apakah dia kerasukan hantu?

Sekalipun itu benar...

Katakanlah apa lagi yang tak kuketahui.

Katakan kepadaku semua yang kalian tahu.

Kelopak botan kering syaman itu juga ditemukan di rumah Master Min.

Kelopak botan kering ditemukan di Gaeseong?

Dan rambut Sim Yeong menjadi putih.

Sebelumnya, rambutnya tidak putih.

Jadi, sebelumnya rambutnya tidak putih,

tetapi rambutnya berubah warna.

Kau pulang terlambat.

Ayah.

Banyak yang harus kukerjakan.

Kau hanya bermain-main di pasar.

Ayah tahu tak ada yang kau kerjakan.

Kau mungkin sudah dengar, putri Menteri Tenaga Kerja meninggal.

Kau harus hati-hati untuk sementara ini.

Ya, Ayah.

Kau sudah pulang.

Dasar kau... Kau tak akan menyapa ibumu?

- Ayah. - Ya?

Apakah Ayah melihat syaman itu saat interogasi?

Tentu saja. Kenapa kau menanyakan tentangnya?

Apakah dia berambut putih?

Bagaimana kau bisa tahu itu?

Dia sungguh berambut putih?

Dia sangat unik.

Seekor Gloydius saxatilis muncul dan menggigit...

Gloydius saxatilis?

Seekor ular tiba-tiba muncul

dan menggigit lehernya.

Ternyata itu ular Gloydius saxatilis.

Gloydius saxatilis?

Baiklah, aku harus pergi.

Dasar anak itu...

Aku tak percaya dia tak menyapaku.

- Kini dia pergi? - Biarkanlah.

Kau mau ke mana?

- Biarkan saja dia. - Dasar Kim...

Aku juga seorang Kim. Biarkan saja.

Dasar si berengsek itu...

Sungguh? Di hadapanku?

Kemiripan antara kasus Mata Angin dan pembunuhan Gaeseong.

Dan kini seekor ular...

Tunggu...

Ini juga terkait dengan Putra Mahkota.

Kita harus mencari tahu kenapa Sim Yeong menaruh racun

di dalam gelang dan siapa dalangnya.

Dengan begitu, kita bisa mengetahui yang mengirim surat hantu kepadamu.

Karena katamu tak akan kembali kepada Seong-on setelah ini selesai,

kau berencana kembali ke Gaeseong dengan Ga-ram?

Kalau aku kembali menjadi Min Jae-yi...

aku tak akan kembali ke Gaeseong.

Kenapa begitu?

Aku tinggal bersama keluargaku di sana.

Akan akan sangat kesepian tinggal di sana sendirian.

Aku akan mencarikan suami yang pantas bagi Ga-ram

dan aku akan hidup sendiri di Hanyang.

Dengan begitu, aku akan bisa melihatmu berpawai melintasi Hanyang

setelah kau menjadi raja.

Kalau ada peluang bisa melihatmu setelah kau menjadi raja

akan kutempuh ribuan kilometer.

Apa yang akan kau lakukan kalau hidup sendiri?

Aku bisa ke Manyeondang sesekali dan menjadi rekan Master Kim.

Kami bisa memecahkan kasus

dan bantu orang tak bersalah bersihkan nama.

Aku hampir lupa.

Kami juga bisa mengajari anak-anak huruf Korea.

Bangsawan gunakan karakter Tiongkok,

tetapi huruf Korea mudah,

jadi semua orang, apa pun statusnya, bisa mempelajarinya.

Alih-alih kepada anak kaya, aku akan mengajari

huruf Korea kepada anak-anak dari kelas bawah.

Saat kau menjadi raja, bisakah kau menyumbang heesa?

MENYUMBANG UANG ATAU BARANG UNTUK TUJUAN TERTENTU

Jadi, kau akan tinggal di Hanyang sendiri.

Kau mau tinggal di rumah macam apa?

Aku tak keberatan kalau itu rumah jerami atau dengan satu kamar.

Namun, aku ingin

ada pohon aprikot di halaman depannya.

