Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Karya iQIYI]
♫Keharmonisan antara langit dan bumi tersebar♫
♫Salju yang putih mulai bermekaran♫
♫Ribuan tahun seperti batu ambar yang abadi♫
♫Obsesiku terus ada♫
♫Hari senja yang kejam sudah tiba, begitu juga dengan kekacauan♫
♫Takdir di masa lampau, sulit dilupakan♫
♫Air mata mengalir terhadap kisah cinta yang dalam♫
♫Berkumpul menjadi laut penderitaan♫
♫Karma terus berputar♫
♫Perasaan terus ditutupi♫
♫Cinta dan kebencian terus dicerahkan♫
♫Mengikuti diriku♫
♫Melindungimu, menjauhimu, aku berteriak♫
♫Tidak akan melepaskanmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang menatapmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang membarakanmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang berlari menujumu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang ingin memasuki hidupmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
[Thousand Years For You]
[Episode 19]
Ini...
Ayah mertua.
Tentu saja kamu sendiri tahu
bagaimana temperamen putrimu sendiri.
Apa aku bisa menghalanginya?
Ada satu hal yang bahkan diriku tidak berani mengatakannya.
Pria berengsek itu.
Dia hampir saja membunuh putrimu.
Apa katamu?!
Bagaimana kamu berbicara, Gu Beixi!
Lancang sekali dia!
Aku keceplosan.
Ayah.
Dia asal bicara.
Tidak ada hal seperti itu.
Jangan bicarakan aku dulu, ceritakan tentangmu.
Ada apa denganmmu?
Aku menyuruh Lu Yan menyelidiki kasus orang hilang itu.
Kenapa kamu bisa terlibat di dalamnya?
Kasus orang hilang apanya!
Semua ini adalah ulah dari Serangga Roh.
Kamu tahu tentang Serangga Roh?
Tentu saja aku mengetahuinya.
Serangga Roh itu juga mencari masalah denganku.
Mantan Ketua Desa Yu.
Saat ini Peng Dahai diakui oleh Kepala Polisi Bai
sebagai pelaku dalam kasus orang hilang Suku Roh ini.
Saat ini, dia sedang dikurung di kantor polisi.
Aku berharap,
kamu bisa mengatakan segala yang kamu ketahui.
Dengan begitu, kita bisa membuktikan bahwa Peng Dahai tidak bersalah secepatnya.
Aku hanya akan
menceritakannya kepada putriku saja.
Keluar.
Ayah.
Keluar!
Kita harus melindungi Dahai. Kamu...
Dengdeng.
Tidak masalah.
Kalau begitu, aku keluar dulu.
Bukan, Lu Yan.
Kamu jangan marah.
Bukan, Pak Tua Yu memang seperti ini.
Aku akan pergi mencarimu nanti.
Kamu jangan memasukkannya dalam hati.
Bukan, Ketua Yu.
Kenapa kamu sudah berumur masih begitu keras kepala?
Duduk.
Aku bilang padamu.
Tiga bulan yang lalu,
Suku Roh datang untuk meminta bantuan padaku.
Mereka bilang ada orang yang hilang.
Awalnya, aku tidak peduli.
Kemudian, aku menemukan
bahwa di Kota Gui
dan juga Kota Ying,
orang yang menghilang semakin banyak.
Ada berapa banyak orang?
Tidak kurang dari seratus orang.
Suatu hari, aku menemukan
seorang Suku Roh
yang habis dimakan oleh Serangga Roh.
Saat itu, tubuhnya
sangatlah lemah.
[Tubuhnya hampir menjadi transparan]
[Aku mengeluarkan segala yang kupelajari]
[juga tidak bisa menghentikan energi inti jiwanya menghilang]
Ada sesuatu yang sedang
memakan energi inti jiwa di dalam tubuhmu.
Aku tidak bisa membantumu.
Maaf, ya.
Gui...
Kota Gui.
Pe... Penginapan Changle.
U... ulat.
Aku menyadari
bahwa kasus orang hilang ini
bukanlah sebuah kasus penculikan,
melainkan Suku Roh yang energi inti jiwanya habis dimakan oleh Serangga Roh.
Jadi,
kamu pergi mencari tahu hal ini di penginapan itu?
Seusai aku pergi, aku menemukan
bahwa semua Serangga Roh itu
dijual oleh bos dari Penginapan Changle.
Namun, dengan kekuatan yang dia miliki,
dia pasti tidak mampu memelihara ulat seperti ini.
Jadi, seusai mengetahui cara membelinya,
lalu aku
[mengikuti petujuk mencari tahu masalahnya]
Silakan.
[Penginapan Changle]
[Penginapan Changle]
Pelanggan, apa yang ingin Anda minum?
Apa ada arak?
Pelanggan, apa Anda sedang bercanda?
Jika sebuah penginapan tidak ada arak,
bagaimana bisa namanya penginapan?
[Penginapan Changle]
Arak sorgum, arak millet,
arak putih yang kuat, arak maotai.
Terserah Anda memilihnya.
Aku mau arak rumput ulat.
Tidak mau rumput dan juga araknya.
[Penginapan Changle]
Pergi.
Pelanggan.
Orang akan mabuk seusai minum arak ini.
Biasanya hanya dijual kepada Suku Roh, tidak kepada manusia.
Ini adalah aturannya.
