All language subtitles for Creed III 2023 1080p WEB-DL

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM

Ayo Kunjungi Sekarang Juga! LXWHITELABEL.COM

Adonis?

Kukira kau ketakutan.

Aku hampir pergi tanpamu.

Ayolah, kawan.

Baik.

- Subtitle by RhainDesign -

Hei, Adonis. Lewat sini.

Hei, H menunggu kami.

Ini dia. Waktunya pertunjukan.

Tunggu.

Sudah waktunya, anak muda. Masuk ke sana.

Tentu.

- Dame. - Ada urusan apa, bung?

- Kau lawanku selanjutnya? - Aku lawanmu, jagoan.

Temanku.

- Hei, Dame. - Apa kabar?

- Siapa temanmu? - Namaku Donnie.

Senang berkenalan. Apa kabar kalian hari ini?

Ayolah. Fokus, bung.

Kita punya banyak waktu untuk itu.

Percayalah.

Lihat ring tinju itu?

Uang mudah.

Aku bahkan belum bilang siapa lawanmu.

Ayo.

Ayo kita mulai.

Michael Fitzbaum.

Ortodoks. Petarung tangguh.

Menurutku dia duluan yang menjatuhkanmu.

Tapi pukulannya bagus.

Jangkauan pukulannya jauh.

Labrumnya robek tahun lalu saat main bola untuk Pali, jadi...

- Buat pukulannya luput. - Ya.

Benar-benar akan terbuka.

Baik.

Bertaruh padamu?

Ayolah, kawan.

Ya.

Sampai jumpa di luar sana.

KO di babak pertama. Untuk Damian.

Hadirin sekalian, petarung malam ini

untuk gelar Sarung Tinju Emas regional.

6'2'', dari Pacific Palisades, California,

Michael Fitzbaum.

6'1'', bertarung di Distrik Crenshaw Los Angeles,

- "Diamond" Dame Anderson. - Ayo, Dame! Ayo.

Ya.

Ya!

Bertarung.

Tunjukkan kemampuanmu.

Perhatikan sebelah kananmu.

Hei, perhatikan jabnya.

Hei, bersabarlah.

Tetap waspada, kawan.

Tunggu. Itu akan datang.

Perhatikan ini. Gagalkan sepenuhnya.

Astaga! Ayo!

Dan pemenangnya, dengan KO,

- juara baru Sarung Tinju Emas... - Apa kubilang? Itulah yang kumaksud.

... "Diamond" Dame Anderson!

Ya.

Mari kita rayakan.

- Mari kita rayakan. - Apa yang kubilang?

Apa yang kubilang? Kukalahkan bocah itu.

Itu benar, bersih. Pukulan yang sempurna.

Tapi saat kau menjatuhkannya, semua orang...

- Apa? - Dia di sana seperti...

Hal pertama yang kulakukan...

Hal pertama yang akan kulakukan,

Aku akan ambil berlian besar.

Hai.

Aku juga akan memberimu, sedikit bagian.

Hai.

Ya, pak.

- Terima kasih. - Jangan ragu.

- Benar. - Jangan ragu.

Sebenarnya, aku juga mau memberimu sesuatu.

Itu punya ayahku.

Itu asli.

Perebutan tinju kelas berat dunia?

Ya.

Ya.

Aku akan bertarung di sana kelak.

Aku akan kesana.

Aku akan menangkan kejuaraan nasional,

bawa pulang emas Olimpiade,

lalu jadi pro.

Jangan khawatir, kau di sana bersamaku.

Harus ada yang bawakan tasku.

Kenapa kau seperti itu?

Aku tahu yang kumau. Kau mau pesan apa?

- Pai ceri, pai apel. - Pai ceri?

- Kentang goreng pedas? - Ya, ayolah.

- Soda nanas? - Semuanya.

Semua untukmu, teman. Kita banyak uang.

Leon?

Tak ingat aku, kan?

Kenapa aku harus mengingatmu?

Jangan kaget begitu.

Namaku Donnie. Kau ingat sekarang?

Kami siaran langsung, babak pertama, Cape Town, Afrika Selatan.

Saat Adonis Creed melawan rival lamanya.

Katanya ini akan jadi pertarungan terakhir Creed.

Todd Grisham bersama sang juara, Jessica McCaskill.

Tiba-tiba dengan kombinasi pukulan yang mengesankan.

Conlan terlihat bagus atau Creed terlihat payah?

Jika dia tak segera lakukan sesuatu,

dia akan mengakhiri karir bersejarahnya

dengan kekalahan lain dari Conlan.

- Itu dia. - Hajar wajahnya.

Same Creed. Tak ada yang berubah.

Conlan mengintai mangsanya,

mendesak Creed ke pojok.

Kalian pasti penasaran

apakah tiba saatnya untuk Creed di sini.

Conlan memukul dengan tangan kanan.

Lihat sebelah kananmu.

Sepertinya kombinasi yang sama

yang dia lempar berulang kali, dan Creed tak bisa menghentikannya.

Creed, keluar dari sudut.

Jab yang bagus, tapi Conlan tak terganggu sama sekali.

Hantam wajahnya. Hindari jabnya.

- Pukulan kiri dari Conlan. - Menjauh dari tali.

Dia mendesak ke tali. Pukulan terarah.

Creed menerima cukup pukulan.

Dan... Conlan hampir menjatuhkannya.

Babak berikutnya akan menyakitkan, jagoan. Babak berikutnya akan menyakitkan.

Kau tak apa, Donnie?

Ayo, Donnie. Kau harus kerja keras.

Kenapa senyum, Dawg?

Dia menghajarmu lebih parah dari terakhir kali.

Apa itu lucu?

Ya, kawan. Sekakmat.

Sekakmat? Baiklah. Yakin soal itu?

Aku tak pernah takut dengan sedikit benturan.

Aku akan keluar seperti saat aku masuk.

Kau gila, baiklah.

- Bagaimana perasaanmu? Terlihat bagus. - Aku cuma pemanasan.

Dia bermain dengan baik.

Tapi inilah saatnya untuk ambil kembali gelar kita.

Karier Creed luar biasa, tapi kalian pasti mau tahu

apakah waktu akhirnya berpihak pada sang juara.

Ini makin bahaya bagi Creed.

Sang juara akhirnya melepaskan pukulannya.

Ayo, Donnie. Tunjukkan siapa juaranya.

Bagus, Ricky. Itu dia.

Sekali lagi.

Conlan Terjatuh! Dia jatuh!

Momen luar biasa! Kurasa dia tak akan bangun, Jessica.

Tiga, empat, lima,

enam, tujuh,

delapan,

sembilan,

sepuluh.

Ya!

Dan begitulah, teman-teman.

Sudah berakhir.

Sungguh strategi tepat dari Adonis Creed.

Luar biasa.

Perpindahan yang luar biasa. Akhir yang luar biasa.

Begitulah caramu keluar.

Mengharapkan sesuatu yang lebih dari Adonis Creed

pada pertarungan terakhirnya di panggung dunia?

Akhir yang luar biasa.

Salam hormat, Conlan. Pertarungan hebat.

Itu berarti kita punya juara dunia kelas berat baru

yang tak terbantahkan

untuk pertama kalinya dalam dua dekade,

dan namanya Adonis Creed.

Ada apa?

Ayah tak ingat?

Ingat apa?

Ayolah, ayah sudah janji.

Lima menit.

Oke.

Ya. Baiklah.

Mau teh lagi, Tuan Putri?

Ya. Terima kasih, tuan yang baik hati.

♪ Mencoba... ♪

♪ Dan aku... ♪

♪ Dan aku mencoba yang terbaik ♪

♪ Dan aku mencoba yang terbaik ♪

♪ Terbaik ♪

Ini seksi.

- Ya? - Ya.

Ini rekaman lagu yang kau garap untuk Kehlani?

- Ya. - Oke.

Kami punya sesi yang bagus, tapi entahlah.

Apa maksudmu entahlah? Bisa kirimkan lagunya padaku?

- Ya. - Aku butuh ini di dalam mobil.

Bagaimana hari ini?

- Baik. Ya. - Ya?

- Terima kasih sudah menahannya. - Aku membantumu.

Kau mengantarnya tidur?

Ya.

Jadi, aku tak akan bohong.

Aku harus menyuapnya dengan sekitar enam sendok es krim.

Aku bahkan tak tahu bagaimana dia tidur.

Pensiun membuatmu lemah, kau tahu itu?

