Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Karya iQIYI]
♫Keharmonisan antara langit dan bumi tersebar♫
♫Salju yang putih mulai bermekaran♫
♫Ribuan tahun seperti batu ambar yang abadi♫
♫Obsesiku terus ada♫
♫Hari senja yang kejam sudah tiba, begitu juga dengan kekacauan♫
♫Takdir di masa lampau, sulit dilupakan♫
♫Air mata mengalir terhadap kisah cinta yang dalam♫
♫Berkumpul menjadi laut penderitaan♫
♫Karma terus berputar♫
♫Perasaan terus ditutupi♫
♫Cinta dan kebencian terus dicerahkan♫
♫Mengikuti diriku♫
♫Melindungimu, menjauhimu, aku berteriak♫
♫Tidak akan melepaskanmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang menatapmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang membarakanmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang berlari menujumu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang ingin memasuki hidupmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
[Thousand Years For You]
[Episode 10]
Yu Dengdeng, kamu tidak berperasaan sekali, ya?
Malam ini aku akan mengatur pasukan setelah pulang.
Besok aku akan mengalahkan Desa Qingquan.
Aku akan membuatmu menjadi nyonya ketua desa!
Apa kamu paham dengan yang dinamakan mengatur pasukan?
Kamu kalahkan aku dulu baru kita bicarakan lagi.
Kamu pergi atau tidak?
Pergi!
Tunggu aku, Nyonya Gu!
Siapa yang mengizinkanmu di sini?
Kudengar kamu sakit gigi.
Jadi,
aku membawakan sedikit obat untukmu.
♫Terdengar angin berembus♫
♫Bayangan saat bertemu denganmu♫
Yu Dengdeng, sadarlah!
♫Cerah memiliki waktu♫
Dia adalah orang yang baru saja hendak membunuhmu.
Jangan karena sedikit kebaikan yang dia lakukan padamu,
♫Hujan tanpa waktu♫
hatimu melunak lagi.
Ini adalah penyakit terbesarmu.
♫Melihat sore yang mendung♫
Jika tidak melihatnya, tidak akan merasa cemas...
Lekas tidur.
♫Terlantar bagaikan bunga yang berguguran♫
♫Pergi memiliki waktu♫
♫Kembali tanpa waktu♫
♫Kamu menggunakan teka-teki seumur hidup yang tak pernah habis♫
♫Mencari jawaban di segala penjuru♫
♫Di dalam hatiku♫
♫Setiap kata di batu nisan tentang dirimu♫
♫Miliaran tahun tidak akan sempat♫
♫Mengatakan aku mencintaimu♫
Ketua Desa Gu, bagaimana?
Bagaimana?
Apakah Guru sudah melupakan pria tengik itu?
Gurumu itu bukan ikan.
Bagaimana mungkin dia bisa melupakan seseorang secepat itu?
Tapi, kamu tenang saja.
Aku juga sudah menghiburnya, juga sudah menggodanya.
Seharusnya suasana hatinya cukup baik.
Tak disangka ada juga saatnya
Ketua Desa Gu bisa diandalkan.
Waktu itu, aku benar-benar panik hinga bertindak sembarangan.
Tak disangka, aku mencari orang yang benar.
Bukan...
Kamu... jangan gegabah.
Maksudku adalah
aku selalu merasa bahwa kamu sangat bisa diandalkan.
Aku meminta bantuanmu secara khusus.
Begini,
kamu tinggallah lebih lama di sini
agar Guru sepenuhnya melupakan pria tengik itu.
Tinggal apanya?
Waktu sudah larut.
Apalagi, malam-malam begini,
aku seorang pria
berada di dalam kamar seorang gadis.
Bagaimana jika sampai dilihat oleh orang lain dan gosip tersebar?
Aku tidak masalah,
karena aku hanya seorang pria liar.
Bagaimana dengannya?
Dia adalah seorang gadis, ini tidak baik untuk reputasinya.
Kenapa kamu melihatku?
Tidak disangka, ya.
Ketua Desa Gu ternyata memang
orang yang jujur dan adil.
Begini, jangan mengatakan apa pun.
Mulai hari ini, aku bertekad untuk mendukungmu.
Begini, jika kelak Guruku ada masalah,
aku akan memberitahumu.
- Kalau begitu, jika dia ada masalah, kamu beri tahu aku kapan saja, ya? - Baik.
Ayo jalan, bubar!
Tak disangka,
benar-benar baik, ya.
[Kediaman Yuxiang]
Kudengar kamu sakit gigi.
Jadi,
aku membawakan sedikit obat untukmu.
Guru.
Guru.
Ketua Kedua memanggilmu ke sana
ada urusan yang ingin dirundingkan.
Urusan apa?
Entahlah.
Ini untukmu.
A... apa ini?
Kamu simpan, jangan boros.
Berikan pada kawan yang membutuhkan.
Apa ini?
Apakah ini bisa dimakan?
Ketua Kedua.
Ayah Kedua.
Kenapa kamu merokok lagi?
Ayahmu menghilang.
Apa?
Dua hari yang lalu, dia mengirim surat.
Katanya, dia akan kembali untuk menghadiri upacara pernikahanmu.
Tapi, dia tidak kembali.
Aku meminta seseorang untuk mencari informasi di Kota Ying,
ke kasino yang sering dia kunjungi.
Mereka bilang sudah setengah bulan tidak bertemu dengannya.
Ini tidak wajar.
Ini memang tidak wajar.
Tiga hari saja tidak berjudi, ayahku tidak akan tahan.
Jangan-jangan dia berada dalam bahaya.
Dengdeng,
kamu tenang saja.
Ayahmu sangat hebat,
dia pasti baik-baik saja.
Aku tetap merasa sedikit cemas.
