Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
♪Malam yang gelap, bulan yang basah, dan darah yang dingin♪
♪Menelanjangi sepasang mataku yang takut akan cahaya♪
♪Yang terang, yang hangat, aku hanya bisa♪
♪Menebak melalui intuisiku♪
♪Ah, cinta yang menaklukkan dunia bagai batu giok yang menciptakanku♪
♪Ah, rasa cinta melekat erat♪
♪Aku tidak takut pada dunia ini♪
♪Bagaimana perlakuan semua makhluk padaku♪
♪Menerobos, berjuang melepaskan diri♪
♪Dari mana membedakan baik dan buruk♪
♪Ada kalanya diriku rapuh♪
♪Memulihkan luka dengan kecupan cinta♪
♪Keberadaanku♪
♪Duri tidak akan mematahkan sayapku♪
[Hingga Akhir Waktu]
[Episode 1]
[Dewa Iblis merupakan jelmaan dosa dunia.]
[Membawakan bencana dan kematian.]
Selamat jalan, Dewa Iblis.
[Sekte Xiaoyao, Gunung Tidak Bersinar]
Yang Mulia,
kita sudah sampai.
Yang Mulia.
Yang Mulia,
di sana adalah Sekte Xiaoyao.
Energi Dewa menutupi sinar matahari.
Apakah Cermin Masa Lalu disimpan di sini?
Menjawab Yang Mulia,
cermin ada di Gunung Tidak Bersinar yang terletak di Sekte Xiaoyao.
Saat matahari dan bulan tidak bersinar, langit dan bumi akan gelap.
Tampaknya hal itu akan terwujud hari ini.
Pembatas Sekte Dewa
tidak mampu menahan serangan kecil dari Yang Mulia.
Ayo pergi.
Mari kita lihat pusaka
yang katanya bisa membunuhku.
[Gunung Changze, Sekte Hengyang]
[Sekte Xiaoyao]
[Sekte Hengyang]
Susu.
Kau sudah berjaga seharian di sini.
Pulang dan istirahatlah sebentar.
Kak Gongye,
apakah ayah dan para paman seperguruan sudah pulang?
Ketua Sekte membawa beberapa paman seperguruan
menolong orang di Daerah Mohe.
Sepertinya mereka tidak akan kembali dalam beberapa hari ini.
[Sekte Hengyang]
Dari semua Sekte Dewa,
hanya Sekte Xiaoyao dan Sekte Hengyang yang tersisa.
Berapa lama kita masih bisa melawan?
Berapa banyak yang bisa diselamatkan?
[Andai bisa terpikirkan cara untuk membunuh Dewa Iblis...]
[Puluhan ribu tahun lalu, banyak dewa yang meninggal]
[demi membunuh Dewa Iblis kuno.]
[Kini Dewa Iblis baru tiba-tiba muncul.]
[Kita bahkan tidak tahu nama dan asal usulnya.]
[Bagaimana kita bisa membunuhnya?]
Apakah tidak ada cara lain
untuk menghentikan Dewa Iblis?
[Kini sudah tidak ada dewa lagi di dunia.]
[Kita hanya manusia biasa,]
[sama sekali tidak bisa melukainya.]
Tidak.
Pasti masih ada cara lain untuk membunuh Dewa Iblis.
Meski tidak ada dewa lagi di dunia,
tapi jika bisa menemukan pusaka yang mampu melawan Dewa Iblis,
mungkin ada peluang membalikkan keadaan.
Namun, di mana benda itu
dan namanya saja kita tidak tahu.
Bagaimana kita bisa membunuh Dewa Iblis?
[Sekte Xiaoyao, Sekte Hengyang]
Cahaya Sekte Xiaoyao sudah musnah.
Sekte Xiaoyao sudah diterobos.
[Kemampuan tetua Sekte Xiaoyao hanya seperti itu saja.]
[Mudah sekali ditangkap.]
Yang Mulia,
Cermin Masa Lalu sudah ditemukan.
Namun, cermin ini
tak bisa dibuka dengan Energi Iblis kita.
Kita memerlukan teknik Sekte Dewa.
Sekte Xiaoyao ini tampaknya cukup bagus,
sayang jika hancur begitu saja.
Master Zhaoyou.
Bagaimana jika kau membantuku membuka cermin ini?
Aku akan membiarkan anggota Sekte Xiaoyao tetap hidup.
Bagaimana?
Iblis, bunuh saja jika mau.