Aku tak bisa menolak gadis itu.

Lihat, bajumu terkena sendok.

- Ya, itu buruk. - Ya.

Lepas bajunya sebelum ternoda, D.

Aku tahu niatmu.

Apa itu?

Kau mencoba membuatku telanjang.

Tidak. Jelas tidak karena aku mau kerja.

Kutahu niatmu.

Tidak, kau bisa melihatnya. Tak apa.

Kutahu kau cuma mau melihat semua ini.

- Tidak. - Lihatlah.

Tidak.

Masih panas? Masih hangat?

Hentikan. Aku lagi kerja, D. Tolong.

Aku kerja juga. Dengar, aku tak punya kesempatan untuk...

Kau kerja apa?

Aku tak punya waktu berdua lagi karena kau bekerja keras.

Aku tahu. Ya.

- Kau tak punya waktu untukku. - Aku tahu.

Kau tak punya waktu...

- Tapi aku tak punya waktu sekarang. - Ayolah. Tidak?

- Tidak. - Sedikit saja.

Tidakkah kau rindu saat...

kita biasa......kemana saja.

Tempat manapun?

Oke.

Oke, ayo.

Waktuku cuma sekitar 15 menit

- karena aku harus mengirim ini. - Limabelas menit.

Bagaimana kalau 12 menit?

Baiklah. Dua belas menit sudah cukup.

Perhentian berikutnya, Taman Leimert.

Badan, kepala.

Efisiensi melebihi kekuatan, sayang. Berikan padanya.

Teknik, Felix.

Kau tak bisa begitu saja menembus Drago.

Ada rencana, jadi patuhi itu.

- Ayo. Buat dia kewalahan. - Ayo.

Bukan cuma soal kekuatan. Soal waktu, kecepatan.

- Kau mengajariku? Yang benar saja. - Aku tahu.

Terus tekan dia.

Teknik.

Waktunya habis.

Hai! Waktunya habis!

Felix. Kesini.

Orang-orang ini payah.

Kita butuh kelompok baru, dan butuh cepat.

Sulit. Kau sudah menghancurkan sebagian besar LA.

Ibu mau aku mundur? Ibu tahu Drago tak mudah.

Kita di sini untuk berlatih

Ibu yang ajari aku dan itulah yang terjadi.

Baik...

Hei, Felix. Kemari.

Ada apa, jagoan? Mau bantu beberapa putaran?

Apa, bikin lecek pakaianku? Kurasa tidak.

Aku mencoba membuatmu dibayar, Felix.

Kami tak bisa membayarmu jika kau terus

mengalahkan semua lawan tandingmu, paham?

Kau harus siap melawan Drago dalam empat minggu.

Kau juaranya. Kami tahu kau kuat.

Tapi ini tak selalu soal seberapa keras kau memukul.

- Soal kontrol dan fokus. - Kau benar.

Dengarkan Duke.

Siap, pak.

Dengar? Kau terlalu banyak bermain.

- Dengarkan Duke. - Dengar itu?

"Dengarkan Duke."

Kalimat itu. Bukan "Aku mencintaimu."

Bukan "tenang saja". Tak satu pun dari itu.

"Dengarkan Duke."

Aku tahu persis apa mau mereka.

Drago punya nama lebih besar, benar, tapi Felix mengambil sabuknya.

Bayarannya harus lebih besar.

Tak peduli jika mereka tak suka. Suruh Drago meneleponku.

Hei, nanti kutelepon lagi.

Hei, kawan.

Bisa kubantu?

- Bisa minta tanda tangan. - Tidak, aku tak bisa.

Bisa menyingkir dari mobilku?

Kawan.

Kau tak mengingatku?

Kau sudah sukses sekarang.

Dame.

Kawan, kau menemukanku.

Damian.

Ya, baru saja pulang.

Mampir di tempat latihan lama, tapi...

Ya, kami membangunnya beberapa tahun yang lalu.

Aku tahu.

- Sialan, ini... - Sudah lama sekali.

Sudah lama sekali.

Hei, aku tak mau menyita waktumu atau apa.

Aku cuma mau beri kabar.

Aku ada di sekitar.

Jika mau ngobrol dengan kawan lama, bilang saja.

Kau mau kemana sekarang?

Sial, pulang tidur.

Mau kutraktir makan?

Terima kasih.

- Terima kasih. - Selamat menikmati.

Aku terkejut kau masih ke sini dan makan dengan orang biasa.

Saat aku bisa.

Banyak hal yang yang tak bisa kulakukan lagi.

Sibuk menjalani kehidupan yang tinggi itu, ya?

Ya. Berhubungan dengan pekerjaan.

Baiklah.

Hai... pelan-pelan.

Sudah berapa lama sejak aku kembali melakukan ini?

Berapa lama?

Delapan belas tahun, kawan.

Kau di penjara selama ini?

Sudah beberapa tahun berlalu, tapi... ya.

Baru bebas minggu lalu.

Selamat untuk itu.

Terima kasih.

Menyuratimu beberapa kali.

- Sungguh? Kirim kemana? - Ibu Creed.

Dia masih di Bel Air?

Ya, dia masih di sana. Di rumah yang sama.

Tapi aku tak pernah menerimanya.

Aku menonton setiap pertarunganmu di ring.

Kau akhirnya berhasil sampai ke Afrika, ya?

- Kau menontonnya? - Ya.

Membuatku bangga bagaimana kau mengakhiri perjalananmu.

Sepertinya kau masih ingat beberapa gerakan yang kuajarkan.

Tahu apa yang kuingat?

Kau menghajarku.

Kau tahu apa yang kuingat?

Membantumu.

Ingat itu?

- Ya, benar. - Baiklah kalau begitu.

Kau punya pekerjaan?

Aku punya rencana.

Jauhi masalah. Menjauh dari petugas pembebasan bersyaratku.

Jika ada yang bisa kulakukan untukmu,

jika bisa kubantu, bilang saja.

Kau baru saja pulang.

Apapun yang kau butuhkan. Jangan ragu, kawan.

Aku baik-baik saja, kawan.

Aku tak apa. Jangan cemaskan itu.

Aku tak datang menemuimu karna butuh bantuan.

Aku tak bermaksud begitu.

Kuhargai.

Jadi, apa rencananya?

Program yang sama terakhir kali aku bertemu denganmu.

Aku mau jadi juara.

Kau masih mau main di ring?

Hei, aku tahu aku sudah lama pergi.

Kujaga diriku tetap bugar.

Ada beberapa gerakan yang belum kau lihat.

- Ya. - Kau...

- Kau pria kuat. - Aku serius.

Aku siap.

Aku masih kuat.

Dan aku harus meraih itu.

Jangan jadi "Diamond" Dame terlihat payah.

"Diaomind" Dame.

Itu benar.

Baiklah.

Datang ke tempat latihan.

Duke akan melatihmu.

- Sungguh? - Ya.

Sungguh.

Baiklah kalau begitu.

Terima kasih.

Tidak. Hai!

Apa yang lucu?

Tak apa. Aku cuma berusaha yakinkan ibumu tinggal bersama kita,

jadi ada yang membantu mengepang rambutku.

Ya. Berhati-hatilah dengan harapanmu.

Aku tak khawatir.

Sebenarnya bukan ide buruk.

Bagaimana perasaanmu, ibu? Ibu tak apa?

Ibu tak apa.

- Yakin? - Ya.

Oke.

Ibu akan lebih baik jika anakku datang tepat waktu untuk makan malam.

Maaf.

Aku terjebak macet.

Lihat itu.

Siapa jagoan sebenarnya di keluarga ini?

Nenek.

Bukan, kau.

Kau lihat sendiri.

Terima kasih nenek. Aku sayang nenek.

Sama-sama.

Ibu juga menyanyangimu.

Hai.

Jangan nonton TV.

Baik. Aku sayang ibu.

Tanganmu akan penuh dengan isyarat.

Kami sering melakukannya.

- Tidak. Dia yang terbaik. - Ya, kita tahu.

Memang.

- Kau yang terburuk. - Ayolah, ibu.

- Kau yang terburuk. - Hentikan...

- Ini, Bu. - Terima kasih.

B, menurutmu itu ide bagus?

Sayang, tidak malam ini.

Tapi kita sudah bahas ini.

- Bahas satu persatu. - Baik.

Kita tak akan membahasnya malam ini, oke?

Dan supaya kita baik-baik saja

dan semua orang tahu,

ibu tak akan meninggalkan rumah ibu.

