Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM
Ayo Kunjungi Sekarang Juga! LXWHITELABEL.COM
Hai, sayang.
Makan malam hampir siap.
Apa...
Aku di mana?
Bagaimana aku sampai di sini? Mana ponselku?
Mana ponselku? Mana kacamataku?
Hei. Tenang.
- Hai, Isaac. - Kau telat.
Kau merusak mesin Freezy.
Itu rusak!
- Aku tak menyentuhnya. - Ya, memang.
Jika kau tak menyentuhnya itu tak akan rusak, sekarang.
Baik. Akan kuperiksa.
Hai.
Ayo kita periksa wajah murungmu.
Sebaiknya jangan menyapa pelangganku
dengan wajah sedih itu.
Baumu... menyengat.
Setelah selesai dengan mesin Freezy, bersihkan apapun
yang ada di kamar mandi, paham?
Devereaux!
Aku mengawasimu.
Maaf.
Maaf. Tunggu.
Tak apa.
Tunggu.
Charlie?
Hai, cantik.
Aku akan memberimu kesempatan lagi
mengingat kebersamaan kita.
Hentikan.
Sudah berapa lama kau merekamku?
Bukan urusanmu. Terus lanjutkan.
Tidak.
Coba rasa sausnya,
jika itu masakan Bologna terbaik yang pernah kau coba,
beri aku lagu.
Oke.
Kau akan menyukai ini.
Baiklah.
- Benar? - Aku tak tahu,
mungkin kebayakan tarragon.
Apa?
Kau berutang lagu padaku.
Kau benar. Sungguh menakjubkan.
Lepaskan aku, Charlie.
Lepaskan aku.
Kumohon.
Charlie, apa yang mau kau buat?
Kuputuskan memaafkanmu karena sudah mempermalukanku.
Putus denganku beberapa hari
setelah ayahku membuangku dari dewan direksi.
Itu mengungkapkan karaktermu.
Sekarang, kutahu aku pakai terlalu banyak tarragon terakhir kali.
Hei.
Hai. Seperti kubilang,
Aku pakai terlalu banyak tarragon terakhir kali,
tapi, kali ini, aku berlatih menahan diri.
Ada apa denganmu?
Mungkin belum menjadi adonan terbaik.
Serius?
Silahkan?
- Ayo. - Tidak.
Buka mulut.
Begitu.
Begitu.
Kau harus tahu aku tak mau jalani sisa hidupku
tanpa tahu seperti apa hidupmu tanpaku.
- Apa? - Satu-satunya jalan...
aku bisa melanjutkan...
Aku benci perjalanan berburu ayahku.
Setiap tahun, diseret ke beberapa pedesaan Inggris
untuk berjalan dengan susah payah di daerah yang membosankan.
Tapi...
aku makin kagum pada para pemburu.
Kesabaran dan ketelitian yang dibutuhkan untuk mlakukan pembunuhan.
Kumohon.
Meskipun mengambil kehidupan dari jarak jauh kurang...
intim, bukan begitu?
Proses pemotongan akan segera terjadi
jika kau melakukannya segera.
menaruh tanganmu
di antara kehangatan organ makhluk lain.
Aku tahu pernah berada
di dalam tubuh orang lain.
Kumohon.
Tidak.
Aku tak akan membunuhmu dengan alat biadab seperti ini.
Tidak.
Ini di pakai setelahnya.
Karena kita berdua tahu cara paling intim
untuk mengakhiri hidup membutuhkan...
...kulit ke kulit,
detak jantung...
... ke detak jantung...
...menyentuh.
Kau masih bisa berubah pikiran dan bernyanyi untukku.
Ayo. Bernyanyilah untukku.
Aku tak bisa.
Bernyanyilah untukku!
Ya.
Ya, baiklah. Maafkan aku.
Aku cuma masih agak pusing
dengan apapun yang kau berikan.
Bisa minta kacamataku?
Tolong?
Boleh aku melihatmu?
Maafkan aku.
Maaf, karena pergi ketika keadaan sulit. Aku...
Kau tak beri tahu alasannya.
Ya.
Tidak. Kau pergi.
Kau benar. Dan aku minta maaf.
Aku stres dengan pekerjaan di rumah sakit.
Tapi mungkin jika kita bicara,
jika kita ke terapi.
Ya, itu yang kuinginkan.
Baiklah. Ya.
Ya, aku mau mencoba.
Ini sangat sulit bagiku.
Aku tahu.
Aku tahu, Charlie.
Boleh aku menatap matamu?
Kumohon?
- Subtitle by RhainDesign -
Ini.
Terima kasih.
Aku cuma mau melihatmu, kau tahu?
Kau mau bernyanyi untukku?
Ya.
Sial.
Tidak, kau suruh katering sampai ke kapal
dua jam sebelum para tamu. Jangan nanti.
Angka bensin tak jelas.
Angkanya tak jelas?
Tak jelas. Aku baru isi oktan 87 ke mobilku, angkanya kacau dan pudar.
Maaf atas ketidaknyamanannya.
Ini lebih dari ketidaknyamanan.
Itu kendaraan mewah Eropa di sana.
Seharusnya aku pakai bensin oktan 91.
Aku mau pengembalian dana penuh.
Bensinnya sudah masuk di mobilmu.
Itu karena kau tak jalankan
pendirian bisnis profesional.
Maaf, Bu.
Aku tak bisa berikan pengembalian untuk bensin yang salah isi.
Bensin yang salah isi?
Itu yang akan kau lakukan?
Bau apa itu?
Astaga.
Tempat ini sangat menjijikkan.
Mustahil tempat ini sesuai dengan kode.
Aku akan telepon kantor layanan konsumen.
Aku akan menutup tempat ini.
Siapa namamu?
Aku akan memberimu pengembalian dana.
Begitu menurutku.
Ini butuh waktu dua hingga tiga hari kerja.
Dua sampai tiga hari kerja.
Dengan sikap seperti itu,
tak akan menyelesaikan masalah.
Boleh jika aku...
ambil ini? Dan...