Untuk apa mempermainkanku?
Tindakanmu ini lebih rendah dari hewan.
Benar.
Hewan seperti anjing akan senang saat melihat orang yang bisa ia andalkan.
Bahkan babi pun bisa tenang
dan tidak memedulikan hal lain jika diberi makan sekam.
Aku tidak senang maupun tenang.
Memang tidak lebih baik dari mereka.
Kau...
Iblis.
Qu Xuanzi dari Sekte Hengyang di sini.
Aku tidak mengizinkanmu menghina Sekte Dewa seperti ini.
Ternyata semua Sekte Dewa begitu dungu.
Ketua Sekte Qu,
hari ini suasana hatiku sedang baik.
Jika kau bersedia membantuku membuka Cermin Masa Lalu ini,
aku akan melepaskan kalian berdua.
Bagaimana?
Jangan harap!
Pergilah.
Hari ini, hanya dengan menyetujui permintaanku,
barulah kau bisa menyelamatkannya dan membawanya pergi.
Qu,
kau sungguh pantas mati.
Tidak menjaga Sekte Hengyang dengan baik,
malah datang mengantar nyawa kemari.
[Cepat pergi, jangan sampai mati sia-sia.]
Aku datang untuk melihat bagaimana kau dipermalukan.
Qu, apa yang kau lakukan?
[Diam.]
[Bagaimana memancingnya kemari jika tidak begitu?]
Ketua Sekte Qu sangat tidak menaati peraturan.
Inikah yang dinamakan sekte jujur?
Aku tidak perlu bertindak sesuai peraturan
saat berhadapan dengan iblis sepertimu.
[Si Ying, Jing Mie.]
[Kalau dia ingin bermain,]
[kalian temanilah dia bermain.]
Konyol!
Orang seperti kalian ingin menghancurkan Kunci Pengikis Tulang milik Yang Mulia?
Kau sudah mencobanya, jangan buang-buang energi lagi.
Cepat pergi.
Dewa Iblis ada di dalam,
nanti tidak ada yang bisa lolos.
Jangan omong kosong!
Kita hidup dan mati bersama.
Dasar keras kepala.
Cepat hentikan.
Tidak tahu diri.
Cepat pergi!
Aku tidak mau.
Hancurkan.
Makna Xiaoyao.
Hancurkan!
Cukup menarik.
Kau baik-baik saja?
[Kau juga sudah melihat dari Cermin Masa Lalu itu.]
[Bisa melawan Si Ying dan Jing Mie dengan hasil seri.]
[Cukup menarik.]
[Kalau begitu, mari kutemani kalian bermain juga.]
Ini... ini Segel Pemusnah Sumsum.
Yang Mulia.
Yang Mulia.
[Sudahlah.]
[Kalau mau bermain,]
[lebih baik kita bermain dengan gembira]
Tebak siapa yang ingin kupanah lebih dulu?
Orang yang ditandai Yang Mulia dengan Busur Silang Pembantai Dewa
pasti akan mati.
Qu, dahimu...
Sepertinya lumayan menarik juga jika bisa membunuh dua orang sekaligus.
Susu, cepat lari.
Jangan pedulikan kami.
Kau tidak akan mampu melawan mereka.
[Jangan bertarung lama-lama, kita juga cepat mundur.]
Mau kabur?
Tidak semudah itu!
Zhaoyou, kau hebat juga.
Keponakanku yang baik.
Tangkap.
Cepat bawa pergi Cermin Masa Lalu.
Dewa Iblis datang demi barang ini.
Beraninya mempermainkanku.
Cermin Masa Lalu?
Menarik.
Kita berpencar.
Berusahalah untuk bertahan hidup dan berkumpul di Sekte Hengyang.
Ayo!
Kereta Naga.
[Chongyu juga pusaka.]
[Ternyata bisa melukai Dewa Iblis.]
[Cermin Masa Lalu adalah pusaka Sekte Xiaoyao.]
[Dewa Iblis begitu mementingkannya.]
[Jangan-jangan...]
[Ternyata kau.]
Senjata iblis, Pedang Pembelah Langit?
Selama 500 tahun ini,
kau orang pertama yang berhasil melukaiku.
Kau layak jadi orang yang kubunuh dengan Pedang Pembelah Langit milikku.
Dewi,
cepat kembalikan Cermin Masa Lalu padaku.
Cermin Masa Lalu adalah benda milik Sekte Dewa.
