Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[The Girl Who Sees Smells]
[Episode 7]
Fenfen begitu berbakat,
tapi kenapa dia salah memilih?
Masuklah.
Ada urusan?
Aku khusus datang untuk berterima kasih padamu
karena sudah membiarkanku masuk ke Kelas Ahli.
Sejak kecil aku sangat menyukai anggur merah,
tapi selalu tidak memiliki guru yang baik
yang bersedia mengajarku.
Kamu terpilih untuk masuk Kelas Ahli
sepenuhnya karena kemampuanmu sendiri.
Aku tahu.
Anda tuan muda kedua Keluarga Xu, Xu Tianran.
Sebenarnya Mingchen selalu sangat memikirkanmu.
Begitu pun ketua dewan An Da kami.
Jadi, jika kamu butuh bantuan,
aku pasti akan mengusahakannya.
Nona Bai, kuberi tahu kamu.
Kelas Ahli milikku khusus dibuat
untuk mereka yang menyukai anggur merah.
Kuharap kamu bisa lebih memikirkan anggur merah,
bukan hal-hal tidak jelas seperti ini.
Aku peringatkan kamu.
Kalau kamu berani bicara sembarangan,
aku bisa batalkan kualifikasimu kapan pun.
Baik, aku mengerti.
Adik, awas! Bukan...
Tidak apa-apa.
Coba kulihat kamu terluka atau tidak, Adik.
Apa yang kamu lakukan?
Kenapa kamu menakuti putraku seperti ini?
Maaf.
A... aku tidak mendorong dia.
Dia yang berlari kemari dari sana.
Jelas-jelas kamu yang mengejutkan dia,
kalau tidak, bagaimana dia bisa ketakutan begini
dan lari secepat itu?
Maaf, Adik.
Tidak apa-apa, 'kan?
Putramu tiba-tiba berlari kemari
dan tidak sengaja tertabrak.
Jelas-jelas kalian berdua rekan.
Tentu saja kamu membela dia.
Aku akan mengadukan kalian berdua!
Apa yang terjadi?
Fenfen, apa yang terjadi?
Kenapa anak ini...
Kamu penanggung jawab, 'kan?
Benar, aku ketua tim mereka.
Aku mau mengadukan dua karyawan kalian.
Ada apa dengan mereka?
Sudah melukai putraku, masih tidak mau mengaku salah.
Sikap pelayanan seperti apa ini?
Benar, apa yang kalian lakukan?
Aku mewakili mereka minta maaf pada Anda.
Apa anakmu terluka?
Mari kita periksakan di klinik.
Tidak peduli putraku terluka atau tidak,
aku tetap akan mengadukan mereka berdua!
Jelas-jelas putramu yang menabrak.
Sudahlah, terima kasih semuanya.
Semuanya cepat pergi belanja.
Bubar saja.
Fenfen, kalian cepat bereskan.
Jangan menghalangi di sini.
Ayo, kita periksakan di klinik dulu.
Kalau anakku terluka, aku belum selesai denganmu!
Belum selesai.
Ke sini.
Ayo bubar. Fenfen.
Fenfen, cepat bubar.
Ke sini.
Baik, aku mengerti.
Pasti kubereskan.
Maaf, Manajer.
Manajer, sebenarnya Fenfen tidak bertanggung jawab
atas masalah hari ini.
Kamu diam.
Fenfen.
Beberapa waktu lalu, kamu ujian untuk masuk kelas anggur merah
dan setiap hari kelelahan.
Aku tahu, tidak lulus adalah
pukulan yang sangat besar bagimu.
Namun, kamu tidak boleh sembarangan kehilangan kesabaran.
Pelanggan menelepon untuk mengadu.
Katanya, kamu berteriak pada anaknya
dan anaknya ketakutan.
Sekarang sedang dalam pemulihan di rumah sakit.
Aku tidak begitu, Manajer.
Fenfen, kita melakukan perdagangan jasa.
Pelanggan adalah dewa.