Hari sudah larut, toko sudah akan tutup.
Kamu pergi saja.
Mau berapa banyak?
50 ekor.
Lima...
Baik, pelanggan.
Anda pergi jalan-jalan di luar lebih dulu.
Seusai aku menyiapkan barangnya,
kamu kembali setelah dua jam.
[Aku tahu dia tidak punya Serangga Roh sebanyak itu,]
[maka dia pasti akan pergi mencari atasannya untuk mengambil barang]
[Jadi, setelah keluar,]
[aku terus mengawasinya di sekitar]
Hari sudah larut, berhati-hatilah.
Arak malam ini lumayan bagus.
Hari sudah larut, semuanya baik-baik saja.
Pergi dulu, ya.
Datang lagi, ya.
[Sudah tutup pintu, tapi masih menyalakan lampion?]
[Itu pasti adalah kode penghubung mereka]
Mungkin saja.
Menurutmu,
kenapa sudah musim gugur nyamuknya masih sebanyak ini?
Gatal.
Kenapa?
Sebelah kiri.
Seluruh tubuhku rasanya gatal.
Ini tidak ada hubungannya dengan nyamuk, 'kan?
Sudah saatnya mandi.
Apa aromanya?
Kulit kepalaku.
Apa sudah lebih baik?
Sudah lebih baik, 'kan?
Bagaimana kelanjutannya?
[Rumah Kedamaian]
[Rumah Kedamaian]
[Penginapan Changle]
Siapa kamu? Berani-beraninya membunuh orang?
[Penginapan Changle]
Jangan kabur!
Jangan kabur!
Kabur satu, datang lagi satu.
Apa kamu pikir aku mudah dihadapi?
Perasaanku tidak mungkin salah.
Masalahnya
memang seperti itu.
Pria yang memakai jubah itu.
Besar kemungkinan
jubah yang dipakainya itu
kurang lebih sama dengan yang dipakai Lu Yan.
Dia bilang aku adalah pelakunya.
Aku merasa dialah pelakunya.
Ayah, jangan asal bicara.
Lu Yan tidak mungkin melakukan hal seperti itu.
Aku percaya dengannya.
Kamu mandi dulu saja.
Aku akan tanyakan padanya.
Jangan sampai kamu ditipu oleh orang berengsek itu.
Benar-benar wanita yang sudah besar dan tidak mendengar perkataan keluarga lagi.
Gatal lagi?
Kiri.
Kanan.
Bagaimana kalau kamu mandi saja?
Lu Yan.
Lu Yan.
Kamu baik-baik saja, 'kan?
Kamu jangan marah.
Ayahku hanya bicaranya yang sedikit menusuk.
Sebenarnya dia orang yang sangat baik.
Kamu jangan memasukkannya dalam hati.
Aku bilang padamu...
Tidak apa-apa.
Aku sudah mendengar hal yang kalian bicarakan.
Mari, coba kamu baca ini dulu.
Buku akun?
[Buku akun]
Aku merasa
penjualnya tidak hanya satu orang.
[Penginapan Ping'an]
[Perusahaan Jiufu]
Mantan Ketua Desa Yu bilang
berdasarkan temuannya selama tiga bulan terakhir ini,
jumlah orang yang menghilang tidak kurang dari seratus orang.
Namun, di dalam buku akun ini,
hanya ada belasan informasi transaksi.
Jadi, aku merasa
ada toko lain di dalam Kota Gui
yang menjual Serangga Roh itu.
Namun, ada begitu banyak toko di Kota Gui.
Jika mencari seperti ini,
itu adalah hal yang sulit dilakukan.
Lampion.
Benar.
Jika lampion adalah kode penghubung mereka,
maka malam ini...
Kalau begitu, malam ini kita cari sebuah tempat tinggi di Kota Gui.
Kita lihat saat jam 11 malam,
toko mana yang akan menggantung lampion setelah tutup.
Kemudian, kita akan mengikuti petunjuk untuk menemukan penjual utamanya
dan membuktikan ketidakbersalahan Dahai.
Kalau begitu, kita akan berangkat malam ini.
Ketua Yu.
Kamu masih belum sembuh.
Tidak boleh makan makanan yang berminyak.
Jangan makan lagi, mari.
Makanlah semangkuk bubur ini.
Yang patuh.
Ada-ada saja.
Jika memesan dua kati daging sapi dengan seporsi mantau,
maka aku akan pulih dengan cepat.
Apakah aku harus membawakan seteko
arak Kota Ying yang sudah bertahun-tahun?
Itu akan lebih baik.
Ada peribahasa yang mengatakan,
daging tanpa arak,
lebih baik diberikan kepada anjing saja.
Bicaralah yang serius.
Beixi bilang kamu ada urusan mencariku?
Apa ini urusannya?
Ada urusan, bicara sambil duduk.
Aku masih harus pergi menyelidiki kasus.
Aku akan membawakan seguci arak untukmu setelah pulang.
Tunggu.
Aku tanya padamu.
Bagaimana kamu bisa mengenal bocah yang bermarga Lu itu?
Aku...
Aku menikahinya secara resmi.
Kami bahkan sudah melakukan ritual upacaranya.
Dia adalah menantu bermartabat
yang tinggal bersama wanita di Desa Qingquan.
Menikah secara resmi?
Lihat betapa bahagianya dirimu.
