All language subtitles for Kabzaa 2023 Kannada WebRip 1080p

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Apa yang terjadi di kota?

Mereka membakar kantor polisi karena hanya menangkap satu penjahat?

Pak, tiba-tiba ada terlalu banyak preman yang menyerang kantor.

Apa tak ada petugas di departemenmu yang dapat mengontrol hal-hal ini?

Ada satu, pak.

Tapi begitu dia masuk ke arena, tak ada yang bisa mengendalikannya.

Dia adalah komando berpakaian khaki.

Dia tak takut akan batas atau peduli dengan batas.

Siapa itu?

Dia membuat pertemuan yang tak terhitung jumlahnya.

Dia tak memberi hormat kepada siapa pun kecuali bendera nasional.

Begitu dia masuk, dia akan tunjukkan kepada mereka "masuknya sang naga".

Bahkan sebelum heboh, kabar komisaris berganti jabatan datang.

Pak, berita bukan tentang posisi. Tapi tentang orang yang di oposisi.

Siapa namanya?

Namanya Bhargav Bakshi.

Lambang negara harus selalu tegak.

Maaf, pak!

Pak, kami mengikuti perintahmu dan mengumpulkan semua preman negara bagian.

Hei, beri tahu namamu.

Lokesh alias Loki.

Ravikumara alias Tools Ravi.

Nakul Shetty alias Nakra.

Chamrajpet Sukumara alias Sarthi.

Manja alias Vasne.

Dharani alias Jivle.

Apa tak ada dari mereka yang lahir dari seseorang?

Yang satu menyebut dirinya Macha, yang lain berkata Long. Dan ada Tagda.

Mintalah mereka untuk melampirkan nama ayah sebelum atau sesudah nama alias mereka.

Setidaknya, kita akan tahu anak siapa mereka.

Pesan teh untukku. / Hei, apa kau dengar?

Turunkan aliasmu dan beri tahu kami nama ayahmu.

Loki putra Appanna. Ravi Kumar, putra Shantappa.

Sukumar, putra Puchappa. Nanje Gowda, putra RajaGowda.

Dharanendra, putra Dodde Gowda.

Sivasankar, putra Nagarajaiah.

Robert, putra David.

Soma Sekhar, putra Ramanna.

Sunila, putra Ramchandra.

Nakul Shetty, putra Raj Shetty.

Mahesh Kumar, putra Sivappa.

Pak, dia sangat terkenal.

Empat MLA di kota telah menang atas dukungannya.

Dia memimpin dalam semua pemilu.

Apa kau bertarung kali ini?

Lihat di sana.

Berdiri tegak, bung.

Kau tak memiliki kontrol pada mulutmu.

Namaku Manikantha, Pak.

Aku melakukan pemerkosaan, pembunuhan setengah dan pembunuhan penuh.

Aku menjalani hukuman.

Lihat, Pak.

Aku menyerahkan segalanya dan mengambil Deeksha.

Kau telah melakukan semua kejahatan yang memungkinkan.

Dan sekarang kau dalam Deeksha, haruskah aku memberimu omong kosong?

Pak, namaku Nataraj. / Apa aku bertanya padamu?

Itu...

Apa aku bertanya kepadamu? / Tidak pak.

Apa kau?

Namaku Nataraj, Pak.

Bukan itu. Kau?

Apa kau?

Dokter?

Bukan, pak. / Bukan, pak.

Insinyur?

Bukan, pak. / Bukan, pak.

Atau pegawai sosial?

Bukan, pak. / Bukan, pak!

Gelar yang diberikan polisi kepadamu untuk membuktikan bahwa kau tak memenuhi syarat

atau cocok untuk hidup dalam masyarakat adalah lembar preman.

Apa? / Lembar preman!

Apa? / Lembar preman!

Kau keliling kota sambil melambai seolah-olah itu adalah medali yang diberikan oleh pemerintah!

Beri aku senjata.

Pak! Pak! Pak! / Tidak, Pak.

Yang satu bos. Yang satu don.

Yang satu raja.

Apa kau honcho di daerahmu? / Bukan, pak!

Jangankan menembakmu. / Pak...

Pemukulan ringan di kantor polisi dan kau akan membocorkan semua rahasia sejak masa kanak-kanak.

Berikan semuanya.

Sama sepertimu, seseorang ingin menjadi raja dunia bawah dan mulai dengan seorang Om.

Ambil posisi.

Sejarah selalu memuji tangan yang terpenggal daripada kepala yang bergulir.

Sebuah cerita yang dibuat oleh salah satu tangan tersebut adalah Kabzaa, perebutan.

Kau beri pelajaran kepada preman. Bisakah kau menceritakan kisah setan ini?

Setan ini lahir dalam keluarga pejuang kemerdekaan.

Itu tahun 1945.

Sebuah tempat bernama Sangramanagara di India Utara.

Masa ketika orang perjuangkan kemerdekaan bahkan dalam menghadapi kematian.

Menolak membayar pajak, berperang dengan Inggris itulah pejuang kemerdekaan.

Dia adalah raja bawahan Samgramanagara, Amareswara.

Istrinya adalah Tulasi Devi.

Mereka memiliki dua anak.

Sankeswara dan Arkeswara.

Yang lebih tua Sankeswara adalah orang yang pemberani.

Seperti ayahnya, dia percaya pada revolusi.

Amareswara mengibarkan bendera tiga warna yang ditenun oleh keluarganya,

untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Pak! Kapas menjadi benang dan benang menjadi bendera.

Bila kau tak menindaklanjutinya,

setiap rumah di India akan segera mengibarkan bendera.

Bunuh Amareswara, pak!

Aku meminta satu orang bajingan India untuk membunuh bajingan India lainnya.

Orang kulit putih yang datang ke India atas nama bisnis parfum,

memutuskan untuk menghapus Sangramanagar dari peta India

dan bergandengan tangan dengan Dhaka yang merupakan monster berwujud manusia.

Sangramanagar dihancurkan.

Amareswara, yang menjadi inspirasi bagi orang India,

berkat rencana kita sendiri, dibunuh oleh Inggris.

Tulasi Devi yang melihat kematian suaminya dengan matanya sendiri,

bermigrasi ke Amarapura di India Selatan untuk melindungi anak-anaknya.

Vande Mataram... / Vande Mataram!

Vande Mataram... / Vande Mataram!

