Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle diterjemah dari bahasa Jepang ke bahasa Spanyol secara manual oleh: @Nell.aja
Tidak kusangka prajurit bayaran sepertimu akan melawan.
Berarti para pembelot ini kalah, ya?
Meski hanya tentara bayaran,
aku masih punya desa...
dan teman-teman yang harus kulindungi!
Tidak mungkin aku akan diam saja!
Maksudmu orang-orang yang tergeletak ini?
Oh, kamu menantangku?
Apa? Cuma sebegini saja?
Buang-buang waktuku saja.
Kita mundur.
Tolong...
Lindungi desa...
Bagaimana, Yang Mulia?
Sebaiknya jangan bergerak dulu.
Luka-lukamu belum sembuh.
Di mana ini?
Terus, siapa kamu?
Aku adalah Ratu Kerajaan Raja,
Towa.
Raja?
Nona Towa?
Kami membawamu ke sini setelah melihatmu terkapar di rawa.
Tempat itu berbahaya sekali.
Apa kamu ingat?
Begitu rupanya.
Terima kasih karena sudah merawatku.
Tidak perlu berterima kasih,
Hiiro.
Hiiro?
Tolong...
Kumohon...
Tolong...
Kunamai kamu...
Hiiro.
Lukamu terlalu parah...
dan kami tidak punya cara lain untuk menyelamatkan kalian.
Aku terpaksa membuatmu berevolusi dengan cara menamaimu.
Namun...
karena kekuatanku terbatas, aku kesulitan untuk menamai kalian semua.
Bagaimana keadaan teman-temanku?
Tadinya kupikir aku bisa menolong semuanya.
Tolong maafkan aku...
atas ketidakmampuanku.
Nona Towa tidak perlu minta maaf.
Justru saya yang berterima kasih karena Anda sudah berbaik hati...
merawat mereka.
Saya sangat berterima kasih.
Tetapi...
Saat ini, saya...
Kamu ingin kembali ke Desa Ogre?
Selama tertidur, kamu terus mengigau soal itu.
Kamu tertidur selama sepuluh hari.
Tunggu, Hiiro!
Hei! Berhenti!
Hei!
Aku pinjam!
Maaf!
Tunggu aku!
Tunggu!
Cepat!
Sini, sini!
Hei, tunggu!
Inikah keadaan desa...
yang dulunya begitu indah itu?
Padahal Tuan menyerahkannya padaku.
Teman-temanku serta kampung halamanku...
kini sudah tiada.
Terkutuklah kalian,
para orc bajingan!
Sudah empat hari berlalu sejak hari itu.
Tampaknya dia tidak akan kembali.
Sepertinya kita sudah salah menilainya.
Namanya juga orang yang tidak tahu berterima kasih.
Itu tidak benar.
Lihatlah.
Apa kamu melihatnya?
Tidak! Aku tak melihatnya!
Hawa keberadaannya tidak ada!
Kakek itu ada di mana, sih?
Mencariku?
Mati!
Kalian masih terlalu bergantung pada penglihatan.
Iya juga, sih.
Mohon bimbingannya lagi!
Tuan Gabiru pantang menyerah!
- Sangat gigih! - Benar!
Aduh, duh, duh.
Lo, mana Geld?
Dia sedang bekerja.
Dia ingin melihat langsung kemajuan pekerjaannya.
Kira-kira begini, ya?
Ya ampun, rajin sekali dia.
Seharusnya kamu pun terus berlatih dengan rajin.
Aku mendapat informasi kalau Geld diserang.
Yang benar? Ada musuh, ya?
Kita harus menolongnya!
Jangan sampai kita tertinggal!
- Baik! - Baik!
Aku akan memberi tahu Tuan Rimuru dan Tuan Muda.
Untuk menaklukkan Falmuth,
aku mengutus Youm sang Pendekar dan Diablo, tapi...
Apa semuanya baik-baik saja?
Semoga saja mereka tidak berlebihan.
Tuan Rimuru!
Terlalu dipikirkan juga tidak baik bagi tubuh Anda.
Bagaimana kalau rehat sejenak?
Kamu benar! Terima kasih, Shuna!
Istirahat sebentar, deh.
Baik. Nah, silakan.
Shion juga.
Terima kasih.
Aku minum, ya?
Ah, enak.
Sangat menenangkan.
Damainya.
Iya.
Coba kalau setiap hari selalu seperti ini.
Iya.
Oh, iya!
Ada apa, Shion?
Beberapa hari lalu, saya membuat kukis berdasarkan resep dari Tuan Rimuru.
Silakan dimakan bersama tehnya!
Buset! Kedamaiannya langsung rusak!
Nah, silakan!
Te-Tenunan saya masih belum selesai.
Saya permisi dulu.
Ah, dia mau kabur!
Tu-Tunggu, Shuna!
Maafkan saya, Tuan Rimuru.
Cu-Cuma bayangannya?
Silakan dimakan, Tuan Rimuru.
Jangan sungkan!
Mentang-mentang punya skill Juru Masak...
Tampilan dari makanan juga penting, tahu!
Ayo dimakan, Tuan Rimuru! Nah, silakan dimakan!
Kak Raphael, beri aku jalan keluar!
Tidak. Tidak ada.
Dinginnya.
Nah, silakan.
Tu-Tunggu, Shion! Aku merasakan ada sesuatu di hutan!
Ka—
Eh, kita lihat, yuk!
Tuan Rimuru.
Geld diserang di hutan.
Tuh, kan?
Ayo kita perik—
Apa? Diserang?
Dasar para orc biadab!
Sekarang kalian mengincar Tempest, ya?
Kamu prajurit pengintai, ya?
Bajingan!
Tanduk itu...
Akan kubalaskan dendam desaku!
Api Ogre!
Kamu ingin membalaskan dendam desamu?
Ternyata benar ogre!
Entah kamu siapa, tapi...
Kakak?
Tidak mungkin.
Kamu kan...
Kakak, ya?
Kamu masih hidup?
Tuan Muda!
Apa ini mimpi?
Anda masih hidup?
Bukannya desa sudah musnah?
Iya, tapi aku selamat.
Aku diselamatkan dan diberi nama.
Sekarang namaku Benimaru.
Ternyata bukan mimpi!
Ini terlalu indah!
Aku juga!
Hiiro.
Itulah namaku.
Hiiro?
Begitu rupanya. Jadi Kakak juga mendapatkan nama, ya?
Iya. Tak kusangka kita masih bisa bertemu lagi!
Kamu melindungi orc yang memusnahkan desa kita.
Apa maksudnya ini?
Ceritanya panjang.
Kami sudah berdamai.
Namanya Geld, dia adalah warga Tempest...
dan juga rekan kami.
Rekan, katamu?
Tidak.
Kalau kamu bilang begitu, berarti orc sudah bukan musuh, kan?
Dari lubuk hati terdalam,
maaf atas sikapku.
Tidak.
Kenyataannya, memang kamilah yang memusnahkan Desa Ogre.
Bagaimanapun, hal itu...
tidak bisa dimaafkan begitu saja.
Ketua!
Ini maksudnya apa?
Ah, pria yang bernama Benimaru ini adalah teman masa kecilku di Desa Ogre.
Kakak?
Benarkah?
Apa ini sungguhan?
Kalian semua!
Ternyata ada Guru juga!
Kakak!
Wah, kamu sudah dewasa, ya!
Lama tak jumpa.
Tak kusangka kamu masih hidup.
Begitu rupanya.
Jadi Hiiro ini teman masa kecil kalian di Desa Ogre, ya?
Iya. Dia sudah seperti kakak bagi kami semua.
Lebih ke pemimpin para bocah, sih.
Jelas sekali kalau mereka...
sangat mengagumimu.
Mengagumiku, ya?
Dia sudah kuanggap seperti kakakku sendiri.
Tanduknya yang patah itu...
adalah luka yang didapatnya karena melindungiku.
Begitu ternyata.
Luka yang menyimpan cerita, ya?
Kakak juga pernah menyelamatkan saya waktu saya terjatuh dari tebing.
Dulu Kakak sering bertarung dengan Benimaru, kan?
Yah, meski hasilnya saya selalu kalah.
