All language subtitles for Stealer.The.Treasure.Keeper.E01.230412.NEXT

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

"Semua sejarah, peristiwa, aset budaya, orang-orang"

"Organisasi, dan lokasi adalah karya fiksi"

"Jika ada yang benar, itu murni kebetulan"

"Dan penggunaan nama asli hanya untuk menambah sentuhan realitas"

"Semuanya sama sekali tidak berkaitan"

Astaga.

"Maitreya emas-perunggu milik Silla, Harta karun curian nomor 412"

"Harga yang berlaku tergantung pada penjual"

Kamu tidak melobi dengan uang tunai zaman sekarang.

Jika dia menyimpan ini dengan aman,

lalu menjualnya saat pensiun, dia akan kaya.

Harganya akan meroket hanya dalam lima tahun.

Saat itu, batas waktu penuntutan pencurian sudah kedaluwarsa.

Mengerti?

Pria itu sudah punya banyak uang.

Ya, dia kaya.

Tapi semua pria yang akan melakukan apa pun untuk mencapai puncak

akan senang memiliki sesuatu seperti ini.

Baiklah. Aku akan membelinya.

Astaga.

Kamu mengambil waktu untuk menguji kesabaranku.

Kenapa kamu punya banyak pengawal?

Kupikir triad juga ada di sini.

Tentu saja. Ini milik mereka.

Aku hanya makelar, perantara.

Biasanya kami tidak bertindak sejauh ini,

tapi ada pencuri kecil.

Kami berusaha untuk berhati-hati.

Kamu ingin transaksinya berjalan lancar, bukan?

Ya.

Mari kita selesaikan kesepakatannya.

Bungkus dengan baik untuknya.

Kamu datang ke tempat yang tepat.

Maitreya ini

bukan sesuatu yang bisa dibeli dengan uang.

Siapa Choi yang waktu itu?

Ya, Choi Choong...

Dia akan menjadi pria paling beruntung di Korea.

- Sial, apa itu? - Astaga.

Siapa itu?

Bagaimana dia bisa menemukan kita?

Apa itu?

Ini acara khusus.

Permisi.

Sial.

Apa yang dia lakukan?

Ambil peralatannya.

- Dan triad! - Baik.

Ini bukan apa-apa.

Kamu mau pergi ke mana? Pak Im!

Bersiaplah. Kalian! Kemarilah!

Berikan itu.

Dia pikir ini lelucon?

Apa? Hei!

Naik ke atap dan potong talinya.

Baik, Pak.

Apa yang kamu lakukan?

Bawa maitreya-nya. Cepat!

Sial.

- Bunuh dia! - Sial.

Berengsek.

Buka pintunya!

Ambil kunci utamanya sekarang.

Dasar kamu...

Sial.

Tunggu.

Tunggu. Tunggu sebentar.

Aku mendapatkan kuncinya!

Akhirnya.

Apa yang terjadi?

Talimu terpotong.

Tamat riwayatmu, Pencuri.

Sial.

- Tangkap dia! - Ayo!

Hati-hati. Jangan mendorong.

Ada orang di bawah sana?

Semua orang kita ada di sini.

"Stealer: The Treasure Keeper"

- Hei, itu dia. - Siapa?

Kudengar dia akan datang. Dia benar-benar datang.

"Kepolisian Metropolitan Seoul"

Kamu tahu betul bahwa kamu berada dalam situasi buruk sekarang.

Saat bekerja di polsek,

kamu menangkap ketua Geng Baja sendirian.

Namun, semua itu sia-sia

saat kamu meringkus Pak Kepala yang mabuk dan melakukan hal buruk.

Bertahanlah sebentar lagi,

dan kamu bisa dipindahkan ke unit reserse kriminal.

Jadi, jauhi masalah dan jaga sikapmu.

Mengerti?

Jawab pertanyaanku, mengerti?

Aku sudah mengurus ini. Ada lagi?

Sial. Ayo!

- Apa? - Kita harus menyelesaikannya.

Namanya "Tim Warisan Budaya".

Kepolisian Metropolitan Seoul membentuknya pada tahun 2006.

Tim ini menyelidiki kasus yang melibatkan berbagai artefak budaya.

Aku tahu lulusan terbaik akademi kepolisian layak dapat yang terbaik.

"Pria Berprestasi untuk Perlindungan Warisan Budaya"

"Kepolisian Metropolitan Seoul"

Tujuh!

Bagus, tampak keren.

Delapan!

Petugas Senior Shin Chang Hoon?

Sembilan!

Siapa kamu? Kamu butuh apa?

Sepuluh!

Begini...

Aku dipindahkan ke Tim Warisan Budaya.

Apa? Tidak ada yang memberitahuku.

Astaga, ini hebat.

Akhirnya ada seseorang di bawahku.

