Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Karya iQIYI]
♫Keharmonisan antara langit dan bumi tersebar♫
♫Salju yang putih mulai bermekaran♫
♫Ribuan tahun seperti batu ambar yang abadi♫
♫Obsesiku terus ada♫
♫Hari senja yang kejam sudah tiba, begitu juga dengan kekacauan♫
♫Takdir di masa lampau, sulit dilupakan♫
♫Air mata mengalir terhadap kisah cinta yang dalam♫
♫Berkumpul menjadi laut penderitaan♫
♫Karma terus berputar♫
♫Perasaan terus ditutupi♫
♫Cinta dan kebencian terus dicerahkan♫
♫Mengikuti diriku♫
♫Melindungimu, menjauhimu, aku berteriak♫
♫Tidak akan melepaskanmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang menatapmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang membarakanmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang berlari menujumu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
♫Yang ingin memasuki hidupmu♫
♫Dirikulah... Oh...♫
[Thousand Years For You]
[Episode 9]
Tuan.
Apakah kamu menemukan cara untuk
memastikan bahwa Yu Dengdeng adalah Dewi?
Aku harus menemukan bagian buku berikutnya.
Sekarang ada Suku Roh
yang sedang mengincar Yu Dengdeng secara diam-diam.
Aku merasa tidak tenang.
[Toko Tandu Xinji]
Karena melindungi keselamatan Yu Dengdeng
adalah prioritas utama,
kalau begitu kenapa Anda
tidak mengembalikan jepit rambut sebelumnya kepadanya?
Mari lihat sebentar.
Benda lama milik suami kedua Desa Qingquan dijual murah.
Dijual murah.
Saputangan sutra asli.
Celana dalam satin.
Celana dalam satin.
Dompet indah dan peralatan menulis.
Satu Yuan.
Semuanya hanya satu Yuan.
Pelan-pelan.
Aku mau.
Mari.
Aku mau ini.
Satu per satu.
- Satu Yuan. - Satu per satu.
Ketua Desa Yu Dengdeng...
Jangan rebutan, semuanya masih ada.
Adalah orang yang baik.
Baik!
Ketua Desa Yu sudah menikahi...
Baik.
Menikahi suami yang tampan.
Satu Yuan! Hanya satu Yuan!
Mari! Satu Yuan dijamin untung!
Kamu tidak akan ditipu.
Mari, lihatlah sebentar.
Ketua Pertama.
Penjualan barang kita benar-benar sangat bagus.
Itu laku di segala kalangan.
Dasar pelayan berengsek.
Jangan melihat suatu hal dengan pikiran yang kuno.
Guru, kamu sedang memujiku atau sedang memarahiku?
Kepintaran yang aku miliki ini,
aku bisa memikirkan cara buruk seperti ini.
Itu adalah ide dari Ketua Desa Gu.
Aku hanya bertanggung jawab untuk melebih-lebihkan
dan melaksanakannya.
Sejak kapan kamu berhubungan baik dengannya?
Bukan.
Dalam hal ini,
dia bisa bersama kita melampiaskan amarah.
Lalu, aku langsung menganggapnya saudara.
Ditambah lagi, dia sangat perhatian saat kamu dalam masalah.
Dia setiap hari menemanimu
menonton pertunjukan, minum teh, dan mencari kesenangan.
Dia hanya takut kamu merasa depresi.
Sekarang kebetulan bisa memaki orang itu bersama-sama.
Itu sangat menyenangkan.
Menyenangkan?
Tidak.
Ini sungguh menyenangkan sekali.
Kamu mengataiku seperti pimpinan tak berguna.
Tidak masalah kamu mengatakan aku tidak berguna.
Lalu, siapa orang yang ditindas, orang yang murahan,
dan juga orang yang licik itu?
Sakit... Sakit sekali!
Aku tidak bicara lagi.
Mari, lihatlah ini.
Ini bagus.
Dasar berpemikiran buruk.
Satu Yuan! Anda tidak akan rugi setelah membelinya.
Anda tidak akan tertipu.
Satu Yuan! Semuanya hanya satu Yuan.
Cepat beli! Cepat lihat.
[Li Ji, Daging Panggang Changtengji]
[Toko Obat Yongsheng]
[Kedai Teh Empat Musim]
♫Angin dingin dan cuaca dingin kesembilan♫
Bagus!
♫Perubahan pikiran musim semi menghajar 69 kepala♫
♫Acara lampion naga pada tanggal 15 bulan purnama♫
Bagus!
♫Ada sepasang barongsai bermain atraksi bola♫
Ketua Pertama.
Sudah cukup.
Satu per satu.
Satu per satu. Jangan rebutan!
Jangan rebutan.
Naik dulu.
Naik dulu.
Ketua Pertama Yu.
Ketua Pertama Yu, aku ada urusan mencarimu.
Aku ada urusan mencarimu.
♫Hari Duanyang jatuh pada tanggal 15 September♫
Bagus.
♫Dewi Xu sang ular putih♫
Semuanya.
Baiklah, dengarkan aku.
Satu per satu baru ada kesempatan.
Jika berebut, kalian tidak punya kesempatan lagi.