Paham?

- Oke. - Oke.

Dan ibu tak apa.

Janji, ibu tak akan mengalami stroke lagi malam ini.

Oke?

Besok malam saja.

Ibu. Itu...

Itu tak lucu.

Ini agak lucu.

Kau tak membantu.

Ibu tahu kami mengkhawatirkan ibu.

- Begitu. Kita lupakan sekarang. - Aku...

Kami mau berhati-hati setelah yang terakhir.

Ibu tak apa.

Oke?

Bagaimana denganmu?

Ada apa denganmu?

Ya. Dari mana kau, D?

Baru bertemu dengan orang bernama Dame.

Damian.

Siapa dia?

Kau sudah minta izin padaku? Ini bukan badan amal.

Dan dia lebih tua darimu.

Aku cuma memberinya kesempatan. Bukankah itu yang kita lakukan?

Tidak! Ini bukan YMCA.

Lihat sekeliling, Duke.

Kau lihat ada yang mengantri untuk naik ring bersama Felix?

Biarkan dia bertarung.

Felix akan bertarung, dan kita tak punya lawan tanding.

Sama sekali tak ada yang mau naik ring bersama Felix.

Kutahu yang kau lakukan, Donnie.

Kau tak berutang apa-apa.

Tak ada.

Tapi mari kita latihan.

Ayolah.

Felix. Dengar.

Adonis membawakan orang untukmu bertanding.

Hei.

Kita mulai.

Banyak petinju muda di sini.

Permainan anak muda.

Jangan khawatir, Duke akan mengurusmu.

Kita kembali ke titik nol.

Juara harus mulai dari suatu tempat, bukan?

Baiklah.

Felix, perkenalkan Damian. Dia akan latihan denganmu.

Kau masih ingat caranya?

Kau pasti bisa.

Felix, tetap fokus. Mulai bekerja. Cuma itu yang kita butuhkan.

Kenapa anak itu mengganggunya?

Aku cuma tanya.

Isyarat.

Maafkan aku.

Menurutku...

Dia mungkin mau cari perhatian...

Tunggu. Kenapa putriku yang dalam masalah bukan dia?

Dia tak bisa melindungi diri?

Jelas kami khawatir dengan Amara.

Merasa nyaman di sini penting.

Tentu.

Tapi bukan dengan kekerasan.

Kami menyanyangi Amara.

Dia anak yang luar biasa secara akademis...

Dia berkembang.

Dia cuma... berkelahi.

Jadi, kau mau mengajarinya bertarung? Itu saranmu?

Aku tak berpikir harus di sekolah tuli seperti itu,

- tapi mungkin aku salah. - Tunggu.

Apa artinya, "di sekolah tuli seperti itu," seolah mereka bukan anak kecil lagi?

Apa yang kau harapkan, Adonis?

Kalau begitu dia harus belajar bagaimana membela diri.

Pertama-tama, aku tak bilang

dia seharusnya tak tahu bagaimana membela diri.

Aku cuma bilang apa artinya bagiku

beda dari apa artinya bagimu.

Bagaimana jika dia di tempat yang seharusnya aman, ternyata tidak?

Dia tak akan tahu bagaimana melindungi dirinya sendiri.

Dari mana datangnya?

Tak ada. Itu fakta.

Oke.

Fakta lainnya, menurutku, sebagai orang tua,

itu sebenarnya tanggung jawab kita

untuk mengajarinya cara mengukur emosinya.

Jadi kau mau Amara berbaikan dengan pelaku intimidasi ini

dan mulai membahas perasaannya?

Itu bukan kehidupan nyata.

Kau mau dia bagaimana?

Kau mau dia tak pernah membahas perasaannya pada siapa pun?

Bahkan dengan kita, dan dia cuma memukul seseorang?

Aku tahu menurutmu itu sesuai untukmu,

tapi sekarang kau tak punya penyaluran lagi,

Kau harus berpikir mungkin membahas perasaanmu.

Jika bukan untukku, untuk seseorang.

Atau, entahlah, D. Cari hobi.

- Aku akan cari hobi. - Ya?

Ya, kau.

Aku akan ke studio. Aku akan mulai membuat rekaman denganmu.

Itu tak lucu, D.

Kutahu kau pikir melindunginya, sayang.

Tapi dia harus tahu alasan berkelahi, bukan cuma caranya.

Solusi untuk setiap masalah bukanlah cuma memukul wajah orang.

Ya, kau benar. Terkadang memang begitu.

Baiklah, mari kita bersenang-senang.

Aku tahu kau melakukannya dengan benar.

Ya. Aku cuma tanya padanya, "Di mana rumah keluarga Negro?"

- Aku bercanda. - Ya.

- Apa kabar? - Apa kabar?

Ada keluarga negro lain di sekitar sini.

Aku tak lihat satupun. Ini dia.

Terima kasih.

- Senang bertemu, Ny. Bianca. - Aku juga.

- Kau tak pernah membelikanku bunga. - Kau mau ciuman?

- Tak usah. Tidak, tak usah. - Kemarilah.

- Hei, rumah kalian indah. - Terima kasih.

Ada lantai tembus pandang?

Baiklah.

Amara.

Amara?

Senang bertemu denganmu.

Senang bertemu denganmu.

Dia bilang, "Dia juga."

Ya.

Butuh air?

Terima kasih lagi.

Aku masih tak bisa lupakan ini.

Ring tinju ini memberinya rumah besar.

Menikah dengan...bintang rock.

Ya, memang.

Berapa banyak piringan hitam emas yang kau dapat?

- Ada beberapa. - Dia merendah.

Dia benar-benar merendah.

Tidak, tapi sebagian besar artis yang aku orbitkan, tapi, ya, ada beberapa.

- Dan dia menghasilkan? - Memang.

Donnie. Kau petinju.

Jadi, Nona Produser, kapan pertunjukkanmu selanjutnya?

Aku tak benar-benar tampil seperti itu akhir-akhir ini.

Ya, aku istirahat, karena aku...

Ada beberapa masalah dengan pendengaranku di atas panggung.

Sekarang aku berusaha hati-hati dan menjaga apa yang tersisa,

jadi aku cuma memproduksi.

Ya.

Tidak dalam waktu dekat.

Tapi, masih sulit untuk melepaskan itu. Benar?

Ya. Ini bukan satu-satunya hal yang kusukai, tapi butuh usaha.

Ini penyesuaian...

... untuk kami berdua.

Jadi, sudah berapa lama kalian saling kenal?

Kami bersama kembali.

Kami seperti saudara.

Berbagi kamar selama dua tahun di Jeff.

Ya, seperti itu.

Kau tahu bagaimana hasilnya. Dia mendapatkan semua kemewahan.

Jeff, benar.

Ya, rumah kelompok.

Kau ingat para pecandu?

Kucoba melupakan mereka.

Ya.

Aku tak bisa melupakan mereka.

- Aku mau tidur. - Oke.

- Kalian berdua tinggal, menyusul. - Oke.

Undang dia ke pesta label.

- Pasti. - Ya.

Aku dengar. Aku diundang ke pesta label.

- Kau diundang. - Terima kasih.

Ya. Terima kasih sudah datang.

Ya, tentu. Senang bertemu denganmu.

Aku tak percaya kau pindah kembali ke sini untuk kota kecil.

Kau dulu suka keluar ke tempat kumuh. Sekarang kalian semua...

Apa?

- Peliharaan. - Yang benar saja.

Lihat apa yang terjadi saat kau menikah.

- Ya, baiklah, kawan. - Baik?

- Para wanita mengurus rumah tangga. - Aku tinggal di sini.

Itulah yang terjadi, kawan. Kau menikah, keluarga.

Itu gila.

Tuangkan.

Tak percaya kau memakai jas.

Asal tahu saja, jas punya beberapa kelebihan.

Menurutmu aku jadi lembek atau sesuatu, seperti...

Seperti aku kalah dalam serangan diam-diam ini.

Aku tahu. Sang juara masih punya beberapa pukulan di dalam dirinya.

Aku meninggalkan tinju, tapi tinju tak meninggalkanku.

Itulah maksudku, kawan.

Aku tahu kau menjalani hubungan yang romantis,

dan yang lainnya, tapi aku tak jalani hidup hanya untuk jadi sansak

untuk beberapa orang bodoh.

Kau mengerti?

Jangan kalahkan Felix. Paham?

Dia mendapatkannnya dengan sulit.

