Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[The Girl Who Sees Smells]
[Episode 11]
[Hotel An Da]
Nana.
Kakak.
Sudah bertahun-tahun tidak bertemu.
Selamat datang kembali.
Nana.
Paman Song, kenapa kamu juga kemari?
Kami benar-benar menantikannya setiap hari.
Akhirnya, kamu pulang juga.
Benar. Bukankah selalu ada rumor di dunia luar
yang mengatakan bahwa grup kita berselisih dengan Grup Ding?
Dalam urusan bisnis, kita memang saling bersaing.
Tapi, aku dan Mingchen,
punya pertemanan yang sangat baik secara pribadi dengan Presdir Ding.
Mulai sekarang kita harus memperkuat
kerja sama antar grup untuk lebih maju.
Usahakan untuk mendapatkan keuntungan bersama.
Kalau begitu, kedua keluarga kita seharusnya menjalin hubungan pernikahan.
Setelah bertahun-tahun tidak bertemu,
aku harus membuat acara sambutan yang baik untukmu.
Katakan kepada ayahmu,
pesta kepulangan dari luar negeri
lakukan di hotel grup kami saja.
Aku sudah mengaturnya dengan baik.
Terima kasih, Kakak.
Ayo.
Silakan.
Ternyata ini adalah langkah besar yang dikatakan oleh Xu Mingchen.
Qiao Yi sudah pergi, 'kan?
Dia tidak akan kembali lagi, 'kan?
Seharusnya tidak akan lagi.
Baguslah kalau begitu.
Lihatlah, aku sudah membuat sarapan.
Telur, roti, dan susu ini.
Kamu mau makan yang mana?
Aku mau makan yang lain dulu.
Kenapa kamu begitu nakal?
Halo.
[Kakak]
Pergi ke hotel sekarang?
Halo, Kak.
Buat acara sambutan untuk Ding Nana?
Baik, aku sudah tahu.
Baik.
Siapa Ding Nana?
Ding Nana.
Dia adalah teman masa kecilku.
Dia sama seperti adikku.
Adik?
Kakak laki-laki, kakak perempuan, adik laki-laki, dan adik perempuan.
Keluarga kalian ada begitu banyak orang.
Apa tidak melakukan keluarga berencana?
Pantas saja pihak hotel mendadak memberi tahu kami
untuk kembali lembur dan menyiapkan acara penyambutan.
Kalau anggota keluarga sendiri,
aku harus segera bersiap.
Aku tidak bisa meninggalkan
kesan buruk di depan keluargamu.
Tunggu.
Mingchen.
Kamu berpacaran dengan Lu Fenfen
sudah beberapa saat juga, 'kan?
Apa tidak pernah berpikir untuk tinggal bersama?
Masih terlalu cepat.
Lu Fenfen tinggal bersama dengan Qiao Yi.
Biasanya saat kamu menemui dia,
apa tidak ada saat yang tidak leluasa?
Kenapa aku mendengarnya
seharusnya kamu yang ingin mengejar Qiao Yi
sehingga merasa tidak leluasa, 'kan?
Yijiang.
Kamu genius.
Aku mengungkapkannya dengan begitu implisit,
kamu juga bisa mengerti.
Apa ini sangat sulit?
Selain itu, kamu juga tidak berpikir untuk menutupinya.
Apa kamu terbiasa tinggal di sini?
Di sini? Aku sudah tinggal begitu lama.
Tentu saja terbiasa.
Apa kamu pernah berpikir untuk tinggal di luar?
Tinggal di luar?
Apa kamu mau kenalkan tempat yang murah?
Sudahlah, aku tidak bicara denganmu lagi.
Aku harus segera mempersiapkan diri.
Aku harus segera menjemput Ding Nana.
[Hotel An Da]
Nana.
Nanti kita makan malam bersama.
Mereka seharusnya sudah menyiapkannya dengan baik.
Benar, sejak awal sudah selesai disiapkan.
Hanya menunggu kedatangan Nana saja.
