Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
Maaf, sudah mengganggu.
Itu... Nyonya Lu.
Berdasarkan aturan,
kamu harus menyuguhkan teh kepada Da Hong sebagai suami pertama.
Silakan.
Benar-benar konyol.
Sudah kukatakan.
Sebagai seorang pria,
bagaimana mungkin bisa menerima hinaan seperti ini?
Benar.
Siapa yang bicara?
Kenapa kamu lagi?
Kalian semua sudah melihatnya, 'kan?
Ketua Desa Yu menikah
harus mengikuti aturan.
Suami kedua menyuguhkan teh kepada suami pertama
merupakan hal yang sudah sewajarnya.
Menurut kalian, benar tidak?
Benar! Benar sekali!
Ini adalah hal yang wajar.
Aku yang memutuskan pernikahan di desaku.
Tidak beri hormat berarti tidak beri hormat.
Selain itu,
jika hari ini teman-teman tulus untuk memberikan selamat kemari,
aku sangat menyambutnya.
Namun, ada beberapa orang
jika ingin melihat keramaian dan membuat masalah,
menindasku,
aku juga melihatnya dengan sangat jelas.
Aku tidak akan memperhitungkannya sekarang.
Kelak,
aku pasti akan memperhitungkannya.
Benar.
Ketua Desa Yu.
Kamu memang berbicara dengan sangat masuk akal.
Namun, segala sesuatu tetap harus memiliki aturan.
Bagaimana bisa aturan yang ada di Desa Qingquan ini
ditiadakan dan dibuat
sesuka hatimu?
U... ucapanmu ini...
Kamu ini benar-benar...
Ketua Desa,
- ada apa denganmu? - Katakan.
Menurutku, Ketua Desa Beigou,
jika kamu haus, jangan banyak makan kuaci.
Orang sedang mengadakan pernikahan, tapi kamu malah menggila di sini.
Jika kamu benar-benar ingin memberikan kesenangan kepada kami,
nanti kita bertemu di pentas.
Bertemu di pentas.
Sudah, semuanya jangan bertengkar lagi.
Pernikahannya sudah selesai.
Silakan semuanya pergi ke ruang tamu.
Aku sudah mengundang juru kamera terbaik.
Paman Ya akan memotret kita untuk dijadikan kenang-kenangan.
Baiklah.
Pergi foto.
Benda apa ini?
Aku tidak pernah melihatnya.
Kotak yang berlapis kain ini adalah...
Sebesar ini?
Benar.
Bagaimana? Aku baik, 'kan?
Kamu bicara dengan sangat baik.
Aku memang tidak punya cara apa pun padamu.
Siapa suruh aku...
Benda itu...
Coba lihat dirimu.
Hanya kamu yang bisa membereskanku.
Penampilanmu terlihat seperti orang yang kaya.
Tapi, kamu tidak pernah melihat kamera dari wilayah barat
dan bahkan tidak kamu ketahui.
Paman Ya, mari foto kami.
Baiklah.
Saat berfoto tidak boleh mengedipkan mata.
Jika tidak, benda itu akan mengisap jiwamu.
Jika kamu merasa ketakutan,
bersembunyi di belakangku saja.
Tenang saja.
Ada aku di sini.
Aku tidak akan membiarkan siapa pun melukaimu sedikit saja.
Perkataan pria sama sekali tidak bisa dipercaya.
Apa yang kamu lakukan?
Paman Ya.
Seperti ini, fotolah.
Baiklah.
Mari minum.
Selamat untuk kalian berdua.
Aku sudah mabuk. Aku pergi dulu.
Suruh orang siapkan kereta kuda dan antar pulang dengan baik.
Tenang saja, Ketua Pertama.
Aku akan mengantarnya.
Sampai jumpa.
Ayo pergi.
Kalau begitu, kami pergi dulu, Ketua Pertama.
Aku akan mengantarnya.
Mari, Paman Ya.
Pelan-pelan.
Aku pergi dulu.
Pelan sedikit.
Mari.
Baiklah.
Ayo.
Tidak pulang kalau tidak mabuk.
Aku akan mewakili Guru meminumnya.
Berikan padaku.
Sudah cukup.
Kemari.
Di mana Gu Beixi?
Ke mana perginya Gu Beixi?
Tadi, saat upacara pernikahan, aku tidak melihatnya.
Saat para ketua sedang foto bersama,
aku juga tidak melihatnya.
