All language subtitles for Ningen.Fushin.no.Boukensha-tachi.ga.Sekai.wo.Sukuu.you.desu.S01E11.Bilibili.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Kenapa kamu terburu-buru sekali, padahal bulan sedang bersinar indah?

Tubuh ringanmu masih amatiran, tapi teknik bela dirimu lumayan.

Apa dengan begini aku bisa jadi rekan Stepping Man?

Ada satu hal yang tidak kumengerti.

Kenapa kamu terus mengulanginya, padahal pola pergerakanmu sudah ketahuan?

Kamu menantang minta ditangkap,

atau...

ingin ditangkap?

Dasar pemuda banyak tanya.

Kurang lebih aku sudah memahami prinsip tindakanmu!

Alasanmu menculik anak-anak.

Alasanmu menjadikan Garbage Collection sebagai markas.

Tapi kamu belum menangkap faktor penentunya.

Tidak juga.

Di Garbage Collection, tempat para preman berkumpul,

aku terkejut ketika tahu ada orang yang mengirimkan makalah dari sana.

Nargava.

Wah.

Jawaban yang bagus.

PENYINTAS VS STEPPING MAN Pada jasad anak yang ada di kuburan

PENYINTAS VS STEPPING MAN Garbage Collection,

terdapat bekas pengobatan penyakit setan kuning.

Kenapa penyakit menular itu tidak menyebar dari sana ke seluruh Kota Labirin?

Betapa pun tidak higienisnya tempat itu, jadi aneh kalau perbedaannya sejauh ini.

Aku merasakan sesuatu yang tidak alami di sana.

Itulah opini pendeta kami.

Rupanya pemuda itu, ya.

Garbage Collection saat ini adalah tempatmu bereksperimen berbagai metode pengobatan.

Kamu menculik karena membutuhkan sampel.

Berarti kita bisa langsung ke intinya.

Masih mau lanjut?

Aku yang akan maju duluan!

Dasar tidak ada kapoknya. Padahal pergerakanmu sudah ketahuan.

Kamu juga sama!

Dasar bodoh!

Serangan yang mengandalkan berat tubuh akan membuat...

Memang itu yang kuincar!

Untung saja rute perpindahanmu akurat.

Maksudmu aku sudah terkepung, ya?

Nargava.

Kenapa kamu menyebarkan wabah?

Putriku mati karena penyakit setan kuning.

Aku sudah mencari tahu soal itu.

Aku pun turut berduka cita.

Jalur utama penularan infeksi adalah melalui hubungan seksual.

Masyarakat masih menganggapnya sebagai penyakit menular seksual.

Waktu itu putrimu menyentuh darah pasien yang terinfeksi.

Karena dia mau menirumu yang seorang dokter.

Tapi...

masyarakat tidak berpikir demikian.

Mereka mencurigai soal jalur penularannya dan menyimpulkan dengan seenaknya.

Bahkan setelah kematian putriku,

mereka masih saja...

Kenapa putriku harus mati?

Kenapa Dewa merenggut putriku?

Kenapa...

Kenapa begitu tiba-tiba...

Setidaknya, jika pengobatan penyakit yang membunuh putriku ditemukan,

kematiannya tidak akan sia-sia.

Akan jadi kematian yang bernilai.

Tapi bukan berarti...

Caramu itu jelas-jelas keliru.

Aku tidak peduli dengan kematian anak orang lain.

Nargava.

Sebagai sesama mantan pendeta, aku menganggap cara hidupmu luar biasa.

Aku bahkan menghormatinya.

Tapi kenapa...

Memangnya ada manusia yang tidak bermuka dua di dunia ini?

Semua orang pasti memiliki dua muka yang berbeda

dan menggantinya sesuai situasi yang menguntungkan mereka.

Pada dasarnya itu bukanlah bermuka dua,

karena kedua muka itu dimiliki oleh orang yang sama

dan sama-sama bertanggung jawab atas itu.

