All language subtitles for One Day As A Lion 2023 1080p WEB-DL

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Mereka memberi tahuku, tapi aku tak mengerti.

Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM

Ayo Kunjungi Sekarang Juga! LXWHITELABEL.COM

Lulu?

Aku Lola.

Siapa yang peduli? Aku membayarmu untuk duduk?

Tak ada orang yang datang.

Kau sok pintar. Bangun.

Ayo, sayang. Mulai kerja. Waktu adalah uang.

Kembali ke dapur dan campur adonan sapi dengan kentang goreng.

Setelah beres, rapikan peralatan makan.

Banyak tugas yang harus di kerjakan.

Harus di beri tahu semuanya.

Apa-apaan?

Astaga.

- Sudah beres? - Tidak, belum.

Orang itu baru turun dari atas kuda.

- Jadi? - Kau tak bisa bunuh orang di atas kuda!

Dia masih di atas kuda?

Tidak, dia masuk ke tempat itu.

Bagus. Masalah terpecahkan.

Pikirkan putramu, lakukan yang seharusnya,

dan hubungi aku jika sudah beres.

Dengar, Dom, tunggu.

Tidak, Dom. Halo? Dom?

Brengsek!

- Hari pertama, sayang? - Ya, pak.

- Kenapa dengan Flo? - Flo sudah meninggal.

Flo yang malang.

Tiga belas tahun bersamaku.

- Lulu... - Masih Lola.

Kopi untuk Tuan Boggs, jika kau tak terlalu sibuk.

Cepat.

Baiklah.

Oke.

Ayo.

Terima kasih.

Boleh aku ke kamar mandi?

Calon pasangan bercinta, ya?

Kurasa gadis itu putri Janda Pembunuh Suami.

Kesini lagi?

Persetan.

Persetan.

- Subtitle by RhainDesign -

Bisa kubantu?

Aku tak mau menyakitimu, Walter.

Oke?

Maaf?

Kau berhutang banyak pada Pauly Russo.

Dan siapa kau?

Aku tak bekerja untuk Pauly.

Aku akrab dengan Dom, dan dia kerja untuk Pauly.

Kau kenal Dom? Tak penting.

Aku tak mau melakukan ini. Sungguh.

Jadi jika kau bisa bayar hutangmu pada Pauly...

semuanya akan baik-baik saja.

Tak ada yang harus terbunuh atau hal gila seperti itu.

Kopi?

Dia tak tinggal.

Baik.

Bagaimana menurutmu, Walter?

Ya, pak.

Sial!

Hai! Kau!

Orang itu sudah mati?

- Mau kuperiksa? - Ya, tolong.

- Terlihat sudah mati. - Sial.

Apa? Sial apa?

Kau harus ikut. Benar-benar maaf tapi kau harus ikut denganku.

- Apa? - Kau dengar. Ayo sekarang.

Persetan. Ayolah.

Lola.

Kau bilang apa barusan?

- Namaku. - Namamu?

Berikan kuncinya. Di mana...

Ambilkan kuncinya. Berikan ponselmu.

- Kenapa? - Karena aku punya senjata dan kubilang begitu.

Itulah alasannya. Sini ponselmu. Sekarang.

Kenapa kau melakukan itu?

Berhentilah bertanya. Ikuti perintahku.

Paham? Tetap diam. Dengar?

Anggukan kepalamu. Tetap diam.

Jangan macam-macam.

Tolong, ayolah.

- Kita baik-baik saja? - Aku mengacau, Dom.

Astaga, Jackie. Apa yang kau lakukan?

- Dia lolos. - Bagaimana mungkin?

- Kau tak bilang dia punya senjata. - Apa pentingnya?

Apa pentingnya? Pertanyaan macam apa itu?

Senjata membunuh orang, Dom.

Kau dengar, Jackie? Ini!

- Ini alasannya aku tak membelamu. - Maaf. Membelaku?

Ya, kau datang padaku,"Aku punya masalah. Aku butuh bantuan."

Setiap saat, itu bencana yang tak tanggung-tanggung.

Persetan. Kapan aku pernah minta bantuan darimu?

25 tahun, pernah kuminta sesuatu padamu?

Ya, sebenarnya. Kau meminta.

Yang harus kau lakukan adalah kesempatan kedua.

Tugasmu?

Bunuh orang itu di kesempatan kedua!

Baiklah. Orang itu tak punya rumah.

Dia gelandangan, dan aku hampir belum menyentuhnya.

Itu sudah lama sekali.

Jackie, aku sudah selesai bermain denganmu.

Bilang saja apa yang terjadi.

- Kurasa aku membunuh juru masak. - Siapa?

Aku mungkin tak sengaja menyebut nama Pauly

Pada pria koboi sebelum dia kabur.

Jackie, di mana kau sekarang?

Di mana kau sekarang?

Jackie?

Brengsek.

Lola?

Brengsek!

Hentikan!

Aku tak akan balas memukulmu, hentikan!

- Sialan kau! - Hentikan.

Sialan kau!

Brengsek! Hentikan!

Brengsek! Sudah seri. Hentikan!

- Jangan lagi lari. - Baik.

Janji?

Kau mungkin penjahat paling payah.

- Aku bukan penjahat. - Jelas.

Tidak. Sumpah, ini bukan aku.

Aku membunuh orang itu Walter karena anakku di penjara.

Aku butuh uang untuk memberinya pengacara.

Kau membunuh orang agar anakmu punya pengacara?

Ya.

Kau bodoh?

Selamat datang di alam liar, bajingan.

Kalian tak makan, tak tidur.

Bahkan tak bisa apa-apa tanpa izinku.

Aku tak peduli jika matamu melotot dan wajahmu memerah.

Tapi tak perlu khawatir itu, kau...

Negro?

Pada siapa kau jual kokain?

Adikmu? Bibimu? Ibu anakmu?

Pasti kau berpikir kita sama.

Percayalah aku akan hancurkanmu

secepat kuhancurkan bajingan kulit putih di sampingmu.

Dan siapa kau?

Siapa namamu?

Billy Powers.

Billy Power...

Selamat datang di alam liar, bajingan.

Kau mau bilang apa sekarang?

- Aku kurang tahu, Pauly. - Kenapa?

Kurasa karena aku kekurangan informasi.

- Kau yakin? - Pada informasi, ya.

Aku mau kau tak seperti itu, Dom.

Aku bahkan tak bisa mengulanginya.

Aku akan cari tahu apa yang terjadi.

Itu bagus. Itu sangat bagus.

- Ya. - Ini?

- Tak bagus, Dom. - Aku tahu itu.

Ada baiknya kau tahu. Itu bagus.

Kuharap kau juga tahu kalau ini salahmu.

Ini salahmu.

Pergi. Ayo urus itu.

Kau membuatku stress.

Maaf, juru masak itu temanmu?

Apa yang terjadi?

Jika boleh, mungkin kita bisa melewatkan basa-basi.

Aku diculik, aku jalan kembali ke mobil.

Cukup sampai di situ.

Kau tak perlu angkat tangan.

- Ini jelas situasi yang canggung. - Ya.

Kurasa mungkin jika aku tahu sedikit tentangmu,

- tak harus... - Ini tak akan canggung.