Dia diberi perlindungan oleh pejuang kemerdekaan terkenal, Varadarajan Mudaliar.

Hei, beri aku uang.

Alamak, aku akan membayar.

Tengah malam tanggal 14 Agustus 1947 melambangkan kelahiran kembali suatu bangsa

setelah tidur berabad-abad dan perjuangan panjang untuk menentukan nasib sendiri.

Bangun, anak-anak.

Arakeswara, Sankeswara, India telah memenangkan kemerdekaan.

Kita mendapat kemerdekaan!

Ibu? Apa itu benar? / Ya, nak.

Ucapkan setelah aku. Vande Mataram!

Vande Mataram... / Vande Mataram!

Vande Mataram... / Vande Mataram!

Kau mendapat telepon dari saudaramu.

Halo...

Arka! / Kak, apa kabar?

Jangan khawatirkan kami.

Fokus pada pelatihan pilotmu.

Sebagaimana nama ayah kita abadi dalam sejarah Sangramnagar

nama saudaraku juga akan terukir selamanya di halaman sejarah India.

Kak, kau selalu menempatkan keluarga di atas dirimu sendiri

dan bekerja keras untuk kita semua.

Kau telah mengambil peran ayah untuk memikul tanggung jawab keluarga kita.

Aku tak tahu bagaimana aku bisa membayar hutangku.

Saudara tak hanya berbagi aset.

Mereka berbagi darah yang sama dan rahim yang sama.

Benar, kak.

Kak, aku lupa menyebutkan.

Aku datang ke Dehradun bulan depan. Aku ditempatkan disana.

Tapi sebelum itu, aku ingin mengambil cuti lima belas hari dan datang ke tempat kita.

Aku akan pergi ke Dehradun setelah bertemu denganmu dan ibu.

Saudaraku kembali ke tempat asalnya sebagai pilot terlatih.

Aku selalu siap untuk menyambutmu.

Semoga perjalananmu aman.

Dewa Tari! O Dewa Tari!

Aku tunduk padamu, melalui tarianku

Aku bersujud, Tuhan Shankara di depan kakimu

Irama gelang kakiku Dan sekilas kakiku adalah simbal

Nada musik kecantikan adalah vokal

Lagu, ritme dan tarian adalah perwujudan dari Nataraja

Lagu, kata, dan gayanya adalah penghargaan untuk Nataraja

Lagu, ritme dan tarian adalah perwujudan dari Nataraja

Lagu, kata, dan gayanya adalah penghargaan untuk Nataraja

Indah suara aum do re ma so juga inisiasi

Jeritan kaki yang dihias... sebuah perayaan musik

Dunia akan menjadi nada dan menampilkan dirinya di depan mata

Ini adalah waktu yang kirim peluang kombinasi gelang kaki menari ini

Manis dan bersukacita dan hati sedang berbunga

Berkatmu aku merasakan semuanya

Aku tunduk padamu, melalui tarianku

Aku bersujud, Tuhan Shankara di depan kakimu

Irama gelang kakiku Dan sekilas kakiku adalah simbal

Nada musik kecantikan adalah vokal

Lagu, ritme dan tarian adalah perwujudan dari Nataraja

Lagu, kata, dan gayanya adalah penghargaan untuk Nataraja

Lagu, ritme dan tarian adalah perwujudan dari Nataraja

Lagu, kata, dan gayanya adalah penghargaan untuk Nataraja

Wow! Luar biasa!

Melihatmu menari seperti melihat Nataraja yang menari.

Ketika keberanian adalah simbol laki-laki,

pendidikan, kerendahan hati, musik dan tarian adalah simbol wanita.

Ayah, ini adalah keberuntungan besarku bahwa aku dilahirkan sebagai seorang gadis.

Rudra! Biarkan Magala Joshi yang menjadikan putriku penari hebat, dihormati dengan perhiasan.

Baik, tuanku!

Silsilah Veera Bahaddur memiliki sejarah besar memerintah Amarapauri selama 400 tahun.

Setelah kemerdekaan, raja harus berpisah dengan kedaulatan mereka.

Veera Bahaddur, yang ingin merebut kembali kekuasaan,

menemukan hambatan besar pada Dhaka yang bergandengan tangan dengan Inggris.

Setelah keluarnya Inggris, Dhaka menguasai seluruh mafia.

Dia menyerahkan India Utara kepada adik laki-lakinya, Malik,

India Selatan kepada ajudan dekatnya Bhangira dan Amarapuram kepada Khalid.

Menyerahkan kekuasaan politik Amarapuram kepada Ghanshyam Pandey,

dia pindah ke Eropa.

Dengan menjaga politik di bawah jempolnya,

dia berkonsentrasi untuk mengangkut Adivasis dari India sebagai budak ke barat.

Pusat-pusat kekuatan politik di India menggigil melihat kekejaman Dhaka.

Perang geng pecah antara geng Veera Bahaddur dan Ghanshyam Pandey.

Putri Madhumita, kau mendapat telepon.

Halo? / Halo...

Arikeswar, pilot kesayanganmu dalam pelatihan dari Visakhapatnam, sedang berbicara.

Putri Madhumati dari Amarapura Dominion, satu-satunya cintamu, berbicara.

Bila putri begitu berani berbicara padaku,

aku yakin raja tak ada di istana.

Memang.

Untuk naik tahta Amarapuram,

dia menyusun strategi seperti biasa untuk kemenangannya.

Putri Madhumita,

aku pikir sudah cukup lama sejak aku mendengar melodi gelang kakimu.

Melodi yang aku dengar di jalanan Amarapuram saat menjual bendera,

berhembus seperti ombak laut di Visakhapatnam...

membawaku menyusuri jalan kenangan masa kecil kami.

Sang putri tersipu dan seluruh tempat menyala dengan senyumnya

Saat dia bergerak seperti sungai, matanya tercengang

Dia sangat cantik Menarik mata jahat

Pameran penuh warna adalah temannya

Meminta seribu bintang padanya

Meminta seribu bintang

Radha... Radha... Radha Aku adalah Radhamu

Radha... Radha... Radha Aku adalah Radhamu

Radha...

Itu selama pemilihan di negara itu.

Ada persaingan ketat antara Veera Bahaddur dan Ghanshyam Pandey.

Dari Amarupupram sampai Kanyakumari, nenek moyang kitalah yang berkuasa.

Tapi setelah kemerdekaan...