Jangan begitu.
Aku juga pernah kalah, kok.
Dulu dia adalah pemuda terkuat di desa.
Karena itu dia pergi dari desa untuk bekerja sebagai prajurit bayaran.
Bersama sepuluh orang lainnya.
Tapi, kami malah dapat majikan yang buruk.
Omong-omong, Kakak bekerja untuk negara mana?
Jistave,
wilayah kekuasaan Raja Iblis Clayman.
Tadinya kupikir bisa mendapat bayaran lebih.
Tapi di saat itulah, aku mengetahui kalau Desa Ogre diserang,
sehingga kuputuskan untuk membelot.
Tetapi...
Kakak...
Tidak ada gunanya memikirkannya.
Lebih baik...
kita bersyukur karena bisa berkumpul seperti ini.
Berarti kematian teman-temanku tidak sia-sia.
Itu benar!
Kita yang masih hidup sangatlah beruntung!
Aku yang hampir mati dalam pertarungan itu...
diselamatkan oleh Ratu Kerajaan Raja,
Nona Towa.
Sekarang, aku melayani beliau.
Jadi beliau orang yang menamai Kakak?
Prosesi memberi nama kan tindakan yang berisiko.
Hal itu tidak bisa dilakukan begitu saja.
Benar.
Raja merupakan sebuah kerajaan kecil yang mengandalkan...
penambangan emas.
Dulu, tambang yang tadinya melimpah dikuras sampai tak bersisa,
sehingga negeri ini kehilangan kejayaannya.
Kepiluan dunia yang tak terobati ♪
Dalam situasi seperti itu, Nona Towa benar-benar mengorbankan dirinya...
dan melakukan apa saja demi negeri dan rakyatnya.
Menyelimuti tubuhku entah di mana ♪
Di tengah perjalanan yang teramat sangat panjang ♪
Siklus tersebut terus berulang ♪
Di balik kegelapan yang teramat sangat dalam ♪
Terdapat kehidupan yang dimurnikan ♪
Ikutlah bersamaku, wahai cela dunia ♪
Kembali ke permulaan atas segalanya ♪
Tangan yang mendekapmu ini ada tuk melindungimu ♪
Bagai keabadian yang kan terus menyinarimu ♪
Tuan Chikuan,
bagaimana keadaan Yang Mulia?
Belum ada perkembangan.
Seperti para ratu terdahulu, seluruh tubuhnya akan terkena kutukan,
kalau beliau terus menggunakan kekuatannya untuk menghilangkan racun dalam tambang.
Tiara itu, ya?
Keluarga kerajaan menggunakan kekuatan dari tiara itu untuk menghilangkan racun...
di danau bekas tambang demi melindungi para penduduk.
Sayangnya....
Sebagai gantinya, beliau mendapat Kutukan Racun dari tiara tersebut, ya?
Akibat prosesi memberi nama itu, tubuh Yang Mulia sampai jadi selemah ini.
Ah, maaf atas ucapanku barusan.
Berbagai obat sudah kucoba, tapi tak ada satu pun yang berhasil.
Tanpa tambang, kita tak bisa mengimpor makanan sehingga para penduduk akan kelaparan.
Tapi...
Tapi kita tidak bisa membuat Yang Mulia terus memaksakan dirinya.
Bagaimana kalau kita membuka lahan di Hutan Agung Jura?
Hutan itu?
Dengan begitu, kita bisa swasembada.
Para penduduk akan menggarap lahan, aku dan para prajurit akan berburu.
Jangan konyol!
Mengusik hutan yang dilindungi oleh Veldora sang Naga Badai...
bukanlah tindakan yang bijaksana.
Hiiro,
mungkin kamu tidak tahu soal ini karena dulu kamu tinggal di Hutan Agung Jura.
Negara-negara yang berbatasan langsung punya peraturan tak tertulis...
untuk tidak memperebutkan wilayah hutan.
Kalau sampai membuat marah Veldora, akibatnya tidak akan main-main!
Pokoknya jangan mengusiknya, deh!
Jadi kalian akan membiarkan Nona Towa terus menderita seperti ini?
Apa itu tindakan bijak kalian?
Tenanglah.
Aku paham dengan maksud tindakanmu.
Leluhurku sudah menjaga Yang Mulia selama bertahun-tahun.
Apa pun yang terjadi, aku pasti akan melindungi beliau!
Itulah tugas terakhir pria renta ini.
Kalau begitu...
Informasi penting!
Saya mendapat laporan bahwa pasukan Kerajaan Falmuth yang menyerang...
negara bernama Tempest di Hutan Agung Jura telah dikalahkan.
Tempest?
Negara yang menghentikan para orc itu?
Mereka sekuat itu?
Ditambah lagi, Veldora sang Naga Badai telah bangkit...
menggunakan mayat para prajurit sebagai tumbalnya.
Inilah yang tadi kumaksud!
Sudah mengerti?
Inilah kenapa kita tak boleh mengusik wilayah itu.
Akibatnya tidak akan main-main.
Namun, Rimuru sang pemimpin Tempest bernegosiasi dengan Veldora...
yang baru bangkit sehingga korbannya hanya pasukan Falmuth.
Apa?
Rimuru sang pemimpin Tempest?
Kalau dijelaskan, mungkin saja kita boleh membuka lahan di sana.
Kudengar negara itu menerima berbagai jenis monster.
Benar sekali.
Biar aku yang pergi ke Tempest untuk bicara.
Saat ini, kita tidak punya banyak pilihan.
Baiklah.
Tapi berhati-hatilah.
Jangan bertindak gegabah dan membuat masalah.
Aku tahu.
Lawan bicaraku adalah naga.
Aku tidak akan sembarangan.
Itulah alasan saya kemari bersama pengawal,
tetapi saya justru...
menghunuskan pedang pada Tuan Geld yang merupakan penduduk Tempest.
- Mohon maafkan kami! - Mohon maafkan kami!
Yah, namanya juga salah paham.
Tidak usah dipikirkan.
Sekarang, akan kuberikan informasi tambahan padamu.
Informasi tambahan?
Aku sudah menjadi Raja Iblis.
Ah, maaf, maaf.
Raja Iblis?
Itu benar!
Tuan Rimuru sudah mengalahkan Clayman dan diakui oleh Raja Iblis lainnya!
Duh, itu kan bukan apa-apa!
Mengalahkan... Clayman?
Tuan Rimuru mengalahkannya dengan sangat keren!
Begitu rupanya.
Kamu ingin diberi izin untuk membuka lahan, ya?
Hei, Veldora.
Mereka tidak boleh masuk ke hutan, ya?
Kenapa?
Terserah saja.
Tuh.
Vel...
...dora?
Ah, maaf lupa memperkenalkan.
Dia temanku, Veldora.
Hei, ayo sapa mereka.
Aku Veldora sang Naga Badai.
Asal tidak berisik, kalian bebas masuk ke dalam hutan.
Tuan Veldora?
Nah, yang penting kan sekarang
kalian sudah diberi izin, jadi tidak perlu khawatir la—
Aku juga mau ikut!
Hari ini ada jamuan, kan?
Kenapa aku enggak diundang?
Ini bukan jamuan, kok, cuma penyambutan utusan negara lain!
Kalau bukan jamuan, kenapa kalian minum?
Kok enggak bilang-bilang? Sekarang main rahasia-rahasiaan, ya?
Masa enggak mengajak sahabatmu? Iya, kan, Veldora?
Jadi ini jamuan, ya? Mana jatahku?
Masa Milim yang "itu"?
Sudah kubilang, ini cuma sambutan biasa!
Ah, masa, sih?
Jamuannya habis acara ini.
Tuh, kan! Ternyata memang jamuan!
Tuan Rimuru.
Sudah, kamu diam dulu.
Ya?
Secara resmi, saya memohon kepada Anda,
Tuan Rimuru Tempest sang Pemimpin Federasi Jura Tempest.
Kalau terus seperti ini, Kerajaan Raja akan musnah.
Saya ingin menyelamatkan penyelamat saya, Nona Towa,
juga para penduduk yang amat beliau cintai.
Saya mohon, tolong bantu Raja dengan kekuatan Anda!
