Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Road Home]
[Episode 19]
[Hongrun Chenghua]
Pewawancara di perusahaan kalian,
apa gayanya?
Apa bisa bisa dikatakan?
Dia cukup santai.
Kalian sudah lulus wawancara pertama dan kedua.
Sampai padanya terutama melihat
apakah karakter dan tim sesuai.
Bosku pernah bilang,
wawancara melihat jodoh,
yang bisa lulus adalah yang terbaik.
Hal terakhir dibicarakan adalah tiga pandangan,
cara dan metode dalam melakukan sesuatu,
juga batasan.
Dia bilang satu tim
yang paling penting adalah kerja sama.
Apa masih ada yang ingin ditanyakan?
Ingin memahami yang lain?
Kalau begitu, aku boleh tanya apa saja?
Menurutku, pakaian kalian
cukup santai.
Aku kira orang yang melakukan ekuitas swasta
harus pakai baju formal seperti ini.
Tidak perlu.
Bos kami
juga sangat bebas dan santai.
Pakaiannya sangat sederhana.
Aku juga suka seperti ini.
Sederhana, santai.
Kami semua seperti ini.
Apa masih ada pertanyaan lain?
Tidak ada.
Wawancara kita hari ini
berakhir.
Semoga masih ada kesempatan
bertemu dengan kalian lagi.
Semoga harapanmu menjadi kenyataan.
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
Aku sudah minum.
Kelak juga tidak perlu.
Bagaimana kamu pulang malam ini?
Naik mobil.
Bukan, apa dia tidak datang menjemputmu?
Maksudmu Lu Chen?
Bulan ini dia di Tianwen, tak bisa kembali.
Pantas saja ayahmu tidak setuju.
Pacarmu ini
benar-benar tidak berguna.
Kita sudah kenal bertahun-tahun,
seharusnya kamu tahu aku adalah
orang yang tidak suka membicarakan
masalah pribadi dengan orang lain.
Kukira belajar di luar negeri bertahun-tahun,
kita kembali untuk memulai bisnis bersama.
Setidaknya bisa dianggap sebagai sahabat.
Teman.
Pacarmu mempermasalahkan ini?
Tunanganku tidak mempermasalahkannya.
Aku sendiri yang mempermasalahkannya.
Tingkat kemurnian perasaannya
sangat tinggi.
Aku tidak mau membuatnya tidak senang.
Terus mengalah dalam perasaan.
Ini bukan
cara berinteraksi yang sangat baik, mengerti?
Ini bukan mengalah,
tapi ketulusan.
Tingkat kemurnian perasaanku
juga tinggi.
Dia bisa melakukan hal yang sama denganku.
Bagaimana kalau dia punya perempuan lain?
Tidak akan.
Tadi aku terlalu banyak bicara.
Maaf.
Tidak.
Aku yang terlalu banyak bicara.
Kalau begitu, kelak kita tidak membahas
masalah pribadi.
Ini adalah batas
antara aku dan teman lawan jenis.
Baiklah.
Baru pulang kerja.
Lelah sekali.
Mungkin karena terlalu banyak bicara,
minum terlalu sedikit.
Hari ini aku terus wawancara.
Lain kali hati-hati.
Tidak ada yang membuatkan sarapan untukku.
Aku sudah mengisi penuh kulkas untukmu.
Total ada tujuh jenis.
Kamu keluarkan setiap hari,
lalu panaskan.
Di mana kamu meneleponku?
Satu-satunya tempat yang ada telepon eksternal.
Markas pelatihan.
Kalau begitu tidak bisa foto?
Tentu saja.
Kamu sakit?
Tidak, tadi tersedak karena minum air.
Sekarang pergantian musim.
Hati-hati, jangan sampai kena flu.
Baiklah.
Aku ingin tidur.
Katakan sesuatu yang baik.
Misalnya,
kamu merindukanku?
Rekan kerjaku berada di sekitarku,
mereka bisa mendengarnya.
Kenapa tidak bilang dari awal?
Apa yang kamu tertawakan?
Kamu menertawakanku?
Tidak.
Sudah.
Aku mau tidur.
Kamu cepat kembali ke asrama.
Tunggu.
Kalau begitu, katakan sesuatu
yang tidak perlu takut didengar mereka.
