All language subtitles for ROAD HOME episode 20 [iQIYI subindo]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (SoranĂ®)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]

Paman Lu.

Kenapa tidak tidur?

Setelah kalian punya bayi,

apakah aku harus kembali ke Qining?

Qining terlalu jauh.

Mengantarmu pulang terlalu merepotkan.

Kamu tinggal di sini saja dengan tenang.

Tidak ada kamar lagi.

Adik bayi...

Bibi Gui Xiao bilang

dia sangat menyukai rumah ini.

Sudah lama disewa.

Ini adalah hal yang harus orang dewasa pertimbangkan.

Tidak ada hubungannya denganmu.

Karena ini,

kamu tidak bisa tidur?

Aku tidak rela dengan Bibi Gui Xiao

dan Bibi Duan Rou,

tidak ada hubungannya denganmu.

Kamu sudah melupakan aku dan ayahmu?

Kamu sebentar lihat mobil,

sebentar melihat bulan.

Sangat senang, 'kan?

Senang.

Senang sampai tidak bisa tidur.

Sudahlah, pergi tidur.

Aku keluar sebentar.

Pergilah.

Kelak saat naik dan turun tangga,

pelan sedikit.

Bibi Gui Xiao

sekarang perlu tidur yang cukup.

Pergilah.

Kakak.

Bukan, Kak,

aku baru saja mengangkat gelas,

baru minum seteguk bir pertama,

kamu sudah memanggilku.

Ada masalah besar apa

sampai harus bertemu?

Bicaralah.

Jangan.

Jangan.

Sudah patah.

Sudah tua.

Aku tidak berani.

Maaf.

Kamu begitu cerewet,

apakah pacarmu bisa tahan?

Aku lajang.

Takut menikah.

Pernah dicampakkan orang.

Bersiap untuk terus lajang?

Mungkin iya.

Sekarang,

begitu mengungkit pernikahan,

di depanku langsung muncul

adegan aku berlutut dan menangis

di depan rumah

saat Meng Xiaoshan menikah.

Orang yang paling ingin dinikahi

sudah menikah.

Kalau ganti lagi...

tidak bisa.

Tidak bisa kulupakan.

Hal ini hanya kukatakan padamu.

Ada apa denganmu?

Dalam perjalanan ke sini,

aku berpikir

hal apa yang bisa membuat

emosimu menjadi kacau?

Jangan-jangan kamu...

Aku akan menjadi ayah.

Menurut perkiraan tanggal lahir,

bisa lahir sebelum Imlek.

Bukan kamu...

Kalian berdua...

Kehidupan kalian seperti naik roket saja.

Bertemu kembali,

berdamai.

Sekarang sudah menjadi ayah.

Kamu sudah menjadi ayah?

Menjadi...

Aku...

Ayah kandungku.

Kamu tu... tunggu sebentar.

Biarkan aku mencernanya.

Kamu...

Aku...

Aku...

Aku ini...

Iri.

Senang untukmu.

Senang untukmu.

Waktu itu kita dua pasang,

akhirnya ada sepasang yang berhasil.

Sudah ada keturunan.

Selanjutnya,

ada banyak anak dan cucu

sampai tua.

Sampai tua.

Senang untukmu.

Senang untuk kalian.

Aku pernah punya banyak tempat tinggal.

Rumah dalam makna yang sebenarnya,

tidak pernah ada.

Kali ini sudah ada.

Bukan, kamu menjadi ayah,

untuk apa aku menangis?

Memalukan sekali.

Terlalu memalukan, aku tenangkan diriku.

Aku tidak bisa.

Sudahlah.

Kenapa kamu jadi ayah?

Aku akan menjadi paman.

Bolehkah aku menjadi ayah angkat?

Baik. Menjadi ayah angkat.

Biarkan aku menjadi ayah angkat.

Jangan ribut.

Bagaimana jika kamu menjadi ayah angkatku?

Pergi!

Aku mohon padamu, Lu Chen.

Seandainya...

Aku bilang seandainya, ya.

Bagaimana jika dokter sebelumnya salah menebak?

Tidak bagaimana.

Terus berusaha.

