Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Karya iQIYI]
♫Keharmonisan antara langit dan bumi tersebar♫
♫Salju yang putih mulai bermekaran♫
♫Ribuan tahun seperti batu ambar yang abadi♫
♫Obsesiku terus ada♫
♫Hari senja yang kejam sudah tiba, begitu juga dengan kekacauan♫
♫Takdir di masa lampau, sulit dilupakan♫
♫Air mata mengalir terhadap kisah cinta yang dalam♫
♫Berkumpul menjadi laut penderitaan♫
♫Karma terus berputar♫
♫Perasaan terus ditutupi♫
♫Cinta dan kebencian terus dicerahkan♫
♫Mengikuti diriku♫
♫Melindungimu, menjauhimu, aku berteriak♫
♫Tidak akan melepaskanmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang menatapmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang membarakanmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang berlari menujumu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang ingin memasuki hidupmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
[Thousand Years For You]
[Episode 11]
Guru.
Sebenarnya siapa Lu Yan ini?
Bukan, lebih tepatnya,
sebenarnya dia monster seperti apa?
Apakah lebih menakutkan dibandingkan Pemburu Roh?
Kalian berdua
belum tahu legenda tentang dirinya?
Jenderal Yan ini
seribu kali lipat lebih menakutkan
daripada Pemburu Roh.
Dirumorkan,
3.000 tahun yang lalu,
[Suku Roh dan manusia]
[melakukan peperangan selama puluhan tahun]
[sehingga menyebabkan seluruh makhluk hidup di dunia sengsara dan banyak yang tewas terbunuh]
[Tepat pada saat itu,]
[Kerajaan Shu Kuno baru saja mengangkat seorang Jenderal muda]
[Dia menggunakan kekuatannya sendiri]
[untuk mengakhiri peperangan manusia dan roh]
[Oleh karena itu,]
[dia dipanggil]
[oleh keturunan Suku Roh]
[sebagai Jenderal Yan]
Tunggu sebentar.
Kalau begitu,
awalnya Lu Yan juga seorang manusia?
[Rokok Merek Jinian]
Tidak.
Lebih tepatnya,
seharusnya dia setengah manusia dan setengah roh.
Dirumorkan,
Jenderal Yan
saling mencintai dengan Dewi dari Suku Roh kami.
[Saat sedang dikejar oleh Suku Roh,]
[Jenderal Yan terluka parah]
[Demi menolong dirinya, Dewi dari Suku Roh kami]
[memberikan pil inti jiwanya kepada Jenderal Yan]
[Seusai mendapatkan pil inti jiwa milik Dewi Suku Roh,]
pelatihan Jenderal Yan menjadi meningkat drastis.
Maka dari itu, dia berubah menjadi setengah manusia dan setengah roh.
Suku Roh tingkat rendah seperti kami ini
tidak berani tidak menuruti perintahnya.
Ternyata, dia benar-benar memiliki kekasih.
[Rokok Merek Jinian]
Kalau begitu, apa yang terjadi dengan Dewi setelah itu?
Pil inti jiwa itu
merupakan sumber kekuatan dari Suku Roh.
[Setelah kehilangan pil inti jiwanya,]
[pelatihan Dewi menurun drastis]
[Hingga akhirnya,]
[tubuh aslinya yang merupakan seekor Gagak Emas Dewata terluka]
[dan kesadaran jiwanya juga menghilang]
Namun,
belakangan ini ada informasi yang mengatakan
bahwa 3.000 tahun yang lalu,
Jenderal Yan ingin mengumpulkan kembali kesadaran jiwa Dewi.
[Kemudian, dia menaruh]
[sebuah bulu roh yang ditinggalkan Dewi]
[di dalam Gunung Qingquan]
[Dia juga menyegel dirinya di tempat tersebut]
[Setiap harinya, dia memelihara bulu roh tersebut dengan pil inti jiwa]
[Setiap hari dilewati dengan begitu sulit]
[Dia hanya berharap Dewi bisa membentuk bentuk yang baru]
[Jika hal tersebut terwujud,]
[maka Dewi Suku Roh kami]
[akan terlahir kembali di dunia ini]
[Aku memperkirakan,]
saat ini dia masih berada
di daerah Gunung Qingquan.
Gagak Emas?
Burung Dewata?
Apakah kamu ingat saat berumur tiga atau empat tahun,
kamu pernah menderita sebuah penyakit?
Aku ingat.
Anda bilang padaku,
ayahku menangkap seekor burung Suku Roh dari gunung
dan memberikannya kepadaku untuk dimakan.
Hasilnya, aku berhasil disembuhkan.
Apa mungkin itu adalah Burung Dewata
yang dibawa pulang oleh Guru
dari Gunung Qingquan
lalu dimasak sup untukmu 20 tahun yang lalu itu?
[Rokok Weile]
Guru, kamu jangan seperti ini.
Guru sudah bilang,
dia hanya menangkap seekor Burung Dewata
dari Gunung Qingquan dan diberikan kepadamu untuk dimakan.
Itu belum tentu adalah Dewi itu.
Coba kamu pikirkan.
Kamu jangan menipu diri sendiri lagi.
