Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Road Home]
[Episode 26]
Barusan aku bermimpi.
Bermimpi kamu pergi.
Aku sungguh kaget.
Aku akan segera pergi.
Tidurlah.
Aku pergi melapor ke kepolisian.
Akhir pekan ini aku pulang.
Aku ubah pemeriksaan kandungan menjadi Sabtu.
Awalnya hari Jumat.
Ingin aku menemanimu ke sana?
Kalau begitu, aku pulang hari Sabtu.
Tidurlah.
Tidurlah sebentar lagi.
Aku antar kamu.
Tidak perlu.
Aku ingin mengantarmu.
Hari ini sangat lengket padaku.
Makin lama makin tidak rela.
Aku ganti sepatu.
[Hongrun Chenghua]
Hari ini dia pergi?
Bangun jam 6 pagi,
jam 6.30 sudah diantar keluar.
Tapi kamu jam 10
baru datang ke kantor untuk absen.
Qin Xiaonan masih di rumahku.
Jam 7,
suamimu seharusnya sudah sampai di Tianwen, 'kan?
Selama tiga jam ini,
apa yang kamu lakukan?
Tidak tahu.
Sudahlah, kerja.
Aku lebih suka makan di restoran ini.
Kali ini segar.
Suamimu?
Ibu mertuaku.
Profesi suamimu istimewa.
Lain kali saat angkat telepon,
jangan bersikap seperti itu.
Bibi.
Gui Xiao.
Aku... aku dengar Lu Chen bilang
tentang kalian mengambil surat nikah.
Kamu panggil aku ibu saja.
Tidak apa-apa jika tidak terbiasa.
Aku dan ayahnya
setelah menikah setengah tahun,
baru mengubah panggilan.
Bibi, ada apa Anda mencariku?
Paman Lu
ingin berbicara denganmu.
Paman.
Ada apa dia mencariku?
Tidak leluasa menerima telepon, ya?
Tidak.
Leluasa.
Kalau begitu kamu tunggu, ya.
Halo.
Paman.
Halo.
Iya. Gui Xiao, 'kan?
Iya.
Aku dengar Lu Chen bilang
tentang kalian mengambil surat nikah.
Aku pikir,
sebagai ayah Lu Chen,
aku harus berbicara denganmu.
Begini saja,
kita bicarakan setelah bertemu.
Sebagai orang tua pihak pria,
kami seharusnya berinisiatif
bertemu dengan orang tuamu.
Harus mentraktir kalian makan.
Tapi ayahku tidak ada di Beijing.
Namun, ibuku ada di sini.
Bagaimana kalau aku tanya dia di mana,
nanti malam kami menyetir ke sana?
Baik.
Kalau begitu, kalian tentukan tempatnya.
Kita jam 6 malam ketemu, bagaimana?
Baik.
Bagus!
Sampai jumpa.
Malam ini orang tua saling bertemu.
Sudah hamil,
orang tua kedua belah pihak baru bertemu.
Aku tidak pernah menghadapi
situasi seperti ini.
Apakah kamu waktu itu sudah bertemu?
Sudah.
Orang tua kedua keluarga,
saling mengenal, saling akrab.
Calon besan
harus melalui proses ini.
Tapi kali ini kami
jauh lebih rumit dari waktu itu.
Kenapa masih menggunakan ponsel ini?
Ini sudah berapa lama?
Kita juga bukannya tidak punya uang.
Aku biasanya juga jarang menggunakannya.
Kamu mau ke mana?
Jangan pergi minum lagi,
nanti malam mau bertemu dengan besan.
Kamu jangan cerewet lagi.
Aku tidak pergi minum.
Tidak pergi jauh, tidak pergi mencari orang lain.
Aku belikan ponsel untukmu.
Malam ini orang tuamu bertemu ibuku.
Orang tuamu yang mengusulkan.
Kapten Lu,
apa ada hal yang perlu diperhatikan?