Sulit untuk memenangkan kursi MLA sekalipun.

Bendera partai kita telah berkibar di Amarapuram selama dua puluh tahun.

Itu akan terus berkibar.

Garis keturunan kita tak memiliki wibawa sekarang.

Keberadaan kita dalam bahaya.

Itu karena kita tak memiliki kekuatan di tangan kita.

Bahkan tujuh ton emas pun tak bisa menandingi kesenangan yang diberikan oleh kekuatan.

Amarapuram sekarang berada di tangan setan bernama Khalid.

Ghanashyam Pandey tetap menjadi menteri selama 20 tahun hanya atas dukungannya.

Tangan-tangan ini yang pernah memegang pedang, sekarang menganggur.

Dalam pemilu mendatang, kita harus berkuasa, Tn. Bahaddur.

Dalam demokrasi, rakyat menjadi penguasa.

Keluarga kerajaan tak penting.

Aku telah menerima beberapa informasi.

Veer Bahaddur telah menyerukan rapat.

Anggota keluarga kerajaan siap menghabiskan jumlah berapa pun untuk kekuasaan.

Kalian semua harus bersaing dari partai Veera Sena dan memenangkan kursi.

Jadi, Bahaddur mengikuti pemilu?

Saat kau menyatukan semua sedotan, dan menenunnya menjadi seutas tali,

itu bahkan bisa mengikat seekor gajah, Masood!

Memenangkan pemilu melawan Pandey adalah khayalan.

Sulit menghadapi Malik yang gusar dengan dukungan Bangira.

Kita tak mampu menghadapi setan seperti Khalid.

Sekarang, bagaimana kita bisa menghadapi paus seperti Bangira, Tn. Bahaddur?

Apa kau menyadari apa yang akan terjadi bila kita kehilangan Amarapuram?

Kita akan mendengar suara Bhangira.

Malik akan keluar.

Dhaka akan menemukan senjata.

Maka kita akan menghadapi bukan hanya kekalahan.

Tapi kematian juga.

Bila itu tak mau terjadi, putramu Sardar harus datang ke sini dari Dubai.

Mari kita buat dia bersaing dalam pemilu Amarapuram kali ini.

Untuk mendapatkan ramuan, kita harus mentolerir efek racun.

Kau tak perlu gunung berapi untuk membakar hutan.

Satu percikan api sudah cukup.

Kita harus memenangkan Amarapuram bagaimana pun kali ini.

Partai kita akan menjadi pemenang.

Putraku akan mendarat di sini besok dari Dubai.

Tidak akan ada hujan uang di Amarapuram.

Akan ada sungai darah.

Sang putri tersipu dan seluruh tempat menyala dengan senyumnya

Saat dia bergerak seperti sungai, matanya tercengang

Dia sangat cantik menarik mata jahat

Pameran penuh warna adalah temannya

Minta seribu bintang padanya

Bagaimana kau bisa tinggal begitu lama di Visakhapatnam tanpaku, Arka?

Meskipun kau di sini dan aku di sana,

ketika kita melihat ke atas, kita melihat bulan yang sama.

Ini bukan hanya denting gelang kakimu.

Ketika kau berjalan dengan ini, denting itu...

adalah detak jantungku, Putri.

Tidak peduli di mana aku berada atau bagaimana aku,

tak peduli seberapa jauh darimu,

aku akan selalu mendengar suara gelang kakimu.

Tolong dijaga, Putri.

Veera Bahaddur bermimpi duduk di singgasana politik Amarapuram.

Tapi dia sadar bahwa singgasana itu memiliki pedang tajam di atasnya.

Nama pedang itu adalah Khalid.

Dapatkan Bonus 50% - Auto Jadi Sultan = HANYA DI LXWHITELABEL.COM =

Salam, Putri!

Kau datang ke rumahku?

Aku akan datang ke sana seandainya kau memanggilku.

Ibu, tolong jangan khawatir.

Aku datang untuk berbicara denganmu.

Denganku? / Mari. Silakan, ayo duduk.

Silakan duduk.

Aku datang untuk memberitahumu sesuatu.

Pertama, terimalah manisan ini.

Sebenarnya....

Aku tak mengerti.

Arkeswara! Sankeswara!

Datang, ibu.

Cepat, anak-anak.

Ada apa, ibu?

Putri ada di sini. / Ibu, masalahnya...

Kakak! Kakak! Satu menit. Datanglah kemari.

Kakak, kakak! Ibu memanggilmu. / Apa yang telah terjadi?

Silakan, pergi, kakak. Cepat pergi. Seseorang datang.

Siapa itu? / Sankeswara!

Putri datang ke sini dan ingin berbicara denganku.

Tolong tanya apa itu.

Kenapa dia datang ke sini tiba-tiba?

Putramu Arka dan aku...

jatuh cinta.

Aku berharap pernikahan kami akan dilakukan dengan restu dan berkatmu.

Arka! Mengapa kau bersembunyi di sini seperti pencuri? / Itu, aku tak tahu, kak.

Ayo. Ayo! Keluar. Ayo. / Aku benar-benar tak tahu, kakak.

Dengarkan aku, kakak. Kakak. Kakak! / Keluar.

Aku tak menemukan seseorang dengan hati yang begitu mulia dan karakter yang hebat.

Aku beruntung menikah dengan putramu.

Ibu, pernikahan kami hanya setelah kakak.

Benar, kakak?

Putramu sangat pemalu.

Aku tahu bahwa dia tak akan berbicara denganmu tentang pernikahan kami.

Itu sebabnya aku memberanikan diri untuk membicarakan hal ini denganmu.

Tolong, berkati kami.

Ya Tuhan! Kau satu-satunya penyelamat!

Vardanna!

Payung ini tak bisa diperbaiki.

Sangat terkejut!

Aku akan menikah.

Aku dikirim untuk memperbaiki payung ini.

Tuan, memperbaiki payung ini tak mungkin.

Aku akan melakukan ini.

Aku akan memberimu payung baru.

Selamat menikah!

Ayo. Buka payungnya.

Dapatkan naungan.

Payung bagus. Sampai jumpa. / Tetap cinta.

Pak, Sardar telah mendarat.

Hei, Sardar!

Alamak!

Hei!

Kami adalah raja Amarapuram.

Kami adalah kremator di sini dan pengubur.

Tidak ada seorang pun di Amarapuram yang dapat menanyai kami.