Tuan Rimuru, saya juga memohon pada Anda.
Saya juga.
Hei, hei, angkat kepala kalian.
Tanpa diminta pun, aku pasti akan membantu.
Sepertinya Towa ini sangat mempedulikan rakyatnya,
dan aku juga ingin mengunjungi Raja.
Kalau aku ke sana, apa aku boleh bertemu dengan Towa?
Tentu saja boleh!
Terima kasih,
Tuan Rimuru.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Terima kasih atas kemurahan hati Anda.
Guru, jaga diri Anda!
Kapan-kapan aku akan menemanimu latihan.
Asal jangan sampai menghabisiku saja.
Kalau ada waktu, mampir lagi, ya!
Iya, pasti.
Sip! Kalau begitu, mari kita berangkat menuju Kerajaan Raja!
- Jaga diri Anda! - Selamat jalan!
Jangan lupa bawa oleh-oleh, ya!
Kami tunggu kepulangannya!
Itu dia!
Itu Kerajaan Raja.
Negeri yang indah!
Terima kasih.
Hanya saja, dulu negeri ini terlihat lebih hidup.
Ma-Maafkan saya!
Tampaknya Anda sangat lapar.
Untung saja saya sudah...
membawa ini!
A-Apa yang terjadi?
Kejar mereka, Ranga!
Perdana Menteri, Mobuji,
dan ini Menteri.
Di sebelah sana adalah Penguasa Federasi Jura Tempest,
Tuan Rimuru Tempest.
Sebagai perwakilan Kerajaan Raja, saya ucapkan selamat datang.
Maaf kalau sambutannya hanya sekadarnya begini.
Terima kasih sudah mau jauh-jauh berkunjung kemari.
Saya dengar kalau Tuan Rimuru adalah monster slime.
Apa itu benar?
Iya.
Wujud ini?
Apa lebih nyaman mengobrol dengan wujud asliku?
Ma-Maaf atas ketidaksopanan saya!
Tanpa sadar, saya sudah lancang.
Silakan kembali ke wujud tadi!
Benarkah?
- Iya. - Iya.
Baiklah.
Mana Nona Towa?
Beliau sedang tidur.
Tuan Chikuan menemaninya.
Aku akan melapor dulu.
Soal pembukaan lahan di Hutan Agung Jura,
saya sudah mendapat izin dari Veldora sang Naga Badai.
- Benarkah itu? - Kamu bertemu dengannya?
Ini berkat bantuan Tuan Rimuru.
Tidak juga, sih.
Yang penting kalian hati-hati dan tidak bertindak seenaknya.
Te-Tentu saja!
Kami ucapkan terima kasih banyak!
Para penduduk pasti akan senang mendengarnya.
Tapi, kami harus mempunyai seorang ahli untuk bisa membuka lahan sebesar itu.
Secepat mungkin.
Soal itu, tak perlu khawatir!
Suara ini kan...
A-Apa yang terjadi?
Ah, tenang saja.
Mereka kenalanku.
Treyni? Kenapa kalian ada di sini?
Treyni?
Jangan-jangan Dryad, ya?
A-Apa ini sungguhan?
Tak kusangka aku bisa bertemu dengan Dryad sebelum mati.
- Terima kasih, terima kasih. - Terima kasih, terima kasih.
Kenangan yang indah untuk dibawa ke alam baka.
Sepertinya umurku masih panjang.
Hei, kalian!
Kalian bisa melihatku, kan?
Jangan ganggu, ah!
- Apa katamu? - Berisik sekali kamu!
Bisa tunggu sebentar, tidak?
Hei, Rimuru! Cepat jelaskan pada mereka!
E-Eng, dia adalah...
Beliau adalah Ratu Roh sekaligus Raja Iblis,
Nona Ramiris!
- Ra-Raja Iblis? - Ra-Raja Iblis?
Kedudukanku lebih tinggi dari Treyni, lo.
Mengerti?
- Ma-Maafkan kami! - Ma-Maafkan kami!
Veldora, Nona Treyni, dan juga Raja Iblis...
Sebagai penguasa, Tuan Rimuru juga
secara resmi sudah diakui sebagai Raja Iblis.
- Apa? - Benarkah?
Melanjutkan pembahasan utama,
kami mengerti kesulitan yang dihadapi Raja.
Selain membuka lahan, menyiapkannya agar bisa ditanami juga sangat penting.
Ah, begitu rupanya.
Ternyata Treyni bisa muncul di mana saja, ya?
Kita harus memperbesar tangki septik dan meningkatkan kualitas pupuk dulu.
Yah, aku jadi tenang kalau dia membantu mereka bertani.
Saya akan segera mengumpulkan pekerjanya!
Anda benar.
Kalau memakai humus yang ada di hutan...
Yang Mulia Ratu sudah bangun.
Baiklah.
Tuan Rimuru, silakan temui Nona Towa.
Iya.
Nona Towa,
beliau Penguasa Federasi Jura Tempest, Tuan Rimuru Tempest.
Terima kasih sudah jauh-jauh kemari.
Maaf menemui kalian dalam keadaan seperti ini.
Mungkin saja Tuan Rimuru bisa menyembuhkan Nona Towa.
Pasti sulit untuk memercayai monster yang baru saja kamu temui.
Aku percaya.
Eh? Semudah itu?
Hiiro tidak akan membawa orang jahat untuk menemuiku.
Nona Towa...
Kalau begitu, boleh kuperiksa sebentar?
Anda menyadarinya, ya?
Ah, iya.
Kamu pasti memerlukan kekuatan yang tak terbayangkan...
untuk menggunakan kekuatan magis dalam jumlah besar.
Anda mengetahuinya, ya?
Selama ada tiara ini, aku bisa melindungi negara ini dan rakyatku.
Sebagai gantinya, kamu mendapat Kutukan Racun, ya?
Itulah harga yang harus kubayar.
Jawab. Kutukan Racun dari tiara tersebut tak dapat dihilangkan.
Kutukan tersebut hanya dapat dihilangkan oleh si pemberi kutukan.
Meski demikian, kondisinya dapat berangsur-angsur pulih...
asalkan penggunaan tiara tersebut dihentikan.
Begitu, ya?
Efek Kutukan Racun dapat ditahan tergantung dari daya hidup seseorang.
Sayangnya, pemulihan daya hidupnya bisa dikatakan cukup terlambat.
Perawatan yang disarankan.
Mengonsumsi madu secara rutin untuk menambah nutrisi.
(Madu)
Lezat.
Ini adalah madu buatan Tempest.
Dikenal sebagai obat yang sangat baik,
makanlah satu sendoknya setiap selesai makan.
Entah kenapa, tubuhku terasa agak hangat.
Benar, wajahnya terlihat lebih segar.
Cepat sekali!
Tampaknya Kutukan Racun itu akan sulit untuk dihilangkan,
tapi keadaanmu akan membaik asal penggunaan tiara dihentikan.
Benarkah?
Iya.
Terima kasih.
Namun tanpa kekuatan tiara ini, rakyatku akan terkena racun dari tambang.
Biar kuurus soal itu.
Singkatnya, bisa serahkan padaku?
Penambangan selama ratusan tahun membuat...
racun dari tambang keluar hingga mencemari danau ini.
Begitu kan, Towa?
Benar.
Dahulu, air di sini sangat bersih dan jernih.
Namun kini, tempat ini lebih mirip danau kematian.
Seiring waktu, racun ini membuat airnya mengeluarkan bau yang menyengat.
Tuan Rimuru bisa menghilangkan racun dari seluruh area tambang...
dan benar-benar memurnikan air yang ada di danau ini, bukan?
Benar.
Benarkah?
Tapi, tunggu sebentar.
Waktu aku sampai di negara ini...
Lapor. Racun tersebut tersusun atas zat yang bukan berasal dari dunia ini.
Aku sudah menganalisis air yang ada di air terjun,
tapi ada yang aneh.
Maksud Anda?
Cemaran danau ini bukan berasal dari racun yang ada di tambang.
Itu, ya?
Isap semuanya, Beelzebub!
Lapor.
Pembersihan racun telah selesai.
Sip!
Semua pasti sangat senang.
Iya, syukurlah.
Sudah pasti!