Menyebalkan.

Tidak bisa menemanimu masuk.

Hati-hati.

Hanya melakukan USG saja.

Untuk apa berhati-hati?

Sejak di mobil,

kamu sudah tidak fokus.

Bagaimana jika kamu jatuh karena tidak berjalan dengan baik?

Aku bukan anak kecil lagi.

Baik.

Aku pelan-pelan.

Aku akan berjalan perlahan

di sepuluh bulan ke depan.

Jalan pelan-pelan.

Aku tidak tahu

di dalam harus diperiksa berapa lama.

Bersabarlah.

Aku sudah membawa buku petunjuk robot

yang harus kuterjemahkan untuk para murid.

Masuklah.

Pelan-pelan.

Tidak buru-buru.

Ayo, masuk.

Berikan bonnya padaku.

Berbaring di sini.

Angkat bajumu.

Agak dingin, ya.

Dokter, apakah ada?

Ada.

Apa... apakah dia baik-baik saja?

Apa hamil di luar kandungan?

Apakah ada detak jantung janin?

Kamu jangan takut.

Sangat baik.

Kamu ini sudah memeriksa

informasi di internet?

Aku sudah

memeriksa semua kondisi buruk

yang mungkin bisa terjadi.

Kamu jangan gugup.

Rileks.

Cepat lihat.

Ukuran 12,6 mm

dikalikan 9,4 mm

dikalikan 14,6 mm.

Dia hanya segini.

Diperiksa terlalu awal.

Sekarang masih tidak bisa melihat apa-apa.

Tunggu sampai tiga bulan,

periksa secara detail di departemen kandungan.

Bukankah departemen ginekologi dan kandungan bersama?

Bukan.

Departemen ginekologi dan departemen kandungan terpisah.

Saat kamu mendaftar,

langsung daftar departemen kandungan.

Departemen kandungan akan memberikan

berbagai konsultasi untukmu.

Sekarang dilihat,

tidak ada masalah.

Rawatlah dengan tenang.

Apa yang harus diperhatikan?

Yang paling penting

adalah menjaga suasana hati yang nyaman.

Ini pertama kalinya kamu melahirkan, 'kan?

Buatkan dulu kartu izin lahir.

Dengan adanya kartu izin lahir ini,

baru bisa membuat berkas di departemen kandungan.

Setelah membuat berkas,

akan memintamu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur.

Baik.

Untuk membuat surat nikah,

pergi ke kelurahan tempat tinggal.

Detailnya area mana,

kalian bisa memeriksanya di internet,

atau menelepon untuk bertanya.

Baik.

Terima kasih.

Sama-sama.

Aku tanya dokter kira-kira berapa usianya.

Dia bilang lima minggu lebih.

Menurutmu,

dia dibuat di Qining

atau setelah kembali?

Entahlah.

Aku juga tidak ingat.

Aku hanya ingin mencari tahu.

Apakah itu penting?

Penting.

Coba kamu pikirkan lagi.

Aku masih ingin memberitahunya

di mana dia muncul.

Hal seperti ini

sulit dimengerti.

Alangkah baiknya jika di Qining.

Itu termasuk kampung halaman keduamu,

lebih bermakna.

Selain itu,

itu juga tempat

kita saling menghubungi lagi.

Seharusnya di Qining.

Benarkah?

Benar.

Aku yakin,

di Qining.

Aku kembali dan segera

kembali ke Tim SWAT untuk menanyakan

masalah pendaftaran pernikahan.

Usahakan bulan ini

kita bisa mendapatkan surat nikah.

Berikan sedikit pendapat.

Aku belum pernah memesan menu pesta pernikahan.

Kamu di sini setiap hari mengadakan pesta pernikahan.

Orang di sini suka makan apa?

Kamu pilih dulu yang kamu suka.

Nanti aku akan memilihnya denganmu.

Berikan nomor rekeningmu padaku.

Aku akan mentransfer uangnya kepadamu.

Menunya belum dipilih,

sudah mau bayar uang muka dulu?

Yang aku maksud bukan ini.

Uang yang dipinjam Hai Dong darimu

untuk Lu Chen.

