All language subtitles for hidden-blade-2023id-chinese.

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian Download
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali Download
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian Download
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian Download
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean Download
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish Download
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian Download
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish Download
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Nona, kopimu.

Aku gak mesan.

Ada yang memesannya untukmu.

Siapa?

Tadi dia ada disini.

Mungkin sudah pergi.

Silakan di minum.

Terima kasih.

Aku sudah selesai.

Ayo pergi.

Kenapa buru-buru?

Makanannya masih banyak.

Kau mesan iga babi kukus?

Kenapa?

Kau bosnya.

Hukuman mati tetaplah hukuman mati.

Itu tidak akan mengubah...

kita datang cepat atau terlambat.

Tambah lagi.

Makan yang cepat.

Yoshikawa akan kembali ke Jepang.

Makan malam kemarin malam. Kau tidak datang.

Aku tidak minum.

Kau lewatkan ceritanya.

Yoshikawa ternyata seorang petani di Niigata-ken.

Dia direkrut pada tahun ke-26 Republik.

Suara tembakan pun dia belum pernah dengar.

Sewaktu musim dingin saat dia berada di Sungai Yangtze.

Pembantaian Nanjing terjadi.

Lalu dia ke Hankou.

Dia dan 6 rekan prajurit lainnya.

Mereka masuk ke toko perhiasan.

Penjual perhiasan itu...

punya dua anak gadis.

Cantik semua.

Mereka memohon ke para prajurit itu...

agar tidak menyentuh gadis-gadis itu.

Mereka akan berikan apapun.

Tapi para prajurit itu menolak.

Mereka memperkosa gadis-gadis itu...

di depan orang tuanya.

Terjadi selama berjam-jam.

Mereka temukan sumur.

Di situlah, mereka membuang....

keempat anggota keluarga itu.

Mana tulang iganya?

Hei, mana tulang iganya yang kami pesan?

Cepatlah.

Aku tidak tahu kau memesan tulang iga.

Ujung-ujungnya...

aku cuma makan sedikit.

Kenapa kau tak bilang kalau kau mau lagi.

Aku bisa pesan 2 porsi lagi.

Porsinya sangat sedikit.

Trik restoran licik.

Aku tidak mau kesitu lagi.

Jangan buru-buru menyimpulkan.

Kita sudah sarapan.

Tahu apa itu sarapan?

Itu hidangan satu porsi.

Kau memesan yang kau mau makan.

Kau makan dari piringmu.

Tak bisa berbagi.

Itu disebut sarapan.

MENANGKAN HADIAH DAN BONUS MENARIK LAINNYA.

Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM

Kurasa tak ada yang salah.

Tiga ketukan.

Lalu dua.

Dan satu.

Kau pasti Tuan Zhang.

Aku He,

agenmu.

Terima kasih sudah menjemputku.

Kau datang lebih cepat.

Lagipula...

Aku siap.

Jangan menarik kecurigaan.

Aku tahu kalau kami janji kita akan pergi.

Tapi perjalanannya berbahaya.

Menurutku lebih baik aku datangi.

Kau setuju?

Mau minum apa?

Kau punya apa?

Kayaknya..

cuma air putih.

Air putih bagus juga.

Aku cuma butuh informasi darimu.

Prosedur standar.

Nama.

Biar aku yang tulis.

Umur.

Aku lahir...

di tahun ke-26 pemerintahan Guangxu.

Ke 26 Guangxu.

Tahun Geng-Zi.

Dan kau kemari untuk menyerahkan diri.

Pekerjaan?

Sekretaris Rahasia.

Sekretaris Rahasia.

Kenapa kau berubah haluan?

Aku tahu kalian punya alasan sendiri.

Kita membuat pilihan...

yang sulit dijelaskan.

Formulir ini...

hanyalah formulir.

Cuma kata-kata sederhana di atas kertas.

Tak usah hiraukan aku.

Bicaralah sebebasnya.

Aku....ingin perdamaian.

Aku berempati...

dengan Presiden Wang.

Kau bisa perinci?

Kau seperti....

penulis.

Aku sudah pernah dengar, tahun lalu.

Jelaskan secara rinci...

Hal yang mana?

Misalnya...

Aku juga tidak tahu.

Tidak apa-apa.

Kita akan bahas lain kali.

Bisa kau beritahukan...

yang kau ketahui saat ini?

Aku orangnya lemah.

Tak bakalan bisa aku bertahan dengan perubahan.

Aku lahir di Guangxi.

Ketika ayahku meninggal,

dia meninggalkanku sebidang tanah.

