Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Road Home]
[Episode 30]
[Tahun 2020]
[Kota Qining]
Gui Xiao.
Sekarang
aku masih berada di restoran itu.
Kertas ini ditemukan di belakang konter.
Pena ini juga.
Sekarang adalah satu jam
setelah kamu pergi dengan mobil.
Mereka masih menyanyikan
lagu yang dinyanyikan saat kamu datang.
Lampu di sini redup.
Aku menulis dengan tirai dan pintu yang terbuka.
Badai salju lebat.
Jariku kira-kira
bisa bertahan selama satu jam
dalam udara dingin.
Satu jam
sudah cukup untuk satu surat.
[Tahun 2008]
Beberapa tahun ini aku tidak pernah menulis surat untukmu.
Jika dipikir-pikir lagi,
memang pernah menulis beberapa surat,
tapi semua tidak dikirim.
Pertama, tidak tahu alamat rumahmu.
Kedua, jika mengira-ngira,
seharusnya kamu sudah menikah di usia ini.
Aku tidak ingin mengganggu.
Tentu saja.
Setelah surat ini ditulis, tetap tidak bisa dikirim.
Aku hanya ingin mencari tempat
untuk berbicara denganmu.
Lu Chen, pelan-pelan.
Paman, aku piket hari ini.
Jujur saja,
saat putus waktu itu
memang telah mengambil setengah nyawaku.
Tapi kemudian saat dipikirkan,
semua hanya sisi baikmu.
Itu kakakku.
Lu Chen?
Benar, dari SMA 3 kelas 6.
Kakakmu sangat terkenal.
Tentu saja.
[SMA 3 kelas 6]
[Hitung mundur ujian nasional 53 hari]
Kak, kamu mencariku?
Benar.
Zixuan.
Kamu bantu aku
mengantar ini pada guru matematika.
Aku melihatmu tadi pagi.
Aku juga melihatmu,
tapi tidak sempat memanggilmu.
Kenapa kamu juga tidak memanggilku?
Aku piket, takut tidak sempat.
Akhir-akhir ini kamu bermain dengan siapa?
Ibumu bilang
setiap hari kamu pulang sekolah sangat malam.
Tidak.
Ibu tahu
dengan siapa aku bermain.
Ada satu yang tinggal di kompleksku.
SMA 2, namanya Gui Xiao.
Kami berdua pergi dan pulang sekolah bersama setiap hari.
Gui Xiao?
Benar, ibuku juga mengenalnya.
Setiap hari dia ke rumahku untuk mengerjakan PR.
Aku kembali dulu, sampai jumpa.
Menyebalkan.
Peringkat pertama seangkatan.
Kubilang, kamu peringkat pertama seangkatan.
Tadi peringkatnya sudah keluar.
Kamu hebat sekali.
Kak.
Aku harus masuk kelas.
Baik.
Itu temanmu?
Benar.
Dia
yang selalu mengerjakan PR di rumahku.
Gui Xiao.
Kakak sepupuku, Lu Chen.
Lu Yanchen.
Benar.
Saat sekolah bertemu orang yang namanya sama,
jadi ganti nama.
Tapi keluarga kami
masih memanggilnya Lu Chen.
Dia bilang kamu SMA 2.
SMA 2 kelas 6.
Aku dari SMA 3 kelas 6.
Kebetulan sekali, kita kelas 6.
Tepat di atasmu.
[SMA 2 kelas 6]
Selanjutnya belajar sendiri.
Kerjakan PR masing-masing.
Jangan bicara dan jangan ribut.
Pria tampan
yang berbicara denganmu di lapangan tadi
adalah pria tertampan dari SMA 3 kelas 6, 'kan?
Dia pria tertampan di sekolah?
Benar.
Namanya siapa, ya?
Sudah sering bertemu.
SMA 2 kelas 6 tidak takut panas musim panas!
SMA 2 kelas 6 tidak takut panas musim panas!
SMA 2 kelas 6, semangat!
SMA 2 kelas 6, semangat!
SMA 2 kelas 6 tidak takut panas musim panas!
SMA 2 kelas 6 tidak takut panas musim panas!
SMA yang sangat indah.
Sayangnya, kita akan segera mengucapkan selamat tinggal.
Aku sangat tidak rela.
Kemarin siapa yang bilang
ingin sekali ujian nasional besok.
Kamu sudah daftar ke akademi kepolisian?
Katanya, di sana sangat sulit.
Takut, tidak?
Oper kemari.
Oper ke sini.
Ayo, jaga!
Ayo, sekali lagi.
Pertahanan.
Ayo, kemari.
