Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
(Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Bailu Chengshuang)
=Asmara Bunga Kembar=
=Episode 4=
Meninggalkan Kediaman Ning.
Mati-matian menghasilkan uang.
Guibai.
Kau yakin yang kau keluarkan waktu itu memang Nie Sangyu?
Saya sangat yakin.
Apakah di dunia ini bisa ada dua orang
yang mirip satu sama lain?
Tidak mungkin begitu kebetulan.
Bahkan Nona Kedua Keluarga Nie pun tidak begitu mirip dengan Nyonya.
Kau bilang itu memang dia,
tapi dia tidak begitu sama.
Nyonya sangat marah sekarang.
Bagaimana jika beri tahu dia yang sebenarnya?
Lalu, untuk apa jika dia tahu?
Dia tidak akan bisa meninggalkan Kediaman Ning selamanya.
Jangan melakukan hal yang tidak perlu.
Kakak.
Kak Sangyu.
- Selir Wen. - Kakak.
Kau datang.
Kakak sudah bisa turun dari ranjang dan berjalan.
Apa lukamu sudah membaik?
Sudah lebih baik.
Mereka kasar sekali. Bisa-bisanya memukulmu sekeras ini.
Kakak, Wan'er turut sedih untukmu.
Namun, Kakak, sekalipun kau sangat marah,
seharusnya kau tidak mengajukan cerai dengan Adipati.
Kau adalah istri yang dinikahi Adipati.
Meski menerima perlakuan tidak adil,
- kau bisa menahannya. - Berhenti.
Jika kau ingin menasihatiku agar berbaikan dengannya,
itu tidak perlu.
Aku sudah memutuskan.
Memutuskan?
Benar. Aku sudah memutuskan akan pergi.
Kakak dan Adipati sama-sama berpendirian keras.
Memang akan timbul masalah jika dua orang keras bersama.
Kau juga harus berhati-hati jika bertemu pria seperti itu.
Luka Kakak belum sembuh,
lekaslah beristirahat.
- Wan'er tidak akan mengganggu lagi. - Baik.
Oh, ya. Tunggu sebentar.
Ambilkan krim kulit itu.
Pergilah.
Kau harus menjaga dirimu baik-baik di kediaman.
Aku punya kejutan kecil untukmu.
Ini krim yang kubuat sendiri, namanya krim kulit.
Kau bawa pulang dan cobalah.
Ini bisa dioleskan di wajah untuk mempercantik,
menjaga kelembapan, dan kecerahan kulit.
Aku belum pernah melihat krim kulit seperti ini.
Harum sekali.
Baguslah kalau kau suka. Tidak perlu sungkan.
Terima kasih, Kakak. Kalau begitu, Wan'er pergi dulu.
Nyonya, dulu kita mengandalkan Adipati untuk menghasilkan uang.
Kini, uangnya disita oleh Adipati.
Satu-satunya botol krim yang tersisa juga kau berikan pada orang lain.
Kita harus bagaimana kelak?
Siapa bilang aku harus mengandalkan dia?
Krim kulit.
Tanxiang.
Barang bagus ini untukmu saja.
Nona.
Jika kau tidak suka, tinggalkan saja di sana.
Nona.
Nona Xue, hari ini aku datang
karena ingin segera memberitahumu suatu hal baik.
Ada apa lagi?
Itu... Aku dapat cara lagi untuk menghasilkan uang.
Nyonya Besar, aku mohon padamu.
Bisakah kau jangan memprovokasi kakak sepupuku?
Waktu itu, kau dihukum pukul, entah apa lagi berikutnya.
Menurut rumor,
siksaan Adipati untuk menginterogasi tahanan ada 108...
Dasar Ning Yuxuan si...
Dasar Ning Yuxuan si berengsek itu. Aku akan terus memanfaatkannya.
Yang dia lakukan itu usaha jual beli.
Yang ingin kulakukan sekarang adalah bisnis besar.
Nyonya Besar, aku sungguh berterima kasih.
Kau selalu memikirkanku setiap kali ada hal baik.
Tidak perlu berterima kasih.
Namun, kini aku hanya ingin menjalani hidup dengan aman di kediaman.
Aku sungguh tidak ingin membuat masalah lagi.
Kau sudah lama tidak beli baju baru?
Banxia.
Jujurlah.
Kau sungguh tidak ingin menghasilkan uang bersamaku?
Di dunia ini,
mana ada hal yang begitu mudah untuk menghasilkan uang?
Ada.
Banxia.
Bantu aku berdiri.
- Luka di tubuhmu sudah sembuh? - Nyonya Besar.