Jika tidak, aku pergi sebentar saja.
Berjalan dari Kota Qingquan ke Kota Ying
paling banyak membutuhkan waktu tujuh hingga delapan hari.
Jika aku lebih cepat, lima hingga enam hari sudah tiba.
Baik.
Kalau begitu, Ayah Kedua akan menemanimu.
Tidak perlu, Ayah Kedua.
Aku pergi sendiri bersama Dahai.
Kamu tetap di desa membantuku menjaga rumah.
Dengdeng, kamu tidak tahu, ya?
Dalam perjalanan ke Kota Ying akan melewati Kota Gui.
Konon,
itu adalah ruang dunia lain
di antara Kota Qianhe dan Kota Ying dan hanya Suku Roh
yang boleh keluar dan masuk.
Ada banyak Suku Roh yang berdagang dan hidup di dalam sana.
Meskipun tempat ini
tidak bisa dimasuki sembarangan oleh manusia,
tapi begitu Suku Roh muncul,
akan berbahaya.
Ayah Kedua,
jika aku benar-benar sesial itu
dan bertemu dengan Suku Roh atau sejenisnya,
jangankan membawamu,
meskipun membawa
seluruh kawan di desa ini,
juga percuma, 'kan?
Ketua Kedua, kamu dengarkan Guru saja.
Jika kamu pergi, maka desa ini tidak ada pemimpin.
Jika tidak ada pemimpin, siapa yang akan mengurusnya?
Ada aku, Dahai,
seorang pria kuat seperti ini yang mengikutinya,
apakah kamu masih cemas?
Benar, menurutmu,
apakah darahku adalah darah orang biasa?
Darahku yang paling bisa melawan semua kejahatan itu.
Aku...
Sudahlah, Ayah Kedua, kamu jangan cemas.
Aku tidak bisa.
Sudahlah, Ketua Kedua,
apakah aku mengikutimu, kamu masih cemas?
Tuan.
Xin,
Chang,
[Toko Tandu Xinji]
Tuan,
kamu sudah kembali.
Kalian bereskan barang-barang.
Yu Dengdeng dan lainnya akan pergi ke Kota Ying.
Kita ikuti mereka secara diam-diam.
Kota Ying?
Apa yang mau mereka lakukan di sana?
Jika kita mengikutinya,
apakah tidak mencari pertanyaan ribuan tahun lagi?
Ada Kota Gui saat perjalanan menuju ke Kota Ying.
Seluruh Suku Roh berkumpul di sana.
Benar.
Kenapa aku tidak berpikiran
untuk mencari informasi di Kota Gui?
Aku ingat di Kota Gui ada sebuah tempat lelang
yang khusus melelang barang-barang berharga.
Di sana pasti ada petunjuk.
Yu Dengdeng pergi ke Kota Ying,
kebetulan sejalan dengan kita,
juga bisa diam-diam melindunginya.
Perjalanan mereka ini pasti tidak lancar.
Ada beberapa hal yang harus kita lakukan lebih awal.
Entah itu manusia ataupun Suku Roh,
kita harus membersihkannya
sebelum Yu Dengdeng menemuinya.
Apakah kalian mengerti?
- Mengerti. - Mengerti.
Bos,
apakah cincin itu sudah kamu berikan?
Bos,
saat melakukan sesuatu, pria akan mementingkan kesenangan.
Kenapa begitu bertemu dengan Ketua Desa Yu,
Anda langsung tidak bersemangat?
Bos!
Bos,
Peng Dahai dari Desa Qingquan memberikan pesan untuk Anda.
[Aula Haochi]
Dahai,
kamu harus benar-benar memperhatikan keselamatan.
Tenang saja.
[Aula Haochi]
Kuserahkan Ketua Pertama padamu.
Jika kalian tidak berada di sisiku, kenapa aku merasa...
Bagaimana jika aku ikut pergi bersama kalian saja?
Ayah Kedua,
di rumah mengandalkan saudara,
di luar mengandalkan teman.
Orang yang memiliki kekuatan yang besar sekalipun,
juga tidak bisa menekan kekuatan di tempat.
Ayah Kedua,
aku sudah mengingat semua ucapanmu.
Kamu tenang saja.
Baguslah jika kamu mengingatnya.
Masih ada satu hal yang ingin Ayah Kedua tanyakan padamu.
Apakah kamu mencuri kantong rokokku?
Ayah Kedua,
bukankah aku melakukan ini untuk membantumu berhenti merokok?
Kuberi tahu kamu, ya.
Kamu tidak boleh diam-diam merokok lagi.
Hanya sebatang ini.
Sebenarnya,
dengan adanya benda ini, hatiku merasa tenang,
seperti Anda sedang menemaniku di sisiku.
Apa ini?
Ini adalah jimat keselamatan Ayah Kedua.
Jangan-jangan ini perhiasaan dan semacamnya, ya?
Ini adalah harta warisan keluarga.
Jangan membukanya.
Benda ini bisa menjaga keselamatan pada saat kritis.
Apakah kamu sudah mengingat semuanya?
Semuanya sudah ada di dalam hatiku.
Kalau begitu, kami pergi dulu, ya.
Jaga dirimu.
[Aula Haochi]
Ayo.
Tenang saja.
Bos,
dengar-dengar Yu Dengdeng sudah keluar dari Gunung Qingquan.
Dia akan tiba di tempat kita dalam waktu kurang dari dua jam.
Beraninya gadis tengik seperti Yu Dengdeng ini
memilih Desa Yanhuo milikku.
Baiklah.
Hari ini, aku akan melihat
bagaimana kamu akan melewati tembakanku.
Siapa?
Dari desa mana?
Jika kamu diam saja, kami akan menghajarmu hingga babak belur!
Pria sejati,
apakah kita punya dendam?
