All language subtitles for ROAD HOME episode 15 [iQIYI subindo]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]

[Road Home]

[Episode 15]

Musim dingin begini, kenapa tidak dikeringkan lebih baik?

Kenapa tidak dipotong?

Setiap bulan potong sekali.

Ini ditentukan ayahku.

Sudah begitu panjang.

Pria memang tidak boleh membesarkan anak.

Terlalu kasar.

Tapi, juga tidak bisa menyalahkanmu.

Saat aku kecil,

aku tumbuh besar di sisi kakek dan nenekku.

Mereka bukan tipe

yang memanjakan anak.

Mereka menggunakan cara pengasuhan bebas padaku.

Kemudian baru pergi ke sisi ibuku.

Tapi aku juga tinggal di sekolah.

Jadi ibuku

juga tidak pernah mengajariku cara hidup.

Bahkan tidak ada aturan keras

seperti memotong kuku sebulan sekali ini.

Semuanya diraba sendiri.

Kemudian tahun pertama aku bekerja,

ada seorang rekan yang memegang tanganku dan berkata,

kenapa punggung tanganmu bisa beku sampai bengkak?

Di musim dingin begini,

bahkan tidak mengoleskan krim tangan.

Itu baru pertama kalinya aku tahu

detail kehidupan.

Kenapa?

Pertama kali aku bertemu kamu,

aku kira kamu sangat manja.

Berpakaian begitu bagus,

dandananmu juga sangat bagus.

Lebih teliti daripada Bibi Gui Xiao.

Jadi,

jangan menilai seseorang

berdasarkan kesan pertama.

Aku katakan padamu,

kelak saat kamu memotongnya sendiri,

kedua ujung tajam ini

harus dipotong.

Jika tidak, ia akan tumbuh

dan menusuk ke dalam daging.

Sakit sekali.

Sore ini aku mau ke kantor.

Kamu di rumah

tunggu aku menjemputmu makan malam

atau ikut denganku?

Ikut denganmu.

Bawa PR-mu, ya.

Baik.

Dulu tidak disangka,

Kak Duan Rou,

kamu begitu menyukai anak kecil.

Seharusnya dikatakan

secara alami bersimpati pada yang lemah.

Keluarga asalku tidak baik.

Jadi melihat

anak dari keluarga seperti ini,

aku tidak tahan ingin membantunya

dan menjaganya.

Kapten Lu.

Sudah merepotkanmu.

Sudah seharusnya.

Setelah aku selesai merapikan naskah,

akan kukirimkan ke surel Anda.

Baik.

Kapten Lu,

apakah kamu sudah menikah?

Segera.

Baik.

Meskipun seumur hidupku tidak pernah menikah,

tapi aku sangat berharap

melihat kalian anak muda bahagia.

Yang bisa menerima profesimu ini

pasti adalah gadis yang baik.

Memang gadis yang baik.

Baik.

Sampai jumpa, Kapten Lu.

Semoga kita bisa bertemu lagi.

Baik.

Liu.

Terima kasih.

Jangan sungkan.

Makanan sudah datang.

Makanlah.

Setelah makan, pakai jaketmu.

Kubawa kamu menemui seseorang.

Kerabatku.

Ini adalah rumah kapten tim lamaku.

Kamu ketuk pintu.

Nomor 101.

Aku datang.

Siapa itu?

Kenapa kamu?

Bukankah mereka bilang

kamu dipindahkan dari Qining?

Iya, sudah kembali.

Kali ini pulang

untuk mengurus prosedur terakhir.

Baik.

Ini adalah...

pacarmu?

Kami sudah bertunangan.

Namanya Gui Xiao.

Sudah bertunangan?

Baik.

Ayo, masuk.

Mengobrol di dalam.

Jangan berdiri di luar, cepat kemari.

Sebelum datang,

kamu seharusnya meneleponku.

Biasanya aku makan sendirian,

jadi tidak ada persiapan apa-apa di rumah.

Begini saja.

Kalian berdua duduk di rumah dulu.

Aku pergi ke supermarket sebentar.

Aku akan segera kembali.

Aku sudah membelinya.

Semuanya makanan kesukaan Anda.

Kamu datang ya datang,

kenapa masih membawa ini?

Aku beri tahu kamu,

suamiku adalah ketua lamanya.

Saat itu,

dia ditipu

dan dibawa ke Qining.

Dia pernah bilang padaku.