Luka saya sudah sembuh sepenuhnya berkat pemberian Nyonya Besar.
Sisanya juga saya oleskan pada wajah.
Benarkah?
Aku tidak menyadarinya jika kau tidak bilang.
Bagaimana hasilnya?
Ha...
Hasilnya...
Banxia, jangan-jangan...
Kulitmu jauh lebih lembap belakangan ini.
Lembapnya sampai bisa mengeluarkan air.
Yang ingin kujual adalah krim kulit ini. Kuberi tahu kau, krim kulit ini
tidak hanya bisa menyembuhkan semua luka di tubuh Banxia,
tapi juga bisa mempercantik kulit.
Oleskan sedikit dan kerutan di wajah pun lenyap.
Apakah khasiat krim kulit ini begitu ajaib?
Bukankah Banxia adalah contoh yang nyata?
Kau boleh tidak memercayaiku, tapi kau melihat sendiri hasilnya, 'kan?
Aku tidak mungkin memalsukannya, 'kan?
Benar, 'kan?
Kita pasti akan bisa menghasilkan banyak uang
jika menjual krim kulit ini.
Bagaimana kalau...
Kau sebaiknya mengajak orang lain yang lebih cocok, Nyonya.
Nyonya.
Aku akan jujur saja kepadamu. Aku sudah memikirkannya.
Aku akan meninggalkan Kediaman Ning setelah menghasilkan cukup banyak uang.
Aku akan meninggalkan Ning Yuxuan si berengsek kejam itu.
Namun, keadaanku sekarang
memang agak menyedihkan.
Aku dibenci oleh orang-orang di kediaman.
Lukaku juga belum sembuh.
Jadi, setelah kupikir-pikir, hanya kau yang paling cocok.
Aku?
(Kebajikan memancarkan keharuman) Bunga merah itu, masukkan sedikit lagi.
- Bunga... - Cepat.
Bukan, yang di samping itu. Benar, itu dia. Masukkan lagi.
- Bunga saron itu juga. - Masukkan 40 gram.
Cepat masukkan. Kalau tidak, waktunya tidak akan tepat.
Aduk sebentar.
Cepat teteskan minyak badam itu. Cepat teteskan.
Benar.
Kipasi lagi. Apinya terlalu kecil.
Benar.
Cium aromanya, apa sudah benar?
Memang benar aroma ini.
Aroma ini sudah benar.
- Kenapa bekas lukamu sudah hilang? - Benar.
- Bukankah sudah hilang? - Ini...
Lihatlah kulitku lagi. Bukankah berbeda dari sebelumnya?
Yang kupakai adalah krim kulit ini.
- Kuoleskan sedikit untukmu. - Baik. Oleskan sedikit.
Gosokkan,
lalu tepuk-tepuk...
- Tepuk-tepuk. - Lembap sekali.
Benar, 'kan? Mari bandingkan.
Lihat. Bukankah berbeda?
- Benar-benar berbeda. - Beda sekali.
- Benar. - Benar.
Nyonya, ide Anda bagus sekali.
Kini semua orang di kediaman memakai krim kulit ini.
Kita sudah menghasilkan banyak uang.
Bagus sekali.
Sepertinya lukaku ini juga akan segera sembuh.
Hari saat kita meninggalkan kediaman Ning segera tiba.
Bagus sekali.
Kita benar-benar akan pergi?
Tentu saja. Kita tidak boleh menjilat ludah kita sendiri.
Aku serius ingin menceraikan suami.
Namun, Adipati sudah bilang Anda tidak boleh pergi.
Aku sudah akan menceraikannya, untuk apa mendengarkan dia?
Aku tidak peduli dia pria paling tampan nomor satu di ibu kota,
Adipati Tampan.
Tentu saja tetap harus bercerai jika tidak bahagia.
Nyonya Besar! Gawat sekali!
Ada apa? Kenapa kau panik seperti itu?
Semua bunga mawar multiflora di Taman Mawar gugur dalam semalam.
Apa?
Gugur?
Cepat pikirkan cara. Bagaimana kita akan membuat krim kulit
jika tidak ada bahan mentah bunga mawar multiflora ini?
Ketenaran memang memiliki konsekuensinya sendiri.
Bagaimana ini, Nyonya?
Ba... bagaimana ini?
Ba... bagaimana kalau
aku suruh Pengurus Wang menyelidiki perbuatan siapa ini.
Itu hanya solusi sementara,
sama sekali tidak menyelesaikan akar masalahnya.
Aku tidak peduli dia pria paling tampan nomor satu di ibu kota, Adipati Tampan.
Tentu saja tetap harus bercerai jika tidak bahagia.