Apa mungkin dia memikirkan rencana yang buruk lagi
selagi kita sedang dalam kekacauan?
Tidak mungkin, Guru.
Tadi, kudengar
entah siapa yang mengurungnya di ruang bahan bakar.
Bagaimana kalau kita melepaskannya?
Minum dulu.
Tidak bisa seperti ini.
Biarkan saja dia
mau ke mana.
Baiklah.
Harus minum.
Tidak perlu pedulikan.
Kamu baik-baik saja, 'kan?
Tidak apa-apa.
Kuberi tahu kamu,
setelah minum sekali, kamu akan terbiasa.
Aku benar-benar tidak bisa.
Mari, minum.
Itu sungguhan. Tuanku tidak minum arak setetes pun.
Biar aku saja.
Jangan sungkan, mari.
Mereka semua datang mengantarkan uang untuk kita.
Saat bersulang denganmu, bisakah kamu sedikit tersenyum?
Hormati dia sedikit.
Hargailah aku hari ini.
Jangan biarkan orang luar melihat lelucon, boleh?
Kamu tidak bisa senyum?
Aku bisa membantumu.
Sudahlah.
Lihatlah dirimu ini. Ada apa denganmu?
Aku tahu.
Kamu ingin berteman dengan tulus dengan semua orang.
Tetapi,
jika tidak bisa minum arak, jangan meneguk terlalu besar.
Semuanya sudah keluar.
Lihatlah dirimu.
Aku akan membantumu mengelapnya.
Terima kasih kepada semua Ketua.
Terima kasih.
Kamu harus minum.
Aku beri tahu kepada kalian semua.
Aku dan Lu Yan
sudah pernah melewati hidup dan mati bersama.
Kelak, kita semua adalah satu keluarga.
Desa Qingquan bertemu dengannya seperti bertemu denganku.
Orang dalam dunia bela diri ini
pasti akan saling bertemu.
Aku berharap seluruh Ketua bisa banyak membantu.
Jangan mempersulit priaku.
Mari, tuang hingga penuh.
Mari.
Bersulang.
Teguk habis.
Teguk habis.
Tuang penuh.
Mari, aku bersulang kepada kalian semua.
Bersulang kepada kalian semua.
Baiklah.
Mari. Aku teguk habis dulu.
- Bersulang! - Mari.
Mari, tuang penuh.
Para Ketua.
Baik.
Guru, biar aku saja.
Mari.
Baik.
Biar aku saja.
Pengantin wanita.
Kamu benar-benar luar biasa.
Aku tidak sanggup lagi.
Guru, aku tidak sanggup lagi.
Kamu sudah kalah?
Aku sudah minum sebanyak ini
sama seperti orang biasa.
Tidak bisa. Kamu pergi atur dirimu sebentar.
Nanti datang lagi.
Baiklah.
Jangan sampai mempermalukan Desa Qingquan.
Pergi minum sup penghilang mabuk.
Ketua Desa Beigou.
Aku minum denganmu.
- Tuan. - Mari.
Aku minum denganmu.
Tuang penuh.
Tuan.
Jika Yu Dengdeng diberi minum seperti ini terus,
bukankah dia akan mabuk selama tiga hari tiga malam?
Itu tidak akan melukai
kesadaran jiwa Dewi, 'kan?
Mari.
Mari kita bersulang.
Sudah, jangan minum lagi.
Kenapa?
Ketua Desa Yu tidak minum,
kalau begitu aku
akan bersulang untuk mempelai pria.
Benar.
Bersulang untuk mempelai pria.
Tuanku tidak bisa minum arak.
Kenapa? Tidak menghargai orang?
Dia sungguh tidak bisa.
Aku Ketua di sini,
jangan berpikir untuk menindasnya.
Aku menggantikannya minum, mari.
Baiklah.
Ketua Desa Yu memang menyenangkan.
Mari.
Tuan.
Mempelai pria cukup hebat!
Hebat!
Mari, aku tuangkan penuh untuk mempelai prianya.
Mari.
Lihatlah.
Ini... sudah tidak bisa diminum lagi.
Apakah tenaga tanganku menjadi besar?
Bagaimana kalau kita begini saja.
Kita kawal mereka masuk ke kamar pengantin.
Setelah itu, kita buat keramaian di kamarnya. Bagaimana?
Baik.