Kalau kau tinggal sendiri,

akankah kau kadang-kadang memikirkanku?

Aku akan memikirkanmu tiap kali matahari terbit di timur.

Karena kau berada di sana.

Karena matahari terbit tiap hari,

aku akan memikirkanmu tiap hari.

Akankah kau juga memikirkanku?

Kurasa aku akan teringat dirimu sesekali.

Tiap kali aku melihat ada kasim muda

atau melihat kasim yang mahir mengumpat

atau kasim yang tak sopan kepada tetuanya,

aku akan teringat dirimu.

Kenapa kau membeli banyak sekali?

Bukankah bagus bagimu kalau aku membeli banyak?

Aku punya alasan sendiri.

Benar.

Apakah kau akan mengirimkan ini ke kampung halamanmu?

Berapa banyak keluargamu

sampai kau membeli semua ini dan mengirimnya tiap bulan?

Apakah hanya kau yang menyokong mereka?

Itu bukan urusanmu.

Beri jalan! Menteri Kehakiman akan lewat!

Beri jalan!

- Hentikan mereka! - Mundur!

Ini sangat mahal.

Hati-hati! Minggirlah!

Ke sana!

Ayo pergi.

Beri jalan! Menteri Kehakiman akan lewat!

Kenapa kau tak menjawabku?

Angkat kepalamu!

Siapa kau dan bekerja di mana?

Aku hanya penjaga penginapan rendahan yang hidup pas-pasan.

Tunggu!

Angkat kepalamu!

Bukan kau! Yang berwajah bulat.

Ya, kau. Angkat kepalamu!

Ya, Tuan.

Turunkan aku!

Bukankah kau pernah bertemuku sebelumnya?

Pada hari keramikmu pecah...

Bukan saat itu!

Di mana orang kesepian sepertiku pernah bertemu denganmu?

Pegang ini. Hati-hatilah.

Aku jelas pernah melihatmu.

Tatap aku.

Kau yakin belum pernah bertemu denganku?

Aku bersumpah belum pernah.

Aku bersumpah

pernah melihatmu sebelumnya.

Di mana aku melihatmu sebelumnya?

Lupakan saja.

Aku salah karena wajahmu sangat umum.

Aku yakin pernah melihat dia.

Dasar kau...

Aku ingat siapa kau sekarang.

Apakah kau membawa arang...

ke rumahku pada musim dingin lalu?

Tidak, Tuan. Aku seorang herbalis.

Kalau begitu, lupakan saja.

Di mana aku pernah melihat dia?

Hati-hati dengan keramiknya.

Kalau itu hancur, begitu pula dirimu.

Aku bersumpah...

Dasar cegukan bodoh.

Berikan!

Kosongkanlah jalan!

Astaga.

Beri jalan! Menteri Kehakiman akan lewat!

Beri jalan! Monster Kehakiman...

Monster? Aku menteri!

Kuberi kalian semangkuk penuh.

Selamat menikmati.

Kalian tak perlu melakukan itu.

Dal-rae bilang kami harus membalas kalian dengan sebisa kami.

Kami juga akan membersihkan meja di sana itu.

Kalian tak perlu bekerja atau membayarku kembali.

Jangan besarkan mereka seperti itu.

Lakukanlah tugas kalian.

Orang harus bisa mengurus dirinya sendiri.

Aku tak berusaha membuat kalian membayar makanannya.

Orang tua tak seharusnya membesarkan anaknya seperti itu.

Kukatakan ini sebagai ayah kalian.

Hei, Man-deok.

Kemarilah.

Kalian berdua tidak usah.

Tempat itu, Manyeondang...

Kau tahu aku pemiliknya, bukan?

Kusewakan tempat itu ke ilmuwan gila,

tetapi aku akan mengusirnya.

Aku tak tahu apa yang dilakukannya di dalam sana.

Dia sepertinya cukup tenang belakangan ini.

Ada apa denganmu ini?

Dua cendekiawan yang terus datang itu juga tampak aneh.

Dua cendekiawan tampan itu?

Mereka orang baik.

