Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Karya iQIYI]
♫Keharmonisan antara langit dan bumi tersebar♫
♫Salju yang putih mulai bermekaran♫
♫Ribuan tahun seperti batu ambar yang abadi♫
♫Obsesiku terus ada♫
♫Hari senja yang kejam sudah tiba, begitu juga dengan kekacauan♫
♫Takdir di masa lampau, sulit dilupakan♫
♫Air mata mengalir terhadap kisah cinta yang dalam♫
♫Berkumpul menjadi laut penderitaan♫
♫Karma terus berputar♫
♫Perasaan terus ditutupi♫
♫Perasaan terus ditutupi♫
♫Mengikuti diriku♫
♫Melindungimu, menjauhimu, aku berteriak♫
♫Tidak akan melepaskanmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang menatapmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang membarakanmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang berlari menujumu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang ingin memasuki hidupmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
[Thousand Years For You]
[Episode 25]
Tuan.
Tuan, ada apa dengan Anda?
Tidak apa-apa.
Apakah karena
hal yang dikatakan ayah dari Dewi barusan?
Sebenarnya aku juga memiliki pola naga
yang mereka katakan barusan.
Selain itu, sekarang
hanya dimiliki oleh aku seorang.
Ada...
Ada apa ini sebenarnya?
Pola naga ini dicetak di tubuhku oleh ayahku.
Dia memperingatkanku untuk tidak boleh melupakan
penderitaan dan kesulitan Suku Manusia
untuk melawan Suku Roh selamanya.
Tapi, tadi Mantan Ketua Desa Yu berkata...
Aku juga merasa sangat aneh.
Sekarang yang terpenting
adalah menemukan Mutiara Penghalau Debu.
Kemudian,
aku pasti akan mencari kesempatan
untuk memeriksa kejadian ini.
Bai Shiqi!
Shiqi!
Shiqi.
Shiqi!
Bai Shiqi!
Bai Shiqi!
Shiqi.
Jangan mendekat.
Jangan mendekat.
Jangan mendekat.
Jangan takut, aku manusia.
Ada monster.
Mereka membunuh banyak orang.
Jangan takut.
Kakak tanya padamu,
apa kamu melihat
kakak berbaju putih dan berambut panjang?
Ditangkap, dia sudah ditangkap.
Apa kakak yang membawa pistol ini?
Dia ditangkap.
Kakak itu menembak monster,
tapi meleset.
Lalu, dia dibawa pergi monster.
Ayah.
Kita harus berangkat...
Mana dia?
Ada apa?
Ayahku menghilang.
Ayah keduaku juga menghilang.
Kemarin malam
aku memang mendengar suara
langkah kaki mereka berdua meninggalkan kamar.
Mereka pasti mencari si bodoh itu.
Aneh sekali.
Kenapa tidak ada orang?
Ayahku tidak datang ke sini.
Ke mana perginya Dahai dan orang bodoh itu?
Seharusnya dia baru saja meninggalkan tempat ini.
Ayahku meninggalkan tanda untukku.
Ada urusan yang harus aku dan Lv Er bereskan. Tidak perlu khawatir.
Orang tua ini,
bisa-bisanya pergi tanpa pamit.
Siapa?
Apa yang terjadi?
Buka pintunya!
Ada orang yang membakar di luar.
Berani-beraninya membakar untuk mencelakai aku?
Lihat tendanganku.
Kamu tidak memberikan sedikit pun kesempatan bagi si cantik untuk menolong si tampan.
Lain kali saja.
Bocah, cepat keluar!
Kalau berani membakar,
kenapa sekarang hanya berani bersembunyi saja?
Orang yang membuat kebakaran sudah tidak ada di sini.
Larinya cepat sekali?
Kita hanya mengatakan beberapa kata saja pada si bodoh ini,
sudah ada orang yang ingin membunuhnya.
Kelihatannya si bodoh ini
sungguh mengetahui rahasia yang tidak diketahui banyak orang.
Mungkin saja
ini adalah kunci
dari keanehan yang ada di desa ini.
Guru.
Ada apa ini?
Jangan pedulikan ada apa denganku.
Mana orang yang aku suruh kamu jaga?
Hampir saja lupa.
Guru, cepat pergi tolong si bodoh itu denganku.
Aku kemarin malam tidur terlalu nyenyak,
jadi tidak memperhatikan.