Mereka boleh membuka lahan di Hutan Jura...
dan keadaan Nona Towa makin membaik!
Sumber racun yang mencemari danau juga sudah dihilangkan.
Semua berkat Tuan Rimuru!
Kenapa malah kamu yang sesumbar?
Kamu ini bicara apa, Benimaru?
Aku kan sekretaris pertama Tuan Rimuru.
Itu artinya, aku dan Tuan Rimuru adalah satu kesatuan!
Enggak paham lagi, deh.
Tapi, tadi itu lingkaran sihir apa, ya?
Sepertinya sudah ada sejak zaman dulu.
Kurasa pembuatnya sama dengan pemberi Kutukan Racun pada tiara itu.
Menurut legenda, tiara tersebut merupakan benda "pemberian dewa",
entah itu benar atau tidak.
Mau itu dewi atau siapa kek,
yang tahu hanyalah si pembuatnya.
Yah, itu pun kalau dia memang masih hidup.
Tuan Rimuru.
Meski sambutannya tak meriah,
saya ingin mengucapkan terima kasih.
Ini saja sudah cukup, kok.
Saat ini, kami tak mampu memberikan apa-apa.
Tapi, suatu saat nanti...
Iya, aku akan menunggu balas budi kalian.
Karena itu, bisakah kami terus menjalin hubungan baik dengan Raja?
Aku merasa kalau aku tak boleh kalah...
dari Towa yang terus berusaha melindungi negara dan rakyatnya,
meski harus mempertaruhkan nyawa.
Aku juga ingin berteman dengan orang-orang di sini.
Boleh, kan?
Terima kasih!
Kakak, ayo kita minum!
Hei, hei!
Kalau begitu, aku mau menjenguk Towa dulu, ya!
Shion, tolong jaga sikapmu!
Hore!
Towa.
Bagaimana keadaanmu?
Berkat madu pemberian Anda, keadaanku kian membaik!
Terima kasih atas semua bantuan Anda.
Sudahlah, jangan dipikirkan.
Selain karena diminta Benimaru dan yang lain, aku memang mau bantu, kok.
Jujur,
sebenarnya aku iri pada Anda.
Meski kita sama-sama seorang kepala negara,
Anda berbaur dengan rekan-rekan Anda tanpa menyembunyikan apa pun.
Sedangkan aku...
berbuat curang.
Saat melihat Hiiro yang sedang mati-matian bertarung...
demi melindungi rekan-rekannya, aku merasa...
kalau dia adalah sosok yang bisa dipercaya.
Kalau aku menolongnya,
kalau dia menjadi rekanku...
Meski begitu, Towa...
Aku tahu.
Semua sudah kuperhitungkan.
Semua orang juga seperti itu, kok.
Diam-diam kamu sudah memperhitungkan banyak hal, kan?
Bersikap perhitungan seperti itu tidak jahat, kok.
Lagi pula, memberi nama saja tidak bisa membuat...
hati orang lain menjadi terikat.
Begitu pun dengan rekan-rekanku.
Mereka bebas mengatakan dan melakukan apa pun yang mereka inginkan.
Yah, kembali lagi ke orangnya.
Benarkah itu?
Iya.
Kamu ini terlalu baik, Towa.
Kalau berpikir seperti itu, nanti kamu terbebani, lo.
Jangan jadikan beban dan lebih baik jujur pada diri sendiri.
Anda baik sekali, Tuan Rimuru.
Nah, begitu, dong.
Kuharap kita terus bisa berhubungan baik seperti ini.
A-Apa yang sebenarnya terjadi?
Mereka membuka lahan di Hutan Jura?
Danaunya sudah dimurnikan!
Ada apa ini sebenarnya? Aku tidak mengerti!
Kerja bagus, semuanya!
Tidak mungkin! Seharusnya tidak begini!
Syukurlah Nona Towa sehat-sehat saja.
Saya jadi tenang!
Kok Ratu baik-baik saja?
Ah, ternyata Tuan Lacua.
Tu-Tuan Mobuji! Lama tak jumpa!
Saya sudah membawakan berbagai macam barang.
Senang mendengarnya.
Anda pasti lelah dengan perjalanan panjang menuju kemari.
Suasana di sini kok terasa agak berbeda, ya?
Banyak yang terjadi dalam sepuluh hari terakhir ini.
Saya akan menceritakannya pada Anda nanti malam.
Kalau begitu, saya pergi dulu.
Kacau sekali! Apa yang sebenarnya terjadi?
Sial! Kenapa bisa begini?
Rencanaku jadi berantakan gara-gara para ogre dan slime sialan itu!
Demi menaikkan kedudukan dan posisiku,
aku harus memenuhi keinginan beliau!
Sial!
Benar.
Aku hanya perlu menciptakan kekacauan dan tragedi.
Daripada repot-repot pulang,
kamu kan bisa melapor padaku menggunakan Transmisi Ingatan.
Itu benar, Tuan Sekretaris Kedua.
Saya tidak mengerti maksud Anda, Tuan Rimuru.
Bagi saya, bergegas untuk menemui Anda sama sekali bukan perkara sulit.
Sudah cukup lama aku tidak kembali ke desa.
Akhirnya sekarang...
aku bisa menemui kalian lagi.
Berkat kalian, aku masih hidup dan bisa berada di sini.
Ditambah lagi,
Tuan Muda dan yang lainnya ternyata masih hidup.
Waktu itu, kita sangat bersemangat...
mencari uang yang banyak agar bisa hidup nyaman dan makan enak.
Kalian...
Semuanya sudah tiada.
Maafkan aku, teman-teman.
Andai saja...
aku, aku lebih...
Tuan Rimuru bilang kalau Kakak ada di sini.
Andai aku lebih kuat, aku pasti bisa melindungi mereka!
Iya.
Andai aku bisa membimbing mereka dengan lebih baik...
Iya.
Justru aku yang terus dilindungi.
Mereka memercayakan semuanya dan menyelamatkan...
nyawaku ini.
Kali ini, meski tubuh ini harus lenyap sekali pun,
aku pasti akan melindungi teman-temanku!
Kakak.
Aku suka dengan sifat Kakak yang bertekad kuat seperti itu.
Jangan lupa kalau kami dan Tuan Rimuru siap membantu.
Iya.
Kapten!
Ini gawat! Nona Towa...
Pingsan?
Tiba-tiba danaunya kembali tercemar sampai mengeluarkan bau menyengat.
Beliau menggunakan kekuatan tiara itu demi menyelamatkan para penduduk.
Kenapa bisa tiba-tiba begitu?
Padahal aku sudah menghilangkan lingkaran sihir aneh
yang menjadi sumber racun.
Benar.
Seluruh racun yang ada di danau tersebut telah berhasil dihilangkan dan dimurnikan.
Lingkaran sihir aneh?
Letaknya ada di dasar danau tersebut,
dan tampaknya sudah lama ada di sana.
Wah.
Lingkaran sihir kuno, ya?
Kutukannya menyebar ke seluruh tubuh beliau,
tetapi beliau masih bertahan berkat madu pemberian Tuan Rimuru.
Akan tetapi...
Ada apa?
Semuanya jadi panik karena ada informasi kalau pasukan negara-negara tetangga...
sedang bersiap untuk menyerang.
Tuan Rimuru, bagaimana kalau kita segera ke Raja?
Iya, sih.
Danaunya kembali tercemar tidak lama setelah dimurnikan.
Tepat di saat Towa pingsan, negara-negara tetangga mulai bergerak.
Rasanya tidak mungkin kalau semua ini hanya kebetulan.
Tepat sekali.
Ba-Barusan saya juga berpikir begitu, kok.
Saat ini, tubuhnya pasti dalam kondisi yang amat lemah.
Dokter yang bernama Chikuan itu, apa selama ini dia betulan merawat Towa?
Semuanya masih belum jelas.
Souei!
Saya di sini.
Cari tahu kenapa mereka mengincar Raja!
Segera.
Ayo.
Baik!
Shion, panggil yang lainnya.
Bersiap untuk mencegat musuh!
- Baik! - Baik!
Tuan Chikuan.
Dengan kondisi seperti ini, beliau tak bisa pergi dari sini.