Apa kamu tahu
orang yang kamu nikahi itu adalah seorang pembunuh?
Apanya pembunuh? Siapa yang membunuh?
Bukankah waktu itu dia ingin membunuhmu?
Ketua Yu, jangan khawatir.
Lihat aku.
Bukankah aku baik-baik saja berada di hadapanmu?
Aku jujur saja pada Anda.
Dia...
bilang tubuhku memiliki pil inti jiwa.
Dia membunuhku karena ingin mengambil pil itu.
Kemudian, dia mengatakan bahwa aku adalah Dewi Gagak Emas.
Dia melindungiku setiap hari.
Apanya Dewi Gagak Emas?
Kamu adalah putriku!
Jangan dengarkan bocah bermarga Lu itu asal bicara.
Dasar.
Masalah sudah seperti ini,
Anda jangan menutupinya dariku lagi.
Kebetulan, aku punya banyak pertanyaan
yang ingin kutanyakan pada Anda.
Katakanlah.
Apakah aku adalah putri kandung Anda dan ibu?
Tentu saja.
Ibumu mengandungmu sepuluh bulan.
Ayah membesarkanmu
sedikit demi sedikit dengan susah payah hingga hari ini.
Bagaimana bisa kamu bukan anakku?
Jangan dengar dia asal bicara.
Kalau begitu, ini apa?
Anda adalah seorang Pemburu Roh.
Seharusnya energi inti jiwa milik Suku Roh
tidak mungkin tidak Anda kenali, 'kan?
Putriku.
Apakah bocah bermarga Lu itu juga yang mengajarimu ini?
Jadi,
semua yang Lu Yan katakan itu benar?
Aku adalah Suku Roh.
Dengdeng.
Karena kamu sudah besar,
kalau begitu Ayah
akan memberitahumu masa lalumu.
Waktu itu...
Aku dan ibumu
bertemu denganmu di tepi Gunung Qingquan.
Kami melihat kamu sendirian berada di tepi gunung.
Lalu, kami membawamu pulang.
Putri kami meninggal lebih awal.
Jadi, kami memutuskan untuk mengadopsimu.
Sejak saat itu,
kamu selalu tidur di dalam pelukanku.
Kamu akan menangis jika aku melepaskanmu.
Kamu akan tertawa dan tersenyum ketika aku memelukmu.
Porsi makanmu juga banyak.
Selama bertahun-tahun,
Ayah terus menutupinya darimu.
Itu karena...
Itu karena aku ingin
kamu bisa tetap hidup dengan selamat.
Menikah ketika sudah dewasa.
Pantas saja.
Kenapa tenagaku bisa lebih besar dari orang lain?
Selain itu, porsi makanku juga lebih banyak dari orang lain.
Anda selalu bilang
aku ini adalah reinkarnasi dari orang bodoh yang kelaparan.
Sekarang,
kamu sudah besar.
Setelah mengenal bocah bermarga Lu itu, kamu tidak mau mengakui Ayah lagi?
Siapa bilang aku tidak mengakui Ayah lagi?
Ketua Yu.
Kamu jangan khawatir.
Entah itu Suku Roh
ataupun Dewi,
seumur hidupku,
aku akan menjadi putri Anda selamanya.
Seumur hidup ini, aku hanya akan mengakuimu.
Ayah percaya.
Ayah percaya.
Ketua Yu, ada apa?
Kotor sekali.
Sudah, aku juga sudah selesai bertanya.
Aku sudah harus pergi.
Aku sudah harus pergi menyelidiki kasus.
Putriku.
Bukankah kamu bisa menyuruh bocah bermarga Lu itu pergi sendiri saja?
Untuk apa kamu pergi?
Tidak bisa seperti itu.
Dia adalah suami kedua yang aku nikahi.
Dia begitu tampan,
bagaimana jika dia sampai direbut oleh orang lain?
Aku masih harus membawanya pulang ke Desa Qingquan.
Ditambah lagi,
Peng Dahai adalah muridku.
Aku harus pergi menolongnya sendiri.
Jangan khawatir lagi, Ketua Yu.
Aku juga berjanji pada mereka
untuk menolong Nyonya Kedua mereka.
Bukankah dulu kamu mengajariku?
Segala kesulitan yang ditemui pasti bisa dilewati.
Setiap jalan yang ditemui pasti bisa dijalani.
Aku pergi dulu.
Pergilah.
Pulang lebih awal.
Baik.
[Obat pembunuh ulat]
[Dekorasi Lampu Terang]
Pergi ke Kota Gui kali ini,
jangan keras kepala seperti waktu itu lagi.
Tenang saja. Kali ini, aku akan mendengarkanmu.
Da Qian?
Aku tidak salah melihat, 'kan?
Kenapa Da Qian bisa di sini?
[Shuijiali]
[Toko Tianxiang Weibao]
- Kak Da Qian. - Da Qian.
Kita bersiap untuk bertindak saja.
Coba kamu katakan lagi padaku
kekuatan prajurit dan peralatan milik Kediaman Bai yang berhasil kamu ketahui.
Ada 40 orang polisi kediaman, 80 buah senapan panjang,
dan 20 buah senapan mesin.
Lalu, ada 300 buah granat.
Bagaimana dengan kita?
Kita...
ada 15 orang anggota.
Tiga buah pistol.