Aku Lola. Sudah kubilang itu.

Aku pindah ke Kosta Rika beberapa tahun lalu untuk buka sekolah akting

karena tinggal di sini mengingatkanku pada dua hal...

kegagalan dan trauma. Ada yang lain?

Kau...

Kau buka sekolah akting di Kosta Rika?

- Gagal. - Itu mengejutkan.

Maaf soal semua ini.

Oke.

Bukankah mobilmu ada di sini?

Sial, aku menyerah.

Persetan semuanya! Sialan!

Kau menangis?

- Aku sungguh bukan penjahat. - Ya.

- Aku mengerti itu. - Kucoba lakukan untuk anakku.

Itu yang kucoba buat.

Anak malang ini tak pernah punya kesempatan.

Menurutmu aku bajingan? Kau harus bertemu ibunya.

Jika kau mau kabur sekarang, atau jalan, atau apa pun,

aku tak akan menghalangimu,

silahkan saja.

Kau cuma akan duduk di sana?

Tidak, entah aku sedang dicari karena pembunuhan, atau aku...

Ya, aku akan dibunuh oleh orang-orang yang menyewaku

untuk membunuh orang yang tak kubunuh.

Jadi, ya, duduk di sini sepertinya... tak kemana-mana.

Ada ide lebih baik? Akan kuterima saran apa pun.

Mungkin aku bisa membantumu.

- Kau mau macam-macam denganku? - Tidak, aku tak akan lakukan itu.

Kau pria besar yang menakutkan dengan senjata.

Lagi pula, pasti kau kehabisan peluru.

Kenapa membantuku?

Mungkin kita bisa saling bantu.

Aku harus memeriksakan kepalaku karena memercayai idiot ini lagi.

- Aku yang salah. - Tidak.

Aku yang salah. Salahmu 10 tahun yang lalu,

saat kau bilang dia akan membuang pertarungan itu.

Ini salahku karena mendengarkan untuk kedua kalinya.

Menipuku sekali, kau memalukan. Membodohiku dua kali...

Kami tumbuh bersama.

Dia dulunya cerdas.

- Entah apa yang terjadi. - Tadi kubilang itu salahku.

Kau mau membuatku emosi?

Ya, tapi kau bilang itu kesalahanmu karena mendengarkanku,

yang membuatku salah jika kau memikirkannya.

Aku tak mau memikirkannya.

Itulah maksudku, Dom.

Sekarang kau mau membuatku sangat emosi?

Kau mau membuatku sangat emosi, atau mau melupakannya?

- Tak apa. - Terima kasih, tak apa. Terima kasih.

Besok, hal pertama,

Aku mau kau pergi dan mencari koboi bejat itu

dan lihat apa kau bisa membereskannya.

Siapa yang tahu? Mungkin itu semua untuk yang terbaik.

- Kau melakukan hal yang benar. - Apa?

Kau melakukan hal yang benar,

kubilang, menangkap pria itu.

Dia hutang 100 ribu selama enam minggu. Kau lakukan hal benar.

Kau jadi bijak sekarang?

- Kau macam-macam denganku, Dom? - Apa maksudmu?

Maksudku? Maksudmu, apa maksudku?

Itu tak berhasil. Apa maksudmu, "Aku menangkapnya"?

- Aku cuma bilang. - Jangan bilang.

Aku tak mau kau cuma bilang? Lakukan!

Aku tak mau kau cuma bilang.

Dalam retrospeksi, aku mau uangku,

- jika kau tak keberatan. - Aku mengerti.

Bagus. Besok pagi-pagi, kau pergi ke sana

dan kau urus koboi itu.

Semoga, ada beberapa keberhasilan,

kemudian aku mau kau cari Jackie.

Bawa langsung padaku.

Jelas?

- Ya. Jelas. - Ya.

Ada apa denganmu?

Ada apa?

Apa yang kau lakukan?

- Apa yang kau lakukan? - Kenapa kau sembunyi?

Tak ada yang tahu kalau aku kerja di restoran itu.

Aku berhati-hati.

Dan berkaitan dengan orang lain yang jadi perhatian, satu sudah mati

dan kita tahu, yang lain mungkin sudah membunuhnya.

Santai saja. Jangan menyuruhku diam!

Ini lingkunganku, oke?

Astaga.

Omong-omong, soal lingkunganmu,

apa yang kau lakukan bekerja di restoran itu?

- Kau jelas kaya. - Tidak.

Ini rumah ibuku. Dia kaya.

Sejujurnya, mantan suaminya kaya.

Dia beruntung.

Maaf, kau bilang mantan suami dengan akhiran "S"?

Ada empat orang. Kaya dan mati.

Mereka menyebut ibuku "Janda Pembunuh suami."

Bagus.

Oke...

Cuma ada ini, kecuali kau mau pakai bajuku.

Punya ayah tiriku.

Yang terakhir.

Oke, ini kesepakatannya.

Kita bawa mobil jaguar ibuku ke rumah sakit besok.

Kau dan aku sepasang kekasih, dan kita berencana menikah

kembali ke Kosta Rika. Dia membayar,

dan aku akan memberimu sebagian uang untuk pengacara putramu,

Aku akan kembali ke Kosta Rika dan membayar hipotek-ku.

Mau ngomong sesuatu atau cuma menganggukkan seperti itu?

Baik, kenapa kita menikah?

Karena...

itu satu-satunya syarat utama ibuku.

- Aku tak mau membunuh ibumu. - Kuhargai itu.

- Apa-apaan ini? - Aku tak mau kau membunuh ibuku.

Oke.

Jika kita bisa membuatnya percaya bahwa kita akan menikah,

rencananya dia akan memberiku sejumlah uang

yang kudapat setelah dia mati, bukan sebelum dia mati.

Maaf, tapi itu konyol.

Tidak, Jackie. Yang konyol kau mungkin membunuh orang pagi ini,

lalu menculikku, atau kau mencoba,

dan di sini kutawarkan tempat sembunyi,

beberapa pakaian, dan cara hasilkan uang.

Kau punya ide yang lebih baik, orang pintar?

Baik. Sidang penahanan putraku tiga hari lagi.

Itu hari yang pada dasarnya

akan menentukan bagaimana sisa hidupnya berjalan.

Aku bahkan belum punya pengacara.

Ibuku sekarat karena kanker.

Aku tak mau bersaing di sini, tapi terkadang hidup memang keras.

Kita bersama-sama sekarang.

Itu bagus.

Tidur terpisah.

Baiklah, cobalah beristirahat.

Ini tak akan mudah. Ibuku galak.

- Di mana aku tidur? - Ada, lima kamar tidur.

Aku tak tahu. Pilihlah.

Terima kasih.

Ya, hei. Ini Raymond Chandler, dari departemen percobaan.

Aku baru saja mendapat telepon dari kantor D.A.

tentang anak bernama Billy Powers,

yang sedang menunggu persidangan dengan kalian di sana

yang diproses minggu lalu, aku percaya.

Rupanya, anak ini menderita diabetes

dan tak terdaftar saat di tangkap,

jadi kalian akan sangat membantuku jika bisa mengurusnya.

Mungkin memberinya permen.