Lelucon apa ini?

Uang juga bukan kamu yang pinjam.

Aku merasa tidak tenang.

Ini tidak terlalu berhubungan

denganmu dan Lu Chen.

Uang ini

dipinjam Hai Dong dariku.

Menggunakan pertemananku dengannya,

adalah urusanku dengan Hai Dong.

Aku kasih tahu kamu.

Kamu juga jangan mengembalikan uang

untuk Hai Dong.

Saat SMP,

dia membuat masalah dengan sekelompok preman.

Jika bukan Lu Chen menghentikannya,

dia pasti sudah cacat.

Masalah mereka berdua,

kamu jangan ikut campur.

Jika dia ingin kamu

ikut campur,

juga bukan

Lu Chen yang aku kenal.

Aku mengerti semua prinsipnya.

Bukti gaji dan kartu gaji Lu Chen

semuanya ada padaku.

Tunjangannya cukup bagus.

Akan segera dikembalikan ke Hai Dong.

Ini benar.

Masalah dia,

biarkan dia selesaikan sendiri.

Dia punya harga dirinya sendiri.

Coba kamu pikirkan dari sudut lain.

Jika kamu yang berutang,

dia diam-diam membantumu membayar,

apa kamu bisa senang?

Dengan harga diri

dari orang sekuatmu begitu.

Bagus sekali.

Apa?

Orang yang disukai saat sekolah,

siapa yang tidak ingin menghargainya?

Tapi juga bukan semua orang layak.

Meskipun layak,

juga bukan semua orang memiliki kesempatan ini.

Apakah Qin Feng tidak baik?

Apa yang kamu katakan?

Aku bukan sedang memikirkan Hai Dong.

Aku hanya

tiba-tiba merasa terharu.

Memikirkan diriku, aku merasa seperti

masalah di kehidupan sebelumnya.

Tapi kamu dan Lu Chen

masih tinggal di kehidupan ini.

Sungguh bagus.

Semoga kita semua baik-baik saja.

Tentu saja.

Kita berdua adalah orang baik.

Yang diberikan Langit pada kita

adalah yang terbaik.

Kehidupan sebelumnya,

sampai jumpa.

Oh, ya.

Kalian ingin adakan pesta pernikahan dulu

atau ambil surat nikah dulu?

Ini belum didiskusikan secara spesifik.

Aku ingin semuanya diadakan bulan ini.

Kalau mengadakan pesta pernikahan,

sekarang seharusnya tidak sempat.

Kamu pikir, kamu harus menentukan

daftar tamu dulu.

Harus menulis undangan.

Pilih gaun.

Kalau foto pernikahan,

bisa difoto nanti.

Tapi gaun

harus menggunakan cukup banyak waktu untuk dikerjakan.

Hidup manusia hanya sekali.

Tidak boleh asal-asalan.

Aku kenal seorang pembuat gaun.

Dia bisa cepat menyelesaikannya.

Tidak perlu.

Lu Chen tidak akan lari lagi.

Aku akan mengurus pernikahan ini.

Aku lebih mengerti prosesnya darimu.

Aku beri kamu saran.

Mengenai pesta pernikahan,

kita harus menyisakan lebih banyak waktu.

Harus dilakukan dengan lebih teliti.

Jangan meninggalkan penyesalan.

Jika kamu ingin mengadakannya

saat ulang tahun Lu Chen,

bulan ini buat surat nikah.

Kalian juga harus mencadangkan

kira-kira dua bulan

sampai tiga bulan

untuk mempersiapkan pesta pernikahan ini.

Boleh.

Kalau begitu, aku akan berdiskusi dengannya.

Ayo, bawa pulang.

Kalian berdua pilih pelan-pelan.

Sudah datang.

Tidak perlu aku perkenalkan lagi, 'kan?

Kapten Lu.

Pak Shen.

Duduk, semuanya duduk.

Baik.

Ayo.

Qining ada pasar baru.

Dulu kamu pernah tinggal di sana.

Kamu laku sekali, Lu Yanchen.

Aku bersusah payah

meminta kamu dari tim utama.

Baru saja datang,

mereka sudah meminjam untuk dipindahkan.