Baiklah. Buatlah keramaiannya.
Baiklah.
Ramaikan kamar pengantin.
Benar, ramaikan kamar pengantin.
Apakah ada orang?
Apakah ada orang?
Da Hei.
Da Hei.
Da Hei.
Bantu aku.
Berikan ini kepada saudaraku.
Suruh mereka datang untuk mencariku.
Setelah berhasil, aku akan membawamu ke gunung belakang untuk menangkap ayam.
Semuanya.
Hari sudah larut.
Kedua mempelai sudah harus beristirahat.
Kalian juga sudah boleh pulang untuk istirahat.
Minggir kamu.
Aturan di dalam desa
adalah suami kedua tidak bisa masuk ke kamar utama.
Jadi, aku sengaja menyuruh orang
menyiapkan kamar ini dengan segenap hati.
Apa kamu puas?
Aku sama sekali tidak peduli dengan semua ini.
Mau bagaimanapun juga boleh.
Kamu cepat pergi istirahat saja.
Memang harus istirahat.
Benar juga.
Masa yang indah
memang sangat berharga.
Kamu sudah mabuk.
Apa yang sedang kamu lakukan?
Menyelesaikan pertunjukannya.
Biarkan aku mendengarnya.
Apa yang kamu lakukan?
Kamu jangan terlalu keterlaluan, ya.
Sudah cukup.
Jika aku tidak membuat sandiwara untuk orang di luar,
mereka akan meremehkan aku sebagai Ketua Desa.
Jika mereka meremehkan aku,
itu berarti mereka akan meremehkan Desa Qingquan.
Sejak saat itu,
mereka akan menggertak, menindas, dan menjajah.
Begitu hati manusia berubah menjadi kotor,
mereka bisa melakukan hal buruk apa pun.
Berdiri.
Sudahlah.
Mereka sudah pergi.
Tidak perlu digoyangkan lagi.
Apa kamu punya sebuah keinginan?
Menikahimu.
Ini tidak bisa dihitung.
Biarkan aku memikirkannya.
Wilayah Shu sangat jarang turun salju.
Pada suatu tahun,
pernah turun salju yang sangat lebat.
Aku dan ibuku sedang membuat orang-orangan salju
sambil menunggu ayahku pulang untuk melewati tahun baru.
Itu adalah ingatan terakhir
yang aku miliki tentang ibuku.
Jika mengatakan harus memiliki sebuah harapan,
aku berharap bisa kembali ke masa lalu
untuk melihat dengan baik paras ibuku lagi.
Ada banyak penyesalan dalam dunia ini.
Jangan percaya dengan takdirmu yang sekarang.
Benar.
Jangan percaya dengan takdirmu yang sekarang.
Lu Yan.
Minum.
Kak Wan.
Mereka sudah selesai melakukan ritual pernikahannya.
Menurutmu, mungkinkah
bos kita merasa kesal,
lalu pulang sendiri?
Tidak mungkin.
Kalau begitu, kenapa pistolnya bisa ada di halaman ini?
Pasti orang Desa Qingquan
sudah menyembunyikannya di suatu tempat.
Sembunyikan di mana?
Kak Wan, lihat anjing itu.
Pegang ini.
Kak Wan.
Bukankah ini adalah tali pinggang bos?
Wan.
- Cepat, ikut. - Di sini! Cepat.
Bos.
Kenapa kamu bisa ada di sini?
Cepat hancurkan pintunya dan keluarkan aku.
Cepat, hancurkan.
Hancurkan.
Bos, siapa yang mengurungmu di sini?
Sudah pukul berapa ini?
Ini sudah tengah malam.
Di mana Yu Dengdeng?
Apa masih minum arak dengan mereka?
Dia... dia...
Bicara saja begitu susah.
Di mana kamar pengantinnya?
Bos.
Bos.
Dahai, kamu sudah mabuk.
Turun kamu.
Lu Yan.
Kenapa kamu tinggal di desa kami?
Kamu tinggal di desa kami,
kenapa malah menghindar dariku?
Apa yang kamu lakukan?
Tidak seperti yang kamu pikirkan itu.
Bajunya sangkut.
Tidak kusangka,
kamu begitu berinisiatif.
Katakan saja lebih awal.
Bukan, aku hanya karena...
Ketua Pertama, terjadi masalah!
Terjadi masalah apa?
Terjadi masalah besar.
Masalah besar?