Sombong sekali bicaranya.
Berapa yang dia hasilkan?
Totalnya 97 tahil 20 sen.
Seratus tahil perak hanya cukup untuk dia membeli dua potong pakaian.
Biarkan saja dia.
Bisnis Nyonya
mungkin tidak dapat dilanjutkan lagi.
Kenapa?
Bahan utama krim kulit itu, bunga mawar multiflora,
semuanya gugur kemarin.
Kalau begitu, aku ingin melihat
bagaimana dia akan menghasilkan uang dan bercerai.
Nyonya, bunga mawar multiflora ini memang rapuh.
Baru kemarin disiram air mendidih, hari ini sudah gugur semua.
Omong kosong apa yang kau bicarakan?
Itu jelas karena halaman ini sudah terlalu lama tidak ditinggali orang.
Bunga-bunga ini juga tidak diurus dengan baik
sehingga berguguran.
Perkataan Nyonya benar. Saya yang salah bicara.
Namun, krim kulit Nyonya Besar sangat manjur.
Setelah memakai krim pemberian Anda waktu itu,
kulit wajah saya menjadi jauh lebih cerah dan lembap.
Saya sudah tahu salah.
Saya akan membuangnya jauh-jauh sekarang juga.
Namun,
dengan tiadanya bunga-bunga ini di kediaman,
kebisingan itu pun juga tidak ada lagi.
Nona Xue.
Kini ada berapa banyak orang di kediaman yang mengetahui hal ini?
Sejak Anda pindah dari Taman Mawar, tidak ada yang masuk ke sana.
Jadi, tidak ada yang tahu.
Baik, sebarkan berita ini, sebarkan semuanya.
Aku ingin semua orang di kediaman tahu
bahwa bahan mentah krim kulit sudah tidak ada lagi.
Sebaiknya jangan. Bagaimana kita akan menjual krim kulit kelak?
Benar.
Bagaimana kalau aku minta Bibi Liu
agar memasukkan bunga mawar multiflora dari luar kediaman lagi?
Tidak perlu. Aku ingin menjual stok barang yang masih ada
dengan harga dua kali lipat.
Nyonya, a... apa ini bisa berhasil?
Pikirkanlah.
Kini bunga di Taman Mawar sudah tidak ada lagi
maka bukankah stok yang ada di kita sudah tidak diproduksi lagi?
Ide bagus.
- Ambillah. - Terima kasih.
- Punyamu. - Terima kasih.
- Apa sudah habis? - Maaf sekali.
Krim kulit sudah habis terjual.
- Sudah habis. - Ada apa?
Kenapa habis terjual lagi?
Kami sudah lama mengantre.
Maaf sekali, Bibi Liu.
Bunga segar di Taman Mawar semuanya gugur.
Kini, jumlah krim kulit yang ada pada kami sudah terbatas jumlahnya.
Dari pengemasan, pengecekan kualitas,
semua ini butuh waktu. Mohon semuanya bersabar.
Kenapa habis terjual?
Nona Qian. Kami sudah menunggu selama ini.
Jika semua krim kulit ini habis terjual,
kami harus bagaimana? Apa yang akan kami pakai?
- Benar. - Benar.
Jangan khawatir. Semuanya jangan khawatir.
Nyonya Besar sedang mencari bahan penggantinya.
Namun, bunga mawar multiflora di Taman Mawar ini adalah
hasil budi daya cermat Nyonya Besar selama bertahun-tahun.
Kami tidak bisa menemukan yang serupa dalam waktu singkat.
Bagaimana ini?
Jadi, kalian yang memiliki krim kulit sekarang,
hargailah itu dengan memakainya.
Bagaimana?
Di luar dugaan, meski bunga mawar multiflora dirusak,
penghasilan menjadi kita dua kali lipat.
Namun, kita harus berterima kasih atas hal ini
kepada orang yang membuat masalah bagi kita.
Nyonya Besar memang cerdik, bisa mengubah kerugian menjadi keuntungan.
Tindakannya benar-benar memikat hati para gadis.
Itu hal kecil.
Kalau begitu, kuberi tahu kabar baik kepadamu.
Kabar baik apa?
Kini bukan hanya gadis yang ada di Kediaman Ning,
tapi semua gadis di ibu kota mencari tahu tentang krim kulit dariku.
Gadis kaya di ibu kota?
Benar.
Ingat, biarkan mereka mencoba saja, jangan dijual kepada mereka.
Pancing selera mereka dulu.
Prinsip menimbun barang langka dan jual dengan harga tinggi nanti
cocok digunakan pada mereka.
Krim kulit hanya dijual di kediaman kita.