Lokasinya di gunung.

Kau bisa lihat Sungai Lijiang dari sana.

Selama ini...

Aku bergabung dalam revolusi di Shanghai.

Ya, aku sudah lakukan semuanya.

Tapi dalam benak-ku...

aku masih memikirkan untuk membangun rumah itu.

Maaf.

Kau ini bicara apa..

barusan...?

Aku masih memikirkan...

kenapa aku berubah haluan.

Takutnya ini pembicaraan terlalu mendetail.

Kita bisa membahasnya lain kali.

Boleh aku ambil ini?

Tentu saja.

Ada lagi yang mau disampaikan?

Partai komunis...

kami.

Ketua operasi mereka di Shanghai adalah Tuan Li.

Dia tinggal di...

jalan Xiafei

Gang 567.

Nomor 6.

Ada sekretaris rahasia.

Aku sendiri.

Pengirim pesan rahasia adalah Chen.

Dia seorang wanita.

Nona Chen.

Kami tinggal di...

jalan Beidang nomor 811.

Selain aku,

kau sudah pernah beritahu orang lain tentang ini?

Bagus.

Kau bersenjata?

Suka senjata?

Kau bawa senjata?

Ya.

Berapa?

Satu.

Model apa?

Model?

Aku tidak tahu.

Ini senjatamu.

Tapi tidak tahu modelnya?

Ini bukan senjataku.

Tapi milik Nona Chen.

Aku tidak suka senjata.

Bisa-bisanya kau miliki...

senjata Nona Chen?

Tuan.

Selamat datang.

Seperti biasa?

Ya.

Kita saat ini berada 150 mil laut dari Guangzhou.

Guangzhou hari ini berawan.

Cakupan awan cukup bagus untuk pengeboman.

Urutan peluncuran bom adalah nomor tiga.

September 1938, sebelum jatuhnya Guangzhou

Selamat menikmati penerbangannya.

Kau akan disambut dengan hujan deras saat kembali.

Untuk makan siang hari ini, kami akan sajikan masakan Jepang dan Perancis,

dengan Meksiko sebagai makanan spesial kami.

Kami akan menunggumu kembali dengan kemenangan.

Semoga sukses dalam perang.

Hei!

Bangunlah.

Maaf.

Aku tahu diluar sana sangatlah indah.

Tapi jika sudah keseringan melihatnya,

akan membosankan juga.

Aku rasa aku beruntung...

sudah bebas dari masalah seperti itu.

Karena aku ditemani...

Roosevelt.

Tiga Tahun Kemudian, Shanghai

Direktur.

Direktur.

Apa anak buahmu ngak punya otak?

Orang yang lehernya digorok kemarin itu anak buahku.

Saat kau membuka mata dan telinga...

tanpa memberi tahu kami.

Hal seperti ini bisa terjadi.

Jika bukan karena informanku...

menurutmu kau bisa tangkap Ketua Kuomintang?

Kuomintangmu sudah mati...

setelah 10 tahun berdirinya Republik.

Apa yang kau lihat...

adalah sisa kehancurannya.

Aku selamat dari pengeboman dan...

kembali ke Guangzhou..

karena keberuntungan.

Mereka mengebom Guangzhou lebih dari setahun.

Belum lagi artileri anti-udara,

apa ada senjata anti-pesawat?

Tidak ada.

Apa ada yang bisa menghentikannya?

Tidak ada.

Chongqing hari ini,

seperti Guangzhou di masa lalu.

Apa ada artileri anti-udara di Chongqing?

Bagaimana dengan senjata anti-pesawat?

Apa masih ada harapan...

Chongqing akan tetap bertahan?

Tidak.

Chiang sudah berperang melawan panglima perang sejak 1926.

Tapi dia hanyalah seorang panglima perang seorang diri.

Seberapa banyaknya pun negeri yang dia taklukkan,

dia cuma mampu menjalankan...

apa yang diperintahkan seorang raja.

Dia seorang panglima perang lokal.

Dia bukan seorang pemimpin.

Dan dia tak bakalan bisa.

Dia terjebak dalam mimpi sebagai seorang pemimpin.

Menurutku, penderitaan terbesarnya...

keengganannya menerima kenyataan kalau dia cuma memimpin rezim lokal.

Jangan meragukan atas upaya Presiden Wang.

Dia tidak...

melawan orang Tionghoa.

Dia cuma mau berdamai.

Apa salahnya dengan perdamaian?

Apa berdamai itu dosa?

Chiang pernah berada di Shanghai,

di Nanjing,

dan di Wuhan.