Hotel ini benar-benar sederhana...
Aku merasa sangat terhormat.
Apa Kak Mingchen akan datang?
Hari ini kita makan saja dulu.
Sekarang Mingchen sangat sibuk.
Dia baru saja paca...
Kita tidak menunggunya lagi, ayo kita makan dulu.
Kak Qingran.
Hari ini aku merasa kurang enak badan.
Aku mau pulang untuk istirahat lebih dulu.
Nana.
Dengarkan aku.
Anggap saja untuk menghargai Paman Song.
Seusai makan, Paman Song akan mengantarmu secara pribadi.
Paman Song, aku benar-benar tidak terlalu terbiasa dengan acara seperti ini.
Anda jangan memaksaku lagi.
Nana memang sudah naik pesawat selama belasan jam.
Dia pasti sudah sangat kelelahan.
Aku masih memintamu untuk menemaniku makan.
Memang Kakak yang tidak mempertimbangkannya dengan baik.
Kalau begitu, hari ini kamu pulang untuk istirahat dulu.
Setelah nanti sudah selesai istirahat
dan sudah terbiasa dengan perbedaan waktunya,
aku akan mengajak Mingchen untuk berkumpul bersama lagi.
Direktur Xu.
Kelihatannya Nona Ding bagi Ketua Dewan
punya posisi yang memang berbeda.
Apa yang kamu lakukan di sini?
Orang merasa semangat saat bertemu hal bahagia.
Rasanya menyenangkan saat keinginan terkabulkan.
Aku kemari untuk mengucapkan selamat untukmu.
Bagaimana progresnya?
Apanya yang bagaimana?
Biasa saja.
[Apa mungkin tidak berhasil pergi?]
Apa kamu masih ada urusan?
Tidak ada.
Kalau begitu, untuk apa kamu masih di sini?
[Pasti hal itu tidak berjalan mulus]
[Tidak kusangka dia bisa seperti sekarang ini]
[Bagaimana mungkin, ya?]
[Astaga]
[Apa mungkin penyakit itu]
[bisa memengaruhi kegunaan suatu bagian?]
Lu Fenfen.
Terkadang aku memang cukup salut denganmu.
Masalah sudah seperti sekarang ini.
Tapi, kamu masih bisa datang bekerja dengan tenang
dan seperti tidak terjadi
masalah apa pun?
Masalah apa?
Apa mungkin kamu tidak tahu apa pun?
Apa yang sedang kamu katakan?
Bukankah kamu kekasih Mingchen?
Apa mungkin dia tidak memberitahumu
siapa yang akan kita sambut
dengan begitu meriah hari ini?
Dia sudah bilang, Ding Nana, 'kan?
Sudah bilang, tapi kamu masih bisa begitu tenang?
Apa kamu tidak tahu siapa Ding Nana itu?
Dia juga sudah bilang, itu adalah adiknya.
Kalau begitu, apakah dia sudah memberitahumu
Ding Nana adalah teman masa kecil
dan juga kekasih masa kecilnya?
Apakah dia juga memberitahumu
seberapa sayangnya Xu Qingran kepada Ding Nana?
Hanya Ding Nana yang berani melawan Xu Qingran secara langsung.
Bahkan, Mingchen sendiri juga tidak bisa melakukannya.
Kenapa?
Apa kamu sangat memahami Ketua Dewan?
Apa yang dia sukai dan tidak dia sukai,
kamu tahu?
Aku hanya berbaik hati mengingatkanmu saja.
Seluruh hotel kita ini
sudah tahu hal ini,
hanya kamu yang tidak tahu.
Oh, ya.
Kepulangan Ding Nana kali ini
adalah untuk bertunangan dengan Mingchen.
Apa?
Kamu benar-benar tidak tahu apa pun, ya.
Kamu masih sibuk mengurus
acara kepulangannya di sini.
Apa mungkin tindakanmu ini namanya
setelah dijual orang lain,
kamu masih menghitungkan uang untuknya?
Kamu cukup menyedihkan.