Namun, jika para gadis kaya membelinya dari pelayan kita dengan harga tinggi,
kita tidak akan menghasilkan uang.
Para pelayan yang bisa menghasilkan uang adalah hal yang bagus.
Lagi pula,
jika para gadis ingin membeli krim kulit,
itu tetap harus dibeli dari kita.
Ini disebut sebagai orang yang dapat mencapai hal besar
tidak terpaku pada hal-hal kecil dalam hidup.
Hebat sekali.
Aneh sekali. Setelah insiden di Gedung Kuixing,
Ning sialan membawa Nyonya Besar dan memukulnya,
lalu tidak ada pergerakan lagi.
Dalam insiden di Gedung Kuixing, Kakak,
kitalah yang ceroboh.
Semua salah Ning sialan yang berhati kejam.
Dia bahkan tidak melepaskan istrinya sendiri
dan merusak rencana kita.
Nie Sangyu si penyiksa istri ini memang kejam.
Selain membunuh istri sendiri,
dia bahkan memanfaatkannya untuk menghasilkan uang.
Benar-benar tidak ada yang mustahil di dunia ini.
Itu salah si Ning sialan. Jelas-jelas kita yang mau membunuhnya,
dia malah ingin meminjam tangan kita untuk membunuh istrinya sendiri.
Kurasa kita telah dimanfaatkan.
Dimanfaatkan?
Perihal membunuh Ning Yuxuan, kita tunggu kesempatan yang baik.
Kita masih punya masalah yang lebih penting.
Adipati, krim kulit milik Nyonya Besar yang tersisa
semuanya sudah habis terjual.
Sudah habis terjual?
Adipati, Wan'er mengantarkan sup ginseng untukmu.
Kenapa kau datang?
Bukankah aku sudah bilang agar tidak perlu dilayani?
Ayahku khusus menyuruh orang untuk mengantarkan ginseng tua ini
saat Wan'er bertemu pembunuh.
Ini sangat mahal.
Selama dua hari ini, Adipati sudah bekerja keras menyelidiki pembunuh.
Jadi, Wan'er merebusnya dan mengantarkannya.
Berhubung itu disiapkan untukmu
dan rona wajahmu tidak bagus, jangan disia-siakan.
Kau baru bertemu pembunuh. Jadi, tidak perlu repot-repot.
- Baik. - Pergilah.
Kau memakai krim kulit akhir-akhir ini?
Belikan aku sebotol krim kulit.
Baik.
Ini...
Nyonya, ini tonik pemberian Jenderal Tao untukmu.
Aku mengerti.
Apakah hubunganku
akrab dengan Jenderal Tao?
Ya, dia teman sekelasmu semasa kecil.
Sepertinya tidak semua orang membenciku.
Jika Anda sungguh bercerai dengan Adipati,
Anda bisa dengan Jenderal Tao...
Omong kosong apa yang kau katakan?
Siapa bilang aku harus mencari pria lain setelah meninggalkan satu pria?
Cari uang sendiri dan belanjakan sendiri.
- Bagus, 'kan? - Benar.
Nyonya Besar!
Nona Xue.
- Aku punya kabar baik. - Cepat duduk.
Ada apa?
Bukankah waktu itu kita bilang akan menggunakan krim kulit
untuk memancing para gadis kaya?
Di luar dugaan, kita berhasil memancing Selir Wen.
Selir Wen?
Hari itu, Selir Wen menyuguhkan teh untuk Adipati,
tapi rona wajahnya yang pucat begitu mengejutkan
hingga Kakak Sepupu langsung mengusirnya.
Saat Selir Wen keluar dan melihat
bahwa kulit para pelayan putih kemerahan,
dia marah dan memerintahkan untuk membeli krim kulit.
Kini, krim kulit kita sulit didapat di kediaman walau hanya sebotol.
Tidak ada yang bersedia menjualnya kepadanya.
Karena putus asa, Selir Wen terpaksa menawar harga krim kulit
menjadi tiga kali lipat. Barulah ada yang bersedia menjualnya.
Aneh. Aku pernah memberinya sebotol.
Itu aneh sekali. Apa dia tidak memakainya?
Sudahlah.
Nona Xue, ini tonik pemberian Jenderal Tao.
Ambillah, lalu jika di kamarku ini ada yang kau sukai, ambil saja.
Tidak, kau sungguh mau pergi?
Benar. Setelah pergi, aku berencana
membuka toko dan terus menjual krim kulit.
Bagus sekali.
Aku sangat iri padamu.
Aku masih punya adik laki-laki yang belum mengikuti ujian negara.
Aku masih harus mengandalkan bantuan Kakak Sepupu.