Itu akan buat kita semua keluar dari masalah jika kau bisa lakukan itu.

Itu bagus.

Aku sangat menghargainya. Billy Powers.

Ini dia, Powers.

Terima kasih.

Bilang jika kau butuh yang lain.

Aku mengganggu pestamu?

Silahkan duduk.

Ini semua untukku?

Atau kau menyapa semua tamumu seperti ini?

Tidak, tidak semuanya, cuma yang mencoba membunuhku.

Orang itu seharusnya menakutimu.

Aku terlihat ketakutan?

Ya, sebenarnya.

Ini bukan aku takut, Nak.

Ini aku kesal.

Apapun itu, fakta tak berubah.

Kau berutang pada Pauly Russo 100 ribu, sudah enam minggu.

Jika kami mau kau mati, itulah yang akan terjadi.

Inilah yang akan terjadi.

Kalian akan melupakan hutangku sekarang.

Sangat lucu. Begini saja.

Bisa tuangkan segelas apa pun yang kau minum di sana?

Aku punya banyak hubungan dengan petugas hukum di sini.

Aku menelepon,

kau dan bosmu punya banyak masalah.

Sumpah, kau tidak mau itu.

Sekarang kau mengancamku?

Itu, aku tak suka.

Kuhargai sarannya.

Kau punya waktu seminggu untuk melunasi.

Dan maaf soal kemarin.

Orang yang menemuimu...

dia pasti sudah kehabisan narkoba.

Entah harus bilang apa lagi.

Boleh aku bicara sekarang?

Ini rumahmu...

atau gudang, atau apa pun kau menyebutnya ini.

Aku berniat membayar hutangku.

Cuma di tempat ini agak sedikit lambat.

Kesabaran bukanlah urusanmu.

Kurasa aku bisa mengerti itu, tapi kalian kelewatan.

Aku tak bisa bilang betapa mudahnya bagiku untuk memanggil petugas hukum

dan beri tahu mereka kalau Pauly Russo mencoba membunuhku.

Jadi jangan ajari apa yang harus kulakukan,

terutama di gudangku sendiri.

Kau tidak akan pergi ke polisi.

Faktanya, cuma dua orang yang tahu

apa yang terjadi kemarin.

Mungkin ada orang lain yang tahu kejadian kemarin.

Cuma bilang.

Sampai jumpa lagi.

- Jawabannya tidak, Lola. - Aku tak mengerti, Bu.

"Bagaimana perasaanmu?" "Kurang baik, Sayang."

Rasanya seperti ada beban berat menekan paru-paruku.

Aku bertanya dan ibu bilang tak mau membahasnya.

- Terkadang "tidak" berarti "ya". - Bu, kami akan menikah.

- Kami akan menikah. - Selamat.

Aku ikuti keinginan ibu.

Ya, itulah masalahnya. Kau pikir ibu bodoh?

Kau tak tahu sedikit menyenangkan

kau muncul di sini entah dari mana dan meminta uang?

Sekarang? Di sini, di tempat ini?

- Aku datang ke sini menemui ibu. - Sungguh?

Karena aku sekarat, atau karena karir aktingmu

yang selama bertahun-tahun buang-buang waktu tak berhasil?

Ibu menang. Aku sudah lama menyerah.

Sekolah akting di Guatemala. Astaga.

- Kosta Rika. - Bahkan itu lebih bodoh.

Aku tak kembali ke sini untuk diejek karena pilihan hidupku yang buruk, Bu.

Ngomong-omong, kapan terakhir kali ibu memeriksaku?

Itu bukan tugas ibu.

Anak perempuan menelepon, ibu menjawab.

Kau tahu berapa kali ibuku meneleponku?

Ibumu mencoba membunuhmu saat usiamu 13 tahun.

Tepat.

Bu, aku tak mau kehilangan apa yang kumiliki di sana.

Terlepas dari semua perdebatan kita, tidakkah kau mau aku bahagia?

Ibu mau...

Kaki kepiting.

- Apa? - Ibu tak tahu alasannya.

Ibu tak pernah menyukai kepiting.

Ibu bangun di malam hari memikirkan kaki kepiting.

Hei, Jackie.

- Kau suka cerita? - Tentu.

- Aku punya yang bagus. - Ini dia.

Kau tahu mereka menyebutku apa?

Janda Pembunuh Suami.

Itu benar. Dia cerita padaku.

Empat suami meninggal dalam waktu satu tahun membuatku disebut begitu.

Aku hanya bisa berasumsi aku mendapatkan gelar itu

karena saat Janda Pembunuh Suami bereproduksi,

dia sering membunuh pasangannya,

tapi itu konyol karena aku tak kawin dengan salah satu dari mereka.

Ayahnya entah bagaimana berhasil lolos.

- Beruntung. - Sekarang beritahu aku...

Apa karena sebelum kubunuh orang kugigit?

Karena saat mereka mati, aku memakai baju warna hitam?

Atau mungkinkah aku memiliki tanda lahir merah

di sekitar vaginaku?

- Astaga. - Aku selamat, Jackie.

Fakta menarik tentang wanita black window,

- dan ini ilmu pengetahuan. - Ilmu pengetahuan.

Itu di takdirkan untuk hidup lebih lama dari pasangan mereka.

Kenapa?

Itu karena dia fokus pada apa yang dia inginkan.

Tak ada yang akan menghalangi jalannya.

Dan yang kumau adalah rokok.

Dan beberapa kaki kepiting.

Kau menggemaskan, Jackie.

Kau mau aku...

- Jangan pernah buat wanita mengemis. - Oke.

- Kuncinya, sayang? - Dalam kunci kontak.

Bagus.

Aku akan kembali sebelum kau minta lagi "kaki kepiting".

- Dia tampan. - Ibu menakut-nakuti orang.

Kenny Walsh menyukai golf.

Kenny Walsh menyukai secangkir kopi yang enak.

Kenny Walsh menyukai dirinya sendiri.

Siapa bilang?

Uang yang bilang.

Aku Kenny Walsh...

dan Kenny Walsh menyanyangi anak-anak.

Mau membantuku, Bu?

Jadi, apa yang kau mau ibu lakukan, Billy?

Keluarkan aku dari sini.

Baiklah. Bagaimana kau berharap ibu melakukan itu?

Beri tahu ibu.

Aku tak tahu. Tapi aku panik, aku...

Aku berbicara dengan konselorku

dan katanya aku bahkan bisa berakhir di penjara...

Ya, itu tak bagus. Ya.

Mungkin kau harus memikirkan hal itu

sebelum kau menculik anak lain.

Aku tak menculik siapa pun, Bu. Sudah kubilang.

Aku muncul di Chad's, dan anak itu ada di sana.

Dan apa yang ibu bilang terkahir kali

soal kau jalan-jalan ke Chad?

Ibu benar.

Aku tak akan pernah pergi ke Chad lagi.

Hai, cepatlah. Aku perlu menelepon.

Sebentar. Ini pacarku.

- Ibu akan carikan aku pengacara? - Kau tahu?

Ibu telah habiskan setiap hari

cari pengacara untukmu, Billy.

Ibu bahkan tak mampu beri makan diri sendiri.