Santai saja.
Sama sekali tidak memberi pendapat yang membangun.
Ada juga saatnya putriku merasa takut.
Bukankah ini pertemuan secara resmi?
Lu Chen juga tidak ada.
Bagaimana jika
meninggalkan kesan yang buruk?
Santai saja.
Kata-katamu sama seperti yang dikatakan Lu Chen.
Bukankah masih ada ibumu?
Paman, Bibi.
Apakah tubuhmu sudah membaik?
Sudah, sudah sembuh sepenuhnya.
Di usia kita ini,
kesehatan adalah yang terpenting.
Benar.
Ini adalah...
Ini adalah ayah Lu Chen.
Ibu Gui Xiao.
Halo.
Aku pertama kali bertemu besan.
Juga tidak tahu
harus mengatakan apa.
Nanti
jika ada yang menyinggung,
mohon dimaklumi.
Ki... kita adalah keluarga.
Tidak perlu
memaklumi dan sebagainya.
Kalau begitu, Paman, Bibi,
kita duduk di sana saja.
Baik.
Silakan.
Ayo.
Kalian ngobrol dulu.
Aku akan memanggil pelayan.
Baik, cepat pergi.
Apakah sudah makan buah?
Lancar.
Setiap hari harus makan, baik untuk kulit.
Ada kabar gembira lagi?
Pertemuan dua keluarga berjalan lancar.
Makin dekat lagi dengan kebahagiaan keluarga.
[Rawat jalan, Rawat inap]
Anggota keluarga pria tidak boleh masuk.
Peraturan departemen kebidanan.
Di sana, tempat khusus suami.
Tunggu aku di sana. Tas kuberikan padamu.
Sedang apa?
Sedang apa?
Tidak periksa baik-baik,
masih berani malas-malasan?
Tidak periksa baik-baik,
masih berani malas-malasan?
Bolehkah aku merekamnya?
Aku kirim ke suamiku.
Boleh.
Halo.
Detak jantung bayimu.
Dengarkan baik-baik.
Sudah dengar?
Sudah.
Bagaimana perasaanmu?
Sulit dikatakan.
Bagaimana dulu kamu mendapatkan
nilai Bahasa yang begitu tinggi?
Karangan nilai sempurna hanya beruntung, ya?
Soal ujian mudah.
Soalmu ini...
sulit.
Mana ada sulit?
Sudah ditulis sepuluh tahun,
baru saja dimulai,
apakah tidak sulit?
Tidak bicara lagi, aku bersiap-siap keluar.
Baik.
Hubunganmu dengan suamimu sangat baik.
Baru berpisah sebentar sudah harus menelepon.
Sudah selesai.
Baik, terima kasih.
Kapten Lu.
Gui Xiao sudah datang ke rumah sakit
untuk memeriksakan kandungan berkali-kali,
jarang ada yang menemani.
Kenapa? Menindas orangku?
Aku mengatakan yang sebenarnya,
mana ada menindasnya?
Sudahkah kamu memberitahunya
detail pemeriksaan kandungan?
Sudah sebagian.
Cepat pergi ke klinikmu,
Dokter Xu.
Baik.
Apa yang terjadi?
Aku kasih tahu kamu.
Bicara yang benar.
Aku anemia.
Aku menderita anemia sejak kecil.
Dokter juga memberiku obat penambah darah.
Aku sedang memakannya.
Bukankah aku sudah bilang padamu?
Jika kamu sungguh menyayangiku,
nanti tumis hati babi untukku.
Mau yang tumis.
Lanjutkan, kamu belum selesai.
Hipotiroid,
aku juga sudah memberitahumu tentang ini.
Kebanyakan wanita hamil
bisa mengalami keadaan ini.
Aku juga sedang minum obat.
Dan setiap kali
pemeriksaan darah dan lainnya,
dokter juga melihatnya.
Lu Chen,
kamu galak pada ibu dari anakmu.
