Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Karya iQIYI]
♫Keharmonisan antara langit dan bumi tersebar♫
♫Salju yang putih mulai bermekaran♫
♫Ribuan tahun seperti batu ambar yang abadi♫
♫Obsesiku terus ada♫
♫Hari senja yang kejam sudah tiba, begitu juga dengan kekacauan♫
♫Takdir di masa lampau, sulit dilupakan♫
♫Air mata mengalir terhadap kisah cinta yang dalam♫
♫Berkumpul menjadi laut penderitaan♫
♫Karma terus berputar♫
♫Perasaan terus ditutupi♫
♫Perasaan terus ditutupi♫
♫Mengikuti diriku♫
♫Melindungimu, menjauhimu, aku berteriak♫
♫Tidak akan melepaskanmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang menatapmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang membarakanmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang berlari menujumu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang ingin memasuki hidupmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
[Thousand Years For You]
[Episode 22]
Ada apa? Kenapa kamu panik?
Ayahku.
Hari ini dia akan mengeksekusi Suku Roh di lapangan eksekusi.
Kapan?
Hari ini.
Semua penjaga rumahku sudah dipindahkan ke sana.
Aku akan memberi tahu Dengdeng dan yang lain.
Tuan, ada apa dengan Anda?
Bai Shiqi mengirmkan pesan bahwa
Kepala Polisi Bai akan mengeksekusi semua Suku Roh di tempat eksekusi.
Apa?
Kalau begitu, aku akan beri tahu mereka.
Xin.
Aku akan melihatnya dulu.
Kamu jaga Dengdeng dan yang lain.
Tuan, aku ikut dengan Anda saja.
Tenang saja.
Serahkan masalah ini padaku.
Jangan terlalu khawatir.
Ini...
Si kecil.
Di mana Dengdeng?
Mantan Ketua Desa baru saja tertidur.
Dewi sedang menjaganya.
Baik.
Kamu pergilah mencari Lu Yan.
Ada hal penting yang ingin kukatakan padanya.
Maksudmu tentang tempat eksekusi?
Tuan sudah pergi.
Bagaimana dia bisa tahu?
Kelima indera Tuan berbeda dengan orang biasa.
Dia sudah mendengar pembicaraanmu dengan Shiqi.
Itu petunjuk yang diberi tahu Bai Shiqi padaku,
kenapa dia berlagak menjadi pahlawan?
Apa hebatnya memiliki energi inti jiwa?
Dengdeng.
Aku keluar untuk mengurus sesuatu.
Kamu jaga ayahmu baik-baik.
Gu Beixi.
Gu Beixi.
Gu Beixi.
[Menyelamatkan seluruh makhluk hidup]
[Suara Buddha tersebar di seluruh negeri]
[Disebut sepuluh macam akar kebaikan]
Sebenarnya apa yang terjadi?
Urusan pribadi.
Urusan pribadi?
Kamu gelisah begitu.
Aku sudah mengenalmu sejak masih memakai celana kebesaran.
Kamu masih ingin menyembunyikannya dariku?
Katakan, sebenarnya ada apa?
Xin, ada apa?
Apa kalian berdua menyembunyikan sesuatu dariku?
Memang masalah apa yang bisa kami miliki?
[Menyelamatkan seluruh makhluk hidup]
[Suara Buddha tersebar di seluruh negeri]
[Disebut sepuluh macam akar kebaikan]
Di mana Lu Yan?
Ke mana Lu Yan pergi? Kenapa tidak terlihat?
Tuan...
Cepat katakan!
Ke mana Lu Yan pergi?
Tuan...
Ada apa dengannya?
Shiqi mengirimkan kabar
bahwa hari ini Suku Roh akan dieksekusi di tempat eksekusi.
Tuan pergi menyelamatkan mereka.
Kalian membiarkan dia pergi sendirian?
Tuan menyuruhku tinggal untuk menjagamu.