Ada yang punya nyali untuk melakukannya?

Siapa pun?

Hei!

Ada seseorang disana.

Ibu! Ibu, aku tak melakukan kesalahan.

Aku melakukan keadilan. Aku membunuh setan. / Dengarkan aku.

Ini. Ambil ini dan pergi jauh. / Ibu! Ibu?

Aku takut setan-setan itu akan datang dan membunuhmu.

Aku tak melakukan kesalahan apa pun, Ibu.

Tidak mungkin aku akan ditangkap.

Aku telah berjanji pada ayahmu bahwa aku akan menjagamu selama masa-masa sulit.

Tolong pergilah. / Ibu... Arka! Setidaknya kau memberitahunya.

Ibu, apa yang membuatmu begitu khawatir? / Arka, jangan katakan apa-apa.

Sankeswara...

Tolong pergilah. Aku mohon padamu. Tolong pergilah.

Ibu, jangan. Ibu, ibu... dengarkan aku...

Hukum sedang menunggu di depan pintumu.

Jangan buka pintu belakang untuk melindungi putramu.

Ada orang tanpa ampun di sana.

Mereka akan menerobosnya.

Dengar. Kau berpendidikan.

Kau berada di layanan pemerintah.

Mengapa kau tak menjelaskan kepada mereka?

Ya, ibu.

Inspektur benar.

Kita harus mematuhi hukum.

Mari kita serahkan kakak ke polisi. / Tidak.

Aku tak akan menyerahkan Shankeswara ke polisi. Tidak.

Dengar. Hukum ada untuk melindungi kebaikan.

Jangan mengira kami akan memenjarakan putramu selamanya.

Dapatkan jaminan sesegera mungkin dan bawa pulang putramu.

Ya, ibu. Aku akan menjamin dia keluar.

Aku akan membawanya kembali tanpa terluka. / Tidak!

Bu, pikirkan masa depannya.

Kita harus tunduk di hadapan hukum.

Tolong mengerti aku.

Kakak, berikan sini.

Ibu... tolong ambil. Tolong ambil. Pegang.

Tidak ada yang akan terjadi. Aku ada untuknya.

Kakak.

Ayo. Ayo, kakak.

Aku akan menyiapkan uang jaminan dan membawamu kembali dengan selamat. / Shankeswara...

Pembunuhan Sardar sebelum pemilu memusingkan Komando Tinggi.

Ghanshyam Pandey berdiri menghadapi masalah besar.

Untuk pertama kalinya, keluarga kerajaan memiliki harapan untuk memenangkan pemilu.

Pak Khalid mengeluarkan dekrit.

Bila ada yang menentangnya,

setiap rumah akan berubah menjadi kuburan.

Tidak ada yang akan menghentikan darah mengalir.

Tidak ada ruang yang cukup untuk penguburan.

Jadi, kau mendapat jaminan?

Apa kau datang untuk menjemput putramu?

Apa ini?

Kau datang dengan tangan kosong?

Aku tak melihat karangan bunga atau drum.

Kau adalah adiknya, bukan?

Setidaknya kau bisa membelikannya kereta.

Jaleel!

Kirim dia keluar.

Sebelum darah ini menjadi dingin,

aku akan menunjukkan kepada Amarapuram nasib orang yang membunuh putraku!

Ada pemerintah untuk membantumu. Itu dikendalikan oleh Pak Khalid.

Kau berjanji untuk melindungi saudaraku dan membunuhnya, pak.

Apa saudaramu seorang pejuang kemerdekaan?

Dia membunuh seseorang.

Dan seseorang membunuhnya.

Itu setimpal. Gayung bersambut.

Pergi.

Kenapa kau masih berdiri di sini dan menatapku?

Kakakmu mengaum seperti singa.

Kenapa kau takut seperti kucing?

Aku ragu.

Apa kalian berdua lahir dari ayah yang sama?

Cari tahu dari ibumu.

Dia akan bertanya pada ibunya.

Tunjukkan!

Ibu?

Ayahmu, Amareswara, menyerahkan nyawanya untuk kemerdekaan negara ini.

Aku bangga padanya.

Kakakmu, Sankeswara, kehilangan nyawanya melawan ketidakadilan.

Aku juga bangga padanya.

Tanpa keberanian mereka,

bagaimana kau bisa bertahan dalam masyarakat dasar yang percaya secara membabi buta pada hukum ini?

Aku akan memenggal kepala orang yang membunuh kakakku, ibu.

Apa saudaramu seorang pejuang kemerdekaan?

Aku ragu. Apa kau lahir dari ayahmu?

Seperti satu percikan api yang berubah menjadi kobaran api liar yang membakar hutan,

setiap langkah hasratnya berubah menjadi api dendam.

Melakukan kejahatan bukanlah niatnya.

Membunuh orang lain bukanlah tujuannya.

Namun takdir membuatnya melakukan keduanya.

Orang kita dipenggal di Amarapuram.

Apa kau tahu nilai kepala itu?

Bila Komando Tinggi mendengar ini, kepala kita akan menggelinding.

Pak, dia akan dibunuh hari ini juga di penjara itu.

Ini Fiaz alias Target.

Dia membesarkan balas dendam setiap saat.

Satu-satunya targetnya adalah membunuh Khalid yang membacok ayahnya hingga mati seperti binatang.

Itu sebabnya dia menjadi gangster dengan geng yang dimenangkannya dan sedang menunggu.

Kau menyentuh khaki yang dilindungi oleh mafia.

Aku memberi tahumu sebelumnya. Beristirahat dalam damai.

Apa kasusmu?

Pembunuhan setengah, pak.

Mengapa kau melakukan pembunuhan setengah dan membuat para dokter sibuk?

Membunuhlah secara penuh dan sediakan pekerjaan untuk penggali kubur,

toko bunga dan kremator.

Biarkan dia bergabung dengan geng. / Pak.

Apa kasusmu?

Jawab.

Kasus apa yang membawamu ke sini?

Tindakan berbicara lebih keras di mana tak ada kata-kata.

Kamar kecilku akan bersinar rapi seperti pin.

Ambil.

Aku pikir dia tak memiliki kebiasaan membawa ember.

Madhumati!

Mengapa kau di sini?

Aku jatuh cinta padamu, Arka.

Itu sebabnya aku di sini.

Tangan ini telah membunuh seseorang.

Aku bisa menghilangkan noda darah,

tapi label kriminal tak akan hilang.