Ada apa denganmu ini?

Apakah kau semena-mena cuma karena punya sebuah rumah?

Aku punya dua rumah.

Kau pernah melihat orang yang punya dua rumah di sini?

Lalu apa? Apa yang akan kau lakukan?

Mendekatlah.

Beberapa hari lalu, saat putri Menteri Tenaga Kerja tewas,

aku melihat cendekiawan yang mirip wanita itu

mengambil gelang dari mayatnya.

Mereka mencuri dari mayat!

Kedua orang di Manyeondang dan kedua cendekiawan itu

bersekongkol.

Mereka mengirim tanda ke satu sama lain seperti ini.

Semua direncanakan sedari awal. Mereka penjahat.

Seseorang tewas dan mereka mencuri gelang, meskipun harganya murah.

Apakah menurutmu itu masuk akal?

Para pencuri itu...

Apakah menurutmu mereka dari Byeokcheon?

Putra bungsu Perdana Menteri kini bergaul

dengan para pencuri Byeokcheon.

Kalau dia anakku, pasti sudah...

Kau pasti sudah apa? Apa?

Dasar kau...

Maksudku, kalau mereka dari Byeokcheon, kita harus mengusirnya...

Pergilah saja! Bersihkan saja kotoran ayam!

Pergilah!

Kenapa semua membenci orang dari Byeokcheon?

Sudah kubilang orang benci kita.

Kulihat orang dikeluarkan beberapa hari lalu karena dari Byeokcheon.

Itu kenapa jangan pernah beri tahu orang kalau kau dari Byeokcheon.

Apakah semua orang dari Byeokcheon sungguh pencuri?

Ayah dengar kondisimu sudah lebih baik.

Maaf sudah membuat Ayah khawatir.

Ayah akan percepat pernikahanmu.

Mungkin Ayah sebaiknya memikirkan...

Keponakan Penasihat Negara Kiri akan menjadi istrimu.

Itu artinya...

Kau pasti lebih tahu betapa setianya Penasihat Negara Kiri

dan Kepala Bagian Han.

Perdana Menteri jujur, berbakti,

dan memiliki kesetiaan tanpa batas kepada ayah.

Jadi, Penasihat Negara Kanan tak sebanding dengannya.

Namun, itu akan menjadikan Perdana Menteri besan Ayah.

Kalau akan menjadi raja,

kau akan butuh keluarga untuk mendukungmu.

Ingatlah kalau hegemoni adalah bagian dari urusan politik.

Di Joseon, satu-satunya keluarga yang bisa melawan keluarga Cho

adalah keluarga Han.

Seperti katamu, kalau Tuan Cho

memerintahkan para pembunuh untuk membunuhmu di Paju,

menurutmu apa artinya itu?

Itu menunjukkan ambisi mereka untuk menggulingkanmu

dan membuat Pangeran Myeong-ahn menjadi raja.

Kalau mereka ingin Pangeran Myeong-ahn menjadi raja,

artinya mereka ingin menundukkan istana.

Kalau kau gagal naik takhta,

keluarga kita akan dalam bahaya.

Pernikahan ini penting bagimu

dan bagi Joseon.

Bekerja samalah dengan Perdana Menteri.

Itu satu-satunya cara menaiki takhta.

Apakah kau mengerti?

Meski punya tangan, kau tak akan bisa memakainya.

Kau tak akan bisa berjalan meski punya kaki.

Kau akan menjadi tua dan mati sendirian tanpa istri atau anak.

Ini penghargaan dari Baginda

bagi mereka yang lulus uji kesetiaan.

Pastikanlah menjadi kasim yang setia kepada Yang Mulia.

- Ya. - Ya.

Aku tak pernah mengira bisa mencicipinya.

Aku hampir menangis.

Apakah enak?

- Makanlah. - Baiklah.

Apa yang dilemparkan Yang Mulia?

Hatiku.

Dayang Choi.

Kau bekerja untuk almarhum kakakku, bukan?

Ya, Yang Mulia.

Apa yang dilakukannya

saat ada banyak hal-hal sepele dalam pikirannya?

