All language subtitles for [Memori Plastik] 07. Cara Jitu Mengajaknya Kencan

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sip.

Aku mau

ajak Isla kencan!

Pagi!

Aku mau omong sebentar. Kau ada waktu?

Lo?

Ini semua kaucuci sendiri?

Bukan tugas berat, kok.

Ka-Kau enggak apa-apa? Perlu kubantu?

Aku bisa, kok. Lalu, kau mau omong soal apa?

Oh, ya.

Begini, buat hari libur kita nanti...

Biar aku yang cuci bajuku sendiri, ya?

Tsukasa, ini tugasku.

Biasanya semua baju kotor kita kirim ke tukang cuci, 'kan?

Sekarang aku lagi suka cuci baju!

Terserah deh, tapi jangan sampai celana dalamku kaucuci juga!

Celana dalam?

A-Aku enggak keberatan.

Aku yang keberatan, tahu!

Po-Pokoknya, biar aku yang cuci baju-bajuku sendiri!

Te-Terima kasih sudah dibantu!

Aku jadi lupa ajak dia kencan.

kumpulkan cahaya

hikari wo atsumete

tinggalkan kenangan

sayonara no omoide wo

seseorang yang mengagumkan menatap mimpi yang jauh

hitomi ni tataete mitsumeru yume tooku

gelembung ingatan yang jadi rusak

kowarete shimau utakata no Memory

kelembutan air mata yang kesepian

samishisa no namida sotto fukou

ulurkan tangan layaknya kincir yang rebut kebaikan

nobashita te ha kanransha yasashiku toraete

bangkitkan kepingan ingatan

mezamesou na kioku no kakera

menunduk berharap 'tuk menghilang

utsumuite kiete hoshii to inoru kedo

namun kautemukan suaraku

kimi ga mitsukete kureta kono koe wo

jarum jam mulai berdetak

ugokidashita tokei no hari

dunia pun jadi penuh warna

sekai ha yagate irodzuite

hati plastik yang bersinar

Plastic no kokoro ga kagayakidasu yo

takkan kulupakan dan ingatlah

wasurenai de oboete ite

hingga suatu hari kita kan bertemu

itsuka mata meguriaeru hi made

Aku mau

ajak Isla kencan!

Tu-Tunggu dulu!

Cara Jitu Mengajaknya Kencan

Jangan terburu-buru, Tsukasa.

Betul. Waktu kemarin kauajak dia ke taman hiburan,

dia menolakmu terang-terangan, 'kan?

Jangan ungkit luka lama lagi, Zack.

Kau harus bisa lebih hargai privasinya.

Kalau berusaha terlalu gigih biar bisa dekat, nanti dia malah membencimu.

Itu pasti pengalaman pribadi, ya?

Belakangan, tiap kali mau mengobrol sama putriku, dia selalu melotot ke arahku.

Buat saat ini, kita abaikan saja dulu ceritanya si bos.

Eh? Ayolah, dengarkan ceritaku, dong!

Ini kemajuan yang bagus, Tsukasa! Aku pasti mendukungmu!

Mas Yasutaka.

Constance, tolong kasih tahu cara ajak cewek kencan ke Tsukasa.

Sebentar, ya.

Yang penting kau harus bisa jujur dan terbuka,

nanti juga Isla bakal paham sama perasaanmu.

Baik!

Dengarkan ceritaku juga, dong.

Ah, kau lagi bersihkan mejaku, ya?

Soalnya agak berantakan.

Ah, aku jadi enggak enak kalau dibersihkan begini.

Tenang saja. Ini bagian dari tugasku sebagai mitra kerja.

Omong-omong, waktu libur nanti...

Kertas yang ada di sini, kautaruh di mana?

Sudah kubuang.

Tapi, kertasnya masih dipakai!

Sudahlah, enggak apa-apa! Aku bisa buat lagi, kok!

Se-Serius!

Biarkan saja!

Ajak kencannya jangan sekarang, deh.

Sip, tugas kita selesai juga!

Lebih cepat dari yang kita bayangkan, ya?

Begini, Isla.

Ada hal penting yang mau kubahas.

Aku juga mau bahas sesuatu yang penting.

A-Apa itu?

Kayaknya,

aku tersesat.

Aku enggak tahu

jalan pulangnya.

Bagaimana ini?