Burung Dewata yang bisa membuat orang hidup kembali,
mana mungkin bisa ada sebanyak itu?
Itu bukan ayam liar.
Pantas saja sebelumnya dia ingin membunuhku.
Ternyata,
aku sudah memakan kekasihnya.
Bukan.
Sepanjang jalan ini, dia masih memberikan uang kepada kita.
Apa alasannya?
Aku sudah tahu.
Dia sengaja menggunakan uang sebagai umpan.
Dia ingin membuat kita menurunkan kewaspadaan terhadapnya.
Bos Zhao.
Bantu aku membunuh seekor ikan.
Baiklah.
Saat nyonya sedang memandangi ikan,
ikan ini mengambil cincin berlian miliknya.
Nyonya takut teknik pisau kami buruk
sehingga mengores cincinnya.
Jadi, dia menyuruhku untuk membawa ikan ini ke tempatmu.
Gunakan pisau cepat untuk ambilkan cincinnya.
Baiklah, serahkan padaku.
Pelan sedikit.
Seusai kita menurunkan kewaspadaan,
dia akan membelah perutku
seperti membelah perut ikan.
Kemudian, dia akan mengeluarkan Burung Dewata itu.
Guru.
Ini sudah 20 tahun lebih. Seharusnya sudah habis dicerna.
Apa lagi sisanya?
Benar.
Itu adalah Burung Dewata.
Kamu belum tentu bisa mencernanya dengan baik.
Lu Yan sudah terlalu kejam, 'kan?
[Kamar nomor tiga]
[Kamar nomor tiga]
Masih ada Chipa?
Ini adalah makanan khas penginapan kami.
Ini sudah disediakan di setiap ruangan.
Nona, mari cicipi.
Oh ya, Dahai.
Apakah di kamarmu ada Chipa?
Chipa apanya?
Di Penginapan Laifu itu.
Apakah ada Chipa?
Tidak ada.
Benar saja.
Sudah kuduga, rasa Chipa itu,
kenapa bisa sama persis dengan yang ada di Kota Qingquan.
Lu Yan sudah mengikuti kita.
Dia sengaja
membiarkan kita tinggal dengan gratis
di Penginapan Laifu.
Apa maksudnya ini?
Dia membalas kita dengan rencana kita sendiri.
Kita sudah masuk dalam jebakan.
Benar, ini maksudnya.
Lu Yan sudah terlalu jahat.
Dahai.
Jika benar-benar
seperti yang dikatakan oleh Suku Roh tadi itu,
bukankah berarti kita sama sekali bukan lawannya?
Kita tidak bisa mengalahkannya.
Kalau begitu...
Begini saja, Dahai.
Panggil Gu Beixi. Kita cepat pergi.
Cepat.
Cepat tinggalkan tempat ini.
Penangkal hal jahat.
Cepat beli tanaman mugwort.
Tanaman mugwort.
Penangkal hal jahat.
Halo, apa mau beli tanaman mugwort?
Ayo pergi.
Ayo pergi.
Guru.
Bukan.
Kenapa kurasa penjual itu sedang menipu kita?
Apakah benda seperti ini berguna?
Memegangnya lebih baik daripada tidak ada.
Di mana Gu Beixi?
Aku sudah memanggilnya dan tidak ada orang di kamar.
Aku sudah meninggalkan pesan untuknya.
Kubilang kita berkumpul di luar kota.
Baiklah. Aku akan pergi mencarinya dulu.
Kamu jangan mencarinya.
Gu Beixi memiliki kekuasaan di tempat ini.
Dia akan baik-baik saja.
Selain itu, orang yang dilawan Lu Yan bukan dirinya.
Sekarang hal yang terpenting
adalah kamu cepat pergi.
Nanti, aku baru akan memikirkan cara menyambutnya.
Baiklah. Cari kudanya dulu.
Ayo, cepat pergi.
Di mana kudanya?
Kenapa ini...
Kudanya sedang dalam perawatan dan sudah dibawa pergi.
[Xin]
Lu Yan!
Jangan salahkan aku yang tak punya perasaan.
Dahai, apa kamu bisa menunggangi kereta kuda?
Itu tergantung dari waktunya.
Kamu bisa melakukannya.
Aku bisa melakukannya.
Ayo pergi.
Minggir sebentar.
Minggir.
Minggir sebentar.
[Pasokan kain asing produk baru Perusahaan Chengyu]
[Kamar nomor tiga]
Sepanjang perjalanan ini kamu diam-diam merencanakan sebanyak ini.
Kamu diam-diam ikut sampai kemari.
Sebenarnya, apa yang ingin kamu lakukan?
Apa hubungannya denganmu?
Tidak ada hubungannya denganku.
Jika kamu berani mencelakai Dengdeng
sehelai rambut saja,
aku akan membunuhmu.
Membunuhku?
Menggunakan itu?
Aku tahu kamu sangat hebat.
Tidak takut dengan pistol.
Tapi, selain pistol,
aku memiliki meriam.
Aku juga punya bom
dan juga nyawaku.
Lu Yan.
Dengarkan baik-baik.
Jika kamu berani mencelakai Yu Dengdeng sehelai rambut saja,
sekalipun kamu adalah binatang buas yang hebat,
jika bertemu dengan orang sepertiku
yang tidak takut mati,
aku tetap akan membunuhmu secara perlahan.