Semua orang membuat kesalahan karena keadaan.

Bukan niatmu untuk membunuhnya.

Aku menyadari hal ini, Arka.

Aku sekarang seorang kriminal.

Dunia menatapku berbeda, Madhumati.

Aku tak peduli dengan yang lain, Arka.

Kau penting bagiku.

Mimpi yang kita miliki bersama lebih penting.

Aku sedang bermain api sekarang.

Hidupku akan penuh bahaya kelak.

Kau tak seharusnya berjalan denganku di jalan berbahaya seperti itu, Madhumati.

Silakan temukan pria yang baik dan menikah.

Alih-alih berjalan di atas ranjang mawar dengan seseorang yang tak kucintai,

mengadili bahaya akan memberiku lebih banyak kedamaian.

Ibu, aku merasa lapar.

Dihadapkan dengan pistol, dia melompat ke dalam api.

Dia akan terbakar bila tetap di dalam.

Dan dia akan ditembak bila dia melangkah keluar.

Merupakan kebajikan untuk mengulurkan tangan kepada orang yang tenggelam.

Tapi ingat ini.

Tidak benar membantunya ketika kau tahu kau akan tenggelam juga.

Karena Khalid adalah monster.

Ramaiah!

Pak?

Empat puluh orang ingin masuk bersama pada hari yang sama.

Apa kau tahu kenapa?

Aku gagal paham, pak.

Aku merasa ada sesuatu yang akan datang.

Awasi.

Oke, pak.

Pak! / Ada apa?

Bali datang ke penjara, pak.

Peringatan! Peringatan! Peringatan!

Ya pak. / Ya, pak.

Jaga tahanan tetap terkunci di sel mereka.

Oke, pak. Disalin.

Tunggu, bung.

Pak, aku mendengar Bali datang ke penjara.

Hei, Bali akan masuk penjara.

Pergi dan sembunyi di selmu. / Cepat!

Semua tahanan sudah kembali ke selnya, pak. Ganti.

Bali memasuki penjara malam ini.

Satu-satunya tugas kita adalah menghentikan Bali masuk penjara.

Ya, pak!

Sudahkah kau memasukkan semua tahanan ke dalam sel?

Dia memiliki sejarah panjang di belakangnya.

Bahkan polisi tak akan tahu berapa banyak kepala yang akan dia bawa begitu dia masuk.

Semua orang bergerak, cepat. / Baik, pak!

Sudahkah kau mengamankan gerbang dengan rapat?

Semua gerbang ditutup, pak. Ganti.

Kau memiliki penjagaan yang ketat, bukan?

Kami telah memperketat keamanan, pak.

Bali kita datang.

Hari ini akan menandai akhir dari Arka.

Apa kalian waspada? / Ya, pak.

Bagus.

Ada pemadaman listrik.

Hidupkan genset segera. / Ya, pak!

Tubuh Arkeswara ada di sini.

Bos.

Apa yang telah terjadi?

Dapatkan Bonus 50% - Auto Jadi Sultan = HANYA DI LXWHITELABEL.COM =

Aku sedang mencari seorang pemburu.

Pak, Raja Veera Bahaddur mencoba menyelamatkan Arka.

Tapi yang kita temukan adalah juara perang.

Bila Arka mendapat jaminan dan keluar, habisi dia di sana.

Aku bersumpah kepada Tuhan! Aku akan membunuhnya hari ini.

Bergerak!

Pak,

aku sudah berbicara dengan anak buahku di luar.

Tinggal bersama mereka selama seminggu.

Kita akan keluar minggu depan dengan jaminan.

Entah karena hasrat Veera Bahaddur untuk mendirikan kembali kerajaannya,

atau karena dia menemukan pemburu hebat yang bisa memburu musuhnya,

atau karena keputusan yang dibuat oleh putrinya...

Arka mendapat jaminan.

Latihan seumur hidup tak akan cukup bagi seorang pria untuk menjadi mulia.

Tapi untuk menjadi kasar, yang diperlukan hanyalah satu menit.

Api agresi tak menerangi kehidupan.

Itu akhirnya membakar masa depan.

Kau tau semuanya.

Aku rasa kau tak perlu penjelasan lebih panjang.

Mulai sekarang, kakiku akan mengikuti setiap langkahmu.

Jangan lupakan itu.

Setelah pengadilan memberikan putusan,

mari kita berdua pergi ke suatu tempat yang jauh...

dan menjalani hidup bahagia.

Sampai saat itu, dalam keadaan apa pun,

kau usahakan tak kehilangan kesabaranmu.

Bergerak, bergerak. Cepat!

Kami adalah anak buah Target.

Tolong, ikut kami, pak. / Tolong jangan pergi.

Tolong.

Kau tak aman untuk bersama bapak sekarang.

Tolong ikut dengan kami, pak.

Mereka benar, Nn. Madhumati.

Tidak aman bagimu untuk bersamaku sekarang.

Silakan pulang. Aku akan bertemu denganmu lagi.

Arka!

Tolong!

Arka!

Arka, tunggu!

Arka!

Dengan darah Arkeswara yang tertumpah di Amarapuram hari itu,

sejarah baru pertumpahan darah telah dimulai.

Setelah serangan Khalid,

Arakeswara yang begitu jauh di Amarapuram, pergi ke pengasingan.

Sekitar waktu yang sama, Target menerima jaminan dan pergi menemui Arkeswara.

Bunuh semua orang yang berhubungan dengan Arka tak peduli siapa mereka atau di mana pun mereka berada.

Apa yang terjadi di Lingkar Amarapuram bukanlah baku tembak.

Itu adalah hujan peluru.

Sebuah mobil Ambassador berubah menjadi memo membunuh 4 anak muda...

dan bila jantungmu masih berdetak, kau pasti memiliki kekuatan yang luar biasa.

Aku ingin melihat ibuku.

Sentimen ibu?

Selama beberapa hari, lupakan kau adalah anak yang hebat.

Khalid mungkin akan membunuhmu kapan saja.

'Kapan saja'... kenapa kita tak bisa membunuhnya?

Orang yang sekarat akan takut.

Bukan si pembunuh.

Apa dia punya tender untuk membunuh kita?

Apa arti pedang yang ditempa dalam perawatan api yang tenggorokannya akan robek?

Mayatmu seharusnya digantung di Lingkar Amarapuram hari ini.