Tubuhnya sudah terlalu lemah untuk bisa pergi dari sini dan menghindari perang.
Apa?
Maafkan aku, Hiiro.
Aku tak bisa...
menyelamatkan...
teman-temanmu.
Nona Towa!
Anda tak perlu minta maaf!
Kamu boleh...
melakukan apa pun...
yang kamu mau.
Anda ini bicara apa?
Maafkan... aku, Hiiro.
Padahal Anda tak perlu minta maaf!
Kenapa...
Anda harus menderita seperti ini?
Begitulah situasinya.
Kita belum tahu siapa dalang di balik semua ini.
Mungkin saja kita akan bertarung.
Meski begitu, aku percaya pada Towa dan kuputuskan untuk membantu Raja.
Aku ingin meminta bantuan kalian.
Saya tidak keberatan.
Selain itu, Kakak juga ada di sana.
Kami juga ingin meminta bantuan Anda.
Kalau begitu, kita akan bersiap-siap!
- Baik! - Baik!
Veldora.
Kamu mau memintaku jaga rumah, kan?
Aku hanya bisa memercayakan Tempest padamu.
Benar dugaanku.
Pokoknya kamu tenang saja, serahkan semua padaku!
Tuan Rimuru.
Sepertinya saya tahu siapa yang memberi Kutukan Racun pada tiara itu,
sekaligus pembuat lingkaran sihir di danau.
Apa katamu?
Bila Anda mengizinkan,
saya akan pergi untuk bicara dan memintanya menghilangkan kutukan itu.
Tentu saja kuizinkan.
Aku mengandalkanmu, Diablo.
Terima kasih.
Saya pasti akan memenuhi harapan Anda.
Meski Tuan Rimuru sudah berusaha keras,
racunnya masih ada dan terus menyebar.
Dan tiap kali Nona Towa menggunakan kekuatan dari tiara itu...
Aku harus cari cara lain!
Tuan Hiiro.
Ada perlu apa, Lacua?
Saya ingin membagikan sebuah rahasia pada Anda.
Mungkin saja hal ini bisa menyelamatkan Yang Mulia Ratu.
Apa maksudmu? Katakan padaku!
Ini adalah sebuah ritual rahasia.
Kita bisa memindahkan jiwa seseorang ke dalam tubuh lain.
Dengan kata lain, ritual rahasia untuk mengganti tubuh.
Memangnya itu bisa dilakukan?
Tentu saja ini terdengar mustahil.
Tapi ritual ini benar-benar ada!
Hal seperti ini tentu tak bisa dilakukan sembarangan.
Katanya orang tersebut harus memiliki kecocokan.
Akan tetapi, jiwa Yang Mulia dan Tuan Hiiro...
yang saling terhubung melalui prosesi pemberian nama...
pasti akan berhasil melaksanakan ritual tersebut.
Benarkah?
Tentu saja.
Akan tetapi, ada bahayanya.
Kalau jiwa Yang Mulia Ratu dipindahkan ke tubuh Tuan Hiiro,
jiwa Anda akan lenyap karena sudah kehilangan tempatnya.
Kalau Anda sudah siap menerima risikonya,
saya tidak akan menghentikan Anda.
Apa ini berarti...
aku bisa memberikan tubuhku pada Nona Towa yang telah menyelamatkanku?
Iya.
Begitu rupanya.
Berarti hal yang harus kulakukan sudah jelas.
Ja-Jangan bilang kalau Anda...
Inilah saatnya membalas budi pada Nona Towa.
Cepat siapkan ritualnya!
Anda benar-benar rela berkorban?
Hati Anda sungguh mulia!
Saya benar-benar kagum!
Apa itu?
Benda ini adalah permata pengikat, Bola Kutukan.
Bola Kutukan?
Pusaka yang menyimpan kekuatan.
Katanya benda ini dapat meningkatkan kekuatan fisik seseorang.
Benda yang sangat mahal ini hanya ditemukan di ujung barat benua.
Untuk memastikan keberhasilan ritual pemindahan jiwa ini,
saya ingin Tuan Hiiro menelannya.
Baiklah.
Rasanya aneh.
Kita harus menunggu hingga kekuatan bola tersebut beradaptasi dengan tubuh Anda.
Sekarang, mari kita pergi ke tempat lain untuk menghindari gangguan.
Semua sudah siap?
- Sudah! - Sudah!
Akan kumulai pemindahannya.
Tuan Rimuru.
Mobuji, Menteri.
Yang Mulia menghilang!
Apa katamu?
Kapten juga ikut menghilang.
Apa?
Di saat seperti ini, kenapa mereka tidak ada?
Ranga!
Ya!
Kita bisa melaksanakan ritualnya dengan tenang di sini.
Cepat baringkan Yang Mulia di sini.
Tak perlu khawatir, Nona Towa.
Sebenarnya apa yang dilakukan Yang Mulia dan Hiiro di tempat seperti ini?
Tuan Rimuru, boleh saya bicara?
Ada apa, Souei?
Ini soal penyebab negara-negara tetangga mengincar Raja.
Tunggu.
Perdana Menteri dan Menteri ada di sini.
Biarkan mereka mendengar laporanmu.
Silakan.
Meski bertetangga,
mereka mengincar tambang emas besar yang tertidur di Raja.
Tambang emas?
Kabar tersebut beredar luas di negara-negara tetangga.
Mereka ingin menguasainya dan sudah bersiap untuk menyerang.
Saya benar-benar tidak tahu soal itu!
Saya juga!
Tidak usah bohong kalian!
Tu-Tunggu dulu, Tuan Ranga!
Kami tidak bohong!
Dulu kami memang punya tambang emas yang melimpah,
tapi sekarang, jumlahnya sangat sedikit!
Ranga, mereka tidak berbohong.
Kalau itu benar, mereka tidak akan terpikir untuk membuka lahan di Hutan Jura.
Meski begitu...
Lapor.
Pengerahan pasukan di saat seperti ini sangat tidak lazim.
Benar.
Meski begitu, aku tetap harus melindungi tempat ini.
Menteri, berapa jumlah pasukan kalian?
Sekitar dua ribu orang.
Kumpulkan semuanya dan segera ungsikan para penduduk.
Tapi...
Tidak usah khawatir.
Rekan-rekanku akan membantu kalau ada serangan.
- Menteri! - Ba-Baik! Segera laksanakan!
Cepat lakukan!
- Baik! - Baik!
Souei, kemarilah sebagai bala bantuan.
- Baik! - Baik!
Tuan, baunya...
Di depan sana, ya?
Kalau begitu, akan saya mulai.
Iya.
Hiiro?
Apa yang terjadi?
Saya akan memulai ritual pemindahan jiwa Nona Towa ke tubuh Tuan Hiiro.
Anda sudah tak perlu menderita lagi.
Apa... maksudnya ini?
Inilah saatnya saya membalas budi.
Demi Yang Mulia Ratu, Tuan Hiiro
sudah siap memberikan tubuhnya untuk Anda.
Tidak apa-apa.
Tidak...
Jangan lakukan itu.
Tidak akan kubiarkan.
Aku akan...
Nona Towa?
Inilah keinginan saya.
Tidak boleh begitu!
Nyawamu adalah milikmu sendiri!
Kamu harus tetap hidup...
demi dirimu dan teman-temanmu!
Juga, demi diriku.
Nona Towa?
Kata-kata itu saja...
sudah lebih dari cukup.
Cepat mulai ritualnya.
Lacua?
Bravo!
Mengagumkan! Sungguh mengagumkan!
Pemandangan yang mengharukan dan indah!
Menakjubkan!
Apa?
Ah, maafkan aku.
Saking bagusnya, aku sampai terbawa suasana!
Tadinya aku sempat cemas karena slime sialan itu merusak skenarioku!
Akan tetapi,
aku berhasil membalikkan keadaan!
Ah, senangnya! Bahagianya!
Dengan ini, beliau pasti akan sangat senang.
Bajingan!
Apa maksud perkataanmu?
Bagaimana ritualnya?
Mana ada ritual yang seperti itu!
Kamu kan...
Ritual rahasia untuk memindahkan jiwa?
Ya enggak mungkin ada, lah!