Jika tidak percaya, kamu coba saja.
Masalahku dengan Yu Dengdeng
bukan urusanmu.
Jangan berlagak sombong.
Aku pasti akan menemukan cara untuk menghadapimu.
Kita lihat saja.
Tuan.
Untuk apa Anda omong kosong dengannya?
Bagaimanapun juga,
hatinya memang tulus untuk melindungi Yu Dengdeng.
Tapi, kita juga tidak buruk.
Kita melakukan banyak hal sepanjang jalan.
Bahkan kita juga sengaja meletakkan kereta kuda di sana
agar bisa dibawa pergi olehnya.
Tapi, dia tetap tidak tahu berterima kasih.
Menurutku,
kita terus-menerus diam-diam melindunginya
juga bukan hal yang baik.
Kita beri tahu masalahnya kepadanya saja.
Kita bawa dia untuk mencari
lanjutan pertanyaan ribuan tahun itu.
Kita tidak bisa terburu-buru saat ini.
Perihal dia adalah Yun Xi atau bukan.
Kita belum memastikannya.
Jika memberitahunya masalah 3.000 tahun dengan sembrono,
takutnya dia tidak akan percaya
juga tidak akan menurunkan kewaspadaannya.
Tuan, mereka sudah keluar dari kota.
[Kota Qianhe]
Kamu berani menunggangi kuda milik mereka?
Rasanya rugi kalau tidak mengambil keuntungan ini.
Benar. Selain itu...
Ini.
Jika dia
tidak punya kereta kuda,
bukankah dia tidak bisa mengejar kita lagi?
Apakah monster sepertinya perlu menunggangi kuda atau naik kereta kuda?
Kurasa lebih baik kita segera pergi saja.
Segera tiba di Kota Ying.
Jika dengan kecepatan ini,
malam ini tidak akan sampai di Kota Ying.
Di depan adalah Kota Fanhua.
Bagaimana kalau kita menginap semalam?
Adik kecil, apa yang kamu lakukan?
Kakak, kamu secantik ini.
Berikan sedikit makanan untukku.
Aku sudah beberapa hari tidak makan.
- Bocah tengik. - Ambil dua mantau.
Usiamu masih muda,
tapi sangat pandai berbicara.
Kakak cantik dan baik hati,
kakak juga tidak buruk.
Hari sudah akan gelap.
Katakan padaku,
kamu tinggal di mana?
Rumahku...
Pencuri!
Saat aku berada di dalam dunia persilatan.
kamu masih belum lahir.
Lihat, bagaimana aku akan memberimu pelajaran.
Jangan begitu kasar.
Dia hanya anak kecil.
Mereka pergi?
Tidak peduli lagi?
Berhenti!
Bagus ya kamu.
Kamu ketahuan menuri lagi, 'kan?
Jangan.
Aku tidak berani melakukannya lagi.
Cepat pergi! Jika aku menangkapmu lagi,
- Antar kamu ke kantor polisi. - Berhenti.
Kamu melepaskannya?
Dia hanya anak yang tidak diinginkan siapa pun di gunung.
Dia tumbuh besar dengan mengandalkan trik kecil seperti ini.
Rasanya cukup kasihan.
Jika kalian tidak kehilangan sesuatu,
ampunilah dia kali ini.
Apa uangnya berkurang?
Beratnya tidak berubah, seharunya tidak berkurang.
Anak kecil tidak belajar dengan baik.
Aku harus memberinya pelajaran.
Sudahlah.
Karena uang sudah didapatkan kembali,
lupakanlah saja.
Waktu sudah larut.
Kita segera kembali ke Kota Fanhua saja.
Kalian tidak bisa kembali ke Kota Fanhua dengan cepat.
Apa tadi kalian kemari melalui jalan kecil?
Hutan ini akan segera berkabut.
Kalian tidak bisa berjalan di jalan kecil lagi.
Jika melewati jalan besar, kamu harus memutar sangat jauh.
Apalagi, ini adalah hutan yang lebat.
Begitu senja, tempat ini akan berkabut.
Jika kamu tidak familier dengan jalannya,
kamu akan sangat mudah tersesat di dalam hutan.
Apalagi, di gunung ini
juga ada binatang buas dan semacamnya.
Itu sangat menakutkan.
Guru!
Guru!
Guru!
Awas.
Guru, di mana pencurinya?
Sudah kabur. Tapi, uangnya sudah didapatkan kembali.
Baiklah.
Kalau begitu, ayo pergi.
Kita cari tempat untuk beristirahat. Aku lelah sekali.
Apa kalian ingin mencari penginapan?
Bagaimana kalau ke penginapanku?
Tempatnya lima kilometer di depan.
Kebetulan, kalian bisa beristirahat semalam.
Besok kalian berangkat setelah kabutnya menghilang.
Kalian jangan khawatir.
Aku bukan orang jahat.
Aku hanya melihat cuaca tidak bagus,
jadi aku ingin mencari tamu
di pinggir jalan saja.
Apa kamu tahu
Jenderal Yan?
Ada apa?
Apa itu... perkataan rahasia?