Siapa yang menyuruh dia memaksakan diri?
Bukankah aku baru saja mau pergi menyelamatkannya?
Sudah ketahuan olehmu.
Siapa yang menyuruh kalian menjagaku?
Dia adalah milikku.
Jika dia pergi, aku juga akan pergi.
Jangan ikut campur urusan pria.
Tinggallah di sini untuk menjaga ayahmu.
Masalah lainnya serahkan padaku.
Gu Beixi!
Karena kamu tahu situasinya berbahaya,
dengan karakterku,
seharusnya kamu tahu aku tidak akan tinggal diam.
Lagi pula, Suku Roh dalam bahaya.
Di saat penting seperti ini,
kamu menyuruhku menunggu di rumah?
Dahai!
Ambil senjata dan pergi ke tempat eksekusi!
Baik.
Dengdeng!
[Menyelamatkan seluruh makhluk hidup]
[Suara Buddha tersebar di seluruh negeri]
[Disebut sepuluh macam akar kebaikan]
Ada yang ingin ayahmu katakan padamu.
[Menyelamatkan seluruh makhluk hidup]
[Suara Buddha tersebar di seluruh negeri]
[Disebut sepuluh macam akar kebaikan]
Ayah.
Kudengar kamu akan membajak tempat eksekusi.
Ayah, jangan menghentikanku kali ini.
Suku Roh dalam kesulitan.
Aku tidak bisa membiarkan Lu Yan pergi sendirian.
Aku berjanji padamu.
Aku pasti akan kembali dengan selamat.
Anda juga berjanji padaku, Anda harus bertahan.
Ayah berjanji padamu.
Ayah tidak akan menghentikanmu.
Tidak seperti ayah dan ibumu dulu.
Sebelum ibumu dibunuh,
Ayah...
Ayah tidak datang tepat waktu untuk menyelamatkan ibumu.
Tapi, kamu berbeda.
Sejak kecil, kamu selalu pintar.
Ayah berharap kamu pergi menyelamatkannya.
Jangan sampai seperti ayah waktu itu,
meninggalkan beban di hati.
Lihatlah Anda membujukku. Kenapa
menderita sendiri?
Ayah yang salah.
Begitu memikirkannya,
aku merasa...
bersalah pada kalian berdua.
Ayah,
aku dan ibuku tidak pernah menyalahkan Anda.
Kami tahu
Anda pergi melakukan hal besar.
Dengdeng.
Berjanjilah pada Ayah.
Kamu harus kembali dengan selamat.
Baik, aku berjanji padamu.
Aku akan kembali dengan selamat.
Kamu juga harus bertahan.
Jangan bunuh kami.
Kumohon.
Jangan bunuh kami.
Kami tidak ingin mati.
Jangan bunuh kami.
Tolong lepaskan kami.
Kepala Polisi, waktu sudah siang.
Semuanya sudah siap.
Eksekusi.
Eksekusi!
Aku mohon pada kalian.
Kumohon.
Tolong lepaskan kami, kami mohon pada kalian.
Tembak!
Aku mohon padamu.
Pergilah!
Beraninya membajak tempat eksekusi!
Tembak mereka!
Ternyata memang monster.
Ayo...
Ayo, semuanya!
Monster, semuanya monster.
Bunuh!
Perbesar daya tembaknya.
Bunuh mereka semua!
Gerbang kota ini dijaga ketat.
Bahkan nyamuk pun tidak bisa masuk.
[Surat penangkapan]
Dewi, bagaimana sekarang?
Terobos.
Bagaimana caranya?
Guru, kita kalah jumlah.
Paksa menerobos.
Kamu sudah gila?
Kita hanya ada beberapa orang.
Jika ke sana, kita malah akan dihabisi.
Aku paling berpengalaman dalam menyerang kota dan merampas desa.
Apa tidak pernah mendengar satu pepatah?
Membuat pengalihan...
