Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Karya iQIYI]
♫Keharmonisan antara langit dan bumi tersebar♫
♫Salju yang putih mulai bermekaran♫
♫Ribuan tahun seperti batu ambar yang abadi♫
♫Obsesiku terus ada♫
♫Hari senja yang kejam sudah tiba, begitu juga dengan kekacauan♫
♫Takdir di masa lampau, sulit dilupakan♫
♫Air mata mengalir terhadap kisah cinta yang dalam♫
♫Berkumpul menjadi laut penderitaan♫
♫Karma terus berputar♫
♫Perasaan terus ditutupi♫
♫Cinta dan kebencian terus dicerahkan♫
♫Mengikuti diriku♫
♫Melindungimu, menjauhimu, aku berteriak♫
♫Tidak akan melepaskanmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang menatapmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang membarakanmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang berlari menujumu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang ingin memasuki hidupmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
[Thousand Years For You]
[Episode 20]
Ayah.
Sudah kukatakan padamu.
Ini salah paham.
- Kenapa kamu... - Salah paham apanya?
Sebelumnya dia ingin membunuhmu.
Hidup bersama orang seperti ini seumur hidup
sangatlah berbahaya.
Kebetulan, hari ini semuanya ada di sini.
Ayo!
Tulis surat cerainya.
Menulis surat cerai?
Bukankah kamu keterlaluan?
Ketua Yu, kamu keterlaluan sekali!
Aku...
Bagaimana bisa kamu menyuruh anakmu
untuk menulis surat ini?
Mantan Ketua Desa Yu.
Aku dan Dengdeng…
Sudahlah!
Aku sedang berbicara dengan Dengdeng.
Kamu jangan menyela!
Aku tidak akan bercerai.
Benar.
Ayah Kedua mendukungmu.
Sepanjang perjalanan ini,
dia juga yang selalu melindungiku.
Jika tidak,
entah sudah berapa kali aku mati.
Apa Anda masih bisa bertemu
putri yang begitu sehat dan ceria ini?
Masuk akal.
Lagi-lagi hatimu dibutakan olehnya.
Sebenarnya aku yang dibutakan olehnya
atau kamu yang berprasangka buruk padanya?
Aku bisa melihat dengan jelas
dan hatiku juga mengerti bagaimana dia memperlakukanku.
Kalian tidak perlu memberitahuku.
Dengdeng.
Jangan kira Ayah tidak memahamimu.
Ayah juga pernah bilang padamu.
Jika seorang wanita
ingin menjadi sukses,
maka tidak boleh tergiur oleh pria tampan.
Jangan bergantung hanya pada satu orang.
Pria biasa
ada di mana pun.
Ayo kita kembali ke Desa Qingquan.
Ayah akan mencarikan pria yang terbaik untukmu.
Aku tidak peduli.
Aku tidak suka mereka.
Lagi pula,
saat aku menikahinya,
aku meminta banyak mahar pada mereka.
Jika ingin menceraikannya,
maka semua mahar ini harus dikembalikan.
Benar.
Perkataan Dewi benar.
Mantan Ketua Desa Yu,
semua mahar Toko Tandu Xinji kami
setidaknya ada ratusan ribu koin perak.
Apa-apaan ini?
Ayo kamu kembalikan.
Aku ingin lihat bagaimana kamu mengembalikannya.
Aku akan mengembalikannya!
Kamu akan mengembalikannya?
Kukembalikan!
Kamu mengembalikan dengan apa?
Aku hitung dulu.
Jika mau cerai...
Kamu hitung baik-baik.
Ini termasuk
utang Desa Qingquan.
Berdasarkan keuntungan harian,
ini adalah bunga majemuk.
Bunga majemuk.
Berapa harganya?
Lebih dari 90.000 tahil.
Seumur hidup tidak akan lunas.
Aku bantu kamu mengembalikannya.
Kamu kembalikan apanya?
Kamu jangan berisik.
Apa hubungannya denganmu?
Sudahlah!
Kalian sengaja mempersulitku, ya?
Surat cerai ini
harus ditulis
hari ini!
Dengdeng, kuberi tahu kamu.
Kamu hanya boleh memilih salah satu di antara aku dan dia!
Surat cerai ini harus ditulis hari ini.