Seharusnya tidak ada masalah.
Lebih baik, kita pergi melihat-lihat.
Bukan, Guru.
Walaupun dia tidak kenal orang itu,
bagaimana kalau dia adalah orang jahat?
Manusia yang jahat. Bagaimana?
Apa kita takut dia menyerang kita?
Benar. Kita memang tidak takut ada masalah.
Karena sudah keluar, kita memang harus saling menyerang.
Ayo pergi.
Tunjukkan jalannya.
Baiklah.
Jangan lihat penginapanku yang sederhana.
Tapi, tempat tidur dan makanannya
sangat lumayan.
Aku jamin kalian akan tidur dengan nyaman.
Kalian tidak akan terbangun saat tengah malam.
Ada di depan sana.
[Penginapan Mawar]
Ini adalah Penginapan Mawar milik kami.
Penginapan Mawar?
Nama yang aneh sekali.
Orang barat menyebutnya seperti ini.
Ada begitu banyak orang yang menginap.
Cuaca hari ini tidak bagus.
Ada banyak orang yang memilih untuk menginap di sini.
Ada juga beberapa orang yang kemari untuk beristirahat dan makan.
Lantai satu adalah rumah makan.
Penginapan ada di lantai dua.
Aku akan bawa kalian ke atas untuk melihatnya.
Baiklah.
Tunggu.
Ada hal yang ingin kukatakan padamu.
Tidak ada yang ingin kukatakan padamu.
Dengdeng tidak ingin berbicara denganmu?
Apa tidak mengerti?
Malam hari di tempat ini tidak aman.
Berhati-hatilah.
[Dia sudah akan bertindak]
[Dia akan segera merobek perutku]
Ada kamu baru semakin tidak aman.
Bukankah semua akan baik-baik saja kalau kamu pergi?
Bos.
Aku mau tiga kamar.
Baiklah.
Jangan ikut!
Aku juga mau dua kamar.
Baiklah.
Aku akan segera mengaturnya untuk Anda.
Nona Yu, kamarnya di sebelah kiri.
[Bisnis sukses]
Guru.
Bukankah kamu bilang kemari untuk melihat-lihat?
Kenapa kamu malah menginap?
Ditambah lagi, kita tinggal bersama dengan Lu Yan.
Apa bisa berbahaya?
Kamu coba lihat jendela.
Guru.
Bukan.
Kenapa mendadak muncul kabut?
Jika keluar sekarang sangatlah berbahaya.
Lebih baik, tinggal di sini dulu.
Setidaknya, ada banyak orang di dalam penginapan.
Dia tidak berani bertindak sembarangan.
Jika dia benar-benar berani bertindak,
kita hanya bisa menembaknya.
Guru.
Kamu hebat sekali.
Rasa kagumku kepadamu,
bagaikan sungai bergelombang yang terus-menerus mengalir.
Bagaimana kalau...
Guru.
Kenapa kamu bergetar?
Aku...
Aku juga merasa takut.
Guru.
Ayo kita segera membuat kantongnya saja.
Masukkan yang banyak agar mati.
Benar, buat dia mati.
Kalau tidak mati, pingsan juga boleh.
Bukan.
Apa seperti ini bisa, Guru?
Kurang lebih sudah cukup.
Biar aku saja.
- Kamu cepat masukkan tanaman mugwortnya. - Baik.
Nona Yu, makanan kalian sudah siap.
Silakan turun untuk makan.
Meskipun harus mati,
juga tidak bisa menjadi hantu kelaparan.
Ayo pergi.
[Bisnis sukses]
Guru.
[Bisnis sukses]
Tidak apa-apa.
Ada apa dengan penampilan kalian ini?
Kamu tidak paham.
Ini adalah penampilan yang paling modis dan paling populer.
Benar. Semua ini adalah desain Guru.
Bos.
Kenapa semuanya sayuran?
Berikan dua porsi daging.
Apa yang ingin kamu pesan?
Tidak perlu lagi.
Sayuran sudah bagus.
Baiklah.
Guru, pesan dagingnya.
Kita sudah kelaparan seharian.
Sudah tidak ada uang, 'kan?
Ini untukmu.
Tidak perlu.
Padahal Ketua Pertama tidak membawa begitu banyak uang.
Tapi, dia masih mengembalikan uang pemberian kita.
Orang ini benar-benar keras kepala.
Begini saja.
Anggap saja aku meminjamkannya padamu.
Aku tidak meminta bunga pinjaman.
Cukup berikan sebuah kantong buatanmu kepadaku saja.
Kamu berikan uang, aku berikan barang.
Guru.
Bukankah kantong ini dipakai untuk menangkal hal jahat?
Itu memang akan diberikan padanya.
Selain itu, uang lebih menangkal hal jahat.
Menurutmu, di mana aku harus meletakkan kantong ini?
Jika diletakkan di luar mudah kotor,
jika diletakkan di dalam, orang tidak bisa melihatnya.
Dengdeng.
Menurutmu, di mana aku harus meletakkannya?
Terserah.
Kalau begitu, lebih baik di dalam pakaian saja.
Bos.
Tuan, apa perintah Anda?
Pergi letakkan selimutku
di depan pintu kamar Yu Dengdeng.