Untuk mengungkap penjahat.
Apa yang terjadi?
Ke arah sana, cepat!
Hati-hati!
Tidak bisa membunuhmu, ya?
Ayo, tingkatkan daya tembaknya!
Bunuh dia!
Cepat ambil pelurunya!
Gawat, kita akan dikepung.
Ada pengorbanan untuk mencapai tujuan.
Aku tidak percaya.
Aku akan mengalihkan perhatian.
Kita berkumpul di tempat eksekusi.
Baik.
Berpencar!
Apa-apaan ini?
Semua ini tidak bisa membunuhnya, ya?
Awalnya,
aku tidak ingin melukai kalian.
Cepat lari...
Kenapa lari?
Kembali!
Kali ini kamu jangan berpikir untuk kabur.
Jangan-jangan kamu pikir setelah membunuhku,
Serangga Roh di dalam tubuh Suku Roh akan hilang?
Apa maksudmu?
Sebenarnya sejak awal hatimu sudah memahami ini.
Satu-satunya cara untuk menghilangkan Serangga Roh
di dalam tubuh mereka
adalah melepaskan semua energi inti jiwa dalam tubuhmu
dan mengorbankan dirimu sendiri.
Aku sangat penasaran.
Hari ini kamu sebenarnya memilih
untuk terus melindungi Yu Dengdeng
atau menyelamatkan Suku Roh yang malang ini?
Jenderal Yan.
Kuharap kamu menyukai
hadiah besar yang aku siapkan untukmu.
Tolong!
Tolong!
[Dengdeng,]
[maafkan aku]
♫Keharmonisan antara langit dan bumi tersebar♫
♫Salju yang putih mulai bermekaran♫
♫Ribuan tahun seperti batu ambar yang abadi♫
♫Obsesiku terus ada♫
♫Hari senja yang kejam sudah tiba, begitu juga dengan kekacauan♫
♫Takdir di masa lampau, sulit dilupakan♫
♫Air mata mengalir terhadap kisah cinta yang dalam♫
♫Berkumpul menjadi laut penderitaan♫
♫Karma terus berputar♫
♫Perasaan terus ditutupi♫
♫Perasaan terus ditutupi♫
♫Mengikuti diriku♫
♫Melindungimu, menjauhimu, aku berteriak♫
♫Tidak akan melepaskanmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang menatapmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang menatapmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang membarakanmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang ingin memasuki hidupmu♫
♫Dirikulah...♫
Lu Yan.
♫Keharmonisan antara langit dan bumi tersebar♫
♫Salju yang putih mulai bermekaran♫
♫Ribuan tahun seperti batu ambar yang abadi♫
♫Obsesiku terus ada♫
♫Hari senja yang kejam sudah tiba, begitu juga dengan kekacauan♫
♫Takdir di masa lampau, sulit dilupakan♫
♫Air mata mengalir terhadap kisah cinta yang dalam♫
♫Berkumpul menjadi laut penderitaan♫
[Dengdeng, maafkan aku]
[Awalnya, aku ingin bergandengan tangan dan menua bersamamu]
♫Karma terus berputar♫
♫Perasaan terus ditutupi♫
[Tapi, hari ini tidak ada harapan lagi]
♫Perasaan terus ditutupi♫
[Takutnya aku harus ingkar janji]
♫Mengikuti diriku♫
♫Melindungimu, menjauhimu, aku berteriak♫
♫Tidak akan melepaskanmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang menatapmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang membarakanmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
Lu Yan!
Tuan!
♫Yang berlari menujumu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang ingin memasuki hidupmu♫
♫Dirikulah...♫
Tuan.
♫Dirikulah...♫
♫Dirikulah...♫
♫Yang menatapmu♫
♫Yang membarakanmu♫
♫Yang berlari menujumu♫
♫Yang ingin memasuki hidupmu♫
♫Yang menatapmu♫
♫Yang membarakanmu♫
Tuan!