12 buah parang.
Ada yang kurang dari hitunganmu.
Bagaimana dengan tongkat apiku ini?
Anda memikul pedang berharga ini
dari atas gunung sampai turun gunung.
Kegunaannya sama sekali tidak terlihat.
Orang dari Kediaman Bai
semuanya membawa pistol di tubuh mereka.
Pedang berharga Anda ini
bukan apa-apa.
Bagaimana kalau begini saja?
Kita langsung menyerang mereka hingga kalang kabut.
Mungkin saja kekuatan kita masih bisa sebanding.
Benar.
[Coca Cola]
Jangan ribut.
Kalian belajarlah sedikit.
Ingat.
Jangan selalu berpikir segala sesuatu yang terjadi bisa membuat keajaiban besar.
Semuanya harus menggunakan otak, mengerti?
Pakai pakaian anti peluru yang aku rajut sendiri.
Lakukan dengan cepat.
Ini bagus, lihatlah.
Ini namanya punya otak.
Benar.
Aku sendiri yang membuat ini.
Setidaknya sedikit berguna.
Ini sudah sangat berguna.
Terkadang aku bahkan ingin bersujud untuk diriku sendiri.
Aku sudah terlalu berbakat.
Sudah terlalu berbakat.
Apa sudah selesai dipakai?
Sudah selesai.
Baik, ayo pergi.
Ayo.
Ayah Kedua?
[Toko Tianxiang Weibao]
Dengdeng?
- Ketua Pertama. - Ketua Pertama.
Kenapa belum pergi menolongmu,
kamu sudah keluar sendiri?
Benar.
Kenapa kalian semua datang?
- Kami datang untuk menolongmu. - Benar.
Benar.
Kalian tidak memberitahuku jika datang ke Kota Ying.
Aku mencari tahu kalian
sudah menjadi tahanan yang dicari.
Benar.
Kalian juga ditahan di Kediaman Bai.
Jadi, kami kemari untuk menolongmu.
Bukankah aku baik-baik saja?
Selain itu,
aku sudah menemukan ayahku.
Mantan Ketua Desa?
Di mana dia?
Sekarang ada di Kediaman Bai.
Tapi, aku tidak bisa menjelaskannya sekarang.
Begini saja, Ayah Kedua.
Kamu pergi ke Kediaman Bai lebih dulu.
Cari seseorang untuk memberi tahu Gu Beixi.
Saat ini dia sangat hebat.
Dia adalah calon menantu dari Kediaman Bai.
Dia sangat dipandang.
Benarkah?
Saudara-saudara yang lain kembali ke desa dulu.
Tunggu perintah dariku.
Jangan menyuruh kami pulang.
Lakukan apa yang disuruh.
Kenapa banyak omong?
Baiklah.
Setiap hari begitu tidak patuh.
Sudahlah, sudah saatnya kita pergi.
Baiklah.
Ada urusan penting yang harus kulakukan.
Aku pergi dulu.
Jaga keselamatanmu, nak.
Hati-hati.
Tenang saja.
Ketua Pertama, jaga keselamatanmu.
Hati-hati.
Ketua Pertama, pelan-pelan.
Kamu harus berhati-hati.
[Coca Cola]
Jaga keselamatanmu.
Semuanya jangan ribut.
Apa yang kalian katakan?
Jangan ribut lagi.
Jangan berdiri di sini lagi.
Apa bisa menangis?
Ayo pergi.
Ayo pergi.
Sia-sia saja datang kemari.
Ayo pulang.
Cepat pergi.
Cepat
Ke sebelah sini.
[Shuijiali]
Di sini.
Di sini.
Di sini.
Baik, ayo pergi.
Xin.
Apakah masih belum ada lampion yang menyala?
Belum, aku sedang mengawasinya.
Seharusnya dugaan kita tidak mungkin salah, 'kan?
Tunggu lagi saja.
Xin.
Kamu kemari dan duduk dulu saja.
Baik.
Tuan.
Dewi.
Kalian terlihat seperti pasangan yang harmonis.
Kalian benar-benar cocok dan sangat mirip seperti suami istri.
Aku senang mendengar ini.
Coba kamu katakan lebih spesifik lagi.
Lihat, ya.
Dewi terlihat cantik, berbakat, dan mandiri.
Tuan terlihat elegan dan berpendidikan.
Jangan lihat sifatnya...
Apa yang kamu lakukan? Biarkan dia bicara.
- Xin. - Para tamu.
Para tamu.
Maaf, kami benar-benar sudah mau tutup.
Bukankah ada yang bilang ada uang semuanya bisa dilakukan?
Hal ini berlaku di segala tempat.
Berikan dua kati arak putih yang bagus lagi.
Pelanggan, benar-benar tidak bisa.
Kami sudah selesai bersih-bersih.
Kalian benar-benar harus pergi.
- Kalau begitu, kami... - Dengdeng.
Ayo kita pergi.
Kami pergi dulu, ya.
[Baochengyin]
Hati-hati.
Jangan gegabah.
Mungkin saja dia sudah mengubah wajahnya.
Penyelundup ulat ini sudah terlalu licik.
Dia malah memanfaatkan anak kecil untuk melakukan hal tak bermoral seperti ini.
Orang yang bijaksana tidak peduli dengan tempat tinggalnya.