Aku tidak berniat kabur

dari kedua tanggung jawab itu.

Kalau kamu sampai bilang begitu,

kami juga tidak bisa berkata apa-apa.

Meski begitu...

Meski begitu aku tetap harus menghukummu!

Beberapa hari yang lalu, aku melihat jasad seorang gadis di kuburan.

Sosok yang kamu coba sembunyikan dengan Permata Raja Bayangan.

Apa kamu masih ingat?

Gadis berambut pirang panjang yang mengenakan baju terusan.

Jangan bilang sudah lupa?

Martha Canning, sepuluh tahun!

Kami sudah mengantar jasadnya ke orang tuanya sebelum kemari.

Mereka menangis histeris setelah mengetahui kematian putrinya yang tidak wajar!

"Kenapa putriku harus mati?"

Setelah mengetahui kematian gadis itu, para tetangga dan orang-orang toko,

pelanggan, dan semua orang di sana menangis bersedih!

Gadis itu bukan sekadar anak orang lain.

Meski kamu tidak mengenal gadis itu, pasti ada orang yang menyayanginya.

Itu juga berlaku pada putrimu.

Mungkin ini kata-kata yang membuat nyaman,

enak didengar,

dan yang hanya manis dimulut.

Meski kita sama-sama "mantan",

bukankah itu kebanggaan bagi kita yang pernah jadi pendeta

yang tidak boleh kita tinggalkan?

Aku...

Pendeta yang membosankan.

Aku tidak terpikir untuk menyelamatkan orang lain selayaknya dirimu.

Di tengah perjalanan,

aku bertemu pendeta tingkat tinggi, aku cari muka padanya,

kemudian berakhir mendapatkan posisi pendeta.

Dia adalah manusia kerdil.

Jadi itu alasanmu menyelamatkan orang-orang di Kamar Tidur?

Karena punya perasaan semacam itu, kan?

Mereka pasti berterima kasih atas nyawa yang telah kamu selamatkan.

Mungkin kalau mereka mati, akan ada beberapa nyawa yang terselamatkan.

Bisa jadi memang begitu.

Karena itulah kehidupan sangat menarik.

Dasar manusia bermuka dua.

Nargava?

Semuanya akan selesai kalau kalian menghentikanku.

Padahal aslinya tidak semudah itu.

Benar sekali.

Meski begitu, kami harus tetap mencoba setiap peluang yang ada.

Naif sekali.

Benar.

Mungkin kenaifan itu bisa saja menunjukkan suatu jalan.

Gawat!

Ada penyusup!

Ada yang datang!

Nargava!

Bicaranya sudah selesai,

Pendeta.

Zirah Pikiran?

Untuk apa datang ke sini?

Tadinya aku mau membantu,

tapi sayangnya ada yang harus kubungkam.

Kamu tidak ingin Permata Raja Bayangan seharga sepuluh juta dina di pelelangan gelap

dihancurkan?

Aku tidak kepikiran cara penggunaan yang begitu,

tapi aku akan memberikannya sebagai hadiah.

Terus kenapa...

Kenapa malah membongkar identitasmu

dan meneruskan harapan pada mereka?

Itu terlalu berlebihan.

Apa yang telah kulakukan selama ini sudah keterlaluan dan melanggar.

Penyembuhan.

Ini hanya pembalasan.

Tidak perlu!

Lagi pula dia akan mati.

Sebaiknya jangan buang-buang magi.

Ditambah dia musuhmu, kan?

Bagaimana kalau magimu digunakan untuk dirimu yang akan kubunuh?

Jangan salah paham dulu,

kalian juga termasuk target pembungkaman.

Kipas Naga Api!

Tarian Tetesan Es!

Penyembuh.

Beban party kalian ternyata dirimu.

Tapi, lukamu itu...

Tidak, kamu menyadarinya, kan?

Dalam situasi seperti ini, kamu pasti akan memilih hal yang sama.

Coba lihat sendiri.