Hei, berdiri di sana.

Tunggulah dengan tenang. Aku hampir selesai.

Sepuluh!

Sepuluh? Aku lupa hitungannya. Hei, kamu ingat?

Terserahlah. Satu!

Dua.

Aku atasanmu, Berandal.

"Petugas Senior, Inspektur"

Apa?

Tunggu.

- Halo, Bu. - Bukankah kamu seharusnya bekerja?

Aku... Aku sedang berolahraga.

- Tanpa izin? - Tidak, Bu.

Kapten menyuruhku melakukannya.

Dia menyuruhku berolahraga tiga jam sehari agar tetap bugar.

Di mana Kapten sekarang?

Ya, Kapten.

Sekarang?

Kamu kenal Kapten Jang?

Tidak.

Dia Inspektur Senior Jang Tae In.

Kini dia memimpin Tim Warisan Budaya,

tapi berhasil memimpin satgas narkoba di masa lalu.

Satgas narkoba?

Mendengar namanya saja sudah cukup

untuk membuat semua pencandu di negara ini merangkak ketakutan.

Dia menyita banyak narkoba

dan menerima beberapa penghargaan.

Lalu apa yang dia lakukan di sini?

Beberapa hal terjadi.

Apa itu sudah sepuluh tahun lalu?

Lihat ini.

Para bajingan itu telah menggunakan artefak palsu

untuk menyelundupkan sejumlah besar obat-obatan ilegal

agar bisa didistribusikan ke seluruh penjuru negeri.

Lihat, ini semua obat-obatan ilegal.

Begini, ini bernilai puluhan juta dolar.

Haruskah kupecahkan beberapa lagi?

Baik! Itu dia!

Astaga, lihat ini. Potret ini.

Masalahnya, itu semua asli.

Dia kapten satgas berpengalaman. Tentu saja, itu bukan tepung.

Semua keramiknya juga.

Yang terjadi adalah

penyelundup barang antik memakai rute distribusi narkoba

untuk menyelundupkan artefak ilegal ke negara ini.

Kamu tidak bisa memberi label harga pada artefak seperti itu.

Namun, kudengar yang paling murah harganya 1,3 juta dolar.

Yang paling mahal harganya 30 juta dolar.

Namun, dia bekerja dengan baik di satgas narkoba sebelum itu,

jadi, dia tidak dipecat.

Namun, mereka melakukan berbagai tindakan disipliner terhadapnya.

Sepuluh tahun lalu?

Aku ingat insiden itu.

Dia menghancurkan harta karun bersejarah yang berharga

dan mempermalukan dirinya di depan semua orang.

Wajahnya ada di semua berita.

Mereka mengatakan insiden bodoh ini

akan masuk dalam buku sejarah.

Tunggu.

Jadi, si bodoh ini

adalah Kapten Tim Warisan Budaya?

Ya.

Kenapa?

Kenapa?

Sial!

Akan kujelaskan semuanya nanti.

Intinya, jangan pernah menggunakan kata "bodoh" di depannya.

Bahkan jangan makan buah.

Kusarankan kamu menahan diri

dari memakai kata lain yang dimulai huruf S, seperti "segar", "senang".

Baiklah. Ini barang pertama hari ini.

Tembikar dari Goguryeo ini telah dihargai

tiga juta dolar.

Tiga juta dolar!

Astaga!

Astaga.

Astaga.

Luar biasa.

Baiklah. "Mencari Harta Karun."

Mari kita temui tamu kedua kita.

Keluarlah.

Selamat datang. Astaga.

Mereka anak-anak yang menggemaskan.

Silakan perkenalkan diri kalian dahulu.

Baiklah.

Halo, aku An Yeon Ji. Usiaku 12 tahun.

Begitu rupanya.

Dan kamu?

Aku adik Yeon Ji.

Usiaku tujuh tahun, dan namaku An Yeon Seok.

Bagus. Kalian berdua sangat menggemaskan.

Baiklah. Mereka membawa

koin tua kecil ini.

Bagaimana kamu bisa memiliki koin ini?

Koin ini

milik nenek kami,

- yang membesarkan kami. - Begitu rupanya.

Namun, dia meninggal baru-baru ini.

- Karena dia orang baik, - Benar.

kami percaya koin ini yang dia tinggalkan untuk kami

- pasti juga berharga. - Begitu rupanya.

Astaga, aku sangat bangga kepada mereka.

Karena nenek mereka adalah orang yang luar biasa,

mereka yakin dia meninggalkan sesuatu yang berharga bagi mereka.

Itu sebabnya mereka datang hari ini.

Baiklah.

Pertama, aku harus menanyakan harapan mereka.

Mari kita cari tahu.

Mereka berharap nilainya 100 dolar.

Kamu menulis 100 dolar.

Bisa beri tahu kami alasannya?