Pilih dia.
Ayah Kedua mendukungmu.
Cepat!
Tentu saja aku memilihmu.
Anak ini benar-benar menulisnya?
Kamu tulis saja, tulis.
Dengarkan ayahmu.
[Surat cerai]
[Surat cerai]
[Pernikahan masing-masing]
[Surat cerai]
[Yang bertanda tangan, Yu Dengdeng]
[Yu Dengdeng]
Tulis ya tulis saja.
Kemari.
Apa yang kamu lakukan?
Cerai, ya cerai.
Kenapa bertele-tele?
Bukan, kamu ini...
[Surat cerai]
[Yu Dengdeng]
Coba kamu lihat.
Lihatlah tampang orang licik ini.
Lihatlah dirimu yang sialan ini!
Ambillah.
Pasangan yang baik-baik saja sudah dipisahkan olehmu.
Ada apa?
Kenapa kamu menulis surat cerai?
Apakah kamu tidak membacanya?
Membaca apa?
Kamu ini, kenapa kamu begitu ceroboh?
Kamu bahkan tidak membaca dengan baik,
tidak membacanya dengan teliti.
Surat cerai ini bukan surat untuk diceraikan.
Ternyata kamu memang memedulikannya.
Begini, Jenderal Lu.
Kamu bacalah dengan baik dan saksama
puisi yang tersembunyi ini.
Surat ini tidak sah.
Surat cerai ini palsu.
[Surat cerai ini palsu]
Bagaimana?
Bukankah suamimu yang sangat cantik dan berbakat ini,
juga luar biasa cerdas?
Sehari kamu menjadi suami keduaku,
maka selamanya adalah suami keduaku.
Ada banyak pria di dunia ini.
Aku pasti akan tetap memilihmu.
Baik, kalau begitu, aku terpaksa menerimanya.
Masih terpaksa menerimanya?
Kamu bilang kamu ingin tinggal beberapa hari di sini.
Sudah kuputuskan.
Aku ingin bersamamu.
Aku ingin tinggal di sini beberapa hari lagi
bukan hanya karena masalah Serangga Roh.
Tapi, juga karena hewan-hewan itu.
Tuan.
Apa semuanya sudah dibereskan?
Toko obat sudah dibakar.
Tapi, Telinga Panjang tertangkap.
Kemarilah. Kamu sangat lapar, 'kan?
Kamu sudah kenyang, sekarang giliranku.
Lenyapkan semua pengikutmu.
Baik.
Tunggu.
Mereka mengacaukan bisnis.
Buatlah mereka sedikit menderita.
Dahai akan segera kembali.
Kita akan kembali ke Desa Qingquan.
Teman lama, kamu tak berguna kali ini.
Benar.
Ramalan Leluhur Keluarga Lv adalah penipuan.
Jangan bicara omong kosong.
Tapi, Pedang Kayu Tao ini asli.
Begitu pedang keluar dari sarungnya,
maka akan terjadi masalah.
Aku ada urusan.
Mau ke mana?
Arakku habis.
Aku pergi mencari keuntungan.
Dengdeng tidak mengizinkanmu minum arak.
Jika kita tidak mengatakannya,
bagaimana dia bisa tahu?
Aku akan segera kembali.
Jangan sampai bocor.
Kamu biarkanlah anakmu tenang.
Aku tahu.
Baik.
Terima kasih banyak, ya... terima kasih, semuanya.
Orangnya banyak sekali.
Makanan enaknya banyak sekali.
Kemarilah kamu.
Halo, Tuan.
Duduklah di sana.
Halo...
Lama tidak bertemu.
Lama tidak bertemu.
Suku Roh ini
telah banyak menderita demi menutupi identitasnya
dan kembali menjadi manusia.
Entah itu kehilangan nyawa
atau tidak bisa melindungi diri sendiri.
Jika dipikir-pikir, sungguh kasihan.
Sama seperti Nyonya Kedua.
Dia sangat mencintai Kepala Polisi Bai
sampai tidak berani memberitahukan identitasnya yang sebenarnya.
Mungkinkah karena kelahiran mereka berbeda,
ras yang berbeda,
jadi tidak bisa saling mencintai?
Sebenarnya Suku Roh dan manusia sama.