Mari, maju.
Aku duluan.
Ketua Pertama, ini adalah obat yang baru diteliti
toko kami.
Ia bisa menghentikan darah dan regenerasi otot. Hasilnya bisa langsung terlihat.
Seberapa parah cederanya,
jika dioleskan akan langsung sembuh.
Ini sangat cocok dengan orang dari desa Anda.
Setelah bertarung hingga terluka parah,
bisa digunakan untuk penyembuhan, penambah darah, dan penambah energi.
Selain itu, ia juga bisa digunakan untuk merawat kulit.
Bagaimana menurut Anda?
Berikan beberapa kotak dengan jumlah ini.
Baiklah.
Aku akan segera membawanya kemari.
Aku akan segera membawanya kemari.
Ini punyaku.
Gilaranku.
Ketua Pertama.
Modal seorang pria memimpin
adalah memiliki tubuh yang hebat.
Ada begitu banyak pahlawan di Desa Qingquan.
Anda harus mencicipi arak tulang harimau milik kami.
Mari, Anda cium sebentar.
Ketua Pertama.
Ambilkan beberapa guci kemari, pergilah.
Baiklah, aku akan segera mengantarkan barangnya untuk Anda.
Dia menginginkan semuanya.
Semua ini demi dirimu.
♫Kerbau bersalah yang terlihat murung♫
Hal ini akan menentukanmu bisa berhasil atau tidak.
♫Anjing itu mengkhawatirkan dirinya tidak bisa mengubah kotoran♫
♫Babi yang merasa khawatir tidak bisa meningglakan paritnya yang bau♫
Baiklah.
♫Bebek merasa khawatir, lalu meratakan bibirnya♫
Apa Gu Beixi ini memiliki pemahaman
terhadap waktu?
Kenapa masih belum datang?
Jangan panik, Guru.
Saudara kita melaporkan bahwa
sepertinya dia pergi ke sungai selatan untuk menangkap belalang.
Dia seharusnya akan segera sampai.
Untuk apa menangkap belalang?
Bukankah semalam kamu bilang mau?
Ketua Pertama Yu.
Saudara Dahai.
Bos Wu.
Ada hal apa
yang bisa membuat bos sekolah opera sepertimu datang kemari?
Anda sudah berlebihan.
Ketua pertama Yu.
Hari ini aku mengantarkan hadiah besar untuk Anda.
Bos Wu sudah sungkan.
Kami itu kolot dan tidak mengerti cara menikmati seni.
Aku juga tak punya uang menikmati hal semacam itu.
Ketua pertama Yu.
Hari ini kita tidak membicarakan seni.
Kita hanya
membicarakan kehidupan.
Kudengar, beberapa waktu yang lalu suami kedua Anda melarikan diri.
Sekarang desamu sedang kekurangan orang baru untuk melayani.
Sekarang,
kebetulan sekolah seni kami punya seorang
pemuda yang bertenaga.
Dia bisa menjadi pilihan untuk menjadi suamimu.
Lu.
Mari menyapa.
Ketua Pertama Yu.
Dia juga bermarga Lu?
Tidak bisa seperti ini.
Mulai sekarang,
dia bermarga Yu.
Jika Anda bersedia menerimanya,
dia bisa bermarga apa pun.
Pergilah! Terserah dia mau marga apa pun.
Ketua Pertama kami
sudah tidak tertarik
dengan bocah itu.
Pergilah.
Tidak.
- Tidak, Saudara Dahai. - Pergi, pergi.
Tunggu sebentar.
Siapa yang bilang aku tidak tertarik?
Duduklah.
Kita mengobrol dulu.
Apa kamu bisa bermain "Huaquan"?
Ketua Pertama yang duluan?
Atau aku yang duluan?
Ketua Pertama dengarkan baik-baik.
- Delapan dewa melewati lautan. - Tanggal enam bulan dua.
- Lima kepala. - Enam dan enam.
Mereka bermain "Huaquan" di sini.
Tidak ada gunanya kita berada di sini.
Ayo kita pergi.
Di bawah lebih ramai.
Ayo pergi, Saudara Dahai.
Ayo ikut minum teh bersamaku di bawah.
Guru.
Apa yang perlu dikhawatirkan? Tak apa-apa.
Sekali lagi.
Tenang saja.
Ketua Pertama pandai minum.
Aku tuangkan penuh untuk Anda.
Kali ini, Ketua Pertama harus mendengarkannya dengan baik.
- Delapan dewa melewati lautan. - Sepuluh aula penuh.
- Lima kepala. - Sepuluh aula penuh.
Dua sepuluh aula penuh. Ketua Pertama kalah lagi.
Aku tidak percaya.
Sekali lagi.
- Enam dan enam. - Tanggal enam bulan dua.
- Enam dan enam. - Lima kepala.
Ketua Pertama sudah mengalah?
Kenapa aku lagi yang minum?
Saudara Dahai, untuk apa kamu gugup?
Mulai sekarang kita akan menjadi satu keluarga.
Lihatlah.
Lihatlah, Ketua Pertama kalian mengobrol dengan sangat bahagia
bersama Bos Yu.