Sudahlah kalau tidak mau mengatakannya.
Aku sangat merindukanmu.
Ternyata kamu masih punya hati nurani.
Aku juga.
Aku tidur dulu, ya.
Selamat malam.
Selamat malam.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Tidak bisa, Instruktur Lu.
Kamu sudah dibuat tergila-gila oleh istrimu.
Menguping pembicaraan orang lain,
bukanlah kebiasaan yang baik.
Aku tidak menguping.
Aku ingin masuk mencarimu.
Aku tidak sengaja mendengar
kamu berkata aku sangat merindukanmu.
Aku anggap tidak dengar.
Ada apa?
Tidak ada apa-apa.
Ternyata guruku
bermarga Shen, Shen Jie.
Dia bilang saat di Qining,
pernah bertemu denganmu, kamu juga pernah membantunya.
Apa kamu masih ingat?
Pak Shen?
Benar.
Dia mencariku untuk meminta bom bekas,
dan beberapa data.
Ya, benar.
Tadi kami berdua bertelepon.
Aku bilang padanya,
kamu juga di sini.
Dia memintaku menyampaikan salam.
Kamu juga bantu aku sampaikan salam padanya.
Dia baik-baik saja sekarang.
Setelah pensiun,
diterima kerja di perusahaan bahan peledak sipil ini.
Oh, ya. Membicarakan hal ini,
aku ingat sesuatu.
Beberapa hari lalu, ketuaku bilang padaku,
katanya ada sebuah
daerah yang termasuk Qining.
Baru-baru ini menjadi kota,
ingin membentuk
detasemen SWAT sendiri.
Tapi tidak ada tim penjinak bom.
Jadi hanya bisa menugaskan sementara.
Ingin menugaskanmu.
Tapi ternyata
mantan wakil kaptenmu,
Qin Mingyu, 'kan?
Dihentikan olehnya.
Dia tidak pernah mengungkitnya.
Mungkin dia hanya peduli padamu,
tidak ingin kamu terlalu jauh dari rumah,
jadi mengambil pekerjaan ini
untuk dia sendiri.
Baiklah, aku pergi dulu.
Istirahatlah lebih awal.
Baik.
Zhong.
Duduklah.
Mengenai pengajuan pernikahanmu,
aku punya satu permintaan.
Kapten.
Katakan saja langsung.
Buat apa ada permintaan di antara kita?
Bukan untukmu,
untuk istrimu.
Begitu kamu pergi,
takutnya tim kekurangan orang.
Kamu tanya istrimu,
apa bisa membantu
untuk menikah di Qining?
Nanti akan kutanggung biayanya,
kupesankan restoran untuk kalian.
Tidak masalah.
Tapi restoran tidak perlu.
Aku pesan sendiri.
Kamu tanya istrimu.
Dia sudah bilang dari awal.
Jika tahun ini
aku masih tidak bisa cuti,
dia akan langsung datang untuk menikah.
Tetap harus ditanyakan.
Tanyakan dengan serius.
Duduk.
Ini adalah peristiwa terpenting
dalam hidup kalian berdua.
Perlakukan dengan serius,
menghormati pasangan.
Pernikahan gagal
ada alasannya sendiri.
Tidak boleh karena kamu
melakukan pekerjaan yang mulia,
hanya diam-diam mengakui
harus berkorban tanpa syarat.
Dia juga dibesarkan penuh cinta
oleh orang tuanya.
Bisa mengikuti
profesi berbahaya sepertimu,
adalah gadis yang baik.
Perlakukan gadis itu dengan baik.
Tidak sanggup mengatakannya lagi, 'kan?
Lanjutkan pel lantai.
Aku lapar, biarkan aku makan sedikit.
Lu?
Aku mau bicara.
Percakapan antara dua
kapten Polisi SWAT,
kemungkinan besar berhubungan dengan rahasia.
Apa kamu boleh mendengarnya?
Malam ini ingat
telepon istrimu.
Ini perintah.
Baik.
Tutup pintunya.
Seseorang masih bisa mengingat
temannya di Qining.
Kamu sudah mendaftar ke kota baru?
Informasimu cepat juga, Kapten Lu.
Namanya Kota Gonghai.
Misi yang baru.
Tugas Qining banyak.
Begitu kamu pergi,
bagaimana dengan yang di sana?