Masalah besar apa?
Ini...
Ada apa ini?
Kenapa berubah menjadi seperti ini?
Bagaimana bisa seperti ini?
Minggir sebentar.
Dengdeng.
Ada apa?
Lihatlah.
Aku hanya minum sup penghilang mabuk.
Saat kembali, mereka sudah menjadi seperti ini.
Ada apa ini?
Ada apa ini sebenarnya?
Apa mungkin
ini adalah monster?
Da Qian.
Da Qian, kemari.
Perketat penjagaan.
Blokir seluruh pintu keluar masuk
yang ada di Desa Qingquan.
Tanpa izin dariku,
siapa pun tidak boleh turun gunung。
Ini untuk menghindari informasi bocor
sehingga orang luar datang membuat masalah.
Baik.
Li Dan.
Tutup bagian dapur, gudang arak, dan ruang tamu.
Jangan biarkan siapa pun menyentuh
segala sesuatu yang bisa dimakan.
Tunggu kita menyelidikinya dengan saksama.
Baik.
Ayo pergi.
Yu Dengdeng.
Yu Dengdeng!
Kamu berpura-pura menikah
dan memasukkan racun di dalam jamuanmu.
Apakah kamu ingin menghabisi
seluruh desa di 18 Bukit?
- Tidak ada maksud seperti itu. - Jahat sekali hatimu!
Tidak ada hal seperti itu.
Semuanya jangan ribut lagi.
Bukan aku yang melakukan hal ini.
Kalian juga tahu sifatku.
Aku tidak akan menggunakan cara yang aneh seperti ini.
Selain itu, masih membuat kalian melawanku.
Jujur saja,
sekarang seluruh jalan keluar masuk
yang ada di Desa Qingquan
sudah aku tutup.
Siapa yang berani membuat masalah
di dalam desaku,
aku pasti akan menemukan orangnya.
Kulihat, hatimu memiliki niat buruk
dan takut kami turun ke gunung untuk mencari bantuan, 'kan?
- Benar. - Benar begitu, 'kan?
Jangan ribut.
Mencari bantuan?
Aku melakukan ini demi kebaikan kalian.
Sekarang di 18 Bukit,
selain Desa Qingquan,
setiap desa tidak punya pimpinan.
Kalian bisa pikirkan dengan cermat.
Apakah hubungan kalian dengan desa yang lain sebaik itu?
Kurasa sebelum menemukan bantuan,
desa kalian sudah lenyap terlebih dahulu.
Lihatlah.
Benar, 'kan?
Semua orang ini masih bernapas.
Bagaimana mungkin?
Mereka sudah seperti ini, apa kamu buta?
Memang masih bernapas.
Ayah Kedua.
Dengdeng! Hati-hati!
Kurung mereka semua di sini!
Seluruh anggota Desa Qingquan tidak ada yang boleh mundur.
Dari mana kamu mempelajari ilmu bela diri ini?
Kamu lebih mahir bertarung daripada aku.
Ini disebut bisa bertarung?
Warisan dari leluhur.
Tunggu.
Bangunlah, kamu!
Dahai!
Tangkap dua orang yang kabur itu.
Baiklah. Kamu berhati-hatilah.
Kenapa ini...
Tunggu sebentar.
Cepat lari!
Di mana Yu Dengdeng?
Ada di sana.
Bos!
Kamu baik-baik saja, 'kan?
Tuan, lebih baik kita gunakan energi inti jiwa saja.
Semua orang ini akan bangkit kembali meskipun sudah dipukul.
Mereka tidak bisa dibunuh. Benar-benar menyebalkan sekali!
Cepat pergi.
Datanglah ke tempatku.
Sialan!
Di mana gurumu?
Guruku ada di dalam. Cepat pergi!
Ayo pergi!
Di sini, kemari.
Dengdeng!
Kamu baik-baik saja, 'kan?
Tidak apa-apa.
Kamu bawa Yu Dengdeng keluar.
Apa perlu kamu perintahkan?
Tidak bisa. Bagaimana denganmu?
Aku mengerti sedikit ilmu gaib. Aku punya caraku sendiri.
Ilmu gaib?
Tidak bisa.
Aku harus tinggal dan bertarung bersamamu.
Kamu tidak perlu ikut campur.
Ini adalah urusan Desa Qingquan.
Cepatlah pergi!
Apa kamu sudah melihatnya?