Semuanya dilahirkan dan dibesarkan oleh ayah dan ibu.
Juga tahu cinta, benci, dingin, dan hangat.
Jika terluka, dia bisa mengetahui rasa sakit.
Jika kamu bersikap baik padanya, dia juga akan bersyukur.
Sebenarnya, mereka juga ingin
menjalani hidup yang biasa saja,
serta menjalani hari yang sederhana dan bahagia
bersama orang yang mereka cintai.
Lu Yan, ayo kita bantu mereka.
Bagaimana kamu ingin membantu mereka?
Aku ingin
mencoba energi inti jiwa yang kamu ajarkan padaku untuk digunakan sebelumnya.
Tuan, arak Anda.
Terima kasih.
- Kembalilah bekerja. - Sama-sama.
Pak Tua, aku sudah mengatakan semua yang harus kukatakan.
Kenapa kamu datang lagi?
Tolong!
Cepat lari!
Makhluk macam apa ini?
Nona.
Cepat lari.
- Anda baik-baik saja, 'kan? - Aku baik-baik saja.
Makhluk apa ini?
Tangkap dia!
Tangkap dia!
Ayah.
- Ayah! - Ketua Yu!
- Jangan ke sana. - Ketua Yu.
Ada apa denganmu?
- Ketua Yu! - Ayah!
Xin, ambilkan tandu.
Ketua Yu.
Ayah.
Mereka semua adalah monster!
Tangkap mereka semua!
Tangkap!
Ayah, kamu kenapa?
Pergi!
Ayo pergi.
Ayo pergi.
Cepat.
Ketua Yu.
Lu Yan.
Dia bisa melindungi dirinya sendiri, ayo pergi!
Kenapa kalian diam saja?
Kejar!
Baik!
Wali Kota, jangan takut.
Ada aku.
- Cepat... - Kemari.
Aku sudah mengatur pembatas pada tandu ini.
Hewan-hewan ini sudah aman.
Ada apa dengan ayahku?
Kenapa dia tiba-tiba melukai orang?
Sekarang kita harus segera mencari
tempat singgah yang bisa diandalkan,
agar bisa mengobati Mantan Ketua Desa Yu dengan leluasa.
Sebelumnya, Ayah Keduaku pernah berkata,
setiap kali datang ke Kota Ying,
dia akan singgah di sebuah kuil rusak di luar kota.
Bagaimana jika kita pergi ke sana?
Baik.
Tidak, Dahai.
Dahai masih belum diselamatkan.
Serahkan Dahai padaku. Kalian pergilah dulu.
Baik, kuserahkan Dahai padamu.
Ingat baik-baik.
Setelah menemukan Dahai, harus pergi ke luar kota dengan menyamar.
Harus lebih berhati-hati.
Tenang saja. Serahkan padaku.
Ayo pergi.
Coba periksa di depan!
Baik!
Sebelah sini!
- Ayo... - Minum...
Kenapa malam ini berisik sekali di luar?
Ya.
Kenapa begitu ramai? Sedang apa?
Jangan pedulikan dia, kita minum saja.
Ayo, makan.
Tuan Menantu, kenapa kamu datang kemari?
Kepala Polisi Bai memberi perintah
untuk melepaskan Peng Dahai.
Kenapa? Tidak patuh pada ucapan Kepala Polisi Bai, ya?
Cepat...
Apa kalian sudah tidak patuh pada perkataan Kepala Polisi?
Cepat, kalian akan dipecat.
Cepat lepaskan.
Baiklah...
Ada apa ini?
Apa tidak terlihat?
Bukankah Kepala Polisi sudah berkata melepaskanku?
Aku membobol penjara.
Itu palsu?
Ayo.
Cepat!
Bocah ini.
Ayo.
Siapa suruh kamu memukulku?
[Surat penangkapan]
Semuanya, datang dan lihat!
[Surat penangkapan]
Jika menemukan beberapa orang ini, laporlah ke kantor polisi!
Ada imbalannya!
Ketua Desa Gu,
aku baru saja keluar,
kamu langsung menyuruhku memerankan Lin Chong yang kabur di malam hari.
Ini sangat menegangkan, ya.
Yang lebih menegangkan masih ada di belakang.