Karena tidak bisa mengambil keputusan siapa yang harus diutamakan,

teman-temanmu jadi terluka.

Tapi...

Kebaikanmu bukanlah kebaikan.

Hanya sekadar kepuasan diri.

Semua akan musnah dalam hitungan menit.

Aku dan kalian juga.

Karena keegoisanmu.

Zem, kita lakukan Persatuan! Kamu bisa?

A-Aku?

Iya!

Saat ini hanya kamu yang bisa bergerak.

Ta-Tapi...

Kenapa?

Nick!

Lagi-lagi begini.

Gara-gara aku, jadi kehilangan kesempatan lagi.

Aku harus bagaimana?

Apa yang harus kulakukan sekarang?

Zem!

Aku mohon, Zem!

Halo, Zem!

I-Iya?

Mulai sekarang Olivia akan mengulur waktu dengan topik pembicaraan yang menarik,

selagi itu tolong usahakan.

Usahakan sesuatu.

Aku mohon, Olivia!

Tendangan Biasa!

Merampok alat sihir lalu menyelenggarakan ritual aneh.

Pedagang senjata penyembah iblis,

Topeng Putih, ya?

Siapa kamu?

Aku jurnalis, petualang,

alias Olivia si gadis cantik yang menumpang lewat.

Itu.

Terkadang, pengetahuan bisa merenggut nyawa orang.

Wah, kata-kata siapa itu?

Kata-kataku!

Wah, menarik juga.

Kalau begitu, kamu tahu kata-kata ini?

"Kalau mau melawan, sebaiknya bisa bergerak secepat Olivia."

Aโ€”

Lalu...

Sial!

"Olivia sangat manis!"

Kamu...

Itulah kata-kataku.

Kalau tidak menyebarkannya ke sepuluh orang atau lebih dalam waktu tiga hari,

kamu akan bernasib malang.

Pakaian suci dari peradaban kuno memang beda.

Seranganku hanya seperti air yang dituangkan pada batu panas.

Sekarang saatnya, Zem!

Iya!

Persatuan!

Persatuan?

Bagaimana bisa sihir kuno yang telah hilang...

Ulah pedang suci yang tidak ikut bertarung, ya?

Kurang lebih sama sepertimu, kan?

Apa katamu?

Aku seribu kali lipat lebih hebat darinya!

Menarik!

Ciptakan Dungeon!

Bintik Merah Raksasa!

Olivia!

Kalau aku mati, kamu akan kuhantui seumur hidupku!

Di dalam area itu, gravitasi, tekanan atmosfer, dan suhu akan makin meningkat.

Manusia biasa akan bertahan sejauh mana?

Beraninya kamu memperlakukan gadis cantik sepertiku...

Aku kutuk kamu! Aku kutuk kamu! Aku kutuk kamu! Aku kutuk kamu!

Olivia!

Tunggu!

Kalau kamu mendorongnya dari luar,

kamu pasti tersentak saat masuk!

Dia datang!

Berat!

Mungkin bilah asli pedangnya dilipat ke dimensi lain.

Jadi lebih berat dari penampilannya!

Begitu rupanya. Berarti kami...

Lampaui dengan kecepatan!

Wah, mau menggunakan Stepping?

Tidak, bukan! Ini bukanlah Stepping!

Dia berbelok di udara?

Kalau aku mati,

tolong siapkan sekuntum bunga dan satu permen lolipop.

Baiklah semuanya, selamat tinggal...

Kok jadi lemah?

Dia tipe orang yang hanya bisa fokus pada satu hal saja, ya?

Turning Bad News!

Hampir saja aku meledakkan diri di tempat ini karena dendam kesumat.

Seperti ada pijakan transparan di udara...

Begitu rupanya. Dia menyebarkan Zirah Pikiran di udara...

Awas! Ada invasi UFO!

Olivia!

Kurang ajar!

Tapi kalau polanya terbatas...

Tinggal incar pas mendarat!