Kujalani 18 tahun dengan cara yang sulit, kawan.

Mungkin aku kurang jelas.

Aku mau merebut gelar kelas berat.

Dame...

Entah apa yang kau pikirkan, tapi tak seperti itu.

Felix sikapnya sangat dingin, apa ruginya?

Kau kira bisa kujentikkan jariku menjadikanmu pesaing dalam semalam?

Bukankah itu yang terjadi padamu?

Begini, kawan.

Aku menghargaimu...

tapi waktuku terus berjalan.

Sekarang atau tidak sama sekali untukku.

Dan aku mau membantumu, seperti perkataanku.

Tapi, apa yang kau minta padaku, itu...

itu agak mustahil.

Kau tak tahu seperti apa rasanya, kawan.

Selama ini di dalam...

di dalamnya penjara.

Mustahil?

Mereka tak menghormatimu.

Dan menyakitimu.

Begitulah awalnya.

Padahal aku yang terbaik.

Ya, dulu.

Dulu, kawan.

Tapi aku tak pernah dapat kesempatan membuktikannya.

Maksud dari semuanya, jika...

Jika Apollo Creed bisa ambil kesempatan pada orang yang diunggulkan...

kenapa kau tak bisa?

Kau tidur nyenyak?

Kau menggertakkan gigimu.

Bagaimana kelanjutan tadi malam?

- Itu bagus. - Ya?

Cuma ngobrol.

Kenapa kau tak pernah cerita soal rumah kelompok?

Tak banyak yang bisa di ceritakan.

Berapa usiamu waktu itu?

Aku seumuran Amara.

Tak mau membahasnya?

Tak masalah.

- Tidak. - Tak masalah.

Soal Dame.

Kau tahu dia memintaku untuk melawan Felix?

- Sungguh? - Ya.

Juara kelas berat dunia, dan dia mau mencoba.

Jadi kau bilang apa?

Kutolak.

Mustahil.

Orang-orang menunggu seumur hidup untuk melakukan itu.

- Dia bahkan bukan profesional. - Ya.

Kenapa sepertinya kau masih mempertimbangkannya?

Baiklah. Desak dia di tali ring.

Hajar dia. Tetap hadapi. Ayo.

Bagus.

Jangan melihatku. Kau sendiri di sana. Ayo.

Ayo, nak, tetap bersama dia.

Terus bertarung. Ayo.

Oke.

Oke, sayang. Ayo.

Oke.

Ayo, kakek.

Masih kurang.

Tetap fokus. Jab.

Berikan padanya.

Semangat untuk meraih kemenangan. Ayo lakukan.

- Hai! Kau tetap bersih, ya? - Apa itu tadi? Hai.

Apa yang kau lakukan, menyakitiku?

- Terima itu. Pria kecil, kau tak tahan. - Siapa yang kau panggil "pria kecil"?

Ini tempat latihanku.

Baiklah!

Masuk ke sana.

Hei.

Mundur, Demian. Lepaskan dia.

Hai! Apa yang terjadi di sini?

Itu disengaja.

- Kau tangani ini. - Aku akan tangani ini.

D, bicaralah. Apa yang terjadi?

Aku mengerjakan tugasku.

Hei, kemarilah, kawan.

Hei. Pakai otakmu.

Pakai otakmu. Tinggalkan semua kekacauan lainnya di luar.

Sudah kuberitahu apa mauku, D.

Kubilang itu butuh waktu.

Baiklah.

Baik? Pergi jalan-jalan.

Cari udara segar.

Baik?

Hei, Adonis.

Tidak... Hei, Duke. Tenang.

- Ini kesalahan. - Aku mengendalikannya.

Kubilang itu kesalahan.

- Aku mengerti. - Kau tak mengerti!

Kau biarkan dia datang ke sini dengan emosinya.

Itu persis...

- Tak bisa diam sekarang, Dukie. - Bung...

Tak apa. Santai. Aku tahu, aku mengerti. Aku tahu. Biarkan saja.

Aku bisa mengendalikannya.

Dia menyuruhmu, kan?

Percayalah padanya.

♪ aku tahu ♪

♪ Bahwa ada sesuatu yang Bersembunyi di kegelapan ♪

♪ Gelap, ya ♪

♪ aku tahu ♪

♪ Bahwa Anda sedang mencoba Untuk membuat saya lengah ♪

♪ Dan saya mencoba yang terbaik ♪

♪ Yang terbaik dariku Agar tidak jatuh ♪

♪ Dan sulit untuk melupakan semua hujan ♪

♪ Saat kamu terus Mendengar guntur ♪

Kau ngapain?

Aku...

aku lagi membersihkan.

Bukan itu yang dibilang paman Duke padaku...

Aku tak mau dapat masalah.

Ibu tak mau aku berkelahi.

Bagaimana kalau itu rahasia kecil kita?

Ya!

Boleh ayah tunjukkan lainnya?

Ya!

Itu namanya straight right.

Begitu cara ayah kalahkan Wheeler?

Siapa yang mengajarimu itu?

Ayah.

Kau menonton pertarungan itu?

Aku sudah nonton semua pertarungan ayah.

Tunjukkan sesuatu yang lain.

Kebanyakan orang berpikir ini tentang kekerasan

Ini tentang waktu dan fokus dan...

Kontrol?

Sempurna.

Bisa minta dua scotch? Baiklah. Terima kasih.

Apa kabar, Donnie?

Aku sudah pernah melakukannya untukmu.

Mungkin tidak.

Mungkin tidak.

- Kau terlihat baik-baik saja. - Kau juga.

- Pakai sweater. - Aku... senang kau datang.

B mengundang.

Benar.

Jangan khawatirkan mereka.

Tidak.

Ini pesta. Selamat bersenang-senang.

Begitu banyak hal lain di sini yang harus kau perhatikan.

Ini pesta pria mabuk, kawan. Ya.

Selamat, nak.

Kau berhasil.

Sekarang mereka berdua, Chavez, Drago.

Aku akan memastikan itu pertarungan tahun ini.

Kau baik-baik saja?

Aku tak perlu di jaga, kawan.

Baik. Aku tak lama.

Silahkan.

Temui kedua lawanku.

Aku tak sabar menghadapi ini...

Kau siap melakukan ini?

Kau tahu aku selalu siap. Jangan tanya.

Simpan untuk malam pertarungan.

Kita dapat tempat. Dapat uang. Kita akan pecahkan rekor.

Kau mau kirim rekamannya?

Aku tak sabar mendengarnya.

Kita akan bicara minggu depan. Senang bertemu denganmu.

Selamat juga.

Kau bisa datang.

- Ya. - Terima kasih sudah datang.

Kau bersenang-senang?

- Ya. - Ya?

- Ya. - Bagus. Aku juga.

Aku lelah bekerja di ruangan, tapi...

Ini yang kau lakukan.

Ya, terkadang.

- Tebak itulah yang kalian semua lakukan. - Lihat dia di sana.

Jadi Don King.

Minus rambutnya.

- Syukurlah. - Ya.

Itu perkembangan baginya.

Dia dulu benci datang ke acara seperti ini.

Jadi...

- Bagaimana rasanya? - Apa itu?

Ada orang lain menyanyikan lagumu?

Rasanya bagus.

Jika harus siapa pun, lumayan.

Ya, aku hampir mempercayaimu.

Bagaimana dengan Donnie? Menurutmu dia merindukan tinju?

Tidak. Tak begitu dia memberitahuku.

Tapi dia akan melakukannya?

Ngomong-ngomong, sebenarnya ada yang mau kutanyakan.

Aku mau tahu apa yang terjadi dengan kalian berdua.

Kau mau tahu bagaimana aku di penjara.

Ya.

Cerita yang membosankan memang.

Berkelahi.

Kami pernah alami beberapa kali.

Mengeluarkan senjata.

Donnie saat itu ada di sana. Dia bisa memberitahumu.

Kau tahu.

Donnie pingsan...

Dan aku tidak bilang orang itu tidak pantas merasakannya, tapi...

Siapa orang itu?

Baik.

Namanya Leon.

Selebihnya, biar Donnie yang menceritakanmu.

Bukan posisiku. Paham?

Tapi seperti katamu.

Perlu usaha untuk melihat masa lalu.

Hei, hentikan dia. - Drago!

Hei, tangkap orang itu!

- LAPD menahan Luis Camino... - Tidak.

Tidak, jangan batalkan apapun.