Tidak.
Kumohon.
Oke.
Sial.
Ayo.
Emily!
Tidak.
Tolong angkat.
911. Apa keadaan daruratmu?
Syukurlah.
Baik, namaku Emily Kasahara.
Aku di bius dan di culik oleh mantanku, Charlie Bellwick.
Aku tak tahu di mana berada, tapi aku di suatu tempat di hutan,
dan aku tak bisa melihat apa pun karena kacamataku pecah.
Di mana penculiknya sekarang?
Aku tak tahu, tapi kudengar dia meneriakkan namaku, jadi dia dekat.
Kami akan cari tahu posisimu
dan membantumu secepat mungkin.
Apa layanan lokasi diaktifkan di ponselmu?
Tidak. Kurasa dia menggunakannya
untuk melacakku, jadi kumatikan.
Tak apa. Aku punya nomormu,
jadi kami bisa kerja sama dengan operatormu untuk tentukan lokasimu.
Berapa lama sampai polisi tiba di sini?
Aku tak akan tahu sampai kami menemukan posisi persismu,
tapi bisa sampai satu jam untuk kerja dengan operatormu
- dan operator lokal. - Apa?
Tak bisakah lebih cepat?
Kami akan secepat mungkin, Emily.
Oke, aku tak bisa lihat apa-apa.
Kau bisa meneleponku melalui video dan membimbingku ke tempat aman?
Sayangnya, kami tak punya kemampuan video,
dan itu melanggar aturan untuk gunakan perangkat pribadi kami.
Melawan aturan? Kau bercanda?
Aku akan terbunuh.
Emily, bisa kau meraba-raba tempat persembunyian?
Aku tak bisa tinggal di satu tempat, atau dia akan menemukan...
Oke.
Tidak.
Tidak.
Tidak.
Tolong, kumohon berfungsi.
Oke.
- Halo? - Halo?
Siapa ini?
Ini Sam. Siapa ini?
Kau 911?
Bukan.
Kurasa mungkin aku...
tak sengaja menghubungimu sebelumnya.
Apa?
Halo?
Astaga.
Astaga.
Kurasa itu hewan.
- Astaga. - Aku akan pergi.
Tidak. Tunggu.
Tunggu. Bisa...
Kau bisa melakukan panggilan video, Sam?
Ya. Kenapa?
Oke. Dengar.
Namaku Emily, dan aku sudah di culik.
Aku tak bisa melihat apa-apa karena kacamataku pecah,
dan yang kutahu hanyalah aku berada di hutan di suatu tempat
dan mantanku datang untuk membunuhku.
Apa?
Dengar, aku mau kau memanduku.
Bisa lakukan itu?
Ini penipuan atau apa?
Tidak. Sumpah ini sangat nyata.
Jika aku tak bisa menjauh darinya, dia akan membunuhku.
Aku tidak...
Dengar, kutahu ini terdengar seperti omong kosong, tapi tolong.
Tolong, maukah kau meneleponku kembali?
Kenapa aku tak meneleponkan 911 untukmu?
Karena aku sudah meneleponnya, dan peraturan mereka
melarang mereka melakukan panggilan video.
Mereka berusaha mencari lokasiku, tapi...
ini makan waktu cukup lama, jadi aku harus...
Aku tak berpikir...
Layar ponselku benar-benar rusak.
Jika kau menutup telepon,
Entah apa aku bisa menelepon lagi.
Menurutku aku bukan orang yang tepat lakukan ini untukmu. Aku...
Kau hanya perlu memanduku. Itu saja.
Tolong. Dengar, aku harus terus lari.
Aku perlu, dan aku tak bisa melakukannya sendiri.
Jika aku tidak...
Jika aku tidak, aku...
Oke.
Oke, terima kasih.
Jadi...
panggilan video kembali.
Ya. Aku...
Aku akan menutup telepon sekarang.
Oke. Terima kasih.
Oke.
Brengsek.
Syukurlah. Aku khawatir.
Maaf. Aku hanya butuh waktu sebentar.
Baiklah, aku perlu cari tahu
ke mana harus pergi, jadi bisa bilang apa yang kau lihat?
Pohon. Ya. Kau ada di hutan.
Apa ada tempat terbuka di segala arah?
Ya, ke kiri.
Mungkin akan lebih cepat tanpa pepohonan.
Baiklah, sekarang, aku mau kau melihat ke belakangku
dan pastikan dia tak ada di sana, paham?
Paham.
Tunggu. Berhenti.
Ada apa?
Kurasa aku melihat sesuatu bergerak.
Kurasa itu bukan apa-apa.
Itu bukan apa-apa. Itu hanya...
Maaf. Maafkan aku.
Aku mungkin harus menelepon
orang lain untukmu, karena aku tak bisa.
- Aku tak bisa. - Tidak. Kau bisa.
Sam, aku mau kau ambil napas dalam-dalam.
Hirup dan lepaskan.
Aku tahu ini berlebihan,
tapi itu keajaiban aku meneleponmu.
Keajaiban?
Ya.
Keajaiban.
Baik.
Kau bisa berputar lagi?
Ya, aku bisa.
Ke arah mana, Sam? Arah yang mana?
Berhenti.
Tempat terbuka ada di kananmu.
Baik. Ada penghalang?
Ya, ada pohon. Selangkah ke kirimu.
Benar?
Ya.
Kau ada di lapangan sekarang.
Bagus. Apa yang kau lihat?
Ada rumah?
Jalan kemana lagi?
Berhenti.
Kurasa kulihat jalur melintasi lapangan.
Bagus. Ayo pergi.
Belum ada tanda-tanda dia
untuk sementara, itu bagus, tapi...
Aku akan terus lakukan putaran untuk jaga-jaga,
dan jika kau melihatnya,
teriaklah, dan aku akan mulai berlari.
Ini berkilau.
Pastikan saja aku tak tersandung apa pun.
Hei, aku tak bisa
menelepon keluarga atau teman,
- mereka bisa meneleponmu kembali? - Apa?