- Cepat minum. - Siapa?
Siapa yang satu keluarga denganmu? Pergi sana.
Pergi sana.
Teman-teman, kemari.
Kita tidak mudah bisa datang ke kota.
Ayo kita ke bawah untuk makan sedikit kue.
Mari, ayo pergi.
Ayo pergi.
Minum! Cepat!
Cepat.
Saudara Dahai, kamu ikut denganku saja.
Ayo pergi.
Aku... aku ini...
Setelah kita selesai makan,
mereka juga sudah selesai mengobrol.
Sekali lagi.
Aku tidak percaya.
Mari.
- Lima kepala. - Tanggal enam bulan dua.
- Sepuluh aula penuh.- Enam dan enam.
Ketua Pertama kalah lagi.
Kamu hebat juga.
Aku tuangkan penuh untuk Ketua Pertama.
Sekali lagi.
- Lima kepala. - Tanggal enam bulan dua.
- Enam dan enam. - Enam dan enam.
[Suara pelajar bersama teh terbaik, pohon firmina, dan bulan yang cerah]
- Sepuluh aula penuh. - Delapan ekor kuda.
Ketua Pertama kalah lagi.
Tuangkan araknya.
Ketua Pertama.
Kamu pandai minum.
Kamu minum arak ini dengan sangat menyenangkan.
Kehidupan manusia itu hanya ada "sakit dan senang".
Orang lain yang sakit.
Aku yang senang.
Aku sendiri yang sakit.
Orang lain akan merasa senang.
Jadi, aku...
ingin...
bahagia.
Benar.
Demi orang rendahan dan munafik itu,
melukai tubuh dan hati.
Kehidupan manusia bagaikan pertunjukan.
Lebih baik kita melihat kebahagiaan di depan mata.
Benar-benar kehidupan bagaikan pertunjukan.
Kamu benar-benar rela menampar dirimu sendiri.
Aku... aku...
Aku sedang berlatih...
berlatih pertunjukan peradaban baru.
Aku tahu ini.
♫Ada seorang biksu di sebuah gunung yang tinggi♫
Bagus!
Baik.
[Suara pelajar bersama teh terbaik, pohon firmina, dan bulan yang cerah]
Bagus.
Aku juga punya sebuah cerita.
Aku bagikan kepadamu sebagai bahan.
Dirumorkan dulunya,
ada seekor kelinci bodoh yang sangat kekar dan sangat hebat.
Semua orang mengelilinginya.
Ia juga merasa dirinya sangat hebat.
Suatu hari, dia pergi memakan rumput.
Dia bertemu dengan seekor kelinci putih besar
yang tampan tapi sedikit misterius.
Ia langsung jatuh cinta padanya.
Lalu, menculiknya.
Ia berpikir mulai sekarang
mereka berdua
bisa makan bersama dengan baik.
Bermain bersama.
Tidur bersama.
Ia merasa selama ada kelinci putih yang besar itu,
rasanya lebih membahagiakan daripada mendapatkan sekotak emas.
Menurutmu, bagaimana cerita ini?
Tidak ada klimaksnya.
Jangan buru-buru.
Permasalahannya sudah datang.
Suatu hari,
kelinci putih yang besar itu
datang ke sisi kelinci bodoh
yang sedang bermimpi indah.
Dia menguliti kulitnya.
Merobek dagingnya.
Mencungkil hatinya.
Saat ini, kelinci bodoh ini baru menyadari.
Ia sudah ditipu.
♫Terdengar angin berembus♫
Oleh karena itu, ia menghampiri kelinci besar tersebut
dan bertanya padanya.
♫Bayangan saat bertemu denganmu♫
Bukankah kita adalah teman?
♫Cerah memiliki waktu♫
Kenapa kamu ingin membunuhku?
♫Hujan tanpa waktu♫
Kenapa kamu mau berbuat seperti ini?
♫Melihat sore yang mendung♫
♫Terlantar bagaikan bunga yang berguguran♫
Coba tebak. Bagaimana kelanjutannya?
♫Pergi memiliki waktu♫
Bagaimana?
Setelah kelinci putih yang besar itu
♫Kembali tanpa waktu♫
menguliti kelinci bodoh itu,
♫Kamu menggunakan teka-teki seumur hidup yang tak pernah habis♫
dia memperlihatkan bulu serigalanya.
♫Mencari jawaban di segala penjuru♫
Ternyata, ia adalah seekor serigala.
♫Di dalam hatiku♫
♫Setiap kata di batu nisan tentang dirimu♫
♫Miliaran tahun tidak akan sempat♫
♫Mengatakan aku mencintaimu♫
Bagaimana?
Kamu terkejut, 'kan?
Apa perselisihannya cukup?
Cukup.
- Mari. - Cerita yang bagus.
Cerita yang bagus.
Mari, tuangkan.
♫Kamu menggunakan teka-teki seumur hidup yang tak pernah habis♫
♫Mencari jawaban di segala penjuru♫
Walaupun ceritanya bagus,
♫Di dalam hatiku♫
tapi
serigala ini,
♫Setiap kata di batu nisan tentang dirimu♫
ia melukai orang,
menipu orang,
♫Miliaran tahun tidak akan sempat♫
sangat tidak baik.