Kesepakatan bisnis Serangga Roh ini
sudah membuat seluruh orang di Kota Ying menjadi panik.
Satu-satunya yang bisa menjamin agar tidak terjadi kebocoran
adalah dengan melakukan bisnis ilegal seperti ini.
Toko obat ini
malah dibuka di sebuah tempat yang paling ramai.
Dia bahkan masih melibatkan anak kecil.
Aku merasa,
ini bukanlah hal yang bisa dia pikirkan sendiri.
Setelah menangkapnya, kita baru tanyakan dengan spesifik lagi.
Aku ingin melihat,
apa yang sedang mereka lakukan!
Pergi dan datang dengan terburu-buru.
Dewi Monyet naik ke istana langit.
Memohon padanya untuk memberikan sedikit angin.
- Agar rasa panas ini bisa pergi. - Ayo.
Orangnya sedang
menyiapkan barangnya.
- Maju! - Maju!
Mau kabur ke mana?
Berani mempermainkanku?
Tuan.
Di mana Lu Yan?
[Gandum Telinga Tujuh]
[Cistanche]
[Gandum Telinga Tujuh]
[Cistanche]
[Biji Teratai]
Kamu sudah bersembunyi sangat lama, 'kan?
Apa yang kamu jual tadi itu?
Toko obat
tentu saja menjual obat herbal yang menyembuhkan.
Tuan.
Tidak disangka.
Di balik toko obat ini
terhubung sebuah gudang sebesar ini.
Untung saja, kamu menemukannya tepat waktu.
Jika kamu mengatakannya dengan jujur,
mungkin aku masih bisa mengampuni hidupmu.
Aku...
[Buah Haw Gunung]
Aku tidak tahu apa yang sedang kamu katakan.
Kalian...
Kalian menindas rakyat baik.
Apakah tidak ada hukum lagi?
Kamu menjual racun yang membunuh orang.
Kamu takut dicari hantu gentayangan
sehingga melarikan diri, 'kan?
[Buah Haw Gunung]
Bagaimana kalau seperti ini saja.
Kita tangkap dia, baru diinterogasi lagi.
Tuan, Dewi.
Bagaimana kalau kita kembali untuk memeriksanya?
Mungkin saja Serangga Rohnya masih ada di dalam toko obat ini.
Masuk akal.
Toko obatnya kebakaran! Kebakaran!
Cepat padamkan api!
Cepat padamkan api!
Tolong!
Kebakaran!
Tolong kemari.
- Tolong! - Tuan.
Ayo kita padamkan apinya.
Tidak perlu pergi lagi.
Bawa dia ke Kediaman bai.
Tolong!
Tolong! Padamkan apinya!
Cepat padamkan apinya!
Cepat tolong!
Kebakaran!
Kebakaran!
Shiqi.
Hari ini adalah hari ulang tahunmu.
Ditambah, kasus ayah akan segera terselesaikan.
Hari ini adalah hari yang baik.
Bagaimana kalau kita menggunakan kesempatan ini
untuk menetapkan masalah pernikahanmu dengan Gu Beixi saja?
Bukan, Ayah.
Masalah ini tidak perlu buru-buru.
Kenapa kamu
tidak ingin buru-buru lagi?
Kudengar Gu Beixi
selalu bergaul dengan orang di Taman Barat itu.
Entah apa yang dia pikirkan.
Apakah dia mengabaikanmu?
- Tidak. - Kamu merasa tidak senang,
jadi tidak ingin menikah dengannya?
Aku akan memanggilnya kemari dan menghajarnya.
Ayah.
Aku jujur saja padamu.
Gu Beixi,
sudah memiliki orang yang dia cintai.
Gu Beixi.
Bocah ini benar-benar tidak bisa melihat.
Tidak tahu diri.
- Gu Beixi. - Bai Shiqi.
- Kamu duluan. - Kamu duluan.
Kalau begitu,
aku katakan dulu.
Shiqi,
Kita berdua
memang memiliki perjanjian pertunangan sejak kecil.
Akan tetapi, aku tumbuh besar bersama Dengdeng sejak kecil.
Dia sudah tinggal terlalu lama di hatiku.
Aku tidak bisa menerima orang lain lagi.
Maaf.
Aku sudah membicarakan masalah membatalkan pernikahan dengan ayahmu.
Terima kasih kamu sudah membantuku.
Tidak perlu berterima kasih.
Selain itu, kamu tidak perlu merasa bersalah padaku.
Kamu sama sepertiku.
Kita hanya orang yang berjuang
di dalam sebuah perasaan yang tidak punya harapan.
Selain itu, aku merasa
rasanya cukup baik mencintai seseorang.
Aku akan meninggalkan Kediaman Bai besok.
Lupakanlah aku.
Mulailah hidupmu yang baru.
Bagaimana jika aku tidak bisa melupakannya?
Bagaimana mungkin?
Kamu seorang nona kesayangan yang terhormat.
Aku seorang pria yang kasar.
Kamu akan melupakanku secara perlahan seiring berjalannya waktu.
Jaga dirimu.
Baiklah.
Terima kasih.
Silakan masuk.
Mari, silakan masuk.
Sudah datang.
Selamat.
Selamat datang.
- Silakan masuk. - Adik Liu.
Terima kasih.
Selamat datang.
Silakan masuk.
Terima kasih.
- Silakan. - Selamat.