Tinggal nyalakan saja sistem navigasinya.

Biar kelihatan keren,

jadi sistemnya enggak kunyalakan.

Kau enggak bakal kelihatan jelek cuma karena pakai sistem navigasi.

Masih belum ajak dia juga?

Ya.

Hoi, hoi. Ke mana semangatmu waktu mau ajak dia tadi pagi?

Orang payah kayak Tsukasa sebaiknya jangan terlalu dipaksa.

Enggak bisa, justru sekarang momennya tepat! Sedikit dipaksa juga enggak masalah!

Kalau enggak sekarang, kapan lagi?

Kesempatan hari ini

enggak bakal datang dua kali.

Ya-Yang betul, nih?

Pastinya!

Nah, ayo ajak dia sekarang!

Eh?

Be-Besok-besok saja, deh.

Enggak bisa. Pokoknya harus hari ini.

Sana! Maju, maju!

Isla.

Ada apa?

Kau kelihatan murung.

Hari ini,

aku sudah banyak bikin kau repot, Tsukasa.

Jangan terlalu dipikirkan.

Sebentar,

kau kelihatan agak aneh hari ini.

Tiba-tiba cuci baju sendiri, rapikan mejaku, dan banyak lagi.

Aku cuma mau berguna.

Aku mau bisa berguna buatmu.

Isla.

Begini,

pas libur nanti,

kalau kau mau,

bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan?

Ada pekerjaan apa?

Bukan buat pekerjaan.

Ini urusan pribadi.

I-Intinya sih, aku mau ajak kau kencan! Pergi sama-sama, yuk!

Kalau aku mau,

apa aku jadi berguna buatmu?

Ini bukan masalah kau berguna atau enggak.

Tapi, kalau kau mau, aku bakal senang banget!

Gagal juga, ya?

Baiklah.

Betul juga, ya. Kau mana ma—

Eh?

Aku mau.

Kita cuma berdua saja. Kau masih mau?

Berarti setuju, ya!

Aku yang menang taruhan, nih!

Makan siang besok, ya. Setuju?

Cih.

Terima kasih!

Hoi, Tsukasa.

Sini sebentar.

Mbak Kazuki! Jangan kasar-kasar begini, dong!

Katanya kau mau kencan, ya?

Ya.

Jangan terbawa suasana dulu, ya.

Kau bebas kalau mau pergi sama Isla,

tapi bukan berarti kau bisa malas-malasan waktu kerja, paham?

A-Aku paham.

Itu saja.

Mbak Kazuki betul.

Aku ini masih anak baru.

Aku harus kerja yang betul!

Selamat makan!

Aku keluar dulu!

Tu-Tunggu dulu, makan siangmu cuma itu? Pola makanmu enggak salah, nih?

Tenang saja, ini bukan masalah.

Jalan dulu, ya!

Belakangan anak itu kerjanya serius banget. Apa dia kuat?

Kalau penasaran, kenapa enggak buatkan dia bekal saja? Kau pandai masak, 'kan?

Ke-Kenapa harus aku?

Ya, tapi yang ada di kepalanya Tsukasa sekarang cuma kencannya sih,

jadi kau pasti enggak bakal dapat nilai plus atau apalah.

Ha?

Se-Sebentar!

Apa pula maksudnya kencan? Bukan— Maksudku, sama siapa?

Sama Isla.

Be-Begitu, ya? Pantas saja mukanya kelihatan ceria banget.

Penasaran, ya?

Mana mungkin! Huh, aku pasti sudah gila kalau sampai pikirkan yang kayak begitu!

Kau memang penasaran.

Berisik!

Jadi,

kalian mau kencan ke mana?

Soal itu, Tsukasa bilang, biar aku yang pilih tempatnya.

Wah, si cewek yang harus tentukan tempatnya?

Dia betul-betul enggak bertanggung jawab!

Lalu, kau rencananya mau ke mana, Islacchi?

Aku masih bingung.

Sudah kuduga.

Hem, bagaimana kalau kaucoba ke XXI atau Sea World?

Wah! Eru cara pikirnya konvensional banget, ya?

Zack-cchi, kaupikir aku ini orang macam apa?

Boleh jujur, nih?

Enggak perlu, deh.

Pokoknya ini kencan pertama mereka, jadi enggak ada salahnya main aman.