- Ini sudah sangat tua. - Benar.

Makin tua, makin berharga.

- Benar, jadi, kamu tulis 100 dolar. - Ya.

Apa yang akan kamu lakukan dengan 100 dolar itu?

Hari ini ulang tahun adikku,

jadi, aku ingin membelikannya hadiah ulang tahun

dan mengajaknya makan jjajangmyeon.

Kami berdua tinggal sendirian, jadi, lemari kami kosong.

Aku juga ingin membeli ramyeon.

Itu yang akan kulakukan dengan uangnya.

Baiklah. Anak-anak menggemaskan ini membawa koin hari ini.

Secara pribadi, kuharap nilainya lebih dari 100 dolar.

Mari kita cari tahu.

Tunjukkan kepada kami!

"'Mencari Harta Karun'"

Berapa harganya?

- Astaga. - Astaga.

- Begitu rupanya, lima dolar. - Astaga.

Aku sangat kecewa.

- Astaga. - Ini tidak bagus.

Harganya hanya lima dolar, Pak?

Benar. Harganya sekitar lima dolar.

Apa itu artinya koinnya palsu?

Tidak.

Ini koin berusia 1.400 tahun.

Namun, ada banyak yang sudah beredar di pasar,

jadi, harganya tidak mahal.

Selain itu, koin ini tidak dalam kondisi baik.

Ada lubang

dan koinnya rusak parah.

Jadi, sayangnya, Joseon Tongbo ini

hanya bernilai lima dolar.

Dia pasti ada di sekitar sini.

Permisi. Halo!

Halo.

- Bolehkah aku minta tanda tanganmu? - Siapa namamu?

Aku Jang Tae In.

Apa yang terjadi di sini?

Terima kasih.

Aku menulis, "Semoga kamu sejahtera."

Astaga! Terima kasih.

- Terima kasih. - Terima kasih!

Sampai jumpa.

Aku tidak percaya ini!

- Apa kamu Choi Min Woo? - Ya, Pak. Aku akan berusaha...

Ikuti aku dengan tenang.

Begini, acara ini selalu menarik segala macam lalat.

Lihat pria di sana?

Yang memakai setelan lusuh, membawa tas.

Barang yang dia bawa menerima harga tertinggi hari ini.

Di dalam tas yang dia pegang, ada guci tembikar dari Goguryeo,

yang bernilai tiga juta dolar.

Halo, Pak.

- Aku membeli artefak budaya... - Ya.

Ini salah satu lalat.

Aku membeli artefak budaya.

Kantorku di seberang jalan.

- Apa? - Itu bisnisku sendiri.

Bukankah dia Kelelawar?

"Kelelawar"?

Ya. Ada pria bernama Kim Young Chan.

Dia pencuri artefak sangat terkenal. Pria itu bekerja untuknya.

Apa? "Pencuri artefak"?

Astaga. Lihatlah dia berkeliaran bebas, padahal dia buronan.

Apa? Kita harus menangkapnya jika dia buronan.

Tunggu saja.

Dengan mereka, kita ingin menangkap dua sekaligus.

- Apa? - Biarkan aku mengurusnya untukmu.

Aku akan membayarmu mahal.

Tidak, aku tidak tertarik.

Jika kamu membawanya ke tempat lain.

Dia berusaha membujuknya untuk menjualnya,

tapi dia tidak akan membelinya.

Astaga, aku tidak tertarik.

Pak?

Pak.

Dia memeriksa barangnya

dan memastikan bahwa dia sendirian.

Sekarang, langkah kedua.

Dia akan memasang alat pelacak di truknya.

Sekarang, dia akan menelepon rekannya.

Lalu Halilintar akan...

Ya, itu dia.

Kita harus mengejar mereka.

- Ayo. - Baik, Pak.

Astaga.

Tunggu apa lagi? Bukankah seharusnya kamu mengejar Kelelawar?

Tentu saja, Pak.

Tunggu. Jangan anggap remeh. Dia bukan penipu biasa.

Baik.

Kamu.

Hei!

Lihat dirimu.

Apa itu pisau filet?

Banteng biasanya tidak difilet.

Beri jalan. Minggir!

Minggir!

Sial!

Sial.

Hei!

Kamu bercanda?

Yang benar saja!

Apa-apaan?

Sial.

Gadis kecil, jangan mendekatiku jika kamu ingin tetap hidup.

- Gadis kecil? - Apa?

Biar kuberi tahu.

Aku akan menghajarmu

begitu kamu mengayunkannya.

Dasar psikopat.

Aku menyerah! Berhenti menyakitiku.

Kamu bisa membawaku.

Sial.

Dasar kurang ajar...

Astaga.

- Apa-apaan ini? - Apa yang kamu lakukan?

- Apa-apaan ini? - Apa yang terjadi?