Aku mengingatkanmu sebagai teman.
Segera menghentikan kerugian akan lebih baik daripada dicampakkan di akhir.
Mingchen, aku jujur saja.
Bagaimana kalau minta Yijiang membukakan obat untukmu?
Masalah ini aku benar-benar tidak berdaya.
Tenang saja, aku pasti tidak akan menyebarkannya.
Obat apa?
Kamu sepanjang hari
apakah bisa memikirkan hal yang normal?
Aku...
[Xu Mingchen]
Aku melakukannya demi kebaikanmu.
[Ding Nana]
Ding Nana.
Halo, Nana.
Halo.
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.
Silakan coba beberapa saat lagi.
Kak Mingchen, kamu tidak datang menjemputku.
Bukankah kakakku sudah pergi menjemputmu?
Kak Qingran suka keramaian.
Orang yang tidak tahu akan mengira
dia sedang menyambut kepulangan seorang artis dan semacamnya.
Kamu juga tahu.
Aku sejak kecil tidak suka tempat yang ramai.
Aku bisa pusing.
Dia sudah terlalu senang.
Apa kamu bahagia?
Aku tentu saja bahagia.
Kamu sudah naik pesawat selama belasan jam,
pasti sudah lelah, 'kan?
Kita berkumpul lagi lain waktu.
Kak Mingchen.
Kamu tahu.
Harus ada hukuman karena tidak datang menjemputku.
Baiklah, aku kerja dulu. Sampai di sini dulu, ya.
[Xu Mingchen]
[Lu Fenfen]
Fenfen.
Halo, Fenfen.
Halo, aku bilang padamu.
Lemburku bisa dibilang sia-sia.
Ding Nana tidak datang lagi.
Dia mungkin terlalu lelah.
Dia juga tidak suka tempat yang ramai.
Apa kamu sangat memahaminya?
Tentu saja.
Kami tumbuh bersama sejak kecil.
Tentu saja aku paham.
Halo?
Bukan, aku bercanda saja.
Kamu barulah pacarku.
Bagus.
Karena gunung tidak datang ke arah kita,
kita yang akan berjalan ke arah gunung.
Serahkan hal ini kepada Kak Le saja.
Apa kamu yakin?
Aku adalah tipe orang yang langsung bertindak.
Tenang saja.
Dalam waktu 24 jam,
aku pasti akan membuat Lu Fenfen
pindah dan tinggal bersamamu.
Bos, apa anggur merah Vin Rose ini bisa dicoba?
Boleh, tunggu sebentar.
Wanita Cantik, kamu benar-benar punya selera bagus.
Tunggu sebentar.
Bagaimana?
Berapa harga anggur merah Vin Rose ini?
1.600 yuan.
1.600 yuan?
Apa tidak terlalu mahal?
Tidak, harga normalnya itu 1.999 yuan.
Kulihat kamu begitu cantik,
jadi aku memberimu diskon menjadi 1.600 yuan.
Percayalah padaku, anggur ini benar-benar bagus.
Sangat cocok denganmu.
Kalau begitu, ambilkan dua botol untukku.
Baiklah, tunggu sebentar.
Tunggu sebentar.
Siapa kamu?
Bos, anggur ini dijual 1.600 yuan?
Kamu menaikkan harganya sampai 20 kali lipat.
Apa kamu tidak punya hati nurani?
Tidak begitu berlebihan.
Kamu sendiri yang tahu berlebihan atau tidak.
Letakkan itu.
Toko di sebelah juga ada anggur seperti ini.
Bosnya jauh lebih jujur.
Aku bawa kamu ke sana.
Tidak, tunggu sebentar.
Dua Wanita Cantik, tunggu sebentar.
[Toko Asing Qichang]
Terima kasih.
Ini untukmu.
Kenapa begitu sungkan?
Barusan kamu membantuku menghemat begitu banyak uang.
Anggap saja aku berterima kasih padamu.
Kalau begitu, aku akan menerimanya dengan senang hati.
Sebenarnya, jujur saja.