Tidak ada dendam.
Hanya saja, ada sesuatu
yang ingin kudiskusikan denganmu.
Guru...
Aku tidak kuat lagi...
Kakiku sakit sekali, kita sudah berjalan lebih dari 20 mil.
Aku tidak kuat, ayo kita istirahat sejenak.
Lihatlah, kamu sampai berkeringat seperti ini.
Biasanya, aku menyuruhmu latihan fisik, tapi kamu malas-malasan.
Ini untukmu.
Begini saja,
aku akan membantumu membawa bungkusannya.
Jangan...
Tidak perlu, Guru...
Aku adalah seorang pria dan juga murid.
Bagaimana mungkin aku membiarkanmu membawanya? Tidak masalah.
Saling menjaga...
Bukankah menjaga harus saling dilakukan?
Apalagi,
kamu adalah muridku, aku adalah Gurumu.
Baik, kalau begitu, terima kasih Guru.
Kita harus bergegas.
Agar kita bisa tiba di Desa Luowu sebelum petang.
Meskipun Desa Luowu sedikit menyedihkan,
tapi pasti ada tempat yang bisa kita gunakan untuk beristirahat dan menyulut api.
Bukan, Guru...
Bukan, boleh saja jika kita jalan,
tapi kita harus
makan hingga kenyang baru bisa jalan, 'kan?
Benar, 'kan?
Ini adalah bakpia yang diberikan oleh Bibi Li,
daging asap dari Paman Wang,
dan juga asinan dari Erhei.
Sesampai di sana, setelah api tersulut,
coba kamu pikirkan...
Nikmat, 'kan?
Guru, sekarang kita punya perak.
Kamu masih mengambil begitu banyak barang semua orang.
Kamu akan memanggul benda-benda yang begitu berat sepanjang perjalanan.
Kamu tidak paham.
Setiap makanan
adalah niat baik semua orang.
Jika aku tidak menerimanya,
mereka akan merasa tidak senang.
Kamu bersabar dulu selama beberapa hari ini.
Setelah kita tiba di Kota Kota Ying,
aku akan membelikan Chipa untukmu.
Bukan, tunggu...
Kenapa kamu berhenti lagi?
Karena kamu, aku...
Benar, bukankah kamu sudah berhenti makan Chipa?
Benar, 'kan?
Pikiranku sudah terbuka.
Kehidupan manusia di dunia,
untuk apa aku berhenti
makan Chipa yang paling kusukai
demi orang atau masalah yang tidak ada kaitannya?
Chipa!
Mewah sekali, ya.
Bawakan seporsi untukku, ya.
Gu Beixi? Kenapa kamu ada di sini?
Aku mau pergi ke Kota Ying.
Kamu juga pergi ke Kota Ying?
Jangan-jangan, kamu juga pergi ke Kota Ying, ya?
Kalau begitu, kebetulan sekali.
Kita sejalan.
Aku dengar dari ayahku,
dia sudah menjodohkanku
dengan seorang gadis di Kota Ying.
Perjodohan dengan seorang gadis?
Maksudmu adalah
kamu punya tunangan di Kota Ying?
Jika kamu tidak ingin aku punya tunangan,
aku akan segera membatalkannya.
Aku sudah menerima dua hadiah emas
dari Desa Nanfeng.
Sudah saatnya bagiku untuk mengembalikan satu.
Kamu jangan sungkan-sungkan padaku.
Saat aku harus bermurah hati, aku akan sangat bermurah hati.
Aku masih tidak tahu gadis itu
seperti apa.
Aku sama sekali tidak pernah bertemu dengannya.
Aku harus melihatnya lebih dulu.
Jika tidak cocok, aku bisa kabur lebih cepat.
Berhubung kita sudah berjodoh,
kita pergi bersama-sama saja.
Pergi bersama-sama?
Tidak ada hal yang baik jika aku bersama denganmu.
Kita jalan sendiri-sendiri.
Kalau begitu, nasibku akan mengenaskan.
Setelah Desa Yanhuo dipilih olehmu,
mereka sangat membencimu
dan berencana menghalangimu di desa depan.
Kamu tidak takut karena kamu adalah orang berkemampuan lebih dari orang biasa.
Sedangkan aku, sendirian dan kesepian.
Saat Desa Nanfeng membantu Desa Qingquan
menangkap siluman,
semua orang tahu hubungan kita.
Jika dia tidak bisa menghalangimu, pasti akan menindasku, 'kan?
Guru...
Kurasa Ketua Desa Gu
juga cukup menyedihkan.
Dia keluar seorang diri,
bahkan tidak membawa anak buah.
Jika benar-benar terjadi masalah padanya,
mereka akan mengatai Desa Qingquan
tidak menyelamatkan orang yang dalam bahaya.
Ini tidak enak didengar.
Jangan mengatakannya lagi, Dahai.
Bagaimanapun, hidup dan matiku
tidak ada hubungan apa pun dengan Desa Qingquan.
Guru, lagi pula,
jika jumlah orang lebih banyak, bantuan akan bertambah.
Nanti, para preman Desa Yanhuo
tidak akan sanggup membuat masalah lagi, benar, 'kan?
Sudahlah.
Kita biarkan dia ikut saja.
Aku bantu kamu membawanya.
Guru, aku akan segera kenyang, Guru.
Tampaknya, orang-orang Desa Yanhuo sudah datang.
Seharusnya tidak sampai sepuluh orang.
Ayo jalan...
Ketua Desa Yu!
Ayo jalan... cepat...
Aku datang...
[Desa Luowu]
Cepat!
Cepat!
Ketua Desa Yu!
Cepat...
[Desa Luowu]
Ayo...
Ketua Desa Yu, aku sudah lama menunggumu.