Hai, cepatlah. Kau tak mendengarku tadi?

- Aku perlu menelepon. - Ya. Jaringannya jelek.

Ibu akan datang menemuiku besok?

Ibu akan berusaha semampunya.

Maaf, sobat. Aku baru mau menutup telepon.

- Sudah kubilang itu dua kali. - Ya.

Hei, ibu. Apa kabar?

Kurasa ini kepiting terakhirku.

Jadi bagaimana dengan rokok, Jackie?

Kau tah, Bu? Lupakan.

Aku tak seharusnya kembali ke sini.

Tuhan melarangku minta sesuatu dari siapa pun, apalagi ibuku sendiri.

Semuanya Drama!

Kau seharusnya jadi pemain teater.

Jika ibu tak sekarat, aku akan ngomong sesuatu yang mengerikan sekarang.

Ya, jika aku tak sekarat, mungkin aku akan peduli.

- Kau mau yang sebenarnya? - Jackie.

- Ini favoritku. - Bagus.

Putraku yang berusia 15 tahun di tangkap minggu lalu

untuk sesuatu yang tak dia lakukan.

Itu tuduhan serius, dan dia butuh pengacara.

Putrimu dan aku sudah lama saling kenal.

Tapi dia, tak di ragukan,

manusia paling menarik yang pernah kutemui dalam hidupku.

Aku mencintainya dan aku mau menikahinya.

Tapi kenyataannya saat ini, kami butuh uang itu untuk pengacara

agar kami bisa mengeluarkan putraku dari penjara.

- Terima kasih atas kejujuranmu. - Terima kasih.

- Tapi kenapa tak bayar jaminan saja? - Tak ada jaminan.

Dalam system remaja, tak ada jaminan. Itu beda.

Aku harus mengeluarkannya sekarang.

Jadi berapa biaya pengacaranya?

Kutebak $25.000?

Kau menebak?

Aku akan tahu begitu aku menemui pengacara.

Kau lakukan itu, dan saat kau kembali,

- Aku akan menulis cek untukmu. - Terima kasih.

Kecuali, aku berubah pikiran.

Ya, Bu.

Tunggu.

- Aku menyayangimu nak. - Aku juga.

Aku sangat menyanyangi kalian berdua.

Astaga. Dia layak di pertahankan.

Itu sangat berarti dari ibu.

Baiklah.

Maaf ibu tak bisa memberimu uang sekarang.

Aku akan berikan, bagaimanapun,

siapkan uang untuk calon anak tirimu,

karena, untuk beberapa alasan,

sepertinya hal yang benar untuk dilakukan

tapi di luar itu, instingku mengatakan sebaliknya.

Ibu tahu kita tidak saling memahami, Lola.

Kita tak pernah sepaham.

Tapi jika kau bisa menerima

hal-hal yang ibu lakukan...

yang bahkan ibu tak bisa menjelaskannya...

itu akan jadi keinginan terakhir ibu.

Bisa lakukan itu?

Aku bisa mencoba.

Dia mengenalmu sebentar!

Kaki kepiting, monolog singkat yang cengeng,

dan dia siap menulis cek untukmu?

Kau tahu berapa kali kuminta uang padanya selama bertahun-tahun?

- Bisa kubayangkan. - Seluruh hidupku.

Seluruh hidupku, dia memperlakukanku seperti sampah.

"Aku berbakat, Bu. Aku sangat mahir dalam bidangku.

Aku cuma butuh tiket pesawat ke New York City, dan sedikit uang."

Tidak. Persetan, sayang.

- Aku sungguh prihatin. - Kau dapatkan keinginamu.

Selamat. Kau harusnya jadi aktornya.

Kau pantas dapatkan yang lebih baik. Tapi begitu juga putraku.

Aku tahu kau kesal sekarang, tapi tolong,

tolong, tetaplah bersamaku dalam hal ini.

Aku juga mau kau tahu maksud perkataanku di sana.

Yang mana?

Aku benar-benar harus mengangkat telepon.

Maaf, tapi aku harus... Aku harus mengangkat telepon.

Apa yang dilakukan orang-orang ini?

Dia orang kaya.

Itu rumah ibu gadis itu.

Aku di sini seharian. Tak ada apa-apa.

Menurutmu Walter akan pergi ke polisi?

Aku tak bisa terlalu yakin, bukan?

Tapi yang bisa kuyakini 100% adalah kau tidak ingin mencari tahu.

Pamanku kembali ke rumah dengan tuduhan kejahatan terorganisir,

Aku sekarang menghadapi tuduhan pembunuhan.

Jadi tolonglah aku, cari Jackie

dan buat dia mengerti.

Aku mau dia menyerahkan diri, dan jika dia melakukan itu,

saat dia keluar dari penjara,

jika dia keluar dari penjara,

kita akan menjaganya. Lakukan itu untukku.

- Bagaimana dengan anak itu? - Persetan dengan anak itu.

- Kesempatan itu sudah tak ada. - Apa-apaan ini?

- Ayo! - Apa?

- Unit G! Jalan lurus! - Apa yang kau lakukan?

Unit G! Ayo!

Ini gagal total.

Aku harus kembali ke kehidupanku.

Kurasa aku tahu ke mana dia akan pergi selanjutnya.

Kau bicara, Dom. Sekarang, ikuti rencana itu dan buat dia mengerti.

- Ya? - Ya.

Besok, aku akan pergi menemui Walter.

Aku akan mengurus ini sendiri.

Hati-hati. Mereka siap berperang di sana.

Aku akan datang dengan damai, tentu saja.

- Ini sangat luar biasa. - Benar.

Kau percaya ini? Aku harus pergi mengemis uangku?

Aku harus pergi mengemis uangku? Siapa saja di rumah

dengar soal ini, mereka akan bilang, "Tunggu, ada apa dengan Pauly?"

"Entahlah. Dia pindah ke Oklahoma dan jadi bajingan."

Sialan.

Astaga, Taylor. Kau apakan ini?

Jika kau tak suka, pergilah ke tempat lain.

Kau sebaiknya ke tempat lain

dan kau harus bawa pelacur ini.

- Maaf? - Tolong, Taylor?

Ini masalah keluarga. Entah apa yang kau lakukan di sini.

Sebut aku pelacur lagi dan lihat apa yang terjadi.

- Dan siapa kau? - Teman.

Aneh. Jackie tak punya teman.

- Bisa tolong, Taylor? - Mau tahu alasannya?

- Tidak. - Itu karena dia bajingan.

- Benar-benar bajingan. - Bagus.

- Mau sedikit saran? - Jelas tidak.

Menurutku yang harus kau lakukan,

kau harus kabur dan berlari secepat mungkin.

Dan jika kau sudah hamil, maka belok kiri

- dan langsung pergi ke klinik. - Baiklah, itu sudah cukup.

Aku bisa melihat bahwa hidupmu buruk di sini,

dan aku lebih suka tak peduli, tapi pertahankan, aku akan memukul gigimu.

- Itu ancaman? - Apa lagi itu?

Hei, Tuan Walsh, namaku Jackie Powers.

Billy Powers putraku.

Dia saat ini di Haskell menunggu sidang penahanan, dalam dua hari.