Serigala memakan daging.
♫Mengatakan aku mencintaimu♫
Kelinci memakan rumput.
Itu adalah hal yang wajar.
Namun, kelinci bodoh itu
♫Tidak sempat♫
selain sangat membenci serigala itu,
ia lebih membenci dirinya sendiri.
♫Mengatakan aku mencintaimu♫
Dia yang tidak bisa melihatnya.
Ada ekor serigala yang begitu besar,
tapi dia malah tidak menyadarinya.
Ia sendiri yang menculiknya.
Benar-benar penghinaan yang besar.
♫Belum berakhir dan sulit untuk dilanjutkan♫
Aku mengerti.
Aku paham.
Kamu tidak mengerti.
- Ketua Pertama. - Tidak apa-apa, aku bisa.
Kamu jangan sentuh aku.
Aku masih bisa minum.
Aku... aku berhenti sebentar.
Aku masih bisa minum.
Lanjutkan minumnya.
Ketua Pertama.
Ketua Pertama.
Ketua Pertama.
Kamu memberinya minum arak?
Tidak.
Aku tidak berani.
Apa yang sudah kamu lakukan?!
Tidak ada.
Tidak ada? Jika tidak, cepat pergi!
Kamu ingin aku menembakmu?
Dengdeng.
Dengdeng.
Sadarlah.
Dengdeng.
Suara apa itu? Ribut sekali!
Berikan seteko lagi.
- Bos. - Dia...
Minum.
Bersulang.
Lihatlah dirimu.
Sekarang sudah seperti apa?
Apakah layak hanya demi seorang pria?
Siang bolong seperti ini.
Jika aku telat selangkah saja,
orang lain sudah mengambil keuntungan darimu.
Kamu selalu membuat orang khawatir.
♫Lima meja tinggi, 20 kaki♫
♫Lima biksu lima kitab♫
[Suara pelajar bersama teh terbaik, pohon firmina, dan bulan yang cerah]
♫Lima simbal lima lonceng♫
♫Lima ikan kayu lima lampu♫
♫Lima lonceng emas, 20 Yuan♫
Ketua Pertama.
Minggir! Cepat minggir!
Ada apa ini?
[Suara pelajar bersama teh terbaik, pohon firmina, dan bulan yang cerah]
Minggir.
Minggir.
Minggir.
Ada apa dengan Ketua Pertama?
Jangan ikut.
Astaga.
Minggir.
Apa lihat-lihat?
Apa lihat-lihat?
Tandu milik Desa Nanfeng
lebih nyaman dari milik kita.
Lagipula, Ketua Desa Gu juga bukan orang mesum.
Kita hanya perlu mengikutinya saja.
Ayo pergi.
Ayo.
Pria sejati harus terbuka.
Bagaimana bisa mengambil keuntungan dari seorang gadis di saat seperti ini?
Lihat sebentar boleh, 'kan?
Aku hanya duduk diam saja.
Kamu sendiri yang melakukannya.
Suku Roh.
Suku Roh.
Memang tidak ada satu pun orang yang baik.
Kamu baru tahu?
Dasar bodoh.
Berhenti sebentar.
Ada apa ini?
Kenapa mendadak seperti ini?
Bos!
Ada apa ini?
Tidak tahu.
Kabutnya tiba-tiba menjadi setebal ini.
Ada yang aneh.
Coba periksa di depan.
Ayo.
Hati-hati.
Ayo pergi.
Ayo pergi.
Hati-hati.
Tuan.
Anda lihat.
Mereka sudah terkena ilmu ilusi.
Kamu pergi selamatkan Gu Beixi dan yang lainnya.
Aku akan melindungi Yu Dengdeng.
Baik.
Kamu?
Kenapa kamu bisa di sini?
Di mana yang lain?
Tenang saja.
Mereka semua baik-baik saja.
Mereka hanya terkena ilmu ilusi yang kecil saja.
Xin sudah pergi melindungi mereka.
Kamu pernah menyelamatkanku sekali.
Aku juga pernah mengampuni hidupmu sekali.
Jika membicarakan nyawa,
kita sudah impas.
Aku sudah pernah bilang padamu.
Aku tidak ingin bertemu denganmu.
Apa kamu tidak bisa mendengarnya?
Aku akan memberimu satu kesempatan lagi.
Cepat pergi!
Menjauh sejauh mungkin dariku.
Jika tidak, jangan salahkan aku bersikap tidak sungkan.
Waktu itu, aku tidak bisa melihatnya dengan jelas karena malam hari.
Aku tidak menembak tepat di kepalamu.
Hari ini, belum tentu kamu bisa seberuntung itu.
Jika kamu tidak pergi lagi,
satu tembakan dua lubang, dua tembakan empat lubang,
tiga tembakan enam lubang.
Lu Yan!
Kamu yang memaksaku!
Apa yang kamu lakukan?
Dengdeng!
Dengdeng!
Apa yang sedang kamu lakukan?
Apa yang kamu lakukan?!
Tuan.
Guru.