Aku sedang bertanya padamu.
Tanya apa?
Takut aku tidak bisa mengatasinya?
Kemampuanmu bisa mengatasinya.
Aku berkata yang sebenarnya.
Itu baru benar.
Aku seorang kapten,
masih tidak bisa menangani ini?
Lagi pula,
kamu sudah dipindahkan,
jangan khawatirkan masalah di sini.
Aku mengerti situasimu di sana.
Tugas tahun ini banyak,
tenaga kerja tidak cukup.
Di mana yang tidak ada kesulitan?
Masalah sendiri, selesaikan sendiri.
Benar, tidak?
Lu Yanchen.
Di seluruh negeri begitu banyak kota,
ada ratusan dan ribuan ahli.
Kamu selamanya bukan yang terbaik.
Selalu ada yang lebih baik darimu.
Kamu tenang saja
tinggal di Tianwen.
Jangan khawatirkan masalah Qining.
Tidak perlu.
Oh, ya.
Kebetulan aku
dua hari ini memikirkan sesuatu
dan ingin membicarakannya denganmu.
Menurutmu,
jika kamu menikah dan punya anak dengan Kakak Ipar,
aku akan mengatur Xiaonan
tinggal sendiri.
Tinggal di sekolah.
Aku akan merawat Qin Xiaonan untukmu.
Hal ini tidak penting.
Atasan menginginkanku,
kamu bersikeras menggantikanku pergi.
Ini salahmu.
Mereka memang pernah menginginkanmu,
tapi aku sangat dekat.
Bagaimanapun seharusnya aku yang pergi.
Dalam cakupan tanggung jawabku
adalah pekerjaanku, oke?
Jika ada masalah, cari aku kapan saja.
Itu sudah pasti.
Aku bukan pergi cari mati.
Kubilang, Lu Yanchen, Kapten Lu.
Dulu kita berdua
menghadapi bahaya setiap hari,
tidak pernah melihatmu begitu cerewet.
Jika mengatakannya lagi, aku akan memberontak.
Kututup teleponnya.
Mungkin sudah lama menjadi kaptenmu,
ada kerangka pikir orang tua.
Pergi!
Jangan mengambil keuntungan dariku.
Apa putraku menurut?
Menurut.
Bocah tengik itu tidak mengganggu
hidup kalian, 'kan?
Sejujurnya,
jika kamu merasa tidak nyaman,
aku akan menyewakan rumah untuknya.
Tidak perlu.
Qin Xiaonan jauh lebih pengertian darimu.
Gui Xiao menyukainya.
Kamu ini,
bawa pulang anakku.
Kakak Ipar ini
bisa menerima semuanya.
Hargailah dengan baik.
Istriku,
aku menghargainya atau tidak,
tidak perlu kamu ingatkan.
Sudahlah, tidak bicara denganmu lagi.
Di tim orang lain,
tidak boleh bicara terlalu lama.
Kututup dulu. Hati-hati.
Tunggu sebentar.
Kamu buka pengeras suaranya.
Aku mau menyapa rekan lain.
Halo, rekan-rekan Tianwen.
Aku adalah Qin Mingyu,
penjinak bom dari Qining.
Teknik membongkar bom sangat hebat.
Lain kali jika ada kesempatan,
kita saling belajar.
Jangan omong kosong.
Tutup dulu.
Tunggu.
Aku tanya satu hal lagi.
Katakan.
Apa yang disukai Duan Rou?
Kamu lihat, dia membantu menjaga putraku
tanpa menginginkan apa pun.
Apa aku harus
membelikannya hadiah?
Aku juga tidak tahu.
Jarang-jarang memohon padamu.
Aku hanya pernah bertemu sekali.
Kamu tanya aku,
lebih baik bertanya pada putramu.
Benar juga.
Aku memang tidak bisa berharap padamu.
Sudahlah. Tutup dulu.
Sampai jumpa.
Berengsek.
Sudah semalam ini,
tidak mengantuk?
Setelah menelepon Guru,
aku merasa seperti ditinggalkan.
Begitu memikirkannya, jadi tidak bisa tidur.
Aku tidak bisa tidur, jadi aku datang melihat-lihat
buatanmu ini.
Kamu jangan bilang
buatanmu ini sangat bagus.
Bagaimana membuatnya?