Tolong hubungi aku kembali secepat mungkin.

Nomorku 918-793-1248.

Terima kasih banyak.

Kenapa kau memberikan nomorku?

- Astaga. - Ini untuk putramu, Taylor.

Oke.

- Permisi. - Silahkan.

Astaga.

Ke pintu belakang, sekarang.

Ayo. Keluar. Lewat pintu belakang. Ayo. Kita harus pergi.

- Apa maksudmu? - Sekarang.

- Dengarkan aku. - Apa?

- Itu Dom. Tolong... - Apa?

Jika kau bilang sudah melihatku, Billy kacau.

Lakukan hal yang benar. Jangan macam-macam denganku, Taylor.

Jangan macam-macam. Lakukan hal yang benar.

Berjanjilah, kau tak akan menyebutkan sudah melihatku.

Baik. Pergilah.

- Keluar dari sini. - Terima kasih.

- Siapa? - Polisi.

Ya, baik.

Di mana dia?

Siapa?

Ayo, jangan berncanda. Jackie.

Aku belum melihatnya.

Apa itu tadi?

Baiklah, itu dia, oke?

Tapi aku benar-benar tak tahu kemana dia pergi.

Kenapa aku tak percaya padamu?

Karena kau bajingan, itu alasannya.

Baiklah, Taylor, itu omong kosong.

Kau akan pergi begitu saja?

Ya, aku tak datang ke sini untuk itu.

Kau tahu apa masalahmu?

Kau memperlakukanku seperti sampah karena suatu alasan.

Tidak, aku memperlakukanmu seperti sampah karena kau brengsek

dan kau memang pantas menerimanya.

Tidak, kau masih marah karena aku memilih Jackie dan bukan kau.

Memilih Jackie?

Kau tak memilih. Lihatlah tempat ini.

Kuberitahu kenapa kau berakhir dengan Jackie dan bukan aku.

Ini sangat sederhana.

Kau membuat kesalahan.

Ini bukan masalah besar,

tapi jangan perlakukan aku seperti orang jahat.

Kau mau aku tinggal dan bercinta denganmu...

bilang saja.

Selalu saja begini.

Mereka semua kehabisan kaki kepiting.

Aku tak percaya kau punya anak dengan wanita itu.

Seperti, sengaja.

Ya, kau seharusnya melihatnya 20 tahun yang lalu.

Terserah. Sama-sama gila.

Apa?

Kau...

Kau menyukaiku?

Bagaimana jika mereka melarangku masuk menemui putramu besok?

- Mereka akan bolehkan. - Nama belakang kita berbeda.

Tahu berapa banyak anak di tempat itu yang punya dua orang tua

dengan nama belakang yang sama? Tak satupun.

Bagaimana jika menyamar jadi ibu untuk dikunjungi jadi suatu hal?

- Tidak. - Bagaimana kau tahu?

Karena aku besar di sana.

Orang itu, Dom? Dia juga.

Kami bertemu di sana saat usia kami 13 tahun.

Kau lihat apa yang dia lakukan dengan hidupnya?

Tak ada rehabilitasi dalam sistem remaja.

Tempat itu cuma membuatmu kesal.

Aku akan membantumu mengeluarkan Billy dari sana.

Jadi, itu ya, kau memang menyukaiku atau...?

Kau benar-benar mau memainkan permainan ini?

Latihan? Ya, kenapa tidak?

Baik.

- Aku akan bermain kalau begitu. - Oke.

Apa yang kau lakukan?

Aku tak cuma menyukaimu, Jackie.

Aku mencintaimu.

Begitu kau muncul di sana,

jantungku berdetak kencang.

Aku tahu pada saat itu segalanya akan berubah selamanya.

Aku tahu pria yang akan habiskan sisa hari-hari denganku

baru saja memasuki hidupku.

Tapi kemudian kau menembak si juru masak.

- Lumayan, bukan? - Ya.

Sudah kubilang aku berbakat.

Itu sangat bagus. Luar biasa.

Haruskah kita masuk?

Cuma ada satu ranjang di sana,

jadi aku akan membiarkanmu tidur.

Aku cuma akan duduk di sini.

- Selamat malam. - Tidak, maksudku...

Benar-benar bodoh.

Lola?

Apa-apaan?

"Jangan khawatir. Cuma pergi beli donat dan kopi.

Sayang, Lola."

Terima kasih.

Astaga.

- Halo? - Hei, pengacara sudah menelepon?

Tidak. Sekarang jam 7:30 pagi. Dia belum menelepon.

Oke. Apa yang terjadi dengan Dom setelah aku pergi tadi malam?

- Itu lumayan. - Lumayan?

Apa maksudnya itu?

Artinya dia masuk, dia tanya kau ada di sini.

- Kubilang tidak, lalu dia pergi. - Ayo, jalang. Minta alamatnya.

Aku sungguh lelah sekarang, jadi tolong biarkan aku bangun?

Apapun, Taylor. Tolong, jika pengacara itu menelepon,

beri tahu aku segera. Ini sangat penting.

Aku di Western Inn 11.

Kamar 129, oke?

Oke.

Bagus. Terima kasih.

Orang aneh.

Segalanya menjadi tak terkendali di sini, Walter.

Ada sesuatu yang bisa kita sepakati.

Itu bukan niatku.

Oke. Sekarang setelah kau menyebutkannya,

apa sebenarnya niatmu?

Intinya, kau buat beberapa taruhan yang sangat serius denganku.

- Kau kalah. - Aku tak punya masalah dengan itu.

Ternyata kau punya masalah, karena aku di sini bersamamu sekarang.

Aku membayar hutangku. Aku hanya butuh lebih banyak waktu.

Tapi kita tak sedang membahasku sekarang, kan?

Kita membahasmu dan niatmu.

Dengar, Walter,

setahuku,

apa pun yang dilakukan si brengsek itu, dia sudah keterlaluan.

Bukan itu yang kuinginkan. Tapi itu bukan lagi masalahku.

Sudah kubilang, dia dalam perjalanan menyerahkan diri saat kita bicara.

Aku yakin kau senang

mengetahui si brengsek yang mencoba membunuhmu

akan habiskan sisa hidupnya di balik jeruji

sambil makan sandwich ham yang menyebalkan, Walter.

Aku di sini untuk menyelesaikan ini denganmu, kawan, dengan damai.

Itu rasa hormat, Walter.

Tolong jangan salah mengira itu untuk hal lain.

Kau tahu beternak sapi?

Aku dari Brooklyn.

Ini bukan bisnis yang rumit.

Aku berurusan dengan ternak. Itu keahlianku.

Saat waktunya tiba untuk menjual, kulepaskan mereka.

Salah satu sapi jantanku sakit,

atau salah satunya tak melakukan yang benar saat turun,

itu tanggung jawabku, dan aku tahu itu.

Oke.

Aku sudah lama berada di bisnis ini,

hampir 40 tahun menggeluti pekerjaanku.

Aku punya banyak teman, petugas dan sebaliknya.

Kau tamu di sini.

Sekarang aku mengerti...

Kau mungkin menyalahkan orang lain untuk beberapa hal, tapi...

kau merasa bertanggung jawab atas tempat kami berdiri,

sayangnya tak relevan.