Tidak, aku tak hafal nomor sejak sekolah menengah.
Itu karena aku sedang bekerja, dan aku...
Aku tak sanggup dalam tekanan, seperti...
Kau bisa melihat tanganmu sendiri, Sam?
Ya.
Maka kau lebih siap dariku.
Benar...
Tolong dengarkan.
Astaga, aku sangat iri.
Mataku minus sejak aku masih kecil.
Kau tahu mereka menyebutku apa saat itu?
Empat Mata?
Bukan. Mereka meneriakkan "Nona Golightulee" padaku.
Apa itu?
Omong kosong di Breakfast at Tiffany's.
Kau tak pernah menontonnya?
Aktor kulit putih berwajah kuning dengan mata tempel
dan, beruntung bagiku, kacamata.
Ya. Aku menonton klip di YouTube.
Itu mengerikan.
Ya, kumohon pada ibuku untuk operasi mata, tapi aku masih terlalu muda.
Lalu saat aku kian dewasa, aku memilih untuk tidak operasi,
kurasa orang akan memperlakukanku
lebih serius sebagai dokter
jika aku pakai kacamata.
Keputusan yang cukup bodoh dulu, ya?
Saat aku masih kecil,
anak-anak bermain Power Rangers,
mereka menjadikan aku Rita Repulsa.
Tunggu, itu wanita jahat dengan tongkatnya?
Ya, dan nama panggilan itu melekat sampai SMA.
Repulsa ditulis di seluruh buku tahunan seniorku.
Astaga, anak-anak brengsek.
Ya.
Tapi hei, Rita, seperti...
penyihir luar angkasa hebat, kan?
Ya. Kukira.
Kau baik-baik saja?
Ya, aku baik-baik saja.
Kita sudah dekat dengan jalan itu?
Tidak.
Apa?
Maafkan aku, Emily.
Ada apa?
Itu bukan jalan.
Itu cuma pohon tumbang.
Astaga. Maafkan aku.
Bagaimana aku bisa berpikir kalau itu jalan?
Ada apa denganku? Aku sungguh minta maaf.
Tak ada yang salah denganmu.
Itu tak apa. Mari kita lanjutkan.
Bagaimana jika ku lewatkan jalan yang lebih baik?
Kau tak membawaku kembali
ke pondok, kan?
Tidak, tapi aku...
Hei, tak apa.
Ada apa?
Pergelangan tanganku, terikat dan aku kehilangan sirkulasi.
Aku harus melepaskannya.
Terikat? Astaga.
Aku bahkan tak menyadarinya.
Tunggu.
Biar kuperiksa.
Aku akan berhenti sebentar di sini, jadi kau harus
periksa di belakangku untuk memastikan dia tak ada di sini.
- Tidak. - Apa?
Dia di sana?
- Kau melihatnya? - Apa?
Tidak, ini bateraiku lemah, tapi jangan khawatir.
- Aku punya pengisi daya. - Astaga. Kau bikin kaget.
Maaf. Maafkan aku.
Ponselku terisi penuh
saat aku kabur pagi ini,
tapi entah berapa banyak yang tersisa sekarang.
Brengsek.
Mungkin jika kau mencarikanku batu atau sesuatu,
aku bisa...
Itu bahasa Rusia?
Kurasa begitu. Ini di video.
Aku tak pernah bayangkan di bunuh
akan terasa sangat tak masuk akal.
Hei.
Tak ada yang terbunuh hari ini.
Sekarang, kata Sergei...
pakai gigi untuk kencangkan ikatan.
Kata Sergei kencangkan itu?
Ya. Semakin kencang, semakin mudah putus.
Sekarang, turunkan tanganmu ke lutut
saat kau mengangkat lutut.
Kau mungkin harus meletakkan ponselnya.
Oke.
Oke. Ya.
Siap?
Satu. Dua. Tiga.
Emily?
- Tunggu. - Kau tak apa?
Aku tak apa, selama dia tak mendengarku.
Ikatannya terlepas?
Ya.
Ya! Sergei menang.
Hei, kau tak apa?
Itu melukaiku, tapi tak apa,
jadi kita baik-baik saja.
Tidak. Kau yakin tak apa?
Ya. Berguna jadi dokter UGD.
Oke.
Ayo pergi.
Kau melihat hal lain
di sekitar sini yang terlihat menjanjikan?
Aku tak tahu. Itu hanya...
Semuanya terlihat sama.
Hai. Jika kau tersesat di hutan
dalam perjalanan berburumu, apa yang akan kau lakukan?
Aku tak akan tersesat.
Ya, tapi jika kau tersesat.
Hei, kita harus pergi. Ayo.
Sebentar.
Tak akan terjadi.
Benar, hanya menghiburku, bung.
Kukira cara yang paling aman
mencari aliran, sungai.
Kemungkinan itu akan membawaku
ke penduduk, jika ada.
Seleraku.
Halo?
Sebentar.
65 dolar.
65 dolar untuk daging anjing? Itu perampokan.
Seseorang meninggalkan kartunya.
Ambil kembalianya.
Tolong jangan kembali.
Apa?
Kau sudah dengar? Soal air?
Dengar, tapi, tongkat ramalanku ketinggalan di rumah.
Bagaimana kita cari sungai, Sam?
Tunggu.
Katanya burung bisa membawamu air.
khususnya di malam hari,
mengikuti jalur terbang burung bisa membawamu ke air.
Tunggu. Kudengar sekawanan burung terbang di atasku beberapa menit lalu.
Bagus. Ke arah mana burungnya?
Kurasa lewat sana.
Oke. Ayo pergi.
Oke.
Kau bisa berputar lagi?
Tak ada tanda-tanda dia.
Kurasa kita mungkin aman sementara.
Teruslah berjalan.
Sial.
- Cuaca mulai dingin. - Di mana kau?
Di sini hangat dan lembab.
- Mau bertukar tempat? - Ya.
Ayo, Sam. Ambil tempatku.
Aku di Michigan, kurasa.
Kecuali dia melewati batas negara bagian.