Kamu tetap harus bersemangat
dan lakukan pekerjaanmu dengan baik.
Aku yang terlalu ambisius dan tidak tahu kemampuan diri.
Lihatlah.
Dinasihati saja langsung mau berhenti kerja.
Bagaimana kamu bisa sekeras kepala ini dalam masyarakat?
Bukan, Manajer. Fenfen takut menyulitkan Anda.
Aku sudah menjelaskan pada atasan.
Videonya juga sudah kukirimkan.
Atasan bilang sekarang anak itu tidak terluka.
Perusahaan juga tidak mengalami kerugian.
Kamu ganti rugi anggur merah yang pecah dulu,
lalu kamu bisa bekerja.
Terima kasih atas penjagaan Manajer beberapa waktu ini.
Namun, aku sudah memutuskan,
aku mau berhenti kerja.
Menurutmu, ini...
Fenfen.
Fenfen.
Fenfen.
Fenfen. Tidak, kamu...
Ketua, aku ingin menenangkan diri.
Fenfen, jangan menenangkan diri.
Perkataan Manajer memang sedikit kejam,
tapi kamu jangan keberatan.
Dia juga tidak menargetkanmu.
Ketua, perkataan dia tidak salah.
Aku sendiri yang tidak ingin menjadi penjual anggur merah lagi.
Jangan.
Terima kasih atas penjagaanmu selama ini.
Apa yang kamu lakukan?
Bukan, Fenfen...
Halo, Kakek.
Fenfen.
Kita sudah lama tidak bertelepon.
Kamu juga tidak merindukan Kakek, 'kan?
Bagaimana?
Belakangan ini pekerjaanmu baik-baik saja, 'kan?
Lancar, 'kan?
Lumayan, Kakek.
Baik. Aku baru saja membuat sosis.
Besok akan kukirimkan padamu.
Tidak perlu, Kakek.
Yang sebelumnya belum habis kumakan.
Uangmu cukup, 'kan?
Kamu jangan terlalu pelit.
Jika ada waktu,
traktir teman seapartemenmu
yang bernama Qiao Yi
untuk makan.
Kakek, aku ingin pulang.
Baiklah.
Pulanglah.
Fenfen.
Fenfen.
Mari, pindah ke sini.
Pelan-pelan, ya.
Kotak itu baru saja kubeli minggu lalu.
Harganya 150 yuan.
Pelan-pelan, Pak.
Mari.
Letakkan di sini.
Di sini.
Kawan-kawan, berhenti dulu.
Kita sudah sepakat delapan kotak.
Namun, lihatlah.
Ada juga begitu banyak barang-barang kecil.
Selain itu, kotakmu makin lama makin berat.
Bukan.
Barang-barang kecil bisa kupindahkan sendiri.
Kita sudah sepakat dengan harganya.
Bagaimana kamu bisa tiba-tiba menaikkannya?
Selain itu, tadi saat memindahkan barang,
kamu memecahkan barangku.
Bukan tiba-tiba naik harga.
Awalnya, aku sendiri yang memindahkan.
Sekarang lihatlah, aku membawa tiga orang lagi.
Seharusnya naik harga, 'kan?
Enam ratus yuan sudah sangat murah.
Aku tidak menyuruhmu membawa orang, kalian...
Tunggu.
Kamu mau pindah rumah?
Pindah ke mana?
Pulang kampung.
Kenapa mau pulang kampung kalau baik-baik saja?
Bukankah kamu bilang mau bekerja keras untuk karier?
Kemudian, juga ada Kelas Ahli itu.
Aku tidak lulus.
Meskipun tidak lulus juga tidak perlu pindah.
Bagaimana dengan pekerjaanmu di swalayan?
Aku sudah berhenti.
Kenapa?
Itu bukan urusanmu.
Bukan, sebenarnya kamu masih mau pindah atau tidak?
Tidak.
Apa maksudnya?
Kawan, ayo bubar.