Tandu sudah kusiapkan.
Cepat...
Itu... biarkan kuantar kalian.
Mengantarku?
Mengantar.
Ini...
Apakah ini cara baru untuk menipu orang?
Ini...
Ini adalah rasa hormat kami
terhadap Ketua Desa Yu.
- Rasa hormat. - Benar.
- Rasa hormat. - Benar.
Guru,
lebih baik kita memutar jalan saja.
Lihatlah sekelompok orang ini.
Kita harus berhati-hati dan waspada, ayo jalan.
- Apa yang kamu lakukan... - Ketua Desa Yu!
Apa yang kamu lakukan?
Kamu tidak boleh pergi!
Jika kamu pergi, kami akan gawat!
Nyonya Yu, Ibu Yu.
Mereka tiba-tiba berbuat baik begitu, pasti berniat jahat atau merampok.
Ayo kita lekas pergi.
Aku sudah memerintahkan seseorang untuk mempersiapkan kuda di kota selanjutnya.
Tuan, tandu sementara
yang dibuat desa bobrok kecil ini
benar-benar sangat kasar.
Ketua Pertama tidak naik juga tidak apa-apa.
Nanti, kita siapkan yang lebih bagus untuknya.
Tidak perlu.
Berdasarkan sifatnya,
dia hanya akan berkata
berhubung sudah datang, maka ikuti saja.
Berdiri!
Bagaimana mungkin
kami tega menolak niat sebaik ini?
Menurutku,
berhubung sudah datang, maka ikuti saja.
Naik tandu!
Tidak pergi?
Ayo... cepat...
Aku tidak peduli seberbahaya apa dia.
Setelah dia membalikkan ombak, aku akan melihatnya lagi.
[Desa Luowu]
Ayo jalan...
Ketua Desa Yu, apakah Anda kepanasan?
Berhenti!
Semuanya sudah lelah, ayo kita istirahat sebentar.
Kawan-kawan,
ayo istirahat sebentar!
Adik Kedua, teko air!
Baik.
Guru baik-baik saja, 'kan?
Kakak.
Apakah ada yang aneh?
Untuk sementara ini, tidak ada.
Ketua Desa Yu,
apakah Anda haus?
Kami punya es buah plum.
Kamu tidak haus, ya?
Tidak apa-apa.
Aku juga punya
kastanya manis.
Di sini juga ada
anggur dari wilayah barat, ini sangat manis.
Coba Anda cicipi.
Aku juga punya...
Baiklah... sudah cukup...
Itu... dudukan kudaku itu
membuat pantatku sangat sakit saat kududuki.
Kamu pergilah dan memeriksanya.
Apakah ada kawan yang bisa membantuku untuk menggantinya?
- Baik. - Terima kasih, ya.
Aku akan segera menggantinya!
Adik Kedua!
Kakak.
Kamu kemarilah!
Kamu ganti dudukan kudanya.
Baik...
Itu, ce... cepat!
Tidak masalah.
Jika mereka ingin menyerang, seharusnya sudah menyerang sejak awal, Guru.
Mungkinkah
mereka benar-benar ingin membantu kita?
Masalah ini tidak wajar.
Pasti ada yang sesuatu yang buruk.
Kuberi tahu kamu, kamu ini...
Anggur dari wilayah barat.
Tuan.
Apa-apaan ini?
Ini... ti... tidak ada apa-apa.
Awal tahun ini, desa kalian mengirimkan tembakan,
dijajah oleh Desa Shangou.
Sekarang, kamu membuat masalah dengan Yu Dengdeng seperti ini,
hidupmu pasti menderita, 'kan?
Jika kamu berbicara yang sejujurnya padaku,
mungkin aku juga bisa membantumu.
Sebenarnya, kami juga dimintai tolong oleh seseorang.
Siapa?
Sebelum ini,
ada seorang bos yang berpakaian mewah.
Dia menasihati kami dengan nada dan kata-kata yang lembut.
Dia bilang kami harus mengantar kalian
ke Kota Qianhe dengan selamat.
Bocah ini
masih belum menyerah.
Kamu tidak boleh memberitahukan hal ini kepada Ketua Desa Yu.
Apa kamu mengerti?
Aku mengerti...
Terakhir.
Berangkat!
Berangkat! Ayo naik kuda.
Ayo... jalan...
Angkat...
Ayo.
Ayo jalan.
[Kota Qianhe]
[Perusahaan Rokok Merek Naga Emas]
Ayo, minggir.
[Kota Qianhe]
Sudah cukup...
Ketua Desa Yu,
kita sudah tiba di Kota Qianhe.
Kalau begitu, kami pamit dulu.
Semuanya sudah bekerja keras.
Ini adalah upah untuk kalian yang sudah mengantar kami
dan juga
[Kota Qianhe]
uang untuk membeli dua ekor kuda itu.
Ini tidak pantas, 'kan?
Kamu jangan menolaknya.
Aku tahu
kamu juga diancam oleh seseorang.
Tapi, aku juga tidak akan menyulitkanmu.
Nanti, kamu beri tahu orang itu,
katakan padanya, mulai hari ini hingga seterusnya,
dia jalani jalannya yang sulit,
aku akan menjalani jalanku yang cemerlang.
Jangan melakukan hal-hal yang membosankan seperti ini.
Aku tidak akan menerima niatnya.
Selain itu,
masalah sebelumnya adalah salahku.
[Kota Qianhe]
Sekarang, aku hanya punya uang sebanyak ini.
Setelah aku menyelesaikan urusanku dan kembali,
aku pasti akan pergi berkunjung
ke tempatmu lagi.
Ketua Desa Yu, ini benar-benar tidak perlu.
Sebenarnya, Ketua Pertama Gu ini...
Ketua Pertama Gu sudah memberikan uang pada kami.