Kau ada di mana?
Florida.
Ya ampun.
Florida, pantainya.
Kau tinggal di dekat laut?
Tidak, Tallahassee jauh dari laut.
Padahal dulu.
Jacksonville dekat dari laut.
Aku menyukainya.
Kenapa kau pindah?
Banyak hal.
Ya.
Aku tak percaya kau dokter.
Kau terlihat begitu muda.
Ya, itu kutukan dari keberadaanku, Sam.
Bahkan magang membuat Doogie Howser bercanda padaku.
Astaga, maaf.
Tak apa. Saat usiaku 70 tahun, aku terlihat 40 tahun,
dan tak ada yang akan memaksaku pensiun.
Boleh kutanya?
Tentu.
Apa yang mendorongmu jadi dokter?
Ibuku perawat UGD, dan dia juga kerja berjam-jam.
Jadi saat aku masih kecil, aku bersumpah
aku akan jadi dokter
agar bisa berada di rumah sakit juga,
dan kami bisa habiskan lebih banyak waktu bersama.
Ternyata tidak seperti itu, tapi,
sekarang aku mau bekerja sangat keras
agar aku bisa memberinya kehidupan yang lebih mudah.
Itu bagus sekali.
Ya, tapi...
kau tahu, dia...
dia benci terbang sendirian, dan...
dia terus bertanya kapan aku bisa cuti
sehingga aku bisa pergi bersamanya mengunjungi nenekku di Jepang.
Tapi aku tak pernah cuti. Tak pernah cuti, dan...
Cuma itu yang ibuku,
pernah minta padaku, dan sekarang...
Aku tak tahu...
Aku tak tahu apa aku akan...
Tidak. Oke? Tidak.
Kau...
Kau akan beli tiket segera setelah kembali.
Ya.
Ya, aku tahu. tentu saja.
Kau bilang kau kasir?
Ya, saat ini
di pom bensin aneh bertema buaya.
- Ini karir impian. - Hei, setidaknya itu...
Tidak.
Tidak, jangan berharap lebih.
Itu yang tersedia.
Mereka membutuhkan kasir di mana-mana.
Kau bisa kembali ke Jacksonville,
bekerja di pom bensin dekat pantai.
Aku hanya,
harus mengurus beberapa hal dulu.
Sudah berapa lama kau kerja di sana?
Beberapa tahun.
Aku kembali untuk membantu ibuku.
Kemudian dia punya beberapa masalah kesehatan.
Maaf.
Bagaimana keadaanya sekarang?
Dia...
Dia meninggal, jadi...
Aku turut berduka, Sam.
Tapi, hei, itu mengagumkan
Kau hentikan hidupmu untuk membantunya.
Pasti dia sangat berterima kasih
kau ada di sana untuknya.
Ya.
Mungkin, ya.
Tunggu. Kau dengar itu?
Kudengar air.
Kau lihat sesuatu?
Belum.
Terus jalan, oke?
Oke.
Kutemukan banyak air
tapi bukan yang kita cari.
Baiklah.
Lihat sesuatu?
Belum.
Tunggu.
Aku melihatnya.
Ada sungai di bawah.
kerja bagus, Sam. Ya.
Baiklah, ayo turunkan aku ke sana.
Baik.
Hei, hati-hati.
Itu penurunan.
Ayo cari tempat yang lebih mudah,
untuk kau turuni.
Oke.
Bilang saat kau ihat sesuatu.
Dasar bajingan.
Apa?
Tidak.
Sam, masih terlalu curam?
Hei, Sam, di sini masih terlalu curam?
Tunggu sebentar.
Ya?
Sial. Tunggu sebentar.
Sial!
Sialan.
Emily, kau disana? Emily, aku tak bisa melihatmu.
Emily, kau tak apa?
Astaga.
Sial.
Syukurlah. Aku tak bisa melihatmu.
Earbud masih ada, tapi ponselku jatuh.
Kau dimana?
Di mana kau, Sam?
Aku...
Aku melihat jauh dari sungai, menuju hutan.
Astaga, maaf.
Aku tak fokus.
Kurasa aku akan pergi dari sungai. Tunggu.
Diam.
- Kau melihatku? - Tidak, belum.
Kau bisa lihat gerakan?
Tidak.
Kurasa aku melihat rumput atau...
Ada hutan.
Aku kurang tahu.
Tidak, ayolah.
Mungkin jika aku...
Oke.
Tunggu.
Aku mendengar mesin.
Itu bagus, ayo cari itu.
Kurasa dia ada di sini.
Tidak.
Tidak. Aku melihat dia.
Kau baik baik saja.
Ke kiri.
Ya, di sana..
Dia tepat di atasmu.
Dia berjalan pergi.
Dia berjalan melewati mobilnya.
Kurasa dia pergi ke hutan.
Kurasa itu aman
untuk pergi... tepat di depanmu.
Tepat di depanmu,
dan kemudian ambil.
Kau hampir sampai.
Terus, Teruskan saja.
Kau akan menemukanku.
Kau melihatku?
Ya, aku melihatmu.
Syukurlah. Astaga, Emily, maafkan aku.
Astaga, maafkan aku.
Tak apa, Sam.
Tapi kita harus pergi.
Dia masih sangat dekat dengan kita.
Jadi, sekarang ke sebelah kananmu.
- Menuju ke hilir. - Benar.
- Ya. terus. - Baik.
Hati-hati.
Hati-hati.
Suara apa itu?
Itu aku.
Ini videoku yang dia ambil saat kami bersama.
Itu diputar dari mobilnya.
Kenapa?
Begitulah Charlie.
Selalu berlebihan.
Kau melihatnya?
Tidak, aku tak melihatnya di dekat mobil.
Dia pergi. Aku tak tahu di mana dia.
Pergi saja ke hilir.
Itu cara yang baik untuk pergi.
Tidak.
Apa?
Kita akan kembali.
Tidak, terus saja ke hilir.
- Ayo pergi. - Tidak, kita ambil mobilnya.