Jika kau ingin ambil, lebih baik bunuh saja aku.
Hari ini,
aku akan membunuh semua anggota Sekte Dewa
agar tidak ada lagi jasad dewa yang
tertinggal di empat benua dan tiga alam.
Dewi,
kukira kau lumayan hebat.
Sekarang tampaknya kemampuanmu biasa saja.
[Cermin Masa Lalu.]
[Ayah.]
[Aku... aku tidak bisa kembali lagi.]
Apa yang ada di antara alismu?
[Cermin Masa Lalu.]
[Ini...]
[Ternyata darahku bisa membuka Cermin Masa Lalu.]
[Li Susu.]
[Siapa kau?]
[Mengapa kau bisa tahu namaku?]
[Tidak penting siapa diriku.]
[Namun, identitasmu]
[sangatlah penting bagi dunia ini.]
[Aku?]
[Benar.]
[Alasan Dewa Iblis ingin merebut Cermin Masa Lalu]
[karena cermin itu mampu mengubah takdir]
[jika dipegang oleh orang yang ditakdirkan untuknya.]
[Sementara kau]
[adalah orang yang ditakdirkan itu.]
[Mengubah takdir?]
[Benar.]
[Dewa Iblis tidak terlahir sebagai iblis.]
[Masa lalu adalah satu-satunya kelemahannya.]
[Lalu, aku harus bagaimana?]
[Lihatlah dengan hatimu.]
[Ingatlah dia.]
Menggonggonglah seperti anjing.
Ayo bicara.
Tantai Jin.
Kau bisu, ya?
Aku berbicara denganmu.
Bicara!
Dasar tidak berguna.
Benar.
Melawan pun tidak bisa.
[Dewa Iblis.]
Bahkan, anjing pun lebih ganas darimu.
Kau hanya bisa dipukul oleh kami.
Benar.
[Ini adalah kehidupan lalu Dewa Iblis.] Pukul dia.
Pukul dia.
[Pada 500 tahun lalu, dia itu manusia] Pukul dia.
[yang tinggal di Istana Kerajaan Sheng.]
[Namun, karena terlahir dari janin iblis,]
[kekuatan kebangkitan Dewa Iblis terus terakumulasi.]
[Li Susu.]
[Tidak ada waktu lagi.]
[Kini Dewa Iblis sudah muncul di dunia.]
[Namun, jika saat itu dia tidak bisa menjadi iblis,]
[maka hari ini bencana yang menghancurkan dunia tidak akan terjadi.]
[Ingatlah orang yang akan kau cari.]
[Cepat kembali ke Sekte Hengyang, aktifkan Formasi Penghancur Cahaya.]
[Ini satu-satunya cara untuk membalikkan keadaan.]
[Dewa Iblis yang sekarang sudah tidak bisa dikalahkan.]
[Selama kembali ke saat sebelum dia menjadi iblis...]
[Inilah satu-satunya peluang.]
Jangan harap bisa melukainya.
Jangan bunuh dia!
Kak Gongye!
Susu, jangan pedulikan aku.
Ambil Cermin Masa Lalu, cepat kembali ke Sekte Hengyang.
Tidak, aku tidak akan pergi!
Tak akan kubiarkan kau menangkapnya.
Dewa Iblis,
apakah kau takut mati?
Tidak!
Susu.
Susu.
Mengapa hanya kau yang kembali?
Mana Jiwu?
Ayah.
Lihat ini.
[Bahkan, anjing pun lebih ganas darimu.]
[Kau hanya bisa dipukul oleh kami.]
[Benar.]
[- Pukul dia.] [- Pukul dia.]
[Pukul dia.]
[- Pukul dia.] [- Pukul dia.]
[Pukul dia...]
Cerminnya sudah hancur,
hanya ini yang bisa terlihat.
Setidaknya kita tahu
Dewa Iblis bukan terlahir sebagai iblis.
Saat berumur belasan tahun,
dia masih manusia biasa yang lemah.
Jika kita kembali ke masa lalu dengan formasi ini
dan membunuh Tantai Jin sebelum dia menjadi iblis,
maka kita bisa memutus takdir kemunculan Dewa Iblis di dunia.
Ayah.
Biarkan aku yang pergi.
Kau?
Boleh juga.
Susu yang merebut cermin ajaib
dan membuatnya menampilkan kehidupan lalu.
Ini adalah takdir Susu.
Susu, ingatlah.
Tantai Jin terlahir dari janin iblis.