Bukan, siapa yang kalian singgung?
Kalian apanya?
Yang benar itu kita.
Mulai hari ini,
kita akan bermain
permainan polisi maling dengan dia.
Polisi maling?
Siapa malingnya?
Kita.
Ayo jalan!
[Surat penangkapan]
Berhenti!
Angkat kepalamu.
Cepat pergi...
Maaf, ya.
Badannya penuh dengan bau alkohol.
Berhenti!
Sungguh sial.
Pergi... cepat pergi!
Tunggu.
Lepaskan syalnya.
Aku menyuruhmu melepaskan syal!
Lepaskan!
[Surat penangkapan]
Ini menular.
Jadi, sebenarnya dia atau bukan?
[Surat penangkapan]
Cukup menarik, ya.
Lepaskan syalnya!
Cepat lepaskan!
Cepat!
Cepat!
Kak Hualian!
Kak Hualian.
- Nona Bai. - Nona Bai.
Kalian saling kenal?
Ini adalah penyelamatku dulu.
Kak Hualian, kamu mau ke mana?
Aku bawa kamu pergi.
Nona Bai.
Jika Anda seperti ini, kami sulit melaksanakan tugas.
Benar.
Jika menyinggungku, apa kamu masih ada pekerjaan?
Ya...
Ayo pergi...
Ayo pergi, Kak Hualian.
Kenapa kamu datang?
Aku membantumu.
- Membantuku? - Ketua Desa Gu...
Kamu adalah...
Aku.
Murid Yu Dengdeng, Peng Dahai.
Bukankah Peng Dahai seorang pria?
Bukan, Nona.
Aku tidak sempat menjelaskannya kepada Anda.
Sederhananya, aku terkena racun Suku Roh,
lalu terkadang berubah menjadi pria dan terkadang menjadi wanita.
Kalian mau ke mana?
Aku bawa kalian pergi.
Kami pergi ke selatan kota.
Apa kamu bisa menyetir?
Aku belum pernah mencobanya.
Aku hanya melihat sopir keluarga kami mengendarai mobil ini setiap hari.
Jika tidak bisa, aku juga sudah paham dengan mengamati.
Duduk yang benar.
Aduh, astaga.
Tapi, kita juga tidak bisa memulainya seperti ini.
Jangan bercanda dengan nyawa.
Jangan bicara lagi, Kak.
Duduk dengan baik.
Nona Bai!
Ketua Yu.
Ayah.
Ketua Yu.
Ayah.
- Tuan. - Ayah.
Hewan-hewan itu sudah dibereskan.
Biar kuperiksa, ayo.
Ada Serangga Roh di tubuh ayahku!
Ayah!
Ayah, kamu baik-baik saja, 'kan?
Ketua Yu!
Ayah.
Ayah.
- Ketua Yu. - Ayah.
Ketua Yu.
Apa yang telah terjadi?
Dengdeng,
Ayah tidak menakutimu, 'kan?
Mantan Ketua Desa Yu,
apa kamu masih ingat bagaimana Serangga Roh ini
bisa masuk ke dalam tubuhmu?
Aku hanya ingat...
[Aku diam-diam menyelinap ke aula perjamuan]
[Di sana ada banyak makanan enak]
[Aku makan, lalu...]
Kenapa aku di sini?
Apa yang telah terjadi?
Ayah Kedua, bantu aku menjaga ayahku.
Pergilah...
Lu Yan, kamu keluarlah sebentar.
Ketua Yu.
Sudah berapa kali aku memberitahumu?
Jangan pergi...
Kamu malah pergi.
Bagaimana ayahku bisa terkena Serangga Roh?
Aku menemukannya dengan susah payah.
Awalnya, kukira setelah kasus ini dibatalkan,
aku bisa membawanya kembali ke Desa Qingquan
untuk menikmati kebahagiaan.
Sepertinya, Suku Roh Telinga Panjang itu tidak membohongi kita.
Raja Serangga ini bisa mengendalikan inang.
Mungkin, tadi di perjamuan, dia ingin
meminjam tangan Mantan Ketua Desa Yu untuk membunuh.
Dia mengacaukan perjamuan
untuk menarik perhatian orang lain.
Trik yang bagus membunuh dengan memanfaatkan orang lain.
