Afrikaans
Akan
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Road Home]
[Episode 27]
Kapan kamu melahirkan?
Hari perkiraan lahirku Senin depan.
Aku Senin lalu.
Yang di dalam perutku ini,
mungkin terlalu nyaman tinggal di dalam.
Sampai sekarang masih enggan keluar.
Semoga aku bisa duluan melahirkan dari kamu.
Apakah kamu sudah menyiapkan cokelat?
Aku sudah menyiapkan banyak.
Ada lengkeng juga.
Nanti pada saat kita melahirkan,
harus ada tenaga.
Aku bagikan sedikit untukmu.
Baik, terima kasih.
Sama-sama.
Cepat tidur.
Sebentar lagi.
Suamimu tidak datang?
Aku lihat sore ini
ibumu yang sibuk terus.
Suamiku bekerja di bidang teknik informatika.
Pekerjaan rahasia.
Sering lembur dan tidak bisa menemuinya.
Belakangan ini dia pergi dinas lagi,
entah pergi ke mana.
Apa boleh buat.
Aku melahirkan,
dia pasti tidak sempat kembali.
Pertemuan berikutnya mungkin tiga bulan lagi.
Ini hampir sama dengan suamiku.
Suamiku adalah polisi SWAT penjinak bom.
Sejak aku hamil, dia sudah bertugas,
sampai sekarang juga jarang sekali bertemu.
Kamu lebih kasihan dariku.
Cepat tidur, menyimpan tenaga.
Terutama kamu.
Kamu bisa melahirkan kapan saja.
Istirahatlah baik-baik,
supaya ada tenaga saat melahirkan.
Baik, aku mengerti.
Cepatlah tidur.
Semoga malam ini kamu
bisa ada sedikit pergerakan.
Selamat malam.
Selamat malam.
Kamu tidak perlu gugup.
Dokter Xu adalah pakar dalam
Departemen Obstetri dan Ginekologi kami.
Kamu sebaiknya melahirkan normal.
Jika benar-benar tidak bisa
dan harus operasi sesar,
ada dia, lebih tidak perlu khawatir.
Aku tahu.
Aku hanya tidak bisa tidur,
melihat-lihat panduan persalinan normal.
Cepat tidur, ya.
Baik.
Episiotomi?
Kamu beres-beres dan ikut aku keluar.
Ayahmu datang.
Ayahku?
Benar.
Apakah kondisinya memungkinkan?
Tidak masalah.
Aku bisa izin untuk ikut.
Bersiap-siaplah.
Besok ikut aku terbang ke Qining.
Terjadi sesuatu pada Lu Chen.
Terjadi sesuatu pada Lu Chen?
Benar.
Kalau bukan karena situasi ini,
aku sama sekali tidak akan memberitahumu.
Aku akan membawamu ke sana.
Dia sedang diselamatkan.
Gui Xiao.
Kamu harus tegar, demi anak.
Kamu temani dia, kumohon.
Tenang saja, Paman.
Xiaoxiao.
Sebagai istri polisi,
tidak boleh panik saat menemui masalah.
Terutama dalam kondisi seperti ini.
Sebagai istri polisi.
Dia sekarang
sedang melakukan operasi darurat,
masih belum sampai tahap terburuk.
Apa kamu mengerti?
Kuserahkan padamu.
Kembalilah.
Dokter, ada apa dengannya?
Tidak apa-apa.
Bertengkar dengan ayahnya.
Urusan keluarga.
Istirahatlah dengan baik.
Jika kamu tidak bisa tidur,
pejamkan mata untuk tenangkan diri.
[Rawat Jalan, Rawat Inap]
Jangan menangis lagi.
Mungkin saat kamu tiba di sana, dia sudah sadar.
Baguslah jika kamu masih bisa makan.
Ada tenaga.
Pelan-pelan.
Kontraksi, ya?
Apa kamu masih bisa berjalan?
Tidak terlalu parah.
Ayo, cepat naik mobil.
Kamu atur pernapasanmu.
Aku pernah mengajarimu.
Sepertinya sudah mau melahirkan.