Sial!

- Astaga. - Sial.

Sial.

Ayo.

Itu menyenangkan.

Yang benar saja!

Kamu mengejutkanku!

Halo, Kelelawar.

Kenapa kamu babak belur seperti ini?

Bukankah kamu terlalu tua

untuk terbang dari atap?

Tulangmu akan memburuk jika terus begini.

Omong-omong, senang bertemu denganmu.

Apa-apaan ini?

- Hei. - Sial.

- Apa? - Sial.

Dia milikmu.

Kamu lulus ujian pertama.

- Apa? - Bawa dia turun dari gedung.

Baik. Tentu saja.

Aku Lele, bukan Kelelawar.

- Benarkah? - Kamu menangkapnya?

Pak Sutradara, astaga. Terima kasih banyak.

Tentu saja kami harus membantu.

Tolong beri tahu juru taksir bahwa aku menghargai

- kerja sama mereka. - Tentu.

Namun, bagian yang kutulis seharusnya tidak tayang di TV.

Tentu saja tidak. Itu akan menjadi bencana.

- Kalau begitu, selamat malam. - Tentu.

- Terima kasih. - Selamat malam.

Tae In!

- Hei. - Dia...

- Selamat. - Kamu melakukannya dengan baik.

Kudengar sekarang kamu ayah dari tiga anak.

- Astaga. - Aku sungguh iri.

Ambil ini dan belilah ayam goreng dalam perjalanan pulang.

- Itu tidak perlu. - Ambillah.

Kamu harus menutup toko untuk menjadi umpan hari ini.

Maka aku akan menerimanya dengan rasa terima kasih.

Sebelum aku pergi, ini...

Benar juga. Barang yang bernilai 30 juta dolar.

Astaga, itu...

Kamu bisa menyimpannya.

- Sebagai suvenir. - Apa?

Hati-hati!

Kami punya banyak. Lihat ini.

Cobalah menanam kaktus di sana.

Itu akan tumbuh dengan baik.

Lihat dia.

Kulitnya lebih baik setelah lepas dari narkoba.

- Kamu benar. - Aku berutang itu kepadamu, Tae In.

- Intinya, semoga sukses selalu. - Selamat malam.

- Selamat malam. - Semoga malammu indah.

Kamu hebat hari ini.

- Tetap berhubungan, ya! - Tentu.

Pak, apa-apaan ini?

Bawalah mobil kami di stasiun penyiaran.

Chang Hoon, kita akan naik ini.

Tentu. Ini.

Haruskah aku menemuimu di markas?

Nikmatilah sauna dan pulanglah malam ini.

Namun, hanya ini yang tersisa.

Pak, tidak usah. Aku bisa mandi di rumah.

Ambillah.

Kamu seharusnya membiarkan seniormu membayari mandimu

di hari pertamamu bekerja dengan tim.

Kalau begitu, kuterima dengan senang hati.

Istirahat dan melaporlah untuk bertugas besok

di Administrasi Warisan Budaya.

Aku yakin kamu tahu

bahwa Jikji Volume Satu baru-baru ini muncul.

Choi Song Chul mengungkapkannya

begitu batas waktu penuntutan berakhir.

Kamu akan menangani kasus ini.

Akan kuberi tahu detailnya lewat telepon.

Baik.

- Selamat malam. - Hati-hati di jalan.

"Rute bus pulang"

"Aplikasi Bus sudah berhenti"

Apa kita tidak akan makan jjajangmyeon hari ini?

Tidak.

Namun, aku ingin memakannya.

"Stasiun Penyiaran tvS"

Hei, Anak-anak.

Siapa kamu?

Aku melihatmu di acara itu tadi.

Apa yang kamu lakukan di sini?

Ponselku tidak berfungsi,

dan tidak tahu bus mana yang akan membawa kami pulang.

Begitukah?

Bagaimana jika aku mengantar kalian?

Kenapa?

Karena aku orang yang membantu orang yang membutuhkan.

Aku polisi.

"Choi Min Woo, Kepolisian Metropolitan Seoul"

Namun, aku kelaparan sekarang.

Kalian mau ikut makan jjajangmyeon denganku?

Aku mau!

Namun, kami tidak punya uang.

Polisi zaman sekarang

membeli jjajangmyeon untuk dinikmati warga.

Tidak mungkin!

Mau?

Makan pelan-pelan.

- Baik. - Baik.

Ini.

- Selamat malam. - Sampai jumpa.

Omong-omong, yang kamu bawa tadi...

Maksudku, koinnya.

- Joseon Tongbo? - Ya, yang itu.

- Kenapa dengan itu? - Aku akan membelinya darimu.

Apa?

Berapa?

Seratus dolar.

- Benarkah? - Ya.

Ini.

Apa kamu

membeli ini karena merasa kasihan?