Aku tidak bisa membiarkannya mendekati ayahku lagi.
Asalkan sehari saja dia tidak disingkirkan,
ayahku akan semakin dalam bahaya.
Suku Roh di kota
juga akan terus menderita karena diisap oleh Serangga Roh ini.
Kita harus segera menemukannya.
Ada banyak orang di perjamuan hari ini.
Tidak sulit untuk berbaur.
Dia memakai sebuah mantel
dan mengeluarkan suara yang aneh saat berjalan.
Orang yang pernah bertemu dengannya seharusnya memiliki kesan terhadapnya.
Kita bisa pergi ke Kediaman Bai untuk mencari tahu.
Mungkin ada petunjuk.
Kita bisa mencari...
[Semua hukum kosong]
[Suara Buddha tersebar di seluruh negeri]
Baru saja dibicarakan, orangnya langsung muncul.
- Cepat bawa benda ini pergi. - Baik.
Aku pusing jika melihat darah.
Wali Kota, maaf.
Aku benar-benar tidak menyangka
kalau Yu Tanzi itu gila.
Terkadang ulah dari Suku Roh,
terkadang gila.
Kamu lihat tampangnya,
dari sisi mana dia tampak gila?
Benar...
Mungkinkah dia
juga terkena ulat jahat dari Suku Roh?
Anda tenang saja.
Aku pasti akan menyelidiki masalah ini sampai jelas.
Dulu kamu juga bilang begitu.
Di mana tersangka Suku Roh yang kamu tangkap?
Dia sudah mati...
Sudah mati?
Bagaimana dengan buktinya?
Juga tidak ada.
Bukan.
Wali Kota, Anda jangan marah.
Anda jangan marah.
Hati-hati lukamu...
Berikan aku tiga hari, hanya tiga hari.
Aku jamin akan menangkap tersangkanya.
Demi rakyat Kota Ying,
tidak masalah lenganku terluka.
Tapi, yang datang malam ini
adalah orang yang terhormat dan bereputasi.
Jika hal ini diketahui atasan,
apa gunanya kamu menangkap Yu Tanzi?
Seorang pria yang memakai mantel
dan mengeluarkan suara yang aneh saat berjalan?
Sekali lagi.
Reporter itu.
Reporter?
Apa kamu mengenalnya?
Aku tidak mengenalnya.
Tapi, saat di perjamuan,
aku melihatnya mengendap-endap.
Sedikit saja aku lengah, dia menghilang begitu saja.
Selain itu, ekspresinya juga cukup aneh.
Jadi, aku mengingatnya.
Tapi, ada begitu banyak kantor surat kabar di kota.
Jika dicari dari kantor ke kantor,
mungkin akan membutuhkan waktu beberapa hari.
Tidak perlu seperti ini.
Selama ini, jika di kediaman kami ada perjamuan,
reporter-reporter datang untuk meliput
adalah hal yang biasa.
Jadi, mereka membutuhkan dokumen untuk keluar masuk.
Selain itu, juga perlu mendaftar.
Aku akan kembali dan melihat daftar nama perjamuan dulu.
Sebelumnya, Mantan Ketua Desa Yu bilang,
dia mengeluarkan suara yang aneh saat berjalan.
Saat itu, aku merasa ada yang aneh.
Tapi, jika dipikir kembali,
kemungkinan besar dia memasang kaki palsu dari kayu.
Nona Bai.
Jika kamu menemukan
kantor surat kabar tempat reporter ini bekerja,
mungkin petunjuk ini akan berguna.
Baik, aku akan mencari tahu.
Kalian tunggu kabarku saja.
Terima kasih, Nona Bai.
[Jalan An'chang nomor 219]
Benar, di sini tempatnya.
[Cantik]
Seorang reporter kecil
bisa-bisanya sanggup tinggal di rumah sebesar ini.
Suatu hari, aku akan meminta saudara-saudara di Desa Qingquan
untuk tinggal di sini dan bersenang-senang.
Dewi, kamu memang hebat.
Bagaimana kamu menemukannya?
Bukankah ini berkat Nona Bai?
Tapi, tidak masalah jika ulat ini menindas orang.
Mereka tidak memiliki punya otak.