♫Yang berlari menujumu♫
♫Yang ingin memasuki hidupmu♫
Lu Yan.
♫Yang menatapmu♫
♫Yang membarakanmu♫
♫Yang berlari menujumu♫
Tuan...
♫Yang ingin memasuki hidupmu♫
Lu Yan.
Bangunlah.
Tuan.
Kamu merasa hebat, ya?
Siapa yang menyuruhmu kemari sendirian
tanpa mengatakan apa pun?
Dengdeng.
Maaf.
Maaf apanya?
Jangan mengatakan kata-kata putus asa seperti ini.
Kuberi tahu kamu.
Kamu adalah milikku.
Tanpa persetujuanku,
siapa pun tidak boleh membuatmu mati.
Kamu dengar, tidak?
Berjanjilah padaku.
Kelak kamu
harus
hidup dengan baik.
Aku tidak mau. Atas dasar apa aku harus berjanji padamu?
Tuan...
Lu Yan.
Lu Yan!
Tuan.
Jenderal Yan...
Bangunlah.
Bangunlah.
Kamu jangan takut.
Aku akan memberimu energi inti jiwa.
Setelah kuberikan energi inti jiwa, kamu akan sembuh.
Bertahanlah.
Kamu bertahanlah, ya!
Xin, cepat bantu!
Lu Yan.
Bukankah kamu bilang akan melindungiku selamanya?
Bukankah kamu bilang akan selalu menemaniku?
Kamu tidak boleh ingkar janji.
Kamu harus bangun.
Xin...
Guru, jangan seperti ini.
Kamu juga tidak akan sanggup.
Kamu akan mati.
Guru!
Minggir!
Minggir kalian semua!
Lu Yan.
Sehari kamu adalah suamiku,
selamanya adalah suamiku.
Kamu adalah milikku.
Tuhan pun tidak bisa berebut denganku.
Aku tidak membiarkanmu mati tiga ribu tahun yang lalu.
Sekarang aku juga tidak akan membiarkanmu mati.
♫Terdengar angin berembus♫
♫Bayangan saat bertemu denganmu♫
♫Cerah memiliki waktu♫
♫Hujan tanpa waktu♫
♫Melihat sore yang mendung♫
♫Terlantar bagaikan bunga yang berguguran♫
♫Pergi memiliki waktu♫
♫Kembali tanpa waktu♫
Pil inti jiwa.
♫Kamu menggunakan teka-teki seumur hidup yang tak pernah habis♫
Jika tiga ribu tahun yang lalu
kamu benar-benar milikku,
♫Mencari jawaban di segala penjuru♫
maka sekarang aku juga memintamu
♫Di dalam hatiku♫
untuk dengarkan aku sekali lagi.
♫Setiap kata di batu nisan tentang dirimu♫
Bantu Lu Yan.
Selamatkan dia.
♫Miliaran tahun tidak akan sempat♫
Dia menungguku selama tiga ribu tahun.
♫Mengatakan aku mencintaimu♫
Dia sendirian sangat kesepian.
Dia sudah susah payah menemukanku.
Aku tidak bisa membiarkannya meninggalkanku begitu saja.
Aku ingin menemaninya dengan baik.
♫Kamu menggunakan teka-teki seumur hidup yang tak pernah habis♫
Bisakah kamu membantuku lagi?
Aku susah payah menunggunya.
♫Mencari jawaban di segala penjuru♫
Masih banyak hal yang belum kami selesaikan bersama.
♫Di dalam hatiku♫
Kami akan melahirkan banyak anak.
♫Setiap kata di batu nisan tentang dirimu♫
Kami akan melihat mereka tumbuh bersama
♫Miliaran tahun tidak akan sempat♫
dan melakukan banyak hal.
♫Mengatakan aku mencintaimu♫
Kumohon padamu.
♫Tidak sempat♫
Tolong bantu kami.