Jadi, tidak bisa meninggalkan Kediaman Ning untuk sementara ini.
Nona Xue, tidak apa-apa.
Kelak, jika kau butuh bantuanku,
beri tahu aku dan temui aku kapan saja.
Ingat, kita adalah rekan bisnis yang paling hebat.
Begini, aku memanggil kalian semua hari ini
karena ingin memberikan sesuatu kepada kalian.
Aku sudah memutuskan
akan resmi meninggalkan Kediaman Ning pada pukul 19.00 besok.
Jadi, harap kalian semua pada saat itu
bisa mengantarku mengingat hubungan kita yang rapuh.
Selain itu,
jika ada barang di Paviliun Introspeksi ini
yang kalian sukai, silakan diambil.
Lagi pula aku tidak bisa membawanya.
Jangan sungkan-sungkan. Ambil saja.
- Ini... - Ini...
Sungguh, sungguh boleh diambil.
Ambil yang kalian sukai.
Ambil semuanya.
Misalnya kandil itu, kursi, bangku,
lalu meja ini, cermin tembaga, dan lainnya,
ambil saja. Tidak perlu sungkan.
- Ini... - Ini...
Semuanya jangan khawatir.
Nyonya Besar yang sekarang berbeda dari yang dulu.
Jadi, ambil saja barang yang kalian sukai.
Benar, ambil semua yang kalian sukai.
Aku mengerti. Kalian tidak enak hati mengambilnya jika aku di sini, 'kan?
Aku pergi.
Aku hanya mau ini.
- Ini... - Sungguh boleh diambil?
Ayo.
Aku mau ini.
- Ini bagus. - Kalau begitu, aku mau ini.
- Aku mau ini. - Ini milikku.
Aku yang melihatnya lebih dulu.
♪Menunggumu tersenyum dan aku pun gembira♪
Tahu apa maksudnya ini?
Aku datang untuk memberitahumu secara resmi
bahwa aku akan meninggalkan Kediaman Adipati besok.
Mulai sekarang, kita tempuh jalan kita masing-masing
dan tidak akan rujuk kembali.
Kereta kudanya sudah siap?
Sudah. Besok malam pukul setengah sembilan
di pintu utama kediaman Adipati,
aku akan mengantar kepergianmu saat itu.
Matahari terbit dari barat, ya? Kau sungguh tidak menahan hal baik.
Nyonya terlalu banyak berpikir.
Kita pernah menjadi suami istri, sudah seharusnya aku mengantarmu.
Ning Yuxuan, dengar. Aku tidak peduli apa niatmu, pokok...
Pokoknya, aku pasti akan meninggalkan Kediaman Ning.
Kau mengerti?
Menyebalkan sekali.
Muxu. Ayo, kita pergi.
Kenapa sudah selama ini masih belum keluar?
Dulu, saat aku ditindas oleh Nyonya Besar,
aku sangat ingin dia segera meninggalkan Kediaman Ning.
Namun, sekarang, kami baru berteman, dia malah akan pergi secepat ini.
Saya juga tidak menyangka
Nyonya Besar akan berubah menjadi seperti yang sekarang.
Nyonya Muda datang.
- Selir Wen. - Nyonya Muda.
- Nyonya Muda. - Nyonya Muda.
Nona Xue juga datang untuk mengantar kepergian Nyonya Besar?
Selir Wen juga?
Aku sungguh merasa tidak rela dan ingin Nyonya Besar tetap tinggal.
Bagaimanapun, dia mengelola Kediaman Ning selama bertahun-tahun.
Kita harus bagaimana jika dia pergi?
Kelak harus merepotkan Nyonya Muda seorang.
Kita sudah lama menunggu Nyonya Besar di sini,
tapi dia belum datang. Apa terjadi sesuatu padanya?
Apa Nyonya Besar berubah pikiran?
Sudah menunggu lama sekali.
Nyonya Besar selalu menepati ucapannya, dia tidak mungkin berubah pikiran.
Benar juga. Namun, kenapa dia belum datang juga?
- Benar. - Kenapa dia belum datang?
Mari menunggunya sebentar lagi.
Tunggu sebentar lagi.
- Tunggu sebentar lagi. - Siapa tahu
sebentar lagi dia datang.
(Kebajikan memancarkan keharuman)
Nyonya, tidak ada orang.
Nyonya, kau yakin akan pergi dari pintu belakang?
Benar.
Namun, kenapa tidak terang-terangan meninggalkan Kediaman Ning?
Terang-terangan adalah sebuah sikap.
Tujuan kita adalah berhasil meninggalkan Kediaman Ning.