Memilih inang juga tidak memilih seluruhnya.
Ada banyak ulat berkaki panjang.
Tapi, tidak banyak wartawan yang berkaki kayu.
Ayo.
Tempat ini
rasanya sudah lama tidak ditinggali.
Raja Serangga ini
biasanya menggunakan identitas reporter sebagai pelindung.
Sedangkan reporter memiliki ruangan gelap
untuk mencuci foto.
Di sana ada jejak kaki.
Ayo kita periksa.
Makhluk apa ini sebenarnya?
Tak disangka kalian datang kemari secepat ini.
Kami bertiga, kamu sendirian.
Cepat menyerah pada kami.
Mungkin kita bisa menghukummu lebih ringan.
Diam!
Tuan, dia sedang menyerap energi inti jiwa Serangga Roh itu.
Kejar.
Aku sudah mempersiapkannya sejak awal.
Bagaimana?
Panah seorang Yu Dengdeng tidak pernah memeleset.
Serbuk tulang rawan di Desa Qingquan tidak bisa ditutupi.
Dewi memang berani dan punya strategi, ayo pergi.
Permisi...
Permisi....
Itu buronan, kejar!
Kejar!
- Permisi! - Berhenti!
Jangan lari!
- Cepat! - Berhenti!
- Berhenti! - Minggir! - Berhenti!
Pengejaran ini
tidak akan ada habisnya.
Apa yang orang-orang berengsek ini
lakukan?
Berhenti!
Berhenti!
[Perusahaan Pakaian Jinghua]
[Jam Huasheng]
Lu Yan, ada yang mengikuti! Cepat selesaikan!
- Tuan! - Tembak!
Awas!
Kerja bagus.
Ayo pergi.
Bangun.
Cepat.
Setiap hari asyik membersihkan kayu itu.
Bukankah itu hanya tongkat kotoran?
Kamu benar-benar menganggapnya sebagai pedang berharga?
Menurutku, lebih baik kamu melemparkannya ke api,
bisa membantu menghangatkan semua orang.
Generasi muda yang bodoh.
Pedang ini adalah senjata kuno.
Ini adalah Pedang Tujuh Bintang Berharga Yinglong.
Ketua Yu!
- Ketua Yu! - Paman Yu.
Ketua Yu!
Paman Yu.
Ketua Yu.
Guru Senior.
Dewi, sekarang kita masih ditahan.
Bukankah terlalu dini untuk membeli barang-barang ini untuk merayakannya?
Kamu tidak mengerti.
Begitu Raja Serangga mati, penyakit ayahku akan hilang,
hatiku akan merasa lega.
Dengan sifatnya,
sekarang pasti mencari arak di halaman.
[Suara Buddha tersebar di seluruh negeri]
[Disebut sepuluh macam akar kebaikan]
Nanti kita suguhkan daging untuknya.
Sangat menyenangkan.
Akhirnya kalian kembali.
Ayah Kedua, bagaimana keadaan ayahku?
Apa dia sudah kembali bugar dan bersemangat?
Bersemangat apanya? Cepat lihat!
[Suara Buddha tersebar di seluruh negeri]
[Disebut sepuluh macam akar kebaikan]
- Ayah! - Paman Yu.
Ayah.
Kenapa bisa begini?
Kenapa masih ada Serangga Roh di tubuh ayahku?
Reporter Shao jelas-jelas mati di hadapan kita.
Jangan-jangan, bukan Raja Serangga yang mengendalikan Serangga Roh ini?
Bagaimana ini?
Ketua Yu.
Ayah.
Gawat.
Kenapa bisa begini?
Ayah.
Ayah.
[Disebut sepuluh macam akar kebaikan]
Tuan, apa yang sedang Anda pikirkan?
Dari Kota Gui sampai perjamuan,
selalu ada orang yang bertindak lebih dulu daripada kita.
Aku selalu merasa di belakang Raja Serangga
ada tangan yang tidak terlihat
yang mengendalikan semua ini.
Lalu, siapa yang Anda curigai?
Selama bertahun-tahun,
tidak sedikit orang yang menginginkan energi inti jiwa.
Tapi, orang yang berusaha keras
dan mempertaruhkan nyawa Suku Roh
hanya ada satu.