Kamu menipuku, ya?
Sungguh konyol.
Tapi yang kamu telan itu memang pusaka yang menyimpan kekuatan.
Ada rahasianya juga, lo!
Tapi bukan jenis rahasia yang kamu pikirkan.
Rahasia itu merupakan sebuah ujian.
Yang Mulia pasti akan menggunakan seluruh kekuatan dari tiara itu.
Terus, begitu nanti seluruh tubuh Yang Mulia lenyap,
aku pasti akan mendapat tepuk tangan, hadiah, serta pujian dari beliau.
Bajingan!
Nah, benar begitu!
Kemarahanmu itu akan menjadi pemicu dari keputusasaan.
Terbukalah, Bola Kutukan.
Hiiro!
Ayo cepat!
- Baik! - Baik!
Nah,
mumpung kesadaranmu masih ada,
coba ingat baik-baik, Tuan Hiiro!
Ayo!
Keputusasaan akibat desa yang musnah.
Kesedihan akibat kehilangan teman-temanmu.
Kemarahan akibat tertipu dan tidak bisa berbuat apa-apa!
Mengagumkan!
Kehilangan akal sehatnya akibat amarah dan kebencian!
Mengamuklah dan hancurkan semuanya!
Biarkan tuan yang kamu cintai itu menggunakan kekuatannya!
Ini akan menjadi hiburan terbaik bagi beliau.
Hiiro!
Benar, mengamuklah!
Bagaimana rasanya mengamuk tak terkendali?
Suasana hatiku sangat baik setelah menipu orang sebodoh kamu!
Sungguh bagaikan neraka!
Eit!
Hiiro...
Yang Mulia, apa Anda akan membiarkannya seperti ini?
Anda harus menyelamatkan Tuan Hiiro!
Aku... harus menyelamatkannya.
Maaf menunggu.
Sekarang semua baik-baik saja.
Ada apa, Hiiro? Apa yang terjadi padamu?
Kamu lagi, kamu lagi!
Jadi kamu biang keladinya?
Sialan! Kamu terus saja mengganggu!
Hei!
Tuan Rimuru, pergilah!
Kuserahkan padamu!
Shuna, tolong jaga Towa.
Baik!
Ranga, ayo kita kejar!
Ketemu!
Kamu tidak akan lolos!
Rasakan ini!
Dasar slime sialan!
- Tuan Rimuru. - Souei?
Pasukan negara-negara tetangga sudah mulai bergerak.
Sebentar lagi, mereka akan tiba di perbatasan Kerajaan Raja.
Baiklah, aku juga sedang mengejar musuh di sini.
Semuanya, apa kalian dengar?
Sebisa mungkin, aku tidak ingin sampai ada korban.
Kalian boleh mengalahkan musuh,
tapi sebisa mungkin jangan dibunuh.
Hanya saja,
kalau memang terpaksa, kalian harus mengutamakan keselamatan kalian!
Mengerti?
- Ya! - Ya!
Lama tak jumpa, Violet.
Mau apa kamu ke sini, Noir?
Mulai sekarang, namaku sudah bukan Noir lagi.
Panggil saja aku "Diablo".
Kamu mendapatkan nama?
Cih, orang gila mana coba yang menamainya?
Apa kamu iri, Violet?
Meski kita sama-sama iblis tertua,
kamu tidak punya nama, ya?
Berisik.
Kalau sudah cukup pamernya, cepat katakan ada urusan apa kamu kemari.
Ada hal yang ingin kutanyakan mengenai Kerajaan Raja.
Apa kamu yang membuat lingkaran sihir di danau negara itu?
Untuk apa aku melakukan hal yang merepotkan begitu?
Daripada itu, kenapa kamu tertarik soal itu?
Akan kujawab asalkan kamu tidak mengusik negara itu lagi.
Tidak mau.
Alasannya?
Mereka adalah keluarga kerajaan favoritku.
Favoritmu?
Puluhan...
Tidak, sepertinya ratusan tahun yang lalu...
aku diminta oleh mereka.
Diminta?
Aku merasakan adanya perasaan yang lezat,
jadi aku iseng untuk menemuinya.
Terus kayaknya ada seorang ratu, deh.
Aku tidak tertarik dengan ceritamu.
Konyol sekali, masa dia menganggapku sebagai dewi, sih?
Terus?
Dia menginginkan kekuatan demi menyelamatkan negaranya,
jadi kuputuskan untuk bermain dengannya.
Kalau begitu, tunjukkan tekadmu padaku.
Apa ini?
Tiara ini memiliki kekuatan magis yang luar biasa besar.
Meski menghilang, tiara itu akan mengumpulkan kekuatannya lagi.
Sepertinya ada sesuatu yang terkubur di dalam sana.
Lihatlah.
Terima kasih.
Lalu, apa yang Anda maksud dengan "tekad"?
Sudah siap untuk bermain denganku?
Bermain?
Benar.
Kamu akan dikutuk kalau menggunakan tiara itu.
Ditambah lagi, kutukan tersebut akan terus diwariskan...
kepada seluruh anak cucumu.
Keturunanku?
Tentu saja.
Ada harga yang harus dibayarkan atas kekuatan sebesar ini.
Makin besar keinginanmu, makin cepat kutukan itu akan menyebar.
Bagaimana?
Asal bisa melindungi rakyatku...
Asal bisa menyelamatkan rakyatku...
Asal bisa membuat rakyatku makmur...
Aku yakin para anak cucuku...
yang akan mewarisi tekadku nanti,
pasti akan melakukan hal yang sama.
Sungguh keyakinan yang bagus!
Kalau terus menggunakannya, lama-lama kekuatanku akan menodai tiara itu.
Saat itu terjadi, aku menang.
Begitu mendapatkan tubuhmu, aku akan menjelma ke dunia ini.
Kalau tidak sampai ternoda,
berarti kami yang menang, ya?
Saya merasakan...
adanya kekuatan magis.
Berjuanglah seumur hidupmu untuk menghiburku.
Dengan ini, aku bisa...
Mungkin saja keturunanmu nanti yang akan memenangkan permainan ini.
Akan kutunggu sampai saat itu tiba.
Begitulah ceritanya.
Dengan kata lain, berarti selama ini kamu terus menikmati penderitaan...
dari anak cucunya, ya?
Mana mungkin aku memberikan kekuatanku dengan cuma-cuma?
Aku tidak sedermawan itu.
Kalau tidak salah, ratu yang sekarang namanya Towa, ya?
Sepertinya dia anak yang baik.
Tampaknya Kutukan Racun itu sudah menyebar di tubuhnya.
Kurasa tidak lama lagi aku akan mendapatkan tubuh.
Atau penerusnya Towa?
Apa kuincar yang selanjutnya saja, ya?
Benarkah itu kesepakatan yang sah?
Kurasa tidak.
Bukankah kamu mengerahkan bawahanmu...
untuk memaksanya menggunakan kekuatan dari tiara tersebut?
Apa katamu? Kamu menghinaku?
Aku hanya mengatakan yang sebenarnya.
Ya sudah.
Kalau kamu berhenti mengusik Raja,
aku akan langsung pergi dari sini.
Kenapa aku harus melakukan hal yang kamu minta?
Padahal aku sudah memintamu dengan cara baik-baik.
Apanya...
yang baik-baik?
Aku tidak suka menggunakan cara tak beradab seperti bertarung.
Kalau mau bertarung, silakan saja.
Selain itu, sudah cukup lama aku menganggapmu menyebalkan.
Bukankah kamu juga sama?
Maju sini!
Akhirnya pemimpinnya muncul juga!
Kok rasanya dia jadi makin kuat?
Tenang saja.
Aku tidak akan mengeluarkan kekuatan yang melebihimu.
Mengesalkan sekali.
Mentang-mentang sudah berwujud dan mendapatkan nama,
seenaknya saja kamu main perintah!
Silakan saja kalau mau iri padaku.
Matilah kamu!
Bagaimana rasanya terkena Pelenyap Kehampaan milikku?
Tidak mungkin!
Sihirku...
Supaya seimbang, aku sengaja menerima seranganmu.
Kamu pasti sudah mencapai batasmu.
Batas?
Waktunya habis, ya?