Ada tulang iblis di tubuhnya.
Jika jasmaninya mati,
tulang iblisnya akan bangkit.
Dia akan segera berubah menjadi iblis.
Jadi, kau harus memikirkan cara
untuk menghancurkan tulang iblisnya dulu
agar bisa benar-benar membunuhnya.
[Aku datang mengambil Cermin Masa Lalu.]
[Anggota Sekte Hengyang]
[masih tidak keluar menyambutku?]
Dewa Iblis datang, kerahkan formasi!
Zhaoyou, aktifkan Formasi Penghancur Cahaya.
Antar Susu kembali ke saat sebelum Dewa Iblis menjadi iblis.
[Puluhan ribu tahun lalu, para dewa pernah membuat Formasi Penghancur Cahaya]
[dan diwariskan secara turun-temurun oleh Ketua Sekte di Sekte Xiaoyao.]
[Formasi baru boleh diaktifkan pada saat yang ditentukan.]
Qu, waktunya sudah tiba.
Apa lagi yang kau tunggu?
Tunggu.
Paman Zhaoyou, waktu apa?
Ayah.
Pada saat para dewa meninggal, mereka meninggalkan ramalan.
Di hari kehancuran Sekte Dewa,
akan ada yang memasuki Formasi Penghancur Cahaya
untuk menciptakan kembali masa lalu dan masa depan.
Sekte Dewa hancur?
Paman Zhaoyou, cepat hentikan.
Ayah!
Ayah!
[Susu.]
[Jika ada kesempatan untuk mengubah]
[takdir kemunculan Dewa Iblis di dunia,]
[maka akan ada peluang bagi makhluk hidup untuk selamat.]
[Memasuki Formasi Penghancur Cahaya dan bertahan hidup adalah takdirmu.]
[Bertaruh nyawa menjaga Sekte Dewa]
[adalah takdirku dan Paman Zhaoyou.]
[Selamat tinggal, Susu.]
[Jaga dirimu baik-baik di sana.]
Murid-murid Sekte Hengyang, dengarkan perintah.
Baik.
Keselamatan empat benua bergantung pada usaha kita kali ini.
Hari ini, semua anggota Sekte Hengyang bertaruh nyawa menjaga Aula Mingwu.
Selama sekte kita tidak musnah, pembatas tidak akan hancur.
Bentuk formasi!
Kalian benar-benar keras kepala.
Ayah!
Susu, tidak sempat lagi.
Kau harus segera kembali.
Satu-satunya peluang untuk memperbaiki keadaan adalah kau harus kembali.
Aku akan mengantarmu kembali ke Negara Sheng di 500 tahun lalu.
Ingat.
Apa pun yang kau lihat, jangan menoleh.
Empat benua dan tiga alam bergantung padamu,
mengerti?
Giliranku.
Busur Silang Pembantai Dewa.
Jangan.
Jangan.
Jangan!
Ayah!
Tantai Jin.
Aku pasti akan membunuhmu.
Mengapa langitnya berwarna biru?
Nona.
Nona, mengapa kau jadi bicara sembarangan?
Nona.
Nona, apa kepalamu terbentur saat jatuh?
Nona.
Nona, sadarlah.
[Ingatlah orang yang akan kau cari.]
[Pikirkan cara untuk memutus takdir kemunculan Dewa Iblis di dunia,]
[maka semua makhluk akan mendapat hidup baru.]
Nona.
[Ayah, Paman Zhaoyou.]
[Aku benar-benar sudah kembali ke masa lalu.]
[Tunggu aku.]
[Susu.]
[Ayah percaya padamu.]
[Kau pasti berhasil melakukannya.]
Tunggu aku.
Nona.
Nona, sadarlah.
Nona.
Itu...
Permisi.
Bisakah kau memapahku?
Kepalaku agak pusing.
[Aku harus cari tahu situasi saat ini dulu.]
Itu... siapa namamu?
Nona.
Aku Chun Tao.
- Chun Tao? - Otakmu sungguh rusak karena terbentur.
Tuan Besar akan menghukumku jika dia tahu hal ini saat kita kembali.
[Tampaknya kini aku terlahir di keluarga kaya.]
Chun Tao, kau benar.
Tadi aku terjatuh,
jadi tidak ingat apa pun.
Bisakah kau membantuku?
Nona,
langsung katakan saja
kau ingin Chun Tao melakukan apa.
Cara bicaramu ini sangat menakutkan.