Dia bukan orang biasa dan tidak mungkin bisa mati.
Ayo pergi.
Xin.
Panggil seluruh rakyat Desa Qingquan keluar!
Baik!
Cepat.
Kenapa dia bisa sehebat itu?
Tuan.
Apa-apaan itu?
Tuan, kalau seperti ini
identitas Anda akan terungkap sepenuhnya.
Kenapa dia bisa sehebat itu?
Nyonya Lu.
Apakah kamu adalah
Master Pemburu Roh yang khusus untuk menangani
Suku Roh yang dirumorkan itu?
Ayah Kedua.
Guru.
Mohon Tuan selamatkan kami.
Mohon Tuan selamatkan kami.
Guru, apa maksud dari Ketua Kedua?
Apanya Pemburu Roh?
Selamatkanlah kami.
- Selamatkan kami, Tuan. - Mohon selamatkan kami.
Mohon Anda selamatkan kami.
Tuan Pemburu Roh, selamatkan kami.
Jangan lihat lagi.
Tidak ada yang perlu dilihat.
Jangan lihat lagi.
Jalan turun ke gunung
benar-benar sudah ditutup oleh Desa Qingquan.
Apa mereka ingin membuat
kita dan para monster itu
terjebak di tempat ini?
Dengan begitu, mereka bisa menduduki
seluruh 18 Bukit ini.
Semalam masih saling memanggil Ketua.
Hari ini sudah berubah menjadi monster.
Rasa persaudaraan di desamu itu
benar-benar rendahan sekali.
Ketua Desa Gu.
Kemarin ketika harus tampil,
kamu tidak ada.
Mungkin saja,
kamu bersekongkol dengan orang Desa Qingquan.
Kamu juga mencurigakan.
Apa katamu?
Semua jangan bergerak!
- Turunkan senjata! - Turunkan!
Biarkan dia bicara.
Aku senang mendengarnya.
Katakanlah.
Katakanlah.
Aku senang mendengarkannya. Katakanlah!
Tidak mau bicara lagi.
Kalau begitu, aku yang bicara.
Kalian semua dengarkan baik-baik.
Mulai sekarang,
Desa Qingquan benar-benar akan menjadi rekanku.
Siapa dari kalian yang berani mencari masalah dengan Desa Qingquan lagi,
dan berani menyentuh Yu Dengdeng sehelai rambut saja,
aku akan menguliti kulit kalian.
Mengerti?
Mengerti?
Kulitmu akan dikuliti, mengerti?
Mengerti?
Bos.
Kenapa kamu terlihat seperti punya masalah
dan terus melihat Kediaman Yuxiang?
Aku curiga suami kedua Yu Dengdeng itu
bukan manusia.
Bukankah dia adalah Pemburu Roh?
Semalam, aku mengacungkan pistol
di depan kepalanya,
bisa-bisanya dia menghindari peluruku.
Saat aku ingin maju untuk mencari tahu,
dia hanya mengayunkan dengan pelan,
seluruh tubuhku diikat dan terbang ke luar.
Kemudian, aku muncul di ruang bahan bakar.
Selain itu,
dia mencabut sebuah pohon besar
yang sudah berusia puluhan tahun
dengan begitu saja di hadapan kita.
Apakah ini adalah kekuatan yang seharusnya dimiliki oleh manusia biasa?
Sesuai logika,
Pemburu Roh ini juga memiliki tubuh manusia.
Dia tidak mungkin bisa lebih cepat dibandingkan peluru.
Benar.
Setelah dia datang ke Desa Qingquan, masalah terus-menerus terjadi.
Dengan kemampuannya, jika ingin meninggalkan Desa Qingquan,
jangankan seorang Yu Dengdeng,
sekalipun seluruh orang desa bersatu
juga tidak bisa menghalanginya.
Maksudmu...
Lu Yan adalah monster.
Dialah yang melakukan semua hal ini secara diam-diam.
Namun, apa tujuannya?
Desa Qingquan ini sangat miskin.
Tidak ada benda pusaka apa pun.
Yang dia inginkan
adalah Yu Dengdeng.
Kenapa anak ini tidak patuh?
Cepat, Guru.
- Tunggu. - Segera.
Ayah Kedua, pasti ada cara yang lain.
- Ada cara yang lebih baik. - Tidak perlu dipikirkan lagi.
Ini adalah cara yang terbaik.
Dahai.