Tidak, aku mau pindah.
Xu Tianran, apa yang kamu lakukan?
Sekarang kalian pindah kembali barang-barang ini.
Aku akan bayar kalian sekarang juga.
Pindah kembali?
Aku berikan kalian dua kali lipat. Pindahkan sekarang.
Kawan, ayo bekerja. Cepat!
Bukan, kalian sangat tidak profesional.
Jangan, aku mau pindah.
Ayo.
Semuanya pelan-pelan.
Xu Tianran, aku sudah cukup sial.
Bisakah kamu jangan menambah masalahku lagi?
Untuk apa kamu menarikku menonton ini?
Apa kamu pernah nonton "The First Slam Dunk"?
Aku paling suka Hisashi Mitsui.
Dulunya karena sakit,
dia melepaskan sesuatu yang paling dia pedulikan.
Namun, dia bertemu dengan Pelatih Anzai
yang membuat dia menghidupkan kembali semangat juangnya.
Asalkan seseorang memiliki semangat juang,
selamanya dia akan bisa memulai kembali.
Namun, aku sudah lama bertahan.
Bertahan sungguh melelahkan.
Aku tidak melihat harapan.
Siapa yang tidak lelah saat bertahan?
Sekarang aku juga sudah berhenti dari pekerjaanku.
Aku tidak punya apa-apa.
Menafkahi diriku pun menjadi masalah.
Aku mau bertahan dengan apa?
Jangan minum lagi.
Tidak apa-apa, aku masih bisa minum.
Sekarang aku orang yang tidak punya semangat.
Jarang-jarang kamu tidak meremehkanku.
Terima kasih.
Kamu bukan tidak punya semangat.
Kegigihan adalah kunci dalam melakukan apa pun.
Kamu nonton dulu.
Aku ambilkan makanan untukmu.
Halo, Sekretaris An.
Bantu aku memeriksa sesuatu.
[Halo, Nona Lu Fenfen. Anda diundang untuk melamar posisi asisten somelier Hotel An Da]
[Halo, Nona Lu Fenfen. Anda diundang untuk melamar posisi asisten somelier Hotel An Da]
[Harap bawa KTP dan resume Anda untuk wawancara besok pagi pukul 9.00-12.00]
Ada apa?
An Da memberitahuku untuk pergi wawancara.
Itu bagus.
Posisi asisten somelier.
Kenapa? Jangan-jangan kamu tidak mau?
Bukan.
Namun, aku tidak pernah mengirim resumeku pada mereka.
Umumnya, Departemen SDM perusahaan besar
akan menyimpan resume di kumpulan bakat.
Mungkin saja sekarang mereka kekurangan orang.
Kuberi tahu kamu, kamu kerja saja dulu.
Jika kinerjamu sangat baik,
Hotel An Da bisa menaikkan jabatanmu.
Benar.
Kamu sangat bijaksana.
Tentu saja.
Karena setiap orang punya kecerdasan yang berbeda.
Apa maksudmu?
Lalu, maksudmu aku bodoh, 'kan?
[Hotel An Da]
Nona Lu, maaf sudah lama menunggu.
Kemampuan Anda
sangat sesuai dengan posisi kami.
Mohon tanya, kapan Anda bisa mulai bekerja?
Kapan saja.
Bagus sekali.
Silakan ikut aku.
Baik.
Bukankah sudah kubilang
Lu Fenfen tidak boleh masuk ke Hotel An Da?
Direktur Bai, kamu tidak tahu.
Sekretaris An sendiri yang menemuiku.
Dia bilang Lu Fenfen sangat cocok dengan posisi ini.
Apa yang bisa kulakukan?
Ini benar-benar pengaturan Sekretaris An?
Atas dasar apa Lu Fenfen?
Jika bukan Sekretaris An sendiri yang menyuruh,
apa aku bisa melawanmu?
Baik.
Awasi dia baik-baik.
Coba lihat sebenarnya siapa koneksinya.