Saat bangun baru sadar banyak penduduk desa yang pergi ke kamar si bodoh
dan membawanya pergi.
Aku diam-diam mengikuti mereka
dan menyadari bahwa mereka ingin membunuh si bodoh itu.
Cepat pergi.
Cepat.
Bunuh dia.
Yang kuat!
Bunuh dia.
Guru, di sini.
Hentikan!
Bunuh dia.
Kalian sedang apa?
Berani membunuh orang secara ilegal.
Apa kalian tidak mengerti hukum?
Kalian bisa ilmu jahat.
Kalian adalah makhluk jahat.
Kalian adalah monster.
Menurutku, kalian semua lebih mirip monster.
Aku peringatkan kalian,
ini adalah urusan pribadi Desa Baile kami.
Cepat pergi sekarang juga.
Kita tidak saling berhubungan.
Kalian juga tidak mencari tahu dulu
aku orang yang seperti apa.
Aku suka ikut campur.
Kalian membunuh orang sesukanya seperti ini,
jadi aku harus ikut campur.
Kamu...
Orang bodoh ini adalah penjahat di desa kami.
Dia tidak seharusnya kembali.
Penjahat?
Dia menyinggung orang gunung.
Dia juga ingin menyebarkan rahasia di dalam ke luar.
Ini namanya ingin seluruh rakyat desa mati bersamanya.
Siapa itu orang gunung?
Orang gunung,
adalah dewa roh di dalam gunung,
roh pelindung Desa Baile.
Ia melindungi kesuburan hujan, kedamaian
dan keamanan warga desa kami.
Siapa pun yang melawan orang gunung,
berarti dia adalah musuh kami.
Lindungi orang gunung.
Lindungi orang gunung.
Lindungi orang gunung.
Lindungi orang gunung.
Kalian tidak bisa membawanya pergi.
Hari ini kalau melepaskannya,
dewa roh di gunung
tidak akan memaafkan kami.
Hari ini aku harus membawanya pergi.
Serang!
Apa sekarang kami sudah bisa membawanya pergi?
Kamu...
Kalian...
Tuan, Dewi.
Masih belum ada kabar Mantan Ketua Desa Yu dan yang lainnya.
Guru, dia sudah sadar.
Kamu sudah sadar?
Kemarin apakah ada dua orang tua yang mencarimu?
Pola naga.
Jangan takut.
Tenanglah.
Kami tidak akan mencelakaimu, jangan takut.
Xin!
Jangan takut.
Tenanglah.
Pola naga.
Siapa yang begitu kejam?
Siapakah
kalian?
Apa kamu masih ingat kejadian barusan?
Ketua Desa ingin membunuhmu.
Aku ingat aku dipukul sampai pingsan oleh warga desa.
Kalian
yang menyelamatkanku?
Memang benar.
Apa yang kamu ingat?
Kemarin malam,
apa ada dua orang tua yang mencarimu?
Ya.
Kenapa mereka mencarimu?
Mereka...
bertanya padaku...
Hal ini membuatku tidak berani tidur.
Harum sekali.
Kuaci ini juga memabukkan?
Ayo.
Kamu sudah bangun?
Jangan takut.
Nak, jangan takut.
Jangan takut.
Paman tanyakan dua hal padamu.
Yang pertama,
awalnya kamu seorang cendekiawan,
kenapa berubah menjadi sekarang ini?
Bukankah ini namanya pertanyaan tak berguna?
Bicarakan hal penting.
Kuperlihatkan sesuatu padamu.
Ini namanya Mutiara Penghalau Debu.
Ini namanya totem.
Ingat baik-baik, di mana kamu pernah melihatnya.
Orang gunung.
Gua di gunung.
Maksudmu, kamu pernah melihat benda ini
di tempat orang gunung?
Ya.
Gua di gunung.
Ayo pergi.
Polanya seperti ini.
Ini adalah pola naga yang selalu kamu katakan itu?
Di mana kamu pernah melihat pola naga ini?
Panjang kalau diceritakan.
Desa Baile,
awalnya adalah sebuah desa biasa.
Aku dilahirkan dan dibesarkan di sini.
Hingga aku menjadi cendekiawan di umur muda
dan mengajar di sekolah kabupaten,
sehingga meninggalkan tempat ini.