Tentang itu...

Orang tuaku meninggal saat aku kecil,

dan aku juga dibesarkan oleh nenekku.

Nenekku meninggal

saat aku seusiamu.

Kehidupan akan sangat sulit,

tapi

kamu akan baik-baik saja, seperti aku.

Bukankah begitu?

Bisakah kita tetap berhubungan?

Terima kasih.

Tentu.

Berikan kepadanya.

Ulurkan tanganmu.

Ini.

Ini hadiah ulang tahunmu.

Simpan baik-baik dan jangan sampai hilang.

Nenekmu meninggalkannya untukmu, jadi, itu berharga.

Mengerti?

Ambillah.

Terima kasih.

Sama-sama.

Makanlah sebelum dingin.

Baiklah.

Beri tahu aku kapan pun kalian ingin makan sesuatu.

- Baiklah. - Baiklah.

Mau berpesta nanti?

- Ya! - Ya!

Jangan terburu-buru.

Tolong bantu, Pak.

Aku sangat membutuhkan uang tunai.

Aku sudah dengar.

Kamu kehilangan barang-barang triad tepat di hadapanmu.

- Tangkap dia! - Ayo!

Kim Young Chan yang hebat

menjadi korban tikus kecil itu

berulang kali, bukan?

Suatu hari,

aku bersumpah akan menggorok lehernya.

Tindakanmu terhadapnya bukanlah urusanku.

Berapa banyak seladon hias yang kamu punya?

Aku punya sekitar 30.

Semuanya tingkat A plus.

Kami punya beberapa seladon bubuk abu-abu biru

dan lukisan Kim Hong Do.

Kamu mau melihatnya?

Begitu rupanya.

Kamu punya

koin tua?

Koin?

Joseon Tongbo?

Ya.

Tidak. kami

- belum punya. - Baiklah.

Aneh sekali.

Apa Joseon Tongbo sedang tren?

Apa maksudmu?

Begini,

belum lama ini, seorang pria kutu buku datang menemuiku.

Dia mengatakan akan memberiku satu juta dolar jika aku mendapatkan

barang yang dia inginkan.

"Barang yang dia inginkan"?

Yang berlubang.

Siapa itu?

Entahlah.

Dia tampak sangat kaya.

Pria itu.

Kamu punya nomor teleponnya?

Ini.

"Joseon Tongbo berlubang, satu juta dolar"

Pak Hwang pergi ke kuil untuk mendata harta karun.

Choi Song Chul adalah pencuri harta karun terkenal,

dan dia mencoba menjual

Jikji Volume Satu kepada pemerintah seharga 500 juta dolar.

Begitu Mahkamah Agung memutuskan itu milik negara,

dia mengatakan telah menghilangkannya.

Kasusnya sudah kedaluwarsa, jadi, dia tidak bisa dituntut.

Kita tidak bisa menemukan bukunya jika dia tidak bicara.

Administrasi Warisan Budaya sedang mengusahakannya,

tapi mari kita lihat apakah kita bisa membantu.

Aku meminta kerja sama, jadi, temui orang yang bertanggung jawab.

- Halo. - Halo.

Apa kamu dari Kepolisian Metropolitan Seoul?

Ya. Ini bukan masalah besar. Aku mencari seseorang.

Siapa yang kamu cari?

Hwang Dae Myung dari Administrasi Warisan Budaya.

Aku diberi tahu dia datang untuk pendataan.

Aku sangat mengenalnya. Dia sering datang ke sini.

Hari ini, dia datang lebih awal dan makan bersama kami.

Entah di mana dia sekarang.

Tiap kali berkunjung,

dia tinggal sampai waktu makan malam.

Begitu rupanya.

Kalau begitu, aku akan mencarinya.

Halo.

Terima kasih.

Terima kasih.

PNS macam apa yang tidak pernah menjawab telepon?

Apa ini?

Aku mendengar sesuatu.

Astaga.

Tunggu.

Siapa kamu?

Apa?

Siapa kamu?

Aku...

Aku dari Kepolisian Metropolitan Seoul.

Apa...

Apa yang polisi inginkan dariku?

Aku mencari seseorang...

Kamu...

Hwang Dae Myung, bukan?

Bukankah begitu?

Aku mencarimu ke mana-mana.

Mencariku? Kenapa?

Apa?

Apa kamu

dalam masalah?

Masalah apa? Aku hanya tidur siang.

Lalu darah apa ini?

Ini?

Tadi aku makan ramyeon dan menumpahkan kimchi.

Aku menumpahkan terlalu banyak di baju baruku.

Astaga.

Ini semua darimu?

"Tiga puluh panggilan tidak terjawab"

- Ya. - Apa kamu tipe yang obsesif?

Terserahlah. Ganti pakaianmu dan temui aku di luar.