Baik.

Tidak apa-apa.

Biarkan dia yang urus.

Kita berdua duduk.

Awalnya saat dia datang,

saat itu sangat sibuk.

Setiap Imlek tidak bisa pulang ke rumah,

selalu merayakan di rumah kami.

Jadi,

kamu anggap saja tempat ini sebagai rumahmu sendiri.

Jangan sungkan.

Baik.

Ini teh susu khas Qining.

Minumlah jika lapar.

Setengah jam kemudian makan.

Kamu coba ini.

Minumlah selagi panas.

Bagaimana?

Sangat enak.

Kalian...

Bagaimana cara kalian berkenalan?

Kencan buta?

Bukan.

Kalau tidak...

Benar, kencan daring.

Anak muda zaman sekarang

sedang tren mengobrol di internet,

saling kenal atau semacamnya.

Bukan juga?

Jadi apakah kalian berdua

bertemu di jalan,

lalu jatuh cinta pada pandangan pertama?

Memang cinta pada pandangan pertama.

Aku tanya padamu.

Katakan.

Waktu itu,

kenapa selalu melempar kapur padaku?

Apakah diam-diam menyukaiku?

Kamu selalu berkeliaran di depanku,

bukankah menungguku menghiraukanmu?

Bukankah ini menungguku menarikmu kembali?

Berkhayal sendiri.

Kenapa?

Apa aku salah bicara?

Tidak.

Ini

adalah hadiah pernikahan yang disiapkan

aku dan suamiku

untuk Lu Yanchen.

Apa yang Anda lakukan?

Sudahlah.

Pergi.

Ke dapur ambilkan dua mangkuk sup.

Gui Xiao.

Bibi beri tahu kamu.

Kondisi di keluarga

Lu Yanchen,

tentu saja ini tidak bisa menyalahkannya.

Dia hanya kurang beruntung.

Jika kelak kalian berdua menikah,

ada beberapa hal

yang perlu kamu maklumi.

Jika benar-benar bertemu

hal yang membuatmu kesal,

kamu memandang dari

dia adalah

seorang anak yang sangat baik,

kamu jangan mudah minta putus dengannya.

Aku beri tahu kamu.

Saat dia baru datang...

Benar,

dia memang siswa berbakat.

Tapi saat itu,

tatapan matanya itu...

Apakah kamu tahu tatapannya tidak fokus?

Suamiku bilang padaku,

pengaruh keluarga aslinya

padanya sangatlah besar.

Anak ini

telah mengalami banyak penderitaan.

Tapi,

dia masih bisa bertahan

selalu jujur dan baik hati.

Dia benar-benar tidak mudah.

Aku tahu semua masalah keluarganya.

Kami sudah kenal belasan tahun lamanya.

Dia juga tidak akan menyembunyikannya dariku.

Benar.

Kamu benar.

Dia sebenarnya adalah orang

yang terus terang,

ada apa pun

juga tidak bisa disembunyikan.

Aku katakan padamu,

kelak jika ada masalah,

telepon aku saja.

Dia

sama seperti putra kandungku.

Jika dia menindasmu,

lihat bagaimana aku menghukumnya.

Baik.

Panas.

Tidak ada wortel.

Kenapa?

Kamu tidak makan wortel?

Dia pilih-pilih makanan sejak kecil.

Banyak makanan yang tidak dia makan.

Ayo.

Pakaikan gelang ini

pada pacarmu.

Tidak perlu.

Cepat pakaikan.

Aku lihat cocok atau tidak.

Cepat.

Yang Anda beli pasti cocok.

Ada apa denganmu hari ini?

Kamu...

Kenapa kamu masih malu?

Kenapa?

Bagaimana mungkin?

Begini.

Coba pakai.

Anda cepat pulang, udaranya dingin.

Aku ingin melihat kalian pergi.

Hubungi aku jika ada masalah.

Dan Qin Mingyu.

Aku tahu.

Masuklah.

Hati-hati di jalan.

Dia menganggapmu sebagai putranya.

Selama belasan tahun di Qining,

dia dan kapten lama

yang paling menjagaku.

Berapa hari saat kamu datang ke Qining itu,

beliau baru dimakamkan.

Mereka tidak punya anak.

Aku dan Qin Mingyu yang mengantarkannya dimakamkan.

Waktu itu

saat kamu meneleponku,

aku sedang dalam perjalanan

menjenguk ayah kapten lama.