Nona bahkan tersenyum padaku.
Chun Tao,
cepat beri tahu aku.
Apa nama lengkapku dan siapa orang tuaku?
Nona, margamu Ye, namamu Xiwu.
Kau Nona Kedua di Kediaman Jenderal yang dilahirkan dari istri sah.
Aku sudah ingat.
Lalu, sedang apa kita di alam liar ini?
Aku tidak ingat lagi, kepalaku sakit sekali.
Nona.
Hari ini kita datang untuk bersembahyang di Kuil Cishou.
Namun, selesai bersembahyang,
Nona bersikeras ke belakang gunung untuk melihat pemandangan.
Di tengah perjalanan, kita bertemu dengan sekelompok perampok.
Mereka ingin merampok dan melakukan pelecehan.
Jadi, apakah mereka berhasil?
Tidak.
Kita lari ke sini dengan panik,
lalu Nona terjatuh dari lereng itu
dan pingsan.
Jadi, kita sedang kabur dari kejaran perampok?
Lalu, kita sudah berhasil kabur?
Cepat lihat, gadis kecil itu di sana.
Ayo.
[Gawat.]
[Aku tidak bisa terbang dengan tubuh manusia biasa.]
Nona, apa yang kau lakukan?
Tidak ada, kakiku kebas, jadi aku mengentakkan kaki.
Lari!
Gadis Kecil, jangan lari lagi.
Kau tidak akan bisa lari.
Nona Kedua, jangan lari lagi.
Nona Kedua, kau tidak akan bisa lari.
Cepat cari tempat untuk sembunyi.
Baik.
Sudahlah, kau sembunyi di belakangku saja.
Baik.
Nona.
Terima kasih telah melindungi Chun Tao.
Alangkah baiknya jika otakmu terus begini.
Akan kuusahakan.
Nona Kedua, jangan lari lagi.
Berhenti.
Katakan dengan jujur,
siapa yang mengutus kalian untuk datang mencelakaiku?
Aku bisa mengampuni nyawa kalian.
Nona.
Mengapa kau menanyakan itu?
Tadi dia memanggilku Nona Kedua Ye.
Jelas-jelas dia tahu
aku adalah putri sah di kediaman Jenderal Ye.
Meski bandit gunung ingin merampok dan melakukan pelecehan,
mereka tetap harus tahu asal usul korbannya, 'kan?
Nona.
Kau menjadi pintar sekali setelah kepalamu terbentur.
Jadi, kalian ingin melawan sampai akhir?
Saudara-saudara, tangkap dia!
Ayo pergi!
[Ye Xiwu, apakah kau sama sekali tidak bisa bela diri?]
[Apa biasanya kau tidak pernah berlatih?]
[Li Susu.]
[Empat benua dan tiga alam sedang menunggumu.]
[Apakah aku akan mati sebelum menyelesaikan misiku?]
[Harpa Chongyu terikat dengan hidupku.]
[Aku pasti bisa memanggilnya.]
[Aku harus memanggilnya.]
Chongyu!
Chong... chong apa?
Nona.
Liontinmu jatuh.
[Sialan.]
[Kini aku hanya manusia biasa,]
[sama sekali tidak punya basis kultivasi.]
[Aku bahkan tak bisa memanggil senjataku.]
[Benar-benar harus mengandalkan diriku sendiri.]
Nona...
Nona.
Cepat jalan...
Kakak Pertama.
Kakak Pertama!
Nona Kedua mohon jaga sikap.
Kakak Pertama.
Gongye Jiwu.
Kau memanggilku apa?
Pangeran...
Pangeran, Anda baik-baik saja?
Nona Kedua Ye?
Mengapa kau lagi?
[Dia bukan kakak pertama.]
Pangeran Keenam,
hari ini kepala Nona bermasalah karena terbentur saat jatuh.
Dia agak linglung.
Mohon dimaklumi.
Nona Kedua,
jangan bersandiwara lagi.
Seumur hidup ini, Xiao Lin hanya menyukai Ye Bingchang.
Aku tidak akan menyukaimu.
Tadi aku menolongmu hanya demi menegakkan keadilan.
Jagalah dirimu dengan baik.
Aku pamit.
[Ini sudah bukan 500 tahun mendatang.]
Namanya Xiao Lin?
Benar.
Tidak masalah Nona melupakan ayah dan ibumu,
mengapa Nona bahkan bisa melupakan Pangeran Keenam?
Kalau begitu, katakanlah.