Anggur jenis ini sangat langka.
Jangan lihat ada banyak toko yang jual anggur,
sebenarnya hanya toko dia yang punya anggur ini.
Barusan aku juga sangat kaget.
Kalau sampai tidak bisa sepakat,
kita tidak akan bisa membelinya lagi.
Tapi, jelas-jelas kamu bilang toko yang lain juga ada.
Aku hanya menipunya.
Menggunakan siasat untuk menipu orang.
Kamu begitu baik.
Ayo, aku traktir kamu makan.
Ini bukan apa-apa.
Ditambah lagi, kamu sudah memberiku anggur.
Seharusnya aku yang mentraktirmu.
Ayo kita pergi makan barbeku.
Cepat cicipi.
Lidah bebek di toko ini luar biasa enak.
Kamu harus mencicipinya.
Sebelumnya, aku sering membawa temanku kemari.
Coba kamu cicipi.
Bagaimana?
Enak, 'kan?
Enak sekali.
Apa kamu pernah mencicipi
memadukan lidah bebek ini dengan anggur merah Vin Rose?
Aku bilang padamu, itu benar-benar paduan luar biasa!
Kalau begitu, buka saja.
Aku menunggu ucapanmu ini.
Aku tidak pernah melihat jenis anggur ini di luar negeri.
Aromanya sangat bagus.
Keseimbangan keasamannya juga sangat bagus.
Ini sama sekali tidak kalah dengan anggur terkenal.
Benar, 'kan? Aku juga merasa begitu.
Selain itu, meskipun
aku tidak minum banyak anggur yang terkenal,
tapi sebenarnya anggur merah produk lokal
yang enak dan murah itu sangat banyak.
Ada banyak orang yang tidak tahu saja.
Untuk anggur merah,
konsep yang baik itu sangat penting.
Benar, aku sangat menyetujui ucapanmu itu.
Selain itu, aku sangat percaya dengan
potensi pasar anggur merah Vin Rose di Tiongkok.
Bagaimana maksudnya?
Anggur merah Vin Rose ini,
ia tidak punya banyak batasan seperti anggur merah yang lain.
Anggur ini bisa dipadukan dengan makanan apa pun.
Jadi, sebenarnya anggur merah Vin Rose ini
jauh lebih cocok dengan selera orang Tiongkok.
Selain itu, kalau memungkinkan
aku berharap...
Berharap apa?
Aku berharap bisa membuat anggurku sendiri.
Itu secara khusus dijual
kepada pelanggan wanita yang muda seperti kita ini.
Oleh karena itu, kamu menargetkan anggur merah Vin Rose?
Benar.
Tapi, aku tahu itu tidak terlalu sesuai kenyataan.
Aku tidak merasa begitu.
Aku sangat setuju dengan idemu.
Aku baru saja kembali dari Prancis.
Aku juga sangat ingin melakukan bisnis
dalam industri anggur di Tiongkok.
Kamu pulang setelah belajar dari Prancis?
Kalau begitu, kamu itu ahli?
Bagiku, kamu juga seorang ahli.
[Masa Lalu Mengikuti Angin]
Berjanjilah padaku.
Kalau kamu menemukan
anggur Vin Rose yang jauh lebih enak dari ini,
kamu harus mengundangku pertama kali untuk mencicipinya.
Pasti.
Sekalipun itu pacarmu,
juga tidak boleh mendahuluiku.
Kenapa?
Apa kamu bertengkar dengan pacarmu?
Bukan.
Aku tidak terlalu percaya diri
dengan hubungan kami.
Kenapa?
Karena kami berasal dari dunia yang berbeda.
Berasal dari dunia yang berbeda?
Lalu, siapa dia?
Apa dia adalah alien yang melintasi waktu?
Atau mungkin dia monster?
Tidak lucu, ya?
Maksudku adalah
berasal dari dunia berbeda itu
hanyalah omong kosong.
Pria itu seperti sebuah karier.
Kalau kamu mau, kamu harus berusaha untuk mendapatkannya.