Aku belum pernah melihat benda ini sebelumnya.
Tidak menemukan informasi data jaringan apa pun.
Kamu belajar di mana?
Ini adalah model terbaru.
Dalam medan perang dua tahun terakhir
baru muncul.
Aku juga melihat beberapa gambar,
terjemahan,
mempelajarinya berulang kali.
Kalau begitu kamu jelaskan padaku
bagaimana cara membuat
sakelar peledak ini.
Baiklah.
Lagi pula aku juga tidak bisa tidur.
Kita bicara pelan-pelan.
Ada apa?
Apa ada sesuatu yang kamu pikirkan?
Bagaimana kalau kita bicarakan hal lain?
Juga bukan masalah.
Aku pernah tinggal
di kota baru sana.
Aku lebih mengenalnya daripada dia.
Atasan
ingin aku pergi,
pasti sudah mempertimbangkannya.
Masih tidak bisa melepaskannya?
Ingin pergi?
Hanya sedikit khawatir.
Aku bukan Lu Yanchen.
Bertemperamen buruk.
Kalau mau bicara sesuatu
sampai kena marah,
harus ditata dulu
di dalam hati setidaknya 10 kali.
Ini sudah jelas merasa bersalah.
Memangnya kami mengatakan apa?
Apa perlu mengatakannya?
Kalian berdua saling lihat wajah kalian.
Tarik kain merah,
kalian bisa membangun panggung.
Segera bisa
mengikuti acara puncak
Gala Festival Musim Semi
di detasemen SWAT Qining.
Bukan begitu, Kapten Qin,
dengan mulut tajammu ini,
tidak ada gadis yang tahan.
Pantas saja diceraikan.
Tapi Kapten Qin,
biasanya pria yang bercerai di pernikahan kedua
paling dibenci.
Dia pasti merasa
kepribadianmu bermasalah.
Jadi menikah lagi,
harus dicari dengan baik dan hati-hati.
Jangan cerai lagi.
Kelak buat aturan.
Jangan bicara saat aku makan.
Untung saja akan pergi sebentar lagi.
Tenang.
Kamu tidak akrab dengan tempat itu,
kenapa bersikeras pergi?
Sudah kuduga kamu akan mengatakan ini.
Zhong.
Sudah selesai makan?
Pergi latihan.
Siap.
Aku pergi.
Bagimu,
adalah kesempatan latihan yang sangat bagus.
Kapten Lu memang hebat.
Tidak boleh selalu mengandalkannya.
Dia sudah bekerja keras
bertahun-tahun demi Qining,
baru saja dipindahkan.
Semua seharusnya sudah terbiasa.
Butuh waktu.
Tahun lalu bukan masalah.
Tahun ini kota kita menarik investor asing.
Banyak rapat,
tugas politik juga banyak.
Begitu kamu pergi, kami...
Sudahlah.
Aku sudah memutuskannya.
Dalam satu menit,
terus menulis angka sebanyak mungkin.
Kumpulkan.
Ingat blok warna
dan angka dalam blok warna.
Kumpulkan.
Hubungkan blok warna
dan angka di dalam blok warna.
Ada apa denganmu hari ini?
Hanya bicara sebentar langsung bersin.
Setiap tahun dedalu melayang-layang,
saat itulah hidungku alergi.
Aku tidak masuk lagi.
Terlalu memengaruhi
suasana hati makan semua orang.
Hampir selesai makan.
Mereka sudah akan pergi ke tempat berikutnya.
Masih ada tempat berikutnya?
Benar.
Sekarang mereka adalah
perusahaan yang paling diperhatikan.
Semua orang ingin berinvestasi.
Hanya bertemu dengan
perusahaan investasi kita saja
hampir tidak ada waktu.
Jika bukan karena hubungan ibumu,
tidak bisa membuat janji makan.
Ibuku tidak menabung banyak uang,
tapi dia punya banyak teman.
Kita
terlalu mematuhi aturan.
Aku dengar di Dongxin
setiap hari menemani makan dan minum,
melayaninya dengan sangat baik.
Secara pribadi,
hubungan mereka lebih dekat dari kita,
sudah mengurus banyak hal.
Sepertinya
jika tidak memberikan keuntungan nyata,
tidak bisa bersaing dengannya.
Batasan.