Setelah kembali, aku menyadari bahwa
Desa Baile sudah berubah.
Tidak ada ekspresi apa-apa di wajah semua orang.
Juga banyak temanku sewaktu kecil
yang menghilang.
Kamu mencari siapa?
Nenek, aku Cendekiawan Sun.
Aku mencari Da Niu.
Da Niu pergi ke sana.
Ke mana?
Da Niu pergi ke sana untuk menjadi orang gunung,
menjalani kehidupan dewa.
Orang gunung?
[Toko Kelontong Wanshun]
Shuisheng pergi menjadi orang gunung.
Sebenarnya apa orang gunung itu?
Orang gunung
adalah dewa yang melindungi Desa Baile kita.
Semua temanku pergi menjadi orang gunung.
Tapi tidak ada orang yang bisa menjelaskan
sebenarnya apa itu orang gunung.
Lalu, aku mengetahui
orang-orang yang menghilang itu,
mereka menghilang saat pergi memancing
di Sungai Liuxi di luar desa.
Untuk mencari tahu,
aku juga mendayung perahu ke Sungai Liuxi,
lalu mengikuti arus air
dan masuk ke dalam sebuah gua batu kapur.
Bagiamana setelah masuk ke gua batu kapur?
Aku tidak ingat lagi.
Aku hanya ingat
di dalamnya terjadi hal yang sangat menakutkan.
Aku sangat ketakutan setelah keluar.
Aku ingin memberi tahu fakta di sana kepada warga desa,
tapi mereka melah membungkam mulutku
dan tidak membiarkanku mengatakannya.
Lalu...
Lalu para warga desa itu
memakukan dua buah paku perunggu di belakang kepalamu,
mengakibatkan kamu kehilangan ingatan.
Mereka takut aku membocorkan rahasia orang gunung
dan membawa bencana bagi desa.
Kamu pikirkan lebih saksama lagi,
sebenarnya apa yang ada di dalam gua batu kapur ini.
Apa juga hubungannya antara pola naga dan Mutiara Penghalau Debu?
Kamu tidak apa-apa?
Aku di dalam tempat yang gelap gulita.
Kunang-kunang.
Kunang-kunang membawaku keluar.
Bagaimana dengan Mutiara Penghalau Debu?
Apa kamu pernah melihat Mutiara Penghalau Debu?
Aku tidak ingat.
Begitu melihat beberapa pola ini,
aku langsung merasa takut.
Jangan pergi ke tempat itu.
Tempat itu adalah neraka!
Kamu tenang dulu.
Tidak apa-apa.
Jangan ingat-ingat lagi.
Kamu istirahat dulu.
♫Terdengar angin berembus♫
♫Bayangan saat bertemu denganmu♫
♫Cerah memiliki waktu♫
[Pejuang,]
♫Hujan tanpa waktu♫
[kami telah meninggalkan seluruh harta]
[Mohon pejuang memberi kemudahan]
♫Melihat sore yang mendung♫
[dan membiarkan kami pergi]
[Ketua Desa Gu]
♫Terlantar bagaikan bunga yang berguguran♫
[Kita sudah sepakat akan membawaku minum arak dan makan daging]
♫Pergi memiliki waktu♫
[Tidak boleh ingkar janji]
♫Kembali tanpa waktu♫
[Gu Beixi]
[Kalau begitu, kamu harus janji padaku,]
♫Kamu menggunakan teka-teki seumur hidup yang tak pernah habis♫
[kamu pasti akan menemuiku]
Kalau kamu tidak datang,
aku tidak akan pergi.
♫Mencari jawaban di segala penjuru♫
Shiqi.
♫Di dalam hatiku♫
Maaf.
♫Setiap kata di batu nisan tentang dirimu♫
Aku datang terlambat.
♫Miliaran tahun tidak akan sempat♫
♫Mengatakan aku mencintaimu♫
Shiqi.
Shiqi!
Bos.
Bos.
Bos, akhirnya kami menemukanmu.
Kamu baik-baik saja, 'kan?
Di perjalanan kami mendengar tentang kejadian Nona Bai.
Turut berdukacita, Bos.
Menurutmu, apa dia benar-benar sudah mati?
Dia pernah bilang,
kalau aku tidak datang,
dia tidak akan pergi.
Bos.
Aku tahu kamu sedih karena kepergian Nona Bai.