Apa yang ingin kamu lakukan?
Jaga malam.
Untuk apa jaga malam?
Malam ini,
tinggal di kamarmu dengan baik.
Kamarku terlalu jauh darimu.
Aku tidak tenang.
Tidak apa-apa.
Cukup aku saja yang menjaga Guru.
Malam ini, jangan ke mana-mana.
Oh ya.
Ambil ini.
Apa ini?
Ini adalah jimat pelindung dari Ketua Kedua.
Pemberian Ketua Kedua?
Apa berguna?
Belum tentu.
Kamu bahkan tidak percaya, tapi memberikannya padaku?
Bukan. Jika kamu tidak mau,
kembalikan kepada kami.
Ketua Kedua hanya memberikan dua.
Aku dan Guru masing-masing satu.
Kalau begitu, aku mau.
Aku tidak apa-apa.
Aku punya darah. Tidak perlu semua ini.
Hadiah pemberian Dengdeng kepadaku ini,
aku akan membawanya bersamaku setiap saat.
Aku sudah menerima
niat baikmu ini kepadaku.
Aku pasti tidak akan mengecewakanmu.
Omong kosong apa?
Kenapa?
Aku tidak akan seperti seseorang
yang bersikap palsu dan tidak punya hari nurani.
Benar juga.
Suku Roh itu
semuanya adalah orang jahat.
Tidak punya hati nurani.
Sudah cukup.
Kenapa?
Ada orang yang berani melakukan tidak berani membiarkan orang mengatakannya?
Aku malah ingin mengatakannya. Aku...
Ada apa?
Biarkan dia kembali normal.
Dia yang berkata buruk lebih dulu.
Lu Yan!
Lu Yan!
Jika mampu, ayo berkelahi denganku.
Apa hebatnya menggunakan sihir?
[Bisnis sukses]
Berhati-hatilah saat malam hari.
Gu Beixi, untuk apa kamu memprovokasinya?
Apa kita bisa mengalahkannya?
Sekalipun kita bertiga bersama-sama,
apakah bisa mengalahkannya?
Jika kamu seperti ini lagi,
jangan ikut dengan kami lagi.
Jangan gegabah.
Guru.
Tuan.
Apakah selimutnya masih mau dipindahkan?
Pindahkan!
Guru.
Guru.
Dia sudah akan bertindak.
Dia sudah akan bertindak.
Jangan takut.
Jangan takut, Guru.
- Dia sudah akan bertindak. - Tidak apa-apa.
Kita punya jimat pelindung.
Kita juga punya tanaman mugwort.
Percaya padaku.
Aku tidak akan membiarkan dia
melukai Guru sehelai rambut pun.
Malam ini,
kita harus meningkatkan kewaspadaan yang tinggi.
Segala sesuatu harus berhati-hati.
Tenang saja, Guru.
Guru.
Guru.
Guru.
Aku di sini.
Guru.
Kenapa kamu bersembunyi di sini?
Apakah Lu Yan akan datang atau tidak?
Aku menunggunya sampai kelaparan.
Kita tidak makan dengan baik saat malam.
Kamu mendengarnya.
Guru, begini saja.
Aku akan mencarikan makanan untukmu di dapur belakang.
Jangan pergi, berbahaya!
Tidak apa-apa. Ini sudah jam berapa?
Jika mau datang, dia pasti sudah datang sejak tadi.
Tidak mungkin di waktu sedikit seperti ini.
Selain itu, aku punya tanaman mugwort.
Aku juga punya jimat pelindung.
Tidak apa-apa, tunggu saja.
Bawa belatinya.
Tidak perlu. Tunggu saja.
Astaga!
Kenapa kamu di sini?
Jaga malam.
Aku takut kalian tertidur saat tengah malam,
lalu diserang oleh Lu Yan.
Bukan, itu...
Kebetulan aku ingin mencari makanan.
Kamu mau?
Makan sedikit juga boleh.
Kamu terlihat tidak kenyang juga.
Baiklah. Kalian tunggu aku.
Masuklah.
Jangan berjaga di luar lagi.
Setelah makan baru kembali saja.
Penginapan ini
benar-benar tenang saat tengah malam.
Penginapan apa ini?
Enam.
Dua.
Tiga.
[Aku tidak pernah melihat anak ini saat makan]
Dua.
Adik.
- Tengah malam tidak tidur. - Lima.
Di mana ayah dan ibumu?
Ayah dan ibu sudah keluar.
[Yu]
Bukankah ini adalah benda milik Guru?
Dari mana kamu mendapatkannya?
Baiklah.
- Jangan menangis. - Ini milikku.
- Ini untukmu. - Kembalikan padaku.
Kalau begitu, katakan padaku.
Dari mana kamu mendapatkan barang ini?
Apakah seorang kakek
dengan jenggot yang panjang yang memberikannya padamu?
Bukan, tapi Daidai
yang memungutnya dari Kota Gui untuk kami.
Kota Gui?
Lihatlah.
Kakak punya sebuah benda yang sangat bagus.
Aku menggunakan kantong ini untuk menukar dadumu.
Bagaimana?
Bagus.
Tidak ada.
[Bisnis sukses]
Ayo pergi.