Ini hanya uang kecil.
Bukan, apa maksudmu?
Kenapa kamu perhitungan sekali denganku?
Akhir-akhir ini aku sudah mengerti satu prinsip.
Akan lebih baik
jika melakukan perhitungan yang jelas dengan pria.
Perasaanku akan tenang.
Dahai.
Guru.
Ayo jalan.
[Kain bercorak kucing putih]
[Toko Obat Tiongkok dan Barat Chengnan]
Yu...
Ketua Desa Yu, hati-hati, ya!
Dia sangat pantang menyerah.
Keren sekali, benar, 'kan?
Sa... sangat keren.
Ini untukmu, anggap saja dari Ketua Desa Yu.
Terima kasih, Ketua Pertama Gu.
Aku pergi dulu.
Ayo...
[Toko Obat Tiongkok dan Barat Chengnan]
Hati-hati, ya!
Hati-hati!
Keren?
Keren apanya?
[Toko Obat Tiongkok dan Barat Chengnan]
Kenapa? Belum diselesaikan?
Kami sudah mengantar orangnya.
Tapi, sepertinya Ketua Pertama Yu
berhasil menebak identitasmu.
Bagaimana responsnya setelah mengetahuinya?
Itu...
Dia bilang tidak menerima kebaikan Anda.
Dia juga menyerahkan banyak uang.
Lalu,
dia bilang, urus saja hidup masing-masing.
Meminta Anda kelak jangan melakukan hal membosankan...
Hal membosankan seperti ini.
Ya...
Lalu,
orang yang di sisinya itu,
Ketua Pertama Gu juga sama.
Anda lihat, uang ini...
Baiklah... bawa saja uang itu, lalu cepat pergi.
Pergi!
Terima kasih...
Terima kasih banyak...
Terima kasih sudah mengampuni nyawa kami...
Pergi...
Tuan,
jangan dimasukkan ke dalam hati.
Wanita memang mudah marah
dan sangat sulit dihibur.
[Perintah]
Chang,
sampaikan perintah ini.
Beri tahu seluruh Suku Roh
yang tinggal di Kota Qianhe
untuk menuruti perintahku.
Baik, Tuan.
Xin sudah mengirimkan kabar.
Dia bilang, hal selanjutnya sudah disiapkan dengan baik.
[Penerbitan Dahua]
Sayang.
[Penginapan Dexin]
kita harus makan dengan baik
agar cepat tumbuh besar, benar, 'kan?
Terima uangnya baik-baik, ya.
Lalu, tumbuh tinggi dan cantik.
- Makan apa? - Bos.
Kamu mau makan bakpao apa?
Mau isi sayuran atau daging?
Kita makan bakpao, ya?
Ada apa?
Sayang.
Bos, satu bakpao isi daging, ya.
Ini.
Terima kasih, Bos.
[Penginapan Dexin]
Ayo, kamu pegang.
Ibu bayar dulu, ya.
Aku lupa membawa uang.
Tidak apa-apa, bayar lain kali saja.
Terima kasih, Bos...
[Penginapan Dexin]
Cepat berterima kasih pada Paman.
Terima kasih, Paman.
Guru, karakter orang di sini sangat jujur, ya.
Aku juga mau makan bakpao daging, aku lapar sekali.
Di mana Gu Beixi? Kenapa dia tidak mengikuti kita?
Entahlah.
Biarkan saja dia.
Ayo, kita makan enak.
Makan! Ayo jalan...
- Cepat! - Ayo!
Kenapa tidak menungguku dan makan duluan?
Siapa suruh kamu lamban?
[Penginapan Dexin]
Ini untukmu, semuanya adalah kesukaanmu.
Simpan dulu, aku sudah kenyang.
Kuberi tahu, harga makanan di sini terjangkau.
Semua hidangan ada.
Rasanya seperti di restoran.
Yang terutama adalah
sangat murah.
Apa ini?
Daging babi Yuxiang,
daging iris rebus.
Semuanya sama dengan nama pelataran
di Desa Qingquan.
Rasanya cukup enak.
Benar, 'kan?
Bos,
masakanmu enak
meskipun di tempat seperti ini.
Yang terpenting itu keahlian.
[Penginapan Dexin]
Kamu tidak makan?
Kamu mau pergi ke mana?
Aku mau mencari tempat untuk tidur.
[Pasokan produk baru dari perusahaan bisnis bergengsi]
Apa yang lucu dari mencari tempat?
[Pasokan produk baru dari perusahaan bisnis bergengsi]
[Kota Qianhe]
Ada apa, Guru? Apakah uangnya sudah tidak cukup?
Sebelum pergi, aku sengaja memberikan
lebih banyak uang untuk desa.
Awalnya, saat dihitung memang kurang.
Sebagian besar sudah diberikan pada Gu Beixi.
Meskipun biaya makan kita tidak seberapa,
tapi sekarang memang sedikit mengkhawatirkan.
Guru, kupikir kamu melamun
bukan karena uang.
Tapi, karena Lu Yan, 'kan?
Ketua Kedua sudah mengatakan
tentang keindahan yang menipu.
Pergi kamu!
Aku sedang memikirkan tempat untuk kita tinggali nanti.
Tadi juga lupa mengingatkan Gu Beixi
untuk mencarikan penginapan yang murah.
Jika tidak bisa,
kita cari Gu
dan meminta kembali uangnya saja.
Lalu, nanti kita kembalikan lagi padanya.
Sudah cukup.
Dia sudah mengawasi desa kita sejak awal.
Jika sekarang kita meminjam uangnya,
nanti pasti ada bunganya.
Pada akhirnya, meminta seisi desa untuk membayarnya.
Menurutku, Gu tidak seperti itu.