Baru menikah,
sudah belajar hanya melaporkan kabar baik.
Kelak kamu makin keterlaluan.
Aku bisa menghadapinya sendiri,
aku bisa mengatasinya.
Tapi aku suka melihatmu marah.
Membuktikan kamu peduli padaku.
Tidak perlu membuktikannya.
Kenapa?
Sombong karena kamu tinggi, ya?
[Tujuh bulan kemudian]
Lu Yanchen.
Misi rahasia.
Kamu tahu aturannya.
Yang perlu kamu lakukan sekarang adalah
kembali diam-diam ke Qining.
Berlatih seperti biasa
di Kepolisian Qining selama beberapa hari.
Seperti normal.
Lalu berangkat dari Qining
pergi ke tempat tujuan.
Akan ada mobil yang menjemputmu.
Di dalam mobil, tugas dan identitas barumu
akan diberikan.
Mengerti.
Berdasarkan kondisi yang kamu selesaikan,
waktu misi ini tidak pasti.
Ada urusan apa di rumah,
atur dulu.
Aku akan melakukannya.
Kapten Lu.
Kapten Qin.
Baru pulang kerja?
Ini...
Ada misi, tinggal beberapa hari.
Aku saja.
Aku saja.
Yang ini,
saat difoto dia seperti sedang mengorek hidung.
Jangan merasa dia jelek.
Dokter sudah bilang, fitur wajahnya bagus,
dia sangat manis.
Hanya tidak tahu anak laki-laki
atau perempuan.
Menurutmu, aku juga pernah menjadi ayah,
kenapa tidak semangat seperti kamu?
Saat anak ini
dilahirkan,
aku merasa sangat menyenangkan.
Tapi sebelum lahir,
aku tidak berani menyentuh perut istriku.
Dia selalu bergerak-gerak.
Mau ke mana?
Menelepon.
Selagi sekarang masih bisa menelepon.
Aku beri tahu kamu, lucu sekali.
Duan Rou bilang padaku,
sebenarnya
saat mereka bertemu,
dia pernah bertanya pada Qin Mingyu.
Dia bilang...
Menurutku,
kita berdua bisa mencoba berhubungan.
Apakah kamu setuju?
Dia bilang,
melihat wajah Qin Mingyu
sudah menjadi merah.
Seperti seorang gadis.
Kapten Lu.
Kapten Lu.
Ada urusan, sudah dulu, ya.
Ada urusan di siang hari?
Sebelum kamu bertugas,
makanlah sesuatu.
Cepat pergi.
Baik.
Ingat kirim pesan padaku.
Laporan pemeriksaan kandungan.
Ada yang lapor polisi di stasiun daur ulang sampah,
gumpalan bijih besi.
Ayo.
Bos stasiun daur ulang sampah melaporkan.
Di dalam sampah yang diterima pagi ini,
ditemukan benda yang dicurigai benda peledak.
Begitu bos melihatnya,
hampir sama dengan yang ditemukan waktu itu.
Jadi segera lapor polisi.
Bos ini termasuk berpengalaman.
Bagus kalau punya pengalaman,
menghindari banyak bahaya.
Kamu bawa orang jaga di luar.
Baik.
Bagaimana?
Sebelum kamu datang,
aku sudah memeriksanya.
Sumbunya bermasalah.
Tidak bisa diatasi dalam waktu singkat.
Mungkin harus sampai malam.
Berhati-hatilah.
Tidak mudah untuk menangani masalah sumbu.
Benda ini
lebih besar
dari yang kita lihat sebelumnya.
Bos yang menerima barang bekas
semuanya berbakat.
Semuanya berani menerima.
Ayo mulai.
Kapten Lu.
Di sini ada sedikit masalah.
Aku segera ke sana.
Tenanglah.
Ada apa?
Barusan ada banyak orang di sini.
Kami datang untuk menghentikannya.