Tertangkap.

Itu kalimatku!

Apa?

Ini serangan penghabisan!

Menang besar!

Sudah lama aku tidak merasa terdesak.

Aku akui kekalahanku.

Selamat tinggal!

Kalian baik-baik saja?

Begitulah.

Aku masih hidup.

Dia terlalu memaksakan diri.

Nargava!

Kamu tidak apa-apa?

Tunggu sebentar! Segera kusingkirkan!

Jangan!

Tapi dia sudah bukan musuh kita, kan?

Bukan begitu, Curran.

Kita tidak tahu sudah pingsan berapa lama.

Sindrom penghancuran.

Kalau tiba-tiba melepaskan tubuh manusia yang sudah lama terjepit,

akan menyebabkan gejala syok.

Lagi pula umurku sudah tidak panjang.

Kok begitu...

Kamu...

Banyak bilang padahal dokter, tapi sendirinya tidak sehat.

Hei, jangan-jangan...

Penyakit setan kuning...

Tinggalkan saja aku. Tempat ini juga akan segera runtuh.

Memang benar.

Sejak awal tempat ini sudah bobrok, terus ditambah ledakan.

Runtuh sekarang pun bisa dibilang wajar.

Ki-Kita mau meninggalkannya?

Setidaknya hilangkan rasa sakitnya dulu.

Jadi mendingan.

Seperti lagi di surga.

Kamu ini...

bercandanya lebih jelek daripada aku.

Ayo!

Nargava.

Aku mendapatkan keberanian dari keberadaanmu.

Aku...

merasa sedih karena kehilanganmu.

Benar juga.

Aku mau menceritakan kalian pada putriku.

Dia suka mendengarkan cerita petualangan.

Zem!

Cepat, Zem!

Eh?

Aku kira diriku sudah terbiasa dengan kematian manusia.

Tidak perlu mengatakan hal yang menyedihkan.

Jangan bilang terbiasa dengan kematian.

Dia benar.

Kamu hebat, Zem.

Aku hebat?

Kurasa...

dia diselamatkan di saat-saat terakhir.

Apa benar begitu?

Kapan dan oleh siapa dosa manusia akan diampuni?

Zem...

Tapi...

setidaknya ingin memberikan sesuatu di saat-saat terakhir.

Sepertinya keinginan itu terlalu konyol.

Eh?

Kenapa malah...

Intinya insiden Stepping Man sudah selesai.

Iya.

Mari kita beri kabar Ada dan yang lain.

Iya.

Insiden sudah selesai, ya?

Insiden yang ada-ada saja.

Satu insiden memang sudah selesai.

Eh?

Tapi kalian belum bisa merasa lega.

Topeng Putih masih hidup.

Pasti ada orang-orang di atas yang mengendalikan dia.

Kalau dia mendapatkan izin menggunakan senjata tabu,

entah apa yang akan dia rencanakan.

Senjata tabu?

Daripada itu, kamu sebenarnya siapa, sih?

Dari caramu bertarung dan berbicara yang seolah paham dengan situasinya.

Awas saja kalau cuma bilang "gadis biasa".

Wah, aku harus menyebutkannya, ya?

Kita sudah hidup dan mati bersama,

jadi apa salahnya mengatakan tentang identitasmu?

Benar.

Kalau ingin bergabung dengan kami, minimal ceritakan tentangmu sedikit.

Benar.

Karena Kizuna bisa menggunakan Persatuan, berarti kamu Pedang Ikatan, ya?

Memang.

Aku...

Sebenarnya aku jurnalis, petualang, Stepping Man,

dan Program Pelatihan Spesialisasi Tempur Anti-Iblis Tingkat Roh,

Pedang Seni Bela Diri.

Itulah nama produk dan proyekku.

EPISODE TERAKHIR Episode Terakhir:

PETUALANG BELUM BISA MENYELAMATKAN DUNIA "Petualang Belum Bisa Menyelamatkan Dunia".

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.