Kamu yang membuat ulah lagi, 'kan?
Omong kosong apa yang kamu katakan?!
Kami kemari untuk menolong orang.
Kalau bukan aku menyelamatkanmu tadi,
kamu pasti sudah mati sejak awal.
Jangan berpura-pura baik di sini!
Sudahlah.
Jangan pedulikan mereka lagi.
Ayo cepat pergi.
Guru!
Energi inti jiwa ilusi roh rendah.
Mahir dalam mengendalikan kupu-kupu.
Sisik serbuk pada tubuhnya
bisa menciptakan ilusi yang paling nyata
kepada manusia maupun Suku Roh.
Jika manusia biasa yang tidak bisa memfokuskan pikiran,
mereka akan mudah terkena jurus tersebut.
Selain itu, akan sangat sulit untuk memecahkannya.
Ia bergerak dengan sangat tersembunyi
juga tidak mudah disadari.
Sebuah Kota Qingquan yang kecil,
bisa-bisanya dia memikat
rasa ingin mendapatkan dari begitu banyak Suku Roh.
Entah dia Yun Xi ataupun bukan,
kita tetap harus melindungi keselamatannya.
Jika Yu Dengdeng benar-benar adalah Dewi,
tetapi dia tidak ingat dengan Anda lagi.
Apa yang akan Anda lakukan?
Mau bagaimana lagi?
Aku akan mengembalikan inti jiwa kepadanya.
Semoga dia bisa terus melanjutkan
keyakinan dan harapan
yang ada dalam hatinya.
Namun...
Anda akan mati.
Aku memang hanya manusia.
Umurku tidak lebih dari ratusan tahun.
Sekarang aku sudah hidup selama ribuan tahun.
Selama bisa menyelesaikan hal ini,
aku juga tidak punya penyesalan apa pun lagi.
Tuan.
Anda tenang saja.
Aku pasti akan mengutus orang untuk mengawasi Desa Qingquan dengan baik.
Aku akan menjamin entah makhluk apa pun itu
[Toko Tandu Xinji]
tidak akan bisa mendekatinya.
Baik.
Jadi, sebenarnya dia tidak melakukan apa pun padamu?
Apa dia berani?
Aku adalah Ketua Pertama Yu.
Aku muda, kuat, dan pintar.
Apa dia berani bertindak padaku?
Ditambah lagi,
aku punya darah roh.
Setetes darah roh ini
sudah bisa membuatnya si Suku Roh tengik ini
binasa.
Lihat, apakah dia berani menyentuhku atau tidak.
Guru.
Bukan. Saudara di desa
belum tahu kalau dia adalah Suku Roh.
Saat pingsan hari ini,
aku harus menipu mereka untuk waktu yang lama.
Tapi, dendam membunuh ini
tidak bisa melepaskannya dengan begitu mudah.
Aku sudah merencanakannya dengan baik.
Pria ini,
sebelumnya selalu bersembunyi di dalam toko tandu bobrok itu.
Akhirnya sekarang dia sudah menunjukkan wujudnya.
Aku akan mencari kesempatan untuk membunuhnya.
Tidak boleh!
Ilmu yang dia miliki sangat aneh.
Takutnya, kamu belum melukainya,
kamu sudah ditembak lebih dulu.
Apalagi,
akulah korbannya.
Jika harus bertindak,
aku juga yang harus membunuh dirinya sendiri.
Mana mungkin aku merepotkan Ketua Desa Nanfeng.
Akhirnya, kamu sudah melihat jelas
wujud asli dari pria itu, 'kan?
Lain kali bertemu,
jangan berikan kesempatan kepadanya untuk menjelaskan.
Dia sama sekali tidak mencintaimu.
Dia adalah Suku Roh yang mengkhianatimu dan ingin membunuhmu.
Seharusnya kamu menyayatnya dengan pisau.
Lain kali, kamu yang memimpin.
Aku akan membantumu.
Kamu membantuku?
Apa kamu merasa masih tidak cukup menambah kerepotan untukku?
Ketua Desa Gu.
Ayo pergi makan denganku.
- Aku tidak lapar. - Ayo.
- Nanti terlambat kalau lapar. - Ayo pergi.
Aku sudah makan.
Sebenarnya karena perkataanmu terlalu bagus.
Benar, 'kan?
Kurasa dia juga sudah mendengarnya.
Dia sudah mendengarnya.
Ayo pergi.
Pikirkan baik-baik.
Tidak perlu bersedih.
Kamu bisa kabur dalam keadaan hidup dari tangan Lu Yan
sudah sangat tidak mudah.
Kemarilah.
Terus awasi gerak-gerik mereka.
Laporkan padaku kapan saja.
Coba buka mulutmu.
Ketua Pertama memiliki masalah dalam hati.
Depresi dan rasa emosi yang tidak bisa hilang.
Sederhananya, ada peradangan.
Apakah ada cara cepat untuk mengobatinya?
Sakit gigi bukan penyakit.
Sebenarnya tidak ada gunanya memakan obat sebanyak apa pun.
Selama tidak ada masalah apa pun di dalam hati Ketua Pertama,
dirinya merasa bahagia,
maka peradangan dan rasa sakit ini
akan hilang dengan sendirinya.