Sekarang kamu lihat jam tangan dan perhatikan waktu.
Lima menit sekali.
Beri tahu aku.
Lu Chen.
Dasar kamu penipu!
Bisakah kamu mendengarkanku?
Aku, aku sudah…
Aku sudah datang.
Lu Chen.
♫Kamu pasti diam-diam menyimpan♫
♫Banyak kesulitan♫
♫Menunggu bertemu seseorang♫
♫Yang bisa mengerti kesulitan itu♫
♫Di malam yang ada arak dan angin♫
Aku...
Aku tahu kamu bisa mendengarkanku.
♫Separuh bulan♫
♫Bulan♫
Aku datang.
♫Kamu pasti diam-diam menghapus♫
♫Kenangan yang lama♫
Kapan dia bisa bangun?
♫Mengetahui bahwa hidup dalam diam♫
Hari ini atau besok.
♫Baru ada cahaya saat tidak dimengerti♫
♫Di malam yang tidak diketahui siapa pun♫
Kamu bisa mendengarnya, 'kan?
Aku Gui Xiao.
♫Rasanya sejuk♫
Aku sudah datang.
♫Sejuk♫
Lu Chen,
kamu harus bangun.
♫Kamu pasti diam-diam pergi♫
Kamu dengar itu?
Kamu...
♫Ke tempat terjauh♫
Bayimu akan segera lahir.
♫Membawa kembali oksigen hijau musim panas♫
♫Dan juga daun kuning musim gugur♫
Aku tahu
kamu pasti bisa bangun.
♫Di malam yang bermimpi mengejutkan di taman♫
Gui Xiao, apakah frekuensi kontraksi
semakin sering?
Ayo kita kembali ke ruang bersalin.
Tidak apa-apa.
♫Sebuah lagu sedih tentang masa muda yang indah♫
Tunggu sebentar lagi.
Masih bisa bertahan, tunggu sebentar lagi.
Semangat, semangat.
Kita kembali ke ruang bersalin dulu.
Kamu harus bangun.
Ayo.
♫Kamu pasti diam-diam memandang♫
Pelan-pelan.
♫Ke tempat dimulainya mimpi♫
♫Pemandangan musim semi yang manis♫
♫Dan cerahnya salju pertama♫
♫Di malam yang bertemu tanpa sengaja♫
Aku adalah
♫Cahaya yang redup menjadi terang benderang♫
dokter penanggung jawabnya di Beijing.
Kondisinya khusus,
masuk ke ruang bersalin bersama kalian,
tidak masalah, 'kan?
Ini tidak sesuai aturan.
Aku tahu ini tidak sesuai aturan.
♫Kamu pasti diam-diam mengarungi♫
Aku paling memahami kondisinya,
bisa membantu kalian.
♫Lautan takdir♫
Suaminya adalah pahlawan penjinak bom
yang baru saja diselamatkan.
♫Mencium gelombang panas yang angkuh♫
Dia terbang kemari sebelum melahirkan
untuk melihat suaminya.
Jadi, tolong beri kelonggaran, oke?
♫Memeluk cahaya bintang yang menangis♫
Baiklah.
♫Di malam yang membosankan♫
Tanyakan pada dokter utama apakah boleh.
Terima kasih.
Tidak apa-apa.
Tenang saja.
Halo.
Halo, Shen Jin, ini aku.
Aku tahu.
Katakan.
Aku sedang di Qining.
Terjadi sesuatu pada Lu Chen.
Xiaoxiao datang menjenguknya.
Sekarang di ruang bersalin.
Baru masuk?
Kenapa kamu tidak memberitahuku lebih awal?
Meskipun aku tidak di dalam negeri,
kamu juga seharusnya memberitahuku.
Bukan tidak memberitahumu.
Kamu tenang dulu.
Ini terjadi tiba-tiba.
Untung ada Xu Yao yang mengikutinya.
Aku pun bisa tenang.
Hanya saja,
pertama kali menemui hal seperti ini.
Aku tidak yakin dan agak panik.
Benar juga.