Tampaknya tubuh sementaramu yang terbuat dari magi itu mulai hancur.
Bagiku, ini sih bukan apa-apa.
Jangan ganggu!
Nona, sudah cukup.
Tuan Noir.
Tidak, Tuan Diablo.
Bisakah Anda menurunkan senjata Anda?
Aku masih bisa, kok!
Nona, saya ingin melapor.
Lihatlah, ini bukan saatnya untuk itu!
Seperti yang dikatakan Tuan Diablo,
Lacua sudah bertindak seenaknya.
Saat ini, Raja sedang diserang oleh negara-negara tetangga.
Sepertinya Lacua membuat dan menyebarkan kabar bohong.
Selain itu, tubuh Yang Mulia diberikan hal lain selain Kutukan Racun Anda.
Berani sekali dia menodai kontrak milikku.
Jadi tidak seru, deh.
Benar.
Sayangnya, kontrak tersebut harus dibatalkan.
Ya sudah kalau begitu.
Sudah selesai bicaranya?
Aku tidak tertarik dengan situasi kalian,
asalkan kamu tidak mengusik Raja, aku akan pergi dari sini.
Sifat angkuhmu itu benar-benar menyebalkan!
Ya sudahlah.
Kali ini aku akan membiarkanmu pergi,
jadi berterimakasihlah atas kebaikanku.
Kamu masih saja egois.
Bukankah kamu juga sama, ya?
Silakan, Nona.
Aku tahu.
Omong-omong, siapa yang memberimu nama Diablo itu?
Siapa sebenarnya sosok yang mampu memberimu nama?
Beliau sangat berharga bagiku.
Lain kali akan kuceritakan semuanya padamu...
mengenai keagungan Tuan Rimuru.
Rimuru, ya?
Dah.
Ya ampun, dia langsung pergi begitu saja tanpa membereskannya.
Membuatku repot saja.
Anda baik-baik saja, Nona Towa?
Aku tidak apa-apa.
Aku...
Bagaimana dengan Hiiro?
Kita serahkan saja pada Kakanda.
Hebat sekali.
Meski wujudmu seperti itu,
jiwamu tetaplah seorang Hiiro!
Tapi,
sadarlah, Kakak!
Kenapa? Sudah selesai main kejar-kejarannya?
Aku pasti akan lolos!
Sebagai Raja Iblis baru,
kamu hanya meminjam kekuatan Veldora sang Naga Badai!
Aku sudah menyelidiki soal kamu!
Baguslah kalau begitu, tapi lihat ke depan.
Apa?
Dia bisa terbang, ya?
Kalau seperti itu,
berarti dia itu iblis, ya?
Sekarang, Nona Towa!
Apa Kakak sudah sadar?
Tidak, tampaknya dia belum kembali seperti semula.
Cepat pergi dari sini!
Kalau sudah begini, kerusakannya akan makin parah!
Berhenti, Hiiro!
Kenapa? Sudah tidak mau lari lagi?
Tutup mulutmu!
Tuan Lacua!
Biar saya bantu!
Berarti kamu temannya, ya? Dokter Gadungan?
Pantas saja dia tidak dirawat dengan benar.
Serahkan saja dia pada saya!
Baiklah! Tolong, ya!
Monster anjing sepertimu bukanlah lawan sepadan bagiku!
(Badai Kematian)
Sepertinya dia bukan lawan bagi Ranga.
Baiklah, Lacua.
Sekarang kamu akan bernasib sama dengannya.
Sudah siap?
Jangan remehkan aku!
Raja Iblis baru sepertimu...
Sudah selesai?
Ada kata-kata terakhir?
Tu-Tunggu!
Kalau Anda membunuh saya, beliau pasti tidak akan diam saja!
Beliau?
Itu benar!
Di hadapan beliau, slime sepertimu—
Hei, Lacua.
Ada apa, Dewi Primordial?
Saya di sini!
Lacua, pelayan Anda yang setia, ada di sini!
Diam!
Cuma karena punya nama dan wujud, kamu bertindak seenaknya sendiri, ya?
Bukan begitu! Anda salah paham!
Saya hanya membuat Towa menggunakan kekuatan Anda!
Tidak lama lagi, tubuh itu akan menjadi milik Anda, Nona Violet!
Dia bicara dengan siapa?
Dengar, ya,
aku ingin mereka menyerahkan tubuhnya sendiri...
sebagai konsekuensi dari pilihan yang mereka buat.
Siapa yang menyuruhmu untuk ikut campur?
Bukankah aku hanya menyuruhmu untuk mengawasi mereka saja?
Saya pikir Anda akan makin senang kalau dia dibuat makin menderita.
Kebodohanmu itu justru merusak kesenanganku.
Saya hanya ingin mendapatkan kekuatan,
agar suatu hari nanti, saya bisa berada di sisi Anda.
Aku tak butuh bawahan tak berguna,
Jadi tanggung sendiri perbuatanmu itu.
Dari raut wajahmu, sepertinya kamu sudah dibuang.
Tu-Tunggu!
Aku tidak akan memaafkan siapa pun yang mempermainkan nyawa.
Agar kejadian seperti ini tak terulang,
akan kuhabisi kamu sekarang!
Sialan!
Kalau memang harus mati di sini, akan kubawa kalian bersamaku!
Api Nuklir!
Biar saja kalian...
dan negara ini...
kubakar jadi abu!
Api...
Isap semuanya, Beelzebub!
...Nuklir!
Berikan laporan padaku, Kak Raphael.
Lapor.
Seluruh energi tersebut telah berhasil diserap.
Tidak ada korban.
Baguslah.
Tuanku memang hebat!
Sepertinya para komandan itu telah diganti dengan bawahan Lacua.
Berarti boleh, nih?
Iya, hajar mereka.
Serahkan pada saya!
Biar saya ringankan bawaan Anda.
Guru memang hebat!
Pusaran Penghancur!
(Pusaran Penghancur)
Tuan Rimuru, sudah selesai.
Kerja bagus.
Kalau pasukan musuh yang tersisa sudah tidak ingin bertarung,
biarkan mereka pergi.
Kami mengerti.
Berarti, sisanya tinggal...
Hiiro!
Kalau begini, bukankah kamu malah membuat tuanmu khawatir?
Maaf saja, tapi aku tidak akan segan-segan lagi.
Hiiro...
Kumohon, jangan sampai mati.
Kabut Asap Hitam!
Kakanda!
Hiiro!
Masih bisa bergerak?
Nona Towa!
Hiiro! Hiiro!
Kakak!
Kakak!
Tuan Muda...
Anda makin kuat, ya?
Aku belum sekuat Kakak.
Aku percaya kalau Kakak pasti bisa kembali dengan sendirinya.
Aku tidak mungkin bisa...
melakukannya sendiri.
Inikah bayaran... atas kekuatan itu?
Hiiro!
Kakak!
Kepingan suara lembut yang tersisa ♪
Benimaru, cepat berikan ramuan penuh!
Itu adalah harga atas penggunaan Bola Kutukan.
Membuat hatiku terasa sakit ♪
Dengan tangan ternoda dan hati yang terbakar ♪
Ramuan penuh tidak akan berefek.
Kulupakan rasa sakit dan bersandar pada keselamatan ♪
Seolah dihadiahi cahaya yang tak ada habisnya ♪
Sudahlah.
Yang belum menghilang ♪
Kakak!
Shuna.
Jangan pergi, kembalilah padaku ♪
Kamu benar-benar sudah kuanggap seperti adikku sendiri.
Kakak...
Andai kubisa kembali ke pelukanmu ♪
Aku pergi dulu.
Apa mereka... sudah menunggu di sana?
Jangan pergi, kembalilah padaku ♪
Nona Towa.
Saya senang...
Andai kubisa kembali ke pelukanmu♪
bisa melayani tuan...
seperti Anda...
sampai saat terakhir.
Keajaiban atas kesungguhan yang ingin kuwujudkan ♪
Saya... sangat bahagia.
Aku selalu percaya dan kan terus melindungimu ♪
Inilah harga atas kesedihan yang tak kukehendaki ♪
Doa-doa berbalut cahaya yang tak terhitung ♪
Tidak akan kumaafkan.