Baiklah. Kalau begitu, aku keluar dulu.
Terima kasih.
Kamu benar.
Begitu menyerah, pasti akan kalah.
Jadi, asalkan tidak menyerah,
orang biasa sepertiku
juga bisa penuh dengan harapan.
Jangan hanya memuji sesuatu yang tinggi.
Dataran juga sama abadinya dengan bukit.
Ini perkataanmu?
Ini perkataan Philibert.
Artinya, orang biasa
juga punya cahayanya sendiri.
Melakukan hal luar biasa dalam hal yang biasa
juga sama bagusnya.
Perkataan ini bagus sekali, aku harus mencatatnya.
Bagaimana? Kelak mau mendengarkanku, tidak?
Dasar bocah.
Kamu pikir aku benar-benar tidak mengerti prinsip seperti ini?
Aku hanya tidak bisa naik
ke tingkatan teori seperti ini.
Dasar bocah.
Kapan kamu mulai kerja?
Besok.
[Hotel An Da]
Silakan ke sini.
David.
Halo, Kepala.
Bawa Fenfen untuk mengenal
pekerjaan departemen kalian.
Baik.
Pergilah.
Halo.
Halo.
Aku akan membawamu untuk mengenal
alur kerja kami.
Baik.
Pekerjaan utama kami adalah
menyortir, menyimpan, dan memajang anggur.
Kemudian, biasanya kami
melakukannya berdasarkan...
Akhir abad ke-19,
penyebaran hama di Eropa
menyebabkan kerusakan parah.
Awal abad ke-20,
perkenalan undang-undang anggur dan pencegahan penipuan
telah menjamin keaslian sertifikat.
Lu Fenfen.
Kamu seorang asisten.
Kamu tidak berhak mendengarkan ini.
Cepat pergi.
Kenapa kamu memindahkan ini?
Berat sekali, 'kan?
Tidak apa-apa, ini memang sudah seharusnya kukerjakan.
Bagaimana? Terbiasa, tidak?
Lumayan.
Kudengar Zhu Jie bilang
ada tikus di ruang istirahat kalian.
Sungguh?
Tidak apa-apa.
Dia memberiku sebuah kamera pengawas.
Nanti aku pasangkan untuk kalian.
Baik, kalau begitu merepotkanmu.
Tidak masalah.
Kamu letakkan anggur-anggur ini dulu.
Aku pindahkan kemari lagi.
Baik.
Fenfen.
Bagaimana?
Bar dan swalayanmu berbeda.
Apa kamu terbiasa?
Lumayan.
Belakangan ini aku sibuk
dengan Kelas Ahli.
Jadi, jarang ke hotel.
Bagaimanapun, kita teman sekelas.
Kalau kamu ada kesulitan,
katakan padaku saja.
Semangat!
Cincin berlian?
Kenapa ada cincin berlian di sini?
Lu Fenfen.
Bagus sekali. Ternyata benar kamu.
Aku kenapa?
Fenfen.
Ini cincin berlian Joanna yang hilang.
Ini cincinnya.
Bukan.
Begitu aku membuka loker,
ia sudah ada di dalam.
Aku juga tidak tahu siapa yang meletakkannya.
Tidak tahu?
Kenapa?
Cincin berlianku tumbuh kaki
lalu masuk ke lokermu?
Kurasa jika aku terlambat selangkah,
kamu pasti sudah pulang, 'kan?
Sekarang kamu tertangkap basah.
Coba lihat apa lagi yang bisa kamu katakan.
Sekarang ikut aku ke Direktur Bai.
Kalau harus lapor polisi, kita lapor.
Kalau harus tangkap pencuri, tangkap saja.
Pergi ya pergi.
Aku tidak mengambil cincinmu.
Aku juga tidak tahu
kenapa ia bisa ada di dalam lokerku.
Lu Fenfen, bisakah kamu jangan berdalih lagi?
Aku tahu kehidupanmu tidak baik.