Tapi, aku dengar Ketua Desa Yu dan yang lain pergi ke Lingdong
dan sudah beberapa hari tidak ada kabar.
Apakah... mereka menghadapi bahaya?
Bos, orang yang sudah meninggal tidak akan hidup kembali.
Nona Bai sudah pergi.
Kalau ada bahaya yang menimpa Ketua Desa Yu...
Kamu bilang Yu Dengdeng pergi ke mana?
Dia pergi ke Lingdong.
Hati-hati.
Pintar.
Bukankah ini arah pintu masuk yang dikatakan si bodoh?
Tidak ada gua batu kapur.
Si bodoh tidak mungkin menipu kita, 'kan?
Dia tidak menipu kita.
Tapi, kita ditipu oleh kamuflase yang ada
di depan mata kita.
Ini adalah sejenis kamuflase dislokasi
yang umum digunakan Suku Roh.
Pintu masuk gua batu kapur yang dia lihat
hanyalah sebuah penampilan luar saja.
Pintu masuk ini
bisa berubah menjadi bentuk apa saja.
Jadi, orang yang melarikan diri darinya,
meskipun meninggalkan tanda
juga tidak bisa menemukan jalan awalnya lagi
dan tidak bisa kembali.
Ini aku mengerti.
Agak mirip
arcadia yang tertulis di mitos.
Betul, tidak?
Pintu masuk?
Ayo pergi.
Guru, gelap sekali.
Ya, gelap.
Pelan sedikit.
Anda jangan sampai tersandung.
Hati-hati.
Semuanya hati-hati
dan ikuti orang di depanmu.
Guru.
Menurutmu, apakah mungkin tempat ini
akan menembus ke neraka?
Kenapa menakutkan sekali?
Jangan sembarangan bicara.
Jangan menakut-nakuti diri sendiri.
[Perlengkapan Hujan Yongji]
[Perlengkapan Hujan Yongji]
Di sini...
Kenapa bisa ada sebuah kota kuno?
Orang-orang ini
memakai pakaian dari zaman mana?
Sama sekali tidak pernah kulihat sebelumnya.
Yang mereka kenakan adalah pakaian era Kerajaan Shu Kuno.
Era Kerajaan Shu Kuno?
Xin.
Kamu coba lihat di depan,
apakah toko kelima adalah sebuah kedai?
Baik.
[Perlengkapan Hujan Yongji]
[Kedai Qilixiang]
Tuan, benar kata Anda.
Bagaimana kamu bisa tahu?
Dulu kamu pernah ke sini?
Kenapa aku bisa tahu,
semua karena di sini
dibangun dengan meniru ibu kota Kerajaan Shu Kuno.
[Satu mengalahkan ratusan orang, menghancurkan Suku Roh yang tak terhitung jumlahnya]
Apa?
Apa-apaan ini?
Apa yang ditulis di tugu batu ini?
Di sini mencatat sejarah perlawanan
rakyat Kerajaan Shu Kuno dan Suku Roh tiga ribu tahun lalu.
[Satu mengalahkan ratusan orang, menghancurkan Suku Roh yang tak terhitung jumlahnya]
Satu mengalahkan ratusan orang,
[Satu mengalahkan ratusan orang, menghancurkan Suku Roh yang tak terhitung jumlahnya]
menghancurkan Suku Roh yang tak terhitung jumlahnya.
Tuan.
Yang ditulis di sini sepertinyaadalah Anda.
[Perlengkapan Hujan Yongji]
Atau
dibangun oleh pengikut Kerajaan Shu Kuno.
Kalau benar dibangun oleh pengikut Kerajaan Shu Kuno,
apalagi telah berlalu tiga ribu tahun lamanya,
tidak mungkin tidak mengalami sedikit pun perubahan.
Mungkin saja ini perbuatan Suku Roh.
Aku sudah memeriksanya saat masuk.
Tidak ada sedikit pun aroma Suku Roh.
Meskipun kota ini
memang berbeda dengan dunia luar,
tapi juga tidak mungkin
bisa membuat seorang pria dewasa begitu ketakutan.
Mungkinkah
tempat yang dia kunjungi bukan tempat ini?
Kita cari lagi ke sekeliling.
Kita berpencar saja.
Tempat ini begitu besar,
berpencar lebih cepat.
Kami cari ke sebelah timur, kalian ke sebelah barat.