Pemimpin di sana bilang

ingin memindahkanmu ke sana satu bulan

untuk melatih staf penjinak bom,

membentuk tim SWAT.

Pertama,

karena kamu familier dengan tempat itu.

Kedua, kamu berpengalaman.

Kamu pergi sebulan,

bisa melakukan pekerjaan orang lain selama beberapa bulan.

Hal ini,

aku pernah dengar dari Kapten Qin dari Qining.

Benar.

Awalnya dia ingin menggantikanmu pergi,

tapi Qining sana

tidak bisa memindahkan orang.

Dia meminta orang padaku.

Aku

punya lebih banyak orang darinya,

jadi menyetujuinya.

Kapan berangkat?

Pergi lebih awal.

Pulang lebih awal.

Besok.

Perintah peminjaman sudah tiba?

Sudah tiba.

Kondisi khusus,

khusus disetujui.

Kapten Lu,

aku dan kepala cabang kalian

adalah kenalan lama.

Kebetulan, besok

aku mau pergi ke perusahaan bahan peledak rakyat.

Besok kita pergi bersama.

Di jalan juga ada yang menjaga.

Anda lebih tua dariku.

Aku yang seharusnya menjaga Anda.

Baik.

Karena sudah diputuskan,

aku harus pulang dan berkemas dulu.

Bisakah Anda

bantu aku sampaikan ke Tim Empat?

Aku tidak akan ke sana.

Baik.

Kamu pulang dan beres-beres.

Guru.

Sejak malam itu,

aku tidak pernah bertemu Guru lagi.

Tapi keahlianku

tidak melemah.

Aku berlatih setiap hari.

Tunggu sebentar.

Semua orang di bengkel ini

adalah temanku.

Kamu ke sana

katakan adalah murid Lu Yanchen,

suruh mereka meluangkan waktu untuk mengajarimu.

Telepon di atas ini

adalah orang yang bernama Guru Liu.

Kamu cari dia.

Tidak terima bayaran.

Ini tidak baik, Guru.

Ambillah.

Kenal adalah jodoh.

Tunggu kamu sudah mahir,

luangkan waktu bantu aku memeriksa

mobil istriku.

Sifatnya ceroboh.

Tidak mengerti hal ini.

Terima kasih, Guru. Jangan khawatir.

Aku pergi bekerja dulu.

Berjalan.

Tidak boleh lari.

Bukankah kamu bilang besok baru pulang?

Tiba-tiba ganti giliran.

Hari ini bisa pulang.

Orang yang sudah punya anak,

mulai merindukan rumah.

Tapi pekerjaan tidak boleh ditunda.

Sudah disetujui atasan.

Aku sedang melihat menu

pesta pertunangan di restoran Meng Xiaoshan.

Tapi aku sulit memilih.

Setelah makan, kita pilih bersama.

Baik.

Tiga bulan sebelumnya tidak stabil,

sebisa mungkin kurangi mengangkat barang berat.

Sudah diam-diam memeriksa informasi?

Ini sedang Imlek?

Makan saja.

Terima kasih.

Sama-sama.

Makan sedikit daging.

Baik.

Apa kamu sudah makan di sana

baru pulang?

Sudah makan siang, tidak lapar.

Qin Xiaonan, makan semuanya sampai habis.

Baik.

Minum susu untuk menambah kalsium.

Dua hari ini

aku sudah seperti berendam di dalam susu.

Aku tidak suka minum ini.

Kamu tahu itu.

Sejak kecil kamu tidak suka minum.

Benar.

Tapi tidak apa-apa.

Tekadku kuat.

Orang lain butuh 21 hari

untuk menjadikannya sebuah kebiasaan.

Aku dalam tiga hari

bisa membuat diriku terbiasa minum susu.

Aku mau pergi dinas.

Berapa lama?

Satu bulan.

Tidak terlalu lama.

Apakah kamu akan merindukanku?

Aku akan merindukan siapa jika bukan kamu?

Ini lumayan.

Pergi sikat gigi dan cuci muka.

Baiklah.

Peluk dua menit lagi.