Kalau kau, Michirucchi, maunya ke mana?

Kalau aku sih...

Pantai, mungkin?

Oh.

Pantai masih belum buka sekarang.

Aku juga tahu!

Justru sekarang di pantai lagi sepi banget.

Mereka bisa berduaan cukup lama.

Ah, idenya bagus juga!

Jalan-jalan di pinggir pantai, bareng anjing putih yang besar.

Ya! Itu dia!

Tertawa lepas bareng sambil nikmati ombak.

Ya, betul!

Lalu, sambil tatap matahari senja di kaki langit,

mereka saling bisikkan kata cinta.

"Aku sayang padamu".

Hari ini, kau enggak bakal kubiarkan pulang dulu

"Hari ini, kau enggak bakal kubiarkan pulang dulu."

"Jangan pernah lepaskan aku, selamanya!"

Jangan pernah lepaskan aku, selamanya!

Lalu, mereka saling berpelukan.

Duh, yang masih gadis!

Eh, yang barusan itu salah!

Islacchi, yang barusan boleh diingat baik-baik, ya.

Michiru masih gadis.

Jangan ajari dia yang macam-macam!

Pokoknya yang tadi jangan kauhiraukan!

Tapi, memangnya enggak ada tempat yang kausuka, ya?

Tempat yang kusuka.

Oh, ya.

Nanti kau mau pakai baju apa?

Yang ini.

Jangan yang itu lagi, dong! Memangnya kau enggak ada baju lain?

Aku punya ini.

Bajunya compang-camping begitu.

Baiklah, biar aku tambahkan renda-renda, ya?

Kau bakal pasang yang aneh-aneh, jadi jangan.

Sudahlah, biar aku saja.

Michiru. Enggak apa-apa, nih?

Ini kencanmu yang pertama, jadi harus kelihatan berkesan!

Kencan pertama.

Taman hiburan.

Buat jalan-jalan besok,

bagaimana kalau ke taman hiburan?

Taman hiburan, ya.

Mau ke sana?

Aku bingung mau ke mana lagi.

Selain itu, aku juga

sudah tinggalkanmu kemarin.

Aku jadi merasa bersalah.

Bersalah banget.

Makanya, kali ini

kita ke sana lagi sama-sama.

Oke, deh.

Kita ke sana saja, ya!

\h\hKazuki mengajakku ke taman hiburan lagi. Aku senang banget.\h\h \h\hDia kelihatannya biasa saja, tapi dalam hati, dia pasti juga senang.\h\h

Dia bingung mau ke mana lagi, ya?

Pagi-pagi rasanya panas banget.

Eh, bukan, aku jadi menggigil?

Tsukasa, kau sudah bangun?

Ya, selamat pagi!

Ini kelihatan aneh, ya?

Menurutku,

cocok banget, kok!

Enaknya ke mana dulu, nih?

Isla?

Ke sini.

Bangkunya

masih ada.

Jangan-jangan,

ini bangku favoritmu, ya?

Aku sempat baca di buku harian.

Kau sering ke sini waktu masih jadi mitra mbak Kazuki, 'kan?

Aku biasanya duduk di sini seharian sampai matahari terbenam, amati ekspresi senyum orang-orang.

Semua ketakutanku jadi hilang, dan perasaanku jadi terasa hangat.

Mbak Kazuki juga menemanimu terus, ya?

Biasanya dia selalu tidur di sebelahku.

Oh. Kapan terakhir kalian berdua ke sini?

Tiga tahun lalu. Saat itu, dia juga bilang di sini kalau kami enggak bisa jadi mitra kerja lagi.

Aku sudah terlalu banyak bikin dia repot.

Karena itu, kau enggak pernah ke sini lagi?

Bukan cuma itu alasannya.

Tiap kali ke sini,

rasanya perasaan senang dan sedih

jadi terasa campur aduk dalam diriku.

Isla.

Bagian mana lagi yang kausuka dari taman ini?

Jet coaster-nya? Atau bianglalanya?

Entahlah. Aku belum pernah naik sama sekali.

Sekali pun?

Kalau begitu, mau coba naik semuanya?

Di sini ada banyak wahana yang seru.

Sayang banget kalau kau enggak pernah coba naik.

Kita coba, yuk!

Entah apa yang kulakukan ini betul.