Guru, kamu pasti sudah berpikir terlalu jauh.
Daripada meminta orang lain, lebih baik meminta diri sendiri.
Hari ini, lebih baik kita cari
penginapan yang lebih murah.
Setidaknya, kita harus mencari yang ada kandang, 'kan?
Jika tidak, kuda kita akan tidur di jalan.
Tenang saja, kita bisa menemukan penginapan.
Baik, kita lihat saja.
Ayo jalan.
Kamu ambil yang itu.
Bos...
Lihat baik-baik.
Cari tahu informasi tentang orang ini.
Begitu menemukannya, laporkan padaku kapan pun.
Bos, apakah ada perintah lainnya lagi?
Pesan tiga kamar di penginapan terbaik kota ini.
Dua kamarnya harus berdekatan.
Dekorasinya yang lebih cantik.
Satu kamar lainnya
semakin jauh akan semakin bagus.
- Baik, Bos. - Ayo!
Ayo...
[Toko Obat Tiongkok Chengnan]
Makanan di Kota Qianhe sangat murah.
Tapi,
mengapa penginapannya begitu mahal, ya?
Apakah belakangan ini, Kota Qianhe kaya raya?
Jika ada kesempatan, pasti kuselidiki
cara mereka mendapatkan uang.
Guru,
kita selesaikan dulu masalah penginapan ini.
Setelah itu, kita baru membicarakan masalah mendapatkan uang, ya?
Lebih baik,
malam ini
kita menumpang dulu.
Sekarang, dunia tidak aman.
Mereka tidak akan membiarkan orang asing menginap dengan mudahnya.
Begitu melihatku, pasti tahu kalau aku orang baik.
Bagaimana jika kamu minum sedikit arak?
Coba lihat apa bisa berubah menjadi wanita.
Kita sebagai saudari
kemungkinan akan lebih mudah mendapat tumpangan.
Aku berubah lagi?
Lalu, apa kamu ada cara lain yang lebih baik?
[Penginapan Laifu]
- Selamat untuk kalian. - Ini.
Selamat, kalian memenangkan hadiah.
Tahukah kalian?
Hari ini kalian
menjadi pelanggan pertama beruntung
[Produk toko barang asing Huasheng harga murah dan terjangkau]
yang melewati Penginapan Laifu.
Terhadap pelanggan beruntung ini,
hari ini kami akan memberikan Anda
pelayanan termahal dengan harga sangat murah.
Kami tidak mampu menginap di sini.
[Produk toko barang asing Huasheng harga murah dan terjangkau]
Di sini sangat murah.
Tidak... Dahai.
Satu koin perak.
Untuk dua orang.
Satu koin perak.
[Produk toko barang asing Huasheng harga murah dan terjangkau]
Dua kamar...
Tanpa biaya lain?
Tentu saja.
Kenapa kalian berdua kemari?
Tadi kami mencari penginapan.
Aku sudah menyiapkannya.
Di sini murah.
Di sana lebih baik.
Di sini murah.
Di sana lebih murah.
Di sini gratis.
Selain itu, aku akan memberikan kamar termahal
untuk Nona ini.
Di sana dapat makan malam gratis.
Di sini semua makanan gratis.
Selain itu, kami akan merawat kudanya.
Aku menginap di sini!
Bagus! Silakan.
Bagus.
Silakan.
Silakan.
Hari ini beruntung sekali.
[Produk toko barang asing Huasheng harga murah dan terjangkau]
[Penginapan Laifu]
Silakan, sebelah sini.
Hati-hati dengan tangga.
Tuan.
Kamar nomor satu ini milik Anda.
Terima kasih.
Sama-sama.
Di mana kamar nomor dua miliknya?
Apakah di samping sini?
[Kamar nomor satu]
Bukan.
Lalu, di mana?
Dari sini lurus ke sana, lalu belok kanan dan naik satu lantai.
Kemudian, belok kiri.
Kamar yang ketiga adalah kamar nomor dua
miliknya.
Bukankah seharusnya kamar nomor satu dan kamar nomor dua berdekatan?
Tuan, apa yang Anda katakan?
Siapa bilang kamar nomor satu dan kamar nomor dua harus berdekatan?
Lalu, bagaimana dengan kamar nomor empat miliknya?
Kamar mereka berdua lebih dekat.
Lihatlah...
Kalau begitu, aku bertukar dengannya.
Aku mau di kamar nomor empat.
Ini kamar gratis, tapi kamu banyak mau.
Kenapa?
Kamu takut sendirian
karena jauh dari kami, ya?
Jangan takut.
Setelah aku dan Dahai selesai beres-beres,
aku akan menyuruh Dahai menemanimu.
Ayo jalan.
Nona, silakan sebelah sini.
Ayo, Tuan.
Dasar bodoh, kamu memilih kamar tanpa melihat dulu.
Lain kali perhatikan, ya.
Nona tenang saja.
Hari ini aku pasti akan membuat kalian
merasa sangat nyaman.
[Kamar nomor tiga]
[Kamar nomor tiga]
Nona,
Sudah sampai.
Nona, ini adalah kamar nomor dua milik Anda.
Ayo.
Ada Chipa?
Nona,
suka Chipa, ya?
Ini adalah karakteristik penginapan kami.
Di setiap kamar ada.
Cicipilah.
Pemilik Penginapan, Anda sangat perhatian.
Bukan apa-apa.
Ini kuncinya.
Begini, Anda istirahat dulu.
- Jika ada masalah, panggil aku. - Oh ya.
Apa kamar sebelah
sudah terisi?
Nona, meskipun kamar sebelah terisi,
tapi di sini kedap suara.
Tenang saja, pasti tidak akan mengganggu Anda.
Baik, terima kasih.
Baik, panggil aku jika ada masalah.
Baik.