Sebenarnya ada apa dengan Kota Gui itu?
Aku tidak bisa menjelaskannya dengan singkat.
Intinya hanya satu.
Itu adalah tempat yang bisa dimasuki
oleh Suku Roh dengan bebas,
tapi manusia biasa tidak bisa masuk.
Kalau begitu,
Daidai juga bukan manusia?
Kalau begitu, bagaimana ayahmu bisa masuk?
Bukankah sebelumnya kamu bilang dia ada di Kota Ying?
[Bisnis sukses]
Ayahku adalah seorang Pemburu Roh.
Dia pasti punya cara untuk masuk.
Terlebih lagi,
keberadaannya selalu tidak pasti.
Mungkin saja, dia berhenti di Kota Ying untuk sementara waktu,
lalu pergi ke Kota Gui.
Kita harus ke Kota Gui untuk mencari tahu.
Bukan. Yang terpenting adalah
kita sama sekali tidak tahu bagaimana caranya masuk ke Kota Gui.
Astaga!
Ada apa ini?
Tidak apa-apa.
Ada apa itu?
Dasar berengsek!
Jika mampu, lepaskan aku!
Kita bertarung satu lawan satu.
Berani bersikap lancang di hadapanku.
Hari ini aku akan memberimu pelajaran.
Dasar berengsek!
Aku tidak akan mengampunimu.
Hari ini, kita melihat monster saling membunuh.
Jangan pedulikan begitu banyak.
Ayo cepat pergi.
Dasar berengsek!
Gawat! Aku lupa bawa pistol.
Apa yang kamu lakukan di sini?
Guru, bagaimana ini?
- Membeku! - Monster pergi!
Monster pergi!
Monster pergi!
Monster pergi!
Monster pergi!
[Bisnis sukses]
Monster pergi!
Dasar! Aku memang sudah ditipu.
Tanaman mugwort tidak berguna.
Jangan kemari.
[Bisnis sukses]
Aku tahu aku berutang nyawa padamu.
Tapi, mereka berdua tidak.
Lepaskan mereka. Terserah apa yang ingin kamu lakukan.
[Bisnis sukses]
Aku bukan ingin mencelakai kalian.
[Bisnis sukses]
Ini...
Ini...
Apa yang sudah kamu lakukan pada tempat ini?
Bukan aku yang melakukan sesuatu pada tempat ini,
melainkan pemilik penginapan itu.
Dia adalah seorang Suku Roh.
Dia menggunakan sihir untuk menyamarkan rumah terbengkalai ini
menjadi sebuah penginapan.
Setiap paginya, dia akan pergi mencari tamu di jalan pegunungan.
Malamnya, dia akan menggunakan obat bius untuk membuat tamunya pingsan.
Lalu, mencuri harta mereka.
Setelah itu, kalian saling membunuh?
Dia melihat aku memiliki energi inti jiwa yang tidak biasa.
Jadi, malam ini dia meningkatkan kadar obat biusnya
sehingga membuat seluruh tamu di penginapan pingsan untuk waktu yang lama
dan tidak bisa kembali sadar.
Mungkin karena jimat pelindung
yang diberikan Ketua Kedua di tubuh kalian itu,
makanya kalian berhasil melewati bahaya ini.
Apa hubungannya masalah bobrok Suku Roh kalian
dengan kami?
Saat ini,
orang yang berada di penginapan sedang pingsan.
Aku juga tidak punya cara lain.
Jadi, aku berharap kamu bisa pergi denganku
ke Kota Gui sebentar
untuk mencari sebuah benda yang bisa membangunkan mereka.
Kamu begitu hebat.
Mencari apa pun sangatlah mudah.
Jika aku pergi malah akan menambah masalah untukmu.
Benar, 'kan?
Kepergian kali ini,
harus ada dirimu.
Jangan dengarkan dia. Awas ini tipuan!
Kenapa?
Bukankah kamu bisa pergi dengan bawahanmu?
Xin dan yang lain harus tinggal di sini
untuk mengawasi Suku Roh itu
dan tamu yang pingsan di dalam penginapan.
Jika meninggalkan kalian di tempat ini,
lalu terjadi suatu kecelakaan,
kalian tidak bisa melindungi diri sendiri.
Kamu meninggalkan benda ini di dalam kamar.
Ambil ini.
Membawanya bisa membuatmu lebih tenang.
Tenang saja.
Jika kamu ingin membunuhku,
aku tidak akan menghindar.
Dia menipumu lagi.
Aku punya pistol yang lebih banyak darimu.
Kita tidak bisa mengendalikan dia yang terus mengincarmu.
Bahkan tidak bisa menyerangnya sehelai rambut pun.
[Bagaimana mungkin dia tidak menghindar?]
[Dasar penipu]
[Mulutnya tidak pernah berkata jujur]
[Bukankah dia sedang menggertakku dengan berbicara yang sebaliknya?]
[Astaga! Ini adalah gertakan secara terang-terangan]
[Licik sekali]
Tidak bisa.
Aku tidak bisa meninggalkan Dahai dan Beixi di sini.
Jika tidak,
kamu pergi ke Kota Gui sendirian saja.
Kamu benar-benar tidak bisa pergi.