Dia meninggalkan kota-kota itu tanpa ragu-ragu.

Bagaimana dengan orang-orang di sana?

Harusnya ada perisai...

antara mereka dan tentara Jepang.

Presiden Wang adalah perisainya.

Kita adalah perisai itu.

Akui saja.

Bisa kau tahu siapa yang menang?

Kau tidak layak dibunuh.

Segalanya berubah setiap hari.

Siapa yang tahu.

Kita tunggu dan lihat saja.

Bodoh.

Selamat pagi.

Hari ini bulan Mei 1945.

Kami siarkan langsung dari Radio Base Camp untuk pasukan China.

Langit cerah di Shanghai hari ini.

Suhu tinggi dan rendah harian adalah 37° dan 25°.

Nanjing akan mendung di siang hari.

Suhu tertinggi dan terendah harian adalah 38° dan 27°.

Kau lagi.

Sudah berapa kali kau berhenti?

Ya, benar.

Memang aku.

Memangnya kenapa?

Angkatan Laut Kekaisaran...

masih menguasai Pasifik.

Aku temukan air!

Cepat perintahkan.

Kita akan menumpang semalam di Nanjing.

Jepang dan Tiongkok adalah mitra yang tak terpisahkan.

Itulah tujuan bersama kita untuk peningkatan ekonomi.

Bersatu melawan Komunis,

dan hidup makmur di Asia Timur.

Kami harap makin banyaknya orang Tionghoa...

yang bisa memahami niat sebenarnya Jepang.

Sejujurnya, aku suka Ishihara.

Sayang sekali Tojo tidak suka dia.

Tentu saja,

Ishihara juga tidak suka sama Tojo.

Aku juga berusaha memahami operasi militer setelah tahun 1937.

Karena...

mereka tak ada tujuan sama sekali.

Mana bisa kau memenangkan perang tanpa tujuan?

Tapi itu keputusan kabinet.

Yang Mulia menyetujuinya.

Hajime Sugiyama menjanjikan Yang Mulia pada tahun 1937...

dia akan mengakhiri peperangan di Tiongkok dalam waktu sebulan.

Sudah 4 tahun sekarang.

Aku sangat menyukai tahun 1931.

Manchuria harus mendeklarasikan kemerdekaannya dari Tiongkok.

Dan Jepang mau memiliki Manchuria.

Itu tak bisa dinegosiasikan.

Kenapa?

Manchuria adalah benteng dari seluruh Asia Timur.

Jika kau kehilangan Manchuria,

Soviet akan menyerang dari Utara,

menyebarkan komunis...

di Asia dan dunia.

Yang Mulia menganggap China sebagai saudara,

dan Uni Soviet sebagai musuh.

Aku akan minum banyak hari ini...

untuk merayakan....

hari kiamat negara tetangga.

Jerman...

Kau mabuk.

Tidak apa.

Untuk apa menyembunyikan kabar baik?

Lagipula,

dia itu sepupumu.

Jerman akan segera menyerang Uni Soviet.

Selalu saja ada rumor.

Ada yang bilang Jerman akan menghadapi Inggris duluan.

Mengirim pasukan ke Inggris itu cuma tipuan.

Katanya Fiihrer sudah mempertimbangkannya.

Kita berada di ambang perang.

Jika semuanya berjalan lancar,

pasukan Jepang akan berangkat dari Manchuria,

dan menyerang Uni Soviet...

lewat Siberia.

Soviet akan kalah.

Yan'an bukan lagi masalah saat itu.

Sepupu,

apa kau ada pantangan makanan?

Aku cuma tak terbiasa dengan makanan di sini.

Baik.

Sudah saatnya kau rubah nafsu makanmu.

Jerman menyatakan perang terhadap Uni Soviet,

bersama Italia, Finlandia, dan Rumania.

Kuomintangmu sudah mati...

setelah 10 tahun berdirinya Republik.

Apa yang kau lihat...

adalah sisa kehancurannya.

Aku selamat dari pengeboman dan kembali...

ke Guangzhou...

karena keberuntungan.

Mereka mengebom Guangzhou lebih dari setahun.

Bagaimanapun...

tetaplah kejam.

Jangan sampai emosimu menghalangi rencanamu.

Sepertinya...

aku gagal...

karena kita morat-marit.

Karena di apit dinding bangunan.

Karena dia terlalu berhati-hati.

Sebenarnya...

jika...

bersungguh-sungguh melakukannya,

entah itu dengan pistol,

badik,

atau racun,

dia pasti sudah mati berbulan-bulan lalu.

Aku ragu.

Mungkin aku sengaja.