Sebagai teman sekolahmu, aku juga sangat ingin membantumu.
Namun, tidak boleh ada pencuri di hotel kita, 'kan?
Kalau kubilang tidak ambil, berarti tidak.
Aku bisa meninggalkan bar,
tapi kalian tidak boleh menuduhku.
Aku memang miskin,
tapi aku tidak akan melakukan hal seperti ini.
Sudahlah, Lu Fenfen.
Siapa yang tidak bisa mengatakan kata-kata indah?
Sudah mencuri, masih mau melampiaskan amarah.
Kurasa masalah ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Harus lapor polisi.
Jika orang sepertimu
dilepaskan begitu saja, akan membahayakan masyarakat.
Aku akan telepon 110.
Meskipun polisi datang,
juga harus berdasarkan bukti.
Bukti.
Kudengar Zhu Jie bilang
ada tikus di ruang istirahat kalian.
Dia memberiku sebuah kamera pengawas.
Nanti aku pasangkan untuk kalian.
Ada CCTV di tempat istirahat.
Yang kamu pasang sebelumnya.
Benar.
Benar, aku melupakan hal ini.
Kalian tunggu sebentar.
Kapan kalian memasang CCTV?
Kenapa aku tidak tahu?
Direktur Bai.
Lihatlah.
Tidak, Direktur Bai.
I... ini tidak bisa membuktikan apa-apa.
Aku hanya pergi ke tempat istirahat sejenak.
Aku karyawan perusahaan.
Memangnya kenapa kalau aku ke tempat istirahat?
Bukankah ini sangat wajar?
Bagaimana kalau kita lapor polisi saja?
Rekaman sepanjang sore bisa diperiksa.
Aku tidak memasuki tempat istirahat selangkah pun.
Nanti apakah itu fitnah,
semua akan jelas setelah polisi datang.
Aku akan telepon 110.
Asalkan kalian masih karyawan perusahaan,
tidak ada yang boleh lapor polisi.
Benar, semuanya kesalahpahaman.
Hanya kesalahpahaman.
Jangan membesarkan masalah.
Aku sudah bukan karyawan perusahaan.
Tadi aku sudah dipecat.
Lu Fenfen, sebenarnya kamu ingin bagaimana?
Aku tarik kembali perkataanku barusan.
Kalau begitu,
aku pulang kerja dulu, Direktur Bai.
Direktur Bai, sampai jumpa.
Direktur Bai.
Lu Fenfen ini benar-benar tidak bisa dibiarkan.
Keluar.
Lihatlah, dia padamu...
Keluar!
Ini anggur meja.
Ini Pinot Noir.
Ini Romanee Conti.
[Penilaian Juri]
Selamat, Lu Fenfen.
Kamu resmi menjadi somelier Hotel An Da.
Terima kasih.
Bersulang!
Bersulang.
Semuanya habiskan, ya.
[Masa Lalu Mengikuti Angin]
Kita berikan selamat pada Fenfen.
Akhirnya resmi menjadi karyawan tetap.
Menjadi ahli mabuk di Hotel An Da.
Somelier!
Fenfen.
Menurutmu, kali ini kamu bisa mewujudkan impianmu
bukankah semua berkat
kawan yang keren ini?
Benar.
Semua berkat Xu Tianran.
Terima kasih, Xu Tianran.
Aku ada ide.
Bagaimana kalau kalian menikah?
Kamu makan saja.
Fenfen.
Apa Bai Bing masih menindasmu?
Dia?
Setelah dia tahu aku naik jabatan,
wajahnya jadi hijau karena marah.
Dia membanting pintu dan langsung pergi.
Lalu, bukankah kelak dia akan menindasmu habis-habisan?
Memangnya aku takut padanya?
Terserah saja dia mau bagaimana.
Apa Direktur Bai menargetkanmu?
Tidak apa-apa.
Hanya dendam bertahun-tahun, aku bisa menanggungnya.
Tidak masalah.
Sekali lagi.
Ayo.