♫Hatiku kacau saat pertama kali melihatmu♫

♫Pernah memikirkan masa depan♫

Halo, Kakak Chen.

Ada apa?

Jangan bilang

kamu sudah akan melahirkan anak kedua.

♫Persimpangan di pagi dan sore hari♫

Aku mau pergi dinas.

Tolong jaga keluargaku.

Mengerti.

♫Berutang sebuah pelukan padamu♫

Baik.

Serahkan Kakak Ipar padaku.

♫Aku sudah lama mengembara sendirian♫

Tidak bicara lagi.

Tutup dulu.

♫Bertahun-tahun berlalu♫

♫Tetap menunggu di tempat yang sama♫

♫Ungkapkan perasaan dengan berani♫

♫Tidak mengecewakanmu lagi♫

♫Pejamkan mata dan mendekatlah♫

♫Merasakan kehangatanmu♫

♫Di duniamu♫

♫Aku tidak ingin mundur♫

♫Kamu menghangatkanku♫

♫Sehingga aku tidak kesepian lagi♫

♫Reuni kita♫

♫Malah kembali ke awal♫

♫Saat ini sepertinya♫

♫Masa muda belum berakhir♫

Aku sudah lama menunggumu.

♫Aku masih mencintaimu♫

♫Hati membawaku ke jalan pulang♫

Untuk apa menungguku?

Selimut

dan istri yang hangat.

Cepat.

♫Ungkapkan perasaan dengan berani♫

Pria saat di luar

harus mematuhi akhlak suami.

♫Tidak mengecewakanmu lagi♫

Ini sebuah ujian.

Namun, kamu pasti lulus tanpa ujian.

♫Pejamkan mata dan mendekatlah♫

Tidak dewasa.

♫Merasakan kehangatanmu♫

♫Di duniamu♫

Kamu sudah punya keluarga dan anak,

harus hati-hati.

♫Kamu menghangatkanku, sehingga aku♫

♫Tidak kesepian lagi♫

♫Reuni kita♫

♫Malah kembali ke awal♫

♫Saat ini sepertinya♫

♫Masa muda belum berakhir♫

♫Aku masih mencintaimu♫

♫Ini adalah akhir terbaik♫

♫Aku masih mencintaimu♫

♫Ini adalah akhir terbaik♫

Lapar?

Tidak punya hati.

Mau mengantarmu.

Alangkah baiknya jika bisa membawaku pergi juga.

Bawalah aku.

Bawalah aku.

Juga anakmu

dan Qin Xiaonan.

Jika kamu seperti ini, bagaimana aku bisa pergi?

Aku hanya bercanda.

Aku tahu kamu bercanda denganku.

Kita sedang bicara lawakan di sini.

Mau makan apa?

Aku buatkan untukmu.

Masakanmu tidak enak.

Pemilih.

Naik ke ranjang,

lanjutkan tidur.

Aku akan turun dan langsung pergi.

Aku sudah tidur, Kapten Lu.

Sudah mau pergi?

Jaga rumah dengan baik.

Aku tahu.

Aku sudah sering melihat adegan seperti ini.

Serahkan rumah padaku.

Kapten Lu, selamat pagi.

Biar aku saja.

Baik.

Terima kasih.

Kapten Lu.

Sudah menunggu dengan cemas, ya?

Aku

sengaja menyuruh sopir berkeliling

dan menjemputku dulu.

Karena kamu berbeda denganku.

Kamu sudah berkeluarga.

Aku ingin kamu bisa menemani keluargamu

lebih lama di rumah.

Kalian tinggal di lantai berapa?

Hitung dari atas ke bawah.

Rumah ketiga.

Dia masih tidur.

Kelak saat minum susu

jangan menggigit bagian atas gelas ini lagi.

Gelas ini terlalu tipis.

Kenapa kamu membeli gelas yang begitu tipis?

Sudah terlanjur dibeli.

Lain kali tidak akan dibeli lagi.

Lain kali tidak akan dibeli lagi.

Pak Shen.

Pesawat yang awalnya dipesan akan terbang jam 9.

Satu jam yang lalu

kami menerima pemberitahuan

katanya ada kontrol penerbangan,

jadi akan terlambat 2 jam.