Tidak suka?

Tidak, aku suka.

Tapi gelang emas lembut.

Jika dipakai terlalu lama, mudah berubah bentuk.

Barang yang begitu bermakna,

harus disimpan dengan baik.

Kalau memakainya setiap hari,

akan mubazir.

Kemari.

Terima kasih sudah menemaniku ke sini.

Kapten Lu...

pergi begitu saja?

Waktu itu masih belum terasa.

Setelah menyelesaikan prosedur kali ini,

akhirnya terasa nyata.

Kamu ini sungguh menjengkelkan.

Ayo bantu.

Biarkan aku selesai bersedih dulu.

Bukankah aku sudah bilang?

Biarkan aku menekan

kesedihan ini.

Memalukan, tidak?

Bukankah kamu bilang

ingin aku melihat anjing polisi yang kamu latih?

Baik, Kapten Lu.

Aku akan mengeluarkannya untukmu.

Saatnya berpamitan.

Lu Yanchen.

Posisi orang lebih rendah dari mobil, ya?

Kamu seharusnya mengatakan ini kepada kami.

Putramu masih di tempatku.

Pamitan apanya?

Kamu malah mengingatkanku.

Mari.

Biaya hidup dan biaya sekolah.

Tidak perlu dikembalikan jika terlalu banyak.

Jika kurang, aku akan menambahkannya.

Sekolah tidak menggunakan banyak uang.

Makan,

beli buku, buku pelajaran, pena dan sebagainya,

harus menggunakan uang.

Aku akan memberitahumu saat menggunakannya.

Kapten Lu,

apa tidak ada yang ingin kamu katakan padaku?

Aku adalah

orang yang kamu latih sendiri.

Organisasi yang melatihmu.

Yang penting jangan mempermalukan organisasi.

Begitu tidak mengerti suasana,

bagaimana Kakak Ipar bisa tahan?

Aku terhadap pria,

apakah perlu memahami suasana?

Saudara atau bukan?

Kalau saudara,

apa perlu begitu cerewet

dan bicara omong kosong seperti ini?

Kemampuan memaki orang milikmu ini

sama sekali tidak berkurang.

Ini memperbaiki apanya?

Tangki bensinnya bocor.

Tidak mungkin.

Jaga sikapmu.

Membungkuk, jongkok.

Lihat dengan teliti.

Di mana yang bocor?

Mau patah.

Pinggangku sangat penting,

aku belum punya pacar.

Kapten Lu.

Masih berani mengoceh, tidak?

Tidak berani lagi.

Kapten Qin,

apakah kamu tidak mengurusnya?

Aku menyadari belakangan ini

kamu benar-benar tidak sopan.

Kebetulan cari orang untuk menghukummu.

Kalian berdua bekerja sama melakukan kejahatan.

Kamu baru tahu?

Kapten Qin,

aku bantu kamu tulis... tulis laporan.

Aku tuliskan semuanya untukmu selama setahun.

Syarat ini kedengarannya lumayan bagus.

Aku sedikit tergerak.

Begitu saja sudah tergerak?

Berikan sedikit permintaan lagi.

Sudahlah.

Dia sudah cukup menderita.

Pikirkan baik-baik.

Tidak ada kesempatan lagi setelah malam ini.

Kapten Qin.

Kalau begitu aku harus memikirkannya baik-baik.

Mulai sekarang,

aku tidak akan pergi ke kantin denganmu

untuk merebut pangsit isi bawang daging kambing.

Aku tidak akan berpura-pura pusing lagi

dan membuatmu menyetir untuk membawaku.

Kedengarannya bagus.

Aku tidak akan mencuri ponselmu lagi

untuk mengirim pesan

meminta berbaikan pada mantan Kakak Ipar.

Katakan sekali lagi.

- Aku bercanda. - Kapten Lu.

Kapten Lu.

Aku kira

kalian sudah meninggalkan

Kota Qining.

Bagaimana?

Dua bulan tidak bertemu,

kondisi fisikmu sudah meningkat.

Aku dengar kamu masih ada,

jadi aku datang setelah selesai latihan.

Terima kasih, Kapten Lu.

Dingin sekali.

Aku juga kedinginan.

Tentu saja.

Harus menjaga adik.

Pacarku

karena Kapten Lu mau pergi,

sampai menangis.

Di sana.

Dia menangis?

Iya.