Jaga.
Masukkan bola!
Bola bagus.
Lu Chen, itu Lu Chen.
Lu Chen dari SMA 3 kelas 6.
Cepat.
Sini, oper padaku.
Ayo.
Halangi.
Bola bagus.
Ayo, cepat.
- Ganti aku main. - Oper padaku.
Bai, ganti Lu Chen.
Ayo, lanjutkan.
Selanjutnya, bertahan.
Jaga!
Jaga, lihat orangnya.
Perhatikan!
Rebut bola!
Oper kemari.
Setelah kelulusan SMA 3 kali ini,
pertandingan basket berkurang beberapa kelas.
Beberapa pemain basket yang bagus,
semuanya dari SMA 3.
Tidak, angkatan kita juga ada.
Baik, berhenti.
Cepat.
Sudah cukup berolahraga.
Sebentar lagi ujian nasional.
Kurangi olahraga berat.
Sebentar lagi ujian nasional.
Kalau cedera,
akan mengganggu ujian nasional.
Sudahlah, cepat pergi.
Ayo.
Kamu dari SMA 2, 'kan?
Kamu menghalangiku.
Tidak, aku searah denganmu.
Untuk apa kamu turun?
Ayo pulang bersama.
Benar.
Jangan pergi.
Tasmu berat, tidak? Kubawakan untukmu.
Berkenalan dulu, jangan diam saja.
Benar.
Lu Chen.
Kuantar kamu pulang.
Kalian berdua saling kenal?
Untuk apa sombong?
Sungguh sial, ayo pergi.
Ayo.
Kemarin SMA 3 ada yang berkelahi
dan ketahuan guru.
Lalu, ditarik ke sekolah dan orang tuanya dipanggil.
Aku melihatnya.
Sepertinya terluka parah.
Kamu kenal?
Dia teman adikku.
Nilai ujian sastra kali ini tidak bagus.
Malam ini,
kamu makan dan mengerjakan PR di rumahku?
Kenapa? Nilaimu juga tidak bagus?
Lumayan.
Ambillah.
Terima kasih, Kak.
Tidak perlu sungkan denganku.
Kakakku membeli lebih, kamu minum saja.
Dia juga tidak bilang ini untuk kuminum.
Bagaimana jika dia letakkan di sini untuk sementara,
lalu nanti akan datang mengambilnya?
Dia sengaja meletakkannya di sisimu.
Tidak perlu sungkan dengannya, minumlah.
Beberapa hari ini,
kantin sekolah sangat tidak enak.
Beberapa hari berturut-turut aku dan Gui Xiao
makan di depan gerbang sekolah.
Di depan gerbang sekolah ada beberapa
yang tidak bersih.
Kurangi makan di sana.
Tidak sepertimu, masak dan bawa sendiri.
Sungguh iri.
Aku akan memasak beberapa hidangan untukmu.
Besok siang bawa untuk dimakan.
Baik.
Tapi ibuku
tidak mengizinkanku mengganggumu.
Katanya kamu akan segera ujian nasional.
Kalau dia tahu kamu membawakan
makanan untukku,
dia akan memarahiku.
Jarang-jarang.
Ini untuk kamu makan besok siang.
Kakakku memang baik padaku.
Ambil kotak makan.
Jika aku punya keterampilanmu,
aku bawa makanan sendiri setiap hari.
Mau kusisakan untukmu?
Tidak perlu.
Kakakku memasaknya kemarin.
Cicipilah.
Kakakmu yang masak?
Benar.
Dia bilang mengganti makananku.
Pantas saja kamu menyuruhku
membawa nasi hari ini.
Enak.
Benar-benar bagus.
Sayang sekali.
Akademi kepolisian yang didaftar kakakku tidak di Beijing.
Kelak mungkin tidak bisa bertemu lagi.
Dia tidak mendaftar ke sekolah di Beijing?
Benar.
Mungkin akan kembali saat liburan musim dingin dan panas.
Tapi kalau dia punya pacar,
mungkin liburan musim dingin dan panas juga tidak pulang.
Pacarnya beruntung.
Dia baik, masakannya juga enak.
Apa wali kelas kalian sudah bilang?
Sekolah kita akan menjadi tempat ujian.
SMA 1 dan SMA 2 libur.
Sudah.
Bagus sekali.
Bos.
Hari ini ujian nasional.
Sekolah ditutup dan melarang masuk, 'kan?
Aku kebetulan lewat.
Aneh, kenapa dia tidak ada?
Lihatlah.
Peringkat 50 teratas ini
semua adalah universitas ternama.
SMA 3 kali ini ini hebat sekali.