Dia pasti punya tujuan lain.
Aku tahu.
Kalau begitu, apa kita masih ikut dengannya?
Kita memang ingin masuk ke Kota Gui
untuk mencari ayahku.
Sekarang ada orang yang menunjukkan jalan.
Kita bisa menghemat waktu untuk mencari tahu. Bukankah ini lebih baik?
Tapi...
Kamu seorang pria,
kenapa begitu berbelit-belit?
Setelah kita sampai di Kota Gui,
selagi dia tidak mewaspadai,
kita bisa kabur untuk pergi mencari ayahku.
Aku ingin melihat.
Di hadapan seorang Pemburu Roh nomor satu
seperti ayahku di dunia ini...
Aku sudah mencari tahu
jalur masuk ke Kota Gui yang terdekat dari kita
ada di Kota Qianhe.
Kalian tinggal di sini
untuk menjaga para tamu di penginapan ini.
Aku akan kembali secepatnya.
Tuan.
Anda cukup membawa Ketua Pertama saja.
Sekarang masih harus membawa Gu Beixi dan Peng Dahai.
Jika ketahuan Suku Roh dari Kota Gui,
bukankah akan membuat masalah yang besar?
Lebih baik jika Anda yang pergi sendiri.
Bukankah ini akan lebih cepat?
Sebelumya, sudah ada Suku Roh
yang berulang kali bertindak kepada Yu Dengdeng.
Saat ini, aku belum mengetahui dengan jelas
sebenarnya ada siasat apa
yang dimiliki dalang di balik semua ini.
Jadi, aku tidak bisa meninggalkannya di sini.
Ditambah lagi,
setelah berinteraksi selama beberapa hari ini,
aku menyadari bahwa Yu Dengdeng masih
sedikit menghindari Suku Roh.
Lebih baik, aku memanfaatkan kesempatan ini dan membawanya ke Kota Gui
untuk merasakan kehidupan Suku Roh.
Mungkin,
hal ini bisa mengubah pikirannya terhadap Suku Roh.
[Berikan]
Bukankah ini adalah Kota Qianhe?
Di mana Kota Gui?
Ayo pergi.
Ayo.
Bagus.
[Kota Gui]
[Baochengyin]
[Paviliun Fengyu]
Lihatlah.
[Toko Xilemen]
Bagus.
Lihat di atas.
Satu kali lagi.
[Paviliun Fengyu]
Ajaib sekali.
- Lihat itu. - Coba kamu lihat itu.
[Paviliun Fengyu]
Telinga kalian berdua...
Guru, kamu juga ada.
Aku juga ada?
Kalian berdua jelek sekali.
Kamu yang melakukannya?
Ini adalah tempat tinggal Suku Roh.
Jika kalian berdandan seperti orang Suku Roh,
itu tidak akan menarik perhatian mereka
dan menghindari perselisihan.
Masuk akal.
Kenapa kamu tidak berubah?
Ayo pergi.
Jual bakpao!
Guru.
Bakpao besar dengan sepuluh tahun energi inti jiwa.
Orang ini familier sekali.
Ini baru saja dikeluarkan.
Bukankah ini adalah bos
yang ada di Kota Qianhe pagi itu?
Ayo makan.
Sepasang ibu dan anak ini juga.
Ucapkan salam pada kakak.
Coba lihat kemari.
Tapi, ini bukan Kota Qianhe.
Kota Gui merupakan sebuah Ruang Suku Roh.
Hanya dengan Suku Roh menggunakan energi inti jiwa,
pintu masuk Kota Gui baru bisa terbuka.
Sementara itu, Kota Qianhe adalah salah satu pintu masuknya.
Apa itu Ruang Suku Roh?
Itu adalah sebuah tempat yang dibuka secara khusus
oleh Suku Roh dengan energi inti jiwa untuk menghindari manusia.
Apa kamu mengerti?
Apa kamu mengerti?
Kenapa tidak mengerti?
Ternyata begitu.
Kalian bisa memahaminya
sebagai tempat khusus bagi Suku Roh untuk hidup.
Ini adalah tempat transaksi dan juga bermain.
Misalnya orang yang kalian lihat tadi itu.
Saat berada di Kota Qianhe,
orang itu menjual bakpao daging biasa dengan wujud manusia.
Sementara di sini,
dia menjual makanan yang bisa menambah energi inti jiwa.
Dia menghasilkan uang di dua tempat, bukankah dia kaya?
Makanan Suku Roh sangat langka.
Jadi, Suku Roh
perlu berusaha lebih keras untuk menghasilkan uang
agar bisa membelinya.
Bukankah kalian para Suku Roh langsung merampas
atau membunuh?
Tidak apa-apa.
Jangan takut.
Bukankah manusia juga punya
orang yang sangat miskin dan sangat jahat?
Namun, kebanyakan manusia
adalah rakyat yang baik dan polos.
Begitu pula dengan Suku Roh.
Meskipun ada beberapa yang jahat,
tapi sebagian besar Suku Roh
tetap merupakan Suku Roh baik hati yang berusaha keras untuk hidup.
Jadi, manusia dan Suku Roh sama sekali
tidak ada perbedaan lain selain latar belakang kelahiran.
Benarkah?