Yang penting di sini tidak ada Suku Roh,
tidak akan membahayakan kami.
Bagus juga.
Kalau ada bahaya,
ingat panggil aku dengan jepit rambut.
Baik, tenang saja.
Ayo.
Bukan, Guru.
Kenapa kamu mau berpencar?
Apa kamu tidak merasa kota ini sangat aneh?
Kota ini dibangun berdasarkan tanah air Lu Yan,
Kerajaan Shu Kuno.
Selain itu, kisah di tugu batu tadi
didasarkan pada Lu Yan.
Jadi, kamu merasa...
Orang yang membangun kota ini
seharusnya memiliki hubungan erat dengannya.
Seharusnya dia juga menyadari hal ini.
Sehingga setuju untuk bergerak terpisah dengan kita.
Andaikan saja dibangun oleh wanita yang menyukai dia,
aku harus menyuruhnya membereskan dulu.
Bukan, Guru.
Apa kamu tidak takut
orang yang menyukainya itu merebutnya?
Tidak mungkin.
Pria yang disukai Yu Dengdeng
tidak akan bisa direbut oleh siapa pun.
Boleh juga, Guru.
Cukup mendominasi.
Jangan pikirkan lagi,
kita pisah jalan untuk mencari ayahku.
Lihat apakah mereka berdua
meninggalkan petunjuk untuk kita.
Ayo.
Tuan.
Ini adalah...
Di sini pernah menjadi situs istana Kerajaan Shu Kuno.
Jenderal Lu Yan.
Tolong Anda lindungi ketiga putraku,
agar bisa segera meminang istri dan punya keturunan, sukses dalam keluarga dan usaha,
serta jangan macam-macam lagi.
Jenderal Lu Yan?
Tuan.
Patung ini adalah Anda, ya?
Tidak bisa dibilang sama persis,
hanya bisa dibilang tidak ada hubungannya.
Ya.
Berhenti.
Apa pernah melihat beberapa orang yang tingkah lakunya mencurigakan?
Tidak.
Cepat pergi.
Berhenti.
Apa pernah melihat beberapa orang yang tingkah lakunya mencurigakan?
Wei Du?
Tuan, ayo kita cepat pergi.
Ayo pergi.
[Brokat Wanshun]
Semuanya sudah tiba, 'kan?
Hari ini cucuku genap berusia satu bulan.
[Restoran Juxian]
Terima kasih atas kedatangan teman-teman untuk mengucapkan selamat.
Aku menyiapkan makanan dan arak sederhana di sini.
Aku bersulang dulu pada semuanya.
Selamat.
Ayah, apa Anda sudah memilih nama adik bayi?
Sudah.
Nama satu kata, Liu Jin.
Liu Jin.
Bukankah ini tanda yang ditinggalkan Guru Senior?
Chengnan?
Chengnan.
Seluruh penjuru kota sudah diperiksa,
ke mana perginya Guru Senior dan lainnya?
Tidak mungkin.
Susah-susah dicari tidak bisa ditemukan,
malah tidak sengaja ketemu.
Harus segera memberi tahu Guru.
Di sini ada satu.
Masih menuju ke depan.
Guru.
Hati-hati.
Guru.
Lihat.
Lihat, sampai sini sudah tidak ada lagi.
Istana bawah tanah?
Jangan-jangan, ayahku dan Ayah Kedua masuk ke istana bawah tanah?
Apa ini?
Hati-hati.
Siapa yang datang untuk masuk ke istana bawah tanah tanpa izin?
Ada apa?
Jenderal, mereka adalah Suku Roh.
Suku Roh?
Awas!
Wei Du?
Jenderal.
Jenderal.
Kamu benar-benar Jenderal.
Kamu benar-benar Jenderal.
Jenderal.
Akhirnya Anda kembali.
Jenderal.
Wei Du.
Kenapa bisa kamu?
Jenderal.
Wei Du
menyambut Jenderal kembali ke kota.
Menyambut Jenderal kembali ke kota.
Ini... ini...
Ini...
Kenapa...
Cepat berdiri.
Jenderal.
Akhirnya kamu kembali.
Lu Yan.
Ada apa ini sebenarnya?
[Dewi Suku Roh?]
Jenderal, silakan.
Aku tahu Anda tidak suka
dekorasi dalam istana Negara Shu dulu.