Benar.
Benar-benar tidak tahu bagaimana mereka ujian.
Besok setelah les,
kita pergi beli makanan.
Baik.
Lagi pula sekarang belum ada kelas belajar malam.
SMA 3.
Akhirnya giliran kita.
Bagaimana ujian kakakmu?
Apa lulus?
Aku tidak tahu.
Kamu tidak bertanya?
Sebelum ujian, ibuku sudah berpesan.
Dia tidak mengizinkanku bertanya.
Takut membuatnya tertekan.
Setelah ujian, menunggu surat penerimaan.
Tekanannya besar, 'kan?
[Bengkel Lu Zheng]
Lu Chen.
Mari, berbincang sebentar dengan Paman.
Tidak apa-apa.
Katakan sesuatu
supaya lega.
Dasar anak sial.
Apa yang harus aku katakan padamu?
Tidak mengizinkanmu ujian akademi kepolisian, tapi kamu bersikeras.
Dalam otakmu
tidak ada aku sebagai ayah kandung,
hanya ada ayah tirimu, 'kan?
Sudahlah, Kawan.
Hatinya sedih.
Tidak bisakah kamu kurangi bicaramu?
Sedih apa?
Biarkan dia tahu
siapa ayah kandungnya.
Suruh dia mendaftar apa, tapi dia tidak menurut.
Baiklah, tahun ini kamu jangan ujian lagi.
Kita bicarakan lagi tahun depan.
Tahun depan kamu pindah sekolah saja.
Mungkin nilaimu bisa lebih baik.
Setiap hari tinggal di sini.
Kamu juga bukan tidak punya rumah.
Aku melewatkan ujian nasional tahun itu.
Jika aku tidak mengulang kelas
atau pindah sekolah,
mungkinkah aku
akan putus hubungan denganmu?
Kakak Chen.
Kamu sudah boleh keluar?
Tertunda satu tahun juga tidak masalah.
Kalau mengulang kelas, nilai akan lebih bagus.
Kamu menghibur orang,
tapi tidak seperti menghibur orang.
Aku berniat baik.
Tidak mau main sebentar?
Aku sedang tidak ingin, kalian main saja.
Jangan pedulikan aku.
Gui Xiao.
Kamu sudah datang.
Apa PR liburan musim panasmu sudah selesai?
Kamu keluar bermain.
Bukankah kamu juga?
Merayakan kelulusan Meng Xiaoshan dan lainnya.
Ini spesial.
Nanti kuperkenalkan padamu.
Adik kelas setahun di bawahmu.
Kak, kamu mau ke mana?
Aku akan main denganmu.
Kamu sudah duduk seharian,
akhirnya ada suasana hati untuk bergerak.
Aku tidak bisa mengalahkanmu.
Aku pakai tangan kiri.
Lu Chen mengulang kelas.
Benarkah?
Bukankah kamu mengenalnya?
Dia tidak memberitahumu?
Tadi pagi bertemu, tapi tidak bertanya dengan detail.
Kalau begitu, lain kali saat bertemu dengannya
tanyakan saja.
Aku rasa jika dihitung seperti ini
akan lebih baik.
Aku mengerti.
Pelan-pelan.
[Tahun 2009]
Sudah mabuk kenapa masih...
Ayo, pelan-pelan.
Di mana?
Di sini saja, di sini.
Paman, aku sudah mau terlambat.
Kuserahkan ayahku padamu.
Tenang saja, Nak.
Pergilah.
Lu Chen.
Kelas belajar mandiri pagi sudah hampir selesai,
kamu baru datang?
Mana seragam sekolahmu?
Dibuat kotor oleh orang rumah,
tidak sempat dicuci.
Pergi ke kantorku.
Baca buku sambil berdiri.
Melanggar disiplin, tidak menghukummu,
semua orang akan belajar darimu.
Kamu seperti ini, lebih baik tinggal di sekolah.
Ayahku tidak memberiku uang untuk tinggal di asrama.
Kamu terlambat?
Dihukum berdiri.
Kamu pakai ini.
Pak Guru senang.
Pak Guru,
PR kelas kami sudah ditaruh di sana.
Sudah bekerja keras.
Tidak masalah.
Lihat dirimu.
Tidak memakai seragam sekolah, tidak memakai lencana sekolah.
Aku membawa ini.
Anggap kamu sudah berusaha.
Pergilah.
Ujian matematika minggu lalu,
guru mengambil kertas ujianmu
untuk dijadikan soal simulasi di kelas kami.
Hasil ujiannya tidak terlalu bagus.