Pangeran Ui-hyeon tak pernah lupa sebagai calon raja,

dia harus naik takhta suatu saat.

Dia mengingatkan dirinya kalau raja seperti Dewa bagi hambanya

dan sangat ketat bila menyangkut perasaan yang sepele.

Benar.

Itu hanya perasaan sepele.

Apa bagusnya perasaan kalau kau tak bisa mengungkapkannya?

Apa bagusnya hadiah kalau kau tak bisa memberikannya?

Semuanya...

sudah berakhir sekarang.

Aku hendak menemuimu. Ada yang mau kukatakan kepadamu.

Kalian boleh pergi. Aku harus bicara dengan Kepala Bagian Han.

Seperti permintaanmu, aku pergi menemui ipar Oh Man-sik,

tetapi dia sudah pergi.

Saat kutanya tetangganya,

tampaknya dia pergi ke Gaeseong beberapa hari lalu.

Oh Man-sik mengirimkan barang ke Gaeseong, dan iparnya...

Bagaimana bisa terhubung ke Gaeseong?

Baiklah.

Kerja yang bagus.

Syukurlah kau terlihat sehat.

Kau sudah merasa lebih baik?

Aku baik-baik saja.

Aku tak melihat Kasim Go tadi.

Apakah kakinya tak apa-apa?

Kakinya terluka di Paju pada hari itu.

Dia menyusuri gunung dengan kaki terluka untuk mencarimu.

Kau tak mengetahuinya?

Yang Mulia. Kubawakan sesuatu yang lezat hari ini.

Ini camilan istimewa pemberian Baginda.

Kau pernah mendengar tentang camilan istimewa pemberian Baginda?

Aku bisa saja memakannya sendiri,

tetapi kubawakan untuk makan bersamamu.

Kau bisa rasakan ketulusanku?

- Apakah kau terluka? - Aku baik-baik saja.

Aku tak apa-apa.

Kau terluka di bagian lain?

Tidak, ini bukan apa-apa.

Bukankah aku menyuruhmu membersihkan

batu tinta dan gerus batang tinta sebelum aku datang?

Ya, akan kukerjakan.

Apakah Baginda mengatakan sesuatu?

Kau terlihat gelisah sejak kembali.

Dia membicarakan pernikahanku.

Oh, pernikahan.

Bukankah ada yang mau kau beri tahukan kepadaku?

Apa?

Di gudang toko obat di Paju.

Yang Mulia, ada yang harus kuberi tahu kepadamu.

Kumohon bangunlah dan dengarkan aku.

Katakanlah yang ingin kau katakan waktu itu.

Ini bukan hal yang mau kukatakan kepadamu saat kau akan menikah.

Kenapa kau tak berkata apa-apa?

Aku lupa.

Kudengar kakimu terluka di Paju.

Kenapa kau tak bilang apa-apa?

Aku selalu terluka.

Kau tak perlu mengkhawatirkanku.

Entah aku khawatir atau tidak,

kau seharusnya memberitahuku.

Selain itu, kau berbohong kepadaku. Kau bilang tidak terluka.

Apakah aku harus merengek soal kakiku

padahal kau terluka sangat parah dan hampir tewas?

Kenapa kau meributkan yang terjadi di masa lalu?

Meributkan?

Saat kubilang perbuatanmu salah,

kau seharusnya minta maaf, dasar tidak sopan.

Kau bahkan lupa menggerus batang tintanya.

Kau tak akan meminta maaf, ya?

Sungguh keras kepala.

- Apa? - Kau menyuruhku menggerus batang tinta,

jadi angkatlah kuasmu.

Maaf.

Tak apa-apa.

Kau boleh pergi.

Apa yang kau lakukan? Aku menyuruhmu pergi.

Aku seharusnya tetap bersamamu.

Kau membuatku sangat tidak nyaman.

Apa?

Bagaimana aku bisa membuatmu tak nyaman?

Kau...

sangat cerewet.

Kau keras kepala

dan membuatku terus mengulang ucapanku.