Dahai.
Cepat tolong aku.
Guru, aku juga sangat ingin menolongmu.
Tapi, Ketua Kedua sudah bilang.
Apa itu... semakin tinggi jabatan, maka...?
Tanggung jawab akan semakin besar.
Benar.
Aku bilang padamu Dengdeng.
Desa kita
sudah sampai ke tahap hidup dan mati.
Sebagai Ketua Desa,
- kamu harus menjadi panutan. - Benar.
Sekarang aku adalah kepala keluarga
dan juga Ketua Desa.
Dua hari yang lalu, aku dengan tidak mudah menunjukkan kehebatanku.
Aku juga sudah merasa sangat bermartabat.
Kenapa?
Sekarang menyuruhku mempermalukan diri sendiri?
Bukankah ayahku sudah bilang
darahku bisa menyingkirkan monster dari Suku Roh tersebut.
Dulu aku tidak percaya, sekarang aku sudah percaya.
Aku...
bisa pergi...
Guru.
Coba kamu pikirkan. Ada belasan Ketua Desa yang harus diberi makan.
Sekalipun darah pada
tubuhmu yang kecil itu menjadi kering, juga tidak akan cukup.
Benar.
Kita pergi mencari Dewa Li yang berasal dari Kota Hongshui.
Dia sudah ditangkap.
Dia sudah ditangkap polisi karena melakukan penipuan.
Intinya aku tidak mau pergi.
Kembali!
Guru.
Harga diri penting atau uang lebih penting?
Harga dirimu bukan apa-apa tanpa kekuatan yang jelas.
Benar. Para Ketua Desa itu sudah menjadi seperti ini.
Jika mereka meminta pertanggung jawaban,
kita harus memberikan ganti rugi yang besar.
Seberapa banyak uangnya juga tidak akan cukup.
Masuk akal.
Lu Yan.
Aku datang mencarimu.
Lu Yan, aku datang mencarimu.
[Ada begitu banyak barang bagus di desa,]
[tapi tidak rela untuk dijual untuk mendapatkan uang]
[Mereka harus mengorbankanku menikahi suami kedua untuk mendapatkan uang]
[Sekarang malah rela diberikan kepadanya]
[Porselen batu giok?]
[Meja dan kursi kayu merah?]
[Pot bunga emas?]
Ketua Pertama, apa kamu ada urusan?
Aku datang...
Ketua Pertama.
Katakan saja kalau ada urusan.
Tidak perlu memberikan salam seperti ini.
Sebenarnya juga tidak ada apa-apa.
Aku kemari hanya untuk melihat.
Apakah kamu masih terbiasa
dengan hari pertama pernikahanmu?
Kamu sudah duduk untuk waktu yang lama.
Apakah kakimu terasa sedikit kebas?
Aku akan memijat kakimu.
[Kue kacang hitam dari Paviliun Hongding?]
[Sup bunga persik dari Paviliun Yifu?]
[Saat tahun baru, aku bahkan tidak rela membelinya]
Biar aku saja.
Aku tidak makan ini. Aku mau minum.
Ini untukmu.
Apakah kamu tidur dengan nyenyak semalam?
Jika ada permintaan, cepat katakan.
Sekarang kita sudah merupakan keluarga.
Karena kita adalah keluarga,
maka seharusnya saling percaya dan jujur.
Kamu menyembunyikan identitasmu yang seperti ini dariku.
Benar-benar tidak perlu seperti ini.
Sejak pertama kali aku bertemu denganmu,
aku tahu kamu pasti adalah orang yang luar biasa.
Kamu adalah master dengan kemampuan yang sangat luar biasa.
Sudahlah.
Sudah cukup.
Apanya sudah cukup?
Tentu saja tidak cukup.
Jujur saja,
aku benar-benar merasa kagum padamu
dari lubuk hatiku yang terdalam.
Mengenai hal menangkap monster dari Suku Roh,
Ketua Yu dari keluargaku pernah bilang
sehari tidak berlatih, keterampilan akan menurun.
Jika terlalu lama tidak berlatih, maka akan kehilangan kekuatan.
Bagaimana kalau
gunakan kesempatan ini
untuk berlatih dengan baik?
Bukankah ayahmu adalah Pemburu Roh?
Suruh dia pulang untuk membantu saja.
Kamu tidak memahami Ketua Yu.
Dia hanya membual.