Batasan.
Aku tahu.
Hanya mengeluh saja.
Jika kamu benar-benar ingin aku menemaninya,
mungkin saja dua gelas sudah jatuh.
Aku ini
takut dana putaran ketiga,
tidak bisa investasi meski kita punya uang?
Kalau putaran ini kita tidak bisa investasi,
kita tunggu putaran berikutnya.
Kalau proyek ini tidak ada,
kita tunggu proyek lain.
Tapi jika batasannya hilang sekali,
seumur hidup ini
akan sulit didapatkan kembali.
Baiklah, Bos menginspirasi.
Inspirasi apa?
Ini namanya pengalaman.
Hidup sepuluh tahun lebih lama darimu,
tidak boleh hidup sia-sia.
Apa waktu kecil kamu menulis kaligrafi?
Ya.
Ayahku suka, memaksaku berlatih.
Saat kecil,
saat kami menulis kaligrafi,
tangan terkena tinta.
Semua tahu itu kotor dan hitam.
Ingin disuci sampai bersih.
Jika ada yang menghalangi,
pasti membencinya.
Sudah dewasa,
jelas-jelas tahu itu hitam,
kenapa masih menjulurkan tangan untuk memegangnya?
Untuk apa melihatku?
Aku tidak memegang batu tinta.
Aku juga tidak.
Aku dilatih oleh bos sendiri.
Tidak bisa lagi.
Air mataku hampir keluar.
Coba periksakan saja.
Resepkan sedikit semprotan yang meredakan.
Kamu menderita kalau terus bersin begini.
Baiklah.
Aku akan masuk untuk pamit, lalu pergi.
Aku akan menemanimu.
Sekalian ke rumah sakit
mengambil ringkasan keluar rumah sakit ibuku.
Baik, tunggu aku sebentar.
Tidak pernah melihat Bos bermain gim.
Dulu aku selalu main saat kuliah.
Kemudian, tidak main lagi.
Aku lihat gim ini
belakangan ini sangat populer di sekitar.
Aku hanya ingin tahu saja.
Kita sebagai investor
harus memiliki pandangan jauh ke depan.
Lihatlah, seperti kotak misteri.
Pada awalnya tidak ada yang peduli,
kemudian tiba-tiba menjadi terkenal.
Awalnya tidak ada yang berinvestasi.
Sekarang meskipun membawa uang menemuinya,
dia belum tentu mau.
Bos memang bijaksana.
Aku pergi ambil laporan dulu.
Tunggu aku di sini.
Tempat ini besar, jangan pergi sembarangan.
Baik.
Apa belakangan ini merasa lelah,
tidak nyaman,
dan mudah alergi?
Tapi, aku alergi setiap musim semi.
Ini penyakit lama.
Anda asal resepkan obat padaku saja.
Hidungku tidak nyaman
dan selalu bersin,
sangat memengaruhi pekerjaan.
Lalu, kalau tidak memengaruhi pekerjaan,
kamu tidak akan periksakan ke dokter?
Hanya masalah kecil.
Nanti juga sembuh.
Meskipun bukan masalah besar,
tetap harus diperhatikan.
Selain itu,
aku tidak bisa asal meresepkan obat untukmu.
Obat apa
dan dengan resep apa,
semua harus melalui persetujuanmu.
Anda profesional.
Aku akan menggunakan
apa pun yang Anda suruh.
Apa kamu sudah menikah sekarang?
Sudah bertunangan.
Tapi,
dia tidak punya penyakit ini.
Selain itu, kami sudah sebulan lebih
tidak bertemu.
Ini tidak menular, 'kan?
Bukan itu maksudku.
Nona, sepertinya kamu hamil.
Apa kamu sendiri masih tidak tahu?
Tapi tempat kami
bukan Departemen Obstetri dan Ginekologi.
Aku berspekulasi
berdasarkan
laporan tes darahmu.
Begini saja.
Sekarang kamu daftar
ke Departemen Obstetri dan Ginekologi.
Masih sempat.
Cukup lakukan beberapa pemeriksaan,
seharusnya sudah bisa dipastikan.
Departemen Obstetri dan Ginekologi?
Benar.
Lantai empat.
Terima kasih.
Aku akan
meresepkan obat untukmu
dengan standar wanita hamil, oke?