Sangat sentimental.

Sungguh imut.

Kapan kalian berdua menikah?

Kami berencana tahun depan.

Tunggu dia pulang saat libur panjang.

Mari kita berteman di WeChat.

Aku kirim angpau untukmu.

Kalau begitu aku juga berikan satu untukmu.

Untukmu dan Kapten Lu.

Semuanya harus diberikan.

Pinjam keberuntungan.

Baik.

Kamu pindai aku.

Aku belum tidur.

Aku terus menunggumu.

Bukankah aku menyuruhmu tidur duluan?

Takut kamu terlalu sedih meninggalkan

kampung halaman kedua,

jadi aku terus seperti ini,

menahan kelopak mata menunggumu.

Kenapa kamu tidak bicara?

Gui Xiao.

Aku ingin menikahimu.

Aku ingin bersamamu selamanya.

Mengerti?

Hari ini tidak perlu latihan pagi.

Dalam satu tahun

jarang bisa bermalas-malasan seperti ini.

Kapten Lu

tidak perlu serius dengan kami.

Aku akan menunggumu di mobil.

Aku memutuskan untuk memberi tahu kalian.

Aku akan menikah.

Selamat, Kapten Lu.

Selamat, Kapten Lu.

Kapten Lu.

Akhirnya ada yang menginginkanmu.

Sebenarnya semua orang sudah lama menebaknya.

Ingin menjatuhkanku, 'kan?

Hati-hati

kamu akan hidup tanpa lengan dan kaki.

Mencari istri akan sulit.

Kapten Lu,

bukankah aku telah menampakkan

sisi dirimu yang ingin bertemu dengan kakak ipar?

Setelah aku kembali ke kampung halamanku dengan kemenangan,

aku juga akan mencari

wanita yang secantik kakak ipar.

Apa yang kalian bicarakan?

Bisakah kalian mempertimbangkan

aku yang duda?

Aku pergi dulu.

Sampai jumpa lagi kalau ada kesempatan.

Mereka semua datang untuk mengantarmu.

Turun dan bicaralah lagi.

Bicara lebih banyak juga bagus.

Semua orang datang dan pergi, lokasi juga akan berubah.

Saat aku pergi,

aku sudah mengatakan

semua yang harus kukatakan.

[Darah yang panas masih mengalir. Jantung yang hidup masih di dada]

[Kamu dan aku melindungi tanah air yang sangat indah adalah tujuan hidup ini. Tidak perlu mengucapkan selamat tinggal]

[Road Home]

Pilihlah

dan beri tahu aku cara mencucinya.

Ajari aku cara menggunakan mesin cuci.

Tuangkan sabun cair di sini,

lalu tekan ini untuk mulai saja.

Aku juga bisa ini.

Sejak dibeli aku tidak pernah mempelajarinya.

Yang penting tahu

di mana memulai dan di mana menuangkan sabun cair.

Itu sudah cukup.

Mana buku panduannya?

Aku akan mencarinya besok.

Fungsi lain

juga tidak ada gunanya.

Ini kebiasaan yang terbentuk beberapa tahun ini.

Semua barang yang digunakan

harus dipahami dan digunakan sampai rusak.

Lebih baik lagi

kalau bisa dibongkar menjadi komponen

dan bisa dipasang kembali,

itu baru nyaman.

Penyakit akibat pekerjaan.

Ini tidak murah.

Tidak boleh diam-diam membongkarnya.

Letakkan saja.

Minggu depan Bibi akan datang membersihkan.

Gantung ini.

Apakah mirip dengan saat kita masih muda?

Bagaimana bisa mirip?

Kamu bekerja dan aku melihat dari samping.

Kemudian, bergumam pada diri sendiri

dan sedikit merasa bersalah,

lalu lanjut melihatku bekerja.

Begitukah?

Aku pernah mengupas bawang untukmu.

Hai Dong sudah bilang,

Gui Xiao terlahir untuk menikmati kebahagiaan.

Jangan melawan lagi.

Aku tidak keberatan.

Menikmati kebahagiaan juga tidak senang?

Jika kamu

bisa mengatakannya dengan lebih baik,

maka rasanya akan lebih baik.

Apa boleh buat.

Orang yang bekerja

selalu memiliki sedikit temperamen.

Aku malas menghiraukanmu.

Aku pergi mandi dulu.

Aku ingin makan sup.

Sungguh.

Sup apa?