Jadi Kediaman Jenderal di kota ini
dibangun dengan meniru
Kediaman Jenderal setelah Anda tumbuh dewasa
dan meninggalkan istana waktu itu.
Setiap benda di dalam kediaman
ditempatkan berdasarkan kesukaan Jenderal.
Halaman belakang memiliki gayanya tersendiri,
ada empat kamar untuk Anda berempat tinggali.
Istana Negara Shu?
Ternyata kamu bukan jenderal Negara Shu,
melainkan pangeran?
Jenderal kami adalah pangeran yang paling disukai Mendiang Raja.
Mendiang Raja pernah berniat menyerahkan seluruh negara
pada Jenderal.
Tapi, Jenderal malah berinisiatif mengajukan tugas militer
untuk memimpin kami menuju medan perang
dan melawan Suku Roh.
Mengingat kejadian masa lalu seakan telah berlalu banyak generasi.
Guru.
Kamu turun gunung untuk meminang seorang selir,
juga seorang jenderal dan pangeran.
Kamu pasti untung besar kali ini.
Selir apanya?
Dia, Lu Yan.
Lu Yan adalah selir yang dipinang guruku.
Lancang!
Pria lebih terhormat dari wanita.
Jenderal kami
apa mungkin menjadi selir kalian?
Pantas saja dia adalah wakil jenderalmu.
Sifatnya sama denganmu.
Wei Du.
Mereka hanya bercanda saja.
Jangan dimasukkan dalam hati.
Bagaimana bisa menggunakan Jenderal sebagai bahan lelucon?
Dewi, kita pergi berkelliling ke sana.
Apa ini?
Penyekat ruangan batu giok.
Astaga.
Dahai.
Jenderal.
Apa dia sungguh Dewi Suku Roh waktu itu?
Bukankah
Dewi sudah mati?
Meskipun waktu itu tubuh Yun Xi telah mati,
tapi kesadaran jiwanya masih belum lenyap.
Aku menghabiskan waktu 3.000 tahun lebih
untuk mengembalikan kesadaran jiwanya
baru bisa berubah menjadi Yu Dengdeng hari ini.
Apa ini?
Waktu itu Anda mendapatkan pil inti jiwa Suku Roh
sehingga bangkit dari kematian.
Setelah membunuh Zhu Rong, jejakmu tidak diketahui.
Ternyata kamu pergi menolong Dewi.
Waktu itu Zhu Rong telah meninggal,
pertarungan antar manusia dan roh juga telah mereda,
Yun Xi ternyata meninggal demi menolongku.
Jadi sudah seharusnya aku menyelamatkannya.
Kalau begitu, hubungan Anda dengan Nona Yu ini adalah...
Kami telah menikah.
Apa?
Jenderal.
Aku telah memerintahkan orang untuk menyiapkan jamuan sambutan untuk kalian.
Semuanya, silakan ikuti aku.
Silakan.
Guru, sedang melihat apa?
Ayo pergi.
Kita pergi makan. Ayo.
- Ayo pergi. - Aku datang.
Jenderal, semuanya.
Silakan.
Mari.
Arak yang bagus.
Jenderal Wei.
Aku blak-blakan.
Jadi, mohon jangan keberatan dengan kata-kataku.
Silakan katakan.
Begini.
Bagaimanapun aku melihat kamu,
aku selalu merasa kamu adalah orang biasa.
Kenapa kamu bisa hidup begitu lama?
Dahai.
Waktu itu Jenderal pergi,
Pangeran Pertama mewarisi takhta.
Tapi, tak lama kemudian, Negara Shu pun binasa.
Aku dan saudara-saudaraku ingin meninggalkan ibu kota,
tapi malah diserang oleh Suku Roh yang tersisa.
Suku Roh itu sangat suka membuat pil obat
dan menggunakan kami untuk mencoba obat.
Sebagian besar saudara kami mati keracunan.
Beberapa saudara yang masih hidup
mencari kesempatan untuk kabur
dan bergabung dengan rakyat pengungsi di luar kota.
Kemudian,
[kami tidak tahu harus pergi ke mana,]
[juga tidak memiliki modal untuk membangun kembali negara]
[Aku teringat]
[ruang perbendaharaan kerajaan dalam legenda ada di arah ini]
[Maka dari itu, aku memimpin sejumlah rakyat pengungsi]
[untuk datang ke tempat ini]
Jenderal,
seharusnya tempatnya di depan.