Tapi...

Malah mayat ini digantung.

Dunia bawah seperti gelombang laut.

Gelombang baru maju sementara yang lama surut.

Namamu tertulis di biji-bijian yang kau makan hari ini.

Tapi besok?

Tidak ada jaminan.

Aku yakin ini juga berlaku untuk makanan di piring Khalid?

Pahat cukup untuk memotong batu.

Tapi untuk meruntuhkan bukit?

Apa yang kau butuhkan?

Kau membutuhkan bom.

Beri dia apa pun yang dia mau.

Oke, pak.

Pak, ada sesuatu yang penting untuk diberitahukan kepadamu.

Apa itu?

Jangan remehkan Arka, pak.

Khalid... / Pak...

Jangan keluar rumah.

Arka membeli senjata untuk membunuh Khalid, pak.

Amarapuram berada di bawah pengamanan ketat.

Bhangira yang menangani transaksi perdagangan laut,

tak senang dengan kelalaian Khalid.

Khalid percaya pada kekuatannya.

Tapi Bhangira adalah orang yang cerdas dengan insting yang kuat.

Bhangira sangat sadar bahwa begitu Khalid terbunuh, Amarapuram akan hilang.

Jadi, untuk melindungi Khalid, dia membawa pasukan yang kuat dari Arabia.

Hentikan kendaraan.

Apa yang ada di dalam tank?

Tidak ada, pak. Hanya air.

Hei, Abdullah! Periksa itu.

Naik dan periksa.

Jangan biarkan kendaraan masuk tanpa pemeriksaan.

Hanya ada air, pak.

Ingat. Tidak ada ruang untuk kesalahan.

Lihat. Airnya bocor di sini.

Apa yang akan kau periksa?

Pindah. Pindah.

Kirim bila semuanya aman.

Biarkan masuk. Masuk. Masuk.

Tebakan Bhangira menjadi kenyataan.

Murka Ankeswara lebih membakar daripada matahari yang membakar,

siap untuk membakar Khalid.

Insiden itu mengatur panggung untuk kebangkitan sebuah kerajaan.

Itu menjadi lonceng kematian bagi kerajaan lain.

Berhenti. Berhenti! Kenapa kau lari?

Apa kau melihat sesuatu di sana sehingga kau lari?

Tidak, ibu.

Pak! Jangan kasihani dia.

Bunuh dia!

Bunuh dia!

Ketika seseorang yang bergidik melihat setetes darah,

bermandikan darah, itu menandai awal dari babak baru.

Arka membalas dendam dengan kematian Khalid.

Tapi perang sesungguhnya dimulai pada saat itu.

Mereka membunuh Khalid, pak!

Apa katamu?

Apa mereka membunuh Khalid?

Apa yang kalian semua lakukan?

Lepaskan aku. Aku ingin membunuh siapa pun yang membunuh Khalid.

Aku ingin menghancurkan pembunuh Khalid jadi berkeping-keping!

Aku tak akan mengampuni dia!

Kita harus membunuhnya bagaimanapun caranya malam ini.

Kita harus mencari dan membunuhnya.

Tak boleh meninggalkan orang itu begitu saja.

Harus membunuhnya dengan parah.

Aku harus membunuhnya dulu.

Aku akan meminum darahnya.

Berkatmu, Amarapuram tak takut sekarang.

Itu karena...

Amarapuram memiliki pelindung sekarang.

Tapi...

Aku merasakan ketakutan dalam diriku.

Aku takut bagaimana bila aku kehilanganmu.

Kau berubah menjadi senjata.

Aku khawatir mereka mungkin menggunakanmu untuk motif egois mereka.

Arka, bila mata dibayar mata, semua orang akan menjadi buta.

Kita dekat. Sudah kau isi pistolnya?

Beri tahu aku bahwa kau akan memenangkan dunia hanya melalui kedamaian dan kesabaran.

Berjanjilah padaku bahwa kau tak akan pernah memegang senjata lagi.

Tolong.

Tolong.

Bila aku tak pernah memegang senjata, aku telah dibunuh di tangan mereka.

Apa yang kau ingin aku lakukan?

Apa yang kau ingin aku lakukan?

Sebuah kerajaan tak dapat dibangun di atas pedang tapi di tangan yang memegang pedang.

Geng Masood itu ingin membunuh kita semua, Arka.

Pak.

Ini semua adalah orang yang mengikuti Khalid seperti bayangannya.

Tapi Khalid pergi sendirian.

Lalu mengapa mereka tak pergi bersamanya?

Itu adalah kesalahan besar, pak.

Tolong maafkan aku dan ampuni hidupku.

Kami akan meninggalkan tempat ini. Tolong ampuni hidup kami, pak.

Aku tak suka kebisingan. Aku suka keheningan.

Bila aku ingin membuat kalian semua diam, aku perlu membuat lebih banyak suara.

Selamat tinggal!

Pak, Arka telah menduduki Amarapuram.

Veera Bahaddur tak menjaga Arkeswar.

Dia ingin Arkeswar menjadi tamengnya.

Bila orang Amarapuram ingin hidup damai,

sebuah partai yang bekerja untuk kesejahteraan mereka harus berkuasa.

Tapi itu hanya mungkin bila ketiganya dikuburkan.

Bukan hanya tiga.

Kerajaanmu akan dibangun di atas tumpukan kuburan.

Kabzaa Kau rebut seluruh dunia

Kabzaa Bisnismu adalah merebut

Kabzaa Kau berkuasa atas kehidupan

Kabzaa Kemuliaanmu sangat luas

Kau membasmi mereka yang menentang

Kau melindungi kaummu

Dia adalah tuan serba bisa

Dia adalah bos kejahatan

Dia sangat ganas

Kau adalah pejuang

Kau adalah penguasa

Arka Veera Bahaddur memiliki kekuatan yang sangat besar, tak pernah terlihat sebelumnya.

Dari keluarga Kshatriya yang paling dihormati, kau datang ke sini untuk meminang putriku,

seorang putri dinasti Bahaddur.

Aku merasa terhormat.

Bisakah kau mengirim putrimu, Madhumati?

Tentu. Aku akan segera memanggilnya.

Kenapa kau masih belum siap?

Apa yang telah terjadi?

Bukan pangeran dari London.

Tapi bisakah kau menikahkanku dengan orang biasa seperti Arkeswara?

Apa kau mendengar dirimu sendiri?