Dia menemui spesialis sekarang.

Katanya setidaknya enam bulan.

Aku tahu. Tapi kami akan mengusahakannya.

Jangan pindahkan tanggalnya.

Baik. Sampai jumpa.

Peristiwa penting.

Drago, yang sedang memulihkan diri di Cedars-Sinai, mengalami gegar otak,

serta beberapa patah tulang di lengan dan tangan kanannya.

Dan luka-lukanya meragukan partisipasinya di bulan depan...

Perebutan gelar yang sangat dinanti-nantikan.

- Melawan Felix Chavez. - Halo?

Ya, semua akan baik-baik saja.

Kita akan usahakan. Kita cari petinju lain.

Ini bukan cuma tentang menemukan petinju lain.

Aku tahu, dan aku mengerti frustrasimu.

Jadi, apa yang akan kau lakukan?

Dia ingin melawan Drago.

Tapi kita tidak bisa menunggu enam bulan sampai dia bebas.

Peluang ini tidak bertahan selamanya. Kita perlu membalasnya sekarang.

Baik, ada satu, mungkin dua pesaing lain di luar Drago.

Ada Ortiz, lalu Sporino.

Dan dia pulih dari pertarungan terakhirnya.

Baik, lantas siapa?

Aku punya ide.

Ini berisiko, tapi jika melakukannya, ini akan menghasilkan banyak uang.

Siapa yang kau usulkan?

Dia ingin kau melawan Dame.

Dame?

Dia bahkan bukan petinju sejati.

Dia cukup dipandang petinju saat melawanmu.

Felix, orang-orang bicara.

Juara, dia lebih tua darimu.

Kau benar.

Tapi Dame akan berjuang mati-matian.

Saat ini, kita harus kreatif.

Kau tidak suka itu?

Damian bukan petinju.

Dia melawan dunia dan dia mencoba menyakiti orang.

Aku tidak suka itu. Kupikir itu akan menjadi sirkus.

Maksudnya adalah dia akan membuatnya meriah

Kita harus memainkan peran kita.

Tapi masalahnya di sini, apa orang akan datang?

Orang-orang akan datang. Aku bisa menjanjikanmu itu.

Semua orang suka cerita petinju non unggulan.

Kau tahu berapa banyak orang menonton saat Apollo memberi Rocky kesempatan?

Orang-orang masih membicarakan pertarungan itu hari ini.

Juara, dengar.

Aku tahu itu bukan yang kami janjikan. Aku paham.

Tapi jika itu aku, aku akan melakukannya.

Bagaimana?

Kau percaya padanya?

Ya, tentu.

Baik, ayo kita lakukan.

Ayo lakukan.

Beritahu dia, aku akan mengalahkannya di atas ring.

Felix, aku ingin kau melakukan tugasmu.

Ayo kita mulai.

Sejak mengambil alih Akademi Delphi yang terkenal

bersama pelatih lamanya dan rekannya, "Little" Duke Burton,

Adonis Creed melatih dan membimbing generasi penerus legenda tinju.

Adonis selalu peduli. Kita keluarga.

Tapi permata paling cemerlang di mahkota Creed Athletics tidak diragukan lagi adalah Felix Chavez.

Aku masuk ke sana seolah aku pejuang.

Dan sampai kau kujatuhkan, aku tidak akan berhenti.

Aku dan ibuku ingin membangun sebuah warisan, seperti mereka.

Masaku sebagai petinju usai.

Felix generasi penerus.

Aku senang bisa melihat sinarnya dari dekat.

Anak itu eksplosif.

Creed mempertaruhkan reputasi dan warisannya

pada lawan baru Chavez.

Sial. Sebelum dikurung,

aku amatir peringkat tertinggi dalam tinju.

Selamanya.

"Diamond" Damian Anderson yang dulu juara Sarung Tangan Emas yang digembar-gemborkan

dari distrik Crenshaw di Los Angeles, California.

Tapi setelah hampir dua dekade di balik jeruji besi,

dia sekarang melakukan debut profesionalnya.

Ini jeda terlama di sejarah tinju karena aku kembali sekarang.

Masa depan dua petinju tergantung pada keseimbangan.

Creed Athletics mempromosikan pertarungan paling mengejutkan tahun ini.

Akankah itu jadi kisah Cinderella, atau torehan lain di sabuk juara?

Selamat malam, hadirin sekalian, dan selamat datang di Crypto.com Arena

untuk acara utama malam ini.

Bintang-bintang tiba untuk pertandingan perebutan gelar menarik dan sangat unik,

dipersembahkan oleh Showtime dan Creed Athletics,

antara juara bertahan kelas berat WBC, Felix Chavez,

dan penantang yang hampir tidak dikenal, Damian Anderson.

Baik, ayo.

Ya.

Tuan-tuan.

Creed

- Beri kami waktu sebentar. - Ya.

6'1", bertarung di Distrik Crenshaw Los Angeles,

"Diamond" Dame Anderson.

Astaga.

Mereka akhirnya membebaskanmu.

Bagaimana penampilanku?

Kau terlihat lebih ringan.

Terima kasih.

Tidak perlu.

Naik saja dan bertarung.

Pasti.

Dan sekarang, hadirin sekalian,

dan penggemar tinju bergabung dengan kami di seluruh dunia, inilah dia.

Penantang malam ini, "Diamond" Damian Anderson.

Dari South Central Los Angeles.

Ada istimewanya orang ini

sampai diberi kesempatan merebut gelar di pertarungan pertamanya?

Itu semua bergantung pada Adonis Creed.

Creed mengatakan Anderson sangat mampu.

Tapi kita akan tahu sebentar lagi.

Ini akan menjadi dongeng atau pembantaian?

Dia produk asli Creed Athletics.

Chavez menegaskan dirinya saat menyerbu

dengan serangkaian K.O yang menghancurkan.

Petinju yang bangga, dia punya satu prediksi untuk acara utama malam ini:

Kemenangan.

Dari Arena Crypto.com, saatnya acara utama malam itu.

- Waktunya pertunjukan! - Tidak apa-apa.

Aku saja, terima kasih.

Kupersembahkan, di sebelah kananku... - Aku baik-baik saja.

Melakukan debut profesionalnya, dalam upaya meraih gelar dunia,

mantan juara Sarung Tangan Emas, "Diamond" Damian Anderson.

Dan lawannya di atas ring adalah juara dunia bertahan.

Dengan rekor 15 kemenangan dan satu kekalahan,

dia punya rekor 14 kemenangan K.O.

Mempersembahkan, Felix "El Guerrero" Chavez.

Di tengah ring.

Tuan-tuan, kita sudah membahas peraturan di ruang ganti.

Aku ingin mengingatkan untuk melindungi diri setiap saat.

Patuhi perintahku.

Tuhan memberkati kalian berdua.

Bersentuhan.

Dame harus memulai dengan kuat.

Ini akan cepat.

Karena Felix adalah monster.

Chavez! Chavez!

Lonceng dan awal babak pertama, di sini di Crypto.com Arena.

Chavez memulai agresif. Memburu.

Mengirimkan pesan tegas pada Anderson tentang kekuatannya.

Tapi Anderson bertahan rapat.

Ayo, Juara!

Jangan berhenti. Terus mendesak, Sayang.

Chavez melemparkan jab tapi Anderson menunjukkan gerakan bagus.

Chavez menundukkannya. Pukulan yang tak biasa.

Itu terlihat disengaja.

Ke mana semua kekuatan itu?

Itu bukan apa-apa. Ayo.

Angkat tangan, Sayang.

Semua kemampuanmu sudah kubaca, Nak.

Baik, Kek. Kau tak ada apa-apanya.

Kau lembek.

Anderson memeluk.

Jauhi tali.

Sebelum memberondong kembali pertahanan itu.

Dame mungkin baru bagi kita, tapi dia punya beberapa jurus.

- Ayolah, wasit. Kau tak lihat itu? - Kotak!

Beberapa pukulan berbahaya untuk mengakhiri babak pertama.

Anderson mungkin perlu menyegarkan aturan, Al.

Ayo, Felix.

Nak! Dengarkan aku.

Dia mengira bisa membacamu.

Semua akan baik-baik saja.

Tetap pada rencana.

- Aku tahu yang kulakukan. - Kau lawan petinju, aku lawan wasit.

Jangan biarkan ini berubah menjadi keributan.

Itu yang dia mau. Dia mencoba mengganggumu. Jangan. Paham?