Aku sudah mengerti.
Sudah merepotkan Anda.
Kalian semua pergilah.
Aku pamit dulu.
Dengdeng.
Kamu punya permasalahan dalam hati.
Apa mungkin karena bertemu
dengan Lu Yan di bawah gunung?
Aku benar-benar tidak bisa menutupi apa pun dari Anda.
Kamu masih tidak bisa melupakan dia?
Aku...
Aku juga tidak tahu ada apa denganku.
Aku sangat membencinya.
Namun, kadang kala aku akan berpikir,
kami berdua bisa memiliki perselisihan sampai hari ini
apakah karena aku sudah salah sejak awal?
Jika sejak awal aku tidak membawanya ke gunung,
apakah tidak akan berubah menjadi seperti ini?
Ayah Kedua
juga tidak tahu alasan dirinya ingin membunuhmu.
Mungkin karena
dia memiliki niat buruk,
tidak punya hati nurani.
Namun, itu pasti bukan
karena kamu tidak cukup baik
ataupun melakukan kesalahan.
Semua orang bisa melihat,
kamu memperlakukannya setulus hati.
Tapi, dia tidak menghargaimu.
Itu berarti dia tidak memiliki keberuntungan itu.
Dengdeng pantas memiliki
cinta dari pria terbaik
di dunia ini.
Guru.
Lihatlah, makanan enak apa yang kubawakan untukmu?
Guru.
Lihat, apa yang kubawakan untukmu!
Guru.
Guru.
Kak Dahai.
Di mana Ketua Pertama?
Ketua Pertama sakit gigi.
Dia pergi ke tabib di Kediaman Haochi untuk memeriksanya.
Kak Dahai, kamu pergi ke mana?
Lihat senyumanmu ini.
Aku pergi membelikan
Chipa milik Toko Li Kedua untuk Guru.
Hasilnya, sudah habis terjual.
Jadi, aku membelikan yang lain.
[Chipa]
[Toko Li Kedua]
[Chipa]
Guru sudah kembali?
Lihatlah.
Ketua Pertama, cepat.
Aku sudah meletakkan pakaianmu di tempat tidur.
Lihat apa yang aku belikan untukmu.
[Toko Li Kedua]
[Chipa]
Aku membelikannya secara khusus untukmu.
Ini aneh.
Ada apa?
Apa otakku bermasalah?
Ini memang rasa dari Toko Li Kedua.
Guru, coba kamu cicipi.
Mari.
- Cicipi sedikit. - Aku tidak ingin makan.
Makan sesuap.
- Cicipi saja. - Aku tidak mau.
Kalian bagikan saja.
Kamu tidak mau makan?
Makan gula terlalu banyak bisa sakit gigi. Aku sudah tidak makan lagi.
Bagaimana ini?
Kenapa bisa seperti ini?
Tuan.
Ada laporan dari mata-mata
yang mengatakan Ketua Pertama panas dalam sampai sakit gigi.
Pipinya sampai membengkak.
Aku tahu.
Anda tahu?
[Toko Tandu Xinji]
Apa mungkin Anda pergi menemuinya?
Awalnya,
aku ingin mengantarkan sesuatu untuknya.
Lalu?
Apa mungkin Anda diusir ke luar?
Aku tidak menunjukkan diriku untuk bertemu dengannya.
Tuan.
Memberikan sesuatu itu
[Toko Tandu Xinji]
akan lebih baik jika diberikan sendiri.
Waktu itu, kita bertindak gegabah.
[Toko Tandu Xinji]
Namun, kali ini memberikan sesuatu padanya
sebagai bentuk permintaan maaf,
tidak ada yang perlu merasa malu.
Aku ingin memastikan satu hal.
Sebenarnya dia Yun Xi atau bukan.
Benar.
Identitasnya memang harus diselidiki.
Keselamatannya juga harus dilindungi.
Namun, sekarang berobat adalah yang terpenting.
Sakit gigi bukanlah peyakit.
Jika sakit, rasanya sangat mematikan.
Jika terus menahan begitu saja, siapa yang tahan?
Hari ini, pipinya membengkak.
Belum tentu besoknya bisa berbicara.
Sebelumnya, pipi Chang juga membengkak.
Kemudian, dia...
Tuan.
Apakah Anda pergi atau tidak?
Bos.
Dahai datang mencarimu.
Dia bilang ada urusan mencarimu.
Biarkan dia masuk.
Masuklah.
Sebelah sini.
Satu lantai dipenuhi pecahan kaca.
Kamu berlatih menembak lagi?
Kak Wan, aku sudah membawa orangnya.
Pergilah dulu.
- Ketua Desa Gu. - Baik.
Yu Dengdeng yang menyuruhmu kemari?
Bagaimana mungkin?
Kalau begitu, untuk apa kamu kemari?
Kamu tidak tinggal di desa untuk menghilangkan rasa penatnya?
Kalau begitu, aku pergi.
Jika tidak mengatakan urusanmu,
hati-hati merusak tubuhmu.
Ketua Desa Gu.