Terima kasih karena sudah datang.
Jangan sembarangan bergerak dan tetap patuh!
Bawa turun.
Silakan masuk.
Terima kasih.
Jangan bergerak.
Terima kasih.
Masuklah dulu.
Tetap patuh.
- Bukan. - Kepala Polisi Bai.
Pendekar Wanita, tindakanmu tidak tepat.
Ini adalah acara ulang tahun putriku.
Seluruh tamu terhormat sudah datang.
Apa maksudmu ini?
Ingin membuat masalah?
Xin.
Apa...
Jenis apa ini?
Dia adalah Suku Roh Telinga Panjang.
Kami menemukan bahwa
dia berhubungan dengan transaksi Serangga Roh.
Untuk kasus orang hilang di kota
juga pasti berhubungan dengannya.
Ini sedikit menarik.
Tidak mirip kelinci, tidak mirip keledai.
Gigimu cukup bagus.
- Jangan bergerak.- Baiklah.
Aku kagum.
Kali ini, kamu membuat jasa yang besar.
Tentu saja, Kepala Polisi Bai.
Hari ini adalah acara ulang tahun Nona Bai.
Ditambah, Anda sudah memecahkan kasus.
Ini
adalah hal baik yang bertubi-tubi.
Sungguh hal yang baik.
Menurut Anda, bukankah muridku
Peng Dahai...
Sudah bisa dilepaskan.
Tidak perlu begitu buru-buru, 'kan?
Lihatlah,
di mana buktinya?
Benar, 'kan?
Di mana pengakuannya?
Aku sudah menangkap orangnya kemari
apa takut tidak ada pengakuannya?
Kalau begitu,
kalian yang menangkap orangnya.
Bagaimana jika kalian sekadar menangkap di jalanan?
Bukan aku tidak percaya padamu.
Hal yang terpenting adalah aku tidak punya bukti.
Nanti, Wali Kota juga berada di dalam.
Begitu aku melaporkannya,
lalu Wali Kota bertanya,
aku tidak bisa menjawab apa pun.
Bukankah ini sangat konyol?
Tentu saja bukan tanpa bukti apa pun.
Karena Suku Roh Telinga Panjang ini adalah pelakunya.
Jika ingin membuatnya bicara,
tentu saja harus diinterogasi lagi.
Alasan kami membawanya ke Kediaman Bai
karena berharap Kepala Polisi Bai
bisa memberikan sebuah tempat interogasi untuk kami.
Dengan begitu, kami baru bisa
menanyakan dengan jelas segala asal-usul dari kasus ini.
Benar.
Kepala Polisi Bai.
Lihat, Anda sudah khawatir selama beberapa hari.
Kita menangkap seorang saksi dengan tidak mudah.
Pasti harus ditanyakan dengan jelas.
Kami yang menangkap orangnya kemari.
Jadi, akan lebih mudah jika kami yang bertanya.
Anda tenang saja.
Kami akan berusaha untuk memberikan
bukti dan saksinya padamu sebelum acara ulang tahun selesai.
Kami akan membuat Anda
mendapatkan penghargaan yang cukup
di hadapan Wali Kota dan tamu yang lain.
Aku mengerti.
Bukankah hanya mencari sebuah tempat interogasi?
Kediaman Bai begitu besar.
Pilihlah tempat interogasi sesuka hatimu.
Selain itu, murimu Peng Dahai.
Aku akan membawanya keluar dari penjara sekarang.
Aku akan memberinya makanan dan pelayanan terbaik.
Kamu tenang saja.
Selama kamu mendapatkan buktinya,
selain itu Wali Kota sudah melihatnya,
lalu membawa tahanannya ke dalam mobil tahanan dengan baik.
Aku akan menyerahkan muridmu dalam keadaan baik kepadamu.
Kepala Polisi Bai.
Kali ini,
ucapan Anda bisa ditepati?
Kepala Polisi.
Lihat ucapanmu ini.
Sejak kapan perkataanku tidak bisa ditepati.
- Kepala Polisi! - Hal yang paling dibicarakan dalam dunia bela diri adalah...
Kepala Polisi, tamunya sudah tiba semuanya.
Tuan Wali Kota juga sudah duduk.
Mereka sedang menunggu Anda untuk memulainya.
Pendekar Wanita, aku pergi dulu.
Nanti, dengarkan perintah dari Pendekar Wanita.
Berikan apa pun yang dia mau, mengerti?
Baik, Kepala Polisi.
Ayo pergi.
Dua hari yang lalu.
semua benda pusakaku ini tidak bisa digunakan.
Aku merasa sangat disayangkan.
Tidak disangka,
aku mendapatkan mangsa yang besar.
Anggap saja kamu sial.
Katakan.
Sebenarnya siapa yang menginstruksikanmu
dalam transaksi Serangga Roh ini?
Apa yang kamu katakan?
Aku tidak mengerti.
Kalian menculik rakyat baik di jalan raya,
apakah tidak ada hukum lagi?
Kamu masih berani mengelak, ya?
Baiklah.
Aku ingin melihat.
Apakah mulutmu yang keras,
atau cambuk dengan air cabaiku yang lebih tahan.
Katakan atau tidak!
Katakan!
Coba kamu katakan.
Aku hanya
menjalankan toko obatku dengan jujur saja.
Serangga Roh apanya?