Kamu pulang lihat dulu efeknya.
Jika efeknya bagus,
kamu minta resepnya padaku lagi kapan saja.
Ada apa?
Kamu ada pendapat?
Tidak ada.
Aku hanya...
Hidungku hanya tidak nyaman
dan datang meminta resep semprotan.
Aku masih belum siap.
Terkejut,
tidak menduga?
Keduanya.
Halo.
Tadi dokter bilang,
Anda mau ke Departemen Obstetri dan Ginekologi.
Takut Anda tidak menemukannya,
jadi menyuruhku tunjukkan jalan untuk Anda.
Aku tidak ke sana dulu.
Terima kasih.
Baik.
Sudah diresepkan?
Tidak parah, 'kan?
Tidak parah.
Sekarang aku sangat ingin makan yang banyak.
Di sekitar sini,
di mana restoran terbaik?
Restoran tempat kita mentraktir klien
makan barusan
adalah yang terbaik di sekitar
Jalan The Lama Temple.
Kamu terus bersin dan tidak makan,
aku merasa sangat disayangkan.
Bos Duan.
Bos Gui terus-menerus makan.
Apa yang terjadi?
Hanya ada dua alasan.
Sangat senang
atau sangat tidak senang.
Bagaimana mengetahuinya?
Saat sangat tidak senang,
tidak pilih-pilih.
Makan apa pun yang dilihat.
Saat sangat senang,
akan mengingat bentuk tubuh,
tidak terlalu makan daging.
Misalnya,
daging bebek yang paling mudah membuat gemuk.
Jangan khawatir.
Aku sangat senang.
Sudah kuduga.
Sekarang kamu boleh juga.
Kemampuanmu melihat suasana hati orang
sudah jauh lebih berkembang dari sebelumnya.
Ada, tidak? Mencicitlah.
Aku bukan tikus.
Sepertinya aku hamil.
Belum kuperiksakan di Departemen Obstetri dan Ginekologi.
Aku ingin pergi bersamamu setelah kamu pulang.
Bersama-sama tahu jawabannya.
Jangan buru-buru.
Tidak ada apa-apa.
Hanya memanggil saja.
Kamu bekerjalah.
Hari ini aku sangat merindukanmu.
Aku dan kasur sedang menunggumu.
Lain kali lebih hati-hati saat bicara.
Kamu juga.
Kenapa masih belum pergi?
Bukankah katanya mau kembali ke Beijing?
Sudah sibuk seharian,
aku mau mandi.
Betapa bagusnya mandi di rumah.
Kenapa seperti orang muda
yang baru pacaran?
Takut istri keberatan kamu kotor?
Sampai jumpa minggu depan.
Sudah pulang?
Setelah makan, hafalkan satu pola artikel.
Kuberi tahu kamu.
Aku membeli daging ayam, kentang,
dan pemanggang,
juga daging kambing, daging sapi,
serta rempah-rempah.
Malam ini
kamu masak dapanji untuk kami,
juga satai daging.
Dapanji?
Pernah memakannya, 'kan?
Pernah.
Tapi belum pernah memasaknya.
Seharusnya tidak sulit.
Dulu kami semua mengira
kamu pria baja yang hanya berdarah
dan tidak meneteskan air mata.
Setelah masuk pintu ini,
langsung menaikkan lengan baju
dan melakukan pekerjaan rumah.
Kalian berdua sudah lama tidak bertemu,
tidak boleh bertengkar.
Kamu naik dan hafalkan pola artikel.
Kamu...
Ikut aku ke dapur.
Aku sudah memasak untukmu.
Kukira kamu akan pulang dengan keadaan kotor.
Meninggalkan rumah lebih dari 30 hari,
entah pergi latihan keras
dan kerja keras ke mana.
Aku sudah mandi saat kembali.
Pantas saja.
Wangi.
Hati-hati.
Jangan menjatuhkan barang di tanganmu.
Kamu pura-pura tenang.
Tidak suka?
Kamu membelinya tanpa bertanya padaku.
Tidak apa-apa kalau tidak suka.
Tahun depan beli lagi.
Kalau masih tidak suka,
dua tahun lagi baru beli lagi.
Nanti satukan di tali,
lalu gantung di leher.
Setelah tua, cincinmu yang paling banyak.
Coba ukurannya.