Kulihat kamu setulus hati mencintai guruku,
beberapa hari ini aku terus berbicara baik tentangmu
di hadapan guruku.
Tapi, apa yang sudah kamu lakukan?
Apa yang kamu lakukan sudah membuatku kecewa.
Antar tamunya.
Baiklah.
Aku ulang.
Ada masalah apa?
Guruku,
benar-benar merasa sangat tersakiti oleh Nyonya Lu itu.
Dia merasa sedih dan panas dalam.
Semalam,
giginya sakit sampai tidak bisa makan.
Menurutmu, jika seperti ini terus,
tubuhnya pasti akan ambruk.
Jadi, Ketua Desa Gu.
Apakah kamu bersedia
mengejar guruku?
Agar dia bisa melupakan pria tengik itu sepenuhnya?
Lihat kehebatannya itu.
Seorang pria bisa membuatnya emosi sampai seperti itu.
Aku akan memakinya sampai sadar.
Tunggu sebentar.
Ada satu hal yang ingin aku beri tahu sejak awal.
Meskipun kamu setulus hati menyukai guruku,
tapi bisakah kamu...
itu...
sedikit lebih berusaha?
Ganti caramu untuk menyatakan perasaanmu.
Kamu jangan selalu begitu bodoh.
Bodoh?
Kita harus membuat taktik.
Setelah membuat taktik,
aku mengerti maksudmu bahwa
memukul itu karena sayang, memaki karena cinta.
Tetapi, jika kamu selalu menggunakan cara seperti ini,
otak guruku tidak bisa meresponsnya.
Sebagai seorang pria, kamu bisa lebih terus terang sedikit.
Sisanya,
aku akan membantu mengatakan perkataan baik tentangmu di hadapan guruku.
Setelah itu, aku akan menciptakan kesempatan untukmu. Lalu, kamu...
Kemudian, bukankah dia akan langsung menyukaimu?
Lihatlah, ini sangat bagus, 'kan?
Apa kamu mengerti?
Ide buruk!
Kamu cukup bilang, lakukan atau tidak?
Sampai jumpa lagi.
Baiklah, kamu bersiap dulu.
Aku pergi dulu.
Aduh... Ini bisa melukai kaki.
Wan.
Panggil beberapa saudara kita untuk pergi ke gudang
dan cari seluruh kotak yang bisa menyembunyikan barang.
Aku ingin mencari sesuatu.
Cari apa?
Cincin berlian
warisan dari ibuku.
Untuk Nyonya Muda itu?
Aku ingin mengantarkannya ke Desa Qingquan.
Jangan berbelit-belit lagi, cepat pergi cari.
- Pergi. - Baiklah.
Lihatlah.
Bukan yang ini.
Aku menemukannya.
Yang ini, 'kan?
Ini dia.
Benda apa ini?
Perjanjian pernikahan?
Perjanjian pernikahan?
Perjanjian apa?
Siapa yang menikah?
[Keluarga Bai dari Kota Ying]
[Putra Pertama dari Ketua Desa Nanfeng]
Benda busuk apa ini.
Bakar saja.
Jangan, biarkan aku melihatnya.
Ini adalah benda peninggalan Mantan Ketua Desa.
Putri Keluarga Bai dari Yingdu.
Berdasarkan status, memiliki status yang sederajat.
Pertunangan sejak bayi pada Tahun Jiachen.
Mantan Ketua Desa memikirkan masalah ini dengan sangat jauh.
Kenapa dia tidak mengatakan masalah Nyonya Muda
saat sudah akan meninggal?
Kenapa aku tidak pernah mendengarnya?
Benar, aku tidak pernah mendengarnya.
Tidak pernah dengar.
Nyonya Muda dari mana?
Ketua Pertama dari Desa Qingquan
barulah Nyonya Muda yang akan
aku nikahi untuk kalian di masa depan.
Ditambah lagi,
Tuan Besar sudah meninggal selama lima hingga enam tahun.
Jika dia ingin pernikahan ini terjadi,
dia bisa merangkak keluar dari makamnya dan menikah sendiri.
Simpan saja.
Simpanlah.
Kamu pergi petik beberapa pir yang segar di belakang gunung.
Setelah itu, persiapkan es batu. Aku mau menggunakannya nanti malam.
Baiklah.
Bantu aku carikan sebuah kotak yang indah.
Baiklah.
Carikan sebuah kotak.
Pilih yang baik.
Ketua Desa Gu.
Ketua Desa Gu.
Ketua Desa Gu.
Aku mohon padamu.
Buatlah guru untuk kembali bersemangat.
Tenang saja.
Gurumu akan merasa bahagia dan semangat
setiap kali bertemu denganku.
Lihat saja.
Baik.
[Kediaman Yuxiang]
Semoga saja begitu.
Gu Beixi?
Kenapa kamu ke Desa Qingquan?
Apa yang kamu lakukan?
Kamu masih menyerang diam-diam tengah malam ke kamarku?
Desa Qingquan sangat miskin.
Apa yang perlu diserang?
Aku sudah memasakkan sup buah pir untukmu.
Ini menurunkan panas dalam dan menetralkan racun.