Aku bertanya dengan rasa hormat.

Jangan salah mengira itu untuk hal lain.

Kau lihat...

kau cari masalah di sini.

Dan sementara aku menghargai kunjunganmu, Pauly...

Kutegaskan kata-kataku.

Aku tak berhutang apapun padamu.

Kau benar-benar mau mengambil jalan ini denganku, Walter?

Kau dipersilakan untuk mencari tahu, temanku.

Hai!

Sialan!

Inilah yang akan terjadi, Jackie.

Kau akan menyerahkan diri.

Kau akan mengaku membunuh orang di restoran,

dan itulah akhirnya.

Oke.

- Bagaimana dengan Billy? - Tetap di tempatmu.

Ayo.

Billy...

Dia bukan masalah kita lagi.

Oke, kalau begitu tidak. Persetan.

- "Tidak, persetan"? - Ya.

- Kenapa kau sialan? - Hati-hati, Jackie.

Aku seharusnya takut padamu sekarang

karena kau punya senjata?

Jack, kau membuat dirimu dalam situasi ini.

Maksudku bukan itu. Maksudku kau, jagoan besar dari Boston.

- Hari pertamamu di Central... - Brengsek.

...kau terlihat seperti akan mengencingi dirimu sendiri.

Jika bukan karena aku, kau tak akan bertahan dua detik di tempat itu.

Kau cuma pesuruh.

Kau bajingan yang kuat. Tahu yang kupikirkan?

Kurasa kau terlalu sering di hajar

di kepalamu yang tolol itu,

- dan ingatanmu payah. - Sungguh?

- Ya. - Ya?

Kau bajingan kecil yang tak tahu berterima kasih, kau tahu itu?

- Aku harus menghajarmu sekarang. - Ya?

Dengan atau tanpa senjata, jagoan?

Ini bukan adu tinju, Jack.

Aku berani menantangmu untuk meletakkan senjata itu.

Ini bukan pertama kalinya aku akan menghajarmu.

- Aku akan menghajarmu sekarang. - Baiklah. Coba kulihat.

- Ayo. - Oke. Tunggu.

Boleh kupakai pakaianku dulu?

Silahkan.

- Mau donat? - Kita mungkin harus pergi.

Sekarang.

- Pakaian keren. - Terima kasih. Ayo.

- Kau akan memakai itu? - Tidak.

Baiklah. Dengar...

Aku akan lakukan ini sendiri.

Tapi jika saat ini aku dicari karena pembunuhan,

aku tak berpikir itu ide yang baik.

- Mungkin tidak. - Dengar, kau tidak...

kau tak benar-benar melakukan kejahatan.

Tidak, aku cukup yakin.

Oke, baik, ya, tapi ini seperti perjalanan terlarang.

Ini ilegal, tapi orang-orang melakukannya.

- Mengerti. - Kau akan jadi hebat.

Tolong, jangan lupa untuk ambil salinan berkas-nya.

Secara hukum, mereka harus berikan padamu.

- Untuk ibunya. - Untuk siapa pun. Terserah.

Mengerti perkataanku?

Kau aktor. Bekraksi.

- Ada yang lain? - Tidak, ya.

Bilang aku mencintainya, dan semuanya akan baik-baik saja.

- Tolong. - Oke.

Ayo cepat. Bilang padaku, kapan.

- Malam ini, jam 7:00. - Tidak...

Sobat, aku tak bisa pergi sampai hari Jumat setelah Selasa kemarin.

Ya, dia sangat besar.

Gadis sebesar itu, yang mirip dengannya?

Dia memiliki bahu seperti John Elway.

- Halo? - Itu gadis besar, T.

- Jam berapa? - 7:00. 19:00.

19:00

Aku di sini untuk mengunjungi putraku, Billy Powers.

Tunggu sebentar, John.

Lola...

Lola Brisky.

Ya, cuma mengunjungi putraku.

Baiklah.

Isi ini.

Ambil semua barang-barangmu dan taruh di loker itu.

Aku juga butuh salinan berkas-nya.

Kau harus bicara dengan bagian konsumsi setelah kunjungan.

Dia terdengar seksi, bung.

Bung, dia seksi.

Siapa namanya?

- Dia merokok. - Brengsek.

Ya. Lola Brisky.

Izinkan aku memberi tahu sesuatu, rekan.

Kenny Walsh telah mewakili lebih banyak kasus remaja

daripada siapa pun di kota ini.

Kenny Walsh tak sempurna, tapi...

dia sangat akrab.

Kenny Walsh

menghabiskan 15 tahun di kantor D.A.

Itu adalah keuntungan.

Tidak, aku membacanya di situsmu.

Cuma untuk memperjelas, siapa kau?

Aku Kenny Walsh.

Kau kira aku ini siapa?

Bagus. Aku cuma mengklarifikasi.

Aku memang menelepon nomor yang kau tinggalkan di layananku pagi ini,

tapi tak ada jawaban.

Benar, nomor itu.

Aku tak tahu apa artinya, tapi jelas kau punya beberapa masalah,

atau kau tak akan berada di sini.

Tapi cukup soal Kenny Walsh. Apa yang bisa kubantu?

Anakku,

seperti yang kusebutkan di layananmu, Billy Powers,

sidang penahanannya besok.

Aku tahu itu pemberitahuan yang sangat singkat,

tapi kuyakinkan, dia anak yang baik.

Tak pernah bermasalah dengan hukum sama sekali.

Oke.

- Tahan. - Oke.

Kenny Walsh bukanlah hakimnya.

Baik atau buruk, tak ada bedanya baginya.

Oke.

Boleh kutanya. Siapa yang bicara?

Uang bicara.

Ya. Benar.

- Kau punya berkas kasusnya? - Tidak.

Tapi aku akan punya berkas kasusnya

dan cek untukmu sebesar $20.000 pada hari ini.

- Hari ini? - Hari ini.

Kenny Walsh akan berada di sini.

Bagus.

Begitu kuterima yang kusebutkan,

putramu juga akan menerimanya.

Dan itu hal yang baik.

Kenny Walsh selalu menyelesaikannya.

Itu sangat bagus.

Terima kasih.

- Tetap semangat. - Oke.

Aku ibumu, Billy.

Ayahmu ada di luar, dan dia bilang dia sangat menyanyangimu.

Aku baru saja mengambil berkasmu untuk pengacara.

Kau mengerti?

- Ya. - Bagus.

Aku akan pergi ambil berkasmu.

Aku sangat takut. Kau mau bicara denganku?

- Ya. - Terima kasih.

Aku tak melakukan kesalahan apa pun.

Mereka sudah menculik anak itu saat aku muncul.

Aku tak seharusnya di sini.

Ya, aku percaya padamu.

Ibuku...

Maksudku, wanita itu.

Aku belum melihatnya dalam dua minggu. Aku tidak...

Aku tak mau tinggal di sini.

Ayahmu sedang mengurusnya.

Bagus. Itu seharusnya membuatku merasa lebih baik?

- Hei, dia sangat menyanyangimu. - Aku tahu dia tahu.

- Dia hanya... - Apa?

Dia selalu mengacau.