Apa kau kehilangan akal?

Apa kau mengetahui reputasi dinasti Bahaddur dalam sejarah besar India?

Kita selalu memiliki aliansi dengan keluarga kerajaan.

Tidak pernah dengan orang biasa.

Ayahku, Salva Bahaddur menikah dengan putri Pallava.

Kakekku menikah dengan putri Kerajaan Maratha.

Kakek buyutku menikah dengan putri Kerajaan Maurya.

Dinasti Bahaddur memiliki reputasi, kehormatan, dan ketenaran yang berbeda.

Bila kau mengambil langkah untuk menghancurkan kehormatan itu, ayahmu Veera Bahaddur

akan mengumpulkan reputasi buruk merusak perawakan Dinasti Bahaddur.

akan mengumpulkan reputasi buruk merusak perawakan Dinasti Bahaddur.

Pikirkan tentang itu.

Apa kata hatimu?

Apa kehormatan itu penting

atau cintamu?

Meskipun kita berkuasa sekarang,

karena pernikahan Madhumati, kita kehilangan muka di hadapan publik.

Bila pernikahan Madhumati mempermalukanmu sebagai keturunan dari dinasti yang sama,

mohon maafkan aku.

Seperti seorang pengecut, kau datang dan memberi tahuku bahwa Amarapuram telah lepas kendali?

Satu-satunya nama yang terdengar di Amarapuram adalah Arkeswara.

Apa kau memiliki izin untuk memasuki benteng Arkeswara?

Aku memiliki semua izin India.

Kita sama sekali tak bisa menginjakkan kaki di Amarapuram, pak.

Untuk masuk ke bentengku yang tak tertembus, tak hanya izin India yang kau butuhkan.

Kau membutuhkan segel Arkeswara ini!

Kau tak dapat melakukan apa pun bahkan ketika kau berkuasa.

Sekarang kau tak memiliki semua kekuatan.

Apa yang bisa kau lakukan sekarang?

Target berikutnya adalah kerajaanmu di India Selatan, pak.

Bila Dhaka mengetahui kita telah kehilangan Amarapuram,

dia tak akan mengampuni kita.

Dia akan membunuh kita.

Bawa dia ke sini.

Dapatkan Bonus 50% - Auto Jadi Sultan = HANYA DI LXWHITELABEL.COM =

Hei, pecundang!

Pernahkah kau melihat singa?

Singa itu berdiri tepat di depanmu, bung.

Hei! Enyah!

Pergi!

Kau duduk santai di tepi laut.

Kau tak tahu tentang api yang berkobar di Amarapuram.

Kau belum melangkah ke Amarapuram.

Itu sebabnya kau berbicara seperti ini.

Bumi adalah 70 persen air.

Amarapuram hanyalah sebuah atom di 30 persen daratan.

Kau bahkan tak bisa melindungi itu.

Jaga laut tak berujung ini.

Aku akan menjaga Amarapuram.

Hei, Bhangira! Apa yang sedang kau lakukan?

Apa kau kehilangan akal?

Bila kau bisa memburu setan seperti Khalid,

kau jelas laki-laki.

Aku lebih suka menunggang singa daripada memburunya.

Amarapuram adalah milikku.

Kau akan menemukan banyak ikan kecil di laut.

Tapi untuk bertahan hidup, mereka harus tinggal di bawah bayang-bayang paus.

Aku adalah paus, bung.

Ini labirin.

Ini bukanlah strategi teratai dari Kurukshetra.

Aku juga bukan Abhimanyu.

Arka... Arkeswara!

Bunuh dia!

Hei!

Aku sangat menyukai Pemujaan Senjata.

Aku sangat menyukai Diwali.

Dingin menusuk Serang dengan pelukan

Hutan menggelitik, kesampingkan saja

Keinginan ada di hati seorang perawan

Aku yang cantik Miliknya di dalam grup

Belajar ABCD sambil duduk dalam kegelapan Aku akan mengajarimu di ruang terpisah

Hei petasan berkilau, gadis yang lembut

Hei petasan berkilau, gadis yang lembut

Dingin menusuk Serang dengan pelukan

Hutan menggelitik, kesampingkan saja

Keinginan ada di hati seorang perawan

Aku yang cantik Miliknya di dalam grup

Minum anggur dan berdansa dengan gadis Dan itulah alasan kita minum

Mata terbakar dan gadis seksi keduanya Memanas untuk membuatmu beruap

Takkan menyentuh tapi melihat, takkan melakukan tapi menonton tapi mereka hanya memintaku lagi dan lagi

Mereka bermain dan bertanya apa tak tersedia Apa aku akan mengantongi trofi pemenang sekarang

Biarkan apa yang akan terjadi Mari kita nikmati malam ini

Hei, petasan berkilau, gadis yang lembut

Hei, petasan berkilau, gadis yang lembut

Dingin menusuk Serang dengan pelukan

Hutan menggelitik, kesampingkan saja

Keinginan ada di hati seorang perawan

Aku yang cantik Miliknya di dalam grup

Mempelajari hal ini, Malik mengumpulkan semua elemen antisosial gabungan

dan membuat rencana untuk melenyapkan Arka.

Mengapa kau membutuhkan begitu banyak monster untuk membunuh seekor anjing, pak?

Dia bukan anjing.

Dia adalah seekor singa.

Kalau begitu, mari kita berikan singa itu, kematian anjing.

Beri aku anggukanmu.

Berita itu dikonfirmasi.

Dia akan menemui Hazrat Ali Dargah besok pagi di Bentara Hitamnya.

Kepala Malik yang jatuh ke tanah,

secara tak langsung menyebabkan Arka naik tahta mafia di India.

Putra seorang pejuang kemerdekaan menjadi kaisar dunia mafia.

Dia menjalani kehidupan yang mulia di istana seperti bangunan bersama istri, anak, dan ibunya.

Tidak ada senjata yang bisa mengendalikan kekuatan mafianya.

Pak, aku sudah pesan kalung berlian dari Afrika untuk ipar.

Wow!

Madhumati!

Ini adalah momen kebahagiaan.

Kenapa kau sedih?

Aku telah mengundang semua orang terkenal untuk acara besok.

Tapi aku tak bisa mengundang ayahku.

Itu membuatku sedih.

Madhumati. Aku selalu...

Aku selalu ingin kau bahagia.

Bila kau ingin mengundang keluargamu, silakan lakukan.