Maksud Anda Zhu Rong?
Dia bersembunyi di kegelapan.
Jika ingin memaksanya muncul,
mungkin harus dimulai dari Raja Serangga.
Xin, aku akan selidiki kematian reporter itu.
Lalu, kuserahkan Dengdeng dan Mantan Ketua Desa Yu padamu dulu.
Baik, Tuan.
Nyonya Kedua, apa ada yang ingin kamu katakan?
Tuan Lu.
Aku ingin...
Aku ingin meminta bantuanmu.
Belakangan ini, tubuhku semakin lemah.
Aku ingin meminta Anda membawaku masuk ke kota.
Aku ingin mengucapkan perpisahan terakhir kepada Tuan Besar.
Jika harus mati, aku juga ingin mati di sisi Tuan Besar.
Aku mohon padamu, Tuan Lu.
Baiklah, aku berjanji padamu.
Terima kasih, Tuan Lu.
- Paman Yu. - Guru Senior.
Paman Yu.
- Ayah. - Guru Senior.
Ini.
Guru Senior.
Ayah!
- Ketua Yu! - Paman Yu.
Ayah, ada apa denganmu?
Ayah, tenanglah.
Ayah.
- Paman Yu! - Guru Senior.
Beixi!
- Cepat... - Ayah! Gu Beixi!
Ayah.
Bagaimana ini?
Ada apa denganmu?
Aku akan mencari Tuan.
Sudah tidak sempat.
Paman Yu.
Aku saja.
Kalian bantu aku menekannya.
Paman Yu!
Guru...
Dengdeng!
Guru Senior.
Dewi.
Lebih baik lupakan saja, Dengdeng.
Aku coba sekali lagi.
Pasti bisa.
Dengdeng, dengarkan nasihat Ayah Kedua.
Tubuhmu tidak akan tahan, Dengdeng.
Dengdeng.
Dengdeng.
- Dewi. - Guru...
Dengdeng, kamu sudah berusaha.
Dengarkan Ayah Kedua, jangan lakukan lagi.
Kalian jangan menasihatiku.
Dewi, kamu tidak akan bisa bertahan jika terus seperti ini.
Dengdeng.
Keluar!
Keluar!
Keluar!
Keluar!
Dengdeng, dengarkan nasihat Ayah Kedua.
Kamu sudah berusaha, Dengdeng.
Ayah Kedua.
Kamu jangan menasihatiku.
Saat ibuku pergi, aku masih kecil.
Aku tidak bisa melakukan apa pun.
Sekarang aku sudah bersusah payah menemukan ayahku,
aku tidak bisa kehilangan dia begitu saja.
Tapi, tanpa menunggu ayahmu bangun,
kamu sudah tumbang.
Jika Ketua Yu sudah sadar, bagaimana aku menjelaskannya,
Dengdeng?
[Thousand Years For You]
♫Apabila♫
♫Perasaan cinta bisa direspon♫
♫Kerinduan pasti ada♫
♫Suaranya♫
♫Di dalam hidup ini,♫
♫Semua pemandangan terindah♫
♫adalah hal yang♫
♫berhubungan denganmu♫
♫Saat dua hati saling berdekatan♫
♫Saat seluruh dunia dikuasai olehmu♫
♫Aku akan memanggil namamu dengan sekuat tenaga♫
♫Sampai kamu menjawabku♫
♫Kamu adalah satu-satunya♫
♫Pemandangan yang mendekatiku♫
♫Pertemuan ini membuatmu merasakan empat jenis musim♫
♫Takdir diukir menjadi kisah cinta♫
♫Betapa beruntungnya diriku♫
♫Bisa memutuskan suatu hal untukmu♫
♫Saat dua hati saling berdekatan♫
♫Saat seluruh dunia dikuasai olehmu♫
♫Aku akan memanggil namamu dengan sekuat tenaga♫
♫Sampai kamu menjawabku♫
♫Kamu adalah satu-satunya♫
♫Pemandangan yang mendekatiku♫
♫Pertemuan ini membuatmu merasakan empat jenis musim♫
♫Takdir diukir menjadi kisah cinta♫
♫Betapa beruntungnya diriku♫
♫Bisa memutuskan suatu hal untukmu♫
[iQIYI]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.