♫Mengatakan aku mencintaimu♫
♫Belum berakhir dan sulit untuk dilanjutkan♫
Dewi.
Guru.
Dewi!
Itu Dewi...
Itu benar-benar Dewi, cepat!
Dewi...
Dewi...
Dewi...
Dewi...
Jenderal Yan sudah sadar.
Syukurlah...
Jenderal Yan.
Jenderal Yan sudah sadar, syukurlah.
Kamu sudah sadar.
Akhirnya kamu sadar.
Syukurlah.
Katakanlah. Bagaimana ini?
Kamu berutang nyawa pada Ketua Pertama Yu lagi.
Aku rasa seumur hidup kamu tidak akan bisa melunasinya.
Seumur hidup ini tidak bisa lunas.
Kalau begitu, kehidupan selanjutnya
dan kehidupan selanjutnya lagi.
Tuan, akhirnya Anda sadar.
Akhirnya Anda sadar.
Guru.
Aku tidak menyangka kamu benar-benar memiliki dua trik ini.
Kamu ajarkanlah dua jurus ini padaku
nanti.
Kamu tidak memiliki bakat ini.
Aku beri tahu kalian.
Kelak, jika Ketua Pertama Yu melindungi kalian,
maka tidak ada yang berani menindas kalian.
Baik.
Ayo, kita pulang.
Kenapa?
Kamu tidak terbiasa, ya?
Ayo jalan.
Terima kasih, Dewi.
Terima kasih, Jenderal Yan.
Terima kasih, Dewi.
Terima kasih, Jenderal Yan.
Terima kasih, Dewi. Terima kasih, Jenderal Yan.
Terima kasih, Jenderal Yan.
Terima kasih, Dewi.
Terima kasih, Jenderal Yan. Terima kasih.
Sudahlah... sama-sama...
Terima kasih...
Terima kasih, Jenderal Yan.
Lihatah dirimu, semuanya kamu lahap.
Tidak ada yang berebut denganmu.
Baru sembuh dari penyakit parah, kamu ini...
Justru karena baru sembuh dari penyakit parah,
aku harus makan dan minum dengan baik
untuk menutrisi tubuh dan kembali kuat.
Jika ketahuan Dengdeng, dia akan memarahimu, kuberi tahu kamu.
Kamu cukup tidak memberitahunya saja, 'kan?
Ayah, kami kembali.
Terima kasih, Jenderal Yan...
Kalian sudah pulih?
Ya, kami semua sudah pulih.
Ayah.
Putriku.
Kamu sudah sembuh?
Sudah, lihatlah.
Aku sekarang kuat seperti sapi.
Sudah tidak apa-apa.
Kami bahkan mengkhawatirkan kalian.
Orang-orang ini tiba-tiba kembali menjadi manusia.
Jadi, mari kita rayakan.
Kurangi minum.
Benar...
Kamu menakutiku saja.
Tidak apa-apa.
Selamat atas kembalinya Dewi.
Dewi.
Setelah menunggu tiga ribu tahun,
akhirnya Anda kembali pada kami.
Ada orang yang membuat keputusan untuk kami.
Benar, Dewi.
Akhirnya kami bisa hidup dengan tenang.
Terima kasih, Dewi.
Ini adalah satu-satunya wortel milikku.
Ini untukmu.
Terima kasih, Kelinci Kecil.
Aku akan menyimpan hadiahmu dengan baik.
Selain itu,
Terima kasih, Jenderal Yan.
Terima kasih, Jenderal Yan.
Terima kasih telah membunuh Raja Serangga,
sehingga kami bisa kembali menjadi wujud manusia
dan terlahir kembali.
Terima kasih, Jenderal Yan.
Karena semuanya sudah baik-baik saja,
maka segeralah meninggalkan Kota Ying.
- Pergi? - Meninggalkan Kota Ying?
Kalau begitu, kami harus ke mana?