Bisakah aku buat panggilan telepon?

Tentu saja.

Siapa ini?

Putrimu, Madhumati. Berbicara.

Bila dinasti Bahaddur menghadapi stigma karena aku,

tolong maafkan aku, ayah.

Apa masalahnya?

Besok adalah ulang tahun pernikahan kami, ayah.

Kami tak bisa mendapatkan restumu di pernikahan kami.

Tolong datang dan berkati kami setidaknya besok.

Tanpa undangan resmi,

Veera Bahaddur tak pernah memasuki rumah dalam sejarah.

Undangan resmi?

Pulanglah dengan cucuku dan undang aku.

Aku pasti akan datang dan mengundangmu secara pribadi.

Datanglah secepat mungkin.

Jangan khawatirkan aku.

Aku akan menunggumu.

Aku akan kembali pada sore hari.

Ayah.

Cucumu.

Ini adalah Aditya Amareswara. Yang lebih tua.

Ini adalah Samrat Amareswara. Yang lebih muda.

Anak-anak! Itu adalah kakekmu.

Pergi dan sapa dia. Pergi.

Kau adalah putriku.

Tapi mereka adalah putra Arkeswara.

Madhumati!

Aku punya banyak mimpi

untuk membuatmu menikah dengan seorang pangeran dari keluarga kerajaan.

Aku ingin menggoyang anak-anakmu dalam buaian emas.

Tapi kau...

Kau tak memberiku kesempatan itu.

Kau menentangku,

menaruh cintamu di depanku dan menikah dengannya.

Tapi, apa kau pernah mempertimbangkan

bagaimana kau membawa aib pada nama dan ketenaran Veera Bahaddur?

Dinasti kita memiliki sejarah gemilang selama ratusan tahun dan kau membuat tanda hitam.

Kau membuat Veera Bahaddur menundukkan kepalanya karena malu!

Hari itu, kau memberanikan diri melawan kata-kata semua orang.

Hari ini, kau datang mencari semua orang dan terjebak di dalam sangkar.

Aku akan menghapus kotoran yang kau sebabkan pada klanku hari ini.

Aku tak mengerti apa yang kau katakan.

Diam!

Rudra!

Eagle! / Pak!

Penjarakan dia.

Tahan dia di bawah tahanan rumah.

Arka, berhenti khawatir dan makanlah.

Istrimu pulang ke rumah setelah bertahun-tahun.

Dia pasti sibuk merasa bahagia.

Dia akan datang.

Makan makananmu.

Ini bukan gelang kaki sembarangan.

Itu adalah detak jantungku, Putri.

Tidak peduli seberapa jauh kita,

suara gelang kaki ini akan selalu mencapaiku.

Dia mengatakan kepadaku bahwa dia akan kembali pada pukul enam sore.

Bila dia tahu dia akan sangat terlambat,

dia akan setidaknya meneleponku.

Aku datang dengan anak-anakku untuk berkatmu dan kau memenjarakan kami.

Apa ini adil?

Kau adalah seorang putri kerajaan. Tapi menikah dengan preman jalanan.

Kau mempermalukan keluarga Bahaddur.

Apa kau adil kepadaku?

Bila suamiku mengetahui hal ini, dia akan mencabut kerajaanmu tanpa jejak.

Surat kematian suamimu sedang disiapkan di Delhi hari ini.

Pada hari Arka mengikat simpul dengan Madhumati,

Rencana Veera Bahaddur telah dimulai.

Dia mencoba memancing Arka melalui Bhangira dan membunuhnya.

Tapi Arkeswara mengakhiri Bhangira.

Veera Bahaddur menggunakan pengaruhnya dan menunjuk DSP Vikram untuk Arka.

Tapi Arka juga melenyapkan DSP.

Karena semua rencananya gagal,

Veera Bahaddur menjadi cemas karena tak tahu harus berbuat apa.

Dia pergi ke Eropa dan bertemu Dhaka.

Pemerintah menyadari arti kunjungan Dhaka ke India.

Untuk mengakhiri sejarah penuh darah Arkeswara,

itu diputuskan surat perintah kematian.

Apa kau bahkan manusia?

Bagaimana kau bisa mengkhianati Arkeswara yang menempatkanmu di singgasanamu?

Kekuasaan bukanlah yang memberiku kebahagiaan.

Melainkan kehormatan dan warisan kita.

Keluarga Bahaddur bisa membunuh demi kehormatan dan mati demi kehormatan.

Baik itu musuh...

atau keluarga mereka sendiri.

Ayah.

Rudra! / Yang mulia!

Aku punya firasat buruk, ibu.

Arka, jangan khawatir dan makanlah.

Biarkan aku meneleponnya dan mencari tahu.

Hei!

Kau tak boleh bangun di tengah waktu makan. / Dia membawa anak-anak bersamanya.

Dengarkan aku. Tidak ada yang akan terjadi.

Lepaskan aku. / Berikan sini.

Lepaskan anak-anakku.

Aditya!

Samrat!

Arkeswara di sini.

Madhumati dan anak-anak belum pulang.

Tolong berikan telepon ke dia. Aku ingin berbicara dengannya.

Tapi dia segera pergi.

Dia seharusnya sudah sampai sekarang.

Keluar dan periksa.

Mereka mungkin datang berlawanan denganmu.

Klan Arkesawara akan menjadi tak memiliki ahli waris.

Dia akan menemui ajalnya di sana.

Dan di sini.... / Tidak!

Apa yang kau lakukan?

Aditya!

Tidak.

Ya Tuhan!

Samrat! Aditya!

Lepaskan mereka.

Lepaskan anak-anakku.

Petugas! / Ya pak!

Posisi!

Hei, Bakshi!

Ayahku adalah seorang pejuang kemerdekaan yang melawan Inggris untuk kemerdekaan.

Pejuang lahir!

Aku siap berperang!

Apa kau siap?

Muat senjata.

Dapatkan Bonus 50% - Auto Jadi Sultan = HANYA DI LXWHITELABEL.COM =

Seorang pemburu dengan senjata di satu sisi.

Seekor harimau siap berburu di sisi lain.

Aku seorang pejuang perebutan!

Anak-anak!

Posisi!

Tembak!

Tembak!

Takarir oleh: zahrahh87 Telegram: @zahrahh87

Request dan pemasangan iklan subtitle Kontak: 081340178116 (WA)

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.