Siapa dia?
Pangeran Keenam adalah satu-satunya putra sah Kaisar.
Dia menjadi harapan terbesar masyarakat.
Dia dipanggil Pangeran Bunga Kamelia. [*Bermakna suci dan baik]
Lalu, apa maksud "menyukai"
yang dia katakan tadi?
Jangan dicari tahu lagi jika Nona sudah lupa.
Lupakan saja semuanya.
Tidak apa-apa, katakan saja.
Bukankah sebelumnya
cinta Nona bertepuk sebelah tangan pada Pangeran Keenam?
Namun, kini Pangeran Keenam
akan segera menjadi kakak iparmu.
Aku menyukainya?
Semua orang di Kota Sheng pun tahu.
Jadi, Ye Bingchang yang dia katakan tadi
adalah kakakku?
Beberapa hari lalu, Pangeran Keenam mengunjungi Nona Pertama
di kediaman kita.
Nona tidak senang,
lalu Nona mendorong Nona Pertama ke danau.
Pangeran Keenam sedang marah karena masalah ini.
Maklumi saja jika ucapannya terlalu kasar.
[Mendorong ke danau?]
[Ye Xiwu, kau sungguh tidak bermoral.]
Lalu, apakah kakakku baik-baik saja?
Kabarnya dia masuk angin,
tapi dia baik-baik saja.
Hanya saja, Nona, sikapmu hari ini sangat berbeda dari biasanya.
Nona bersikeras ke luar kota untuk mendoakan berkat bagi Nona Pertama.
Nona Kedua.
Berhenti.
Nona Kedua, bagaimana?
Apa yang bagaimana?
Jangan kemari.
Bagaimana sandiwara kami?
Tadi kami tidak membuatmu ketakutan, 'kan?
Nona yang berpesan,
akan lebih baik jika kami makin galak.
Nona Kedua, jangan mengelak.
Nona yang bilang,
jika kami memancing Pangeran Keenam datang menolong,
Nona akan memberi kami tambahan 10 tael perak lagi.
Lihat, Nona sudah bertemu dengannya, juga sudah mengobrol hari ini.
Nona juga sudah mendekatinya.
Sudah saatnya membayar kami, 'kan?
Nona.
Chun Tao tidak akan membocorkan hal ini.
[Ye Xiwu.]
[Kau benar-benar tidak bermoral.]
Nona, ingatlah dengan baik.
Ayahmu adalah jenderal tertinggi di Negara Sheng.
Semasa hidup, ibumu adalah Putri Agung Rong'en.
Nenekmu adalah Tuan Putri Pertama.
Semua anggota keluargamu adalah
bangsawan di Negara Sheng.
Aku tahu, sudah hampir kuhafal.
Namun, saat masuk ke rumah nanti,
ingatlah untuk membantuku.
Jangan sampai Tuan Besar bahwa aku jatuh dan terbentur.
Nona tenang saja.
Chun Tao akan mengatasinya.
[Kediaman yang sangat mewah.]
[Kemampuan reinkarnasi memang sangat penting.]
[Entah di mana Dewa Iblis sekarang.]
Chun Tao.
aku mau cari tahu tentang seseorang darimu.
Mungkin kau tidak pernah mendengar nama orang ini.
Kemungkinan dia tinggal di istana.
Coba Nona katakan dulu.
Namanya Tantai Jin.
Apa kau pernah dengar?
Kau tahu?
Orang ini adalah menantu keluarga kita,
suamimu.
Nona.
Ini adalah taman bunga.
Seharusnya Tuan Tantai Jin masih berada di sana saat ini.
Kita hampir sampai.
[Tidak disangka aku menemukan Dewa Iblis secepat ini.]
[Entah bagaimana kekuatannya pada 500 tahun lalu.]
[Apakah aku bisa membunuhnya]
[dengan tubuh manusia biasa]
[dan tanpa bantuan Chongyu?]
Nona.
Mengapa wajahmu tampak gelisah?
Chun Tao,
katamu sudah setengah tahun Tantai Jin tinggal di sini.
Lalu, apakah kau tahu apa kelemahannya?
Kelemahan?
Maksudnya, hal yang dia takuti.
Nona.
Mengapa kau juga melupakan hal ini?
Yang paling Tuan takuti di rumah ini
adalah Nona.
[Dewa Iblis bukan terlahir sebagai iblis.]
[Saat berumur belasan tahun,]
[dia masih manusia biasa yang lemah.]