Apa? Tidak, kita tak bisa mengendarai mobil.
- Kita harus bisa. - Emily!
Emily!
Aku sudah di atas.
Di mana mobilnya?
Kau yakin soal ini?.
Dia bisa kembali kapan saja,
kita harus terus ke hilir.
Kita tak bisa lari lebih cepat darinya, Sam.
Tapi di sana ada...
mustahil aku bisa membantumu mengemudi.
Bagaimana jika...
Sam, di mana mobilnya?
Baik.
Belok kanan.
Kau menuju ke sisi pengemudi.
Terus jalan.
Belok kiri ke pintu.
Gapai itu.
Dia meninggalkan kuncinya?
Ya.
Ya! Dasar bodoh.
Dia datang.
Dia datang. Menunduk.
- Nyalakan mesin. Ayo. - Tunggu.
Dia datang ke arah kita dari depan?
Ya. Nyalakan mobil.
Beritahu saat dia kembali tepat di depan kita.
Apa? Kenapa?
Jika sesuatu terjadi, aku tak mau dia mengejarku lagi.
Kita punya keuntungan sekarang.
Kita hentikan dia untuk selamanya.
Apa yang akan kau lakukan? Kau mau menabraknya?
Tidak, ayo pergi saja.
Katakan saat dia ada di sini.
Astaga, Emily.
Dia sudah di sana?
Belum.
- Sekarang? - Tidak.
Sekarang!
-Astaga, kau menabraknya! - Ya!
Tunggu. Berhenti. Rem!
Emily!
Emily!
Emily, kau tak apa?
Halo?
Kita menabraknya, kan?
Ya. Kau tak apa?
Aku selamat.
- Tak ada cedera. - Oke.
Kau di mana?
Ponselnya terlempar ke bawah.
Sebelah kananmu.
Kita membunuhnya?
Aku tak tahu.
Ini, lihat.
Aku tak melihatnya.
Aku tak bisa... Ayo pergi.
- Emily! - Oke.
Kita harus pergi.
Sam.
Ini tersangkut, Sam. Tersangkut!
- Sial! - Apa yang tersangkut?
Sam, mobilnya tersangkut.
- Kita harus bagaimana? - Tidak.
Aku tak tahu.
Apa yang terjadi?
Sam, kau lihat sesuatu yang tajam?
- Tidak? - Tidak.
Bagaimana di sini?
Aku tak lihat apa-apa. Tunggu, disana.
Ada sepotong cermin di tanah.
Bilang saat kau melihatnya.
Ada di sana, tepat di depanmu.
Hati-hati, itu tajam.
- Kau dapat? - Ya.
Apa yang kau...
Kau melihatnya?
Terus saja kelilingi mobil.
- Kau melihatnya sekarang? - Dia ada di sana.
Di sana, di sebelah kirimu.
Dia di tanah.
Arahkan aku padanya, Sam.
Emily, kau mau ngapain?
Ayo pergi.
- Pergi saja. - Aku perlu tahu dia sudah mati.
Dia masih bernapas.
Oke.
Aku akan akhiri ini sekarang.
Emily, kau mau apa?
Kau tak tahu apa yang dilakukan orang ini padaku, Sam.
Emily, ini bukan kau.
Tidak. aku tak tahu, tapi ayo kita pergi.
Jika dia melepasku, semua ini tak akan terjadi.
Tidak, tapi jangan lakukan itu, Emily.
Apa pun yang kau lakukan, jangan lakukan itu.
Aku bisa mengeluarkanmu dari sini. Aku akan memandumu.
Mari kita pergi dari sini. Emily...
Emily, dia bergerak. Kumohon.
Emily.
Emily, tolong. Emily.
Emily, dia bergerak. Kumohon!
Baik.
Ya.
Kau benar.
Tapi kusimpan ini untuk jaga-jaga.
- Oke. - Sekarang...
Jalan mana?
Biar kulihat.
Ayo...
di sebelah kananmu. Terus lurus saja.
Aman sementara waktu. Kita jalan
- di atas sungai. - Oke.
Dia terlihat terluka parah. Kita aman untuk saat ini.
Terus jalan.
Oke.
Sial.
Sialan.
Kau bilang apa?
Emily...
Emily, aku harus...
- Apa? - Sial.
Aku harus menelepon.
Untuk ngapain, Sam?
Untuk cari ponsel lain.
Ponselku rusak. Tak bisa mengisi daya lagi.
Maksudmu, kau merusak ponselmu?
- Ketarik. Aku... - Kapan?
Sebelumnya. Kau jatuh, dan kemudian...
Kenapa tak bilang?
Kenapa tak beritahu saat aku jatuh?
Emily, charger putus di ponsel,
dan sekarang tersangkut.
Bagaimana itu bisa terjadi?
Aku tak tahu.
Sial, ada batang kayu.
Langkahi.
Baik.
Ada orang di tempat kerjamu yang bisa kau pinjam ponselnya?
Tidak. Aku cuma sendiri.
Ada teman yang bisa membawakanmu?
Tidak, biar kupikir.
Biar kupikir.
Sial.
Tidak.
Sial.
Sial.
Hei, Emily.
Cepat, berikan nomormu.
Kau dapat ponsel?
Sebentar lagi, tapi jika ponselku mati,
- Aku butuh nomormu. - Baik.
Delapan, satu, nol, satu, empat, tujuh,
nol, satu, delapan, lima.
Delapan, lima. Oke.
Baiklah. Sudah kucatat.
Penglihatanku mungkin harus meninggalkanmu sebentar,
jadi hati-hati.
Akan kucoba pinjam ponsel wanita ini.
- Tidak, Sam. - Apa?
Sam, kudengar langkah kaki.
Dia sudah tertabrak.
Tidak. Sudah? Oke, tunjukkan padaku.
Tidak. Bukan tahun '98.
Dia menyimpannya untuk acara walikota.
'03 Chรขteau Margaux.
Aku ragu.
Hai. Permisi.
Kau sangat kasar sebelumnya sehingga aku meninggalkan kartuku.