Ayo.
Ini namanya taktik pengalihan perhatian.
Sekarang, semua perhatian tertuju pada...
Pada halaman depan.
Jadi, kita bisa dengan bebas berjalan di sini. Benar, 'kan?
Selamat tinggal, Ning Yuxuan.
Cepat tutup pintunya.
- Kenapa ada banyak orang di luar? - Nyonya.
Coba kupikirkan cara. Pikirkan cara. Coba kupikirkan.
Istriku mau ke mana malam-malam begini?
Kenapa kau muncul di sini?
Kau pikir kau bisa meninggalkan Kediaman Adipati begitu saja?
Aku sudah memberitahumu berkali-kali.
Kita tidak cocok, sebaiknya jangan dipaksakan.
Lalu, kenapa kau dulu berusaha keras untuk menikah denganku?
Semua orang pasti pernah muda dan tidak tahu apa-apa.
Aku juga baru tahu bahwa bersamamu...
Melanggar ucapan sendiri dan bertindak sembarangan.
Pengawal.
Antarkan Nyonya Besar kembali ke Paviliun Introspeksi.
Tunggu.
Aku tidak akan kembali meskipun harus mati.
Istriku hanya gegabah, aku tidak menyalahkanmu.
- Kembali. - Gegabah?
Aku sudah memutuskan.
Aku tidak akan kembali ke Kediaman Ning meski harus tidur di jalanan.
Tidur di jalanan?
Istriku makin tidak memikirkan konsekuensi dari tindakannya.
Aku tidak bisa membiarkanmu lagi.
Bawa pergi.
- Baik. - Baik.
Aku tidak mau!
Aku tidak mau. Jangan menarikku!
- Ayo, Nyonya Besar. - Ayo, Nyonya Besar.
- Ayo. - Aku tidak mau.
Ning Yuxuan. Lepaskan!
Apa orang tuamu tidak mengajarimu apa itu simpati?
Diam kau.
Aku justru mau bicara. Bahkan orang tuamu pun pasti tidak bisa
mendekati orang yang berdarah dingin sepertimu, 'kan?
Itu adalah urusanku.
Apa hubungannya denganmu?
Kembali ke Paviliun Introspeksi.
Aku tidak mau.
Kau belum puas membiat keributan?
Antarkan kembali.
- Baik. - Baik.
- Ning Yuxuan. - Ayo, Nyonya Besar.
Kau yang setuju bercerai.
- Ayo. - Ning Yuxuan,
kau yang setuju bercerai.
Adipati, di kuil bobrok sepuluh mil di luar Kota Barat
ada lebih dari sepuluh orang.
Entah apa ada kaitannya dengan tiga orang yang kabur waktu itu.
Siapkan kuda.
Mereka juga bandit.
Kelihatannya tidak mirip.
Mungkin jumlah mereka banyak sehingga berkumpul bersama
dan salah dikenali oleh petugas.
Periksa lengan mereka.
- Jangan lukai yang tidak bersalah. - Baik.
Tuan. Kumohon tolong anakku.
Dia sudah tidak makan selama tiga hari.
Kumohon tolonglah kami.
- Kumohon. - Siapa kalian?
Kenapa berkumpul di sini?
Semua yang di sini orang malang yang keluarganya tercerai-berai atau mati.
Kami sungguh terpojok. Tuan, kumohon tolong kami.
Lihatlah anakku yang malang.
Mari.
Adipati.
Guibai, cegah dia!
Adipati.
Jangan sentuh mereka!
Kenapa?
Aku memang ingin membunuhmu, pejabat berengsek.
Orang bermarga Ning, kau sangat kejam.
Kau membunuh semua kerabat kami.
Memusnahkan bandit apanya, memberi manfaat bagi rakyat apanya,
itu semua omong kosong!
Kami orang-orang malang ini hanya ingin bisa makan.
Namun, kau menjebloskan ayah anak-anak dan suami para wanita ke penjara.
Bagaimana kami bisa hidup?
Diam!
Kalian menjadi bandit dan membahayakan rakyat,
lalu mau memutarbalikkan faktanya dengan beberapa kalimat omong kosong?
Aku tidak peduli. Lagi pula, anak-anak kami
akan segera mati karena penyakit atau kelaparan.
Aku juga tidak ingin hidup lagi.
Bunuh saja aku jika kalian mampu.
- Bunuh saja kami. - Bunuh saja kami.
- Bunuh saja kami. - Bunuh saja kami.
- Bunuh saja kami. - Bunuh saja kami.
Bunuh saja kami.
Adipati, luka Anda tidak ringan,
Anda harus segera kembali ke kediaman untuk diobati.