Sial. Ada apa ini?

Hei.

Kenapa kita harus bekerja sama?

Namaku Choi Min Woo, bukan "Hei",

dan kita bekerja sama untuk mengambil Jikji Volume Satu.

Kamu yang bertanggung jawab, Pak Hwang.

Habislah aku.

Apa yang kamu katakan?

Bukan apa-apa, tapi ada yang salah.

Aku akan menelepon kantorku dan menyelesaikannya.

Baiklah. Bisakah kamu melakukan itu?

Benarkah?

Kamu perhatian sekali.

Kehendakmu adalah kehendak langit.

Ya, tentu saja. Jangan khawatir.

Ya. Tentu.

Makan malam nanti?

Aku sudah siap. Tentu saja.

Hormat. Salam sayang.

Habislah aku.

Apa mereka akan bertukar?

Bertukar apa?

Manajer proyek.

Tidak.

- Ayo. - Kita mau pergi ke mana?

Menemui Choi Song Chul.

Bukankah kamu mencari Jikji?

Baiklah. Ayo. Kalau begitu, ayo pergi.

Tentu.

Astaga.

"Laboratorium Riset Sejarah dan Budaya Choi Song Chul"

Astaga. Dia pencuri. Ini gila.

Astaga, yang benar saja!

Apa? Apa yang kamu lakukan?

Jaga ucapanmu! Bagaimana jika Pak Choi mendengarmu?

Astaga. Apa? "Pak Choi"?

Haruskah kamu memanggil bedebah itu dengan hormat?

Kamu bisa sebut dia gila atau pencuri, apa pun yang kamu mau!

Namun, jika dia marah dan diam-diam menjualnya ke luar negeri,

itu semua salahmu.

Dengar. Dalam kehidupan, ada saatnya...

Baiklah, aku mengerti. Kalau begitu, mari kita temui dia.

Tunggu.

"Choi Song Chul, pemilik legal Jikji Volume Satu"

Astaga, ini bagus.

Ini sebabnya aku buat pengecualian untukmu dan mengizinkanmu bertemu.

Aku bisa melihat kamu benar-benar peduli.

Seperti sebelumnya, kirimi aku pesan dan beri tahu aku bagaimana rasanya.

Jika kamu suka, aku akan tahu bahwa itu layak dipertahankan.

Baik, aku akan mencobanya besok malam.

Aku akan segera mengirimimu pesan.

Baik, Pak! Ada hal lain.

- Ini. - Apa itu?

Apa ini?

Belakangan ini sangat terik.

Aku juga harus melindungi matamu, Pak.

Astaga. Aku sangat tersentuh.

Mataku sangat sensitif belakangan ini.

Itu. Tekan tombol ini, dan itu akan terbuka.

- Begitu rupanya. - Itu sangat mahal.

Astaga. Ini tampak sangat bagus.

Astaga.

- Astaga. - Karena kamu sangat tampan,

itu sangat cocok untukmu. Bukankah begitu?

Astaga. Terima kasih banyak, Pak Hwang.

- Tunggu. - Ada apa?

Astaga.

Ada goresan di sini.

- Benarkah? - Ya.

Astaga, ini mahal. Aku tidak percaya mereka bahkan tidak memeriksanya.

Aku akan segera menukarnya untukmu.

Baiklah.

Bagaimanapun, terima kasih banyak.

Hei. Siapa dia?

Begitu rupanya. Tim Warisan Budaya.

- Aku sangat mengenal tim itu. - Ya.

- Tentu saja. - Pak!

Apa arloji ini berfungsi dengan baik?

Ya, tentu saja!

Kamu memang yang terbaik.

TV, penyedot debu, mesin cuci, bahkan kulkas.

Kamu memberiku semua yang kubutuhkan!

Kamu tinggal sendirian,

dan mengurus semuanya sendiri.

Jadi, tentu saja, aku ingin membantu.

Kudengar jaksa membongkar semua perabot dan peralatanmu

saat mereka melakukan penggeledahan dan penyitaan.

Astaga, para bedebah itu.

Jika berhasil menemukan Jikji,

aku hanya akan bicara denganmu.

- Jadi, jangan khawatir. - Aku memercayaimu, Pak.

Kita hidup di negara bebas, demokratis, dan kapitalis.

Kenapa aku tidak bisa menjual apa yang kumiliki?

Apa kita tinggal di negara komunis?

Kudengar kamu menghilangkannya.

Kamu tahu...

Aku memilikinya, tapi tidak diizinkan menjualnya.

Jadi, karena nasib buruk... Ini murni kesialan.

Sayangnya, aku kehilangan itu.

- Apa yang kamu katakan? - Pak.

- Ya. - Kamu tahu,

aku memohon kepada Komisaris untuk kali terakhir.

Apa yang kamu katakan kepadanya?