[Tampaknya ucapan Dewa yang ada di Cermin Masa Lalu]
[memang tidak salah.]
[Tantai Jin]
[masih merupakan manusia biasa.]
[Sebaiknya sekarang kutemui dulu]
[Dewa Iblis yang belum menjadi kuat ini.]
[Waktu dan tempat Formasi Penghancur Cahaya juga tidak salah.]
[Mudah sekali menemukannya.]
[Tampaknya langit pun sedang membantuku.]
[Dialah Tantai Jin.]
[Janin iblis.]
[Dia terlihat sangat lemah.]
[Apakah dia sungguh akan menjadi Dewa Iblis?]
[Jika dia bukan bernama Tantai Jin,]
[dibunuh pun aku tidak percaya]
[dia adalah Dewa Iblis di masa depan.]
Kau...
Aku...
Nona Kedua mau bilang apa?
[Dengan membunuhnya,]
[maka bisa mengubah takdir pembantaian empat benua dan tiga alam]
[akibat kemunculan Dewa Iblis.]
[Namun, Ayah sempat bilang sebelum membuka formasi...]
[Susu,]
[Tantai Jin terlahir dari janin iblis.]
[Ada tulang iblis di tubuhnya.]
[Jika jasmaninya mati, tulang iblisnya akan bangkit.]
[Dia akan segera berubah menjadi iblis.]
[Jadi, kau harus memikirkan cara untuk menghancurkan tulang iblisnya dulu]
[agar bisa benar-benar membunuhnya.]
[Jangan gegabah, Li Susu.]
[Tidak boleh membunuhnya sebelum menghancurkan tulang iblis.]
[Namun, di mana tulang iblis itu?]
[Bagaimana menghancurkannya?]
[Makin dilihat, makin terasa aneh.]
[Mungkinkah ada yang salah?]
[Semua ini terasa terlalu mudah.]
[Bahkan, anjing penjaga pintu gunung di Sekte Hengyang lebih galak darinya.]
[Mungkinkah sama halnya dengan Xiao Lin dan Kakak Pertama?]
[Hanya wajahnya yang kebetulan mirip?]
[Tidak bisa, jangan sampai membunuh orang yang tidak bersalah.]
[Aku harus memastikannya dulu.]
Nona, dingin sekali.
Ayo pulang.
Tantai Jin,
ulurkan tanganmu.
Tuan.
Ulurkan tanganmu lebih dekat.
Tantai Jin,
coba cekik aku.
Jangan bergerak.
Tunjukkan ekspresi yang lebih sangar.
Coba.
Nona Kedua,
hukum saja jika kau mau.
Untuk apa mempermainkanku?
Tantai Jin,
aku ingin kau berpikir dalam hati
kalau kau ingin membunuh orang.
Kau ingin membunuhku.
Hari ini, aku akan membunuh semua anggota Sekte Dewa
agar tidak ada lagi jasad dewa.
[Dia orangnya.]
Nona.
Nona.
Nona, ada apa denganmu?
Apakah Tuan mencekikmu terlalu keras?
Nona gemetar terus.
Lebih baik aku antar Nona pulang dulu.
Baik.
Chun Tao,
kita harus menjauh dari orang ini.
Mengapa Tantai Jin berlutut di atas permukaan es?
Nona sudah lupa?
Kau yang menghukum Tuan untuk berlutut tiga hari.
Dia langsung berlutut begitu kusuruh?
Jika tidak?
[Ye Xiwu, kau benar-benar hebat.]
[Kau bahkan lebih galak dari Dewa Iblis.]
Lalu, kenapa aku menghukumnya berlutut?
Aku sudah tidak ingat.
Itu karena sebelumnya
Nona mendorong Nona Pertama ke danau.
Apa hubungannya dengan Tantai Jin?
Saat itu Nona terpeleset
dan ikut terjatuh ke danau.
Pangeran Keenam langsung melompat ke danau
untuk menolong Nona Pertama.
Begitu melihat Pangeran Keenam melompat,
Tuan juga ikut melompat.
Menolongku?
Menolong... Nona Pertama.
Mereka berdua menolong Nona Bingchang,
sedangkan Nona naik ke daratan sendiri.
Nona sangat marah.
Jadi, Nona menghukum Tuan untuk berlutut di depan.
Malam itu salju turun dengan lebat.
Permukaan danau pun membeku menjadi es.