Aku benar-benar tidak pernah mendengarnya.
Kamu masih tidak mau mengatakannya?
Baiklah.
Kamu yang mendesakku untuk menyiksamu.
Gu Beixi!
Aku datang.
Telingamu sepanjang ini.
Aku heran kenapa
kamu menyuruhku meminta ini pada Kepala Polisi Bai.
Kelihatannya akan ada tontonan menarik.
Apa yang ingin kamu lakukan?
Kamu jangan sembarangan.
Bukankah telingamu sangat baik?
Rasakan ini.
Katakan!
Tidak mau katakan, 'kan?
Gu Beixi.
Aku datang.
Mari.
Katakan atau tidak?
Katakan atau tidak?
Katakan atau tidak?
Katakan!
Katakan!
Katakan!
Aku akan katakan.
- Katakan! - Aku akan katakan.
Berhenti.
Katakan.
Aku...
Aku memang pernah mendengar
ada orang yang melakukan transaksi Ular Roh di Kota Gui.
Tapi, ini tidak ada hubungannya denganku.
Aku hanya menjual obat saja.
Kalian...
Apa mungkin kalian salah menangkap orang?
Tuan.
Toko obat itu sudah habis terbakar.
Kita tidak punya bukti yang cukup kuat.
Apa mungkin kita benar-benar sudah salah menangkap orang?
Kita pasti tidak akan salah tangkap.
Selain itu,
kita bukan tidak punya bukti.
Serangga Roh?
[Tata peletakan bahan obat pada toko obat biasanya]
[tidak ada aturannya]
[Biasanya mereka akan meletakkan potongan minuman ringan]
[seperti tang kuei, akar bunga peony, ligusticum striatum, dan yang lainnya,]
[biasanya akan diletakkan di rak atas]
[Sementara, potongan minuman yang berat]
[seperti tulang naga,]
[Jeruk Cakar Harimau]
[Lumpur Cendana]
[Buah Haw Gunung]
[tiram,]
[mutiara dan yang lain akan diletakkan di bagian tengah dan bawah rak]
[Akat Bunga Peony]
[Setelah itu, teksturnya akan dikendurkan]
[Gandum Telinga Tujuh]
[Cistanche]
[Biji Teratai]
[Untuk dosis potongan yang lebih besar]
[akan diletakkan pada bagian paling bawah,]
[misalkan daun cemara, daun murbei, dan yang lainnya]
[Jahe]
[Cara menata seperti ini]
[bisa mempermudah penimbangan saat dikeluarkan]
[Di dalam toko, selain rak yang berisi obat,]
[jika ingin mencari ruang yang lain]
[untuk menyembunyikan Serangga Roh dalam jumlah yang banyak bukanlah hal yang mudah]
[Tadi, di dalam toko,]
[aku menemukan bahwa potongan minuman ringan diletakkan pada rak terbawah]
[Oleh karena itu, aku menyimpulkan]
[ada orang yang sudah menukarkan rak bagian atas dan bawah]
[Dia pasti menukarkan sesuatu]
[yang tidak bisa diperlihatkan ke tempat teratas]
[Sehingga, ini membuat Serangga Roh tidak mudah untuk ditemukan]
Kamu memang orang yang aku sukai.
Memang hebat!
Buktinya sudah ada di sini.
Apa kamu ingin mengelaknya lagi?
Aku hanya meminjam beberapa anak kecil
untuk melakukan bisnis menjual Serangga Roh saja.
Benda yang bisa dibeli orang lain,
apa aku tidak boleh menjualnya?
Siapa orang yang menginstruksimu di belakang?
Aku...
Aku hanya ingin menjadi kaya raya saja.
Aku tidak perlu diintruksikan oleh orang lain.
Tadi kebakaran di toko obat
sudah membuktikan dugaanku
bahwa tranksaksi Serangga Roh bukan perbuatanmu sendiri.
Sekalipun kamu tidak mengatakannya,
orang yang menginstruksimu di belakang
juga belum tentu bisa melindungimu.
Untuk apa kamu mencari penderitaan sendiri?
Selain itu,
rasanya memiliki Serangga Roh di dalam tubuh
sangat tidak nyaman, 'kan?
Jika kamu mengatakannya,
aku bisa menyelamatkan nyawamu.
Kamu...
Kamu tidak bisa menyelamatkanku.
Ra... Raja Serangga.
Ra... Raja Serangga orangnya.
Raja Serangga? Raja Serangga apa?
Lanjutkan!
Dia adalah atasan kami.
Aku hanya tahu,
selama berada dalam jarak yang cukup dekat,
maka dia bisa mengendalikan seluruh Serangga Roh.
Jika dia menyuruh inang ke Timur,
maka inang tidak bisa ke Barat.
Itu seperti tuan dari seluruh ulat ini.
Oleh karena itu, kami memanggilnya dengan sebutan Raja Serangga.
Tubuhku ditanamkan ulat
juga karena tidak berdaya.
Di mana aku bisa menemukan dia?
Aku...
Aku juga tidak tahu.
Beberapa hari yang lalu, ada anggota yang mati.
Kudengar,
itu karena dia melanggar aturan hanya bisa menjual kepada Suku Roh tidak kepada manusia.
Oleh karena itu, Raja Serangga membunuhnya.
Kami para penjual ulat ini,
juga hanya
bekerja untuk orang saja.