Apa pun boleh.

Tidak pilih-pilih.

Baiklah, Nona Besar.

Coba kulihat ada apa di kulkas.

Kamu mandi saja dulu.

Nanti ada yang mau kukatakan padamu.

Apa tidak bisa dikatakan sekarang?

Setelah aku selesai saja.

Tidurlah sebentar lagi.

Tidak mau lagi.

Tadi aku ketiduran.

Aku ambilkan sup untukmu.

Tidak perlu.

Tidak minum lagi.

Bukankah sebelumnya kamu bilang

ingin mengatakan sesuatu padaku?

Di Qining,

setelah kapten lama meninggal,

aku menyerahkan laporan pengunduran diri.

Terjadi hal sebesar itu,

aku berencana untuk bertanggung jawab dan mengundurkan diri.

Namun, ini bukan salahmu.

Saat itu hatiku

tidak bisa menerima tragedi ini.

Kemudian, ketua lama diam-diam

menyerahkan permohonan untukku

agar aku pergi.

Pergi dari Qining

dan pulang untuk menenangkan suasana hati.

Aku sedang berpikir.

Kalau saat itu

aku sudah tidak menjadi polisi SWAT,

apa lagi yang bisa kulakukan setelah kembali ke Beijing?

Di Qining,

Gao Hai memberitahuku

banyak hal tentangmu.

Apa yang dia katakan?

Dia bilang,

Kapten Lu mereka mahir dalam banyak bahasa asing.

Juga bisa membongkar bom,

menggambar,

melukis orang.

Orang berbakat yang serba bisa.

Jarang-jarang anak ini mengatakan hal yang baik.

Orang sepertimu

memiliki darah yang panas

dan hati yang setia pada tanah air.

Jika membuat darahmu dingin,

dan mengeluarkan hatimu,

kamu bukan Lu Yanchen lagi.

Pernikahan berbeda dengan pacaran.

Jika ingin membentuk keluarga,

profesiku ini

harus kamu pikirkan baik-baik.

Saat ada misi,

mungkin sering tidak bisa dihubungi.

Saat sibuk juga tidak bisa mengurus keluarga.

Selain itu, harus sering menghadapi bahaya.

Aku tahu.

Aku bukan

anak yang tidak mengerti apa-apa.

Kalau menyuruhku melakukan pekerjaan ini,

sepertinya tidak bisa.

Kualitas mentalku tidak bagus.

Saat ujian masuk universitas,

aku sudah ketakutan.

Pada ujian pertama,

otakku kosong

sekitar setengah jam baru bisa berpikir.

Namun,

jika kamu yang melakukannya,

aku tidak keberatan sedikit pun.

Perpisahan tahun itu berbeda dengan kali ini.

Saat itu situasinya khusus

dan masih muda.

Begitu memikirkan beberapa tahun atau belasan tahun lagi

kamu mungkin tidak kembali,

aku langsung tidak akan tahan.

Jangan salahkan aku.

Aku tidak pernah menyalahkanmu.

Baiklah.

Topik ini selesai.

Begini saja.

Kelak jangan membahasnya lagi.

Aku akan tetap menjadi istri polisi.

Baik.

Kalau begitu, kita diskusikan

masalah pernikahan.

Baru saja kembali ke Beijing.

Ini...

Bahkan belum tiga jam.

Bisakah

jangan membicarakan topik yang begitu serius?

Kita harus menikah.

Makin cepat makin baik.

Satu hari hanya membahas satu hal serius.

Kuota hari ini sudah habis,

Kapten Lu.

Halo.

Benar.

Aku sudah sampai.

Di Beijing.

Baik.

Aku akan kembali sekarang juga.

Ke mana?

Rumah.

Tidak baik jika kamu masuk.

Tinggallah di sini.

Kakak iparmu ada di sini.

Putraku sudah pulang.

Apa yang perlu aku bantu?

Tidak perlu.

Hanya saja bapak sudah tua,

jangan selalu mabuk di luar.

Di luar juga bukan rumah.

Ada lagi,

kali ini dia bilang

dia sudah tua, jadi jangan perhitungan dengannya.

Lain kali belum tentu.

Sudah merepotkan.

Sudahlah.

Semuanya bubar.

Benar.

Ini urusan keluarga, semuanya pulang saja.

Bubar.

Pulanglah dengan kakakku.

Anak masih menunggu kalian.

Tidak apa-apa.