Aku bahkan tidak tahu...

apa aku mau...

berhasil atau tidak.

Alhasilnya aku gagal.

Karena kubiarkan emosi menghalangi jalanku.

Yang ini tidak ada obatnya.

Dia putus asa.

Kuomintang sangat suka agen wanita.

Seorang wanita seperti dia...

bisa hidup enak.

Setidaknya dia tetap teguh pada cita-citanya.

Dia hidup untuk politik.

Sebaliknya, kita,

mencari nafkah dari politik.

Tapi cinta tak berarti baginya.

Aku tak punya urusan denganmu.

Kita tidak ada dendam.

Aku tidak mau menyulitkanmu.

Aku jelas takkan melakukannya.

Dia menyiksaku.

Itu cuma salah paham.

Kami sedang menanganinya.

Takkan terulang lagi.

Apa yang akan terjadi?

Tergantung kalian berdua.

Aku tidak bermaksud menghakimi.

Meski aku mau,

aku takkan bisa.

Kau mau mengeksekusiku.

Kau harus bicara padanya.

Sepupumu tidak mau melihatku lagi.

Dia pergi ke Nanjing.

Jujur, aku tak mau melihat dia lagi.

Harusnya...

kita saling memahami.

Jika dia mau aku hidup,

aku tak bakalan memohon padanya.

Jika dia mau aku mati,

maka tidak ada gunanya memohon,

tidak ada gunanya menjatuhkan harga diriku.

Mudah sekali memaafkan musuh.

Sulit memaafkan seorang teman...

yang mengkhianatimu.

Mungkin ini sudah takdirku.

Jika itu yang kau pikirkan,

mungkin kau akan merasa lega.

Ini makanan penutup dari ibumu.

Santai saja.

Keberatan memindahkanku ke tempat lain?

Anjing-anjing itu menggonggong.

Aku takut.

Pindahkan dia ke tempat lain.

Apa ada yang bisa kulakukan untuk menyelamatkannya?

Dia memang mau membunuh Menteri.

Dia hampir membunuhnya.

Menteri tidak pantas...

memaafkannya.

Hari ini adalah hari terakhir kita.

Kita harus mengeksekusinya sebelum matahari terbenam.

Apa itu ditandatangani oleh Menteri?

Di tandatangi oleh Presiden Wang.

Pasti menyakitkan baginya.

Dia biasa menulis puisi.

Sekarang, dia menandatangani surat kematian.

Mana yang lebih menyenangkan,

menulis puisi atau membunuh orang?

Aku tidak tahu.

Menteri bilang...

Presiden Wang sudah memutuskan.

Dia tidak dalam posisi untuk bernegosiasi...

karena keterlibatannya dalam masalah ini.

Mohon ampuni dia.

Dia juga bilang..

terlepas dari semua yang sudah kau bunuh,

jika mempertanyakan tentang putusan Nona Jiang,

atau kecantikannya terlalu berharga bagimu,

jalan satu-satunya..

adalah memohon di hadapan Presiden Wang.

Itu kata-kata persisnya.

Aku cuma menyampaikannya.

Aku gak punya pilihan lain.

Dia tahu betul...

aku tidak akan membawanya ke Presiden Wang.

Matahari mulai terbenam.

Terima kasih sudah menyelamatkanku.

Kutinggalkan makanan penutup buatmu.

Mungkin bisa membantu.

Daftar orang-orang penting Jepang di Shanghai

Aku temukan air!

Kapten.

Minumlah air.

Dasar bodoh!

Airnya bau!

Maaf.

10.

9.

8.

7.

6.

Siapa yang melakukannya?

Aku tidak tahu.

Tapi...

siapa pun pelakunya...

yang jelas bukan kami.

Tak seorang pun juga mau membuang mayat busuk...

ke dalam sumur sendiri.

Mayat bau...

5.

4.

3.

2.

1.

MENANGKAN HADIAH DAN BONUS MENARIK LAINNYA.

Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM

Aku tak tahu kau punya minuman.

Ini wiski.

Produk musuh biadab kita.

Tapi ini bagus buat kesehatan.

Semoga sukses dalam perang!

Panjang umur Yang Mulia Kaisar.

Banzai!

Ini tegukan wiski...

dan makan daging kambing pertamaku.

Aku juga.

Begitu juga aku.

Aku juga.

Daging kambing jarang ada sebelum era Meiji.

Sebenarnya, hampir tidak ada daging saat itu.

Dengar-dengar Prancis menyiapkan masakan daging kambing.

Prancis...

musuh terlemah.