Mana punyamu?
Kenapa kamu sudah memakainya sekarang?
Mudah.
Sadar diri.
Layak dipuji.
Kamu tidak bisa keluar dari markas,
bagaimana caramu membelinya?
Aku melihat model yang ingin kubeli
di internet.
Lalu,
mengira-ngira ukuranmu
dan menyuruh ketua ke kota
untuk membawakan sepasang.
Kenapa kamu merepotkan ketua?
Hari ini kamu pulang,
kita bisa membelinya malam ini.
Intinya, aku ingin memakai lebih dulu.
Coba lihat lagi.
Kenapa kamu menaruh cincinnya
dalam saku celana?
Bagaimana kamu menduga aku akan menyentuhnya?
Dulu saat aku memasak,
kamu selalu suka
memelukku dari belakang
dan memasukkan tanganmu ke saku celanaku.
Ini kebiasaanmu.
Sangat licik.
Lebih tepatnya terlalu memahamimu.
Aku memasak dulu.
Sup ayamnya akan segera siap.
Tunggu sebentar.
Awalnya aku ingin
memberitahumu nanti malam.
Sepertinya aku
hamil.
Sungguh.
Kenapa kamu tidak berbicara?
♫Ingin melihat momen matahari terbit bersamamu♫
♫Menutup mata dan diam-diam membuat keinginan♫
Udara di dapur tidak bagus.
Kita bicara di sana.
♫Bayangan punggungmu memenuhi jalan yang panjang♫
Bagaimana kamu menyadarinya?
♫Jadilah kenyataan dari mimpiku yang gersang♫
Tidak sengaja menyadarinya.
Tapi masih belum
melakukan pemeriksaan konfirmasi terakhir.
Aku ingin menunggu kamu pulang.
♫Jatuh cinta remaja terjadi dalam satu tatapan♫
Apa kamu tidak enak badan?
♫Lebih dekat lagi tanpa memedulikan apa-apa♫
Tidak.
♫Kamu adalah pesan penutupan masa remajaku♫
Bagaimana kamu tahu?
Aku pergi ke departemen lain untuk tes darah.
♫Kamu adalah segalanya di planet kecilku♫
Dokter berspekulasi.
Aku beri tahu kamu, ini sangat ajaib.
Dua malam yang lalu,
ibuku meneleponku.
Katanya dia bermimpi aku melahirkan.
Ini juga bisa dimimpikan?
Sejak kecil kesehatanku tidak baik,
aku sering ke rumah sakit.
Kamu juga tahu.
Pokoknya tidak pernah normal.
Dulu ibuku
juga selalu mengkhawatirkanku.
Sekarang sangat senang.
Kamu senang?
Kamu tidak mengungkapkan dengan tindakan,
juga tidak melihat kamu gembira.
Aku matikan apinya.
Kamu tidak boleh seperti ini.
Setelah ciuman baru pergi masak.
Kamu tidak perlu terkejut seperti ini, 'kan?
Aku memikirkan permohonan pernikahan.
Pernikahannya akan dilaksanakan seperti apa?
Apa aku ada cuti?
Besok harus pergi ke rumah sakit
untuk mendiagnosis.
Lihat sudah berapa bulan.
Sepertinya tiga bulan awal
lebih penting.
Di Tianwen
aku bisa menyetir pulang setiap hari.
Tapi, tidak bisa pulang saat bertugas.
Di rumah hanya ada Xiaonan,
aku tidak terlalu tenang.
Jangan-jangan
kamu juga
sudah memikirkan merek popok
yang akan dipakai anak?
♫Hai, hari ini hari apa?♫
Sekarang akhirnya aku tahu
bahwa kamu senang.
♫Apa bisa bertemu denganmu♫
Ekspresimu tadi
membuatku takut.
♫Agar detak jantung tetap di 110♫
Ini pertama kalinya menjadi ayah.
♫Terus berdetak kencang♫
Kepanikan tidak bisa dihindari.
♫Oh, kamu belum bangun♫
Sekarang perasaanku jauh lebih tenang.
♫Tak melihat pesan dariku♫
♫Apa ada yang memberitahumu♫
Kalau kamu terus memelukku,
nanti akan kelaparan.
♫Aku sangat merindukanmu♫
Peluk dua menit lagi.