Dulu saat aku melahirkan,
kamu juga tidak di samping.
Tidak pernah mengalaminya.
Tidak disangka,
saat hatiku paling panik,
orang pertama yang terpikirkan adalah kamu.
Tentu saja.
Karena aku adalah ibunya Gui Xiao.
Oh, ya.
Xu Yao ada di sisinya.
Dia sangat bisa diandalkan,
seharusnya tidak ada masalah besar.
Waktu melahirkan setiap wanita
berbeda-beda.
Kamu harus membuat
persiapan untuk menunggu lama.
Lalu,
suruh sekretaris pergi beli makanan.
Baik.
Segera beri tahu aku jika ada sesuatu.
Baik, pasti.
Kamu juga sudah tua.
Jangan terlalu panik.
Putri kita adalah orang yang tegar.
Meski melahirkan adalah perjuangan hidup dan mati,
tapi aku yakin dia bisa mengatasinya.
Dia mewarisi sifatmu.
Saat aku di usianya,
aku tidak semandiri dia.
Dia lebih hebat dariku.
[Ruang Pra-Persalinan]
[Ruang Pra-Persalinan]
[Ruang Bersalin]
Apakah suamiku sudah bangun?
Belum.
Di sana akan ada orang memberi kabar kapan saja.
Kamu melahirkan dengan tenang saja.
Aku akan menemanimu masuk ruang bersalin.
Perawat sudah melapor ke departemen.
Pihak rumah sakit sudah menyetujuinya.
Tidak disangka,
aku berada
di rumah sakit yang sama dengannya.
Inilah yang disebut takdir.
Aku dan dia
se… selalu berjodoh.
Keluarga Gui Xiao.
Di sini.
Anak perempuan, 2,65 kilogram.
Bagus sekali.
Bagaimana keadaan putriku?
Masih dalam pengamatan.
Melahirkan normal.
Setengah jam lagi ke kamar pasien.
Kamu bisa meminta perawat
membawa kamu ke kamar pasien dulu.
Baik, terima kasih.
Lihatlah, sangat cantik.
Tidak terlihat dia mirip siapa.
Anak yang baru lahir,
wajahnya masih belum permanen.
Sama sekali tidak terlihat.
Menurut pengalamanku,
kalian berdua masing-masing setengah.
Lu Chen, bagaimana keadaannya?
Sudah bangun sebentar.
Sudah melewati masa kritis.
Tapi sekarang masih dalam masa bius.
Dia tertidur lagi.
Kamu istirahat dulu.
Tidak usah buru-buru menemuinya.
Apa bisa tidak buru-buru?
Nanti aku bawa kamu pergi melihat ayah.
Oh ya,
tadi ayahmu terus menemanimu.
Lalu,
aku menyuruhnya pulang istirahat dulu.
Awalnya mengira,
Lu Chen mungkin tidak bisa bertemu
dengan anak yang baru lahir.
Tadi aku juga
hampir kehilangan nyawaku.
Semuanya sudah baik-baik saja.
Sudah baik-baik saja.
Ayo makan dulu.
Benar, makan dulu.
Tidak nafsu makan.
Kamu melahirkan normal.
Makan sesuka hati, tidak masalah.
Tidak mau.
Kamu tenang saja, nona besarku.
Aku sudah berpesan
kepada perawat.
Begitu Lu Chen bangun,
langsung beri tahu kita.
Kamu sudah seharian tidak makan,
tadi juga menggunakan banyak tenaga.
Apa kamu tidak lapar?
Lapar.
Kalau begitu cepat makan,
nona besarku.
Ayo.
Mari.
Apakah dia sudah bangun?
Belum.
Atasannya sudah datang menjenguknya.
Waktu itu juga belum bangun.
Tapi kamu tenang saja,
aku sudah memberi tahu perawat di lantai itu.
Begitu bangun, segera telepon.
Aku lihat ayahmu dan kakakmu
sepertinya sudah pergi untuk memahami situasinya.
Sekarang masih pagi.
Kamu tidur lagi sejenak.
Aku akan memberitahumu jika ada kabar.