Apa pendapatmu tentang masakan Prancis?

Kau pernah mencicipinya?

Belum.

Aku hanyalah seorang prajurit biasa,

bertugas menyediakan air untuk pasukannya.

Tapi kakakku...

adalah pilot kebanggaan "Imperial Air Service".

Dia sering makan makanan Prancis.

Seorang pilot sudah melihat dunia diluar sana.

Dia bahkan menamai anjingnya Roosevelt.

Omonganmu ngawur.

Di mana kakakmu sekarang?

Saat hujan di bulan September 1938,

dia, bersama wingman-nya...

dan Roosevelt,

kembali dari pengeboman Guangzhou.

Mereka jatuh ke laut.

Ayolah.

Jika kakakmu seorang pilot,

maka aku bisa jadi Roosevelt.

Jika kau Roosevelt,

maka aku Pangerannya.

Jujur saja...

kalian tahu aku mirip siapa?

Siapa?

Aku tidak tahu.

Aku tahu.

Angkatan Laut Kekaisaran menyerang Pearl Harbor beberapa jam yang lalu.

Jepang menyatakan perang terhadap Inggris dan Amerika Serikat.

Kami tak bisa memberitahumu sebelumnya.

Pasukan Ekspedisi China...

akan mengambil alih Konsesi.

Kekaisaran Jepang menyatakan perang terhadap Inggris dan Amerika Serikat.

Tgl 8 Desember 1941 menyerang Pearl Harbor

Jepang akan mengambil alih Konsesi.

Semua perwira polisi militer yang bukan orang Jerman atau Italia...

harus meletakkan senjata...

dan menyerah pada Tentara Kekaisaran.

Semua orang asing selain orang Jerman dan Italia..

harus segera pindah ke kamp yang sudah ditentukan.

Tiga tahun tujuh bulan sebelum Jepang menyerah

Semua barang bawaan tidak boleh...

Tunggu.

Tunggu.

Tanggal 10 November 1941 Presiden Wang meninggal dunia

Presiden Wang meninggal tanggal 10 November...

di Rumah Sakit Universitas Imperial Nagoya.

Peti mati sudah dikirim dari Fasilitas Penerbangan Angkatan Laut Atsugi...

ke Nanjing oleh angkatan udara.

Atas nama Kaisar Jepang,

Perdana Menteri Fumimaro Konoe,

Jenderal Tojo Hideki,

dan Jenderal Anami Korechika...

hadir dalam acara perpisahan tersebut.

Saat pesawat lepas landas,

mereka tetap tinggal.

Kutugaskan seseorang ke Chongqing.

Katanya aku bisa menebus kesalahanku.

Aku akan mewakili Chongqing..

untuk mengadakan perundingan rahasia dengan Tentara Jepang.

Jika berjalan sesuai rencana,

pasukan Jepang akan memindahkan pasukannya....

ke pulau-pulau di Pasifik Selatan.

Lalu Chongqing bisa..

fokus menangani Komunis.

Apa yang sedang kau pikirkan?

Tidak ada.

Aku agak khawatir.

Kau bisa saja terbunuh.

Di masa penuh gejolak ini,

suatu saat nanti orang-orang akan mati juga.

Kau tak mau menyerahkan Manchuria.

Kami menolak bekerja sama dengan pemerintahan Wang.

Memikirkan martabat Tn. Chiang...

dan kesalahpahaman masyarakat.

Kalau memang kami harus kembali ke keadaan sebelum tahun 1937...

untuk apa kau menyatakan perang?

Apa yang sudah kita perjuangkan selama ini?

Relakan saja.

Bagaimana menurutmu?

Kami akan kesampingkan masalah tentang Manchuria.

Kau bisa tarik pasukanmu...

kapan saja.

Itu tawaran yang amat murah hati kami.

Mereka mau kabur dari Tiongkok.

Negosiasi itu menjanjikan.

Daftar orang-orang penting Jepang di Shanghai

Apa kabar?

Baik.

Malam.

Malam.

Serius

Kalian tidak tahu aku mirip siapa?

Aku tidak tahu.

Untuk persahabatan beberapa hari ini.

Aku akan menceritakannya ke kalian.

Aku di Shanghai untuk latihan.

Sebagai pangeran,

yang akan segera berangkat.

Tapi...

aku pasti..

merindukan kalian semua.

Yang Mulia, tolong ikuti aku. / Baik.

Mana tulang iganya?

Hei, mana tulang iganya yang kami pesan?

Cepatlah.

Aku tidak tahu kalau kau pesan iga.

Ujung-ujungnya...

aku cuma makan sedikit.