Beri aku waktu sebentar, oke?
Sama sekali tidak.
Aku melewatkan pesta kapal pesiarku
karena kau, karena betapa kasarnya kau.
Kau mungkin tak bisa bahasa Prancis, tapi itu artinya "pesta kapal pesiar".
Oke, beri aku waktu sebentar, oke?
Ada wanita yang mau dibunuh.
Ganja apa yang kau hisap?
Sial!
Sial, Emily! Dia menuju ke arahmu.
Berbalik! Pergi! Dia bawa senjata!
- Jalan mana? - Dia ke arahmu!
- Permisi. - Berbalik! Cepat!
- Permisi. - Dia bawa senjata, Emily!
- Lurus. Berhenti. - Permisi.
Permisi, aku berdiri di depanmu.
Aku pelanggan.
- Pelanggan yang membayar. - Tidak.
- Tidak! - Apa yang bisa lebih penting
- dari apa... Hei! - Tidak! Emily!
Sam?
Sam.
Permisi.
Hai. Ambil kartuku.
Hai. Bisa pinjam ponselmu?
Kau kira kubiarkan kau sentuh ini? Tidak.
Tolong. Di sana...
ada wanita. Aku menjawab teleponnya hari ini...
Semua ini, aku tak peduli, paham?
Cepat kembali ke kontermu dan ambilkan kartuku.
Apa sekarang?
Kumohon.
- Kumohon. - Pergi.
Pelan-pelan saja.
Itu omong kosong.
Persetan dengan kecepatan angin. Beri tahu pengemudi itu
dia tak keluar dari sini untuk menyimpan deposit kita.
Tahu artinya itu?
Itu "bodoh" dalam bahasa Prancis.
Potong sebagian keju Williams Sonoma,
tapi jangan memakannya
sampai aku kembali.
Aku akan tiba di sana sepuluh menit lagi.
Jalang kecil! Sialan...
Bajingan sialan!
Kembalikan itu sekarang!
Makan semua keju Williams Sonoma yang kau mau.
Kau tahu, di alam liar,
ada kawanan pemburu.
Hewan yang mengandalkan orang lain untuk hidup.
Tapi aku selalu melihat diriku sendiri...
Diam!
Diamlah!
Aku sangat muak dengan,
ocehanmu!
Tak ada yang mau mendengarmu bicara, Charlie.
Kau anggap dirimu sebagai
pria percaya diri dan egois?
Kau manja,
anak kaya yang membeo mendukung hiburan dan teknologi yang buruk.
Ya! Mereka payah!
Aku menelepon 911.
Mereka memiliki namamu.
Mereka melacak lokasiku,
dan mereka sedang dalam perjalanan sekarang.
Kau masih akan teruskan ini?
Kau akan tertangkap, Charlie.
Tentu.
Tapi ada perbedaan antara tertangkap
dan di hukum.
Kau tak bisa lakukan ini padaku
dan lolos begitu saja.
Sekarang, apa yang harus kau katakan untuk diri sendiri?
Aku tak peduli, Charlie.
Aku tak peduli.
Bunuh jika mau, tapi kau tak bisa membunuhku
dan berperan sebagai korban.
Aku korbannya.
Kau bercanda?
Tidak, korban pengabaianmu.
Di telantarkan.
Setelah aku memberimu segalanya.
Kejutan romantis, perjalanan,
dukungan emosional.
Kau melupakan cemburu?
Kau lupa menguntit?
Lubang di dindingku? Luka memar?
Kau memaksaku berbuat itu.
Lihat, bagaimana perasaanku
saat kau lebih suka habiskan 100 jam seminggu
dengan orang sakit yang menjijikkan daripada denganku?
Tapi kau sangat kecanduan pengakuan
- yang kau dapat di tempat kerja. - Tidak.
Yang tak akan pernah kau mengerti, Charlie,
beberapa orang melakukan sesuatu
untuk hal-hal lain selain pengakuan.
Aku kerja keras agar ibuku...
- Ibumu? - punya kehidupan yang lebih baik.
Itu bukan untuk ibumu!
Berapa kali kulihat kau abaikan teleponnya?
Kau sebenarnya...
Jangan bilang aku begitu.
Kau begitu yakin
bekerja keras untuk jadi putri yang baik,
tapi itu membuatmu jadi orang yang sangat mengerikan.
Putri yang mengerikan
dan kekasih yang benar-benar lalai bagiku.
Ini yang kau lakukan, Charlie.
Kau mencari apa yang menyakitkan pada orang-orang,
kemudian...
kau gunakan seperti senjata.
Bukan berarti aku salah.
Berhenti.
Tidak!
Brengsek!
Hei, persetan. Aku mau ponselku kembali, jalang.
Untuk terakhir kalinya, ini darurat.
Keadaan darurat siapa itu?
Ini bukan keadaan daruratku.
Keadaan daruratku adalah kau mengambil ponselku!
Aku tak takut padamu.
Baiklah.
Kau mau perang?
Kau akan dapatkan.
Sebaiknya kau mulai berdoa.
Oke.
Mana catatannya?
Tidak.
Tak ada yang melakukan ini padaku.
Dimana kau, sialan?
Keluar.
Kau sembunyi dariku?
Ada sedikit kejutan untukmu.
Jangan tembak.
Aku tak mampu untuk ditembak. Aku tak punya asuransi.
Kau pantas di tembak karena meletakkan tangan kotormu di ponselku.
Kasing itu lebih mahal dari gajimu setahun.
Itu emas 24 karat. Sekarang, serahkan.
Sekarang!
Tidak.
Sialan!
Oke.
Oke.
Apa tulisannya?
Hubungi Hubby Wubby.
Sialan.
Maaf.
Nomor yang anda tuju belum lengkap.
Delapan, satu, nol, satu,
empat, tujuh, nol, satu, lima, lima.
Oke.
Astaga, apa-apaan ini?
Tiga, delapan. Tiga, delapan.
Oke.
Telepon.
Oke.
Halo?
Yang benar saja?