Terima kasih.
Memang mirip ayah.
Aku harus memanggilmu apa?
Lu Chen sudah bangun.
Apa dia baru bangun?
Apa dia bisa bicara? Apa dia bisa mengenali orang?
Bisa.
Aku sudah menyiapkan kursi roda untukmu,
langsung mendorongmu ke sana.
Seumur hidupku,
ini pertama kalinya aku naik ini.
- Terima kasih. - Pergilah.
Kuserahkan padamu, ya.
Sedikit gugup.
Gugup? Gugup apanya?
Gugup bertemu dengannya.
Sebenarnya dulu juga sama.
Aku gugup setiap kali bertemu dengannya.
Menurutmu aneh tidak?
Setelah kami bersama, aku juga begitu.
Aku ingat,
suatu malam aku pergi mencarinya.
Dia memakai sebuah kemeja,
keluar dengan membawa kunci pas.
Angin di musim dingin sangat kencang.
Dia hanya memakai kemeja itu.
Saat melihatnya seperti ini,
jantungku berdebar-debar.
Tidak berani berjalan mendekat.
Kamar pasien kecil itu sudah dikosongkan.
Disetujui secara khusus.
Dia adalah
istri polisi yang terluka kemarin.
Kebetulan baru tiba, langsung melahirkan.
Apa ada yang departemen kita bisa bantu?
Bos, kamu kebingungan, ya.
Orang itu terkena ledakan.
Kita ini Departemen Otolaringologi.
Lu Chen.
Rasanya seperti masih di sekolah.
♫Ingin melihat momen matahari terbit bersamamu♫
Aku sudah melahirkan seorang putri untukmu.
♫Menutup mata dan diam-diam membuat keinginan♫
Menangis kesakitan?
♫Bayangan punggungmu memenuhi jalan yang panjang♫
♫Jadilah kenyataan dari mimpiku yang gersang♫
♫Jatuh cinta remaja terjadi dalam satu tatapan♫
♫Lebih dekat lagi tanpa memedulikan apa-apa♫
♫Kamu adalah pesan penutupan masa remajaku♫
♫Kamu adalah segalanya di planet kecilku♫
♫Terkadang aku berpikir♫
♫Angin akan bertiup ke padang salju♫
Aku sudah menjadi putri ayahku selama bertahun-tahun,
♫Cahayamu akan mengusir semua malam yang dingin♫
tidak pernah menikmati perlakuan khusus.
Tetap kamu yang lebih dihormati,
♫Aku bersedia demi dirimu♫
bisa membuatku ke sini dengan segala kemudahan.
♫Menggerakkan semua kerinduanku untukmu♫
Jika tidak, putrimu
♫Menepati janji untukmu dengan semua impianku♫
akan lahir di kereta.
♫Karena itu kamu♫
Tapi kalau dilahirkan di kereta,
♫Kamu yang serba bisa♫
juga lumayan menyenangkan.
♫Kamu merupakan sumber keberanianku♫
♫Melintasi jarak mengejar cinta♫
Tapi kuberitahukan padamu,
perlakuan khusus seperti ini,
♫Karena itu kamu♫
♫Akhir dari mimpi adalah kamu♫
seumur hidup ini aku tidak ingin mengalaminya lagi.
Kita sepakati, ya.
♫Kamu cinta paling lembut♫
Tidak akan ada lain kali.
♫Tapi juga paling tegas yang kumiliki♫
♫Karena itu kamu♫
♫Kamu yang serba bisa♫
♫Kamu adalah satu-satunya alasanku♫
Aku beri tahu kamu,
♫Melintasi waktu untuk kembali bertemu denganmu♫
sebelum melahirkan, bukankah harus menunggu persalinan?
♫Karena itu kamu♫
Di sekitarku yang menunggu persalinan,
semuanya menunggu sepanjang malam
selama belasan hingga dua puluh jam.
♫Akhir dari mimpi adalah kamu♫
Perawat mengikat alat pengukur untukku,
lalu pergi.
Mereka pikir aku harus menunggu lagi.