Tidak disangka ada orang yang menyelinap
dan masuk dari pintu belakang.
Selagi ada kekacauan,
dia juga ingin ikut masuk.
Katanya truknya masih di dalam.
Bukankah ini terlalu berbahaya?
Siapkan baju antipeledak.
Baik.
Bisakah kamu biarkan aku masuk?
Aku mau masuk untuk mengeluarkan mobilku.
Sekarang tidak bisa.
Aku harus menjamin keselamatan Anda.
Aku mengerti.
Tapi mobilku juga sangat penting.
Aku hanya masuk sebentar
dan keluar setelah mengambil mobil.
Aku tidak akan mengganggu
pekerjaan kalian.
Bisa tidak?
Aku akan segera mengeluarkannya.
Tolong bantu aku.
Cepat biarkan aku masuk, oke?
Tolong bantu aku.
Kalau tidak ada mobil aku benar-benar susah.
Mohon tunggu sebentar.
Kendalikan lokasi.
Jangan biarkan orang masuk.
Semuanya mundur, oke? Tenang.
Biarkan kami masuk.
Mundur.
- Tenang. - Sudahlah.
Sudah bertahun-tahun menjadi polisi,
juga bukannya tidak pernah mengalaminya.
Semuanya tenang.
Jangan karena satu atau dua orang tidak mengerti,
lalu melupakan sumpah yang kita ucapkan
di depan bendera negara.
Qin Mingyu masih memusnahkan bahan peledak di dalam.
Aku masuk cari orang dulu.
Keselamatan masyarakat nomor satu.
Baik.
Pergi ke sana, kita cari secara terpisah.
Baik.
Apa ada orang?
Apa ada orang?
Apa ada orang?
Ada, ada orang.
Di sini, sebelah sini.
Kami masuk untuk mencari barang.
Benar, mencari barang.
Dua hari yang lalu kami datang bermain,
lalu menjatuhkan barang di sini.
Keluar dulu.
Baik.
Di sini sangat berbahaya,
ada bahan peledak.
Jika ada barang yang penting,
kita bicarakan lagi setelah tidak berbahaya.
Baik.
Pelan-pelan.
Kami menerobos garis polisi,
tidak masalah, 'kan?
Bagaimana menurut kalian?
Kelak jangan melakukan hal seperti ini lagi.
Selain itu,
nanti saat keluar
jelaskan pada orang-orang di luar.
Di sini ada bom,
sangat berbahaya.
Kami menarik garis polisi
juga demi
keamanan kalian.
Tadi aku dan rekanku
menghentikan kalian semua
juga karena mengkhawatirkan kalian.
Baik.
Ikut denganku.
Baik.
Cepat.
Antarkan mereka keluar!
Kapten Qin.
Qin Mingyu.
Qin Mingyu.
Qin Mingyu!
Qin Mingyu.
Masih hidup.
Ledakannya terlalu besar.
Aku memasang bahan peledak.
Belum pergi sudah meledak.
Bawa dia keluar.
Satu, dua, tiga.
Zhong.
Gao Hai menggendong Qin Mingyu keluar.
Kalian jemput di depan pintu.
Jangan masuk.
Siapkan robot penjinak bom.
Aku ingin memeriksa sisa bahan peledak.
Kapten Lu,
Gao Hai ikut ke rumah sakit.
Beberapa pembuat onar itu sudah minta maaf.
Wakil Kapten sudah membiarkan mereka pulang.
[Gedung Rawat Inap]
[Ruang Operasi]
Aku sudah bangun, mau pergi memeriksakan kehamilan.
Kali ini hormon perangsang tiroid
pasti bisa turun.
Aku akan meneleponmu.
Halo.
Kenapa kamu hari ini
meneleponku sepagi ini?
Hari ini istirahat?
Kebetulan sedang keluar.
Sedang makan?
Telinga anjing.
Kamu yang anjing.
Baik, itu aku.