Kau pasti tahu itu, bukan?

Sebenarnya menurutku ayahmu cukup istimewa,

tapi jangan bilang aku ngomong begitu.

Tidak.

Ngomong-ngomong, kau penderita diabetes?

Tidak.

Aku terlihat gemuk?

Ini sangat, sangat, sangat...

memalukan.

- Kau bilang begitu? - Ya, Dom.

Kuberi tahu. Tahu alasannya? Dua alasan.

Pertama, hanya kau yang duduk di depanku,

dan alasan lainnya, karena kau penyebab aku malu.

Aku akan cari Jackie lagi.

Aku tahu kau akan cari Jackie,

dan kali ini, kau akan menghajarnya.

Ayolah, Pauly. Jangan bahas itu.

Lihatlah wajahku.

Aku terlihat bercanda? Aku terlihat bercanda denganmu?

Aku seharusnya tak pernah mendengarkanmu sejak awal

soal anak sialan itu.

Itulah yang kubilang dua hari yang lalu, dan kau bilang...

Jangan bilang apa yang kubilang.

Aku tahu apa yang kubilang. Aku tak bisa mengubah pikiranku?

Astaga. Dengarkan aku.

Apa yang terjadi padaku?

Lihat apa yang kukenakan. Aku memakai ikat pinggang.

Sumpah demi ibuku yang telah meninggal,

Aku bisa merasakan egoku meleleh dari bokongku.

Aku memberitahumu, Pauly.

Kita urus putra Jackie, kita beri pengacara

- dan semua ini berakhir. - Tidak.

Sialan tidak. Tidak.

Dan tidak!

Kau jangan memberitahuku! Aku yang memberitahumu!

Kau jangan bilang apa-apa.

Aku dalam masalah ini karenamu.

- Ya. Jelas soal itu sekarang. - Bagus. Baik.

Jaga dirimu, oke?

Kau mau memperjelas hal lain? Aku akan memberitahumu.

Pria baik Pauly sudah selesai.

Aku akan pergi ke peternakan koboi itu

dan secara pribadi aku akan menembak kepalanya.

Tapi kau akan cari bajingan kecil itu

dan kau akan menembaknya

dengan cara yang sama aku menembak orang brengsek lainnya.

Jelas?

Astaga. Bagaimana hasilnya?

- Kau memiliki anak yang baik. - Itu indah.

Baiklah, kita tepat waktu. Ayo pergi.

- Mudah-mudahan, dia tak berubah pikiran. - Tolong, jangan ngomong begitu.

Astaga.

Ini sialan.

Aku supir yang hebat.

Aku turut berduka.

Dia makan kaki kepiting. Dia kelihatan baik-baik saja.

Sumpah demi Tuhan, dia melakukan ini dengan sengaja.

Mati?

Ya.

Antar aku pulang.

Menurutku itu bukan ide baik.

Kalau begitu. Antar aku ke bandara.

Jadi menurutmu tak ada kemungkinan

kita masih bisa dapatkan uangnya?

Kau bercanda?

- Ini pertanyaan normal. - Hei, ya, tentu.

Kita cuma perlu menikah dengan cepat.

Itu yang bisa kita lakukan?

Astaga... Aku tak serius, dasar sosiopat sialan.

Jika segampang itu, aku bisa menikah dengan bajingan lain

- dari dulu. - Itu sangat bagus.

Orang yang mengendalikan kemauan, mereka memiliki instruksi.

Butuh waktu. Bukan berarti bisa kudapat saat kubilang aku mau.

Aku cuma mencoba mencari tahu apa yang harus dilakukan.

Sebagai catatan, jadi kau tahu,

Aku akan menikahimu.

Aku tahu kau akan menikahiku. Kau sosiopat sialan.

Bisa berhenti menyebutku begitu?

Semua omong kosong yang kau katakan pada ibuku

di rumah sakit tentang betapa kau sangat menyukaiku

dan kau mau habiskan sisa hidupmu denganku?

Butuh orang tertentu untuk lakukan hal seperti itu.

Baiklah. Bagaimana denganmu di motel?

"Aku mencintaimu, Jackie. Saat pertama melihatmu,"

dan semua omong kosong itu, apapun yang kau katakan.

Itu beda. Kita cuma main-main.

- Tidak. Aku tak main-main seperti itu. - Terserah, oke? Terserah!

Aku akan pergi dari sini.

Pergi saja ke pengacaramu, ambil mobil ibuku, mungkin dia akan terima.

- Itu hebat! - Aku akan pergi dari sini.

Itu hebat! Aku mau lakukan itu,

kecuali kantor pengacaraku tutup.

Aku tahu itu karena kita baru saja melewati tempat itu.

Maaf sudah menunggu. Ibu bisa saja mati kapan saja.

Hentikan omong kosong itu! Seperti itu kerugian besar.

Lagipula kau membencinya.

Persetan.

Kau harus hentikan mobil sekarang.

Keluarlah, dan berpura-pura aku tak ada.

Itu bagus, karena aku punya rencana baru

- dan itu tak melibatkanmu. - Bagus.

Aku akan pergi ke ruang sidang besok, aku akan bawa ini,

aku akan ambil putraku dan aku akan menembak

- dari tempat yang menyedihkan itu. - Itu brilian.

Mungkin kau harus ambil beberapa peluru

dan pelajari cara pakainya terlebih dahulu, tolol.

Persetan.

Kau dipersilakan, omong-omong, untuk semuanya.

Bisa lihat aku?

Terima kasih.

Tak seorang pun sepanjang hidupku yang pernah ada untukku

seperti yang kau lakukan beberapa hari terakhir.

Entah itu di hargai, dan semoga kau tak ambil jalan yang salah,

tapi aku sungguh mencintaimu.

Aku harus pergi mengurus anakku.

Terima kasih.

Baiklah, ayo habisi bajingan koboi ini.

Selanjutnya apa?

Sidang penahanan untuk Billy Powers, Yang Mulia.

Dia berusia 16 tahun.

Tak ada catatan kriminal sebelumnya.

Dan apa kasusnya?

Penculikan, Yang Mulia.

Ada pengacara?

Kami diberitahu dia punya pengacara, tapi...

Baiklah. Itu penculikan,

jadi tak ada yang perlu di bahas.

Dia akan tetap di tahan di pengadilan ini sampai tanggal persidangan.

Aku butuh pembela umum di sini, jadi kita bisa mensahkannya.

Sangat bagus, Yang Mulia.

Mohon maaf, Yang Mulia, mohon maaf. Bolehkah?

Tidak sebelum kau beri tahu siapa kau.

Tentu. Namaku Harold Hunter.

Aku mewakili Billy Powers di sini.

Dan lagi, aku minta maaf. Aku baru di kota.

Aku sedikit tersesat. Aku dari kantor Kenny Walsh.

- Kau? Bagaimana Tn. Walsh? - Orang itu pahlawanku,

jadi aku akan mengatakan hal-hal baik.

Aku mengatakan pada Tn. Thomas di sini

kami akan lanjutkan dan atur masalah ini untuk diadili,

dan klienmu dapat tetap dalam tahanan sampai saat itu.

Ya, menurutku itu bukan ide yang bagus, Yang Mulia.