- Aku bisa ini. - Ayo ke sana.

Kau mencuri ronde itu.

- Jangan terjebak rencana mereka. - Air.

Ini babak pertama dan wajahmu memar.

Ayo, kau lebih baik dari itu, Juara. Tetap pada rencana, Sayang.

Ke sana dan bertarung seperti yang kita usahakan.

Babak kedua dimulai, Chavez sudah kembali menyerang.

Bagus, Juara.

Rasanya Chavez kembali dalam pertarungan.

Astaga!

Anderson mengayun untuk memisahkan kepala Chavez dari bahunya.

Hei!

- Hei! Apa ini? - Itu terlihat disengaja.

- Kau! Waktu! - Wasit perlu mengontrol sebelum ini tak terkendali.

- Bisa lanjut? - Ya, aku tak apa. Ayo.

- Tetap di sini. - Satu-satunya kabar baik untuk Chavez

- luka itu jauh di bawah matanya... - Kemari.

Tapi itu masih berbahaya. - Pengurangan dua poin. Siku disengaja.

Sudah waktunya, wasit.

Pengurangan dua poin. Siku yang disengaja.

Terus begini dan kau akan didiskualifikasi.

- Kau mengerti? - Baik.

Tetap di situ.

- Kau tak apa? - Ya.

- Jika ada yang penasaran... - Kotak!

Pertarungan macam apa ini,

sepertinya Anderson sudah memperjelas ini:

Ini pertarungan total.

Mari berharap Chavez bisa kembali ke sudutnya dan menyesuaikan diri.

Tinju kanan besar untuk mengakhiri ronde

dan Chavez menyudutkan Anderson untuk berpikir.

Cara hebat menyelesaikan.

Sini pelindung mulutnya.

Serang terus, Juara. Ronde demi ronde.

Hei, Juara. Kau tak apa? Bisa lanjut?

Ya, aku tak apa.

Dia tak apa. Ayo.

Dia bilang dia tak apa.

Rasa sakit itu sementara.

- Ulangi. Rasa sakit sementara. - Rasa sakit sementara.

Dia pecundang! Dan kau juara, benar?

Aku juara.

Ayo, Juara. Angkat tanganmu. Jauhi tali.

Maju.

- Itu bagus. Ayo. - Ayo.

Dua ronde kalah, tapi ini jelas bukan pertarungan diharapkan.

Tetap di dalam, Sayang.

Pukulan lain ke lengan kiri.

Situasi mulai sangat jelek.

- Chavez dalam masalah serius. - Lepaskan. Berhenti!

- Aku harus membawanya, D. - Baik.

Kita harus pergi.

Tidak boleh kalah. Ayo.

Ini berbahaya.

Anderson berayun seperti bola penghancur...

- Bergerak! - Dan Chavez dihancurkan.

Pukulan hebat dari Anderson. Chavez roboh.

Chavez tidak bangkit kembali.

Tidak. Kau tak ingin lihat itu.

- Chavez roboh dan terluka parah. - Tidak.

Felix!

- Hadirin sekalian... - Ada apa?

Wasit yang bertanggung jawab.

- Russell Mora, hentikan pertarungan. - Panggil paramedis!

- Dia pemenangnya... - Dok, dia akan baik-baik saja?

Melalui K.O spektakuler

dan dia adalah juara dunia kelas berat gabungan baru,

"Diamond" Damian Anderson.

Apa kabar, sobat?

Benar? Apa?

Baik, Duke. Kita harus memperbaikinya.

Apapun yang bisa kulakukan... - Tidak. Sudah kubilang, kawan.

Jangan perbaiki apa-apa. Jangan sebut Duke.

- Aku bisa memperbaikinya. - Tidak!

Kau tidak bisa.

Jauhi gym. Dan menjauhlah sementara.

Aku perlu bicara denganmu.

Hei, Bu.

Bagaimana kabar Felix?

Dia masih di rumah sakit.

Dia stabil.

Aku mau keluar dari sana dan memberinya ruang.

Mungkin itu pintar.

Semua ini apa?

Dari Damian.

Kau merahasiakan ini dariku?

Untuk membantumu melupakan, kurahasiakan.

Bu, kenapa?

Kucoba melindungimu.

Dari apa?

Damian saudaraku.

Tidak, Donnie.

Bukan di fasilitas tempatmu dikurung seperti binatang.

Kau berpikir aku akan membiarkanmu kembali ke situ?

Kau membuatnya berpikir aku meninggalkannya.

Kau tahu yang kami lalui?

Aku tahu siapa laki-laki yang kalian berdua pukuli.

Kau tahu Leon?

Ya.

Maka kau tahu Damian mendukungku bahkan sebelum kau tahu siapa aku.

Dame menganggapku keluarga melebihi kedua anakmu di rumah ini.

Dan kau menjauhkannya dariku.

Semua ini tidak akan terjadi jika bukan karenamu.

Kau benar sekali.

Tidak satu pun.

Kau memukul dengan keras, Donnie.

Dan kau tidak bisa melihat.

Mungkin ada saat di mana Damian mendukungmu.

Tapi bukan itu yang dia lakukan sekarang.

Permisi.

Hei, Dame.

- Hei, sobat. - Lepaskan tanganmu.

Lepaskan tanganmu!

Tahan.

Tak apa. Tenang.

Berikan itu padaku.

Itu yang kita lakukan?

Apa kabar, Donnie? Kau baik-baik saja? Kau rapi.

Kau beritahu aku, kawan.

Kau mempermainkanku selama ini.

Suratnya kau lihat?

Kenapa kau berbohong padaku?

Aku menjaminmu.

Kubawa kau ke rumahku. Kau bertemu keluargaku.

Aku bertaruh untukmu.

- Memasangimu sarung tangan seperti kau minta. - Baik. Cukup.

Kau paham?

Kau memasangiku sarung tangan?

Kawan.

Kau pasti kuat.

Karena seingatku, kau sering membawa sarung tanganku.

Ambil barangmu dan keluar dari gym.

Donnie, tunggu.

Kau pikir aku butuh kau?

Tidak. Saat aku dikurung, aku butuh kau.

Saat aku pulang, aku butuh kau.

Tapi lihat sekeliling.

- Aku sang juara! - Ya!

Dan aku tidak butuh kau untuk apapun.

Siapa yang sendirian sekarang?

Ya, itu benar. Kaburlah.

Kaburlah. Cuma itu yang masih kau kuasai, Creed cengeng.

Apa tadi?

- Kau panggil aku apa? - Kau marah?

Kau marah?

Cobalah di penjara menonton orang lain menjalani hidupmu.

Kau membelakangiku, kawan.

Hei, tapi tenang.

Hei, kemari.

Ingat ini?

Gelar ini?

Semua ini?

Hei, aku baru mulai, Dik.

Aku mengincar semua.

Dan apa artinya itu?

Kau mengancamku?

Tidak ada ancaman di sini, kawan.

Cuma janji, kawan.

Kemari. Mari kita lihat.

- Lepaskan tanganmu. - Kau baik-baik saja.

Ya.

Bantu dirimu sekali saja.

Rasakan.

Halo!

Di mana kau semalaman?

Kau tidak menerima teleponku saat itu, atau pagi ini?

Kenapa matamu?

Tidak apa-apa.

Kau baik-baik saja?

Tidak hari ini. Tidak ada waktu untuk sesi terapi.

Baik. Kau punya waktu untuk apa?

Beritahu aku.

Aku sudah lama mencoba bicara denganmu, Donnie.

Baik?

Tolong, bisa katakan ada apa?

Karenaku?

Tidak. Itu tidak ada hubungannya denganmu.

Tentang Leon?

Apa? Siapa yang bilang?

Dame.

Ada hal lain yang ingin kau katakan?

D, kau harus terbuka.

Aku tidak tahu harus berkata apalagi. Aku perlu mengerti.

Kau ingin aku bilang apa? Apa yang ingin kau dengar?

Cerita sedih?

Kau mencoba mengasihaniku?

Aku tidak ingin mengasihanimu! Aku ingin memahamimu!

Aku ingin tahu apa yang terjadi denganmu di rumahku!

Tidak ada yang perlu dibicarakan! Aku tidak ingin bicarakan apapun!

Aku mencoba melupakannya!

Itu sudah mati! Biarkan! Lupakan!

Aku tidak bicara tentang omong kosong itu lagi.

Cari tahu itu, D.

Karena yang tidak boleh terjadi adalah dia melihatmu seperti ini.