Tidak bisa.
Aku tidak tega membiarkanmu menjadi anjing kecil.
Lu Chen,
aku akan melahirkan bulan depan.
Apakah saat itu kamu bisa kembali?
Tidak bisa.
Tidak masalah.
Nanti
aku akan meminta adik iparku datang menemaniku.
Aku akan berpesan pada kakakku
agar dia menemanimu.
Tidak perlu.
Adik iparku bisa menanganinya seorang diri.
Ditambah masih ada Xu Yao.
Kamu sudah mengganti dokter kandungan?
Tidak.
Dia bilang, dia tidak berani
menjadi dokterku.
Dia bilang kamu pada dasarnya
sedikit cemburu padanya.
Dia takut kecemburuanmu meledak.
Nanti saat pernikahan
kamu tidak akan menerima dia.
Dia terlalu sensitif.
Aku malah lebih ingin kamu mengaku cemburu.
Tidak, tidak mungkin.
Keras kepala.
Sudah selesai, sudah kembali ke kamar pasien.
Kirimkan aku pesan jika ada masalah.
Aku akan membacanya jika ada waktu.
Aku pergi kerja dulu.
Pergilah.
Dia harus dianestesi total sebelum operasi.
Dia sendiri tidak mau.
Tidak perlu.
Hanya menambahkan pen baja di kaki.
Cukup dianestesi di pinggang.
Terakhir kali aku dianestesi total,
tidak bisa bangun.
Jika bisa tahan, aku akan menahannya.
Bagaimana situasinya secara keseluruhan?
Tidak berbahaya.
Setelah memasang pen baja di betisnya yang patah tulang,
lalu terus melakukan terapi setelah operasi,
maka tidak ada bedanya dengan orang normal.
Tapi kedua tangan Kapten Qin
harus dirawat dengan baik.
Anggap saja pen baja ini
kenang-kenangan untukku.
Orang yang ditubuhnya dipasangi besi di tim kita
bukan hanya aku seorang.
Hanya tidak tahu
apakah merepotkan saat pemeriksaan keamanan.
Jangan banyak bicara, jaga semangat.
Oh ya, Dokter.
Di tanganku
seharusnya ada terkena serpihan bahan peledak, 'kan?
Berikan padaku, untuk kenang-kenangan.
Baik.
Tidak apa-apa.
Kamu tahu, kali ini
aku akan pergi melakukan misi,
atasan
selalu berharap kita bisa bekerja sama.
Standar pemilihan orang, sama.
Harus keren.
Kamu berhasil menghindarinya.
Aku terluka dengan kehormatan.
Aku tidak menghindar.
Hati-hati.
Tenang saja.
Ada masalah?
Ayo, katakan.
Lihat apa aku bisa membantumu.
Tidak.
Qin Mingyu tiba-tiba ada waktu dua hari ini.
Dia sering menelepon Qin Xiaonan,
juga mengirimkan pesan untuk bertanya padaku
kondisi dan lainnya.
Kamu tidak senang dia punya waktu?
Aku tidak ada hubungan dengannya.
Kamu jangan berpikir terlalu banyak.
Apa aku mengatakan sesuatu?
Kamu sedikit merasa bersalah, ya.
Teman biasa.
Baik, teman biasa.
Kalau begitu, teman biasa
sedang ada waktu dan menghubungimu,
kamu tidak senang?
Tidak seperti biasa.
Dia biasanya sangat sibuk.
Sekarang tiba-tiba ada waktu
untuk mengobrol denganku,
membuatku merasa panik.
Mungkin misinya sedikit.
Lu Yanchen bersama dengannya.
Apa misinya sedikit?
Tidak sedikit.
Dia baru saja mengirimiku pesan
dan mengatakan kegiatannya seharian.
Tapi mereka berdua
sering tidak bekerja bersama.
Jangan berpikir terlalu banyak.
Tidak apa-apa.
Perawat.