Kalian bisa pergi ke Kota Qingquan.
Mungkin juga bisa datang ke desaku.
Boleh.
Bagus sekali. Ayo cepat pergi.
Di sana ada makanan dan minuman.
Banyak orang, ramai sekali.
Semuanya cepat pulang dan beres-beres.
Lalu, segera pergi dari sana.
Baik...
Hati-hati di jalan.
Sampai jumpa...
Sampai jumpa.
Sampai jumpa...
Sampai jumpa...
Sampai jumpa.
Biar Ayah lihat.
Duduk di sini.
Aku lihat.
Kamu baik-baik saja, 'kan?
Tidak apa-apa.
Putrimu ini sangat hebat.
Bagaimana mungkin ada masalah?
Lu Yan,
kita sudah kenal selama ini.
Hari ini aku merasa kamu lumayan.
Terima kasih.
Putriku...
Aku beri tahu kalian.
Hari ini, Lu Yan
sangat hebat.
Dia pergi ke tempat eksekusi sendirian.
Saat menghadapi Raja Serangga,
dia dengan cepat
langsung memukulnya hingga babak belur
dan menyelamatkan seluruh Suku Roh.
Bukankah sangat hebat?
Hebat sekali.
Lu Yan, bagaimana keadaanmu?
Apakah masih ada yang sakit?
Aku baik-baik saja.
Setelah istirahat beberapa hari, aku pasti membaik.
Benarkah?
Kalau begitu, harus aku sendiri yang memeriksanya.
Biar aku periksa.
Denyut nadi lemah.
Kerusakan energi inti jiwa sangat besar.
Ini tidak bisa pulih dalam beberapa hari.
Harus Ketua Desa sendiri yang menemani
paling tidak selama satu bulan.
Jika seperti ini,
bukankah satu bulan tidak cukup?
Benar.
Setidaknya harus satu tahun, dua tahun.
Sepuluh tahun?
Tidak bisa begini, Ketua Pertama.
Jika seperti ini,
dia akan mati karena pengobatan.
Seumur hidup lebih baik.
Lagi pula, dia tidak bisa meninggalkanku lagi.
Sudahlah, Ayah.
Karena tubuhmu sudah cukup pulih,
kita jangan hidup menderita di kuil rusak ini lagi.
Besok kita berangkat
mencari tempat yang bagus,
agar Lu Yan bisa memulihkan diri.
Tuan Gu.
Cuizhu?
Cuizhu?
Kenapa kamu kemari?
Nona dari keluarga kami ingin bertemu dengan Anda.
Kenapa diam saja? Cepat pergi.
Cepat pergi.
[Musim dingin mengucapkan selamat tinggal]
[Musim semi telah tiba]
Ayo, makan.
Ayo...
Sudah lapar.
Shiqi.
Kali ini kuucapkan terima kasih karena kamu melaporkannya kepada kami.
Jangan mengatakan hal yang membuat menjadi asing.
Hal sebesar ini,
meskipun aku panik,
tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa.
Sekarang melihat kalian aman, aku sudah tenang.
Apanya yang tidak menggunakan kekuatan?
Jika bukan kamu yang melapor,
Suku Roh itu pasti akan gawat.
Selain itu,
aku minta maaf sudah melibatkan
Keluarga Bai.
Tenang saja.
Keluarga kami akan baik-baik saja.
Sebaliknya kalian.
Kalian sudah menyerang polisi dan membobol penjara.
Wali Kota tidak akan melepaskan kalian dengan mudah.
Jadi, kalian cepatlah pergi.
Kali ini, aku datang untuk berpamitan denganmu.
Aku tahu
kalian tidak akan tinggal lama di tempat ini.
Selain itu,
hatimu juga tidak ada di sini.
Cepat atau lambat kita harus mengucapkan selamat tinggal.
Setelah kamu pulang, jaga dirimu baik-baik.