Baik.
Ayo pergi.
Seharusnya di sini tempatnya.
[Tak disangka,]
[kami benar-benar menemukan ruang perbendaharaan kerajaan di istana bawah tanah Negara Shu]
[Di antara para pengungsi,]
[ada seorang pemburu roh yang memiliki sihir tinggi]
[Dia menempatkan jebakan sihir di pintu masuk]
Putus.
[Agar tempat ini tidak diganggu oleh dunia luar]
Beberapa tahun berlalu,
saudara-saudara yang pernah mencoba obat
menyadari kami ternyata tidak menua dan tidak mati,
jadi mulai membangun ibu kota di sini.
Rakyat di dalam kota juga beranak pinak,
menjalani kehidupan damai dan bahagia di sini.
Jenderal.
Apa Jenderal masih ingat kota impian
yang pernah kita diskusikan waktu kita berperang dulu?
Sekarang kita sudah berhasil membangunnya.
Wei Du.
Aku tentu ingat.
Kalian sungguh perhatian.
Ruang perbendaharaan itu sebenarnya tempat apa?
Hanya kaisar Negara Shu yang tahu letak ruang perbendaharaan.
Kalau begitu, bukankah di sana ada banyak harta karun?
Tentu saja.
Jadi, tanaman merambat di pintu masuk istana bawah tanah
juga ditanam oleh kalian?
Benda itu disebut tanaman merambat iblis.
Ditanam oleh Suku Roh.
Waktu itu ada Suku Roh setempat
yang ingin menerobos masuk ke istana bawah tanah.
Tapi, jebakan di istana bawah tanah sangat banyak
dan sulit diserang.
Suku Roh menanam
tanaman merambat iblis dengan sifat menyerang yang ganas,
ingin perlahan-lahan menerobos masuk ke istana bawah tanah.
Mungkin karena begitu Zhu Rong meninggal,
kekuatan Suku Roh pun melemah.
Lalu, mereka menyerah.
Jadi, apa ada cara
untuk masuk ke istana bawah tanah dengan menghindari tanaman merambat iblis?
Dengan adanya tanaman merambat iblis,
orang biasa umumnya tidak akan bisa mendekati.
Apalagi memasuki istana bawah tanah.
Aku perintahkan orang berjaga di luar.
Utamanya demi menjaga istana bawah tanah,
juga demi mencegah rakyat biasa salah masuk
dan dilukai oleh tanaman merambat iblis.
Jenderal Wei.
Karena rekanmu telah menjaga istana bawah tanah siang dan malam,
apa pernah melihat ada dua tetua yang masuk ke dalam?
Aku tidak pernah melihat
dua tetua yang Nona katakan.
Wei Du.
Kedua tetua ini adalah keluarga Dengdeng.
Mereka mencapai kota lebih cepat daripada kami.
Saat ini, seharusnya mereka sudah ada di dalam istana bawah tanah.
Jenderal, ini tidak mungkin.
Istana bawah tanah adalah ruang perbendaharaan Negara Shu,
penjagaannya sangat ketat.
Tidak mungkin mengizinkan orang masuk sembarangan.
Apalagi juga tidak mungkin ada orang yang salah masuk
dan tidak ada reaksi dari tanaman merambat iblis.
Kedua tetua itu
mungkin saja masih ada di dalam kota.
Begini saja, aku perintahkan orang untuk mencari mereka.
Jenderal Wei, menurut kata-katamu barusan,
di luar kota ini ditempatkan formasi
untuk melindungi diri dari gangguan dunia luar.
Tapi sebelumnya,
kami melewati sebuah desa
dan bertemu seseorang
yang berkata ada banyak warga desa yang salah masuk ke tempat ini.
Selama ribuan tahun ini,
sesekali ada satu atau dua orang yang salah masuk adalah hal yang wajar.
Tapi, mereka semua sudah keluar.
Kalau begitu, bagaimana dengan kalian?
Apakah warga kalian di sini
pernah keluar?
Warga di kota selalu hidup dengan tenang di sini.
Mereka tidak bersedia berhubungan dengan orang luar.
Jadi, sama sekali tidak pernah keluar.
Tapi, di desa itu
kami pernah melihat
banyak totem Negara Shu yang mirip dengan di sini.