Semua ingat bahwa kinerja perusahaan kita
dievaluasi setiap bulan.
Dua karyawan peringkat terbawah
akan dipecat dari perusahaan
dengan sistem pemberhentian.
He Yong dan Zhang Xiaoliang.
Kalian bisa ke Departemen Personalia unuk melakukan proses pengunduran diri.
Baik, hari ini kita bicarakan
penentuan posisi pasar produk.
Berdasarkan kualitas kelas atas anggur merah,
An Da harus memperkuat pasar kelas atas
untuk meningkatkan posisi produk anggur.
Setiap kali
menjual anggur merah pada pelanggan,
kita harus menekankan
kualitas kelas atas anggur merah kita
untuk memperkuat
posisi kita di pelanggan.
Direktur Bai.
Ada pertanyaan kecil yang ingin kutanyakan.
Katakan.
Belakangan ini aku juga memikirkan
tentang posisi pasar An Da.
Jika digabungkan dengan pengamatanku belakangan ini,
ada perbedaan dengan kesimpulan Anda barusan.
Perbedaan apa?
Pandangan Anda barusan
dengan posisi anggur
di pasar domestik selama ini
sebenarnya memiliki prasangka yang tidak tepat,
yaitu menekankan kualitas tinggi secara membabi buta.
Demi kualitas tinggi,
rasa fokus pada kematangan,
harga fokus pada kemahalan,
dan acara fokus pada perjamuan bisnis.
Dalam hal merek, semakin fokus pada merek asing dan terkenal.
Namun, sebenarnya anggur yang baik
hanya perlu menjawab dua pertanyaan,
yaitu siapa yang meminumnya
dan dengan siapa dia ingin meminumnya.
Misalnya gadis sepertiku.
Kapan aku akan ingin minum anggur
dan anggur seperti apa itu?
Ada apa dengan Lu Fenfen?
Apa ada yang salah dengan kecerdasan emosionalnya?
Bukan ada yang salah dengan kecerdasan emosionalnya,
lebih tepatnya kecerdasan emosionalnya minus.
Rapat hari ini sampai di sini saja.
Bubar.
[Gawat! Sepertinya aku diincar]
[Belakangan ada penguntit di sekitar kompleks. Harap perkuat proteksi diri. Jangan keluar jika tidak ada keperluan]
[Jangan-jangan itu penguntit?]
Kenapa kamu?
Kenapa kamu di sini?
Bukankah aku mengkhawatirkanmu
setelah membaca pemberitahuan kompleks?
Maaf.
Aku sudah menyalahkanmu, aku...
Kamu...
Aku belikan obat untukmu, tunggu sebentar.
Di mana kamu mau membeli obat selarut ini?
Di toko obat 24 jam.
Kamu mau apa?
Bukan.
Ini, ya.
Nanti kalau ada orang jahat yang mengejarmu,
kamu semprot dia dengan ini untuk melindungi dirimu.
Lalu, bagaimana denganmu?
Aku punya yang besar.
Tunggu, aku belikan obat.
[Apotek Tianhe]
Halo, mohon tanya.
Apa ada obat tetes mata untuk mengurangi peradangan?
Maaf, itu sudah habis terjual.
Baiklah, terima kasih.
Sama-sama.
Ini.
Tunggu sebentar.
[Apotek Jiuzhou]
[Mohon berhati-hati saat bepergian di malam hari]
[Jauh sekali]
Coba kulihat.
Kamu...
Sayangku.
Mari, coba kulihat.
Kenapa kalian kemari?
Fenfen meneleponku,
jadi, kami datang.
Di mana Fenfen?
Aku barusan bertemu dengannya.
Katanya mau belikan obat untukku.
Aku telepon dia.
Qiao Yi.
Baterainya habis.
Halo, nomor yang kamu tuju sedang tidak aktif.
Bagaimana?
Tidak aktif.
Halo, nomor yang kamu tuju sedang tidak aktif.
Siapa kamu?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.