Nona senang melihatnya
dan menyuruh Tuan berlutut di atas permukaan es.
Nona bilang,
"Tantai Jin,
bukankah kau suka pamer kehebatan di danau?
Pamer saja beberapa hari di sana!"
Ini keterlaluan sekali.
Maksudku,
Tantai Jin malah membantu orang luar.
Sungguh keterlaluan.
Nona, jangan dimasukkan ke dalam hati.
Nanti Nona sakit karena marah.
Meski Tuan menyukai Nona Pertama...
Apa?
Maksudmu,
Tantai Jin menyukai Ye Bingchang?
Namun, dia hanya bisa berangan-angan.
Metode dahsyat Nona
telah membuat Tuan punya keinginan, tapi tidak punya nyali.
Dia hanya bisa menyimpannya dalam hati.
Jadi, aku menyukai Pangeran Keenam,
Pangeran Keenam menyukai kakak pertamaku
dan Tantai Jin juga suka kakak pertamaku?
Benar.
[Ye Xiwu,]
[kau dan suamimu sungguh sangat hebat.]
[Setiap hari mendambakan pasangan yang saling mencintai.]
[Bagaimana kalian menjalani hidup selama ini?]
Jika aku menyukai Pangeran Keenam,
mengapa aku bisa menikah dengan Tantai Jin?
Aku tidak tahu tentang ini.
Namun, saat itu
Tuan masih dipanggil Pangeran Tantai.
Kalau dia itu pangeran,
mengapa bisa ditindas sesuka hati olehku?
Sama-sama pangeran, tapi nasib mereka berbeda.
Kabarnya, tahun itu,
saat Tuan menjadi Pangeran di Negara Jing,
dia sangat tidak disukai orang di sana.
Masih kecil saja
sudah dibawa ke Negara Sheng untuk menjadi pangeran sandera.
Ternyata Tantai Jin adalah pangeran sandera dari Negara Jing.
Lalu, kenapa semua orang tidak menyukainya?
Watak Tuan aneh,
wajar saja dia dijauhi.
Namun, agak aneh kalau dibahas.
Kabarnya, ayahandanya itu
terhadap hidup dan mati putranya
sama sekali tidak peduli.
Saat itu, bersenjatakan militer yang kuat,
Negara Jing mengerahkan pasukan di musim gugur untuk mengalahkan Mohe
dan melewati tahun baru di Kota Sheng.
Untungnya ada Tuan Besar.
Bukan hanya menyerang pasukan Negara Jing
sampai mereka ketakutan,
tapi juga terus menyerang hingga ke kampung halaman mereka.
Sungguh berwibawa.
Menurutku,
kebetulan sekali Tuan Tantai Jin
bisa menjadi menantu yang tinggal di kediaman kita,
sehingga dia terhindar dari bencana.
Jika tidak, saat itu
dialah orang pertama yang akan dipenggal oleh kaisar.
[Hingga Akhir Waktu]
♪Keengganan adalah saat mendongak dan bulan tiba-tiba hilang♪
♪Dunia fana adalah mata yang melihat tiga ribu bunga di tengah salju♪
♪Belas kasihan adalah memeluk kupu-kupu saat hancur♪
♪Kesadaran adalah membasuh kenangan dalam air keruh♪
♪Mulai kini tidak akan bertemu lagi♪
♪Aku pernah melihat kata-kata lembut dan bunga yang mekar♪
♪Mataku sembab hingga aku mengigau♪
♪Cinta memanjat beberapa putaran pada genting yang rapuh♪
♪Menyimpan ketakutan yang tak berujung♪
♪Aku bersulang untukmu yang sudah menunggang kuda sangat jauh♪
♪Meyakini diriku pernah dicintai untuk sesaat♪
♪Melepaskan seluruh tubuh dari hal buruk♪
♪Ketulusan bagaikan cahaya bulan yang sempurna♪
♪Dengarkan bunga yang bernapas♪
♪Seperti makhluk hidup yang makmur♪
♪Tidak peduli berapa lama kau berjalan, debu bintang dan badai pasir♪
♪Cahaya bulan adalah pelindung bagiku♪
♪Aku bersulang untukmu yang datang dengan bekas luka♪
♪Coba jalani hidup dengan lembut♪
♪Melepaskan seluruh tubuh dari hal buruk♪
♪Menggenggam pengulangan cinta yang pernah dibenci♪
♪Hidup sederhana dan bermimpi besar♪
♪Wu... jangan menyerah♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.