Apakah bukan dibocorkan oleh pengikut
dari Negara Shu kalian?
Ini...
Mungkin saja warga desa yang salah masuk ke tempat ini
melihat totem Negara Shu kami.
Lalu, menggunakannya setelah keluar dari sini.
Selalu digunakan hingga sekarang.
Kalau begitu, sungguh kebetulan.
Wei Du.
Kami datang ke sini
karena ingin mencari tahu keberadaan Mutiara Penghalau Debu.
Apa kamu punya informasi mengenai
keberadaan Mutiara Penghalau Debu?
Harta nasional Mutiara Penghalau Debu?
Benar.
Setelah ibu kota dimusnahkan,
keberadaan Mutiara Penghalau Debu tidak diketahui.
Mengenai posisi tepatnya,
aku harus mencari tahu lebih lanjut.
Kalau begitu, harus merepotkan Jenderal Wei.
Ada apa denganmu, Dengdeng?
Tidak apa-apa.
Mungkin efek arak ini cukup besar.
Aku antar kamu kembali dulu.
Jenderal.
Aku sudah memerintahkan orang untuk berjaga di luar.
Juga telah menyiapkan kamar untuk Nona Yu dan yang lain.
Nona Yu bisa beristirahat dengan tenang.
Bagus juga.
Pengawal.
Antarkan Nona Yu ke kamar untuk beristirahat.
Baik.
Kebetulan,
kami kembali bersama dengan Guru.
Iya, 'kan? Ayo Guru.
Ayo.
Jenderal.
Nona Yu
pada akhirnya adalah Suku Roh.
Rakyat kota sangat membenci
Suku Roh.
Kelak saat berada di kota,
Nona Yu harus lebih berhati-hati.
Tenang saja.
Aku pasti akan melindunginya.
Jenderal.
Tidak tahu Mutiara Penghalau Debu yang kalian inginkan itu
akan digunakan untuk apa?
Dengdeng sedang sakit,
memerlukan Mutiara Penghalau Debu untuk mengobatinya.
Nona Yu sedang sakit?
Di kota kita ada seorang tabib hebat.
Bagaimana kalau aku menyuruh orang memanggilnya
untuk memeriksa Nona Yu?
Tidak perlu.
Asalkan bisa menemukan Mutiara Penghalau Debu,
Dengdeng akan baik-baik saja.
Baguslah kalau begitu.
Jenderal, apa Jenderal masih ingat
hari-hari yang kita lalui bersama di pasukan?
Kita minum arak bersama
dan bersama-sama membunuh musuh.
Betapa bahagianya.
Negara Shu kita sangat kuat,
rakyatnya makmur.
Betapa tenang dan nyaman.
Semuanya karena Suku Roh itu.
Suku Roh membunuh rakyat negara kita,
menjarah wilayah negara kita.
[Kepalaku sakit sekali]
Ada apa ini?
Kenapa kepalaku begitu sakit?
[Thousand Years For You]
♫Apabila♫
♫Perasaan cinta bisa direspon♫
♫Kerinduan pasti ada♫
♫Suaranya♫
♫Di dalam hidup ini,♫
♫Semua pemandangan terindah♫
♫adalah hal yang♫
♫berhubungan denganmu♫
♫Saat dua hati saling berdekatan♫
♫Saat seluruh dunia dikuasai olehmu♫
♫Aku akan memanggil namamu dengan sekuat tenaga♫
♫Sampai kamu menjawabku♫
♫Kamu adalah satu-satunya♫
♫Pemandangan yang mendekatiku♫
♫Pertemuan ini membuatmu merasakan empat jenis musim♫
♫Takdir diukir menjadi kisah cinta♫
♫Betapa beruntungnya diriku♫
♫Bisa memutuskan suatu hal untukmu♫
♫Saat dua hati saling berdekatan♫
♫Saat seluruh dunia dikuasai olehmu♫
♫Aku akan memanggil namamu dengan sekuat tenaga♫
♫Sampai kamu menjawabku♫
♫Kamu adalah satu-satunya♫
♫Pemandangan yang mendekatiku♫
♫Pertemuan ini membuatmu merasakan empat jenis musim♫
♫Takdir diukir menjadi kisah cinta♫
♫Betapa beruntungnya diriku♫
♫Bisa memutuskan suatu hal untukmu♫
[iQIYI]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.