Aku akan membawa Anda ke Tabib Li.
Rahasiakan hal ini. Makin sedikit yang tahu, makin baik.
Baik.
Bagaimana Adipati berencana menangani mereka?
Mereka hanyalah beberapa pengungsi. Sekalipun ada kaitannya dengan bandit,
mereka tidak lebih dari itu.
Namun, membunuh pejabat pemerintah adalah kejahatan besar di dinasti ini.
Jika soal lukaku terdengar Kementerian Kehakiman dan Mahkamah Agung,
entah bagaimana dengan yang lainnya, tapi wanita itu pasti akan mati.
Bantu aku mengatur tempat tinggal untuk mereka.
Tidak. Aku khawatir.
Aku akan membawa Anda pulang ke kediaman.
Aku tidak apa-apa.
Cepatlah pergi.
Baik.
Carilah air dan makanan.
Baik.
(Selama bertahun-tahun ini,)
(aku bertekad untuk menangkap semua bandit di dunia)
(bukan hanya demi menemukan sisa-sisa Kelompok Cha yang membunuh Ayah,)
(tapi juga agar dunia ini aman.)
(Namun, seringkali cara yang kupakai intens.)
(Apakah yang kulakukan itu salah?)
(Paviliun Introspeksi)
Dasar orang berengsek kejam yang melanggar ucapan sendiri!
Dia bilang mengizinkanku keluar dari kediaman
dan setuju bercerai, semuanya bohong!
Dasar kau pembohong!
Aku marah sekali.
Kau sekarang kemari untuk minta maaf?
- Aku tidak mau dengar. - Keluar.
Keluar?
Kau yang menyuruhku masuk.
Semuanya keluar.
Ada apa?
Kau... Kau terluka?
Aku akan mencari tabib untukmu.
Tidak boleh pergi.
Jangan sampai orang lain tahu.
Namun, kau terluka parah.
Tidak boleh pergi.
Baik.
Aku akan mengambil obat untuk menghentikan pendarahanmu.
Muxu!
Cepat, bawa kotak obat kemari.
A... Ada apa dengan Adipati?
Jangan tanya lagi. Cepat pergi.
Rahasiakan hal ini.
Bertahanlah. Kenapa kau bisa terluka separah ini?
Di mana Guibai? Dia tidak bersamamu?
Tuan.
Orang kita melihat Guibai keluar kota sendirian di larut malam.
Guibai?
Benar.
Saya sudah mengutus orang untuk mengikutinya.
(Ah Zheng)
Awasi dia baik-baik. Apa pun yang ingin dia lakukan,
jangan sampai dia berhasil.
Saya mengerti.
Aku tahu kau tidak mau ada kontak fisik dengan orang lain.
Namun, bagaimana caranya mengobatimu jika aku tidak melihat lukamu?
Tidak perlu. Minggir!
Maaf menyinggung.
Nyonya, ini kotak obatnya.
Darahnya banyak sekali.
Hentikan pendarahan dulu.
Tidak bisa.
Tidak bisa hanya menghentikan pendarahan.
Harus buka resep obat.
Muxu, ambil kertas dan pena. Aku akan membuka resep obat. Cepat.
Baik.
Tahanlah sedikit.
Nyonya.
Nyonya, ini kertas dan pena.
Berikan.
(Jamur puffball)
Sudah.
Cepat cari di ruang obat kediaman.
- Bawakan semuanya. - Baik.
Jamur puffball.
Nyonya, aku tahu beberapa obat di awal.
Apakah jamur puffball harus diambil dari kandang kuda?
Itu bahan obat yang sangat penting.
Cepat ambil.
Baik.
Ulurkan tanganmu.
Nyonya, ini obatnya.
Mari.
Memang aroma ini.
Yuxuan, mari. Minum obatnya.
Mari.
Kenapa?
Aroma obat ini tidak benar.
Aku tahu aromanya aneh,
tapi obat ini sangat berkhasiat untuk menghentikan pendarahan.
Kenapa kau bisa membuka resep?
Aku...
Kau tanya aku, mana aku tahu?
Aku hanya tahu aku terpikirkan resep ini saat melihat lukamu.
Selain itu, aroma obat ini benar. Cepat diminum.
Mari.
Minggir!
Hati-hati, bahan obat ini sudah tidak ada.
Kenapa kau tidak bisa membedakan benar dan salah?
Kalau begitu, aku tidak akan segan-segan.
Pegang ini.
Ayo bantu aku, Muxu.
Apa yang kau lakukan?
Nyonya.
Apa...
Nyonya, simpul apa ini?
Simpul pelaut.