Kau sering tersandung dan membuat kesalahan,

hanya memikirkan isi pikiranmu dan tak tulus dalam melayaniku.

Ini sungguh tidak adil. Aku sudah...

Ditambah, kau sangat tidak seperti wanita.

Kau minum-minum,

menggunakan bahasa tak sopan, dan membicarakan pikiran kotormu

tanpa malu.

Terlebih, kau mencintai seseorang selagi berpakaian sebagai kasim.

Kau tak tahu kapan harus jalan atau lari dan langsung bertindak.

Kau terus terluka karena itu. Di Paju, kakimu terluka.

Kau terluka saat uji kesetiaan.

Kau tak mendengar saat aku mengkhawatirkanmu.

Kau menolak pergi kepada Seong-on. Kau jatuh cinta dengan siapa?

Kenapa kau sangat ingin mengetahuinya?

Kau akan memaksaku menikahinya?

Ya. Pergilah kepadanya.

Kau sepertinya ingin menyakitiku hari ini. Apakah ada lagi yang mau kau katakan?

Kau...

Kau...

Kau tak enak dilihat.

Sekarang soal wajahku?

Ya, aku sangat jelek,

jadi sepertinya pria yang kucintai juga membenciku.

Kau boleh pergi.

Itu perintah. Pergilah dari sini!

Camilan ini diberikan oleh Baginda

kepada mereka yang lulus uji kesetiaan.

Aku menahan diri untuk membawakan ini kepadamu

dan membagikannya denganmu.

Namun, kini kau menyebutkan

semua kekuranganku secara tiba-tiba.

Jadi, aku akan pergi saja dan bersih-bersih.

Selamat menikmati.

Dia membicarakan pernikahanku.

Pernikahan...

Benar, Yang Mulia memang hendak menikah.

Pertemuan singkat bisa memiliki dampak yang signifikan.

Bagaimana bisa seorang wanita penuh ambisi

meninggal begitu saja seperti itu?

Kuharap kau beristirahat dengan tenang.

Beristirahatlah dengan tenang.

Ya, ampun.

Ya, ampun, Su-hyang.

Ya, ampun.

Ya, ampun.

Aku turut berduka.

Terima kasih sudah datang.

Baginda ingin kau tidak bekerja dahulu...

- Kau sebaiknya... - Tidak.

Aku sebaiknya tetap bekerja.

Putri Mahkota akan segera dipilih. Aku juga harus mengerjakan hal lain.

Keadaannya pasti berat, tetapi bertahanlah.

Ya, Tuan.

Masuklah.

Bagaimana ini bisa terjadi?

Putrinya meninggal.

Tidakkah mereka seharusnya melakukan autopsi untuk mencari tahu

penyebab kematiannya?

Ya, ampun.

Dia bahkan belum menikah.

Koroner rendahan seharusnya tak menyentuh mayatnya, bukan?

Ya, ampun.

Apakah itu menyinggung?

Menteri Tenaga Kerja

tidak meminta autopsi?

Itu cukup umum

karena akan memalukan bagi koroner

melihat tubuh telanjang seorang gadis.

Namun, tanpa autopsi

untuk cari tahu penyebab tewasnya, dia tak akan beristirahat tenang.

Yang Mulia, ini Tae-gang.

Masuklah.

Park Han-su sungguh menyebut keluarga Cho?

Ya, aku mendengarnya mengatakannya.

Bukan hanya Park Han-su.

Dia bilang keluarga Cho lainnya menerima uang lebih banyak lagi.

Sepertinya cukup jelas Tuan Cho memberi mereka uang.

Tak mungkin hanya itu yang dilakukannya.

Dia pasti terkait dengan yang terjadi di Byeokcheon sepuluh tahun lalu.

Dia bilang ada yang mau diberi tahu ke Tuan Cho

dan seluruh dunia bisa berubah.

Bawakan bukti dia mendapat uang dari Penasihat Negara Kanan.

Barulah aku akan menemuinya langsung.

Yang Mulia.

Kenapa kau mau tahu kebenaran tentang Byeokcheon?