Jika kamu membantu kami

- menemukan Jikji, - Ya.

pemerintah bisa membayarmu

hingga 1,5 juta dolar untuk berterima kasih atas bantuanmu.

- Apa kamu sudah gila? - Selain itu,

mereka akan mendirikan patung besar dengan namamu

sebagai donor yang murah hati...

Kamu bercanda?

Biar kuperjelas ini kepadamu.

Aku melakukan ini untuk membantumu.

Aku meminta 100 juta dolar. Beri aku 100 juta,

dan aku akan melakukan apa pun untuk menemukan Jikji.

Cukup. Pak Choi.

Di mana kamu menghilangkannya?

Katakan di mana kamu berada saat itu terjadi.

Astaga, aku tidak percaya ini. Apa masalahnya?

Tunggu sebentar.

Maaf, Pak. Dia tidak berpengalaman...

Pak Choi Song Chul. Kamu tidak boleh menjual benda itu.

Kami mengawasi tiap rute penyelundupan.

Seluruh dunia tahu Korea memilikinya.

Siapa yang mau membelinya dan terlibat dalam kejahatan itu?

Banyak orang akan melakukannya.

Pak, aku akan menjelaskannya kepadanya.

Ayolah.

Jika kamu membelinya dan menunggu sepuluh tahun,

nilainya akan melonjak.

Itu bahkan lebih baik daripada saham dengan performa terbaik.

Apa? Pak Hwang.

Apa masalahmu?

Apa kamu benar-benar PNS?

Tentu saja. Aku PNS tingkat lima...

Tunggu. Jika kamu seorang inspektur, itu berarti kamu tingkat enam.

Apa?

Kamu sangat tidak menghormatiku.

Aku di atasmu.

Pak Hwang.

Saat naik ke tingkat lima,

kamu mendapat sertifikat penunjukan yang ditandatangani Presiden.

Astaga.

Kapten, dia benar-benar psikopat. Dia gila!

- Choi Song Chul adalah... - Tidak! Hwang Dae Myung.

Hwang Dae Myung? Kenapa?

Intinya, aku tidak bisa bekerja dengannya.

Aku akan menyelidikinya sendiri.

"Vila pribadi Pimpinan Yang"

Maafkan aku. Pasti tidak nyaman datang kemari seperti itu.

Tidak.

Hanya beberapa orang terpilih yang bisa memasuki gedung ini.

Kuharap kamu mengerti.

Ya, tentu saja. Aku sangat mengerti.

Saat penasaran tentang sesuatu, aku harus mencari tahu apa itu.

Mari kita cari tahu apa yang dicari pria tua itu.

"Joseon Tongbo"

Ini pasti

benda yang kamu cari.

Kalau begitu,

boleh kulihat milikmu

seperti yang dijanjikan?

Tentu saja.

Aku sangat terkesan.

Bagaimana kamu mengumpulkan semua ini?

Namun...

Bahkan dengan milikku,

kamu masih kekurangan dua.

Aku akan

menemukan yang lain apa pun yang terjadi.

Aku tidak meragukannya.

Baik.

Kamu harus mencarinya di akhirat.

Apa?

Apa maksudmu?

Melihatmu datang kemari tanpa senjata

menunjukkan kamu bukan kolektor.

Jadi, di mana kamu menemukan semua ini?

Apa rasa takut merusak otakmu?

Aku...

Tolong jangan bunuh aku.

Kumohon...

Tolong jangan bunuh aku.

Ini. Ambil saja semuanya.

Aku bahkan akan memberimu uang.

Jadi, tolong ampuni aku.

Seolah-olah kehidupanmu masih panjang.

Apa yang kamu inginkan?

Katakan.

Katakan apa maumu.

Kerahasiaan.

Huin Dal?

Cho Huin Dal?

Bukankah kamu sudah lama mati?

Apa yang kucari

tidak ada di akhirat.

"Joseon Tongbo berlubang, satu juta dolar"

"Pencegahan bencana untuk aset budaya"

"Hwang Dae Myung"

Pak Hwang.

Ya? Ada apa?

Sedang mengerjakan sesuatu?

Layarnya sepertinya mati.

Ini? Aku sedang melakukan hal yang dikenal sebagai latihan citra.

Apa yang kamu inginkan?

Benar. Orang yang membuat keluhan sudah kembali.

Yang mana?

Bu Lee Chun Ja.

Katakan kepadanya aku tidak ada!

Namun, aku sudah memberitahunya kamu ada di sini.

Kamu bercanda?

Mari tersenyum.

Astaga. Bu Lee, kamu sudah kembali.

Aku sibuk hari ini, jadi, duduklah.

Tentu.

Apa ini lelucon?

Kamu menunjuk tanah pribadi sebagai situs arkeologi,

tapi itu kompensasi yang kudapat?