Aku ingin menelepon temanku,
tapi dia tidak tahu aku terluka.
Aku takut dia khawatir.
Anda bantu aku menghubunginya.
Baik, aku bantu kamu telepon.
Setelah selesai panggil aku.
Aku akan menyuruh dokter untuk datang melakukan pemeriksaan.
Yang mana?
Benar, yang pertama.
Benar.
Terima kasih.
Halo.
Apakah putraku membuat masalah lagi?
Tidak.
Aku hanya ingin menanyakan kabarmu.
Aku tidak apa-apa, kabar apa yang perlu ditanyakan?
Aku baru selesai rapat.
Mengatur latihan hari ini.
Baguslah kalau begitu.
Apa yang bisa terjadi padaku?
Kamu tenang saja.
Kalau tidak ada masalah lain aku tutup, ya?
Baik.
Perawat, aku sudah selesai.
Kondisi mentalmu bagus.
Tadi kakiku terbentur,
bantu aku memeriksa.
Baik.
Tadi aku dengar seorang kapten bilang
sedang membawa prajurit untuk latihan.
Ayo.
Turun dan jalan dua langkah.
Coba aku lihat.
Bukan.
Kamu tidak bisa bicara kalau bukan menghinaku?
Kamu menelepon wanita,
tapi penuh omong kosong,
masih ingin mendengarku berkata manis?
Omong kosong.
Apa aku bisa membiarkannya tahu aku terluka?
Jika itu kamu,
bukankah sama saja?
Tidak mudah bekerja di bidang kalian.
Sudah terluka,
juga tidak bisa memberi tahu keluarga.
Tidak mengatakannya, pemulihan satu minggu.
Setelah mengatakan, pemulihan tetap satu minggu.
Untuk apa mengatakannya?
Setelah dikatakan malah akan membuat keluarga khawatir.
Kapten Qin,
kemampuanmu untuk berbicara hal yang tidak masuk akal
cukup hebat.
Aku belajar darinya.
Dokter,
aku nanti akan kembali ke kepolisian.
Misi di tim cukup banyak,
tidak bisa datang menjenguknya lagi.
Dia seharusnya
sudah tidak ada masalah serius, 'kan?
Operasinya berjalan lancar.
Jika lancar,
satu minggu sudah boleh pulang.
Baik.
Baik.
Aku pergi dulu.
Jangan merindukanku.
Hari ini tidak bisa menelepon.
Ingatlah untuk mengirimiku pesan seperti biasa.
Aku akan membacanya jika ada waktu.
Baik.
Jika aku tidak membalasmu selama beberapa hari,
jangan khawatir.
Berarti ada misi.
Baik, hati-hati.
Pemeriksaan kandungan sudah akan terlambat.
Waktunya sudah diubah.
Dokter sebelumnya
sedang sakit.
Sedang operasi.
Mereka mengganti dengan seorang
teman lama.
Teman lama, bagus. Lebih tenang.
Oh, ya.
Bukankah tanggal lahiranku sudah hampir tiba,
proyek yang perlu diserah terimakan
sudah kuletakkan di sini.
Jika ada masalah,
hubungi aku kapan saja.
Aku bisa menjawab semua teleponnya.
Ada aku, apa yang kamu takutkan?
Apakah Lu Chen sudah pulang?
Belum.
Misinya rahasia,
juga tidak bisa bertanya.
Bayi menendangmu?
Mungkin karena lapar.
Hari ini mau ambil darah.
Aku belum sarapan pagi,
jadi sedikit pusing.
Biar aku mengantarmu dengan mobil.
Ayo.
Anjing polisi masuk lebih dulu.
Baik.
Beberapa hari ini adalah akhir pekan.
Stasiun kereta sangat ramai.
Nanti saat masuk,
dua orang satu tim.
Anggap sebagai misi patroli sehari-hari.
Jangan memancing kepanikan masyarakat.