Apa yang akan kau lakukan kalau mengetahui kebenarannya?

Kalau sesuatu salah,

aku harus memperbaikinya.

Kalau seseorang didakwa secara salah, aku akan membersihkan namanya.

Kalau seseorang kesakitan,

aku akan menawarkan penghiburanku.

Dan

kalau seseorang harus didakwa,

akan kupastikan dia dihukum.

Selagi kau berusaha mencari bukti...

Apakah ada hal lain yang harus kulakukan?

Aku mau kau mencari sebuah rumah.

Yang letaknya tak terlalu jauh dari Manyeondang.

Itu akan jadi sekolah bagi anak-anak.

Harus memiliki lantai atas yang besar.

Karena seorang wanita akan menempatinya sendiri,

cari tahulah yang tinggal di lingkungan itu.

Dan juga

akan bagus kalau bisa melihat matahari terbit.

Ya, Yang Mulia.

Juga harus ada pohon aprikot di halamannya.

Kalau tak ada halaman seperti itu,

minta seseorang menanam pohon yang indah diam-diam.

Ya, Yang Mulia.

Hanya gelangku yang dibuat berbeda.

Apakah dia berencana

membunuh keluargaku sejak saat itu?

KASUS PEMBUNUHAN GAESEONG

SONG, GA, MYEOL, LEE

KASUS MATA ANGIN SYAMAN

YANG MULIA

Yang Mulia adalah Cendekiawan Park yang tak bisa menggali.

Dia tak muncul selama sebulan

saat Yang Mulia dikurung.

- Apa yang kau lakukan untuk Yang Mulia? - Aku ada masalah pribadi.

Aku menggali.

Kau menggali sebulan penuh?

Lalu Kasim Go...

- Kau akan lakukan uji racun nasi? - kau tahu itu?

Aku tahu aku bukan nona yang kau cintai itu,

tetapi aku mau mengajakmu mengerjakan kasus.

Kasim Go adalah...

Min Jae-yi dari Gaeseong.

Kau memandangi itu lagi?

Lihatlah sendiri.

Lihat apakah ada yang terlewatkan olehmu.

SONG, GA, MYEOL, LEE UTUSAN

Benar, utusan itu.

Nona Jae-yi melihat wajahnya di Gaeseong

dan bilang itu bukan utusan yang tewas.

- Apa maksudmu? - Orang yang dilihat Nona Jae-yi

adalah pengawal terdekat

Putra Mahkota.

Kau tak mengenaliku?

Ini aku, Kim Myeong-jin dari Manyeondang.

Namun, dia berada di istana saat itu.

Yang lebih aneh adalah

saat kertas merah ini disebarkan, yang memakai penutup wajah

dan menyerang kita juga pengawal itu.

Nona Jae-yi pasti benar-benar kebingungan.

Bagaimana bisa seseorang di dua tempat sekaligus?

Dia tidaklah punya kekuatan super.

Apakah Nona Jae-yi datang ke Manyeondang?

Apa?

Bagaimana dia melihat mayat utusan itu?

Dan bagaimana dia melihat orang

yang menyerang kita pada hari kertas merah itu disebarkan?

Bagaimana dia melihatnya?

Aku tak terlalu tahu.

Aku hanya mendengarnya dari Kasim Go.

Aku akan menuliskannya.

Kau adalah Jang Ga-ram, pelayan Nona Min Jae-yi.

DI DUA TEMPAT SEKALIGUS

Ternyata Kasim Go. Lama tidak bertemu.

Ya, Tuan.

Bagaimana kabarmu?

Bagaimana rasanya tinggal di Istana Timur?

Baik. Aku suka di sini.

Kau suka Istana Timur

atau Putra Mahkota?

Apa? Tak ada kasim yang tak menyukai Yang Mulia...

Begitu rupanya.

Jadi, kau menyukai Yang Mulia.

Tentu saja.

Ya, tentu saja.

Tuan, aku sedang menjalankan tugas, jadi sebaiknya aku pergi.

Benar. Tentu saja. Silakan.

Ini gambar yang buruk.