Kau mengerti?

Ya.

Aku mencintaimu.

Hei, apa yang kalian lakukan di sana?

Dame! Adonis!

- Berhenti! - Ayo! Lawan aku!

Leon, maaf!

Kalian tangguh?

Leon?

Tidak ingat aku, ya?

Hei, lepaskan dia!

Ya, kalian tahu ini, kawan.

- Dame! - Menjauh dari pistol.

- Menjauh dari pistol. - Sudah kuturunkan.

Sudah kuturunkan.

- Hei, Bu. - Adonis, Sayang.

Kau harus segera ke sini.

Ibu kena stroke lagi.

Katanya banyak kegagalan organ.

Entahlah, D. Mungkin sudah waktunya berpamitan.

Bu?

Bu, maaf.

- Apa? - Aku tidak bersungguh-sungguh.

Aku tidak bersungguh-sungguh.

Hari di mana aku bertemu denganmu.

Wajah itu.

Kau sangat marah.

Mau menjatuhkan semua orang. Satu per satu.

Seperti ayahmu.

Karena itu dia berjuang sangat keras. Kau tahu itu, bukan?

Ya.

Tapi kau tidak harus melakukan itu.

Kau bisa menemukan cara lain.

Ya.

Ya, cara lain.

Cara lain.

Aku saat itu marah.

Aku sangat marah saat kau meninggalkanku, Apollo.

Kenapa kau meninggalkanku sendiri?

Adonis.

Itu namanya.

Aku di sini.

Dia menyelamatkanku, Apollo.

Dia membantuku memaafkanmu.

Bu, maaf.

Katakan saja apa yang harus dilakukan.

Baik?

Adonis.

Adoni...

Maaf.

Aku tahu.

Tidak apa-apa.

Tidak.

Hanya saja...

Saat Dame kembali...

...semua ini kembali juga.

Aku tidak tahu cara menghadapinya.

Tapi kau selalu pandai dalam hal itu.

Perasaan. Itu mudah bagimu.

Tidak mudah bagiku.

Tidak.

Masih banyak hal yang harus kucoba cari tahu.

Dan aku juga tidak selalu tahu bagaimana membicarakannya.

Mary-Anne paling mendekati

seorang ibu bagiku dalam waktu yang sangat lama.

Aku bisa bicara dengannya.

Sekarang dia tiada.

Dan saat aku berhenti tampil, sangat sulit untuk menerima

jika impianku tidak seperti bayanganku.

Dan itu masih menyakitiku.

Banyak.

Tapi aku membuat pilihan berusaha melanjutkan dan bahagia dengan ada.

Tapi itu tidak mudah.

Aku cuma berusaha.

Leon...

....adalah ayah di rumah panti...

...tempatku tinggal bersama Dame.

Aku tidak mengatakan aku dan Dame orang baik.

Baik? Tapi tidak ada anak pantas dihajar seperti kami.

Kau paham?

Malam itu di toko miras, kulihat Leon.

Dan aku kalap.

Dan aku memukulnya.

Aku terus memukulnya.

Dan anak buahnya melompatiku.

Jadi Dame mengeluarkan pistol.

Polisi berhenti.

Kami mencoba lari.

Dame tertangkap. Aku lolos.

Aku lari.

Kau masih kecil.

Kau takut. Siapa saja pasti lari.

Dan Dame punya pistol, Adonis. Itu bukan salahmu.

Ya, tapi saat dia dipenjara, aku tidak menjangkaunya.

Aku tidak pernah menelepon.

Aku tidak menulis surat.

Setelah beberapa saat, terasa lebih mudah untuk berpura-pura lupa.

Cuma..

...bertingkah seolah itu tidak pernah terjadi.

Tapi itu tidak membuatmu bertanggung jawab hidupnya berubah.

Kau pria baik, Adonis.

Aku tidak tahu lagi.

Kau harus mencoba untuk memaafkan diri sendiri,

agar mulai percaya kau pantas meriah kehidupan kau peroleh.

Karena itu benar.

Jangan biarkan dia merusak semua yang telah kau bangun.

Tapi, B, dia tidak mau berhenti.

Buat dia berhenti.

Cuma ada satu cara Dame mau mendengar.

Jika itu yang harus kau lakukan, maka...

...baiklah.

Di usia 26 tahun, dia mantan juara kelas berat dunia.

Salah satu petinju terhebat dalam sejarah tinju.

Adonis Creed duduk di sebelahku.

Selamat datang di acara. Apa kabar?

Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah mengundangku.

Ya, terima kasih sudah ada di sini.

Kau dipanggil untuk tampil di acara ini, yang belum pernah kau lakukan.

Aku ingin tahu kenapa kau merasa perlu

datang di televisi nasional hari ini untuk bicara.

Apa yang kau pikirkan?

Saat meninggalkan tinju, aku pergi dengan urusan yang belum selesai.

Pasti tentang Dame. Pasti tentang dia.

Mari kita singkirkan ini.

Aku yakin kau adalah petinju terbaik di dunia di atas kertas.

Tiga tahun lalu.

Belum lama kau masuk di dunia ini.

Mungkin kau belum mendengar apa kata mereka tentangmu.

A: Conlan.

Dia di luar masa jayanya saat kau mengalahkannya.

B: Dame.

Dia raja tinju berikutnya. Bukan kau. Baik?

Setiap kali kau berbalik,

Dame menghinamu, dan tanpa menyesal.

Hei, keraskan itu.

Kepada siapapun yang akan dengar, dia mempertanyakan kejantananmu,

dia bicara tentang keluargamu.

Dia bicara kau tidak bisa dipercaya, dan kau meninggalkan keluarga.

Tidak. Tunggu. Biar aku... - Tunggu. Ada telepon masuk.

Ada telepon. Sambungkan dia, sekarang.

Hei, apa kabar, kawan kecil?

Mau tisu?

Mau aku ke sana memelukmu?

Dengar, aku cuma memberitahu semua orang siapa kau sebenarnya.

Bagaimana kau meninggalkan keluarga.

Dame, tidak seperti ini.

Ini bukan cara menanganinya.

Kabar buruk. Ini siaran langsung.

Jadi, begini kita akan menanganinya sekarang.

Donnie kecil tidak punya apa-apa. Dia pengecut.

Kau pengecut, dan penipu.

Aku tahu itu. Semua orang tahu itu.

Hei, Apollo Creed pasti malu.

Kau lepas kendali.

Baik.

Aku menantangmu untuk kejuaraan kelas berat dunia.

Kau dan aku?

- Adakan. - Adakan!

Ya. Kalian semua mendengarnya di sini lebih dulu.

Aku tahu aku tidak sabar untuk ini.

Ini dia. Apa kabar, Juara?

- Apa yang terjadi? - Jam tayang utama.

Juara datang! Semarakkan.

Ini dia, teman-teman.

Mari mengenal kembali.

Fraktur metakarpal keempat dan kelima.

Kedua tangan.

Rongga matanya pecah.

Ginjal pecah.

- Bahunya lemah. - Ototnya robek.

Dia tidak mampu lagi. Dia pensiun. Berat badannya takkan naik lagi.

Dan ingatkan aku, berapa banyak gegar otak kau alami?

Kau sudah tua, dan lemah.

Kita tahu Dame. Dame akan menghafal daftar luka ini.

Dia bersedia apa saja demi menang, jadi kau harus siap untuk segalanya.

Kita tidak bisa memutar waktu, menyembunyikan kekuranganmu,

tapi kita bisa menjadikan semua itu kekuatan.

Bagus. Dua tusukan.

- Dari bawah. - Menghindar.

Satu-satu-dua.

- Aku paham. - Ayo, D.

Semakin tinggi kau, semakin sulit jadinya.

Itulah hidup. Lari ini!

Ayo.

Tarik tambang. Gaya lama.

Di sini. Ayo. Lagi dan lagi.

Dorong.

Dorong!

Kenapa menengok, Nak? Lihat ke depan.

Siapa yang menghindar begini? Tidak ada. Maju.

Tidak ada yang akan santai padanya, 'kan?

Ayo. Fokus.

Ini dia.

Ini dia.

Ayo.

Berhentilah berpikir terlalu banyak.

Fokus di pertandingan.

Kau melihat pria itu di sana? Kau ingat dia?

Kau harus memblokir semua dan berada di saat ini.

Bukan masa lalu. Bukan masa depan.

Sekarang.

Ayo.