Kamu tidak boleh meninggalkanku.
Kuucapkan halo ♪
Wahai Tiara Kutukan,
Sekali lagi kuucapkan ♪
beri aku keajaiban.
Terima kasih padamu ♪
Wahai Dewi,
berikan kekuatanmu padaku!
Sebelum warnanya memudar dan hilang menjadi abu ♪
Ingin kusentuh hidupmu ♪
Bentuk ikatan kita yang tergambar lewat jemari ♪
Dalam sekejap saja, kristal-kristal itu berjatuhan ♪
Kilat yang dipanggil oleh suara samar ♪
Kan kupastikan sama dengan suara hatimu ♪
No-Nona Towa?
Jangan pergi, kembalilah padaku ♪
Andai kubisa kembali ke pelukanmu ♪
Nona Towa?
Nona Towa!
Jangan pergi, kembalilah padaku ♪
Andai kubisa kembali ke pelukanmu ♪
Nona Towa!
Detak dari kehidupan yang kamu peluk adalah bukti ♪
Tak dapat kubayangkan hidup di dunia tanpa dirimu ♪
Tidak ada yang bisa dilakukan karena itulah bayaran atas permohonannya.
Kalau memang air mata ini dapat menghapus kesedihan ♪
Aku diselamatkan untuk kedua kalinya.
Seharusnya bisa kuubah menjadi derai cahaya ♪
Namun lagi-lagi,
aku tidak bisa berbuat apa-apa.
Pemandangan kelopak bunga yang menari-nari di atas karpet merah pucat ♪
Tak mungkin dapat kulupakan ♪
Hal-hal yang tersisa dari semua yang kudapat ♪
Ada di antara waktu yang terus berputar ♪
Aku membatalkan kontrak kita karena kesalahanku.
Sebagai ungkapan terima kasih karena sudah menghiburku,
inilah bentuk kecil dari permintaan maafku.
Ada apa?
Apa yang sedang terjadi?
Lapor.
Saya merasakan adanya sebuah sosok.
Keajaiban atas kesungguhan yang ingin kuwujudkan ♪
Nona Towa?
Aku selalu percaya dan kan terus melindungimu ♪
Nona Towa!
Inilah harga atas kesedihan yang tak kukehendaki ♪
Hiiro?
Doa-doa berbalut cahaya yang tak terhitung♪
Seluruh Kutukan Racun sudah hilang.
Kuucapkan halo ♪
Sekali lagi kuucapkan ♪
Inikah hasil pembicaraanmu,
Terima kasih padamu ♪
Diablo?
Tolong jelaskan padaku nanti.
Dengan senang hati.
- Bersulang! - Bersulang!
Terima kasih!
Tuan Rimuru.
Kami ucapkan terima kasih atas bantuan Anda kali ini.
Entah apa yang harus kami lakukan sebagai balas budi pada Anda.
Seperti yang Anda tahu,
saat ini kami tak punya apa-apa untuk diberikan pada Anda.
Nah, soal itu...
Kami menemukan sebuah tambang besi di gua yang runtuh...
saat Benimaru dan Hiiro bertarung.
Tapi, bukankah negara lain juga...
...bisa memasok bijih besi?
Sebanyak apa pun besi yang kalian dapat,
negaraku akan membeli semuanya!
Kalau Anda sampai membantu membangun kembali negara kami...
Berarti negara-negara tetangga tidak akan mengusik kita lagi!
Rasanya bagai mimpi di siang bolong.
Tapi, apa Anda benar-benar yakin?
Tentu saja akan ada timbal-baliknya.
Selain itu,
aku juga sangat menyukai Towa yang rela mengorbankan nyawanya...
demi menolong orang lain.
Kalian juga, kan?
- Iya. - Itu benar.
Benar!
Saya tak keberatan.
Sudah pasti!
Saya menyayangi Nona Towa dan Kakak layaknya menyayangi Anda.
Terima kasih.
Saya juga.
Kamu masih di sini, ya?
Kalau begitu,
untuk masa depan Kerajaan Raja dan Tempest...
Terima kasih karena selama ini...
sudah melindungi kami semua...
dan juga negara ini.
Sekarang, kami akan membangun masa depan kami dengan kekuatan sendiri.
Terima kasih Dewi,
atas tiara itu.
A-Apa yang terjadi?
Di balik cahaya ♪
Di balik cahaya di depan sana ♪
Bolehkah aku berbahagia? ♪
Ve-Veldora?
Terimalah semuanya ♪
Aku menyuruhmu untuk jaga rumah, kan?
Dan kita kan menjadi satu ♪
Bukan salahku.
Aku bermain sebentar dengan Milim mumpung dia ada di sini.
Kita kan menjadi satu! ♪
Iya!
Padahal aku datang untuk main,
tapi aku bosan karena kamu enggak ada, jadi aku cuma bermain dengan Veldora.
Aku tak tahu bagaimana cara menjalani hidupku kini ♪
Setelah kehilangan semuanya ♪
Ma-Maaf, Tuan Rimuru! Kami sudah berusaha menghentikan mereka, tapi...
Apa yang akan kamu lakukan? ♪
Kami tak bisa apa-apa.
Aku yang tak bisa menepati sumpahku ♪
Tentu saja kalian tidak akan bisa!
Mengapa masih diberikan hidup? ♪
Berniat menghentikan mereka saja sudah hebat.
Pasti ini ada artinya ♪
Dasar!
Kuberikan hidupku untukmu ♪
Untuk sementara, tidak akan kuberikan kelanjutan manganya, ya!
Di tengah dunia yang kacau balau ini ♪
Apa katamu? Ke-Kejam sekali kamu!
Sekarang ♪
Mari kita bergandengan tangan dan melangkah maju ♪
Itu akibat ulahmu sendiri.
Bagaimana denganmu, Milim?
Di balik cahaya ♪
A-Aku...
Di balik cahaya di depan sana ♪
Ada yang harus kita bicarakan.
Bolehkah aku berbahagia? ♪
Iya, kan?
Kan kuterima semuanya ♪
Di balik cahaya ♪
Kenapa sih mereka suka sekali membuatku kesal?
Di balik cahaya di depan sana ♪
Aku bahagia ♪
Dengan tangan cinta yang terlahir kembali ♪
Biar kupeluk hidupmu dan kita kan menjadi satu ♪
Buat aku merasa lebih baik ♪
Ah, betapa nikmatnya perasaan ini ♪
Aku tak tahu bagaimana harus menjalani hidup ini ♪
Namun bertemu denganmu memberikan harapan dalam hidupku ♪
Di tengah dunia yang kacau balau ini ♪
Sekarang ♪
Mari kita bergandengan tangan dan melangkah maju ♪
Di balik cahaya ♪
Di balik cahaya di depan sana ♪
Bolehkah aku berbahagia? ♪
Kan kuterima semuanya ♪
Di balik cahaya ♪
Di balik cahaya di depan sana ♪
Aku bahagia ♪
Terlahir kembali dan menjalani hidupku kini ♪
Kurasakan kehadiranmu saat kupejamkan mataku ♪
Memikirkanmu membuatku kembali bersemangat ♪
Kuharap, kuharap ♪
Aku bisa melindunginya dan melepaskan keinginanku ♪
Di balik cahaya ♪
Di balik cahaya di depan sana ♪
Bolehkah aku berbahagia? ♪
Kan kuterima semuanya ♪
Di balik cahaya ♪
Di balik cahaya di depan sana ♪
Aku bahagia ♪
Semua kan kuterima ♪
Di balik cahaya ♪
Di balik cahaya di depan sana ♪
Bolehkah aku berbahagia? ♪
Semua kan kuterima ♪
Di balik cahaya ♪
Di balik cahaya di depan sana ♪
Aku bahagia ♪
Dengan tangan cinta yang terlahir kembali ♪
Biar kupeluk hidupmu dan kita kan menjadi satu ♪
Buat aku merasa lebih baik ♪
Ah, betapa nikmatnya perasaan ini ♪
Menjadi satu untuk selamanya ♪
Kurasakan kehadiranmu saat kupejamkan mataku ♪
Memikirkanmu membuatku kembali bersemangat ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.