Aku tidak percaya.
Suku Roh itu tidak ada yang baik.
- Bagus. - Bagus.
Tidak apa-apa.
Sudah cukup.
Sudahlah. Tidak apa-apa lagi.
Tidak masalah.
Tariannya benar-benar indah.
Cantik sekali.
Seharusnya ini
[Toko Angao Changyi]
para pelacur di rumah bordil ini yang menari di jalanan.
Ketua Desa Gu.
♫Cahaya bulan memancar di mana-mana♫
Apa tidak memberikan sedikit uang?
Kenapa kamu tidak memberikannya?
Aku adalah pengemis dengan pakaian compang-camping.
Aku ini sangat miskin.
♫Mendekat dan melihat sosokmu♫
Indah sekali.
Jika Dengdeng menyukainya,
♫Pandangan membuat kita melupakan jarak♫
aku akan memberikan lebih banyak.
Baiklah.
Baiklah.
♫Hati yang berdebar makin kencang di detik berikutnya♫
Apa yang kalian lakukan?
Ada apa ini?
Tidak apa-apa.
♫Merasakan pergeseran bintang♫
Tunggu sebentar.
♫Dua hati juga dibangunkan♫
♫Mendengar suara yang memekakkan telinga♫
Bersama-sama!
♫Menunggu tahun cahaya berubah♫
♫Tetap tidak bisa berpisah denganmu♫
♫Karena kita tidak bersedia untuk keluar dari mimpi♫
[Sebagian besar Suku Roh,]
[merupakan Suku Roh baik hati yang berusaha keras untuk hidup]
♫Melewati asmara tahun cahaya♫
[Toko Angao Changyi]
[Jadi, manusia dan Suku Roh sama sekali]
♫Aku bertemu denganmu di lautan manusia♫
[tidak ada perbedaan lain selain latar belakang kelahiran]
♫Kamulah yang membuatku percaya pada takdir♫
Bersama-sama!
♫Ada semacam sihir yang ditakdirkan♫
♫Aku pasti akan jatuh cinta padamu♫
Bersama-sama!
Bersama-sama!
♫Aku tidak pedulu masa depan atau masa lalu♫
Mari, ini untukmu.
Buku tentang Suku Roh.
♫Semuanya percaya♫
Bacalah sebentar.
[Buku Ratusan Roh]
[Apsintus Biru]
Satu kali lagi.
[Angin Puyuh Angin]
Baiklah.
Satu kali lagi.
[Pohon Salju]
Sebenarnya ada dua makanan utama Suku Roh,
yang pertama adalah makanan manusia
untuk mengenyangkan perut.
Satunya lagi adalah yang tercatat di dalam buku.
Makanan yang bisa meningkatkan energi inti jiwa.
[Jenderal Yan]
Jenderal Yan.
Sifatnya kasar dan suka menindas.
[Memakan daging dan darah musuhnya]
Memakan daging dan darah musuhnya.
Menguliti kulitnya dan menghancurkan tulangnya hingga menjadi debu.
Orang yang melihatnya tidak selamat.
Sebenarnya, kami masih punya satu jenis makanan yang lain.
Kita bisa memasukkan energi inti jiwa di dalam Mutiara Roh
ke dalam makanan kesukaan Suku Roh.
Dengan begitu, makanannya akan menjadi lebih lezat
dan juga bisa meningkatkan energi inti jiwa.
Lagi-lagi ada apa denganmu?
Tidak ada yang berbeda apanya?
Apanya tidak ada bedanya?
Tidak apa-apa.
[Buddha memberkati]
[Berkati aku agar aku bisa terus hidup hingga bertemu dengan Ayah]
[Aku harus menemukan ayahku]
[Lalu menyuruhnya membereskan Suku Roh tengik ini]
[Paviliun Fengyu]
[Thousand Years For You]
♫Apabila♫
♫Perasaan cinta bisa direspon♫
♫Kerinduan pasti ada♫
♫Suaranya♫
♫Di dalam hidup ini,♫
♫Semua pemandangan terindah♫
♫adalah hal yang♫
♫berhubungan denganmu♫
♫Saat dua hati saling berdekatan♫
♫Saat seluruh dunia dikuasai olehmu♫
♫Aku akan memanggil namamu dengan sekuat tenaga♫
♫Sampai kamu menjawabku♫
♫Kamu adalah satu-satunya♫
♫Pemandangan yang mendekatiku♫
♫Pertemuan ini membuatmu merasakan empat jenis musim♫
♫Takdir diukir menjadi kisah cinta♫
♫Betapa beruntungnya diriku♫
♫Bisa memutuskan suatu hal untukmu♫
♫Saat dua hati saling berdekatan♫
♫Saat seluruh dunia dikuasai olehmu♫
♫Aku akan memanggil namamu dengan sekuat tenaga♫
♫Sampai kamu menjawabku♫
♫Kamu adalah satu-satunya♫
♫Pemandangan yang mendekatiku♫
♫Pertemuan ini membuatmu merasakan empat jenis musim♫
♫Takdir diukir menjadi kisah cinta♫
♫Betapa beruntungnya diriku♫
♫Bisa memutuskan suatu hal untukmu♫
[iQIYI]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.