Hei.

- Bagaimana... - Jangan.

Tapi kau baik saja?

Cukup untuk mengalahkanmu.

Angkat tanganmu.

Bergerak!

Kau bisa pulang, kawan.

Mungkin kita harus istirahat.

Istirahat?

Mau ke mana?

Aku baru mulai.

Aku melihatmu, Nak.

Kita di sini bekerja sekarang!

Di mana dia?

Aku melihatmu.

Mari kita lakukan, Sayang! Ayo!

Ini dia!

Ayo!

Selamat datang di Los Angeles

untuk salah satu pertarungan kelas berat paling dinantikan.

Satu langkah.

Satu pukulan.

Ronde demi ronde.

Satu langkah.

Satu pukulan.

Ronde demi ronde.

Satu langkah.

Satu pukulan.

Ronde demi ronde.

Creed!

Creed!

Ya, Nak!

Apa kabar, LA?

Para penonton sekalian, selamat malam, dan selamat datang di Pertarungan Los Angeles.

Pertarungan dimulai sekarang!

Memperkenalkan, sang penantang.

Dari Delphi Gym

dan dengan bangga mewakili Los Angeles, California,

inilah mantan juara dunia kelas berat ringan dan kelas berat,

Adonis Creed!

Creed!

Dan lawannya di seberang ring,

mewakili Distrik Crenshaw di Los Angeles, California.

Inilah mantan juara Sarung Tangan Emas

dan pemegang sabuk, juara bertahan, tak terkalahkan

dan juara dunia kelas berat gabungan, "Diamond" Damian Anderson!

Anderson!

Creed pensiun sebagai juara, tapi dia jelas diunggulkan.

Ya, tidak diragukan lagi Dame lebih unggul.

Dia terlihat dalam kondisi fenomenal.

Kalian berdua sudah menerima instruksi di ruang ganti kalian.

Aku ingin pertarungan yang bagus dan bersih.

Patuhi perintahku setiap saat. Yang terpenting, lindungi diri setiap saat.

Ayo.

Kau sendirian sekarang, Donnie.

Pergi ke sudut.

Intensitas di sini tidak seperti yang pernah kulihat.

Ya, kau bisa merasakan dendam di antara mereka

dalam Pertarungan di LA ini.

Dan kita mulai.

Dan pertanyaan besar di babak pertama, seberapa tumpul Adonis?

Tiga tahun tak bertinju.

Dan cara Dame menyerang, ini bisa berakhir lebih awal.

Sedikit awal hati-hati di sini.

Masih belum jelas siapa yang akan mendikte.

Berhentilah menahan diri, D.

Kau terlalu menghormatinya.

Anderson melukai lebih dulu dengan pukulan keras ke lengan Creed.

Kedua petinju saling menilai.

Dan, tusukan keras ke wajah mendarat, dan Creed akan mengikatnya.

Angkat terus tanganmu! Ayo!

Kau harus berkomitmen, D!

Ayo.

Ayo, D!

Ronde itu milik Anderson dengan awal mengesankan.

Baik, bocah Donnie. Aku akan menemuimu sebentar lagi.

Jangan khawatir. Aku segera kembali.

Caramu hebat tadi. Buat dia lelah.

Bocah itu gentar. Dia melihatmu tidak takut.

Sekarang saatnya dia mulai berkelahi kotor, 'kan?

Tegakkan kepalamu. Biarkan dia membuat kesalahan.

Dia akan membuat banyak kesalahan.

Dan serang saat dia lengah.

Layangkan pukulan kuat, Juara.

- Pacu dirimu. - Aku tahu yang kulakukan.

Jangan mencemaskanku.

Semua uang itu tidak bisa menyelamatkannya. Percaya itu.

Kau pasti penasaran apa Creed menyesali keputusannya untuk kembali ke atas ring.

Pensiun sepertinya akan jauh lebih menyenangkan.

Ronde kedua sedang berlangsung di Los Angeles, langsung di DAZN.

Mari kita lihat apa Adonis bisa menemukan bentuk kejuaraannya

dan memancing kemampuannya.

Berhenti berlari, Donnie.

Ya!

Hei, pertahankan itu.

Apa kataku? Ini dia datang.

- Ayolah, wasit. - Pertahankan itu.

Trik murahanmu itu, Kek? Tidak bisa mengalahkanku?

Kau sudah cukup, Nak?

Kunci dia, Sayang.

Kau pikir ini akan mudah.

Sungguh menarik mendekati ronde kedua di pertarungan LA.

Keduanya melayangkan pukulan yang luar biasa.

Itu lebih baik.

Tetap fokus. Dikte dia.

Terus lesakkan tinju. Paksa dia terbuka...

Jangan biarkan si bodoh ini mengendalikanmu.

- Subtitle by RhainDesign -

Apa yang baru saja kita saksikan?

Akhir luar biasa untuk babak 11.

Pertarungan ini terasa seimbang.

Kau bisa merasakan ketegangannya.

Ini sejarah yang tumpah ke atas ring.

Perang yang menguras emosi di Los Angeles.

Dengar...

Kau di situ bertinju.

Aku butuh kau mulai bertarung.

Pergilah ke sana dan lakukan apa yang ingin kita lakukan.

Ini waktumu, juara!

Ini waktumu bersinar!

Lepaskan rasa takut. Kau mengerti?

Lepaskan rasa bersalah.

Lepaskan, kawan.

Lepaskan apapun yang ada dan hampiri.

Pergilah ke sana dan jadilah ganas! Kau mendengarku?

Jadilah ganas!

Pergilah ke sana dan jadilah Adonis Creed!

Dan babak 12 dimulai.

Tiga menit untuk menentukan juara dunia kelas berat.

Ya, Sayang. Tetap di zona itu bersamanya.

Ayolah, wasit!

Ini dia, Sayang.

Dan Creed jatuh!

- Sudut netral. - Bangun, Donnie!

- Pukulan telak ke tubuh... - Empat!

Dan dia berlutut!

- Lima! - Bangun, Nak!

Enam!

- Bangun, Nak. - Tujuh!

Delapan!

Bangun, D.

Sembilan!

Dan dia bangun!

Kemari. Kau baik-baik saja? - Ya.

- Kau baik-baik saja? - Aku baik.

- Mau lanjut? - Ya. Ayo.

Ini dia! Ya!

Creed mengalahkan hitungan, tapi Dame menyerang.

Bisakah dia bertahan?

Ayo! Serang dia!

Lepas!

Creed melepaskan diri.

Dia mencecar sekuat tenaga!

- Bagus, D. - Menyudutkan Anderson!

Ini waktumu, D!

Anderson tumbang!

Ya! Seperti itu! Bagaimana itu?

K.O! Pukulan luar biasa!

Adonis Creed adalah juara dunia kelas berat baru!

Hadirin sekalian, kontes ini segera berakhir

dalam 2 menit dan 12 detik dari babak ke-12 dan terakhir,

untuk pemenang dengan K.O.

Kebanggaan tinju Los Angeles,

dan sekali lagi juara kelas berat dunia, Adonis Creed!

Adonis Creed berhasil. Ya!

- K.O... - Itu yang kumaksud.

Di babak ke-12. Adegan luar biasa.

Ya!

Jika ada yang meragukan siapa raja tinju,

jangan ada keraguan lagi.

Dinasti Creed berkuasa.

Bagus. Kembali berlatih keras, kembali fokus.

Kembali untuk fase selanjutnya.

Kita kembali berbisnis.

Kami di aula, Juara.

Kau memang belajar beberapa gaya tanpaku.

Dame, maaf.

Bertahun-tahun itu...

Aku tidak pernah menjengukmu.

Itu salahku.

Kita saat itu...

...masih kecil, kawan.

Itu bukan salahmu.

Tak satu pun.

Tak pernah.

Hei, D.

Itu juga bukan salahmu.

Baik, silakan.

Keluarga dan semua orang menunggumu.

Juara.

Kau tahu di mana aku jika butuh aku.

Kau tahu dia sudah menunggu semalaman untuk ini, bukan?

Dia terlihat hebat di situ.

Ya.

Kau baik-baik saja?

Aku lebih baik sekarang.

Baik.

Baik.

Siap?

Tumbangkan dia.

Ya.

Tidak!

Sekarang kita punya juara baru!

Aku sang juara!

Dia juara!

Pulang?

Ya.

Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM

Ayo Kunjungi Sekarang Juga! LXWHITELABEL.COM

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.