Saat kecil,
bukankah kamu sering pergi mencuri buah pir di belakang gunung kami?
Duduklah.
Mari.
Cicipi.
Tenang saja, ini tidak beracun.
Aku mendinginkannya dengan madu.
Ditambah lagi,
jika aku benar-benar ingin menyerang Desa Qingquan kalian,
aku juga tidak perlu menggunakan siasat rendahan seperti ini, 'kan?
Aku rasa kamu juga tidak akan berani membuat trik apa pun di wilayahku.
Cukup dingin.
Enak.
Kamu juga minum.
Apa kamu tidak sedih
mangkuk sebesar ini untukku?
Kenapa harus merasa sedih?
Aku juga tidak kekurangan uang ini.
Aku merasa senang kamu meminumnya.
Dengdeng.
Apakah kamu masih ingat pertama kali
kita bertemu saat kecil?
Aku ingat.
Saat pertama kali bertemu,
kamu menghajarku.
Setelah itu, kamu mengadukannya kepada ayahku.
Kemudian, ayahku menghajarku setelah pulang.
Aku sudah mengingatnya.
Itu karena kamu yang menggunduli rambutku lebih dulu.
Makanya aku menghajarmu.
Bagaimana dengan hal buruk yang kamu lakukan padaku itu?
Aku tidak pernah mengungkitnya pada ayahku satu pun.
Sebaliknya kamu,
ayahku selalu memukulku setiap bertemu denganmu.
Setelah itu bertemu denganmu,
aku merasa pantatku kesakitan.
Lihatlah, kekuatanmu yang hebat saat kecil itu.
Ke mana itu semua sekarang?
Akan lebih baik jika menambahkannya
dengan sedikit arak.
Wajahmu yang seperti itu
juga ingin minum arak?
Seusai minum arak, malam ini kamu akan melompat ke sungai.
Tenggelam juga tidak mati.
Apa maksudmu?
Wajahmu sudah membengkak.
Jadi, mengambang di permukaan dan tidak bisa tenggelam ke dasar.
Kenapa dulunya aku tidak menyadari
ternyata kamu begitu pandai bicara lelucon?
Ada banyak hal yang tidak kamu sadari.
Oleskan ini di gigimu.
Jadi, bisa lebih cepat sembuh.
Terima kasih, Gu Beixi.
Beberapa hari ini,
Desa Qingquan kami
dan juga aku,
terjadi banyak masalah.
Aku sudah merepotkanmu.
Seharusnya ini bukan perkataan dari
seorang Ketua Desa Yu seperti dirimu, 'kan?
Aku malah berharap Desa Qingquan bisa terus memiliki masalah.
Dengan begitu, aku bisa tetap tinggal di sisimu
dan menjagamu.
Gu Beixi, dasar pria tengik!
Ternyata, kamu masih belum menyerah juga?
Aku... aku hanya asal bicara.
Omong kosong apa ini!
Jangan seperti ini.
Cepat pergi.
- Bukan itu maksudku. - Enyah!
Ketua Desa Yu.
Kamu memang ingin menguasai Desa Qingquan.
Aku sudah salah. Kamu tokoh besar yang berbaik hati.
Cepat pergi! Sejauh-jauhnya!
Berikan apanya! Cepat pergi!
Kamu tidak berperasaan, ya, Yu Dengdeng?
Malam ini setelah pulang, aku akan membuat persiapan perang.
Besok aku akan menaklukkan Desa Qingquan kalian.
Aku akan membuatmu menjadi nyonya ketua desaku.
Apa kamu mengerti apa itu membuat persiapan perang?
Kalahkan aku dulu, baru bicara lagi.
Pergi atau tidak?
Pergi!
Tunggu aku, Nyonya Gu!
[Thousand Years For You]
♫Apabila♫
♫Perasaan cinta bisa direspon♫
♫Kerinduan pasti ada♫
♫Suaranya♫
♫Di dalam hidup ini,♫
♫Semua pemandangan terindah♫
♫adalah hal yang♫
♫berhubungan denganmu♫
♫Saat dua hati saling berdekatan♫
♫Saat seluruh dunia dikuasai olehmu♫
♫Aku akan memanggil namamu dengan sekuat tenaga♫
♫Sampai kamu menjawabku♫
♫Kamu adalah satu-satunya♫
♫Pemandangan yang mendekatiku♫
♫Pertemuan ini membuatmu merasakan empat jenis musim♫
♫Takdir diukir menjadi kisah cinta♫
♫Betapa beruntungnya diriku♫
♫Bisa memutuskan suatu hal untukmu♫
♫Saat dua hati saling berdekatan♫
♫Saat seluruh dunia dikuasai olehmu♫
♫Aku akan memanggil namamu dengan sekuat tenaga♫
♫Sampai kamu menjawabku♫
♫Kamu adalah satu-satunya♫
♫Pemandangan yang mendekatiku♫
♫Pertemuan ini membuatmu merasakan empat jenis musim♫
♫Takdir diukir menjadi kisah cinta♫
♫Betapa beruntungnya diriku♫
♫Bisa memutuskan suatu hal untukmu♫
[iQIYI]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.