Hanya dirimu saja...
Kamu barulah yang benar-benar nyata.
Ditambah lagi,
kamu punya keterampilan seperti ini.
Bagaimana bisa hanya tinggal di dalam rumah saja?
Kamu seharusnya keluar.
Memberikan berkah kepada orang yang lebih banyak.
Jika aku membantumu menangkap monster,
siapa yang menyeduhkan teh untuk senior,
bersatu dengan saudara,
dan melayani Da Hong?
[Dasar kamu Lu Yan]
[Pemikiran sempit]
[Pendendam]
[Kamu sedang menungguku di sini]
Tentu saja aku.
Aku akan melakukan segalanya.
Menurutmu, apa bisa seperti ini?
Jika kamu yang melakukannya, tidak baik, 'kan?
Apa yang tidak baik?
Sekarang sudah zaman apa?
Desa Qingquan selalu membicarakan tentang
manusia yang sederajat.
Selama kamu membantuku menyelesaikan
masalah monster ini,
kelak kamu bisa selamanya
menikmati paket makanan mewah
yang ada di Desa Qingquan.
Menurutmu, apa bisa seperti ini?
Ini sangat bagus.
Bagus sekali.
Kalau begitu...
Master Lu.
Menurut Anda,
kapan Anda akan berangkat?
Berangkat apanya?
Hal yang kumaksud tadi
adalah saranmu sangat baik.
Aku tidak setuju
untuk membantumu menangkap monster.
Aku sarankan padamu.
Jangan ikut campur dengan urusan ini lagi.
Lihatlah, bukankah sekarang Desa Qingquan
baik-baik saja?
Kamu kirimkan kembali semua monster itu
ke desa masing-masing saja.
Saat ini, mereka tidak punya pimpinan,
juga tidak akan memberikan ancaman apa pun kepadamu.
Bukankah mendapatkan keuntungan sekaligus adalah hal yang baik?
Kamu sengaja mempermainkanku?
Aku tidak mempermainkanmu.
Aku sedang berpikir untuk dirimu.
Untuk apa kamu mengurus perselisihan di luar?
Jika mengurusnya, mungkin saja akan melukai dirimu sendiri.
Hal yang merugikan diri sendiri
juga bukan gaya bekerjamu.
Lu Yan.
Terjadi hal sebesar ini.
Ada begitu banyak orang.
Mereka memang bukan orang dari Desa Qingquan,
tapi mereka semua adalah
sebuah nyawa yang hidup.
Sekarang, kamu mengusir mereka keluar dari gunung.
Siapa yang berani menjamin
kalau masalah aneh ini tidak akan menyebar?
Bagaimana jika sampai melukai rakyat yang tidak bersalah itu?
Bagaimana?
Kamu benar-benar tidak punya perasaan?
Jadi?
Kukira, meskipun wajahmu dingin,
tapi setidaknya hatimu itu hangat.
Tidak kusangka, ternyata kamu seperti ini.
Lupakan saja.
Kita tidak satu pemikiran.
Anggap saja aku sudah sia-sia datang kemari.
Tunggu.
Apa yang kamu lakukan?
Aku berubah pikiran.
Aku bisa menemanimu turun gunung
untuk mencari monster Suku Roh itu.
Benarkah?
Benar.
Mari.
Lepaskan pakaianmu.
Apa?
Aku sudah meremehkan menantuku.
Guru.
Kamu sudah berkorban begitu banyak untuk kami.
Bukankah kamu menyukai tipe yang lemah lembut?
Kenapa tiba-tiba berubah pikiran?
Kita turun gunung dulu.
Seusai menangkap monster itu,
kita baru melakukan malam pertama.
Tidak bisa, lepaskan sekarang.
[Yu Dengdeng]
[Bertahanlah]
[Demi desa ini,]
[sesulit apa pun juga bisa berkorban]
Bukankah hanya melepas baju saja?
Baiklah.
Aku lepas.
Kakak, balikkan kepalamu.
Baiklah.
Lihatlah.
Lihatlah sesuka hatimu.
Nanti,
siapa yang tidak lihat, dialah orang bodoh.
Pakaian busuk apa ini? Kenapa sulit dilepaskan?
Terbuat dari bahan apa ini?
Kenapa tidak bisa dibuka?
Aku akan membantumu.
- Jangan buru-buru. - Jangan bergerak.
Pakaianmu bermasalah.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.