Delapan, lima.
Kumohon.
Emily?
Sam?
Kau menemukan ponsel.
- Syukurlah. Kau tak apa? - Tak baik.
Aku kehilangan earbud-ku.
Kau bisa berdiri? Kita harus pergi.
Kita harus lakukan putaran.
Ini gelap.
Sekarang kita berdua tak bisa melihat.
Ya, aku bisa...
Aku masih bisa melihat senternya, kan?
Aku akan baring di sini sampai dia menemukanku.
Tidak, ponselmu, ada senternya.
Aku bisa memandumu, nyalakan.
Kau akan...
Itu akan membuatnya lebih mudah melihatku.
Baik.
Jadi, apa yang akan kita lakukan?
Hai.
- Sam? - Ya?
Semua ini bukan salahmu, paham?
Aku memintamu melakukan hal yang sangat mustahil.
Dan aku minta maaf.
Tidak, Emily. Tidak, kau tak bisa.
Aku mau kau menelepon seseorang untukku.
- Bisa lakukan itu, Sam? - Tidak, mari kita...
Mari kita lanjutkan. Ayo lanjutkan.
Hubungi telepon rumah dan letakkan di speaker.
Tidak, mari kita pergi. Ayo pergi.
Nomornya...
delapan, satu, nol, satu, dua,
enam, nol, satu, sembilan, tujuh.
Hai. Kurasa kau tak menghafal
nomor apa pun sejak SMA.
Ya, terkadang lebih mudah
untuk menunjukkan pada orang asing seberapa banyak kau mengacau.
Kumohon...
jangan membuatku memohon lagi.
Halo?
Hai, Bu.
Dari nomor siap kau menelepon ini?
- Ponsel temanku. - Semuanya baik-baik saja?
Maafkan aku.
- Untuk apa? - Aku...
Ibu benar, dan aku seharusnya mendengarkan ibu,
dan aku minta maaf telah marah pada ibu.
Apa yang telah dia lakukan padamu?
Jauh di lubuk hati, kurasa aku tahu
ibu benar, tapi aku tetap menuruti keinginannya.
Em, kau dimana?
Aku minta maaf karena tak datang menemui ibu lagi.
Aku tak mengambil cuti.
Aku selalu buat alasan.
Ibu akan menjemputmu.
Bilang saja kau di mana.
Aku sangat mencintaimu, Bu.
Bilang di mana kau, Em.
Maafkan aku.
Terimakasih untuk semuanya. Terima kasih untuk...
karena membuatku kuat, dan maafkan aku.
Emily, bilang pada ibu apa yang terjadi.
Ini mungkin terakhir kalinya kita akan...
Ada cahaya.
Emily.
Emily, ada lampu.
Ada lampu menyala di belakangmu, oke?
Itu bisa berupa rumah.
Em, apa yang terjadi?
Kita bisa menjemputnya. Itu tak jauh.
Aku tak tahu.
Bangunlah.
Bangunlah.
Aku hampir tak bisa berdiri sekarang, Sam.
Emily.
Kau tahu bagaimana...
Kau tahu bagaimana kau bilang kalau kau yakin...
Kau sangat yakin kalau ibuku bahagia
karena aku ada di sana bersamanya saat dia meninggal?
Ya.
Aku tak ada di sana.
Aku perlu istirahat.
Aku perlu istirahat dari dia dan dari penyakitnya,
jadi aku keluar dan mabuk,
dan aku pergi...
Saat pulang ke rumah...
Sial.
Aku meninggalkannya, dan dia...
sudah meninggal.
Dan aku juga mau meninggalkanmu malam ini,
sangat payah.
Aku takut.
Tapi kau, kau memintaku untuk bertahan.
Jadi aku bertahan, kan?
Dan sekarang apa?
Kau mau menyerah?
Tidak. Kau tak boleh.
Kau tak boleh menyerah.
Em, siapa itu?
Itu Sam, Bu.
- Siapa Sam? - Dia temanku.
Kalau begitu dengarkan Sam.
Sialan, bangun. Em, bangun!
Bangunlah.
Aku tak bisa.
Bangun.
- Bangun. - Emily, kau bisa melakukannya.
Dia akan menemukanku tak peduli apa yang kulakukan.
Dia akan menemukanku.
Tidak. Emily, aku tak akan meninggalkanmu.
Bangunlah. Ayolah sayang. Bangun.
Kau harus bangun.
Aku di sini. Aku tak pergi.
Aku di sini.
Ayo. Bangunlah
Bangunlah, kumohon.
Sungguh ada cahaya?
- Ya. - Kau bisa.
Dengarkan temanmu. Dia akan membantumu.
Pulanglah.
Kurasa mungkin aku melihatnya.
Ada disana. Percayalah.
Baik.
Baik, Sam.
Pandu aku ke cahaya.
Ya! Sayang, ayo.
Kau bisa.
Sam?
Ya, kita hampir sampai. Terus saja.
Aku melihatnya. Tepat di depan.
- Apa itu? - Itu gudang.
Kita lihat apa ada rumah di dekat sini. Periksa.
Oke.
Sial.
Aku melihat senternya. Berbalik.
Masuk ke gudang.
Lurus. Itu di depanmu.
Apa yang kau lihat?
Aku butuh senjata.
Aku melihat jerami, rak,
beberapa-semacam bahan kimia,
Tangga naik.
Tak ada garpu rumput? Kapak? Senjata?
Tidak, tidak sekarang.
Astaga. Apalagi yang ada disana?
Apa itu?
Apaan itu?
Sam, ada apa?
Sam.
Dia dekat.
Apa yang akan kita lakukan?
Sam, kau disana? Halo?
Sial.
- Kau perlu sembunyi. - Oke.
Baiklah, arah mana? Ada yang terlihat bagus?
Ke kanan.
Kananmu, di balik rak itu.
Sam? Halo?
Ada sesuatu di sini?
Halo? Sam.
- Astaga. - Apa?
- Astaga. - Apa yang terjadi?
Biarkan kami masuk, jalang kecil.