Ibuku menjaganya mengerjakan PR di rumah.

Lain kali jangan banyak mengurusi hal seperti ini.

Kamu adalah kepala sekolah.

Semua tetangga di sekitar sini mengenalmu.

Pengaruhnya tidak bagus.

Kalau kakakmu pulang sendirian,

aku juga tidak tenang.

Kamu belum tidur

sejak kembali dari Qining, 'kan?

Benar.

Cukup aku dan kakakmu di sini.

Tidak apa-apa.

Serahkan padaku.

Kalian pergi saja.

Ada yang ingin kukatakan pada Ayah.

Dia mabuk.

Jangan cekcok dengannya saat ini.

Aku tahu batasan.

Lu Chen bukan anak kecil lagi.

Dia tidak akan kalah.

Lagi pula,

saat kecil,

bukankah dia juga yang melindungimu?

Sekarang juga tidak apa-apa.

Ayo pergi.

Kapan kamu pulang?

Barusan.

Ayahmu

kuserahkan padamu.

Apa bisa berdiri?

Kamu meremehkan siapa?

Aku...

Aku akan berdiri.

Aku akan berdiri untuk kamu lihat.

Aku akan berdiri.

Kakak iparku

adalah orang yang dihormati.

Dia kepala sekolah di sebuah sekolah.

Dia sudah dua atau tiga kali

mengurusi masalahmu ini.

Kamu tidak merasa bersalah?

Jangan omong kosong.

Aku cari air minum dulu.

Aku membuatnya...

Minum.

Minum air.

Ti... tidak boleh minum, ya?

Baiklah.

A... aku tidak minum lagi.

Aku tidur sebentar.

Tidur sebentar.

Tidur sebentar, aku...

Kamu dengarkan sambil pejamkan mata.

Aku katakan sesuatu padamu.

Kamu jangan bicara dulu.

Aku bicara padamu dulu.

Aku menyuruhmu

menikah dengan putri Keluarga Zhao

demi kebaikanmu.

Sedikit uang yang kamu hasilkan itu

tidak cukup untuk membayar utangku.

Zaman sekarang,

kamu menikah dengan siapa pun juga sama saja.

Mencari besan yang kaya

adalah yang keluarga kita perlukan saat ini.

Kamu masih muda.

Aku adalah ayah kandungmu.

Kamu harus memikirkan aku.

Aku memang akan menikah.

Dengan siapa?

Dengan siapa

tidak penting bagimu.

Kenapa kamu bicara begitu?

Aku hanya berharap

kamu tidak akan mendekati

keluargaku dan kehidupanku.

Aku tidak akan mendekat.

Namun, kamu harus bicarakan pada pasanganmu

dengan jelas.

Kamu harus bertanggung jawab untuk menafkahi hari tuaku.

Dengarkan aku menyelesaikan perkataanku.

Aku tidak mau.

Lagi pula aku tidak bisa mengaturmu.

Kamu sudah besar dan mandiri.

Dengarkan baik-baik.

Aku bisa menafkahi hari tuamu.

Namun, kamu harus lebih baik pada ibuku.

Aku tidak baik pada ibumu?

Kamu sendiri tahu baik atau tidak.

Satu kalimat,

kehidupanku

dan keluargaku,

aku tidak mengizinkanmu ikut campur.

Kamu sudah mau pergi?

Sudah bertahun-tahun,

kamu juga tahu.

Ayahmu mabuk sehingga bisa seperti ini.

Dia sudah tenang.

Benar. Baiklah.

Ibu,

aku masih ada urusan.

Aku pergi dulu.

[Kota Tua Beijing]

Mari, duduk di sini.

Duduk di sini.

Ayahmu membuatmu menderita lagi?

Seperti biasa.

Terima kasih, Bos.

Buru-buru sekali.

Aku masih ingin mengobrol denganmu.

Lain hari saja.

Pasanganku bangun agak siang.

Kalau makan cepat,

aku masih sempat pulang

dan membuatkan sarapan untuknya.

Yang waktu itu?

Selalu yang ini.

Sejak kecil sampai besar.

Aku tidak bicara lagi,

sudah terlambat.

Baik.

Saat kamu ada waktu baru kita bicarakan lagi.

Sebenarnya,

tidak ada yang ingin kubicarakan.

Aku takut kamu berpikiran sempit

karena masalah kemarin.

Aku sudah terbiasa.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.