Pangeran Oyama, anggota pengganti Kizokuin,

meninggal karena kecelakaan di Fengxian, Shanghai.

Aku harus lakukan bunuh diri untuk meminta maaf.

Jangan lakukann itu.

Orang yang berpikir untuk bunuh diri tidak mengatakannya dengan lantang.

Jepang tidak datang.

Tidak akan ada negosiasi.

Makan malamnya sudah siap.

Panggil adikmu

Makan malam sudah siap.

Ayah belum bicara....

sepatah kata sejak tadi pagi.

Apa yang terjadi?

Dulu kita adakan pesta ulang tahun yang besar.

Sekarang, cuma kita.

Dan kita harus lakukan diam-diam.

Apa karena kau bekerja untuk orang Jepang?

Mana yang lainnya?

Kau tidak tahu lagu-lagu riang?

Memang beda dengan lagu ketentaraan,

puisi Jepang biasanya begitu sedih.

Silakan lanjutkan tanpa kami.

Silahkan.

Mungkin aku tak ditakdirkan jadi agen.

Tapi...

ada satu aturan mudah.

Yang tidak ikut dalam pembunuhan akan dicurigai.

Apapun alasannya.

Dia bilang...

hari ini hari ulang tahun ayahnya.

Menteri juga tidak membunuh.

Dia berbeda.

Dia tak butuh senjata untuk membunuh.

Yang lainnya tampaknya sedang mencari jalan keluar.

Aku bukan aset bagi mereka.

Aku cuma bisa berjalan sampai ujung jalan.

Mungkin aku bisa membunuh saat dalam perjalanan.

Kau benar soal satu hal.

Kau aset bagiku.

Tapi...

waktu kita hampir habis.

Bahkan untuk balas dendam.

Ini makin memanas.

Kau harus hentikan ini.

Kau tak perlu ikut.

Kami membunuh orang Jepang...

dan para pengkhianat.

Apa kau bisa bunuh mereka semua?

Selama mereka tinggal di tanah kami,

kami akan terus berjuang.

Jangan lupa kita sudah bertunangan.

Itu sudah lama sekali.

Itu sebelum tahun 1937.

Sudah lama aku melupakannya.

Aku membencimu saat kau mulai berpakaian rapi.

Saat kami memihakmu,

disaat kemenangan kami tiba,

kami akan membangun dunia sederhana.

Dunia untuk pekerja.

Aku sendiri...

aku bisa cari pasangan baru.

Bisa jadi dia seorang buruh...

atau intelektual.

Mari bicarakan ini dulu.

Mati saja kau.

Berhenti.

Kau mau apa?

Kenapa...

pakai tanya segala?

Tentu saja, aku akan menumpas habis kalian semua.

Lepaskan.

Lepaskan.

Maaf.

Malam-malam begini,

tak ada yang akan mendengarmu.

Orang-orang di rumah, pada tidur.

Lihat dirimu.

Kau cantik.

Jujur...

aku sangat menyukaimu.

Tapi...

kau istri temanku.

Itu akan lebih mudah...

jika aku...

membunuhmu sekarang.

Atau

aku bisa...

Katanya kau mengamuk kemarin...

dan melukai orang Jepang.

Kenapa?

Aku kesal sekali.

Kesal.

Lihat dirimu. Kau sudah dewasa.

Ada apa?

Apa karena seorang gadis?

Kok bisa tahu?

Kau sudah dewasa.

Masalah cewek itu hal biasa.

Aku tanya, kok bisa tahu?

Cuma tebak saja.

Kenapa?

Daftar Orang Hilang

Pakaiannya robek dan bekas penganiayaan"

Ini tentang kematian Pangeran.

Pergilah periksa dermaga.

Dermaga disusupi.

Aku bisa saja pergi.

Tapi aku tak mau meninggalkanmu sendirian.

Aku sudah muak.

Sudah sangat lelah menjalaninya.

Aku bertahan disana...

karena kau.

Aku tahu...

setiap hari...

kau menungguku.

Aku tidak menunggumu.

Aku cuma melakukan tugasku.

Lagipula, aku sudah bersuami.

Suami?

Kapan?

Aku sudah tinggal bersamamu lima tahun lamanya.

Aku tidak tahu kau sudah bersuami.

Di saat-saat seperti ini,

meski kau sudah bersuami,

dia pasti sudah mati.

Atau...

dia sudah melupakanmu.

Apa maksudmu?

Aku orangnya lemah.

Tak bakalan bisa aku bertahan dengan perubahan.

Aku lahir di Guangxi.