Simpul pelaut?
Muxu, berikan tali itu.
- Ayo. - Tuhan peduli pada tiap makhluk hidup,
aku tidak bisa tidak menyelamatkanmu.
Aku pasti akan membuatmu minum obat ini.
Buka mulutmu!
Tidak mau.
- Buka mulut dan minum. - Adipati.
Kau akan mati jika tidak minum.
Kau bersikeras tidak mau minum, ya?
Baik.
Muxu. Ambilkan penggaris bambuku.
Aku tidak percaya aku tidak bisa membuka mulutnya.
Tuan. Ini ditemukan pada Guibai.
Aku sudah memeriksanya. Resep obat ini adalah
untuk menghentikan pendarahan dan mengatasi peradangan.
Selain itu, ada beberapa obat kuat dalam resep ini.
Mungkin orang yang minum obat ini terluka parah.
Ada orang yang terluka dan Guibai yang mengambil obatnya.
Kau tidak ketahuan, 'kan?
Tidak. Sesuai perintah Anda,
orang kita hanya membuat Guibai tersandung,
membunuh kudanya, merampok barang berharganya
seolah-olah mereka bandit gunung.
Terus selidiki.
Lihat apa yang dilakukan Ning Yuxuan akhir-akhir ini.
Baik.
Kau sudah bangun.
Bagaimana?
Kau sudah lebih baik?
Katakan.
Kenapa aku bisa ada di sini?
Kau tidak ingat apa pun?
Sia-sia saja aku terjaga semalaman dan susah payah memberimu minum obat.
Kau bahkan tidak ingat apa pun.
Baik.
Akan kuceritakan kepadamu lagi.
Dengarkan baik-baik.
Kemarin malam, kau tiba-tiba menerobos masuk ke kamarku.
Saat kulihat,
bukankah ini Ning Yuxuan?
Aku bertanya kepadamu, tapi kau diam saja.
Itu tidak masalah. Namun, begitu aku menoleh,
aku melihat ternyata tubuhmu penuh darah.
Aku bilang, Astaga, ada apa ini?
Aku menarikmu naik ke ranjang,
tapi kau tidak patuh.
Kau akan rugi jika tidak menuruti nasihat orang tua.
Memang benar. Akhirnya, lihat seberapa parah lukamu.
Ning Yuxuan, Ning Yuxuan.
Ternyata kau juga bisa terjerumus kesulitan seperti ini.
Aku tidak bisa membiarkanmu mati, aku harus mencari obat untukmu.
Waktu penyelamatan pun tiba. Kusuruh orang mencari jamur puffball.
Kau lebih suka kotoran kuda berbau tahi atau tahi berbau kotoran kuda?
Aku tidak peduli apa yang kau suka. Kau tidak bisa memilih sekarang.
Lalu, kuarahkan ke mulutmu.
Aku merasa senang sekali.
Kalau tidak, kau akan mati. Itu demi kebaikanmu.
Lalu, aku mengambil penggaris bambu dan membuka paksa mulutmu.
Kau akhirnya minum obat itu. Apakah rasanya aneh?
Awas saja jika kau macam-macam padaku lagi.
Senang sekali.
Begitulah kejadiannya.
Kau sudah selesai bicara?
Sudah.
♪Bintang di musim panas seketika menjadi malam musim gugur♪
♪Di jalan hatiku, pernahkah ada yang singgah di bawah rembulan♪
♪Kisah terdalam disembunyikan dalam perpisahan terdalam♪
♪Hanya dapat berjumpa dalam mimpi setelah berpisah♪
♪Embusan angin menggugurkan daun, tapi tidak mampu mengembuskan waktu♪
♪Kerinduan yang hangat tidak pernah mereda♪
♪Dua hati yang bertemu kembali mengingatkan kenangan masa lalu♪
♪Ungkapan apa yang dapat menggambarkan keempat mata yang saling memandang♪
♪Menemanimu dengan santai seumur hidup♪
♪Menemanimu dengan tenang♪
♪Dengan pendampingan♪
♪Menukar tatapan mata dan senyummu♪
♪Janji pertama, ikatan panjang♪
♪Kembang api menghiasi langit menyambut malam panjangmu♪
♪Menemanimu dengan santai seumur hidup♪
♪Menemanimu dengan tenang dan perlahan♪
♪Dengan demikian, rasa cinta padamu makin dalam♪
♪Indah bersamamu, selamanya bersamamu♪
♪Hari pertama mengenalmu, di tahun yang panjang itu♪
♪Berharap tidak akan pudar oleh waktu♪
♪Berharap tidak akan pudar oleh waktu♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.