Mungkin aku saja yang terlalu egois.

Tapi buatku, yang penting Isla...

Yang penting Isla bisa

nikmati setiap momen yang ada selama mungkin.

Tsukasa!

Dulu aku sering amati taman hiburan ini dari sana.

Terasa kecil banget.

Kita juga bertemu pertama kali di tempat itu, 'kan?

Rasanya luar biasa.

Waktu itu, aku

sama sekali enggak bayangkan kalau kita

bakal naik bianglala sama-sama.

Untunglah.

Kayaknya dia senang.

Untunglah.

Tsukasa?

E-Eror!

Ini enggak pantas!

Aku...

Bagaimana...

Tsukasa?

Tsukasa!

Eh?

Tsukasa.

Kau sudah sadar?

Aku kenapa?

Kau enggak ingat?

Kita lagi naik bianglala, lalu kau pingsan.

Begitu, ya? Aku enggak ingat apa-apa lagi.

Maaf ya, aku jadi bikin kau repot.

Jangan dipikirkan.

Kelihatannya kau terlalu lelah.

Besok kita periksa ke rumah sakit, deh.

Istirahat saja.

Aku ambilkan minum.

Tsukasa, katanya kau pingsan waktu lagi kencan, ya?

Jangan bikin susah Isla, deh.

Dasar! Makanya aku paling benci orang amatir!

Aku buatkan bubur nih, jadi makan dan langsung istirahat sana.

Bu-Bukannya aku sengaja bikin ini demi kau, ya!

Kalau kau absen, aku yang harus bereskan pekerjaanmu, tahu!

Aku enggak mau sampai begitu.

Cuma itu, kok.

Paham?

Sip!

Begitu saja!

Tapi, dia...

Mungkin dia sudah tidur.

Lagi pula, di dalam ada Isla.

Aku jadi kelihatan mengganggu atau semacamnya.

Rasanya enggak enak.

Sudahlah.

Menyedihkan banget, ya?

Aku selalu saja tumbang di saat-saat penting.

Aku sampai gagal masuk kuliah

juga gara-gara usus buntu pas hari ujian seleksi masuk.

Tapi, gara-gara itu, aku jadi bisa masuk Terminal Service,

dan bisa bertemu kau, Isla.

Kalau dipikir-pikir, rasanya situasiku enggak jelek juga, 'kan?

Aku mau supaya kau bisa terus tersenyum.

Kau jadi khawatir, ya?

Maaf, deh.

Tsukasa?

Aku...

Usia hidupku

tinggal satu bulan lagi.

Aku minta maaf.

Kenapa?

Soalnya

aku enggak pernah bilang.

Isla.

Pokoknya sampai akhir,

aku bakal tetap jadi mitramu.

Kau

keberatan?

Hari ini kau cukup puas, enggak?

Lain kali,

mau jalan-jalan bareng lagi?

hagureta kimi wo sagashiteta yo\h\h\h\h\h\h\h ku mencarimu yang telah kehilangan arah

yobikaketa koe kakikesarete\h\h\h\h\h\h\h tenggelamkan suara yang memanggilku

boku ga nigirishimeta sono te ha tangan yang kugenggam erat itu

furueteita ne\h telah tergetar

futari no omoi ga modosenai jikan\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h yang terpikirkan hanya waktu yang takkan pernah kembali

dakishime takaku tondeku yo\h\h\h\h\h\h kan kita rangkul dan terbangkan tinggi

mangekyou sora ni kirameite\h\h\h\h\h kaleidoskop yang berkelip di angkasa

kimi nanikochinaku hohoendete dan kau tersenyum tanpa ragu\h

itoshisa afureteyuku\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h kupenuh dengan cinta dan kasih sayang

hikari ga toketeku sono mae ni\h sebelum cahaya ini kian meredup

kokoro kara negaunda\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h ku kan mohon dari lubuk hati terdalam

kono shunkan wo towa ni wasurenai you ni to\h\h\h\h\h\h\h\h tuk jangan pernah lupakan momen ini sampai kapan pun

Wah, rasanya badanku jadi segar habis tidur semalaman penuh.

Aku enggak perlu pergi ke rumah sakit.

Eh, Isla? Kau kenapa?

Gara-gara temanimu semalaman,

kayaknya

baterai energiku

jadi habis.

Bertahanlah!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.