Ketika ayahku meninggal,

dia meninggalkanku sebidang tanah.

Lokasinya di gunung.

Kau bisa lihat Sungai Lijiang dari sana.

Demi revolusi,

dan sejarah kita,

aku sudah berikan kontribusi yang adil.

Di Nanjing,

aku kenal seseorang pejabat tinggi.

Mereka bisa menjamin keselamatan kita.

Apa ini Menteri Tang?

Aku Zhang.

Mungkin kau sudah lupa aku.

Aku mengenali suaramu.

Belum terlambat untuk berpindah haluan.

Aku punya informasi

Aku juga tahu...

sesuatu tentang bangsawan tinggi.

Biar aku tangani.

Aku lebih suka kau menghadapinya sendiri.

Karena ada mata-mata di agensimu.

Siapa?

Aku belum tahu.

Katanya dia tahu sesuatu tentang Pangeran.

Dia juga bilang...

ada juga agen mereka di antara kita.

Tempatkan dia di hotel Distrik Hongkou.

Aku akan suruh seseorang untuk menjemputnya.

Pergilah.

Jangan beri tahu orang lain.

Ini jangan sampai bocor,

buat jaga-jaga.

Bisa-bisanya kau miliki...

senjata Nona Chen?

Kami bertengkar.

Jadi kau...

Aku cuma ambil senjatanya.

Boleh kulihat?

Tn. Zhang.

Kau kidal?

Tangan kananku terluka.

Gemetar.

Aku sering gunakan tangan kiriku.

Ini salam perpisahanku.

Tapi permohonan pengunduran diriku...

ditolak.

Karena insiden Pangeran,

mungkin mereka menginginkanku dimakamkan di Cina.

Tapi aku tidak akan mati di sini.

Karena orang yang rendah diri....

lebih berhati-hati.

Pemerintah Chongqing...

akan mengikuti Konvensi Jenewa,

dengan lebih hati-hati dari negara-negara Barat.

Jadi, aku tak...

perlu khawatir.

Aku bisa menikmati hak-hak khusus.

Jadi... mungkin kita akan bertemu lagi.

Mungkin aku akan kembali ke China...

sebagai Duta Besar yang ramah.

Jangan kembali.

Katanya kau bersama Ishihara...

bukannya Tojo.

Mereka semuanya sama saja bagi kami.

Mereka penjahat perang.

Apa yang kau lakukan?

Udaranya makin dingin.

Aku memakainya terlalu sedikit.

Kau kedinginan?

Koranmu tertinggal.

Apa maksudmu?

Aku pergi dulu.

Tunggu.

Kau lupa koreknya.

Sepupu.

Kenapa kau membunuhnya?

Dia seorang Komunis.

Dinas rahasia bisa dibubarkan.

Rumor beredar.

Sudah berapa lama kau di Shanghai?

Kayaknya sudah 5 tahun.

Kau sudah lama tinggal disini.

Kau izinkan sepupumu pergi.

Tidak masalah.

Ada orang lain yang tidak akan mengizinkannya.

Yang lebih radikal.

Kau akan menghentikannya?

Aku menerima semua kekalahan.

Dan aku menghormati semua kemenangan.

Aku memandu jalanku sendiri.

Dia hanyalah sepupu.

Kenapa aku harus menghentikannya?

Mungkin aku bisa memberitahunya...

dia akan kemana?

Jadi....

tak peduli siapa yang menang,

kau tidak pernah kalah.

Kau mengira dia seorang Komunis?

Aku tahu banyak hal.

Tugasku adalah memilih waktu yang tepat...

untuk memberi tahunya kalau aku tahu.

Berhati-hatilah dengan orang-orang yang berkuasa dan prioritas.

Jika aku jadi kau,

aku akan sangat berhati-hati.

Sejarah mengajarkan kita...

"Fence-sitters" tak akan berakhir dengan baik.

Ini untuk kita, kan?

Tidak apa-apa.

Masih ada kesempatan.

Kita hadapi bersama-sama.

Dengarkan.

Sebentar lagi,

apapun yang terjadi,

jangan keluar.

Kita hadapi ini bersama.

Kumohon.

Kita hadapi bersama-sama.

Kunci pintunya.

Kunci pintunya.

Direktur ada sama kami.

Istrinya,

Ny. Chen.

di bunuh di tempat.

Aku yakin Menteri...

akan menangani masalah ini.

Aku tidak mau ikut campur.

Semoga aku tak pernah...

melihat dia lagi.

Aku tahu aku bisa mempercayaimu.

Kerja bagus.

Terima kasih atas kerja kerasmu.