Beberapa soal utamamu itu
dijawab dengan cukup bagus.
Bolehkah aku melihatnya?
Tunggu sebentar.
Kenapa? Ingin bertanya pada guru?
Bukan.
Aku tidak tahu
guru memberimu berapa lembar soal.
Silakan kamu lihat.
Terima kasih.
Tidak perlu buru-buru mengembalikannya, aku tidak memerlukannya.
Baik.
[Latihan adaptasi sebelum ujian SMA 3]
Pamanmu menyuruhmu pergi makan.
Aku tidak mau.
Kamu disuruh pergi ya harus pergi.
Tugasku banyak.
Makan dulu, nanti pulang baru kerjakan PR.
Lakukan saja perintahku.
Jika kamu pergi, bisa membantuku minum bir.
Aku membelikannya untukmu.
Bukan, kalian jangan ribut.
Kemarin aku mengambil miliknya sebotol.
Aku hanya mengembalikannya.
Tidak perlu.
Kita adalah saudara.
Benar.
Saudara.
Saudara.
Saudara.
Sau... saudara.
Mencarimu.
Terima kasih.
Tidak masalah.
Aku bilang pada bos toserba
akan mentraktirmu makan es krim,
♫Hai, hari ini hari apa?♫
tapi takut meleleh jika dibawa naik.
♫Apa bisa bertemu denganmu♫
Setelah pulang sekolah,
kamu pilih sendiri satu rasa.
Aku yang traktir.
♫Agar detak jantung tetap di 110♫
♫Terus berdetak kencang♫
♫Oh, kamu belum bangun♫
♫Tak melihat pesan dariku♫
♫Apa ada yang memberitahumu♫
♫Aku sangat merindukanmu♫
Untuk apa Lu Chen mencarimu?
♫Hai, hari ini hari apa?♫
Mengembalikan kertas soal.
♫Apa bisa bertemu denganmu♫
♫Agar detak jantung tetap di 110♫
[Terima kasih]
♫Terus berdetak kencang♫
♫Pacaran sedang populer♫
♫Kamu masih mau diam saja?♫
♫Bahkan rembulan pun sudah dibangunkan♫
♫Meteor juga bisa berhenti♫
♫Lagu cinta sedang populer♫
♫Aku akan menyanyikannya untukmu♫
♫Kita harus perlahan-lahan memupuk perasaan♫
♫Aku yakin kamu bisa♫
[Perang penentuan ujian nasional]
Semuanya pegang kartu ujian kalian.
Persiapkan lebih awal.
Masuk ke ruang ujian.
Berbaris dengan rapi.
Semangat.
- Satu per satu. - Semangat.
Masuk secara teratur.
Ujian satu angkatan sudah selesai lagi.
Sungguh merasakan pencapaian. Mengajar SMA kelas 3 melelahkan.
Rasa pencapaian adalah motivasi.
Adik Ipar.
Selamat.
Aku ada janji dengan Lu Chen,
tidak disangka kamu kebetulan keluar.
Aku sedang berpamitan dengan teman-teman,
jadi agak siang.
Normal.
Sudah lulus,
akan sulit untuk bertemu lagi.
Benar.
Bagaimana ujianmu?
Lumayan.
Bagaimana denganmu?
Lumayan.
Kalian bicaralah dulu,
aku mau pulang.
[Akademi Kepolisian Qiwen]
[Surat Pemberitahuan Penerimaan Tahun 2009]
Sejak pulang,
kamu sudah membereskan kotak ini sampai sekarang.
Dua hari lagi Gui Xiao akan pulang.
Pulang?
Dia tinggal di rumah bibinya
dan bersekolah di sini.
Sekarang ujian nasional sudah selesai,
jadi dia akan pindah.
Bukankah masih ada liburan musim panas?
Liburan musim panas?
Dia mau liburan musim panas di mana
ya di mana.
Kamu mau ke mana?
Keluargaku sakit,
aku mau ke rumah sakit menjenguknya.
Kenapa kamu datang?
Aku hanya infus,
nanti sudah akan pulang.
Tidak perlu dijenguk.
Aku sedang libur, jadi datang menjenguk.
Sudah, tidak perlu.
Aku batuk.
Kakiku sangat sehat.
Aku tidak suka dipapah orang lain.
Orang lain memapahku,
aku merasa diriku semakin tua.
Kenapa?
Orang tuamu bertengkar lagi?
Atau surat penerimaanmu
belum diberikan jadi kamu panik?
Sudah kuterima.
Sudah diterima?
Selamat.
Hebat sekali.
Bantu aku menelepon.
Kepada siapa?