Pantas saja tak ada yang mengenalinya.

Siapa yang menggambar ini?

Yang Mulia, apakah kau juga mau menemui Pangeran Myeong-ahn?

Kudengar bicaranya meracau dan dia terus muntah.

Kita harus bagaimana?

Apakah penyakit Pangeran Myeong-ahn kian buruk?

Yang Mulia, sesuap saja.

- Cobalah. - Cukup, Putri Ha-yeon.

Sekalipun makan, dia akan memuntahkannya.

Kita tak bisa memaksanya makan.

Pangeran Myeong-ahn, kau tak akan bisa bertahan seperti ini.

Dayang Han, tolong tinggalkan kami.

Ya, Yang Mulia.

Apa yang sangat kau takutkan?

Yang membakar pohon premnya bukan hantu,

melainkan orang.

Kakak Hwan sudah memecahkannya.

Namun, Kakak Ha-yeong, aku lebih takut terhadap orang.

Orang bisa melakukan apa saja.

Kalau seseorang membakar pohon premnya,

dia bisa sama mudahnya membunuhku, Ibu.

Kenapa kau berpikir begitu?

Itu tak akan pernah terjadi.

Kau harus tetap kuat.

Ibu benar.

Ibu, Kakak Hwan, dan aku ada di sini,

begitu pula ayah, Raja Joseon.

Jadi, tak ada yang akan berani menyakitimu.

Ada apa?

Apa yang kau lihat? Lihat aku.

Bukan aku.

Bukan aku, Kakak Ui-hyeon.

Apakah kau berhalusinasi?

Ui-hyeon? Tak ada siapa pun di sini.

Tidak.

Bukan aku.

Aku tak tahu. Aku bersumpah.

Ada apa denganmu ini?

Aku tak tahu kau mengonsumsi

Atractylodes rebus.

Aku juga tak tahu itu akan fatal

kalau dimakan dengan persik.

Kalau saja aku tahu,

aku tak akan memberikannya kepadamu.

Ibu, akulah orangnya.

Kuberikan persik ke Kakak Ui-hyeon...

Apa yang kau katakan?

Apakah kau mau mati?

Ratu, Baginda datang.

- Giyeok. - Giyeok!

- Kieuk. - Kieuk!

- Yieung. - Yieung!

- Digeud. - Digeud!

- Nieun. - Nieun!

Aku akan memikirkanmu tiap kali matahari terbit di timur.

Karena kau berada di sana.

Matahari terbit tiap hari,

jadi aku akan memikirkanmu tiap hari.

Akankah kau juga memikirkanku?

Kurasa aku akan teringat dirimu sesekali.

Jae-yi.

Aku akan memikirkanmu tiap hari.

Aku akan memikirkanmu tiap kali aku ke perpustakaan.

Tiap kali aku ke ruanganmu, aku akan memikirkanmu.

Aku akan melindungimu dan kau akan melindungiku.

Aku akan memikirkanmu

tiap aku duduk di ruanganku.

Tiap kali aku melihat kasim pendek dan kurus,

tiap kali aku berpakaian,

dan ke mana pun aku pergi di istana yang besar ini,

aku akan memikirkanmu.

Jae-yi, kalau kau tinggal di rumah ini, aku akan sendirian di istana.

Kalau kau meninggalkanku,

kepada siapa aku akan bicara,

siapa yang akan kuandalkan,

dan siapa yang akan

membuatku tertawa?

MASA MUDA KITA YANG MEREKAH

Siapa orang bodoh yang kau cintai itu?

So-eun, dari keluarga Han...

Saat aku mengukir nisan anakku, aku mendengar rumor yang aneh.

Kau akan diam saja?

Aku khawatir kau dalam bahaya kalau mengejar mereka.

Maka lindungi aku.

Bagaimana kau bisa memercayaiku seperti itu?

Aku jelas melihatmu di dekat dapur.

Apakah berpakaian kasim menjadikanmu buta?

Aku harus tahu yang sebenarnya untuk bisa melindungimu.

Ibu.

Semuanya adalah bohong.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.