Dengan senang hati.

Aku tidak akan menyesali kematianku.

Tapi sayang sekali...

sekeras apapun kita berusaha,

apa yang hilang akan hilang.

Akhirnya kau tersadar.

Kita harus hadapi kenyataan.

Kekaisaran Jepang...

akan kehilangan miliknya di laut Pasifik...

Asia Timur

dan Asia Selatan.

Kita akan kehilangan semua yang pernah kita tempati.

Tidak apa-apa.

Semuanya sama saja.

Tapi...

Kekaisaran akan selalu memiliki Manchuria.

Manchuria...

adalah mukjizat Kekaisaran.

Masuk akal.

Akhirnya kita kembali ke masa tahun 1931.

Tolong percayalah.

Manchuria adalah benteng terakhir kita.

Manchuria tak bisa ditembus.

Semoga saja.

Begitulah.

Aku bisa tunjukkan petanya.

Karena Manchuria sudah diberikan padaku.

Aku akan membawamu bersamaku.

Semoga sukses dalam perang!

Panjang umur Kaisar!

Surat Pelantikan Direktur

Menteri Tang hilang lebih sebulan

Rumor mengarah pada eksekusi rahasia

15 Agustus 1945 Jepang menyerah

Aku tak tahu kau merokok?

Jenderal Yasuji Okamura mengirim surat mau mengunjungiku.

Aku benar.

Bukan cuma menikmati keistimewaan,

tapi aku juga direkrut.

Direkrut?

Rahasia.

Tn. Chiang meminta Jenderal agar tetap tinggal.

Untuk melatih para tentara.

Dan melawan Komunis.

Aku ada dalam daftar Jenderal.

Jadi mereka mendatangiku.

Namun,

aku tolak.

Kenapa?

Kekaisaran kehilangan Manchuria.

Ketertarikanku dalam politik juga hilang.

Serasa kehilangan semangat.

Saat ini,

semuanya terasa sia-sia.

Aku mau kembali ke Jepang.

Aku bisa bertani.

Aku punya tanah di negara itu.

Atau tak berbuat apa-apa.

Atase...

menghargai keputusanku.

Dia akan laporkan ke Pemerintah pusat...

dan memprioritaskan pemulanganku.

Bisa jadi ini...

terakhir kalinya aku mengenakan seragam.

Tunggu.

Ada apa?

Tunggu.

Tunggu sebentar.

Kau tak bisa melepasnya.

Kau harus tetap memakainya.

Seragam..

itu akan membedakanmu di keramaian.

Kau tak bisa begitu saja...

melepasnya...

dan menjadi petani.

Kau ini bicara apa? / Ada satu lagi....

yang mau kuceritakan denganmu.

Pasukan Kwantung dibubarkan.

Manchuria jatuh dengan sekejap.

Semua karena kau dan...

peta tata letak yang kau berikan pada kami.

Nona, kopimu.

Aku gak mesan.

Ada yang memesannya untukmu.

Siapa?

Tadi dia ada disini.

Mungkin sudah pergi.

Silakan di minum.

Terima kasih.

Terima kasih.

Terima kasih.

Kau dari Shanghai?

Ya.

Baru sampai?

Tidak.

Aku sudah lama tiba.

Tahun ke-26 Pemerintahan Republik.

Aku langsung datang setelah Shanghai berperang.

Itu memang sudah lama.

Kau beruntung.

Kau tinggal jauh dari kekacauan.

Kami kemari sejak tahun 1940-an.

Aku belum pernah melihatmu sebelumnya.

Aku belum tinggal di sini waktu itu.

Aku di tempat lain.

Di mana saat itu?

Kowloon Tong.

Sudah jelas.

Kowloon Tong jauh lebih bahaya.

Kau makan sendirian.

Kau ada keluarga?

Kau selalu diterima di sini.

Aku punya seorang putra. Dia masih di Shanghai.

Usianya sedikit lebih tua.

Aku sudah lama tak bertemu dengannya.

Selamat tinggal.

Sesuatu yang menurutku...

harus kulakukan hari ini.

Kurasa aku tak bisa menghadapinya lagi.

Tapi kita harus ambil kesempatan ini

supaya mereka lebih memercayaimu.

Semoga kau bisa bertahan sampai saat-saat terakhir.

Jaga dirimu.

Jaga dirimu.

DITERJEMAHKAN | YOYONG MASAMBA

Kenapa kau membunuhnya?

Dia seorang Komunis.

Aku juga komunis.

MENANGKAN HADIAH DAN BONUS MENARIK LAINNYA.

Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.