Gui Xiao.
Baik, segera.
Tapi aku... aku bilang apa?
Bagaimana jika dia tidak mau datang?
Katakan padanya
aku yang menyuruhnya kemari.
Kak, kamu serius?
Sudah tersambung.
Halo, Xiaoxiao.
Ada apa?
Nenekku sedang infus di rumah sakit.
Lalu, aku dan kakakku
sedang menemaninya.
Apakah kamu mau datang?
Dia yang menyuruhku memanggilmu.
Di rumah sakit?
Benar.
Aku sudah bilang kamu paling benci rumah sakit,
kamu pasti tidak bisa datang.
Tapi kakakku bilang,
asalkan mengatakan dia yang menyuruhmu datang,
kamu pasti datang.
Datang, tidak?
Tunggu aku.
Lagi pula tidak ada urusan.
Baik.
Dia sudah setuju, sebentar lagi datang.
Ibumu menyuruhmu pulang,
kamu masih belum pergi?
Aku...
Nanti kamu laporkan padaku.
Besok aku akan makan di rumahmu.
Laporkan padaku.
Kamu tidak pergi bersamanya?
Ibunya Huang Ting sebentar lagi datang.
Kamu pulang saja dengannya.
Aku di sini baik-baik saja.
Hari ini hanya satu kantong.
Setelah selesai akan pulang.
Aku tunggu bibi keduaku.
Bibi Kedua, aku pergi dulu.
Kamu menyukaiku?
Apa ada yang bertanya sepertimu?
Sudah selesai?
Ulurkan tanganmu.
Aku akan pergi ke akademi kepolisian di luar kota,
tidak bisa sering pulang.
Jika ada waktu, aku akan meneleponmu.
Ada libur akan pulang melihatmu.
[Bengkel Lu Zheng]
Sedikit terlambat.
Ibuku tadi datang
mengantarkan barang untukku.
Tidak apa-apa.
Sudah menunggu sampai tertidur?
Tidak.
Apa besok mau bertemu?
Ada urusan di rumah
atau besok sudah mau pulang?
Terputus?
Tidak.
Aku sengaja.
Besok aku jemput.
Besok sebelum kamu berangkat,
telepon aku.
Aku menunggumu di rumah.
Tidurlah lebih awal.
♫Kamu pasti diam-diam menyimpan♫
♫Banyak kesulitan♫
♫Menunggu bertemu seseorang♫
♫Yang bisa mengerti kesulitan itu♫
♫Di malam yang ada arak dan angin♫
Ini kakak sepupuku, Lu Chen.
Lu Yanchen.
♫Separuh bulan♫
♫Bulan♫
♫Kamu pasti diam-diam menghapus♫
♫Kenangan yang lama♫
♫Mengetahui bahwa hidup dalam diam♫
♫Baru ada cahaya saat tidak dimengerti♫
♫Di malam yang tidak diketahui siapa pun♫
♫Rasanya sejuk♫
♫Sejuk♫
♫Kamu pasti diam-diam pergi♫
♫Ke tempat terjauh♫
♫Membawa kembali oksigen hijau musim panas♫
♫Dan juga daun kuning musim gugur♫
♫Di malam yang bermimpi mengejutkan di taman♫
♫Sebuah lagu sedih tentang masa muda yang indah♫
♫Kamu pasti diam-diam menghapus♫
♫Kenangan yang lama♫
Orangnya sudah pergi,
mulai merasa tidak nyaman?
♫Mengetahui bahwa hidup dalam diam♫
♫Baru ada cahaya saat tidak dimengerti♫
Masalah kamu dipindahkan kembali,
sudah memberitahunya?
♫Di malam yang tidak diketahui siapa pun♫
Masih ragu.
Perintah pemindahan sudah turun, apa yang masih diragukan?
♫Rasanya sejuk♫
Ada beberapa hal yang kamu tidak tahu.
♫Sejuk♫
Ada beberapa hal
tidak kamu mengerti.
♫Kamu pasti diam-diam memandang♫
♫Ke tempat dimulainya mimpi♫
♫Pemandangan musim semi yang manis♫
♫Dan cerahnya salju pertama♫
♫Di malam yang bertemu tanpa sengaja♫
Pulang juga bagus.
Lebih baik pulang saja.
♫Cahaya yang redup menjadi terang benderang♫
♫Kamu pasti diam-diam mengarungi♫
♫Lautan takdir♫
♫Mencium gelombang panas yang angkuh♫
♫Memeluk cahaya bintang yang menangis♫
♫Di malam yang membosankan♫
♫Semangkuk kebiasaan♫
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.