♫Pacaran sedang populer♫
♫Kamu masih mau diam saja?♫
♫Bahkan rembulan pun sudah dibangunkan♫
♫Meteor juga bisa berhenti♫
♫Lagu cinta sedang populer♫
♫Aku akan menyanyikannya untukmu♫
♫Kita harus perlahan-lahan memupuk perasaan♫
♫Aku yakin kamu bisa♫
Satai sudah datang.
♫Hai, hari ini hari apa?♫
♫Apa bisa bertemu denganmu♫
♫Agar detak jantung tetap di 110♫
♫Terus berdetak kencang♫
♫Oh, kamu belum bangun♫
♫Tak melihat pesan dariku♫
♫Apa ada yang memberitahumu♫
♫Aku sangat merindukanmu♫
♫Pacaran sedang populer♫
Benar-benar akan tumbuh bintitan.
♫Kamu masih mau diam saja?♫
Apa yang kamu gumamkan?
♫Bahkan rembulan pun sudah dibangunkan♫
Tidak ada.
Aku sedang menghafal.
♫Meteor juga bisa berhenti♫
Aku sudah lebih dari dua tahun
♫Lagu cinta sedang populer♫
tidak bertemu dengan ayahku.
♫Aku akan menyanyikannya untukmu♫
Yang paling tidak bisa kulupakan
adalah punggungnya.
♫Kita harus perlahan-lahan memupuk perasaan♫
Pada musim dingin tahun itu,
nenek meninggal.
♫Aku yakin kamu bisa♫
Ayah.
Sekarang murid SD sudah menghafalkan ini?
♫Pacaran sedang populer♫
SMP.
♫Kamu masih mau diam saja?♫
Dia menemukannya di rak bukuku.
Dia suka, jadi menghafalkannya.
♫Bahkan rembulan pun sudah dibangunkan♫
Kurasa cukup bagus.
Bisa meningkatkan jumlah bacaan.
♫Meteor juga bisa berhenti♫
Kelak juga bisa berguna.
Saat aku
♫Lagu cinta sedang populer♫
masih sangat kecil,
aku membaca semua jenis buku
di rak buku kami.
♫Aku akan menyanyikannya untukmu♫
Saat usiaku enam tahun,
♫Kita harus perlahan-lahan memupuk perasaan♫
sudah selesai membaca Empat Novel Klasik.
Yang paling kusukai adalah "Perjalanan ke Barat"
♫Aku yakin kamu bisa♫
dan "Romansa Tiga Kerajaan".
Dulu banyak buku yang memakai tulisan tradisional.
Begitulah.
Aku belajar sendiri tanpa guru.
Bisa membaca tulisannya,
bagaimana dengan isinya?
Jujur saja, aku tidak terlalu mengerti.
Tapi saat berusia 7 tahun,
aku membacanya sekali lagi.
♫Hai, hari ini hari apa?♫
Itu lebih baik.
Kemudian perlahan-lahan,
♫Apa bisa bertemu denganmu♫
aku membacanya beberapa kali lagi,
akhirnya mengerti semuanya.
♫Agar detak jantung tetap di 110♫
Ada alasan
kamu pandai belajar.
♫Terus berdetak kencang♫
Kamu terlalu memuji.
♫Oh, kamu belum bangun♫
♫Tak melihat pesan dariku♫
Ayo kita nonton film.
♫Apa ada yang memberitahumu♫
Kamu pilih.
♫Aku sangat merindukanmu♫
Aku nyalakan.
♫Pacaran sedang populer♫
Yang kedua.
♫Kamu masih mau diam saja?♫
♫Bahkan rembulan pun sudah dibangunkan♫
♫Meteor juga bisa berhenti♫
♫Lagu cinta sedang populer♫
♫Aku akan menyanyikannya untukmu♫
♫Kita harus perlahan-lahan memupuk perasaan♫
♫Aku yakin kamu bisa♫
♫Pacaran sedang populer♫
♫Kamu masih mau diam saja?♫
♫Bahkan rembulan pun sudah dibangunkan♫
♫Meteor juga bisa berhenti♫
♫Lagu cinta sedang populer♫
♫Aku akan menyanyikannya untukmu♫
♫Kita harus perlahan-lahan memupuk perasaan♫
♫Aku yakin kamu bisa♫
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.