Apakah kamu
punya pria yang ingin kamu dapatkan?
Ada.
Aku hanya tidak tahu bagaimana perasaannya.
Tapi aku percaya,
selama aku menetapkan targetku,
aku pasti bisa berjuang untuk mendapatkannya.
Aku juga percaya.
Selama kamu sudah bertindak,
seharusnya tidak ada orang yang bisa menahannya di dunia ini.
Mari.
Semoga kamu...
Semoga apa?
Semoga kamu mendapatkan karier dan pria.
Kita berusaha bersama-sama.
Baik.
Kak.
Selama beberapa tahun di Tiongkok,
bagaimana kehidupan Kak Mingchen?
Cukup baik.
Tapi, terakhir kali aku menelepon dia,
sikapnya sangat tidak peduli.
Nana.
Mingchen sudah punya pacar.
Kamu selalu sangat pengertian.
Aku tidak ingin menutupinya darimu.
Kamu dan Mingchen tumbuh besar bersama.
Kalian saling kenal satu sama lain.
Tapi, urusan jodoh tidak bisa dikendalikan manusia.
Kalau Kak Mingchen benar-benar punya orang yang disukainya,
aku akan mendoakannya.
Aku tidak suka memaksa orang lain.
Bukankah kamu bulan depan baru pulang?
Dipercepat?
Tunggu sebentar, ini akan segera bisa diminum.
Ding Nana.
Sebotol Richburg tahun 1994 milikku ini,
aku sendiri saja tidak rela meminumnya.
Kamu terlalu tidak sungkan, 'kan?
Makanya, aku membantumu mengambil keputusan.
Kamu sudah pergi menjalin hubungan dengan Xu Qingran?
Benar.
Hanya saja, kali ini Kak Qingran
sepertinya sudah berbeda dari yang dulu.
Apa yang berbeda?
Dulu, Kak Qingran
selalu berinisiatif menjodohkan aku dengan Kak Mingchen.
Sekarang, dia malah membujukku untuk menyerah.
Selamat datang di klub tidak disayangi lagi.
Berdasarkan hubunganku dengan Kak Mingchen,
kehadiran orang lain itu sama sekali tidak berarti.
Kamu hebat, ya.
Kamu bersikap seperti ini di tempatku,
lalu bersikap lain di hadapan Xu Qingran.
Kamu menyanjung kedua belah pihak.
Tidak ada satu pun yang kamu tinggalkan.
Apanya menyanjung kedua belah pihak?
Di antara semua orang,
hanya aku sendiri yang setulus hati berharap
kalian bertiga bisa hidup rukun dan harmonis.
Terima kasih atas niat baikmu.
Mingchen.
Kak.
Mari, minum selagi panas.
Setelah kembali kali ini, Nana tidak berencana pergi lagi.
Dia bilang kesempatan di Prancis lebih kecil
dan ingin mengembangkan diri di Tiongkok.
Hotel?
Dia ingin membuat anggur merah.
Maksudku,
kamu jangan mengabaikannya.
Kak, bagaimana mungkin aku mengabaikan Ding Nana?
Aku tahu kamu tidak akan mengabaikannya.
Aku hanya mengingatkanmu saja.
Bukan hanya jangan mengabaikannya,
kamu juga harus menghiburnya dan menyayanginya.
Bersikaplah yang peduli padanya.
Ding Nana adalah poin penting
untuk memperbaiki hubungan kita dengan Grup Ding.
Kamu harus menjalankan langkah ini dengan baik.
Mau bagaimana?
Apa kamu sudah lupa?
Saat Ayah masih hidup,
dia paling menyukai gadis ini.
Dia berulang kali mengungkit padaku
kalau ingin Nana menjadi menantu kita.
Mungkin penyesalan terbesarnya
adalah tidak melihat kalian berdua menikah.
Kak, kamu juga tahu.
Selama ini, aku selalu menganggap Ding Nana sebagai adikku.
Aku tahu.