Sekarang akan terbang pukul 11.20.

Baik, aku mengerti.

Kebetulan sekali.

Tolong berhenti sebentar di depan.

Barangku ketinggalan.

Baik.

Kalau begitu, barangmu

akan kubawa ke bandara.

Baik.

Sampai jumpa di pintu keberangkatan.

Baik.

Qin Xiaonan, apa yang kamu lakukan?

Menjaga rumah ini.

Kamu tiba-tiba menjadi dewasa lagi.

Menjadi istri polisi

tidak mudah.

Kamu tidak perlu mengajariku.

Tidak bicara denganmu lagi.

Aku mau kerja, jangan ganggu aku.

Kamu cepat sekali sudah sampai?

Turun.

Kamu tung... tunggu aku sebentar.

Aku pakai sepatu dulu,

lalu ganti baju.

Bawa KTP

dan kartu keluarga.

Pakai baju yang paling kamu sukai.

Akan lebih baik jika yang bisa difoto dengan cantik

di latar merah.

♫Hai, hari ini hari apa?♫

♫Apa bisa bertemu denganmu♫

♫Agar detak jantung tetap di 110♫

♫Terus berdetak kencang♫

♫Oh, kamu belum bangun♫

Kamu bukan mau

membawaku kawin lari, 'kan?

Hanya ada waktu dua jam.

♫Tak melihat pesan dariku♫

Aku sudah memeriksanya,

buka jam 8.30.

Kita akan menjadi pasangan pertama.

♫Apa ada yang memberitahumu♫

Benar-benar pergi untuk membuat surat nikah?

Naik ke mobil.

♫Aku sangat merindukanmu♫

♫Pacaran sedang populer♫

♫Kamu masih mau diam saja?♫

♫Bahkan rembulan pun sudah dibangunkan♫

♫Meteor juga bisa berhenti♫

♫Lagu cinta sedang populer♫

♫Aku akan menyanyikannya untukmu♫

♫Kita harus perlahan-lahan memupuk perasaan♫

♫Aku yakin kamu bisa♫

Aku beri tahu dulu padamu.

KTP tidak dibawa?

Bawa.

Kartu keluarga hilang?

Bibiku bekerja di sini.

Gui Xiao.

Kenapa?

Kamu datang untuk mencari bibimu mengurus sesuatu?

Tidak, itu...

Hanya kebetulan lewat.

Ini pertama kali, agak gugup.

Kebetulan, adikmu juga ada di sini.

Kak.

Kalau begitu, kalian ngobrol saja.

Aku pergi kerja dulu.

Baik.

Kapten Lu.

Kak.

Kemarilah, aku ingin bicara denganmu.

Ayahmu dan ibumu datang untuk mengurus perceraian?

Aku sudah mendengarnya.

Mereka berdua pergi ke Departemen Hukum

untuk memeriksa perjanjian perceraian.

Menurutku, kamu bujuk saja.

Paman sekarang sudah sukses.

Untuk apa?

Aku belum mengatakan apa pun,

tapi kamu malah sudah memikirkan akhir ceritanya.

Bukan?

Ini...

Kamu khusus membawa cinta pertamamu yang polisi SWAT

ke sini,

bukankah karena takut mereka berkelahi?

Pagi-pagi begini,

untuk apa kamu datang ke Kantor Catatan Sipil?

Aku mengantarkan sarapan untuk ibuku.

Ayahku bilang

ingin memberikan kejutan kepada ibuku

dan menyuruhku datang ke sini.

Cepat.

Si tua di rumahku itu benar-benar.

Sungguh suami teladan.

Sudahlah.

Tidak bicara denganmu lagi.

Aku mau pergi menikah.

Pergilah.

Kalian berdua?

Pagi-pagi begini.

Masih harus antri?

Apakah sempat?

Mungkin harus ganti hari.

Kak,

apa keluargamu tahu tentang pernikahanmu?

Tahu.

Aku sekarang tidak punya waktu mengobrol denganmu.

Lu Chen sebentar lagi harus pergi.

Kamu paling familier dengan tempat ini.