Baik.
[Stasiun Qining]
Halo.
Ini, pegang baik-baik.
Terima kasih.
Halo, Pak.
Aku ingin menanyakan sesuatu kepada Anda.
Bagaimana ke gerbong nomor 7?
Terima kasih.
Nomor 112, Gui Xiao.
Silakan periksa ke ruang pengambilan darah.
Takut sakit?
Bukan.
Aku juga tidak tahu kenapa,
tiba-tiba terkejut.
Mungkin karena lapar.
Saat mengambil darah pagi, Anda harus datang lebih awal,
jadi masih bisa sarapan.
Sudah jam 9 lewat, apa mungkin tidak lapar?
Ayo.
Terima kasih.
Hormon perangsang tiroid
masih terlalu tinggi.
Sudah lebih dari 100.
Tapi, triiodotironina
dan tiroksin
cukup normal.
Mungkin setelah kamu melahirkan,
hipotiroidisme-nya akan turun.
Setelah perawatan satu bulan melahirkan,
lakukan tes lagi.
Setelah itu, lakukan juga pemeriksaan untuk si bayi.
Apakah si bayi akan...
Kamu juga tidak perlu terlalu tegang.
Ibu hamil yang memiliki gejala seperti ini
bukan hanya kamu seorang.
Sekarang kamu hanya perlu
melahirkan dulu dengan tenang.
Awalnya aku bilang
tidak mau menjadi doktermu.
Tidak disangka
ujung-ujungnya tetap datang ke tempatku lagi.
Bagaimana operasinya Dokter Zhao?
Tidak ada masalah, sangat sukses.
Bagus kalau begitu.
Setelah memeriksakan kandungan dengannya selama beberapa bulan,
sudah mulai tumbuh perasaan.
Bantu sampaikan salamku padanya.
Di rumahmu hanya ada seorang anak kecil,
aku juga tidak tenang.
Begini saja,
aku akan membukakan surat rawat inap untukmu.
Nanti siang kamu mulai dirawat di sini saja.
Sudah hampir waktunya melahirkan.
Nanti siang mulai dirawat?
Bagaimana dengan anak kecil di rumahku?
Aku akan menelepon istriku
dan meminta mengantarnya ke rumahku.
Jangan.
Jangan merepotkan istrimu.
Dia sedang tidak sehat.
Kalau begitu, biar aku atur sendiri saja.
Baik.
Gugup.
Apa yang digugupkan? Ikuti saja alurnya.
Sore ini aku ada tiga operasi caesar.
Aku buatkan dulu suratnya,
lalu kamu pulang
dan siapkan tas perlengkapan melahirkan.
Kemudian, urus
masalah penitipan si anak.
Lalu,
berikan ini pada perawat.
Baik.
Sudah pulang?
Aku antar kamu ke rumah sakit dulu,
lalu Xiaonan ikut denganku.
Apa ada pesan?
Antar dan jemput dia ke sekolah tepat waktu.
Dua minggu ini tidak boleh minum bir.
Harus mengendarai mobil saat antar jemput anak.
Tidak akan minum. Jangan khawatir, aku tidak akan minum.
Bukan hanya karena Xiaonan.
Kamu akan segera melahirkan,
Lu Chen juga tidak ada.
Aku bersiap
untuk pergi menjagamu setiap saat.
Baik.
Ini adalah tempat tidurmu.
Dokter Xu
akan datang setelah selesai operasi.
Baik, terima kasih.
Tidak masalah.
Halo.
Kapan kamu melahirkan?
Prediksi tanggal lahirku adalah Senin depan.
Aku Senin lalu.
Bayi di perutku ini
mungkin terlalu nyaman di perut,
dia sampai sekarang tidak mau keluar.
Semoga aku bisa melahirkan lebih dulu darimu.
Apa kamu sudah menyiapkan cokelat?
Aku sudah menyiapkan banyak.
Juga ada longan.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.