Baik, sampai jumpa.
[Bagaimana? Apakah manis?]
[Gula merah terbaik ini aku curi]
[dari dapur kecil Ketua Kedua]
[Apakah kamu suka?]
Lumayan.
Lumayan
Chipa?
Di gunung belantara begini,
dari mana kamu membelinya?
Guru!
Ada apa?
Ayo berbelanja.
[Kamar nomor dua]
Kita tidak punya uang. Memangnya bisa berbelanja?
Aku sudah mencari tahu.
Dua hari ini Kota Qianhe mengadakan suatu acara.
Sekarang, sudah mulai ramai.
Meskipun tidak punya uang, tapi kita bisa menambah keramaian.
Lagi pula, waktu makan malam masih lama,
kita menganggur, 'kan?
[Kamar nomor dua]
Baiklah, panggil Gu Beixi juga.
Aku sudah memanggilnya, tapi dia tidak ada.
Pemilik Penginapan bilang dia pergi ke luar.
[Kamar nomor dua]
Tidak apa-apa, biarkan saja.
Dia tidak akan hilang.
Jika dia lapar, pasti kembali sendiri saat makan malam.
Ayo, kita jalan-jalan.
Ayo.
[Penginapan Dexin]
Ramai sekali.
Festival apa ini?
[Perusahaan Perdagangan Ekspor Yuanji]
Kenapa setiap orang memegang tanaman mugwort?
Entahlah.
Pokoknya, katanya ada sebuah kegiatan.
[Restoran ala barat Victoria]
Lihatlah...
Sangat ramai.
Mau yang mana, Nona?
Tidak, terima kasih.
[Restoran Rongchang]
Ayo jalan.
[Restoran Rongchang]
Lempar cincin.
Ayo, lihat...
Terlalu jauh.
Terlalu jauh.
Semua ini adalah barang bagus dari Ibu Kota.
Satu Yuan sepuluh cincin, aku tidak menipu.
Ayo, Guru. Kamu coba.
Siapa tahu bisa masuk.
Asalkan memasukkan satu cincin, kamu mendapatkan barangnya.
Kamu mau sepuluh?
Berikan padanya...
Coba?
Cobalah, mungkin saja masuk.
Anda ambil ini.
Semangat.
Semangat, rileks.
Rileks.
Hebat, bagus.
Bagus.
Bagus, sangat akurat.
Sangat akurat.
Hebat, tidak hanya satu.
Hebat sekali, ya.
♫Apabila♫
♫Perasaan cinta bisa direspon♫
♫Kerinduan pasti ada♫
Baik.
♫Di dalam hidup ini,♫
Tidak ada yang terlewat.
♫Semua pemandangan terindah♫
Kemampuan Anda sangat akurat.
Sayang sekali, kita tidak mempersiapkan lebih banyak barang.
♫adalah hal yang♫
Jika Anda membawanya,
aku tidak bisa berbisnis.
Bagaimana jika
aku tukar dengan uang?
Bagaimana jika aku membelinya dari Anda?
♫Saat dua hati saling berdekatan♫
Lebih baik.
♫Saat seluruh dunia dikuasai olehmu♫
Sangat jujur.
Tidak perlu sebanyak ini.
♫Aku akan memanggil namamu dengan sekuat tenaga♫
Tidak masalah.
Kejujuran yang utama, 'kan?
Orang jujur, sekali lagi.
♫Sampai kamu menjawabku♫
Guru, kita baru saja kekurangan uang,
sekarang langsung mendapatkan uang.
Apa ini? Ini keberuntungan.
♫Kamu adalah satu-satunya♫
Tuan, apa pemberian uang dari kita
terlalu mencolok?
Jika tidak begini, bagaimana cara memberikannya?
♫Pemandangan yang mendekatiku♫
Ini baru yang disebut semua akan baik-baik saja.
♫Pertemuan ini♫
Kamu juga meremehkan Gurumu ini
♫membuatmu merasakan empat jenis musim♫
yang disebut terampil memanah dan selalu tepat sasaran.
♫Takdir diukir menjadi kisah cinta♫
Rileks, Guru.
♫Betapa beruntungnya diriku♫
Rileks.
Guru, kebetulan aku lihat di depan
masih ada satu stan penghasil uang.
Ayo.
♫Bisa memutuskan suatu hal untukmu♫
Baik.
Ayo.
Bos.
Ternyata dia.
Dia benar-benar tidak menyerah.
Guru...
Lihatlah ini.
[Penginapan Dexin]
Astaga.
Nanti
kita jual semua barang ini.
Tiba di Kota Ying bukanlah masalah.
Guru.
Menurutku, lebih baik kita tinggal dua hari lagi.
Mungkin kita bisa menghasilkan lebih.
Tamak itu membawa kehancuran.
Kamu harus tahu kapan berhenti.
- Sudahlah. - Tanaman mugwort.
Ayo jalan.
Jual tanaman mugwort!
Berapa banyak uang yang bisa didapat?
Nona, mau tanaman mugwort?
- Tidak, terima kasih. - Ini bisa mengobati dan menolak bala.
[Penginapan Dexin]
Nona,
Tanaman mugwort.
Ayo beli tanaman mugwort!
Ada pencuri, ayo kejar!
Bos, cepat...
Tangkap pencuri... cepat.
Sedang apa kamu?
Hati-hati.
Buru-buru begitu.
Bodoh, sudah ketahuan.
Tangkap pencuri!
Tangkap pencuri!
Jangan lari!
[Perusahaan Perdagangan Ekspor Yuanji]
Pencuri! Jangan lari!
[Penginapan Dexin]
Berhenti! Jangan lari!
Larinya cepat sekali.
Apa ini?
Dahai, kita berpencar.
Kamu cari di gang.