♫Mungkin sepanjang hidupku ini♫
Tidak disangka baru dua setengah jam,
♫Menunggu fajar untuk bertemu denganmu♫
aku sudah berteriak.
Perawat, perawat, aku sudah mau melahirkan.
Mereka mengira aku sedang bercanda.
Air ketubanku saja tidak pecah.
Alhasil begitu diperiksa,
mereka bingung.
Sekelompok orang
mendorongku masuk dengan panik.
Juga memanggil
sekelompok dokter dan perawat
♫Terkadang aku berpikir♫
datang untuk melihat.
Katanya ini adalah kelahiran anak pertama.
♫Angin akan bertiup ke padang salju♫
Cepat sekali serviksnya terbuka.
♫Cahayamu akan mengusir semua malam yang dingin♫
Air ketubannya saja belum pecah.
Aku pun melahirkan sambil menangis.
Mereka melihatnya dengan senang.
♫Aku bersedia demi dirimu♫
Lalu,
♫Menggerakkan semua kerinduanku untukmu♫
mereka menanyakan riwayat medisku,
baru ada yang bilang, aku adalah keluarga pahlawan.
♫Menepati janji untukmu dengan semua impianku♫
Tiba-tiba datang untuk melahirkan.
Ada seorang dokter kecil.
♫Karena itu kamu♫
Dia keluar untuk mengambil rekam medisku.
♫Kamu yang serba bisa♫
Baru saja dia keluar,
aku langsung melahirkan.
♫Kamu merupakan sumber keberanianku♫
♫Melintasi jarak mengejar cinta♫
♫Karena itu kamu♫
Lu Chen.
♫Akhir dari mimpi adalah kamu♫
Dia baru bangun.
Sebelumnya juga pernah bangun dua kali.
♫Kamu cinta paling lembut♫
Pengaruh obat biusnya belum hilang.
♫Tapi juga paling tegas yang kumiliki♫
Kali ini sudah membaik,
tapi masih belum terlalu sadar.
♫Karena itu kamu♫
♫Kamu yang serba bisa♫
♫Kamu adalah satu-satunya alasanku♫
♫Melintasi waktu untuk kembali bertemu denganmu♫
Cium dulu.
♫Karena itu kamu♫
♫Akhir dari mimpi adalah kamu♫
♫Mungkin sepanjang hidupku ini♫
♫Menunggu fajar untuk bertemu denganmu♫
♫Kamu adalah semua kerinduanku♫
♫Aku hanya ingin memelukmu dengan erat♫
Putri kita mirip denganmu.
Jasamu kali ini sangat besar.
Kamu istirahat saja dulu.
Setelah kamu bangun lagi,
aku akan datang melihatmu lagi.
Lipat sedikit kakimu.
Baik.
Harus ditekan, tahan sebentar.
Pemulihan lumayan cepat.
Melahirkan normal memang seperti ini.
Saat melahirkan sangat menderita.
Tapi setelah melahirkan,
bisa pulih dengan cepat.
Apa sudah turun dari ranjang?
Sudah.
Aku juga sudah menjenguk suamiku.
Keluarga pahlawan.
Aku sudah mendengarnya.
Sampaikan salamku kepada suamimu.
Terima kasih.
Kamu belum tidur, 'kan?
Sudah.
Tapi tidurku juga tidak nyenyak.
Kalau begitu kamu harus banyak istirahat,
tidur yang nyenyak.
[Tahun 2009]
Ada orang di lantai atas.
Burung puyuh kecil.
Kamu yang burung puyuh.
Bantu aku menyimpannya.
Masih tersipu?
Siapa yang tersipu?
Kamu yang tersipu.
Kalau kamu bisa merabaku hingga membuatku tersipu,
termasuk hebat juga.
Dasar mesum.
Berkembang dengan baik, ya?
Lumayan.
Coba tebak apa yang dikatakan Meng Xiaoshan tentangmu.
Apa?
Dia bilang,
Kakak Chen merencanakan keuntungan
dengan berpikir jauh ke depan.