Orang yang ditakuti itu,
kami tentu akan menghindarinya.
Segala sesuatu pasti ada sumbernya.
Dari mana datangnya Serangga Roh itu?
Apa terlahir dengan sendirinya?
Kamu berkomplot dengan Raja Serangga.
Bagaimana mungkin tidak pernah bertemu dengannya?
Pernah bertemu dengannya atau tidak?
Pikirkan lagi baik-baik.
Tu... Tuan.
Tuan mohon ampun.
Aku memang pernah bertemu dengannya.
Namun, aku tidak tahu semua pertanyaanmu itu.
Dia hanya akan muncul ketika mengantarkan barangnya.
Saat datang,
dia memakai sebuah jubah.
Wa... wajahnya tidak terlihat jelas.
Aku hanya tahu,
dia akan mengeluarkan suara yang aneh saat berjalan.
Itu sangat aneh.
Sisanya...
Sisanya aku benar-benar tidak tahu.
Kulihat, dia sudah mengatakan yang dia ketahui.
Lebih baik serahkan dia kepada Kepala Polisi Bai saja.
Biarkan polisi yang membereskannya.
Tuan.
Bagaimana Anda bisa tahu
ada Serangga Roh di dalam tubuh Suku Roh Telinga Panjang itu?
Saat aku baru saja menangkapnya,
aku menemukan lehernya berkedut
sama dengan gejala
yang terjadi pada hewan di tempat ini.
Raja Serangga ini hebat sekali.
Dia tidak hanya bisa mengisap energi roh,
dia juga bisa mengendalikan orang yang tertanam ulat.
Kita tolong Dahai lebih dulu,
lalu aku akan menemuinya lagi.
Tidak bisa membiarkan dia melukai orang lain lagi.
Baik.
- Kulihat, hal ini tidak begitu... - Ayah.
Ayah Kedua.
Dengdeng.
Biarkan Ayah Kedua melihatmu.
Kamu sudah kurusan.
Kamu juga sudah terlalu berlebihan.
Sehari tidak bertemu sudah kurusan?
Tentu saja, kamu sudah kurusan.
Aku beri tahu kabar baik pada kalian.
Kabar baik apa?
Kami sudah menangkap seorang Suku Roh Telinga Panjang.
Setelah menyerahkannya kepada Kepala Polisi Bai
dan menyelamatkan Peng Dahai,
kita bawa dia untuk makan enak lebih dulu
untuk menghilangkan kesialan.
Setelah itu, kita segera kembali ke Desa Qingquan.
Ayahku
juga sudah lama tidak pulang ke desa.
Memang sudah waktunya untuk beristirahat.
Akhirnya, kita sekeluarga sudah bisa berkumpul.
Aku akan mendengarkan putriku.
Dengdeng.
Kalau begitu, kalian kembali ke Desa Qingquan dulu.
Aku akan tinggal beberapa hari lagi di sini.
Setelah aku menyelidiki hingga jelas masalah Serangga Roh,
aku akan kembali ke Desa Qingquan untuk menemuimu.
Menemui apanya?
Apakah Desa Qingquan
bisa kamu datangi sesuka hatimu?
Anak pulang ke rumah. Apa yang kamu lakukan?
Diam.
Bagaimana kamu mengatakannya tadi?
Hubunganmu dengan Dengdeng
akan berakhir mulai dari hari ini.
Anggap saja tidak pernah terjadi.
Jika kamu berani menindas Dengdeng lagi,
menyentuhnya sehelai rambut saja,
aku tidak akan melepaskanmu.
Ayah.
Aku sudah bilang padamu.
Semua ini salah paham.
- Kenapa kamu... - Salah paham apanya?
Sebelumnya, dia ingin membunuhmu.
Hidup bersama orang seperti ini seumur hidupmu
sangat berbahaya.
Kebetulan, hari ini semuanya ada di sini.
Mari.
Tuliskan surat cerainya.
[Thousand Years For You]
♫Apabila♫
♫Perasaan cinta bisa direspon♫
♫Kerinduan pasti ada♫
♫Suaranya♫
♫Di dalam hidup ini,♫
♫semua pemandangan terindah♫
♫adalah hal yang♫
♫berhubungan denganmu♫
♫Saat dua hati saling berdekatan♫
♫Saat seluruh dunia dikuasai olehmu♫
♫Aku akan memanggil namamu dengan sekuat tenaga♫
♫Sampai kamu menjawabku♫
♫Kamu adalah satu-satunya♫
♫Pemandangan yang mendekatiku♫
♫Pertemuan ini membuatmu merasakan empat jenis musim♫
♫Takdir diukir menjadi kisah cinta♫
♫Betapa beruntungnya diriku♫
♫Bisa memutuskan suatu hal untukmu♫
♫Saat dua hati saling berdekatan♫
♫Saat seluruh dunia dikuasai olehmu♫
♫Aku akan memanggil namamu dengan sekuat tenaga♫
♫Sampai kamu menjawabku♫
♫Kamu adalah satu-satunya♫
♫Pemandangan yang mendekatiku♫
♫Pertemuan ini membuatmu merasakan empat jenis musim♫
♫Takdir diukir menjadi kisah cinta♫
♫Betapa beruntungnya diriku♫
♫Bisa memutuskan suatu hal untukmu♫
[iQIYI]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.