Jika seperti ini harus antri berapa lama?

Kakak Ipar mau buru-buru pergi?

Benar.

Di tim ada misi.

Tunggu aku sebentar.

Itu...

Maaf.

Itu...

Kakak iparku adalah polisi SWAT.

Dengan tidak mudah

dia hari ini akhirnya punya sedikit waktu

dan bisa datang untuk mengurus surat nikah.

Setelah mengurus surat nikah,

dia akan segera pergi melaksanakan misi.

Apa kita bisa ganti nomor?

Aku bisa, tidak masalah.

Tentu saja tidak masalah.

Terima kasih.

Ini termasuk memotong antrian, semuanya.

Maaf.

Aku minta maaf pada kalian.

Aku tadi baru mau bilang,

jika mereka tidak mau ganti, ganti saja dengan kami.

Suruh mereka segera mengurusnya,

jangan menunda urusan penting.

Terima kasih.

Kalau begitu, kita tukar saja.

Kak, Kakak Ipar, ayo.

Mereka sudah setuju

membiarkan kita mengurus duluan.

Terima kasih.

Apakah begini tidak masalah?

Kita sedang terburu-buru.

Jangan sungkan.

Ayo.

Maaf merepotkan semuanya.

Terima kasih.

Terima kasih sekali.

Terima kasih semuanya.

Itu…

Kalian antri dulu.

Aku pergi ke kantor ibuku

untuk mengambil permen pernikahan

dan membagikannya untuk kalian semua.

Hari ini hari yang baik.

Aku pergi dulu.

Pergilah ke sana dulu untuk foto buku nikah.

Ada juru foto,

juga bisa foto sendiri.

Tapi aku sarankan

kalian minta juru foto saja yang foto.

Kenapa?

Juru foto punya perasaan,

bisa membuat kalian lebih senang.

Terima kasih.

Ayo.

Sebenarnya aku selalu bermimpi

untuk melakukan foto pernikahan di kepolisian kalian.

Sudah kuingat.

Asalkan atasan mengizinkan,

pasti akan membiarkanmu foto di sana.

Tapi jika di kepolisian,

apa tidak boleh memakai gaun pengantin yang terlalu mewah?

Jika seperti ini,

apa akan terlihat tidak terlalu resmi?

Sesukamu saja.

Kamu bisa memakai apa pun yang kamu mau.

Nona,

kita foto dulu.

Baik.

Kalau senang dia akan bawel.

Menikah,

siapa yang akan tidak senang?

Mari kita tunjukkan

semua rasa bahagianya di wajah.

Baik.

Halo, apa kalian ingin melakukan pemeriksaan pernikahan?

Ya.

Dia yang akan melakukannya.

Aku melakukan pemeriksaan setiap tahun.

Kita sudah datang,

lakukan saja secara lengkap.

Sekarang masih sempat.

Di mana?

Di sana.

Terima kasih.

Apa saja yang diperiksa?

Penyakit dalam.

Penyakit luar.

Lalu?

Tidak ada lagi.

Pembohong.

Mereka melihatmu hamil

dan bertanya apa lagi yang harus kuperiksa.

Aku bilang istriku

sejak kecil selalu penuh rasa penasaran

jadi memaksaku masuk.

Tidak diperiksa.

Hanya mengobrol sebentar.

Isi dulu formulirnya.

Aku akan membuat

surat pernikahan pertama hari ini untuk kalian.

Kamu cukup hebat menindas

Kakak Ipar.

Kamu meminta dia melakukan semuanya.

Tulisannya lebih bagus dariku.

Kamu beri tahu ibumu,

masalah ini

tidak boleh sampai ketahuan ayahku.

Ibuku tahu.

Tapi ayahku...

Aku akan memikirkannya

lagi nanti.

Saling berbagi kebahagiaan.

Saling berbagi kebahagiaan.

Terima kasih semuanya.

Terima kasih.

Mari.

Berbagi kebahagiaan.

Terima kasih.

Baik.

Kalau begitu, aku pergi dulu.

Ini.

Selamat.

Terima kasih.

Terima kasih.

Aku tidak bisa mengantarmu pulang.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.