Baik, kalau begitu, kamu hati-hati, ya!
Tuan, bagaimana ini?
Kita kembali ke penginapan dulu.
Xin.
Cari kereta kuda untuk mereka.
Baik.
Kebetulan kita ada toko cabang di sini.
Kebutuhan selanjutnya sudah kita siapkan.
Kamu lari?
Mau lari?
Mau lari ke mana kamu?
Mau lari ke mana...
Kamu mau menangkapku? Bermimpi saja!
Apa-apaan dia? Ini...
[Mochi Baosheng]
Kamu masih ingin lari?
Kamu masih mau lari setelah mencuri uang wanita?
Dahai,
bawa dia ke tempat tersembunyi.
Baik. Ayo.
Kutangkap kamu.
Kemari.
Pertama kali pergi jauh langsung bertemu pencuri.
[Rokok peringatan]
Belakangan ini, dunia sangat berbahaya.
Katakan di mana kamu menyembunyikan uangnya.
Kenapa mencuri?
Jangan bersandiwara, tidak ada yang menyentuhmu.
Guru.
Aku tidak terlalu keras, 'kan?
[Rokok peringatan]
Ini bukan pemerasan, 'kan?
Kamu tidak apa-apa, 'kan?
Kamu kenapa?
Kamu kenapa?
Apa-apaan ini? Monster!
Kuberi tahu kamu, jangan macam-macam!
Aku...
Aku Pemburu Roh.
Darahku bisa menghilangkan monster Suku Roh.
Benar.
Begitu kusentuh, kamu akan menghilang.
Jangan bergerak. Kena.
[Rokok peringatan]
Kena.
Jangan...
Jangan, Ketua Desa Yu.
Kamu jangan bertindak.
[Rokok peringatan]
Aku bukan datang untuk mencuri uang.
A... aku datang untuk memberi kalian uang.
Tidak percaya? Lihat.
Uang di dalam kantong ini tidak kurang sepeser pun.
[Rokok peringatan]
Memberi uang?
Memangnya kamu sebaik itu?
Kenapa kamu bisa tahu kalau kami kekurangan uang?
Kamu...
Astaga, ini sungguhan.
Sepertinya tidak berkurang, malah bertambah beberapa Yuan.
Apakah Lu Yan yang mengutusmu?
Lu Yan?
Aku tidak tahu namanya.
Aku hanya tahu
dia adalah Jenderal Yan.
Dia terlalu banyak membaca dongeng.
Siapa yang akan memberi nama ini pada diri sendiri?
Selain kamu, siapa lagi?
Di sekitar sini ada sepuluh orang Suku Roh.
[Rokok peringatan]
Semua orang menuruti perintahnya.
Sudah
berpapasan dengan kalian.
Guru, ini...
Di sini semua makanan gratis.
Selain itu,
kami akan merawat kudanya.
Tidak perlu sebanyak ini.
Ini terlalu banyak.
Tidak masalah.
Kejujuran yang utama, 'kan?
Bagus sekali, Bos.
Satu Yuan tiga buah. Dijamin bagus dan murah.
[Pasokan produk baru dari perusahaan bisnis bergengsi]
Satu Yuan tiga buah?
Benar.
Murah sekali, satu Yuan tiga buah.
Cobalah.
Orang yang tadi
memberi kami uang
di permainan lempar cincin
juga bagian dari kalian?
[Rokok peringatan]
Kembalilah dan beri tahu Jenderal Yan.
Permainan ini sama sekali tidak seru.
Minta dia segera berhenti.
Jika tidak, aku tidak akan segan-segan.
[Rokok peringatan]
Benar. Kuberi tahu kamu
siapa Guruku.
Dia Pemburu Roh yang terkenal.
Menakutimu.
Nona,
Anda ampunilah aku.
Perintah Jenderal Yan tidak bisa ditentang.
[Rokok peringatan]
Meskipun kali ini kami mundur,
jika Jenderal Yan
meminta pertanggungjawaban,
dia akan membunuh kami.
Aku harus menafkahi banyak orang,
satu keluarga besar.
Jika aku mati, bagaimana dengan mereka?
Guru,
sebenarnya siapakah Lu Yan ini?
Bukan, lebih tepatnya,
monster macam apa dia?
Apakah lebih menakutkan dari Pemburu Roh?
Kalian berdua
masih belum tahu legenda tentang dia, ya?
[Thousand Years For You]
♫Apabila♫
♫Perasaan cinta bisa direspon♫
♫Kerinduan pasti ada♫
♫Suaranya♫
♫Di dalam hidup ini,♫
♫Semua pemandangan terindah♫
♫adalah hal yang♫
♫berhubungan denganmu♫
♫Saat dua hati saling berdekatan♫
♫Saat seluruh dunia dikuasai olehmu♫
♫Aku akan memanggil namamu dengan sekuat tenaga♫
♫Sampai kamu menjawabku♫
♫Kamu adalah satu-satunya♫
♫Pemandangan yang mendekatiku♫
♫Pertemuan ini membuatmu merasakan empat jenis musim♫
♫Takdir diukir menjadi kisah cinta♫
♫Betapa beruntungnya diriku♫
♫Bisa memutuskan suatu hal untukmu♫
♫Saat dua hati saling berdekatan♫
♫Saat seluruh dunia dikuasai olehmu♫
♫Aku akan memanggil namamu dengan sekuat tenaga♫
♫Sampai kamu menjawabku♫
♫Kamu adalah satu-satunya♫
♫Pemandangan yang mendekatiku♫
♫Pertemuan ini membuatmu merasakan empat jenis musim♫
♫Takdir diukir menjadi kisah cinta♫
♫Betapa beruntungnya diriku♫
♫Bisa memutuskan suatu hal untukmu♫
[iQIYI]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.