Aku tahu kamu menyukai Fenfen.
Demi tubuhmu,
aku juga tidak akan memaksamu.
Tapi, ini tidak berarti kamu harus bersikap dingin kepada Ding Nana.
Aku tahu, aku tahu yang harus kulakukan.
Halo.
Kamu ada di mana?
Ada apa?
Pergi memperbaiki listrik.
Apa?
Mingchen.
Kenapa kamu sendirian di sini?
Rumah terlalu gelap.
Dasar Bodoh, jangan menakuti dirimu sendiri.
Begini saja, ayo ke rumahku.
Tunggu aku sebentar.
Halo.
Bagaimana?
Apa Lu Fenfen sudah memutuskan untuk pindah keluar?
Apa maksudmu?
Aku yang memutuskan listrik itu.
Aku juga yang mengganti kata sandi pintunya.
Aku sudah melakukan yang terbaik.
Mengumpulkan kekuatan untuk digunakan suatu saat.
Kamu adalah Jenderal Meng Changjun,
sedangkan aku adalah Tuan Le yang punya banyak trik.
Kamu harus mengingat jasaku kali ini.
Ingat apanya!
Bagaimana kalau begini saja?
Kamu tinggal di rumahku saja.
Apa kamu merasa itu cocok?
Apa yang tidak cocok?
Kamu adalah pacarku.
Kita tinggal bersama adalah hal yang wajar.
Rumahmu besar sekali.
Lumayan.
Tapi, aku lebih suka tinggal di samping rumahmu.
Hidupnya lebih terasa biasa.
Kamu adalah gadis pertama yang aku bawa pulang,
juga akan menjadi yang terakhir.
Kalau begitu, kamu harus mengingat ucapanmu.
Baiklah.
Cepatlah mandi.
Aku bawa kamu.
Baiklah, kalau begitu kamu gendong aku.
Kamu bilang kamu mau mengadakan pertemuan keluarga?
Terserah kamu saja.
Kalau begitu, kamu sudah setuju.
Setuju apa?
Kamu juga salah satu anggota keluarga.
Aku tidak mau.
Kalau kamu tidak pergi,
Kak Mingchen tidak akan setuju.
Apa kamu menganggapku sebagai alat?
Kamu anggap saja membantu menyambut kedatanganku.
Kak Tianran, bantulah aku.
Aku tidak mau bertemu mereka.
Jangan begitu berpikiran sempit.
Palingan aku akan berjanji padamu,
aku akan melindungimu.
Kamu selalu bicara begitu.
Tapi, kapan kamu tidak tergila-gila
setiap kali bertemu dengan Xu Mingchen?
Kamu berikan jawaban dengan lugas.
Kamu pergi atau tidak?
Kalau kamu tidak pergi,
aku tidak mau menemanimu minum anggur lagi.
Kalau begitu aku telepon, ya.
Halo, Nana.
Kamu bilang Tianran juga ikut?
Baiklah, kalau begitu aku akan ajak seseorang juga.
Pacarku, Lu Fenfen.
Canggung, 'kan?
Kamu berusaha keras menyanjungnya.
Masih mengadakan pertemuan keluarga dan semacamnya.
Kita berdua pergi untuk melihat orang bermesraan?
Diamlah.
Sebenarnya apa baiknya Lu Fenfen itu?
Dia bisa memikat Kak Mingchen sampai seperti itu?
Kak Qingran juga begitu.
Mereka tidak menyayangiku lagi.
Aku sejak awal sudah bilang agar kamu melihat kenyataan.
Sekarang kesayangan Xu Qingran adalah Fenfen.
Apa yang dia sukai dari Lu Fenfen?
Fenfen sangat imut.
Fenfen menyukai anggur merah.
Dia punya perasa mutlak.
Dalam beberapa waktu lagi,
dia pasti bisa menjadi ahli anggur merah yang sangat terkenal.
Kamu jangan meremehkan dia.
Kenapa aku merasa kamu sangat aneh?
Apa mungkin kamu menyukainya?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.