Rawat lukamu dengan baik.
Juga jaga Nona Yu dengan baik.
Selain itu,
kita telah mengalami banyak hal bersama,
jadi sudah termasuk teman sehidup semati, 'kan?
Jangan lupakan aku.
Tentu saja aku tidak akan melupakanmu.
Dulu aku mengira kamu adalah Nona Besar yang terhormat.
Tidak boleh melakukan hal-hal yang keras.
Melalui interaksi selama beberapa waktu ini,
kamu bisa mempertaruhkan nyawamu untuk mengantar kami keluar kota,
untuk memberi kabar pada kami.
Kamu berbeda dengan gadis lain.
Aku sangat senang
bisa mengenalmu
dan berteman denganmu.
Aku juga sangat senang.
Beberapa waktu ini, bersama kalian, aku mengalami
hal yang mungkin tidak berani kubayangkan sebelumnya.
Aku merasa sangat beruntung.
Selain itu, ini juga
waktu yang paling membuatku bahagia.
Sekarang kamu
juga benar-benar sudah menganggapku sebagai teman.
Aku juga tidak memiliki penyesalan lagi.
Apanya yang menyesal atau tidak menyesal?
Ini bukan perpisahan karena kematian.
Kita pasti akan bertemu lagi.
Apakah benar-benar bisa?
Setelah masalah ini selesai,
aku akan menjemputmu untuk bermain di desa kami
supaya kamu bisa merasakan kehidupan di desa gunung.
Lebih seru daripada di kota.
Minum arak, makan daging,
dan bersenang-senang.
Baik.
Kalau begitu,
kita sepakat.
Aku menunggumu.
Nona.
Nona, kita harus kembali.
Gu Beixi.
Jaga dirimu, ya.
Jaga dirimu.
Ketua Desa Gu
sudah sepakat untuk membawaku minum arak dan makan daging.
Tidak boleh ingkar janji.
Aku pergi dulu.
Yu Dengdeng.
Yu Dengdeng!
Aku menyukaimu.
Aku benar-benar menyukaimu.
Tapi, aku memutuskan untuk melepaskanmu.
Aku tidak pernah melihatmu
begitu peduli pada seseorang.
Mulai hari ini,
aku akan membuat batasan denganmu.
Sebagai saudara boleh.
Sebagai orang asing juga boleh.
Aku tetap akan melindungimu.
Karena melindungimu
sudah menjadi sebuah kebiasaan bagiku.
[Kuil Shanhua]
[Thousand Years For You]
♫Apabila♫
♫Perasaan cinta bisa direspon♫
♫Kerinduan pasti ada♫
♫Suaranya♫
♫Di dalam hidup ini,♫
♫Semua pemandangan terindah♫
♫adalah hal yang♫
♫berhubungan denganmu♫
♫Saat dua hati saling berdekatan♫
♫Saat seluruh dunia dikuasai olehmu♫
♫Aku akan memanggil namamu dengan sekuat tenaga♫
♫Sampai kamu menjawabku♫
♫Kamu adalah satu-satunya♫
♫Pemandangan yang mendekatiku♫
♫Pertemuan ini membuatmu merasakan empat jenis musim♫
♫Takdir diukir menjadi kisah cinta♫
♫Betapa beruntungnya diriku♫
♫Bisa memutuskan suatu hal untukmu♫
♫Saat dua hati saling berdekatan♫
♫Saat seluruh dunia dikuasai olehmu♫
♫Aku akan memanggil namamu dengan sekuat tenaga♫
♫Sampai kamu menjawabku♫
♫Kamu adalah satu-satunya♫
♫Pemandangan yang mendekatiku♫
♫Pertemuan ini membuatmu merasakan empat jenis musim♫
♫Takdir diukir menjadi kisah cinta♫
♫Betapa beruntungnya diriku♫
♫Bisa memutuskan suatu hal untukmu♫
[iQIYI]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.