Memanfaatkan kita
untuk menyembunyikan rencananya,
dan pada akhirnya dia berhasil.
[Tahun 2010]
Lu Chen.
Ada seorang gadis cantik yang datang,
suruh kamu keluar untuk membayar utang cinta.
♫Hai, hari ini hari apa?♫
♫Apa bisa bertemu denganmu♫
♫Agar detak jantung tetap di 110♫
♫Terus berdetak kencang♫
Dingin sekali.
♫Oh, kamu belum bangun♫
Tanganku dingin.
♫Tak melihat pesan dariku♫
Aku suka.
♫Apa ada yang memberitahumu♫
♫Aku sangat merindukanmu♫
♫Pacaran sedang populer♫
♫Kamu masih mau diam saja?♫
♫Bahkan rembulan pun sudah dibangunkan♫
♫Meteor juga bisa berhenti♫
♫Lagu cinta sedang populer♫
♫Aku akan menyanyikannya untukmu♫
Temani aku sebentar lagi.
Berbincang seperti ini juga boleh.
♫Kita harus perlahan-lahan memupuk perasaan♫
♫Aku yakin kamu bisa♫
♫Hai, hari ini hari apa?♫
♫Apa bisa bertemu denganmu♫
♫Agar detak jantung tetap di 110♫
♫Terus berdetak kencang♫
♫Oh, kamu belum bangun♫
♫Tak melihat pesan dariku♫
♫Apa ada yang memberitahumu♫
Aku merasa
teknik menciummu menjadi baik.
♫Aku sangat merindukanmu♫
♫Pacaran sedang populer♫
Kamu diam-diam belajar dari siapa?
♫Kamu masih mau diam saja?♫
Hal seperti ini,
♫Bahkan rembulan pun sudah dibangunkan♫
akan terampil kalau banyak latihan.
♫Meteor juga bisa berhenti♫
Peluk sebentar lagi.
♫Lagu cinta sedang populer♫
Sebentar lagi.
♫Aku akan menyanyikannya untukmu♫
♫Kita harus perlahan-lahan memupuk perasaan♫
Kamu sebentar lagi akan pergi.
♫Aku yakin kamu bisa♫
♫Pacaran sedang populer♫
Kukirimkan hadiah saat tiba.
Hadiah apa?
♫Kamu masih mau diam saja?♫
♫Bahkan rembulan pun sudah dibangunkan♫
Nanti kamu juga akan tahu.
♫Meteor juga bisa berhenti♫
♫Lagu cinta sedang populer♫
♫Aku akan menyanyikannya untukmu♫
♫Kita harus perlahan-lahan memupuk perasaan♫
♫Aku yakin kamu bisa♫
Ini harus diasah sangat lama, 'kan?
Asah setiap ada waktu.
Pelan-pelan bisa jadi.
Untuk pacarmu?
[Tahun 2011]
Gui Xiao, ada urusan penting?
Aku meneleponmu jam segini,
apakah tidak leluasa?
Masih oke.
Cepat katakan saja.
Gui Xiao.
Aku ingin mendengar kamu berbicara lebih banyak.
Bisakah kamu berbicara lebih banyak?
Lu Chen, aku merindukanmu.
Flu? Flu musim panas?
Sedikit.
Pergi beli obat, oke?
Kenapa kamu diam saja?
Kalau tidak ada apa-apa, aku tutup dulu.
Pergi beli obat.
Bisakah kamu tidak menutup teleponnya?
Sehabis latihan, aku akan mencarimu.
Tunggu aku tiga bulan lagi.
Lu Chen, bisakah kamu tidak menutup teleponnya?
Kita sudah empat bulan
tidak berbicara baik-baik.
Gui Xiao.
Bisakah kamu lebih pengertian?
Tidak bisa.
Kenapa semua orang ingin aku menjadi pengertian?
Aku tutup dulu.
Aku akan mencarimu setelah pelatihan.
Lu Chen, kalau kamu berani menutup teleponku,
maka tidak akan ada lain kali.
Seumur hidup ini, kamu jangan harap bisa bertemu denganku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.