- Tidak? - Tidak. Kalau boleh?

- Silahkan. - Terima kasih.

Pada saat penangkapan, klienku

ditemukan dalam pengaruh alkohol dan ganja.

Tak ada alasan untuk itu.

Tuduhan yang layak dihukum, jika kau bertanya padaku.

Sekarang, aku di sini bukan untuk membahas remaja lainnya

yang ditangkap karena apa yang disebut penculikan, tapi menurut pemahamanku,

mereka bawa teman yang bertentangan dengan kemauan kembali ke rumah orang tuanya.

- Ya. - Penculikan.

Benar. Sekali lagi, aku di sini bukan bicara apa yang dilakukan anak lain,

tapi klienku, dia muncul setelah kejadian itu

dan dia tak tahu apa yang terjadi sampai setelah dia tiba.

Kenapa dia tidak pergi?

Aku tak bisa jawab pertanyaan itu, Yang Mulia,

dan aku tak menyiratkan bahwa pertanyaan itu tak perlu dijawab.

Dia anak baik. Tak ada catatan kriminal sebelumnya.

Selain tidak membuat keputusan yang tepat untuk segera pergi,

tentu saja, minum dan merokok,

satu-satunya kesalahan Billy Powers adalah selera buruk.

Aku percaya

dia harus diizinkan tinggal bersama ibunya sambil menunggu persidangan.

Tentunya dengan rekomendasi pengadilan untuk pengawasan.

Itu membawaku ke pertanyaanku berikutnya. Di mana ibunya?

- Aku di sini, Yang Mulia. - Dia di sini.

Bu, silahkan maju ke sini.

Kulihat laporan, Bu, yang mengatakan penegak hukum

berusaha menelepon ke tempat tinggalmu beberapa kali.

Panggilan telepon itu tak pernah dijawab.

Ada indikasi kantor percobaan juga menelepon, tapi tak ada telepon balik?

Tak ada upaya olehmu untuk menghubungi siapa pun?

Aku tak bisa lepaskan putramu ke dalam pengawasanmu

tanpa penjelasan yang masuk akal.

Aku takut.

Aku sangat takut, aku tak tahu harus berbuat apa.

Kami saling memiliki.

Ayah Billy meninggal di...

dalam kecelakaan perahu yang mengerikan pada tahun 2015.

Billy hanyalah bocah.

Saat aku menerima pesan, aku...

Aku melakukan riset, dan setelah

mempelajari beratnya tuduhan,

Aku putus asa dan tak bisa temukan keinginan untuk bangkit kembali.

Aku tahu kami tak mampu bayar pengacara.

Saat ini aku mengerjakan tiga pekerjaan supaya bisa bertahan.

Aku tak tahu bagaimana melakukannya, tapi...

entah bagaimana aku berhasil bangkit kembali,

dan aku menghubungi Tuan Hunter di sini,

dan dia beri tahu kalau Billy banyak masalah,

tapi pada saat yang sama, dia akan membela ketidakadilan ini.

Dia percaya pada hukum...

dan, dari kebaikan hatinya...

dia setuju untuk menangani kasus Billy secara gratis.

Tuhan memberkatimu.

Dia anak baik, Yang Mulia.

Dia pantas dapatkan yang lebih baik.

Jika ada yang harus disalahkan di sini, itu aku.

Aku sangat sibuk, kau tahu...

Aku sangat sibuk dengan tiga pekerjaan itu

dan kanker...

Ya, Yang Mulia, dia jelas sedih dan...

Kurasa kita harus lanjut ke...

Lanjut, sungguh.

tapi kau mengerti maksudnya.

Dan aku tahu itu bukan salahmu. aku menyadarinya, aku tahu.

Ibumu dan keyakinannya, itu bukan dari Rasul,

tapi dari dirinya sendiri.

Dia menanamkannya ke dalam dirimu, dan aku mau kau melihatnya.

Dan kemudian cincin baja dengan salib besi.

Kau tahu salib besi? Saat kau melakukan...

seperti ini di cincin. Ini gerakan otot.

Setelah cincin, kau dapat palang sejajar.

Siapa itu?

Bisa kubantu?

Ya, kami bawa kiriman pizza untuk Walter Boggs.

Kami tak pesan pizza.

Seseorang akan memakannya.

- Subtitle by RhainDesign -

Aku keluar!

Brengsek!

Walter!

Kau bajingan!

Aku masuk, bajingan!

Aku masuk!

Walter!

Keluar, bajingan!

Aku datang menagih.

Kemari dan ambil!

Aku punya waktu semalaman, sial!

Aku tunggu di sini.

Ayo, keluarlah, Walt. Mari kita bicara.

Tidak, kau tamuku. Aku memaksa.

Hey sobat.

Hai ayah.

- Senang bertemu denganmu. - Terima kasih.

Bisa kita pergi dari sini?

Ya, itu mungkin ide bagus, ya?

Kalian akan mengantarku ke rumah ibuku?

Itu yang kau mau?

Kosta Rika?

Walter!

Sudah kubilang aku punya waktu semalaman... Walter.

Ya? kau yakin itu sekarang?

Sialan.

Sial.

Ya, Sialan. Sialan kau.

Sialan!

Kau tak apa?

- Jackie! - Ayah!

Ayah!

Hei, hentikan!

Apa yang akan kau lakukan dengan itu, Billy?

Lepaskan dia.

Kau jagoan sekarang, Billy?

Kau berani, nak.

Kau mau bermain senjata?

Kau mau bermain senjata sialan?

Tidak, mundur. Mundur.

Ayo.

Kau berani, Jackie.

Kau berani.

Pastikan aku tak pernah melihatmu lagi, oke?

Kau tak akan melihatku.

Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM

Ayo Kunjungi Sekarang Juga! LXWHITELABEL.COM

Hei, Jackie.

Kau masih memukul seorang gadis.

- Inilah yang akan terjadi. - Beri tahu aku.

Kau akan mengaku membunuh orang itu di restoran

dan kemudian ini beres.

- Aku sungguh-sungguh. - Oke.

Bagaimana dengan Billy?

Apa...!

Jangan bergerak, paham?

Billy bocah besar. Aku akan menyuratinya.

Kau jagoan dengan senjata sekarang?

- Aku seharusnya takut padamu? - Ini bukan salahku.

Kita tak dalam situasi ini gara-gara aku.

Tidak. Maksudku bukan itu.

Maksudku kau, secara khusus.

Sekali bajingan, tetap bajingan.

Jika aku bajingan...

...itu karena setiap kali aku membantumu,

Aku mendapatkan masalah!

Kau seperti akan mengencingi dirimu sendiri di hari pertamamu di Central.

Jika bukan karena aku,

kau tak akan bertahan tiga detik di tempat itu.

Jackie, aku tak main-main.

Kau akan melakukannya, atau aku akan menembakmu.

Aku berani menantangmu untuk meletakkan senjata itu.

Aku berani menantangmu. Kumohon.

- Tanpa senjata! - Baik.

Boleh kukenakan pakaianku dulu?

Kenakan pakaianmu! Aku tak mau penismu di wajahku!

- Astaga! - Brengsek! Sialan...

Sialan.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.