Astaga. Benar sekali.

Ya, benar sekali.

Bukankah kamu yang bertanggung jawab atas proyek ini?

Benar, tapi...

Kalau begitu, kamu harus bertanggung jawab!

Dia kembali.

Dia tidak kenal lelah.

Itu sebabnya aku mencari dasar hukum yang menguntungkanmu...

Itu tidak perlu.

Ini peraturan yang dibuat pengacaraku untukmu.

Jika timmu tidak pindah dalam sebulan,

aku akan membalas kalian karena mengganggu properti pribadi.

Kamu awalnya menggali tanah dengan dalih

memperbaiki pipa air,

dan aku akan membicarakannya kepada pers.

Bu Lee, kumohon.

Itu semua terjadi saat aku masih belum dewasa

- dan masih baru di pekerjaan ini. - Lupakan saja.

Kamu juga harus tahu aku menginap di hotel dekat sini.

Aku akan mengunjungimu kapan pun aku sempat

dan kapan pun aku teringat kepadamu.

Bu Lee, tunggu.

- Kamu sudah datang. - Hei.

- Kudengar Kelelawar bicara. - Benar.

Kalau begitu, kita harus menangkap Kim Young Chan.

- Itu harus. - Benar.

Bagaimana dengan Choi Song Chul?

Aku belajar langsung

bahwa kamu tidak bisa membujuknya dengan kata-kata.

Tidak bisakah kita memaksanya bicara?

Masyarakat demokratis diatur oleh hukum,

dan ada yang disebut hak asasi manusia.

Andai mereka tidak melindungi bedebah dan hewan.

Aku yakin dia punya bukunya.

Apa pendapatmu tentang Hwang Dae Myung?

Jangan memancingku. Dia sampah.

Bagaimana bisa orang seperti dia menjadi PNS?

Aku tidak mengerti.

Halo?

Apa?

Kim Young Chan menyerahkan diri.

Apa?

Aku ragu kamu menyerahkan diri karena pikiranmu waras.

Kamu memakai narkoba belakangan ini?

Kamu teler, bukan?

Kenapa kamu tiba-tiba menyerahkan diri?

Apa untuk membuka lembaran baru?

Baik, maaf atas lelucon payah itu.

Namun, terima kasih banyak.

Aku punya banyak pertanyaan.

Jadi,

silakan.

Hei. Kamu masuk begitu saja.

Saatnya bicara.

Hei! Berandal!

Aku bicara denganmu. Kenapa kamu hanya melihat-lihat?

Apa aku aman di sini?

Kirim saja aku ke penjara.

Sekarang.

Ada apa denganmu? Sadarlah.

Sekarang.

Aku tidak mau tinggal di sini. Aku ingin dipenjara.

Apa itu triad?

Mereka pasti mencarimu ke mana-mana,

untuk mencincangmu.

Kenapa tidak?

Baiklah. Jika kamu memberitahuku apa yang ingin kuketahui,

aku akan menjamin keselamatanmu di sini,

dan menyelesaikan semuanya secepat mungkin.

Baiklah. Apa yang ingin kamu ketahui?

Astaga.

Duduklah.

Astaga.

Dia belajar dengan giat.

Halo.

- Baiklah. - Universitas Nasional Seoul...

Orang tuanya pasti sangat senang.

Nikmat sekali.

Siapa ini?

Pak Park. Kenapa menelepon selarut ini?

Sudah kukatakan jangan khawatir.

Aku akan segera mendapatkan banyak uang.

Bukan hanya kamu.

Kamu tidak tahu orang-orang mengantre untuk berinvestasi?

Aku akan mengembalikan uangmu!

Tidak, lupakan itu.

Karena kita sedang membahasnya, pinjamkan aku dua juta lagi.

Lebih cepat, lebih baik.

Baik, bagus sekali.

Dasar bodoh.

Aromanya enak.

Ya, enak sekali.

Aku sangat mengantuk.

Kenapa aku mengantuk sekali?

Aku merasa sangat senang.

"Jung Ji Woong"

Ini peraturan yang dibuat pengacaraku untukmu.

Haruskah aku memberinya dosis obat tidur yang lebih kuat?

Dia bertahan cukup lama.

Mari kita lakukan.

"Terima kasih khusus kepada Jang Gwang, Wang Jong Geun"

"Jung Eun Pyo, Jeon Jin Oh, Lee Sang Jun"

"Stealer: The Treasure Keeper"

Sigung adalah target utama kita.

Dia pasti yang terburuk.

"Sigung"?

Apa dia akan membunuh orang seperti itu

demi beberapa koin tua berlubang?

Tunggu.

Kita tidak akan mendapatkan kesempatan lagi.

Bagaimana dia bisa berpikir untuk memasuki gedung kepolisian?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.