Pergilah!
Sam, apa yang terjadi di sana?
Buka pintunya!
Ada dua orang di sini,
dan mereka bawa senjata.
Apa maksudmu, mereka bawa senjata?
Kuambil ponsel wanita ini untuk meneleponmu,
- dan... - Biarkan kami masuk!
... dia dan suaminya,
mereka tak senang karena itu.
Kau merusak pesta kapal pesiarku!
- Astaga. - Kau akan membayar untuk itu!
Sam, jika mereka bawa senjata, kau harus panggil polisi.
Tidak. Aku sebenarnya mencuri ponselnya,
jadi, jika aku menelepon polisi,
mereka akan datang dan mereka akan...
mereka akan mengambilnya dariku.
Aku butuh kau aman dulu.
- Mundur. - Oke, sayang.
Sial.
Sam.
Apa yang terjadi? Kau tak apa? Terluka?
Aku hanya... kenapa kau tidak,
terus tunjukkan raknya padaku.
Tunjukkan saja rak-raknya.
Baik.
Ada apa saja di sini?
Tidak. Tak ada apa-apa.
Berikan ponselnya.
- Kembalikan ponselnya! - Berikan ponselnya!
Kau mau di tembak di kening?
Kembalikan ponselnya!
Berikan ponselnya!
Lihatlah dirimu, dasar jelek!
Sam.
Ada apa di sini?
Berikan ponselnya.
Kau dengar dia, jalang? Berikan ponselnya!
Berikan ponselnya.
Aku punya ide.
Apa yang terjadi di sini?
Hai!
Aku pemilik tempat ini, kalian bajingan...
Karyawanmu ambil ponselku,
dan aku mau kembalikan sekarang!
Aku minta maaf.
- Sekarang! Bangun! - Baiklah.
Ya, Bu.
Dia pengganggu.
Seharusnya aku tak pernah mempekerjakannya.
Sekarang!
Ya.
Devereaux!
Buka sekarang.
Siap?
Kukira demikian.
- Devereaux! - Dasar bodoh.
Kau bahkan tak bisa kendalikan satu karyawan?
- Maaf, Bu. - Ayo cepat!
Baiklah. Hei, Devereaux. Kutelepon polisi.
Kau akan masuk penjara!
- Suatu hari. Ayo! - Halo?
Ada beberapa pengganggu
yang perlu di bereskan.
Sam, dia akan dengar semua
keribuatan yang datang dari sana.
Hei, brengsek, cepat!
- Sam, hentikan ributnya. - Buka sekarang!
Lebih baik kau masuk ke sana sekarang!
Aku mau jalang ini!
Persetan!
Ayo cepat!
Dia akan mendengar.
Aku tahu.
- Aku harus berpikir. - Bajingan!
- Apa yang... Ayolah, brengsek. - Baik.
- Masuk ke sana. - Baik.
Baik.
Baiklah.
Ya.
- Bisa kubisukan ponselku. - Apa?
Tapi bagaimana kutahu kapan waktunya?
Tidak. Aku akan kirim SMS saat dia ada di tempat.
Kau akan mendengar ping.
Tapi bagaimana jika dia tak ke tempat itu, Sam?
Aku tak tahu apa yang terjadi jika kau tak dapat
- bicara denganku. - Kita hanya harus yakin
- itu akan berhasil. - Tapi...
Hanya saja, aku harus bisukan ponselku?
Ini akan berhasil.
Ini akan berhasil.
- Dia tak akan mengalahkan kita. - Ayo, masuk ke sana!
Buka!
Sam.
Astaga
Itu dia.
Masuk ke sana. Kami datang untukmu.
Itu benar!
Ayo.
Serang dia, Emily!
Ya!
Serang dia, Emily! Dorong dia melewati pagar!
Dorong dia lebih keras! Ayo!
Ya!
Dorong dia! Lebih keras! Dorong dia!
Tidak!
Emily.
Tidak!
Emilia, tidak.
Ke sini, teman-teman.
Itu jalang. Brengsek.
Suruh dia keluar.
Buka pintunya!
Tidak!
Buka pintunya.
Emily!
Emily, gunakan...
Cermin ada di sakumu! Gunakan cermin!
Ya!
Emily, kau berhasil!
Kau berhasil!
Emily!
Emily, kau berhasil!
Ya.
Sam.
Menyerahlah. Ayo!
Angkat tangan! Perlihatkan tanganmu!
Dia keluar.
Taruh tangan di tempat yang bisa kami lihat.
Bersiaplah untuk pergi.
- Subtitle by RhainDesign -
- Hei! - Hei.
Tunggu. Bu, beri salam.
- Itu Sam. - Hai, Sam.
- Hai, Yuko. - Bisa kau suruh Emily
melipat pakaiannya sedikit lebih cepat
agar tak ketinggalan pesawat?
Aku hampir selesai.
Ngomong-ngomong, ada apa?
Jadi aku mau beritahu.
Aku akan coba kembali kuliah.
Ya, Sam.
Itulah maksudku. Ya!
Itu menakutkan, tapi aku...
Aku antusias.
Dan aku mau tahu,
bisa kuterima tawaranmu
untuk membantuku isi formulir?
Periksa esaiku?
Astaga, tentu saja.
Aku mau sekali.
Ya, kirim saja padaku kapan pun kau siap.
Akan kukirim.
Aku mau tanya,
siapa yang kau coba telepon bulan lalu?
Aku hanya mencoba untuk memesan pizza, kurasa.
Pizza? Sungguh?
Senang bahwa nomor pizza yang salah menyelamatkan hidupku.
Aku juga.
Grab sudah datang.
- Kami harus pergi. - Nikmati perjalananmu.
Terima kasih. Dan hei, aku akan datang mengunjungimu setelah ini, oke?
Ya, aku suka itu.
- Daah. - Daah.
Dapatkan Bonus 50% Auto Jadi Sultan LXWHITELABEL.COM
Ayo Kunjungi Sekarang Juga! LXWHITELABEL.COM
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.